~ A Debut Project Part 7~


A Debut Project Part 7| PrincessClouds/@cloudyputri_ | Teen, Life, Friendship, Family, Romance | Chaptures and Parts | Kim So Eun, Lee Jin Ki, Choi Min Ho, Krystal Jung Soo Jung, Lee Tae Min, Choi Jin Ri, Kim Jong Hyun, Park Sun Young, Kim Ki Bum, Amber Stephanie Liu, Qian (Victoria), Kim Ki Bum (SUJU), Park Sang Hyun, Park Ji Yeon, Jessica Jung Soo Yeon, Park Mi Young, Kwon Bo A, Kangta, Poping Joon Hyun and others

debut6

 

Disclaimer: Ada yg berfikir cerita ini mirip Dream High. Saya menjelaskan kembali kalau saya hanya terinspirasi, kalau ada yg berfikir ini menjiplak dari Dream high silahkan baca dan bandingkan dengan drama Dream high sendiri

Summary: Life Could Get Better

Warning: Typo(s)

~

*Tiiit!*

“Aku pulang!”

Jessica berseru ceria sambil membuka pintu rumah yang hanya bisa ia kunjungi sekali dalam satu minggu. Gadis berambut pirang itu tersenyum senang sambil memasuki rumah dengan beberapa bungkusan di tangannya. Tak lama setelah menutup pintu ia lebih memasuki rumah.

“Ahh, Soo Yeon! Kau datang?”

Seorang wanita tua tiba-tiba keluar dari arah dapur. Jessica tersenyum sambil berjalan ke dekat wanita itu, memeluknya kemudian.

“Begitulah, nenek. Kebetulan aku tak ada jadwal pagi ini. Oiya, Soo Jung-ie sedang libur dari sekolahnya, bukan? Mana dia? Apa masih tidur?” Tanya Jessica riang setelah memeluk ibu dari ayahnya tersebut.

“Ya, dia masih tidur. Ini masih terlalu pagi. Lagipula aku begitu wajar karena di pelatihan memang siswanya diharuskan bangun pagi-pagi sekali bukan? Sama sepertimu dulu..”

“Begitulah..” Jessica mengangkat alis. “Tapi, aku hanya punya sedikit waktu bermain dengannya karena ada jadwa beberapa jam lagi. Aku kira aku akan membangunkannya..” ucap Jessica kemudian. “Ya sudah, nenek. Aku membangunkannya dulu ya. Teruskanlah pekerjaanmu..” ucap Jessica tak lama setelahnya. Ia lalu berjalan menuju kamar adik perempuannya itu.

“Hey, dia sedang bersama temannya!” Nyonya Jung berseru pada putri sulungnya itu. Namun sepertinya Jessica tak sempat mendengarnya karena ia sudah terlebih dahulu membuka pintu kamar Krystal. Nyonya Jung mengangkat bahu cuek, lalu kembali memasuki dapurnya.

Dengan mengendap-endap dan tanpa suara Jessica berjalan menuju tempat tidur satu-satunya yang terletak di kamar yang sebenarnya adalah milik keduanya ketika menginap disini. Gadis berambut pirang itu terkekeh kecil karena akan mengusili adiknya lagi setelah begitu lama karena terhalang kesibukan keduanya.

Jessica kali ini sudah berada tepat di samping tempat tidur Krystal. Gadis itu lagi-lagi terkekeh usil sambil mulai menyentuh selimut berwarna merah muda yang digunakan Krystal. Setelah menghitung dalam hati secara perlahan ia mulai menarik benda tersebut.

“KEJUT…an..”

Jessica yang awalnya akan memberikan kejutan malah terkejut sendiri ketika selimut itu tersingkap. Mata Jessica sedikit membesar ketika melihat bahwa Krystal tidak tidur sendirian, namun bersama seorang laki-laki lainnya. LAKI-LAKI? Jessica benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya dimana hal itu ditambah dengan keduanya tampak hanya sama-sama memakai tank top dan tidur dengan posisi saling berpelukan. Hal itu membuatnya berteriak histeris begitu saja.

“KYAAAAAAAAAAA!!!”

Membuat dua orang di depannya tersentak kaget.

*ADP*

“Selamat pagi, Noona!!”

“Astaga!”

So Eun reflek menyentuh dadanya ketika baru saja membuka pintu dan seruan Tae Min mengagetkannya. Gadis itu mendengus sebal, sementara Tae Min malah menunjukkan senyumannya yang innocent.

“Yah! Apa kau berencana membunuhku? Kenapa kau hobi sekali mengagetkanku!” Seru So Eun sebal. Tae Min kembali nyengir. “Apa yang kau lakukan pagi-pagi di depan rumahku, huh?” Tanya So Eun kemudian.

“Aku? Tentu saja aku akan lari pagi seperti biasanya, Noona – bersamamu..”

So Eun hanya dapat mendesah dan tak bisa lagi berkata banyak. Dari kecil memang Tae Min selalu mengikutinya kemanapun, bukan – bahkan ke SM Academy sekalipun. Hanya saja belakangan ini karena disibukkan oleh kegiatan Trainee di Academy So Eun kira Tae Min sudah melupakan hobi anehnya itu. Namun lihat pada kenyataannya sekarang.

So akhirnya tak mengatakan apapun lagi dan memilih mengikat tali sepatu olahraganya – membiarkan Tae Min melakukan apapun di sekitar rumahnya.

“Oiya, nenek Rim kemana, noona?” Tanya Tae Min sambil mendongak ke dalam. So Eun menyahut datar dari tempat duduknya.

“Di Taean.”

“Huh?” Tae Min menoleh seperti tak percaya. “Taean? Jadi semalaman noona sendirian di rumah? Ku dengar Vic-Noona juga sedang tour di luar negeri.”

So Eun hanya mendesah dan memilih tak menyahut, ia menyelesaikan ikatan tali terakhirnya dan berdiri dari tempat duduk. Lalu setelah itu ia kembali untuk menutup pintu dan membiarkan Tae Min hanya menatap bingung sekaligus penasaran karena So Eun belum menjawab pertanyaannya.

“Ayo kita mulai lari!” sahut So Eun setelah mengantongi sakunya dan melirik sejenak sebelum berlari kecil keluar dari pekarangan rumah. Lagi-lagi Tae Min hanya menatapnya bingung dan tak mengerti, hingga pada akhirnya mendesah dan menyerah sama sekali.

“Ya Noona! Tunggu aku!”

*ADP*

“Sun Young! Ayo pulang!”

Jong Hyun dan Luna yang sebelumnya masih duduk sambil minum kopi di cafeteria di dalam stasiun menoleh ke arah yang sama ketika seruan tak asing itu terdengar. Memperlihatkan gadis dengan wajah seidentik Luna disana.

Luna mendesah malas, Ia meletakkan kembali cangkir kopinya sambil melirik kembarananya itu. “Tak bisakah kau pulang sendiri? Kukira walau kau sudah setahun di Roma kau seharusnya masih ingat jalan darisini ke rumah..” Luna menyahut jutek.

Viona, kembaran Luna berdecak sebal. Ia menarik dengan sedikit kesusahan koper yang dibawanya mendekat ke meja Luna dan Jong Hyun lalu mendudukkan diri disana.

“Aku memanggilmu untuk membantuku membawa ini semua, Sun Young. Ini seua terlalu berat tahu!” Viona mengomel.

“Kau fikir aku ini pembantumu bisa kau suruh seenaknya. Lagipula, kita punya sopir pribadi di rumah. Kau seharusnya menghubungi mereka untuk membantumu!” sahut Luna kesal. Sementara itu satu-satunya pemuda di depan mereka hanya bisa melongo mendengar perdebatan tanpa henti keduanya. Ia masih saja heran dengan dua saudara kembar ini.

“Kalau saja sopir kita tidak sedang mengantar ayah dan ibu tentu aku bisa memintanya. Tapi lihat kenyataannya. Aish.. Korea benar-benar kuno dan menyebalkan walau semenjak kutinggalkan. Mesin petugasnya saja ketinggalakan jaman hingga aku harus menunggu di tempat ini!” celoteh Viona lagi yang tentu saja mulai mendatangkan sebal yang lebih dari Jong Hyun. Hey, kenapa ia mengatakan hal seperti itu tentang Negara mereka ini.

“Tch, tak bisakah kau mengontrol ucapanmu. Kau fikir dimana kau berada saat ini? Kau mau seisi café ini menegurmu karena ucapanmu yang asal?” laden Luna lebih sebal.

“Makanya, aku bilang ayo kita pulang. Berapa kali kutekankan bahwa aku tak suka disini. Aku muak!” tekan Viona tak menyerah sedikitpun.

Luna lagi-lagi berdecak sebal oleh sikap kakak kembarnya walau pada akhirnya ia tampak tak mau berdebat lebih jauh. Jong Hyun tidak salah menyebut bahwa Luna yang selama ini terlihat dingin lebih baik dari saudaranya ini – jauh lebih baik.

“Maaf Jong Hyun-ssi. Sepertinya aku harus pulang..” ujar Luna tak lama, membuat lamunan Jong Hyun melebur. Jong Hyun yang sedikit kaget langsung mengangguk kaku.

“E-Eng. Tidak apa-apa..”

Luna melirik Viona dengan sudut matanya sebelum menarik tasnya dan bangkit dari tempat duduknya. Setelah melirik Jong Hyun lagi ia mulai berjalan dari tempat itu dan meninggalkan kembarannya itu. Dimana kembarannya itu langsung berteriak protes sambil mengikutinya dan menarik kembali koper besar tadi. Keduanya menjauh dan hilang dari pandangan.

“Aneh..” Jong Hyun berujar pendek sambil berniat mengambil minumannya lagi dan menyesap cairan hangat itu. Namun gerakannya terhenti ketika ia menemukan sebuah buku dengan gambar gedung SM Academy terlihat di dalamnya terletak begitu saja di atas meja di hadapannya. Membuat ia tak jadi meraih cangkir dan malah berganti menarik  buku itu. “Astaga, Luna-ssi melupakan bukunya..” ucapnya setengah panik. Jong Hyun kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menyusul dua orang tadi.

Suasana stasiun begitu ramai sehingga Jong Hyun terlihat kesulitan mencari. Pemuda itu tampak terus memeriksa sekitarnya berkali-kali untuk menemukan dua orang yang ia yakin belum meninggalkan stasiun ini. Jong Hyun akhirnya bisa tersenyum lega karena akhirnya menemukan keduanya di salah satu sudut.

“Berhenti mengkiritikku!”

Jong Hyun menghentikan langkahnya begitu mendengar seruan sebal Luna bersama dorongan kasar koper tadi kembali ke tangan Viona. Pemuda itu memperhatikan keduanya.

“Aku bukannya mengkiritik, Sun Young. Aku hanya memberikan masukan setelah melihat penampilanmu waktu itu. Kau memang melakukan kesalahan mulai dari pemilihan lagu bahkan rekan duet. Itu sebabnya kau tak bisa tampil maksimal..”

“Aku tak butuh pendapatmu. Kau itu tak tahu apa-apa, kau tak bisa menilai orang seenaknya!”

“Bagaimana aku tak tahu apa-apa, aku ini seorang soprano yang bahkan mendapat beasiswa ke Roma. Kita ini satu aliran, kau itu juga cocok menyanyikan lagu yang lebih powerfull seperti seriousa. Bukannya lagu kampungan seperti itu..”

“Terserah kau!” Luna memotong dengan wajah lebih memerah dari sebelumnya, terlihat marah. “Aku tahu aku tidak seberuntung dirimu yang harus kalah untuk mendapatkan beasiswa itu dan sebagai gantinya hanya berada di Academy seperti saat ini. Namun itu tak berarti kau bisa mengkritikku seenaknya. Asal kau tahu, bukan lagunya atau rekan duetku yang membuat aku membuat kesalahan kemarin – tapi kau. Kau yang terus membuatku gugup karena aku harus mengingat saat dimana orang-orang itu menggagalkan keberangkatan kita berdua dan hanya memilih kau yang akhirnya pergi. Aku muak karena aku benar-benar berfikir seperti tak berbakat setiap kali aku memikirkannya!” seru Luna untuk terakhir kalinya sebelum berbalik dan meninggalkan tempat itu. Meninggalkan kembarannya yang terdiam merasa bersalah dan Jong Hyun yang kaget dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Inikah alasannya selama ini?”

Jong Hyun menghembuskan nafas sambil melirik buku di tangannya setelah mengingat kejadian kemarin. Pemuda itu menatap foto Luna di dalamnya. Kembali merasa menyesal setelah apa yang didengarnya kemarin – juga menyesal melihat wajah sedih itu ketika mengatakan semuanya.

“Aku baru tahu kenapa Luna-ssi begitu bersikap dingin. Kasihan dia..”

*ADP*

Jessica masih menatap dengan pandagan takjub kepada gadis berpenampilan laki-laki yang berdiri di depannya. Hal itu tentu saja mendatangkan helaan nafas sebal dari sosok lain yang berdiri di samping objek pandangannya.

Unnie, stop staring Amber unnie like she’s a alien that came to our house. She’s not!” seru Krystal sebal, sedikit cemberut.

Jessica tersadar, berdehem sambil mengalihkan pandangannya yang masih penasaran pada sosok Amber. Sementara di belakang mereka, nenek mereka malah tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala.

“U-Um… ini hanya kesalahfahaman. Maaf atas sikapku, Amber-ssi..” ujar Jessica kemudian – tersenyum canggung.

“It’s okay, sunbae-nim. Don’t take it too seriously..” ucap Amber dengan nada ramah tersenyum hingga menunjukkan matanya yang menyipit. Jessica berfikir bahwa kalau saja Amber memakai pakaian yang seharusnya dia bisa menjadi gadis yang begitu manis dan cantik.

“Aku lega kalau begitu, aku kira kau tersinggung. Hehe..” Jessica menyengir kecil dengan nada sedikit canggung. Mengalihkan pandangannya pada Krystal yang masih cemberut. “Apa? Aku sudah bilang kalau aku tak tahu, bukan? Aku hanya shock ketika baru saja datang menemukan kalian dengan posisi saling berpelukan dan hanya memakai tanktop dan hotpants!” ujarnya kemudian. Krystal lagi-lagi mendengus.

“It’s really okay. She did nothing wrong..” Amber ikut terkekeh melihat ekspresi di wajah Krystal. Sementara Jessica malah memberikan senyuman kecil pada Krystal menunjukkan tatapan seperti mengatakan ‘lihat?’

“Sudah sudah, aku kira semuanya sudah menjadi lebih lurus jadi sebaiknya kalian mulai bersiap-siap untuk sarapan. Soo Jung, bawalah Amber untuk membersihkan diri. Sementara Soo Yeon akan membantuku di dapur untuk sementara waktu..” ujar nenek kedua gadis bermarga Jung itu kemudian. Ketiga gadis itu menolah padanya. Sebelum mengangguk dan mulai mengerjakan apapun yang seharusnya mereka kerjakan pagi itu.

*ADP*

Onew terus menatap bayangan wajah mengantuknya di kaca sementara ia terus membersihkan giginya. Pemuda bermata sipit itu terus menguap beberapa kali, sebelum menyelesaikan pekerjaannya dan berlajutkan membersihkan wajahnya.

Suara TV terdengar ketika ia baru saja keluar dari dapur dengan secangkir kopi panas. Pemuda itu kemudian menyingkirkan tumpukan pakaian di sofa sebelum mendudukkan dirinya disana – bergebung menonton TV dengan pemuda lainnya yang sudah disana terlebih dahulu.

“Masih berniat mencari pekerjaan hari ini?”

Onew hanya sedikit bergeming dari tegukan kopi pertamanya ketika pertanyaan itu keluar. Hingga setelah dan meletakkan cangkir tadi di atas meja ia baru menyahutinya.

“Begitulah.”

“Benar-benar memutuskan untuk keluar dari Academy itu?” Pemuda dengan rambut hitam lurus itu bersuara lebih nyaring – bergeser duduk dan menghadap Onew. Dimana lagi-lagi Onew mengangguk sedikit malas.

“Sepertinya.”

Temannya itu mendesah, ia geleng-geleng kepala sebelum kembali melirik rekannya itu. “Kau tak salah? Kitakan sama-sama tahu bahwa masuk kesana itu bukan semudah membalikkan telapak tangan. Aku tak percaya kau mau melepaskan kesempatan itu secara Cuma-Cuma..”

“Kau seperti tidak tahu saja kalau aku suka cepat bosan. Contohnya, daridulu aku suka bertukar tempat kerja setidaknya sekali seminggu, bukan?” sahut Onew enteng.

“Aku bisa mengerti kalau kau melepaskan kesempatanmu bekerja di tempat-tempat itu. Tapi kalau masalah audisi ini, tentu ini berbeda. Ini adalah kesempatan yang besar yang benar-benar tak mudah didapatkan. Bagaimana mungkin kau melepasnya begitu saja!”

“Kurasa aku tak punya pilihan..” Jawab Onew kali ini dengan nada sedikit bosan. Ia meneguk habis minumannya, lalu ia mengambil jaketnya yang terletak di atas sofa dan mulai berjalan keluar sana. Temannya itu tampak mendesah melihat tingkah Onew, namun sebelum Onew meraih pintu tiba-tiba ia ingat sesuatu sehingga membuatnya berdiri dari tempat duduknya.

“Tadi Tiffany menelfon kemari!”

*CREPPT*

Gerakan Onew terhenti ketika mendengar ucapan itu bersamaan dengan pintu yang berhasil ia buka. Matanya menatap lurus ke depannya – menemukan seseorang disana.

“Dan dia bilang dia akan kemari..”

Onew mengacuhkan ucapan dari temannya itu karena dunianya telah tertarik sepenuhnya menyadari siapa yang pagi ini berdiri di depan pintu rumahnya. Ia menatap speechless gadis yang saat itu tersenyum canggung di hadapannya.

“Hai, bagaimana kabarmu?”

Sebelum suara lembut itu terdengar.

*ADP*

NOO-NAAAA!!!”

Tae Min berteriak dengan sisa nafasnya yang benar-benar tersengal sambil mengejar So Eun yang berlari beberapa meter darinya. Sementara So Eun yang dapat dengan jelas mendengar seruan Tae Min tidak memelankan larinya sama sekali – ia malah mempercepatnya.

Noona! Aku lelah! Kenapa kau terus berlari?” Seru Tae Min kembali sambil terus mengekori So Eun. Sementara itu tangannya juga berusaha mengelap keringat yang membasahi wajahnya. “NOOONAAA!!”

So Eun lagi-lagi mendesah di tengah lariannya yang masih berenergi setelah lebih setengah jam keduanya memutuskan jogging. Hal ini tentu saja bukan hal yang baru bagi keduanya, seperti yang dijelaskan tadi tinggal di lingkungan yang sama membuat ia melakukan banyak hal bersama dengan Tae Min. namun walau begitu tetap saja ia tak terbiasa karena menurutnya Tae Min terlalu berisik – menganggu ketenangan yang ingin ia dapatkan.

So Eun mendesah kembali ketika ia malah memikirkan sesuatu setelah itu. Kejadian menyebalkan dimana semalam setelah ia kembali ke rumah setelah dua bulan lamanya namun ia tak menemukan siapapun disana – semuanya pergi. Hal yang benar-benar membuat So Eun kesal hingga taraf mengobrak-abrik rumah keluarganya itu.

Noona!

So Eun mendesah lalu kali ini sedikit terpaksa menghentikan langkahnya untuk menunggu Tae Min. Tentu saja sebenarnya So Eun menyayangi Tae Min di balik sikap juteknya kepada si pemuda berambut sewarna madu itu. Selama ini Tae Min adalah seseorang yang selalu menemaninya di tengah kesepian yang ia rasakan pasca ditinggal orang tuanya dan Victoria yang harus masuk ke Academy. Namun hal itu belum cukup jadi alasan bagi So Eun untuk menerima pribadi Tae Min yang berisik sepanjang harinya – sekali lagi So Eun membutuhkan ketenangan.

“Noona!!” Pemuda itu akhirnya sampai di sisinya dan dengan sulit mengendalikan nafasnya. “Kenapa kau lari seakan-akan kau tengah mengikuti kejuaraan begitu? Melelahkan tahu…” omelnya tak lama.

“Memang siapa yang mengajakmu ikut? Kau pergi sendiri. Jadi tanggung sendiri apa yang terjadi..” So Eun menjawab datar sambil membalikkan badannya dan lanjut barlari. Meninggalkan Tae Min yang bahkan belum bisa membuat jalan nafasnya normal.

“Yah Noona! Tungg—Eh, bukankah itu Onew-hyungie?”

So Eun berhenti melangkah begitu mendengar teriakan penuh semangat Tae Min. ia berbalik untuk melirik Tae Min sebelum beralih menuju arah telunjuknya.

“Waah, dia bersama perempuan? siapa? Apa dia punya pacar?” Tanya Tae Min sambil menatap serius dua orang itu. Hal yang sama juga So Eun lakukan begitu saja. Ia memperhatikan keduanya yang duduk berdampingan di bangku taman. So Eun melirik lebih jelas sosok di samping Onew. Ia merasakan seperti familiar dengan sosok itu kemudian.

“Tapi.. kenapa aku seperti mengenal gadis ini? Memang kami pernah bertemu?” Tanya Tae Min terus memiring-miringkan wajahnya karena saking penasarannya. Orang-orang yang berlalu lalang di hadapan mereka sampai menoleh heran oleh sikap tak jelasnya. “Aish, aku begitu penasaran. Ayo Noona, sebaiknya kita ke—“

“Tch, jangan melakukan hal yang aneh-aneh Lee Tae Min. “ Omel So Eun sambil menarik kerah belakang Tae Min. membuat pemuda itu tak jadi melangkahkah kaki pertamanya menuju Onew.

“Aww, tapi kenapa Noona? Onew-Hyung juga teman kita. Jadi apa salahnya menyapa?” Omel Tae Min cemberut sambil memperbaiki kerah bajunya.

“Memang. Tapi aku tak mau. Kalau kau mau pergi sendiri, ya silahkan! Tapi aku akan melanjutkan olahragaku..” decak So Eun sebal sambil melayangkan pandangan tajam pada Tae Min, sebelum akhirnya mulai melanjutkan joggingnya.

“Yah! Yah! Noona! Jangan tinggalkan aku!!” Panik Tae Min melihat So Eun yang kembali menjauh. Pemuda itu terlihat bimbang sejenak antara mengikuti So Eun atau menyapa Onew yang sedang terlibat pembicaraan serius dengan seseorang yang membuatnya penasaran. Namun karena melihat So Eun yang benar-benar hilang di tengah keramaian akhirnya Tae Min memilih mengikuti Noona favoritenya itu.

*

Onew berdiri dengan tenang di samping kursi taman sambil menatap hamparan kolam yang berada di tempat itu. Ekspresi pemuda itu terlihat datar, dingin, bahkan terkesan arogan dengan tatapan mata yang tidak bersahabat. Hal yang membuat gadis yang duduk di atas bangku di sampingnya semakin menundukkan kepala.

“Eung, Jinki-ah. Duduklah disini..” Ajaknya sambil memaksakan sebuah senyuman getir. Namun kembali tersurut dan menunduk ketika yang ia dapatkan adalah tatapan yang lebih dingin.

“Segera katakan saja, apa sebabnya kau menemuiku..”

Tiffany menghela nafas, ia kembali menundukkan wajah lebih dalam. Hal yang tentu saja membuat Onew kembali terlihat bosan.

“Bergegaslah, Seo Nyeo Shi Dae-Tiffany-ssi! Aku ada urusan lain setelah ini!” Seru Onew kemudian – penuh penekanan. Ucapannya itu bukannya membuat Tiffany semakin termotivasi untuk menyahuti pertanyaan, namun gadis itu malah semakin menunduk lebih dalam. Onew mendesah. “Baik, sepertinya kau tak punya apapun yang ingin kau bicarakan. Kalau begitu aku perg—“

“—Tunggu!”

Langkah pertama itu terurung ketika salah satu tangannya diraih gadis itu. Mencengkramnya sedikit kuat.

“A-Aku mau minta maaf..” terdengar suara ragu itu kemudian.

Onew tersenyum sinis, menarik kembali tangannya sambil menatap gadis yang masih menunduk itu. “Kau tak perlu minta maaf..”

Tiffany sedikit menengadah menatap Onew, memperlihatkan irisnya yang sedikit basah. Sejujurnya Onew tidak nyaman dengan semua ini, namun mau bagaimana lagi.

“Tidak, aku harus. Kalau tidak kau akan terus membenciku selamanya..” ucapnya terbata. Cukup beruntung bahwa ia menggunakan pakaian yang tertutup, serta tempat ini cukup sepi – sehingga tak perlu khawatir kalau ada orang yang mengenalinya.

“Aku tak membencimu sama sekali.” Sahut Onew kemudian masih dengan nada yang dingin.

“Kalau tidak mengapa kau terus memperlakukanku seperti ini, huh?”

“Memang harus seperti apa lagi memperlakukan seorang pengkhianat? menyanjungnya?”

Kata-kata Tiffany kembali tersurut, ia terpana mendengar sahutan singkat itu. Menatap Onew sedikit tak percaya.

“Lihat, kau benar-benar membenciku. Kata-katamu…”

“Jangan salah faham, aku tak membencimu..” Onew menatap datar sambil melirik ke arah lain. “Aku tak membencimu, aku tak menyukaimu, aku juga tidak lagi mencintaimu. Karena semua rasaku telah mati padamu..” gumamnya kemudian.

“Jink—“

“Jangan temui aku lagi, Tiffany. Kau sudah tak berarti apapun bagi hidupku..” potong Onew kemudian, menatap Tiffany sekali lagi sebelum mulai melangkah meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Tiffany.

“T-Tunggu! Tunggu Jinki! Aku belum selesai bicara! Tunggu!”

Onew masih mendengar suara panggilan sedih gadis itu seiring langkahnya yang menjauh. Namun dirinya masih tak begitu peduli dengan semua itu. Ia malah sedikit berlari meninggalkan tempat itu.

*

Amber sedikit emosi, menekan console game milik Min Ho seakan-akan benda itu adalah seseorang yang telah merebut makanannya. Hal yang begitu berbeda dimana Min Ho tampak dengan santai memainkan punyanya sambil bersiul-siul rendah. Sementara pada layar TV besar di depan mereka dua figur ala pendekar-pendekar china tampak saling bergulat dengan keadaan seorang gadis manis berhasil mengalahkan si laki-laki bertubuh besar dan kekar – milik Amber.

*Tring!*

Benda itu berbunyi nyaring bersama tulisan GAME OVER yang terpampang besar di depan layar. Meninggalkan Amber yang langsung mengerang kesal sambil memaki laki-laki bertubuh besar tadi, membuat kekehan dari pihak Min Ho serta Krystal yang hanya menonton daritadi.

“Let’s play again, oppa. I can’t take this easily!” Ajak Amber lebih bersemangat, lebih berapi. Min Ho terkekeh.

“Aku sudah tidak minat main lagi, Amber-ah. Aku sudah lelah meladenimu sementara kau terus-terusan kalah daritadi. Sebaiknya kau menunggu partner lain yang special aku panggilkan untukmu..” sahut Min Ho.

“Partner… special?” bingung Amber tak mengerti. Ia baru saja bertanya ketika suara bel terdengar setelahnya.

*Ding… Dong!*

“Ah, sepertinya dia datang.” Min Ho bergumam sambil berdiri dari posisi duduknya. Sementara Amber malah menatap pada Krystal meminta pendapat, Krystal terlihat mengangkat bahu tanda juga tak tahu.

“Hiii, semuanya!”

Keduanya menoleh ke arah pintu ketika mendegar suara tak asing setelah Min Ho pergi membuka pintu. Seorang pemuda berkulit putih dengan pakaian trendy terlihat di sampingnya.

“Key-ssi!” “Key-Oppa!” Amber dan Krystal berteriak di waktu yang hampir bersamaan. Sementara Key hanya memamerkan cengiran menyaksikan respon yang diterimanya.

“Ya, kenapa? Tak pernah lihat pemuda tampan bergaya hip-hop sebelumnya?” Tanya Key kemudian. Kedua gadis itu sama-sama tersadar, mulai tertawa setelahnya.

“Kenapa kau sampai kemari?” Tanya Krystal.

“Tentu saja ingin ikut berkumpul bersama teman-teman kelas unggul lainnya. Ini adalah kesempatan baik karena kita sedang liburan, jadi tak lagi-lagi bertemu di Academy yang sempit dan banyak aturan itu. So, apa rencana menyenangkan kita untuk hari ini?”

“Nope, just sit here and let’s play!” Seru Amber tak lama sambil menepuk lantai di sampingnya. Key mengangkat alisnya.

Sound good! Let’s play then, Amber-ssi!” Ujar Key sambil segera melompat dan mengambil posisi untuk duduk di samping Amber – ikut melantai. Keduanya kemudian asyik dengan permainan mereka.

Krystal sebelumnya berniat kembali duduk ke sofa dan menonton permainan keduanya kembali. Namun, ia tak jadi melakukannya karena Min Ho tiba-tiba menariknya dan mengajaknya keluar dari tempat itu. Meninggalkan dua orang itu asyik dengan dunia mereka.

*

‘Apa kau sudah makan, So Eun-ie?’

So Eun mendesah mendengar suara Victoria dari teleponnya, mengurungkan niatnya yang sebelumnya berniat memasukkan jalinan spagetty ke mulutnya.

“Belum. Aku tak bersemangat makan karena tak punya teman.” Sahut So Eun malas sambil malah mengaduk makanannya.

‘Tch, kau kan bisa mengajak Tae Min. bagaimana belum makan sampai jam segini?” ucap Victoria sedikit mengomel.

“Aku tak mau makan dengan orang berisik seperti dia. Ini saja aku begitu beruntung lolos darinya yang selalu mengikutiku setiap waktu. Lagipula, makan apapun disini benar-benar tidak enak karena aku makan sendirian. Tentu berbeda dengan dirimu disana..” sindir So Eun lagi yang menghasilkan helaan nafas dari Victoria pulang.

‘Aku akan meminta nenek untuk menemanimu di Seoul..’

“Tidak perlu. Jangan merepotkan nenek. Lagipula jadwal liburanku tinggal tiga hari. Aku tak mau nenek kelelahan bolak-balik dari Seoul ke Taean..”

‘Lalu aku harus bagaimana? Kau terus menyudutkanmu atas kondisimu?’Tanya Victoria dengan nada bingung. So Eun kembali hanya menghela nafas karena sebenarnya ia sadar bahwa ini tentu bukan kesalahan Victoria sepenuhnya. Mungkin kalau bisa memilih dia akan menemani So Eun saat ini.

“Tidak ada. Hanya lakukanlah pekerjaanmu dengan baik disana lalu segera kembali dengan selamat…”

‘Huh, apa ini benar? Aku kira kau akan terus mengomeliku..’ Victoria terkekeh yang membuat So Eun berdecak sebal.

“Memang kau mau aku omeli terus, huh?”

‘Haha, kau marah lagi. Aku hanya bercanda karena kau belakangan ini terlalu serius..’ sahut Victoria.

“Tch, terserah kau saja. Aku harus segera pergi ke suatu tempat kali ini. Jaga kesehatanmu disana.” Ujar So Eun sebelum mengakhiri panggilan. So Eun kemudian meletakkan ponselnya di atas meja begitu saja sambil menghela nafas kesal. Ia kemudian berdecak dan menyentuh kepalanya yang sakit tiba-tiba ketika ia marah dengan keadaannya.

*

“Tch! Apa yang Noona lakukan? Siapa yang ia hubungi hingga teleponnya sibuk terus…”

Tae Min mengomel sambil menyerah menghubungi ponsel So Eun untuk yang kesekian kalinya. Kali ini memasukkan ponselnya ke saku celananya lalu berjalan ke arah ruang tamu dimana keluarganya berkumpul. Terdengar saling bercengkrama.

Tae Min datang dengan wajah sebal lalu menghempaskan tubuhnya di sofa terdekat. Membuat candaan keluarganya terhenti begitu melihat eskpresi tak menyenangkan di wajah Tae Min. namun hal itu hanya beberapa saat karena selanjutnya mereka memilih tak ambil pusing dan kembali pada apa yang mereka bicarakan sejak tadi.

“Lihat! Lihat ini! Aku paling menyukai hasil jepretanku yang ini. Disini Tae Min-ie terlihat begitu tampan dan gagah!!”

Tae Min yang sejak tadi asyik dengan dunianya sendiri tampak mengalihkan pandangannya pada keluarganya tersebut. Ia mulai penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.

“Apa itu, ibu?” Tanya Tae Min celingukan.

“Ini adalah foto ketika kau showcase kemarin, putraku..” jawab ibunya dengan berbinar. Tae Min terlihat lebih tertarik, lebih mendekat.

“Bagaimana? Apa hasilnya bagus?” Tanya Tae Min kemudian.

“Tentu saja. Siapa dulu yang mengambil fotonya..” ibunya membanggakan diri sebelum menarik salah satu foto. “Tapi Tae Min, sebenarnya ibu sedikit penasaran dengan gadis yang berkolaborasi denganmu. Siapa namanya?” Tanya ibunya sambil menunjukkan salah satu foto dimana keduanya terlihat sedang asyik menari.

Tae Min memperhatikan gadis manis yang berada di dalam bersamanya itu. Menatap datar. “Kenapa memangnya?” Tanya Tae Min sedikit malas. Wajahnya selalu tak baik ketika membahas Sulli, selalu kesal tanpa alasan.

“Tidak, hanya saja dia begitu manis. Kami menyukainya. Iya bukan, semuanya?” Tanya ibu Tae Min pada suaminya dan sepasang kakek nenek Tae Min serta adik laki-lakinya – Lee Yoo Geun.

“Benar, dia begitu manis. Begitu polos dan dia punya aura yang baik..” ucap nenek Tae Min menyela dengan wajah sumringah. Tae Min mendelik mendengarnya.

“Huh? Manis apanya? Seram begitu..” gumamnya pada dirinya sendiri sebelum kembali pada keluarganya tersebut.

“Lihat, kau dengannya terlihat begitu cocok dan serasi. Sama-sama manis bahkan wajah kalian terlihat mirip. Dia seperti versi perempuan dari dirimu.” Kakeknya menyela sambil menunjukkan foto lainnya.

“Ayah juga berfikiran yang sama. Waktu melihat kalian waktu itu entah kenapa ayah jadi ingat masa muda ayah bersama ibu..” ucap ayah Tae Min menimpali, dimana kemudian ia dan ibu Tae Min malah senyum-senyum tidak jelas antara satu sama lain. Membuat Tae Min kian memutar bola mata bosan selain pujian yang diberikan keluarganya untuk Sulli.

“Aku yakin kau menyukainya!”

PPfft!

Kali ini ia sampai menyemburkan air yang baru diminumnya ketika suara yang cilik terdengar. Membuat ia melayangkan pandangan bak angina kepada sosok mungil yang sejak tadi juga ikut memperhatikan foto-foto itu.

“Jangan sembarang! Dasar sok tahu..” Tae Min menjulurkan lidah pada Yoo Geun.

“Aku tidak sok tahu. Lihat, buktinya hyung sampai pegang dadanya!” ucap Yoo Geun lurus sambil menunjuk salah satu foto. Mendatangkan kekagetan dari pihak dewasa dan semuanya celingukan pada foto yang dimaksud. Namun setelah melihat fotonya sendiri mereka berganti menghela nafas.

“Itu hanya sudut pengambilan, bukan kebenarannya..” ucap nenek mereka kemudian setelah mengucapkan rasa syukur karena foto itu tak berisi seperti yang dikatakan Yoo Geun. Tae Min memutar bola mata bosan melihat tingkah neneknya sebelum kembali pada Yoo Geun.

“Tapi kau kecil-kecil darimana kau mengetahui hal seperti itu? Siapa yang mengajarimu, huh? Tae Min?” Tanya Tuan Lee sebelum Tae Min bertanya. Tae Min ingin protes ketika Yoo Geun menyelanya.

“Mengajari apa?” Tanya Yoo Geun polos. Laki-laki dewasa itu berdehem sebelum melanjutkan kata-katanya.

“Belajar mengenai dada atau apalah itu..” ucapnya kemudian. “Pasti dari Tae Min, kan?”

“Loh, kenapa menyalahkan aku!” Protes Tae Min.

“Karena kau satu-satunya saudara Yoo Geun. Siapa lagi kalau bukan dirimu.” Putus ayahnya.

“Tapi—“

“—Aku belajar dari drama yang sering ditonton ibu dan nenek..” Yoo Geun menyela. Dimana kali ini membuat pandangan aneh itu ditujukan pada dua wanita diantara mereka.

“L-Loh! Sepertinya ibu tak pernah menonton drama yang merujuk kesana. Iya bukan, bu?” bela ibu Tae Min sambil melirik ibu mertuanya. Ibu mertuanya itu mengangguk.

“B-Benar!”

“Loh! Semalam aku melihatnya ketika aktor Ki Bum dari Super Junior memegang tangan lawan mainnya lalu meletakkan di dadanya sambil berkata ‘peganglah dadaku, maka kau akan merasakan betapa aku mencintaimu dari suara detak jantungku…” celoteh Yoo Geun penuh dramatis sambil mempergakan ucapannya. Meletakkan tangannya sendiri di salah satu sisi dadanya dan memejamkan kedua matanya sambil mengucapkan kata-kata tadi.

Semua orang di ruangan itu bersweetdrop ria.

“Aish! Tentu itu tak sama!” Tae Min mengomel. Sementara kakek Tae Min melirik menantu dan isitrinya bersamaan sambil berkata.

“Lain kali jangan menonton yang begitu di depan anak kecil..” nasehatnya. Kedua wanita itu akhirnya hanya bisa mengangguk antara pasrah.

“Lalu itu artinya kau tak menyukainya?” Yoo Geun kembali berseru pada Tae Min. membuat Tae Min kesal dengan nada tak formalnya.

“Tidak!”

“Huh, baguslah. Kalau begitu Noona itu untukku!” ucap Yoo Geun kemudian, tertawa ceria. Tae Min menatapnya aneh.

“Kau yakin? Mana mungkin dia mau sama bocah sepertimu!” laden Tae Min memeletkan lidah. Yoo Geun tampak balas melet padanya.

“Apa bedanya dengan dirimu yang terus mengganggu So Eun-Noona  walau terus diusir. Kau bisa kenapa aku tidak!” Serunya seenaknya. Tae Min menatapnya kian kesal.

“YAH BOCAH!”

*

Ponsel So Eun lagi-lagi berdering nyaring namun gadis itu tampak tak berniat sama sekali untuk mengangkatnya. So Eun malah menatap ponselnya datar sebelum mengalihkannya kembali menatap keramaian yang disajikan oleh tepian sungai Han jam-jam segini.

“Mau memesan kopi hangat, nona?”

So Eun tersentak ketika friksi hangat menyentuh salah satu sisi wajahnya. Membuat ia reflex menoleh ke arah orang yang baru saja mengajaknya bicara.

“K-Kau?” So Eun cukup kaget melihat Onew berada disana.

Onew tampak terkekeh kecil, sebelum mendudukkan diri di samping So Eun.

“Aku melihatmu dari tempat kerjaku sejak satu jam yang lalu. Karena selama itu kau tak beranjak dari tempat ini itu sempatnya aku kemari – takutnya kau membeku..” ucap pemuda itu terkekeh sambil meminum minuman di tangannya.

“Tempat kerjamu?” bingung So Eun sambil celingukan di sekitar.

“Hum. Disini..” Onew menjawab sambil menyerahkan secangkir kopi hangat lainnya kepadanya. So Eun melirik nama coffeeshop yang tertulis disana lalu reflek menoleh menuju salah satu bangunan yng berada tepat di seberang jalan.

“Libur hanya lima hari ini kau sempat-sempatnya bekerja paruh waktu?” bingung So Eun.

“Mungkin juga untuk beberapa minggu aku bisa disana.”

So Eun mengulurkan niatnya untuk minum kopi hangat yang diberikan Onew. Melirik lagi pemuda itu setelah kata-katanya barusan.

“Maksudmu, kau akan keluar dari academy. begitu?”

“Hum.. mungkin.”

So Eun menatap pemuda itu dalam beberapa saat, tampak berfikir akan mengatakan apa saat ini. Hingga setelah menemukannya ia kembali bersuara.

“Aku tak tahu kenapa kau cepat menyerah dalam hidupmu namun kau terus bersikap seolah kau kuat dengan semua itu. Maksudku, orang dengan watak sombong sepertimu seharusnya tak berhenti di tengah jalan seperti ini..” kata So Eun kemudian.

Onew tampak terkekeh mendengar ucapan itu, terus menatap ke depan sana walau ia tahu arti ucapan So Eun yang cukup menajam.

“Ini bukan masalah sombong ataupun tidak. Juga bukan masalah menyerah atau bertahan. Namun alasanku disini adalah alasan itu sendiri. Aku tak lagi menemukan alasan mengapa aku harus tetap berada disana.”

“Bukankah dari awal juga kau tak terlalu mempunyai alasan itu. Kau bahkan tahu bahwa walau kau suksespun kau tak akan mungkin lagi bersamanya. Lalu kenapa sekarang kau bersikap seolah-olah kau pernah memiliki sebuah alasan?”

Onew menoleh pada So Eun kini, agak kaget dengan kata-katanya. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh So Eun karena ia sendiri kaget dengan apa yang baru saja dikatakannya.

“Sepertinya kau telah tahu melampaui batas-batas tertentu..” Onew berucap sedikit berusaha untuk tenang. Tersenyum kecil pada So Eun.

“Hum, sepertinya begitu. Namun karena aku sudah melewatkan batas aku akan terus maju ke depan. Bodoh, terlena hanya karena cinta. Dunia ini menyebalkan, kau tahu? Banyak alasan yang membuat kita harus tertahan di tempat yang tak seharusnya kita berada. Tapi selama itu, aku fikir cinta tidak masuk dalam hitungan dimana kita harus berada di titik berputus asa pada dunia. Lebih banyak hal yang lebih berat dari cinta, lebih banyak hal yang lebih menyedihkan. Aku hanya ingin kau sadar bahwa berakhirnya cinta tak akan memberhentikan seluruh dunia..” ucap So Eun kemudian, sedikit lepas kendali.

Onew hanya menatap So Eun karena kata-katanya itu, sedikitnya ada perasaannya yang sedikit tak terima dengan ucapan itu. Kedua orang it uterus bertatapan dalam beberapa detik, hingga tiba-tiba Onew sedikit mendekat. Mengecup pelan bibir So Eun yang membuat mata So Eun melebar.

“Kau hanya belum terlalu mengenal sisi dunia lain selain dunia tempatmu berada. Kau mungkin belum tahu seperti apa cinta itu sebenarnya hingga dengan mudah kau mengatakan ini semua. Suatu hari, aku percaya kau akan menemukan sendiri bahwa memang cinta begitu hebatnya hingga bisa membuat nafasmu berhenti ketika dia meninggalkanmu..” ucap Onew setelah itu sambil menatap So Eun dengan tatapan yang dalam. Setelah kata-katanya itu Onew segera bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan So Eun. Meninggalkan So Eun yang masih terdiam merasakan sensasi pertama yang ia rasakan di bibirnya.

*

Unnie, ayo kita ke mall besok..” kata Krystal ketika beberapa saat keduanya terdiam. Amber mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamar Krystal dan meliriknya.

Mall? Want to buy something?”

“H-Hum, ya. Aku ingin membeli beberapa pakaian serta ingin sedikit bermain. Unnie lupa bahwa hari liburan kita hanya tinggal tiga hari lagi?” jawab Krystal sambil meliriknya.

Oh, ok. I’ll come with you..” sahut Amber kemudian, tersenyum pada Krystal.

Krystal membalas senyuman Amber sebelum kembali menatap langit-langit. Ia mengingat kembali pertemuannya dengan Min Ho siang ini setelah melarikan diri dari Key & Amber yang asyik dengan game mereka.

“Aku lupa kalau ini adalah saatnya panen..”

Krystal tersenyum girang sambil memasuki taman strawberry mini yang berada di belakang rumah Min Ho. Sementara itu Min Ho mengiringinya dari belakang.

“Ibuku kemarin bilang untuk membawamu kemari. Biasanya memang kau yang sering menghabiskan buah ini bukan kalau dia sedang musim berbuah seperti ini?” sahut Min Ho kemudian.

“Hum, aku begitu menyukai strawberry!” sahut Krystal bersemangat sambil memetik salah satu buah yang sudah masak dan mencicipinya langsung. “Umm, enaknya!!”

“Aish, kau ini selalu saja memakan langsung tanpa dicuci. Tanaman inikan diberi pupuk kimia, bagaimana kalau kau keracunan!” Min Ho berseru dari tempatnya. Membuat Krystal menyengir malu.

“M-Maaf… oppa.” Ucapnya sambil mendekati sumber air yang terletak di sudut taman. Berniat mencuci beberapa buah yang ia kumpulkan disana.

“Aku juga telah meminta ibu untuk memetik beberapa untuk ku bawa untuk Park Ji Yeon nanti. Dia begitu excited begitu mengetahui bahwa aku punya kebun strawberry sendiri..” ucap Min Ho tak lama dengan sedikit terkekeh. Krystal tampak sedikit membeku mendengar itu, menoleh pada Min Ho.

“Semenjak showcase oppa sepertinya dekat sekali dengannya..” Krystal bertanya dengan nada sedikit pelan.

“Ya, mungkin bisa dibilang begitu. Ji Yeon itu adalah gadis yang menyenangkan, dia punya selera humor yang cukup baik..” jawab Min Ho sambil terkekeh kecil sambil memetik salah satu buah strawberry yang terlihat begitu merah. Berniat mengambil beberapa untuk Key dan Amber yang masih asyik bermain di dalam rumah.

Sementara itu dari tempatnya Krystal masih terdiam menatap Min Ho. Fikirannya tiba-tiba dipenuhi oleh segala hal yang membuat hatinya sedikit tidak nyaman.

“Minho oppa, menyukai gadis yang seperti Park Jiyeon?”

Krystal bergumam dalam hati.

*

*Ding Dong!!*

Tae Min menekan tombol bel rumah So Eun untuk yang kesekian kalinya. Pagi ini seperti hari sebelumnya Tae Min telah berpakaian jogging untuk menemani So Eun jogging. Namun sejak hampir tiga puluh lima menit lamanya ia berdiri di depan rumah So Eun dan menekan-nekan bel tetap saja So Eun tak menyahut apalagi menampakkan diri.

*Ding Dong*

Sekali lagi menekan tombol bel, namun lagi-lagi taka da jawaban sama sekali. Tae Min kali ini sedikit menyerah, ia bersadar lesu pada badan pintu.

“Noona kemana? Tidak mungkin masih tidur bukan sehingga tidak mendengar suara bel..” keluhnya lesu sambil mulai mengambil ponsel di sakunya. Ia kemudian tampak asyik mengetikkan pesan.

*

So Eun sedang asyik dengan lamunannya ketika ponselnya berdering pelan menandakan ada pesan yang masuk. Gadis itu kemudian dengan malas meraih ponselnya sementara tubuhnya masih bersandar malas pada sandaran jok mobil.

Noona, kau dimana?😦

So Eun menghembuskan nafas pelan melihat pesan tersebut, hingga tak lama jemarinya mulai bekerja membalas pesan tersebut.

Aku pergi ke perternakan. Melihat kuda peliharaanku.

So Eun meletakkan ponselnya kembali setelahnya, lalu ia menyandarkan kepalanya pada kaca jendela mobil. Memperhatikan sisi-sisi jalan khas pedesaan yang dilewati oleh mobil yang tengah membawanya kini.

Di saat begini lagi-lagi So Eun mengingat kejadian semalam. Kejadiaan dimana ia berdebat kecil dengan Onew yang berakhir Onew mengecup bibirnya. Semua itu serasa mimpi begitu saja – hal itu terlalu cepat dan begitu mengejutkan.

*Biip!*

Ponselnya berdering lagi – yang ia yakin dari Tae Min. namun So Eun kali ini seperti sama sekali tak mendengarnya. Karena ia telah kembali larut dengan lamunannya di dekat kaca jendela sambil menyentuh bibirnya sendiri.

*

So Eun mengikuti penjaga peternakan yang sudah dikenalnya sejak kecil itu memasuki tempat dimana kudanya ditempatkan. Setahu So Eun tempat ini memang tempat ini adalah termpat terbaik untuk So Eun. Disini adalah tempat dimana ia bisa merasa bahagia atas kesepian panjang yang dirasakannya.

“Silahkan masuk duluan nona So Eun. Ada sesuatu yang harus saya urus dulu..” ucap laki-laki yang diperkenalkan oleh ayahnya di masa lalu tersebut. So Eun lagi-lagi tersenyum dan mengangguk. Ia kemudian memasuki pintu yang baru saja dibukakan oleh laki-laki setengah baya itu sementara laki-laki tampak berbalik ke arah tadi untuk mengambil sesuatu.

Suara langkah So Eun terdengar memantul di sudut-sudut dinding yang dihuni belasan kuda-kuda tersebut. So Eun tersenyum lembut memperhatikan beberapa ekor kuda yang seperti menyapanya atas kedatangannya setelah begitu lama. Hal yang sama juga ia berikan kepada beberapa penjaga yang kebetulan tengah merawat beberapa ekor kuda. Memang So Eun cukup dikenal di lingkungan peternakan kuda ini bahkan sejak delapan tahun yang lalu.

Tinggal beberapa kandang lagi maka ia akan sampai di kandang Bubble, kudanya. So Eun terlihat semakin bersemangat, ia mempercepat langkahnya menuju tempat kuda kesayangannya tersebut. Namun ketika ia benar-benar akan dekat kesana tiba-tiba langkahnya memelan. Hingga kemudian berhenti sama sekali tepat beberapa meter dari seseorang yang ternyata sudah berada disana.

Orang itu tampak menoleh padanya.

*

Krystal menggembungkan pipinya kesal seraya terus mengomel dan mengomel pelan. Beberapa kali gadis itu juga menghentakkan pelan kakinya sambil terus mengomel panjang dengan menyebut-nyebut nama Amber. Hal yang membuat laki-laki disampingnya mau tak mau tersenyum kecil padanya.

“Sudahlah, berhenti mengomel..” ucap Min Ho sambil terkekeh dan geleng-geleng kepala. Namun hal tersebut malah membuat wajah gadis itu memerah dan ia lebih merutuk pelan.

*

“Wooah… you’re really…”

Key terkekeh kecil sambil geleng-geleng kepala menatap Amber yang saat ini sudah berada di hadapannya setelah muncul secara tiba-tiba. Key sebenarnya ada janji dengan Min Ho siang ini, namun tiba-tiba yang datang bukanlah Min Ho melainkan gadis berpakaian ala laki-laki ini.

“So… that’s all… Min Ho-Oppa can’t meet right now…” Amber melanjutkan dengan nafasnya yang masih terdengar tersengal.

“It’s okay, stop forcing your self to speak while you can not…”

Amber menghentikan usahanya untuk menjelaskan kepada Key dan saat ini memilih mengatur nafasnya yang memang terus tersengal. Lapangan basket ini sebenarnya tak berjarak jauh dari rumah Min Ho, namun karena ia tadi berlari kemari itu sebabnya ia begitu lelah.

“H-Huh, it’s getting better..” ucap Amber setelah beberapa lama. Ia terkekeh, lalu lebih bergser untuk duduk di samping Key. Key menoleh padanya.

“So.. what’s going on? Where’s Min Ho?” Tanya Key.

“He’s going with Krystal to Supermarket. I asked him to replace me there..”

“Why did you…” Key menggantung ucapannya. Amber menghembuskan nafasnya, menoleh lurus ke depan.

“To be honest I ran from them. I want give them more times so they can spend it together. I just… I just hate to see how Krystal always hides behind her own shadow…”

“Huh?”

“Don’t you know that? Krystal likes Min Ho since they were in kindergarden. But she really has an acute problem with her self-confidence so she never confesses …”

“Really?”

“Yeah, that’s why I left them there. They need times to realize their own feelings…” ucap Amber pelan sambil sedikit menghembuskan nafas, terus menatap lurus ke depannya. Dalam hatinya Amber penasaran tentang apa yang dua orang itu lakukan sekarang.

“So…. Do you have planning to spend this day?” Key bertanya demi mengalihkan pembicaraan menyadari ekspresi Amber yang berubah. Gadis tomboy itu menoleh padanya dengan tatapan bingung.

“Nope. I just follow you this day since I don’t have any else…”

Key tersenyum, tampak mulai berdiri dari lantai lapangan basket setelah itu. Amber tampak menatapnya sedikit bingung.

“Then, Follow me Amber-ssi!” ujar Key tak lama, tersenyum kecil pada Amber yang masih duduk di bawah kakinya.

*

“Huh, kemana So Eun-noona? Kenapa menghilang?”

Tae Min mengomel sebal setelah memeriksa layar ponselnya yang masih belum juga memberikan kabar baik. Pemuda kemudian lagi-lagi berdecak sambil bersandar pada bangku yang didudukinya dengan lesu.

Lee Yoo Geun, adik laki-laki Tae Min yang saat ini duduk di sampingnya tampak menoleh heran. Ia menatap bingung kakaknya tersebut.

“Kenapa lagi kau?”

Tae Min mendesis sebal, menatap datar si mungil yang duduk manis di sampingnya itu.

“Berapa kali kujelaskan kalau aku ini lebih tua sepuluh tahun darimu?! Panggil aku hyung!” tekan Tae Min kesal. Namun anak kecil itu malah buang muka.

“Aku tak mau…”

Tae Min berdecak, menatap sebal adik laki-lakinya tersebut. Kalau saja ia tak dipaksa untuk menemani adiknya itu sementara ibunya membeli bahan makanan ia berjanji sudah meninggalkan anak itu sendirian di tempat ini. Menyebalkan rasanya bersama orang yang cerewetnya minta ampun seperti Yoo Geun ini – walaupun dia adikmu sendiri.

“Dia menolakmu. Kenapa tak kau terima saja..”

Belum habis rasa kesal Tae Min tak lama Yoo Geun kembali bersuara. Sedikit menoleh dengan datar padanya kini.

“Aish, apa sih yang kau tahu? Kau hanya seorang bocah!!” Tae Min berseru frustasi. “Sekarang diam di tempatmu dan jangan berulah! Atau kalau tidak aku akan meninggalkanmu sendirian di tempat ini!!” ancamnya kemudian.

Yoo Geun berdecak sebal, kali ini tak menyahut dan memilih bermain dengan robot-robotannya. Tak lama ia berkutat dengan benda itu, karena untuk selanjutnya ia asyik memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di depannya. Hingga tiba-tiba matanya menatap sesuatu yang menarik.

Yoo Geun tampak bangkit dari tempat duduknya, ia kemudian berjalan begitu saja meninggalkan Tae Min yang masih sibuk dengan ponselnya. Hingga tak lama bocah itu menghilang diantara keramaian.

“Kenapa kau diam sekarang, huh? Mulai lelah bicara?” Tanya Tae Min tak lama tanpa menoleh sama sekali. Pandangannya malah masih asyik dengan ponsel di tangannya.

“Hey! Kenapa kau di….am.” Tae Min tampak langsung kebingungan dan kaget begitu menyadari bahwa tak ada siapapun di sisinya kini. Tempat itu kosong. “Y-Yoo Geun!” Tae Min berdiri dari bangkunya dan sedikit berjongkok untuk mengintip di kolong tempat duduk. Namun tak seperti harapannya, adiknya tak berada di sana.

“Yoo Geun! Dimana kau?!” Teriak Tae Min lagi sambil melirik ke samping kanan dan kirinya dengan ekspresi lebih panik. Kepanikkanya itu bertambah ketika lagi-lagi ia tak menemukan adiknya itu dimanapun karena tempat itu disesaki oleh ribuan orang. “Astaga! Mati aku!!”

Tae Min kemudian berusaha mencari keberadaan Yoo Geun dengan ekspresi yang terlihat lebih panik.

*

“Aku hanya mengingat ucapanmu waktu itu yang mengatakan bahwa disini adalah tempat yang tenang. Hal itulah yang membawaku kemari…” ucap Onew memecah keheningan antara keduanya. Ia tersenyum pada So Eun yang berdiri di hadapannya sementara tangannya mengusap leher panjang bubble yang tengah sibuk merumput.

So Eun hanya mengangguk kecil, ia mengalihkan pandangannya pada kuda kesayangannya yang tampak nyaman bersama Onew.

“Dan mengenai kemar—“

“Kau bisa menunggang kuda?” So Eun memotong ucapan Onew yang tampak ingin membahas masalah yang terjadi antara keduanya semalam. Onew menghentikan ucapannya, balas melirik gadis itu.

“Sedikit. Aku pernah mengikuti pelatihannya ketika aku SMA dulu..” sahutnya singkat. So Eun lagi-lagi mengangguk.

“Bagus. Karena hari ini aku sedang berpacu dengan seseorang. Karena kau sudah disini maka ini adalah kesempatan bagus…” ucap So Eun terkekeh. Sementara itu Onew tampak tersenyum mendengarnya. Ia mengerti bahwa So Eun sepertinya tak lagi mempermasalahkan masalah keduanya semalam – mungkin juga masalah-masalah mereka sebelumnya. Hal yang bagus sebenarnya.

“Baiklah! Ayo kita berpacu seharian ini!” Seru Onew tak lama, tersenyum pada So Eun yang juga tersenyum padanya.

*

Yoo Geun tampak tersenyum riang sambil asyik memakan es krim di tangannya. Bocah kecil itu kemudian tampak menyelinap di antara keramaian untuk kembali ke arah tempat duduknya bersama Tae Min tadi. Namun ketika baru sampai disana ia menatap bingung tempat yang kosong.

“H-Huh? Dimana hyung?” Tanya Yoo Geun bingung sambil menoleh ke sekitarnya untuk menemukan hyungnya tersebut. Namun ia tak dapat melihat apa-apa selain ribuan orang yang berlalu-lalang di sekitarnya.

“D-Dia meninggalkanku?” Yoo Geun bertanya bingung sambil terus memperhatikan sekitarnya dan berharap menemukan Tae Min. namun lagi-lagi ia tak menemukan sosok kakak laki-lakinya itu. Yoo Geun mulai merasa cemas. “D-Dia meninggalkanku? J-Jadi aku sekarang hidup sendirian?” Yoo Geun mengeluh dan merengut dengan ekspresi terlalu didramatisir. Mata bening bocah itu tampak memerah, hingga tak lama mengeluarkan air sama sekali.

“KYAAAAA!!! SELAMATKAN AKU!!!!” pekik Yoo Geun tak lama. Pekikannya yang keras tentu saja mengundang keheranan dari orang-orang yang tadinya sibuk dengan dunia mereka sendiri. Kali ini mereka menoleh penasaran pada seorang bocah kecil yang menangis keras sementara tak satu orangpun di sisinya.

“Adik kecil, kau kenapa? Kemana ibumu?” Tanya seorang gadis muda yang kebetulan berada paling dekat dengan Yoo Geun. Ia tampak ikut berlutut untuk menyesuaikan dirinya dengan Yoo Gun  yang terus meraung keras.

“Hiks, h-hyungku hilang. A-Aku tak tahu dia dimana…” adunya sesegukkan sebelum kembali memekik keras. Membuat beberapa orang yang ada disana menutup telinga mereka, seperti yang dilakukan oleh gadis di sampingnya.

“Ok, aku mengerti masalahmu. Aku akan membantumu menemukannya. Jangan khawatir, ok? Sekarang berhenti menangis…” ucap gadis itu juga ikut terbawa panik. Terlihat bahwa sebenarnya ia juga tak terbiasa menghadapi anak kecil seperti Yoo Geun.

“Hiks, percuma. Dia pasti sudah pulang dan sengaja meninggalkanku! Dia adalah hyung yang kejam huweeeee!!!” Yoo Geun menangis makin keras.

“H-Huh? Bagaimana mungkin..” si gadis kian panik. “Tenang. Kalau begitu aku bantu kau menemukan ibumu, bagaimana? Tapi berhenti dulu menangis. Kau menghancurkan gendang telingaku…” ucap si gadis sedikit merengek akibat terbawa panik. Namun bukannya diam Yoo Geun malah menangis semakin keras. Membuat semua orang disana kembali dengan terpaksa menutup telinga mereka.

“Permisi! Permisi! Dia adikku!!”

Tae Min datang kembali dengan tiba-tiba. Ia sepertinya mendengar suara tangisan Yoo Geun yang memang terdnegar keras itu hingga ia memutuskan kembali kemari. Pemuda itupun memasuki kerumunan guna menenangkan adiknya tersebut. Di sana ia menemukan adiknya tengah menangis keras dengan seorang gadis berambut panjang yang berada di dekatnya.

“Yoo Geun! Kau tak apa-apa?Hyung disini!” Seru Tae Min cepat sambil memeriksa keadaan Yoo Geun. Ia sampai tak melihat ke arah gadis yang berada di hadapannya kini. Dimana gadis itu malah tampak heran ketika melihatnya.

“Kau?”

Merasa diperhatikan dan diajak bicara Tae Min menegakkan kembali kepalanya. Ia mengalihkan pandangannya dari Tae Min menuju seseorang yang berada di depannya. Untuk detik pertama ia langsung membulatkan matanya aneh.

“K-Kau?!” ucapnya benar-benar tak percaya.

Yoo Geun yang memperhatikan keanehan kedua orang di depannya itu sontak berhenti menangis. Ia menoleh penasaran kepada dua orang yang sama-sama memandang aneh satu sama lain.

[TBC]

Priview Next Part :

 “Aku tebak, kita sedang kencan?”

“Semuanya karena sosok dingin ini tidak terlalu kuat menahan deraan patah hati..”

“Kita berdua sama-sama es yang malang. Terlihat tinggi dengan keangkuhannya, tapi meleleh di bagian dalam..”

“Aku bukan yang dulu lagi. Kini… aku adalah Jung Soojung yang baru…”

“Untuk Minho-oppa..”

38 Comments Add yours

  1. huaaaaa semakin keren aja nih !!

    ada perkembangan hubungan minstal sma sso new !!
    yah tpi moment taelli ga ada tpi cukup terobati dengan ada nya yoogeon !!
    yoogeon lucu bnget sih kaya sulli !!!

    di tunggu ff kamu yg lain put !!

  2. mindaamalya mengatakan:

    keren nih walaupun sebenernya aku agak lupa sama cerita sebelumnya.. Oiya ditunggu ff black and white nya ya kak! Hwaiting!

  3. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Hmmmmmm….

    Setelah sekian lama ada sambungannya…..
    Ditunggu FF yang lain…

    Wow…
    Onew Oppa udah berani nyium Soeun Eonnie aja…. O.o
    rasanya Soeun sama Victoria ini anak orang kaya ya??? Soeun aja punya kuda….

    Lucu liat Taemin…
    Lebih lucu liat Yoo geun yang liat drama2 Korea…
    Wkwkwkwkwkkw😀

  4. Deborah sally mengatakan:

    Tetap sama, taemin benar2 lucu :3 . .

    Tapi soeun sedikit disini. .
    Next chapt putri

  5. pipip mengatakan:

    waaaa ff ini smkin seru critanya
    ciyeee onew dgn soeun udh mulai dket, tpi knp tba2 onew cium soeun? apa dia mulai ada rasa
    krystal jdi skit hti dan ingin berubah gra2 minho blg dia suka pribadi jiyeon, tpi mau brubah kyk mna ya ???
    yoogeun lucu mncul di ff ini jdi adeknya taemin kocak
    mkin pnsran dgn next partnya, dtnggu thor

  6. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Huaaaa,,akhirnya publish juga,,ckckck tutup hidung krna onew oppa kissue sso eonni eh tutup mata,,,ya ampun si yoogeun gak sopan bnget ama hyungnya,,,ksian kristal minho oppa suka sama jiyeon eonni ya???

  7. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Akhirnya berlanjut juga ffnya..

    Soeun dan Onew kayaknya udah mulai berhubungan bvaik nih..
    Dan eng-ing-eeeng.. Onew dah berani cium Soeun.
    Huaaaa… Ini mengejutkan !! /lebay.

    Liat moment2 keluarga Lee Taemin ini seru banget..
    Hahaha..
    Lucu, apalagi si Yoogeun..
    Bner2 dah, polosnya kebangetan walau sedikit jail..

    Ditunggu ff selanjutnya Put,,
    lg menanti banget ff Black&White n Haru nya.. Hehehee..
    Fighting !!
    -CHM-

  8. erika mengatakan:

    Hhuaa onew oppa udah berani ya cium Sso eonni ‘o’
    Hm akhirnya Sso eonni dan onew udah mulai deket ya, hihihi taemin sama yoo geun kakak-adik yg lucu.
    Aigoo yoogeun kamu itu benar” cute songong sama taemin oppa >:o
    Di tunggu ya next ff lainnya, terutama yg B & W kkk…
    FIGHTING!!!

  9. ticha_ mengatakan:

    woooaaaaaaah……DAEBAAAAAAAKKKKKK!!!!😀
    Ga nyangka onew oppa berani cium sso eunnie…
    Hm,,,onsso udah mulay dekat ni yeee….masalah yg kemarin *lewaaaat…kekekeke🙂
    Udah diduga jesica eonnie pasti ngira klw amber itu cow…..hahahaha😀
    Ga nyangka ternyata luna bgtu tertekan gra2 sikap kembaran’a dan gagal’a kolaborasi lunajjong adlh karna luna terbayang2 masa lalu….huh,,kasian😦 tapi tapi tapi….jjongppa udah tau kq alasan’a,,jd luna eonnie tenang ajda…hehehe
    Pasangan Taelli kah itu?!? Hm…makin seru seperti’a semua’a makin deket ama pasangan masing2,,kec kristal yg tau’a jiyeon tipe minho???
    Huh,,,,mga ajda makin deket semua’a…….
    Daebaaak saeng!!!!!
    Q tgg next part n ff laenya…
    Laaaanjuuuutttt :*😀

  10. senrumi mengatakan:

    Seeru juga neee

  11. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Yang paling aku suka dari FF ini cuma So eun dan onew…
    Trussssss tae min m yeo geun-ie… Wkwkwk gokil deh pokoknya…
    Kikiki bs2’y onew langsung nyosor kyk bebek gtuh….
    Untung tae min g liat… Klu liat bs gempar ni FF..
    Trus saeng’y tae min juga unyu banget

  12. Rakha mengatakan:

    Eyyy si onew nyosor aja…
    Disini aku jadi kasian sama taemin,hahhaaha
    si sulli nya baru muncul diakhir,di ff ini aku fokusnya sama sso,sulli,taemin,Karakter mereka dapet banget,mungkin karna saya sering baca sso sama yang 4top itu,jadi pas baca pairring sso sama cwo lain kaya gimana gitu…
    Karya lainnya di tunggu…
    Semangatttttt

  13. nita mengatakan:

    yoogeun lucu bngt sih.
    d tnggu next part ny y.🙂

  14. ciciepisces mengatakan:

    .huuaaa onew dh brni cium sso ,, yoogeun lcu bnget ..😀

  15. Devi mengatakan:

    mkiN seru Zh cerita’a,,,,

    taemin gk mNyrah y NgedeketiN eoNNie so euN pdahl udh d cuekiN ma eoNNie so euN,,,,

    wahhh hbNgaN eoNNie so euN ma oNew dh da kmajuaN mskipuN cmaN sdkit kmajuaN’a,,,

    d tNg2u klaNjutaN’a,,,

  16. anna mengatakan:

    busyet kesurupan apa onew tb2 nge-kiss soeun untgny moodny soeun udh baik tuuu jd ga mad n fight,,asyyik mkin dkt aja mrk taemin siap2 pth ht,,gmn mo dptin soeun lari aja kalah hehe,,

  17. dyyyy mengatakan:

    sulli kah yg brsama yo guen?
    onew dan sso dah mulai dekat…..
    onew lngsung nyosor ja….untuk pipi kamu masih mulus krn gak dtampar sso….wkwkwk

  18. kim Ra rA mengatakan:

    hmmm liburan yang menyenangkan….
    aissss taemin ternyata punya lawan juga yach selaib sulli. siapa lagi kalau bukan c imut yoo geun
    terus apa maksud onew kiss Sso kaya gitu….?
    Harus bersabar lagi demi untuk tahu. perjuangan mereka di Kelas Khusus
    OK!!! put “SEMANGAT” terus buat lanjutin semua karya karyamu

  19. Soeun mengatakan:

    Yach onew cium Sso#mau aku
    hahahhh

  20. sitieunnie mengatakan:

    ya

  21. mizanafidausi mengatakan:

    suka ma taemin yang brisik,,,
    berasa adik kecil yang jatuh cinta ma noona2 hahaha😀
    ditunggu part selanjutnya🙂

  22. sitieunnie mengatakan:

    aq yakin cwek yg brsma yoogeun itu psti itu sulli..kkk
    aq gk nyangka onew lngsung nyium sso kyk gitu..gmn prsaanx sso yaa..??😮
    psti ada rsa deg-deg-seerx saat ktemu onew..hehe:p
    aq udh yakin dr awal jessica msuk rmh,psti bkalan slah pham tuh sm amber..wkwkwk xD
    lagian krystal msh polos2 gitu,jd gk akn mngkin tduran sm laki2..#LOL
    tp krystal brniat skali mrubah pnampilanx demi minho..mngkin brubah kyk jiyeon ya krn krystal ngerasa minho suka jiyeon..
    aq suka part ini put..dtng9u klanjutanx n ff lainx..😀

  23. vita mengatakan:

    annyeong aku reader baru nih 
    ceritanya aku belum gitu ngerti mungkin harus baca dari awal dulu…tapi kayaknya ceritanya keren,,aku suka pairingnya..keren…
    ditunggu kelanjutannya🙂

  24. yhulaiisoeun mengatakan:

    Awal.y kaget jga krystal tidur dgn cowok ,, tpi stelh tw cowok yg d.maksud itu Amber … Lngsung ngakak sndiri … Hahahah😀 kzhan amber.y … :p😀
    aku kok agak kesel liat onew ma tiffany,, jgan smpai mereka kmbali yahh.. Aku pngen OnSso brsatu ..🙂
    sneng liat prtemuan mereka d.sungai han… Sma yg onew yg nyium sso ,,wkwkwk.. Smoga mereka cepat jatuh cinta,gk usah brantem mulu yah.,. ;D
    lucu liat yoogeun yg cerewet.y minta ampun,apalg wk2 lg sama2 taemin … Ckckck..
    Cieee sso ma onew ktemu lg tuh ,, moga makin deket yahh… Next part.y sangat d.tunggu … Tetap smangat buat ff.y …🙂

  25. tanti no kawai mengatakan:

    Membayangkan line taemin-sso…dimna Ϋά̲̣̥ηġ satu pasang muka sebal dan Ϋά̲̣̥ηġ satu pasang tampang inocent ηγά̲̣̥….kkkkk

    Emmm….pembicara’an minho tentang jiyeon itu_bener2 dari hati atau cumn ingin meliah reaksi kristal nih…kkkkk

    Amber η key selalu Ϋά̲̣̥ηġ paling adem ayem keknya…ekekke

    Luna-jong kayak ηγά̲̣̥ setelah Ĭηĭ bakal ªԃª Ϋά̲̣̥ηġ lebih ngalah nih…🙂

    Yaaa….setuju ma onew…tidak mencintai ƪάğί ßÜƘαÑ berarti membenci….kalo perasa’an udah mati_semua.pun terasa biasa saja…. Tpi pertanya’an ηγά̲̣̥….benarkah semua sudah mati????spertinya masih ªԃª rasa cintanya…terlihat dari betapa dy masih terluka….. Huhuh

    Hah….itu maksud onew apa??? Kkkkk
    Main kisseu aza nih…hahha
    Aaaaa…..sukaa tapi…… #plakkk#😀

    Eyyyy…..onew….keknya ªԃª Ϋά̲̣̥ηġ mulai pensran η nyaman nih ma sso…. :p

    Nahh…..taeli ketemu ƪάğί dih berkat adiknya taemin….kkkkk

    Kyaaa…..ramee banget nih epep….ekekke

    Di tunggu next ff Ϋά̲̣̥ηġ mau di publish put…apapun itu…. Ekekke🙂

  26. shaneyida mengatakan:

    Yeah …like this yo (y) rame …banyak masa nya (orngnya) di ni ff😀

    Hoalla sica..sica mau bikin kejutan dg membangunkan krystal malah dia yg ketiban durian hhhhhe surprice maksudnye hhhe

    Amber ma key ..kk ngeliatnya kek saudra kembar hhaha …oooo jd krystal dah suka ma minho sjak jaman Tk tohh…,cristal kudu meningkatkan kepercyaan diri yg full ini .

    Berharap onew dh bs melupakan fany n maksudnya opo itu maling ciuman soeun tanpa permisi dulu …tp dpp lah rejeki buat soeun hhhhhe

    Hahaha ngakak bener klo dah liat taemin..jdi buntuut nya soeun ckckckk.
    Btw paling suka pas ortu taemin udah menyetujui hub taemin ma sulli kwkkwkw
    Thu aja itu ortu taemin klo sulli cucok ma taemin hhh… tp taemin kudu siap2 punya saingan untk merebut hati sulli ..nunjuk yoo geun hahhahah
    Mwoooo , perang akan segera d mulai ckckck nunjuk pertemuan taelli .

    Smoga nextpartmya hub onew ma soeun makin akrab …btw klo ngomongin onew jd kangen ma bantal kakk hhhhhe

    Sangat d tunggu klanjutan nya put :*
    Yeahhh ,kk puas bacanya put
    Btw nextpart banyakin moment taelli nya jg yoo hhhhe :*

    Keep writing & espirit ny jong muachhhh :*

  27. Aisparkyu mengatakan:

    huuah dh da klnjtannya ,,mkin sru ja pa lgi prkmbngan hbngan sso sma onew lcu da kiss nya lgi,, buat psngan taelli da pasngan nie brtem mlu gk cpe pa?hehee,,ok d tngu ja nex part nya

  28. tesyasavika mengatakan:

    Suka line nya so eun sama onew di coffeshop. Lucu deeh taemin sama adeknya wkwwk. Onew maen cium2 aja:3.. Ditunggu kak ff lainya::)

  29. Safriyanti mengatakan:

    Sprti,a khdupan sso bgtu sepi hngga buat sso kdg2 bgtu frustasi dan dngin,,,
    omo,,,onew qok nyium sso sech,,,
    da prsaankah,,,,

  30. aina freedom mengatakan:

    cerita cinta paling bnyk pasangannya ya ini ff jawabannya sampe bingung sendiri ,krn yg q tau cuma sso ,minho dan onew ,,jd q fokus sm kisah cinta mereka aja yg mulai ada perkembngannya..bagus dn fresh ceritanya , keren bngt dn di tnggu lnjtannya .

  31. lee jihyun mengatakan:

    huaaa… smkin penasaran…

    onew sm so eun udh mulai akrab.. aku sukaaaa…😉

  32. angelf mengatakan:

    mungkin bener kata sso putus cinta gak harus memberhentikan semuanya? Penasaran kenpa onew tiba tiba nyium sso? Mulai ada perasaan kah?

    Krystal cemburu ya sama kedekatan minho jiyeon?

    Kenpa pasti dech klo taemin sulli ketemu pasti berantem mulu…

    Ditunggu next partnya

  33. Luthfiangelsso mengatakan:

    pertama aku aku ngerasa cemburu ma kedekatan minho oppa ma ktystal huwaaaa nangisss😥 #abaikan ke lebay an saya haha😀

    astaga onew onew oppa apa”an kamu maen nyosor” aja ckckchkxk oppa yaa😉

    aa yoo geun lucu bgt sih bikin gemes kkkkkk~`

    next next nd onew opp jgn keluar ari akademi yaa oppa😉

  34. Esaa mengatakan:

    Itu pasti Sulli deh…
    OMG lucunya uri yoo geun,, chup chup chup uljimaa !!
    Wow ternyata onew mantan tiffany, berita baru nih,wkwk
    dan apa itu? Onew akan keluar dari academy? Andwae…
    Belum perang masa udah mati duluan ._.
    Bisakah Soeun jadi alasanmu untuk tetap bertahan di academy, jinki?

  35. Aulia Veronica mengatakan:

    Aaaaa makin keren FFnya! ^^
    Penasaran banget sama lanjutannya😀
    Ditunggu ya😉 fighting!!

  36. vaaani mengatakan:

    wowww first kiss nya bwt onew kekekkekekke

    sso akhirnya bs tepon vic jg, dan mgakui taemin itu bs mnemani

    smga makin banyak bagian ssonew lg, ke depan

    huhuhu
    semangat putri

  37. Arhy Supitri mengatakan:

    Wah daebak,
    Mulai ada perkembangan antara Soeun dan onew.

    Awalnya jessica yg mau ngasih kejutan eh malah dia yang terkejut😀

    Luna kasian😦

    Krystal cemburu sama minho😀 sebenernya aku lebih suka couple krystal sama minhyuk dari pada minho, tapi karna ff ini aku mulai suka dengan mistal🙂

    KeyBer aku suka banget bagian mereka,

    Paling kocak tu yoo geun,“Loh! Semalam aku melihatnya ketika aktor Ki Bum dari Super Junior memegang tangan lawan mainnya lalu meletakkan di dadanya sambil berkata ‘peganglah dadaku, maka kau akan merasakan betapa aku mencintaimu dari suara detak jantungku…” celoteh Yoo Geun penuh dramatis sambil mempergakan ucapannya. Meletakkan tangannya sendiri di salah satu sisi dadanya dan memejamkan kedua matanya sambil mengucapkan kata-kata tadi.

    “Apa bedanya dengan dirimu yang terus mengganggu So Eun-Noona  walau terus diusir. Kau bisa kenapa aku tidak!” Serunya seenaknya. Tae Min menatapnya kian kesal.“YAH BOCAH!”
    Paling gak bisa banyagin gimana exspresinya taemin disini😀

    Karna aku kurang suka suli jadi rada gak dapet feel kalo baca bagian sulli…

    Next part chingu🙂

  38. geill mengatakan:

    Seru abis nih part, q suka..
    Apalagi banyak kisahnya so eun and onew,
    Next part di tunggu nih, gak sabar nih mo tau kshnya Sso-Onew
    Gomawo and fighting…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s