~ [Oneshoot] With You In My Day ~


Title       :               With You In My Day (Sequel: I’m In Your Day/Special Soeun’s Birthday)

Author  :               PrincessClouds/@aprncsskys94 (Putri Andina)

Genre   :               Romance,

Rated    :               PG-13

Lenght  :               Oneshot

Main      :               Kim So Eun& Kim Jong Woon (Yesung)

Minor    :               Lee Sun Kyu (SNSD Sunny)

withyouday

 

Summary:           Menemukanmu kembali

Warning:              Typo(s) – No Edit, Alurngebut, deelel.

*With_You_In_My_Day*

Mobil sport berwarna hitam metallic bermerek Aston Martin DB9 itu tampak berjalan begitu pelan di sekitar beberapa rumah yang berada di sebuah kompleks. beberapa kali, sang pemilik mobil tampak mengeluarkan kepalanya dan melihat kesekitarnya dengan seksama. Dilihat dari tindak tanduknya jelas ia sedang berusaha menemukan sesuatu.

Satu rumah, dua rumah, hampir sekitar enam rumah yang ia lewati sebelum akhirnya mobi lmewah itu berhenti di depan sebuah rumah bercat cream. Pengemudinya yang ternyata adalah seorang pemuda dengan rambut hitam itu tampak memeriksa sebuah kertas di tangannya sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya karena pada akhirnya ia menemukan apa yang ia cari.

Pemuda yang hanya menggunakan sebuah celana jeans kehitaman dan sebuah kaos berwarna cokelat itu tampak turun dari mobil mewahnya tak lama setelah itu.

Dua orang gadis berambut panjang itu tampak berjalan beriringan sambil saling bercerita. Satu diantara mereka tampak memegang tumpukan kado di pelukannya, sementara gadis berambut pirang lainnya tampak terus mengajaknya bercanda daritadi.

“Ini adalah ulang tahunmu yang ke dua puluh satu, Soeun. Dan kau belum juga punya kekasih..” Gadis berambut pirang itu berceloteh pada pemilik rambut hitam.

“Lalu?” Kim So Eun, si gadis berambut hitam meladeni dengan santai walau ia yakin bahwa temannya itu sedang mengejeknya – lagi.

“Tentu saja, itu tidak wajar, kau tahu? Jaman sekarang, bahkan anak SD juga sudah punya pacar di ulang tahun mereka yang ke tujuh tahun. Tapi kau? Lihat, diusiamu yang sekarang kau masih belum punya pacar…” Si pirang bersuara lagi.

“Memangnya seseorang yang sudah ulang tahun di usia segitu memang di haruskan pacaran, ya? Mengapa kau membandingkanku dengan orang lain, Lee Sunkyu..” Soeun mendengus santai.

“Tentu saja, aku hanya pusing melihat dirimu yang begitu berbeda dengan gadis lainnya. Lihat di tanganmu ini!” Lee Sunkyu, gadis berambut pendek dan pirang itu kali ini menunjuk beberapa kado di pelukan Soeun. “Dari Lee Donghae, dari Cho Kyuhyun, dari Lee Hyukjae! Semua orang ini luar biasa tampannya dan menyukaimu. Tapi kenapa kau tak memilih satu diantara mereka..” Sunkyu meneruskan omelannya tadi. “Kau itu normal tidak sih?”

“Tch, tentu saja! Apa yang kau katakan? Lagipula bukankah aku sudah ratusan kali mengatakan padamu, aku tak menerima perasaan mereka semua karena aku tak merasakan apapun pada mereka, apalagi kita sudah terlalu sering bersama layaknya seorang teman. Aneh tahu kalau tiba-tiba punya hubungan lebih!” Soeun membela dirinya.

“Aish, kau terlalu pandai bicara..” Sunkyu memutar matanya bosan sambil mengalihkan pandangannya ke hadapannya. “Atau..” Sunkyu melirik Soeun lagi, lebih mendelik kini, membuat Soeun menatap bingung.

“Atau apa?”

“Ah, aku tahu siapa yang kau sukai. Haha, yeah, dia bukan? ‘Mantan musuh’ Seoulmu itu? Laki-laki yang kau benci pada awalnya, tapi kau puji sepajang hari pada akhirnya. Kau tahu, semenjak kau pulang dari seoul beberapa hari yang lalu setiap hari kau terus membahasnya. Aku yakin, dia yang kau sukai..”

“Aish, apa yang kau katakan?” Soeun mengomel pelan pada sahabatnya itu, sementara wajahnya bersemu merah begitu saja.

“Nah nah, wajahmu memerah. Benar bukan? PUAHAHA aku sudah menyangkanya!” Sunkyu berubah terlalu berlebihan, membuat semua orang melirik kepada keduanya dan ia semakin malu.

“Tch, kau ini. Lagipula mana mungkin aku menyukainya padahal aku hanya bertemu sehari dengannya..”

“Ya, sehari – tapi juga semalaman, kalian bahkan tidur bersebelahan dengan kondisi dia tak memakai pakaian bagian atasnya, kalian mendengar suara erotis bersamaan, kau merayakan ulang tahunnya juga waktu itu. See? Itu memang BENAR-BENAR hanya SEHARI!” Sunkyu kembali berseru penuh penekanan, membuat wajah Soeun kian bersemu.

“Tch, aku menyesal menceritakan semuanya padamu..” Soeun akhirnya hanya bisa menggumam kecil.

“Salahmu, mengapa bercerita padaku hehe..” Sunkyu terus tertawa walau ia sadar wajah Soeun sudah terlalu merah akibatnya.

Sementara itu Soeun tiba-tiba terdiam dan memikirkan ucapan Sunkyu barusan. Setelah difikir-fikir sejauh ini, apa benar apa yang dikatakan Sunkyu?

“Tch, kau tak perlu terlalu memikirkannya. Aku yakin suatu saat nanti kau pasti bertemu dengannya di bawah sinar bulan purnama..” Sunkyu tiba-tiba kembali menggodanya sambil menyikutnya.

“Berhentilah membahas lelucon!”

“Yeah, aku akan berhenti..” Sunkyu mulai mengecilkan volume suaranya, sementara ia tampak mulai sibuk dengan sesuatu di tasnya. Soeun menatap bingung padanya. “Tapi, kita memulai sesuatu yang baru…” Tak lama Sunkyu mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan…

“SELAMAT ULANG TAHUN KIM SO EUN!”

Sunkyu berteriak keras tepat ketika mereka sampai di depan gerbang rumah Soeun. Sementara itu Soeun kaget dengan serangan hujan konfetti tiba-tiba yang dilakukan oleh Sunkyu. Hal yang tentu saja membuat rambut dan wajahnya dihiasi oleh kertas yang berwarna-warni.

“Sunkyu, kau in—“

Soeun yang hendak mengatakan sesuatu pada Sunkyu menghentikan ucapan dan tawanya ketika tanpa sengaja matanya beralih menuju halaman depan rumahnya – menemukan sesuatu yang ia tak percayai berada disana.

Yesung tersenyum manis kepada wanita setengah baya di depannya setelah wanita itu menyampaikan ucapan terima kasih berulang kali padaya. Wanita itu tampak begitu senang dengan kedatangan Yesung, hal itu terlihat dari seringnya ucapan terima kasih yang ia ucapkan serta sepasang matanya yang tampak sedikit berkaca-kaca karena terlalu bahagia.

“SELAMAT ULANG TAHUN KIM SO EUN..”

Dua orang beda generasi itu mengalihkan pandangannya begitu mendengar sebuah teriakan yang cukup nyaring. Sinaran mata Yesung sedikit berubah ketika ia melihat siapa yang berada beberapa meter darinya – dimana sosok itu tampak tertawa senang bersamaan dengan beberapa kertas konfetti yang menghinggapi wajah dan rambutnya.

“Sunkyu, kau in—“

Pemilik rambut panjang itu menghentikan kata-katanya tiba-tiba ketika matanya beralih kearah dimana Yesung berada. Gadis itu terlihat begitu kaget, sangat kaget, sementara Yesung hanya tersenyum tipis sebagai jawabannya.

“Soeun, ada apa? Kenapa kau tiba-tib – Ommo, kawaii..”

Sunkyu yang sejak awal sibuk berfangirl-ing ria menghentikan kata-katanya setelah mengikuti arah pandangan Soeun. Hal itu menyebabkan dua gadis yang terpaku menatap Yesung bertambah menjadi dua orang.

“Hey Soeun, apa yang kau lakukan? Kemarilah, ada seseorang yang mencarimu!” Nyonya Kim tampak menjadi orang yang membuat dua gadis itu kembali ke alam nyata. Entah mengapa jantung Soeun berubah berdetak hebat mendengarnya.

“Y-ya..” sahut gadis itu gugup.

“Jelaskan padaku kenapa ada pangeran yang mencarimu, Soeun?” Sunkyu berbisik tiba-tiba sambil meraih satu tangannya yang membuat Soeun memutar mata bosan. Soeun kemudian melangkahkan kakinya untuk mendekati ibunya dan pemuda di sampingnya. “Tch, kenalkan dia padaku, Kim So Eun!” Sunkyu berteriak dengan nada berbisik sambil mengikuti temannya itu.

Gugup, hanya itu. Soeun merasa bahwa ketika ia melangkahkan kaki ke arah ibunya dan Yesung rasanya begitu mendebarkan. Apa ini? Padahal di Seoul dulu ia biasa saja berada di dekat pemuda itu. Apalagi melihat Yesung terus tersenyum tipis padanya.

“Soeun, lihat Yesung-ssi datang kemari untuk menyampaikan sebuah surat yang belum sempat diberikan Kangin kepada kita. Dan, ia juga menjelaskan tentang semua kematian Kangin, Soeun. Soeun, mulai sekarang jangan lagi membencinya, dia benar-benar tak salah sedikitpun..”

Soeun tak sepenuhnya mendengar ucapan ibunya karena tentu ia sudah tahu semuanya. Namun yang Soeun lakukan sekarang ini malah terus menatap Yesung dengan ekspresi antara masih terpana dan bingung. Seakan Yesung adalah mahluk dari planet lain yang tersesat ke rumahnya.

“Soeun, jadi dia yang bernama Kim Yesung itu?”

Lamunan Soeun membuyar ketika Sunkyu lagi-lagi berbisik padanya. Soeun tersadar, ia kembali menatap ibunya.

“B-Benarkah, bu?”

“Ya, Yesung ini adalah sahabat baik Kangin selama di Seoul..” jelas ibunya dengan senang hati. Sebenarnya memang Soeun tak pernah menyampaikan apapun pada orang tuanya mengenai pertemuannya dengan Yesung di Seoul beberapa minggu yang lalu. Ia berfikir hal itu akan membuat orang tuanya yang sudah bangkit dari kesedihan jadi larut mengingat Kangin.

“Soeun sudah tahu semuanya, ahjumma. Aku sempat bertemu dengannya di Seoul sebelumnya..” Yesung menambahkan ucapan Nyonya Kim sementara ia terus tersenyum tipis pada Soeun.

“Benarkah? Tapi Soeun bilang waktu itu kalian tidak bertemu sama sekali..” Nyonya Kim tampak sedikit bingung.

“Aku waktu itu berbohong karena tak ingin membuat ayah dan ibu kembali sedih, itu bukan hal yang terlalu penting, ibu..” Soeun menjelaskan segera pada wanita yang melahirkannya itu. Wanita itu tampak menganggukkan kepalanya.

“Benar, tapi kau seharusnya tetap meceritakannya. Kalau tidak tentu kami berdua tidak ikut menyalahkan orang yang tak bersalah seperti Yesung-ssi..”

“Ini semua sudah tidak masalah lagi, Ahjumma. Aku dan Soeun sudah menyelesaikan kesalahfahaman itu, benar bukan Soeun?” Yesung bertanya padanya, membuat Soeun tiba-tiba tergagap.

“Y-Ya, ibu..”

Nyonya Kim mengangguk lega, sementara Soeun malah sedikit menundukkan wajahnya karena ia masih gugup tanpa alas an. Hingga tiba-tiba, Sunkyu menyikut perutnya lagi.

“Kau masih belum mengenalkanku padanya juga..” Sunkyu protes dengan masih berbisik.

“Y-Ya, oiya Kim Yesung. Ini adalah Lee Sunkyu, dia adalah sahabatku. Dan Sunkyu, ini adalah Kim Yesung. Dia adalah… teman Kangin oppa.” Soeun kali ini berani menatap Yesung untuk memperkenalkan Sunkyu padanya. Yesung beralih pada Sunkyu.

“Selamat siang, aku Kim Yesung. Senang bertemu denganmu..” Ucap Yesung mengulurkan tangannya pada Sunkyu. Sunkyu dengan cepat menerimanya.

“Selamat siang juga, Kim Yesung. Aku juga senang bertemu denganmu, namaku Lee Sunkyu. Anda Yesung-ssi? Dalam beberapa hari ini, sahabatku Kim Soeun selalu menceritakan diri—mmffhh!!” Sunkyu menghentikan kata-katanya ketika sepasang tangan membekap mulutnya. Gadis itu berusaha memberontak, sementara Soeun hanya tersenyum malu pada dua orang di depannya.

“Dia hanya bercanda. P-Permisi” ucapnya benar-benar malu sambil menarik Sunkyu menjauh darisana – meninggalkan Nyonya Kim yang geleng-geleng kepala serta Yesung yang masih tersenyum dengan tipisnya.

Soeun menarik Sunkyu sambil terus membekap mulutnya hingga ke luar gerbang. Setelah itu, ia melepas temannya itu ketika yakin mereka telah tertutupi oleh pagar besar rumah Soeun.

“Tch, apa yang kau lakukan? Lihat, Lipsblamku jadi melumer..” Sunkyu mengomel sambil memeriksa dandanannya.

“Habis kau itu kampungan sekali. Kau membuatku malu tahu..” Soeun mengomel dengan nada yang dibuat pelan agar Yesung dan Nyonya Kim tak mendengarnya.

“Aish, aku hanya membantumu. Aku tahu kau menyukainya, setelah tahu perasaanmu siapa tahu ia juga mulai memeriksa dirinya kalau-kalau ia juga menyukaimu..”

“Sunky—“

“Seoul itu jauh, seperti hari itu kau menyukainya dalam waktu sehari, kau seharusnya juga bisa membuatmu menyukainya dalam waktu sehari. Tangkap dia!” Sunkyu mengepalkan tangan penus obsesi untuk mendukung Soeun. Soeun mendesah padanya.

“Kau fikir dia itu ikan yang harus ditangkap..” Soeun lebih cemberut.

“Kau mengerti maksudku, Kim So Eun. Kau itu tak pernah benar-benar menyukai laki-laki sebelumnya, hanya ketika mengenal dia aku yakin kau merasakannya. Ayolah, tunjukkan The Power Of Soeun-mu!” Ujar Sunkyu kembali berapi-rapi.

“Berhentilah berbicara lelucon, Sunkyu..”

“Soeun, cepatlah sedikit nak!” Nyonya Kim kembali berseru tak lama setelah itu.

“IYA BU!” Soeun menyahut keras, lalu kembali pada Sunkyu. “Sekarang kau lebih baik pulang saja daripada membuatku terus malu..” ucapnya pada rekannya itu.

“Yah, kenapa? Aku masih ingin melihat pemuda yang pernah ‘tidur’ denganm—“

“Sunkyu!” Soeun memotong dengan wajah memanas sepenuhnya, sementara Sunkyu malah tertawa kian keras.

“Iya-iya, aku juga tidak akan menganggumu untuk berdua dengannya, aku hanya menunggu ceritamu besok. Oiya, pastikan besok aku mendengarkan setidaknya cerita satu ciuman yang mesra..” Sunkyu nyengir lebar pada Soeun sebelum mengambil langkah seribu setelah kata-katanya itu, meninggalkan Soeun yang kian merasa malu dan mengomel panjang padanya.

Soeun menatap Sunkyu hingga sahabatnya itu hilang dari pandangan, hingga setelah itu Soeun sadar bahwa ia harus segera masuk kembali ke rumah. Soeun tampak menarik nafasnya panjang, sebelum akhirnya benar-benar kembali ke dalam.

Soeun dan Yesung saat ini berjalan beriringan melewati ratusan kuburan di sekitar mereka. Saat ini mereka sedang berada di tempat dimana Kangin dimakamkan (Amit-amit >.< Sumpah nyesal buat nama Kangin disini, kenapa gak buat OC aja kalau Deathchara kaya gini. Kangin oppa, Miaaaaanhaeee ). Sejauh ini, sudah setengah jam lebih mereka meninggalkan rumah Soeun untuk mengunjungi makam Kangin namun keduanya masih tak banyak mengatakan apapun seperti pertemuan mereka sebelumnya.

“Kenapa kau bisa mengetahui alamat kami?” hingga pada akhirnya Soeunlah yang pertama kali bersuara karena ia masih penasaran tentang kemunculan tiba-tiba Yesung di rumahnya.

Yesung tak segera menyahut, ia menghela nafas sambil menatap sekitarnya. “Aku memintanya dari pihak kampus dimana kami kuliah. Sangat mudah mendapatkannya…”

Soeun menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Yesung, ia mengalihkan perhatiannya sejenak sebelum kembali kepada Yesung. “Kenapa?”

“Maksudnya?” Yesung menoleh tak mengerti pada Soeun.

“Maksudku kenapa kau mencaritahu alamat Kangin oppa dan sampai berada disini?” Jelas Soeun dengan nada lebih rendah, ia sedikit menundukkan kepalanya untuk menghindari pandangan Yesung.

Yesung kembali memberi jeda, ia kembali memperhatikan sekitar tempat pemakaman yang begitu luas sebelum kembali menatap Soeun. “Dulu aku sering meminjamkan laptopku padanya, Kangin sering searching, main game, ataupun mengerjakan tugas disana. Aku tidak terlalu menggilai Gadget sehingga aku hanya menggunakan benda itu ketika aku benar-benar membutuhkannya. Tiga hari yang lalu, ketika aku hendak mengerjakan tugas kuliahku, tiba-tiba aku menemukan secarik kertas diantara lipatannya. Aku menyadari itu adalah surat yang ditulis Kangin untuk dikirim pada keluarganya, namun semua tak sempat terlaksana karena ia sudah lebih dahulu meninggal. Itulah sebabnya, mengapa akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkannya..”

Soeun tak menyahut kini, ia lebih menundukkan kepalanya. Ada dua hal yang membuat Soeun begitu sedih disini; yang pertama adalah tentang bagaimana sejarah surat itu yang ditulis Kangin sebelum ia meninggal, sementara yang satunya adalah betapa menyesalnya ia sempat membenci orang yang baik hati seperti Yesung. Ya, hanya orang baik bukan yang mau bersusah-susah mengantarkan secarik kertas ke tempat yang berates kilo jumlahnya? Lupakan bahwa ia seorang pecinta kekerasan sekalipun.

“Juga..” Yesung memecah keheningan ketika ia kembali bersuara. Ia menghela nafas sambil sedikit menundukkan wajahnya. “Setelah hari itu kau datang padaku dan menganggap aku adalah penyebab kematian Kangin aku merasa bahwa sesuatu sangat tidak benar disini. Maksudnya, orang tuamu, mereka pasti juga masih terbebani tentang kematian Kangin, mungkin juga ikut menyalahkanku. Itu sebabnya aku datang untuk meluruskan semuanya, aku fikir semua akan lebih benar ketika aku menjelaskannya..” Yesung bergumam lirih.

“Semuanya karena kesalahanku, maaf karena telah merepotkanmu..” Soeun tak bisa lagi menahan penyesalannya atas anggapannya terhadap Yesung sebelumnya. Anggapan yang ia tahu pasti ternyata ikut membebani pemuda itu hingga sejauh ini.

Yesung tersenyum, menatap pada Soeun yang terlihat begitu merasa bersalah dan sedih. “Tidak apa-apa, semuanya telah menjadi bahan pembelajaran untuk semua orang. Bukan hal yang patut disesali, bukan?” ujar Yesung santai, hal yang kembali membuat Soeun lega dan tenang. Gadis itu balas mengangguk dan tersenyum.

“Disini!” Soeun berseru tak lama setelah pembicaraan mereka, ia mendahului Yesung untuk mendekati sebuah makam. Yesung tampak mengikutinya. “Disini..” ulang Soeun sambil menatap Yesung lagi, sebelum ia menatap tempat yang sudah di batasi dengan semen diatasnya mengelilinginya tersebut.

Yesung tampak menghela nafas, tak lama ia mengambil posisi berjongkok di samping Soeun. Soeun meletakkan bunga yang ia bawa sejak tadi, dan melihat itu Yesung juga melakukan hal yang sama karena ia juga membawa sebuket bunga.

“Kangin oppa, apa kabar? Ini aku, Soeunie. Oppa, hari ini adalah hari ulang tahunku. Ayo ucapkan padaku..”

Yesung mengalihkan pandangannya dari Soeun sambil mendengarkan ucapan gadis itu. Gadis itu tampak tersenyum, terlihat tegar, namun jelas ia sedang cukup sedih saat ini. Lihat saja sepasang caramelnya yang mulai membiaskan kaca.

“Oppa, lihat, aku membawa seseorang bersamaku. Dia.. bukankah dia sahabat terbaikmu itu? Seseorang yang selalu bersamamu selama di kota yang tak kau kenal seperti Seoul..”

Soeun kembali mengucapkan sesuatu pada media mati itu sambil kali ini menatap Yesung sejenak, Yesung tampak hanya tersenyum samar membalas senyuman gadis itu padanya. Yesungpun menoleh kembali ke makam Kangin, mengangkat jemarinya dan menyentuh nisan Kangin.

“Lihatlah oppa, kau dapat salam darinya..”

Soeun tak mampu menahan air matanya kali ini, gadis itu sedikit menunduk sambil menghapus air matanya yang jatuh begitu saja untuk tak lama kembali berusaha tersenyum. Sementara itu Yesung hanya terdiam sambil menatap gadis itu, pandangannya kembali pada makam Kangin dimana hal itu ia mengingat tentang makam lainnya yang tak pernah ia kunjungi dalam beberapa waktu ini.

“Oiya Yesung-ssi, kapan kau terakhir mengunjungi makam Boram?”

Pertanyaan Soeun itu ia sampaikan setelah ia berjalan menjauh dari makam Kangin untuk kembali, dimana pertanyaan itu membuat Yesung tiba-tiba terdiam.

“O-Oh, M-Maaf. A-Aku T-Tid—“

“Aku hanya mengunjunginya sekali dalam setahun, yaitu di hari ulang tahunnya. Semua orang selalu kesana setiap tahun untuk mengingat tanggal kematiannya, namun aku tak pernah ikut mereka..” Yesung menyahut pelan sambil sedikit menundukkan kepalanya.

Soeun terdiam, ia ikut merasa sedih. Ya, walau seberapapun ia merasa kehilangan atas diri Kangin tapi Yesung jelas lebih kasihan daripada dirinya. Kehilangan satu-satunya orang yang peduli padanya di hari ulang tahunnya, apa yang lebih sedih daripada itu? Hari kelahiran mutlaknya adalah hari yang dipenuhi kebahagiaan, namun kematian adalah hal yang sebaliknya. Itu sebabnya bukan hal yang aneh lagi setelah ia tahu betapa Yesung membenci hari kelahirannya.

“Tapi hari ini kau yang berulang tahun, bukan?” Yesung tampak mengalihkan pembicaraan, melirik Soeun.

“H-Hum..” Soeun mengangguk pelan.

“Selamat ulang tahun kalau begitu, aku tak tahu ini kebetulan atau tidak namun aku menanyakan kenapa kita bertemu di tanggal-tanggal yang… berbeda..” Yesung tersenyum kecil ketika ia lebih memilih menggunakan kata ‘tanggal yang berbeda’ dibandindkan ‘tanggal yang istimewa’ atau sejenisnya.

“Hum, aku juga berfikir begitu. Kita hanya bertemu selama dua kali dalam dua hari yang… berbeda..” Soeun ikut menekankan kata yang dipilih Yesung. Yesung tersenyum dan mengangguk.

“Dan, karena aku telah disini dan karena hari ini kau berulang tahun tentu kau tak keberatan mengajakku jalan-jalan di sekitar Cheonan bukan? Ini adalah kali pertama bagiku di tempat ini, aku penasaran akan tempat ini..” Yesung merubah ekspresinya lebih cerah setelah kata-katanya itu, dimana hal itu ditangkap benar oleh Soeun.

“Hum, aku akan mengajakmu jalan-jalan untuk melihat betapa hebatnya Cheonan. Kota Seoulmu tidak ada apa-apanya dibanding tempatku..” ucap Soeun juga lebih semangat, lebih cerah.

Yesung tersenyum padanya, ia lega.. pada akhirnya dapat melihat Kim So Eun si gadis ceria yang ia temui beberapa minggu yang lalu – juga melihat kembali sosok gadis yang disukainya semenjak ia kecil.

“Selamat datang di kuil Gakwonsa!!”

Soeun berseru penuh semangat sambil  mengembangkan keduanya sesampainya di depan gerbang tempat yang akan mereka kunjungi. Yesung yang saat itu berjalan bersamanya hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkahnya tersebut.

“Ayo masuk, kau pasti akan menyukai tempat ini. Ayolah..”

Yesung sedikit kaget ketika Soeun menariknya masuk ke dalam sambil terus berceloteh mengenai tempat itu. Sementara Yesung tampak hanya tertegun, menatap jemari Soeun yang menggenggam erat tangannya.

“Yesung! Ayo kita naik Roller Coaster!”

Gadis berambut panjang itu menarik tangan pemuda disampingnya menuju segerombolan orang yang mengantri. Si pemuda yang masih kaget tampak tak bereaksi banyak melihat tangannya digenggam begitu erat oleh teman perempuannya itu, pandangannya kemudian beralih menatap wajah itu yang saat ini kembali berpaling kepadanya.

“Itu adalah permainan yang paling aku inginkan. Jadi kau harus temani aku, yaaaa?

Gadis itu tersenyum riang dan senang, membuat ia begitu terlihat manis dengan ekspresi itu.

 

Yesung menatap wajah ceria Soeun yang tersenyum riang dan senang padanya itu sesaat sebelum menggelengkan kepalanya. Ia berusaha menepis bayangannya ketika bersama Boram yang baru saja melintasi fikirannya ketika apa yang dilakukan Soeun membuat ia ingat segalanya.

“Permisi.. Permisi..”

Gadis itu mendekati keramaian dan berusaha mendapatkan jalan untuk mendapatkan tempat terdepan, tangannya masih menggenggam erat tangan Yesung yang membuat Yesung juga harus mengikutinya menyelinap diantara kerumunan.

“Lihatlah Yesung-ssi, menakjubkan bukan?”

Soeun kembali menoleh padanya sambil tersenyum senang sesaat, sebelum akhirnya kembali melihat ke depannya. Yesung mengalihkan pandangannya dari Soeun dan mengikuti arah pandangan Soeun.

“Namanya adalah Amita-bul, dia adalah arca terbesar dan yang menjadi daya tarik tersendiri di tempat ini. Banyak yang percaya bahwa kita menyentuhnya maka hidup kita akan selalu bahagia. Nah, karena aku sudah berhasil mendapatkan tempat terdepan maka kita bisa menyentuhnya. Sini tanganmu, kau harus menyentuhnya agar hidupmu selalu bahagia..” jelas Soeun dengan begitu semangat. Ia kemudian menarik tangan Yesung yang memang masih di genggamnya daritadi dan meyentuhkannya pada arca raksasa di depan mereka. Tak lama tangannya bergeser beberapa centimeter dari tangan Yesung untuk menempatkan tangannya sendiri disana.

“Sekarang fikirkan keinginanmu..” Soeun berucap pelan sambil kali ini memejamkan matanya, bibir tipisnya tampak bergerak-gerak untuk mengucapkan sesuatu. Sementara itu Yesung kembali hanya terdiam, ia menatap gadis itu dengan tatapan panjang, memperhatikan setiap apa yang sedang ia lakukan.

“Aku yakin aku akan muntah..” ucap Yesung pelan, ia menghembuskan nafasnya sambil menurunkan pengaman yang dipasang untuk orang-orang yang menaiki roller coaster.

“Tidak..” Boram tersenyum kecil sambil meraih tangan Yesung lagi, menggenggamnya erat. “Kau tak akan muntah..” ucapnya lembut sambil mempererat genggamannya di tangan Yesung. Yesung kembali sedikit memerah diperlakukan begitu.

“K-Kenapa begitu?

“Karena aku telah memegangmu. Percayalah, sentuhan ajaibku tak akan membuatmu muntah..” gadis itu kembali tersenyum riang sambil mengerlingkan satu matanya, membuat Yesung kian gugup. Ia kembali menatap tangan mereka yang bertautan.

 

“Selesai..”

Yesung kembali cepat tersadar ketika mendengar suara Soeun, ia dengan cepat mengalihkan pandangannya sebelum Soeun menoleh padanya.

“Apa yang kau harapkan, Yesung-ssi?” Tanya Soeun padanya kemudian.

Yesung kembali bertingkah tenang sambil menarik tangannya dari arca tadi. “Tidak ada, aku tak mempercayai hal ini..” ucapnya datar.

“Yaah, kenapa? Ini benar-benar adalah kesempatan yang bagus. Ayo letakkan lagi tanganmu dan harapkan sesuatu..” Soeun protes keras sambil menarik tangannya lagi, meletakkan kembali ke arca dengan sedikit paksa.

“Tch, aku bilang aku tak mau. Aku tak percaya hal seperti ini..” Yesung balik bersikeras dan menarik kembali tangannya sebelum tangan Soeun kembali menarik tangannya.

“Tapi coba saja, kau tak tahu begitu sulit mendapatkan tempat paling depan. Ayo coba!”

“Aku tidak mau!” Yesung mencoba menarik tangannya lagi namun ditarik Soeun lagi.

“Coba dulu..”

“Tidak!”

“Kau harus mencobanya! Titik!” Soeun menekankan katanya sambil menarik tangan Yesung lagi dan meletakkan tangan Yesung kembali pada arca. Yesung kali ini diam dan mau  tak mau harus mengikuti kata-katanya.

“Hoeeeeeeeeeeek…”

Yesung mengeluarkan semua isi perutnya setelah mereka semua mendesak keluar, sementara gadis di belakangnya menepuk-nepuk pelan pundaknya.

“Yesung-ah, kau baik-baik saja?

Yesung mendesah lemas, menegakkan kepalanya sambil berusaha mengumpulkan dirinya kembali.

“Bukankah kau bilang aku tak akan muntah tadi? Lihat, nyatanya?” Yesung mendesis kesal pada gadis di depannya tersebut.

“Haha, siapa suruh kau percaya. Itu salahmu..” Gadis itu tertawa keras, lalu menjulurkan lidahnya pada Yesung. Membuat Yesung sedikit kesal.

“Yah, kau—“

“—Tapi aku punya solusinya..” Gadis itu kembali bersuara setelah menghindari jitakan Yesung. Ia mencari-cari sesuatu di dalam tasnya. Sementara Yesung menunggu penasaran. “Tada!!”

Yesung mengerutkan dahi, menatap heran benda yang dipegang oleh gadis itu. “Apa itu?

“Ini minyak angin, ini bisa membantumu. Sekarang ambil ini dan oleskan ke perutmu..” jelas gadis itu sambil mengulurkan botol itu pada Yesung. Yesung dengan cepat menggeleng.

“Tidak, baunya pasti aneh. Aku tak akan memakainya!” ucap Yesung sambil terus menggeleng.

“Tapi Yesung hanya ini yang bisa membuatmu lebih baik, sekarang segera pakai..”

“Aku bilang aku tidak mau!”

“Yesung…”

“Tidak!”

“YESUNG! Kau harus memakainya!” Gadis itu berubah lebih galak, menarik salah satu tangan Yesung dan meletakkan benda tadi kesana. “Kau harus memakainya karena aku tak mau kau malah semakin parah..” ucapnya lebih tegas. Yesung sedikit memelas.

“Tapi Boram..”

“Kalau tidak mau aku tak mau bertemu denganmu seumur hidup!” serunya masih dengan wajah penuh ancaman yang mau tak mau membuat Yesung tak punya pilihan lain.

Nafas Yesung sesak tiba-tiba, ia kembali menarik tangannya dan berjalan meninggalkan keramaian itu. Membuat Soeun yang ditinggalkannya tampak sedikit kaget.

“Y-Yesung-ssi?” Panggil Soeun sambil mengikuti Yesung, melewati puluhan orang yang berada disana. Hingga setelah keramaian ia dapat melihat Yesung yang tampak berdiri terdiam sambil membelakanginya. “Yesung-ssi? Kau marah?”

Yesung menghela nafas, ia menggelengkan kepalanya demi menghilangkan sesuatu sebelum berbalik kembali pada gadis itu. “Tentu tidak, kenapa aku harus marah..” Yesung berusaha tersenyum padanya.

“Syukurlah..” Soeun menghembuskan nafasnya lega. “Aku fikir kau marah karena aku memaksamu..”

“Mana mungkin laki-laki marah hanya karena itu. Aku hanya tidak nyaman karena disana terlalu banyak orang dan aku sulit bernafas karena sedikit sesak. Ayo, kita tunjukkan yang lainnya saja padaku..” jelas Yesung walau masih dengan senyuman sedikit kaku.

“Y-Ya..” Soeun menganggukkan kepalanya. “Ayo ikut aku..”

“Kuil ini memiliki air mancur yang airnya begitu jernih bahkan banyak orang yang meminumnya karena mereka percaya air ini dapat menghilangkan penyakit..”

Soeun kembali melanjutkan jadi pemandu Yesung ketika mereka sampai di depan sebuah kolam kecil yang terdapat di salah satu sisi kuil.

Yesung yang terus mengikuti Soeun tampak mendengarkan apa yang gadis itu katakan, ia mengalihkan pandangannya ke arah kolam yang ada disana dan menatap air kolam yang begitu jernih sehingga membuat dasarnya terlihat dengan jelas.

“Mendekatlah..” ajak Soeun pelan sambil berjongkok untuk dapat menyentuh air di dalam kolam. Yesung tampak berfikir sedikit ragu, sebelum akhirnya mengikuti Soeun dan ikut berjongkok di samping kolam. “Airnya jernih sekali bukan?” Tanya Soeun tanpa menoleh padanya. Yesung tampak hanya mengangguk sambil menggumamkan ‘hum’ dengan sangat pelan.

Kali ini tanpa diminta Yesung tampak menggerakkan tangannya terlebih dahulu untuk menyentuh permukaan air, membuat air yang begitu sejuk itu membasahi telapak tangan serta sela-sela jarinya.

“Sangat sejuk dan menyenangkan..” gumanya lirih, terus membiarkan satu tangannya disana.

Soeun tampak hanya tersenyum melihat wajah tenang dan damai Yesung ketika ia terus menatap air. Di bawah sana, beberapa ikan koi yang berada di kolam tampak mendekati jemarinya dan mereka berkumpul disana.

Soeun tiba-tiba ingat sesuatu, tangan kanannya bergerak begitu saja ketika ia mengingat sesuatu. Ia mengangkat tangannya dan menatapnya sebentar sebelum kembali menatap tangan Yesung yang masih berada di dalam kolam. Wajahnya memerah begitu saja mengingat bahwa sebelumnya tanpa sadar ia tak menggenggam dan menarik tangan itu berkali-kali.

“Huh, ini sedikit geli..” Seru Yesung sedikit tertawa kecil. Hal itu membuat Soeun kembali tersadar dan menggenggam tangannya lagi. Soeun kemudian kembali melirik Yesung.

“Aku baru menyadarinya kalau kau terlihat berbeda dari sebelumnya, Yesung-ssi..” ucap Soeun pelan sambil memeluk kakinya dan meletakkan kepalanya pada betisnya yang menjadi datar karena posisi berjongkoknya.

“Benarkah? Apa yang berbeda?”

“Rambut..”

Yesung tersadar, ia tersenyum kecil karena mengerti. “Hum, bukankah waktu itu rambutku masih pirang ketika kita terakhir bertemu?”

“Hum, dan sekarang hitam..”

“Aku memang senang berganti gaya rambut ataupun warna rambut ketika aku sudah bosan dengan gaya sebelumnya. Seminggu yang lalu aku sedikit memotongnya dan membiarkannya berwarna seperti seharusnya. kenapa? Apa terlihat aneh?”

“T-Tentu tidak. Hanya, itu membuatmu sedikit terlihat berbeda..”

“Berbeda?”

“Hum..” Soeun mengangkat wajahnya lagi dan mengangguk. “Aku tak tahu ini benar-benar berhubungan dengan sebelumnya atau tidak namun kau terlihat lebih tenang dan lebih damai dengan rambut itu. Kau tak sama sekali terlihat seperti berandalan, kau terlihat seperti seorang laki-laki yang berhati lembut dan penyayang..” jelas Soeun dengan serius, menatap dalam mata Soeun tanpa sadar.

Sementara Yesung tertegun sendiri mendengar perkataan Soeun. Ucapan itu.. entah kenapa terdengar seperti sesuatu yang membuat sesuatu seperti menyelimuti bagian hatinya. Hal itulah yang membuat Yesung hanya balas menatap mata caramel Soeun tanpa mengatakan apapun.

Oh my God!

Soeun seperti tersadar dari sebuah mimpi, ia dengan cepat terkejut dan panik dengan apa yang baru saja dikatakannya. “A-A, Maksudnya adalah—“

Soeun sedikit kaget ketika Yesung meraih satu tangannya, memaksanya untuk kembali menatap mata Yesung. Menemukan kembali sepasang onix hitam itu.

“Kenapa?” Yesung bersuara dengan nada pelan, terdengar ambigu.

“H-huh?” Soeun balas bertanya bingung atas pertanyaan Yesung yang tak ia fahami.

Yesung baru saja hendak mengatakan sesuatu lagi ketika tiba-tiba sesuatu yang basah menitik di wajahnya. Kedua orang itu kaget, melupakan perbincangan mereka sejenak dan menengadah kepala menuju langit.

“Hujan!” Soeun berseru agak panik sambil menatap Yesung. “Yesung-ssi, ayo kita berteduh di kuil!” ajaknya kemudian.

Yesung yang awalnya ingin menyampaikan sesuatu tampak berfikir sejenak dengan kata-kata Soeun, namun pada akhirnya ia mengangguk.

“H-Hum..”

“Ayo!”

Soeun menarik tangannya dari pegangan Yesung sebelum berganti mengganggam pergelangan tangan Yesung. Ia kemudian menarik Yesung untuk ikut dengannya yang mau tak mau membuat Yesung harus mengikutinya. Tak lama hujan lebat segera berjatuhan dari langit.

Sepasang anak muda yang baru bertemu dua kali itu segera berteduh di teras kuil Gakwonsa yang berada di salah satu bagian samping kuil terkenal itu. Keduanya tampak sedikit basah karena hujan lebat yang benar-benar turun tiba-tiba. Sementara mereka berada belasan meter dari tempat berteduh ini.

“Sedikit basah..”

Yesung tampak sedikit mengeluh sambil mengelap sisa-sisa air yang berada di rambut serta kulit tangannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Soeun yang tampak juga cukup basah, gadis itu tampak sedikit memiringkan wajahnya ke arah kanan untuk menyeka bagian rambutnya yang cukup basah. Namun seketika ia tak jadi melakukannya dan berganti malah melongo menatap kearah dimana ia hendak memutar kepalanya.

“Soeun-ssi, ap—“

Yesung juga menghentikan kata-katanya ketika ia ikut melirik ke kanan dan seketika menemukan apa yang dilihat Soeun. Ia juga langsung agak terpana setelah itu.

Teras itu berada di bagian samping kiri dan disana sepi. Saat ini hanya ada empat orang yang berada di tempat itu yaitu sepasang anak muda yang berdiri berdampingan sambil melirik bersamaan kearah kanan dan sepasang lainnya yang berada dipojok kanan sambil berbagi kehangatan. Keduanya tampak saling berpelukan intens dengan kondisi bibir yang saling bertautan – tak mengacuhkan sepenuhnya orang-orang di sekitar mereka.

Yesung adalah orang pertama yang tersadar dari keadaan kurang mengenakkan itu. Pemuda itu tampak berdehem pelan sambil mengalihkan perhatiannya kembali ke depan, berniat membangunkan Soeun juga dengan dehemannya tersebut.

Soeun tersadar, dengan wajah memerah ia segera membuang wajah. Oh ayolah, ini adalah kuil, tempat beribadah bagi sebagian orang namun kenapa dua orang ini malah…

Soeun tak melanjutkan kata-katanya sambil semakin memalingkan wajahnya. Ia cukup senang begitu melihat ada sebuah pintu di dekat sana.

“Ayo..”

Soeun hanya menyikut pelan Yesung kali ini sambil terlebih dahulu bergerak dari tempat itu dan dengan cepat meraih pintu. Yesung tampak mengikutinya setelah itu, setelah sebelumnya sempat mencuri pandang ke arah dua orang yang terlalu asyik dengan kegiatan mereka itu sekali lagi.

“Aku heran kenapa ada orang korea yang seperti itu? Mereka seperti orang barat saja yang seenaknya bisa pamer kemesraaan di depan umum. Tidakkah mereka tahu tempat sedikit!”

Soeun terus mengomel tanpa henti semenjak mereka memasuki pintu tadi dan menempuh sebuah lorong-lorong kuil yang terlihat cukup kuno. Yesung yang mengikutinya tampak hanya tersenyum kecil.

“Itu bukan hal aneh lagi, aku sering menemukan hal yang seperti itu di tengah jalan..”

“Benar, itulah mengapa aku mempertanyakan kewarganegaraan mereka. Aku ragu mereka itu adalah orang korea..”

“Mungkin salah satu dari mereka kedinginan dan pasangannya hanya ingin membantunya dari rasa dingin..” Yesung menyahut santai.

“Mana boleh begitu. Itu benar-benar memalukan..” Soeun terus mengomel panjang dengan wajah kesal berat. Namun sebentar ia menghentikan langkahnya, menoleh pada Yesung. “Atau jangan bilang kau juga sering melakukannya?”

“Eh?” Yesung kaget tiba-tiba ditanyai begitu.

“Kau membela mereka, kau bilang itu hal yang biasa. Aku curiga jangan-jangan kau juga sering melakukannya mengingat kau mempunyai banyak fans wanita. Atau bahkan lebih? Seperti yang kita dengar sebelumnya ketika kita di kamar hotel itu?” Tanya Soeun dengan nada sedikit menyudutkan, memaksa dan tidak suka.

“H-Hey..” Yesung berubah gugup ditanyai terlalu frontal, apalagi dengan pertanyaan pribadi seperti itu.

“Jadi kau juga sering melakukannya?” Soeun sedikit memicingkan matanya, lebih menyelidik.

“Tentu saja tidak!” Yesung akhirnya membantah, sedikit keras. “Akukan sudah bilang, aku memang berandalan. Aku tidak suka bermain wanita!”

“O-Oh..” Soeun menyikapinya pelan sambil mengangguk, baru tersadar sekarang bahwa ia terlalu emosi ketika menanyakannya tadi. “Aku hanya ingin tahu saja karena aku bingung kenapa setiap bertemu denganmu aku merasakan pengalaman aneh seperti itu. Kemarin di hotel dan sekarang di tempat ini, aneh..”

“Huh, dasar aneh..” Yesung mencibir. “Menuduh hanya karena bingung, nadanya juga mengintimidasi tanpa sebab sehingga menyudutkan orang yang ditanya. Atau jangan-jangan kau mulai menyukai dan cemburu ya?” Tanya Yesung sedikit tertawa kecil.

“Tentu saja tidak!” Soeun menyahut dengan kesal sebelum berbalik dari tempatnya dan mendekati tengah kuil yang dipenuhi oleh orang-orang yang sembahyang. Ia terdengar masih mengomel daritadi.

Yesung hanya tersenyum kecil melihat tingkah Soeun. Ia geleng-geleng sendiri sambil mendekati Soeun.

Soeun tampak sibuk memilih beberapa kertas berwarna-warni yang ditata disana untuk keperluan sembahyang. Ia tampak hanya menatap Yesung sedikit datar sebelum kembali sibuk dengan pekerjaannya, terlihat masih sebal dengan hal tadi.

Sementara itu Yesung tampak hanya tersenyum kecil tanpa berniat terlalu memikirkannya. Pemuda itu saat ini memilih menatap semua benda-benda di depannya yang digunakan untuk sembahyang oleh orang-orang yang berada disini. Hingga tiba-tiba pandangannya menemukan sesuatu.

“Sebaiknya kau mulai memilih kertasnya, lalu kali ini benar-benar ucapkan harapanmu..” ujar Soeun dengan wajah datar kini. Yesung tampak melirik sebentar padanya, sebelum kembali berpaling setelah Soeun sibuk melipat kertasnya untuk kemudian di bakar pada sebuah lilin besar yang menyala disana.

Yesung menggerakkan satu jemari tangannya dan mengambil sebuah lilin kecil yang berada disana. Pemuda itu tampak tersenyum sambil menatap benda itu sejenak, sebelum akhirnya mendekatkan benda itu menuju lilin besar yang menyala di depannya – membuat sumbu lilin kecil itu dinyalai api.

Soeun yang telah selesai dengan kertasnya baru saja hendak memejamkan mata untuk berdoa ketika tiba-tiba sesuatu yang menyala diulurkan padanya. Soeun menatap heran lilin di depannya sebelum beralih pada pemberinya – Yesung.

“Dua minggu lalu kau bilang bahwa meniup lilin adalah hal yang terpenting dalam sebuah pesta ulang tahun. Karena kau telah memberikan aku satu lilin sebelumnya maka karena kau kini berulang tahun aku melakukan hal yang sama. Sebagai ucapan untuk sebuah hari kelahiran..” jelas Yesung pelan sambil berganti menatap Soeun dan lilin di tangannya.

Hati Soeun menghangat tiba-tiba, jantungnya berdetak begitu saja. Sungguh, ini benar-benar bukan hal sederhana yang tak disangka efeknya besar sekali. Ia seperti tersengat sesuatu.

“Kenapa? Tak suka?” Yesung menatap heran karena Soeun tak melakukan apapun selain terus menatap matanya dengan pandangan tersentuh. Soeun kemudian tersadar.

“Ng, B-Bukan, T-Tentu aku suka. Terima kasih..”

“Tidak masalah, toh aku mendapatkannya gratis..” Yesung terkekeh kecil sambil mengambil kertas doa yang sudah hampir menjangkau tangan Soeun. Ia kemudian kembali menatap Soeun. “Sekarang tiuplah..”

Soeun menganggukkan kepalanya, begitu bahagia begitu saja. “Y-Ya, tapi aku akan membuat harapan dulu..” ujar Soeun sebelum memejamkan kedua matanya lagi. Membisikkan harapannya.

Yesung memiringkan wajahnya untuk lebih jelas menatap wajah Soeun yang memang lebih pendek darinya. Tatapannya kembali melunak dan mendalam begitu saja.

“Ayo, sekarang tiup lilinya Yesung-ah!”

Boram berseru senang sambil mengulurkan sebuah tart yang dihiasi lilin-lilin yang menyala di atasnya. Ia mengulurkannya pada Yesung.

“Baikla—“ Yesung yang baru ingin membuka mulutnya untuk meniup lilin-lilin itu menghentikan gerakannya ketika Boram menarik kue itu lagi.

“Tch, ucapkan dulu harapanmu..”

“Huh?

“Harapan, Yesung. Doamu di usiamu yang sekarang. Kau harus mengucapkannya dulu sebelum meniup lilinya agar keinginanmu terkabul..”

“Tch, aku tak percaya hal seperti itu, Boram. Jadi langsung saja, ya?

“Tidak. Tch, kau ini selalu bersikap sok cool begitu. Baiklah, aku saja yang menggantikanmu kali ini. Aku yang akan membuatkanmu harapan lalu setelah aku membuka mata kau tiup lilinya, ok?” Tanya Boram memutuskan begitu saja. Yesung hanya mengangguk patuh.

“B-Baiklah..”

Boram menghirup nafas sebelum menutup kedua matanya. Sementara Yesung hanya memperhatikannya dengan sedikit bingung. “Ya tuhan ini adalah hari ulang tahun Kim Yesung. Maka dari itu, aku Jeon Boram sebagai sahabat terbaiknya berharap agar kau selalu menjaga dan melindunginya, selalu membuat ia bahagia..”

Ekspresi Yesung sedikit berubah mendengar barisan harapan Boram yang ia baca dengan cukup lantang. Yesung tiba-tiba terdiam begitu saja mendengar harapan dari Boram untuknya.

“Ya tuhan, Kim Yesung yang bodoh ini terlalu kesepian, dia bahkan tak punya teman selain aku. Jeon Boram memohon padamu agar kau mau membuat kedua orang tuanya cepat sadar dan mulai memberikan ia kasih sayang. Kalau bisa, buat bangkrut saja salah satu perusahaannya diluar sana..”

Yesung tidak tahu mengapa tapi rasanya ia menjadi ingin menangis begitu saja mendengar harapan aneh dan sedikit ‘kurang ajar’ Boram. Ia kembali terdiam, menatap gadis itu kembali.

“Kim Yesung ini anak yang baik, tuhan. Jeon Boram berani menjaminnya. Jadi jangan buat ia akhirnya menjadi anak nakal hanya karena merasa kurang diperhatikan..”

Merasa benar-benar tak tahan begitu saja hingga akhirnya air mata Yesung menetes bersamaan dengan Yesung yang mendekatkan wajahnya pada wajah Boram.

Soeun yang baru saja hendak menyelesaikan doanya tiba-tiba membuka matanya begitu merasakan sesuatu yang lembut di bibirnya. Untuk menemukan bahwa sesuatu yang lembut itu adalah bibir milik Yesung.

Kenapa? Yesung bertanya dalam hati ketika matanya tiba-tiba memanas bersama dengan hatinya yang terasa begitu pilu. Dan ketika cairan itu benar-benar ingin keluar begitu saja ia menjauhkan lilin itu dari dekat wajah Soeun dan berganti mendekatkan dirinya sendiri pada Soeun. Hanya mengikuti apa yang saat ini sedang diteriakkan oleh hatinya. Hingga ia menyentuhkan bibirnya ke bibir Soeun.

Soeun begitu kaget, ia dapat rasakan itu. Namun ia benar-benar tak bisa untuk mengontrol tubuhnya sendiri untuk berhenti melakukan sesuatu yang tidak benar ini, tak bisa berhenti menangis. Hingga bibirnya mulai bergerak dengan masih sedikit bergetar.

Soeun menggenggam kaosnya, Yesung tahu ia begitu gugup dan masih begitu shock. Namun sejauh ini Soeun sama sekali tak menolak perlakuan ‘tak beretika-nya’. Gadis itu malah ikut menggerakkan bibirnya, sedikit membukanya agar Yesung bisa lebih mudah mengulum bibir bawahnya. Mungkin ia sebenarnya juga menginginkan hal ini.

Juga menginginkannya?

Yesung benar-benar tersadar sepenuhnya hingga ia membuka matanya yang sedari tadi terpejam erat. Ia benar-benar kaget dengan apa yang telah ia lakukan, ia melepaskan ciuman itu. Mendatangkan kekagetan yang baru bagi Soeun.

“M-Maafkan aku, S-Soeun-ssi..” Ucap Yesung benar-benar terlihat kalut. Pemuda itu segera beranjak dari tempat itu dengan ekspresi wajahnya yang tidak baik-baik saja. Meninggalkan Soeun yang tampak masih tidak terlalu mengerti dengan apa yang terjadi. Soeun terdiam, menyentuh bibir lalu dadanya, merasakan benar sesuatu yang terasa begitu hebat.

Yesung berjalan dengan cepat menempuh jalan yang ia dan Soeun lalui sebelumnya sambil masih menyesal dan merutuki dirinya sendiri. Yesung merasa buruk, benar-benar merasa begitu buruk. Ia merasa malu dengan apa yang baru saja ia lakukan pada gadis seperti Soeun, padahal dengan jelas sebelumnya bahwa tindakan itu dibenci Soeun.

Yesung sebenarnya juga tidak tahu, ia tak tahu mengapa ia bisa berbuat sesuatu yang tidak disangka seperti ini. Melakukan kesalahan yang begitu fatal dan besar, mungkin tak ubahnya bagai seorang brengsek yang suka mempermainkan wanita yang daridulu ia yakinkan bahwa dirinya tidak akan pernah seperti itu. Namun, ia yang terlihat saat ini benar-benar seperti itu, bahkan lebih.

Langkah Yesung terhenti ketika hujan yang lebat menghadangnya ketika ia sampai di teras yang tadi. Rasa malu yang ia rasakan hampir saja membuatnya menempuh hujan begitu saja untuk melarikan diri, namun ia sadar bahwa ia tak bisa meninggalkan Soeun. Mengingat nama itu membuatnya kembali menoleh ke belakang.

“Yesung-ssi!”

Benar, yang ditunggu datang tak lama setelah itu. Gadis itu tampak langsung mendekatinya dengan wajah panic bercampur lelah karena berlari mengejarnya.

“Ada apa? Apa yang terjadi?”

Yesung tak langsung menyahut, ia menatap gadis yang saat ini sudah berada di depannya dan terlihat begitu bingung.

“A-Aku benar-benar tak bermaksud kurang ajar, sungguh. Hanya saja, hanya saja..” Yesung tak melanjutkan kata-katanya, sedikit menundukkan wajahnya. “Mohon maafkan aku..”

“Aku bukan untuk menanyakan tentang maafmu, tapi menanyakan dirimu. Apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba… terlihat begitu buruk?”

Yesung mengangkat wajahnya kembali menatap Soeun, tak bisa disembunyikan ia harus menunjukkan air matanya di depan Soeun saat ini. Mengalir bersama hujan diluar sana. “Kau begitu seperti dia, bahkan dia seperti hidup dalam dirimu. Aku tak tahu, tapi.. aku sama sekali tak berniat jahat. Aku begitu menyesalinya..”

Soeun juga ikut sedih, air matanya juga ikut mengalir begitu saja. “Jadi kau menciumku karena aku mengingatkanku padanya?”

“A-Aku hanya..” Yesung menundukkan wajahnya. “Aku tak mengerti, namun.. sudah lama aku tak merasakannya. Maksudku, setelah pertemuan waktu itu entah kenapa aku merasakan sesuatu yang salah. Ketika kita berpisah waktu itu, tanpa kau sadari aku berbalik untuk melihatmu yang menjauh. Hatiku hancur disana, merasa bahwa aku tidak bisa membiarkannya pergi lagi. Hari-hari setelah hari itupun berbeda, aku tak bisa melakukan apapun karena fikiranku dipenuhi oleh sesuatu yang membuatku merasa tak tenang. Aku kembali ingin mengingat hari ulang tahunku setelah hampir lima tahun aku melupakannya. Hingga, ketika aku temukan surat Kangin aku akhirnya tahu bahwa setidaknya aku harus menemukanmu, lagi. Dan, sejak hari ini kita bersama semua itu semakin jelas dan secara perlahan itupun membunuhku secara perlahan. Semuanya kenangan indah, namun.. hatiku sakit ketika aku melihatnya kembali..”

“Jadi artinya aku?”

“Aku tak tahu, tapi..” Yesung menundukkan wajahnya lagi, berat untuk mengatakan apa yang berusaha ia tahan. Namun akhirnya ia mengatakannya. “Aku membutuhkanmu. Rasanya akan menyakitkan kalau aku hidup seperti dulu lagi, seperti setelah ia pergi dan sebelum mengenalmu. Balapan liar lagi, terlibat pertengkaran lagi, hidup datar lagi, tanpa orang yang benar-benar peduli lagi..”

Soeun tak bisa menahan tangannya sendiri ketika mereka meraih pinggang Yesung. Memeluknya erat dan menyandarkan dahinya di bahu itu, menangis disana. “Kau tak bisa menyamakan seseorang dengan orang lainnya, Kim Yesung-ssi. Itu akan menyakitkan bagi semuanya. Bagimu, baginya, dan.. bagiku.”

“Oleh sebab itulah aku meminta maaf, mungkin aku harusnya memang tidak memperlakukanmu seperti ini dari awal. Aku tak boleh mengharapkan hal seperti ini darimu dari awal…” Yesung menyahut pelan, membiarkan Soeun memeluknya.

“Sama seperti bagaimana seharusnya aku tak mengharapkan hal seperti ini dari awal darimu..” Soeun menjawab pelan, sangat pelan.

“Apa maksudnya, Soeun—“

“Ayo membuat sebuah perjanjian..” Soeun menolak untuk melepas Yesung ketika Yesung hendak melepasnya demi mendapatkan jawaban untuk pertanyaannya sebelumnya. “Aku akan menjadi satu-satunya yang peduli padamu, namun kau membalas perasaanku padamu. Bukan karena aku mengingatkanmu pada Boram ataupun karena kami terlihat begitu mirip dalam beberapa hal. Tapi cintai aku seperti diriku sendiri, seperti seorang Kim So Eun..”

“S-Soeun-ssi..”

“Aku mencintaimu semenjak hari itu, berharap bisa menggantikan sosok Boram untuk berada disisimu. Alasan itulah membuatku merasa malu ketika pertama melihatmu di depan rumahku hari itu, alasan itu yang membuatku menghabiskan hari ulang tahunku bersamamu, alasan itu yang membuatku lebih menyukai dirimu yang berambut hitam, dan.. alasan itulah yang membuatku membiarkanmu melakukan hal yang kurang beretika padaku seperti yang kau lakukan di dalam kuil tadi. Adalah sebuah alasan yang sama..”

Yesung membalas pelukan Soeun dan menggelamkan wajahnya di bahu Soeun. Memejamkan matanya dengan erat demi mengeluarkan semua beban yang mengekangnya. “Tentu, kau bukanlah orang yang sulit untuk dicintai. Sama seperti bagaimana dengan mudahnya kau dirindukan..”

Soeun menganggukkan kepalanya, semakin mengeratkan pelukannya pada Yesung bersama Yesung yang semakin memeluknya erat. Keduanya menutup mata, membiarkan acuh pada semuanya; membiarkan hujan yang terus mengurung mereka, membiarkan dua pasangan tadi yang kali ini berganti menonton kemesraan mereka berdua, dan membiarkan sebuah fakta bahwa ini baru pertemuan mereka yang kedua.

>THE END<

How about this one? Was it good enough?

Mungkin masih ada yang berfikir ini masih sedikit gantung? Hehe, seperti biasa inspirasi selalu mengalir seperti air dan akhirnya aku menemukan ending yang seperti ini.

FF ini dibuat dua hari khusus untuk menyambut hari ulang tahun So Eun Unnie. Aku ditemani oleh lagu-lagu ‘Mellow Malam’ di playlist aku sehingga sepanjang cerita banyak sedikitnya emosi lagu-lagu yang aku dengar melebur ke dalam FF ini. Dan sejujurnya lagi, sebenarnya aku punya project membuat 3 oneshoot untuk tiga cowok lainnya yang bertema ulang tahun + sebuah FF bertema ulang tahun dari SUPER JUNIOR 10 MEMBER yang terinspirasi dari MV No Others. Namun semuanya jadi gak kesampaian karena aku waktu dan mood nulis yang gak memungkinkan. Sementara kalau dipaksa juga gak bakalan bagus – dan jadi. Jadi akhirnya hanya memilih membuat sequel untuk FF ini  karena aku fikir tentu unik kalau cerita bertema ulang tahun memiliki sequel tentang ulang tahun juga.

Baiklah, yang terakhir aku ingin mengucapkan happy birthday kepada kakak perempuanku yang sudah berguna banyak untuk menyalurkan inspirasiku; mulai dari dia hidup senang sampai ia menderita hehe. Aku berharap semoga kakakku ini kariernya kian sukses dan makin terkenal. Tawaran yang di dapat makin banyak dan fansnya tambah banyak. CHARRETDA!

Thank you, all ^^

53 Comments Add yours

  1. cucancie mengatakan:

    Yeayyy…suka endingnya so sweet,yesung masih aja keingetan sm boram,ahhh…tp akhirnya so eun ma yesung bs kisseu..eh…thor semangat terus ya bikin ff so eun n member SJ,,,selalu menunggu karya2 author selanjutnya…happy birthday kim so eun…

  2. rara mengatakan:

    dan seperti biasa ff eonni selalu jadi yg yang ter baik keren seru bangetttt poko nya semangat terus buat kak putri! Love u \m/

  3. aina freedom mengatakan:

    wahhh q senang skali put ..dg ff yg baru ini , benar2 so sweet yesso , klo kemarin yesung merayakan ultah nya bersama sso di hotel dan skrng sso merayakn ultahnya bersama yesung di kuil …pokoknya q senang bgt dg chemystry yesso pas bgt sm jalan ceritanya …@put ..imajinasi km bener2 daebekkk ..keren bgt . good joob put ..tetep semangt buat bikin ff sso .
    dan ku ucapkn selamat ultah buat sso semoga pnjng umur dan sukses dlm karier dan jodohnya ..amiinn

  4. Aulia Veronica mengatakan:

    FFnya keren eon (y) Like this (y)
    Ditunggu karya” selanjutnya😀

  5. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Terlihat beberapa emosinya….

    Ehhhmmmmm…
    Yg akhirnya jdiannn…
    Sso bakal cerita ke Sunny gag ya,klw dia kissing sma Yesung di kuil…
    Wkwkwkwkwkwk😀

    aduuhhh… Nae yeobo namanya cuman numpang lewat… *poke Donghae,Kyuhyun,Eunhyuk….

    Ditunggu karya yg laennya..

  6. tansyaLUv suju mengatakan:

    keren banget banget dech ffnya, feelnya dapat bnget. ditunggu karya2 selanjutnya ya chingu …

  7. yhulaiisoeun mengatakan:

    Yeayy YeSso couple… FavoritQ…🙂
    akhir.y sequel.y nongol juga… Waduh kisseu.y yesung ke sso dalam banget,, sangat menghayatii … Kkk ~
    smpat sedih jga,,yesung yg ingat boram terus,,trus sso yg smpat bingung karna yesung suka sama dy apa karna mirip boram apa gk… Tpii semua.y udah d.jelas … Dan cinta mereka bersatu … D.tambah efek hujan.y jadi romantis… Iaa,,kyak.y masih gantung nii,..mereka belum nikah soal.y … ;D
    Lau ada sequel.y pasti d.tunggu,,lau gk ada,,yaah gak apa apa… #padahalngarepbanget…. Hehehey.,
    lanjutan ff yang lain masih d.tunggu… Tetap semangat yah.. ;D

  8. Cloudy824 mengatakan:

    Sweet :* aq selalu suka karya2’mu thor…
    Apalagi kalo cast utamanya jongwoon, pasti aq baca ^^

    Ditunggu ff jongwoon lainnya yaa! Keep writing ♡ ^^

  9. Soeun mengatakan:

    FF nya so sweet eon (y)
    agk kesal dgn yesung yg menyamakan Sso sma boram

    hingga mreka trjebak di kuil karna hujan #lht kiss nd gugub dh

    dan kiss nya suka eon heheheheheh bnr2 romantis
    akhirnya yesso bersatu dan bwt uri Sso smoga pnjang umur dan sukses slaLU dlm cinta maupun karirnya

    ditunggu project berikut nya
    semangat

  10. tanti no kawai mengatakan:

    Wahhh…. Sequel ηγά̲̣̥ juga bertema ulang tahun…. Keren…kerennn…. (y)

    Ϋά̲̣̥ηġ kali Ĭηĭ yesung Ϋά̲̣̥ηġ menghampiri Sso η memastika perasa’an apa Ϋά̲̣̥ηġ menghinggapinya…. Ekekke

    Eh… Ƴɑ̤̥̈̊ ampunn…. Itu Hae-kyu-hyuk Ĵåϑΐ korban penolakan Sso ternyata… Ekekkeke

    Sunny keppoin Sso banget… Hahhaha

    Ĭηĭ feelnya dapet bangettt…. Apalagi past line yesung seakan melihat kembali ulasan2 kebersama’an ηγά̲̣̥ dengan cinta pertamanya sa’at bersama Sso…

    Dannn…. Yeaaa… Setelah bercampur aduk emosinya….
    Pada akhirnya mereka pun menyerah pada yakdir Ϋά̲̣̥ηġ mempertemukan mereka di Ђǻя̲I yaang “berbeda” kalo kata yesung… Ekkeke

    Goodjob putriiii….. Karya2mu selalu mempunyai sesuwatu Ϋά̲̣̥ηġ berbeda….🙂

    Selalu di tunggu karya2 Ϋά̲̣̥ηġ lain ηγά̲̣̥… ^^

    *aku pake email baru nih_kayaknya bakal nunggu moderasi dulu*ehehheh

  11. erika mengatakan:

    huaa…endingnya benar” So Sweet #pelukYesso
    suka bnget sama ff yg ini sama” mendapat kebahagian + kesedihan di hari ulang tahunnya🙂
    huh… gara” baca ff ini jadi suka bnget sama yeSso couple😉
    ditunggu ff lainnya….hwaiting!!!
    #HappySoeunDay

  12. Choi Shinae mengatakan:

    huaaaaaaaaa akhirnya rilis >.<

    mahluk aneh dr planet lain? kkkk ngakak bagian ini😄

    yesung jgn inget boram terus -.-

    awalnya nyangka bakalan yesung yg blg cinta.. tp semua diluar dugaan.. dan itu yg melakukan soeun. waaahh
    ceritanya bnr2 bkin haru senang sedih ..

    kereeeeennn..

    rasanya gak mau klo ff ini end disini😦
    *terlalu kebawa romance yesso😄

    buat author fighting… ditunggu karya selanjutnya ^^

    happy day kim soeun ~~^^

  13. ticha_ mengatakan:

    yesso is back!!!!😀
    Ga nyangka pertemuan mrka bkln dihari spesial*menurut ku/plaaakk😦 kekeke
    Hm….setiap tindakan sso ke yeppa pasti kenangan tentang boram muncul#sebel.com😦
    Kan kasian sso’a_
    Tapi_tapi_tapi akhir cerita so sweeeeeeeet baaangeeeet (>0<)/🙂
    Ugh_3 namja ditolak ama sso_cma buat yeppa _uh,,kasian_kekekeke
    Hm….Daebak!!!!!🙂
    Ff putri emank Semua'a DAEBAK!!!
    Q tgg karya putri laen'a
    Laaaanjuutt😀

  14. shane mengatakan:

    Wooooowwww……… Pas mantabb (y)
    Ni ff sangat berbeda put ..ultah yesung bertemu ultah soeun ..terlalu mengesankan buatku …:*<3 lope-lope dah :*
    Bener2 dpt penghayatannya (y) sampei kakak jg terbawa suasana bcnya …
    G thu mau ngomong apa lgi pokoknya pas n berbeda +full yeSso = (y)

    Sunny slalu menggoda sso + tingkah nya akhirnya ucapan sunny terkabul …geli dibagian ini😀
    Tdinya berpikir yeye hanya melihat bayangan boram didiri soeun tok…ternyata ada hal lain yg merasuki dirinya ghghhg

    Klo2 nanti ada inspirasi lgi buat sequel ni ff bolehlah put d tuangkan hhhhe ;;)

    Pupppuut @ ff na NS ….BBM…SSS hhhe (y)
    Espirit ………Espirit :*

  15. haekyusso mengatakan:

    Yeeeee,,,akhir y da lnjtn y wlpn dlm oneshoot lg,tp ttp bagusss dlm crt y🙂
    Jjiiahhh,,, Sso bnyk yg ngantri bt jd pacar y kyk kyu,hae,dan hyuk mlh d tolak -.-”
    Dan k temu yeppa jd dagdigdug dach!!! Smpt ksl jd sich wkt yesung dan sso jalan” brng tp yg keingat y slalu boram lagi boram lagi >,<
    Pa lg wkt yesung nyium sso alasan y dia jg keingat sm boram,,Tp untung lah yesung mau berusaha utk mlpkn boram dan sso jg brsh utk mndptkan cnt y yeppa🙂
    Di tunggu klnjtn ff yg laen y🙂

  16. ribka mengatakan:

    Happy birthday Kim So Eun!!!
    Wahh kok lee donghae di tolak??? Hahahaaa.. , yg penting happy ending ^^

  17. fishyfly mengatakan:

    wuuaah daebak author.keren !!
    aku suka suka banget ffnya..makasih author udh buat project special ff sso eonni.😉

    untuk eonniku.happy brithday semoga bertambah dapat lebih banyak cinta lagi dari angels🙂

  18. Esaa mengatakan:

    Agak gantung dikit & bener apa yang di bilang author ceritanya agak ngebut..
    Gantung apa yeppa bisa mencintai soeun tanpa bayang bayang boram,,_ dan soeun utang cerita tuh ke sahabatnya yang mulutnya kaya ember bocor itu *ups
    di tunggu lanjutan FF lainnya, fighting !

  19. sitieunnie mengatakan:

    sequelx bgus put

  20. sitieunnie mengatakan:

    sequelx bgus put..tp yg bgian trakhir wktu dkuil byk typox,sso yg sring kegnti sm boram..jd agk mngang9u jln critax..
    Overall sya suka..awalx sya gk nymbung kalo ini sequel dr ff sblmx..tp pas ibu sso blg kalo yeye shbtx kangin bru deh nyadar..hehehe😀
    trnyata sso yg lbh dlu mnyatakan cnta sm bang yeye..kirain bang yeye dluan.. :p

  21. senrumi mengatakan:

    Ni sequel yg edisi ultah yesung ya bgs tp knp aq krg dpt feel nya tp crtnya bagus kok
    ehmmm kpn bkn ff kyusso lg aq dah kagen ni
    semangato_O

  22. Deborah sally mengatakan:

    Yay happy ending😀
    jalan ceritanya nyambung banget dengan jalan cerita OS ultahnya yesung itu.

    Sumpah demi apa keren banget.

    #HappySoeunDay^^

  23. vaaani mengatakan:

    waaah beneran tebakan selama ini
    asikkkk, happy ending, nah loh perisiwa kuilnya, ckckckck
    sso kapan ke seoul nikah ma kim jong won biar bisa dijagain terus kaya kata boram, hahaha sumpah boram wat org tua jong won
    sippppo putri, lg lg

  24. Devi mengatakan:

    Cerita’a bgusss bNgeeeet,,,,,

    ENdiNg’a so sweet bNget mskpN yeppa msh kbyaNg ma boram,,,,

    D tNg2u thor karya laiiNya,,,,

  25. mizanafidausi mengatakan:

    eh ko ada nama lee hyukjae yang kasih kado ke sso? bukanya dia temenya yeye yang di seoul? hehehe…
    suka ma ceritanya,,,, tp lebih lucu pas yang sequel buat ultahnya yeye kemarin ^^
    soeun kemakan omonganya sendiri tuh, sekarang siapa yg bukan orang korea hehehe….

  26. Anna mengatakan:

    Prok prok keren keren,,sempet kesel coz yesung slu trbayang2 kbersamaan-ny sm boram smntara soeun yg disamping-ny,,tp maklum itu bru prtemuan kedua mrka smg prtemuan2 slnjtny mmbt yesung sdar akan prsaany ke soeun bkn hny plampiasan&bs mrubah-ny mnjd baik lgi,,nice story🙂

  27. lee_jihyun mengatakan:

    Kerennnnn… Like this…🙂

  28. dyyyy mengatakan:

    so sweet bgt……
    ujan2 mrk pelukan n ciuman……

  29. Irnawatyalwi mengatakan:

    Trxata os in lnjtn dr os spesial ulthx yesung oppa, awalx g prnah brpikr os ulthx yesung oppa akn d pdukn dgn os spesial ulthx uri sso, put karya2mu memang daebak

  30. yolan mengatakan:

    Asik dibuatin sequel juga ff ini, seru, bgt yesung gak bisa lupa gitu aja sama so eun ^^
    Ahhhh ada kisu nya, khe,,,khe,,,khe,,, yeppa bisa aje ni nyium so eun di kuil asik dah
    Masing2 dah utarain perasan, endingnya juga bagus koq
    Happy b’day buat so eun eonni ^^

  31. Choi Hye Mi mengatakan:

    Q kira Yesung menyukai Soeun karna dia melihat boram di diri Soeun… Sempet was was jg.. Karna itu..
    Adegan kisseu jg… Sweet sh.. Tp bkin deg degn…
    N Saengil Chukkae buat Eonniq tercinta… Kim So Eun… Semoga karirx mkin melejit.. N semua keinginanx.. Terkabul Amiiin..
    Putrii…. FF lainx jngan lupa d lnjutin yea….
    HARU it yg q tunggu2… Semangaaaatt!!

  32. vani mengatakan:

    horeee ada jg sekuel nya
    emng ff eonni keren2 lah
    selamat ulang tahun sso eonni

  33. Niniet mengatakan:

    Sequel yang tak pernah dibayangkan , ternyata dengan tema yang sama ulang tahun, pertemuan pertama mereka yang p[enuh kesan benar2 terpatri di hati mereka hingga akhirnya sebuah surat dari Kangin yang di temukan Yesung menuntunny pada takdir cintanya.. ah romantissss….putriiii…kamu benar2 jagonya..kkk~ selamat ulang tahun Kim So Eun , semoga percintaanmu di kehidupan nyata (dengan siapapun nanti,) akan sama dengan kisah percintaanmun di ff yang author2 bikin ,tentu saja FFnya yang berakhir happy ending…:)

  34. yuniarti_noey mengatakan:

    this is daebak………..dpt bngt feelnya

  35. princess ice mengatakan:

    huwaaaaa…. keren,oke bgt bgt bgt bgt…
    so sweettt🙂😉
    pengen ulang tahun kaya sso eonni!! yeyenya keren bgt.. sso’a lucu… pas mantap… aaakkhh terlalu seneng baca nie ff soalnya moment’a pas bgt. pas ultah yeye pas ultah sso…
    aku suka kata2 d endingnya. ya,ini memang pertemuan mereka yg kedua tapi sangat sangat sangat berkesan bukan. putriii…bkin OS kyusso,haesso,hyoksso,wonsso,kalo perlu teuksso hhaa #ngeborong# 2 ffmu ini sangat manis kaya vanilla ice cream milky chocolate yg lumer d tenggorokan..ummm sweet..
    yah yah yah neng geulis(cantik) kalo berkenan bikin OS bwt 3 cwo ganteng lainya..ditunggu..
    sukses!! :*

  36. Safriyanti mengatakan:

    Trkdang cnta to mrmang rumit n gk msuk akal,,,
    prtmuan yesso shri bsa buat yesso sling mrndkan,,,
    ysung psti alibi doang to ngntar surat pdhal mank mo ktmu sso,,,
    sprti kta,a tad susah mncntai n mrndkan sso,,,,
    slamt ulg thun sso oenni,,,,

  37. Luthfiangelsso mengatakan:

    woww suka suka bgt🙂
    hayooo dong buat sequelnya lagi ya put😉
    astaga… pokonya suka ma ff ini daebaakkkk !!

  38. Kyusso shipper mengatakan:

    kok nangis? sedih ih kak? kalau nawar minta sequel boleh gak? wkwk
    feelnya dpet bgt :’) ditunggu kakak ff lainya + lanjutan ff lainya fighting!

  39. andri susilowati mengatakan:

    waaa telat baca saya.
    kkk akhirnya ada kelanjutannnya.
    dan akhirnya mereka bersatu.
    keren bgt ceritanyaaaa.
    sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.
    lanjut ff lain thorrr

  40. park handal mengatakan:

    kacau eon..aku selalu suka ff mu..kata katanya enak dibaca…. aku saranin jangan dibikin sqelnya..kenapa?…ceritanya cukup sampai disini.pas gitu…ayo eon ffmupostingkan lagi..heheh hwaiting!!!

  41. Dear Dhiyah mengatakan:

    bersatu juga mereka ..🙂
    Happy B.Day buat Yesung oppa n So eun eonni *telat lu!!!!

  42. Dizha adrya mengatakan:

    Huaaa ff nya keren n crtanya jg mnarik akhrnya ni lnjutan nya n chukkae buat yesso huaaa yesso forever huaaa tp sya telat bca n komennya😦

  43. Minda amalya mengatakan:

    Wah like this loh! Keren!

  44. Kim Ra rA mengatakan:

    Baru buka blog nya putri lagi! Ternyata ada ff yang belum kebaca,,

    Masih agak bingung soalnya belum baca OS yang Di Protec itu,,, ;(

    Ceritanya seru apalagi pas yang Di Kuil itu,,,, hehehe Sunny temen yang bikin gregetan masa hoby banget bikin Sso Mati kutu hehehe

  45. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Yayy..! Finally, ffnya kece..
    Aku suka endingnya..
    Tapi kak, btw eunhyuk kan tadinya ada scene sebagai teman Yesung di ‘I’m in your day’ tapi kenapa dibagian awal ada nama hyukjae lagi sebagai temen soeun yg kasih kado..😐
    oke deh, ditunggu karya selanjutnya ya kak😉

  46. Sendy Sekar W mengatakan:

    keren endingnya xD
    haha lucu waktu sso ngomel2 sendiri waktu ngeliat orng lgi kissingan xD
    ditunggu karya selanjutnya🙂

  47. Melli mengatakan:

    Ff nya seru, akhrnya mereka bersama, dan mengungkapkan apa yang terpendam

  48. nisag1190 mengatakan:

    FF ini si Soeun unyu banget yeee, bner2 berasa gadis imut n lucu, ngegemesin, akhirnya mereka ktemu lgi, stelah nginep di hotel bareng yg gk ngapa2in, klo jdi sso sich gw bkal ngerasa curiga jg ma yeye, secara keliatan klo dy cinta bget ma boram, tpi ending’y manis…. Dan yg bikin aye sbgai reader nyengir2 adalah note sang author di bag akhir, ngucapin birthday buat sso, sambil curhat klo sso udah dibikin dri seneng mpe menderita buahahahah, gpp dek kyak’y sso ikhlas kok, aplgi klo m’hasilkn krya yg keren, rela diaaa, jgan lupa bayar royalti aje yeeee qiqiqiqi

  49. dhyanqueena mengatakan:

    sso keren dech bs dewasa kyk gitu, agak sebel juga sich wkt ada flashback boram yesung,,, nyesek jg.. hehe
    tp terobati dgn happy ending

  50. aidayohei mengatakan:

    Ending yg manis… bahasa yg indah. Thanks author

  51. deewookyu mengatakan:

    Like It

  52. 2425yy mengatakan:

    wah author, berharap author bwt chapter kisah mereka ini…
    ttg yesung yg msh suka ikt balapan liar, plus so eun yg brusaha bkin dy sadar., tw ad gangguan dr orng ketiga, tp ttp brhrp moment mereka yg dominan, heehhehe, ngarep banget nih…

  53. rizki mengatakan:

    bagus ceritanya, cuman aku rada bingung sedikit bacanya, tpi endingnya kurang romantis, padal kan keren klo endingnya romantis,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s