~ Peach & Apple Part 2 (Flashback) ~


Peach And Apple Part 2 (Flashback) | PrincessClouds | Romance, Friendship, Family | Sequel | T (PG-13) | Main: Kim So Eun & Super Junior Eunhyuk | Cast: Super Junior Siwon, SHINee Taemin, F(x) Sulli, SISTAR Hyorin, OCs

peachapp2

Warning:             Typo(s) & Out Of Carachter

Recommended Song:  Super Junior – Opera

*

Gadis manis yang diperkirakan berumur sekitar lima belas tahun itu tampak terdiam sambil sedikit melamun di atas sebuah ayunan besi. Gadis itu menghela nafas, berulang kali juga mendesah untuk menyampaikan bahwa suasana hatinya sedang tidak baik sama sekali. Beberapa kali, wajah yang dipaksakan untuk tegar itu terlihat akan menangis, namun pada akhirnya berusaha ditepisnya sendiri dengan beberapa kali gelengan kepala.

Tak lama, sebuah langkah yang lain terdengar dari belakang. Si gadis manis yang masih larut dalam lamunannya tampak tak menyadari hal itu pada akhirnya, hingga akhirnya sebuah tepukan kecil di bahunya membuat ia menoleh.

“Haayyy…” Seorang pemuda yang berumur sekitar dua tahun lebih tua darinya tampak tersenyum kecil. Pemuda itu kemudian bergeser dan mengambil posisi pada ayunan besi yang satunya – terletak di samping si gadis manis tadi. “Aku tak menemukanmu di ruang makan, itu sebabnya aku mencarimu disini..” ujar pemuda itu kemudian sambil berayun pelan pada ayunan.

Gadis itu tampak tak langsung menyahut, lagi-lagi ia menghembuskan nafas yang masih berat. Menyadari itu pemuda di sampingnya menoleh pada gadis di sampingnya.

“Soeun-ah, kau baik-baik saja?” Tanyanya heran.

Gadis itu lagi-lagi menghela nafas, lalu menoleh pada pemuda di sampingnya. “Kau tahu? Mungkin sebaiknya aku keluar saja dari Academy ini..” ucapnya pelan, jelas masih ragu disana.

Lee Hyukjae, pemuda di sampingnya, tampak sedikit kaget. Ia menoleh sepenuhnya pada lawan bicaranya. “Soeun-ah, kau tak bercanda bukan?”

“Tidak, aku serius. Ini seperti bukan tempatku, kau tahu?”

“Aku tahu ini semua masih berkaitan dengan teguran yang kau dapatkan dari Kang Seonsaengnim. Tapi menurutku itu seharusnya lebih memacumu, Soeun. Bukannya membuatmu malah berputus asa..” jelas Hyukjae kemudian.

“Kau tak tahu..” Soeun lagi-lagi menghela nafas dengan berat. “Aku berbeda dengan dirimu bahkan Trainee lainnya. Aku tak seperti dirimu yang pintar menari atau seperti Kim Hyo Jung yang pintar menyanyi. Aku hanya seorang gadis biasa yang beruntung bisa berada disini..”

“Soeun-ah, jangan mengatakan hal seperti itu..” Ujar Hyukjae pelan. “Kita semua disini semuanya sama, datang untuk belajar dan berusaha menjadi lebih baik. Aku yang bisa menari ataupun Hyojung yang pintar menyanyi, pada dasarnya kami juga tak akan bisa apa-apa tanpa mendapatkan pelajaran yang sama denganmu untuk meningkatkan semuanya. Lagipula, dari ribuan orang yang bermimpi untuk dididik oleh perusahaan ini, tentu kau bukanlah seseorang yang tak berkemampuan yang bisa mengalahkan ribuan orang itu. Kau ada disini karena sebuah alasan, alasan yang mungkin belum kau ketahui namun akan kau caritahu bila kau terus berusaha. Di sini…”

Soeun terdiam mendengar penjelasana Hyukjae. Dalam hati ia membenarkan dan percaya pada ucapan pemuda itu.

“Tch, sudahlah. Jangan difikirkan! Yang penting teruslah semangat..” ucap Hyukjae sambil mengambil sesuatu dari sakunya. Soeun tampak sedikit heran melihat apa yang pemuda itu sedang lakukan kini.

“Apa yang kau cari?” Tanya Soeun bingung.

“Huh, ketemu..” lirih Hyukjae seperti dirinya sendiri. Soeun sedikit menatap heran sebuah kotak kecil yang dipegang Hyukjae. Hingga ia hanya terus menatapi ketika Hyukjae membukanya dan mengeluarkan isinya. “Ini untukmu..” ujar Hyukjae sambil mengulurkan salah satu dari kalung yang dikeluarkannya.

“Ini.. apa?” Tanya Soeun heran sambil menerima benda tersebut.

“Peach And Apple..”

“Peach..and Apple?”

“Hum..” gumam Hyukjae sambil mengambil kalung di tangan Soeun kembali lalu melepas bagian dimana kalung biasanya dikenakan. Hyukjae lalu bangkit dari ayunan dan berdiri di hadapan Soeun, memasangkan benda itu untuk melingkar di lehernya. “Peach untukku dan Apple untukmu..” jelas Hyukjae sambil menautkan bagian yang terpisah tadi kembali. Sementara itu Soeun tak menyahut karena wajahnya memerah menyadari bahwa Hyukjae begitu dekat dengannya.

“Selesai..” Seru Hyukjae tak lama, meluruskan kembali berdirinya. “Aku membelikan ini dengan membongkar isi tabunganku. Simpan ini sebagai kenangan kita…” jelas pemuda itu sambil membuka dan memasangkan kalung berliontin Peach-nya sendiri.

Soeun tampak tersenyum berbinar, menyentuh benda yang melingkari lehernya sebelum menganggukkan kepala. “Tentu.. Tentu aku akan selalu menyimpannya..” ujar gadis itu kemudian.

Kedua orang itu tampak saling tersenyum setelah itu.

*Peach_And_Apple_2*

Soeun mengalihkan pandangannya dari jendela pada Siwon yang berada di sampingnya sambil mengemudi dengan wajahnya yang serius. Soeun menggigit pelan bibir bagian bawahnya, sedikit berfikir bagaimana caranya untuk mengajak Siwon untuk berbicara. Karena sejujurnya ini bukan gaya Siwon ketika ia tak banyak bicara ketika mereka bersama, pemuda itu adalah tipe seseorang yang pintar mencairkan suasana

“Kau.. marah padaku?” Dalam beberapa saat akhirnya Soeun bersuara, melirik lelaki yang telah beberapa bulan menjadi kekasihnya itu.

“Huh?” Siwon melirik sedikit kaget ketika ditanya, ia menoleh sekilas sebelum kembali menatap lurus ke depannya. “Tidak, tentu aku tidak marah. Kita berdua sudah sama-sama mengerti hal itu, bukan? Mengingat kita berada dalam professionalisme yang sama..”

“Lalu kenapa kau mengacuhkanku dari tadi?”

“Aku? mengacuhkanmu? Tidak!” Pemuda itu menggeleng.

“Tch, tidak mengacuhkanku bagaimana? Kau terus mendiamkanku sejak tadi. Semua itu pasti karena pekerjaanku tadi, bukan?”

Siwon tak menyahut dalam beberapa saat, pemuda itu diam sambil terus mengemudi dan membiarkan Soeun menunggu untuk beberapa saat. Hingga tak lama ia menoleh sesaat pada Soeun. “Aku boleh jujur, bukan?” Tanyanya tak lama.

“Tch, tentu saja! Itu yang aku harapkan darimu!” Soeun menyahut sedikit sebal karena sahutan Siwon barusan. Siwon sedikit terkekeh, sebelum kembali menunjukkan wajah yang serius miliknya.

“Eung. Entah kenapa aku merasa tak suka dengan dia. Semua itu karena… Pandangan matanya padamu..eung.. entahlah..” Jelas Siwon berbelit, membuat Soeun mengerutkan dahinya walau ia mengerti arah pembicaraan kekasihnya itu. “Aku menyesal datang dan harus melihatmu beradegan seperti tadi..” Pada akhirnya berujung dengan ucapan lesu seperti itu.

Soeun sedikit terkekeh, sebelum akhirnya bersuara. “Itu hanya sebuah tuntutan pekerjaan, Choi Siwon. Kau tak perlu terlalu memikirkannya sejauh itu..”

“Kau tak mengerti, Soeun..” Siwon menoleh sesaat padanya, sebelum kembali focus pada jalanan. “Tatapan itu bukan hanya ketika kalian syuting, sebelum itu juga begitu..”

Soeun tak menyahut untuk beberapa saat, entah mengapa ia tiba-tiba memikirkan ucapan Siwon barusan. Tatapan Eunhyuk selalu berbeda kepadanya, benarkah?

“Tch, itu hanya fikiranmu..” Soeun tersadar dan menolak setelahnya, melirik kekasihnya itu kembali. “Choi Siwon, berhentilah cemburu…”

“Cemburu itu wajar, yah walau sedikit kekanakan..” ucap Siwon membela diri, namun tak lama pemuda itu menghela nafasnya lagi. “Huh, mungkin kau benar, ini hanya fikiranku saja. Mengertilah, aku benar-benar kaget disuguhi hal seperti itu. Aku fikir adegannya rating 15, ternyata lebih..” omel Siwon setelah itu.

“Memang begitulah kenyataannya!” Ujar Soeun pura-pura protes dengan wajah pura-pura cemberut. Siwon kembali terkekeh dan melirik kekasihnya itu.

“Hum.. aku seharusnya tahu bahwa kau tak akan mungkin menyukai orang lain selain aku, bukan begitu?” ujar Siwon sambil mengangkat alisnya pada Soeun, ekspresi wajahnya berubah lebih ringan setelah itu. Terlihat bahwa ia sudah kembali berfikiran positif.

Sementara itu Soeun diam-diam mengendurkan senyumannya setelah Siwon kembali fokus ke jalanan. Gadis itu menghela nafas pelan, lalu mengalihkan perhatiannaya keluar jendela. Menatap satu persatu gedung pencakar langit yang mereka lewati.

Sulli menguap pelan sambil menutup laptopnya. Gadis itu mendesah pelan, mengalihkan perhatiannya menuju sebuah jam dinding yang tergantung apik di sudut kamarnya. Melihat jarum pendek dan jarum panjang jam itu sudah menunjuk angka sebelas dan enam gadis itu kemudian menghela nafas.

Saat ini seperti biasa Sulii tengah menunggu kakak laki-lakinya yang belum juga kembali ke rumah yang mereka tempati bersama beberapa maid dan penjaga itu. Sudah menjadi kebiasaan memang bagi Sulli tidak pergi tidur sendiri kalau kakak laki-lakinya itu belum kembali, karena kenyataan hanya tinggal berdua di Negara ini membuat ia tak bisa tidur tenang kalau sang kakak belum kembali ke rumah.

Sulli menguap pelan, gadis kali ini berpindah dari kamarnya itu menuju ruang tengah sambil membawa ponselnya. Ketika gadis itu tengah melewati anak-anak tangga entah kenapa hal itu membawa fikirannya ke arah lain…

Sulli terus berusaha menyamakan langkahnya dengan pemuda yang tadi tiba-tiba menarik tangannya. Saat ini mereka tengah menyusuri koridor sekolah dan pemuda bernama Lee Taemin ini terus menariknya – hal yang tentu saja membuat Sulli dihadiahi tatapan tidak suka dari beberapa siswi yang mereka lewati.

“Hey! Kau membawaku kemana?” Tanya Sulli pada akhirnya sambil terus mengikuti teman sekelasnya tersebut.

Seperti sebelumnya, Lee Taemin sama sekali tak menyahuti pertanyaannya itu. Pemuda itu terus menarik Sulli seakan-akan pertanyaannya tadi hanyalah suara angin.

“Hey! Dengar tidak, sih?” Tanya Sulli sebal.

“Ikut saja dan jangan banyak Tanya kalau tak mau terkena masalah..” sahut pemuda itu tak lama, membuat Sulli semakin sebal namun pada akhirnya ia tetap mengikuti pemuda itu walau dengan omelan-omelan pelannya.

Hinga pada akhirnya setelah menaiki beberapa anak tangga dan membuka sebuah pintu mereka akhirnya sampai di sebuah tempat. Sulli merasakan bahwa sinar matahari yang terik menyambutnya setelah itu Membuat mata sipitnya sedikit menyipit.

“Selamat datang di tempatku..” ujar Lee Taemin datar sambil melepas genggaman di tangan Sulli. Pemuda itu kemudian segera beranjak dari tempatnya berdiri.

Sulli memperhatikan sekitarnya sejenak dan pada akhirnya mengerti dimana ia berada saat ini. Tak lama gadis itu mengalihkan perhatiannya pada ‘pelaku penculikan-nya’ tadi. “Kenapa kau membawaku? Apa niatmu, hah?” Tanya Sulli dengan nada sedikit meninggi.

“Tch, santai. Kau terlalu berlebihan..” cibir pemuda itu santai sambil mencari sesuatu di dalam sandang yang daritadi terngger di bahunya. Hingga tak lama sesuatu ia lemparkan dari dalamya kepada Sulli. “Kerjakan PR-ku!” Serunya tak lama. Hal yang tentu saja membuat Sulli terpana menatap sesuatu yang sempat ditangkapnya setelah dilemparkan kepadanya itu.

“Huh?” Tanyanya tak yakin.

*!!!*

Lamunan Sulli terhenti ketika ia mendengar suara mesin mobil yang berhenti tepat di depan rumah. Gadis itu mengangkat wajahnya dan segera bergeser ke arah jendela dan menyingkap gorden di depannya untuk memastikan yang datang adalah oppanya.

“Aku bilang kerjakan PR-ku. Kau tak mendengar jelas kata-kataku barusan?” sahut Taemin sambil memasang wajah polos.

“Kau fikir aku siapa bisa kau perintah seenaknya. Tidak mau!” ucap Sulli sambil melemparkan kembali bukunya pada Taemin. Taemin menyambut kembali bukunya tersebut.

“Kau yakin? Kau tak takut terkena masalah kalau kau tak mengikuti perintahku?” Tanya Taemin sambil melemparkan kembali bukunya pada Sulli – tak ubahnya seperti bola basket.

“Terkena masalah apa maksudnya?” Tanya Sulli memiringkan wajahnya, tak membalikkan buku itu kepada pemiliknya setelah mendengar nada ucapan yang terdengar sedikit mengancam itu.

Taemin berseringai kecil, memasukkan kedua tangannya pada kedua saku celananya. “Apa saja, mengingat.. aku adalah orang paling berpengaruh di sekolahan ini..”

“Kau ini..” Sulli memiringkan wajahnya kesal, tak menyangka akan dihadiahi kata-kata seperti di hari kedua ia menghadiri sekolah barunya setelah yang terjadi kemarin. “KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU!!” Serunya kesal sambil melempar lebih kesal buku di tangannya pada Taemin. Taemin yang tak mengantisipasi lemparan kali ini reflek menghindarinya – hal yang tentu saja berakibat buku tulisnya terjun bebas dari atas atap gedung sekolah dimana mereka berada saat ini.

“Bukuku!” Taemin berseru cepat sambil segera melihat bukunya yang sudah terletak ‘apik’ di dalam selokan yang berada di tepi halaman sekolah mereka. Ia sekali berpaling pada Sulli yang juga kaget akan hal yang baru saja dilakukannya. “Yah! Kau berani menantangku!” Seru Taemin pada teman sekelas barunya tersebut.

Sulli tak menyahutinya namun berusaha menggelengkan kepalanya sedikit takut, karena yang ada dalam fikirannya saat ini adalah bahwa ia kembali dihadapkan pada masalah besar.

“Apa yang kau ketawakan?”

Lamunan Taemin terhenti ketika tiba-tiba sebuah handuk basah sudah menangkup kepalanya. Taemin berdecak sebal, menyingkirkan benda berbau sampo itu dari wajahnya.

“Aku tak tahu kau sudah pulang, hyung. Aku fikir kau masih diluar jam segini..” ucap Taemin sambil menatap seorang pemuda yang saat ini sudah duduk tepat di depannya. Pemuda yang dimaksud tampak hanya memberikan senyuman tipis sesaat sebelum meraih remote televisi yang terletak di atas meja.

“Syutingnya sudah selesai satu jam yang lalu, makanya aku langsung pulang..” sahut hyung satu-satunya Taemin yang berprofesi sebagai penyanyi terkenal itu. Dimana ia terkenal dengan nama panggung Eunhyuk tersebut – pemuda yang sama dengan salah satu lakon cerita kita.

Taemin tersenyum kecil setelah memikirkan jawaban Eunhyuk tersebut dalam beberapa saat, sebelum akhirnya menggeser tubuhnya lebih mendekat pada Eunhyuk. “Bagaimana syutingnya dengan Soeun-Noona hari ini?” Tanya Taemin penasaran.

Eunhyuk menghentikan pekerjaannya lalu melirik pada adik laki-lakinya dengan pandangan sedikit datar. “Apa maksud pertanyaan itu?” Tanyanya sedikit malas.

“Aish, maksudku.. apa kau punya adegan yang cukup menarik dengannya , huh? Kau tentu tahu maksudku..” jawab Taemin santai.

Sinaran mata Eunhyuk sedikit berubah setelah pertanyaan itu. Ia tiba-tiba mengingat kembali adegannya dengan Soeun tadi, salah satu adegan paling berani yang pernah dilakoninya sebelumnya – entah bagi Soeun.

“Kenapa kau bertanya?” Tanya Eunhyuk sambil mengalihkan pandangannya kembali ke layar Televisi dan kembali berusaha bersikap cuek.

“Aku hanya penasaran..” sahut Taemin lagi. Eunhyuk menoleh kembali padanya.

“Tch, sejak kapan kau terlalu tertarik dengan pekerjaanku begini..”

“Tentu saja sejak aku tahu bahwa lawan mainmu kali ini Kim Soeun-noona. Tentu aku penasaran bagaimana jadinya kalian bertemu kembali mengingat kalian dulu kalian pernah berhubungan” jawab Taemin malas sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. Sementara matanya terus berganti melirik Eunhyuk maupun TV di depannya.

“Pertemuan kembali bagaimana maksudnya? Kau berkata-kata seolah-olah kami bertemu kembali setelah bertahun-tahun tak bertemu. Padahal aku sering bertemu dia di Agency ataupun sebuah acara..” Eunhyuk menyahut cuek sambil terus mengganti-ganti channel TV.

“Benar, tapi selama itu kalian berlagak seperti tak pernah mengenal sama sekali. Padahal, kalian sempat terlalu mesra dalam beberapa tahun masa trainee..” cibir Taemin cuek.

“Tch, kau terlalu berlebihan..” balas Eunhyuk mencibir, sambil kali ini melirik sesaat sebelum kembali menatap ke arah TV di depannya. “Apa yang terjadi dulu dan apa yang terjadi sekarang tentu saja tidak lagi sama. Lihat saja sekarang, aku bukanlah Hyukjae yang dulu lagi.. sama seperti dia yang juga bukan yang dulu lagi. Kau melihat sendiri perubahannya bukan? Dia bukan Soeun si gadis polos lagi, dia seorang wanita yang glamour..”

“Tch, lalu apa pengaruhnya, hyung? Seseorang itu hanya bisa kita nilai dari luarnya, tapi tentu tidak mudah mengetahui hatinya. Aku bisa bertaruh kau masih juga bersikap dingin padanya, sementara siapa yang tahu bila ternyata kau masih menyimpan kalung kenangan kalian berdua. Kau mungkin masih menyukainya. Hal yang sama tentu bisa terjadi padanya, bukan?.” ujar Taemin santai sambil menyadarkan tubuhnya. Tidak mengacuhkan sama sekali hyungnya yang melirik kearahnya sedikit kaget. Sementara Taemin tampak tersenyum smirk pada hyungnya tersebut.

“Huh, tidak mungkin. Lagipula dia sudah punya kekasih kini..” ujar Eunhyuk lagi sambil mengalihkan pandangannya ke TV. Giliran Taemin yang tampak sedikit kaget.

“Huh? benarkah?” Tanyanya tak percaya.

“Hum, benar. Choi Siwon adalah orangnya tadi ia datang ke lokasi untuk menemani Soeun..” ujar Eunhyuk berusaha bersikap kembali datar walau terlihat sekali ekspresinya sedikit berubah ketika ia mengatakannya. Sementara Taemin masih terlihat tak terlalu percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Choi Siwon? Jadi mereka benar-benar pacaran? Aku kira keduanya hanya pasangan yang dibesar-besarkan demi mendapatkan popularitas yang lebih setelah drama keduanya selesai. Aku tak manyangka kalau mereka benar-benar..”

“Tch, sudahlah. Apa gunanya kita membahas ini, huh? Lebih baik kita membahas hal yang lain saja. Oiya, kau belum menjawab pertanyaanku kenapa kau senyum-senyum sendiri. Kau pasti memikirkan seorang gadis, bukan? Beritahu aku siapa lagi korban ke playboy-anmu kini..” ucap Eunhyuk mengalihkan permbicaraan, balas berseringai pada pemuda di depannya. Giliran Taemin yang kini tampak sedikit tergagap.

“Tch, apa yang kau katakan..” sinisnya malas. Keduanya kemudian menghabiskan waktu untuk bercerita sebelum beristirahat di kamar masing-masing. Hal sering mereka lakukan kalau Eunhyuk lebih awal kembali ke apartement – mengingat betapa sibuknya pemuda itu.

Soeun memasuki apartementnya dengan langkah sedikit gotai karena kelelahan. Setibanya di dalam gadis itu segera bergerak menuju dapur untuk menemukan sesuatu untuk membasahi kerongkongannya yang kering. Setelah menemukan sebotol air mineral di dalam kulkas ia segera mendudukkan diri di salah satu bangku yang terletak di dekat meja makan.

Bunyi suara tegukan air minuman terdengar kontras di dalam ruangan sebelum akhirnya tergantikan dengan desahan lega. Soeun memejamkan kedua matanya sambil merilekskan tubuhnya yang benar-benar terasa lelah. Ia juga berusaha mengistirahatkan fikirannya yang hari ini terlalu kacau ketika ia mengingat beberapa hal.

Namun, tak lama ia membuka matanya lagi ketika nyatanya fikirannya tak mau berdamai dengan dirinya sendiri. Tanpa sadar Soeun menyentuh bibirnya dan beberapa bagian lehernya ketika ia mengingat kembali apa yang ingin dilupakannya sejak tadi – yang buruknya malah terus melekat dalam fikirannya.

“Tch, apa yang aku fikirkan?” decak Soeun tersadar sambil menjauhkan jemarinya tadi dari bibirnya bersama ingatannya ketika bibir Eunhyuk menyentuhnya kembali memenuhi fikirannya. Gadis itu kembali membuka botol mineral tadi dan kembali menenggak air minuman tersebut demi mengusir fikiran yang benar-benar menganggunya itu – walau sepertinya itu kembali tak terlalu manjur.

Eunhyuk mendesah gelisah sambil merubah posisi tidurnya untuk yang kesekian kalinya. Pemuda itu kini tampak hanya menatap langit-langit dengan cukup lama setelah gagal berusaha terlelap untuk kesekian kalinya.

Eunhyuk berdecak dan mendesah berulang-ulang kali ketika fikirannya terasa bercampur aduk sehingga membuatnya begitu tak tenang. Hal itu diperburuk dengan kenyataan bahwa ia sendiri mengerti apa yang saat ini tengah membebani fikirannya.

Eunhyuk mengangkat jemari kanannya dan menatapnya panjang seraya merasakan bahwa ada yang berbeda dengan tangannya itu semenjak tadi. Sebuah rasa yang melekat kuat setelah tangannya menyentuh kembali sosok yang dulu selalu berada dalam rengkuhannya. Hal itu diperkuat karena seingatnya tangannya itu menyentuh bagian-bagian yang seharusnya tidak mudah tersentuh siapapun.

Juga bibirnya, Eunhyuk merasa sedikit aneh di bibirnya. Sebuah perasaan yang sedikit menyiksa namun tentu saja menyenangkan untuk diingat. Sebuah sensasi yang berbeda walau bibirnya itu telah menyentuh beberapa bibir lainnya sebelum-sebelumnya. Namun ini terlalu berbeda, rasa manis itu terus melekat di bibirnya dan tinggal betah disana – ia tidak hilang walau setelah Eunhyuk menggosok giginya sekalipun.

Rasa itu terlalu luar biasa.

“Kim Soeun… Kenapa selalu begini?”

Tepat dua minggu setelah pembuatan adegan MV tersebut, akhirnya lagu baru Eunhyuk diluncurkan ke pasaran. Seperti dugaan sebelumnya, lagu baru Eunhyuk berhasil berada di posisi teratas tangga lagu dan membawakan begitu banyak apresiasi baginya baik dari dalam maupun luar negeri. Mengenai MV yang menelan biaya besar-besaran itupun juga menjadi sebuah perbincangan.

Sulli memasuki Café sekolahnya da langsung berjalan ke arah counter. Gadis yang masih belum mempunyai teman di minggu ke tiga kehadirannya di tempat itu tampak tak terlalu mengacuhkan beberapa murid yang sudah memenuhi Café. Ia juga mengacuhkan rombongan gadis-gadis yang terus menatapnya dengan pandangan intimidasi miliknya.

“Wooah!! Sudahkah kalian melihat MV baru Eunhyuk oppa!”

Gadis yang berdiri di hadapannya bercerita penuh semangat pada teman-teman di samping dan belakangnya. Hal yang disanggup tak kalah semangat oleh rekan-rekannya tadi.

“Tentu saja! Aku langsung menontonnya setelah kurang dari satu menit keluar!” sahut temannya antusias. “Bagaimana menurutmu, Yumae?”

“Tentu saja aku menyukainya!” gadis yang di depan Sulli kembali berseru senang. “MV terbaru itu benar-benar WOW. Entah kenapa Eunhyuk oppa terlihat baik dengan Soeun Unnie…”

Sulli yang daritadi tak tertarik pembicaraan gadis-gadis di depannya kali ini mengangkat wajahnya ketika mendengar nama yang pernah didengar disebut. Gadis itu mengangkat wajahnya demi mendengar pembicaraan yang membawa-bawa nama yang belakangan sering disebut oleh kakak laki-lakinya itu.

“Kau menyukai Eunhyuk oppa dan Soeun unnie?” Temannya menyahut. “Jangan bilang kau ikutan menjadi Shipper..” tambahnya kemudian.

Gadis bernama Yumae itu angkat bahu tanda tak terlalu memperdulikannya – sebelum akhirnya berkata. “Ku fikir tak terlalu buruk. Daripada Eunhyuk oppa digosipkan dengan gadis lain. Aku menyukai Soeun-unnie semenjak dramanya tahun lalu..”

“Lalu Choi Siwon?” Sulli lebih mengangkat wajahnya ketika nama oppanya mulai dibawa-dibawa oleh ketiganya. “Kau tak dengar ya? Khabarnya setelah drama ‘Summer In Love’ keduanya menjalin hubungan. Khabarnya mereka terlibat cinta lokasi selama pembuatan drama..”

“Tsk, mereka itu hanya couple iklan dan drama, sementara Eunhyuk oppa dan Soeun Unnie itu satu agency. Aku dengar mereka itu sahabat dekat saat Trainee…” Yumae kembali menyahuti dengan tenang. “Gosip lain malah bilang mereka sempat pacaran..”

“Tidak mungkin!” dua temannya menyahut tak percaya.  “Tsk, tidak mungkin. Aku masih belum rela Eunhyuk oppa dengan siapapun..” sambung salah satu temannya. Temannya yang lain juga mengangguk cepat.

“Iya! Aku juga tak setuju!” tanggap temannya itu cepat. Yumae hanya memutar bola matanya bosan.

“Heuh terserahlah, yang penting aku percaya bahwa mereka itu Real – apalagi setelah melihat adegan di MV. Hanya orang yang sudah begitu dekat yang bisa melakukan adegan yang termasuk intim senatural itu, you know..”

Sulli tak lagi mendengarkan lanjutan pembicaraan mereka ketika ia memutuskan meninggalkan tempat itu dengan sedikit kesal. Sepertinya firasatnya yang dari dulu tak pernah menyukai Kim So Eun untuk oppanya mulai terbukti benar, bukan?

Siwon menatap serius ponselnya tanpa berkedip sama sekali. Beberapa kali terlihat ekspresi wajahnya berubah-ubah dari datar, serius, hingga menunjukkan ketidak sukaan dengan kerutan yang ia buat di dahinya. Hal yang tentu saja mendatangkan keheranan bagi orang-orang di sekitarnya.

“Apa yang sedang kau lihat, Siwon-ah?” Tanya Manager yang sejak tadi duduk di hadapannya.

Siwon menatap sesaat managernya tersebut sebelum mengotak-atik ponselnya sebentar lalu meletakkannya di atas meja yang memiasahkan keduanya. “Tidak ada..” sahutnya datar.

“Tidak ada bagaimana kalau wajahmu terlihat tak enak dilihat begitu?”

Siwon mendesah pelan, pemuda itu lalu mengalihkan perhatiannya menuju Set dramanya yang masih diselesaikan oleh para Kru. Terlihat ia masih punya waktu untuk sedikit bersantai sebelum kembali bekerja.

Siwon kembali meraih ponselnya tadi ketika ia mengingat hal itu. Pemuda itu segera beranjak dari tempat duduknya sambil mengotak-atik ponselnya tadi hingga tak lama menempelkannya di telinga seperti menunggu sahutan. Sementara itu managernya hanya menatap artisnya itu dengan tatapan datar.

“Siwon-ah, maaf ya karena aku tak bisa mengangkat teleponmu yang sebelumnya. Aku sedang take pada saat itu..”

Soeun segera bersuara setelah mendengar sahutan dari Siwon. Cukup lega juga karena ia diberikan waktu Break yang lumayan panjang untuk menghubungi Siwon yang daritadi berusaha menghubunginya.

“Ada apa? Kenapa kau menelponku?” Tanya Soeun kemudian.

‘Memang aku harus mempunyai alasan menghubungi kekasihku?’ Siwon menyahut sedikit samar.

“Tentu saja bukan begitu..” Soeun sedikit cemberut. “Hanya saja kau tak biasa menelpon disaat seperti ini. Kau hanya akan menghubungiku di malam hari..” jelas Soeun.

‘Benar. Tapi mau bagaimana lagi. Hari ini sepertinya aku terlalu merindukanmu..’

Soeun mengerutkan dahinya mendengar nada bicara Siwon barusan. Entah mengapa ia menemukan perbedaan dari nada tersebut dengan nada Choi Siwon sebelum-sebelumnya.

“Kenapa suaramu berbeda? Kau punya masalah?” Tanya Soeun hati-hati.

‘Tidak, sebenarnya aku baik-baik saja. Hanya saja melihat artikel yang terbit hari ini aku mendadak sakit kepala..’

Itu dia!

Soeun menghembuskan nafas, ia mengerti benar apa maksud ucapan Siwon. “Hal itu hanya sekedar gosip, beberapa hari lagi juga akan hilang..” jelas Soeun kemudian.

‘Benar, aku mengert itu. Hanya.. yeah, aku sedikit tak nyaman menemukan begitu banyak artikel yang membahas kekasihku dengan orang lain. Kau mengerti, bukan?’

“Namanya juga pekerja publik. Hal ini tentu tak dapat dihindari. Lagipula, aku heran kenapa kau masih tetap melihatnya kalau kau tahu itu hanya akan membuat moodmu memburuk, huh?” Soeun balas mengomel.

‘Tentu saja karena aku penasaran..’ Siwon membela diri. ‘Tapi lupakan, niatku yang sebenarnya adalah untuk mengajakmu makan malam. Jam berapa kau selesai syuting hari ini?’

“Umm, aku belum terlalu tahu..” Soeun menyahut pelan sambil memeriksa naskah di tangannya. “Tapi sepertinya akan cukup lama..”

‘Huh, begitu? Ya sudah kalau begitu. Sepertinya lain kali saja..’

“Aku akan menanyai Manager-unnie untuk mengetahui kapan jadwalku kosong sehingga bisa disesuaikan dengan jadwalmu. Setelah itu kita bisa pergi bersama..” sambut Soeun.

‘Itu sepertinya ide yang bagus. Ini sudah seminggu semenjak terakhir kali kita bertemu. Kau tak tahu betapa aku merindukanmu..’

“Aku juga, Choi Siwon-ssi..” Soeun menyahut sambil sedikit terkekeh. Siwon juga sedikit terkekeh di ujung telepon.

‘Baiklah kalau begitu. Kukira aku harus kembali bekerja untuk take saat ini. Aku akan meghubungimu nanti..’

“Baiklah..”

“Baiklah, aku akan mematikan teleponnya. Jaga dirimu disana, Soeun. Aku mencintaimu…’

“Aku juga mencintaimu, Choi Siwon..”

Tut tut tut..

Soeun menjauhkan benda tersebut dari telingan setelah mendengar suara telepon terputus. Gadis itu mendesah, menatap benda di tangannya dengan tatapan yang panjang.

Cinta? Begitu mudahnya kau mengucapkannya, Kim Soeun. Namun benarkah kau merasakan perasaan itu? Perasaan cinta terhadap seorang Choi Siwon?

Rekaman berdurasi kurang dari empat menit itu terhenti bersama dengan musiknya yang juga terhenti. Taemin terseyum tipis, pemuda itu kemudian membuka penyambung headset yang terhubung di ponselnya dan mengantongi benda tersebut. Terus tersenyum tipis sambil membawa langkahnya kelar dari ruang kelas itu.

“Mereka membuat MV-nya dengan baik. Apalagi bagian di atas tempat tidurnya..” gumam pemuda itu pelan sambil berniat benar-benar meninggalkan kelas itu. Namun langkahnya terhenti begitu saja ketika seseorang juga berjalan tepat ke arahnya.

Taemin kembali tersenyum smirk melihat musuh baru yang ia dapatkan selama dua minggu tersebut. Sementara Sulli yang terlihat juga sedang kesal tampak hanya menatapnya antara jengah dan bosan.

“Berjalan sendirian lagi, Miss Choi?” Tanya Taemin sedikit berbasa-basi. Sulli tampak hanya menghela nafas tanpa balas menatap Taemin. Terlihat tak pernah berminat mencari masalah dengan pemuda itu dari awal.

“Bukan urusanmu..”

Taemin kembali tersenyum kini, namun senyuman itu tak lagi sebuah seringaian. Pemuda itu tersenyum lembut pada gadis di depannya.

“Kau seharusnya mencari teman kalau tak ingin terus kesepian begini. Aku yakin kau akan lebih menyukai sekolahan ini..” ucap Taemin kemudian. Sulli mengangkat wajahnya, menatap pemuda itu sewot.

“Kalau tidak karena kau aku pasti sudah mendapatkan teman dari dulu. Karena sikap menyebalkanmu yang terus menggangguku, aku dimusuhi satu sekolahan! Jadi jangan bertanya dengan nada sok bijak begitu..”

Taemin terkekeh mendengar jawaban itu. “Hey, kau tak bisa menyalahkan orang begitu saja. Apa memangnya hubungannya kau tidak punya teman dengan aku, huh? Tentu saja tak ada, bukan?”

“Jelas ada! Mereka menganggap kita itu pacaran, aku yang mengejar-ngejar dirimu. Apalagi setelah kejadian waktu itu. Jujur aku muak dan ingin pindah lagi karena dirimu!” Seru Sulli sedikit emosi dan tak tahan. Taemin lagi-lagi terkekeh.

“Oh, maksudmu insiden ciuman itu, ya?”

“Kau terus mengatakannya dengan santai seakan itu bukan masalah besar. Itu ciuman pertamaku, tahu! Belum lagi sikap fans-fans menyebalkanmu yang menganggap seakan-akan aku segaja cari kesempatan melakukannya. Padahal apa yang mereka tahu tentang aku! Menyebalkan!” Teriak Sulli begitu emosi. Ia mendorong Taemin untuk berhenti menghalangi jalannya dan gadis itu memasuki kelas.

Taemin tampak terkekeh dengan respon tersebut. Ia menatap gadis itu sebentar sebelum akhirnya memutuskan meninggalkan tempat itu. Membiarkan Sulli dengan kekesalan di dalam hatinya.

Eunhyuk mengelap keringat yang membasahi wajah dan lehernya setelah ia menyelesaikan sebuah penampilan di sebuah program. Pemuda itu mendesah pelan sambil meminum-minumannya, melepas rasa lelah yang saat ini menyergap persendiannya.

Good job, Lee Hyukjae!”

Pemuda itu sejenak menghentikan tegukannya ketika mendengar teguran serta merasakan tepukan ringan di pundaknya. Pemuda itu tampak sedikit kaget melihat siapa yang datang.

“Kim Hyojung!” Seru pemuda itu tak percaya. Sementara gadis di depannya tampak hanya menyengir kecil mendengar seruan dari pemuda di depannya.

“Aku tak menyangka kau masih mengingat aku. Maksudku ya.. nama jadul itu..” ujar gadis itu sambil mendudukkan diri di samping Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum kecil.

“Jadi harus kupanggil apa sekarang? Hyorin Sistar, begitu?”

“Itu lebih baik, Eunhyuk-ah..” sahut gadis itu mengangkat salah satu alisnya sambil membalas senyuman Eunhyuk. Eunhyuk lagi-lagi terkekeh mendengar jawaban dari salah satu mantan rekan Trainee-nya dulu itu.

“Oiya, aku belum sempat mengucapkan selamat secara pribadi atas album baru grupmu, Hyorin. Kalian melakukannya dengan begitu baik..”

“Tch, kau terlalu sibuk tentu saja..” Hyorin mengomel pelan. “Tapi aku datang untuk mengucapkan hal yang sama. Lagu barumu juga bagus – apalagi MVnya..” ucap Hyorin sambil terkekeh yang tentu saja mengandung makna dari kata-kata tersebut. Hal yang membuat Eunhyuk hanya tersenyum kecil.

“Agency memilih Soeun karena namanya juga sedang naik-naiknya. Lagipula hal itu menghemat pengeluaran mengingat kami satu agency..” jelas Eunhyuk tanpa diminta.

“Huh, perusahaan itu terus saja pelit dalam pendanaan. Sepertinya aku beruntung keluar dari sana beberapa tahun yang lalu dan bergabung dengan perusahaanku yang sekarang..” Hyorin lagi-lagi mengomel, sebelum mengalihkan pandangannya pada Eunhyuk kembali. “Soeun bagaimana khabarnya, hem?”

“Tch, kenapa kau menanyakan dia padaku?” sahut Eunhyuk cepat.

“Tentu saja karena kalian satu agency, belum lagi karena sebelumnya kalian syuting bersama – adegan yang luar biasa tentu saja. Lagipula kaliankan pernah terlalu dekat, kau seharusnya tahu khabarnya..”

“Tch, kau tentu tak bisa menyamakan yang dulu dan sekarang. Kami berdua tentu saja sudah tak saling berhubungan, bahkan bertemupun jarang kalau saja tak kebetulan di perusahaan atau menghadiri acara yang sama..”

“Aigoo, kalian masih segitu saling membencinya?” Tanya Hyorin tak percaya.

“Membenci sih tidak, hanya tentu saja tak dekat lagi..”

“Huh baiklah..” Hoyrin hanya menganggukkan kepala. Ia diam untuk sejenak membiarkan Eunhyuk menghabiskan air mineralnya sementara ia tampak larut dalam fikirannya. “Tapi apakah sampai saat ini kalian masih saling bermusuhan? Maksudku.. setelah sejauh ini?”

“Tch, bukankah aku sudah menjawab pertanyaan ini sebelumnya?”

“Tch, benar… tapi aku masih ragu, kau tahu? Kalian terlihat tak baik-baik saja..”

“Kami sudah tak masalah, kami sepakat tidak mengungkit lagi hal tersebut dan lebih memilih menghadapi masa depan..”

“Huh, benarkah?” Hyorin menyahut terlalu antusias.

“Tentu saja, lagipula semuanya sudah berbeda saat ini. Kami sudah tak punya perasaan khusus lagi, jadi memang sebaiknya hal tersebut dilupakan bukan?”

“Benarkah tak saling menyukai lagi?” Hyorin menatap sangsi, hal yang membuat Eunhyuk sedikit salah tingkah. “Aku tak percaya kalian benar-benar melupakan begitu saja masa-masa indah yang pernah kalian lalui saat Trainee. Itu cinta pertama, aku tak yakin lupanya semudah itu..”

“Tch, terserah kau saja..” sahut Eunhyuk malas sambil meminum kembali air mineralnya, mengacuhkan Hyorin yang tampak kembali larut dengan fikirannya.

“Tapi Eunhyuk, satu hal yang ingin kutanyakan lagi..” ucap Hyorin setelah beberapa saat. Eunhyuk lagi-lagi menoleh padanya, mulai sedikit bosan.

“Apalagi sekarang?”

Hyorin tersenyum tipis, sebelum akhirnya bersuara. “Bagaimana rasanya mencium dan menyentuh Kim So Eun kembali setelah begitu lama?” Tanya Hyorin nyengir, bermaksud menggoda.

“Kau ini!” Eunhyuk baru saja hendak meletakkan minumnya dan menjitak kepala gadis itu kalau saja gadis itu tak segera melarikan diri. Hyorin tersenyum senang dari kejauhan.

“Aku masih shipper kalian berdua! Kau ingat itu. Aku masih berharap kalian bisa bersama kembali setelah dimasa lalu kalian harus mengalah karena keadaan! Segeralah kembali bersama!” Hyorin berseru untuk terakhir kalinya pada Eunhyuk sambil mengedipkan satu matanya. Ia kemudian tertawa puas sambil meninggalkan tempat itu dan Eunhyuk yang menghembuskan nafasnya.

“Yang benar saja, kenapa semua orang jadi berlebihan begini hanya karena syuting MV saja..” Eunhyuk mengomel pelan sambil membuka kembali tutup air mineralnya, namun tak lama terhenti karena ia sudah kehilangan minat sama sekali. Pemuda itu mengacak pelan rambutnya. “Oh, Kim So Eun. Kenapa kau selalu bisa membuatku menjadi gila…”

Ia terus mengomel begitu saja.

“Aku akan mengumukan bahwa akan ada salah satu dari kalian yang akan didebutkan lebih awal..”

Puluhan orang itu tampak menoleh kearah sang pelatih ketika mereka menginformasikan hal tersebut. Tentu saja itu adalah kalimat yang paling mereka antisipasi dari awal.

“Lee Hyukjae!” Laki-laki itu menoleh pada salah satu pemuda yang tampak berdiri di sudut ruangan. Tersenyum tipis padanya. “Kau adalah orang itu!”

Suasana di ruangan itu mendadak heboh begitu saja. Mereka semua tentu saja menyuarakan reaksi mereka atas kabar tersebut; ada yang mengucapkan selamat, terlihat kecewa, atau bahkan diantara mereka menyebut itu tidak adil karena merasa lebih pantas debut terlebih dahulu. Namun lebih dari itu pemuda yang tadi disebut tampak hanya terdiam – sedikit tak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Hyukjae-ah! Selamat ya!” Hyojung yang sejak tadi berada di sampingnya menarik lengan bajunya untuk mengucapkan selamat. Disaat itu ia baru ingat seseorang yang sempat ia lupakan yang berdiri di samping Hyojung. Hyukjae menoleh kearah sana – menemukan seorang gadis yang menunduk tak menunjukkan banyak reaksi.

“Soeun?”

Gadis itu mengangkat wajahnya. Ia balas menatap Hyukjae dengan sebuah senyuman di wajahnya – senyuman yang Hyukjae tahu sendiri ia keluarkan dengan terpaksa.

“Selamat ya, Hyukjae..” ucap gadis itu pelan sambil berusaha menguatkan dirinya. Namun hal itu sepertinya tak terlalu berpengaruh karena hatinya cukup sedih mendengar kabar tersebut. Hal itulah yang membuatnya langsung meninggalkan tempat itu sebelum air matanya tumpah sama sekali – hal yang sayangnya sudah tertangkap dengan baik oleh Hyukjae.

“Soeun-ah—“

“Hem, Lee Hyukjae!”

Hyukjae yang berniat mengejar Soeun menghentikan langkahnya ketika sang pelatih kembali memanggilnya. Pemuda itu menoleh pada laki-laki berumur diatas tiga puluh tahun itu.

“Ada hal penting lainnya yang aku ingin bicarakan padamu. Bisa kau ikut aku?”

Hyukjae tak langsung menyahut karena ragu. Ia menatap pintu dimana Soeun keluar tadi sekali lagi sambil berfikir – sebelum pada akhirnya memilih mengikuti pelatihnya itu terlebih dahulu.

.

.

Suara tangisan itu terdengar pelan bersama suara air terjun kecil yang terletak di sekitar sana. Sesekali, bunyi gemericing besi ayunan terdengar ketika seseorang yang menaikinya bergerak samar. Walau pada nyatanya tak menenggelamkan bunyi tangisan tadi.

“Bodoh. Apa yang aku lakukan? Kenapa aku malah menangis untuk kebahagiaan Hyukjae? Sahabat seperti apa aku ini…”

Soeun kembali terisak samar sambil mengucek matanya. Ia berusaha kuat walau nyatanya ia malah terus menangis karena merasa sedih. Tak bisa dihindari bahwa ia tengah ketakutan – takut kehilangan.

“Hiks.. aku tak boleh menangis. Aku seharusnya memberikan semangat untuk Hyukjae. Kenapa aku harus menangis? Hiks..”

Gadis itu berusaha menasehati dirinya sendiri sambil terus mengucek matanya. Terlihat sulit, karena air matanya nyatanya tetap tak tertahan untuk jatuh dan jatuh. Hingga ia tertahan disana untuk waktu yang lama.

Hingga beberapa saat isakan itu mulai memelan. Gadis itu tampak menghapus seluruh air matanya dan mulai berdiri. Ia kemudian berjalan pelan kembali ke tempat yang tadi.

.

.

“Aku tahu bahwa kau punya hubungan special dengan Kim Soeun..”

Gadis itu menghentikan langkahnya ketika mendengar suara dari seseorang yang dikenalnya. Penasaran karena namanya juga disebut gadis itu diam-diam mengintip ke dalam – menemukan Hyukjae dan sang pelatih berbicara berdua di dalam sana.

Hyukjae menatap sedikit was-was punggung pelatihnya tersebu setelah apa yang tadi disampaikannya. Ia tahu bahwa ini masalah cukup besar karena ia pernah mendengar kalau sesama Trainee dilarang untuk pacaran. Walaupun sampai ini ia dan Soeun tak pernah menyebut hubungan itu lebih dari sahabat tapi sepertinya seluruh anggota Trainee sudah mengetahui hal itu terlalu jelas.

“Ini sangat tidak baik, Hyukjae!” Pelatihnya berbalik, menatap Hyukjae yang berdiri di belakangnya hingga kini mereka berhadapan. “Hal ini bisa sangat menganggu kau maupun dia. Apalagi bagi dirimu yang akan segera meniti karirmu yang sesungguhnya..” ujar sang pelatih tersebut.

Hal itu tentu saja membuat Hyukjae begitu kaget, hal yang juga dirasakan oleh Soeun.

“Jadi Hyukjae, sebaiknya kau menghentikan perasaan seperti itu untuk sementara waktu. Lalu fokuslah pada impianmu..”

Soeun menutup perlahan pintu ruangan tersebut. Gadis itu kemudian berjalan pelan dengan wajah tertunduk – tak ada petunjuk apa yang saat itu sedang dirasakannya.

.

.

“Aku tahu kau akan pergi dan mungkin tak akan kemari lagi…”

Hyukjae yang hendak berjalan mendekati Soeun menghentikan langkahnya. Ia menatap punggung Soeun yang membelakanginya sambil menggerakkan perlahan ayunan yang dinaikinya.

“Pada akhirnya kita memang seperti ini, bukan?” Tanya Soeun kembali. Kali ini ia menoleh singkat pada Hyukjae.

“Soeun?”

“Pergilah dan jangan berjanji untuk kembali kalau rasanya tak akan tertepati..”

“Soeun?”

Soeun menoleh kembali dengan tatapan datar, menatap Hyukjae yang masih menatapnya dengan sedikit terkejut. “Aku tahu pada akhirnya akan seperti ini, Hyukjae. Kau si anak yang berbakat akan meninggalkan aku sendiri di tempat ini pada akhirnya. Aku tahu itu bukan sepenuhnya kemauanmu, namun kau tak punya pilihan ketika takdir menentukan jalanmu..”

“Apa maksudmu Soeun?”

Soeun menghela nafas singkat, ia berdiri dari ayunannya dan kembali melirik Hyukjae yang masih berdiri di tempatnya.

“Manusia adalah seorang manusia. Sebaik apapun mereka pada awalnya tapi keadaan cepat atau lambat akan merubah fikirannya. Sama seperti dirimu, Hyukjae. Walaupun sekarang kau berjanji untuk datang melihatku secepatnya, namun aku pastikan bahwa kehidupan sebagai seorang artismu nanti akan merubahmu. Pada nyatanya kau tak akan pernah akan kembali lagi, jadi kufikir kau tak perlu mengucapkan janji apapun..” Soeun berkata dengan nada yang begitu datar, hal yang sama terlihat di matanya.

“Aku bukan orang yang seperti itu!” Hyukjae menyahut sedikit tak terima. Soeun tersenyum tipis, hal yang membuat Hyukjae lebih terkejut menemukan Soeun memiliki seringaian sejahat itu – Hyukjae tak pernah tahu sebelumnya.

“Kau akan seperti itu. Semua artis akan seperti itu..” ucap Soeun dingin.

Hyukjae menatap Soeun tanpa mengatakan apapun dalam beberapa saat. Sungguh semua ini membuatnya lebih bingung lagi – setelah pembicaraannya dengan pelatih tadi. “Jangan bilang kau.. tidak menyukai keberhasilanku..” Ucap Hyukjae setelah beberapa saat. Ia sedikit menunduk mengungkapkannya karena ia sedikit takut dengan jawabannya.

“Tidak menyukai keberhasilanmu?” Soeun mengulang pertanyaan itu. “Apa maksudmu?”

Hyukjae mengangkat wajahnya dan balas menatap Soeun. Mulai terlihat kemarahan disana. “Kau menangis ketika tahu aku akan debut, mengucapkan selamat dengan nada tak bersemangat, lalu sekarang kau mengatakan semua ini padaku. Katakan! Apakah kau tak menyukai kabar debutku? Kau begitu?” Tanya Hyukjae bertubi-tubi.

Ekspresi wajah Soeun sedikit berubah mendengar pertanyaan itu. Namun tak lama, sorot matanya kembali tegas. “Mungkin begitu…” Soeun bersuara lirih. “Bukankah ini sedikit tak adil juga? Kita masuk bersama namun kau keluar lebih awal. Tapi.. seharusnya aku mengerti bahwa industri ini membutuhkan bakat. Hal yang sepertinya tak aku punya..”

“Aku sungguh tak mengerti jalan fikiranmu. Kenapa kau selalu mengatakan hal seperti ini..”

“Namun terbukti, bukan?”

Hyukjae menghentikan kata-katanya, ia menarik nafas sambil menatap Soeun sedikit tajam – dimana Soeun juga menatapnya seperti itu.

“Mungkin kau benar, setelah menjadi artis aku akan berbeda. Hal yang juga telah kau lakukan saat ini, saat dimana rasa iri memenuhi hatimu hingga kau berubah begitu saja. Jadi tinggalah disini dan galilah bakatmu agar kau bisa debut dengan segera sehingga nanti kita bisa bertemu sebagai sesama artis. Karena seperti katamu tadi aku tak akan kembali an melihatmu disini..”

“Aku tahu sejak awal bahwa kau akan melakukannya..” Soeun menanggapi datar.

Hyukjae menatap Soeun sekali, ia tak percaya hubungan mereka berubah begitu saja hanya dalam waktu tak kurang dari satu jam. Namun, disaat itu ia malah berfikir bahwa ini juga sedikit benar. Pada nyatanya memang harus seperti ini.

“Mulai dari sekarang, ketika kau melihatku kau tak akan pernah mendengar nama Lee Hyukjae lagi. Lee Eunhyuk, itu nama baruku. Kuharap kau tidak salah menyebut ketika nanti kita bertemu lagi ketika sudah menyusulku debut..” ucap Hyukjae untuk yang terakhir kalinya sebelum ia berbalik dan pergi darisana. Ia meninggalkan Soeun yang sedikit menunduk setelah itu.

Setelah suara langkah Hyukjae menghilang sama sekali, Soeun meninggalkan taman tempat mereka bermain itu dengan langkah pelan yang gotai.

Soeun tersadar dari lamunannya ketika seseorang menepuk pundaknya. Soeun mengalihkan pandangannya, ia sedikit kaget menemukan managernya sudah berdiri di sampingnya dengan tatapan heran.

“Hey, apa yang kau lamunkan? Kenapa kau tak menyahut walau sudah kupanggil berulang kali?” Tanya managernya itu heran. Soeun hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.

“Tidak ada. Bukankah sudah waktunya kita pulang, Unnie?” Tanya Soeun sambil meraih tas sandangnya. Soeun juga langsung berdiri dari tempat duduknya.

“Iya, itulah mengapa aku memanggilmu daritadi. Tapi kau malah melamun..” managernya itu terdengar mengomel ketika mereka melewati set-set drama. Sementara Soeun hanya menyahutinya dengan senyuman samar dan mengatakan ‘tak ada apa-apa’ ketika managernya itu menanyakan apa ia punya masalah yang membuatnya melamun seperti tadi.

“Oiya, Soeun..” Managernya itu berhenti ketika mereka hendak memasuki mobil. Ia kembali berbalik dan menatap Soeun. “Aku mendapat email dari perusahaan beberapa jam yang lalu. Kabarnya akan ada rangakaian fanmeeting perusahaan yang akan diadakan di beberapa kota bahkan juga beberapa Negara. Beberapa artis di perusahaan akan terlibat, kau salah satunya..”

“Huh?” Soeun menoleh karena kaget.

“Begitulah adanya. Besok akan diadakan rapat untuk membicarakan ini, karena take-mu untuk drama ini besok di ambil pagi dari jam delapan sampai jam satu lalu dimulai lagi jam lima sampai malam jadi kau berpeluang menghadiri rapat yang dimulai pukul dua sampai empat sore.  jadi kukira kau bisa hadir..”

“Tunggu. Kau bilang artis perusahaan lainnya, unnie. Maksudnya kelompok penyanyi juga akan bergabung?”

“Ya, semua artis; dari pemain drama, penyanyi solo, bahkan grup. Kenapa memangnya?”

Soeun tampak hanya terdiam setelah mendengar ucapan managernya itu. Fikirannya kembali dibebani oleh sesuatu secara tiba-tiba.

Seperti biasanya, ketika Siwon baru saja membuka pintu apartementnya Sulli akan berdiri di belakang pintu seperti menunggunya. Pemuda itu tampak hanya terkekeh melihat wajah mengantuk di wajah adiknya tersebut. Setelah menutup pintu ia merangkul adiknya kembali masuk.

“Kenapa kau masih terus seperti ini, huh? Kaukan harus masuk pagi-pagi besok..” ucap Siwon sambil duduk di salah satu sofa di ruang tengah. Sementara itu Sulli juga duduk di hadapannya.

“Kaukan tahu aku tak bisa tidur kalau kau belum pulang..” sahut Sulli terdegar kesal.

Siwon tersenyum, ia mengulurkan satu tangannya untuk mengacak rambut Sulli. “Baiklah, sekarang tidurlah. Nanti kau kesiangan..” ucap Siwon sambil terus mengusap rambut adiknya. Namun tak lama Sulli menghindarkan kepalanya dari sentuhan Siwon.

“Ada hal yang lain yang ingin aku bicarakan padamu..” ucap Sulli datar. Siwon menatapnya bingung.

“Apa itu?”

“Pacarmu..” Sulli menatapnya dengan ekspresi masih datar. “Dia gadis baik-baikkan?”

Siwon menatap Sulli cukup kaget setelah mendengar pertanyaan itu. “Apa maksud pertanyaanmu itu, huh?”

Sulli berdecak pelan, mengotak-atik ponselnya sesaat sebelum menggeser benda tersebut pada. “Berita tentang dia terlalu heboh seharian ini – apalagi MV yang dibintanginya..” ucap Sulli menunjukkan.

Siwon menatap layar ponsel Sulli yang terletak di atas meja sebentar, sebelum kembali melirik adik perempuannya itu. “Sulli, kau tak bisa percaya dan terpengaruh oleh artikel yang beredar begitu saja. Juga mengenai MV, itu hanya sekedar acting. Tentu Soeun adalah gadis yang baik..”

“Darimana kau mengetahuinya, oppa? Kalian hanya saling mengenal empat bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk pacaran. Kau tentu tak bisa menilai dia baik tidaknya dalam waktu sesingkat itu..”

“Benar, namun dalam waktu singkat itu aku sudah bersamanya dalam waktu yang lama. Aku tentu dapat menilainya sehingga pada akhirnya menyukainya dan memintanya untuk menjadi pacarku. Aku bukan pria amatiran, jadi aku tak mungkin begitu bodoh jatuh cinta pada gadis yang jahat..” jelas Siwon dengan begitu yakin, membuat Sulli menganggukkan kepalanya.

“Tapi, bagaimana dengan masa lalunya?”

“Maksudmu?”

“Tadi di kantin sekolahku aku mendengarkan gosip antara beberapa orang gadis mengenai MV itu. Salah satu dari mereka menyebut bahwa kekasihmu dan Lee Eunhyuk begitu dekat ketika mereka Trainee. Malah, dia bilang ada kemungkinan bahwa mereka sempat pacaran..”

Siwon menatap Sulli lebih serius setelah apa yang baru saja didengarnya barusan. Ia tampak terpana sesaat sebelum akhirnya tersadar, kembali bersuara. “Kita tidak dapat mempercayai ucapan seseorang terhadap seorang idola, Sulli. Apalagi hal yang tak dapat dipastikan seperti itu. Mereka bisa saja mengarang cerita, bukan?”

“Tapi, oppa—“

“—Sudahlah. Ini bukan waktu yang tepat untuk menggosip. Sebaiknya sekarang kau tidur, Sulli. Kau tidak mau bukan tidak boleh memasuki gerbang karena terlambat. Sekarang lebih baik tidur, okay?” ucap Siwon sambil bangkit dari tempat duduknya dan menarik Sulli untuk ikut bangkit.

“Tapi oppa—“

“—Ayolah. Cepat!” Seru Siwon sambil menggiring Sulli masuk ke arah kamar gadis itu yang berada di samping kamar miliknya. Pada akhirnya Sulli hanya bisa pasrah, ia memasuki kamar miliknya seperti keinginan Siwon.

“Selamat malam, Jinri!”

Siwon berseru pelan sebelum menutup pintu kamar Sulli. Setelah pintu itu tertutup rapat pemuda itu menyandarkan tubuhnya disana. Ia tampak memikirkan sesuatu dalam beberapa saat.

“Tch, apa yang aku fikirkan..”

Siwon sadar tak lama sambil mengacak pelan rambutnya. Pemuda itu kemudian berjalan memasuki kamarnya sendiri – sambil berusaha menepis fikiran yang kembali mengganggunya.

Suasana di ruangan itu terlihat cukup hening saat ini. Beberapa orang yang hadir tampak hanya diam di tempat duduk mereka sambil memperhatikan seorang laki-laki yang berdiri di hadapan mereka sambil menjelaskan sesuatu. Suasana pertemuan tampak cukup bersahaja – atau malah terlihat sedikit membosankan.

*Klek!*

“Permisi!”

Semua orang menoleh kearah pintu ketika pintu itu dibuka secara tiba-tiba. Disana tampak berdiri seorang wanita yang nafasnya terdengar sedikit tersengal. Namun tak lama terdengar suara langkah lainnya yang mendekat cukup pelan – disusul dengan kedatangan seorang gadis lainnya.

“Permisi!”

“Astaga,  kalian ini sering sekali terlambat. Masuklah Kim So Eun, Manager Lim. Kita akan melanjutkan rapat..” jelas laki-laki yang tadi berdiri di depan sambil menunjuk barisan kursi yang masih kosong. Kedua orang itu mengangguk dan lebih memasuki ruangan.

“Terima kasih, Sajangnim..”

Soeun hanya mengikuti managernya yang mengambil tempat untuknya. Hingga setelah melihat managernya menentukan tempat ekspresi wajahnya terlihat sedikit berubah ketika melihat seseorang yang duduk di samping tempat duduk yang dipilihkan untuknya. Tatapan datar yang sama juga ditunjukkan oleh seseorang yang dimaksud tadi.

“Ayo duduk disini, Soeun!” Manager Lim berseru kembali karena Soeun tak langsung menduduki bangku yang dipilihkannya. Soeun mengalihkan pandangan datarnya dari Eunhyuk menuju tempat duduk yang akan didudukinya. Pada akhirnya ia tak punya pilihan selain duduk disana.

“Susah sekali bukan menjadi artis yang begitu sibuk? Tak pernah datang tepat waktu ke suatu tempat..” Sindiran halus itu langsung diterimanya ketika ia baru saja mendudukkan diri di bangku tadi.

Soeun berdecak sebal, menatap tajam Eunhyuk dengan sudut matanya. “Diamlah dan duduk saja yang tenang!” Ucap Soeun kesal. Eunhyuk hanya terkekeh mendengarnya, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan.

*Bruk!*

Tubuh Sulli di dorong dengan cukup keras hingga membentur dinding di belakangnya. Sementara itu Sulli yang kaget mencoba untuk berontak. Namun hal itu cukup sia-sia karena beberapa tangan sudah menahan bahunya agar tidak dapat bergerak.

“Apa yang kalian inginkan!” Seru Sulli sambil berusaha memberontak, namun ia tak juga dapat melakukan apapun.

Sementara itu tiga gadis di depannya tampak hanya berseringai licik, sementara itu tangan mereka terus menahan Sulli untuk tak bergerak kemanapun. Membuat Sulli cukup kesakitan karena mereka menekan kuat bahu dan tangannya.

“Hey, anak baru! Perhatikan tempatmu berdiri! Jangan terus bersikap centil di tempat ini, kau tahu? Kau itu benar-benar tak tahu diri!” bentak salah satu dari mereka yang berdiri paling depan.

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti. Arh, lepaskan ini! Sakit tahu rasanya!” Seru Sulli terus berteriak sambil memberontak, walau tetap saja tak menghasilkan apapun.

“Sudahlah, jangan bersikap sok polos. Aku tahu kau sengaja mendekati Taemin, iya bukan? Kau bahkan dengan tak tahu diri menciumnya untuk memikatnya. Kami juga tahu bahwa kau sering hanya berdua di kelas dengannya, bahkan.. kau dan dia sering ke puncak gedung dan aku tak tahu apa yang kalian berdua lakukan disana. Apa namanya itu kalau tidak menggoda, huh?”

“Aku tak mengerti maksud kalian!” Sulli menyahut sambil terus merintih. “LEPASKAN AK—“

*Plak!*

Teriakan Sulli terhenti begitu saja ketika salah satu dari mereka menamparnya dengan keras. Sulli merintih kesakitan, seumur hidup tak ada yang pernah mengasarinya karena keluarganya begitu memanjakannya. Namun sekali ia merasakannya hari ini, hal itu benar-benar membuatnya ingin menangis keras karena merasa begitu kesakitan.

“DIAM DAN DENGARKAN APA KATAKU, SIALAN!” Mereka kembali membentaknya sambil kali ini menarik cukup kuat rambut panjangnya.

Soeun menatap sedikit bosan ke depan sana dimana direktur perusahaan masih terus menjelaskan dengan berapi-api tentang rencana yang dianggapnya brilliant. Sejujurnya Soeun begitu lelah saat ini, pada awalnya ketika ia tahu bahwa hari ini ia mendapat waktu tiga jam untuk break syuting ia sudah membayangkan akan mempunyai waktu cukup untuk sekedar tertidur. Namun rencana itu tiba-tiba hancur begitu saja ketika managernya memberitahukan tentang agenda rapat ini.

Humm. Itu untuk yang kesekian kalinya Soeun menguap dan menguap namun gadis itu tetap memaksakan diri untuk terjaga. Matanya juga sudah memerah begitu saja, beberapa kali tanpa sadar ia hampir tertidur. Namun pada akhirnya memaksa terbangun kembali ketika wajahnya hampir terantuk membentur meja di depannya.

“Kau kelihatan kelelahan sekali, apakah karena terlalu sibuk?”

Eunhyuk yang daritadi menyadari bahwa Soeun begitu mengantuk bertanya dengan nada pelan padanya. Soeun menoleh kembali padanya, masih dengan pandangan kesal karena di telinganya pertanyaan tadi lebih menjurus kepada sindiran lagi daripada sebuah bentuk perhatian.

“Bukan urusanmu!”

Eunhyuk menghembuskan nafas pelan mendapatkan jawaban seperti itu. Sekarang-sekarang ini ia terlalu sering diperlihatkan pada sosok Soeun yang baru, sosok yang berbeda jauh dari seseorang yang dikenalnya dulu. Sesuatu yang benar-benar menganggunya.

*Bruk!*

Lamunan Eunhyuk membuyar ketika mendengar sesuatu lagi dari samping kanannya. Eunhyuk tampak sedikit mengerutkan dahi melihat Soeun meletakkan kepalanya sepenuhnya di atas meja di depannya. Kali ini tampak sepenuhnya tertidur.

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya pada manager Soeun yang tampak asyik berbicara dengan rekannya yang lain sehingga tak menyadari artisnya telah jatuh tertidur. Eunhyuk tampak menghembuskan nafasnya sejenak sebelum kembali menatap Soeun yang kali ini sepertinya benar-benar tertidur pulas. Dia tersenyum miris.

Sungguh hidup yang begitu melelahkan bukan, Apple?

Taemin baru hendak menyalakan mobilnya untuk meninggalkan lahan parkir sekolahnya tersebut ketika ia tiba-tiba mengerem mendadak. Perbuatannya tentu saja mendapatkan protes dari tiga teman-temannya yang juga berada di dalam mobil tersebut.

“Tch, berhati-hatilah! Kepalaku menjadi sakit, tahu!” Omel salah satu temannya yang duduk di jok belakangnya. Sementara itu Taemin mendecak sambil mematikan mesin mobilnya.

“Tch, ponselku tertinggal di loker..” ucapnya sambil membuka sabuk pengaman. “Aku rasa aku harus kembali untuk mengambilnya..” tambahnya kemudian.

“Aish, kau masih muda tapi sudah pelupa..” temannya yang duduk di sampingnya mengomel pelan. Sementara itu Taemin sudah membuka pintu di sampingnya dan berniat keluar.

“Eh tunggu! Aku rasa aku juga meninggalkan PSPku di dalam!” Salah satu temannya yang lain tampak berseru pada Taemin sebelum ia menutup pintu mobilnya kembali. Temannya itu kemudian ikut keluar dari mobil bersama Taemin. Kembali menuju Locker Room memasuki sekolah yang sudah mulai sepi jam segini.

“Baiklah, itu adalah hasil rapat kita kali ini. Mari kita semua bekerja sama agar Event ini berhasil dan membuat perusahaan kita lebih terkenal di dalam maupun di luar negeri..”

Semua peserta rapat tampak segera mengemasi barang-barang bawaan mereka setelah direktur perusahaan mengumumkan penutupan rapat. Hal yang sama juga dilakukan oleh Eunhyuk, walau ditengah jalan ia berhenti dan melirik Soeun yang masih tertidur lelap di tempatnya.

“Astaga, kau bahkan masih sempat tidur di saat seperti ini..” Managernya mengomel pelan sambil membereskan barang-barangnya. Ia kemudian mendekat ke arah Soeun dan berniat membangunkannya, namun tiba-tiba..

“Semua Manager harap datang ke ruanganku!”

Seruan dari direktur menghentikannya, hal yang cukup membuat Eunhyuk lega karena entah mengapa ia tak tega kalau Soeun dibangunkan. Ia terlihat begitu kelelahan sekali.

“Tch, si tua itu mau apa lagi..” Manager Lim mengomel, ia beralih menatap Soeun yang masih tertidur lalu kemudian beralih pada Eunhyuk. “Eunhyuk-ssi? Bisakah aku meminta tolong menjaga Soeun sebentar. Aku akan segera kembali setelah selesai menemui direktur..” ucapnya pada Eunhyuk.

Eunhyuk yang baru saja selesai mengemasi barangnya melirik manger pribadi Soeun tersebut. “Baiklah..” sahutnya singkat.

“Syukurlah, aku tak akan lama..” ucap Manager Lim lega. Wanita itu segera membereskan barang-barangnya dan segera memasukkan semua itu ke dalam tasnya. Bersama Manager Eunhyuk dan beberapa Manager lainnya, Manager Lim akhirnya meninggalkan tempat itu sehingga hanya menyisakan Soeun dan Eunhyuk karena para artis lainnya sudah meninggalkan tempat rapat.

Eunhyuk menghembuskan nafasnya sambil melihat Soeun yang masih terlelap. Pandangan Eunhyuk tertuju sepenuhnya pada Soeun dimana gadis itu sama sekali tak terusik dan peduli oleh sekitarnya lagi. Ada sesuatu yang sebenarnya menganggu pandangan Eunhyuk sejak tadi, yang ia yakin sekali juga menganggu tidur Soeun. Pemuda itu mengalihkan perhatiannya pada ponsel Soeun yang terletak tepat di depan wajahnya, dimana ponsel itu sudah terletak diujung meja akibat digeser Soeun sehingga benda itu terlihat nyaris jatuh.

Eunhyuk terkekeh pelan dan bermaksud memindahkan benda tersebut dari Soeun agar tidak terjatuh. Namun ketika tangannya baru saja terulur tiba-tiba Soeun kembali bergeser dan menggeser benda tersebut. Mata Eunhyuk sedikit melebar melihat benda itu terjun bebas dari atas meja.

“H-Hey!”

Eunhyuk reflek mendekat dan menangkap benda tersebut sebelum terjatuh. Beruntung tangannya bisa lebih cepat dari gaya gravitasi si benda, sehingga sebelum benda itu benar-benar terhempas ke tanah ia sudah berhasil menangkapnya.

“Huh.. Huh.. Dasar ceroboh..” Eunhyuk menghembuskan nafasnya lega setelah itu. Namun ia tak menyadari bahwa ia kini berada terlalu dekat dengan wajah Soeun sehingga membuat tidur gadis itu sedikit terusik.

“Eung..”

Eunhyuk mengangkat wajahnya ketika mendengar suara lenguhan Soeun. Disana ia juga kaget menyadari bahwa wajah mereka berada sejajar, terlalu dekat – hampir merapat.

Soeun membuka matanya secara perlahan setelah mendegar sesuatu yang membuatnya terjaga. Seketika ketika ia membuka mata wajah yang familiar sudah berada tepat di depannya, begitu dekat dan rapat. Hal yang membuat mata Soeun melebar seketika.

Eunhyuk yang juga kaget karena Soeun terbangun tiba-tiba ikut melebarkan matanya kaget. Apalagi ditambah dengan jarak wajah mereka yang begitu dekat.

[To Be Continued]

Preview Next Episode:

“Trainee adalan Trainee. Masa lalu tetap masa lalu. Jangan membahasnya lagi, Lee Hyukjae..”
“Aku juga tak mau membahasnya. Ku fikir itu adalah kenangan yang salah dan tak seharusnya terjadi..”
“Aku setuju. Bahkan aku berharap aku bias menghapuskannya dari memoriku…”

“Lihat apa yang baru saja kau katakan. Sementara kau bahkan masih memegang kalung berliontin Peach ini. Kau munafik…”

“Mana kalung liotin Apelku? Kenapa itu tak ada?!”
“Dan lihat, aku bahkan menangis ketika aku tak menemukannya…”

“Sial, aku terlalu mencintainya..”

Note:

Oiya, Aku kembali mengabarkan bahwa aku gak bisa membalas pesan teman-teman satu persatu di FB jadi maaf bgt kalau banyak Inbox teman-temannya yang gak dibalas. Tapi sebagai solusinya aku mengajak teman-teman buat gabung di grup blog ini di FB dgn syarat:

– Jangan ngebash pairing manapun

– Jangan ngebash minor cast di FB

Bagi yang berminat silahkan kabarin aku disini https://www.facebook.com/putri.andina

Makasih ^^

54 Comments Add yours

  1. Niniet mengatakan:

    seru..seru.. seru… Putriiiii…. benar-benar bikin galau, aku yakin Sso dan eunhyuk masih saling ada rasa gitu, sampai kapan mereka akan bertahan dengan sikap mereka seperti itu, dan bagaiman nasib siwon?? hmm ga tega ..:(

  2. dyyyy mengatakan:

    trnyata taemin dan sulli adik dr dua laki2 yg mncintai soeun……
    yg satu mrestui hubunganny dan yg satu menentang……..
    kaget trnyata taemin adekny eunhyuk….hm..hm…

  3. kim Ra rA mengatakan:

    Huaaaaaaa senengnya buka Fb ada Ff baru dari Puteri, Gomawo Put, ehmmmmm ceritanya makin seru dan sekarang jadi lebih jelas kenapa mereka jadi seperti t, bisa di blang sma memang karna keadaan yang memaksa, huaaaa serasa nonton kehidupan Reality seorang Aktris dan Aktor Koreanya sungguha, dan bisa di bilang “kejam” yach hehehe itu sich cuma dari sudut pandang kalau mereka kadang tidak di perbolehkan mempunyai sebuah Hubungan yang hanya akan mengganggu aktifitas mereka di bidang industri Hiburan,

    pokoknya keren banget dech, siwon Oppa yang sabar yach kayanya Sso masih Cinta tuh sama Hyukjae, dan ternyata Taemin itu adiknya yach!!!

    Omooo Ssonyakebangun jeng,,,, jeng,,,,, apa yang kan selanjutnyaa terjadi yach??? harus bersabar lagi nunggu kelanjutannya nich

    Keren put, Terima kasih! salam yach Buat HaeSso T Black And White nya hehehe I`M Waiting

  4. bumssso mengatakan:

    Cerita nya menarik kak…
    Sukaa
    Lanjut ya kak

  5. Choi Shinae mengatakan:

    huaaaaaa…
    siwon mulai curiga >.<
    eunhyuk dingin banget lu bang kkkk :*
    sulli kesian😦 taemin yakin nolong nih ^^

    author lagi enak2 baca malah tbc -.- kkkk *protes aja
    gak sabar next part nya.. nasib siwon sulli hyuksso.. semuanyaaaa….
    good job author.. as always..
    you make me curious about ur ff as always ^^
    thanKyu :*

  6. Choi Hye Mi mengatakan:

    Lama2 gemes sama ini couple…
    Ga HyukSso.. Ga TaeLli..
    Hyuk kalo masih cinta ngomong aja napa.. Ckckc..
    Sama2 keras kepala.. Aq rasa mereka berdua oh slah mksdx Hyukjae.. Salah paham.. Pas flashback itu dia sedikit slah paham.. Jadinya beginilah..
    Q suka sama TaeLli.. Mereka itu ga biasanya.. Berantem kayak gini.. Biasanya sama2 childish ..tapi ini beda.. Wkwkw.
    Jangan lupa ff lain ya Put..
    Ditunggu lho ya…

  7. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Huh !!

    Kasihan Sulli !! Dia kena bash😦 , jd penasaran klw org satu sekolah tahu, Sulli adik dari seorg Choi Siwon !!

    Jd,itu masalahnya.. Clear juga rasa sedikit penasaran antara hubungan Soeun-HyukJae…

    Aduhhh..
    Gak tahu,kya’ mna ntar prasaan Siwon Oppa…
    Eh.. Puspa suka Siwon cemburu😀

    ditunggu karya lainnya Uni😉

  8. vaaani mengatakan:

    hampir lupa ma ini cerita😀
    semoga bisa balikan ma hyuk meski tiap waktu berantem, buat wonpppa sebenarnya gak tega juga c tapi solusinya minta ke putri ff wonso😀😀😀

    mereka kisu kh (hyuksso)
    hihi,, jangan datar n dingin bang hyuk jika akhirnya selalu susah tidur, wkwkkwkwk
    wonpa, maapin sso yak, ikhlasin dl, meski gak rela

  9. yhulaiisoeun mengatakan:

    Part 2 muncul ^^

    akhir.y tau jga apa alasan sso dan eunhyuk saling membenci,, cukup d.sayangkan jga sih membenci hanya krna hal itu,, tpi mw gemana lg…,

    eunhyuk dan sso masih saling mencintai tuh,, kntara bgt… ;D tpii d.satu sisi aku kzhan sama siwon oppa,dy cinta bgt sma sso,smentara sso seperti.y tidak trlalu,.
    Selalu lucu liat eunhyuk yg brtengkar ma sso,,suka ajja ngeliat.y ,, kyak.y mreka bkal punya bnyak wk2 lg brdua,dgn ada.y fanmeeting dari agensi mereka… Siwon bkalan cmburu brat tuh… Huff!!
    Sulli dan taemin jga lucu d.snii,, tpi sulli kyak.y gk trlalu sneng ma soeun yah..
    Next part.y d.tunggu yah.. Tetap smangat ,, ;D

  10. Vhi mengatakan:

    Hahahaha Sso hyukjae cinta tapi gengsi .
    Di tunggu kelanjutannya chingu🙂

  11. Dizha adrya mengatakan:

    Huaaa crtanya mkn sru za trnyta hyuksso msh slng mncntai😀 cm egois dan gengsi utk mngakuinya hoho kasian bgt ma bang siwon yg sbr ya bang d tgu put nexg part n lnjtn ff lainnya hehe fighting😀

  12. huaa sedikit mulai terungkap masalalu hyuksso …aq pkir hyorin suka sma hyuk tpi ternyata shipper nya hyuksso tuh…
    tpi kshan sulli terus di bully ..di tunggu semua ff putri ..

  13. Aulia Veronica mengatakan:

    Waaaah udah sekian lama nunggu ni FF akhirnya keluar juga FFnya😀
    Like it ceritanya eon ‘-‘)bb
    Kira” kenapa ya eunhyuk n sso saling membenci satu sama lain? Masih penasaran nih kkkkk~ apa karena eunhyuk yg menjadi debut lebih awal atau ada yg lain? Penasaran tingkat akut nih eon :v ditunggu ya lanjutannya ;;) FF yg lainnya juga ding😉 fighting eon !!!!

  14. ciciepisces mengatakan:

    udda mulai jelas hbungan eunhyuk m sso d.massa lalu , truz siwon juga udda mulai curiga m hyuksso , gmna kelanjutan.a ya ?🙂
    ksian sulli ! apa taemin yg nolong sulli nanti.a ? huaah mkin pnsaran sma ni ff hehe😀

  15. Rakha mengatakan:

    Akhirnya ada juga yang di publish, disini karakter eunhyuk mengesankan, dewasa tapi gimana gitu, mereka nujukin banget klo masih saling suka….
    Tetep jadi salah satu pairing favorit…
    Wah semangat author buat ff lainnya…
    Aku pasti dukung…

  16. princess ice mengatakan:

    yah cepet bgt siy TBCnya!! saking serunya jadi kerasa pendek bgt heee.
    aduh put aku pnasaran ama sulli,pasti d tlongin ma taemin kan..hope so
    omg hyuk..sso pasti nyangka yg bkan2 ma hyuk.. makin seru makin penasaran..
    d tnggu bgt lanjutnya ya put..
    semangtt!!

  17. Devi mengatakan:

    MkiN seruu Zh cerita’a,,,,,

    Kyak’a eoNNie so euN daN eNhyuk oppa mslh sliNg mNciNtai tpi mereka geNgsi tuk mNgakui’a,,,,,

    Smpai kpN y mreka bersikap sliNg brmusuhaN,,,,

    Jd pNsaraN ma klaNjutaN’a,,,,
    D tNg2u thor klaNjutaN’a,,,

  18. erika mengatakan:

    yeyyyy,….akhirnya nge;post ff lagi😀
    hem, setelah di flashback ternyata hubungan sso eonni dan hyuk oppa kaya gitu ya, sepertinya ada kesalah pahaman antara hyuksso dimasa lalu
    kayanya sih sso eonni masih punya rasa sama hyuk oppa begitupun sebaliknya, tpi kasian sama siwon oppa gimana ya kalo tau sso eonni masih punya rasa sama hyuk oppa.
    aish..padahal lagi seru”nya eh malah tbc u.u
    ditunggu ff lainnya🙂 fighting!!!!!!!😉

  19. anna mengatakan:

    kekek ada2 sso pkr ktiduran dtgh rapat untg ga jd candaan rekan artis lainny,,trynt alasan itulah yg mmbt hyuksso brpisah&brmusuhan,,oohh andainy eunhyuk mnyadari perubahan soeub itu hnylh acting sj&soeun tdk seambisius sprt yg disangkany,,dtggu lnjtny putri gomawo

  20. nita mengatakan:

    hemm,, skrng udh jls knp sso eonni sma hyuk pha hbngn ny jd kyk gtu,, d jls’n d part ini,, hemm sprti biasa ff nya sllu krn,,🙂
    d tnggu next part nya y eon,, sma lnjn ff yg lain ny,, fighting🙂

  21. yehaesso_ mengatakan:

    whoaa~ akhirnya ada postingan baru jg😀 gomawo eonni🙂
    huaa ceritanya selalu menarik feelnya dapet banget..bener bener bkin penasaran sama hyukso..

    ditunggu part dan karya selanjutnya..
    terutama SPOL dan black & white.penasaran banget sama soeun eonni😀

    FIGHTING🙂

  22. cucancie mengatakan:

    Cinta yg tumbuh wkt trainee,akankah berlanjut mengingat so eun udh ada siwon,tp kyknya hati so eun sih masih ada eunhyuk…suka jg nih sm couple taemin sulli…makin penasaran sm cinta segitiga siwon so eun eunhyuk…

  23. Dira mengatakan:

    Wah…masih belum kelihatan jelas ya konfliknya….ga sabar nunggu konfliknya memuncak…hehe fighting Putri…Endingnya juga ama siapa ya???? kasian siwon oppa

  24. pipip mengatakan:

    sempet lupa dgn part 1 nya stelah skian lama
    tpi ujung2nya jeinget jg
    trnyta soeun dgn eunhyuk sling benci gra2 hal itu
    itu kyk slah pham gtu kali ya ckck
    critanya seru byangin mv yg dbuat eunhyuk dgn soeun kyk trouble maker hyunseung dgn hyuna keke
    jdi seru hha, tpi critanya bgus mkjn pnsran dgn next partnya eon dtnggu

  25. marly mengatakan:

    >,< kok disini aku jd kasian ny sama hyukjae??? Yg marah duluan kan so eun…-_-"
    Ayoo dong baikan lagiiiiii…

    Aku belum sempat baca part 1 ny.. Kan diprotect.. Jd aku comment disini yaaahhhh..
    Nnt aku blh minta pw ny ga putri?
    Makasih🙂

  26. shane mengatakan:

    Taemin ma sulli seperti biasa kya’ kucing ma anjing (y) like this

    Suka ma siwon yg cemburuan😀
    Wah kenangan soeun ma hyukjae sulit di lupakan… Bahkan terlalu dalam untuk d hapus … Begitu sulit ngeliatnya hhhhhe ~

    (◦ˆ ⌣ ˆ◦)::‧(y)
    ‎​ pupt , kk menunggu SPOL …B&W nya juga :*
    Keep spirit ^^

  27. ticha_ mengatakan:

    hua,,,,,sukaaaa🙂
    Ga nyangka,ternyata hyuksso pernah punx hub… :*
    Itu,siwon oppa udah mulay curiga?!hm…ga tega jga ama siwon oppa…
    Tp lebih ga tega ama eunhyuk oppa….😦
    Sso eunnie masih ska tuh ama hyukppa…
    Hm…adegan terakhir bikin senyum2 sndri…hehehe😀
    Itu sulli knp bsa ga suka ama sso eunnie ya??
    Taemin ama sulli musuhan??
    Aduh itu modus taemin biar bsa ktmu ama sulli tuh…kekeke
    Hm….penasaran ama next part’a…
    Dari cuplikan’a ajda udah seru….
    Ff putri emang DAEBAAAK!!!
    Q tgg ff laen’a n next part’a
    Laaaaanjuuuuuuutt😀 :*

  28. husna mengatakan:

    thorr…
    aq blum dpt PW yg part sebelumnya nih….
    soalnya q reader baru jd agak binging nih bacanya…
    mnta ya..

  29. Husna Yaini mengatakan:

    pagi thorr aq reader baru thorr aq blm dpt PW utk

    Peach & Apple Part 1 jd aq bingung klo baca yg ni,,, hehee… mnta y thor.. gomawo…

  30. Dear Dhiyah mengatakan:

    Jelas Enhyuk oppa masih ngarepin Sso eonni ….
    hhehh ,, sayang y SSo eonni udh punya namjachingu
    sabar yahhh ,, klo aku jd Sso eonni jg aku pilih Siwon oppa
    wkwkwkkwk *dirajam Eunhyuk oppa -_-

  31. tanti no kawai mengatakan:

    Di part ini_bener2 mengulas tentang apa Ϋά̲̣̥ηġ terjadi di masa lalu hyuksso….

    Ĵåϑΐ tau apa Ϋά̲̣̥ηġ membuat mereka_menjadi dingin satu S̤̥̈̊ɑ̤̥̈̊м̣̣̥̇̊ɑ̤̈̊ lain….
    ˚◦°•hмм…(―˛―“)..=-?•°◦˚

    Tapi sepertinya_sekuat apapun mereka menepis perasa’an mereka berdua,semakin kuat kenangan2 itu mengusik fikiran mereka….mungkin coz kenangan Ϋά̲̣̥ηġ begitu dalam…. Ekekkek

    Nahh…. Siwon udah mulai khawatir nih…dy juga ϐïśª melihat tatapan hyuk ke sso yang lain dari biasanya…..

    Ƴɑ̤̥̈̊ ampunn…ituu sulli bener2 di bully ma temen2nya coz kedekatan ηγά̲̣̥ pada taemin….😦

    Kkkk….sepertinya hyuksso_akan kembali sering di pertemukan ƪάğί nih….
    Akan kah terjadi clbk????
    Hemmm….. Semoga iya deh…ekekke

    Makinnn seruuu nih…. Makin jelas juga permasalahan Ϋά̲̣̥ηġ melatarbelakangi pertengkaran antar hyuksso….

    Next partnya di tunggu putri..dan tentunya karya2mu Ϋά̲̣̥ηġ lain ηγά̲̣̥ juga….😀

  32. Safriyanti mengatakan:

    Jd gto crta,a,,,,
    prnh dkat saat trainee n bhkan mnympan klung msning2,,,,
    pa bner sso dh bner2 mlpakan enhyuk,,,kyak,a gk,,
    ksian sech siwon,,,,
    ya mo hndak dkata,,,
    cnta gk bsa dpksa,,,
    mga hyuksso sma2 cpat bsa ngkau n sdar ma prsaan msing2,,,,

  33. Kyusso shipper mengatakan:

    jadin itu masalahnya /angguk angguk/ tp seru nih ceritanya, saling cinta tp sama2 munafik kkk. kasian siwon nya😦. lanjutkan kak ditunggu ff lainya

  34. Riznha mengatakan:

    oy critax nie mrka mgkn slh pham ya d msa lalu,hngga mrka mnjd g dkat lg.q coment d part2,hbs blm bca lg d part1.truz gmna siwon ya lw tw soeun ma enhyuk da hbngnx d msa lalu,ap lg sulli g brpa ska ma soeun.hm konflikx bnr2 dpt critax keren bgt thor!

  35. nurul mengatakan:

    ohh soeun sama eunhyuk bisa berantem tuh ternyata ceritanya begiituuuu,hayolah cepat cepat diluruskan permasalahan ini/?
    hayo hayooo itu lanjutan nya bikin penasarannnn ><

  36. Deborah sally mengatakan:

    Yah masih belum baikan soeun dan eunhyuk nya. .
    Hmm cerita taemin suli menarik juga haha

  37. sitieunnie mengatakan:

    jd itu alasan hyuk-sso saling brskap dingin..pdhal sbnrx hnya kslahphaman..
    sso sbnrx brskap kyk gitu krn gk mau dtng9alin eunhyuk..tp eunhyuk mlah mngartikan lain..
    trnyata sulli gk suka sm sso ya..awalx ku pkir mreka dkat layakx adik n kk ipar coz ngeliat sso yg mndkung sulli u/ pndah skolah..
    pas bca castx, kpkiran kalo hyorin bkal jd org keempat(stlh siwon pstix..kekeke :p) antara hbngan hyuk-sso n yg mnyebabkan hyuk-sso ptus n brtngkar..tp trnyata hyorin mlah jd shipper kduax..hahaha😀

  38. aina freedom mengatakan:

    pertama2 q salut buat km put ! salut krn km bisa nulis cerita yg panjang bgt ,q bayangin aja dah capek apalg km yg ketik segitu bnyk , 2 jempol buat putri .lngsung ke ceritanya bang siwon mulai curiga dan cemburu nih ,sulli cocok sm taemin ,hyusso knp kkalian hrs putus gara2 kesalahpahaman ,pdhl masih ada rasa .makin penasarn sm lnjtnnya . fighthing

  39. Elisa mengatakan:

    Wah putri gak biasa a aq sukak ma pairing yg satu ini tpi ff ni buat aku syum sndri…..like it….
    Faighting…..d tunggu sllu…..

  40. andri susilowati mengatakan:

    kkk maaf thorrr baru bs baca nd koment, kmren trhalang oleh UTS.
    woooooo, semakin kesini makin oke. makin bingung mau milih siwon apa hyukjae. kkk
    lanjt terus thorrr ditunggu sm kejutan-kejutan yang lain.

  41. Esaa mengatakan:

    Akhirnya selesai juga bacanya…
    Ternyata itu masalahnya, cuma salah faham dikit..
    Eh tapi kok saling membencinya sampai sekarang, padahalkan putusnya bukan karena selingkuh ataupun hyukjae buntingin anak orang😀
    ayo, put ! Tetep semangat..
    Di tunggu karya berikutnya😉

  42. IntanElfAngels mengatakan:

    . Mereka itu masih diliputi gengsi makanya padahal masih sama2 suka tapi gengsinya itu loh #Colekssoeonni kwkw next next next dtunggu yah eon FIGHTIIIIIINNGGGGGGG

  43. anastasia erna mengatakan:

    Seru put..
    Jadi karna salah paham, mereka musuhan..kasian..
    Tapi So eun lebih kasian lagi.. Kurang tidur ampe meeting aja ketiduran.. Aiggo
    Di tunggu lanjutanya deh Put..

  44. mizanafidausi mengatakan:

    Maaf putri baru komen, padahal udah baca dari beberapa hari yang lalu🙂
    Aku sukaaaaa, dapet banget feel pas mereka masa2 training, bisa bayangin wajah mereka yg masih polos, bayangin soeun pas kaya di iklan bareng kibum sj…
    Aku Hyuksso vs Wonsso??? Menang hyuksso shipper aja deh😉
    Suka bgt klo soeun ma hyuk udah ketemu, marahan tp gimana gitu🙂
    Ditunggu ff2 selanjutnya nenk putri

  45. Soeun mengatakan:

    Trnyata Sso dan hyukjae prnah brhbngan se wktu trainee . . . . .
    Kasihan siwon T_T Sso tdk mncintai nya tpi knapa dia mnerima siwon sbagai kekasih nya (?) hyukjae jga msih cinta pd Sso . . . . HyukSso sma2 munafik
    penasaran eon dgn cinta segitiga yg mungkin akan sling mnyakiti stu sma lain
    next part ditunggu !

  46. luthfiangelsso mengatakan:

    astaga maaf baru bisa komen baru ada paket hehe^^
    ya ampun pas flashback bagia hyuksso dulu koq hyuk mendadak jdi romantis ya pas kasih kalung itu sweet🙂
    ya ampin menurut aku hyuksso cma salah paham aja jdi panjang gini deh:-/
    yah wonppa bakal kasian ini ga tega org ganteng patah hati hehe^^
    aigoo sulli sabar yaa kasian dia di bully trus ckckc
    nextt di tunggu put fighting^^

  47. haekyusso mengatakan:

    Aaarrrgghh,,,,seruuuu,,,,makin penasaran dgn crt slanjut y!!! Gmn reaksi sso ketika pas bngun d dpn mata y da hyuk???
    Dan baru th klo sso dan hyuk kgk akur gr” persaingan!!! Wahhh kasihan klo wonnie klo sso cmn anggap sbg pelampisan ja😦
    Pengen th gmn akan klnjtn cinta d antara sso dan hyuk?? sso dan wonnie?? Ditunggu klnjtn next part y🙂

  48. Adachi alifiandra karin mengatakan:

    wah kereeeeen eon ceritanya,,
    penasaran ma kelanjutannya antara sso ma eunhyuk
    akanakah akur mereka berdua
    update soon ya eon next chapternya
    author Jjang!!

  49. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Jelas-jelas Hyuk ma So Eun saling suka, tapi emang Agency selalu menjadi penghalang. Ah, aku penasaran banget ma part 1 FF ini, tapi lain kali aku minta pw-nya.

  50. angelf mengatakan:

    owh.. Jadi itu yang ngebuat hubungan hyuksso jdi gak baek sekarang
    tpi sebenernya kyaknya mreka masih punya rasa cinta …
    Jdi sedih klo liat mreka berantem terus
    orang orang ngingetin hyuk trus tentang memori sama sso , hyuk sebenernya masih perhatian banget sso tpi coba tutupin itu
    tpi klo sso masih cinta sama hyuk kok pacaran sama siwon? Kan kasian nasib siwonya nanti siwon kyaknya cinta banget sama sso
    kasian sulli dibully terus?
    Ditunggu nextpartnya

  51. mothisan mengatakan:

    Masih ada cinta yang tersembunyi walaupun diselimuti keegoisan masing2,,,
    Daebak,,,,

  52. Meshinta Kim mengatakan:

    flashback yg sweet sekaligis menyedihkan.. -_- aduhh eunsso cepet baikan yak..😀 biar bisa romantis”an kyak remaja dlu..😀

  53. HETTY SHAWOL mengatakan:

    aku belum baca part 1..soalnnya dpassword..tapi baca part 2 ini aku suka meski belum baca part 1..sweet banget ya flashbacknnya mmereka..jadi ngebayangn apa kayak gitu ya kehidupan para artis..semoga eunhae cepet balikan

  54. Rani Annisa mengatakan:

    so eun & eunhyuk ini kayaknya saling suka,, tapi kasihan siwon dikhianati sama so eun….

    Penasaran sama hubungan so eun, siwon, dan eunhyuk selanjutnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s