~ [OneShot] Vanilla Twilight (3th Cloudyelfputriandina) ~


Title       : Vanilla Twilight (Inspired by. Owl City’s song)

Author  : PrincessClouds (Putri Andina)

Genre   : Romance, Teen

Rated    : PG-15

Length  : One Shot

Main      : Kim So Eun & Cho Kyu Hyun

Minor    : Ham Eun Jung, Park Hyo Min, Cho Ah Ra.

vanilla twilight

Summary: “Karena perlu dua orang untuk saling berbisik..”

Warning : Typo(s)

Recommended Songs : Vanilla Twilight by. Owl City

Dedicated to      : Fenina Ratna

*

So Eun selama ini telah menganggap bahwa hidupnya sudah cukup sempurna. Ia adalah seorang anak tunggal dari sebuah keluarga yang cukup berada, dia cantik, dia populer, serta walaupun tidak terlalu menonjol ia juga adalah seorang gadis yang (cukup) pintar. So Eun bahagia, ia merasa hidupnya sudah begitu baik. Hingga suatu hari sesuatu mengganggu hal yang dianggapnya sempurna itu.

Awalnya So Eun tak percaya dengan apa yang baru didengarnya itu, namun setelah kedua orang tuanya kembali menyebutkannya pada akhirnya mau tak mau ia harus mempercayainya. So Eun kemudian berusaha untuk menolak rencana itu dan mengatakan bahwa rencana kedua orang tuanya itu sama sekali tidak sesuai dengan visi dan misi hidupnya. Namun dengan bujukkan kedua orang tuanya So Eun akhirnya tak bisa lagi mengatakan apapun selain menurutinya. Menuruti sebuah rencana pertunangan antara So Eun dengan putra salah satu teman lama keduanya.

Maka disinilah So Eun saat ini. Duduk dengan ekspresi tercemberut yang ia miliki di wajahnya demi menunggu datangnya keluarga ‘calon tunangannya’. Sejak tadi beberapa kali ayah dan ibunya mewanti-wanti agar So Eun bersikap baik pada keluarga teman mereka yang akan nanti. Namun gadis itu hanya mengatakan ‘iya’ dengan nada yang tak bersemangat sama sekali.

Tak lama, orang-orang yang ditunggu akhirnya datang sehingga memaksa So Eun mau tak mau harus berdiri bangkunya setelah paksaan ibunya. Beberapa meter dari mereka tampak mendekat sepasang suami istri yang tersenyum ramah ke arah keluarga So Eun. Mata penasaran So Eun untuk kemudian mencari-cari sosok lainnya yang seharusnya datang bersama ketiganya kali ini, dan tak cukup lama akhirnya ia menemukannya di belakang dua pasang tersebut. Melihat sosok yang langsung membuatnya terpana begitu melihatnya.

*Vanilla_Twilight*

Dengan tergesa-gesa So Eun langsung melompat dari atas mobil ketika mobil yang mengantarkannya ke sekolah setiap pagi itu baru saja berhenti di depan gedung sekolahnya. Tanpa memperdulikan seruan dari sopirnya yang memintanya berhati-hati gadis itu terus berlari menuju gerbang dimana seorang penjaga sekolah tampak bersiap menutup pintu gerbang. So Eun langsung melesat kesana.

“Tunggu, pamaaaan!!” Seru So Eun kuat sambil terus berlari menuju gerbang. Tepat ketika benda besi itu akan tertutup rapat ia langsung melesat masuk melalui celah seukuran tubuhnya. Penjaga gerbang itu hanya bisa melongo melihat So Eun yang kini sibuk mengatur nafasnya sendiri setelah terobosan yang baru saja dibuatnya. “Huuh, nyaris…” keluhnya kesusahan.

Penjaga sekolah tadi juga tersadar, ia geleng-geleng kepala sambil melanjutkan menutup pintu gerbang yang sempat terhenti karena So Eun. laki-laki setengah baya itu terkekeh sambil melakukan tugasnya. “Anda selalu saja Nona-So Eun, menjadi orang terakhir yang selalu datang di detik-detik yang tepat..” ucapnya sambil berbalik dan menatap So Eun. So Eun ikut terkekeh sambil memperbaiki cara berdirinya.

“Tentu saja, Kim So Eun itu selalu beruntung paman. Ini adalah salah satu buktinya!!” ucapnya membanggakan diri. Laki-laki tua itu tak bisa mengatakan apapun lagi selain menganggukkan kepalanya. “Astaga!!” So Eun tiba-tiba berteriak ketika memeriksa jam di pergelangan tangannya. “Aku harus segera masuk kelas, paman. Aku sudah terlambat. Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu, paman!!” Seru gadis itu untuk terakhir kalinya sebelum kembali mengambil langkah seribu lebih memasuki kelas. Lagi-lagi sang penjaga sekolah hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengikuti gadis itu dengan pandangannya.

*

*Tok Tok Tok!!*

“Guru, maafkan aku! Aku benar-benar tidak bermaksud untuk terlambat. Pagi ini aku sama sekali tidak bangun terlambat tapi sopirku yang terlambat datang mengantarku. Selain itu di tengah jalan tiba-tiba aku terkena macet sehingga tak bisa kesini dengan segera. Tapi… aku berjanji itu tak akan terjadi lagi, guru!!!”

So Eun berucap cepat sambil menundukkan kepalanya sedalam-dalamnya setelah mengetuk pintu kelas. Kata-kata yang terdengar dari mulutnya benar-benar tak terdengan terlalu koherent akibat suara sengalan nafasnya – hal itu ditambah dengan kebohongan yang harus ia karang sendiri di saat bersamaan.

Hening dalam beberapa saat. So Eun yang penasaran mulai mengangkat wajahnya, hanya untuk sedikit terperanjat kaget melihat siapa yang berdiri di depannya.

“K-Kau!!” Tunjuknya shock pada sosok satu-satunya di kelas itu. Sosok itu menatap datar sambil menyingkirkan telunjuk So Eun yang mengarah padanya.

“Apa anda tak pernah diajarkan untuk tidak bicara informal pada gurumu, Nona-Kim So Eun?” ucapnya kemudian. So Eun menghembuskan nafas menyesal, ia kemudian membungkukkan badannya.

“Maafkan saya, guru..” ucapnya pelan.

“Semua anak-anak kelas 3C baru saja meninggalkan kelas untuk berganti pakaian olahraga. Hari ini Ms. Jung tak bisa datang karena harus merawat anaknya di rumah sakit. Oleh sebab itu saya mengambil jam pelajaran bahasa inggris kali ini dengan pelajaran saya sehingga hari kamis pagi Ms. Jung bisa kembali masuk menggantikan jam pelajaran saya…” tanpa ditanya laki-laki di depannya menjawab pertanyaan yang ingin So Eun ajukan. So Eun tampak menganggukkan kepalanya faham dengan gerakan pelan akibat masih begitu gugup.

“B-Begitu? S-Saya mengerti, guru. S-Saya akan segera bertukar pakaian..” ucapnya sambil terus menunduk tanpa berani menatap wajah di depannya.

“Bagus, bergegaslah karena saya akan memberikan hukuman bagi murid yang terlambat sepuluh menit berkumpul di lapangan…” ujar laki-laki di depannya itu sambil berjalan melewatinya. Namun baru beberapa langkah ia tiba-tiba berhenti kembali dan melirik ke arah So Eun yang ternyata diam-diam mengintip pergerakkannya. So Eun langsung mengalihkan pandangannya ketika mata mereka bertemu. “Oiya Nona-Kim So Eun, aku harap anda benar-benar berhati-hati untuk tidak berlaku gegabah dan sembarangan ketika kita masih berada di lingkungan sekolah. Saya tidak mau pihak sekolah mengetahui hubungan kita. Anda juga begitu, bukan?” ucap laki-laki itu kembali dengan nada datarnya kepada So Eun. Setelah mengatakannya pemuda itu segera meninggalkan tempat itu dan So Eun yang masih membeku di tempatnya sambil diam-diam kembali melirik kepergiannya dengan ekor matanya.

“Baiklah, Cho Kyu Hyun..” sahutnya lebih pelan lagi. Setelah meyakinkan bahwa guru-magang di sekolahnya itu menjauh ia baru bisa bernafas lebih lega. So Eun berdecak pelan sesaat sebelum bergerak dari depan pintu kelasnya menuju locker-room untuk mengganti pakaiannya.

*

So Eun benar-benar tak bisa mengatakan apapun lagi begitu melihat sendiri siapa orang yang ia yakini benar akan ditunangkan dengannya itu. Hal sama tergambar jelas di wajah pemuda di depannya itu, walau ia bisa mengendalikan ekspresi wajahnya sehingga tak seaneh So Eun yang sedikit melotot ke arahnya seakan-akan pemuda di depannya itu adalah hantu. Lama So Eun berwajah aneh seperti itu hingga ibunya mencubit pelan pinggang belakangnya.

Dari detik itu So Eun benar-benar tak bisa mengendalikan detak jantungnya lagi. Beberapa kali ia menatap diam-diam pada sosok yang duduk tepat di hadapannya itu. Dimana sosok itu hanya menunjukkan wajah yang datar sambil memakan makanannya. Hal itu bahkan membuat So Eun kian penasaran tentang semua ini.

Ini mengejutkan, sungguh. Karena bagaimana mungkin pemuda yang saat ini tengah magang di sekolahnya itu hari ini bisa berada di depannya dan diperkenalkan sebagai calon tunangannya. Ini semua sungguh sulit dipercaya karena seingat So Eun baru semalam ia bermimpi berciuman dengan pemuda berbakat yang diidolakan oleh seluruh siswa di sekolahnya itu. Pemuda yang terkenal brilliant karena sudah berhasil mendapatkan gelar S1-nya di usia 20 tahun – dua tahun lebih tua dari So Eun yang bahkan belum menyelesaikan Sekolah Menengah Atasnya.

Dari saat itupun So Eun yang sejak awal menolak rencana pertunangan itu pada akhirnya malah begitu menginginkan agar pertunangan itu benar-benar terwujud. Dari pihak Kyu Hyun juga tak terlihat penolakannya yang pernah ia takutkan karena Kyu Hyun tampak menyetujuinya dan mau melakukan pendekatan dengan So Eun. Walaupun itu dengan catatan bahwa So Eun harus merahasiakan hubungan mereka agar tidak ada satu pihak sekolahpun yang mengetahui hal ini.

*

“Astaga, ini kejahatan!! Kenapa dia bisa begitu sempurna!! Ini tidak adil!” teman So Eun yang bernama Park Hyo Min protes gemas sambil menatap Kyu Hyun yang saat ini tengah mengajari beberapa murid cara menggiring bola basket ke arah keranjang. Beberapa gadis lainnya yang berada di dekatnya menganggukkan kepala setuju.

“Benar! Dia dapat melakukan apapun dengan wajahnya yang tampan itu. Ini benar-benar tak dapat diterima mengingat ia juga begitu berbakat dan pintar dalam hal apa saja..” timpal teman So Eun lainnya yang bernama Ham Eun Jung sambil terus menatap kagum sosok yang juga ditatap kagum oleh gadis-gadis lainnya di sekitar lapangan ini.

Berbeda dengan yang lainnya, So Eun malah menatap sebal orang yang menjadi pusat perhatian itu sendiri. So Eun merasa selalu saja kesal setiap kali Kyu Hyun seolah selalu tebar pesona terhadap sekitarnya. Tak ingatkah dia kalau disini ada So Eun? ‘calon-tunangannya’.

Gadis-gadis itu kembali tak bersuara karena perhatian mereka sepenuhnya ada pada sosok tampan yang menjadi pusat perhatian itu. Hingga tak lama Hyo Min kembali memecah keheningan dan kegiatan mengagumi secara massal itu.

“Eun Jung, kau mau sebuah tiket konser exclusive One Direction akhir pekan ini?” Tanya Hyo Min tak lama. Eun Jung menoleh padanya.

“Tentu, aku semalam bercerita padamu bukan kalau aku kehabisan tiketnya ketika akan membeli Online. Kau mau memberikan secara Cuma-Cuma?” Tanya Eun Jung antusias.

“Tidak..” Hyo Min menggeleng. “Aku akan memberikannya kalau kau bisa mendapatkan ciuman dari Cho Kyu Hyun hari ini..”

“Apa?” Seru So Eun shock dalam hatinya. Ia menoleh pada dua rekannya tersebut.

“Ini tantangan? Baiklah, tentu aku akan menerimanya. Ini adalah taruhan yang paling menyenangkan walau bagaimanapun..” Tanya Eun Jung terkekeh pada Hyo Min. Hyo Min balas terkekeh padanya. Sementara itu So Eun malah merutuk dalam hatinya terhadap dua temannya ini yang tak pernah berhenti berlaku aneh pada Kyu Hyun – ‘calon tunangannya’.

“Ya sudah, lakukan sekarang..” Hyo Min kembali menantang.

“Baiklah, siap-siap kalah ya…” ucap Eun Jung yakin sambil berdiri dari tempat duduknya. Sementara itu Hyo Min serta gadis-gadis lain menatap penasaran terhadap rencana gadis yang terkenal playgirl itu. Beda lagi sama So Eun  yang tak bisa melakukan apapun selain ikut memandang dan gugup di saat bersamaan. Menerka-nerka apalagi rencana gadis itu terhadap ‘calon-tunangannya’ kini.

Eun Jung berjalan dengan yakin ke arah Kyu Hyun yang saat ini tengah mengajari siswa laki-laki mengenai beberapa teknik bermain basket. Hingga ketika gadis itu tiba-tiba mendekat dengan wajah yang seperti kesakitan ia berhenti bermain dan segera membantu Eun Jung yang pura-pura kesulitan berdiri. Hal itu kemudian berakhir dengan Eun Jung yang pura-pura pingsan dan Kyu Hyun yang sedikit panik mengangkat tubuhnya menuju ruang kesehatan.

Hyo Min dan beberapa gadis lainnya langsung terkekeh dan geleng-geleng kepala menyikapi aksi Eun Jung. Namun berbeda dengan So Eun yang langsung menghentakkan kakinya kesal dan segera berlalu menuju kamar mandi.

*

So Eun terus menghentakkan kakinya sambil menyandarkan tubuhnya pada pintu apartement Kyu Hyun. ini sudah sekitar setengah jam ia berdiri disana untuk menunggu pemuda tersebut pulang ke apartmentnya, namun pemuda itu tak juga menunjukkan diri. Hingga ketika So Eun hampir menyerah dan berniat pulang pemuda itu tiba-tiba menunjukkan diri.

“Hey..” So Eun menyapa pemuda di depannya dengan sedikit kaku, sebelum mengangkat sesuatu di tangannya. “I-Ibu menyuruhku mengantarkan ini..” sambungnya kaku sambil menunjukkan sebuah kotak bekal.

*

So Eun menghembuskan nafas gugup sambil sesekali menggerakkan kakinya pelan. Mata gadis manis itu juga secara diam-diam melirik seisi apartement yang baru pertama kali ia masuki itu. Merasa cukup berdebar ketika mengingat bahwa itu adalah saat pertama ia masuk ke dalam tempat tinggal seorang laki-laki.

“Duduklah. Aku akan kembali dalam beberapa saat..”

Ucapan Kyu Hyun mengagetkannya. Gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya menuju pemuda di depannya yang saat ini telah melepas tas yang sejak tadi dipakainya dan tampak berjalan ke arah dapur. So Eun mengikuti kata-kata pemuda itu setelah ia menghilang ke dapur.

Tak beberapa menit Kyu Hyun kembali ke ruang tengah dengan dua gelas minuman di tangannya. Ia kemudian bergabung dengan duduk di hadapan So Eun. So Eun yang menyadari itu lebih memperbaiki posisi duduknya sambil berusaha meredam rasa gugupnya yang selalu dating disaat berhadapan dengan Kyu Hyun.

“Minumlah.” Ucap Kyu Hyun menawarkan setelah menyerahkan salah satu gelas berisi minuman. So Eun dengan cepat mengangguk dan meraihnya.

“Terima kasih..” ucapnya gugup, dengan wajah sedikit menunduk ia meminum minuman yang diberikan.

Kyu Hyun terdiam sejenak, pemuda berotak jenius itu hanya memperhatikan So Eun yang duduk di hadapannya. Hal itu disadari benar oleh So Eun hingga ia semakin menundukkan wajahnya.

“Sejak kapan kau berdiri di depan? Kau terlihat sudah bosan ketika aku datang..”

So Eun sedikit mengangkat wajahnya ketika mendengar pertanyaan itu. Sedikit berfikir menjawabnya. “H-Hum, belum lama. Mungkin sepuluh menit..”

“Benarkah?” Kyu Hyun menganggukkan kepalanya. “Aku fikir sudah begitu lama.” Kyu Hyun menganggukkan kepalanya sambil meminum minumannya sendiri.

So Eun menggigit bibir bawahnya sebelum kembali dengan diam-diam memperhatikan Kyu Hyun di hadapannya. Sebenarnya bukan makanan yang diberikan ibunya inilah yang menjadi alasannya datang kemari. Namun lebih karena ia penasaran seharian ini mengenai kelanjutan cerita antara Kyu Hyun dan Eun Jung setelah insiden tadi. Benar-benar seharian ini fikiran So Eun hanya mengenai semua itu karena ia sendiri mendengar bahwa Eun Jung punya rencananya sendiri dibalik rekayasa yang dilakukannya. Tapi, setelah berhadapan dengan Kyu Hyun begini ia kembali tak berani bertanya. Ayolah, walau mereka adalah ‘calon-tunangan’ namun sejauh ini mereka bahkan belum dekat sama sekali. Apa hak So Eun untuk bertanya memangnya?

“Hey? Kau tidak membeku bukan?”

So Eun tersadar dari fikirannya. Gadis itu reflek kembali menatap Kyu Hyun yang menatapnya bingung. “H-Huh? T-Tidak. Tidak sama sekali..” So Eun menjawab kaku.

Kyu Hyun tampak menganggukkan kepalanya sambil kembali meminum minumannya.

“H-Hum, K-Kyu Hyun-ssi..” Dengan berusaha mengumpulkan keberanian yang lebih So Eun membuka suaranya kini. Dimana keberanian itu lebih menciut begitu melihat Kyu Hyun meliriknya – menatap padanya.

“Iya?”

So Eun menelan ludah. Astaga, bagaimana ini? Kenapa ia bias seperti ini? Selalu bertingkah aneh di depan pemuda ini. Bukankah itu hanya akan membuat pemuda pintar di depannya ini menganggapnya sebagai seorang gadis yang aneh? Menyedihkan.

“U-Um..” So Eun sedikit menundukkan wajahnya lagi. Ia tak berani menatap mata Kyu Hyun yang bak laser. “E-Eun Jung… baik-baik saja, bukan?”

So Eun memejamkan matanya. Astaga astaga! Bagaimana dengan pertanyaannya barusan? Apakah itu akan dianggap aneh juga. Diam-diam So Eun kembali melirik Kyu Hyun untuk melihat reaksi pemuda itu.

“Ya, dia baik..” Kyu Hyun menganggukkan kepalanya. “Aku sebenarnya heran kenapa ia bisa pingsan tiba-tiba. Padahal dilihat dari suhu tubuh ia begitu normal, warna kulitnya juga baik. Tapi entah kenapa tadi bias pingsan mendadak begitu..” Kyu Hyun menjawab sedikit serius dengan wajah serius. Hal yang membuat So Eun mengomel dalam hati menyadari bahwa manusia pintar seperti Kyu Hyun bias tertipu oleh trik murahan begitu. Bukankah percuma saja punya otak pintar kalau begitu?

“Oiya..” Kyu Hyun selesai dengan wajah  berfikirnya tak berapa lama. Kembali menoleh pada So Eun. “Aku juga selalu heran kenapa kau selalu datang terlambat. Kau tahu? Tadi penjaga sekolah melaporkan beberapa murid yang sering terlambat – kau salah satunya. Hal itu ditambah dengan laporan beberapa guru ketika mereka membahas nilai akademik kelas 3C dimana kau berada di urutan-urutan terendah..”

KYAAAAAAAAAAAA. So Eun berteriak di dalam hati. Oh my god, bukankah ini memalukan ketika pemuda yang kau suka yang ternyata pintar luar biasa membahas hal seperti ini kepadamu – tentang betapa payahnya dirimu. Mungkin kalau saja kau mempunyai kekuatan menghilang dalam sekejap, kau akan segera mempraktekkannya sekarang juga. Hal itulah yang saat ini So Eun rasakan.

So Eun menelan ludahnya kembali dan bersiap untuk menjawab apapun yang mungkin bias ia katakan. Namun belum sempat mulut gadis itu terbuka perhatiannya sudah teralihkan sepenuhnya begitu menyadari Kyu Hyun sedikit berdiri dari tempat duduknya. Menyentuh lembut kepala So Eun yang membuat So Eun membeku dalam sekejap.

“Aku bisa membantumu bila kau mau. Jadwal kencan dan perkenalan yang dibuatkan oleh orang tua kita, kita bisa merubahnya menjadi les privat bila kau mau..” ucap Kyu Hyun sedikit tersenyum sambil mengelus kepala So Eun. Sementara itu So Eun masih membeku di tempatnya, ia menengadah menatap Kyu Hyun yang tengah menatapnya lembut.

“H-Hah?” So Eun baru sadar apa yang pemuda itu bicarakan setelah beberapa menit. “L-Les privat?” ulangnya kaku. Yang benar saja! Waktu-waktu itukan adalah saat-saat yang ditunggunya dimana ia bebas dari rutinitasnya sebagai pelajar dan menjadi seorang gadis normal lainnya yang pergi kencan dengan pujaan hatinya ke tempat-tempat yang menyenangkan. Bagaimana mungkin Kyu Hyun berencana merubahnya menjadi hal membosankan seperti belajar dan belajar lagi, huh?

“Iya. Kaukan akan segera lulus SMA, juga kau harus ujian masuk perguruan tinggi. Aku fikir daripada kita menghabiskan waktu melakukan hal yang tidak perlu lebih baik belajar, bukan?”

“Tapi Kyu Hyun-ssi” So Eun berteriak dalam hati. Sama sekali tak setuju dengan rencana Kyu Hyun ini. Tapi bagaimana cara ia menyampaikannya? Bisa-bisa nanti Kyu Hyun malah semakin menganggapnya aneh karena dinilai begitu pemalas. Hal itu bisa saja menjadi pemikiran Kyu Hyun sehingga ia mungkin akan menolak rencana pertunangan ini. TIDAK!

“B-Baiklah. Ide bagus..” jawab So Eun terpaksa dengan senyum yang dipaksakan. Kyu Hyun tampak tersenyum membalas persetujuan So Eun. Ia menarik tangannya kembali.

“Baguslah kalau kau setuju. Kita bisa memulai akhir pekan ini..” sambut Kyu Hyun sambil kembali duduk di tempat duduknya sambil meminum-minumannya kembali. Sementara itu di sudut lain So Eun malah sibuk membesarkan hatinya sendiri dengan mengatakan bahwa tidak masalah walau diganti dengan belajar, toh yang penting bersama Kyu Hyun bukan? – walau sepertinya ucapan-ucapan seperti itu tak terlalu membantu hatinya yang lain yang tetap keberatan.

*

“Masuklah dan jangan lupa sampaikan salamku pada orang tuamu..” ucap Kyu Hyun sesampainya mereka di depan rumah So Eun. Ia baru saja mengantarkan So Eun kembali ke rumahnya mengingat ini sudah cukup malam.

So Eun yang baru saja turun dari motor Kyu Hyun tampak menganggukkan kepalanya sambil melepas helm yang dikenakannya. “Tentu. Akan kusampaikan…” ucapnya pelan sambil tersenyum pada Kyu Hyun. Raut wajahnya terlihat cukup merah tersorot oleh cahaya bulan yang sedang purnama.

“Baiklah, sepertinya aku harus segera pulang. Ada hal lain yang perlu kukerjakan. Selamat malam.” ujar Kyu Hyun kemudian sebelum menghidupkan mesin motornya kembali. Pemuda itu lagi-lagi tersenyum dan pamit kepada So Eun sebelum membawa motornya menjauh dari hadapan So Eun.

So Eun menatap kepergian pemuda itu. Pemuda itu di mata So Eun benar-benar bersinar, bahkan walau hanya menatap punggungnya seperti ini So Eun terus merasa berdebar. So Eun tersenyum kecil sambil mengalihkan pandangannya menuju langit yang juga benderang. Bintang, di mata So Eun… sinar yang dimiliki Kyu Hyun tak kalah dari sinaran sang bintang. So Eun percaya bahwa mungkin sejak awal Kyu Hyun adalah bintang yang akan menerangi hidupnya yang membosankan.

*

Pagi ini tak seperti biasanya So Eun sengaja lebih awal ke sekolah agar tidak terlambat lagi. Semenjak pembicaraannya dengan Kyu Hyun semalam So Eun berjanji untuk bersikap lebih baik lagi – setidaknya tidak terlalu buruk di mata pemuda itu.

Setibanya So Eun di kelasnya pagi ini ia menemukan gerombolan di kelasnya tersebut. Tentu saja seperti biasanya Eun Jung dan Hyo Min ada di pusat gerombolan itu.

“Aku menarik kembali tiket konser One Direction-ku. Mengingat kau tak berhasil..” Hyo Min bersuara cuek sambil menarik sebuah tiket dari tangan Eun Jung. Dimana Eun Jung sedikit sulit melepaskan melepaskannya.

“Yah.. Hyo Min. biarkan aku memilikinya!! Kaukan sudah punya satu. Jadi biarkan aku memiliki yang satu ini!!” Protes Eun Jung sambil menarik ulur tiket di tangannya sebelum ditarik sepenuhnya oleh Hyo Min. Eun Jung cemberut berat.

“Tapi kitakan sudah sepakat bahwa kau bisa mendapatkan ini kalau kau dapat ciuman dari Cho Kyu Hyun. Nah, kaukan tidak mendapatkannya jadi perjanjian kita batal..” jawab Hyo Min cuek sambil mengantongi kembali tiket tadi. Mengacuhkan tatapan memohon Eun Jung.

“Tapi.. bukankah aku sudah melakukan banyak hal? Coba, siapa diantara kalian semua yang pernah dibopong Cho Kyu Hyun? Cuma aku sendiri, bukan? Seseorang yang merasakan lengannya? Dadanya? Bahkan mencium aroma parfumnya dekat melalui lehernya. Siapa memangnya yang pernah melakukan itu semua diantara kalian semua? Hanya aku bukan?”

So Eun seperti tergigit lidahnya sendiri mendengar celotehan Eun Jung yang blak-blakkan. Holy! Gadis ini berlebihan sekali. Juga… vulgar? Bagaimana mungkin ia terang-terangan berbicara mengenai lawan jenisnya seterang itu – ditambah dengan fakta ia berbicara di depan ‘calon-tunangan’ si laki-laki yang dibicarakan. Yang benar saja.

So Eun merengut sambil meninggalkan pusat keramaian itu kemudian. Ia memilih berjalan keluar kelas.

Tapi, difikirkan kembali.. tetap saja ucapan-ucapan Eun Jung itu mengganggunya; tentang bagaimana gadis itu pernah dipeluk Kyu Hyun, pernah berada dekat di lengannya dan menempel di dada pemuda idola di sekolahnya itu, juga hal yang paling menganggunya adalah mengenai masalah parfum. So Eun bahkan baru ingat bahwa ia tak pernah mencium parfum pemuda itu – atau lebih tepatnya ia yang tak pernah menyadari aroma parfum pemuda itu. Karena Cho Kyu Hyun memang populer memiliki aroma yang khas di balik kelebihannya yang pernah diceritakan sebelumnya.

Ahhh! So Eun benar-benar frustasi. Bagaimana mungkin ia bisa kalah dengan Eun Jung coba?! Calon tunangan Kyu Hyun kan dia!!

*

“Hey! Kau melamun!”

So Eun tersentak, secepatnya gadis itu tersadar dari lamunan panjangnya lalu beralih menuju seseorang yang baru saja mengagetkannya. Wajah datar khas Cho Kyu Hyun kembali terlihat disana.

“Tch, bagaimana kau bisa mengerti kalau kau tak pernah fokus dengan semua ini. Fikiranmu tak disini..” omel pemuda berambut brunette itu sambil geleng-geleng kepala. So Eun lebih tersadar dan tersenyum kaku.

“E-Eung, M-Maaf.. aku hanya teringat sesuatu..” ucap So Eun sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Siapa memangnya yang kau fikirkan? Kekasihmu? Tch, ayolah.. kau punya lebih dari 24 jam memikirkannya. Tapi tidak kali ini karena kau seharusnya fokus dengan pelajaran ini. Kau tak ingat? Kau mendapat score rendah di ulangan kemarin!” Dumel Kyu Hyun dengan wajahnya yang serius. Namun hal itu sama sekali tak terfikirkan oleh So Eun karena ia malah memikirkan ucapan Kyu Hyun barusan. Kekasih? Apakah Kyu Hyun bisa dengan semudah itu memikirkan kalau So Eun memikirkan laki-laki lain di saat seperti ini? Semudah itukah? Padahal bagi So Eun sendiri membayangkan banyak orang yang menyukai Kyu Hyun saja rasanya sudah sangat begitu menyebalkan. Tapi kenapa pemuda di depannya ini dengan begitu enteng menyebutkan hal seperti itu? Tidak ingatkah dia kalau So Eun ini ‘calon-tunangannya’?

“Hey, Kim So Eun?”

So Eun kembali seperti terlempar dari pemikirannya namun kali ini ia kaget ketika mengumpulkan fokusnya kembali ketika menemukan wajah Kyu Hyun begitu dekat dengannya. So Eun terpana, menatap pemuda di depannya itu dengan wajah terbodoh yang ia punya. Namun, hal itu tertarik lebih ketika hidungnya menangkap aroma yang begitu baik dengan jarak yang aneh ini. Inikah? Inikah aroma yang juga menjadi bahan gossip teman-temannya?

“Hey? Berhenti membuat aku heran, Kim So Eun? kau membuatku cemas dengan sikap anehmu. Kau baik-baik saja, bukan?”

So Eun kembali tersadar dan kali ini ia reflek sedikit mendorong Kyu Hyun darinya. Astaga, aroma tubuhnya tak baik!

“E-Eung..” So Eun bergumam seperti robot rusak. Ia berusaha mengalihkan perhatiannya dari Kyu Hyun yang mungkin menatapnya heran setelah dorongan singkatnya barusan. “A-Aku tak apa-apa. Hehe. A-Anu… Koonie, kucing peliharaanku sakit. Aku hanya sedang berfikir tentang keadaannya. Hehe..” So Eun menjawab dengan nada yang begitu aneh.

Kyu Hyun berdecak, ia menggelengkan kepalanya sambil memperlurus duduknya setelah dorongan So Eun tadi. Wajah pemuda itu juga terlihat datar. “Aku tak mengerti dengan jalan fikiranmu. Tapi terserahlah! Yang jelas kau tak bisa memikirkan hal lain ketika sedang belajar – apalagi belajar denganku seperti ini. Aku akan berhenti mengajarmu kalau kau lakukan…”

“H-Huh?” So Eun sedikit panik mendengarnya. Astaga, ini adalah satu-satunya jalan bisa lebih dekat dengan Kyu Hyun kini. Bagaimana mungkin harus diakhiri juga. “J-Jangan begitu. A-Aku tidak bermaksud mengacuhkanmu, kok. Ok, aku tak akan melakukannya lagi. Tapi jangan berfikir untuk menghentikan ini semua. Please?” So Eun sedikit merengek, ia benar-benar takut kalau Kyu Hyun serius dengan ucapannya hingga ia reflek menyentuh salah satu lengan pemuda itu – hanya untuk ia merasakan debaran jantungnya lagi. Omo, kini ia juga telah memegang Kyu Hyun seperti yang Eun Jung lakukan! Namun ia tak sepenuhnya berfikir hal itu lebih panjang karena ia ingat bahwa Kyu Hyun tengah sedikit mengancamnya kini. “Please… jangan putuskan untuk berhenti dulu.” Ucapnya sambil kembali menatap Kyu Hyun sambil dengan sengaja semakin menggenggam lengan Kyu Hyun – sedikit merasakan otot lengan pemuda itu. Karena walaupun tidak punya otot yang cukup besar ia tetap memiliki tubuh seorang laki-laki seumurannya yang sebenarnya.

Kyu Hyun tampaknya merasakan ada yang tidak wajar dengan pegangan So Eun di lengannya kali ini. Hingga pemuda itu reflek menepisnya. “Baik!” Serunya cepat. “Aku akan bertahan jika kau berubah. Kalau kau lakukan lagi aku tidak janji!” Ucap Kyu Hyun sedikit lebih menekankan. Sementara itu So Eun menarik tangannya kembali dan mengangguk.

“Baiklah. Aku janji…” ucapnya pelan sambil menggenggam tangannya sendiri.

*

Hari ini adalah hari kamis. Hingga seperti biasanya pagi-pagi sekali mereka semua sudah berkumpul di lapangan olahraga yang ada di sekolah tersebut. Dimana hal itu menjadi hal yang menyebalkan untuk So Eun.

Saat ini seperti biasanya So Eun berada di antara siswi lainnya yang sibuk melakukan pemanasan kecil-kecilan sebelum berolahraga. Dan seperti biasanya, So Eun harus siap kalau-kalau kupingnya panas ketika semua orang di sekitarnya membicara guru olaharaga sementara mereka yang saat ini sibuk mengajarkan beberapa teknik bermain basket kepada siswa laki-laki di kelasnya.

“Tch, aku tak menyangka kau tetap tak mau memberika tiket konser itu. Maksudku, hey… aku tetap adalah gadis satu-satunya yang pernah dibopong oleh Cho Kyu Hyun – guru tampan kita..” omel Eun Jung di sela-sela kegiatan perenggangan mereka. Hal yang benar-benar membuat So Eun berdecak sebal. Yah!! Walau ia sudah mencium aroma tubuh Kyu Hyun dari dekat ataupun telah memegang lengan pemuda itu dia tetap belum pernah dibopong atau dipeluk pemuda itu bukan? Hal ini menyebalkan sekali.

“Hey, berhentilah mengomel dan mengomel. Nyatanya kau memang tak bisa memenuhi taruhan kita, bukan?” Hyo Min disampingnya mendomel sambil memutar bola mata bosan. Eun Jung menatapnya kesal.

“Tapi tetap saja, aku sudah berusaha hingga mendapatkan apa yang belum kalian semua dapatkan. Setidaknya aku berhak, bukan?”

“Aish, kau terus mengatakan hal yang sama. Hey, kau hanya pernah dibopong – itupun kau tak kau lakukan dengan terang-terangan. Berhentilah membanggakan dirimu untuk itu!”

“Tch, walau begitu tetap aku berada di atas kalian semua bukan? Kaupun iri sebenarnya. Iya kan?!” Eun Jung terus melawan Hyo Min berdebat. Suara mereka yang keras berhasil menarik perhatian pihak lainnya ke arah gerombolan ini. Bahkan Kyu Hyun yang awalnya sedang berbicara di depan siswa laki-laki menoleh pada mereka semua. Hyo Min dan Eun Jung yang menyadari hal itu mengecilkan suara mereka.

“Aku tidak iri..” Hyo Min bersuara dengan suara lebih berbisik pada Eun Jung. “Aku juga bisa melakukan hal yang kau lakukan. Bahkan lebih.”

So Eun tampak mengangkat alisnya bersamaan dengan Eun Jung melakukannya. Sama-sama penasaran.

“Apa maksudmu itu?” Tanya Eun Jung bingung.

Hyo Min tak langsung menyahut, ia mengalihkan pandangannya menuju Kyu Hyun kembali. So Eun, Eun Jung, dan siswa lainnya ikut menoleh ke arah itu.

“Aku bisa mencium Cho Kyu Hyun. Di tempat ini juga, di depan kalian.”

Seperti dejavu, So Eun kembali tersedak di tempat yang sama dengan beberapa minggu yang lalu. Ia menatap horror gadis berambut pirang itu. H-Hey, ini bercanda lagi, bukan?

“Huh, kau bermimpi. Bagaimana kau akan melakukannya? Kau mau satu sekolahan tahu dan kau serta Cho Kyu Hyun ditendang dari sekolah ini?!” Eun Jung protes sedikit emosi.

“Tentu saja, aku harus melakukannya dengan sedikit ‘seni’. Sama seperti yang kau lakukan kemarin..” Hyo Min sedikit mencibir, membuat Eun Jung speechless di tempatnya. Sementara So Eun membeku, dia telah membayangkan sendiri kalau saja Kyu Hyun dan Hyo Min… TIDAK!

“H-Hey.. jangan bilang kau..”

“Nah, apa yang bisa kau berikan padaku kalau aku bisa membuktikan kebenaran kata-kataku ini?! Imbalan maksudku..” Hyo Min kembali menantang Eun Jung yang gugup duluan.

“I-Imbalan? Bagaimana mungkin meminta imbalan tiba-tiba?”

“Tch, kau tak asyik..” Hyo Min mendomel, kembali melirik Kyu Hyun. “Tapi tak apa-apa. Aku tak meminta imbalan apapun. Memangnya apa yang lebih baik daripada mendapatkan ciuman dari Cho Kyu Hyun, huh? Aku sebenarnya sudah lama penasaran tentang skill ciuman dari Cho Kyu Hyun ini, maksudku apakah kepandaian ciumannya sebaik nilai akademiknya?” Hyo Min bergumam pelan sambil berfikir, ia tampak sedikit mengkhayal. Sementara So Eun yang juga membayangkan apa yang dibicarakan Hyo Min bersama bayangan Kyu Hyun dan Hyo Min melakukan itu membuatnya….

“Tch, sebaiknya aku tak membuang waktu..”

Khayalan So Eun melebur kembali ketika Hyo Min kembali bersuara. Kali ini ia mengalihkan pandangannya dimana gadis itu telah berdiri dari tempatnya. Hyo Min tampak merapikan rambutnya sebentar sambil menarik nafas, sebelum dengan yakin berjalan menuju Kyu Hyun.

So Eun berdebar. Astaga, apa yang akan terjadi? Apa yang akan terjadi? Bagaimana kalau Hyo Min serius dengan kata-katanya? Apa dia benar-benar akan mencium Kyu Hyun disini? Di depannya? Benarkah?

Hyo Min terus berjalan menuju Kyu Hyun yang belum menyadari apapun selain bola basket di tangannya. Sementara di tempatnya So Eun semakin gugup melihat Hyo Min makin dekat dengan ‘calon-tunangannya’ dengan langkah menggodanya. Satu langkah, dua langkah, Hyo Min semakin mendekat hingga ketika ia hampir dekat menuju Kyu Hyun yang mulai menoleh heran padanya tiba-tiba…

“STOP!! JANGAN MENCIUMNYA!!”

Hening….

Seisi lapangan terdiam sambil melirik ke arah So Eun yang berteriak dengan keras tiba-tiba. Sementara itu Hyo Min dan Eun Jung serta gadis-gadis lainnya yang masih berada di sekitarnya juga memberinya tatapan yang heran. Beda lagi dengan Kyu Hyun yang tiba-tiba menghentikan perbincangannya dengan siswa-siswa laki-laki lalu ikut menolehnya dengan tatapan datar – heran juga.

So Eun akhirnya tersadar atas apa yang ia katakan. Wajahnya memucat seketika.

“M-Maaf..” ucapnya malu dan tak enak sambil membungkukkan badannya. Tak tahan dengan pandangan semua orang So Eun kemudian segera berdiri dari tempatnya dan segera lari ke arah kamar mandi. Membawa rasa malu yang dibawanya terhadap semua orang – terutama Kyu Hyun.

*

So Eun mencuci wajahnya berulang kali demi menghilangkan rasa panas yang terasa membakar wajahnya.  Satu kali, dua kali, berkali-kali namun rasa itu tak juga hilang. Apalagi membayangkan pandangan Kyu Hyun tadi rasanya ia ingin mencari laut terdekatnya dan menenggelamkan diri disana. Menghilang untuk selamanya.

“Tch, bodoh..” So Eun mengomel sambil menatap bayangan wajahnya sendiri pada cermin di depannya sebelum membenturkan kepalanya pelan disana. “Bodoh..” ulangnya lagi sambil membenturkan kepalanya lagi. Benar-benar terlihat depresi.

*

“So Eun, kau sudah pulang?”

Langkah gotai So Eun terhenti ketika baru saja ia masuk suara lembut wanita yang melahirkannya menyambutnya. So Eun menoleh pada wanita yang baru saja datang dari dapur dengan apron di tubuhnya itu.

“Ibu menunggumu daritadi..” ucap wanita itu riang.

“Ada apa memangnya, bu?” Tanya So Eun lesu. Sejujurnya ia masih begitu tak bersemangat akibat insiden memalukan di lapangan tadi.

“Ini..” Nyonya-Kim mengangkat sesuatu dari atas meja terdekat dan menunjukkannya pada So Eun. “Aku ingin kau mengantarkan untuk Kyu Hyun..” sambungnya dengan senyuman berbinar.

So Eun melirik kotak bekal tersebut. Ini kebetulan atau tidak tapi hari ini benar-benar sama dengan hari senin dua minggu lalu. Saat itu adalah hari dimana Eun Jung menabrakkan dirinya sengaja dengan Kyu Hyun dan ia pulang dengan langkah lesu seperti sekarang. Namun tiba-tiba ibunya memanggilnya dan memintanya mengantarkan makanannya pada Cho Kyu Hyun – ‘calon-anak-menantunya’.

“Hey? Kau kembali melamun. Kau ini aneh sekali. Di luar sana anak-anak orang lain memiliki hobi-hobi yang menyenangkan, tapi kau… kau malah memilih melamun sebagai hobimu.” Nyonya-Kim mengomel tiba-tiba untuk menyadarkan So Eun yang melamun. So Eun hanya berdecak sebal.

“Bu, aku lelah. Kenapa tak meminta sopir kita saja? Dia tahu rumah Kyu Hyun..” ujar So Eun lesu. Jujur sebenarnya ia begitu-sangat ingin bertemu Kyu Hyun, namun mengingat kejadian memalukan siang ini sepertinya ia tak siap.

“Aish, aku tentu saja sengaja membuatnya untuk kau antarkan. Ini adalah salah satu bagian rencana agar kalian berdua semakin dekat dan lengket..” jawab Nyonya-Kim dengan wajah berbinar ala fans-fans boyband tertentu. So Eun memutar bola mata bosan.

“Tapi bu..” So Eun merengek. “Aku—“

“—Tch, jangan membantah. Pokoknya kau harus tetap mengantarkan ini, kalau tidak… uang jajanmu dipotong setengah untuk minggu ini.”

“Yah ibu… bagaimana bisa begitu?” So Eun merengek.

“Ibu tak punya pilihan kalau kau tak mau melakukannya..” Nyonya-Kim menyahut cuek. Hal yang akhirnya mau tak mau harus membuat So Eun melakukan permintaan sang ibu.

*

So Eun bersandar di dalam lift yang membawanya ke lantai dimana Kyu Hyun tinggal dengan wajah terpasrah yang ia punya. So Eun cukup beruntung karena hanya ia sendirian di dalam kotak besi itu. Sehingga So Eun bisa melakukan apapun yang ia mau untuk menghilangkan rasa gugup yang dirasakannya.

So Eun berlatih banyak hal; mulai dari merangkai kata-kata yang akan ia ucapkan pada Kyu Hyun nanti, cara bersikapnya, hingga kalimat-kalimat apa saja yang akan ia katakan agar bisa secepatnya pergi setelah mengantarkan makanan ini. Hingga setelah ia sampai di lantai yang dimaksud ia akhirnya sudah merasa begitu siap untuk menghadapi pemuda itu.

So Eun akan berkelok menuju apartement Kyu Hyun, namun langkahnya tiba-tiba berhenti dan ia menarik langkahnya kembali. Sedikit ragu So Eun kemudian mengintip kembali ke arah depan apartement Kyu Hyun untuk melihat apa yang baru saja menghentikan langkahnya. Sesuatu yang membuatnya terpana.

Disana, di depan apartementnya Kyu Hyun tampak berada disana sambil memeluk seorang gadis yang tampak menangis di bahunya. So Eun awalnya sama sekali tak percaya dengan apa yang dilihatnya hingga ia mengucek matanya. Namun yang dilihatnya tetaplah sama disana.

Ini bertolak belakang dengan hatinya yang sudah terasa menyempit duluan, namun ia tetap diam-diam melirik kesana untuk lebih melihat gadis yang saat ini tetap dipeluk oleh Kyu Hyun. Walau dilihat darisini So Eun dapat melihat bahwa gadis yang dipeluk Kyu Hyun cantik – sangat cantik. Dia memiliki rambut panjang yang diwarnai sedikit pirang. Dilihat dari cara berpakaiannya terlihat ia adalah gadis dari keluarga yang berada, juga disana So Eun melihat dia adalah gadis yang memiliki selera fashion yang bagus. Hal itu terlihat dari gaun yang digunakannya yang memeperlihatkan lekuk tubuhnya yang bisa dikatakan sempurna; ia tinggi dan… seksi. Gadis yang begitu tentu sepadan dengan sarjana seperti Kyu Hyun dibanding dirinya yang masih kekanakkan.

So Eun tak bisa melihat lebih jauh karena ia tiba-tiba merasakan rasa sempit di dadanya kian terasa menyakitkan. Hal itulah yang akhirnya membawa langkah So Eun untuk berbalik dan segera menerobos ke dalam lift yang kebetulan terbuka.

*

“Nona, cepat seka—“

Sopir setengah baya yang memang ditugaskan untuk mengantarkan So Eun kemana-mana itu menghentikan kata-katanya karena So Eun seperti tak mengacuhkannya. Ia kemudian melirik bingung pada So Eun melalui kaca yang berada di dekat kepalanya.

“Nona?” Tanya sang sopir bingung melihat gelagat So Eun yang tak biasa. Namun gadis itu tak mau menoleh padanya, ia tampak bersandar di jok mobil sambil menutupi wajahnya dengan salah satu lengannya.

“Bawa aku pulang, paman..” ucap gadis itu kemudian – terdengar sedikit parau.

*

Ruangan itu terasa hening untuk beberapa alasan. Sesekali yang terdengar hanyalah suara tangisan pelan yang terdengar bersama suara detik jarum jam yang tergantung di sudut ruangan. Dari luar suara kebisingan yang diciptakan angin terhadap tanaman-tanaman yang diletakkan di luar balkon juga terdengar.

Kyu Hyun menghela nafas, ia melirik gadis yang saat ini masih menangis di dadanya. Sesekali ia melirik dan melirik ke arah jam dinding di sudut ruangan. Hatinya menghitung sudah lina menit sudah ia berdiri di depan pintu dengan gadis ini yang terus menangis di dadanya.

Well, Noona. Cukup menangisnya…” Ujar Kyu Hyun tak lama. Ia memegang kedua bahu gadis itu dan melepaskan pelukan di pinggangnya.

Cho Ah Ra, gadis berambut pirang yang merupakan kakak perempuan Kyu Hyun itu mendesah. Ia menatap pemuda di depannya dengan matanya yang masih begitu basah. “Kau itu tak mengerti, Cho Kyu Hyun. Sedih tahu melihat kekasihmu lebih memilih pekerjaannya daripada dirimu..” adunya manja. Kyu Hyun terlihat memutar bola mata bosan.

“Setidaknya itu lebih baik daripada dia selingkuh..”

“Apa? Selingkuh? AK—hmmp..”

“Aku bilang misalnya..” Kyu Hyun berdecak sambil melepas bekapan tangannya pada mulut Ah Ra. Ia kemudian bergeser untuk beristirahat di sofa. Ah Ra menghela nafas, lalu bergabung duduk bersamanya.

“Ini adalah kepulangan setelah tiga bulan di Tokyo. Aku terkejut kau hanya menyambutku begini..” omel gadis itu sambil menarik remote TV Kyu Hyun. Ia menyalakan TV kemudian.

“Lalu aku harus menyambutmu seperti apa lagi? Membuat pesta perayaan? Lagipula, melihat kau datang-datang langsung memelukku dan menangis seperti orang gila begitu aku jadi kehilangan minat menyambutmu..” Kyu Hyun menyahut datar.

“Aish, kau tak berubah..” Cho Ah Ra mengomel. “Akukan hanya mengekspresikan rasa rinduku bersama rasa sedihku karena bertengkar dengan kekasihku. Aku tak punya pilihan…”

Kyu Hyun kali ini tak menyahut. Ia memilih menatap datar acara yang disetel oleh Ah Ra. Ah Ra lagi-lagi berdecak, namun tetap menatap Kyu Hyun.

“Oiya, aku tentu saja datang tanpa alasan. Aku ingin tahu mengenai ‘calon-tunanganmu’ yang diceritakan ibu. Aku ingin kenalan dengannya…” ujar Cho Ah Ra tak lama.

Kyu Hyun sedikit berdecak, melirik Ah Ra dengan sudut matanya. “Kalau ingin bertemu kenapa mencarinya kesini? Kau fikir ini rumahnya?” ujar Kyu Hyun datar.

“Haha, aku hanya menebak kau mungkin menyimpannya disini. Cho Kyu Hyun-ku kan sudah dua puluh tahun. Mungkin saja kan dia menyimpan seorang gadis di tempat tinggalnya – kaukan sudah sarjana juga..” celoteh Ah Ra. Untuk kesekian kalinya Kyu Hyun hanya memutar bola matanya sebal dan tak menyahut. “Jadi, bagaimana? Dia cantik kan? Yah, walau tak secantik aku..”

“Tidak ada hubungan seperti itu…” Kyu Hyun menjawab datar. Cho Ah Ra menoleh padanya, tak mengerti.

“Tak ada bagaimana?”

“Ya, tidak ada..”

“Tapi ibu bilang kalian selalu menghabiskan waktu bersama setiap akhir pekannya. Bagaimana mungkin tidak ada?”

“Ya, tapi aku hanya membantunya di beberapa mata pelajaran yang lemah..”

“Hah?” Cho Ah Ra menunjukkan wajah anehnya pada Kyu Hyun. Tak mengerti.

“Kau belum dengar? Dia itu masih delapan belas tahun, masih seorang pelajar di tahun terakhir. Dan satu lagi, dia itu murid di tempat aku magang..”

“HAAAH??” Seruan aneh Ah Ra semakin keras, wajahnya juga kian aneh. “J-Jadi kau mengencani anak sekolah? Seperti Pedophile, begitu?”

“Tch, bukan itu maksud pembicaraanku disini. Juga, pedophile bagaimana? Dia hanya dua tahun lebih muda dariku. Berhentilah berlebihan…” Kyu Hyun bersuara risih.

Ah Ra tampak tersadar, ia kemudian terkekeh. “Haha, maaf maaf. Aku lupa kalau kau terlalu pintar hingga begitu awal dari anak seusiamu. Tapi, aku semakin tak mengerti. Kalian hanya beda dua tahun, lalu apa masalahnya?” Tanya Ah Ra bingung. Kyu Hyun mendesah.

“Tentu saja, bagaimana mungkin aku bertunangan dengan seorang pelajar. Dan lagi, dia adalah muridku!” Kyu Hyun menyahut bosan.

“O-Oh iya..” Ah Ra mulai menangkap arah pembicaraan Kyu Hyun. Ia menganggukkan kepalanya sesaat, namun tak lama menoleh lagi. “Kalau begitu kenapa tak pacaran saja. Berpacaran bukan hal yang aneh bagi seorang pelajar, bukan? Dan mengenai status.. huh ayolah, kalian bisa menyembunyikannya untuk sementara.. toh kau disana hanya untuk tiga bulan.”

Kyu Hyun mendesah mendengar ucapan-ucapan Cho Ah Ra. Ia bosan karena Ah Ra tidak juga mengerti dengan keadaan yang ada. Merasa diacuhkan Cho Ah Ra mulai mencari kesimpulannya sendiri.

“Atau..” Ah Ra mengangkat wajahnya lagi. “Kalian tak tertarik satu sama lain? Atau… kalian menyukai orang lain?” Analisa Ah Ra tak lama.

“Entahlah..” Kyu Hyun menyahut bosan sambil bangkit dari tempat duduknya. Ah Ra menatapnya bingung. “Aku akan tidur, kalau kau mau pulang jangan lupa tutup pintunya…” ujar pemuda itu sambil berjalan ke arah kamarnya.

“Hey, aku berencana menginap disini!!”

*

So Eun duduk di salah satu sudut tempat tidurnya sambil memeluk kakinya sendiri. Saat ini, gadis berambut panjang itu masih juga memikirkan hal yang terus mengganggunya seharian ini. Sesuatu mengenai Cho Kyu Hyun.

So Eun benar-benar tak mengerti harus menyikapi seperti apa tentang hubungannya dengan Kyu Hyun saat ini. Ia merasa takut untuk menyikapi. Ketika tadi ia melihat Kyu Hyun bersama wanita lain So Eun tahu kalau ia merasa cemburu, dia marah, ia merasa dikhianati. Namun, ketika ia terus-terusan memikirkan itu ia kembali mengingat bahwa bahkan ia tak berhak untuk merasakan cemburu. Kyu Hyun tetaplah bukan siapa-siapanya.

‘Calon tunangan’, entah kenapa So Eun mulai merasa lucu dengan dua kata itu. Namun sungguh saat sekarang ia benar-benar tak sanggup untuk sekedar tertawa karena hatinya yang benar-benar merasa tak nyaman sejak tadi. Melihat Kyu Hyun dengan gadis lain membuatnya tak nyaman.

Selama mengenalnya, bahkan sampai diperkenalkan sebagai calon tunangannya ini tentu saja bukan kali pertama hatinya harus merasa tak nyaman dengan banyaknya gadis yang menyukai pemuda itu. Ia bahkan memiliki dua teman yang juga begitu menggilai ‘calon-tunangannya’ itu. Namun, sejauh itu ia tahu bahwa disbanding mereka tadi ia masih beruntung karena ia masih orang yang terdekat dengan Kyu Hyun – mengingat ia adalah ‘calon-tunangannya’. Namun, setelah menemukan bahwa ada gadis lain yang ternyata lebih dekat dengan pemuda itu hatinya mulai merasa ngilu. Apalagi ketika ia mengingat betapa menawannya sosok yang mendekap Cho Kyu Hyun tadi, gadis yang bahkan tak bisa dibandingkan dengan sosok biasa sepertinya.

Kini setelah semua yang dilihat tadi So Eun lagi-lagi kembali bertanya-tanya tentang hubungannya dengan Kyu Hyun. Apakah nama sebenarnya dari hubungan mereka ini? Bisakah ia bertahan seperti ini?

*

Kyu Hyun mendesah bosan. Pemuda dengan rambut brunette itu menyandarkan kepalanya pada kaca mobil sambil menatap ke luar jendela. Sepasang mata karamelnya juga melirik ke luar sana, melihat kepadatan kota Seoul pagi-pagi begini.

Di sampingnya, di depan kemudi, Cho Ah Ra malah tersenyum ceria sambil terus membawa mobilnya melaju membelah jalanan. Gadis itu juga bersenandung ria mengikuti audio mobilnya yang berbunyi. Sesekali ketika ia melirik adiknya gadis muda itu terkekeh sebelum terus bernyanyi dan bernyanyi

*

“Aku akan menjemputmu bila kau mau, adikku..”

Cho Ah Ra bersuara girang sambil mengeluarkan kepalanya melalui jendela mobil untuk melirik Kyu Hyun yang telah berdiri di luar mobil. Kyu Hyun lagi-lagi mendesah mendengarnya.

“Tidak perlu. Aku bisa naik taksi..” jawabnya datar. Ah Ra kemudian mengangkat bahu sebagai tanda ia tak terlalu peduli.

Seperti biasa, beberapa siswi perempuan yang kemudian lewat di sekitar mereka mulai menyapa dan tersenyum pada Kyu Hyun. Hal yang membuat Ah Ra lebih mengeluarkan kepalanya ketika menyadari hal itu.

“Woah, kau benar-benar populer..” ujarnya takjub.

“Pulanglah, ibu dan ayah pasti merindukanmu. Aku akan mas—“

“—Tunggu, Kyu!” Seru Ah Ra sambil keluar dari mobilnya dan menyusul Kyu Hyun yang baru berhenti beberapa langkah. Ketika Kyu Hyun berbalik ia mencuri satu kecupan di bibir Kyu Hyun. Hal yang membuat Kyu Hyun kaget, begitupun siswi-siswi SMA di sekitar mereka.

“Ah Ra..” Kyu Hyun mendesis sebal dengan nada berbisik sambil menyentuh bibirnya. Namun Ah Ra malah terkekeh dan mengerlingkan matanya.

“Hanya memberikan pelajaran pada murid-muridmu yang centil. Ok, aku akan pergi. Jadilah guru yang baik, Mr. Cho..” ucap Ah Ra sebelum berbalik kembali masuk ke dalam mobil. Meninggalkan Kyu Hyun dengan puluhan tatapan mata yang seakan menyudutkannya.

Kyu Hyun menghela nafas, ia melepas sentuhan di bibirnya dan melirik mobil Ah Ra yang kian menjauh. Pemuda itu kemudian kembali berbalik dan melanjutkan perjalanannya ke dalam gedung sekolah dan mengabaikan tatapan patah hati di sekitarnya.

Sementara itu tanpa ia sadari, ada sepasang mata karamel lainnya yang ikut menyaksikan kejadian tadi. Dimana saat ini sosok itu ikut menatap kepergian Kyu Hyun hingga pemuda itu menghilang dari pandangannya. Di bawah kakinya sebuah buku yang tadi ia jatuhkan tanpa sengaja karena kaget masih terletak begitu saja.

*

Pagi ini So Eun ke sekolah dengan tanpa gairah sama sekali. Gadis itu tampak berjalan gotai dengan bentuk wajahnya yang sedikit memprihatinkan – wajahnya sedikit pucat dan matanya membengkak.Sebenarnya So Eun benar-benar tak ingin ke sekolah pagi ini. Ia rasanya belum siap untuk bertemu Kyu Hyun atau bahkan mendengar suaranya. Namun karena hari ini ada jadwal quiz di kelasnya ia tak punya pilihan lain selain berusaha sedikit menebalkan mukanya. Namun melihat apa yang disaksikannya di depan gerbang tadi sepertinya ia seharusnya tahu bahwa ia memang tak seharusnya datang ke sekolah pagi ini.

Namun, hal itu sepertinya sudah percuma karena saat ini So Eun tetap berjalan menuju kelasnya dengan langkah gotai tadi. Ia tetap berusaha menguatkan dirinya disana.

So Eun baru saja memasuki kelas ketika suasana hening menyambutnya. So Eun sedikit terheran, menyadari bahwa ada perubahan pandangan orang-orang ini terhadap dirinya. Namun karena So Eun sungguh begitu malas untuk memikirkannya ia memilih mengacuhkan itu dan segera duduk di bangkunya.

Beberapa meja darinya, Hyo Min berdecak sebal ke arah So Eun. Hampir saja gadis itu bangkit dari tempat duduknya kalau saja Eun Jung tidak menahannya. Tak lama, guru mereka memasuki kelas dan kegiatan belajarpun dilanjutkan.

*

“So Eun, ayo bicara!”

Hyo Min sedikit berteriak sambil mengikuti So Eun yang cepat-cepat meninggalkan kelas. Di belakangnya Eun Jung juga tampak mengiringinya.

So Eun mendesah bosan. Sungguh, ini bukan hari yang baik baginya untuk berbicara dengan siapapun. Apalagi kalau untuk membahas hal yang hanya akan mengingatkan dirinya pada Cho Kyu Hyun dan Cho Kyu Hyun.

“Ada apa? Aku ingin segera pulang..” ujar So Eun sambil berbalik dan menghadap keduanya.

“Ya, kau bisa pulang. Tapi setelah kita bicara dulu!” Hyo Min menyahut dengan nada yang keras. Dimana Eun Jung langsung memperingatkannya untuk memelankan suaranya. Namun Hyo Min terlihat tak mengacuhkannya. “Ini mengenai kemarin!”

So Eun lagi-lagi tak terlalu mendengarkan Hyo Min ketika matanya menangkap sosok lain yang baru saja berjalan ke arah mereka. Hal yang tak terlalu diharapkan pun terjadi ketika mata itu bertemu matanya. Dengan gugup So Eun mengalihkan pandangannya.

“Maaf, Hyo Min Eun Jung aku tak bisa mendengar kalian sekarang. Kita bicara besok ya, bye!!” Seru So Eun sambil dengan tergesa-gesa meninggalkan tempat itu. Meninggalkan dua temannya yang menatapnya aneh.

Hell, ada apa dengan anak itu?” Omel Hyo Min sambil berniat mengejarnya. Namun lagi-lagi Eun Jung tampak melarangnya.

Sementara itu Kyu Hyun yang berdiri beberapa meter dari mereka tampak terdiam di tempatnya – menatap heran arah pergi So Eun tadi.

*

So Eun memasuki rumahnya tanpa mengucapkan salam. Setelah gadis itu menaiki anak-anak tangga ia berniat segera melesat menuju kamarnya. Namun tinggal beberapa ia menghentikan langkahnya itu.

“Apa yang ibu lakukan di kamarku?”

Nyonya-Kim menatap datar putrinya itu, sebelum menunjukkan sesuatu yang dibawanya. “Lihat apa yang ibu temukan di kamarku. So Eun, jadi semalam kau tak jadi mengantarkan makanan ini pada Kyu Hyun?”

So Eun melirik benda itu dengan sedikit kaget juga, ia bahkan baru sadar akan keberadaan benda itu karena semalaman sibuk memikirkan Kyu Hyun dengan wanita seksi itu. “A-Ah. Itu ya? S-Semalam Kyu Hyun tidak ada di rumahnya, bu. Jadi aku bawa lagi..” ucap So Eun mengeluarkan salah satu bakat terpendamnya – berbohong.

Nyonya-Kim memperhatikan So Eun secara lebih seksama – pandangan menyangsikan. “Benarkah?”

“H-Hum..” So Eun mengangguk, berharap ibunya akan mempercayainya.

Beberapa detik Nyonya-Kim tak bereaksi. Hingga tak lama ia mulai mengangguk. “Begitu ya? Sayang sekali..” keluhnya sedikit kecewa. So Eun sedikit merasa bersalah disana. “Ya sudah, ibu buatkan lagi lalu antarkan lagi ya?” Tanya Nyonya-Kim tak lama, kembali dengan nada semangatnya.

So Eun agak terperanjat, fikirannya agak sedikit kalang kabut mendengarnya. “H-Huh? A-Aku sepertinya tak bisa, bu!!” So Eun menyahut kemudian. “Aku harus belajar karena besok ada ujian..” sambungnya sambil terkekeh kaku.

“Benarkah?” Wajah Nyonya-Kim kembali terlihat kecewa. “Huh, baiklah kalau begitu. Lain kali saja..” ucapnya kemudian sambil melangkah keluar dari kamar So Eun. langkahnya sedikit agak gotai.

“Maaf ya bu..” ujar So Eun menyesal sambil melirik ibunya yang menuruni tangga. Namun setelah ibunya tak lagi kelihatan So Eun secepatnya memasuki kamar  – melanjutkan niatnya tadi.

*

*Bruk!*

So Eun meringis merasakan bahunya yang membentur dinding. Tak terima gadis itu ingin meneriaki orang yang berbuat kasar padanya ini. Ia baru sadar bahwa saat ini Hyo Min dan Eun Jung di depannya.

“Aw, sakit tahu!” So Eun protes, meraba sikunya yang terbentur tembok di belakangnya.

“Salahmu karena tak mau mendengar sejak tadi. Jadi jangan salahkan kalau aku sedikit kasar..” Jawab Hyo Min cuek. Di sampingnya Eun Jung hanya bisa menghela nafas pelan..

“Apa sebenarnya yang kalian inginkan?” Tanya So eun meladeni dengan nada malas. Ayolah, ini saja masih hari kelabu bagi So Eun. Ia sungguh tak berminat meladeni kegilaan Hyo Min mengenai insiden beberapa hari yang lalu di lapangan basket

“Aku tak suka caramu, So Eun..” Hyo Min mengomel. Jemarinya yang masih menggenggam tangan So Eun lebih menekankan kukunya yang panjang disana. Membuat So Eun meringis.  “Selama ini kau seperti satu-satunya orang yang tak terlalu peduli dengan Cho Kyu Hyun. Tapi lihat! Kau tiba-tiba datang dan menggagalkan rencanaku begitu saja. Aku seperti ditusuk dari belakang, kau tahu?”

So Eun mendesah bosan, sebelum lebih kuat menepis tangan Hyo Min. ia berhasil melepaskan pergelangan tangannya dari tangan berkuku panjang itu. “Aku tak sadar melakukannya, okey? Aku juga tak tahu kenapa aku bisa melakukannya begitu saja.” So Eun tidak berbohong bukan? Ia juga tak tahu kenapa ia tiba-tiba bisa melakukan hal bodoh seperti kemarin.

“Hey, kami bukan orang bodoh yang bisa kau bohongi begitu saja.” Eun Jung ikut bicara kali ini. “Kami tahu bahwa kau juga menyukai Cho Kyu Hyun, bukan? Kami benar-benar tak keberatan, So Eun. Sungguh. Tapi kami tak suka kalau caramu begini, baik katakan dengan jujur daripada berakhir salah faham seperti ini…”

“Kecuali kau tak menganggap kami teman..” Hyo Min menyela datar, sedikit sinis. So Eun yang sebenarnya memang tak dalam mood yang baik hari ini tentu saja ikut kesal dengan ucapan Hyo Min. hey, mereka berteman begitu lama, tapi kenapa mereka bisa berkata seperti ini padanya, huh? Apa segitu hebatnya Cho Kyu Hyun itu?

“Hey, aku benar-benar sedang tak ingin bercanda seperti ini. Menyingkir dari hadapanku!” So Eun berseru sebal. Terdengar kasar.

“Kau berkata kasar pada kami hanya karena menyembunyikan ini? Yang benar saja So Eun, kami hanya butuh pengakuanmu!” Hyo Min berseru tak kalah keras.

“Pengakuan seperti apa, huh? Pengakuan seperti sebenarnya aku dan Kyu Hyun dijodohkan oleh orang tua kami?”

“HEH?!”

So Eun mengangkat alisnya, cukup kaget karena ia mengatakan sesuatu yang ia lakukan tanpa sadar. Lihat, emosinya benar-benar tak baik hari ini.

“Lepaskan aku..” ucap So Eun berusaha mengalihkan pembicaraan sambil berusaha pergi dari hadapan keduanya. Namun, tak semudah itu karena Eun Jung dan Hyo Min menahannya hingga tetap di tempat.

“Tunggu dulu, So Eun! kau belum memperjelas semua ini! Kau dan Kyu Hyun ditunangkan? Apa maksudnya?!” Eun Jung bertanya dengan obsesi di matanya.

“Ini bukan kebohongan licikmu yang lainnya bukan? Huh, bahkan pagi ini semua orang masih membicarakan tentang Kyu Hyun yang membawa kekasihnya kemarin ke sekolah ini” Hyo Min tetap menatapnya sinis. So Eun kembali merasa stress ketika diingatkan hal itu.

“Anggap aku salah bicara. Sekarang lepaskan aku.” So Eun kembali berusaha melepaskan diri. Namun kembali gagal.

“Kami bilang tak akan melepaskanmu sebelum semua ini jelas, Kim So Eun! jelaskan apa maksudmu!!” Hyo Min berseru penuh penekanan sambil menggenggam pergelangan tangan So Eun. tentu saja So Eun meringis merasakan kuku-kuku tajamnya yang menggores pergelangan tangan So Eun. “Jelaskan maksud tadi!”

“Lepaskan aku!”

“Tidak!”

“Kukumu menyakitiku!!”

“Jelaskan dulu aku akan lepas!!”

“Hey, hey… kendalikan diri kalian..” Eun Jung mulai merasa was-was. Ia melihat kesekitarnya memastikan bahwa tidak ada yang melihat perdebatan antara dua temannya. Ia tak ingin siapapun terlibat masalah. “Bicarakan baik-baik saja..” bisiknya.

“Jelaskan sekarang, So Eun. Apa maksudnya dengan pertunangan itu. Kau ingin terus hidup dengan kebohongan begini, huh? Bahkan pada kami ini?” Hyo Min kembali pada pertanyaan yang sama. Ia terus menatap tajam So Eun sementara tangannya terus menggenggam erat pergelangan tangan So Eun. So Eun disisi lainnya menatapnya tak kalah tajam.

“Aku bilang aku tak mau. Lepaskan tanganku atau kau menyesal!”

“Jelas—AH!”

Hyo Min tak melanjutkan kata-katanya karena So Eun tiba-tiba mendorongnya dengan keras, membuat ia berakhir terduduk di lantai.

“Kau…” Hyo Min mengeram kesal. Ia berniat berdiri dan membalas So Eun, Eun Jung menghela nafas frutasi.

“H-He—“

“Hey! Apa yang kalian lakukan?!”

Eun Jung yang berniat menahan Hyo Min menghentikan kata-katanya ketika suara lain terdengar. Ketiga gadis yang terlibat perdebatan itu beralih ke arah suara dan menemukan sosok yang menjadi perdebatan disana – Cho Kyu Hyun.

S-Seonsaengnim..” Hyo Min dan Eun Jung serentak meluruskan tubuh mereka dan membungkukkan badan. Berbeda dengan So Eun yang kembali tak tahu harus melakukan apa di hadapan Kyu Hyun. Pada akhirnya ia memilih mengalihkan pandangannya.

“Apa yang terjadi? Kenapa kalian bertengkar ketika semua orang bersiap masuk kelas?” Tanya Kyu Hyun datar, ia mengalihkan matanya lebih pada So Eun yang hanya menundukkan wajahnya.

“K-Kami tidak bertengkar, Seonsaengnim..” Eun Jung berusaha menjelaskan. “K-Kami hanya… sedikit berbeda pendapat.”

“Ini tak bisa disebut sedikit lagi kalau sudah melakukan fisik..” Kyu Hyun menyahut datar sebelum kembali melirik So Eun. “Kim So Eun! temui saya diruangan!” ucapnya tak lama. Membuat ketiga gadis itu reflek meliriknya.

“T-Tapi s-seonsae—“ Eun Jung berusaha menjelaskan.

“Saya melihat dorongan tadi, beliau adalah yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini. Nona-Ham Eun Jung dan Park Hyo Min, silahkan masuk ke kelas anda lebih awal..” Kyu Hyun memotongnya. Hal itu membuat Eun Jung dan Hyo Min saling berpandangan, sementara So Eun hanya masih menundukkan wajahnya. “Ya sudah, segera lakukan sebelum saya berubah fikiran dan melaporkan kasus ini pada guru BP!” Kyu Hyun kembali menekankan. Hal itu membuat Eun Jung dan Hyo Min tak punya pilihan.

“B-Baik, seonsaengnim…” keduanya menjawab ragu. Hyo Min dan Eun Jung sama-sama menatap So Eun sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu lebih awal. Meninggalkan So Eun hanya berdua dengan Kyu Hyun.

“Ikut saya, nona-Kim So Eun…”

*

Kyu Hyun menutup pintu ruangannya setelah So Eun memasukinya. Ia kemudian melirik pada So Eun yang masih menunduk sambil membelakanginya – tak berani menatapnya. Kyu Hyun menghela nafas sambil menyandarkan tubuhnya pada pintu.

“Ada apa? Semalam ibumu menelfonku dan berkata bahwa kau mengurung diri semalaman di kamar. Apa yang terjadi?” Tanya Kyu Hyun kembali pada cara bahasa yang tak biasa ia ucapkan ketika mereka masih di lingkungan sekolah. So Eun yang mengingat itu kembali mengangkat wajahnya dimana ia tak menemukan wajah Kyu Hyun yang serius, menunjukkan dirinya yang selalu ia temui di luar sekolah ini. “Kau ada masalah dengan kekasihmu mungkin?”

So Eun menghela nafas, kembali menundukkan wajahnya lebih dalam karena hatinya lebih merasa sedih. Yang benar saja, bagaimana mungkin ia bisa berfikiran bahwa rencana pertunangan ini akan berhasil? Kyu Hyun punya kekasihnya, dia juga menganggap So Eun punya seseorang yang lainnya. Apa semua ini? ‘Calon-tunangan’ apa? Omong kosong!

“Hey, aku sudah bilang aku tak suka kalau kau melamun ketika aku sedang berbicara denganmu..” Terdengar lagi Kyu Hyun memperingatkan.

So Eun menghela nafasnya, berusaha untuk menguatkan dirinya untuk tidak menangis dan meledak disini. Walau bagaimanapun ia tak bisa melakukannya – ia bahkan tak punya hak. “M-Maaf, seonsaengnim. T-Tapi kalau anda tak mempunyai hal yang ingin disampaikan biarkan saya kembali ke kelas. Saya ingin belajar..” ucap So Eun tak lama, masih menundukkan wajahnya.

Kyu Hyun sedikit terdiam, ekspresi wajahnya terlihat sedikit berbeda. Pemuda itu kembali melirik So Eun. “Aku tahu, sebenarnya aku tak bisa berbicara denganmu seperti ini disini. Tapi, aku tak punya pilihan. Lagipula, tak ada yang mendengarnya saat ini. Bicaralah, mungkin aku bisa membant—“

“Maaf, Seonsaengnim. Saya benar-benar ada quiz penting pagi ini!” So Eun memotong kata-katanya, lebih menekankan ucapannya.

Kyu Hyun lebih menatap So Eun dalam beberapa saat demi mempelajari perubahan sikapnya. Namun, karena ia sendiri menemukan perubahan sikap So Eun ia sendiri tak punya pilihan lain selain menurutinya. “Baiklah, kau boleh pergi. Kita bisa bicarakan ini besok karena kita ada jadwal les, bukan?” ucap Kyu Hyun sambil bergeser dari pintu untuk memberikan ruang bagi So Eun untuk meninggalkan tempat itu. So Eun tampak mengangkat wajahnya dan berniat segera meninggalkan tempat itu.

“Terima kasih, Seons—“

“Hey tanganmu terluka!”

So Eun yang hendak meraih gagang pintu tak jadi melakukannya ketika tangan Kyu Hyun tiba-tiba meraihnya. Kyu Hyun tampak memperhatikan luka dipergelangan tangan So Eun yang terjadi akibat goresan kuku Hyo Min. So Eun bergetar merasakan pegangan Kyu Hyun, sejujurnya ia begitu ingin melarikan dirinya ke pelukan Kyu Hyun saat ini juga. Berteriak padanya tentang betapa semua hal ini menyiksanya. Namun secepatnya ia sadar bahwa ia tak dapat melakukan itu dan menarik tangannya kembali dari Kyu Hyun.

“Saya harus segera masuk, Seonsaengnim. Maaf telah merepotkan anda…” ucap So Eun cepat sambil meraih gagang pintu. Secepatnya So Eun kemudian melarikan dirinya darisana sebelum Kyu Hyun bisa mengatakan apapun.

*Tap*

Kyu Hyun terdiam memandang pintu yang tertutup. Tak lama ia kemudian mengalihkan pandangannya menuju telapak tangannya, dimana ia masih merasakan kehangatan tangan So Eun disana.

*

“Jadi dia menghindarimu?”

Ah Ra bergumam pelan menyikapi cerita Kyu Hyun. Sore ini ia sedikit heran menemukan ekspresi aneh di wajah Kyu Hyun ketika ia baru saja sampai dan akhirnya dengan sedikit paksaan Kyu Hyun mau berbagi dengannya.

“Tapi mungkin itu hanya perasaanku saja. Lagipula aku memang salah karena berbicara informal padanya di lingkungan sekolah..” ujar Kyu Hyun tak lama, membawa langkahnya lebih masuk ke dalam apartment.

Ah Ra tak menyahuti apapun dalam beberapa waktu. Namun tak lama ia melirik Kyu Hyun lagi. “Mungkinkah itu semua karena aku? Maksudku insiden pagi itu?” Tanya Ah Ra.

“Kurasa tidak, ini semua tak ada hubungannya dengan itu. Mungkin dia memang sedang punya masalah.. dengan kekasihnya.” Sahut Kyu Hyun menyandarkan dirinya di sofa.

“Kyu?” Ah Ra mendekat, bergabung duduk di samping Kyu Hyun. “Jujur aku benar-benar heran. Apa yang sebenarnya yang terjadi antara kalian, huh? Kalian itu akan ditunangkan, bukan? Tapi kenapa kalian berdua begini?” Tanya Ah Ra kemudian.

Kyu Hyun tak menyahut lagi, pemuda itu agak termangu mendengar ucapan Ah Ra. Sebenarnya ia tak heran jika Ah Ra menanyakan hal ini. Ia pun sering menanyakan itu pada dirinya sendiri di beberapa kesempatan.

“Lalu mengenai rencana yang disampaikan ibu waktu itu bagaimana? Apa dia mengetahuinya?” Tanya Cho Ah Ra tak lama, membuat ia tertarik dari pemikirannya tadi. Lagi-lagi Kyu Hyun hanya menghela nafas sambil bangkit dari tempat duduknya.

“Entahlah..”

*

Kyu Hyun melirik jam di pergelangan tangannya dengan ekspresi wajahnya yang selalu tenang. Tak terhitung dalam beberapa kali pemuda itu juga mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk apartement miliknya itu kalau-kalau saja bel dari pintu itu akan berbunyi. Namun nyatanya sejak beberapa lama hal itu sama sekali tidak terjadi.

Ah Ra mendesah tak jauh dari tempatnya duduk. Gadis itu mengalihkan pandangannya dari TV ke arah adik laki-lakinya itu.

“Kau bilang biasanya jam tiga sore sudah datang. Ini sudah jam lima..” ujar Ah Ra sambil sedikit menguap, ia juga bosan menunggu sepertinya.

Kyu Hyun lagi-lagi tak menyahut kali ini, pemuda itu kembali memeriksa jam di pergelangan tangannya.

“Kyu, hubungi saja ponselnya untuk menanyakan keberadaannya..” ujar Ah Ra lagi sambil memeluk sebuah bantal sofa di tangannya. Beberapa kali ia kembali menguap.

“Tak bisa..” Kyu Hyun melirik jamnya kembali. “Aku tak punya nomor ponselnya?”

“Huh?” Ah Ra kaget, bahkan matanya kembali terbuka lebar. “Kau tak punya ponselnya? Bagaimana mungkin?”

Kyu Hyun tak menyahut, ia berdecak sambil bangkit dari tempat duduknya. “Tapi aku memiliki telepon rumahnya. Aku akan mencoba menghubunginya..” ujar pemuda itu sambil bangkit mendekati telepon yang terletak di salah satu sudut.

*

So Eun gelisah, beberapa kali gadis itu mencoba memejamkan matanya demi meredakan rasa tak menyenangkan dalam fikirannya namun ia selalu gagal. Fikirannya tak bisa jauh-jauh dari Kyu Hyun dan Kyu Hyun – apalagi karena ia mengingat betul bahwa sebenarnya hari ini ia seharusnya sudah berada di rumah Kyu Hyun untuk belajar bersamanya. Namun karena sebuah alasan ia memutuskan untuk tidak pergi – walau nyatanya itu tetap tak bisa menghentikannya dari rasa gelisah.

So Eun mendesah, kali ini kembali berguling ke sisi kanannya setelah untuk beberapa menit tadi ia memilih sisi kiri. So Eun kali ini menatap kosong ke luar jendela kamarnya, menatap langit sore cerah yang terbentang di luar sana.

*KnockKnock!*

“So Eun? Apa kau di dalam? Nak Kyu Hyun ingin bicara denganmu!”

Gadis itu sontak terbangun, kaget tentu saja. Kyu Hyun ingin berbicara? Maksudnya, apa pemuda itu datang kemari.

“Tch, gadis ini. Ya sudah, ibu masuk ya!”

*Klek!*

So Eun belum sempat merespon ketika Nyonya-Kim sudah langsung membuka pintu dan melangkah masuk. So Eun celingukan ke arahnya, penasaran apakah ia membawa seseorang di belakangnya. Namun tak ada.

“Ini. Nak Kyu Hyun mau bicara denganmu. Dia menanyakan kenapa kau tak datang ke apartmentnya…”

So Eun membeku, ia menatap benda tak berkabel yang diulurkan padanya saat ini. Jadi… Kyu Hyun bukannya datang kemari? Dia hanya menghubungi lewat telepon?

“Hey? Kenapa malah melamun, saying? Ayo terima! Jangan membuat Nak-Kyu Hyun terlalu lama menunggu..” tegur Nyonya-Kim bingung melihat kealpaan So Eun. ia menggerak-gerakkan benda itu di depan wajah So Eun. So Eun tersadar.

So Eun mengulurkan tangannya, namun bukannya mengambil ponsel ia malah meraih pergelangan tangan ibunya. Nyonya-Kim menoleh padanya heran. Hal itu ditambah dengan So Eun yang dengan wajah memelasnya menggelengkan kepalanya.

“H-Huh? Apa maksudmu sehingga menggeleng begitu? Kau tak mau menerima teleponnya?”

So Eun memejamkan matanya sedikit sebal. Astaga, ibunya ini kenapa malah membacanya sejelas itu. Kyu Hyun diseberang sana tentu dapat mendengarnya.  So Eun mendesah pasrah, sebelum akhirnya meraih benda di tangan ibunya itu dengan cepat.

“H-H-Hum. H-Hallo?” So Eun memejamkan matanya ketika ia bersuara. Ia merasakan rasa gugup yang lebih saat ini.

Sedikit lama diam, tak ada sahutan. So Eun baru akan berbicara lagi ketika suara bass itu terdengar. “Aku menunggumu sejak tadi. Tapi sepertinya kau tidak datang..”

So Eun menggigit bibir bawahnya, ia merasa bingung akan menjawab apa. Lagipula ia menangkap perbedaan nada dari cara bicara Kyu Hyun.

“E-Eung, maaf… K-Kyu Hyun-ssi. Aku sepertinya tidak bisa datang. A-Aku sedang tak enak badan…” So Eun menyahut ragu.

“Oh begitu?” Kyu Hyun menyahut rendah, sebelum member jeda dalam beberapa saat. So Eun lebih menggigit bibir bawahnya kini merasakan atmosfer yang begitu aneh ketika Kyu Hyun terdiam dalam beberapa saat. Ia kembali hampir bicara ketika Kyu Hyun kembali bersuara. “Ya sudah, beristirahatlah. Semoga cepat sembuh..”

*Tut~*

*

*Tap!*

Kyu Hyun meletakkan telepon di tangannya dengan sedikit ceroboh sehingga membuat sedikit keributan. Ah Ra yang sejak tadi mendengar dari tempat duduknya melirik Kyu Hyun yang menunjukkan ekspresi sedikit berbeda dari wajahnya yang selalu tenang. Sejak disana Ah Ra semakin tahu bahwa sesuatu telah terjadi pada perasaan adiknya itu.

*

“So Eun? Kau kenapa? Apa kata Nak-Kyu Hyun?”

Nyonya-Kim menatap aneh wajah putrinya yang terdiam setelah pembicaraannya di telepon barusan. Wanita kepala empat itu memiringkan wajahnya menatap So Eun. Namun tak lama So Eun mengangkat wajahnya.

“Tidak apa-apa, bu. Ini. Terima kasih..” ucap So Eun memaksakan sebuah senyuman pada ibunya itu. Nyonya-Kim menerima telepon tadi kembali dengan sedikit heran. Namun ia tak terlalu memikirkannya karena untuk selanjutnya ia segera berjalan ke luar dari kamar pribadi putrinya itu.

*Tap!*

So Eun segera kembali berbaring setelah ditinggal ibunya. Akhirnya ia tak lagi bisa menahan apa yang sejak tadi ia tahan, membuat ia terpaksa menenggelamkan wajahnya pada bantalnya.

So Eun lebih merasakan sesak itu ketika mendengar suara Kyu Hyun tadi. So Eun lebih dapat memahaminya hingga ia tak bisa menahan air matanya yang tak bisa terkendali begitu saja. Hal yang membuatnya tak bisa berfikir jernih ketika menyadari bahwa ia ternyata ia telah mencintai Kyu Hyun terlalu dalam – seseorang yang mencintai orang lain.

*

Sejak kejadian itu semuanya berubah bagi keduanya. So Eun yang telah menyadari betul perasaannya pada Kyu Hyun akhirnya memilih untuk selalu menjauhi Kyu Hyun kapanpun mereka kebetulan berpapasan di sekolah. Bahkan ketika ia menghadiri kelas Kyu Hyun gadis itu sengaja selalu berada di barisan belakang dan tak pernah menatap langsung mata Kyu Hyun. Walaupun menyakitkan namun So Eun merasa cukup nyaman dengan semua itu untuk sementara karena ia berfikir mungkin cepat atau lambat perasaannya pada Kyu Hyun bisa menghilang.

Hingga akhirnya pagi itu…

“Apa kau sudah dengar? Kontrak Cho Kyu Hyun di sekolah ini hari ini resmi berakhir…”

So Eun mendadak menghentikan langkahnya begitu saja begitu mendengar beberapa siswi bergosip di koridor sekolah. Langkahnya terhenti begitu saja ketika mendengar apa yang mereka bicarakan – sehingga membuatnya berdiri disana lebih lama.

“Benar. Sayang sekali bukan? Diakan guru favoritku…” Yang lainnya menyela.

“Tapi kau tahu? Kudengar setelah itu dia akan terbang ke London untuk melanjutkan S2-nya…”

*BUMB!*

Jantung So Eun berdetak pada titik yang belum pernah sekeras itu sebelumnya. Secara reflek ia melirik barisan itu – tak yakin dengan apa yang didengarnya.

“Huh iya, aku juga dengar. Dia menyebutkannya bukan di pertemuan terakhir kita dua hari yang lalu…”

Tidak.

So Eun segera memutar balik badannya setelah itu, gadis itu kemudian berlari menyusuri koridor ke arah dimana ruangan Kyu Hyun berada. Hatinya tak tenang, tangannya gemeter, bahkan ia merasakan kantung matanya juga terasa perih tanpa alasan. Hal itulah yang membuatnya berlari kian kencang sehingga beberapa kali menabrak beberapa murid lainnya. Namun So Eun tak peduli, ia terus berlari ke arah yang ingin ia tuju.

*Klek!**Tap!*

Kyu Hyun yang sedianya sedang sibuk mengemasi beberapa barangnya tampak menghentikan pekerjannya menyadari seseorang memasuki ruangannya. Ia tampak sedikit kaget menemukan siapa disana.

“Nona-Kim?”

So Eun tak mengatakan apapun, ia hanya menatap Kyu Hyun dalam beberapa detik sementara ia menstabilkan jalan nafasnnya. Kyu Hyun yang masih heran dengan kedatangannya mendekati So Eun karena merasa heran.

“Nona-Kim? Ada apa? Ada yang bisa say—“

Seonsaengnim akan mengundurkan diri?” So Eun memotong ucapan Kyu Hyun, membuat pemuda itu menatapnya kian heran.

“Bukan, itu karena kontrak yang memang sudah selesa—“

“—Lalu akan kuliah di London?”

Kyu Hyun terpana, menangkap hal yang lain dari gelagat So Eun. Apalagi menatap mata yang sebelumnya selalu menunduk malu-malu hari ini menantangnya penuh – dengan warna merah seperti akan mengeluarkan air.

“Nona-K—“

“—Kau akan pergi kuliah ke London, bukan? Namun kau tak memberitahukannya padaku..” Tak bisa tertahan, So Eun akhirnya meledak. Gadis itu akhirnya mengeluarkan semua yang membebaninya dengan air mata yang membasahi wajahnya. Hal yang membuat Kyu Hyun terpana. “Kau tak pernah… kau tak pernah… cerita padaku…”

Kyu Hyun terdiam, ia tampak terpana dan tak tahu harus menyahut seperti apa. Karena So Eun yang menangis keras seperti telah menarik dunianya.

“Kenapa kau seperti ini? Maksudku, sejak awal ketika kita diperkenalkan kenapa kau tak bereaksi apapun. Kau terlihat dingin, tapi hangat di lain kesempatan. Kau terlihat tertutup, namun seperti memberikan kesempatan di sisi yang lain. Aku.. aku pernah sedikitnya berharap kalau mungkin saja bila kita terus seperti itu lambat laun kau akan memperjelas semuanya. Memperjelas hubungan kita dan bisa membalas rasa sukaku padamu. Tapi.. suatu hari kau malah memeluk gadis lain, kau menciumnya di depan semua orang. Apa semua ini? Aku benar-benar tak mengerti. Kita ini apa?”

So Eun benar-benar meledak, ia benar-benar menumpahkan semuanya. Ia bahkan sampai tidak peduli bahwa mungkin orang-orang di luar sana mungkin mendengar suaranya. Ia hanya tak tahan, ia frustasi akan semua hal yang terus menyiksanya ini. Ini sungguh menyakitkan.

Kyu Hyun di sisi lain masih juga terpana menatap So Eun. Ia membeku seperti orang bodoh di hadapan gadis itu.

*Toktok!*

Seseorang mengetuk pintu, membuat So Eun sedikit tersadar akan keadaan. Ia hampir akan membekap suara tangisannya ketika sebuah lengan meraih bahunya, sebelum akhirnya wajahnya bertemu dengan salah satu sisi bahu yang cukup lebar.

“Cho-Seonsaengnim, apa semua baik-baik saja?” Mata So Eun sedikit melebar karena mengenali suara salah satu guru yang terdengar dari luar. Ia lebih membekap mulutnya dengan tangan sambil sedikit menekankan wajahnya ke bahu Kyu Hyun.

Kyu Hyun mengulurkan satu tangannya untuk menahan pintu yang ternyata tak terkunci sementara tangannya yang lain memeluk bahu So Eun di bahunya. Tangannya yang dipintu segera bekerja mengunci pintu.

“Tidak apa-apa, aku hanya terlalu kuat menyetel volume radio yang kudengarkan!” sahut Kyu Hyun tak lama.

Suara langkah tadi terdengar menjauh tak lama setelahnya. Dan disaat itu So Eun baru mulai berani membuka matanya, sementara tangannya masih membekap mulutnya sendiri yang masih mengeluarkan isakan-isakan halus.

Ia dapat merasakan helaan nafas Kyu Hyun di telinganya, sebelum dekapan di bahunya mengendur. So Eun perlahan-lahan menjauhkan wajahnya dari bahu Kyu Hyun. Ia masih menunduk, belum berani untuk menatap Kyu Hyun lagi setelah yang terjadi tadi.

Kyu Hyun mengalihkan pandangannya pada So Eun, menatap So Eun yang masih menunduk seperti menatap sisa air matanya yang tertinggal di bahu kemeja Kyu Hyun.

“Nona-Kim? Apa anda mau ikut saya ke suatu tempat?” Tanya Kyu Hyun tak lama. Dengan pertanyaan itu So Eun mencoba memberanikan dirinya menatap Kyu Hyun. “Ayo..” ucap Kyu Hyun sambil tersenyum kecil. Ia kemudian mengambil beberapa barang di atas meja sebelum kembali pada So Eun dan mengajaknya keluar.

*

“Oh..” Ah Ra mencondongkan wajahnya untuk lebih dekat kepada So Eun. Hal itu tentu saja membuat gadis manis itu sedikit memundurkan wajahnya takut-takut dari tatapan menyelidik Ah Ra. “Jadi selama ini kau salah faham dengan berfikir bahwa aku adalah kekasihnya Kyu Hyun sehingga membuatmu menjauh secara perlahan? Haha cute…”

So Eun menoleh heran pada gadis itu ketika ia malah tertawa setelah kata-katanya. Sekilas ia juga menangkap tatapan bosan Kyu Hyun sebelum menyikut gadis itu untuk berhenti tertawa. So Eun sedikit menunduk merasakan rasa tak nyaman itu kembali memenuhi dadanya.

“Haha, maaf.. aku hanya merasa lucu dengan semua ini..” Gadis bermata hitam itu meluruskan duduknya, ia kemudian juga merubah ekspresinya untuk lebih serius. So Eun benci mengakui ini, namun ia kini benar-benar terlihat lebih cantik. Dia elegan. “Maaf mengecewakanmu, nona. Namun, itu bukan seperti pemikiranmu. Aku bukan kekasihnya…”

So Eun mengangkat wajahnya, menatap tak percaya dengan ucapan itu. “Tapi sebelumnya aku melihat kalian..” So Eun menghentikan kata-katanya dan memilih menunduk. Ia merasa ragu untuk melanjutkannya.

“Berciuman? Yeah, tapi itu hanya kecupan biasa yang bisa diberikan kakak pada adiknya, bukan?”

So Eun mengangkat wajahnya lagi kini, lebih terkejut dari sebelum-sebelumnya. Ia menatap tak percaya pada dua orang itu. “H-Huh?”

Ah Ra terkekeh, ia bangkit dari tempat duduknya lalu bergeser duduk di samping So Eun. Ia merangkul pelan bahu So Eun kemudian. “Namaku Cho Ah Ra, aku adalah kakak perempuannya Kyu Hyun. Kau Kim So Eun, bukan?”

So Eun masih terlihat kaku, ia terlihat seperti belum terlalu mengerti ini semua. Hal itu membuatnya hanya mengangguk pelan.

“Haha, berhentilah bertindak aneh seperti itu. Aku bukan sainganmu, So Eun. Aku tak akan mengambil ‘calon-tunanganmu’ ini. Jadi rileks…” Cho Ah Ra lagi-lagi terkekeh, hal itu membuat wajah So Eun lebih memerah lagi karena digoda setelah menyadari kekeliruannya. Kyu Hyun yang menyadari hal itu tampak mulai kembali bersuara.

“Ya sudah Noona. Terima kasih atas bantuanmu..” ujar Kyu Hyun menengahi, ia kemudian duduk di hadapan kedua gadis itu. So Eun sedikit sulit menelan ludah, ia kemudian sedikit menundukkan kepalanya.“Kau boleh pergi sekarang..”

“Aish..” Ah Ra merengut, melepas rangkulannya di bahu So Eun. “Sebelumnya aku minta kau membawanya kemari kau tak membawanya. Lalu sekarang ketika baru saja bertemu bagaimana mungkin kau langsung mengusirku, huh?” sambung Ah Ra masih sambil cemberut.

“Karena kau menganggu..” Kyu Hyun menyahut datar sebelum beralih kembali pada So Eun. “Lihat. So Eun tak nyaman…”

“H-Huh? T-Tidak..” So Eun menggelengkan kepalanya cepat.

“Lihat? Tidak sama sekali..” Ah Ra menyela. “Bilang saja kau mau berbicara berdua..” sambungnya kemudian. Wajah So Eun memanas lagi. “Ahh, baiklah. Aku rasa aku tak punya pilihan…” kata Ah Ra sambil bangkit dari tempat duduknya. “Aku sepertinya benar-benar harus pergi darisini…” ujarnya sambil mengambil beberapa barangnya di atas meja.

So Eun menatapnya yang berdiri sedikit tak enak, ia mengalihkan pandangannya menuju Kyu Hyun kalau saja Kyu Hyun menarik kata-katanya itu. So Eun sungguh tak mau Ah Ra salah presepsi padanya di pertemuan pertama ini.

Alright, aku akan pergi. Silahkan nikmati kebersamaan kalian untuk terakhir kalinya ini..” ujar Ah Ra sambil bersandar di pintu, menyeringai pada keduanya. “Juga kali ini, pastikan tentang hubungan kalian ya? Sebenarnya aku benci mendengar kata ‘calon-tunangan’, kata aneh apa itu. Aku fikir kata ‘pacaran’ terdengar lebih baik. Okay, have fun cuties!!” Seru Ah Ra riang sebelum membuka pintu dan keluar dari tempat itu. Namun, setelah beberapa detik pintu kembali terbuka. “Oiya, jangan lakukan hal yang aneh-aneh ya..” ujar Ah Ra untuk terakhir kalinya, sebelum kembali menutup pintu dan benar-benar pergi.

Selepas kepergian Ah Ra suasana kembali aneh. So Eun mendesah sambil menundukkan wajahnya, belum terlalu berani untuk menatap pemuda di depannya. Astaga, jantungnya terus berdetak dan wajahnya benar-benar terasa panas.

*

“Jadi semuanya hanya sebuah kebodohanku? Astaga, betapa payahnya aku…”

So Eun lagi-lagi mengomel kecil sambil memukul-mukul pelan kepalanya untuk kesekian kalinya kini. Gadis manis itu akhirnya hanya bisa menyesal dan mengomeli dirinya sendiri atas segala kebodohan yang telah diperbuatnya.

Kyu Hyun yang duduk disampingnya tersenyum, terkekeh melirik gadis itu dan kepolosannya. Hal yang membuat So Eun kembali tersadar tak lama kemudian. Wajah So Eun memerah, sebelum kembali melirik Kyu Hyun canggung.

“Sekali maafkan aku, Kyu Hyun-ssi. Maafkan kebodohanku..” ucap So Eun yang juga untuk kesekian kalinya. Wajah memelas itu lagi-lagi terlihat di wajahnya.

“Aku bilang tidak apa-apa. Kau seharusnya berhenti meresahkan itu…”

“Aku tahu! Tapi..” So Eun cemberut lagi. Wajahnya terus saja memanas setiap kali ia mengingat kebodohan-kebodohan yang dilakukannya itu. Itu benar-benar tak henti-hentinya mengejek dan mengomeli dirinya sendiri karena hal itu.

“Sudahlah, jangan merisaukan hal itu lagi. Kita masih punya hal lain yang perlu kita bicarakan, bukan?”

So Eun kali ini berhenti memukul kepalanya sendiri ketika mendengar kalimat Kyu Hyun barusan. Ia tiba-tiba mengingat kembali hal yang dilupakannya karena masalah Cho Ah Ra ini. Hal yang mau tak mau membuat jantungnya mengalami pertambahan ritme lagi bersama wajahnya yang kian-kian memanas. Astaga, apakah Kyu Hyun bermaksud… menjawab pernyataan cintanya?

“Itu karena aku hanya tak ingin terkesan memaksamu. Itu sebabnya aku tak pernah memperjelas apa yang benar-benar terjadi antara kita…”

So Eun mengintip wajah Kyu Hyun diam-diam setelah ucapan itu. Ia penasaran akan maksud pemuda itu.

“Waktu pertama kali aku tahu bahwa gadis yang ingin dikenalkan orang tuaku padaku itu adalah dirimu, terus terang saja aku merasa lega. Sejujurnya awalnya aku keberatan dengan rencana mereka itu karena aku takut aku tak akan bisa menyesuaikan diri dengan gadis yang mereka inginkan untukku. Tapi.. setelah aku tahu bahwa itu dirimu, aku fikir aku tak keberatan.”

Wajahnya memanas lagi, So Eun terpaksa agak memalingkan wajahnya agar Kyu Hyun tak menyadari hal itu. Juga tentang bagaimana detak jantungnya yang lebih menggila begitu mendengar ucapan itu. Tak mudah dijelaskan betapa excitednya walau Kyu Hyun baru mengatakan sebatas itu.

“Walau dalam beberapa minggu, waktu itu aku sudah cukup mengenalmu sebagai salah satu murid yang kutangani. Walau hanya tahu nama aku tahu bahwa kau adalah gadis yang cantik serta berkelakuan baik. Namun, masalahnya waktu itu aku juga sadar bahwa kau tetaplah anak SMA. Kau populer di kalanganmu, kau hidup sebagai seorang pelajar yang hidup normal yang tak seharusnya dihadapkan dengan ini semua. Oleh sebab itu, aku memberikan ruang untukmu terhadap hubungan kita. Aku tak mau mengikatmu ataupun merubah duniamu hanya karena keberadaanku…”

So Eun melirik Kyu Hyun lagi karena kata-kata itu. Ia sungguh tak menyangka bahwa Kyu Hyun memikirkannya hingga ke titik itu – hal yang ia fikir sebelumnya tak diperdulikan oleh orang tuanya walau berakhir mensyukuri rencana mereka kemudian.

“Aku selalu memperhatikanmu. Aku melihat bagaimana kau tak seperti murid lainnya yang selalu memberikan pertanyaan padaku atau sejenisnya, kau seperti mencoba menghindar dariku. Dan, bagaimana saat kita bersama kau juga seperti memikirkan hal lainnya. Aku fikir kau punya kekasih sehingga kau tak nyaman deng—“

“Bukan!” So Eun memotong cepat ucapan Kyu Hyun itu, menggelengkan wajahnya. “A-Aku tak pernah punya kekasih, s-setidaknya setelah aku tahu bahwa k-kau…’calon tunanganku’..” jelas So Eun dengan pelan. Sejujurnya ia malu untuk mengatakan ini, namun sepertinya ini memang sudah saatnya untuk memperjelas semua ini kini. Tentang perasaannya yang sebenarnya. “J-Juga mengenai semua itu aku bukannya memikirkan hal lain ketika bersamamu. Semua itu karena… karena aku merasa gugup dan bingung bagaimana bersikap padamu…” sambungnya kemudian sambil menundukkan wajahnya kembali.

“Huh, begitu?” Kyu Hyun terkekeh kecil. “Ternyata banyak kesalahfahaman yang terjadi diantara kita berdua…” sambungnya kemudian. “Huuh, seharusnya sebagai laki-laki aku mengambil sikap dari awal, bukan? Agar kita tak berakhir membingungkan seperti ini.”

So Eun juga hanya mampu tertawa kecil mengingat segala hal tentang keduanya selama ini. Tentang bagaimana mereka hanya memendam diri mereka masing-masing karena kurangnya komunikasi walau menghabiskan terlalu banyak waktu bersama. Mungkin seharusnya So Eun memang mengutip salah satu lirik lagu faforit yang pernah didengarnya; karena perlu dua orang untuk saling berbisik. Bukan hanya Kyu Hyun atau hanya dirinya untuk membuat hubungan mereka ini bisa menjadi jelas, tapi adanya komunikasi untuk keduanya.

“Aku juga menyukaimu..” Kyu Hyun kembali berkata tak lama setelah itu, membuat So Eun menoleh padanya. “Aku suka pribadimu yang selalu ceria dan menggemaskan di saat apapun. Aku suka senyuman malu-malumu setiap berbicara padaku. Kau benar-benar tipe gadis ideal yang kufikirkan selama ini – seorang gadis yang akan selalu menyinari kehidupanku seperti sinar matahari.” Kata Kyu Hyun sambil menoleh pada So Eun. Menatap gadis itu yang juga menatap padanya untuk memperlihatkan kesungguhan dari kata-katanya itu.

So Eun juga terus menyelami mata karamel Kyu Hyun di saat pemuda itu menyelami karamel miliknya. Agak sulit baginya untuk mempercayai bahwa Kyu Hyun bisa membalas perasaannya – di antara ratusan gadis yang menggilainya.

“Tapi..” So Eun menarik pandangannya dari kontak itu. Kembali menundukkan wajahnya. “Kau akan pergi, bukan?” sambungnya dengan nada pelan.

“Hum..” Kyu Hyun bergumam. “Paling lama mungkin dua tahun..”

So Eun menghembuskan nafasnya pelan. Di dalam hatinya ia menyesali saat dimana mereka sudah saling mengungkapkan perasaan mereka namun malah menjadi seperti ini – ia harus jauh dari laki-laki impian. Ini sedikit menyedihkan.

“Dua tahun lagi, setidaknya mungkin kau akan lebih dewasa. Sehingga kita bisa benar-benar tunangan kalau saja kita berjodoh..” ujar Kyu Hyun tak lama dengan nada rendahnya. Berusaha membesarkan hati So Eun tentang semua ini.

“Kita harus berjodoh!” So Eun berseru cepat sehingga Kyu Hyun melirik kembali padanya. Mempertemukan karamel yang cukup membasah miliknya dengan milik Kyu Hyun yang terlihat tajam. “Kau tak boleh jatuh cinta pada gadis bule disana – secantik dan sepintar apapun mereka…” sambung So Eun sedikit bergetar dengan mata berkaca-kaca.

Kyu Hyun termangu menatap mata So Eun, sebelum akhirnya tersenyum. “Hum, tentu. Kita pasti berjodoh…”

So Eun menarik wajahnya kembali dan menunduk untuk menahan dirinya untuk tidak kembali menangis. Astaga, So Eun cukup tidak tahan dengan semua ini. Ia baru saja mendapatkan hati seseorang yang disukainya, lalu bagaimana mungkin kini harus berpisah lagi untuk waktu yang lama.

*Grep!*

Sebuah lengan tiba-tiba merengkuhnya tak lama. Sebuah rengkuhan kedua kalinya yang ia dapatkan dari Kyu Hyun hari ini dengan keadaan dirinya yang tengah menangis.

“Sst, jangan menangis. Dua tahun tak akan selama bayanganmu bila nanti kau menjalaninya…” bisik Kyu Hyun sambil mengusap bahu belakang So Eun untuk membesarkan hatinya. Hal yang ia sadari atau tidak malah membuat So Eun malah ingin terus menangis. So Eun sebenarnya juga tak ingin seperti ini di depan Kyu Hyun, setidaknya tidak untuk kali ini. Namun ia gagal untuk itu, air matanya malah terus menetes dan lagi-lagi membasahi kemeja pemuda itu.

Akhirnya malam pertama serta terakhir sebelum perpisahan itu mereka habiskan disana dengan Kyu Hyun yang memeluk So Eun yang menangis di pelukannya. Berusaha menguatkan ‘calon-tunangannya’.

*

So Eun menatap hamparan langit di atasnya dan memperhatikan bintang-bintang yang bertebaran disana. Beberapa kali gadis itu memberikan senyumannya sambil terus menatap benda-benda angkasa yang mengingatkannya pada kekasihnya itu. Kekasihnya yang saat ini berada jauh darinya.

So Eun tersenyum getir sambil mengulurkan tangannya di angkasa seakan ia bisa menjangkau benda langit itu. Membayangkan kalau ia dapat bersama Kyu Hyun saat ini.

“Tunggu!”

Kyu Hyun yang hendak memasuki boarding gate berbalik kembali ketika ia baru melangkah beberapa langkah. Pemuda itu kemudian segera menghampiri So Eun yang berdiri di samping Ah Ra demi melepas kepergian pemuda itu.

So Eun yang saat itu masih dalam keadaan menangis belum sempat menghapus air matanya ketika merasakan kedua tangan dingin Cho Kyu Hyun di pipinya. Dimana untuk selanjutnya ia merasakan sesuatu menyentuh bibirnya.

“Awww…”

So Eun tidak terlalu mendengar seruan takjub Ah Ra karena dunianya telah diambil oleh ciuman Kyu Hyun untuk selanjutnya. Ciuman pertamanya. Gadis itu menatap Kyu Hyun dengan tatapan yang cukup bodoh, dimana pemuda itu memejamkan matanya.

Hanya beberapa detik, Kyu Hyun melepas ciuman singkatnya di bibir So Eun. So Eun lagi-lagi hanya mampu memberikan pemuda itu tatapan bodohnya.

“Tunggu aku ya…” ucap Kyu Hyun sambil mengacak pelan rambut So Eun. pemuda itu kemudian memberikan senyuman terakhirnya sebelum mulai menjauh darisana dan memasuki tempat dimana ia akan melakukan perjalanan panjangnya menuju London. So Eun hanya menatap kepergiannya sambil menyentuh bibir mungilnya.

So Eun tersenyum kecil sambil menyentuh bibirnya kembali ketika mengingat saat-saat perpisahannya dengan Kyu Hyun itu. Walau sudah lepas satu bulan pada nyatanya ia masih dapat merasakan bekas bibir Kyu Hyun di bibirnya. Sesuatu yang begitu dirindukannya dari pemuda itu.

*Biip!*

Lamunan So Eun terhenti ketika mendengarkan benda di tangannya yang lain bordering. Gadis itu tampak tersenyum begitu melihat nama yang tertulis disana sebelum mengangkatnya.

“H-Halo?”

‘Huh, apa yang kau lakukan disana? Membayangkanku?!’

So Eun tak dapat menahan senyumannya ketika mendengar suara yang dirindukannya itu. Suara yang tak menghubunginya dalam dua hari ini. Suara yang jauh disana. Suara ‘calon-tunangannya’.

                                                                                             *THE END*

Hfft, akhirnya selesai juga request dari Fenina ini. Walau FF-nya gak terlalu merujuk pada lagunya semoga gak mengecewakan Fenina, begitupun reader lainnya.

Pertama-tama aku pingin minta maaf dulu nih sama readers sekalian karena telat banget ngupdate FF-FF ini dari janji sebelumnya. Jadi gini, dari awal aku udah mendapatkan gambaran untuk semua FF ini namun semester kemarin benar-benar semester yang sibuk untukku sehingga FF ini terbengkalai hingga selesai UAS. Nah masalah lainnya adalah ketika UAS entah kenapa aku melas banget untuk nulis dan benar-benar ingin liburan sepenuhnya tanpa nyentuh laptop. hingga setelah tanggal 2 februaripun hanya satu dari FF ini yang selesai sementara yang lainnya masih setengah dan belum seperempat jalan. Hal itu juga diperburuk sih dengan susahnya aku mendapat jaringan di kampung halamanku ini.

Jadi, akhirnya aku ngepost FF ini hari ini sementara 2 lainnya akan di update bergilir dalam beberapa hari ke depan. Namun sekali lagi aku gak terlalu janji tepatnya kapan dua FF itu diupdate karena ya… dua FF lainnya masih dalam progress sekitar 85% dan 15%.  Pokoknya nikmatin dulu ya FF ini^^

Jadi akhirnya FF ini ceritanya begini, sedikit ala-ala manga jepang karena belakangan aku juga lagi senang-senangnya membaca manga. FF inipun sejujurnya telah mengalami revisi plot 3 kali dan akhirnya beginilah jadinya. Yeah semoga tetap membuat teman-teman menyukainya.

Happy Reading!

79 Comments Add yours

  1. mizanafidausi mengatakan:

    akhirnya baca ff nya putri lagi,,,
    kangen ma ff2mu put🙂
    berarti ini kyuhyun udah jadi guru kan baru dikenalin jadi tunanganya sso? aku fikir awalnya mereka dikenalin jadi tunangan dulu baru sso kaget saat kyu jadi gurunya…
    aku bayangin kyu jadi guru malah yang muncul wajahnya donghae kekeke,,,
    pas baca suara ketukan pintu ma jantung sso rasanya pengin ketawa😀
    ditunggu part dari ff lain ma ff requesanya🙂
    tapi jangan dipaksain juga sih, sesuai mood kamu aja,,,

  2. Rakha mengatakan:

    Gpp kok put,aku juga puas bgt bacanya cos menurut aku ff nya agak lebih panjang dari biasanya,disini si kyu dewasa kagak evil seperti biasanya,pokonya seneng pas baca diakhir,tambah lagi cho ahra yang heboh liat kissing kyusso,jadi senyum2 gila bacanya…
    Di tunggu ff lainnya hehehe

  3. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Waaaaaa…
    Akhirnya post ff juga si Putri.

    Kangeeeeen..

    FFnya emng sedikit banyak lebih kayak manga sih..

    Pas bagian2 pertama suka gregetan sama sikapnya mereka berdua (KyuSso)..
    Yg Soeun malu2,suka ngelamun, gerogian, .
    Yg Kyuhyunnya Dingin bgt jd orang, jd gemes sendiri.

    Plotnya juga dibikin sedikit lambat dri biasanya, .
    Hmm.. Suka bgt sama Noonanya Kyu, orangnya Hebohan… Apalgi pas Kyu kisseu Sso di bandara. Saya ikutan senyum2 gaje..
    Kkkk~

    suka bgt sama ide ceritanya.
    Apalagi ada sequel dri cerita ini.. Heheh #ngarep.

    Next ff, dtunggu ya put..
    Fighting!!

  4. senrumi mengatakan:

    Sifat kyu disini dewasa selali ya
    knp sebagai laki2 kyu jg tdk bs tegas
    sso lucu jg pasti dia tersiksa krn menjauhi kyu
    thir keren ditunggu ff laen nya

  5. cucancie mengatakan:

    Whuaaa…sukaa..so eun salah paham dikira ah ra itu pacarnya kyu,kyu jg slh paham dikira so eun udh pny pacar…udh tunangan tp malu2 gitu…

  6. Qiqie mengatakan:

    Kyaaaa akhirnya kyusso pun memperjelas hub nya .
    Ah emg komunikasi itu lbh penting ya dlm hub apapuN .

    Bnyak bgt pelajaran yg bs diambil dr ff ini.

    Kerreen put ^^
    Emosinya berasa bgt xD

    Dtggu ff lainnya ^^

  7. melli mengatakan:

    wah,,, kyuhyun bersikap dewasa yah,,,,, kekekkekekeke….
    aku suka endingnya,, saat kyuhyun menelfon soeun yang saat itu kangen ma kyuhyun,,

  8. YhulaiiSoeun mengatakan:

    Seneng ada ff yg upadate,, lg rindu sama krya2 mu putt… Hehehe…🙂
    Seneng bgt baca ff ini,, apalg trinspirasi dri lgu.y Owl city,,
    greget bgt ma KyuSso d.sni,, knapa gk dri awal2.y ajja lngsung bilang suka,, #plak.. :p😀
    sneng pas bgian kyu yg meluk sso krna dia tau kalau kyu mw pergi ke london,tpi skaligus sdih jga…
    Snyum2 sndiri dgr pnjelasan.y ahra ke sso,, sso malu bgt tuh tau ahra kalau trnyata noona.y kyu… Wkwkwk…😀
    gak rela sbnar.y kyu ke london,,kan bru jadian sama sso,,tpi gk apa apa deh,smoga pas kyu blik, mereka lngsung nikah.. Hohoh… #efeksequel… ;D
    pokok.y sneng ma ff.y Feel.y jga dpet bgt… D.tggu krya yang lain… Tetap smangat buat ff.y …🙂

  9. Arhy Supitri mengatakan:

    Wow, sedikit aneh aku bacanya mungkin karena bahasa kyusso terlalu kaku..:/
    Dan aku suka karakter kyu yang dewasa…tapi karakter sso disini sedikit membingungkan(?) Mungkin!
    Kurasa ff ini sedikit berat(?)
    Tapi tak apa, tetep bagus kok😀

  10. Choi Shinae mengatakan:

    akhirnya bisa baca ff baru ~^^
    okay.. andai dosenku di kampus seorang seperti ChoKyu kkkk -.-
    ternyata konfliknya salah paham toh kkkk soeun lucu ><
    tapi kesannya cool😀

    ceritanya juga menarik ~^^ tapi kayanya aku butuh sequel ^^v kkkk
    seperti biasa yg aku suka dr karya2 author adalah penggunaan kata kalimat bahasanya bagus bgt ^^

    Fighting author🙂

  11. hellolina97 mengatakan:

    Kyuhyun disini sifatnya dewasa ya, nggk ada evil evilnya sama sekali.

    Buat so eun, kau harus sbar nunggu kyuhyun pulang dua tahun lagi🙂

  12. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Huaaaaaa eoooon kereeen bnageeeetttt,,,saya suka saya suka,,,ya ampuuun kslah phamannya rumit bnget ya,,tug lagi si ah ra noona main cium” ajah,,kekeke lanjuuuutt eooon ditunggu ff lainnya

  13. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Huftttt….

    Seperti biasa nice story dn dikemas apik oleh Authornya…..

    Huuuuuuu..
    Gak kebayang klw rencana Hyomin benar-benar terjadi O.o

    serrrrruuuuu baca endingnya…
    Kyu umur 20 thn udh dewasa baaangeeeeetttt…

    Ditunggu karya lainnya Eonnie😉
    #TetapSemangat

  14. ayu mengatakan:

    yeee,kyusso..
    Keren bgt put,critanya menarik.. Sso eunni lucu bgt diff ini suka ngalamun, pemalu,sering bgt nundukin wajahnya.. . Hehe.
    Ff ini daebakk bgtlah. Harus ada sequelnya ni.. Ditunggu ff lainnya..

  15. nita mengatakan:

    sedikit kasian sm sso pas d sklh psti mkn ati deh #minumnytehbtlsosri. :-D:-P
    akhir d post jg ka,, sprti biasa crta ny sllu krn, d tnggu yg 2 ff ny lg y ka. fighting🙂

  16. Deborah sally mengatakan:

    Kirain kyuhyun nggak suka dengan soeun. Ternyata dia juga ada rasa haha. . ,
    oh iya sempat nyesek sih sebelum tahu kalau yang dipeluk kyuhyun itu kakaknya. . .

    Sequel dong, nggantung nih

  17. erika mengatakan:

    Huaa… Akhirnya publis ff lagi, senangnya😀
    Di sini kyu oppa dewasa bnget ya beda bnget sama sifatnya yg evil kkk… Xp
    Akhirnya kesalah pahaman antara dan Sso eonni dapat di selesaikan, tapi saat mereka mulai memulai hubungan kenapa kyu oppa harus pergi ke london u.u
    Good ff🙂 di tunggu ff lainnya author putri🙂

  18. witri nur fariyah mengatakan:

    stelah skian lma menungggu akhirr’y dpost jg…. ff u keren chingu,

  19. ssoangel mengatakan:

    Authoooor, suka banget sama ff nya! Huaaaa entah kenapa terharu bgt. Emosinya dapet bgt kdg2 bisa seneng atau senyam senyum sendiri trus bisa kesel atau gregetan. Keren bgt bisa bikin emosi reader naik turun hahaha. Duuuuh kyu coba dr dulu kek ambil sikapnya kek gt, so eun juga malu2 ya wkwk. Sweet bgt mereka berduaaa suka sukaaaa!
    Kalo request special part kyu nya udah balik ke korea setelah 2 thn kemudian boleh ga thor? Hahaha, pingin tauuuu.
    Daebak daebak! Selalu suka sm ff di sini, ditunggu karya selanjutnya ya thor. Kalo bs special part hehehe *tetep* hwaiting!!

  20. kim Ra rA mengatakan:

    yeeeee Akhirnya….. hehe~
    lagi lesu lemes kurang enak badan. jadi Happy ditemenin ff nya putri. apalagi sama KyuSso… !

    Ceritanya keren banget serasa balik lagi ke masa sekolah dulu.. keke~
    Kyu! Evil nya di umpetin di mana!!!! sisi dewasa seorang Kyu yang berhasil jadi idola di sekolah ‘calon tunangannya’ sendiri… mereka banyak salah faham di awal hubungan mereka tapi untung semua jadi lebih jelas meski harus terpisah sementara selama 2 Tahun…
    Suka banget sama jalan ceritanya.Buat Putri semangat terus dan sukses buat semuanya…..

  21. tesyasavika mengatakan:

    Kangen sama ff kakput udh lama ga baca. Suka sama ceritanya sweet maksimal;) kalo ada sequel buat dua tahun lg bagus nih kak#banyaknuntut. Sweet bgt waktu kyu ungkapin perasaanya“Karna perlu dua orang untuk saling berbisik“ suka bgt sm kutipanya:D Ditunggu kak 2 ff lainya😉 smangat kakput:)

  22. Qazz mengatakan:

    ^_^ …
    Campur-aduk ni bacanya. Deg2an, gemes, shock(apalagi pas Eunjung sama Hyomin taruhan… >:O rasanya pengen nelen Bang Kyu biar gak ada yang nyentuh Bang Kyu…#eh?), mesem2, dan…banyak deh, pokoknya!
    Ckck…! Dasar nih, Ahra eonni, bikin orang salah paham aja! Tuh, jadi nangis kan Sso eonni…bla..bla…#sewotmodeon :p #plak!
    Tapi akhirnya, Bang Kyu dan Sso eonni bersatu juga setelah terjadinya (banyak) kesalahpahaman… #:-S🙂
    Seru…banget bacanya…! Pokoknya keren…!!😀
    Ditunggu ya project ff lainnya

  23. Puja Indrasari mengatakan:

    hhhhhwwwaa keeerrrrennn onni huh aku kira kyuppa gak suka ma sso onni tapi kebalikannya hahaha sso onni Disini bener bener pemalu onni yg ff kyusso ada gak yg sifat nya evil kyuppa kelihatan banget . lllaannnjjuuttt yg lain onni figthing !!! ^_^ daebak kerenn ff kyusso aku suka kyusso ^_^

  24. aina freedom mengatakan:

    keren …awalnya sih bingung tentang hubungan sso yg gk ada manis2nya ,apalg bnyk kesalah pahaman antara keduanya ..membuat q merasakn emosi ,jengkel dan terharu smua jd satu saat membaca kisah kyusso , ska karakter kyu yg dewasa dan sso yg lugu dn polos ditambah mrk menjalaninya di lingkungn sekolah jd lbh greget aja . ini cast favorite q ..hidup kyusso . fighthing

  25. Woah akhr nya ada lg ff kyusso.. Aku suka ma karakter kyu yah walaupun aku sdkit kesal krn kecuekan nya ma sso.. Tp akhrnya berkhir dgn manis n menyenangkn. Ok dtggu ff yg lain. Kyusso apa lg kekeke

  26. Kim dwiie boemboem mengatakan:

    Hoaaaa so sweettt

  27. Dizha adrya mengatakan:

    Ehm ehm awalnya sempat sebel jg ma skp bang kyu sprti gak pduli gitu ma sso, rupanya si kyu prhtian bgt ma sso smpe mslh” yg tdk trpikirkn oleh sso dy mbri sso ruang bebs utk brgerak n tdk ingn mbuat sso trkekang, sng jg akhrnya mrka bsa mnyelesaikn kslhphmn d antra mrka n mngungkapkn prsaan mrka msng” cieee uri sso first kissnya di rebut ma cln tungannya sndri klw tmn” sklhnya tau psti mrka pda iri, tng za sso si kyuvil tu kn stia,, u jga di korea hrs stia ma si kyuvil hehe

  28. It's Me Na Na mengatakan:

    so sweet

    butuh sequel nih

  29. gara2 kurang komunikasi sso salah paham dan patah hati !!

    ga bisa ngomong ap2 lagi deh

    emang keren bnget ff nya !!
    apa lagi ending nya
    woooh dapet bnget feel nya !!
    kyusso couple is the best deh
    di tunggu selalu ff selanjutnya !!

  30. Devi mengatakan:

    seru and mengharukN,,,,,,,, awl’a sedih bngeeeet d kira eonnnie so eun gk d ang2ap ma kyuppa trnyta kyuppa cman menyesuaikn umr eonnie so eun yg msih 18 thun,,,,,,,,,,

    seru jg ad slh pham’a ap gy eonnie so eun mnyangka klo cho ah ra tuch pcar’a kyuppa trnyta kakak’a,,,,,d awl krena kesalh phaman

  31. anna mengatakan:

    ending yg cute n sweet,,sso bnr2 polos n pemalu brbanding trbalik dgn kyu yg cool n brwibawa,,untgny sso ckp prcy dri n pny kberanian lbh utk ngungkpin prsaany&syukrlh mndpt tnggpn positif dr kyu,,heeemm jd mmbygkn prtemuan mrk slnjtny yg sm2 lbh dewasa,,apkh kyu bs mrskn cemburu&ksepian jg sprt sso,,nice story gomawo ^^

  32. Minda amalya mengatakan:

    Akhirnya ka putri nge-post ff juga. Ffnya keren ka! Couple fav aku, kyusso. Kyuhyun yg biasa evil jd dewasa gini kkk~ pokoknya daebakk! Aku tunggu karya2 lainnya:)

  33. yolan mengatakan:

    Wahh udah lama gak baca ffnya nih,,, selalu ngecek blm ada yg baru
    Ehh pas buka lagi ternyata udah ada hehehehehe
    So eun nya lucu bgt sih bener2 polos dan lugu bgt,,,
    Dpt tunangan yg cool bgt, sempurna malah
    Tapi tetep aja kesalahpahaman yg terjadi malah bikin mereka jujur sama perasaannya,,, jadian deh😀
    Pengennya sih ada sequelnya,, tapi klo pun gak ada tetep seneng koq karna ceritanya bagus dan lucu
    Ditunggu ff lanjutan yg lainnya yaaa
    Semangat ^o^/

  34. nita mengatakan:

    Wahhhh, daebak!!!!
    Suka sama ceritanya, aku dapet bnget feelnya, apalagi ketika sso eonnie salahpaham sama ah ra eonnie n berusaha buat ngehindar dri kyu oppa,krasa bnget,, gara2 nggak ada komunikasi jadi kayk gtu deh ya,
    Aihh, frustasi ya kalo punya temen kayak gtu, wkwk
    Ituu, ah ra eonnie bner2 deh, main cium aja, kan jadi pada salah paham tuh, tapi lucu deh ah ra eonnie, pas bnget statusx jadi noona nya evil kyu
    Yahhhh, pas udah saling ngungkapin kyu oppanya pergi deh k london 2th, tapi nggak papa deh ya
    D tunggu kok sama sso eonnie🙂
    Kyusso jjang!

  35. Firyal Aqilah mengatakan:

    Aku nyampe nangis bacanya #plak

  36. IntanElfAngels mengatakan:

    yaaaakkkk huahh sempet nyesek sih tapi cuman bentar xD … Nah loh gini nih kalo udah salah paham :3 ,, ckckck KyuSso manis bangett , aku suka ^,^ ,, next ff dtunggu yah eonni ^^

  37. Tetta Andira mengatakan:

    Owhh man!! Author-nim , ini tuh ky’ nano-nano🙂
    sweet’x , lucu’x , greget’x , smpe sad’x dapet smw dehh ..
    Bingung mau komen apa . Ini ff KyuSso yg ckup pnjang & ckup nguras bnyk emosi . Emosi bahagia khusus’x . Hha~

    Gak bnyk bacot dehh ,, aku suka banget ! KyuSso jjang ! Author-nim jjang ! Ttap smangat , ditunggu sllu , & makin bersinar .. ^^

  38. niniet mengatakan:

    Lagi2 aku terhanyut dlm karakter So Eun di. Ff mu ini putri, hingga bisa ngerasain ketika dia terbengong,senang,malu dan jg sedih,apalagi saat ia menghindar dari Kyuhyun nyesek hingga hmpr menangis, feelnya dpt bgt deh..:) sukses putri..akan sabar menanti 2 ff yg lainnya,fighting!

  39. Aisparkyu mengatakan:

    .gkk paa ko putt,,
    .di post jga ffnya cri cri wktu untk mmpr k blog mu ech trnyta dh d post ,,sruu put crtnya dan aggak pnjng jga pkonya top dech ampe snyum” sndri bcnya ngliat tnggah lku sso yng malu mlu trus jga d tmbh spat kyu yng dngin tpi mnypan prssan pda sso ,,pkonya daebak dech ,,hehee

  40. RANI mengatakan:

    akhirnya aja mereka berdua bilang sama-sama suka dan sebelumnya terjadi kesalah pahaman diantara mereka berdua, tapi lanjutannya gimana nih kan mereka berdua belum tunangan soalnya so eun belum lulus sekolah dan kyuhyun malah ngelanjutin s-2 nya ke london.

    Sering-sering ya kak post ff-nya yang pairing member suju sama so eun dan tetap semangat

  41. shane mengatakan:

    Satu…dua…seratus …huh…aaaaaaaaa suka bgt ma ni story kliatan sederhana tp menusuk d kaki hhhe d hatii maksudnya😉 hihiii
    Butuh 2 orng untuk saling berbisik « (y)

    Dari awal pas d pertemukan dri kedua kel cho n kel kim , soeun langsung terpeleset ngeliat sang evil hingga smakin lama rs itu tak dpt d hindari hingga sering kali soeun merasa sakit d persaannya sendiri karna komunikasi yg begitu sempit dg sang calon tunangan😀
    Aish sempet kesal jg ma kyu ..laki aye dingin kek es hhhhhe jd ragu kyu punya hati g sm soeun uuuu apalgi ngomongnya formal bingit lgi k soeun ,banyak kesalah pahaman d sini *entr besok3 kkak suruh kyu rajin2 ngomong dah biar g miskomunikasi lgi hahahahaha😄 *plakk*

    Ternyata ..eh ternyata sikap kyu bener3 dewasa bgt ya , dia tak ingin soeun meresa terkekang karna perjodohan ini pdhll soeun mengharapkan bingit kyu menunjukkan hati dan perhatian lebih pdnya😉

    Adow itu si hy min ma eunjung -,-‘ bikin soeun stress begitupun aye hhhh ~XD

    Td sempet berpikiran cewek yg d apartemen kyu itu kekasih kyu tp untunglah kakk ipar aye rupanya kkkk ~ *gubrak*
    Lega bgt ketika soeun brani mengeluarkan isi perut nya kkkke isi hati nya k kyu ampe kyu cm bs melongo kek ikan yg kekenyangan hihii *lebay ah*

    Stelah berbicara berdua..ternyata kyu juga suka ma soeun …cinta yg terbalas Akhirnya terselasaikan sudah endingnya pas bingit put (y) terharu n bahagia kakak :* peluk puput elat3 {} hhhe

    Jdi pengen d peluk olleh kyu o,O

    Ny Jong , I kasih 1000 jempol buat ny jongwon tersayang :* puuupuuuuut,ff mu slalu membekas d gigi eoh di hati kakak yo :* ( ‾̴̴͡͡‾̴̴͡͡) ♍űűűάάħ°˚ ˚<3

    Keep writing n espirit ,,, je cher puput :*
    # terik bibir ke atas , lempar senyum bang jong ………..(?)

  42. kiki chan mengatakan:

    sequeeel.. kyusso momennya kurang. haha. ngga ding.. terserah author aja..
    wah aku suka nih ff ky gini. nyesek di awal tp endingnya happy. hha. tapi ya itu.. momen kyussonya krg. tp its oke. yg pasti aku suka ff nya🙂

  43. Tikka mengatakan:

    Mungkin ff ini agak serius yah menurut ku, karna di sini kyuhyun berperan sbg guru dan jauh dari imagenya yang jail.. Tapi, bisa di imbangi sama soeun yg masih siswa. Cuman agak kurang gimana gtu di sini gk trlalu buanyak kiss. ? *plakk* beda dari kebanyakan ff kyusso.. Tapi, tetep seru dan bagus. Aku juga antusias bacanya ceritanya juga unik percintaan guru sama muridnya sendiri😀

  44. kristienuuna mengatakan:

    Wah so sweet..o(*^▽^*)o
    WaLau bersatu d part akhir, kesan cinta kedua na dapet banget..

    Sempet gregetan d tengah2..
    Aduch KέれāPå Kyuhyun oppa na pasif banget..
    Soeun na juga tertutup banget..
    Kapan mesra na..

    Tapi, aku bisa Liat khawatir na Kyuhyun oppa ke Soeun..
    Sampe akhir na peLukan pertama mereka terjadi d ruang guru..
    ◦°◦みϱ\”̮みϱ\”̮みϱ (⌒˛⌒)◦°◦ seneng na..

    Aduch Hyomin serem bener, kuku na tajem2 sampe tangan Soeun Luka..
    нªƘнªƘнªƘнªƘ Jungie eon konyoL mw cium Kyuhyun oppa biar dapet tiket na OneDiR..
    deg deg’an waktu nunggu aksi na Hyomin, padahaL Soeun yg teriak KέれāPå aku na yg maLu maLu kucing ya..
    Seru FF na, bikin senyum senyum geje, kadang sebeL, gemes campur gregetan..
    Sukses dech buat project Laen na, seLaLu d nanti..

  45. Esaa mengatakan:

    Akhirnya di post juga, aku nunggu banget karya karyamu…
    Temanya sih biasa, tapi kenapa seolah aku jadi kim soeun ya? Ikut jatuh cinta ketika soeun pertama kali ketemu kyu, ikut sedih ketika kyu bersikap biasa saja, ikut kesal ketika teman temannya mencoba mendekati kyu, ikut kecewa ketika soeun salah menafsirkan pelukan kyu dan ah ra, ikut marah ketika soeun melihat ah ra mencium kyu dan semua org membicarakannya, dan aku juga ikut malu malu ketika kyu mencium soeun di bandara. . . .
    Ah.. Soeun itu aku kali ya? Haha..

  46. tanti no kawai mengatakan:

    Karena sama2 tidak tau cara memulai sebuah “pembicaraan” kedua ηγά̲̣̥ pun menjadi mempunyai penilaian tersendri terhadap pasangan ηγά̲̣̥….˚◦°•hмм…(―˛―“)..=-?•°◦˚

    Sempet tertipu dengan sikap kyu Ϋά̲̣̥ηġ nampak sperti belom Þüñ¥ά perasa’an tersendri terhadap sso…meskipun di satu kesempatan sudah menyiratkan ketertarikan ηγά̲̣̥…..

    Anggap saja salah ahra Ϋά̲̣̥ηġ datang di waktu Ϋά̲̣̥ηġ tidak tepat_yang terlalu berlebihan mengexpresikan ikatan saudra di antra mereka…dan anggap saja salah sso Ϋά̲̣̥ηġ terlalu pemalu η pendiam sehingga kesimpulan2 itu di dapat dari sudut padang dy tanpa mintak pendpat orang lain….kkkk

    Tapi justru konflik itulah Ϋά̲̣̥ηġ pada akhirnya secra tidak langsung menyeret mereka dalam situasi Ϋά̲̣̥ηġ lebih membuat mereka memahami satu sma lain…. Ekekke

    Yeaaa…..putriii kalo diksi.mu sih mank udah ngk di ragukan ƪάğί …..jalan secritamu kali Ĭηĭ lebih ringan_tapi sebenernya hal semcam inilah Ϋά̲̣̥ηġ kadang banyak orang2 alami…ekekke

    Kerennn deh pokoknya…. Nexttt project selalu di tunggu… ^^

  47. yehaesso_ mengatakan:

    setelah menunggu akhirnya ada juga postan baru.
    suka banget sama ff ini😀 aku nikmatin banget jalan ceritanya. feelnya dapet..
    karakter kyuhyun yg beda dari biasanya, aku suka🙂
    ditunggu karya selanjutnya author, sangat ditunggu😉

  48. ticha_ mengatakan:

    woooaaaahhh……akhir’a bsa komen…..
    Hm…jd ikuutan sebel kirain bener kyu oppa selingkuh,,,aplg sikap’a kyuppa ke sso eunnie….hua..jd gemes leat’a….😦
    Suka ama karakter kyusso….kyuppa yg dewasa dan cool….dan sso yg cute dan poloosss…kkkkk😀
    Benar” serasi….
    Waktu kyuppa pelukaahn kirain benran selingkuh tp t’nyata ah ra eonnie….
    Suuuukkkkaaaaa,,,,,,
    Apalagy waktu goda kyusso….hahahaha q ampe ikutan senyum ga jelas…..😉
    Daebaaaaakkkkk!!!!!!!!!
    Q tgg karya saeng selanjut’a…. :*🙂

  49. dyyyy mengatakan:

    part endny so sweet bgt…..
    trnyata mrk berdua salah paham…..
    rasa yg kt miliki tuk seseorang emang hrs diutarakan biar gak trjd ksalah pahaman

  50. haekyusso mengatakan:

    Sukaaa,,,cerita y!!!
    Sso d jdhkan dgn kyuhyun,dimana kyu sbg guru d sekolh y sso,,,
    kyu skp y trlalu datar ampe” sso slh phm dgn yg dia lht,,,,
    agak nyesek wkt sso yg slh phm wky lht kyu sm ah ra dan wkt ah ra cium kyu,,,
    Tp utng y brakhir bahagia,wlpn dkt ngegantung d akhir crt y,,,tp ttp kereeennn🙂

  51. angelf mengatakan:

    akhirnya di post juga
    aku ngerasa disini ceritanya agak beda sama ff author yang lainya..
    Trus penggambaran karakter tokohnya kyu disini suka banget…
    Meskipun kelihatanya gak peduli tpi dia sayang sama sso
    ssonya aja yg terlalu cepet nyimpulin hingga akhirnya ada salah paham..
    Suka ceritanya ditunggu next partnya

  52. ikayeoja fishy mengatakan:

    kereeeeeennnnnnnnn…
    bagus bngt put cerita’y..feel’y juga dpt.tpi ada typo sedikit’y..
    waahhh jadi pnsrn am ff yg 2 itu..kira” pairing’y siapa aj ya..
    di tunggu put ff yg loem d lanjutin terutama black and white..
    fighting put utk karya”mu:-)

  53. kiki mengatakan:

    waaaah,
    kyu oppa cool bnget!!!

    ff nya daebaak thor,
    dtunggu ff sso eoniiee lainnya,,,,:)

  54. pipip mengatakan:

    Waaa ceritanya emg bner mrip manga ya agak gantung gtu (?)
    Watak soeun disni unyu apalgi kyu yg superduper cool gtu
    Jdi bkin slah pham soeun apalgi kyu dgn soeun sma2 malu ngungkapin perasaannya jdi degdegan bcanya
    Suka dgn ceritanya apalgi konfliknya gk brbelit2 jdi lncar bcanya hihi
    Dtnggu eon ff lainnya gk sbar bcanya

  55. sitieunnie mengatakan:

    Yaaaah put..
    eonni bgitu kangen dgn ffmu..lma skali tdk updatex..😀
    ff kyusso mmang the best dah kalo soal feeling..brasa bgt..
    dr awal smpai akhir greget dgn skap kyu yg slalu cuek tp pduli dgn sso yg akhirx mmbuat sso slah pham..
    tp jjur put,eonni nangis wktu sso ngungkapin prsaanx..ikut trbwa emosi..hiks hiks😥
    tp lucu jg ngeliat ahra yg centil sm adikx..wkwkwk xD
    n gmn reaksi hyomin-eunjung ya kalo tau hbngan kyusso yg sbnrx..haha😀 #pnsrn
    bikin sequelx dong put coz endingx gntung..#mukamemelas😥

  56. Safriyanti mengatakan:

    Huft,,,trnyta bnyk slah pham,a antra kyusso,,,
    hbis ksel jg sech ma kyu yg gk tgas gto n buat sso mkin slh pham,,,
    tp ska ma skap kyu yg cuek gto,,,
    trllu bnyk yg mnggilai,a,,,
    mskipun sso mrsa tak populer nmun tnpa dsadri da bgtu bnyak mta namja yg mngiginkan,aa,,,,,
    sngguh brntung kyuppa,,,,,

  57. cutewhite mengatakan:

    Waaahh.. Ff request-an udh publish..
    Ahahaha karakter sso lucu plos malu2 duuhh lgian ya kyu diem aja gk pernah bertindak..untung ajaa sso kyu mau pergi jdi sso ada inisiatif buat nyatain perasaan.. Kyusso sweet.. Ditunggu ff lainnya^^

  58. satsuki mengatakan:

    kereeeen eon.🙂

  59. marly mengatakan:

    Hmmm…jd itu alasan nya knp sikap kyuhyun yg biasa2 ajaaa… Kirain emg awal nya kyu ga suka sama soeun…

    2tahun soeun pasti jadi gadis yg dewasa, cantik dan menarik…\(`▽`)/

  60. auliaveronica mengatakan:

    Aaaa FFnya keren eon ‘-‘)bb
    Untung aja kesalah pahamannya udah gak berlanjut lagi ._.
    Rada kasian sama sso. Tangannya kena gores hyomin ya? Kok yg hyomin sama eunjung gak dikasi lagi penjelasannya? ._.
    Bikin sequel dong eon ‘-‘ ditunggu ne ff yg lainnya?😉 fighting!😀

  61. vita mengatakan:

    annyeong,,,aku reader baru,,aku suka banget sama ff kamu apalagi klo pairing.a haesso sama kyusso keren banget deh pokok.a…tunggu ff selanjut.a,,hwaiting !! ^^

  62. aikurasin mengatakan:

    kyusso so sweet dech ……….

  63. zulfah mengatakan:

    hwaaaa aku suka bgt ceritanya, kyu keliatan dewasa bgt di sni, awalnya smpet bingung sma perasaan kyu, cuman trnyta itu jga krn skap sso nya, nah lho sso ko bsa slah fham ttg status ah ra ya?! emang ah ra nya jga sh yg rbet + heboh bgt, eh itu yg ngefans sma kyu pda bkin frustasi bgt dh -_-
    ah seneng bgt akhrnya hubungan kyusso nya jdi lbh jd lbh jelas, mskipun untk saat ini mrk msti kpisah dlu…
    keren keren, like it (y)

  64. lee_jihyun mengatakan:

    hua… Sweet story… I like this…

    kyusso, benar2 cute…🙂

  65. nadiladirga mengatakan:

    Aku reader baru salam kenal hehe, gatau mesti komen apa #garukgarukkepala ceritanya bagus aku suka main castnya Kyusso😀

  66. umi_ali mengatakan:

    Aq suka ma cerita iniiii
    Kereeeeen, natural dan alurnya pas

  67. ji eun mengatakan:

    keren.memang klo hubungan itu harus sering komunikasi biar ga salah pajam kayak kyuseo.

  68. andri susilowati mengatakan:

    maaf thorrr, baru bisa baca.
    kkk akhirnya ada ff baru. seru ceritanya. kisah cinta guru dan murid sebagai tunangan. di ff ini karakter kyu beda dari biasanya. bisanya ssi kyu bersikap cuek bebek. biasanya dia itu pemaksa ulung. suka happy ending hahaha
    selalu tertarik baca ffmu.
    lanjut ddehhh semangat bikin ff yang lain.

  69. dinnur mengatakan:

    suka bgt ceritanya, kyuhyun jadi gurunya hahaha
    karakter so eun disini bikin gemesss, polos bgt dia
    sebenarnya penasaran gimana waktu kyu udah balik, berharap ada sequelnya

  70. Yeojaniel mengatakan:

    Woaaaa so sweet. buat lagi kaka yang kyussonya :3
    tapi jangan dua pairing ehehe

  71. Dear Dhiyah mengatakan:

    So sweeetttttttttt
    Sequel dong put ,, please *kedipin mata

  72. syiffkh mengatakan:

    Keren… akhirnya mmereka memperbaiki kesalahpahamannya

    Bikin sequelnya dong thor. Yang nyeritain apa mereka bakal tetep tunangan setelah kyu pulang dll. Hehehe

    Semangat terus thor

  73. Soeun mengatakan:

    Wah…wah…wah trnyata bnyk kesalahpahaman yg trjadi di antara kyuSso … Kendati demikian akhirnya kyuSso saling mengungkapkan perasaan masing2

  74. princess ice mengatakan:

    suka suka sukaaaaa bgt❤❤ :*
    serius putriii ini harus ada sequel…ampe mreka tunangn bneran. kalo perlu ampe nikah,pnya anak,cucu,cicit #plak!# abaikan
    seru bgt baca ff ini. lucu *ngakak* ama pemikiran2 polos sso ttg kyuhyun. sama lamunan2 yg bkin sso di tegor mulu ma abangkyu.. apalagi tyap kamu nempatin kata 'calon tunangan' entah knapa aku ngerasa lucu,terus pengen ketawa. aduh kyu tuh emank yah sesalu dapet bgt kalo krakter pinter,jenius,idola smwa cwe..oemjii tipe aku bgt tuh..
    suka suka suka bgt pokonya sama ff ini.. penuh warna😀🙂😉
    sukses selalu putri :* chu!

  75. dania mengatakan:

    Aihhhhh kerennnnn. Daebak! Senyum senyum sendiri wkwk. Ditunggu ff yg lain. Fighting!

  76. Rani Annisa mengatakan:

    akhirnya kesalah pahaman so eun ke kyuhyun itu terjawabkan sudah🙂

    Dan so eun cemburu banget kalau kyuhyun deket atau dideketin sama cewek lain….

    Tapi akhirnya so sweet banget,, dan terlihat saling mencintai🙂

  77. GG mengatakan:

    so sweet bangettttt ><
    wajarlah soeun cemburu ke Ahra..
    habis Ahra cantik banget, lebih pantes jd pacar dr pd kakak bwahahhahahgaagaaaa

    sequel plisssss..
    penasaran waktu kyu dtg dr london
    penasaran gimana kalo seorang cho kyuhyun cemburu itu gimana?
    plissssss

  78. Ranynatasha mengatakan:

    Satu kata yaitu DAEBAK
    kyu hyun dari awal suka sma soeun
    soeun juga suka sma kyuhyun
    alur cinta mereka keren🙂
    kalau ada sp nya psti keren🙂
    aku tunggu ff selanjutnya author
    FIGHTING!

  79. tina65 mengatakan:

    Ternyata Kyusso sama2 salah paham.
    Tp untunglah mereka bisa bersatu.
    Suka sama karakter kakaknya Kyu.
    Tp sebenernya aq berharap ending.
    Kyu ketemu lg sama Sso setelah dua tahun.
    Dan mereka tunangan.
    Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s