~ The National Little Sister Part 2 (Love Is… That Was) ~


The National Little Sister Part 2 (Love Is… That Was) | Cloudyelfputriandina | Comedy Romance, Friendship, Family | PG-13 | Kim So Eun, Cho Kyuhyun, Kim Jong Woon (Yesung), Kwon Yuri, Choi Jinri (Sulli), Choi Minho, Shim Changmin, Park Jiyeon, Krystal Jung Soojung,Park Sooyoung (Lizzy After School), Cho Ahra, Kim Jonghyun, and other

littlesister2

Summary             : Langkah kedua, mulai pelajari setiap jenis cerita cinta.

Soundtrack         : Soeun’s Part – IU (Peach), Yesung & Yuri ‘s Part – After School (First Love), Minho & Sulli’s Part – Jung Sisters (Butterfly).

Warning              :               Typo(s), OOC, Alur aneh

*The_National_Little_Sister_Part_2*

.

Soeun menuruni tangga rumahnya dengan wajah cemberut. Dengan langkah kaki yang sengaja dihentakkan ia berjalan ke arah meja makan – mendatangkan tatapan dari Nyonya Kim yang sedang menata makanan di meja makan.

“Kenapa wajahmu seperti itu sementara kau akan pergi kuliah, huh?” Tanya Nyonya Kim pada putri tunggalnya itu.

Soeun mendesah malas, menghempaskan tubuhnya ke atas sebuah kursi yang biasa ditempatinya.“Tidak ada!”Serunya tak santai.

“Kalau tidak ada kenapa wajahmu cemberut begitu?Juga kenapa nada bicaranya tak enak?”

“Aku sedang emosi..”Soeun menyahut singkat, mencomot salah satu roti yang terletak di meja makan.

“Emosi pada siapa?”

“Pertama pada laki-laki kurang ajar nan mesum yang kemarin seenaknya menciumku yang kedua kepada laki-laki bernama Kim Yesung.”Jelas Soeun masih dengan wajah kesal, menggigit rotinya dengan sedikit beringas.

Nyonya Kim terkekeh. “Well, aku mengerti kenapa kau benci laki-laki yang pertama tapi Kim Yesung? Apa salahnya dia karena kau tiba-tiba emosi padanya pagi ini? Padahal biasanya setiap pagi kau selalu menceritakan pemuda itu dengan wajah berbunga-bunga..”

“Kapan wajahku ada bunganya?”Soeun mendelik sebal pada wanita yang melahirkannya itu, mendatangkan tertawa kembali bagi pihak lawan bicaranya.

“Maksudnya bukan bunga yang sebenarnya, tapi wajahmu yang terlihat senang setiap kali menceritakannya, sayang.Kenapa pagi ini berbeda?”

“Dia membuatku sebal karena ia tak mengingat hari apa hari ini..”Soeun menyahut malas.

“Tak mengingat hari ini?”Nyonya Kim mengerutkan dahi tak mengerti.Ia menatap putrinya lagi. “Memang hari apa hari ini?”

“Tentu ibu juga tak akan tahu. Hanya aku dan dia yang tahu hari apa hari ini, dan.. dia sepertinya tak mengingatnya. Entah fikirannya kemana..” celoteh Soeun panjang sambil terus mengunyah makanan di mulutnya.

Nyonya Kim tersenyum melihat tingkah putrinya tersebut, ia menarik bangku yang terletak di hadapan Soeun sambil menatap putrinya itu. “Kalau menurut ibu ya, mungkin saja Yesung tidak sengaja melupakannya. Yesungkan sedang sibuk, jadi mungkin fikirannya terlalu dipenuhi oleh pekerjaan sehingga melupakan apa artinya hari ini untuk kalian berdua. Kenapa tak kau temui saja ia dan mengingatkannya, hum?”Tanya Nyonya Kim lembut sambil mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut Soeun.

“Mengingatkannya?”Soeun terdiam sambil berfikir, membiarkan sentuhan lembut ibunya menyentuh pucuk kepalanya disaat yang bersamaan.“Sepertinya ide bagus!”Ucap Soeun tiba-tiba dengan senyuman di wajahnya.

Nyonya Kim tersenyum puas, menarik tangannya kembali dari kepala Soeun. “Baguslah, ibu yakin Yesung akan mengingatnya..”

“Hum..”Soeun menyahut bersemangat sambil menganggukkan kepalanya.

Changmin dan Minho sudah berada di depan rumah Kyuhyun pagi-pagi begini. Ketiganya memang sengaja janjian berangkat ke kampus menggunakan mobil Changmin setelah Kyuhyun memintanya semalam.

“Kemana sih anak itu?” Changmin berhenti bercanda dengan Minho karena Kyuhyun tak juga kelihatan, ia dan Minho sama-sama memeriksa jam tangan mereka.

Sebenarnya ini bukan menjadi kebiasaan ketika mereka berangkat bersama ke kampus. Biasanya hanya mereka berdua yang berangkat satu mobil karena mereka berdua terlibat dalam club basket yang sama, sementara Kyuhyun lebih sering memakai mobilnya sendiri. Hanya saja hari ini istimewa karena Kyuhyun yang meminta mereka untuk berangkat bersama – badannya masih terlalu sakit untuk mengemudi katanya.

“Kalian sudah disini?”

Suara Cho Kyuhyun terdengar tak lama setelah bunyi pagar yang bergeser. Kedua pemuda itu mengalihkan perhatian ke arah sana.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau lama sekali, huh?” Omel Changmin pada sahabatnya itu.

Kyuhyun tak lantas menyahut, ia berjalan sedikit pincang karena kaki dan tubuhnya memang masih cukup tak nyaman digerakkan. “Apa maksudnya dengan lama? Biasanya aku memang berangkat jam segini..” sahutnya santai.

“Jangan samakan kami dengan pemalas sepertimu..” Minho memutar matanya bosan. Menatap sepupunya itu sambil melipat kedua tangannya. “Lagipula sejujurnya kami sedikit tak bersedia membawamu. Masalah kita semalam belum selesai.”

“Tch, harus berapa kali aku jelaskan? Semua itu kecelakaan..” Kyuhyun menyahut bosan.

“Sayangnya kami tak percaya..” Changmin mencibir dan Minho mengganggukinya.

“Ah terserahlah..” Kyuhyun memutar bola mata bosan sambil berniat menaiki mobil di samping jok pengemudi. “Ayo berang—“

“—Tunggu. Siapa suruh kau duduk di depan?” Changmin melarangnya sambil menarik kemejanya hingga Kyuhyun mundur ke belakang.

“Tch, memang aku duduk dimana lagi? Di bagasi?” Kyuhyun menyahut dengan seenaknya.

“Tentu saja di belakang, mengingat kau.. menumpang.” Minho mengangkat alisnya.

“Di belakang?” Kyuhyun sedikit melotot. “Bagaimana mungkin? Seharusnya kau yang di belakang mengingat kau itu adalah yang paling muda di antara kita bertiga!” Protesnya keras.

“Seharusnya..” Changmin berjalan santai sambil membuka pintu penumpang. “Tapi mengingat kami masih punya masalah denganmu, maka mau tak mau kau harus mengikuti kami kalau mau tetap berangkat bersama..” Jelas Changmin sambil mengangkat alisnya pada Minho. Minha terkekeh.

“Aish, kalian berdua ini sepakat mengerjaiku ya?”

“Memang!”

Kyuhyun menggertakkan giginya kesal sambil menatap dua orang itu. Sementara Minho dan Changmin berseringai licik. Kyuhyun menghembuskan nafasnya.

“Gara-gara The national evil Sister itu lagi, bukan? Aish, tidakkah kalian lihat aku cedera seperti ini? Kalian seharusnya bersimpati padaku, bukan kepada orang yang kalian bahkan tak kenal itu!”

“Sayangnya kami lebih percaya dia daripada kau..” Changmin menyela datar, berhasil membuat Kyuhyun hampir memukulkan kepalanya sendiri ke tembok terdekat.

“Benar!” Minho menjauhkan dirinya dari badan mobil dan menghampiri Kyuhyun. “Sudahlah, kita bahas ini lain kali. Sekarang ayo masuk mobil dan ayo berangkat..” ucap Minho sambil mendorong tubuh Kyuhyun memasuki mobil.

“YAH! HATI-HATI!” Kyuhyun mengomel panjang,  Mengaduh mengelus kakinya.

Sementara Changmin dan Minho malah saling cengengesan satu sama lain, mereka bergerak memasuki mobil dan menempati tempat masing-masing – mengacuhkan Kyuhyun yang terus mengomel daritadi.

“Pokoknya lihat saja! Kalau aku sudah sembuh, aku akan balas kalian berdua!”

Soeun mengintip diam-diam dari balik pintu ke dalam ruangan dimana Yesung biasa menghabiskan waktu bila ia mengunjungi agency. Di dalam sana dilihatnya Yesung sedang duduk bersama manager pribadinya.

“Jadi itulah jadwalmu dalam minggu ini. Terutama hari ini, kau akan melanjutkan Fanmeeting bersama Kwon Yuri berkaitan dengan produk aplikasi Game yang kalian iklankan bersama..” Manager Yesung yang bermarga Jung itu menutup gadget di tangannya setelah selesai membacakan jadwal kepada artisnya.

Yesung hanya menganggukkan kepalanya, ia meghirup nafas panjang sambil meminum kembali kopinya. Soeun terus mengintip, hingga ketika Manager Jung bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan, gadis itu mengambil kesempatan itu untuk masuk ke dalam.

“Yesung-Oppa..”

Yesung yang sejak tadi melayangkan pandangannya kearah luar melalui kaca gedung mengalihkan pandangannya. Ia tampak cukup kaget melihat gadis itu disana.

“S-Soeun?”

Soeun tersenyum senang, mendudukkan diri di hadapan Yesung. “Ne, ini aku..”

“Bukankah kau seharusnya kuliah jam segini?” Tanya Yesung sambil memeriksa jam di pergelangan tangannya. “Kau bolos kelas lagi?”

Soeun agak tergagap karena ditebak Yesung dengan benar. “A-Aa. Kenapa kau berada di Agency? Bukankah seharusnya kau syuting atau sejenisnya?” Soeun mengalihkan pembicaraan.

Yesung tersenyum kecil melihat tingkah Soeun, menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.  “Benar, ada beberapa hal yang harus kuurus disini. Sementara aku akan mulai ke lokasi sekitar pukul sebelas nanti..”

“Um..” Soeun mengangguk sambil terus menunduk.

“Kau sendiri?” Yesung balik bertanya pada Soeun. “Apa yang membuatmu bolos kuliah dan ada disini pagi-pagi sekali?”

“Um..” Soeun mengangkat wajahnya dan menatap Yesung. “Kalau aku bilang kalau aku ingin bertemu denganmu, apa kau percaya?”

Yesung terkekeh pelan, menatap gadis yang paling sering dipasangkan dengannya dalam membintai CF dan MV itu. “Ada urusan apa denganku hingga begitu ingin bertemu denganku?”

“Bukankah aku sudah sering jelaskan kalau aku menyukaimu?” Ekspresi Soeun terlihat lebih serius.

Tak bisa dilarang Yesung terkekeh kembali mendengar penuturan Soeun yang begitu jujur. “Tak heran gelar The National Little Sister begitu cocok denganmu. You fit them well..”

Soeun hanya menatap Yesung tanpa berkomentar, sebelum akhirnya berubah serius. “Kau tak ingat hari apa hari ini?” Tanya Soeun kemudian.

“Rabu? Kenapa?”

“Tentu bukan itu maksudnya..” Soeun berseru kesal, sementara Yesung tampak mengerutkan dahi tak mengerti.

“Lalu?” Tanya Yesung bingung.

Soeun semakin terlihat kesal mendengar jawaban Yesung. Ia bangkit dari tempat duduknya dengan cepat. “Entah!” Soeun menyahut datar sambil meninggalkan tempat itu, meninggalkan Yesung yang tak mengerti sama sekali.

“Kenapa?” Tanya bingung sambil berdecak pendek. Yesung geleng-geleng kepala sambil mengacuhkan hal itu.

“Menyebalkan, aku heran kenapa dia begitu cepat pelupa. Menjadi artis tak baik untuknya, dia menyebalkan!”

Soeun terus mengomel panjang sambil keluar dari lift yang berada di Agency-nya. Wajah gadis polos itu terlihat kesal, sangat kesal, hal itu diperburuk dengan wajahnya yang cemberut berat. Namun di tengah jalan ia berhenti melangkah dan mengomel, wajahnya terlihat lebih muram ketika ia menundukkan wajahnya semakin dalam.

“Berarti apa yang telah dia lalui bersamaku tidak berarti apapun baginya. Yesung-oppa bahkan tak ingat hari ini?” Ia menggumam pelan sambil menundukkan wajahnya semakin dalam.

“Hey, lihat siapa yang pagi-pagi berada disini..” Seru seseorang dari arah depan. Soeun mendongakkan wajahnya dan menemukan seorang gadis di depannya.

“Kau..” Soeun mendesis bosan, tak terlihat senang dengan pertemuan itu.

“Kenapa? Kenapa wajahmu begitu muram pagi, eh? Bukankah image seperti ini sangat tidak cocok dengan seorang The National Little Sister?” Gadis itu tersenyum tipis, terlihat mengejek.

“Benar, bukankah mengganggu The National Little Sister juga tak dibenarkan?” Balas Soeun dengan sebal.

Gadis itu tersenyum sedikit sinis lagi. “Kau yakin bisa menjadi Little Sister selamanya? Aku kira gelarmu tak akan lama..”

“Terserah kau..” Soeun memutar bola mata bosan sambil beranjak dari tempatnya, berniat melewati gadis yang juga artis Agency-nya itu.

“Tunggu..” Gadis yang dikenal dengan nama Lizzy Park itu kembali menahannya untuk meninggalkan tempat itu, kali ini dengan mengulurkan sejenis kertas brosur padanya. Soeun menatap datar benda itu.

“Apa ini?”

“Aku rasa melihat sendiri bukan hal yang menyakitkan..” ujar Lizzy sambil tersenyum tipis yang terkesan licik. Soeun menatap gadis di depannya itu dengan kesal sebelum akhirnya menarik kertas yang diulurkan tersebut untuk memeriksanya sendiri, dan tak cukup lama ekspresinya tampak berubah sedikit kaget.

“Kau menyukai Yesung bukan? Tapi setahuku dia tak suka gadis yang manja, dia suka gadis yang seksi. Seperti Kwon Yuri..” Lizzy tersenyum sinis penuh kemenangan melihat ekspresi Soeun tersebut.

Soeun menjadi lebih geram mendengar ucapan dari gadis di depannya itu. Ia meremas kertas di tangannya dan melemparkannya ke sembarangan arah.

“DIAM ATAU AKU MEROBEK MULUTMU!!” Seru Soeun emosi, Soeun tampak langsung meninggalkan tempat itu setelah itu. Pergi dengan hati yang begitu kesal, dimana sebaliknya – Lizzy malah tersenyum penuh kemenagan melihat kepergiannya.

Sebuah sepeda terlihat memisahkan diri dari kendaraan lain yang berlalu lalang di jalanan itu untuk memasuki sebuah lingkungan pusat kegiatan olahraga. Setelah memarkir kendaraan tersebut di tempatnya, sang pemilik yang saat itu memakai sebuah kaos berwarna putih dan celana olahraga setara lututnya tampak berjalan untuk memasuki tempat yang sering dijadikan pusat beberapa jenis kegiatan olahraga tersebut. Ia tampak semakin merapatkan sebuah topi yang digunakannya.

Setibanya ia di dalam, puluhan pemuda tampak sudah tersebar di lapangan tersebut. Ada dari mereka yang tampak masih sibuk melakukan pemanasan, ada yang berlari mengelilingi lapangan, bermain di lapagan, ataupun mereka yang masih berada di sisi lapangan untuk minum dan saling bercanda satu sama lain.

Pemuda dengan topi berwarna kuning itu menghela nafas pelan, dengan sedikit gugup ia tampak lebih memasuki lapangan. Ikut bergabung dengan pemuda-pemuda yang sudah terlebih dahulu datang itu.

“Itu dia si anak baru. Hey Choi Jinri! Kemarilah!”

Salah seorang pemuda yang sedang duduk di pinggir lapangan tampak berseru padanya. Si anak baru yang juga baru datang itu tampak mendongak, mengalihkan pandangannya pada orang yang telah memanggilnya itu. Dimana orang itu tampak melambaikan tangan padanya.

“H-Hai!” Si anak baru menyahut kaku, ikut mengangkat tangannya. Sekilas pandangannya beralih ke arah salah satu pemuda yang masih sibuk bermain dengan rekan-rekannya, sebelum akhirnya segera berlari ke arah pemuda yang memanggilnya. “Y-Ya, hyung…”

“Duduklah, kenapa kau seperti orang bingung begitu?” Tanya pemuda yang ia ketahui bernama Kim Jonghyun itu sambil menepuk bangku di sampingnya.

“H-Hum..” Choi Jinri, si pemuda yang baru masuk menjawab kaku. Namun tak lama ia segera mendudukkan dirinya di samping pemuda tersebut. Ia terlihat gugup, sangat gugup, ia terlihat bingung dengan apa yang harus ia lakukan ataupun apa yang akan ia lakukan.

“Tch, santai sajalah! Kau seperti anak laki-laki yang masuk asrama wanita saja!”

Jonghyun terkekeh melihat pemuda di sampingnya itu, ia lalu segera meraih bahu Jinri dengan salah satu tangannya. Melilitnya dengan cukup erat yang membuat Jinri begitu kaget dan hampir sesak. Jinri panic seketika.

“H-Hyung..” Jinri berusaha melepaskan dirinya, namun yang ada Jonghyun malah semakin mempererat kungkungannya dan tertawa dengan keras melihat wajah panik Jinri.

Sementara itu Choi Minho yang sejak tadi asyik bermain bola dengan Changmin dan teman-temannya yang lain di tengah lapangan menghentikan permainnya. Pemuda itu tampak mengalihkan pandangannya ke sudut lapangan ketika mendengar seruan panik seseorang dan disana ia menemukan si anak baru dan Jonghyun yang tampak saling bercanda satu sama lain dengan Jonghyun yang merangkul erat leher si anak baru dan si anak baru itu berseru minta dilepaskan. Minho memiringkan wajahnya, menatap mereka berdua dengan serius dan menspesifikkan pandangannya menuju si anak baru yang terus berseru minta dilepaskan namun tak juga dikabulkan Jonghyun. Minho tak mengerti kenapa, namun dari awal ia merasakan sesuatu yang aneh dengan anak itu, perasaan bahwa ia pernah kenal figure dan suara itu sebelumnya. Namun dimana?

“Hey, kenapa kau malah melamun Choi Minho!”

Minho tersentak ketika Changmin menepuk pundaknya, pemuda itu segera menoleh pada sahabat sepupunya yang kini juga telah menjadi sahabatnya itu.

“Apa yang kau lihat, huh?” Tanya Changmin sambil ikut celingukan melihat arah pandangan Minho.

“Tidak ada..” Minho menyahut datar sambil kembali menuju teman-temannya yang bermain, meninggalkan Changmin disana. Changmin berdecak sambil menatap punggungnya.

“Anak itu kalau tiba coolnya menyebalkan sekali..” omel Changmin singkat sambil melayangkan pandangannya kea rah deretan bangku penonton. Senyuman usilnya terlihat melihat wajah sebal yang ditunjukkan oleh salah satu pemuda yang duduk sendirian di dekat sudut.

“Tch, sampai kapan aku harus menunggu seperti ini..”

Kyuhyun menguap sebal sambil mengantongi ponselnya setelah selesai memainkan game yang ada di ponselnya. Pemuda bermarga Cho itu kemudian mengalihkan perhatiannya menuju lapangan, dimana sahabatnya dan sepupunya tampak masih asyik bermain dengan teman-temannya. Kyuhyun mendesah bosan melihat tidak adanya tanda-tanda mereka akan selesai.

“Haah, coba saja PSPku tidak disita ibu gara-gara insiden kemarin, kalau tidak tentu aku tidak mati bosan seharian ini..” Kyuhyun lagi-lagi mengeluh, menopang dagunya dengan wajah terpasrah yang ia punya. Sebelum pada akhirnya kembali berubah begitu saja, terlihat geram. “Semua ini gara-gara The National Evil Sister itu, kalau saja aku tak pernah bertemu dengannya pasti tidak akan seperti ini, badanku juga tidak akan sakit seperti sekarang ini. Huh, lihat saja, kalau saja aku bertemu lagi dengannya aku pasti akan memberikan pelajaran padanya. Tidak peduli fansnya akan membunuhku sekalipun, aku akan membuat pelajaran padanya. Menyebalkan..”

Kyuhyun mendesah kembali sambil mengalihkan pandangannya menuju lapangan di depannya dimana para peserta basket sudah berkumpul ketika pelatih mereka datang. Kyuhyun lagi-lagi mendesah bosan, sebelum dengan sedikit susah payah berusaha untuk bangkit dari tempat duduknya.

“Sepertinya masih cukup lama, sebaiknya aku mendapatkan minuman dulu..” gumam pemuda itu pelan, sebelum akhirnya beranjak dari tempat itu. Meninggalkan sejenak dua temannya yang masih sibuk latihan di tengah lapangan.

“Baiklah, hari ini sebelum kita mulai berlatih, seperti biasa aku ingin kalian membuat kelompok yang terdiri dari dua orang untuk melakukan Sit-Up. Kalian tahu Sit-Up sangat penting untuk pembentukkan otot perut kalian bukan?” Seru laki-laki berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu kepada deretan anak muda di depannya. Para pemuda itu menyahut dengan lantang.

“Ya!!”

“Baiklah! Silahkan mulai!” Serunya memerintahkan, membuat semua orang mulai mencari teman untuk kelompok mereka masing-masing. Semuanya, kecuali salah satu anak baru yang tampak kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan.

“Hey Minho! Apa yang kau lamunkan? Kita kembali sekelompok lagi, bukan?” Seru Changmin sambil menarik bahu Minho yang lagi-lagi tertangkap tengah memandangi si anak baru. Changmin yang setidaknya menyadari hal itu mulai mengerutkan dahinya. “Anak baru lagi? Kenapa seharian ini kau terlalu banyak memperhatikannya, huh?” Tanya Changmin bingung. Namun Minho tidak menyahutinya, ia masih memperhatikan anak baru tersebut yang kali ini mulai kembali di dekati oleh Jonghyun.

“Hey, kenapa kau senang sekali melamun huh Jinri? Ayo, sekelompok denganku saja!” ujar Jonghyun sambil kembali merangkul leher Jinri dengan erat, membuat si anak baru kembali berseru kaget.

“H-Hyung!”

Minho hanya memperhatikan kedua orang itu yang mulai bergabung dengan yang lainnya untuk melakukan Sit-Up, hal itu tentu saja membuat Changmin yang daritadi setia menunggunya menjadi bosan.

“Arh, cepatlah CHOI!” Seru Changmin sambil ikut merangkul erat leher Minho. Membuat pemuda itu cukup kaget pada awalnya.

Soeun masih terus menggunakan wajah kesalnya sambil menatap keluar kaca mobil yang membawanya. Saat ini Soeun sedang dalam perjalanan untuk menghadiri sebuah acara Off-Air, namun wajahnya masih juga terlihat tak baik seharian ini.

Hal ini jelas karena Yesung. Ya, hanya pemuda itu yang benar-benar bisa membuat Soeun seperti saat sekarang ini, ia menjadi cemberut sepanjang hari hanya karena masalah yang dialaminya berkaitan dengan si model terkenal. Soeun memang tipe orang yang mudah mengomel akan sesuatu, namun biasanya ia selalu menggunakan Yesung sebagai pelarian hingga suasana hatinya membaik kembali. Namun kalau ceritanya ia sebal karena Yesung, maka semua orang akan mendapatkan getahnya – contohnya adalah si sopir pribadi yang terus ia omeli dari pagi.

“Aish, menyebalkan!”

Soeun lagi mengerang sebal sambil menghentakkan kakinya dengan kuat, menimbulkan bunyi tekanan yang terdengar bersamaan suara mesin mobil yang terdengar halus. Sang sopir pribadi hanya bisa mendesah dan geleng-geleng kepala, tak mau ikut campur karena sudah kenyang diomeli semenjak pagi.

“Tch, dia memang benar-benar tak ingat sekarang hari apa? benarkah?”

Soeun merengut sebal sambil menyandarkan kepalanya dengan malas ke kaca mobil, terus uring-uringan dengan masalah yang di alaminya.

Di luar sana, ribuan mobil berlalu lalang, bangun-bangunan yang mereka lewati, serta ratusan orang yang tampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tak ada yang menarik sekali, benar.. hal itulah yang benar-benar membuat hati Soeun kian runyam dan kesal, ia merasa bahwa tak ada yang bisa membuatnya lebih baik disaat seperti ini. Hanya kebosanan belaka.

“Wah, itu adalah Yesung-ssi!”

Soeun langsung mendongak begitu mendengar seruan sopir pribadinya tersebut, melihat dengan penasaran ketika mendengar nama dari orang yang membuatnya sebal dari pagi itu. Yeah, nyatanya walau sebal sekalipun, Soeun tetap tak bisa tidak penasaran begitu hanya mendengar namanya saja.

“Mana Yesung oppa?” Tanya Soeun pada sopirnya itu dengan begitu penasaran.

Sopirnya itu menunjuk ke suatu arah. “Itu di… baliho..” Nadanya memelan pada akhirnya ketika melihat lebih jelas dengan apa yang baru saja ditunjuknya. Ia menelan ludah, sepertinya menyesali perbuatannya sendiri.

Sementara itu Soeun langsung mengalihkan perhatiannya menuju arah yang ditunjukkan oleh sopir pribadinya itu. Wajahnya yang tadi penasaran tiba-tiba berubah begitu melihat arah yang di tunjuk oleh sang sopir, menatap baliho yang seingat baru dipasang baru-baru ini itu.

“Ahjussi! Kau sengaja membuatku semakin kesal, ya?! Kenapa kau menunjukkan aku gambar yang seperti itu!” Soeun berseru kesal pada sopir pribadinya ketika mereka sudah melewati baliho besar tadi. Dimana disana terlihat Yesung dan Yuri yang merupakan Icon untuk Aplikasi Game terbaru tampak memasang pose intim dengan balutan tuxedo dan sebuah dress berwarna ungu yang mengekspos bagian belakang tubuh Yuri. Soeun juga sempat melihat bahwa tangan Yesung melingkari pinggang gadis itu dan mungkin menyentuh kulitnya yang terbuka tadi.

“M-Maaf, nona Soeun. Saya benar-benar tak bermaksud. Awalnya saya hanya melihat Yesung-ssi, saya tidak tahu kalau dia ber—“

“AH Cukup! Aku akan menyuruh ayah memotong gajimu 15% karena terus membuatku kesal seharian!”

Sopir itu begitu kaget, wajahnya panik. “T-Tapi nona saya benar-ben—“

“Menjadi 50% kalau kau bicara lagi!” Seru Soeun kesal, membuat sang sopir malang hanya bisa menghembuskan nafas berat – pasrah. Sementara itu Soeun menghempaskan tubuhnya kembali pada sandaran tempat duduknya. Ia merenggut lebih berat, lebih kesal.

Tempat itu begitu ramai hari ini. Ratusan orang tampak datang sambil membawa sebuah DVD Game di tangan mereka. Semuanya tampak mengantri, menunggu giliran untuk mencapai meja paling depan dimana disana telah duduk seorang pemuda dan seorang gadis.

Kim Yesung dan Kwon Yuri memang benar-benar disibukkan setelah setuju menjadi Icon untuk aplikasi Game rancangan terbaru buatan Negara mereka tersebut. Seminggu ini saja setelah mereka melakukan pemotretan dan pembuatan CF, keduanya juga harus disibukkan dengan acara Fansigning demi mempromosikan Brand yang telah memilih keduanya. Namun hal tersebut sepertinya dibayar setimpal dengan betapa besarnya minat masyarakat akan aplikasi terbaru itu.

“Terima kasih..”

Yuri tersenyum manis pada seorang anak laki-laki yang baru saja mengantri untuk mendapatkan tanda tangannya. Gadis itu menghela nafas sejenak sebelum mengalihkan perhatiannya pada rekan kerjanya, dimana pemuda itu juga tampak sibuk menandatangani DVD Game ataupun kertas yang dibawa oleh fansnya yang didominasi oleh para anak remaja. Dilihat dari tipe, jelas mereka bukan sepenuhnya orang-orang yang menggilai Game, namun sepertinya mereka rela mengeluarkan uang untuk sekedar berhadapan dan mendapatkan tanda tangan sang idola. Target pemasaran yang benar-benar efektif, bukan?

“Anyeong haseyo..”

Yuri mengalihkan pandangannya dari Yesung ketika fansnya kembali mendekat ke depan mejanya. Yuri tersenyum menatap pemuda yang mungkin baru setingkat SMA itu sambil meraih DVD Game yang diulurkan kepadanya.

Yesung mendesah kelelahan sambil menghempaskan tubuhnya pada sofa terdekat. Tak lama Manager Jung tampak datang membawakan minuman untuknya.

“Minumlah, kau sudah bekerja keras..” Manager Jung mengulurkan sebotol air mineral yang segar padanya. Yesung segera menerimanya.

“Thank You..”

Manager Jung tampak hanya mengangkat alis, ia mendudukkan dirinya di samping Yesung sambil membuka tablet yang dikeluarkannya dari sebuah tas. “Setelah ini kau bisa beristirahat, besok kau akan kembali melakukan fansigning di busan..”

“Busan?” Yesung berhenti minum, menoleh pada managernya.

“Hum, kau tahu bukan perusahaan Game ini benar-benar gila. Mungkin ada kemungkinan kita Fansigning di Jeju..” jawab Managernya cuek. Manager Jung kemudian kembali berdiri dan meninggalkan ruangan itu, mungkin mengurus sesuatu lagi di luar sana.

Tak lama setelah Manager Jung tak terlihat, Yesung mendengar ada orang lain yang memasuki ruang tempat istirahat khusus para artis itu. Yesung hanya menatap datar pada seorang gadis yang masuk di antar oleh managernya itu.

“Kau tunggu sebentar ya, Yuri. Aku akan mencarikan minuma dulu untukmu..” ucap Manager pribadi Yuri pada istriya tersebut. Manager wanita itu tampak segera meninggalkan ruangan setelah mendapatkan sahutan dari Yuri – menyisakan dua orang yang sama-sama model dan artis itu di dalam sana.

Yuri melayangkan pandangan sedikit tajamnya pada Yesung sejenak dimana pemuda itu tampak acuh tak acuh sambil sibuk dengan ponselnya. Yuri menghela nafas, tak berniat ambil pusing. Gadis itu tampak meraih MP3 dan Earphonenya, berniat mengusir bosan dengan mendengarkan musik.

“Tuan Kim apa khabarnya?”

Yuri yang baru hendak memasang earphone ke telinganya itu menghentikan gerakannya, ia mengalihkan perhatiannya setelah Yesung terdengar bersuara – dingin walau tanpa tekanan.

Yesung tersenyum samar, terus sibuk dengan ponselnya tanpa mau membalas menatap Yuri walau ia tahu bahwa gadis itu sedang menoleh padanya. “Mobil yang semalam terlihat keren, setahuku itu adalah mobil keluaran terbaru. Apakah itu kado ‘istimewa’ dari Tuan Kim Nam Gil yang kaya raya itu lagi, huh?”

Yuri menghela nafasnya yang mendadak mengalir cepat, menatap lawan bicara yang sama sekali tak mau menatap padanya itu. “Apa maksudmu?”

Yesung terkekeh kecil, masih terus fokus pada ponselnya tanpa mau melirik pada Yuri. “Aku tak menyangka seseorang yang dulunya tak tertarik dengan dunia acting seperti dirimu akhirnya bisa acting semeyakinkan ini, Kwon Yuri. Itu mengejutkanku saat aku mendengar bahwa kau menjadi seorang… model terkenal. Tapi sekarang sedang tidak ada yang merekammu, jadi berhentilah berakting..”

“Jangan memancingku lagi, Kim Jongwoon!” Seru Yuri dingin, terdengar kesal.

Senyuman tipis Yesung begitu terdengar mendengar nama itu, kali ini ia melayangkan pandangannya untuk membalas tatapan gadis itu. “Senang rasanya mendengar ada orang yang memanggilku dengan nama ini setelah sejauh ini. Apalagi orang itu adalah dirimu, Kwon Yuri..” laden Yesung dengan senyuman tipisnya yang terkesan dingin.

“Apalagi maumu, huh? Kenapa kau terus mengangguku dengan semua ini?”

“Aku? Mengganggumu?” Yesung sedikit tertawa, merendahkan. “Aku sama sekali tidak menganggu. Apa salahnya aku menanyakan kabar ‘mantan pacarku’ yang sudah lama tak bertemu..”

“Berhentilah bertele-tele..”

“Aku juga akan mengatakan hal yang sama. Berhentilah bertele-tele! Hanya menjawab pertanyaanku yang pertama mengenai Tuan Kim Nam Gil. Itu sederhana sekali, bukan?” sahut Yesung. Menantang.

“Aku sama sekali tidak tahu. Walaupun aku tahu, aku tak akan menjawab pertanyaanmu..” balas Yuri dengan nada yang begitu dingin, penuh amarah.

“Owh, kau juga tak terlalu tertarik untuk tahu. Aku hanya iseng bertanya..” Yesung kembali menjawab santai sambil mengangkat alisnya, ia kemudian kembali sibuk dengan ponselnya dan meninggalkan Yuri yang menatapnya geram.

“Bad Boy..” Yuri bergumam pelan sambil menatap Yesung. Yang oleh Yesung dijawab dengan seringaian tipis ketika ucapan itu singgah ke telinganya.

“Aku mau pulang!”

Soeun tiba-tiba kembali bersuara setelah beberapa saat ia diam, membuat sopir yang daritadi membawanya menoleh sebentar karena penasaran.

“A-Apa? Pulang nona? T-Tapi bukankah kita harus menghadiri—“

“—Moodku sedang tak baik. Aku tak akan bisa berkonsentrasi..” Soeun menyahut cepat dengan nada final.

“T-Tapi no—“

“—Sudahlah ahjussi, ikuti saja. Atau kalau kau tak mau kau mau gajimu aku potong menjadi 75%, huh?” sahut Soeun benar-benar terlihat bosan dan sebal. Membuat pada akhirnya laki-laki setengah baya itu hanya bisa menganggukkan kepalanya.

“B-Baik nona..” ujarnya sang sopir sambil mulai mencari tempat untuk membelokkan mobil kembali ke arah sebelumnya. Sementara itu Soeun terus terdiam di belakang dengan wajah yang terlihat siap untuk sekedar memarahi setiap orang yang membantah kata-katanya.

Kyuhyun menghela nafas bosan sambil terus mendudukkan diri di bangku penumpang mobil yang dikendarai Minho. Pemuda Cho itu tampak terlihat bosan, apalagi mendengar suara alunan biola yang dialunkan dari audion mobil. Hal itu ditambah dengan dua orang di depannya yang asyik bersenandung mengikuti lagu yang dialunkan oleh violinis yang sedang didengarkan oleh mereka. Dua orang itu terlihat benar-benar asyik, seakan lupa bahwa ada orang ketiga diantara mereka.

“Tch, tak bisakah kalian mengganti lagu yang lebih enak didengar..” Kyuhyun mengomel sebal sambil melipat tangannya, menatap dua pemuda di hadapannya tersebut yang benar-benar berniat sekali mengerjainya seharian ini.

Mereka berdua mendengarnya, Kyuhyun tahu dengan jelas itu. Namun kedua orang itu tampak kompak tak menyahutinya, mereka masih juga asyik bersenandung sambil tertawa satu sama lain.

“HEY! Apa The National Little Evil itu juga mengambil daya pendengaran kalian sehingga tak mendengarku!” Seru Kyuhyun lebih keras, lebih kesal, yang tentu saja kini mendapat tatapan sinis dari kedua orang di depannya.

“Siapa yang kau sebut dengan nama seperti itu, huh?” Tanya Changmin sambil memberikan tatapan kesal padanya. Kyuhyun mendesah malas.

“Kalian juga tahu siapa yang kumaksud. Dia, pemain biola amatiran yang saat ini sedang berusaha merusak pendengaranku..” sahut Kyuhyun datar sambil menatap wajah datar. Ia juga berlagak menyentuh telinganya seakan-akan alunan music yang terdengar itu adalah suara petasan atau sejenisnya.

“Huh, lucu sekali kau menyebutnya seperti itu. Padahal kau diam-diam malah menyukainya dan menciumnya seenaknya..” cibir Changmin tak lama setelahnya. Kyuhyun kembali menatapnya sewot.

“Mencium seenaknya? aku? Hey, sampai kapan kau akan percaya kalau aku sama sekali tak menciumnya seenaknya. Itu kecelakaan tahu, dan aku sama sekali tidak senang dengan itu..”

“Huh, benarkah? Lucunya. Padahal mencium bibir katak betina saja kau mau, apalagi mencium putri impian seperti Kim So Eun..” laden Changmin dengan nada sirik disana. Sementara Kyuhyun semakin menatapnya kesal.

“Kau fikir aku ini orang gila mau mencium katak betina, aish. Dan lagipula putri impian apa? Dia tak lebih dari seorang anak manja yang sok berhati lembut di depan semua orang..” seru Kyuhyun kesal, emosi.

“Kau benar-benar menyebalkan, sudah jelas kau mencari kesempatan dengan menciumnya paksa dan tiba-tiba dan sekarang kau malah terus menjelekkannya. Yah hyung, sebaiknya kau menjaga omonganmu sebelum kami benar-benar kesal dan menurunkanmu di tengah jalan!” Minho yang daritadi diam menyahut sewot, menatap Kyuhyun tajam dari cermin di depannya.

“Melemparku ke luar? Yeah, kau sepupuku, kita sudah bersama semenjak kecil. Kau mau melemparku ke jalanan hanya demi idola seperti itu? Yang benar saja..”

“Yeah, ini benar-benar hyung. Bila kau terus seperti itu kami benar-benar akan membuangmu supaya kau jalan sendiri ke rumahmu. Kau itu benar-benar menyebalkan sekali sih, hyung. Bagaimana mungkin kau bicara seenaknya seperti itu kepada gadis yang tidak bersalah seperti Kim So Eun yang malangnya juga telah kau cium secara paksa sebelumnya. Itu benar-benar tak bermoral, hyung..”

“A-Apa?” Kyuhyun speechless dengan kata-kata Minho. Tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. “Minho! Kau berani bilang aku tak bermoral?”

“Nyatanya memang seperti itukan, hyung?!”

“Enak saja! Aku sudah beribu kali jelaskan itu kecelakaan, hoy! KECELAKAAN! Bagaimana mungkin kalian tega menuduhku mengambil kesempatan seperti itu. Lagipula, aku mengatakan yang sebenarnya kalau dia tak se-manis apa yang kalian sangka selama ini. Dia itu evil! Lihat, aku tak akan babak belur begini kalau tidak karena dia!” Kyuhyun berseru dengan begitu kesal hingga ia tergelincir dengan tempo ucapannya – membuat yang keluar dari mulutnya hanyalah kata-kata yang tak coherent.

“Kau begitu karena kau seenaknya menciumnya, tentu saja mereka fansnya emosi karenamu. Kalau saja kemarin itu kami juga disana, kami pasti juga akan ikut mengeroyokmu, biar saja sampai kau lebih babak belur sekalian!” Changmin ikut menyahut, terlihat cuek dengan apa yang dikatakannya.

“Astaga, kalian benar-benar tidak waras. Evil itu telah mencuci otak kalian, sebaiknya kalian cepat sadar..” Kyuhyun menyahut dengan nada sok dramatis. Yang tentu saja hanya mendatangkan kekesalan yang lebih dari dua orang di depannya.

“Kaulah yang akan kucuci kalau ka uterus menjelekkannya, Cho Kyuhyun. Jadi sebaiknya kau diam sebelum kami benar-benar melemparmu keluar..”

Kyuhyun akhirnya menghela nafas, ia kehabisan kata-kata menjawab ucapan Changmin kali ini. Dia sepertinya kalah, dari jumlah jelas saja ia kalah. Namun, hal seperti ini jelas saja membuatnya lebih kesal kepada gadis yang bernama Kim So Eun itu. Ia merasa bahwa gadis itulah yang telah membuat kedua orang terdekatnya ini sedikit tidak berfikir dengan benar – memang apa sih lebihnya gadis itu?

“Di depan sana sebelum pulang kita berhenti dulu di toko game. Aku ingin membeli aplikasi game yang baru saja launching pagi ini. Aku tak mau kehabisan karena katanya Gamenya laku keras karena dibintangi model yang katanya terkenal!” Kyuhyun bersuara tak lama setelah mereka terdiam, berusaha mengalihkan topic pembicaraan kali ini.

“Tak ada pemberhentian, kalau mau beli game ya beli sendiri lalu pulang naik taksi..” Minho menyahut datar.

“YAH! Sampai kapan kalian terus memperlakukanku begini!” Kyuhyun berteriak frustasi.

Sepeda itu diparkir di lahan parkir di sebuah kawasan sekolah yang memiliki asramanya sendiri itu. Darisana, pemuda yang tadi kita lihat bergabung dengan pemuda lainnya untuk bermain basket tampak turun dari kendaraannya itu dengan langkah yang sedikit pelan, terlihat kakinya masih sakit dan bermasalah setiap kali ia bergerak sehingga gerakannya sedikit terlihat pincang.

Asrama Putri. Tulisan itu terlihat begitu jelas terpampang di depan gedung yang akan dimasukinya itu. Namun ia tampak tak seolah melihat tulisan itu dan terus memasuki gedung yang memiliki empat lantai tersebut.

“Sulli!”

Choi Jinri, si pemuda yang kita lihat tadi itu tampak mengalihkan pandangannya, kali ini menemukan seorang gadis berambut panjang yang mendekatinya.

“Sulli, ada apa dengan kakimu?” Tanya Krystal, si gadis berambut panjang. Choi Jinri, atau Sulli, si gadis yang saat ini berpakaian layaknya seorang anak laki-laki itu hanya tersenyum samar pada sahabatnya itu.

“Ini baik-baik saja. Tidak apa-apa..”

Jung Krystal menghembuskan nafasnya, ia mengalihkan pandangannya menuju kedua kaki Sulli. Terlihat ada beberapa bagian memar disana. “Ini baru hari pertama Choi Sulli, namun kau pulang sudah dalam keadaan babak belur. Kau sebaiknya menghentikan kegilaan ini..” ujar Krystal dengan wajah sedikit datar, sedikit sebal dengan sikap keras kepala Sulli.

“Aku baik-baik saja, berhentilah berlebihan..”

“Baik-baik bagaimana kalau baru sehari disana jalanmu sudah pincang begitu? Lagipula cara itu tidak terlalu efektif untuk mendekati Choi Minho, Choi Jinri. Dia tak akan melihat keberadaanmu, kan?”

Sulli menghembuskan nafasnya, mengalihkan pandangannya dari Krystal setelah ucapan sahabatnya tersebut. Melihat itu Krystal tampak sedikit panik, ia takut baru saja mengatakan hal yang salah.

“Sulli maksudk—“

“—Aku tahu itu, dia tak akan melihat keberadaanku dengan diriku yang sekarang menyamar jadi laki-laki untuk mendekatinya. Tapi aku yakin, perlahan ia akan menyadari kehadiranku dan mengingatku kembali. Aku hanya sedikit bersabar saja..” Sulli kembali tersenyum samar. Lagi-lagi Krystal menghela nafas.

“Aku bukannya tidak mendukungmu, Sulli. Kau tahu bukan kalau aku selalu mendukungmu untuk mendekati teman masa kecilmu itu. Tapi, aku hanya tak suka kalau kau terlalu memaksakan diri yang akhirnya mencelakai dirimu sendiri..”

“Aku tahu, Krystal. Aku tahu bahwa kau hanya mencemaskanku. Kaukan satu-satunya yang kumiliki belakangan ini..” Sulli tersenyum, menyentuh bahu Krytal. “Hanya saja, aku benar-benar ingin melakukan semua ini Krystal. Aku hanya ingin membuktikan bisakah aku membuktikan janjinya dulu ketika kami masih kecil, aku fikir ini adalah cara yang paling efektif..”

“Huh baiklah..” Krystal mendesah mengalah. Kedua sahabat itu kemudian berjalan bersamaan dengan Krystal yang sedikit membantu Sulli. “Oiya Sulli, sudah dua hari kau menyamar jadi laki-laki dan bergabung dengan mereka. Kau pasti berdekatan dengan banyak pemuda tampan bukan?” Terdengar Krystal kembali bertanya ketika mereka hampir mencapai tangga.

“Hum, benar. Kau tahu bukan? Rata-rata pemuda yang menyukai olahraga seperti basket dan sepak bola adalah mereka yang terkenal berkarisma. Tentu aku berdekatan dengan banyak yang tampan, walau.. yeah Minho tetap yang tertampan..” Sulli menjawabnya dengan celotehan ceria.

“Aish, dasar..” Krystal terkekeh dengan jawaban Sulli. “Tapi kau beruntung sekali, di bagian ini aku jadi iri. Mungkin menyenangkan kalau menyamar jadi laki-laki juga dan berdekatan dengan mereka..”

“Jangan bercanda, rambutmu rontok sehelai saja kau langsung seperti kebakaran seluruh rambutmu. Apalagi kau sampai memotong pendek rambutmu seperti aku..”

“Hh, benar juga. Hanya kau si gadis nekad yang rela melakukan itu semua demi lelaki pujaannya..” ucap Krystal dengan menyindir sahabatnya itu, sementara Sulli hanya tersenyum penuh arti menanggapinya.

Minho terpengkur menatap tanah sambil bersandar di sebuah tiang. Saat ini Minho tengah berada di sebuah toko Game untuk menemani Kyuhyun yang saat ini sedang membeli beberapa DVD Game terbaru. Karena Changmin sudah ikut menemani kakak sepupunya itu maka Minho memilih menunggu di luar saja – menemani Kyuhyun membeli Game benar-benar tak ubahnya seperti menunggui ibu-ibu membeli bahan makanan. Merepotkan.

Helaan nafas Minho terdengar ketika ia mulai kembali merasa bosan menunggu. Pemuda itu tampak mengangkat satu tangannya untuk memeriksa jam yang melingkari tangannya. Namun bukannya benar-benar melihat angka di jam tangannya pandangan pemuda itu malah beralih kearah lain.

Minho terdiam, ia sedikit terpaku menemukan tanda bakar yang sedikit terlihat samar di salah satu punggung tangannya. Pemuda itu menghembuskan nafas bersamaan dengan ingatannya yang tiba-tiba beralih kearah yang lainnya, ke saat dimana yang belakangan ini sering terlupakan olehnya.

“Cepatlah!”

“AISH, Jangan dorong-dorong! Kau tak lihat kakiku sakit begini! Sahabat macam apa kau?!”

Lamunan Minho yang belum tertata sempurna melebur ketika mendengar ribut-ribut dari belakangnya. Pemuda itu menegakkan tubuhnya sambil mendekati dua teman sepermainan yang lebih tua tiga tahun darinya itu.

“Kau hanya membeli satu game, tapi kau bertingkah seperti akan membeli seisi toko. Benar-benar menyebalkan..” Changmin mengomel tak jelas sambil duluan menaiki mobil, meninggalkan Kyuhyun yang tampak acuh tak acuh sambil memperhatikan DVD Game di tangannya. Minho tampak hanya tertawa kecil melihat kedua sahabat yang tak pernah benar-benar dewasa itu, sebelum akhirnya menyusul Changmin memasuki mobil.

“HEY hantu Game! Cepatlah! Kau mau ditinggal, huh?!” Changmin kembali berteriak ketika Minho baru saja menempatkan diri di sampingnya. Hal itu membuat Kyuhyun mendengus singkat, lalu menaiki mobil tersebut.

“Cerewet!”

“Biar saja! Mobilku ini!” Changmin membalas tak kalah keras kepala.

Kyuhyun tampak kembali tak menyahut kali ini, membuat Changmin lagi-lagi mendengus sebal sebelum menghidupkan mesin mobilnya. Minho tertawa kecil, lalu mengalihkan perhatiannya pada hyung sepupunya yang tampak diam dan sibuk memperhatikan DVD di tangannya dengan terlalu detail.

“Apa yang kau lakukan, Kyu-hyung?” Tanya Minho padanya. Kyuhyun tampak mengangkat wajahnya dan menatap adik sepupunya itu.

“Ini, lihat. Daritadi sejak pertama aku melihat DVDnya aku langsung tertarik dengan Covernya. Lihat, dia ini seorang model ya? Bukankah kau fikir dia terlihat cantik dan… Hot?” Kyuhyun menunjukkan DVD di tangannya pada Minho bersamaan dengan senyuman tipis.

“Maksudnya Kim Yesung? Bagaimana mungkin kau bilang pemuda seperti dia dengan cantik.” Changmin yang melihat dari kaca di depannya menyela dengan datar, jutek.

“Tentu saja yang wanita, bodoh! Mana mungkin yang laki-laki!” Kyuhyun balas berteriak kesal pada sang pengemudi – yang oleh Changmin disambut dengan tatapan jengah. Sementara itu Minho tampak mengambil DVD di tangan Kyuhyun, memeriksa lebih seksama apa yang baru disebutkan Kyuhyun.

“Owh wanita ini? Dia Kwon Yuri, hyung. Dia adalah salah satu model pendatang baru yang langsung terkenal belakangan ini dengan wajahnya dan bentuk tubuhnya. Dia malah disebut sebagai wanita terseksi saat ini oleh beberapa media..” Minho bersuara pelan sambil menyerahkan kembali benda itu pada Kyuhyun. Kyuhyun tampak menerimanya dengan lebih antusias.

“Oh, jadi nama model untuk Aplikasi terbaru ini Kwon Yuri. Dia begitu cantik, aku mengidolakannya..” ucap Kyuhyun tersenyum miring.

“Bahaya sekali kalau begitu. Kim Soeun saja yang kau bilang kau tak menyukainya bias dengan seenaknya kau cium paksa, aku khawatir kau malah akan memperkosa Kwon Yuri karena kau mengidolakannya..” Changmin bersuara datar, menyindir – yang langsung mendapatkan respon BOM dari Kyuhyun.

“ENAK SAJA! Kau fikir aku ini punya otak mesum seperti dirimu? JANGAN SEMBARANGAN BICARA!!”

“Huh, buruknya. Mesum teriak mesum, evil teriak evil. Aneh..”

“Huh, terserahlah..” Kyuhyun menyahut sekilas sebelum akhirnya kembali pada benda di tangannya. Minho tampak hanya tertawa kecil, lalu menyikut Changmin sambil tertawa. Changmin tertawa kecil.

“Yeah, Setidaknya akhirnya Cho Kyuhyun punya idola..” ucap Changmin sambil geleng-geleng kepala. Minho tampak ikut terkekeh kecil mendengarnya.

“Beruntungnya kalau beberapa peralatan syuting bermasalah, Soeun. Kalau tidak kau pasti aka nada dalam masalah..”

Nyonya Kim, ibu Soeun menghela nafas lega sambil mendudukkan dirinya di samping Soeun. Wanita yang masih tergolong ibu muda itu tampak meletakkan ponsel di tangannya dan beralih pada putri tunggalnya yang saat ini hanya diam sambil mengotak-atik ponselnya.

“Walau bagaimanapun ini tak bias terus terjadi, Soeun. Kau dapat memberikan kerugian pada orang lain nantinya, apalagi Manager Jo. Kasihan dia kalau kau terus berbuat seenaknya begini, sayang..”

Soeun tampak tak bereaksi banyak, gadis manis itu tampak hanya terdiam sambil meletakkan ponselnya ke atas meja. Soeun lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa setelah itu.

“Hey, kau dengar ibu tidak Soeun? Mengapa kau diam saja?” Tanya Nyonya Kim pada putrinya tersebut.

“Hum, aku dengar..” Soeun menyahut datar sambil menoleh pada ibunya. “Syutingnya dua jam lagi, bukan? Aku akan kesana untuk syuting, ibu puas? Sekarang lebih baik menyiapkan makanan untukku karena aku lapar..”

Nyonya Kim hanya menghela nafas mendengar tanggapan Soeun. Wanita itu tampak bergerak dari tempat duduknya saat ini. “Baiklah…” sahutnya singkat sambil berlalu ke dapur.

Sementara itu Soeun tampak masih berada di posisi nyamannya setelah ditinggal ibunya ke dapur. Gadis itu tampak mendesah pelan sambil terus menunjukkan wajah kesal. Sepertinya apa yang terjadi hari ini begitu fatal bukan, untuk dirinya.

“Tch, menyebalkan..” Soeun menggumam kesal sambil berusaha membuang beban fikiran yang sedari pagi menganggunya itu. Gadis itu tampak mengambil sesuatu dari salah sakunya kini, membukanya sebentar sebelum akhirnya membuka mulutnya sendiri untuk memakan benda manis berwarna cokelat itu.

“Putrik – Astaga, Soeun. Kenapa kau memakan makanan seperti itu disaat sekarang!”

Soeun yang baru saja hendak melahap benda manis itu langsung harus menelan niatnya kembali ketika wanita yang melahirkannya kembali datang dan merebut sepotong cake di tangannya. Soeun mengerang sebagai bentuk protesnya.

“Yah ibu kenapa diambil!!”

Nyonya Kim tampak menghela nafas sambil geleng-geleng kepala, sebelum akhirnya berganti menjadi sebuah senyuman lembut. “Anak ibu yang manis, kau harus menghindari makanan yang manis agar kau tidak gemuk..”

“Tapikan aku tidak gemuk! Kembalikan, bu!”

“Tidak, Soeun. Manager Jo sendiri yang memesankannya padaku setelah kau mengalami kenaikan berat badan hingga empat kilogram. Kau tak bisa memakan hal seperti ini untuk sementara waktu..”

“Ibu, tapi aku ingin memakannya.. Hanya kali ini saja karena aku sedang kesal. Setelah itu aku janji akan diet lagi, yaaaaa?”

“Tidak, Soeun. Sekali kau mencoba kau akan kembali ketagihan dan itu artinya sama saja. Sekarang lihat, Ibu telah menyiapkan salad untukmu..” ujar Nyonya Kim sambil menunjukkan sesuatu di tangannya yang lain. Soeun mendengus sebal melihat makanan tersebut.

“Aku bukan kambing. Mengapa aku harus selalu memakan makanan mereka? Aku tak menyukai benda hijau itu!” Soeun menyahut dengan begitu sebal dan kesal.

Nyonya Kim tampak tersenyum mendengar celotehan Soeun, ia lalu kembali mendudukkan dirinya di samping Soeun. “Ini demi kebaikanmu. Kau harus menjaga bentuk tubuhmu agar semua orang terus mencintaimu..”

Soeun mendongak, menatap ibunya tersebut. “Jadi kalau aku gendut atau jelek orang tak mencintaiku lagi? Termasuk ibu?” Tanya Soeun dengan nada terdengar sedikit sedih. Nyonya Kim tertawa, ia lalu menangkup kedua pipi Soeun dan mencium dahinya.

“Tentu saja tidak, Soeun. Ibu dan beberapa orang yang benar-benar mencintaimu akan tetap menyayangimu sampai kapanpun. Namun, bukankah dari awal kamu sendiri yang memilih untuk menjadi selebriti? Jadi, kau harus menjaga pilihanmu itu..” ucap Nyonya Kim bijak sambil mengerlingkan satu matanya pada Soeun.

Soeun lagi-lagi mendesah dan pada akhirnya hanya mengangguk. Yeah, memang ia sendiri yang memilih jalan ini pada awalnya. Pilihan jalan yang ternyata sekarang

Disesalinya.

“Aku tak mau menjadi The National Little Sister lagi…”

Bergumam pelan pada dirinya sendiri sehingga ibunya tak mendengar gumamannya tersebut. Soeun tampak terlihat begitu yakin dengan kata-katanya tersebut, namun pada akhirnya berakhir dengan kepala yang menunduk.

“Tapi hanya The National Little Sister yang berhak bersama Yesung Kim..” gumamnya kali ini lebih pelan. Menundukkan wajahnya dengan wajah sedih

Suasana sudah cukup malam ketika Yesung tampak keluar dari salah satu mal terbesar di kawasan Cheongdam seorang diri. Di lahan parkir, sang model yang namanya tengah berkibar itu tampak langsung mencari mobilnya untuk segera keluar dari tempat itu. Namun baru saja ia melewati dua mobil dari pintu keluar, tiba-tiba ia menghentikan langkahnya di tengah jalan ketika ia hendak melewati mobil ke tiga.

“Lepaskan aku!!”

Disana Yesung memperhatikan sendiri bagaimana seorang gadis tampak di kelilingi oleh dua orang laki-laki. Salah satu dari mereka tampak mencengkram kuat pergelangan tangannya, sementara yang satunya yang Yesung ketahui sendiri adalah sebagai bos tampak hanya tertawa menyeringai melihat kerja anak buahnya.

“Lepaskan aku!”

“Ikutlah denganku, Kwon Yuri. Kembali padaku!”

“Apa yang kau maksud dengan kembali padamu, hah? LEPASKAN AKU!” Gadis bergaun hitam yang sudah Yesung kenali dari awal itu tampak terus berusaha melepaskan tangannya – walau ia tahu hal itu sia-sia. “LEPASKAN AKU, KIM NAM GIL-SSI!!”

“Haha, kau benar-benar banyak kemampuan sejak kau terkenal. Kau sampai lupa pada asalmu sepertinya, tentang bagaimana jasaku selama ini padamu hingga kau masih bisa hidup atau bahkan sampai menjadi seperti ini..”

“Aku sedang berusaha mengembalikan uangmu, kau tahu bukan? Sekarang lepaskan aku dan biarkan aku perg—“

*Slap!*

Yuri menghentikan kata-katanya ketika laki-laki itu dengan ringannya menampar wajahnya yang bernilai kontrak ratusan juta untuk sebuah produk kosmetik itu. Gadis itu terdiam, perlahan merasakan bagian yang tak hanya merasa sakit disana itu. Ada bagian lainnya yang bahkan jauh lebih sakit.

“Jangan sombong Kwon Yuri, seterkenal apapun kau saat ini tapi kau tak akan bisa membayar betapa besar uang yang telah keberikan padamu. Sekarang jadilah anak baik dan mengikuti semua kata-kataku, persis seperti dulu..” Laki-laki itu menyeringai, sebelum menoleh pada anak buahnya tadi. “Bawa dia..” perintahnya sambil berjalan duluan menuju mobilnya. Sementara anak buahnya tadi tampak berusaha membawa Yuri, dimana wanita itu tampak terus meronta minta dilepaskan.

Yesung menghela nafas, ia masih berada di tempatnya melihat ketiga orang yang berdiri beberapa meter darinya itu. Ia tampak tak ingin ikut campur disini – lelah untuk itu – namun melihat keadaan yang semakin memburuk, pemuda itu akhirnya bergerak dari tempatnya menuju ketiga orang itu yang kian menjauh.

*BUGH!*

Yuri berhenti memberontak ketika merasakan orang yang memegangnya tiba-tiba merintih pelan dan perlahan menumbang. Gadis itu segera mengalihkan perhatiannya ke belakang, bersamaan dengan Kim Nam Gil yang juga berbalik untuk memeriksa keadaan yang terdengar berubah.

“K-Kau..”

Yesung hanya menghela nafas pelan sambil mengalihkan perhatiannya kepada Yuri. Ia menggerakkan bola matanya lagi dan melirik laki-laki itu sesaat, sebelum dengan tiba-tiba menarik tangan Yuri dan mengikutinya. Masih tanpa mengatakan apapun.

“Huh, masih saja bermain pahlawan-pahlawanan..” Kim Nam Gil terkekeh dengan begitu melecehkan melihat apa yang baru saja terjadi. Yesung tampak tak menyahutinya sama sekali sambil terus membawa Yuri bersamanya, tak punya keinginan sama sekali untuk berbalik dan melihat wajah menyebalkan itu. “Kau benar-benar bodoh melakukan itu untuk orang yang telah mengkhianatimu demi uang, Kim Jongwoon. Seseorang yang telah menusukmu dari belakang!”

Yesung menghentikan langkahnya, merasakan seperti tertohok sesuatu yang seharusnya ia tahu bahwa hal itu telah menusuknya sejak lama. Sementara Yuri tampak juga terdiam dengan ucapan Kim Nam Gil barusan, sedikit takut-takut ia menatap Yesung yang masih tak bereaksi.

“Itu bukan urusanmu!”

Yesung menyahut dingin, sebelum kembali melanjutkan jalannya sambil terus menarik tangan Yuri. Yuri dapat merasakan bahwa kali ini genggaman Yesung lebih erat di pergelangan tangannya, menggambarkan amarah disana.

“Haaah, akhirnya hari ini selesai juga. Kau bisa langsung pulang dan beristirahat, Kim So Eun..”

Manager Jo tampak tersenyum senang sambil memasuki ruangan Make-Up Soeun. Sementara itu Soeun yang tampak sedang dibantu membersihkan wajahnya tampak menoleh sesaat padanya. Datar.

“Hey, kenapa kau menatapku seperti aku musuhmu begitu?” Tanya Manager Jo dengan bergurau. Sementara Soeun hanya membuang wajah dengan datar, tak menanggapi ucapan Managernya tersebut – moodnya masih tak baik sampai saat ini.

“Oiya, kau pulang dengan sopirmu, bukan? Kalau begitu sepertinya aku harus meninggalkan ruangan duluan untuk mengurus acara fanmeetingmu besok, Soeun. Kau tak lupa kalau besok kau harus fanmeeting lagi bukan?”

Soeun lagi-lagi tak menyahuti ucapan  managernya tersebut, ia terus diam sambil pura-pura mengotak atik ponselnya. Hingga setelah Manager Jo benar-benar meninggalkan tempat itu ia tampak menghembuskan nafasnya dan berdecak.

“Ck, Fanmeeting lagi. Apa mereka fikir aku tak bosan..” Soeun mengomel kesal sambil meletakkan ponsel di tangannya. Tak lama ia mengalihkan  pandangannya pada penata make-up yang membantunya sedang membersihkan wajahnya itu. “Kau boleh pergi!” Perintahnya dingin.

Wanita itu tampak menghentikan pekerjaanya di wajah Soeun, lalu setelah merapikan semuanya ia meninggalkan tempat itu. Menyisakan Soeun sendirian disana dengan wajahnya yang masih kesal dan dingin.

“Menyebalkan. Semua orang tampak hanya memperlakukanku seperti sebuah boneka; memerintahku seenaknya dan memaksakan kehendak mereka sendiri. Apa mereka fikir aku ini tak punya keinginanku sendiri?” Soeun lagi-lagi mengomel dan mengeluarkan unek-uneknya pada dirinya sendiri. Ia merasakan betapa menyebalkannya hari ini. Soeun menghembuskan nafas, lalu ia mengambil kembali ponselnya, memeriksa sesuatu disana. “Dan dia juga seperti itu. Ini sudah hampir lepas tengah malam tapi ia belum juga mengingat hari apa hari ini. Menyebalkan..”

Soeun menghembuskan nafas lagi dan lagi demi menyalurkan betapa ia kesal dengan semua ini. Lama ia berusaha mengendalikan dirinya hingga tiba-tiba ia mengingat sesuatu. Mendatangkan senyuman tipis dari bibirnya yang tak pernah terlihat hampir seharian.

“Sepertinya akan menyenangkan kalau aku membuat lelucon..” Ia terkekeh. “Mereka sudah terlalu sering membuatku susah, tak ada salahnya bukan kalau aku juga membuat mereka susah sedikit..” Gadis itu berseringai kecil. Hingga tak lama ia bangkit dari tempatnya.

“Baiklah, ayo lakukan!”

Soeun segera mengambil tas sandangnya, lalu meninggalkan tempat itu begitu saja.

Kyuhyun masih sedang menimang-nimang DVD Gamenya ketika pintu kamarnya terbuka dari luar. Kyuhyun mendongakkan kepalanya, menemukan seorang gadis cantik berambut panjang disana.

“Kyu, antarkan aku ke rumah Inyoung ya..” ajak gadis itu sambil terus berdiri di ambang pintu.

“Memang kemana mobilmu?” Tanya Kyuhyun kembali menimang-nimang DVD Game barunya yang belum bisa ia mainkan itu.

“Mobilku masih berada di bengkel karena ada yang salah dengan mesin dan remnya. Sementara aku harus kerumah Inyoung untuk mengerjakan tugas kuliahku. Jadi kau antarkan aku ya?”

“Mengapa kau tak minta sopir saja?” Tanya Kyuhyun malas, memperbaiki posisinya dari menelungkup menjadi terlentang. Ia benar-benar berniat malas untuk bergerak kemanapun saat ini.

“Sopir sedang mengantar ibu ke rumah bibi Young. Lagipula kalau beliau ada tentu saja aku tak membutuhkan bantuanmu. Tch, cepatlah, Inyoung sedang menungguku..” Ahra terlihat mulai jengah.

“Aku sedang malas, lagipula kau tak lihat kakiku sedang sakit..” Kyuhyun menyahut cuek.

“Aish, kau ini benar-benar tak bisa diandalkan di saat seperti ini. Cepatlah, aku benar-benar buru-buru..”

“…”

“Kyuhyun?”

“…”

Ahra berdecak sebal, ia kemudian mendekati tempat tidur Kyuhyun dan merebut benda yang masih ditimangnya dari tadi.

“YAH!” Kyuhyun protes keras.

Ahra mendengus sebal, menjauhkan DVD itu dari jangkauan Kyuhyun. “Kau antar aku atau aku patahkan benda ini?” Ancam Ahra emosi.

Kyuhyun mengerang sebal, dengan malas bergerak dari tempat tidurnya itu dan mengikuti kemauan kakak perempuan satu-satunya itu. Ya, ia tahu sendiri kalau seperti ini maka sudah tak punya pilihan – kecuali kalau ia mau benda yang baru ia beli itu patah tak berbentuk.

“Baiklah, pemaksa..” Kyuhyun mendengus sebal sambil meraih jaket dan kunci mobilnya. Membuat Ahra tersenyum puas dan senang.

Mobil itu melaju dengan cukup kencang membelah jalanan Seoul yang kian lengang. Di dalamnya keheningan tercipta begitu saja antara Yesung dan Yuri. Hal itulah yang terus terjadi semenjak mereka berdua meninggalkan lahan parkir.

Yuri yang daritadi menunduk mengalihkan pandangannya menuju Yesung, dimana Yesung masih terus menatap ke depannya dengan pandangan tajam. Amarahnya masih terlihat disana.

“Maaf karena telah merepotkanmu lagi..” Yuri bersuara tak enak.

Yesung tak menyahut, namun Yuri merasakan laju mobil yang dikemudikan Yesung mengencang setelah ucapannya tersebut. Membuat ia harus meraih pegangan agar untuk menahan tubuhnya sendiri.

“Kim Jongwoon!” Serunya mulai merasa ngeri.

“Jangan panggil aku dengan nama itu!” Yesung menyahut tajam sambil melirik gadis itu sejenak, sebelum akhirnya kembali berkonsentrasi dengan kemudinya. “Perlu kau tahu bahwa aku sama sekali tak punya alasan khusus untuk membantumu. Itu hanya sikap kemanusiaan biasa..” Yesung menyambung ikutannya dingin.

Yuri tampak menundukkan kepalanya, lalu menganggukkan kepalanya. “Y-Ya, aku tahu. Terima kasih..”

Yesung tersenyum miring, terlihat sinis, sementara matanya terus melihat ke depan sana. “Kau tahu? Kau terlalu banyak mengatakan kata-kata manis, sejauh ini. Namun aku tak menyangka kau masih ingat dua kata sederhana itu; Maaf dan Terima Kasih. Kukira kau sudah melupakan dua kata tersebut..”

Yuri mengalihkan pandangannya kembali pada Yesung, ekspresinya kembali berubah setelah itu. Terlihat mulai terpancing dengan sikap kurang mengenakkan Yesung kepadanya. “Kau sebenarnya niat membantuku tadi atau tidak? Kenapa kau terus memperlakukanku seperti ini?!”

“Pengkhianat memang seharusnya diperlakukan begini, bukan?” Yesung menyahut ringan.

“Lalu kenapa kau membantuku?!”

Yesung dengan tiba-tiba menghentikan laju mobilnya dan membawanya menepi. Yuri tampak terkejut dengan tindakannya tersebut.

“Turunlah!” Yesung bersuara dingin. Yuri tampak lebih terkejut.

“A-Apa? Kau memintaku turun di tempat seperti ini? Semalam ini?”

“Kau sendiri yang bilang aku tak berniat membantumu bukan? Dan tebakanmu benar. Aku hanya membantumu dari tindakan penculikan, sekarang sepertinya kau sudah aman..” Yesung menyahut datar.

“K-Kau?” Yuri menatap tak percaya, ingin sekali ia menampar Yesung setelah apa yang ia katakan barusan. Namun ia akhirnya menelannya. “Baiklah kalau kau maunya begi—“

Yuri baru saja selesai membuka sabuk pengamannya dan hendak meraih gagang pintu ketika Yesung kembali membawa mobilnya meninggalkan tempat itu dengan kencang sehingga membuat tubuh Yuri sedikit oleng. Yuri kembali meraih pegangan sambil mengalihkan perhatiannya kembali pada Yesung yang terus menatap datar ke depannya.

“Ini sudah malam untuk aku meninggalkan seorang wanita di tengah jalan seperti itu. Sekarang diamlah, jangan buat aku benar-benar menurunkanmu di tengah jalan karena ocehanmu yang tanpa henti itu..”

Yesung kembali bersuara dingin sambil terus meningkatkan laju mobilnya. Sementara Yuri kali ini hanya terdiam, menatap Yesung dengan wajah sedih menerima perlakuan pemuda itu padanya.

Kedai di pinggir jalan itu tampak tak begitu ramai saat ini. Di dalamnya terlihat hanya ada sekitar empat orang pelanggan bersama dua orang penjaga tokonya. Di salah satu sudut tampak sepasang kekasih yang makan bersama sambil bercanda satu sama lain, di sudut lain terlihat seorang laki-laki yang asyik menikmati sebatang rokok sambil sesekali meminum cairan soju yang terletak di depannya, sementara pelanggan lainnya tampak duduk di meja paling luar – asyik meminum segelas demi segelas soju sambil memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang di depannya.

Benda lain di atas meja tampak bergetar berkali-kali namun gadis itu terus mengacuhkannya. Gadis yang saat ini tampak memakai sebuah jaket berwarna hijau itu terus saja melanjutkan kegiatannya tanpa mengacuhkan getar ponselnya. Meneguk segelas demi segelas cairan keras yang ia salin dari sebuah botol berwarna hijau di depan sana.

“Aish, Cho Ahra benar-benar menyebalkan..”

Kyuhyun lagi-lagi mengomel sambil mengemudikan mobilnya kembali pulang setelah mengantarkan Ahra ke tempatnya. Pemuda itu juga terus menunjukkan wajah yang datar sambil bibirnya terus mengeluarkan kata omelan walau ia hanya sendirian kini.

“Belakangan ini wanita membuatku masuk dalam masalah. Ibu yang mengambil semua PSPku, Ahra Noona yang seenaknya mengancamku, dan… si national evil sister yang membuat aku babak belur dan sampai dimusuhi sahabat-sahabat. Aish, cukup sudah aku berurusan dengan orang seperti dia. Aku tak akan melihat wajahnya lagi walau di TV sekalipun…” ujar Kyuhyun sambil berkelok untuk mengambil arah cepat menuju rumahnya. Sekilas Kyuhyun melirik jam tangannya untuk memeriksa waktu, cukup kaget juga menemukan angka nol nol nol tiga disana. Lewat tengah malam.

“Ahh, saat-saat begini sebaiknya bagus kalau aku membeli sebotol wine untuk aku nikmati sendiri. Yeah, hanya dua sahabat hal yang benar-benar menjadi sahabat Cho Kyuhyun di dunia ini; Game dan Wine. Karena aku dilarang untuk bermain Game selama dua minggu, maka saatnya aku meluangkan lebih banyak waktuku untuk wine..”

Pemuda itu tersenyum senang, lalu terus berkonsentrasi dengan jalan di depannya.

Sementara itu di tempat lain Yesung baru saja hendak memasuki perkarangan rumahnya ketika ponselnya berdering nyaring. Pemuda itu menghentikan laju mobilnya, dengan segera meraih benda itu setelah melihat siapa yang menghubunginya.

“Ya, Manager Jo?”

“Yesung-ah, apa Soeun bersamamu?”

“Hah? Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin Soeun bersamaku tengah malam begini..”

“Benarkah?” Terdengar Manager Jo menyahut risau.

“Memang apa yang terjadi, manager? Ada apa?” Yesung balas bertanya.

“Soeun hilang, Yesung. Ia belum juga pulang hingga jam sekarang..”

“Apa?! Bagaimana bisa?”

“Aku juga tak terlalu tahu karena tadi aku mendahuluinya meninggalkan ruang make-up. Soeun sejak tadi memang diantar jemput dengan sopir pribadi, itu sebabnya aku membebaskannya. Namun baru setengah jam tiba-tiba sopirnya malah menanyakan Soeun padaku karena ia tak lagi terlihat di lokasi syuting. Beberapa staff berkata bahwa Soeun sudah meninggalkan tempat itu secara diam-diam tak lama setelah aku pergi..”

“Lalu sekarang bagaimana? Apa kau sudah mendapat khabar?”

“Belum, tapi aku sudah mengutus anak buahku untuk mencarinya, Nyonya Kim juga sudah melakukan yang sama. Aku berharap semoga tak terjadi apapun pada Soeun. Aah, anak itu terus membuatku sakit kepala..” Manager Jo mengeluh lagi.

“Apakah Manager sudah coba menghubunginya?”

“Sudah, namun ia mengabaikan panggilanku..”

“Baiklah, aku akan mencoba menghubunginya. Soeunkan memang sering melakukan hal-hal aneh seperti ini kalau kondisi fikirannya sedang tidak baik. Semoga dia mau mengangkat panggilanku..”

“Aku juga berharap begitu. Oiya Yesung, bisakah kau tanyakan sesuatu?”

“Tentu, apa itu manager?”

“Hum, sebenarnya apa hari ini bagi kalian berdua? Maksudku, seharian ini Soeun terus mengomeli ini dan kuat dugaan inilah penyabab moodnya tiba-tiba memburuk..”

“Hari untuk berdua?” Yesung mengerutkan dahinya. “Kalau diingat memang pagi ini ia berlaku aneh dengan menanyakan tanggal padaku, lalu setelah aku bilang aku tak tahu ia marah dan meninggalkanku begitu saja. Aku juga tak mengerti tanggal apa yang dimaksud..”

“Tch, inilah masalahnya mungkin. Arh, anak itu entah kapan dewasanya. Ya sudah Yesung, aku harus segera menghubungi anak buahku untuk menemukan Soeun. Kau juga berusaha menghubungi Soeun, ya?”

“Ya manager. Pasti..”

“Ya sudah, sampai jumpa nanti..”

“Sampai jumpa nanti..”

Yesung dengan cepat mengotak-atik kembali ponselnya untuk menghubungi Soeun. Ia mengetuk-ngetuk stir mobilnya demi menunggu Soeun menyahuti panggilannya.

*Biip~*

Soeun menatap datar layar ponselnya yang menunjukkan nama Yesung. Gadis itu terkekeh kecil melecehkan, hanya menonton saja nama Yesung terpampang di layar ponselnya.

“Huh, sekarang kau baru kesulitan bukan mencari aku dan kali ini kau kuacuhkan. Biar saja, kau sendiri yang membuatku kesal seharian bukan?” omel Soeun pada ponselnya tersebut. Nada bicara Soeun terdengar aneh hari ini, sama seperti cara berjalannya yang sedikit sempoyongan. “Huh, kau menyebalkan Kim Yesung. Bagaimana mungkin kau melupakan hari dimana kita pertama bertemu, huh? 13 September 2013, kau seharusnya mengingat kalau enam tahun yang lalu adalah hari dimana kita bertemu. Bodoh, aku selalu mengingat dan merayakannya setiap tahun namun ia terus melupakannya..” omel Soeun sambil me-reject panggilan Yesung. Gadis itu segera mematikan seutuhnya ponselnya kini. Lalu setelah memasukkannya, gadis itu kembali berjalan menyusuri jalanan Seoul yang mulai melengang.

“Bagaimana? Kau temukan?”

Soeun yang baru saja hendak melewati sebuah toko mainan tiba-tiba menghentikan langkahnya. Gadis itu mengucek matanya, berusaha melihat lebih jelas tiga laki-laki berjas yang tampak berada beberapa meter darinya itu.

“Mereka lagi?!” Soeun berseru tak habis fikir ketika akhirnya mengenali bawahan Manager Jo tersebut. Lagi-lagi gadis itu cemberut – merasa kesal kembali karena ia terus diperlakukan seperti ini. “Aku tak mau pulang bersama mereka..” ujar Soeun sambil berniat memutar arah. Namun tanpa sengaja ia malah menendang sesuatu sehingga mengeluarkan bunyi yang nyaring.

*!!*

“Nona Kim So Eun!”

Soeun yang baru saja melihat bingung memeriksa apa yang baru saja di tendangnya tampak kaget ketika namanya dipanggil. Ia menatap bawahan Managernya tersebut sebentar sebelum akhirnya memutuskan melarikan diri.

“Nona! Jangan pergi lagi nona!” Tiga orang laki-laki itu tampak begitu kaget, dengan cepat mereka ikut berlari untuk menyusul Soeun. Soeun mempercepat larinya. “Nona! Tunggu Nona!!”

Kyuhyun tampak bersenandung riang sambil membawa sebotol Wine ketika ia mengeluarkan sebuah took minuman dimana ia membelinya. Setibanya diluar ia sedikit mengerutkan dahi melihat ada sekitar enam orang laki-laki berada di sekitar mobilnya untuk memeriksa sesuatu. Namun tak lama Kyuhyun memilih angkat bahu sambil mendekati mobilnya.

*Klek!* *Tap!*

Kyuhyun meletakkan minumannya tersebut di jok samping kemudi. Setelah pemuda itu memasang sabuk pengaman ia mulai menghidupkan mesin mobilnya. Mobil berwarna merahnya pun melaju setelah itu menjauh dari tempat dimana para orang-orang berjas hitam itu masih memeriksa sekitar mereka.

Kyuhyun terus focus mengemudi sementara tangannya sedikit meraba-raba untuk menghidupkan audio mobilnya. Berniat mencari hiburan mengingat ia menyetir sendiri.

“Ah, syukurlah!!”

*PSSSSSSST!!*

Kyuhyun sontak menginjam rem ketika ia dikagetkan oleh suara dari belakangnya. Tindakannya tersebut tentu saja membuat tubuhnya terdorong ke depan, bersamaan bunyi benturan di belakang joknya.

“AWW! Sakit!”

Kyuhyun dengan cepat memutar kepalanya untuk memeriksa apa yang terjadi. Dan seketika ia langsung kaget di tempat.

“Hey! Kenapa kau ada di dalam mobilku!” Seru Kyuhyun antara kaget dan panik. Alasan kagetnya tentu begitu jelas, sementara ia mulai panik kalau saja orang ini berniat jahat dengan memasuki mobilnya atau pilihan lainnya, orang yang masuk ini adalah seorang… hantu.

“Sakit tahu kepalaku. Kau bisa menyetir tidak sih..” sosok yang ia kenali seorang perempuan itu terus menunduk sambil mengusap dahinya.

“ Hey, S-Siapa Kau? K-Kenapa Ka –“

“– KAU?!!”

Kedua orang itu berteriak bersamaan ketika melihat wajah masing-masing. Keduanya terlihat sama-sama kaget dan tak percaya.

> To Be Continued<

Priview Next Episode:
“Hey, The Little Sister mabuk. Arh, dunia seharusnya melihat ini…”
“Diamlah!!”
“Yah, kemana?”
“Pergilah!”
“Hey, tunggu!”
Chu~
“Y-Yah Kau..”
“Diamlah..”

“Cantikan mana? Aku atau Kwon Yuri..”
“Haha, itu pertanyaan aneh.Tentu saja Kwon Yuri!”
“Apa yang tak kupunya dan dia punya. Aku ini The National Little Sister!!”
“Dia cantik, dewasa, dan seksi.Arh, kau lupa kau tak mempunyai itu selain wajah seperti anak kecil ini?”
“Aku bukan anak kecil!”
“Arh, bahkan semua orang memanggilmu adik.Kau dengar?Adik.berarti akan selalu dianggap kecil..”
“Aku bukan begitu!!”
“Kau begitu!”
“Kau mau bukti?”
“Yah?Apa yang kau lakukan?Bagaimana kalau ada orang yang melihatnya?”

“Soeun!!”
“Yesung oppa..”
“Ck, apa-apaan dia…”

*Tarik Nafas*

Huuuh ¬¬ akhirnya selesai juga part setelah sedikit memutar otak mencari alurnya. Oiya, bila diperhatikan Readers pasti menyadari ada Priview episode dari Teaser yang hilang tiba-tiba di part dua ini. Mianhae, aku hanya sedang berusaha mecocokkan cerita, jadi bagian yang tak bisa dimasukkan terpaksa di hapus.

Dalam hitungannya, ini adalah postinganku yang ke 193, jadi semakin dekat dengan 200. Oiya setelah ini mungkin aku akan ngepost FF Project 200 dengan cast KyuSso. Sedikit bocoran, FF selanjutnya akan membutuhkan Pw juga. Hehe.

Okay, at least Happy reading all ^^

67 Comments Add yours

  1. cucancie mengatakan:

    Horreee…part 2 nya keluar jg,,poor kyu dimusuhin sahabat2 nya krn kyu jelek2in sso,,kasian sso cintanya masih bertepuk sebelah tangan,yesung terlalu cuek ma so eun,omg pasti yg di mobil kyu itu so eun,,,akhirnya mereka berdua ketemu lg,penasaran reaksi mereka berdua setelah ketemu lg,,,jd pengen buru2 baca part 3 nya ditunggu ya…

  2. vaaani mengatakan:

    aaargh baru part 2 baru nyadar, jadi harus siap kecewa gak ada moment romantisnya antara sso ma jongwon,,,,,

    ntahlah,,,, pasrah, huhuhuhu
    yah put itu knapa ending nya kyu dulu yg nemuin sso ktimbang yesung

    part yesso nya bener2 cm dikit, aq sukaaa ma perhatian yesung yang gak terlihat, jadi penasaran gmna dulu 13 sept mereka pertama ktmu, yaaaaa iyalah cwo kan gak sepeka cewek, ngena bgt apa apa g2, ntah tgl ktmu, tgl jadian, tanggal bla bla

    berharapnya c ke depan banyakin moment yesso b2nya lagi,

    ok ditunggu part selanjutnya ea put,paipai

  3. erika mengatakan:

    oh ternyata hari yg di lupain yesung oppa itu hari pertama kali ketemunya yesung oppa sama sso eonni😮
    ksian sso eonni cintanya masih bertepuk sebelah tangan, yesung oppanya jg kayanya nganggep sso eonni cuma sebagai adik ya T_T
    hahahaha….kasian sama kyuhyun oppa ga ada yg belain kkkk~… + di cuekin sama chaming dan minho oppa..
    ehmm…aku masih agak gak ngerti deh urusannya yesung oppa sama yuri
    aish, sso eonni kenapa jadi mabuk begitu…
    wahh…sso eonni ketemu lagi nih sama kyuhyun oppa apa yg bkalan terjadi ya sama nih orang berdua???
    seperti biasa ff makin kerennn…..ga ngebosenin….makin bikin penasaran sama next partnya!!!
    Hwaiting!!!

  4. Choi shinae mengatakan:

    kkkk soeun disini makin childish tapi lucuuuuu..
    laki2 mesum? kkkk ChoKyu yg sabar ya bang ~~^^

    yesung disini dingin banget tapi sumpah suka karakter yesung disini >.<

    makin sini makin menarik ~~^^

    next partnya ditunggu lagi ~~^^

    fighting author ~~^^

  5. Aulia Veronica mengatakan:

    Akhirnya part 2 dipost juga😀 LIKE IT FFnya eon (y) gara” karakter sso-eonnie beda sama yg biasanya kalo biasanya kan karakter sso-eonni baik, agak dewasa dan penyabar kalo yg ini manja, seenaknya dan pemarah kkk~
    Penasaran sama part-3nya eon😀 ni FF bikin greget deh kkkk~ nexr partnya ditunggu ya eon😀

  6. Anna mengatakan:

    Jeng jreng psti endpart-ny itu kyusso ketemu lgii waduuh siap2 disuguhin cekcok mulut n prang dingin nie,,msh slg memahami karakter n smg kyusso bs cpt dkt,brtmn,brshbt llu brcinta deh heehee

  7. tanti no kawai mengatakan:

    Ckkckckkc….. Ƴɑ̤̥̈̊ amapunnn itu kyu bener2 di bully ma chanHo…
    Cumn gara2 nyium dan jelek2’in Sso…
    Hahhahahha #poor kyu#

    Hùh… Sebenrnya perasa’an yesung sendri giemna???? Apa dy ben2r2 cumn menganggap Sso sebatas adik???? Dan masih menyukai Yuri???? T.T

    Sementara Sulli cukup sukses dengan penyamaran ηγά̲̣̥….🙂

    Hahhaha….. Sepanjang line part Ĭηĭ Sso bener2 berada dalam mood Ϋά̲̣̥ηġ buruk….. Sampai2 supirnya juga kena imbasnya dan yeaaa…. Itu semua hanya gara2 kim yesung…. Kkkkkk

    Oww…. Ĵåϑΐ itu sebabnya yuri η yesung putus…. ˚◦°•hмм…(―˛―“)..=-?•°◦˚

    Nahhh kan…. “The national little sister” mulai baraksi tuh…. Kkkkkkkk
    Dan sukses membuat semua kelabakan……😀

    Jiaaaahhhh……. Jodoh mah mank ϞЪќ>:/ kemna…..
    KyuSso di pertemukan ƪάğί tuh…. Dan lagi2 Sso dalam keada’an Ϋά̲̣̥ηġ buruk…. Hhahahhahha

    YeAaaa….. Makinnn seruuu jalan ceritanya…… (y)
    Liat preview ηγά̲̣̥ di bikin makin penasaran juga…..🙂

    Ok_selalu di tunggu karya2 berikutnya Ƴɑ̤̥̈̊ putt…. ^^

  8. ciciepisces mengatakan:

    .annyeong q readers baru slam knal..
    wahh,, sso bikin mslah lagi nih ..
    pnsaran sma klnjutan kyusso ..
    trus gmna dngan yesung..
    mkin pnsaran ..
    oiia chingu nanti bleh ntta pw.a gg ??:)

  9. shane mengatakan:

    Yeah… Tampilan WP na (y)

    Hmmm..banyak siluet baca d part 2 ni hhhhe ;;)
    Itu sso asal2 bgt mau motong gaji sopirnya …malang bgt jd t sopir ,bener ni kata Kyu sso itu cocoknya jd the national evil sister ghghhgh :*

    Minho..ngapain tu ga fokus ngelirik jinri..cieee… Ghgh wlopun jd cowk jinri ttp cute yakk ghghhghh

    Itu … Whaaaaat, apakah yg akan terjadi…stelah kyuSso shock meliat satu sama lain d mbl..ghhgghh (y)

    Aaaaaaaaa…..gregetaaan (y)
    Lanjuuut ~

    Btw… Kakk,udeh g sbaran tu ff special kyuSsonyaa (y) GPL yak puput (y)

    Keep spirit Ny jongwoon :* :* :*

  10. Riznha mengatakan:

    Wah kyuhyun n soeun ktmu,psti prang dnia k’4 nie:-D

    dsni q krg fham dgn konflik yesung ma yuri,n soeun ksian bnget cntax cm spihak:-(

    smngat ya thor,,d tnggu next partx..!

  11. Kyusso shipper mengatakan:

    wkwk ngakak bagian kyuhyun dimusuhin minho sama changmin sampe frustasi gitu. entah kenapa kesel sm yuri disini -_-. kapan kyusso jatuh cinta? #plakkk. ciee kakak ff selanjtnya ditunggu ya🙂

  12. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Huh….

    Lagi liat Soeun kya’ begini setelah sebelumnya di “Oppa, Love me”
    tapi disini benar2 seperti anak2…
    Author pandai meramunya (?) Puspa benar2 dibuat kesel sama Soeun disini… -.-”

    ngakak liat Kyu yg dikerjai Minho sama Changmin…
    Wkwkwkwkwkwkwkwkkwk😀😀

    ditunggu yg FF yg lainnya..
    Keep spirit…

  13. IntanElfAngels mengatakan:

    Aigoo abang kyu kesian deh kesiksa mulu .. #poorkyu😀 … Bayangin muka sso kalo lagi kesel , pasti imut bangeeeeettt ^_^ … Aih eon dtunggu next partnya yaaaahhh itu ada kissue lagi dpart 3nya yah??? Ouch … Dtunggu part3nya jangan lama2 ne FIGHTING!!!!!! ^_^

  14. yhulaiisoeun mengatakan:

    Yeay part dua muncul …..
    Hahahy,, kasihan sama kyhuyun yang terus d.serang sama changmin dan minhoo gara gara gk suk sm sso….
    Sso jga,,uring uringan trus ,, kirain hari yg d.maksud sso itu ultah.y ,, trnyata hari pertama dy ktemu ma yesung… Ckckck,,ada2 ajja…
    Yesung oppa cuek banget sih maa soeun,, kshn sso,.. Buat soeun nanti brhnti suka sama yesung dong,, tpii giliran yesung.y yg suka sama sso dan merindukan skap manja sso ke yesung….🙂 aku gk suka yesung sma yuri,, mreka trnyata mantn kksih,, jangn smpai nanti mreka balikan…NO!!! #ngek,lebay :p
    kzhan sama sso,,makan.y harus d.atur atur…
    Pertemuan kyusso kocak banget… Sso gk tau kalau dy smbunyi d.mbil kyu… Kkk ~
    trnyata minho sama sulli temenan sejak kcil,.apa yg mmbuat mreka trpisah yah… ??
    Next part.y d.tunggu… Tetap semangat…😀

  15. Ambar mengatakan:

    Part ini panjang bngt cih tpi banyak momen yesung yuri’nya agak g sreg tau mereka dlu sepasang kekasih..

    Yah wkt So Eun dh ktmu Kyuppa mlh Tbc li,huuuuf sepanjang apapun ff putri berasa kurang..

    So Eun bnr2 kyk anak kecil egois bngt kshan org2 disekitarnya kena imbasnya,,huhu tpi lucu jd ngegemesin..

    Dtgu next partnya putri..semangat!!!!

  16. ayu mengatakan:

    kereeennn., q suka kyusso. .
    Wah kira2 di mobil da siapa ya?. Next pkoknya.

  17. pipip mengatakan:

    wah hmpir lupa critanya gmna tpi lgsg keinget bca dpnnya
    nmbah seru nmbah bkin bngung nmbah bkin pnsra
    ada hbungan apa sulli dgn minho dimasa kcil?
    knp yesung dgn yuri perang dingin??
    pnsran bnget dgn next partnya dtnggu eon

  18. dyyyy mengatakan:

    kyu yg kan bisa ngubah sifat kekanakan sso….

  19. andri susilowati mengatakan:

    pertama thanks uda dilanjut haha
    kedua, maap ya thorr baru comment pdhl uda baca dr tadi #maklum modemku lemot banget.
    ketiga…..
    sumfehhhh part ini kim so eun kau terlalu kekanakan, kadang agak jengkel sm ulah yang dibuat so eun.
    tapi yahh ini karakter dia di ff ini.
    semoga kedepannya bisa berubah. #evil kyu buatlah soeun berubah evil juga dr pada kyk anak kecil hhehe
    selalu the best pokoknya ff kamu. youwissss lanjut ff yang lain.
    dengan karakter2 yang lebih oke, kece,
    good job.

  20. nita mengatakan:

    akhir d post jga part 2 nya,, mkn sru jha crtax,, ska sma krkter sso eonni d sni,, childhis and then ska mrnth s’enakx,, d tnggu next part x y🙂

  21. Rakha milo mengatakan:

    Hahahahaha kasian kyu di bully, yesung kayaknya masih ada perasaan sama yuri, tp kyusso cocok cos karakternya gokill…
    Semagat author idenya yang lancarrrr…
    Minho juga kerennnnnn

  22. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    woahh akhir nya ff the national little sister dipost juga kkk~
    yaampun kasian bangett yaa Sso eonni selalu dikekang & selalu dianggep anak kecil + dibanding2in mulu sama Yuri ckck~
    hahai bang epil dikerjain sama changmin and minho, lagian sih jelek”in Sso eonni mulu jadi kesiksa sendiri kan #poorKYU
    di tunggu next partnya eon🙂

  23. Dizha adrya mengatakan:

    Huaaa kyusso klw ketemu berantem mulu,, ya ampun sso dsni u snguh kkanakan n egois sekali,, kasian yg lain jg kena imbasnya ,, huaaa kedua bias sya memperebutkan yuri yesung oppa dan namgil oppa,, knp kalian berdua tdk memperebutkan saya za hehe putri d tgu next partnya fighting n d tgu ff kyusso nya hehe😉

  24. tansya magrate elfAngels mengatakan:

    seru bnget ceritanya … Karakter sso eonni disini lucu dech, karakter kyak gtu biasanya cpat bkin kangen. Hah., dasar yeye oppa,sebenarnya dia nganggep sso eoni apa ?! Penasaran sama part berikutnya, jangan lama-lama ya chingu.. Kyu oppa kasian dech dituduh mesum kkk… Sabar ya oppa, ntar jga bkal bahgia bisa knal ma sso eonnie🙂

  25. Deborah sally mengatakan:

    Hahaha sifat nya soeun eonni keterlaluan banget pada kyuhyun oppa wkwk. . .

    Itu minho dan changmin sebegitu banget kalau berhubungan dengan soeun haha kan jadi kasihan kyuhyun nya di siksa oleh sepupu dan sahabatnya . . .

    Lanjut putri😀

  26. nita mengatakan:

    yeyy,,akhirnya part 2 keluarrr
    udah dtunggu2 nihhhh

    seru, lucu acara pertengakarn 3 namja itu
    ahaa
    kyu,chang,min
    ad aja yg bikin merka ber3 bertengkar

    sso eonnie, bner2 deh disini sifatnya seenaknya sndri
    haha,,bikin susah orang aja
    tapi seru,, karakteyg beda dri biasanya

    penasaran next part gmn,,
    dilihat dri preview kayakx seru nihh
    pa lagi kyusso udah ketemu lagibakal ada konflik apa lagi nihh

    next d tunggu yah fighting!!!!!

  27. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Yuhuuuuu~ part 2nya muncul.
    Changmin sama Minho kompak bgt nge-Bully Kyuhyun.. Poor Kyuhyun.. Heum… Sso emng kekanak2n bgt.. Dikit2 ngambek…
    Kasihan managerx.. Ddi buat kelimpungan nyari Sso… Mgkin dia kesepian kali ya.. Makax cari pelampiasan… Kkkkkkk.
    Heii.. 2 orng itu ketemu lagi.. Ap yg bakalterjadi antara Sso dan Kyu..? Berantem ga ya.. Mengingat Kyu benci bgt sma Sso.. Ehm. Little National Evil.. Kkk ga nyadar ap dia juga evil *lirikKyuppa.
    Seperti biasa FFx putri emng daebak.. N semangat buat bkin projectx… Ditunggu ff lainny juga..
    Pai-Pai…. *Chu~

  28. Choi Hye Mi mengatakan:

    Minho dan Changmin.. Aaa lucunya mereka… Sama2 menyudutkan Kyuhyun.. N Kyuhyun ga berkutik sama sekali. Hahaha poor kyu.
    Hmm .. Kyuhyun dan Soeun ketemu nih.. Gimana yaa.. Bakal berantem apa gimana… ! ? Soeun childish bgt.. Semua dibkin repot sama dia.. Tp lucu sih… Ekekekekk.
    Berharap mereka cepet saling jatuh cinta.. Biar soeun ga terlalu berharap sama Yesung. *ehm
    Q tunggu ff berikutx… FF HaeSso lg ya… #digetokputri.
    Ok Fighting!!

  29. asisadinda mengatakan:

    Yeah, sudah lama tak mampir ke blog ini..
    Ternyata sudah banyak ff lanjutan yg dipost..
    Salah satunya ff favorit saya..😀
    kak putri part 2 nya makin seru, saya tunggu part 3 nya ya..😉

  30. Luthfiangelsso mengatakan:

    sukaa deh akhirnya di publish jg nih ff🙂
    adegan kyussonya kursng yaa tpi tetep seruu bgt !!
    kasian hidupnya sso di kekang:/
    sukaa di tunggu next nya dg penuh momen kyusso🙂

  31. Kim Ha Byung mengatakan:

    Kyaaaa, akhirnya di lanjut juga🙂
    Kyusso bener2 deh😀

  32. aina freedom mengatakan:

    ehmm makin seru ceritanya put ,di tambah konflik dlm di dlmnya membuat ceritanya bener2 pas dg jalan ceritanya . q bener2 salut dg hasil karya2 mu put , bagiku ide cerita yg km gunakan di setiap judul ff bener2 keren dan top bgt , semoga dg kritikan dan coment akn membuat putri lebih semangat ,shngga bisa buat motivasi dlm membuat ff .
    q sangt ska bgt sm karya2mu put ,jadi tetep semangat ya :)….go go go putri

  33. mizanafidausi mengatakan:

    seru alur ceritanya,,,
    ga cuma kyusso, minsull, yeri semua dapet bagian, hmmm soeun ada2 aja hari pertama kali bertemu aja dirayain ya jelas yesung lupa lah,,, udah 6th pula -______-”
    kyu kasian bgt di bully ma changmin ma minho, lucu pas changmin nyindir kyu trusan hahaha😄
    ya preview yg dulu kayanya bakal masuknya di part3 ya,,,
    oya suka ma background (?) wp mu put dan cukup menyita perhatianku hahaha
    ditunggu ff2 selanjutnya, oya setelah kyusso berarti hyuksso ya😉

  34. Kim Ra rA mengatakan:

    Kyuhyun masih aja di Cuekin sama sahabat sahabatnya keke Kyu bener bener kurang Beruntung di mulai dari Ibunya Kakak perempuannya dan sekarang Sso, yang secara kebetulab malah Ngumpet dalam Mobilnya kekeke

    Sebenarnya ada apa di masa lalunya Yuri kayanya Ribet banget, terus nantinya Yesung bakalan Suka G’ yach sama Sso atau malah balik lagi sama Yuri,,, aaaah lian nati aja di part 3 nya ‘Semangat’ terus buat Authornya Dech!!!

  35. anastasia erna mengatakan:

    kasian kyu…
    masih di cuekin ma teman nya…
    sebenernya ada apa yah dgn masa lalu yuri????
    di tunggu put…lanjutannya

  36. Esaa mengatakan:

    Kyaaaa…. Ketinggalan!!!
    Akibat seharian ga buka internet nih ._.
    Tinggalin jejak dulu baru baca, hehe

  37. Esaa mengatakan:

    Ooow . . .

  38. Esaa mengatakan:

    Ooow . . . .

  39. Devi mengatakan:

    Akhir’a part 2’a mNcul jg,,,,🙂🙂🙂🙂

    Cerita’a mkiN seru Zh ,,,,,,,,
    KsihaN kyuppa d musuhiN ma sahbat’a+sepu2’a gara2 iNsideN ciumaN ma eoNNie so euN idola mereka,,,,。
    Lcu jg setiap pertemuaN kyuppa ma eoNNie so euN dlm keadaaN yg tdk mNgeNakN,,,,,🙂🙂🙂

    Jd pNasaraN ma klaNjutaN’a,,,,,,

  40. thata mengatakan:

    Kyaaaaa akhir`y dlnjutttttttt
    Ahh knp TBCdi saat kyusso moment ..
    Hiks hiks hiks..
    Oh yah kalau mau minta PW gmn? Jwb yah pleasee

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Kamu ada fb atau twitter gak? Ntar biar d dm aja🙂

  41. safa nazila mengatakan:

    Yeaaaaah…
    Akhirnya dipost juga part ini,.
    Komenku kali ini bertema ‘kasihan’ #maksudlhoe?
    Kasihan kyuhyun harus dikeroyok fansnya sso,bonus ditampar+diinjek soeun..
    Kasihan soeun cintanya bertepuk sebelah tangan
    Kasihan sulli kakinya harus sakit,
    Kasihan minho ga bisa nginget kapan dia ketemu sama sulli,
    Kasihan yesung,dikhianatin sama yuri..
    Kasihan yuri dipaksa paksa sama kim nam gil
    #author:komenapasih?? #abaikan..

    Kyuhyun dimusuhin sama sahabatnya gara gara ga sengaja nyium sso,kkk~
    Pasti yang didlm mobil kyu itu soeun..
    Penasaran sama next partnya.,
    Omo!! Chu? Sso nyium kyuhyunkah?
    Kyaaaaa…ditunggu nextnya..
    Berharap page ff ke 194-200 salah satunya ada lanjutan ff black and white part 8 sama peach and apple part 2

  42. yolan mengatakan:

    Wahhhh si so eun bener2 kaya anak kecil ya sifatnya, kasian kyupa jadi bonyok gitu,
    Tapi aku penasaran sama suli and minho kaya gimana ya hubungan mereka berdua nantinya khekhekhe,,,,
    Aku juga gak sabar sama adegan2 pas kyuso lagi sama2 uuuuuuu jng lama2 ya thor part selanjutnya ^^

  43. elisa mengatakan:

    waaaaah tbc ………………..sru….. gak biasanya kyuyun kalah..ha..ha..ha..ha lucu…?
    next part selalu dtunggu n karya author yng laina jugak..faighting……………….

  44. Soeun mengatakan:

    Akhirnya dtng jga kyuSso (y)
    sperti nya cinta Sso pd yesung hanya sepihak karna yesung menganggap Sso sbagai adik

    lucu wktu kyu berdebat dgn minho dan changmin mengenai little sister ^_^

    sulli harus rela trluka demi mendapatkan seorang choi minho ckckckckc !

    Di antara yesung dan yuri sperti nya mreka tdk bisa melupakan kejadian di masa lalu yg membwt mreka terluka
    daebaakkk FF nya (y)

    penasaran eon dgn reaksi kyuSso di dlm mobil trsbt
    ditunggu part 3
    semangat

  45. astrielf mengatakan:

    selalu keren dan selalu memuaskan ff dari mu kak. Suka sama karakternya Soeun yan Yah kyuhyun kasihan banget di bully gitu sama cangmin & minho, ayo kak dilanjutkan segera, ditunggu seluruh ffmu!! fighting🙂

  46. Dear Dhiyah mengatakan:

    kasihan s evil
    hihihihi
    smoga aja cman mreka (Changmin n Minho) doang yg ngefans y mpe autis gtu. nyeremin …. tmen y sndiri dbully -_-

    moment Kyusso puttttt …….

  47. Niniet mengatakan:

    Kyuhyun benar2 dibully ama 2 changmin dan minho..wkwkw., trus disini aku ga tega ngeliat So Eun kayanya ngareeepp banget sama Yesung,hmmm bakalan nangis kalau tau yesung dan kwon Yuri yang punya masa lalu bersama, oya previewnya ada yang diilangin tuh, tapi ga apa deh, memang harus sesuai alur, tapi kalau liat preview untuk next partnya bakalan seru banget tuh moment Kyussonya banyak sepertinya..waaahhhh ga sabar Putriii…hehehe…:)

  48. ticha_ mengatakan:

    akhir’a part 2 keluar jga_kekeke🙂
    Hm,,,ngakak waktu kyuppa dimusuhin minho ama changmin oppa,gr2 jelek2kin sso eunnie…😀
    Wah,,awal ktmu ama yeppa ajda diinget ama sso eunnie..
    Hm,,,makin penasaran ama next part’a
    Gmn reaksi kyusso,,gemes ajda leat reaksi mrka berdua
    Kekekeke🙂
    Hm,,,yeppa masih ska sma kwon yuri ya??kasian sso😦
    Makin penasaran..,
    Makin DAEBAAAK!!!
    Q tgg ff saeng laen’a_
    Laaanjuuuuttt😉

  49. yehaesso_ mengatakan:

    yang ada didalem mobil kyu itu eonni sso ya ..whoaa kyu sama eonni harus baik baik jgn berantem lagi ya
    huaa penasaran
    ditunggu karya selanjutnya,eh tapi sweet piece of lovenya kpn dilanjut ?aku penasaran banget hehe😀
    FIGHTiNG

  50. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Ketemu lagi deh KyuSso.. Kkkk
    Like this FF, aku suka.. KECE banget.
    Ditunggu next partnya🙂

  51. vani mengatakan:

    haha daebaklah
    kasian kyu dijaillin changmin
    next part eonni

  52. arhy_sufithreELF mengatakan:

    akhir’nya part 2’nya keluar…😀
    kasian bener kyuhyun ketiban sial terus..
    daebak chingu..
    next part ,,!!

  53. Safriyanti mengatakan:

    Ksian sso,,,
    sdkit ksel jg ma yesung msak gk prnh nggap sso sma skli,,,
    susah jga sllu d anggap kcil,,,
    mank sso imut2 bnget sech,,,
    hehhhe kyu kna imbas,a to,,,
    kyak,a bkal mkin seru ne dgn kdaan kyusso yg ktmu kmbli n dlm kdaan sling bnci,,,,
    bkal bnyak adegan kyusso,a ne kyak,a,,,,
    nte part kyusso,a mnta pw,a y chingu,,,,,

  54. haekyusso mengatakan:

    Kasihan kyu yg d musuhin sm changmin dan minho,,,Tp bnr kt changmin masa evil teriak evil bt ngatain sso,,,
    Jjiiaahhh,,, sso jd badmood gr” yesung lupa hr yg istimewa bt sso,,,kasihan sopir y hrs kena omel sso sharian -.-
    Ntu sso ngumpet d mobil y kyu?? Wah bkl da perang dunia lg nich klo mrk ketemu??
    Sukaaa dan kereeennn cerita y,,, krakter sso dan yesung d ff nich beda🙂
    Ditunggu part slanjut y dan project ff yg laen y,,,,🙂
    #TETAPSLALUSEMANGAT🙂🙂

  55. unza mengatakan:

    yee kyusso jjang..
    hahaha kyuline keren. kyu sering dibully ama mereka.. next dehh

    ditunggu kelanjutanny

  56. princess ice mengatakan:

    wkwkwkkkkk sumpah ngakak bgt pas kyu d bully ama minho ama changmin pas d mobil.. kompak parah mreka b2 v ttep ja kyu gmaw kalah wlopun uda d kroyok😀
    yaampun sso unni bner kekanakn bgt yah.. lupa hari pertma ktmu aja msti bkin buruk mood’a sharian gtt v lucu bgt sso unni’a nakal n brani bgt.. haha
    next part bnyakin kyusso’a y put.. oia d tnggu juga ff projec 200 pair kyusso’a.. pw’a update d grup y..
    fighting! slalu daebak! chu!

  57. Sendy Sekar W mengatakan:

    kasian kyu di bully sama minho changmin xD
    omo sso malah nyasar di mobilnya kyu xD
    ditunggu part selanjutnya🙂

    mian baru komen padahal sebenernya udh lama komennya aku kira udh masuk ternyata belum :3

  58. junho96 mengatakan:

    suka sama karakter soeun yg childish😀 kira kira yesung bakalan suka gak ya sama soeun nanti? ayo kak dilanjutin, ditunggu segeraaaa

  59. Aisparkyu mengatakan:

    Put kren bnget part2nya ^^

  60. sitieunnie mengatakan:

    hahay..part 2x udh ada..^^
    plg senang kalo kyu diomelin sm changmin n minho gr2 sso..hahahaha
    gk kbayang gmn prsaanx kyu coz shbt n spupux sndiri lbh prcya ama org lain ktmbang dia..makax kyu jgn evil,krn evilmu sndiri org2 jd tdk prcya dgn omonganmu..hahaha
    trnyata hr yg dmksud sso adlh hr prtma ktemu,kirain hr ultah.. :p
    tp put, preview u/ next partx msh sm dgn yg dlu..eonni pkir u/ yg part 2 ini..😀
    n kykx next part lbh seru lg coz prtarungan kyusso smakin sengit..hehehe
    dtng9u putri part 3 nya..

  61. ikayeoja fishy mengatakan:

    anyeong Put..^_^
    sory nih Q bru brkunjung..
    sol’y krjaan rmh tak kunjung selesai…
    kerennnnnn Put ff’y..lanjutin lgi ya??
    Q tunggu krya lain’y..haesso,kyusso,yesso…

  62. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Entah kenapa aku pengen yesung oppa sakit hati n menyesal telah mengacuhkan so eun eonni,,,,
    wkwkw
    kasihan banget tuh sopir jd korban,,,

  63. angelf mengatakan:

    akhirnya bisa baca juga
    seru banget bacanya awalny aja udah bikin ngakak sama kelakuan changmin minho sma kyu gra gra kyu nyium sso smpe bikin changmin sma minho sinis banget kyu
    beneran lucu klo mreka berantem ngakak bacanya

    gak nyangka jdi dlunya yesung sma yuri pernah pacaran patah hati dech ssonya

    bayangin wajah sso disini pasti bikin gemes banget ya tpi masih dkit ya adegan kyussonya
    kyaknya part berikutnya mulai banyak nich kyussonya ditunggu nextpartnya
    fighting

  64. lusiyana mengatakan:

    jodoh sekali kyu sama so eun….ditunggu part 3’a

  65. Rani Annisa mengatakan:

    yah bikin penasaran,, waktu kyusso lagi ketemu malah tbc ceritanya…..

    Pasti tambah seru ceritanya…

    Next part

  66. putri sulistyo utami mengatakan:

    greget sama konflik yulsung. btw part 3nya kok gk ketemu, emg blm dilanjut ya? ayodong lanjut ini seru bgt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s