~ How About My Love Part 5 (Home)~


How About My LovePart 5 (Home)|PrincessClouds|Drama-Sad-Romance-Friendship-Family|Chaptures | Kim So Eun, Lee Hyuk Jae (SJ Eunhyuk), Kim Jong Woon (SJ Yesung), Kim Taeyeon, Kim Hyoyeon, and Others

howabout5

Warning: Typo(s), PG15, Alur berantakan. Don’t Like Don’t Read. No Bash No Blame.

Summary: “You’re my home..”

Recommended Songs: * Soeun’s Parts : Davichi – Because It’s You, Seo Young Eun – Can’t let go. * Eunhyuk’s Parts: Super Junior – What If, *Yesung’s Parts: Super Junior Yesung – Gray Paper

Eun Hyuk berlari dengan eskpresi sedikit panik melewati lorong-lorong rumah sakit. Di saat yang sama pemuda itu tampak terus membaca satu persatu nomor ruang inap yang dilewatinya. Hingga ketika langkahnya bertemu dengan sebuah ruangan pemuda itu menghentikan langkahnya. Tanpa membuang waktu ia memasuki ruangan tersebut.

“SO EUN!”

Ia berseru sambil melawan alur nafasnya yang masih belum lancar. Namun hal itu terbayar ketika ia menemukan orang yang sejak tadi di cemaskannya tampak baik-baik saja sambil menoleh padanya dari sudut ranjang pasien.

*How_About_My_Love_Part_5*

Eun Hyuk menatap dengan seksama anak kecil berusia sekitar empat tahun yang tampak tergolek lemah di atas ranjang rumah sakit. Setelah merasa cukup ia kembali menoleh pada So Eun yang duduk tepat di samping tempat tidur tersebut. Wajah gadis itu terlihat cemas dan pucat di saat bersamaan, sementara di salah satu lengannya tampak melingkar sebuah perban.

“Jadi.. kau menemukan anak ini sudah tergeletak di tengah jalan dengan bersimbah darah. Lalu setelah itu membawanya ke rumah sakit ini segera. Kau juga langsung mendonorkan darahmu padanya setelah mengetahui bahwa kalian bergolongan darah yang sama. begitu?” Pemuda itu bersuara tak lama.

So Eun mengalihkan pandangannya dari anak itu menuju Eun Hyuk. Mengagguk dengan pelan. “Begitulah..”

Eun Hyuk lagi-lagi hanya menghela nafas sambil kembali melirik sang balita yang masih tak sadarkan diri. Seingatnya tadi ketika ia sedang sibuk dengan pekerjaannya So Eun menghubunginya dan mengatakan bahwa ia tengah berada di rumah sakit. Rumah sakit, di tambah dengan So Eun yang menangis ketika ia bercerita padanya di telepon, semua itu tentu saja membuat Eun Hyuk langsung panik dan secepatnya berlari ke rumah sakit ini. Namun setelah ia sampai disini ia cukup lega karena So Eun tak mengalami cedera apapun.

Eun Hyuk menghela nafasnya mengingat apa yang terjadi tadi, lalu ia kembali menatap So Eun yang masih menatap dengan ekspresi cemas. “Ini sudah malam, ayo kita pulang…” kata Eun Hyuk kemudian. Gadis itu menoleh padanya.

“Pulang?” Ekspresinya terlihat seperti kaget sebelum beralih kembali pada sang anak. “Tapi…” gumamnya kemudian. Eun Hyuk kembali melirik anak tersebut.

“Kau belum juga menghubungi keluarga atau sanak familinya?”

“Belum..” So Eun menggeleng. “Menurut petugas di rumah sakit ini mereka tak dapat menemukan identitas anak ini. Sehingga mereka tak dapat menemukan keluarganya..”

“Benarkah?” Eun Hyuk terdengar sedikit sangsi.

“Oleh karena itu.. aku ingin merawatnya disini..” putus So Eun tak lama.

“Hey, bukankah kau sendiri juga sakit. Kau mendonorkan darah cukup banyak untuknya, kau perlu beristirahat..”

“Ini hanya masalah kecil, lagipula aku juga akan bersitirahat walau di sofa itu..”

Eun Hyuk mengalihkan pandangannya pada sofa yang dimaksud. Memang benar bahwa sofa tersebut bisa untuk dijadikan tempat tidur walau tentu saja tak begitu nyaman. Namun, bagaimana mungkin So Eun akan bermalam di tempat seperti itu – ditambah dengan kenyataan bahwa ia baru saja mendonorkan cukup banyak darah untuk si balita.

Eun Hyuk menghela nafas, ia melirik kembali pada So Eun yang masih menatap anak yang ditemukannya dengan wajah cemas. Sebenarnya Eun Hyuk mulai berfikir tentang bagaimana kalau ia menemani So Eun saja di tempat ini – atau kalau bisa menggantikannya. Namun secara bersamaan sisi hatinya yang lain menolak hal itu. Ia masih ingat bahwa ia kini bukanlah orang yang bisa dengan bodoh melakukan sesuatu demi seseorang yang tak mencintainya – setidaknya sampai perasaan tak terbalas itu hilang dari dirinya.

“Baiklah kalau begitu, jaga kesehatanmu. Aku tak bisa disini lebih lama karena besok harus masuk kantor..” ujar Eun Hyuk tak lama. Lagi-lagi So Eun menoleh padanya, mengangguk pelan.

“Y-Ya…”

“Ya sudah, sampai jumpa lagi..”

Hanya hal itu, lalu Eun Hyuk mulai bergeser ke arah pintu dan meninggalkan So Eun disana sang balita yang baru ditemukannya. Pemuda itu tak menyadari bahwa diam-diam So Eun menatap punggungnya ketika ia keluar darisana.

“Kau berubah, hyuk..” gumam gadis itu pelan sambil menundukkan kepalanya. Iapun kembali melirik si balita setelah itu.

*

Ye Sung baru saja selesai dirias untuk pemotretan sebuah CF ketika Tae Yeon memasuki tempat itu bersama managernya. Gadis itu tampak berjalan ke arahnya setelah itu.

“Maaf sunbaenim..” Ia membungkukkan badan di depan Ye Sung. “Sebagai junior, aku seharusnya dating lebih awal daripada dirimu. Tapi aku malah membuat anda menunggu..” Ucapnya menyesal.

Ye Sung yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya menoleh padanya, memberikan sebuah senyuman yang samar. “Tidak perlu khawatir, selama ini aku yang selalu membuatmu menunggu untukku. Aku fikir ini sudah saatnya aku yang melakukannya…” jawab pemuda itu datar. Tae Yeon tampak tersenyum dan kembali membungkukkan badannya.

“Terima kasih, sunbaenim..”

“Hum..”

Ye Sung baru hendak kembali dengan benda canggih di tangannya ketika sekilas matanya menangkap sesuatu. Ye Sung kembali mengalihkan pandangannya ke arah Tae Yeon yang baru saja duduk di meja rias di sebelah kirinya. Merasa diperhatikan Tae Yeon menoleh kembali padanya.

Ye Sung memiringkan wajah, terlihat menatap serius sesuatu yang ada di wajah Tae Yeon. “Ada apa dengan wajahmu? Kenapa memar begitu?”

Tae Yeon tampak kaget mendengar pertanyaan Ye Sung. Ia segera mnyentuh bagian di dekat dahinya itu. “Ini.. ini bukan apa-apa..” ucapnya gugup. “Aku hanya terbentur pintu apartementku ketika pagi ini aku akan berangkat kesini. Hee..” ujar Tae Yeon menjawab dengan sedikit ragu. Ye Sung tampak menganggukkan kepalanya walau ekspresinya terus saja datar.

“Begitu? Sebaiknya kau berhati-hati. Sebagai seorang publik figur wajah adalah salah satu hal yang paling penting untuk dipelihara. Setidaknya… begitulah bagi orang-orang yang saat ini sibuk mengontrol kita untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya..” ujar pemuda itu terkekeh kecil namun penuh maksud di dalamnya. Hingga ia kembali dengan benda di tangannya.

Sementara itu Tae Yeon hanya terdiam setelah itu. Ia masih terus memegangi bekas memar di wajahnya, sementara pandangannya beralih pada Ye Sung yang telah kembali sibuk dengan dunianya.

*

“H-Hyo Yeon!”

Eun Hyuk berseru kaget, dengan cepat pemuda itu meninggalkan pekerjaannya dari berjalan ke arah pintu yang baru dimasuki gadis berambut pirang itu. Eun Hyuk kemudian segera menutup pintu ruangan tersebut setelah memastikan tidak ada yang melihat kedatangan gadis itu.

“Kenapa kau kemari? Kau mau orang tuaku melihat kau mendatangiku?” ucap pemuda itu sambil berbalik menatap Hyo Yeon. Sementara Hyo Yeon tampak berdecak kecil sambil melipat tangannya.

“Aku datang karena kau tak bisa dihubungi. Juga, kenapa semalam kau tak datang? Kau tahu, aku menunggumu di restoran lepas tengah malam..” omelnya dengan wajah sedikit cemberut.

Eun Hyuk tampak menghela nafas, ia ingat sekali bahwa semalam ia melupakan janjinya dengan Hyo Yeon sama sekali setelah ia mendengar kabar So Eun tengah berada di rumah sakit. “Eung, aku ada pekerjaan. Dan mengenai ponsel aku juga tak tahu ponselku itu dimana. Ku kira semalam aku menjatuhkannya di suatu tempat…” Itu benar. Terlalu cemas dengan keadaan So Eun membuatnya jadi terlalu fokus untuk mengejar rumah sakit. Ia tak menyadari bahwa ia telah menjatuhkan ponselnya di suatu tempat sehingga sejak semalam ia tak menemukannya.

“Oh, begitu..” Hyo Yeon menggumam sambil meletakkan tas di salah satu sofa sebelum menghampiri Eun Hyuk. Ia melingkarkan tangannya di leher pemuda itu. “Kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi sekarang sebagai gantinya. Ini jam istirahatmu, bukan?” Tanya gadis itu sedikit memasang wajah memelas.

Eun Hyuk menatap gadis yang sempat memenuhi hari-harinya itu sejenak, sebelum melepas kungkungan di lehernya. “Aku tak bisa. Aku sedang dikejar deadline, jadi aku harus mengerjakan sebuah pekerjaan dulu..”

“Aish, kau berubah tak menyenangkan sekarang. Tch, aku benar-benar merasa seperti seorang simpanan..” omel gadis itu lagi sambil berjalan ke arah sofa dan mendudukkan dirinya disana.

Sementara itu Eun Hyuk tampak terdiam oleh ucapan itu. Kata-kata itu memenuhi fikiranya. Astaga, bagaimana mungkin ia memiliki simpanan padahal ia sudah mempunyai istri. Entah sejak kapan ia mengingat permainan yang ia buat sendiri itu.

Eun Hyuk kembali ingat dimana ia bertemu Hyo Yeon kembali beberapa minggu sebelum pernikahannya dengan So Eun. Ia menyadari; jantungnya berdetak disana, rasa rindu untuk Hyo Yeon ternyata masih ada di hatinya sehingga ia tak merasa benar-benar sendiri dengan kenyataan perasaan So Eun yang tak pernah beralih walau melihat sedikit padanya. Oleh sebab itu, ia akhirnya kembali berjalan ke arah Hyo Yeon dan mereka memulai siklus hubungan gila ini. Walau pada akhirnya Eun Hyuk harus sadar sendiri bahwa cintanya kepada Hyo Yeon tak lagi seperti dulu. So Eun telah mengambil tempat paling besar dan menyisakan sedikit bagian bagi cinta pertamanya itu. Tapi ia tak punya jalan lagi untuk mundur, setidaknya ia harus juga mengusir So Eun dan membiarkan Hyo Yeon kembali mengambil tempat di hatinya. Karena cukup sudah Eun Hyuk tersakiti oleh perasaan cinta tak berbalasnya kepada So Eun yang hanya melihat ke arah lain.

“Hey! Kau melamun! Apa yang kau fikirkan?”

Pemuda itu tersentak, ia kembali ke alam nyatanya. Melirik gadis berambut pirang yang masih duduk di salah satu sofa ruangannya.

“Hyo, sebaiknya kau pulang. Aku akan menghubungimu dan mengunjungimu nanti ketika pekerjaanku sudah selesai. Aku tak mau kau terlibat masalah kalau keluargaku melihatmu disini..” ujar Eun Hyuk tak lama.

“Tapi hari itu kau yang mengajakku ke rumahmu. Kau bahkan menciumku di depan istrimu..”

Tentu. Eun Hyuk masih begitu ingat ketika ia mencium Hyo Yeon tepat di depan So Eun waktu itu. Semua itu Eun Hyuk lakukan untuk menyakiti So Eun dan menunjukkan padanya betapa besar Eun Hyuk benci keadaan ini semua. Berharap So Eun bisa mengambil sikap untuk hubungan mereka. Namun pada nyatanya So Eun tetaplah So Eun yang selalu menganggap dirinya sebagai orang yang paling terluka. Sehingga meninggalkan Eun Hyuk menjadi seorang ‘brengsek’ sepenuhnya yang kali ini membawa Hyo Yeon untuk menunjukkan kemarahannya pada So Eun dan perasaannya.

“Hyo, mengertilah posisiku. Ini benar-benar tak baik dilakukan..” ujar pemuda itu lagi.

“Hfft, baiklah..” Hyo Yeon bangkit sambil mengambil tasnya. Ia kemudian berjalan ke arah Eun Hyuk yang bahkan tak beranjak dari belakang pintu. “Aku akan pergi, tapi aku akan pergi setelah kau menemaniku minum kopi. Ayolah, kau akan terlihat cepat tua kalau terlalu banyak bekerja..” ucap gadis itu lagi dengan nada merengek.

Eun Hyuk tampak menghela nafas sebelum menganggukkan kepalanya. “Baiklah, kau pergilah dulu. Aku akan menyusulmu nanti..”

“Kau tidak membohongiku, kan?” Tanya Hyo Yeon meragukan.

“Tch, tentu tidak. Aku benar-benar akan menyusulmu. Kau pasti tak mau kita ketahuan bukan? Oleh sebab itu kita harus pergi terpisah..”

“Baiklah, aku akan menunggumu disana..” ucap gadis itu kembali mendekati Eun Hyuk. gadis itu sedikit berjinjit sambil mencium pipi kiri Eun Hyuk. dimana lagi-lagi Eun Hyuk hanya membeku menerima perlakukan itu. “See you, Eun Hyuk. Jangan terlalu lama ya..” bisiknya sambil berjalan ke arah pintu dan membukanya. Eun Hyuk tampak menatap punggungnya setelah gadis itu terdengar menjauh. Menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan bersama helaan nafas berat miliknya.

*

So Eun terbangun ketika merasakan sesuatu yang digenggamnya bergerak-gerak pelan. Gadis itu dengan cepat mengumpulkan kesadaran dan membuka matanya. Langsung mengangkat wajahnya untuk melirik keadaan orang yang semalaman ini ditungguinya.

“Selamat pagi, noona cantik..”

Suara riang itu menyapanya. So Eun tampak segera benar-benar menegakkan tubuhnya dan mengucek matanya agar benar-benar terjaga. Lalu kembali menatap balita tadi.

“K-Kau sudah bangun? Tunggu, aku panggilkan dok—“

“Tidak perlu, noona. Mereka sudah memeriksaku beberapa menit yang lalu..” seruan itu mengurungkan niatnya. So eun menatap bocah itu kembali.

“Benarkah?”

“Hum..” si mungil mengangguk lucu. “Mereka melakukannya dengan pelan agar kau tak terusik..” ucapnya bijak namun bernada polos.

“Begitu..” ucap So Eun menghela nafasnya. “Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa masih sakit? kakimu? Bagaimana dengan kakimu?” Tanya So Eun kembali dengan kepanikannya.

“Sudah tidak apa-apa..” bocah itu terkekeh sedikit geli ketika So Eun memeriksanya. “Hanya kufikir kaki kiriku masih sakit. Aku tak bisa menggerakkannya..” adunya tak lama sedikit cemberut.

So Eun tampak tersenyum lega mendengarnya. “Syukurlah. Mengenai kaki sudah tak apa-apa, kau akan lebih baik dalam beberapa minggu..” ujar So Eun.

“Baguslah..” si mungil berceloteh dengan wajah berbinar, sebelum kembali melirik So Eun. “Tapi noona siapa? Apa noona yang waktu itu menabrakku?”

“H-Huh? B-Bukan, bukan. Aku hanya menemukanmu tergeletak di tengah jalan, jadi bukan aku yang menabrakmu!” ucap So Eun cepat. Bocah itu kembali tampak mengangguk.

“O, begitu. Kalau begitu terima kasih, noona..”

So Eun tersenyum senang dan lega di saat bersamaan. Ia senang dan bahagia dengan kepolosan yang dimiliki anak di depannya. Juga lega karena anak ini tak terlalu parah dan juga tidak menuduhnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas cederanya. “Tapi, bukankah kita belum kenalan, huh? Siapa namamu, adik kecil?” Tanya So Eun tak lama. Bocah itu lagi-lagi mendongak.

“Namaku adalah Jung Yoogeun. Aku berusia empat tahun dan sebentar lagi menjadi lima tahun..” celotehnya riang. “Nama Noona siapa?”

“Namaku adalah Kim So Eun, aku dua puluh empat tahun. Dua puluh tahun lebih tua darimu..” ucap So Eun terkekeh sambil menyentuh ujung hidungnya. Namun bukannya merasa geli bocah kecil itu malah memuram.

“Dua puluh empat tahun? Kata ibu perawatku di panti asuhan, ibuku juga berusia segitu ketika meninggalkanku di panti asuhan tiga tahun yang lalu..” gumamnya pelan. So Eun tampak sedikit terkejut.

“H-Huh? P-Panti asuhan?” ulang So Eun tak menyangka.

“Hum, disanalah aku tinggal. Tanpa ibu, tanpa ayah, hanya punya ibu perawat dan beberapa teman..” ucapanya semakin sedih, si bocah pintar itu menundukkan wajahnya.

“A-Astaga, maafkan aku Yoogeun-ah. Aku benar-benar tak bermaksud untuk membuatmu sedih. Jangan menangis..” bujuk So Eun sedih sambil memeluk anak itu yang tampak kian memuram. Anak itu kemudian sesegukan di pelukannya.

“Hidup di panti asuhan itu sama sekali tidak menyenangkan..” rengeknya polos sambil memeluk bahu So Eun. Sementara So Eun tampak ikut sedih sambil berusaha menenangkannya, ia sama sekali tak tega dengan apa yang menimpa bocah malang itu.

*

So Eun menatap Yoo Geun yang sudah kembali tertidur dengan pandangan sedih. Fikiran gadis itu dipenuhi oleh ucapan serta tangisan bocah itu padanya tadi. So Eun hanya tak habis fikir bagaimana mungkin ada orang yang tega membuang darah dagingnya sendiri – membiarkan bocah sekecil itu merasakan dunia yang terlampau kejam ini.

So Eun menghembuskan nafas. Ia kemudian mencari-cari ponselnya untuk menghubungi suaminya. So Eun ingin membicarakan hal ini dengan Eun Hyuk dan berharap pemuda itu tak keberatan kalau So Eun mengangkat Yoo Geun sebagai anak mereka. Toh rumah mereka terlalu besar untuk ditinggali berdua – apalagi dengan kenyataan rumah tangga mereka yang tak bahagi.

So Eun selesai men-dial nomor Eun Hyuk dan saat ini mulai merapatkan benda itu di telinganya. Namun dahinya tampak berkerut tak lama setelah itu karena mendengar sahutan dari pihak operator yang mengatakan bahwa ponsel Eun Hyuk tak bisa dihubungi.

So Eun tak menyerah, ia kembali mencoba untuk menghubungi Eun Hyuk dan berharap kali ini mendapat sahutan. Namun lagi-lagi yang didapatkannya adalah suara dari pihak operator. So Eun mengerutkan dahinya.

“Kenapa dia mematikan ponselnya?”

*

Ye Sung keluar dari lokasi pemotretan tadi sendiri tanpa diiringi oleh managernya. Saat ini pemuda itu tampak berjalan ke lahan parkir untuk mengambil kendaraannya.

Suara langkah Ye Sung agak menggema memecah kesunyian di tempat itu. Namun suara langkah itu tak lama berhenti ketika ia melihat beberapa orang melakukan hal yang mencurigakan pada salah satu mobil yang terparkir tak jauh dari mobilnya. Ye Sung memiringkan wajahnya.

*Tap!*

Salah satu dari pelaku yang terlihat masih anak remaja itu berbalik dan sentak menjatuhkan Tank di tangannya begitu melihat Ye Sung. Dengan wajah yang pucat ia menepuk pundak rekannya yang masih sibuk mengerjakan sesuatu pada mobil berwarna putih di depannya.

“H-Hey, Y-Ye S-Sung… O-Oppaa..”

Ye Sung dapat mendengar suaranya disebut walau si gadis belia tadi berbisik ketika menyebutnya. Ia mulai mendekat.

“Hey, apa yang kalian kerjakan?!”

Dua gadis belia itu tampak mulai gemetaran. Keduanya saling bertatapan bingung ketika Ye Sung mendekat. Ada niat untuk lari sebenarnya, namun hal itu tak bisa dilakukan karena kaki mereka lemah begitu saja.

“O-Oppa—“

“Ye Sung sunbae?!”

Ketiganya sama-sama mengalihkan perhatian begitu mendengar kedatangan yang lainnya. Menemukan Kim Tae Yeon disana. Kedua gadis itu kembali saling sikut dan bertatapan dengan wajah panik. Sementara Tae Yeon yang masih tak mengerti tampak melirik heran Ye Sung yang berdiri di depan mobilnya.

“Ada apa. sunbae? Kenapa berdiri di depan mobilku?” Tanya Tae Yeon semakin mendekat. Sementara Ye Sung cukup kaget mendengar hal itu, ia beralih kembali pada dua gadis belia yang semakin ketakutan di depannya.

“Apa yang sedang kalian rencanakan?” Tanya Ye Sung datar, dingin.

Kedua gadis belia itu kembali saling bertatapan dengan tubuh yang kian gemetar, sebelum akhirnya sama-sama menangis dengan keras.

“HIKS, KAMI MELAKUKANNYA DEMIMU YE SUNG OPPA. TOLONG JANGAN LAPORKAN KAMI KE POLISIII!!!”

Tae Yeon yang benar-benar baru sampai di samping Ye Sung tampak melirik heran dua gadis belia yang menangis di depan mobilnya. Ia akan bertanya ketika salah satu dari mereka meraih tangannya.

“U-Unnie, maaf unnie. Hiks, kami benar-benar menyesal karena telah berbuat jahat padamu. Tolong jangan laporkan kami ke polisi, hiks. Kami minta maaf atas semua yang telah kami perbuat kepadamu…”

Tae Yeon yang masih belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang sedang terjadi tampak hanya menatap heran sekaligus iba dengan dua gadis belia yang menangis tersebut. Pandangannya kemudian berganti menatap Ye Sung yang hanya menatap datar keduanya.

“K-Kami berjanji untuk tidak lagi melempari rumahmu dengan batu ataupun mencelakaimu seperti yang sudah-sudah. Tapi tolong jangan laporkan kami ke polisi, orang tua kami bisa membunuh kami… hiks.. tolong..”

Tae Yeon baru benar-benar menangkap arah pembicaraan dua orang ini. Melirik keduanya cukup kaget. “Jadi kalian yang belakangan ini melempari batu ke rumahku dan bahkan melempariku pagi ini. Kalian adalah orang-orang yang menerorku selama ini?”

“Benar, tapi kami bersumpah bahwa semuanya bukan kami saja. Ada banyak fans Ye Sung oppa lainnya yang melakukannya. Kami hanyalah yang kurang beruntung karena tertangkap basah oleh Ye Sung oppa.. hiks..”

“Apa yang sebenarnya ada dalam fikiran kalian?” Ye Sung tak lama menyela, datar dan dingin. “Bagaimana mungkin kalian melakukan tindakan criminal hanya karena aku? Apa memangnya yang aku berikan kepada kalian hingga kalian mengabaikan kepercayaan orang tua kalian seperti ini. Apa kalian fikir aku bernyanyi hanya untuk memberikan pengaruh buruk kepada pendengarku?”

“Hiks, O-Oppa..” keduanya tampak kian ketakutan. Melihat hal itu Tae Yeon segera mengambil alih suasana demi meredam keadaan yang cukup tegang.

“Jangan lakukan lagi. Semua yang kalian lakukan benar-benar tidak sepantasnya dilakukan oleh orang-orang seusia kalian. Sekarang pergilah dan jangan ulangi..” ucap Tae Yeon mengambil jalan tengah. Kedua gadis itu tampak menganggukkan kepalanya.

“Terima kasih, Unnie – Oppa!” ucap keduanya sambil berlalu dari tempat itu. Meninggalkan Tae Yeon maupun Ye Sung yang masih membisu. Tae Yeon mengalihkan pandangannya pada Ye Sung dimana suasana hati pemuda itu tampak kian tak baik dari dirinya yang memang selalu bersikap dingin.

“Mereka mengerjai mobilmu, sebaiknya jangan gunakan dulu dan panggil tim mekanik untuk memeriksanya. Sekarang kalau kau mau pulang aku bisa memberikan tumpangan..” ujar Ye Sung sambil melirik Tae Yeon sejenak sebelum bergerak menuju mobilnya. Tae Yeon kembali beralih menatap punggungnya.

“Y-Ya, Sunbae, terima kasih..”

*

So Eun sedikit tergesa memasuki gedung perusahaan Eun Hyuk untuk mencari keberadaan suaminya tersebut. Kondisi Yoo Geun yang saat ini tak ada yang mendampingi membuat ia tak bisa bepergian seperti ini – membuat ia harus secepatnya menemui Eun Hyuk untuk meminta ijinnya.

So Eun saat ini sampai di depan ruangan Eun Hyuk, membuat seorang gadis yang menjabat sebagai sekretarisnya berdiri dari tempat duduknya untuk menyambut So Eun.

“Selamat siang, nyonya..”

“Suamiku… “ So Eun bahkan masih belum bernafas dengan lancar. “Apa dia ada?” Tanyanya kemudian.

“Maaf, nyonya. Tuan sedang tak ada di tempat. Beliau sedang mengadakan perjanjian di luar kantor..”

“Benarkah?” So Eun menyahut cepat, terlihat cukup kecewa. “Sudah selama apa dia pergi?”

“Baru setengah jam yang lalu, nyonya..”

“Begitu?”

So Eun menghembukan nafasnya berat. Ia tahu sendiri kalau sudah begini ia tak punya waktu walau hanya menunggui pemuda itu.

“Ya sudah, aku sepertinya hanya menitipkan pesan saja untuknya. Ketika nanti ia datang, bisakah kau inta dia menemuiku di rumah sakit?”

*

“Aku tak mengerti, dunia apa yang kini kumasuki ini..”

Ye Sung yang sejak tadi diam kembali menyuarakan pendapatnya di tengah kegiatan mengemudinya. Suaranya terdengar jelas antara audio yang memang disetel pelan.

“Sebagai bocah kecil yang suka bernyanyi, aku fikir menjadi artis adalah hal yang paling membahagiakan yang bisa kudapatkan. Namun setelah aku berada di tempat ini aku menarik semua kata-kataku. Semua orang bilang tak akan ada cara untuk memutar waktu. Dan itu benar..”

Tae Yeon menghela nafas mendengar ucapan Ye Sung. Ia tahu bahwa terlalu banyak arti dari setiap ucapan itu. Arti yang terlalu dalam.

“Apa sunbae benar-benar tak bahagia dengan diri sunbae yang sekarang?”

“Huh, bahagia?” Senyuman sinis terlihat dari tatapan wajah yang datar itu. Tae Yeon dapat melihat ekspresi miris darisana. “Bagaimana mungkin aku bahagia setelah kebebasanku direnggut seperti ini. Aku hidup seperti boneka. Aku membawa pengaruh buruk pada beberapa orang. Lalu… aku kehilangan sesuatu yang menjadi pijakan untuk aku berada disini. Aku bahkan sudah lupa bagaimana caranya untuk mengeja kata bahagia semenjak aku memutuskan untuk memasuki tempatku kini..”

Tae Yeon menghela nafas sambil menundukkan kepalanya. Ia tak tahu harus mengucapkan apa pada pemuda itu untuk sekedar membesarkan hatinya. Ia tahu bahwa pemuda itu sudah terlanjur pesimis terhadap hidupnya sendiri.

Tae Yeon mengangkat wajahnya kembali untuk menatap Ye Sung. Menatap kembali pemilik hati rapuh yang selalu terlihat kuat di depannya itu. Semakin kemari, semakin sedekat ini perasaannya kian bergejolak pada pemuda itu. Ia menyukainya. Tae Yeon menyukai Ye Sung. Karena baginya sosok Ye Sung adalah sosok yang mengagumkan dibalik pribadinya yang sulit dijelaskan. Tae Yeon tahu perasaannya itu semenjak ia bertekad untuk membuat Ye Sung kembali menikmati hidupnya seperti orang kebanyakan – walau ia tak tahu caranya.

Mobil itu berhenti tepat di depan sebuah persimpangan. Keheningan di mobil itu kian tercipta karena Ye Sung tampak hanya menatap lurus sambil menunggu lampu hijau kembali menyala. Disisinya Tae Yeon masih menatap pemuda itu. Gadis itu mulai berfikir tentang bagaimana caranya untuk lebih dekat dengan pemuda itu. Tae Yeon bersedia menghibur hatinya yang kian memuram semakin kesininya.

Di tempatnya Ye Sung menghela nafas sambil mengalihkan pandangannya ke sisi kanannya dengan maksud iseng melihat sekitarnya. Namun ia tak menyangka hal yang digunakannya untuk menenangkan fikirannya tersebut malah membuat jantungnya berdetak begitu melihat pengemudi mobil yang berhenti tepat di sampingnya.

“S-So Eun?” ia bergumam.

*

So Eun menatap lampu lalu lintas yang masih berwarna merah dan ia kembali menghembuskan nafas. Gadis itu kini mulai mengotak-atik audio mobilnya untuk menghilangkan rasa bosan yang dirasakannya. Ketika suara music menggema, ia bersenandung kecil sambil kembali membayangkan bocah kecil yang kemarin ditolongnya.

So Eun tersenyum kecil, sudah cukup lama senyuman itu menghilang dari dirinya namun hari ini Yoo Geun dengan mudah membuatnya. Hal itu membuat hati pengemudi di samping mobilnya menghangat tanpa ia ketahui.

‘Kau begitu bahagia?’ pemilik hati yang menghangat dan sakit di saat bersamaan menggumam pelan. Kembali membiarkan perhatiannya teralihkan sepenuhnya pada pengemudi mobil di samping mobil miliknya. Sementara gadis lain di sampingnya tampak terdiam sambil menatap dua pengemudi itu secara bergantian. Hati yang satu ini terasa sedikit terluka.

“Aahh, kufikir bukankah sebaiknya aku membelikan Yoo Geun sesuatu sebelum kembali ke rumah sakit? Aku yakin dengan begitu ia dengan senang dan mungkin akan sembuh dengan cepat. Ide yang bagus..” ucap So Eun terkekeh senang. Tak lama lampu hijau menyala dan di saat itu So Eun langsung mengemudikan mobilnya untuk melanjutkan perjalanan.

Ye Sung menatap mobil So Eun ketika mobil putih itu berjalan duluan melewati batas penyebrangan. Iapun juga ikut melajukan mobilnya dan mengikuti mobil So Eun dari belakang.

Sementara Tae Yeon lagi-lagi hanya terdiam sambil melirik pemuda itu.

*

Kedua orang itu duduk berhadapan di dalam sebuah Cafetaria. Tempat duduk yang berada persis di dekat jendela membuat keduanya bisa dengan leluasa menatap jalanan yang berada di depan café. Menjadi hal yang dinikmati lainnya selain makanan dan minuman yang tersedia.

Eun Hyuk menyeruput kopi hangat miliknya sambil melayangkan pandangannya menuju jalanan yang berada di sebelah kanannya. Pandangannya lurus ke sana – tanpa ekspresi. Memperlihatkan bahwa ada hal lain yang sedang difikirkannya saat ini.

“Tch, kau selalu membawa wajah sok misterius itu ketika bertemu denganku belakangan ini. Wajah menyebalkan seorang pengusaha..” Omel Hyo Yeon pelan, membuat Eun Hyuk beralih padanya. Hyo Yeon lagi-lagi menghela nafas sebelum menopang wajahnya dengan satu tangannya, menatap Eun Hyuk lebih dekat. “Katakan? Apa yang kau fikirkan, huh?”

Eun Hyuk menghela nafas sambil menggeleng pelan. Sementara ia masih menatap gadis di depannya. “Tidak ada apa-apa. Bukan masalah sama sekali..”

“Bagaimana mungkin kalau wajahmu sok misterius begitu?”

Keduanya terdiam dalam beberapa saat. Hyo Yeon tampak sibuk mengaduk minumannya sementara Eun Hyuk masih menatap gadis di depannya.

“Hey, Hyo. Katakan padaku, kenapa kau akhirnya memutuskan kembali ke Seoul?” Tanya Eun Hyuk tak lama dan memutuskan keheningan. Hyo Yeon tampak menghentikan gerakannya mendengar pertanyaan itu. Ia menatap Eun Hyuk sedikit lama, sedikit ragu untuk menjawab sebelum ia mulai bersuara.

“Waktu itu, orang tuaku memaksaku untuk pindah ke luar negeri setelah mengetahui bahwa kau telah mempunyai tunangan. Mereka tak setuju lagi dengan hubungan kita. Namun, aku yang tahu pasti bahwa kau dan tunanganmu itu hanya pura-pura tunangan untuk memenuhi permintaan keluarga kalian tak bisa terima itu begitu saja. Itu sebabnya, selama itu aku terus mencari cara untuk kembali ke korea. Kembali kepadamu. Yeah, walau terlambat sepertinya..”

Eun Hyuk hanya terdiam sambil mendengar setiap kata-kata Hyo Yeon. Setiap ucapan itu bagaikan sebuah tamparan sendiri baginya untuk melihat ke belakang dan membandingkannya dengan keadaan sekarang. Benar, ia masih dibilang pura-pura menikah dengan So Eun saat ini – Hyo Yeon tahu persis itu. Namun pada nyatanya ia menemukan ada hal lainnya yang berbeda kini, tentang perasaannya.

“Aku datang tepat ketika kau mempersiapkan pernikahanmu, dan kau harus tahu betapa hancurnya aku mengetahuinya. Namun setelah melihat kenyataan yang ada aku baru menyadari bahwa perjalananmu belum selesai dengan kepura-puraan ini, hingga aku akhirnya bertahan tinggal di sisimu walau kau telah jadi suami orang kini. Dan, ketika melihat wajahmu yang tak lagi ada kebahagiaan, aku menyadari bahwa pilihanku tak salah sama sekali untuk kembali padamu…”

“Tapi Hyo Yeon, semua kini berbeda. Ini tidak lagi sama. Aku tak bisa menjanjikan apapun lagi kepadamu, kau berhak menentukan kebahagiaanmu sendiri..” Eun Hyuk bergumam pelan.

“Kebahagiaanku adalah dirimu, Eun Hyuk. kau satu-satunya hal yang aku inginkan…” Gadis itu memotong. “Walau sekarang lebih sulit untuk bersama..”

Eun Hyuk terdiam sambil kembali menatap Hyo Yeon dengan wajah memuramnya. Dari awal Eun Hyuk tahu bahwa ia bisa percaya sepenuhnya akan perasaan Hyo Yeon padanya – gadis itu mencintainya. Satu hal yang memang Eun Hyuk syukuri dari awal walau pada akhirnya semuanya berakhir hancur seperti ini. Setidaknya pada diri Hyo Yeon ia tahu ia mempunyai sebuah tempat – sebuah tempat yang tak akan pernah ia dapatkan dari So Eun. Selamanya.

“Aku tahu kau menungguku ketika aku putuskan untuk meninggalkanmu waktu itu, jadi kufikir sekarang adalah giliranku. Aku akan menunggu untukmu kali ini. Aku akan tetap menemanimu seberat apapun yang kau lalui..” ucap gadis itu kembali dengan memaksakan sebuah senyuman. Ini berat untuknya, Eun Hyuk tahu jelas itu. Namun pada saat seperti ini ia tak bisa memungkiri hatinya sendiri bahwa ia membutuhkan seseorang seperti Hyo Yeon, disaat kemungkinan terburuk suatu saat nanti So Eun juga pasti akan segera meninggalkannya untuk mengejar kebahagiannya sendiri. Dan ketika itu terjadi, ia harap semua perasaannya pada Hyo Yeon sudah kembali sehingga ia tak perlu harus merasa sakit melihat So Eun menjauh darinya.

Eun Hyuk tersenyum getir sambil menahan dirinya sendiri untuk tidak merasa sedih. Jemarinya yang tadinya terletak di atas meja bergeser kali ini, meraih jemari Hyo Yeon yang juga terletak di dekat gelas kopinya. Eun Hyuk menggenggam tangan itu sambil menatap kepada sepasang mata yang terlihat sedikit berkaca-kaca.

“Terima kasih untuk semuanya..” ucapnya pelan sambil terus menatap Hyo Yeon. Hyo Yeon tampak mengangguk kecil sambil tersenyum lembut kepadanya.

Sementara itu tanpa keduanya sadari, di seberang jalan yang mereka acuhkan terlihat sebuah mobil berwarna putih berhenti. Dimana tak lama mobil berwarna hitam menyusul berhenti di belakangnya.

*

Beberapa menit yang lalu ketika So Eun tengah sibuk melihat tempat dimana ia bisa membeli sesuatu untuk Yoo Geun ia masih terlihat bahagia. Gadis itu bersenandung kecil, sementara matanya terus menelusuri setiap toko-toko yang berada di sisi  jalan. Namun ketika ia matanya beralih menatap ke dalam sebuah café yang terletak di seberang jalan ekspresi itu berubah sama sekali.

Ia tidak tersenyum, tapi ia juga tidak menangis. Hanya saja wajah yang awalnya cukup cerah itu kini memuram – terlihat kosong. Suara audiopun juga hanya bernyanyi sendiri karena keheningan yang tiba-tiba melanda.

Sementara itu ekspresi pemilik mobil yang berhenti di belakangnya juga tampak berubah. Pemuda yang awalnya terlihat ikut bahagia dengan kebahagiaan di wajah So Eun itupun tampak juga terdiam menatap punggung So Eun dari posisinya. Sejenak kemudian setelah ia mengalihkan perhatiannya menuju café di seberang jalan, kedua irisnya tampak menajam.

*

So Eun kembali berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah gotai tanpa semangatnya kali ini. Setelah keluar dari lift ia segera berjalan untuk menemukan ruangan Yoo Geun. Sedikit tidak sabar ia meraih gagang pintu dan berniat masuk. Hanya untuk berhenti di ambang pintu…

Jigeumeun neomu apado eonjehnga neoneun amado
Ipmatchumae gi-eokmajeo shihreojyeo ipsuleul dakkgehtji
Nae pumeh angyro neukkyeotdeon ddaseuhan ongi ji-uryeo
Shigeun nunmulro neol smini coopergehtji (Love Disease – Super Junior)

Langkah So Eun terhenti seakan suara itu adalah mantra yang membekukan seluruh tubuhnya. Gadis itu menoleh ke dalam, menemukan si kecil Yoo Geun yang duduk manis di tempat tidurnya sambil melihat dengan tatapan antusias ke arah TV. So Eun menggigit bibir bawahnya sambil juga ikut melirik ke arah TV. Menemukan pemilik suara yang wajahnya sudah lebih sebulan tak ia lihat walau wajah itu kerap menghiasi layar TV.

‘Aku merindukanmu…’

Noona!”

Suara Yoo Geun menariknya kembali ke alam nyata. So Eun kembali mengangkat wajahnya, ia menoleh untuk menemukan wajah polos yang menatapnya dengan tatapan sedikit bingung. So Eun menyeka air matanya yang sempat turun dan menggelengkan kepalanya demi mengusir beban berat yang dirasakannya sebelum memasuki ruangan.

Noona? Noona darimana saja?” Tanya Yoo Geun polos. So Eun tampak tersenyum sambil menutup pintu, lalu mendekati bocah itu.

“Aku dari luar dan ingin membelikanmu makanan..” jawab So Eun sambil membawa semua barang yang sempat dibelinya tadi mendekati Yoo Geun.

“Huuh, benarkah! Aku memang lapar..” Yoo Geun berceloteh sambil ikut melihat apa yang dibawa So Eun. Sementara itu tanpa sadar So Eun kembali menoleh ke arah TV dimana sang penyanyi masih bernyanyi di atas panggung yang mewah disana. “Tidur sangat membosankan, Noona. Itu sebabnya aku memutuskan menonton TV. Beruntung Ye Sung-Hyungie ada di dalamnya. Lihat, dia sedang bernyanyi..” Yoo Geun kembali berceloteh sambil ikut melirik layar yang diperhatikan So Eun.

“K-Kau menyukainya?”  Tanya So Eun begitu saja, ambigu.

“Hum..” bocah itu mengangguk antusias. “Yoo Geun sangat menyukainya. Bukankah dia memiliki suara yang sangat bagus, noona? Apa Noona juga menyukainya?”

So Eun tersadar karena pertanyaan polos itu. Ia tersenyum kecil sambil meraih remote TV yang masih digenggam oleh si bocah kecil. So Eun langsung mematikan TV setelah itu.

“Sekarang sebaiknya Yoo Geun makan dulu ya..” ucap So Eun sambil mengalihkan pembicaraan. Bocah itu tampak mengangguk menurut walau ia sempat terlihat bingung ketika So Eun mematikan TV tiba-tiba.

“Baiklah!” Ucapnya senang sambil menerima makanan yang diulurkan So Eun.

*

Mobil itu berhenti tepat di depan gedung apartment milik Tae Yeon. Ye Sung tampak meliriknya setelah itu.

“Akhirnya kita sampai, Tae Yeon-ssi. Maaf karena kau jadi pulang terlambat karena aku mengambil jalur yang salah..” ucap Ye Sung kemudian.

Tae Yeon tersenyum kecil mendengarnya, lalu menggelengkan kepala.

“Tidak apa-apa, Sunbae. Terima kasih karena telah memberikanku tumpangan..” ucapnya.

“Bukan masalah. Tapi mengingat bahwa para Sasaeng sudah mulai berkeliaran aku harap kau berhati-hati dalam apapun. Jangan sampai mereka kembali mencelakaimu..”

“Hum, sekali lagi terima kasih, Sunbae.” Ucap Tae Yeon kembali tersenyum. Ye Sung juga tampak balas tersenyum kecil padanya.  “Baiklah sunbae, apa anda mau singgah dulu di tempatku?”

“Tidak sempat sepertinya, aku harus bertemu seorang teman..” jawab Ye Sung sambil memeriksa jam tangan. Tae Yeon mengangguk.

“Baiklah, kalau begitu aku masuk. Sampai jumpa lagi besok di ruang latihan, sunbae..”

“Hum, semoga lukamu cepat sembuh..”

Tae Yeon kembali memberikan senyumannya yang terakhir sebelum membuka pintu di sampingnya. Ia kemudian keluar dari mobil tersebut dan tak lama mobil itu melaju dari tempat itu. Tae Yeon menatap mobil itu hingga hilang dari pandangan.

‘Sampai bertemu besok pagi, Kim Ye Sung..’

*

Eun Hyuk  memasuki ruang inap Yoo Geun dengan pelan dan berusaha tanpa suara. Di dalamnya pemuda itu kembali menemukan So Eun yang tertidur dengan posisi terduduk di samping si bocah yang tertidur di tempat tidurnya. Eun Hyuk menghela nafas menatap iba gadis yang lebih sebulan ia nikahi tersebut. Pemuda itu kemudian berjalan mendekat dengan langkah pelan sambil membuka jasnya berniat untuk menyelimuti So Eun.

Eun Hyuk melakukannya dengan pelan, ia berusaha tak membangunkan So Eun. Namun ketika ia baru saja meletakkan jasnya di bahu So Eun gadis itu bergeming.  Eun Hyuk menarik kembali jasnya yang mulai merosot ketika gadis itu meluruskan duduknya ketika melihatnya.

“Eun Hyuk..” panggilnya dengan wajah masih setengah mengantuk. Ia tampak mengucek matanya beberapa kali sebelum kembali menatap pemuda di depannya. “Kau disini..”

Eun Hyuk berdehem kecil dan memasang jasnya kembali. Wajahnya terlihat kembali berekspresi datar. “Aku datang setelah mendapatkan pesan dari sekretarisku. Kau hari ini mencariku di kantor? Apa yang ingin kau sampaikan?”

So Eun mengalihkan pandangannya pada Yoo Geun setelah pertanyaan itu. Lalu ia kembali menoleh pada pemuda di depannya yang terlihat menunggu jawabannya.

“Sebaiknya kita mencari tempat lain untuk berbicara. Biarkan Yoo Geun beristirahat..” ucap So Eun sambil berdiri dari tempat duduknya. Kedua orang itu kemudian keluar dari kamar tersebut.

*

“M-Mengapa kau tak mengaktifkan ponselmu? A-Aku kesulitan menghubungimu..” ujar So Eun sambil mengaduk-aduk minuman yang dipesannya. Eun Hyuk saat ini duduk tepat di depannya.

“Semalam aku kehilangan ponselku. Jadi aku tak bisa memberitahumu..” Eun Hyuk menjawab setengah cuek sambil meminum-minumannya sendiri. So Eun menghembuskan nafas.

“Oh, begitu..” So Eun menggigit bibirnya pelan. “A-Apa kau sudah membeli yang baru—“

“—So Eun, kau ingin mengatakan sesuatu padaku? Langsung katakana saja. Jangan berputar-putar…”

So Eun kembali menghembuskan nafasnya karena merasa gugup mendengar ucapan Eun Hyuk. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat Eun Hyuk, dimana pemuda itu menatapnya sambil menunggunya.

“E-Eum, aku memintamu datang karena… eng.. karena..” So Eun menghembuskan nafasnya karena ia belum sepenuhnya yakin menyampaikan hal ini kepada Eun Hyuk. sementara Eun Hyuk masih menunggu lanjutan kata-katanya. “A-Aku ingin merawat Eun Hyuk sebagai anak kita, Eun Hyuk-ah. Aku ingin meminta ijin darimu…” ujar So Eun pelan sambil menundukkan wajahnya. Ia tak terlalu berani menatap Eun Hyuk.

“Huh?” Eun Hyuk tampak sedikit kaget. Ia kurang yakin dengan ucapan So Eun barusan. “Kau ingin merawatnya? Maksudnya mengadopsinya?”

“Hum..” So Eun menganggukkan kepalanya. “Yoo Geun tadi bercerita padaku bahwa ia selama ini hidup di sebuah panti asuhan karena ia ditinggal oleh ibunya disana. Selama ini bocah itu hidup sebatang kara. Jadi, kufikir aku ingin mengangkatnya sebagai anak. Anak kita..” jelas So Eun sambil kembali menatap Eun Hyuk.

Eun Hyuk kembali tak langsung bereaksi, pemuda itu hanya terdiam sambil balas menatap So Eun yang juga menatapnya. Tak lama ia tampak menghela nafas sambil mengalihkan pandangannya.

“Ini tak semudah itu, So Eun. Mengangkat seorang anak ke rumah bukanlah hal yang bisa diputuskan dalam pemikiran sesaat. Kita perlu merundingkannya juga dengan pihak keluarga..”

“I-Itu sebabnya aku bertanya padamu dulu. Kita bisa menemui keluarga kita setelahnya…”

Eun Hyuk menghela nafas lagi, kembali menatap So Eun. So Eun memberanikan diri untuk balas menatap mata itu.

“Kau tahu keluargaku, bukan? Mereka tidak akan menerima ini begitu mudah. Dengan keputusan ini mereka mungkin akan lebih banyak bertanya tentang kondisi rumah tangga kita tentang mengapa kita sampai mengadopsi anak di usia pernikahan kita yang masih muda. Kau mengerti maksudnya bukan?”

So Eun tergagap karena kata-kata itu. Ia mengalihkan perhatiannya dari Eun Hyuk yang masih menatapnya.

“Aku belum pernah bilang padamu, bukan bahwa selama ini keluargaku mulai mendesakku untuk memeriksakan dirimu dan aku ke rumah sakit. Mereka mempertanyakan keturunan..”

So Eun mengangkat wajahnya kembali demi menatap Eun Hyuk, menemukan sepasang mata yang terus menatapnya dari tadi. Tampak berkilatan tajam.

“Mereka berfikir mungkin ada dari kita berdua yang memiliki penyakit yang membuat kiita tak bisa memiliki anak. Mereka kuno, bukan? Bahkan kita baru melewati satu bulan beberapa hari yang lalu. Tapi itulah orang tua, So Eun. Mereka tak mengerti dengan fikiran anak xaman sekarang. Mereka terlalu paranoid menganggap mungkin salah satu dari kita memiliki penyakit, padahal sebulan ini… kita bahkan tak pernah berciuman..” Eun Hyuk bersuara tenang, walau jelas ucapan itu terdengar tajam. Bentuk penyudutan.

“Aku menanyakan pendapatmu tentang mengangkat Yoo Geun anak, Eun Hyuk. Jangan alihkan pembicaraan..”

“Ini bukan pengalihan pembicaraan. Tidakkah kau lihat kalau semua ini berhubungan. Dengan adanya keinginanmu untuk mengangkat anak yang baru kau kenal itu menjadi anak kita, itu jelas akan menambah masalah bagi kedua berdua. Hanya menghitung waktu kemudian hingga mereka mengetahui potret rumah tangga kita yang sebenarnya…”

“Mengapa kau sesulit ini? Aku hanya ingin agar kau membantuku untuk merawat Yoo Geun namun kau malah menyudutkanku seperti ini..”

Eun Hyuk terkekeh sinis, mengalihkan pandangannya sejenak menuju keluar cafeteria sebelum kembali menatap So Eun.

“Kau memang egois, So Eun. Kau selalu minta dimengerti tapi kau selalu lupa bagaimana caranya mengerti..” ujarnya sinis sambil menyelesaikan minumannya. Eun Hyuk bangkit kemudian. “Tapi walau bagaimanapun aku akan tetap menuruti apapun kemauanmu. Aku setuju bila kau tetap ingin seorang anak di rumah, kau sering kesepian bukan belakangan ini? Kabari aku kalau kau membutuhkan bantuan lagi..” ucap Eun Hyuk sambil berjalan dari tempat duduknya. Pemuda itu kemudian meninggalkan tempat itu.

So Eun menghela nafasnya pelan setelah punggung Eun Hyuk menjauh dari pandangan. Ia menundukkan kepalanya ketika merasakan lagi-lagi betapa menyesakkan hidupnya yang sekarang.

*

So Eun membuka pintu ruang inap Yoo Geun secara perlahan. Di dalamnya ia lagi-lagi menemukan Yoo Geun yang masih terlelap dalam tidurnya. So Eun mendekati bocah kecil tersebut dan duduk di sisinya.

So Eun menatap wajah damai Yoo Geun yang tertidur sambil mengusap rambut hitamnya yang lembut. Kembali termangu menatapnya.

“Kau tahu, Yoo Geun. Cerita hidup kita kurang lebih sama. Kita sama-sama ditinggalkan dan dibuang oleh orang yang kita cintai..” So Eun berbisik pelan sambil menatap wajah damai Yoo Geun. Ia terus mengusap rambutnya.

“Tapi sekarang, kau tak akan sendiri – aku juga tidak akan sendiri lagi. Kau memiliki aku, aku juga memiliki dirimu. Kita berdua akan menghadapi kejamnya hidup ini secara bersama. Jangan lagi merasa cemas karena… ibu tak akan meninggalkanmu seperti yang pernah orang itu lakukan kepadamu…”

So Eun berbisik pelan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yoo Geun dan mencium pipinya. Ia membiarkan air matanya meluncur jatuh menetesi pipi si bocah kecil yang masih terlelap dalam tidurnya.

*

“Baiklah! Latihan hari ini selesai! Bersiap-siaplah untuk konser besok!”

Laki-laki dengan topi kehitaman itu berseru ke seisi ruangan dimana beberapa orang berkumpul. Hal yang tentu saja membuat semua orang di ruangan itu menghela nafas lega.

Ye Sung melepaskan genggaman tangannya di tangan Tae Yeon yang ia lakukan atas perintah sang koreografer. Pemuda yang saat ini berkaos putih itu kemudian bergeser ke sudut ruangan, mengambil botol air mineral dari atas piano.

Sementara itu Tae Yeon kembali hanya menatapnya dari belakang. Ia menggenggam jemarinya yang masih merasakan sentuhan tangan Ye Sung tersebut sebelum mendekati pemuda itu. Ia mengambil botol mineralnya yang terletak persis di samping Ye Sung.

“Hey! Aku pulang duluan! Kalian juga boleh pulang dan langsung beristirahat. Ingat jangan terlambat besok!”

Keduanya menoleh begitu suara manager Ye Sung terdengar. Suara pintu tertutup terdengar setelah itu, disambut dengan suara derap kaki yang menjauh. Hal itu terdengar jelas bagi dua orang yang kini tersisa di dalam ruang latihan tersebut.

“Bagaimana wajahmu?” Ye Sung bertanya beberapa saat setelah ia selesai minum. Ia melirik Tae Yeon sejenak sambil menutup botol mineralnya.

“Um, sudah tak apa-apa. Aku yakin dua hari lagi bisa sembuh..” Tae Yeon menyahut setelah selesai minum. Ye Sung tampak menganggukkan kepala mendengarnya.

“Baguslah kalau begitu. Sebaiknya lain kali kau berhati-hati…” ujar Ye Sung sambil mengemasi barang-barangnya. Tampak juga bersiap meninggalkan tempat itu. “Oiya, bagaimana mobilmu? Apa sudah diperbaiki? Aku bisa mengantarmu lagi kalau memang dibutuhkan?” Ia bertanya walau dengan nada seperti acuh tak acuh.

“Aku sudah mengendarainya tadi waktu kemari..”

“Baguslah. Oiya, periksa dulu keadaan kendaraanmu sebelum pergi. Kita belum tahu apa mereka benar-benar telah menyesal atau belum—“

“—Eung, Sunbae!”

Ye Sung yang awalnya sudah ingin meninggalkan tempat itu menoleh kembali ketika mendengar Tae Yeo kembali memanggilnya. Tae Yeon tampak sedikit gugup sambil menatapnya.

“Ya?”

Tae Yeon menghembuskan nafas mendengar ucapan itu. Ia menggigit bibir bawahnya lalu mengalihkan pandangannya dari Ye Sung untuk beberapa saat. Setelah ia merasa lebih yakin ia kembali mengangkat wajahnya untuk menatap wajah itu.

“B-Bisakah.. aku bertanya sesuatu?”

*

Eun Hyuk terbangun dari tidurnya setelah merasakan sinar matahari menerpa kulit wajahnya. Pemuda itu melenguh merasakan seluruh tubuhnya yang terasa ngilu. Ia menutup matanya kembali dan berniat untuk melanjutkan tidurnya di atas tempat tidur dengan bedcover putih tersebut.

Otaknya berdering ketika menyadari hal tersebut. Pemuda itu kemudian kembali membuka matanya dan terduduk. Memperhatikan seisi kamarnya dengan sedikit bingung. Ia juga tak kalah kaget melihat dirinya sendiri, dimana seluruh kancing kemejanya sudah terbuka sehingga singlet putih yang dikenakannya terlihat jelas.

*Klek!*

Eun Hyuk mengalihkan perhatiannya menuju pintu kamar mandi yang ada di sebelahnya. Ia cukup kaget menemukan Hyo Yeon keluar darisana – hanya menggunakan kimono mandi.

“Hey, kau sudah bangun?” Sapa gadis itu riang sambil mengelap rambutnya yang masih basah.

Eun Hyuk menghela nafas, mengancingkan kembali kancing kemejanya. “Kenapa kau sampai berada disini?” Tanyanya tak lama.

“Kau lupa? Semalam kau tiba-tiba datang ke sini dan mengajakku minum. Kau minum begitu banyak, sampai kau mabuk berat..” Hyo Yeon menyahut santai sambil berjalan menuju lemari untuk mencari pakaian.

Eun Hyuk menghela nafas ketika ia mengingat semua yang terjadi semalam setelah ia dari rumah sakit. Ia akhirnya memutuskan menyusul Hyo Yeon ke tempat ini – tempat dimana ia biasanya pergi kalau bosan dengan keadaan rumah.

Eun Hyuk menyeka bibirnya dan menemukan friksi merah disana – lipstik Hyo Yeon.

‘Ahh, aku pasti sudah gila..’ ia mengomeli dirinya sendiri.

“Sebaiknya kau mandi dulu, Eun Hyuk-ah. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Kau bukannya harus bekerja..” Hyo Yeon kembali bersuara sambil kini menutup kembali pintu lemari sambil membawa sepasang pakaian. Eun Hyuk lagi-lagi tak menyahut, ia hanya mengangguk sambil berjalan ke kamar mandi.

*Tap!*

Hyo Yeon menoleh ke arah pintu kamar mandi yang baru saja ditutup oleh Eun Hyuk dari dalam. Gadis itu sejenak terlihat tersenyum licik sebelum mengganti pakaiannya.

*

“Yesung sunbae, bolehkah aku menyukaimu?

Kata-kata Tae Yeon itu terus menggumam di kepalanya seiring Ye Sung yang membawa mobilnya membelah jalanan Seoul. Pemuda itu tampak tenang seperti dia yang biasanya, ia terlihat tanpa ekspresi. Namun itu bukan berarti bahwa ia tak memikirkan apapun di dalam benaknya. Di dalam diamnya fikirannya selalu dipenuhi oleh semua hal yang terasa menyebalkan.

Ye Sung terus membawa mobilnya sementara fikirannya kembali memutar pertemuannya dengan Tae Yeon sebelumnya. Sesuatu yang bisa dibilang cukup mengagetkannya.

“Ini tidak bisa..”

Ye Sung yang sejak tadi menunduk setelah ungkapan cinta Tae Yeon mengangkat wajahnya kembali menatap gadis di depannya.

“Maaf aku tak bisa..” ucapnya pelan.

Sejujurnya Ye Sung bisa melihat jelas ekspresi kecewa gadis itu setelah jawaban singkatnya. Namun Ye Sung merasa ia tak punya pilihan lain.

“Aku bukan laki-laki yang tepat untukmu, Tae Yeon-ssi. Aku bukan laki-laki yang baik..”

Hoobaenya itu mengangkat wajahnya setelah kata-kata itu. Harus Ye Sung akui bahwa ia membenci ini semua – ia benci kembali berada di depan seorang gadis hanya untuk menyakitinya. Cukup sudah sekali ia melakukannya pada So Eun dulu, ia cukup akan itu.

“Kenapa sunbae? Apa kau mempunyai orang lain yang kau cintai?”  Tanya gadis itu kemudian, terdengar pelan.

Ye Sung menemukan dirinya mengangguk karena pertanyaan itu. “Benar. Karena di hatiku hanya ada satu orang..”

Ye Sung menghembuskan nafasnya kembali sambil menggelengkan kepala. Pemuda itu kemudian lebih mempercepat laju mobilnya.

*

So Eun terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara ponsel pagi-pagi sekali. So Eun yang semalaman itu menjaga Yoo Geun dan tertidur di samping tempat tidurnya tampak melenguh sambil memeriksa ponselnya yang terletak di dalam saku mantelnya tanpa membuka mata. Namun setelah merasakan bahwa bahwa bukan ponselnya yang bergetar ia segera membuka mata.

Dengan mata masih mengantuk So Eun celingukan mencari benda yang berdering nyaring tersebut. Hingga ketika ia sudah menemukan dimana kira-kira benda itu berada ia segera bangkit dari tempat duduknya yang bergeser mendekat ke arah kolong sofa. Tangannya kemudian meraih benda yang sempat membuat Yoo Geun terusik di tidurnya itu.

‘Ponsel Eun Hyuk?’

So Eun menatap heran benda tersebut. Memang semalam Eun Hyuk bercerita bahwa ia menjatuhkan ponselnya di suatu tempat. Namun kenapa pagi ini tiba-tiba berada disini? Kalau ponsel itu memang disini sejak awal bukankah seharusnya So Eun sudah mengetahuinya semenjak ia menghubungi Eun Hyuk kemarin mengingat ponsel itu ia temukan dalam keadaan menyala.

*Drrt*

Lamunan So Eun melebur ketika ponsel itu kembali berdering dengan keras. Kim Hyo Yeon. So Eun melirik Yoo Geun kembali sebelum akhirnya memutuskan meninggalkan ruangan itu untuk mengangkat panggilan yang masuk itu.

“Helo?”

‘Helo? Bukankah ini ponsel Eun Hyuk?’ terdengar sahutan dengan nada bingung dari seberang sana. Sebelum akhirnya ditambah dengan seruan antusias. ‘Astaga, apa ini So Eun-ssi?’

So Eun menghela nafas pelan mendengar suara yang tentu saja membuatnya tak nyaman itu. Namun So Eun tetap berusaha bersikap wajar.

“Aku tak tahu dimana Eun Hyuk saat ini, mungkin di kantornya. Aku menemukan ponselnya di rumah sakit pagi ini..”

‘Oh, begitu? Semalam dia memang mengatakan bahwa ia kehilangan ponselnya. Hilang di rumah sakit ternyata…’ Gadis itu menggumam.

“Apa ada yang perlu kubantu, Hyo Yeon-ssi?”

“Eung, sepertinya tidak. Sebenarnya aku hanya ingin mengabari Eun Hyuk bahwa semalam ia meninggalkan beberapa dokumen penting di apartementku ini. Eun Hyuk belum memberitahukanku nomor ponsel barunya sehingga aku mencoba menghubungi nomornya. Beruntung ternyata dapat dihubungi…’

So Eun memejamkan matanya mendengar penjelasan Hyo Yeon yang tentu saja mengandung sesuatu yang lain disana. So Eun dapat merasakan betapa ada perasaan tak enak yang kembali ia rasakan membayangkan suaminya yang selalu bermalam di tempat lain – tempat wanita ini. Walau So Eun tahu bahwa rumah tangga mereka memang tak baik-baik saja namun ia selalu terluka menerima ini semua. Merasa terhina dan sejenisnya.

“Dia tak ada disini. Menurutku kenapa tak kau hubungi saja kantornya? Mungkin dia sudah sampai di kantor sehingga ia bisa mengangkatnya..” menguatkan diri So Eun mengeluarkan suaranya. Mengabaikan rasa sesak yag kembali ia rasakan memenuhi dadanya.

‘Ah, kukira juga begitu. Baiklah So Eun-ssi, terima kasih. Maaf telah mengganggu istirahatmu…’

*Tutt.. Tutt.. Tutt…*

Tubuh So Eun mendadak lema begitu saja sehingga ia harus mendudukkan dirinya pada bangku tunggu yang berada di luar ruang inap Yoo Geun. So Eun tak tahu mengapa namun pagi ini rasanya ia tak bisa menahan perasaannya sehingga pelupuk matanya kembali terasa berat oleh air mata. Pandangan So Eun kini beralih melihat layar ponsel dimana ia menemukan potret Eun Hyuk dengan Hyo Yeon sebagai walipapernya. Mereka berfoto mesra disana dengan sebuah kamar dan tempat tidur sebagai latarnya. Gadis itu dengan kimono handuknya sementara Eun Hyuk tampak masih seperti tertidur namun dengan kancing kemeja yang telah terbuka sama sekali. Namun bibir keduanya terlihat dengan jelas tengah bersentuhan.

So Eun membungkam mulutnya sendiri ketika air matanya tumpah tanpa bisa ditahan. Menangis dalam diam di koridor rumah sakit yang masih sepi.

*

So Eun kembali menundukkan kepalanya semakin dalam ketika ia mengingat kembali kejadian tadi pagi. Gadis itu menggelengkan kepalanya kuat berusaha mengusir semua hal yang benar-benar menganggunya tersebut sambil mempercepat langkahnya melewati ratusan orang-orang yang juga berlalu lalang di sekitarnya.

So Eun memperhatikan semua orang yang tampak sibuk dengan urusan mereka masing. Ia memeluk erat bungkusan di tangannya lalu dengan cepat berusaha melewati mereka semua. So Eun membenci keramaian sejak awal, karena ia merasa ruang geraknya terbatasi.

Sebuah halte yang terlihat cukup tua yang terletak di sudut jalan yang sepi sudah terlihat olehnya sehingga So Eun mempercepat langkahnya. Merasa kian tak sabar So Eun memeluk bungkusan tadi dan segera berlari ke sana – seolah halte itu adalah rumah dimana ia bisa merasakan ketenangan yang tak ia dapatkan di tempat lain.

‘Sedikit lagi.. sedikit lagi…’

So Eun bergumam sambil terus berlari kecil mendekati halte. Sebuah senyuman yang terlihat dipaksakan diantara wajahnya yang memuram tampak menghiasi wajahnya. Namun kembali ketika ia sampai disana senyuman itu tiba-tiba memudar kembali. Bungkusan yang dipeluknya terlepas dari tangannya hingga jatuh membentur beton di bawah kakinya.

*Thud!*

*

Ye Sung memejamkan matanya sambil bersenandung pelan mengikuti nada yang terdengar melalui earphone yang terpasang di kedua telinganya. Sesekali senandung pemuda itu terhenti ketika ia memasukkan beberapa butir cokelat ke dalam mulutnya. Pemuda itu tersenyum kecil merasakan kebebasan sesaatnya tersebut. Ia berterima kasih karena halte tua tersebut sudah sepi sehingga orang-orang yang berlalu lalang tidak menyadari sosoknya yang tersimpan di balik sebuah kaca mata hitam yang dikenakannya.

*Thud!*

Ye Sung tak yakin pada awalnya ketika ia mendengar seperti ada benda yang jatuh diantara musik yang menggema di kedua telinganya. Pemuda itu reflek membuka matanya dan menoleh kearah dimana ia meyakini seperti mendengar suara. Hal yang membuatnya langsung berdiri dari tempat duduknya setelah itu.

“So Eun?”

Gadis di depannya tak menyahut apapun selain menatapnya seperti menatap sosok hantu. Pemuda itu kemudian mengalihkan perhatiannya menuju bawah kaki So Eun dimana sebuah bungkusan terletak disana. Sebungkus cokelat dengan merek yang sama dengan yang ia pegang terlihat keluar dari bungkusan itu.

Ye Sung menoleh melihat wajah So Eun kembali dimana So Eun benar-benar seperti melihat hantu ketika melihatnya. Hanya terdiam dan terpana. Namun bukan hal itu yang menarik perhatian YeSung, melainkan matanya yang membengkak terlihat seperti terlalu banyak menangis. Ye Sung juga menyadari bahwa tubuh So Eun mengurus dari sebulan yang lalu ketika So Eun mengantarkan undangan padanya ke agency.

Ye Sung awalnya berniat menyapa dan menanyakan kabar gadis itu. Namun hal itu tak terlaksana ketika So Eun mulai sadar dari keterkejutannya. Gadis itu mundur beberapa langkah dari Ye Sung sebelum berlari meninggalkan tempat itu.

“S-So Eun! SO EUN!”

Ye Sung berteriak memanggilnya melihat gadis itu menjauh. Tanpa fikir panjang kemudian Ye Sung memungut bungkusan tadi lalu menyusul So Eun yang ia tahu berlari sambil menangis.

*

So Eun tahu bahwa ia tak akan bisa lari dari Ye Sung – bahkan hatinya menolak untuk berlari. Ia tahu bahwa sebenarnya ia tak akan bisa meloloskan diri begitu menyadari Ye Sung terus memanggilnya sambil mengejarnya. Namun So Eun benar-benar tak tahu harus bagaimana ketika melihat wajah Ye Sung lagi pagi ini. Ia merindukan Ye Sung, namun di sudut hatinya yang lain ia tahu bahwa bukanlah ide yang bagus untuknya untuk bertemu Ye Sung lagi.

*Grep!*

Seseorang memegang tangannya dan menahannya untuk pergi – yang ia tahu sendiri siapa orang itu. So Eun sebenarnya ingin memberontak hingga pegangan itu terlepas dan berlari lagi lebih kencang untuk bersembunyi dari pemuda yang ia sadari masih sering ia rindukan itu. Namun pada akhirnya ketika merasakan tangan itu kembali menyentuh tangannya hati So Eun meluruh. Ia tahu bahwa ia merindukan tangan itu menyentuhnya.

“Aku tak mau bertemu denganmu..” So Eun bersuara lirih sambil menundukkan wajahnya. Tahu bahwa ia tak dapat kemana-mana lagi kini.

Ye Sung tampak menghela nafas sambil menatap So Eun, dengan hati-hati ia melepaskan pegangannya di tangan So Eun lalu mengulurkan sesuatu di tangannya yang lain.

“Kau menjatuhkannya…”

So Eun melirik bungkusan yang diulurkan itu dari matanya yang menyuram karena air matanya. Perlahan dengan jemarinya yang masih bergetar ia berusaha mengambil kembali bungkusan itu. Namun hatinya berkata lain, pada akhirnya So Eun memutuskan untuk berbalik. Memukul dada Ye Sung dengan kedua tangannya.

“Jahat! Semuanya gara-gara kau. Hidupku menderita karena kau. Sampai kapan kau terus bertingkah dingin seperti ini dan membekukan hati orang-orang di sekitarmu. Berhentilah bersikap sok keren dan tanggung jawab atas perbuatanmu!!” ucap So Eun sambil memukul dada Ye Sung berkali-kali demi menumpahkan rasa sakit yang ditahannya selama berbulan lamanya. So Eun tak pernah mengerti kenapa ia tak bisa menahan diri. Walau ia tahu Ye Sung telah membuangnya ia tahu bahwa hanya kepada pemuda itu ia bisa berkeluh-kesah. Hanya padanya.

Hati Ye Sung juga ikut merasa sedih melihat keadaan So Eun saat ini. Ia membiarkan So Eun menumpahkan kemarahannya sejenak dengan membiarkan ia memukulnya. Hingga ketika gadis itu mulai lemah dan kehabisan tenaga Ye Sung mulai meraihnya. Memeluk tubuhnya. Ia dapat merasakan gadis itu berusaha melepaskan diri darinya.

“Maafkan aku.. Maafkan aku..”

Ye Sung hanya membisikkan kata itu sambil memeluk tubuh So Eun dengan erat. Sementara So Eun berhenti memberontak, ia akhirnya tak punya pilihan lain selain membiarkan

Ye Sung memeluknya. Karena tak bisa ia pungkiri ia nyaman berada di dalam rengkuhan itu.

[TBC]

Priview Next Part:

“J-Jangan. Kita tak bisa seperti ini. Aku sekarang adalah istri Eun Hyuk..”
“Kau masih punya hutan ciuman padaku, So Eun..”

“Oh, aku mulai curiga jangan-jangan Yoogeun adalah hasil hubungan diam-diammu dengan laki-laki itu..”
“Cukup Lee Hyukjae, aku lelah!”
“Cintai aku Soeun, maka kau, aku dan Yoogeun bisa benar-benar menjadi sebuah keluarga yang sesungguhnya. Keluarga yang bahagia..”
“Y-Yesung oppa, aku… membutuhkanmu..”
“Kim Yesung tak bisa hidup tanpa Kim Soeun, sama seperti Kim Soeun tak bisa hidup tanpa Kim Yesung..”
“Kembalilah padaku…”
“Walau bagaimanapun kau istriku, So Eun..”

“Baiklah, kini semua yang akan terjadi maka terjadilah..”

65 Comments Add yours

  1. husna mengatakan:

    waduhhh..
    makin seru aja nih..
    cepet dilanjut thor..
    uda gak sabar nih..

  2. senrumi mengatakan:

    Aq msh binggung tp aq kadihan sama sso knp dia gk mengeluarkan keluh kesahnya
    jgn disimpan sendiri
    aq pikir yesung lebih baik karena dia tidak srlingkuh seperti hyuk

  3. ticha_ mengatakan:

    huaaa,,,,konflik’a masih ajda.. jd ikutan sedih.😦
    Ga tega ama semua’a,,,cinta tapi tak terbalas,,sdngkan yg dicinta ga bsa b’sama…?!😦
    Hm,,,hyukppa bener tertekan,,sso disini agak egois ya?!n yeppa,,cinta’a tetep cma ama sso doang.🙂
    Kasian ama sso waktu leat hyukppa ama hyo dicafe…
    Huh,,padahal ge seneng’a,,gara2 ada yogeun_jady cemberut lg dech…huh
    1000jempol buat saeng,,,
    Daebaaak!!!😀
    Next part bkln seru (>o<)/
    Q tgg kelanjutan'a saeng……
    Laaaanjuuutttt😀

  4. puja Indrasari mengatakan:

    hhhwwwaa daebak onni ceritanya sampek bikin aku mewek kagak berhenti llllaaannjjuutt onni sungguh kkeerreenn onni endingnya gima sso onni ma siapa ?? ma yesung oppa #berharap

  5. mun taryatia mengatakan:

    aduuuuh bkl terjdi kesalah pahaman antara eunhyuk-soeun,itu yg naruh ponsel eunhyuk hyohyeon kn , apkh doeun bkl balek ma yesung,adanya yougeun bisa jd mencairkn suasana ngga sedih+tegang terus…semangat terus bkn ff putri 😀

  6. vaaani mengatakan:

    aaaaaah serem ma ni ff,
    sebenarnya aku mulai mnyukai hyuksso, tp hyuk salah paham, sso makin menderita krna jg ikt salah baham, hyoeyon mengganggu bgt
    jongwon ssi, aq ingin menjauhkanmu dg sso eoni d ff ni bukan karena benci tp aq cm brharap sso eoni bs lbih netral dan tdk selalu brgantung pd mu oppa
    hyukppa, knap negatif thinking mulu, buka hati sih jgn mata mulu yg d gunain bwt mlototin kesalah pahaman tsb

    knpa sso ja gk kcelakaan biar hyukppa nungguin dan lbih perhatian
    brharap hyuksso romantis

    B n W nya ditunggu put ^^ gomawo

  7. Choi Shinae mengatakan:

    ini feelnya bnr2 dpt bgt
    jd soeun , kasian soeun ;(
    ckckck makin rumit cerita cinta mereka bertiga >..<

  8. pipip mengatakan:

    waaa hmpir lupa dgn ff ini jdi bca part 4 nya dlu biar inget dgn cerita sebelumnya
    mncul yogeun yg bsa buat hbungan eunhyuk dgn soeun brubah
    masi bngung nih sbnernya soeun suka gk ya dgn eunhyuk? apa emg bner2 soeun lgi galau hrus milih suka dgn eunhyuk atau yesung
    kyknya hyoeun ydh kliatan jhatnya gra2 insiden hp itu, apa jgn2 hyoyeob yg narok itu hp di bwah sofa curigaaa
    eunhyuk jg jgn brubah jdi dngin dong dgn soeun kan ksian…
    ceritanya nmvah seru eon mkin melow nih ceritanya, pkoknya dtnggu eon next partnya dan ff lainnya jg hhe

  9. niniet mengatakan:

    Aigoo…masih abu abu ngeliat hati Sso..gmn dong, please Sso kasi hatimu pada suamimu…putri as ussual ff mu daebak…suka suka bgt!!

  10. Soeun mengatakan:

    Ff ini bnr2 sad T_T
    dan slalu karna cinta yg tak trbls atw pun karna tak bisa brsama dgn orng yg di cintai >.<
    next part ditunggu eon

  11. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Huwaaaaa~ kenapa jadi makin sedih begini T_T . Aku kasihan ma Hyuk, tapi kasihan juga ma Yeye. Pusing mau dipihak siapa. 22nya bias aku #ApaHbungannya# »» Tapi Soeun lebih baik kembali sama abang Yeye aja deCh. Soalnya aku gak suka Hyuk selingkuh.

  12. Aulia Veronica mengatakan:

    Wah like it ffnya eon ‘-‘)bb konfliknya makin keliatan. Kira” sso masih suka gak ya sama yesung? Penasaran sama part selanjutnya😀 ditunggu part selanjutnya ya eon😉 fighting! ^^

  13. Rakha mengatakan:

    Aduh eunhyuk kamu itu lg ngapain coba,gregetan gw sama eunhyuk,konfliknya lagi di puncak2nya,baru nyadar kalo karakter si eunhyuk pengertian,scene hyuksso nya dikit jadi pantas aja mereka jadi tambah canggung,soeun jg mulai suka sama eunhyuk! Mungkinn

  14. asri mengatakan:

    Sy bingung,,yg paling sakit diantara mereka siapa?!yeye sso ato hyuk…kasian banget smuanya sedih2an…FF ini sedih nya gk ketulungan….smoga yeye cepet2 balikan sm sso deh biar ada yg bahagia drpd smua sedih2an…

  15. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    yaampun konflik yg berkepanjangan bikin ceritanya makin sedih, banyak kesalah pahaman antara mereka😥
    hyoyeon juga niih perusak hubungan rumah tangga orang, dan juga hyukppa nya ngeselin mau aja di deketin ckckck~

    ceritanya makin seru, konflik nya juga menegangkan, ditunggu next partnya eon😀

  16. andri susilowati mengatakan:

    saya masih merasa kasian dengan eunhyuk. kkkk
    berharap so eun cepet bisa mahami hatinya, dimana dia akan berlabuh. berasa plin-plan.
    disini suka pasangan eunhyuk-so eun.
    selalu bagus thorrr karyamu, ditunggu kelanjutannya.

  17. Dizha adrya mengatakan:

    Huaaa ini adalah ff yg sya tngu” ya ampn bang unyuk diri mu ?? ap kau yak tau klw sso udh mulai mncntai mu ya wlpn di htinya msh trsimpan nma kim yesung,, hoho bang yesung ayp donk,, bntu sso kluar dri prmslhn nya, spryi bang unyuk yg pnya hyoyoun utk mngobati luka hatinya,, d tgu next partnya sprtinya part brkutnya smkn seru za putri😀 so tetp smngat ya Fighting

  18. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Beeuuuuhhhh..
    Genre dramanya memang ngenak bangeetttt…
    Disatu sisi maunya Yesung balikan sama Soeun..
    Tp disisi lain kasihan Eunhyuk…😦

    aduuuhhh…
    Sipa yang harus mengalah ini???
    Ditunggu part lanjutannya Uni..
    Dan FF yang laen terutama Black and White….. ;)))

  19. Devi mengatakan:

    mkiN seru Zh cerita’a & sedih mlhat khidupaN eoNNie so euN,eNhyuk oppa & yesuNg oppa,,,,,
    bgitu rumit,,,smpe kpN eoNNie so euN mo mlupakaN yesuNg oppa & membals perasaaN eNhyuk oppa,,,,

    jd pNsaraN ma klaNjutaN’a,,
    d tNg2u thor klaNjutaN’a,,,

  20. tanti no kawai mengatakan:

    Sso sudah mulai merasakan perasa’an Ϋά̲̣̥ηġ lain kah dengan eunhyuk????

    Tapi sikap hyuk semakin dingin terhadap sso_walopun diam2 masih sangat perhatian sih….

    Itu bagaimna ϐïśª hp hyuk ªԃª di sna??? Dengan wallpaper sperti itu???apa itu semua rencana hyo???? -___-”

    Yesso akhirnya ketemu lagi_di tempat fav mereka kah??? Bhkan coklat Ϋά̲̣̥ηġ mereka bawa juga S̤̥̈̊ɑ̤̥̈̊м̣̣̥̇̊ɑ̤̈̊ ??? O’o….

    Huaaa…..ni epep bikin galau nih…. Di satu sisi pengen yesso bersatu kembali mengingat perasa’an mereka dan pengorbanan keduanya…..tapiiii hyukk juga sangat mencintai sso di tambah ƪάğί sso Ϋά̲̣̥ηġ sekrang mulai ªԃª perasa’an Ϋά̲̣̥ηġ lain ma hyuk….😀

    Baca preview ηγά̲̣̥ makin seruu ituu….. Nextt part ηγά̲̣̥ di tunggu Ƴɑ̤̥̈̊ putri…. ^^

  21. ciciepisces mengatakan:

    sedih bca.a ,,
    sso msih mncntai yesung tpi dy jga kya.a udda mulai ska m eunhyuk ,,
    author.a daebak ,,
    ditunggu kelanjutan.a😀

  22. nita mengatakan:

    mkn sru jha eon conflict ny,,,
    d tnggu next part ny y eon,🙂
    fighting

  23. yhulaiisoeun mengatakan:

    Greget baca.y … Aku pngen banget YeSso brsatu… Maka.y tadi wak2 yesung ngejar dan brhasil nemuin sso aku sneng banget…apalg pas yesung meluk sso,.. Smoga dgn prtemuan Yesso,, yesung bisa menjelaskan smua yg trjadi… Wlaupun seperti.y eunhyuk jga suka maa sso,, tpi kyk.y sso tetap mencintai yesung…
    Ya ampun,, itu pasti krjaan.y hyoyeon kan?smpai2 hp.y eunhyuk ada d.Rs …-_-
    sneng ada yogeun jga,, 🙂
    Smoga sso kmbali brsatu ma yesung dan mereka merawat yogeun,, dan hyuk biar balikan ajja ma hyoyeon …😀
    next part.y d.tunggu ,.. Tetap smangat buat ff.y …😀

  24. shafa nazila mengatakan:

    Hiks hiks hiks…
    Sempet terisak di bagian sso yang selalu nangisin eun hyuk..
    Sso dilema disisi lain ia masih kangen sama yesung tapi disisi lainnya dia mulai jatuh cinta sama eunhyuk..
    Moga aja eunhyuk nyadar deh,

  25. anna mengatakan:

    hayooo lho prasaan mrk terombang ambing,,spkh pd akhrny yg akn terpilih dgn kinerja hati&otak mrk antara masa lalu mrka yg tak bs bgtu sj lenyap alias clbk ato masa dpn bru brsm psangan bru,,,,mkin confused nie msg2 karakter dgn kslhphmn yg mmbt skp mrk mkin tak menentu

  26. Henny_Friska93 mengatakan:

    Makin lama makain seru ini ff..
    Ngga tw kenapa, q bisa maklumi prbuatan Eunhyuk ke Soeun, .
    Walau sedikit jahat tp mungkin itu bentuk ke frustasian dia, ke masalah yg terjadi antara dia dan Sso.
    Sebenernya perasaan Sso ke Eunhyuk itu gimana??
    Q yakin jauh dri lubuk hatinya dia,, dia ada rasa ke Eunhyuk. . Coz ad di beberapa scene dia seperti terluka melihat hubungan Eunhyuk n HyoYeon..
    FF in.. Ff yg bikin q gregetan sm semua Castx. Eunhyuk. Soeun n Yesung..
    Semua terjebak dalam lingkaran cinta segitiga yg rumit…
    Bener2 daebak Putri..
    Ditunggu postingan ff selanjutnya.
    Note : q ganti pen name ya
    Choi Hye Mi

  27. shane mengatakan:

    Hmmm… Aaaaa agak nyesek bacanya….ni ff slalu membuat hatiku sesak napas Huhuu😀

    Dg hyuk bersikap dingin ma soeun, soeun jd ada rs gimana gitu ma hyuk (?)
    Udeh hyuk ma hyo yeon aja ya put , bang yeye ma tae yeon, soeun ma kyupil kkkkkkk* ~* *plaaakk*

    Hyuk bersikap dingin k soeun itu jg karna soeun g nganggep dia hmmm
    Aku kesian ma hyuk tp Aku kepengennya soeun bersatu ma yesung hmmmm ˚◦°•hмм…(―˛―“)..=-?•°◦˚
    Biarlah waktu yg menentukaan …..

    Hyo yeon ..kek punya rencana buat hyuk yo ˚◦°•hмм…(―˛―“).˚

    Yeah, yeSso nya dh ketemu yak, ngikut nangis aye bacanya …
    langkah slanjut gimna ini yak….akankah soeun berselingkuh ma yeye ghhghhhh *plakk*

    Btw ngebayangin yoogeun aaaa lucuuu nyaaaa..ngegemesiin ..coz kk sukaaa banged ma yooogeun …….*cium3 :* *

    Puaasss baca ni ff (y) thumb Up (y)
    Yg pasti ff HAML selalu membuatku sesek napas😀

    Keep writing put (y) & Espirit
    ( ‾̴̴͡͡‾̴̴͡͡) ♍űűűάάħ°˚ ˚<3

  28. kim Ra rA mengatakan:

    huaaaaaaaa nyesek baca nya. hyuk masih dingin dan sepertinya dia masih mencintai hyoyeon. apa mungkib hyuk akan meninggalkan sso.

    wah bang yeye ketemu lagi sama sso disaat ia sedang sedih. hmmmm harus puasa lagi nich a.k.a menunggu dengan sabar part 6 nya hehe

    makasih put buat ff nya. KEREN banget.

  29. princess ice mengatakan:

    ff ini pas bgt sama suasana hati aku saat ini jadi feel’a dapett bgt..
    sebelumnya aku bnar2 sempat memihak sso apapun yg terjadi tapi stelah d fkir lgi memang bukan hnya soeun pihak yg trskiti dsni. apakah soeun dan yesung bersatu kmbali ato gak yg pasti aku berharap ff ini happy ending y put..
    bner2 sedih bhkan sampe nangis saking mnghyatinya *that’s true*

    selalu semangat y put!!
    ditunggu krya2mu slanjutnya .

  30. anastasia erna mengatakan:

    aduh putri…sedih amat sih…
    ampe ikut nangis…
    kasian semua nya…
    sama2 tersakiti….
    ditunggu deh lanjutannya…

  31. IntanElfAngels mengatakan:

    . Anjiiirrr~ bengen ane bakar dah si hyo bengek huh!! Si hyuk juga begitu .. Udah tau punya istri yg lagi galon .. Eh dianya mah enak mesra2an kek gak punya dosa!! Nyesek!! Huh kesel ma hyuk gegara ini ff .. Okeh next part dtunggu~

  32. tesyasavika mengatakan:

    Ga ngerti harus gimana -_- hyuk oppa knp selingkuh si tae jg nempel mulu sm yesung. Berharap ini happy endiing konfliknya rumit bgt. Lanjutkan kak put fighting!!

  33. marly mengatakan:

    So eun ud mulai ada perasaan yah sama eunhyuk?? Hadeuuh..
    Kok disini sepertinya semua pihak tersakiti deh..
    Makin kesini makin rumit..

    Di tnggu kelanjutan nya yah…:)

  34. Ambar mengatakan:

    Waduh emang q yg tmbh tua atau apa tpi q pst suka lupa part sblm ini kyk apa chingu.. wah itu So Eun kshan bngt..q suka lompat2 bcanya g suka yg bgian Yesung tayeon..

    Nyesek bngt sih rumah tangga HyukSso,jengkel jg q ma Hyukppa msh aja jalan ma Hyoyeon inget punya istri klu ngaku cnta y usha biar istrinya jg cnta,,dlu dukung bngt YeSso tpi lma2 bingung jg mau mihak Couple yg mana.. next part dtgu y chingu..

  35. Safriyanti mengatakan:

    Heh,,,,
    sngguh miris nsib sso srta rmh tngga,a,,,,
    bgtu mnysakkan mrsakan cnta yg bgtu kacau,,,,
    dgn kdaan ssrg yg mnctai tpi tak bsa brsma,,,,
    huftttt melelahkan jka aq jd sso,,,
    yg sbar y sso,,,,

  36. dyyyy mengatakan:

    hyo yoen jahat bgt…..
    teaserny bikin pnasaran….
    bakal byk konflik….

  37. Dina_zoey mengatakan:

    astaga kenapa nyesek bgt sech episode ini, kpn bahagiax. Sebenarx nantix gimana hubungan sso-eunhyuk?Aku harap mereka berdua bahagia dech….:-)

  38. sitieunnie mengatakan:

    aq pkir hyoyeon itu baik dsini..trnyata licik bgt pengen ngancurin rmh tng9a hyuksso..
    aq yakin dia yg sngaja mnaruh hp unyuk drmh skt n sngaja mmasang wallpaper unyuk yg tdk pake bju biar sso skit hti..#huufh,jd geram sndiri
    sbnrx aq jg kesel ama unyuk yg trnyata msh pnya prsaan sm hyoyeon n pura2 dingin ama sso..kan ksihan ssox jd nangis mlulu gr2 ngeliat unyuk brmsraan dgn wnita lain..😦
    jd yg aq ksihani dsini tu yesso coz kduax trsakiti tnpa ada tmpat plarian sdngkan unyuk pnya hyoyeon.. -.-

  39. cucancie mengatakan:

    Ahh…selalu nyesek klo abis baca ff ini,kyknya so eun mulai ada perasaan ke eunhyuk,tp jg perasaan nya ke yesung blm hilang…penasaran sm kelanjutannya…ditunggu part 6 nya ya thor…

  40. huuaaaa
    part yg membingungkan !!

    sedih lihat rumah tngga hyuksso yg berantakan !

    seharusnya sso sudah mulai bisa menerima ke adaan kalau takdirnya adlah hyuk oppa !!
    kasihan sso tpi aq ngerasa hyuk lebih kasihan !!

    gimana nasip yoogeun yah !!

    di tunggu lanjutan nya ?!
    maaf baru bisa coment

  41. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Hua hua hua,,,makin pnsran,,,hyo yeon eonni punya rncana apa ya,,,duh kasian ama sso eonni dan hyukppa sma” tersakiti,,,,

  42. erika mengatakan:

    huaa..rumah tangga HyukSso kok jadi begini eunhyuk oppa yang tadinya hangat kenapa jadi dingin begini sama Sso eonni, hmm…Sso eonni udah jatuh cintakah sama hyukjae oppa???
    nah…Sso eonni mau ngadopsi yoogeum di bolehin ga ya??
    huaa….itu…itu….yesung oppa ketemu lagi sama Sso eonni gak kuat buat nahan air mata pada scene YeSsonya😥
    itu di Priview Sso eonni mau di cium ya sama yesung oppa??? #plok O.O
    ditunggu ff lainnya author…..

  43. anchovy_kyu mengatakan:

    huft… kenapa ini ff begitu menyentuh…
    bikin emosi liat sikap eunhyuk…

    itu yg ttg hp hyuk t hyon yg kerja kan…
    dasar… jhat bngat sih…
    bkin emosi nih…

    so eun tertekan ama sikap hyuk tpi pelmpiasannya dada yesung… hehehe

    next part cpat ya thor…
    lagi tegang2 nya nih…

  44. ristyes mengatakan:

    fuhh akhirnya nongol juga, dah luamaaaa banget ngguinnya. baiklah thor ak tggu selanjutnya daebakk banget jgn lama2 ya thor~ takutnya feelnya ilang nanti

  45. mizanafidausi mengatakan:

    entah kenapa selalu nyesek klo baca ff ini,,,
    mudah2an di part selanjutnya ga nyesek…
    maaf ada yg saya skip hehehe maaf ya…
    sso mulai kehilangan hyuk, penasaran bgt ini sso hatinya buat siapa sih?
    nyesek pengin nangis pas sso ketemu yesung T________T
    aku berharap endingnya ga sad, dan berharap hyuksso boleh hehehe…

  46. Esaa mengatakan:

    Makin kesini yesung-soeun-eunhyuk makin tersakiti, apalagi soeun yang dibuang yesung dan diacuhkan eunhyuk😦
    makin rumit deh !
    Apalagi eunhyuk, kayanya dia dijebak ya sama mantannya…
    Jangan jangan soal ponselnya juga hasil settingan hyo yeon…
    Dan puncaknya aku nangis ketika soeun tak sengaja bertemu yesung, melampiaskan sedikit beban yang dipikulnya..
    Aiigoo… Seberapa jauh lagikah perasaan mereka harus tersakiti,put ?
    Aku kasian melihat mereka😦

  47. zhuryia mengatakan:

    makin seru..d part ini so eun kasihan.meras sendiri.baca nya jg nyesek.part selanjutnya bakL makin seru nich. d tnggu yaa.moga g terlalu lama

  48. Vhi mengatakan:

    Eun hyuk jahat banget sih, mlah selingkuh sma cwe laen, kasian sso. Sso balik lgi ajah sm yesung oppa. Pnasaran sma part selanjutnya di tunggu yah chingu.🙂

  49. Dewi mengatakan:

    aaaaa Kakaaaak
    konflik nya makin seru nih
    Eunhyuk kembalilah pd Soeun, tinggalkan Yesung

    miris bgt ya jd Soeun,
    fighting kak

  50. aina freedom mengatakan:

    ceritanya makin seru dan bnyk konflik yg terjadi antara hyk sso dan yeye ,tp apapun yg terjadi q akan tetep dukung yesso couple , berharap bngt sm putri endingnya yesso . soalnya q ngena bngt bacanya pas scene yesso nya ,feelnya dpt ke mrk .

    keren bnget put ,di tunggu next partnya

  51. haekyusso mengatakan:

    Sesak,,,sesak baca y!!!😥
    Wahhhh,,,nyesak bngt wkt d akhir cerita yg sso ketmu dgn yesung,,,😥
    Bagusss bngt crt y dan feel y dpt bngt,,,
    Wlpn rumit bngt komplik crt cnt antara yesung-sso-hyuk,,, argggghhhh pgn buru” part slnjut y!!!
    Ditunggu next part y!!! SEMANGAT!!!🙂

  52. yehaesso_ mengatakan:

    astaga kim hyoyeon !!! PHO nih..😦 caranya curang banget.greget liat tingkahnya.*huh tarik napas😀
    tapi jujur aku nangis pas terakhir sso nangis.feellllnya sekali lagi dapet banget ,selalu pas😀
    wah baby yogeun muncul,semoga bisa satukan soeun sama eunhyuk.tapi sama yesung juga gapapa aku dukung hehe

    maaf baru komen,kemarin aku begitu selesai baca langsung belajar.aku bela belain loh buat baca padahal lagi UAS. kkk~
    ditunggu postnya lainnya ..fighting🙂

  53. Aisparkyu mengatakan:

    .huuuah sru thor crtanya,, d tnggu klnjannya

  54. Luthfiangelsso mengatakan:

    astaga aku baru baca huft……
    sumpah ihh di ff ini tuh semuanya tersakiti astaga gau deh mau komen apa kasian sso yesung ma hyuk hiks…..keren put :’)
    daebak semangat put di tunggu ff lainnya🙂

  55. Riznha mengatakan:

    aq g ska hyuk d cni,udh pux istri tp slingkuh,,jd gram sndri..
    Yesung jg,lw cnta knpa d lpaskn untk org laen..
    Kn soeun yg mndrita d cni,q jd ikut sdih,,;-(
    awl bca q bngun gmna jln critax,soalx lgsg part5. .tp ksonox udh ngrti..hehe
    tp critax kren bnget thor,,

  56. Husna Yaini mengatakan:

    thorr yg black & white kok gak di lanjut…? penasaran nih…

  57. vani mengatakan:

    ahhhhhh keren bgt
    ceritanya makin seru ajah

  58. dianelf 3424 mengatakan:

    sedih banget sama ceritanya…. kesel setegah idup sama eunhyuk oppa.. dari awal baca ff ini aku selalu suka yesso soalnya ga tau kenapa feelnya lebih dapet sama mereka.. jadi plisss endingnya yesso ya ? hehe “kedip-kedip mata’

  59. angelf mengatakan:

    sedih banget ceritanya
    jahat banget sich hyukppa sekarang beda banget sikapnya sama sso makin bikin sso nya sakit hati
    kesel sama hyu kenapa mesti dateng lagi jadi bikin sso makin sakit hati
    kyaknya sso udah mulai suka sama hyuk soalnya dia jeolous klo hyu dket sma hyuk
    semoga dengan adanya yoogeun ngebuat hyuksso bersatu
    gak tau kenapa disini lebih suka couple hyuksso dri yesso meski sekarng hyuk agak ngejauh dri sso tpi menurutku cintanya hyuk ke sso tulus banget

    ditunggu nextpartnya
    konfliknya makin seru…

  60. Uthienz mengatakan:

    Annyeong eonnie.. Aku reader baru..
    Aku suka ceritanya,, walaupun aku blum tau part2 sebelumnya..
    Tp secra singkat udah kbayang gmana cerita sbelumnya..
    EunSso sbenernya sama2 egois..
    Updetnya jgn lama2..

  61. Irnawatyalwi mengatakan:

    PrivewX Bnar2 bgus making g sbar pgen tau lnjtnx, sso bnar gads baik n keibuan snyg bngt ma ank kcil, ah mslhx ckup komplk, yesso salng mencntai tpi g bsa brSMA krn peratrn agensi gila i2, heran dgn sikaf hyuk, dia da menikhi sso tpi msi brhubgn dgn hyo n taec mlah suka ma yesung n sygx hti yesung oppa uda d isi olh sso, pnasarnnn Sbnarx nanti sso hdup bhgia dgn siapa?? hem kish cnta yg bnar2 rumit.

  62. HETTY SHAWOL mengatakan:

    apapun yang terjadi aku ttp dukung eunhyuk n so eun..ahh bnr2 nyesek bacannya konfliknnya makin rumit ..

  63. Rani Annisa mengatakan:

    makin seru ceritanya….

    Apalagi ditambah rencana liciknya hyoyeon untuk menghancurkan hubungannya so eun & eunhyuk….

    Wah kira-kira so eun bakalan memilih siapa nih antara yesung & eunhyuk???

  64. Jacob mengatakan:

    Huwaaa makin rumit aja mana eunhyuk sm hyohyeon kmbli hbungan lg

  65. zulfaaaah (akane) mengatakan:

    aku sendiri kalo jdi so eun pasti bingung bgt, disatu sisi eunhyuk suaminya so eun disisi lain so eun jga pasti masih ada hati sama yesung… so eun pasti udah ada perasaan sama eunhyuk tapi gmana sama perasaannya sama yesung ㅠㅠ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s