~ [Oneshoot] I’m In Your Day ~


Title       :               I’m In Your Day (Special Yesung’s birthday)

Author  :               PrincessClouds/@aprncsskys94 (Putri Andina)

Genre   :               Fantasy, Romance, Friendship

Rated    :               PG-15

Lenght  :               Oneshot

Main      :               Kim Jong Woon (Yesung) & Kim So Eun

Minor    :               Lee Hyuk Jae (Eunhyuk), Lee Chang Seon (Lee Joon – MBLAQ), Choi Soo Young (SNSD), Kim Young Woon (Kangin), Yeo Hoonmin (Hoon – U-Kiss)

yourday

Summary:           Kau hanya membutuhkan satu orang yang benar-benar mengerti dirimu. Bisakah itu aku?

Warning:              Typo(s), deelel.

*I’m_In_Your_Day*

Kedua mobil sport mewah itu melaju kencang dan saling berpacu. Keduanya saling silang, saling salip, dan saling dulu mendahului sambil melewati jalanan-jalanan Seoul yang mulai sepi.Ini tengah malam, jelas, namun bukan berarti jantung hati Negara Korea Selatan itu benar-benar sepi dan mati.Sehingga dengan ada dua penyebab keonaran yang melintasi jalanan Seoul tanpa memperdulikan pengendara lainnya itu tetap menimbulkan pekikan panjang klakson-klakson mobil yang mereka lewati.

Kali ini mereka terlihat melewati sebuah terowongan, yang merah tampak memimpin mobil berwarna crimson. Ketika mereka saling adu kecepatan, pemilik mobil crimson langsung mengambil alih jalan depan dengan menyalip dari arah kiri – menyebabkan raungan dari sebuah taksi yang hampir tersambar mobilnya.

Mobil semakin mendekati kerumunan di sebuah sudut jalan dekat jembatan seiring dengan seruan senang dari orang-orang yang berkumpul disana. Pemilik mobil merah tampak tidak sabar karena berada di belakang, hingga ia menginjak lebih pedal gas mobilnya untuk memacu si crimson yang melenggang menyentuh garis finish. Namun ia tahu bahwa ia benar-benar terlambat mengambil alih permainan ketika semua orang bersorak seiring melesatnya mereka ke garis finish. Si Crimson memimpin si merah persekian detik.

Semua orang bersorak layaknya baru saja lepas dari hutan.Semua orang membagi diri mereka menjadi dua dan melompat kearah dua mobil, memasang wajah senang dan kecewa berdasarkan mobil yang mereka dekati.

“Woah, keren kawan, kau mendapatkannya lagi!” Salah seorang pemuda dengan rambut kemerahan langsung menyambut pemilik mobil crimson ketika ia baru saja keluar dari mobilnya. Pemilik rambut blonde itu hanya menyeringai kecil, sebelum akhirnya berjalan kearah mobil lawan yang baru saja dikalahkannya.

Si pemilik mobil merah tampak juga keluar dari mobilnya dengan wajah dingin dan terlihat datar.Semua orang menyingkir ketika kedua pembalap itu kembali bertemu – bukan dengan saling memacu mesin mobil mereka kali ini.

“Kelokanmu terlalu fatal, Lee Joon. Itu yang membuatmu tak bisa di depan ketika kita menyentuh garis finish..” pemilik mobil crimson itu berbicara dengan nada yang tenang namun jelas terdengar melecehkan.

“Kau terlalu banyak bicara..”pemilik mobil merah memeriksa sakunya, sebelum melemparkan kepada pemuda berambut blonde di depannya. “Ini yang sebenarnya kau mau, bukan?”

Yesung, si pemuda blonde menangkap amplop yang baru saja melayang dari rivalnya.Ia tersenyum sambil menunjukkan amplop itu. “That’s it..” ujarnya datar sambil mencium amplop cokelat itu. Ia kembali memberikan seringaian mengejek yang terakhir sebelum kembali kearah mobilnya.

Lee Joon, sang pembalap yang kalah tampak hanya mendesis sebal melihat Yesung merayakan kemenangannya dengan pendukungnya. Dengan cepat pemuda itu memasuki kembali mobilnya dan meninggalkan tempat itu dengan laju mobil yang mendekati taraf ‘kesetanan’.

Stasiun kereta api itu cukup sibuk pagi ini ketika seorang gadis dengan syal merah muda keluar dari salah satu kereta yang berasal dari Cheonan. Gadis itu tampak menoleh kesekitarnya dengan cukup bingung dimana orang-orang bertebaran dan saling sibuk.

Gadis itu terlihat cukup lelah, sehingga ia memutuskan untuk menghampiri sebuah bangku panjang yang sering digunakan penumpang untuk menunggu kereta. Ia tampak meminum sisa air yang berada di dalam botol mineral yang dibawanya dan berdiam diri sejenak.

“Tunggu aku, Kim Yesung..”

Gadis itu bergumam pelan sambil melayangkan pandangannya kesekitar stasiun dimana orang sibuk berlalu lalang.

*Bip..Bip..Bip!!*

Benda digital itu berdering nyaring ketika angka nol tujuh nol nol terlihat di layarnya. Suara keras itulah yang membuat pemuda berambut blonde yang awalnya larut dalam tidurnya merasa terganggu dan ia menutup erat kedua telinganya.

*Bipp… Bip.. Bip..!*

Ia mendesah. Akhirnya pemuda itu terpaksa membuka matanya dan mematikan benda menyebalkan itu. Setelah selesai dengan masalah terbesarnya itu ia berniat kembali ke alam mimpinya.

*Tok.. Tok.. Tok..*

“Tuan muda!Bangun, Tuan muda!”

Itu suara salah satu maidnya.Yesung mengerang pelan sambil terus merapatkan bantal untuk menutupi telinganya – berniat mengacuhkan suara yang terdengar dari balik pintunya.

“Tuan muda, bangunlah.Anda harus segera kuliah!!”

“Tuan muda, nanti anda terlambat lagi!!”

“Aish..” muak dan terganggu sepenuhnya, Yesung tampak menyerah dan menyingkirkan bantal tadi – mulai berusaha mengumpulkan diri walau kedua matanya masih terpejam. “Ya!Aku turun sebentar lagi!” Serunya terdengar serak, namun cukup keras untuk didengar maid yang terlalu setia menunggunya bangun di luar sana.

“Saya akan menyiapkan sarapan untuk anda, tuan muda..”ujar maidnya lagi untuk terakhir kali. Yesung dapat mendengar suara kaki yang menjauh setelah itu.

“Aahh..” Yesung mendesah sambil duduk, matanya yang sipit namun tajam mulai terlihat terbuka sedikit – membuat ia dapat melihat sinar matahari yang mengintip dari celah-celah jendela kamarnya. Yesung lagi-lagi mendesah malas sambil melirik jam weker digitalnya yang sudah mulai tenang, sebelum akhirnya bangun dari tempat tidur dan meraih sebuah handuk bersamanya memasuki kamar mandi.

 

“Anda sudah siap, Tuan muda. Silahkan duduk dan menikmati sarapan anda..”

Maid yang tadi membangunkannya kembali menyambutnya ketika ia baru saja menuruni tangga rumah. Yesung hanya mendesah tak bergairah, menatap meja makan yang dipenuhi oleh beraneka makanan lezat itu namun semua kursinya kosong tak berpenghuni.

“Ayah dan ibu berangkat pagi lagi?” Tanya Yesung tak bergairah, ia sudah tahu pasti jawabannya.

“Ya, Tuan muda, mereka pagi ini berangkat ke Spanyol untuk sebuah bisnis. Mereka akan disana selama satu minggu, Tuan..”

“Satu minggu ya?” Yesung tersenyum sinis, terus berdiri dengan gaya kerennya di depan tangga rumahnya yang luas dan besar dengan kedua tangan berada di saku celana.

“Sebaiknya anda segera makan, Tuan muda. Saya sudah menyiapkan makanan kesukaan anda..” ajak Maidnya tadi kembali melihat Yesung masih terdiam di tempatnya. Yesung mendesah, menatap wanita tersebut.

“Aku akan makan di kampusku..” Yesung menyahut singkat sambil mengalihkan perhatiannya dari sang maid yang mungkin langsung berubah ekspresi karena kata-katanya. “Sebaiknya ibu Song memakan sendiri dulu makannya, atau tidak simpan saja dulu dan aku akan memakannya nanti setelah aku pulang..” pemuda itu menyambung ucapannya sambil berjalan keluar dari rumah mewah tersebut – meninggalkan para maid yang hanya menatap kepergiannya.

Wanita yang telah bekerja dengan keluarga Yesung bertahun-tahun itu tampak menggelengkan kepala pelan setelah Yesung hilang dari pandangan.Ia kemudian kembali membereskan makanan yang baru terletak di atas meja selama kurang dari lima belas menit itu.

“Aku tak menyangka kau benar-benar datang, Soeun. Aku fikir kau hanya bercanda..”

Gadis berpostur tinggi itu menoleh pada temannya yang tampak duduk di atas tempat tidur.

“Aku sudah bilang bahwa aku tak bercanda, Choi Sooyoung..”Soeun bergumam rendah sambil tangannya bekerja membuka syal merah mudanya. “Aku pasti akan datang, menemui.. Kim Yesung..” tambahnya lagi dengan eskpresi wajah yang sedikit tertunduk.

Sooyoung menghentikan pekerjaannya yang awalnya menata pakaian di lemari, berbalik dan menghampiri temannya itu.

“Kau benar-benar akan mencarinya?Kau benar-benar serius?”Tanya Sooyoung sambil duduk di samping Soeun, menyentuh salah satu bahunya.

“Aku selalu bilang iya bukan, Choi Sooyoung?Nyatanya aku berada di Seoul sekarang.”

“Aku tahu. Tapi apa yang mau kau lakukan? Dia..adalah anggota Gengster, Soeun. Orang seperti itu akan sangat berbahaya, sementara kau hanya seorang gadis biasa..”

“Justru itu..”Soeun menatap Sooyoung dengan ekspresi lebih berarti, terlihat sedikit emosi.“Orang seperti dia tak bisa terus dibiarkan setelah apa yang kau lakukan pada oppaku. Dia harus ditegur sedikit supaya tahu ia tak bisa seenaknya kepada orang lain..”

“Benar, Soeun. Tapi—“

“—Aku tahu dia orang yang kuat, Sooyoung. Tapi sungguh aku benar-benar tak tenang jika seperti ini. Aku harus menemukannya dan menyampaikan uneg-unegku padanya, terserah apapun yang terjadi..”

Sooyoung hanya bisa menghela nafas oleh semua kata-kata penuh emosi dan penekanan Soeun.Ia tahu, teman kanak-kanaknya ini tak pernah berubah dari dulu. Ia akan selalu berjuang untuk apa yang ia inginkan – walau seberbahaya apapun itu.

Tempat itu cukup ramai dengan beberapa orang di dalamnya. Suara music beat terdengar keras memukul-mukul bass speaker, membuat semua orang tampak larut dalam iringan musik. Semua orang tampak bersenang-senang, mereka yang duduk di bangku sambil main PS ataupun mereka yang bergabung bersama memainkan billiard, adanya beberapa mereka yang umumnya berpasangan membuat tempat itu sekilas terlihat seperti sebuah Bar mini.

Tapi satu orang  berbeda, seorang pemuda yang daritadi hanya sibuk bersandar di sofa sambil memutar-mutar ponsel dengan ujung jarinya tampak tak sebahagia teman-temannya yang lain. Ia tampak larut dalam lamunannya dan tak terlalu mengacuhkan teman-temannya.

Eunhyuk, si pemuda berambut merah tampak berhenti bermain billiard.Ia memberikan senyuman singkat pada gadis berambut pirang yang menemaninya sebelum mendekati Yesung yang duduk di pojok sendirian.

“Apa yang kau fikirkan?”Eunhyuk mendudukkan diri pada lengan kursi di samping kiri Yesung, membuat pemuda itu langsung menoleh padanya. “Hari ini kau terlihat tak cukup semangat..” sambung pemuda bermarga Lee itu.

“Aku biasa saja..”Yesung menyahut singkat sambil memperbaiki posisi duduknya.

“Benarkah?”Eunhyuk menyikapinya datar sambil tersenyum tipis.Tak lama pemuda itu memeriksa sakunya dan memperlihatkan pada Yesung. “Kau dapat undangan balapan lagi dari si Hoon, salah satu anggota dari Geng U-Kiss…”

Yesung hanya melirik sekilas layar ponsel Eunhyuk, sebelum kembali bergumam datar.“Kapan?”

“Mereka meminta malam ini di tempat biasa. Tapi melihat dirimu yang sekarang, aku ragu apa kau bisa—“

“—Aku bisa..”Yesung menyahut cepat. “Katakan padanya untuk menungguku malam ini disana..”

“Aku tahu kau selalu bersedia..”Eunhyuk berseru senang sambil menarik kembali ponselnya. “Kukira ia akan memasang harga taruhan yang besar dan aku yakin kau akan memenangkannya..” ujar pemuda itu sambil mengetikkan ponselnya.

Yesung hanya mengangkat alis sebagai jawabannya, sebelum akhirnya pemuda itu kembali larut dalam pemikirannya.

Taksi itu berhenti di depan bangunan yang terletak di salah satu sudut Apgujeong itu. Dari dalam, gadis manis bernama Kim So Eun tadi tampak turun. Setelah ia membayar taksi ia tampak menatap gedung di depannya.

Soeun memeriksa tas yang dibawanya, mengeluarkan sebuah foto dari dalamnya. Tak lama ia kembali memperhatikan bangunan kecil di depannya untuk menyamakan dengan potret yang ada di foto.

“Benar, disini tempatnya..” ia bergumam kecil sambil menghela nafasnya, memasukkan kembali kertas foto itu ke dalam tas yang dibawanya. “Berarti aku akan menemukan Kim Yesung disini..” tekadnya kemudian sambil menghampiri sebuah bangku yang ada disana. Tempat itu adalah tempat pribadi Kim Yesung, begitulah yang didengarnya, jadi Soeun tak bisa masuk begitu saja. Salah satu cara untuk menemui Yesung tentu hanya menunggunya.

Soeun kali ini terdiam karena tak bisa melakukan apapun selain menunggu. Hal itu membuat lagi-lagi ingatannya harus kembali terulang mengenai alasan apa yang membawanya kesini – alasannya meninggalkan kampung halamannya dan berada di kota capital negaranya ini.

Oppanya Kim Young Woon, atau lebih dikenal dengan nama Kangin adalah apa yang membawanya kemari. Kangin sebelumnya adalah mahasiswa di salah satu universitas besar di Seoul, dan ia tinggal di kota ini dan terpisah dari keluarganya yang lain. Pada awalnya semua baik-baik saja, keluarganya tahu bahwa Kangin menjadi mahasiswa yang baik di Seoul. Hingga tiba-tiba sesuatu yang benar-benar mengagetkan mereka mengejutkan semuanya di suatu pagi..

Kangin tiba-tiba meninggal akibat kecelakaan yang ia alami setelah balapan liar. Hal itu sungguh benar-benar ujian bagi keluarga Soeun karena siapa sangka Kangin yang mereka fikir menjadi mahasiswa yang benar di Seoul selama ini juga menjadi salah satu anggota Gengster yang hidup di jalanan dan salah satunya sering balapan liar.

Dan balapan liar itulah yang merenggut Kangin dari mereka.Awalnya semua anggota keluarga dan Soeun sudah menerima semuanya dengan lapang dada, hingga ketika semua barang-barang Kangin dari apartementnya dibawa kembali ke Cheonan dan Soeun menemukan sesuatu yang mencurigakan. Ketika Soeun membuka kotak pesan Kangin ia menemukan pesan dari Yesung yang intinya mengajak Kangin untuk balapan – sms itu adalah sms terakhir di ponsel Kangin serta dikirim tepat di hari kematian Kangin. Hingga Soeun mulai berfikir bahwa seseorang bernama Kim Yesung ini ada sangkut pautnya dengan kematian Kangin – Soeun juga berfikir bahwa Yesung-lah penyebab kematian Kangin.

Penasaran Soeun mencari lebih banyak lagi hal-hal apa saja yang menjawab pertanyaannya tersebut dari barang-barang Soeun. Lagi-lagi Soeun menemukan semua hal tentang Kim Yesung lagi di dalamnya; mulai dari foto-foto Kangin bersama Yesung serta teman-temannya yang lain, tempat-tempat yang sering mereka kunjungi, hingga alamat dimana mereka sering balapan – yang belakangan ia ketahui adalah lokasi dekat dimana Kangin kecelakaan.

Hal itulah yang akhirnya membawa Soeun kemari, ia datang mencari Yesung. Tak peduli apapun ia akan memberi pelajaran pada Yesung atas apa yang menimpa kakak laki-lakinya. Soeun percaya bahwa kalau saja Kangin tidak mengenal anak Seoul seperti Yesung hal seperti ini tak akan menimpanya.

*Tap!*

Lamunan Soeun melebur ketika mendengar suara pintu terbuka dari samping kanannya.Ia menghapus air mata yang sempat menuruni pipinya sebelum beralih kearah suara.

Seorang pemuda berambut blonde tampak keluar bersama pemuda berambut kemerahan lainnya dari dalam. Mereka tampak langsung bergerak menuju mobil berwarna biru yang terparkir di depan gedung yang setahunya adalah tempat nongkrong Geng Kangin bersama Yesung itu.

Yesung!

Nama itu berdering di kepala Soeun ketika ia melihat salah satu dari dua pemuda itu. Dengan cepat ia mencari kembali salah satu foto di dalam tasnya, sebelum akhirnya mencocokkan dengan pemuda yang saat ini siap membuka pintu mobilnya.

D-Dia adalah Yesung!

“Tunggu!”Soeun yang panik reflek berteriak kepada mereka.Hal itu membuat pemuda berambut blonde itu tak jadi memasuki mobil dan menoleh kearah suara.

Soeun malah terkaget sendiri ketika Yesung menoleh padanya.Ia bingung akan apa yang akan ia lakukan setelah meneriaki pemuda itu.

“Ada apa?”Eunhyuk yang sudah berada di dalam mobil mendongakkan kepalanya pada Yesung.Ia merasa heran kenapa Yesung tiba-tiba berdiam diri di luar.

Yesung tak menoleh ataupun menyahuti Eunhyuk. Pemuda itu hanya terus menatap gadis yang canggung sendiri di depannya, ia penasaran kenapa gadis itu tiba-tiba memanggilnya.

“Siapa?” Eunhyuk lebih menaikkan pandangannya menyadari ada gadis lain di hadapan Yesung dan terlihat bingung dengan dirinya sendiri. Senyuman terlihat di wajah Eunhyuk. “Fans lagi, huh?” Tanyanya tak ambil pusing. Eunhyuk menghidupkan Audio mobil Yesung dengan cukup keras kemudian, tak peduli sepenuhnya apa yang terjadi di luar.

Yesung masih tak mengatakan apapun, atau juga tidak memilih untuk tidak peduli seperti yang dilakukan Eunhyuk.Ia terus menunggu gadis itu untuk mengatakan sesuatu setelah meneriakinya tadi.

Soeun justru mengomeli dirinya sendiri karena bingung di tempat setelah bertemu orang yang dicarinya selama ini. Pada dasarnya Soeun adalah gadis yang pemalu seberapa keras kepalanya dia, hal itulah yang membuat ia membisu dan otaknya gusar menemukan tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Darimana ia harus memulai.

“Ada apa?” Mulai bosan Yesung bersuara, dengan nadanya yang datar namun sama sekali tak mengandung bentakan.

Soeun kembali ke bumi ketika mendengar suara Yesung. Matanya yang sejak tadi bergerak gelisah ia angkat, berani menatap mata Yesung yang sempat membuatnya kaget menyadari betapa hitam memikatnya iris yang pemuda itu punya. Eh, apa yang ia fikirkan?

“A-Aku adalah adiknya Kangin..” ucap Soeun berusaha memberanikan diri, lebih menantang Onix di depannya yang tampak memberikan sinaran kaget ketika Soeun menyebut nama ‘Kangin’.

“Kangin?”Yesung memastikan.

“Y-Ya!Orang yang meninggal karena dirimu!”Bagus, emosi Soeun mulai terarah kearah yang seharusnya.Ia lebih berani menatap onix yang terlihat lebih kaget itu.

“Apa maksudmu?”Tanya Yesung dengan eskpresi lebih serius, raut kaget terbaca jelas di wajahnya.

“Tak usah pura-pura tidak tahu. Aku tahu kau adalah penyebab meninggalnya oppaku, aku punya bukti akan itu..”

“H-Hey!”Yesung bergumam lebih-lebih kaget dengan tudingan-tudingan Soeun. Tak menyangka akan kata-katanya yang mengalir begitu lancar, bersama tatapan yang begitu mengintimidasi. “Kau salah faham..”

“Salah faham?”Soeun menyahut lebih emosi melihat reaksi dari Yesung.“Aku tak pernah salah faham, semua bukti menunjukkanku semuanya. Kau adalah penyebabnya! Karena mengenal orang sepertimu, berandalan sepertimu, oppaku berubah menjadi bukan dirinya yang akhirnya membuat ia kehilangan nyawanya!!”Ucap Soeun sedikit tidak sabar dan benar-benar habis kesabaran, matanya mulai memerah, tahu bahwa emosinya terlalu tersulut karena semua ini.

Yesung masih tak menunjukkan reaksi yang banyak sambil terus menatap Soeun yang benar-benar emosi walau belum melakukan apapun. Ekspresinya masih dengan kaget yang sama hingga tak lama berubah kembali datar, menatap gadis itu lagi.

“Aku sama sekali tak mengerti dengan apa yang kau katakan dan aku sama sekali tidak tahu apa yang membuatmu berfikiran begitu. Jadi aku tak akan berpendapat apapun..”

“Tapi—“

“—aku tak punya waktu. Aku harus pergi ke suatu tempat. Aku harap kau mempelajari semuanya lebih jelas sebelum mengambil kesimpulan seperti ini..” ujar Yesung singkat. Pemuda itu kemudian kembali meraih pintu mobilnya dan memasukinya – meninggalkan Soeun yang terpana.

“Yah!Kau tak bisa Pergi begitu saja!”Soeun berseru padanya sambil berusaha menghentikan Yesung untuk pergi.Namun terlambat karena Yesung langsung menghidupkan mesin mobil dan tancap gas setelah itu, hampir membuat Soeun terserempet karena berusaha menghentikannya.

“YAH!” Soeun berteriak sambil menatap mobil sport mewah yang kian menjauh dengan kecepatan diatas rata-rata itu. Ia mengerang kesal setelah mobil itu benar-benar tak terlihat oleh mata, membuat ia mengerang frustasi sambil menendang kaleng di depannya.

Eunhyuk mematikan audio mobil Yesung menyadari bahwa ekspresi Yesung berbeda semenjak mereka meninggalkan markas. Hal itu ditambah dengan kecepatan mobil yang menurut Eunhyuk tak pernah Yesung gunakan ketika ia berada di jalanan umum – Yesung hanya mengemudi kencang ketika ia dalam arena balapan.

“Ada apa, huh?” Tanya Eunhyuk bingung pada rekannya itu.

Namun Yesung tampak tak menyahut sama sekali. Pemuda itu tampak hanya terus mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata sambil terus menatap kedepannya dengan wajah serius.Terlihat larut dalam fikirannya.

Sadar tak diacuhkan Eunhyuk mengangkat bahunya cuek – ia sudah terbiasa melihat Yesung badmood seperti ini. Hingga pemuda itu kembali menghidupkan audio dan bersenandung kecil sambil menyadarkan diri pada jok mobil.

Sementara Yesung terus menatap ke depan sambil mengemudikan mobilnya dengan kencang. Kata-kata gadis tadi tiba-tiba bermain di otaknya – menambah hal-hal yang sejak pagi ini menganggunya.

Pemuda berambut hitam itu berseringai kecil sambil bergerak dari mobil sport hitamnya ketika melihat mobil sport Crimson Yesung memasuki arena balapan liar mereka. Ia langsung mendekati mobil itu dimana Yesung dan Eunhyuk baru saja keluar dari dalamnya.

“Kau akhirnya datang, senang kau menerima tantanganku..” ucap Hoon, nama pemuda itu dengan nada terdengar melecehkan.

Yesung tampak balas berseringai padanya, berdiri dengan tenang dengan kedua tangan di sakunya. “Menghindari balapan bukan gaya dari seorang pemenang, itu sebabnya aku datang karena aku yakin malam ini juga akan sama dengan terakhir kita duel..”

Hoon tertawa renyah mendengar ucapan Yesung. “Senang mendengarmu begitu bersemangat, aku harap itu tak membuatmu terlalu besar kepala sehingga aku lupa bagaimana caranya berkonsentrasi di jalanan..”Hoon menyentuh sakunya. “Delapan ratus ribu won, aku harap kau punya harga yang sama di sakumu..” ucapnya sambil menunjukkan selembar kertas pada Yesung sebelum memasukkannya kembali.

Yesung tampak tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.“Walau aku yakin aku akan menang hari ini aku tetap membawanya. Menjadi motivasi bagi dirimu untuk menang nantinya..” laden Yesung.

Hoon hanya tersenyum smirk sambil bergerak kembali kearah mobilnya. Yesung tampak membalas senyuman smirknya sambil mengikuti arah pergerakan calon lawannya. Hingga ketika Hoon memasuki mobilnya tiba-tiba ia menangkap sesuatu yang tersembunyi karena sebelumnya terhalang oleh tubuh lawannya itu.

Dahi Yesung mengerut samar menemukan gadis bersyal merah muda itu berada disana dan menatapnya dari gerombolan penonton. Tatapan datar dan tajamnya yang sama masih terlihat di wajahnya. Dimana tatapan itu semakin tajam ketika mata Yesung akhirnya menemukannya – penuh kebencian disana.

Lama Yesung memandang kearah sana, hingga tiba-tiba Eunhyuk datang menghampirinya dan menyikut lengannya.

“Hey! Apa yang kau tunggu?”Tanya Eunhyuk sambil ikut mendongak kearah pandangannya Yesung.Yesung mengalihkan perhatiannya dari Soeun dan menggelengkan kepalanya kepada Eunhyuk.Pemuda itu kemudian segera bergerak kearah mobilnya, mulai bersiap untuk aksi kencang lagi malam ini.

Soeun sebenarnya tidak terlalu tahu apa yang ada difikirannya saat ini hingga ia ada disini – bergabung dengan ratusan orang pecinta kehidupan liar. Gadis polos itu tak mengerti apapun selain rasa cintanya kepada kakak laki-lakinya hingga ia masih berdiri disana. Menonton sesuatu hal yang jujur saja membuatnya ngeri sekaligus benci – jangan lupakan hal inilah yang merenggut Kangin darinya.

Semua orang di sekelilingnya berteriak, bersenang-senang sambil melihat dua benda bermesin itu saling adu kecepatan.Tidakkah mereka tahu bahwa yang mereka tertawakan adalah hal menyangkut nyawa dan keselamatan. Soeun juga tak habis fikir mengapa mereka – yang ia anggap musuh salah satunya – mau mempertaruhkannya nyawanya dan membiarkan semua orang tertawa senang untuk apa yang mereka lakukan sementara mereka sendiri mempertaruhkan nyawa di jalanan.

 

Pada akhirnya,

Mobil itu mendesing ketika ia menyentuh garis finish. Beberapa orang langsung berlompatan dengan senang melihat hasil akhirnya, sementara bagian lainnya tampak berdecak sebal sambil membuang muka.Beberapa dari mereka tampak langsung mengeluarkan sejumlah uang untuk diberikan kepada mereka yang berwajah senang.

Soeun mengalihkan perhatiannya kembali ketika pemilik mobil Crimson itu keluar dari mobilnya. Berjalan dengan gaya meyakinkan kearah mobil lawan yang baru saja ia kalahkan. Soeun berdecak sebal melihat pemuda itu, sejauh ini rasa tak sukanya bertambah kepada pemuda yang mengecat blonde rambutnya itu.Ia yakin dia bukan pemuda yang benar.

“Ambilah!” Pemuda berambut hitam itu bergumam malas sambil melemparkan check di tangannya kepada Yesung. Yesung tampak langsung menyambutnya dengan senyuman samar di wajahnya.

“Senang bekerja sama denganmu. Hubungi aku ketika mesin mobilmu bisa lebih baik..”

Si kalah hanya memutar bola mata bosan mendengar ledekan Yesung.Ia tampak bergerak berniat kembali ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu.Sementara Yesung masih berdiri di tempatnya sambil memperhatikan kertas di tangannya.

“Lep-pas!”

Yesung mengalihkan perhatiannya kearah penonton ketika mendengar keributan. Di sana ia menemukan beberapa orang berandalan menganggu salah seorang gadis yang juga ikut menonton.

“Apa yang kau mau? LEPASKAN AKU!!” Gadis dengan syal merah muda itu meronta beberapa kali sambil berusaha melepaskan tangannya yang dicengkram oleh salah satu dari mereka.Ia sendirian, tak ada yang membantunya, Sudah tradisi di tempat itu bahwa tak ada yang boleh ikut campur urusan yang lainnya – kalau kau tak mau terlibat dalam masalah.

“LEPASKAN AKU!”

Sebenarnya Yesung tak mau ambil pusing, tak mau melibatkan diri. Namun pada akhirnya ia harus menyerah terhadap prinsip itu. Pemuda itu mendesah bosan sambil menyerahkan check di tangannya kepada Eunhyuk. Pemuda blonde itu tampak langsung berjalan kearah pusat keributan dengan langkah yang tenang.

Suara keributan terdengar semakin dekat, dimana teriakan dari si gadis yang ia ketahui adalah adik salah satu temannya itu bergabung dengan suara godaan dan candaan pemuda-pemuda ia ketahui memang sering membuat onar disana.

“Ayo nona, ikut kami untuk bersenang-se..”

Pemuda berandalan yang memegang pergelangan tangan gadis itu menghentikan kata-katanya ketika merasakan seseorang menyentuh bahunya.Ia dan tiga temannya yang lain menoleh kearah tamu tak diundang yang masuk ke tengah permainan mereka.

Yesung tersenyum kecil menjawab tatapan sedikit kaget dari pemuda-pemuda itu.Sementara Soeun juga tampak berhenti meronta melihat siapa yang datang.

“Ada apa disini?”Tanya Yesung dengan senyuman sok akrab.

Keempat pemuda itu awalnya saling berpandangan satu sama lain, sebelum akhirnya salah dari mereka berani bersuara, “Ini bukan urusanmu, Kim Yesung..” ujarnya sedikit menegaskan diri.

“Benar. Tapi, Ini sudah terlalu malam mengajak anak perempuan orang bermain, baik biarkan dia pulang..”Kata Yesung lagi masih dengan nada yang dibuat bersahabat.

“Jangan ikut campur, Kim Yesung. Ini urusan kami.” Kata pemuda yang sejak tadi memegang tangan Soeun.

“Jangan fikir karena kau adalah raja balapan disini berarti kami takut padamu dan kau bisa berbuat seenaknya kepada kami..” timpal yang lainnya.

“Begitu?”Yesung kembali bergumam malas kini, senyumannya yang tadi menghilang.“Ini bukan karena raja balap atau lainnya.Tapi yang kalian lakukan benar-benar membuat sakit mataku.Jadi sebaiknya jangan melakukan hal seperti itu kepada seorang raja balap bukan?”

“Tch, kau terlalu banyak bicara!”Pemuda yang memegang Soeun melepas pergelangan tangan Soeun untuk melayangkan pukulan kepada Yesung.Beruntung Yesung dapat menghindar cepat dan balas memukul wajah pemuda itu.Sementara Soeun menggunakan kesempatan itu untuk menjauh darisana.

Yesung memukul perut pemuda itu sekali lagi sehingga membuat Pemuda yang itu pertama jatuh.Melihat temannya mendapat serangan dari Yesung yang tiga lainnya secara bersamaan mereka menyerang kearah Yesung untuk memukulnya.Yesung yang sudah mempersiapkan diri dari awal tampak meladeni mereka semua.

Pertarungan itu bisa dibilang cukup singkat ketika ketiganya juga jatuh ke tanah menyusul temannya.Sementara Yesung tampak menyentuh sudut bibirnya yang juga terlihat memar karena mendapat sebuah pukulan keras di bagian itu.Namun pada intinya pemuda itu berhasil mengalahkan keempat lawannya.

Keempat orang itu tampak bangun dari tempatnya dan langsung meninggalkan tempat itu setelah sadar mereka telah di kalahkan.Membuat tempat itu kembali heboh dengan teriakan para pendukung Yesung.

“Hobi sekali kau mencari masalah..”Eunhyuk mendekatinya sambil menyentuh bahu temannya itu.

Yesung hanya mengangkat alis sebagai jawabannya pada Eunhyuk. Pemuda itu kemudian mengalihkan pandangannya kearah dimana Soeun berdiri setelah memisahkan diri dari kerumunan.Eunhyuk kembali mengikuti pandangannya.

“Hey, gadis itu lagi?” Tanya Eunhyuk heran, namun Yesung tak mengacuhkannya dan malah bergerak kearah sana dan meninggalkannya.

Yesung memungut syal merah muda Soeun yang sempat terjatuh akibat keributan tadi.Ia kemudian membawanya kearah gadis yang masih terlihat kaget itu. Tanpa kata Yesung mengulurkan benda itu padanya.

Tanpa kata juga, Soeun mengambilnya.Gadis itu kemudian memberikan Yesung pandangan tajam sejenak sebelum berbalik dan bergerak dari hadapan Yesung.

Yesung sedikit terpana mendapat reaksi seperti itu, ia mengikuti pergerakan Soeun yang diperhatikan semua orang di tempat itu dengan pandangan aneh karena telah berani melakukan hal seperti kepada seseorang yang populer di lingkungan mereka.

“Tunggu!”Yesung berseru padanya setelah beberapa langkah gadis itu menjauh.Ia melirik kembali Soeun yang menghentikan langkahnya sebelum kembali berjalan mendekatinya. “Aku antar kau pulang!” ucap Yesung tiba-tiba sambil menarik tangan Soeun bersamanya.

Soeun tampak cukup kaget dan ia berusaha melepaskan diri dari Yesung. Namun jelas saja tenaganya tak sekuat laki-laki yang barusan telah mengalahkan empat pemuda berandalan itu.

“Lepaskan aku!”Seru Soeun namun Yesung mengacuhkan permintaannya.

“Aku antar kau pulang!” ulangnya sambil membawa Soeun kearah mobilnya, mengacuhkan orang-orang yang sejak awal menonton keduanya.

“Aku tidak mau!Aku bisa pulang naik tak- Aww!”Ucapan Soeun terhenti ketika Yesung sudah memasukkan ke dalam mobil balapnya.Yesung langsung menutup pintunya setelah itu.

“Hyuk, kau pulang bersama yang lain!” Seru Yesung pada temannya yang juga ikut bingung menonton aksi temannya dan gadis tak dikenal tersebut.Eunhyuk tampak mengangguk mengiyakannya sambil menatap temannya yang kini telah membuka pintu mobil di belakang kemudi.

Yesung melirik Soeun yang menatap tajam padanya walau gadis itu tak memberontak lagi.Ia bergerak lebih mendekati gadis itu yang membuat Soeun panic dan memundurkan tubuhnya. Namun siapa sangka kalau Yesung hanya ingin memasangkan sabuk pengamannya, membuat gadis itu sedikit malu juga dengan apa yang baru saja ia fikirkan.

Dengan masih tanpa kata Yesung menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu serta orang-orang yang berada disana. Sementara tanpa ia sadari Hoon yang sejak tadi masih belum beranjak dari tempat itu memperhatikan apa yang terjadi. Senyuman sinis tak biasa terlihat di wajahnya mengantarkan mobil Crimson Yesung yang menjauh.

“Mengapa kau membawaku bersamamu?!”Tanya Soeun langsung setelah mereka meninggalkan lokasi balapan.

“Aku ingin mengantarmu pulang..”Yesung menyahut singkat.

“Aku tak butuh bantuanmu!”

“Kau membutuhkannya, kau takut pulang sendiri setelah yang terjadi tadi. Ditambah, kau menyadari bahwa tatapan dari beberapa dari mereka yang disana menatapmu dengan awas setelah kau berlaku kasar padaku..”

“Aku tak berbuat kasar padamu!”

“Kau berlaku kasar padaku!Contohnya dari caramu berbicara saat ini!”

Soeun sedikit kehabisan kata-kata, ia mengalihkan pandangannya dari pemuda yang masih terlihat tenang di sampingnya.

“Well, tentu hal yang wajar aku berbuat kasar pada orang yang telah menyebabkan kakakku meninggal..”Soeun bersuara dengan nada yang cukup direndahkan kini.

“Ini yang sejak tadi mengangguku.Kenapa kau menuduhku sembarangan?”Yesung sekilas melirik padanya.

“Aku membaca pesanmu pada kakakku yang mengajaknya balapan..”

“Lalu itu berarti aku yang membunuh? Aku tak mendorong mobilnya atau sejenisnya..”

“Tapi tetap kau yang mempengaruhinya, dan itu yang mengambil nyawanya!”Nada Soeun meninggi lagi, menatap Yesung dengan tajam.“Oppaku dulu tak seperti itu, ia tak pernah seperti itu. Sampai ia mengenal orang sepertimu, orang yang mengajarkan balapan padanya, orang yang mengajarkan kekerasan padanya. Hingga dengan cara itu ia pergi!”

Yesung kali ini hanya terdiam, terus menatap jalanan di depannya.Sedikitnya ada sinarnya yang berubah setelah itu.

“Aku tak mau berdebat soal ini..” Yesung tiba-tiba kembali bergumam datar setelah beberapa saat ia terdiam. “Sebutkan alamatmu dan aku akan mengantarmu pulang..”

“Kenapa?Kau mau menghindariku?Kau tak berani berbicara padaku karena semua kata-kataku benar?”

“…”

“Hey, kenapa kau diam? Jawab aku! Kalau benar kau merasa benar maka seharusnya kau katakan mengapa aku harus mempercayaimu?!”

“…”

“Hey! Aku berbicara padamu!”Seru Soeun benar-benar kesal melihat Yesung yang benar-benar mengacuhkannya.“Jawab aku, Kim Yesung!Aku datang dari Cheonan hanya untuk ini.Kau tahu?!”

“…”

Soeun benar-benar menatap Yesung sebal, ia begitu emosi oleh sikap Yesung yang terkesan tak mau ambil pusing dengan apa yang ia katakan. Bahkan pemuda itu dengan jelas seperti sedang mempermainkan Soeun dengan semua hal yang dianggapnya serius karena berkaitan dengan nyawa kakak laki-lakinya itu.

“Turunkan aku disini..” Akhirnya Soeun mengeluarkan ucapan itu setelah beberapa saat ia diam.

“Ini di tengah jalan dan hampir di tengah malam, jangan harap kau akan mendapatkannya..”Yesung menyahut datar kali ini. Sementara itu laju mobil semakin mengencang.

“Aku bilang turunkan aku disini!Aku tak sudi satu mobil dengan orang seperti dirimu!” Seru Soeun kian emosi, namun Yesung tak menyahutinya sama sekali dan terus mempercepat laju mobilnya. “YAH!KAU ITU KEHILANGAN TELINGAMU ATAU APA?!” Seru Soeun benar-benar kesal dengan sikap acuh Yesung.

“KIM YESUNG!”

“Tenang di tempatmu!”

“Baiklah..” Seru Soeun muak. “Kalau begitu aku akan turun sendiri!” Ucapnya sambil tangannya kali ini berusaha membuka pintu di samping kirinya. Gerakan yang tentu saja membuat Yesung begitu kaget.

“Bodoh!Apa yang kau lakukan?!” Yesung berseru sedikit panik, reflek memperlambat laju mobil dan menepikannya guna menghindari hal yang tak diinginkan. “YAH, KAU MAU CELAKA?!” Serunya balik kesal pada Soeun.

Soeun sama sekali tak menyahut, kali ini ia benar-benar membuka pintu.

“Terima kasih atas tumpanganmu..”desis gadis itu singkat sambil berniat keluar.

“H-Hey Tunggu!”Yesung berseru sambil berusaha menahannya, namun Soeun menepis tangan Yesung kasar dan tetap berjalan keluar dari mobil.Berjalan menjauh dari mobil Yesung. “Shit!” Yesung mengumpat, turun dari mobilnya dan menyusul Soeun.

“Hey, aku tak mungkin membiarkanmu pulang sendiri jam segini, bodoh. Kembali masuk ke mobil!”Yesung berseru kesal sambil mengejar Soeun, mendapatkan kembali tangannya. “Hey—“

*Slap!*

Ucapan Yesung berhenti ketika tangan Soeun menghantam wajahnya. Tidak keras sama sekali, namun entah kenapa Yesung langsung terdiam begitu saja. Merasakan bahwa dampak dari tamparan itu bukan dimana tangan Soeun baru saja menamparkanya, tapi lebih kebagian lain.

“Tinggalkan aku sendiri!”Teriak Soeun tak bisa menahan emosinya, entah sejak kapan air mata kembali membasahi pipinya. “Aku tak butuh simpati dari orang seperti dirimu. ORANG YANG TELAH MEMBUNUH KAKAKKU!!”

*BRAKK!!*

Yesung baru saja hendak kembali mengatakan sesuatu ketika suara yang keras terdengar dari belakang mereka.Pemuda itu begitu kaget ketika mobil yang baru saja sebentar ditinggalnya sudah bergerak disisi trotoar dengan bentuk yang memprihatinkan, sementara sebuah mobil yang tampak lebih besar tampak mundur di belakangnya. Sepertinya mobil itulah yang telah menghantam mobil ratusan jutanya.

“Kemana matamu, sialan!” Yesung baru saja hendak mendekati pengemudi ceroboh itu ketika ia sadar bahwa dua mobil lainnya datang dari belakang.Firasat Yesung memburuk, ia beralih kebelakangnya dan menyadari bahwa beberapa motor besar telah terparkir disana. Yesung menarik Soeun untuk merapat padanya.

“K-Kenapa?”Soeun bertanya kebingungan dan tak mengerti. Namun ia menyadari bahwa ia tengah dekat dengan masalah melihat sekelilingnya.

Tak lama, Beberapa orang keluar dari kedua mobil yang berdatangan dan begitupula yang dilakukan oleh para pengendara motor. Mereka kemudian berjalan mendekati Yesung dan Soeun yang tersudut di salah satu bagian sudut jalan. Hal itu membuat Yesung semakin berjaga-jaga dengan tangan yang terus mempertahankan Soeun agar tetap berdiri di belakangnya, dan secara alami keduanya berangsur mundur pelan ke belakang.

“Wah, lihat siapa yang menghabiskan waktu kencan disini..” salah satu dari mereka tertawa renyah, terus mendekati keduanya. Soeun dapat merasakan Yesung terus menahannya untuk tak bergerak kemanapun. “Hay, Kim Yesung, aku senang melihatmu lagi..” laki-laki itu berbasa-basi. Alis Soeun sedikit mengerut ketika ia rasa ia mengingat pemuda yang berbicara padanya itu adalah pemuda yang tadi ia lihat bertanding dengan Yesung.

“Apa maumu, sialan?”Yesung mendesis kesal, masih mempertahankan Soeun di belakangnya. Memastikan ia tak kemana-mana.

Mereka semua malah terkekeh. Seorang laki-laki yang berdiri di samping Hoon sedikit memiringkan wajahnya untuk mengintip ke belakang Yesung.“Pacarmu cantik.Siapa namanya?”Tanya laki-laki itu dengan nada basa-basi namun jelas sebagai ancaman untuk keduanya. Sekali lagi Yesung memastikan Soeun untuk tetap di belakangnya.

“Kau datang membawa semua anak buahmu menyudutkan aku sendirian disini.Apa kau tak punya nyali yang lebih besar, eh?” Tanya Yesung dengan senyuman yang terlihat kesal – ia tetap tak mau kehilangan muka walau ia sadar ia telah didesak.

“Siapa bilang kau sendiri, kalian berdua..” laki-laki itu berseringai sambil mengerlingkan satu matanya kepada Soeun. Soeun segera membuang wajah, ketakutannya bertambah kini.

“Kau sudah tak berani melawanku di arena huh? Sampai kau memakai cara pengecut seperti ini?” Tanya Yesung lagi masih berusaha mengulur waktu sementara otaknya berfikir. Walau bagaimanapun ia tahu ia akan kalah kalau tetap disini, apalagi ia membawa seorang perempuan bersamanya.

“Haha.. anggap begitu!” Laki-laki itu menyeringai licik kepada Yesung.

“Ahh!”

Yesung kaget ketika Soeun ditarik tiba-tiba darinya, membuat ia dengan cepat beralih dan menarik tangan Soeun kembali sambil melayangkan tendangan pada salah satu pihak lawan yang diam-diam menyelinap ke belakang. Namun tak lama, tendangan dari arah lain menghantamnya, membuat Soeun lepas dari tangannya sepenuhnya.Yesung melupakan Soeun sejenak dan kini berkonsentrasi sepenuhnya pada pada beberapa orang yang menyerangnya secara bersamaan.

*Bagh! Bugh!*

Pertarungan bisa dibilang begitu menegangkan karena Yesung ternyata cukup mampu bertahan ditengah gempuran yang diterimnya. Sementara itu Soeun masih tetap dipegang oleh salah satu orang yang tadi menariknya. Membuat ia hanya bisa menjadi penonton dari pertarungan yang biasanya hanya ia saksikan di layar kaca.

Dari factor jumlah tentu Yesung tak akan memenangkan pertarungan kali ini, dan memang itulah yang terjadi. Yesung terlihat hanya habis diserang kini walau beberapa kali pukulannya mengenai sasaran. Pemuda itu benar-benar menjadi bulan-bulanan; ia ditendang, dipukul, dan dikeroyok dengan habis-habisan. Soeun tampak mulai benar-benar resah melihat apa yang terjadi, apalagi ketika Yesung dipukul keras hingga terhempas ke tanah.

“H-Hentikan!”

Soeun berusaha berontak lebih keras untuk menghentikan mereka yang kali ini terus menendangi Yesung yang sudah tak bisa melakukan apapun. Namun laki-laki yang memeganginya terus mempertahankan tangannya, ia malah tertawa mengejek melihat ekspresi cemas yang ditunjukkan Soeun.

“Lihat kekasihmu..” bisiknya dan tertawa setelah itu, membuat Soeun meronta lebih kuat minta dilepaskan.

Yesung mengaduh dan mengerang beberapa kali merasakan tendangan di sekitar tubuhnya. Ia belum berniat untuk kalah – tentu ia tak bisa kalah – namun nyatanya tenaganya benar-benar tak mengijinkan. Mereka semua terlalu banyak dan mereka kuat.

“HENTIKAN! KALIAN BISA MEMBUNUHNYA!” Yesung masih dapat mendengar seruan-seruan ketakutan gadis yang bahkan tak ia ketahui namanya itu ditengah suara hantaman yang diterimanya. Suara itu lagi-lagi membuatnya berusaha untuk melawan dan bangkit, namun ia tak bisa berbuat banyak karena serangan yang diterimanya begitu fatal. Terlalu fatal. Mungkin disinilah ujung hidupnya, kata-kata itu melintas difikirannya.

!!!

Pukulan yang diterimanya terhenti ketika terdengar suara raungan yang terdengar sayup-sayup dari jauh. Yesung mencengkram beton di bawahnya demi menahan rasa sakit yang menyerang hampir setiap titik persendiannya.

“P-POLISI!”Orang-orang itu dengan cepat panik sambil meninggalkan tubuh Yesung ketika suara raungan tadi kian terdengar.Masing-masing mereka kembali ke kendaraan masing-masing, begitupun laki-laki yang memegangi Soeun tadi. Ia melepas Soeun begitu saja dan berlari kearah motornya.

“Yesung-ssi!”Soeun berseru panik sambil menghampirinya. Membalik tubuh Yesung dan membantunya untuk bangun.  “Y-Yesung-ssi?”

Yesung dengan susah payah membuka matanya, menatap gadis yang terlihat begitu ketakutan sambil memegangi tubuhnya. Nafas Yesung tersengal, kepalanya pusing, seluruh tubuhnya sakit. Namun disana setidaknya Yesung masih mengingat sesuatu ketika suara sirine semakin mendekat.

“L..L-Lari..” Dengan susah payah Yesung bersuara, menggenggam pergelangan tangan Soeun dengan erat.

“H-Huh?” Gadis itu terlihat kaget dan tak mengerti.

Yesung tak menjawab apapun lagi ketika ia lebih memaksakan dirinya untuk bangun. Dengan menghimpun tenaganya lebih ia menarik Soeun untuk mengikutinya, berlari dengan sedikit pincang sebelum polisi benar-benar sampai ke tempat itu. Soeun yang tak mengerti apa-apa hanya mengikutinya sambil membantu pemuda itu yang memang kelihatan sulit walau hanya menumpu tubuhnya sendiri.

Yesung mendesis pelan ketika kapas yang dipegang Soeun menyentuh salah satu bekas luka di dekat pelipisnya.Ia menggigit pelan bibirnya yang juga terluka itu, berusaha mengatur nafasnya yang terus tersengal akibat rasa sakit yang dirasakannya.

Sementara itu Soeun juga berusaha mengobati dengan takut-takut – Takut menyentuh luka yang terlihat cukup parah itu.

“Tak apa-apakah?”Soeun memastikan berulang kali, masih ragu-ragu menyentuh bekas luka itu.

“Hum, cepat..”Sahut Yesung sedikit mendesis karena menahan perih.

Soeun menghela nafas, sedikit menggeser duduknya agar lebih mendekati Yesung.Gerakannya menimbulkan bunyi menderit pelan dari tempat tidur hotel yang mereka duduki.Ya, hotel, sebuah hotel yang bahkan bisa dibilang lebih rendah dari taraf hotel yang seharusnya.Hal yang membuat mereka sampai di tempat ini adalah pelarian dari polisi tadi dimana mereka harus memasuki gang-gang yang tidak terlalu ramai.Pada akhirnya Yesung yang sebenarnya sudah terluka parah tak kuat lagi berlari dan menyerah di dekat hotel ini. Beruntung ia masih kuat sekedar berjalan ke tempat ini, walaupun dengan resiko mereka hanya mendapatkan satu kamar karena sisa kamar di hotel kecil ini sudah disewa orang lain.

“Kenapa kau tadi harus ikut menghindari polisi. Kau bisa melaporkan perbuatan mereka tadi dan kau akan ditangani lebih baik..”Soeun bergumam begitu saja, menanyakan hal yang dipikirkannya semenjak mereka melarikan diri tadi.

“Pembalap liar tak pernah berteman dengan polisi..”Yesung mendesis pelan. “Lagipula berurusan dengan mereka begitu ribet dan melelahkan..”

“Tapi kau itu terluka! Parah..”Soeun kembali meneriakan ketidak sefahamannya.

“Ini luka biasa. Aku sudah biasa mendapatkannya..”

Soeun menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengobati bekas luka di pipi Yesung ketika mendengarnya, ia menatap lebih tajam pemuda itu. Sungguh, kehidupan seperti apa sebenarnya yang pemuda ini jalani?

“Tch, apa yang kau fikirkan? Cepat obati ini karena aku mau tidur..”Yesung mengomel pelan karena Soeun malah melamun dan membuatnya menuggu.

Soeun kembali melanjutkan pekerjaannya, sementara ia terus menatap sedikit tajam pemuda itu. “Kau belum menjawab pertanyaanku dari tadi..”

“Tch..” Yesung mendesah lagi, membuka matanya yang sempat ia pejamkan untuk menatap Soeun. “Bukankah sudah kukatakan? Kau salah faham padaku..”

“Lalu dimana letak salah fahamnya?Jelaskan padaku!”Soeun bersikeras.

“Kau in- AH!”Yesung ingin berseru padanya namun ucapannya terhenti ketika rasa ngilu menyerang perutnya.Ia mengendurkan tubuhnya untuk meredam rasa sakit yang dirasakannya. Soeun menghela nafas pelan melihatnya.

“Maaf, tak perlu memaksakan diri. Kau bisa jawab lain kali..”ucp gadis itu dengan nada lebih rendah.

Yesung lagi-lagi mendesis, merasakan perutnya yang masih tidak enak – seingatnya tadi ia mendapat tendangan berkali-kali di bagian itu. “Aku dan Kangin satu kampus, satu kelas, kita berteman baik..” Dengan susah payah ia kembali bersuara, membuat Soeun menoleh kembali padanya.

“Kau benar, sebelum kenal Kangin aku memang sudah mempunyai Geng dengan teman-temanku semenjak SMA. Karena Kangin dan aku begitu akrab dan ia tak mempunyai terlalu banyak teman di Seoul aku mengajaknya bergabung, meski itu bukan berarti mempengaruhinya menjadi anak berandalan..”

“Tapi nyatanya kau membuatnya menjadi begitu, dan..bukankah anggota Geng selalu berbuat seenaknya . Mereka mabuk-mabukkan, berkelahi, balapan, dan—“

“—Oppamu sudah dewasa, ketika ia memilih menentukan sikapnya itu karena kemauannya sendiri..”

“Tapi sebelumnya oppaku tak begitu, kalau saja ia tak mengenal orang seperti dirimu ia tak akan pernah berubah sehingga ia harus kehilangan nyawanya dengan cara menggenaskan seperti itu..”

Yesung tak mengatakan apapun selain mendengar uneg-uneg Soeun.Soeun tersadar dan menurunkan emosinya.

“Lalu bagaimana oppaku bisa mengenal dunia balapan liar..”

“Geng kami melakukannya dan ia tertarik untuk mencoba, itulah mengapa ketika ia menyampaikan ketertarikannya aku mendukungnya. Aku bahkan meminjamkannya satu mobil yang bisa ia pakai kapanpun semaunya..”

“Tak bisakah kau mendukungnya dengan hal yang lebih positif?”

“Tch, itu sebabnya aku tak mau menjelaskan padamu dari awal. Karena kau wanita, dan wanita tak akan pernah mengerti apapun hal seperti ini..”

Soeun menghentikan sapuannya di wajah Yesung lagi, ia mendesah pelan sambil mengalihkan perhatiannya. Tak habis fikir, sepanjang apapun Yesung menjelaskannya ia tak mengerti sama sekali. Mungkin Yesung benar, ia tak akan pernah mengerti akan semua ini.

“Nona?” Yesung memanggilnya kembali setelah menyadari bahwa gadis itu terdiam. Tegurannya membuat gadis itu tersadar.

“Tidak apa, ayo lanjutkan.Wajahmu sudah selesai, bukalah bajumu! tubuhmu juga terluka, bukan?”Soeun menggelengkan kepalanya, dengan cepat mengalihkan pembicaraannya dari apa yang menganggunya.

“Tapi kau meminta penjelasan dariku?”Tanya Yesung bingung, sambil menyentuh ujung kaosnya.

“Kita bisa bicarakan nanti, cepatlah..aku juga lelah mengobati lukamu. Cepat buka bajumu biar ini cepat selesai..”

“Kufikir tidak usah, ini sudah tak apa-apa..”Yesung menolak.

“Berhentilah berbohong, aku tahu perut dan dadamu masih sakit.Lagipula melihat perkelahian tadi aku tahu bahwa mereka lebih banyak menyerang tubuhmu. Karena kau keras kepala tidak mau dibawa ke rumah sakit jadi aku akan berusaha mengobatinya agar kau bisa beristirahat malam ini…”

“B-Baiklah..”

Yesung mengangguk pelan, membenarkan ucapan Soeun.Sejujurnya memang benar tubuhnya benar-benar sakit dan bahkan tak bisa walau dibawa bergerak. Namun tak mungkin juga ia mengeluhkannya pada Soeun. Tapi memikirkan ia harus membuka kaosnya….?

“Apa yang kau fikirkan? Ayo cepat!”Soeun kembali berseru tidak sabar.Yesung mengangguk, mulai bergerak membuka kaosnya secara perlahan. Ketika kaos itu lolos dari kepalanya ia baru sadar Soeun mengalihkan perhatiannya dengan wajah sedikit memerah. Lihat, siapa yang meminta Yesung membuka kaosnya tadi?

“Sudah..”

“Bagus, segeralah berbaring..”

“Huh?”

“Ketika aku menyentuhnya maka rasanya akan lebih sakit. Lebih baik kau berbaring supaya kau lebih rileks..” jelas Soeun berusaha menghilangkan rasa canggung yang juga dirasakannya. Yesung mengangguk pelan, mengikuti intruksi Soeun.Ia merebahkan diri ke atas tempat tidur ukuran sedang itu, kembali meringis ketika tubuhnya yang memar bersentuhan dengan bedcover. “Jangan takut, aku adalah anggota kesehatan ketika aku SMA.Aku bisa mengatasi ini. Sekarang kau hanya perlu menahan sedikit karena ini cukup sakit..”

Yesung mengangguk pelan, mulai pasrah dan mengikuti semua intruksi yang diberikan Soeun. Yesung ingin ini cepat, ia benar-benar ingin segera beristirahat. Hanya itu.

Soeun menghembuskan nafas gugup.Ia mengangkat tangannya dan bersiap mengobati beberapa bagian tubuh Yesung yang memang banyak memerah dan memar. Sebentar ia menatap Yesung yang menutup erat matanya, sebelum akhirnya lebih memberanikan diri.

“A-A! ssss pelan-pelan..”Yesung lagi-lagi meringis ketika baru saja kapas yang dipegang Soeun menyentuh salah satu luka di perutnya. Soeun mengangguk pelan sambil memelankan sentuhannya, menelan ludahnya sendiri karena sebenarnya ia juga begitu gugup.

“Y-Ya..”

Untuk beberapa sentuhan selanjutnya semuanya lumayan baik walau Yesung terus mendesis dan meringis beberapa kali. Keduanya mulai agak membiasakan diri, hingga tiba-tiba…

*!!!*

Soeun sontak menghentikan sapuan kapasnya di sekitar dada Yesung bersamaan dengan Yesung yang membuka matanya dan sedikit mendongakkan kepalanya. Keduanya kemudian saling bertatapan satu sama lain setelah itu.

*Ah.. Ah.. Ah!!* – lol

Keduanya menelan ludah, saling bertatapan setelah menyadari suara apa yang mereka dengar dari kamar sebelah. Dimana suara yang terdengar begitu jelas karena seperti yang dijelaskan sebelumnya hotel yang mereka tempati bukanlah seperti hotel bintang lima yang dimiliki oleh keluarga Yesung.Hotel itu begitu sederhana hingga dindingnya tidak kedap suara.

*!!!*

Suara yang terdengar lebih keras; teriakan, desahan, rintihan, bahkan suara derit kasar tempat tidur. Benar-benar suara yang tidak baik didengar oleh sepasang anak muda yang saat ini sedang bersama di tempat tidur dengan salah satu dari mereka yang tak menggunakan kaos – apalagi mereka yang baru saja mengenal satu sama lain seperti Yesung dan Soeun.

*!!!!*

“L-Lanjutkan!!”Yesung dengan cepat mengambil alih suasana menggeser tubuhnya dengan menelungkup agar Soeun mengobati luka di bagian punggungnya.

“H-Hum..”Soeun tersadar, berusaha mengacuhkan suara penganggu itu dan kembali berusaha memfocuskan dirinya untuk mengobati Yesung.

*!!!*

Suara masih juga terdengar, bahkan lebih keras.Yesung berdecak kembali sambil menarik sebuah bantal untuk menutup telinganya demi meredam suara, sementara Soeun juga terus berusaha mengabaikan suara yang kian terdengar itu dengan berusaha memfokuskan diri kembali untuk mengobati Yesung.

“Selesai..”

Soeun mengulum senyum senang setelah selesai membersihkan bagian luka terakhir di punggung Yesung.Yesung tampak langsung berbalik setelah mendengarnya.

“Terima kasih..”

“Sebaiknya malam ini kau tidak usah memasang kaosmu supaya kau bisa tidur dengan nyaman..” ujar Soeun sambil menata kembali obat-obatan yang tadi digunakannya ke dalam kotak P3K . Yesung tampak menganggukkan kepalanya. “Sekarang kau bisa tidur..”

Soeun tiba-tiba mengingat sesuatu.Ia mengangkat wajahnya sambil memperhatikan seisi ruangan yang daritadi tak ia perhatikan karena terlalu focus dengan luka Yesung. Kini ia mulai sadar sesuatu – hanya ada satu tempat tidur di ruangan ini.

“Akhirnya orang di sebelah diam juga. Kalau tidak aku tak akan bisa tidur semalaman..”Yesung menggumam pelan sambil berusaha memejamkan matanya, sebelum akhirnya terbuka kembali menyadari Soeun masih belum beranjak dari sisinya – masih celingukan melihat sekitar. “Hey, apa yang kau fikirkan. Sebaiknya kau tidur..” ucap Yesung sambil sedikit mendongak.

“Y-Ya..”Soeun tersadar dan menyahut gugup – sebelum kembali melirik Yesung. “T-Tapi..”

Yesung membuka matanya lagi dan melirik Soeun, menemukan wajah gadis itu yang tampak memerah kebingungan.“Tapi apa?”Tanya Yesung bingung.

“I-Itu..”

“Itu?” Yesung mengerutkan dahi tanda tak mengerti, hampir saja ia kembali bertanya ketika tiba-tiba sesuatu terlintas di fikirannya. Yesung kembali mendongak sambil melihat sekitar.

“Aku akan tidur dimana?”Ucap Soeun pelan.

Yesung menghembuskan nafas pelan. Ya, sebenarnya sejak tadi diam-diam ia memikirkan ini semenjak mengetahui bahwa seluruh kamar di hotel kecil ini sudah disewa. Hal itu ditambah dengan ketika ia memasuki tempat ini menemukan kamar yang menurutnya tak layak disebut kamar hotel – hanya diisi sebuah tempat tidur ukuran sedang tanpa ada sofa atau yang lainnya.

Yesung menghela nafas, matanya menangkap sebuah guling yang tadi ia gunakan sebagai penutup telinganya sebelum akhirnya meraihnya. “Kau bisa tidur disana, aku akan meletakkan ini ditengah..” jelas Yesung sambil memposisikan guling itu disamping kirinya – sehingga membatasi tempatnya dengan sisi lainnya.

“T-Tapi..”

“Kita tak punya pilihan lain. Kamar ini kecil, bahkan jarak tempat tidur ke dindingpun hanya pas untuk satu tubuh.Lagipula dengan kondisi seperti ini aku kira aku tak bisa tidur di bawah, aku tak kuat. Sementara membiarkan seorang gadis tidur di lantai juga bukan gayaku..” jelas Yesung sambil menoleh pada Soeun – dimana gadis itu tampak sedikit menunduk, masih ragu. “Jangan khawatir, aku tak akan berbuat macam-macam denganmu, apalagi dengan tubuh seperti ini…”

Soeun mengangkat wajahnya untuk balas menatap Yesung, berusaha mencari kesungguhan disana. Dan Soeun bisa katakan bahwa ia menemukannya.

“Bagaimana?Apa kau percaya padaku?”

“E-Eung? Y-Ya..” Soeun akhirnya bersuara walau ia ragu.

“Kau kelihatannya tak terlalu yakin. Namun aku benar-benar mengatakan yang sebenarnya, aku tak akan berbuat macam-macam padamu. Aku mungkin adalah seseorang yang punya sikap berandalan, bahkan kau menuduhku sebagai penyebab kematian kakak laki-lakimu. Tapi, bermain wanita bukanlah tipeku..”

“Iya, aku percaya!”Soeun berseru cepat. “Lagipula tubuhmu untuk bergerak saja kesusahan, tak mungkin kau bisa berbuat macam-macam. Ketika kau mendekat, sekali tendangan akan menjatuhkanmu..”

Yesung tertawa samar. “Kau ternyata tak percaya padaku kalau aku bukan orang yang seperti itu. Tapi ya sudahlah, yang penting kita berdua bisa istirahat malam ini..” ucapnya sambil menarik selimut dari bawah kakinya.

“Hum..”Soeun mengangguk.“Tapi bisakah aku minta tolong padamu satu hal lagi?”Tanya Soeun ragu.

“Apa itu?”

“Ponselku kehabisan baterai, sementara hotel ini tak punya sambungan telepon.Bisakah aku meminjam ponselmu? Aku harus mengabari temanku untuk memberitahukan bahwa hari ini aku tak bisa pulang..” jelas Soeun sedikit canggung.

“Tentu..”Yesung sedikit kesusahan bergerak menjangkau salah satu saku jeansnya – mengeluarkan sebuah benda persegi darisana. “Gunakanlah..”

“H-Hum, aku akan segera mengembalikannya..” ujar Soeun sambil bergerak dari tempat duduknya, bergeser menuju toilet yang tersedia di kamar itu.

Sementara Yesung tampak tersenyum pahit memperhatikan Soeun hingga ia hilang dari pandangan, “Begini ternyata rasanya dibenci gadis cantik..” gumam Yesung sambil kembali memejamkan matanya.

Soeun menghembuskan nafas yang sejak tadi ditahannya ketika ia mencapai toilet. Gadis itu mendesah sambil mendekati kaca yang ada disana, menatap wajahnya sendiri disana.

“Dia terlihat tak seburuk bayanganku.Apakah selama ini aku sudah salah faham? Lagipula berdasarkan penjelasannya tadi sepertinya dia sama sekali tak bersalah. Bahkan..” Soeun menggantung kata-katanya sambil menggigit bibir bawahnya, ia masih terus menatap bayangannya pada kaca di depannya. “Tch, sudahlah, lebih baik aku menghubungi Sooyoung dulu…”

Soeun kali ini focus dengan ponsel di tangannya. Baru saja ia membuka log benda itu, terlihat dua icon pesan masuk disana. Soeun awalnya berniat mengabaikan pesan itu dan kembali ke wallpaper, namun secara tak sengaja ia malah membuka pesan itu. Soeun awalnya berniat menutup pesan yang terlihat di layar, namun pada akhirnya ia tergoda juga untuk membacanya.

From : Ayah

Selamat ulang tahun, putraku. Ayah telah mengirimkan hadiah istimewa untukmu dari Spanyol, sebuah mobil sport keluaran terbaru. Kau pasti menyukainya.Maaf tahun ini ayah dan ibu lagi-lagi tak bisa merayakannya bersamamu.

Soeun sedikit mengerutkan dahi, membaca pesan itu sekali lagi.“Ulang tahun? Hari ini?”

Karena penasaran Soeun akhirnya memberanikan diri membuka pesan yang satunya lagi yang tadi juga masuk bersamaan pesan yang sebelumnya.

From : Ibu

Ini adalah 24 Agustus dan ini adalah hari kelahiran putra kesayangan ibu.Selamat ulang tahun nak, ibu sudah mengirimkan kado istimewa untukmu, kau pasti saat ini sudah menerimanya. Ibu dan ayah akan di spanyol selama satu minggu, jaga dirimu ^^

Soeun menggigit bibir bawahnya, menimang pesan itu dan membacanya berulang kali.

“Anaknya ulang tahun kenapa orang tuanya hanya mengiriminya pesan seperti ini?”Soeun tak habis fikir.“Lagipula, benarkah ia ulang tahun hari ini? Seharian aku mengikutinya aku tak melihat adanya sejenis perayaan ataupun ucapan dari teman-teman dan fansnya yang banyak itu. Disini juga hanya ada pesan dari ayah ibunya, tak ada ucapan dari orang lain. Apakah teman-temannya tak tahu kalau hari ini dia berulangtahun? Aneh sekali, Apakah anak-anak Seoul tak menganggap special hari ulang tahun mereka? Berbeda sekali dengan tempatku kalau begitu..”

Soeun mengalihkan perhatiannya ke arah jam dinding yang tergantung di salah satu sudut kamar mandi itu, terlihat cukup kaget. “Jam dua belas kurang lima menit? Ulang tahunnya hanya tersisa lima menit!!” Seru Soeun sedikit panik, menoleh kesekitarnya.

Yesung terlihat risih. Pemuda itu tampak membuka matanya kembali setelah lima menit yang lalu ia menutupnya. Ia terlihat tak bisa tidur, sesuatu terlihat menganggunya – lebih menganggu dari luka yang ada disekujur tubuhnya.

Sebuah kalender tergantung apik di sudut ruangan.Disana tertulis angka 24 Agustus.Dan, Yesung tampak tertawa sedikit miris mengingat hari ini adalah hari kelahirannya. Dan melihat ini sudah tahun 2013, maka terhitung limatahun sudah ia menganggap bahwa ia tak punya angka kelahiran lagi -Tanggal itu tak lebih dari tanggal biasa.

Lima tahun yang lalu, seingatnya ia masih sempat merayakan hari ulang tahunnya sendiri dengan seseorang yang begitu istimewa. Dia, seorang gadis manis yang disukainya semenjak kecil adalah satu-satunya orang yang selalu menemaninya setiap tahun pertambahan umurnya mengingat jarangnya orang tuanya mendampinginya. Orang tua Yesung adalah sepasang pengusaha sukses yang sering mengurus bisnis mereka yang tersebar di beberapa Negara.Keduanya sering bepergian keluar negeri – bahkan di hari ulang tahun anaknya sekalipun, sehingga mereka biasa hanya mengucapkan selamat ulangtahun melalui telepon beserta kiriman hadiah-hadiah mahal bersamanya.

Gadis inilah yang semenjak kecil membuat Yesung tak berkecil hati dengan keadaan yang ada.Ia selalu memberikan perayaan tak terlupakan setiap tahunnya untuk Yesung. Sehingga Yesung tetap menyukai hari kelahirannya itu karena kehadiran gadis itu bersamanya. Hingga..

24 Agustus 2008. Yesung tak akan pernah lupa pada saat dimana hari kelahirannya itu merenggut gadis kesayangannya itu darinya. Gadis itu meninggalkannya setelah mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ kepadanya.Meninggalkan Yesung dengan kebenciannya terhadap hari ulang tahunnya sendiri.

Yesung tak akan pernah melupakan bagaimana hari-harinya berubah semenjak itu. Membuat Yesung yang kesepian kian terpuruk dengan kesendiriannya, yang akhirnya menghantarkan ia menjadi seseorang yang cinta kekerasan dan balapan liar. Yesung juga sudah mengubur hari kelahirannya sendiri semenjak itu, tak ada teman-temannya sekarang yang mengetahui kapan ia terlahir – ia tak pernah memberitahu mereka. Hanya dua orang dilingkungannya saat ini yang tahu hari ulangtahunnya, kedua orang tuanya. Dua orang yang dari tahun ke tahun tetap sama; selalu mengucapkan selamat ulang tahun dari jauh tanpa mau menghabiskan waktu sebentar untuk anak tunggal mereka. Menyedihkan.

*!!*

Lamunan Yesung terbuyarkan ketika suara dari kamar sebelah kembali terdengar setelah hening dalam setengah jam. Yesung mendesah malas, menepis sepenuhnya pemikirannya tadi dan kembali berusaha menutup mata dan berusaha mengacuhkan suara yang sebenarnya daritadi menganggunya.Ya, jelas hal itu menganggunya. Walau bagaimanapun Yesung ini laki-laki normal yang sudah dewasa, bagaimana mungkin suara-suara nista tersebut tak menganggunya ketika ia terjebak dalam tempat seperti ini dengan seorang gadis yang baru dikenalnya – apalagi gadis itu mengingatkanmu pada gadis yang kau sukai.

Benar. Itu yang membuat Yesung terpaku ketika pertama kali melihat Soeun di depan BaseCamp milik Gengnya, tentang bagaimana Soeun begitu mirip dengan gadis masa kecilnya. Rambut hitamnya yang panjang, setelannya yang begitu girly, warna putih kulitnya, bahkan eskpresinya ketika sedang gugup dan kebingungan.Namun kesadaran Yesung akhirnya kembali sepenuhnya ketika sadar bahwa mereka adalah orang yang berbeda, terlebih ketika tahu bahwa gadis itu membencinya.

Yesung mendesah sambil menggelengkan kepalanya sendiri ketika otaknya kembali bekerja dan membebaninya dengan pemikiran yang membuat kepalanya terasa sakit.Pemuda itu kemudian berniat kembali memejamkan matanya dan – sekali lagi – mengacuhkan suara-suara yang kian terdengar dari kamar di sebelah.

*Tkk!*

Yesung kembali membuka matanya ketika merasakan bahwa ruangan itu tiba-tiba menjadi gelap. Yesung terduduk dan celingukan melihat sekitarnya yang gelap sama sekali, mencari tahu keberadaan teman sekamarnya.

“S—“

“Saeng-il Chukkahamnida. Saeng-il Chukkahamnida. Saranghaneun Kim Yesung. Jeongmal saranghamnida..

Yesung terpaku menatap titik-titik api yang bergerak ke dekatnya. Ia juga dapat melihat wajah Soeun yang terbias oleh cahaya lilin yang dibawanya. Yesung terpana, menatap gadis yang masih ia sempat lihat senyumannya yang terlihat samar oleh cahaya dari lilin yang dibawanya.

“A-Apa yang..”Yesung tak bisa walau melanjutkan kata-katanya.

“Ini adalah perayaan kecil-kecilan untukmu.Hari ini hari kelahiranmu, bukan?” Soeun tersenyum kecil sambil mendudukkan diri di depan Yesung. “Sekarang cepat tiup lilinnya..”

Yesung masih tergagap dan tak bisa mengatakan apapun, namun pada akhirnya ia menuruti kata-kata Soeun. Meniup lilin yang dibawanya. Lilin aromaterapi, dari aromanya Yesung dengan yakin mengatakannya.

“Umurmu bertambah tahun ini!!” Soeun bersorak senang setelah Yesung meniup lilinnya, ia bergerak sebentar untuk menyalakan lampu sebelum kembali kedekat tempat tidur.

“Bagaimana kau bisa…”

“Kau kaget bukan? Aku tahu kalau hari ini adalah hari ulang tahun karena aku tak sengaja membaca pesan di ponselmu ketika tadi aku meminjamnya.Karena menurutku tanggal ulang tahun adalah tanggal yang penting dan aku sudah tak punya waktu sementara aku tak punya kue atau sejenisnya, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil sebuah lilin aroma terapi yang ada disana.Meniup lilin ketika kau ulang tahun adalah bagian yang paling penting, apa kau tahu?” Jelas Soeun ceria dan bersemangat.Sinar di wajahnya begitu terlihat jelas dan itu benar-benar membuat Yesung seperti melihat sosok yang dirindukannya itu dalam beberapa saat.

Yesung menepis fikirannya barusan, mempertegas pandangannya kearah Soeun.“Aku meminjamkan ponsel untukmu karena kau bilang kau mau menghubungi temanmu. Kau tak seharusnya membaca pesan pribadiku..” ujarnya dingin.

Soeun yang daritadi tersenyum senang tampak sedikit kaget dengan reaksi Yesung, senyumnya memudar begitu saja.“Aku sudah bilang kalau aku sama sekali tak bermaksud. Aku tak seng—“

“— Ini bukan hari ulang tahunku, sudah lama aku menganggapnya begitu. Jadi jangan membuat hal-hal aneh disaat tak tepat seperti ini.Lagipula bukankah kau bilang kau membenciku? Kurasa merayakan ulang tahun orang yang dibencinya tak ada dalam kamus para pembenci..” kata Yesung masih dengan nada datarnya yang penuh ketidaksukaan. Dia melirik ponselnya yang digenggam Soeun sejenak, sebelum akhirnya merebutnya tiba-tiba.“Sudah malam. Tidurlah! Jangan berbuat yang aneh-aneh yang hanya akan membuatku semakin sulit beristirahat. Sudah cukup keributan kamar sebelah yang membuatku tak bisa memejamkan mataku hingga sekarang..”Yesung berujar dingin untuk yang terakhir kalinya sambil membaringkan kembali tubuhnya dengan posisi membelakangi Soeun – berusaha menyingkirkan rasa tak mengenakkan di hatinya.

Sementara Soeun masih terdiam di posisinya tadi, matanya menatap Yesung yang memunggunginya dengan tubuh yang dipenuhi luka memar.“A-Aku sama sekali tak tahu bahwa kau tak menyukai hari ulang tahunmu, awalnya aku berfikir bahwa kau kesepian karena orang tuamu tak bersamamu ketika kau berulang tahun.itu sebabnya aku hanya berusaha menghiburmu setelah hal buruk yang kau lalui hari ini – karenaku..” Tak tertahan mata Soeun tiba-tiba mengabur, lelehan cairan panas tiba-tiba memenuhi pipinya.Sementara itu Yesung yang tadi sempat berusaha memejamkan matanya membuka matanya kembali, terpaku lurus mendengar ucapan Soeun.“S-Selama ini, A-Aku memang membencimu, A-Aku akui itu.Namun itu semua hanya karena aku begitu kehilangan seseorang yang begitu mencintaiku semenjak kecil.A-Aku mencarimu untuk menemukan kejelasan walau sebenarnya akupun ketakutan karena aku tak pernah ke S-Seoul.T-Tapi k-kau t-tahu?Semenjak bertemu d-denganmu perasaan itu menghilang t-tiba-t-tiba ketika kau melindungiku untuk b-berapa kali dalam satu malam y-yang mana s-sampai k-kau berakhir s-seperti ini.A-Aku i-ingin berterima kasih, karena aku memang seharusnya m-mengucapkannya namun d-diriku s-sangsi untuk mengakuinya dan p-penjelasanmu t-tadi akhirnya membuat a-aku mengerti bahwa kau s-sama s-sekali tak bersalah, k-kau bahkan m-merawat k-kakakku d-dengan baik. K-Kau tak tahu b-bagaimana aku begitu menyalahkan d-diriku sendiri namun aku bingung harus meminta maaf padamu dengan cara apa, mengucapkan terima kasih p-padamu seperti a-apa. D-dan setelah a-aku tahu bahwa k-kau berulang tahun hari ini aku berfikir b-bahwa aku punya kesempatan, t-tapi aku t-tak tahu kalau akhirnya akan seperti ini..” Soeun menutup mulutnya dengan belakang tangannya agar menahan suara tangisannya yang kali ini benar-benar akan lepas. Sementara itu air mata memenuhi seluruh wajahnya.

“Maaf..aku benar-benar tidak tahu…” pada akhirnya tangisan Soeun lepas begitu saja, terdengar cukup keras, mungkin terdengar oleh dua orang di sebelah dinding yang asyik bergumul daritadi. Gadis itu sebenarnya banyak terguncang hari ini dan sikap Yesung tadi akhirnya benar-benar membuatnya lepas kendali dan melepaskan tentang betapa besar ia ketakutan dan terguncang hari ini – belum lagi ditambah penyesalannya terhadap sikap salah membencinya kepada Yesung, seseorang yang tak seburuk perkiraannya.

Yesung juga terdiam di posisinya sambil mendengarkan suara isakan yang terdengar cukup keras. Pemuda itu menghela nafas ketika setetes air bening juga meluncur begitu saja dari matanya, mungkin terbawa suasana oleh isakan sedih Soeun atau memang mengingat kembali betapa malangnya dirinya. Yesung membiarkan Soeun menangis untuk beberapa saat dimana ia sendiri juga menangis dalam diam pada saat yang sama. Hingga ketika isakan Soeun mulai terdengar samar-samar, pemuda itu mulai bersuara;

“Rambutnya panjangdan hitam, seperti punyamu.matanya kecoklatan dan sedikit besar, juga seperti milikmu. Jika ia cemberut ataupun tersenyum maka akan terlihat persis seperti dengan apa yang kau lakukan. Dia banyak bicara, mengatakan apapun semaunya,..dan itu sama seperti dirimu..” Yesung bersuara lirih namun terdengar cukup jelas oleh Soeun – sehingga membuat gadis itu mendongak dan untuk sesaat berhenti menangis.“D-dia, selalu bersamaku ketika orang tuaku tak bersamaku.Selalu mendampingiku ketika semua orang meninggalkanku. S-Selalu mengingatkanku setiap hari ulang tahunku..” Yesung sedikit susah payah berbicara ketika berusaha bangkit dari tempat duduknya dan melirik kearah Soeun yang masih berada di tempat yang sama – menatapnya dengan penuh penasaran dari matanya yang masih basah.

“Aku selalu berfikir kenapa tuhan tak menjadikan keluargaku miskin saja, sehingga aku tak harus kesepian dalam hari-hariku.Atau, kenapa mereka tak mengirimu satu saudara saja, sehingga aku tak harus tenggelam dalam beribu mainan namun aku terlihat tak berguna karena tak adanya teman.Namun, setelah dia datang aku mulai berfikir, ‘ah, ini tidak apa-apa, selama dia bersamaku. Aku tak apa-apa..”Yesung menerawang menatap dinding ruang kamar sederhana itu, hingga akhirnya berakhir dengan kembali tertunduk dengan eskpresi yang sulit dijelaskan.“Tapi, entah karena tuhan tak sayang padaku nyatanya tuhan juga mengambil dia dariku. 24 Agustus 2008, hari ulang tahunku, dia pergi..” gumam Yesung tertunduk, berusaha menahan agar ia tak lepas kendali, walau air matanya nyatanya menerobos tak tertahan.

Soeun tampak mulai mengerti apa yang ingin Yesung sampaikan padanya, ia melupakan kesedihannya sepenuhnya. Kali ini ia memilih bergeser untuk duduk di dekat Yesung, ingin lebih tahu apa yang terjadi.

“Hari itu aku sudah begitu siap ketika ia menelponku pagi-pagi dan berkata ‘Yesung-ah, ini ulang tahunmu! Kau akan mati olehku hari ini. Datang ke tempat kita biasa menghabiskan waktu malam ini, aku menunggumu disana..’ aku masih ingat apa yang ia katakan. Dengan hati senang aku mengikuti perintahnya karena memang waktu bersamanya adalah yang terbaik yang aku punya dalam hari-hariku, apalagi hari kelahiranku. Namun, setibanya disana aku tak menemukannya dimana-mana, awalnya aku heran kenapa ia tak berada disana padahal ia bilang ia akan menungguku. Namun dengan bodohnya aku berfikir ‘huh, Boram pasti sedang mengerjaiku. Baiklah, aku akan mengikuti permainannya. Aku yang akan menunggunya..’ begitulah yang ada di dalam fikiranku hingga aku menunggunya disana..” Tundukan kepala Yesung semakin dalam, ia terlihat tak terlalu nyaman. Namun ia tampaknya tak berniat menghentikan ceritanya.

“Satu jam, dua jam, tiga jam, hingga akhirnya tanggal itu telah datang namun ia tak juga terlihat disana. Aku mulai gelisah untuk beberapa alasan karena jelas saat ini tengah malam sementara ia tak tahu ada dimana. Merasa penasaran aku mulai berjalan ke arah pintu masuk taman. Baru dua langkah, ponselku berdering, dan..”Yesung tak melanjutkan kata-katanya, terlihat berat untuk melakukannya ketika tundukkan kepalanya kian dalam. Sempat Soeun melihat air mata yang terlihat samar di kedua sudut mata orientalnya. “Seseorang tak kukenal tiba-tiba berbicara dengan nomor yang kutahu adalah milik gadis yang kusukai. Ia memberitahukan padaku bahwa pemilik ponsel yang dipegangnya baru saja mengalami kecelakaan di tengah perjalanan ke tempat kami membuat janji dan meminta tolong padanya agar menghubungiku karena gadis itu ingin menyampaikan sesuatu..padaku..”

Soeun menarik nafas, menatap Yesung dengan was-was untuk menunggu lanjutan ceritanya. Sementara Yesung di depannya bisa dibilang terlihat buruk – seakan mustahil bahwa dirinya dan sang raja balap yang terkenal itu adalah orang yang sama.

“S-Selamat ulang tahun, hanya itu..benar-benar hanya itu yang kudengar darinya sebelum teriakan panic dari sekitarnya. Aku tak tahu harus mengatakan apa, sempat aku tertawa dan berkata bahwa ia tak bisa mengerjaiku dengan cara itu. Namun, pada nyatanya ketika aku melihat lebih jelas semuanya pada nyatanya memang aku harus menerima kenyataan bahwa ia tidak sedang membuat trik ulang tahun untukku pada saat itu. Kecelakaan itu nyata, kematian nyata, kepergiannya yang mana tepat di hari ulang tahunku..” Akhir penjelasan Yesung kali ini benar-benar terdengar bergetar, sama bergetarnya dengan bahu kokoh pemuda itu. Yesung kali ini benar-benar menangis setelah mengungkit kembali luka yang selama lima tahun ia menghantuinya. “Oleh sebab itu, mulai saat itu aku memutuskan bahwa tanggal 24 Agustus tidak ada dalam kalenderku. Karena aku tak akan pernah mengingat tanggal dimana aku kehilangan satu-satunya orang yang peduli padaku, seseorang yang terenggut tepat di tanggal dimana aku dilahirkan..”

Soeun hanya terdiam namun ia juga ikut merasa sedih. Walau bagaimanapun ia tahu bahwa Yesung mengalami hal yang terlalu berat. Tidak heran ia kini lebih banyak berada di jalanan dan mulai akrab dengan kekerasan – karena ia terlalu kesepian.

“Aku mengerti bahwa kau sangat terpukul oleh kejadian itu. Tapi semua bukan salahmu dan Boram pasti tidak ingin melihatmu terus seperti ini..”Soeun berkata pelan dan lembut, sambil jemarinya dengan perlahan menyentuh bahu Yesung – berharap bisa menghiburnya.“Melihatmu seperti ini, maka ia hanya akan terluka. Walau bagaimanapun hidupmu harus terus berjalan, ia ingin kau menikmati hidupmu…”

Yesung tersenyum miris, menghapus air matanya sambil melirik Soeun di sampingnya. Jelas terlihat ia sudah cukup kuat untuk menerima kenyataan yang ada. “Bagaimana dengan dirimu yang ditinggalkan Kangin? Apa kau melakukan apa yang kau katakan?”Tanya Yesung sambil sedikit tersenyum, sedikit memiris.

Soeun tergagap, menarik tangannya kembali dari Yesung.“Kau ini. Kau tak bisa mengalihkan pembicaraan!”Protesnya cepat.

Yesung hanya kembali tersenyum kecil, ia menghapus pelan matanya. “Aku sudah berusaha merelakannya, karena aku tahu dia berada di tempat yang lebih baik. Hanya saja, aku tetp merasa sakit dan menyesal setiap mengingat semuanya seperti ini..”

Soeun menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Yesung. Gadis itu sedikit mengangguk sambil kembali bersuara, “Selama ini yang mengangguku adalah penyebab kematiannya dan hubungan sms yang kau kirim padanya terakhir kali sebelum ia pergi. Namun sekarang setelah aku mengetahui kebenarannya sepertinya aku akan merelakannya dan hanya mendoakan keselamatannya disana..” sahutnya rendah.

“Ya, itulah yang terbaik. Yang hidup harus terus melanjutkan hidup mereka walau seberapa pahitnya itu..”

“Dan kau masih membenci hari ulang tahunmu?” Tanya Soeun ragu.

Yesung menghela nafas sambil sedikit menerawang, sebelum akhirnya kembali menyahut; “Entah, karena dari awal tanpa dia aku juga tak akan mengetahui apa itu hari ulang tahun. Jadi biarkan seperti ini, biarkan mengalir begitu saja..”

Soeun hanya menghela nafas pelan mendengar jawaban Yesung. Gadis itu hanya mengangguk – walau bagaimanapun bukan hal yang mudah bagi Yesung untuk merubah apa yang sudah diyakininya selama ini. Apalagi setelah Soeun tahu makna yang terkandung di tanggal kelahirannya itu.

“Ya sudahlah, sebaiknya kita melewatkan perbincangan ini dan segera beristirahat. Kau sudah terlalu lelah..” ucap Soeun sambil tersenyum dan menggeser kembali guling pembatas yang entah sejak kapan tergeser dari tempatnya.

Yesung tampak mengangguki ucapan Soeun dan tersenyum padanya. “Ya..” ujarnya sambil kembali berusaha bergeser untuk kembali berbaring.

“Baguslah..”Soeun tersenyum lega setelah Yesung mendapatkan posisi cukup nyaman. Namun tak lama ia tersadar sesuatu, hingga kepalanya tampak kembali mendongak.

“Ada apa?”Tanya Yesung bingung.

“Penghuni kamar sebelah, kenapa mereka tiba-tiba diam?”Tanya Soeun sedikit berbisik.

Yesung terkekeh.“Kenapa? Kau masih ingin mendengar suara berisik mereka, eh? Tak kusangka gadis sepertimu..” Goda Yesung pada gadis itu.

“Tch, tentu bukan maksudnya begitu…”Soeun menyahut sebal dengan wajah cemberut, wajahnya memerah begitu saja akibat godaan Yesung.

“Mereka berhenti karena kau tadi menangis keras..”Yesung menyahut datar sambil memejamkam mata.

“Huh?”

Yesung tertawa kecil lagi sambil membuka matanya sejenak dan menatap Soeun.“Kau tak sadar? Suaramu tadi luar biasa keras sehingga kufikir mereka mendengarnya dan sadar kalah darimu sepenuhnya. Aku begitu ingat suara-suara mereka berhenti tepat ketika kau menangis dengan keras tadi..” jawabnya terkekeh.

“Benarkah?”Tanya Soeun bingung sambil memiringkan kepalanya.Sementara Yesung malah terkekeh melihat ekspresi bingung Soeun. Hingga tiba-tiba tawanya terhenti ketika ia mengingat sesuatu dan ia kembali menatap Soeun.

“Tapi berbicara soal hari ini, aku sama sekali tak tahu namamu sementara kau mengetahui namaku.Siapa namamu, adik perempuan Kangin?”

Soeun melirik Yesung setelah pertanyaannya sebelumnya, ia tersenyum halus. “Namaku adalah Soeun. Kim So Eun..”

“Kim So Eun..”Ulang Yesung sambil menganggukkan kepalanya, lalu kembali menatap Soeun. “Senang bertemu denganmu, Kim So Eun-ssi..” ujarnya kemudian, lalu ia kembali berusaha memejamkan matanya untuk benar-benar beristirahat kini.

‘Aku juga begitu senang bertemu denganmu, Kim Ye Sung-ssi..’Soeun bergumam dalam hati sambil menatap Yesung yang telah nyaman di tempatnya.‘Maaf karena telah menuduhmu selama ini. Terima kasih atas semua kebaikanmu pada hari ini dan… selamat ulang tahun..”

Soeun tersenyum untuk yang terakhir kalinya, sebelum akhirnya beranjak untuk beristirahat di tempatnya.Hari ini begitu melelahkan, walau begitu menyenangkan.

“Jadi kita berpisah disini..”

Yesung bersuara ketika ia dan Soeun baru saja keluar dari gedung hotel tempat mereka menginap semalam.

“Hum, sepertinya begitu..”Soeun menganggukkan kepalanya.

“Baiklah..”Yesung menganggukkan kepalanya.“Terima kasih karena telah merawatku semalaman Kim So Eun-ssi. Aku tak tahu apa yang terjadi padaku kalau saja kau tak bersamaku waktu itu..”

“Fufu, harusnya aku yang mengatakan itu..”Ucap Soeun tertawa pelan.“Kau yang telah menyelamatkanku beberapa kali, aku tak tahu bagaimana jadinya kalau aku tak bersamamu. Juga..aku ingin meminta maaf mengenai kesalahfahaman yang pernah terjadi, eung.. tamparan yang pernah aku berikan, dan.. insiden mengenai hari ulang tahun..” ujar Soeun kian memelan, ragu.

Yesung tersenyum kecil dan mengangguk, “Tidak usah difikirkan lagi karena sekarang semuanya sudah terjelaskan. Dan, masalah ulang tahun aku juga mengucapkan terima kasih, walau bagaimanapun aku tahu kau berniat begitu baik dan tulus..”

“Syukurlah..” lirih Soeun senang sambil membalas senyuman Yesung. Kedua orang itu saling tersenyum satu sama lain dalam beberapa saat.

“Jadi kita benar-benar berpisah disini. Kau akan kembali ke Cheonan bukan? Berhati-hatilah kembali kesana..”

“Hum, begitupun dirimu. Kau hidup ditengah bahaya yang selalu mengintaimu, aku berharap kau selalu berhati-hati dengan apapun yang kau lakukan. Ingat, hidup hanya sekali..”

Yesung menganggukkan kepalanya mendengarkan ucapan Soeun. Kedua orang itu juga terus tersenyum satu sama lain, seakan berat untuk meninggalkan tempat itu karena mereka tahu mereka akan berpisah.

“Sampai jumpa lagi, Soeun-ssi..”Yesung mengulurkan tangannya kepada Soeun.Soeun tersenyum sambil menerimanya.

“Sampai jumpa lagi, Yesung-ssi…”

Kedua orang itu bersalaman untuk beberapa saat hingga akhirnya terlepas.Mereka juga langsung membentuk jarak setelah itu.

“Aku harap kau tak lagi membenci ulang tahunmu, Kim Yesung! Sama seperti aku yang sama sekali tak membencimu lagi!!”Seru Soeun sambil terus mundur sambil melambaikan tangannya pada Yesung.Yesung tersenyum, lalu mengangguk kecil sambil balas melambaikan tangannya.Hingga akhirnya keduanya sama-sama berbalik kearah masing-masing dan menjauh.

Aku datang dengan kebencian yang begitu besar padanya, namun kenapa ketika kembali..hatiku terasa berat berpisah dengannya.

Soeun sekali membalikkan badannya untuk melirik Yesung setelah beberapa langkah ia menjauh, gadis itu menatap punggung Yesung yang menjauh.

Aku..berharap kita bertemu lagi dengan keadaan yang lebih baik, Kim Yesung..

Soeun tersenyum halus, lalu membalikkan badannya. Untuk kali ini ia benar-benar menjauh dan kembali ke tempatnya – membawa pelajaran serta pengalaman istimewa yang dialaminya dengan seseorang yang dulu dianggapnya sebagai ‘pembunuh kakak laki-lakinya’.

THE END<<<

It’s August 24, It’s Yesung’s birthday!!

Everyone, seperti tahun sebelumnya tahun ini aku kembali membawa FF Special untuk merayakan ulang tahun Yesung.Dilihat dari kriteria Reader, pasti banyak yang berfikir bahwa cerita ini gantung, endingnya kurang memuaskan, dll.Tapi sejujurnya memang ini konsep FFku dari awal; saat dimana seorang pemuda yang berulang tahun hanya mempunyai satu orang yang merayakan ulang tahunnya, dimana orang itu juga adalah orang yang membencinya serta baru dikenalnya.Intinya FF ini adalah tentang hari ulang tahun tak biasa yang dialami Yesung dengan seseorang yang baru dikenalnya yaitu Kim Soeun.

Namun sequel juga memungkinkan kalau memang ada Reader yang berminat ataupun aku mendapatkan ide lanjutannya – tapi aku gak janji ya. Sejujurnya aku adalah Author yang menyukai sensasi kejutan dalam FF, FF ini menurutku kurang greget karena tidak mempuyai titik klimaks, beberapa kali aku berfikir untuk setidaknya satu kali Kisseu aja untuk mereka di cerita ini namun aku sama sekali tak menemukan caranya, lol. Jadi kemungkinan Sequel ada kalau para Reader tertarik dan aku dapat inspirasi.

Btw, Happy Birthday to my beloved precious lovely adorkable KIM JONG WOON. You’re always special For Me. Berharap dirimu selalu sehat, bahagia, dan selamat dalam mengerjakan tugas yang sedang kau kerjakan saat ini. Menunggu karyamu kembali ^^

Juga aku mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kak Shane yang (ngakunya) imoet – aku ingat kalau kakak ulang tahun barengan ama Yeye -. Selamat ulang tahun kak, sehat selalu, panjang umur, bahagia, dan  cepat menemukan jodoh (Hm hm HM). Terima kasih juga untuk semua kebaikan kakak padaku selama ini, maaf karena aku tak bisa memberikan apapun sebagai balasannya. God bless u ^^

Untuk semua Reader, SELAMAT MEMBACA🙂

72 Comments Add yours

  1. Choi Shinae mengatakan:

    WAAAAAA~~~
    KEREN… ini yang bikin aku tambah setia sama wp+author ini..
    selalu menyajikan ide cerita yang beda. bnr2 karakter author..
    dari bahasa kalimat kata semuanyaaaa bagus..

    yesung datar banget dah.. kasian yg ultah babak belur..
    itu suara apaan dikamar sebelah lol😄

    author bnr nih.. reader psti pgn ada sequel…
    pokonya ditunggu banget.. :*
    fighting🙂

  2. pujaRisa mengatakan:

    hhhwwwwaaaa ff ini bikin nagis onni gc tau mau ngaomong apa tapi keren onni cpey buat part specialnya ne figthing

  3. Deshie Wookie mengatakan:

    uyeeee… bagus banget FFnya put..
    pesannya dapet sih… aku suka dengan FF yg memang lebih mengfokuskan jalan ceritanya daripada kepengen buru2 munculin momen dimana bisa ganggu alur yg udah ditentuka dari awal…
    dan kalo dilihat2 gaya bahasamu semakin berkembang,,,, bagus,,, mendekati gaya bahasa novel gitu…

    dan untuk sequel, saya akan membacanya kalau sang author mau menuliskan lanjutan kisah ini .. yeaaaa ^^

  4. nuyuuyy mengatakan:

    Kangen yesung😥

  5. cucancie mengatakan:

    Yeaaayyy…happy birthday kim jong woon…so eun yg pemalu berani dtg ke seoul utk cari tau penyebab kakaknya meninggal,,,setelah ketemu yesung dan mendengar langsung penjelasannnya so eun berubah haluan dari benci jd simpati atau malahan suka,,,berharap sih ada kisseu disini *plak* tp gpp deh,berharap sih ada sequelnya,,,senyum2 sendiri pas so eun dan yesung di kmr hotel dan denger suara2 berisik dari kamar sebelah,wkwkwkw…mereka berdua jd salting…selalu suka jln cerita ff yg author buat…ditunggu ff lainnya…

  6. shane mengatakan:

    Jalan ceritaanya (y) BB (y)
    Reader sk sm carakter n k’pribadian yeye kya’ gini😀 *cooooooool*
    Intinyaa suka bener sm alur crita ni ff (y)

    pas yesung crita dgn soeun ttg teman masa kecilnya…jd inget almarhumma temen q *sakit bgt khilangan shabat akrab yg meninggal😥 * dan akhirnya kk bener2 nangis d bagian itu (y)

    Hmm endingnya pas menrutkuu engga ngengantung put (y) ya tp klo ada sequel mempertemukan mereka kembali bagus jg (y) !! Berharap bgt ada sequelnya (y) smga ada yo …:D yeah ..
    »»» BCBP :
    Bravooo~
    Cetarr ~
    Badaii ~
    Perfect (y)

    ThanKyu put ucapan na ..Ammmmmiiiiiiiiin..Ammmmmmiiin..Ammmmmmmmin :*!! Seneng bgt klo ucapanya mendoakan dpt jodh..*pengenNikah*ghghhgh hhhhhhhaaahaa ~
    Btw memng kk imoet lg :p
    Iyoo,kk slalu baik sm smua Orng ghghgh *abaikan*
    Sama2 dah ..puput jg baek orngnya :*

    *happy bareng JongWoon :* *
    Karna bcnya malam BoNNe NUit yak ghghhg

  7. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Suukkkaaa….

    Endingnya juga sukaaaa…..

    Ngakak wkt bagian denger suara di kamar samping mereka..
    Wkwkwkwkwk😀😀

    klw mnurut Puspa yg buat kurang greget itu gak ada cinta segitiganya (?) v.v

    suka banget wkt bca “siapa namamu adik perempuan kangin ?” ntah knp feelnya dpt banget ke Yesung Oppa…

    Ditunggu FF yg laennya…

  8. Dizha adrya mengatakan:

    Waaah ff nya keren putri btpa mndalamnya kisah yg trjdi d hr ultahnya bang awan,, hngga dy brtmu dgn uri sso n btpa dlmnya kbncian sso ma bang awan n stlh tau knyataan yg sbnrnya kbncian tu brubah mnjadi…. hnya putri, soeun n thn yg tau😀
    D tgu sequelnya ff ni hrs ada sequelnya putri #maksabgt hehe n d tgu lnjtn ff lainnya fighting😀

  9. vaaani mengatakan:

    reaaaal, met milad kak shane😀 smga sukses sllu
    HBD kim yesung, aissssh pasti project terpenting putri di wp ini, setidaknya berhasil mempublish 1 ff nya hari ini

    sekueeeeeeeeeeeelnya put
    hihaaaa aku jg terpikirkan 1 kisue nya mereka, tp gk lucu jg 1 hr bertemu trs ada, aplg yg membawa kbencian dr 1 pihak, 1 pihaknya lg adl org yg menjaga wanita mski brandal😀 peace

    sekuelnya put, hmm emang c perlu suprise dan selamaaat anda berhasil, membuat readrs masuk ke alam lain ke alam bukannya nyamannya seorang kim yesung, yang biasa dbanyangkan sbg seseorg yg cool, ehmmm, imoet, hagshagas, etc

    tp kali ini berhasil membawa profil garang, wihhh keren loh balapan apalagi balapannya liar, uhuuk

    intinya kembali k sekuel, sayang bgt pd posisi ini mesti kehilangan yesung secepat satu hari, please tambah 1 minggu, 1 buln, 1th, slamanya, mreka dipersatukan yeee mpe pnya anak deh kl perlu

    td kan ada part sso kehilangan org yg mncintai sdri kcil, nah yesung kali ini harus mnggantikan peran kangin dunk, tanggung jawab sbg tman trdekat😀 bukan brarti mnyamakan ma borang ya.

    keren klo kl the outsider itu, smga akan ada sekuelnya, karena sngt mungkin dan pastinya bsok2 yesung akan jd suprise lg dg suasana brbeda, d klimaksin ya put happy ending, gomawoooooo

  10. asisadinda mengatakan:

    Selamat ulang tahun Yesung-ssi..😀
    ff ini menguras air mata.. Feel nya dapet banget, baca ff ini jadi kebayang gimana yesung lagi wamil dan ngerayain ultahnya disana.. Atau mungkin, gak ada perayaan khusus kayak dulu.. Huaaah.. Jadi kangen..
    Kak putri buat sequelnya dong..ok?😉
    selalu mengagumi ff buatanmu.. Saya tunggu sequelnya😀

  11. irnawatyalwi mengatakan:

    Îγα™ ni put sharusx crta prcntaan d os in hrus d angkt wlpun hanya sdikt,crtax gantung tak adakh moment cnta u yesso??? Ksah hidup yessung oppa bnar2 mengharukan n penuh dengan crta ϒɑ̲̮̲̅͡ñԍ mengaduk pikiran n emosi , put osx kren aplg penyampaianx baik Ȋ̝̊tƱ bhsax, tlisanx,gya bhsax @lg krakter toko utmax smuax perpect

  12. Soeun mengatakan:

    Wah daebaakkk eon (y)
    Sso yg awalnya membenci yesung mnjdi (mungkin) suka
    dan aku pnsrn suara yg trdngr wktu Sso mengobati yesung*XD

    dan pasti nya reader menunggu seguel nya eon
    semangat

  13. tanti no kawai mengatakan:

    Berawal dari rasa benci η pensaran Ϋά̲̣̥ηġ mengantarkan Sso bertemu dengan $ĕòrαηg kim yesung Ϋά̲̣̥ηġ notabne adalah $ĕòrαηg raja balap liar….

    Kkkkkk….. Awalnya ∂ķΰ pikir yesung_terpesona ma Sso past pertemuan di awal….
    Ternyata coz Sso mirip dengan cinta pertamanya…… Ckckkckkc

    Hueh…. Dan akhirnya. Kesalah fahaman Sso melebur dengan penjelasana yesung serta sikap yesung Ϋά̲̣̥ηġ beberpakali melindunginya….
    Dan yesung pun mendapat kembali kenangan manist di Ђǻя̲I ulang tahun ηγά̲̣̥…. ^^

    Suka banget ma karakter yesung di sini…. 🙂

    Kerennnnn bangetttt nih Os ηγά̲̣̥ putri….
    Kalo bwt Os ultah mank ending Ɣªήğ seprti Ĭηĭ cukup happy end mnurut.q….
    Tapi kalo untuk love line mereka_mauuuu bangett kalo putri bersedia buat squEL ηγά̲̣̥…. Ekekkekke

    Pokoknya Karya.2 mu mnk seLalu T.O.P pake bangettt….. ^^

  14. Yhulaiisoeun mengatakan:

    Seneng banget sama ff.y … Apalagii special pas ultah.y yesung …😉
    sukaa banget karakter.y yesung d.snii,, cuek dan trkesan tak peduli,,tpii sbnar.y dy orang yg baik dan kesepian….
    Lucu jga pas baca yg mereka dengar suara suara aneh d.sebelah hotel kamar mereka.,. Kkkk ~ aku kira teman masa kecil.y yesung itu sso,, padahal gak yah.. Trnyata boram…
    Akhir.y kesalahpahaman d.antara mereka udah selesaii,, dan udah bisa menjadi teman,, tpii kyak.y sso mulai suka sama yesung… Apa yesung sama yah kya sso??mudah mudahan….
    Ini mah gak usah d.tanya lg mw ada sequel.y tau gak… Jawaban.y Musti Ada Sequel.y … Penasaran banget sama Kelanjutan kisah mereka,, jadi harus ada sequel.y yahh.. Hehehe ;D
    Tetap semangat yah buat ff.y …🙂

  15. senrumi mengatakan:

    keren aq sk o_O

  16. Safriyanti mengatakan:

    Sngguh mndbarkan,,,,bnr2 ulag thn yg tdk bsa dtebak,,,
    tp bner ne chingu msh gntung,,,
    mo liay yesso ktmu dlm kdaan yg mnynagkan,,,,,
    lnjut y,,,,please,,,,,,,@puppy eyes;)

  17. elisa mengatakan:

    waaaaaaaaaaaah daebak author…..
    isi crta lain dari pada yang lain dalam satu hari terjadi bnyak konflik seru and mengharukan….terobati kangen ma yessung oppa…..

    sangil cukhae oppa…. wish you to do the best..and kami semua merindukan karyamu….

    anddi tunggu karya author selanjutnya..faighting trus bekarya…..
    dan d bulan sepecial putri ini jugak saya berdoa semoga putri menjadi lebih baik dan terus bekarya….

  18. Niniet mengatakan:

    seperti nonton drama, terbayang raut wajah So Eun yang tersenyum lega seterlah bertemu da berpisah dengan yesung, ah udahlah ga bisa komen apa2, putriiiiiiiiiiiii !!! kamu emang author yang luar biasaaaaaa!!! semuanya ngena, dan justru tanpa kisseu ff ini bikin greget, dan mengenai kamu bersedia bikin sequel, aku unjuk tangan tinggi tinggi sesujuuuuu untuk sequel..:D….. HBD YY…:D

  19. mifta2408 mengatakan:

    aduuuhhh senengnya baca ini ff. yesso yesso… suka sama jln ceritanya, walau akhirnya emang blm bareng2, tp kan nanti ada sequelnya kkkkk..😄
    berharap beneran dibikin sequelnya ama putri😀

  20. Elryeleekim_kim mengatakan:

    os yang menarik,,
    n cukup wt aku
    dag dig dug,,,
    kekeke

    sequel donk,,,,,
    biar pd puas,,,
    buat yesung nyusul so eun gitu,,,
    kekeke

  21. Natalia mengatakan:

    Huaaaaa daebakkkkkkkkkk..kerennnn seruuuuuu….klo ff yg cast kim so eun mang sllu feelnya dpet….
    Chingu….pleaseee jgn digantung gini dong…..buat special partnyaaaa

  22. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Suka banget klo krkter Yeye kayak gini. Dingin-dingin gimanaaaaa gitu.

    Gak ada lagi yg harus comment, mnurutku ff author emang selalu ‘beda’

  23. erika mengatakan:

    huaa…daebakkkk…..suka bnget sama OSnya.
    ga tau mau ngomong apa lg.. pokoknya OS nya kerenn….banget…..
    wah, mau dong sequelnya kak putri….semoga dapat inspiransi buat bikin sequelnya ya😀

  24. rara mengatakan:

    keren seru poko nya semua FF unni tuh perfect😀 sequel plissss semangat terus yaaaaa

  25. yehaesso_ mengatakan:

    whoaa~ keren banget author.yesung jadi pembalap liar,aku belum pernah nemuin cerita kya gini.hua keren deh🙂

    Happy brithday my beloved nampyeon yesung.semoga tambah sayang sama ELF,terus berkarya sama oppadeul.dan makin banyak fansnya. ♡♥♡♥♡♥

  26. ticha_ mengatakan:

    sebelum’a mo ngucapin hbd buat yeppa,,😀 makin ganteng n makin sukses buat oppa tersayang
    Hehehe…….😀
    Hm,,,keren ff’a…
    Feel’a dpt,,walau cma menceritakan tentang ultah,tp mlh terkesan pas…
    Hm,,,klw ada squel’a,,,pasti lebih seru….mempertemukan mrka kembali,,hua..dibuatin squel’a ya put🙂 hehe
    Q tgg dech…..#pasang muka melas…. :p
    Hm,,,cerita’a bnr2 DAEBAAAK!!!
    Mk’a q ga pernah bosan atw kecewa ama ff buatan putri..
    Semua’a sempurna!!!😀
    Hm,,,q tgg ff daebak laenya…
    Laanjuuuutt!!! >> (^0^)/

  27. siregarkim mengatakan:

    comment apa ya????
    aaaah… molla…. cuma satu kata buat epep loe thor
    DAEBAAAAAK….. ^o^
    hehehe…. lanjuuuuuut thor…. jebaaaal #tariktarikbajuauthor
    squel… squel…. squel…. #maksa ^_^

  28. mizanafidausi mengatakan:

    sequel sequel sequel…
    pas baca bagian yeye di kroyok rame2 itu bayanginya yeye keren bgt, ngakak pas bagian kamar sebelah awalnya ga ngeh maksudnya apa setelah tau ngakak bgt sumpah, apalagi pas yeye ma sso canggung gitu…
    sso cengeng bgt nangis mulu kan jadi ganggu kamar sebelah *LOL*
    tapi klo oneshot ini ada kissuenya malah aneh, kan mereka baru kenal sehari jdi bagusan kaya gini lucu…
    oya cuma mau curhat sih suka aja klo baca ff sso jadi adiknya kangin or sungmin ^^ dan suka kata2 yeye pas bilang “siapa namau, adik prempuan kangin?”

  29. Devi mengatakan:

    KereN bNgeeeet thor OS’a,,,,,,

    Sedih aNd trharu cerita’a,,,,

    D tNg2u thor seQuel’a,,,

  30. yolan mengatakan:

    Sequellllllllll,,,,, aaaaaa ceritanya seru tapi tau2. Udah end aja,,,
    Asli bikin yg baca jadi deg2an trus penasaran,,,
    Yesung dingin bgt jadi cowo di sini tapi pas ada so eun mau gak mau dia peduli sama cewe yg blm di tau namanya,,,
    So eun juga benci karna salah paham aja karna penyebab kematian kangin bukan yesung,,
    Tapi pas semuanya udah dijelasin sama2 bisa terima kenyataan,, endingnya sih agak terlalu cepet yaa jadi pengennya ada lanjutannya,,
    #Happy YesungDay ^^
    Ditunggu kelanjutanya yaaa plis,,, plis,,,, plis (´▽`ʃƪ)

  31. Aulia Veronica mengatakan:

    Wahh FF oneshoot ^^ ceritanya bagus tapi bikin sequel dong eon hihi
    Ceritanya bikin ngakak + terharu gimana gitu aku suka ceritanya eon (y) ditunggu sequelnya (y)
    Fighting eon! (˘▽˘)ง haha

  32. lee_jihyun mengatakan:

    One word… Good story…

    Sequel nya dong…😀

  33. yuniarti_noey mengatakan:

    Keren2…dah lm ga mampir ke blog n ada ff pairing yesso jd bc deh….bener dibuat sequel donk🙂

  34. luthfiangelsso mengatakan:

    Dukung sequel🙂
    Kasian kehidupan yesung semoga stelah ketemu soeun hidup yesung jdi lebih baik !

    Dan…selamat ulang tahun kim jongwoon oppa❤

  35. kiki chan mengatakan:

    hehe. cerita yg tdk biasa.. n i like it🙂
    sequel thoooor.. dilanjut ya ^^

  36. angelf mengatakan:

    wa.. Kren seneng bnget baca ff disini pasti ceritanya itu bagus trus fellnya lngsung dpet jdi ngrasin jga gmna khilangan seorang yg kita sayangi itu skit bnget

    suka karak ter yesung disini walaupun badboy tpi gak mau mainin cewek

    awalnya soeun dteng dgan kebencian tpi wktu pisah kyaknya gak mau ya

    dibuat squel dong pnsran lnjutanya blom ada kisah cintanya jdi masih penasaran

  37. ssoangel mengatakan:

    huaaaaa ini keren bgt thoooor. sedih denger cerita yesung huhu. daebak!!! ditunggu bgt sequelnya ya thor hehe

  38. IntanElfAngels mengatakan:

    . Squel squel squel squele !!!!!!!!!!!! #kek demo aja xD . Endingnya gantung banget eon . Bikin squel dong plissss . Emang kalo ff gak ada kissuenya itu gimana gitu xD . Yaudah dfunggu squel + ff lainya FIGHTING ^__^

  39. Deborah sally mengatakan:

    Sekuel nya dong hahaha. . .
    Keren putri. . .
    Jinjja? Kak shane juga ultah?

    Wuah DAEBAK!

    Kak Shane HAPPY BIRTHDAY :*

    Happy birthday yesung oppa #Bow bareng Soeun eonni. . .

    Semoga kau cepat kembali dari kewajibanmu haha. . .

    Putri. Jangan lupa sekuelnya ya🙂

  40. Kyusso shipper mengatakan:

    udah nangis😦 tapi belom happy ending :(( sequel sequel sequel/bawa banner/ sedih ceritanya. kak bikin sequel ya ditunggu juga ff lainya :3

  41. AngelsShe~ mengatakan:

    ffx keren ^-^
    dengan ide yg baru ,aq suka

    klo unni mau buat sequelx DITUN99Uuuuuuuuuu *o*

  42. aina freedom mengatakan:

    ini cerita keren bgt , yesung kasian bgt ,untung ada sso yg merawat lukanya , ska bgt sm aksi yesung yg nolongin sso waktu di ganggu sm berandaln , biarpn tak ada adegn kis nya tp ceritanya sdh mewakili keseluruhn . iya put agak gantung ,akn lbh baik jk ada SEQUELNYA .
    semoga ada inspirasinya shgga bisa buat sequelnya , demi suami tercinta pasti akn ada inspirasi buat sequel ….
    fighthing

  43. andri susilowati mengatakan:

    lagi—–HAPPY BIRTHDAY KIM JONGWOON——
    kkk keren ffnya, sequel donkkk. dukung banget kalau emang mau dibuat sequel.
    ceritanya emang gantung banget. tp bagusss.
    alurrrrnya bagus, ide ceritanya juga menrik.
    semoga ada sequel dan akhir cerita ini menjadi lebih manis.
    lanjuttt thorrrr🙂

  44. pipip mengatakan:

    ff nya seru thor critanya lain drpda ff birthday lainnya
    tpi emg gntung si thor mau bnget klo ada special partnya
    dtnggu ya thor nmbah exis nih yesung dan ff nya keke

  45. sitieunnie mengatakan:

    Huwaaa..udh lma gk bca ff nya putri n udh byk yp ktng9alan coz blm smpat bca..hehehe😀 #halaah,sok sibuk :p
    n u/ OS kali ini, spt biasa ff mu gk prnah mngecewakan put, justru pengen nambah lg alias dbikin sequelx..hahaha😀
    diawalx smpat ngakak coz trnyata so eun bsar nyali jg tp ddpanx yeye lngsung deh gk bs ngomong apa2 alias speechless..
    n yg plg ngakakx adlh dbgian kmr sblh yg aq mati pnsrn apa mreka lakuin ddlm..wkwkwkwk xD
    ff lain yg sblmx blm bca put n Insya Allah aq psti komen kalo udh bca..😀

  46. vani mengatakan:

    lanjut thour crtanya bagus bgt

  47. Iaintgotu mengatakan:

    Undoubtedly I am such a huge fans of your fanfic. I lost my words. It’s more than pretty damn worth to be read. And for uri woonie! Happy belated birthday handsome ahjussi:* I can’t believe u r on ur thirty something. Wishing a great life ahead. Keep the good work author! Lookin forward for the sequel;-)

  48. anastasia erna mengatakan:

    keren…putri…
    di kira bakal pacaran…
    ada lanjutannya donk put…
    plesss

  49. park handal mengatakan:

    akuuuu sukkka lanjut eonnie…. tanpa sequel rasanya cerianya menggantung…gimanaun mereka harus nyatu

  50. cutewhite mengatakan:

    Happy birthday kim jong woon ^^
    WaaaaHhhh seruuuu thor tak trduga ceritanyaaa…klo bisa ada sequelnya thor🙂
    Ditunggu sequelnya dan ff yg lain ya thor😀

  51. haekyusso mengatakan:

    Waaaahhhhh,,,Yeppa jd pembalap liar dan brandal tp brandal yg keyen pasti y🙂
    Jalan crt y bagus beud ampe kgk nyadar udh END ja,,,Suka dgn karakter yeppa yg dingin dan aishhh,,, wkt sso pertm kali k tm yesung ngebyngn y lucu dan ya ampun sso dan yesung brduaan d tmpt hotel yg “sesuatu” bngt ampe yesung nutup kuping y dgn bantal :p
    Hayooo,,,put bt sequel y pgn bc klnjtn dr yesung-sso y,,,🙂
    Happy B’Day bt appa melo & kkoming smg sht slalu dan d tunggu karya suara emas mu dan jg Happy B’Day bt athour y jg>> Putri << smoga slalu sht,sukses,dn tdK bosen" bt ff ttng sso dgn pr member suju *HWAITING*🙂

  52. mumumu so eun eonni mengatakan:

    uwaaaaaaaaa,,,,,,, daebakkk!!! keren thor,,

    pembaca baru #tunjukdirisendiri

    thor dbikin sequel dong, biar jelas hubungan sso eonni dan yeppa,,
    yayaya,,

  53. Cloudy824 mengatakan:

    Keren……… dan bener2 mengesankan <
    Ok ok??

  54. Cloudy824 mengatakan:

    Kok komen aq diblog ini suka kepotong2 sendiri ya setelah dipost ><
    Sequel ya thor pleaseeee………………

  55. Choi Hye Mi mengatakan:

    Ga tau mau ngomong apa..
    Ffnya keren, Daebaak lh pokoknya.
    Good Job, Put……
    Ditunggu ff lainnya jg..
    Mkin cinta dh sma in wp….. Xixixi
    oh lupa.. Saengil Chukka Hamnida. Buat Yesung oppa….
    Wish U all the best.. #miantelat

  56. anna mengatakan:

    miris ya ampun mulai dr awl,tengah mpe akhr,,kedekatan yg tak biasa&istimewa mengingat mrka bru brtemu n kenal,,mski ga smpe tahap relationship yg lbh ato keromantisan yesso tp ttep mmbt emosi trluapkn,,

  57. dyyyy mengatakan:

    kbencian menghapus kbencian yg lain…..

  58. Dear Dhiyah mengatakan:

    Sequel put sequel !!!!!!!
    benci jadi cinta
    hihihi

  59. Esaa mengatakan:

    Sequel..Sequel..Sequel !!!!
    Ayo gali terus inspirasi mu, hehe
    FFnya D.A.E.B.A.K😀

  60. princess ice mengatakan:

    karakter yesung dan sso’a aku suka bgt… bner2 kebayang apa smwa yg da d ff ini jadi feel’a dpet bgt.. sedih’a dpeeeet bgt dan d selingi sma lucu’a,jadi kya org gila ktwa sma nangis sndri…
    24 agustus bner2 sswatu jga bwt aku…
    sequel?? boleh juga,boleh banget malah😀
    dan,happy birhday yessung-ssi! love U :*
    happy b’day juga shane eonni :*
    sukses selalu putri!!🙂

  61. BL mengatakan:

    Ending yang kayak gini malah bikin gemes hehe suka sama ceritanya!

  62. idhacutvit mengatakan:

    Sequeeeeel >.< . . .
    OSx T.O.P B.G.T chingu , , jd kudu harus da sequelx titik#maksa ^-^v . . .
    Critax keren , , pa lg wktu d'kmar hotel , , Omooo aq ngebyangin yeppa ngga pake bju pst sexy buanget#mupeng*dasarreaderyadong:(XD . . .
    Jd aq tunggu sequelx chingu. . .
    Hwaiting ^^

    Mgkin udh telat , , tp tetep mw ngucpin !!!
    "SAENGIL CHUKKAEYEO YESUNG OPPA" muach muach muach*d'hajarauthor^^v . . .

  63. Minda amalya mengatakan:

    Keren! Yesung kasian bgt. Ditunggu sequelnya!

  64. Kim Ra rA mengatakan:

    Kyaaaa keren Seru Menegangkan……

    Hmmm jadi itu awal mula pertemuan mereka, sekarang dah G’ bingun lagi kirain yang di Protec awal mula mereka bertemu, soalnya ke inget kata kata sunny yang bilang ‘Tidur dalam 1 kamar Hotel, dan dener Suara suara Erotis’ Otomatis Pikiran Yadongnya yang Aktif bekerja hehehehe.
    Ternyata Kejutannya lebih menyenangkan setelah dapet PW nya, ah senangnya kalau setiap di Suguhin Ff nya Putri bisa membawa kita seperti menonton Dramanya langsung,,, Makasih buat Ff nya yang selalu dan selalu Tampil Keren dan memukau

    ff yang Unik dalam menyambu hari Ulang tahun dan jujur ini Ff yang sangat menarik,,, pokonya T O P B G T dech

  65. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Aku suka bener dah..
    Baru bisa baca ffnya sekarang, hehehe
    keren banget, ceritanya beda🙂

  66. marly mengatakan:

    rasa benci so eun sama kim yesung akhirnya sirna..dendam dihapuskan! Tok tok tok!!
    Ga tau knp aku suka sama karakter yesung disini..
    tapi pada dasarnya mmg suka sama karakter cowo yg rada2 bad boy..wakakakak..eeits tapi harus pnya sisi romantis ny jg biar dikit..hehehee

  67. Melli mengatakan:

    Wah seru, saya tidak menyangka ternyata kisahnya sdh jga, walaupun akhrnya tdak bersama tpi kan mereka tdak saling bnci, dan tdak terjdi salah paham lagi

  68. nisag1190 mengatakan:

    Okeeeee bangettttttttttt, ni FF tuh walopun cuma oneshot tpi berasa komplit aj, dari dendam sso, yeye balap2an mpe sekamar bareng dan denger suara2 aneh d kamar sebelah wowwwww, walopun tanpa momen i love you, you love me, tpi feel nya dapet, secara jg mereka blum lama kenal msa udah mo ad love2an, tpi kliatan bget yeye menikmati kehadiran seseorang yg baru di hari ultahnya… , good job babyyyyyyyy, lanjutkannnnnn, kayak’y ada sequelnya deh, capcus lanjuttttttt melahap FF puput…

  69. dhyanqueena mengatakan:

    hoah… gantung,. sequel kudu n harus ni..

  70. aidayohei mengatakan:

    Keren…. q suka sm ide ceritanya. Gaya bahasa yg digunakan. Alurnya jg pas, ga kecepetan n ga bertele tele…. keep on writing author…. ^^

  71. Rani Annisa mengatakan:

    keren,,,keren ceritanya🙂

    Yesung ulang tahun tapi tetap aja ekspresinya itu…
    Datar banget…

    Tapi walaupun gitu akhirnya happy ending🙂

  72. 2425yy mengatakan:

    pengen ad kelanjutannya spy moment mereka lbh byk lagi…
    g pernah bosen sm pairing yesso…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s