~ [OneShot] Afterimage (3th Cloudyelfputriandina) ~


Title       : Afterimage/ Zanzou (Inspired by. Flampool’s song)

Author  : PrincessClouds (PutriAndina)

Genre   : Romance, Teen, Angst

Rated    : PG-15

Length  : One Shot

Main      : Cho Kyu Hyun, Kim So Eun, & Kim Jong Woon

Minor    : Jung Yoo Geun, Kim Ryeo Wook, Park Gyu Ri,

afterimage

Summary: “Namun orang-orang yang kau cintai akan menghilang. Karena begitulah hidup.Tak ada kenangan yang benar-benar sempurna.”

Warning : Typo(s)

Dedicated To : Kak Shane Imoet

Recommended Songs :Zanzou by. Super Junior Kyu Hyun

*

Kyu Hyun masih ingat saat pertama ia bertemu dengan gadis berambut panjang itu.Waktu itu, ia bahkan begitu mengingat dengan baik saat gadis itu berjalan kearahnya dengan langkah yang gotai dan terlihat tanpa gairah sama sekali. Bahkan lebih dari itu tubuh itu sempat jatuh ke dalam pelukannya akibat terlalu lelah dengan langkahnya sendiri.

“M-Maaf..”

Kyu Hyun masih ingat ketika gadis cantik itu mengalihkan pandangannya dari Kyu Hyun – dimana Kyu Hyun menangkap air mata disana – ia menangis.

Gadis itu kemudian dengan susah payah bangun dari pelukan Kyu Hyun. Tampak berusaha menguatkan tubuhnya yang benar-benarseperti tak bertenaga.

“S-Sekali lagi maaf..”

Iaberucap dengan wajah yang masih berpaling kearah lain – masih menyembunyikan wajahnya yang dipenuhi oleh air mata. Gadis itu tak memberikan kesempatan bagi Kyu Hyun untuk mengatakan apapun karena ia telah memilih berbalik dan melanjutkan perjalanannya. Meninggalkan Kyu Hyun yang menatap punggungnya.

*

Dua minggu yang lalu akhirnya menjadi pertemuan kedua Kyu Hyun dengan gadis yang ia tak tahu namanya itu. Hal itu terjadi ketika Kyu Hyun baru saja pindah ke apartment barunya dan menemukan gadis itu dari sebuah kamar apartment yang terbuka.

Namun kali ini gadis itu terlihat tertawa bahagia – begitu bahagia.

*Afterimage*

“Aku tak mengerti!”Bocah kecil itu mengomel sebal sambil menggembungkan kedua pipinya.Ia kemudian melipat kedua tangannya dan melirik pengemudi yang duduk di sampingnya.“Kenapa belakangan ini hyung selalu mengantarkanku sekolah?” sambungnya kemudian.

Kyu Hyun sang pengemudi tampak terkekeh dan melirik bocah kecil itu sejenak. “Kenapa? Bukankah seharusnya kau menyukainya bukannya mengomel..” sahut Kyu Hyun sambil terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.

“Masalahnya itu hyung mengajakku pergi terlalu pagi.Kau juga menjemputku begitu cepat!”Seru si bocah tak mau kalah.

“Loh, bukannya bagus? Dengan begitu jadi kau tak terlambat datang maupun pergi, Yoo Geun-ah…”

“Tch, alasan.Nyatanya hyung kesana hanya untuk melihat So Eun-Seonsaengnim!!!”

Kyu Hyun tak lagi menyahutinya, ia hanya terkekeh pelan mendengarnya. Mau bagaimana lagi, toh si bocah ini menebaknya dengan benar.

“Huuh, hyung benar-benar membuatku malu tahu..”Yoo Geun mengomel kembali.“Semua teman-temanku mengejekku karena ulahmu.Mereka bilang kalau ayahku terlalu centil pada seonsaengnim. Itu menyebalkan karena walau kujelaskan kalau kau bukan ayahku mereka tetap menganggap begitu…”

“Haha, tak usah didengarkan kata-kata orang yang seperti itu, Yoo Geun.Itu hanya menganggumu. Diacuhkan saja.” Ujar Kyu Hyun sambil terkekeh dan melirik bocah kecil yang merupakan anak dari kakak sepupunya itu.Si bocah mengerang sebal.

“Auuh, percuma bicara pada hyung…” ucapnya lebih mengembungkan pipinya sambil mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.Hal yang membuat pemuda di sampingnya hanya bisa kembali kembali terkekeh dan geleng-geleng kepala sebelum terus mengemudikan mobilnya.

*

Gadis itu menghentikan mobil yang dilajukannya dikendarainya di depan gedung taman kanak-kanak itu. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah gedung yang mulai dipadati sebelum kembali pada sosok lain yang duduk di sisinya.

“Aku akan masuk.Kau bisa membawa mobilku dulu untuk pergi jalan-jalan lalu menjemputku lagi nanti.Hari ini juga kau libur bukan?”Tanya gadis itu pada pemuda berambut hitam yang duduk tenang di sampingnya. Pemuda dengan surai raven itu menoleh padanya.

“Tch, tak bisakah aku ikut saja? Aku benci menunggu.” Ujar pemuda itu keberatan.

“Tapi masalahnya kau terus mengangguku. Aku tak bisa berkonsentrasi setiap kali kau mengikuti mengajar..” gadis bernama Kim So Eun itu cemberut.

“Haha, kau saja yang berlebihan..” pemuda itu mengacak rambutnya. “Lagipula aku hanya memastikan bahwa kau tak diganggu laki-laki lain di dalam.Kau kira aku tak tahu banyak laki-laki yang melirik padamu belakangan ini…” ujar pemuda itu mendelik, menunjukkan wajah cemberutnya.

“Aish, astaga!Itu hanya karena kau yang terlalu berlebihan!”So Eun berdecak.“Lagipula kaukan lihat sendiri bahwa aku tak mengabaikan mereka semua karena dirimu. Sudahlah, berhenti bersikap cemburu…”

“Tch, baik-baik.Aku mengerti.Sekarang lebih baik kau bersiap-siap untuk mengajar.Kita tak akan pernah selesai kalau terus berdebat…” kata pemuda itu tersenyum lembut sambil lagi-lagi membelai kepala pemuda itu.So Eun memejamkan matanya demi meresapi sentuhan pemuda yang spesial untuknya itu.

“Baiklah Ye Sung, ayo kita masuk?” Tanya So Eun menawarkan sambil mengambil tasnya di bangku belakang.

“Tentu saja aku tak masuk sekarang.Aku tak mau masuk sampai ke ruang guru. Jadi aku akan menyusulmu setelah kau mengajar saja nanti..” jawab pemuda yang dipanggil Ye Sung itu.

“Okey baiklah kalau begitu..”So Eun mengecup pipi Ye Sung hingga pemuda itu tersenyum.“Sampai jumpa nanti kalau begitu…” ucap So Eun untuk terakhir kalinya sambil membuka pintu mobil.Ia kemudian keluar dari mobil itu lalu berjalan menuju gerbang gedung di depan.

Sementara itu di dalam mobil Ye Sung tersenyum halus sambil mengikuti So Eun dengan pandangannya.

*

“So Eun-ie seonsaengnim!!!”

So Eun yang baru saja akan memasuki gerbang menghentikan langkahnya ketika namanya di panggil. Gadis itu tampak tersenyum begitu melihat seorang bocah laki-laki berlari dengan riang ke arahnya – seorang pemuda terlihat di belakangnya.

“So Eun-ie seonsaengnim selamat pagi!!!” Seru Yoo Geun riang sambil menghentikan langkahnya di depan So Eun. menengadah menatap So Eun dengan senyuman berbinar.

So Eun tampak tersenyum, ia membawa dirinya untuk berjongkok untuk menyesuaikan tingginya dengan Yoo Geun. “Selamat pagi Yoo Geun.Bagaimana khabarmu hari ini? Apakah semangat?” Tanya So Eun lembut sambil mengusap rambut Yoo Geun dengan lembut.Bocah itu mengangguk ceria.

“Hum! Tentu saja!” jawabnya girang.

Kyu Hyun yang sejak tadi berdiri di samping Yoo Geun hanya bisa tersenyum melihat moment di depannya.Pandangannya beberapa kali melirik guru muda yang terlihat cantik itu.

“Anda datang lagi Cho Kyu Hyun-ssi?”So Eun melirik padanya tiba-tiba.“Selamat pagi!” ucapnya kemudian.Kyu Hyun tampak tersenyum pada gadis itu.

“Selamat pagi juga untuk anda, So Eun-ssi.Senang melihat anda…” jawab Kyu Hyun tersenyum penuh arti.

Senyuman di wajah So Eun agak memudar setelahnya, ia kemudian mengalihkan pandangannya dari Kyu Hyun menuju mobilnya sebelum kembali menatap Yoo Geun. Sebenarnya iapun tahu bahwa Kyu Hyun memperlakukannya dengan berbeda – pemuda ini memiliki perasaan padanya – hal yang sejujurnya kadang membuat So Eun tak nyaman bertemu dengannya.Apalagi ketika Ye Sung berada di dekatnya.

“Ya sudah, Yoo Geun. Sekarang sepertinya sudah saatnya kita masuk…” So Eun menepis pemikirannya tadi dan kembali  pada anak itu. Tersenyum pada si bocah.“Kita masuk bersama, ya?”Tanyanya kemudian.

“Hum!” Yoo Geun lagi-lagi mengangguk senang.

So Eun kembali mengacak rambut Yoo Geun sebelum meluruskan tubuhnya.Ia kemudian melirik pada Kyu Hyun dan tersenyum padanya.“Terima kasih karena telah mengantarkan Yoo Geun, Kyu Hyun-ssi. Untuk selanjutnya anda bisa mempercayakannya pada saya..” ucap So Eun pada pemuda itu.

“Ya..”Kyu Hyun mengangguk, tersenyum padanya. “Selamat bekerja, So Eun-ssi…”

So Eun memberikan senyumannya yang terakhir kali pada Kyu Hyun sebelum kembali melirik ke arah mobilnya.Gadis itu kemudian mengajak Yoo Geun untuk masuk bersamanya ke dalam. Meninggalkan Kyu Hyun tepat di depan gerbang gedung itu.

Kyu Hyun tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Yoo Geun yang melambaikan tangan padanya dengan riang ketika ia mengikuti So Eun. Pemuda itu mengikuti keduanya hingga menghilang di antara keramaian.Setelah itu Kyu Hyun tampak mulai berbalik meninggalkan tempat itu – setelah sebelumnya melirik mobil So Eun yang terparkir di dekat sana.

*

“Oh ternyata anak dari kakak sepupumu sekolah di tempat ia mengajar ya, Kyu? Itu sebabnya kau gigih mengantarkannya belakangan ini?” Celoteh Ryeo Wook sambil mengunyah makanannya, sementara dengan mulut penuh itu ia terus berbicara. Pandangannya teralih sepenuhnya pada pemuda yang tiduran di depannya.

“Yeah, begitulah. Itu adalah sebuah kebetulan yang beruntung..” jawab Kyu Hyun terkekeh, sementara tangannya sibuk menyusun kotak rubik di tangannya.

“Oh..”Ryeo Wook menggumam sambil masih sibuk mengunyah makanan.“Kau sepertinya begitu menyukainya, huh? Aku penasaran seperti apa orangnya hingga kau seantusias ini…”

“Kau harus melihatnya, Wook. Dengan begitu kau akan tahu kenapa aku sampai segila ini. Dia benar-benar tipe idealku…” jelas Kyu Hyun lebih bersemangat, sedikit melupakan kotak mainan di tangannya.

“Begitukah?”Ryeo Wook menyahut bosan, agak menyepelekan.“Sayang aku belum pernah melihatnya. Ini sudah keempat kalinya aku ke apartment barumu ini tapi aku tak pernah melihat tetangga barumu itu..”

“Huh kau benar soal itu..”Kyu Hyun menghembuskan nafasnya sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.“Dia memang jarang sekali keluar dari apartmentnya.Bayangkan saja, walau bersebelahan begini aku hanya akan melihatnya di taman kanak-kanak saja. Sekali aku bertemu mungkin ketika kebetulan dia mau pergi atau mengambil Koran atau susu yang dikirimkan. Dia hidup dengan begitu tertutup..” jelas Kyu Hyun kemudian.

“Owh.Memang kau benar-benar sesuka itu ya?”

Kyu Hyun tak melanjutkan kata-katanya, pemuda itu lebih memilih menerawang keluar jendela apartmentnya sesaat. Kembali membayangkan saat ia pertama bertemu gadis itu – saat dimana ia terperangkap oleh pesonanya.

“Tch tak usah dijawab. Aku bisa melihatnya dari wajah bodohmu…” Sela Ryeo Wook tiba-tiba setelah melihat reaksi dari temannya itu.Hal yang membuat Kyu Hyun kembali dari ingatannya.

“Kau itu tak pernah jatuh cinta, Wook.Itu sebabnya kau tak tahu rasanya – kau tak tahu sensasinya…” ujar Kyu Hyun menanggapi.

“Huh terserahlah..”Ryeo Wook memutar bola matanya bosan.“Hanya saja kau harusnya tetap membawa akal sehatmu dalam hal ini, Kyu.Gadis itu, maksudku kau tak terlalu mengetahui hidupnya. Kita tak tahu kalau ia punya kekasih atau tidak bukan? Jadi persiapkan dirimu untuk semua kemungkinan..”

Kyu Hyun kali ini tak menyahut ataupun tersenyum karena kata-kata Ryeo Wook.Pemuda itu tampak terdiam karenanya dengan ekspresi yang sedikit berubah.

*

So Eun sedang sibuk di meja makan sambil mengupas sebuah apel di tangannya. Gadis yang saat ini hanya menggunakan tank-top itu tersenyum dan bersenandung kecil mengikuti suara musik yang sengaja ia putar dengan volume yang sedang.

*Grep!*

So Eun menghentikan kegiatannya sejenak begitu merasakan sepasang lengan melingkar di pinggangnya.Hal yang membuat gadis itu sedikit merinding merasakan helaan nafas di lehernya.

“Aku sedang bekerja, Ye Sung. Jangan menggangguku!” ujar So Eun sebal, kembali memasang wajah pura-pura cemberutnya.

Ye Sung tampak terkekeh, mencubit pelan pipi So Eun. “Kau terus disini daritadi.Aku sampai bosan menunggumu di ruang tamu…” ujar Ye Sung kembali memeluk pinggang So Eun dengan kedua lengannya.

“Ini.Aku sedang mengupaskan apel untukmu sehingga dapat kita makan ketika menoton. Kau sendiri kan yang punya hobi mengabaikan makan ketika sudah menonton film faforitmu. Itu sebabnya aku membantumu agar perutmu tak benar-benar kosong.” Jelas So Eun sambil melanjutkan kegiatannya mengupas apel.Hal yang membuat Ye Sung kembali sedikit cemberut karena merasa diabaikan.

“Tapi aku tak butuh apel, So Eun. Aku hanya membutuhkanmu disisiku..” ujar Ye Sung sedikit merengek dengan caranya sendiri. Ia kembali menggoda So Eun dengan mendekatkan hidungnya di batang leher gadis itu – kembali menggodanya.

“Aish Ye Sung! Hentikan itu! Geli tahu!”So Eun terkekeh sambil berusaha menghindari Ye Sung yang seperti mengendus lehernya.Namun bukannya menurut Ye Sung malah semakin menggodanya, mulai mengecup leher gadis itu kini. “Ye Sung, biarkan aku menyelesaikan apelnya dulu!” Seru So Eun tertawa geli sambil masih berusaha menghindari setiap sentuhan Ye Sung.

“Selesaikan saja apelnya, So Eun. Kita menoton fim saja..” ucap Ye Sung masih tetap dengan keinginannya. Sementara ia terus menggoda So Eun yang membuat gadis yang memiliki tubuh sensitive it uterus menggelinjang kegelian.

“Ye Sung hentikan!” Pekiknya masih sambil tertawa. “Ye Sung!” ulangnya lagi. “Ye S—ah!!”

*Prang!!*

Baik apel maupun pisau di tangan So Eun lepas dari tangannya begitu saja. Ye Sung yang awalnya terus menggoda So Eun juga tampak kaget. Ia menatap tak percaya melihat darah mengucur dari salah satu telapak tangan So Eun.

“S-So Eun!”

“Arrh!!”So Eun merintih menahan sakit. Tangannya yang lain tampak memegang pergelangan tangannya yang terluka demi menahan rasa sakit. Walau ternyata itu tak benar-benar membantu.Wajah gadis itu memucat seketika karena menahan sakit.

“So Eun!” Ye Sung berseru panik. Ia meraih tangan So Eun tadi dan memeriksa lukanya. Sekali lagi ia melirik So Eun yang tampak menahan sakit. “Bertahan So Eun!aku akan mmebantumu!” Seru Ye Sung yang panic.Tanpa fikir panjang pemuda itu mendekatkan tangan So Eun itu ke mulutnya, menghisap cairan kental itu demi menghentikannya.

“Ahh.. Y-Ye Sung..”So Eun merintih sambil berusaha membuka matanya yang tertutup.Menatap kekasihnya yang masih menghisap darah yang mengucur deras dari telapak tangannya. “Y-Ye Sung ahh..”

Ye Sung tak menyahuti So Eun saat ini karena perhatiannya dipenuhi oleh So Eun dan lukanya. Tanpa rasa jijik sama sekali pemuda itu menghisap cairan kental itu dari tangan So Eun, menelan darah-darah itu.

“Y-Ye Sung?” So Eun mulai heran melihat Ye Sung yang malah seperti seseorang kelaparan terhadap darahnya. Namun disaat yang sama ia juga merasakan kenikmatan yang berbeda, sebuah sensasi yang aneh diantara rasa sakit yang dirasakannya. “Y-Ye Sung?” Panggilnya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Ye Sung ketika pemuda itu memeluknya sementara ia terus berusaha menghentikan darah yang telah berkurang dari sebelumnya.

Perlahan sepertinya darah-darah itu telah berhenti mengalir sehingga kini Ye Sung berhenti menghisapnya dan malah berganti menjilat-jilat cairan yang tersisa.So Eun menggigit bibir bawahnya sambil membiarkan Ye Sung dengan luka di tangannya.Gadis itu terus menyandarkan kepalanya di bahu Ye Sung sambil memejamkan matanya yang juga telah mengeluarkan air mata.

*Ding Dong!*

Keadaan itu terganggu ketika bunyi bel terdengar nyaring sehingga membuat keduanya sama-sama membuka mata. So Eun tampak berusaha menguatkan diri untuk mengangkat wajahnya sebelum melirik kepada Ye Sung yang menatapnya dengan ekspresi penasaran yang sama. Perlahan setelah meminta izin melalui kode mata So Eun berusaha lepas dari pelukan Ye Sung.Gadis itu kemudian dengan langkah yang sedikit sulit berjalan menuju pintu dimana seseorang memanggil namanya.

Sementara Ye Sung lagi-lagi menatap kepergian So Eun dengan noda-noda darah di sekitar bibirnya.

*

*Klek!*

“So Eun-ssi! Astaga, ada apa dengan tangan anda?!” Kyu Hyun yang sejak tadi berdiri di depan pintu apartment So Eun segera berseru ketika pintu di hadapannya terbuka. Menemukan seorang gadis berwajah agak pucat keluar hanya menggunakan tank-top dari dalamnya.Namun wajahnya yang awalnya cerah itu segera berganti begitu melihat lebih jelas sosok itu.

“Ini tak apa-apa..”So Eun tersenyum lelah. “Ada apa, Kyu Hyun-ssi?”

Kyu Hyun hanya menelan ludah sambil melirik tangan So Eun sekilas, sebelum akhirnya beralih kembali ke wajah itu.“Itu. Aku hanya ingin mengetahui keadaanmu karena kau terlihat tak mengambil susu botol ydiantarakan sejak pagi ini. Saya fikir terjadi sesuatu pada anda dan..”

So Eun mengikuti pandangan Kyu Hyun yang menoleh pada tangannya.Gadis itu dengan cepat menyembunyikan di belakang punggungnya.“Ah, tak apa-apa.Aku hanya kurang berhati-hati ketika mengupas buah.Ohh, baiklah, terima kasih telah mengingatkanku Kyu Hyun-ssi. Aku akan membawanya ke dalam..” jawab So Eun tersenyum, berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Oh, baiklah..”Kyu Hyun mengangguk kaku sambil menatap wajah So Eun dengan sedikit cemas.“Tapi anda harus segera mengobati luka anda itu sebelum terkena infeksi. Di apartmentku aku punya First Aid Kit bila kau memb—“

“Terima kasih tapi saya juga memilikinya, Kyu Hyun-ssi..”So Eun memotong ucapannya.

“Oh begitu?”Kyu Hyun mengangguk kaku walau ekspresinya masih terlihat cemas. Beberapa kali ia mencoba mengintip tangan So Eun di punggung gadis itu ataupun mengintip ke dalam apartment gadis itu.

“U-Um.Baiklah, terima kasih atas pemberitahuanmu Kyu Hyun-ssi. Saya akan membawanya ke dalam..” ujar So Eun tiba-tiba. Membuat Kyu Hyun yang sejak tadi melirik ke dalam apartment kembali tersadar.

“A-A y-ya… Segeralah obati tangan anda, So Eun-ssi..” jawab Kyu Hyun sambil mengulurkan sebotol susu sapi murni pada gadis itu.

“Ya tentu, Kyu Hyun-ssi. Terima kasih..” ucap So Eun yang terakhir kalinya sebelum pamit untuk menutup pintu. Sementara Kyu Hyun tampak masih berdiri di depan pintunya dengan wajah khawatirnya.

“Tuhan semoga lukanya tidak parah..” gumam Kyu Hyun cemas sebelum kembali ke apartmentnya.

*

“Bagaimana tangan anda?”

So Eun yang sejak tadi mengalihkan seluruh perhatiannya pada murid-muridnya yang bermain di taman sedikit kaget karena Kyu Hyun tiba-tiba memegang tangannya. Gadis itu tampak begitu kaget dan reflek menarik tangannya dari Kyu Hyun.

“A-Aah..”Kyu Hyun tersadar.“Maaf So Eun-ssi. Saya hanya—“

“Ini sudah tidak apa-apa. Terima kasih atas perhatian anda, Kyu Hyun-ssi..”So Eun menyahut cepat sambil menunduk.Jelas terlihat wajahnya tampak sedikit panik karena gerakan tiba-tiba Kyu Hyun.Pandangan gadis itu kemudian melihat sekitarnya dengan gelisah – meyakinkan Kyu Hyun pun sedikitnya juga merasa tak enak.“Maaf, sepertinya saya harus kembali ke ruang guru.Sampai jumpa lagi, Kyu Hyun-ssi…” ujar So Eun tak lama tanpa menatap Kyu Hyun.Gadis itu kemudian beranjak meninggalkan Kyu Hyun disana.Kyu Hyun lagi-lagi menghela nafas sambil menatap kepergian So Eun.

*

“Ye Sung..”So Eun berbisik pelan sambil memeluk pinggang Ye Sung dari belakang.Berusaha membujuk Ye Sung yang sedang tak ingin berbicara padanya.“Percayalah padaku bahwa itu bukanlah apa-apa. Ia hanya cemas karena kemarin dia melihat tanganku yang terluka..” ucap So Eun lagi sambil menyandarkan kepalanya di bahu belakang pemuda itu. Masih berusaha membujuknya.

“Ye Sung, please. Kita jangan bertengkar hanya karena ini…” ujar So Eun lagi tak lama karena Ye Sung seperti tak mengacuhkan kata-katanya.Namun pemuda itu masih tetap membelakanginya dan tak menyahuti apa-apa. “Ye Sung—“

“Dia menyukaimu, So Eun.Aku tak mengerti kenapa kau masih memberikan harapan padanya…” ujar Ye Sung mulai membuka suara dengan masih membelakangi So Eun.So Eun menghela nafas mendengarnya.

“Aku tidak pernah memberikan harapan. Hanya—“ Ucapan So Eun terhenti karena tiba-tiba Ye Sung melepas pelukan mereka dan pemuda itu segera duduk dari posisi tiduran mereka tadi. Ia melirik So Eun.

“Hanya apa?Kau berfikir kalau kau juga tertarik padanya? Astaga So Eun, kau benar-benar akan melakukan ini padaku setelah semua yang aku lakukan padamu? Kau lupa aku bahkan meninggalkan keluargaku demi dirimu?!”Tanya Ye Sung dengan nada yang lebih tinggi. Terlihat ia sedikit emosi disana.

“Tidak!” So Eun ikut duduk dan menghadap Ye Sung. “Aku tidak pernah bermaksud begitu.Sungguh. Kau tahu sendiri bukan bahwa aku tak akan pernah menyukai orang lain karena aku telah memilikim—“

“—Sudahlah. Berhenti berbohong! Aku benar-benar lelah mendengarnya!” Ye Sung memotongnya dingin. Membuat gadis itu menatapnya dengan ekspresi sedih. Ye Sung membalas tatapan itu dengan ekspresi marahnya sejenak sebelum beranjak dan berniat pergi dari tempat tidur. So Eun yang kaget segera meraih tangannya.

“Tunggu! Kau mau kemana Ye Sung?” Tanyanya panik. Ye Sung menepis pegangan di tangannya itu.

“Aku mau pergi.Aku mau menenangkan diri. Ini semua terlalu mengangguku..” jawab Ye Sung sambil beranjak pergi.

“Tunggu!”So Eun meraih tangan Ye Sung lagi. “Mau kemana malam-malam begini, Ye Sung. Please jangan pergi!!” Pinta So Eun menganggam erat tangan lelaki yang disukainya itu.Namun lagi-lagi pemuda itu menepis tangannya.Pemuda itu kemudian segera beranjak pergi darisana meninggalkan So Eun begitu saja.

“Ye Sung! Kembali Ye Sung!! Ye Sung!!”

So Eun memanggil Ye Sung panik berharap agar kekasihnya itu mau kembali lagi dan mengubah fikirannya. Namun tidak sama sekali karena pemuda itu tetap pergi, meninggalkan So Eun yang menangis keras di kamarnya.

*

Kyu Hyun menaiki tangga yang menghubungkan lantai apartment dengan lantai dasar di bawahnya sambil memutar kunci mobil di tangannya.Pemuda itu juga tampak bersenandung kecil sambil kali ini berjalan menuju kamarnya yang terletak paling pojok. Namun belum sampai disana Kyu Hyun tiba-tiba menghentikan langkahnya di depan kamar yang berada tepat di samping apartment miliknya.

Kyu Hyun melirik sebuah kertas surat yang tergantung di handel pintu milik So Eun. Pemuda itu mengerutkan dahinya sambil menatap penasaran ke arah pintu.

“Kemana dia?Kenapa tak membawa suratnya ke dalam kali ini?” Tanya Kyu Hyun sambil berniat mengambil surat itu dan memberikannya langsung pada So Eun. Namun ia tak menghentikan gerakan tangannya ketika ia ingat sesuatu secara tiba-tiba.

“Hfft..”Kyu Hyun menghela nafasnya sambil menarik tangannya kembali.“Tch, dia bisa-bisa kembali terganggu. Aku tak mau dia salah faham dan malah menganggapku aneh…”

Kyu Hyun menghembuskan nafasnya berat lagi sambil melirik kertas tadi kembali. Tak lama ia tersenyum kecil. “Mungkin dia hanya sudah tidur.Inikan sudah begitu malam. Mungkin besok pagi dia juga akan mengambilnya sendiri..” ucap Kyu Hyun terkekeh sambil melanjutkan jalannya ke apartmentnya sendiri. Meninggalkan surat tadi tertinggal disana.

*

Kyu Hyun menyambar sepatunya di rak dengan sedikit panik sambil tetap menempelkan ponselnya di antara telinga dan bahunya.Pemuda itu kemudian dengan tergesa-gesa memakainya.

“Iya hyung, aku juga sudah siap akan kesana. Aku akan mengantar Yoo Geun ke sekolah seperti biasanya..”

Kyu Hyun segera melesat ke arah pintu setelah sepatunya terpasang.Ia lagi-lagi harus melakukan kegiatan kilatnya itu dengan posisi ponsel di tempatnya tadi.

“Iya iya. Aku tidak akan telat. Aku akan segera kesana. Tunggu aku!”

Kyu Hyun menutup ponselnya setelah panggilan singkat itu selesai. Pemuda itu menghela nafas sambil berniat segera berjalan untuk menjemput Yoo Geun, namun langkah kembali berhenti tepat di depan kamar So Eun.

“Huh?” Kyu Hyun melirik heran surat yang masih tersangkut di tempat dimana semalam ia melihat benda itu. “So Eun-ssi belum mengambil amplopnya?”Tanya Kyu Hyun bingung sambil melirik panjang pintu apartment So Eun kini.Menatap penasaran.

“Huh, mungkin dia sedang bersiap-siap di dalam dan belum melihatnya. Mungkin dia akan mengambil nanti sebelum berangkat bekerja. Ahhh, sudahlah! Lebih baik aku segera menjemput Yoo Geun dan bertemu dengannya nanti di sekolah!!”Ucap Kyu Hyun sambil kembali tergesa-gesa untuk menjemput si kecil Yoo Geun.

*

*Bip Bip Bip*

Sepasang karamel yang terlihat sembab itu bergerak-gerak pelan setelah sebuah weker digital berbunyi nyaring di kamar apartment yang tak terlalu besar itu.So Eun menghembuskan nafasnya yang sedikit payah lalu membuka matanya pelan, menatap kosong disampingnya yang tak berpenghuni.

“Ye Sung tak pulang..”Ia bergumam sedih sambil membiarkan tangannya bergerak menuju bagian kosong itu. Merasakan dinginnya suhu bedcover disana. “Ye Sung meninggalkanku lagi…” ucap So Eun lebih pelan dan serak. Lagi-lagi sepasang liquid bening bergulir dari sepasang karamel.

*

Kyu Hyun menghentikan mobilnya lagi di depan gedung sekolah Yoo Geun pagi ini. Kyu Hyun tampak tersenyum sambil melirik bocah berpipi gembul di sampingnya.

“Kita sampai Yoo Geun.Ayo turun!” ajak Kyu Hyun pada Yoo Geun.Yoo Geun tampak langsung mengangguk semangat dan membuka sabuk pengamannya.Setelah Yoo Geun membuka pintu dan turun, Kyu Hyun pun ikut turun.

Kyu Hyun berdiri gelisah di depan kelas Yoo Geun sambil sesekali memeriksa jam di pergelangan tangannya. Daritadi pemuda bermarga Cho itu juga kadang melirik menuju kelas Yoo Geun yang ribut beberapa belas meter darinya – menandakan bahwa belum ada seorang gurupun disana.

Tiba-tiba suara langkah khas high heels wanita terdengar dari sudut koridor hingga Kyu Hyun mengalihkan pandangannya kesana. Namun wajahnya yang awalnya akan tersenyum berubah kembali begitu saja begitu menyadari bahwa orang ini berbeda dari orang yang ditunggunya.

“Maaf, Seonsaengnim!” Kyu Hyun menghampiri wanita yang hendak memasuki kelas Yoo Geun tersebut.Wanita itu tampak menoleh padanya. “Hum, Apakah Kim So Eun-Seonsaengnimtidak datang hari ini?”

“Kami juga tidak tahu, tuan.Hari ini beliau tidak memberikan kabar apapun ke sekolah bahkan ketika kami mencoba menghubungi beliau juga beliau tak mengangkat panggilannya. Saya akhirnya ditugaskan pihak sekolah untuk menggantikan beliau hari ini…”

Kyu Hyun terdiam mendengar penjelasan wanita di depannya itu. Entah mengapa ia tiba-tiba merasakan sebuah perasaan aneh dalam dirinya – semacam khawatir dan cemas.

“Terima kasih seonsaengnim..”

Kyu Hyun membiarkan wanita tadi memasuki kelas setelah mengucapkan terima kasih. Sementara kini ia tampak lebih memikirkan So Eun setelah ia lebih merasa cemas untuk alasan yang tak ia mengerti kenapa.

“Astaga! Jangan-jangan!”Kyu Hyun terperanjat ketika fikirannya menemukan sesuatu yang membuatnya cukup kaget.Pemuda itu kemudian dengan tergesa-gesa bergerak dari tempat itu – sedikit berlari menyusuri koridor sekolah khusus kanak-kanak itu.

*

Kyu Hyun kembali ke apartmentnya dengan sedikit panik. Kali ini setelah ia turun dari mobilnya ia langsung melompat turun dan menaiki tangga. Ia kemudian segera berlari hingga depan apartment So Eun.

Benar dugaannya.Kyu Hyun menarik amplop cokelat yang ternyata belum juga diambil So Eun hingga saat ini – terhitung sudah belasan jam dia disana.Lebih panik Kyu Hyun kemudian lebih mendekat ke pintu dan mengetuknya.

*Tok.. Tok.. Tok..*

“So Eun-ssi? Anda di dalam?”Tanya Kyu Hyun sambil terus berganti mengetuk pintu dan kadang-kadang menekan bel. Namun sama sekali tak ada sahutan dari pihak pemilik rumah. Kyu Hyun mengetuk lebih tidak sabar.“So Eun-ssi?So Eun-ssi?” ulangnya dengan nada yang lebih keras.Namun tetap saja tak ada sahutan.

“Astaga apa yang sebenarnya terjadi? Aku jadi tak tenang…”

“So Eun-ssi?”Ulang Kyu Hyun tak menyerah sambil terus mengetuk pintu.Namun tetap saja tak mendapat sahutan apapun.“So Eun-ssi!”

Kyu Hyun menghentikan usahanya kali ini.Pemuda itu mengatur nafasnya yang tak beraturan sambil menatap pintu.Tak lama pemuda itu segera beranjak dari tempat itu setelah sesuatu terlintas di benaknya.

*

*Klek*

Pintu apartment itu tampak terbuka dengan sedikit kasar dari luar.Tak lama Kyu Hyun tampak masuk dengan ibu pemilik apartment di belakangnya.

“So Eun-ssi!”Seru Kyu Hyun lagi-lagi sambil lebih memasuki apartment yang benar-benar gelap itu.Kyu Hyun bahkan sedikit terbatuk karena memang tempat itu tak berudara bersih karena kurangnya udara masuk ke dalam.“So Eun-ssi!”

Langkah Kyu Hyun dan wanita setengah baya itu tiba di ruang tamu namun tempat itu juga masih sepi – seakan tak ada kehidupan disana. Kyu Hyun akhirnya memilih memasuki sebuah kamar yang ia yakini sebagai kamar So Eun kemudian.

“So Eun – Astaga!”

Kedua orang itu sama-sama kaget, bahkan wanita tua itu menutup mulutnya dengan tangannya.Sementara itu Kyu Hyun secepatnya mendekati tempat tidur dimana seseorang terbaring tak sadarkan diri disana dengan mulutnya yang mengeluarkan busa.Sebotol obat kapsul tampak bertebaran disampingnya.

“So Eun-ssi!” Kyu Hyun memanggil nama So Eun lagi sambil memeriksa keadaan So Eun. Ia menyentuh wajah So Eun. Namun gadis itu tak bereaksi.“So Eun-ssi!Bangun!”Panggil Kyu Hyun lebih panik sambil kali ini memegang salah satu pergelangan tangannya untuk memeriksa nadi gadis itu.

Masih berdenyut…

Ahjumma, tolong panggilkan ambulan segera.CEPAT!!” seru Kyu Hyun panik pada wanita tua di belakangnya.Pemilik apartment itu tampak mengangguk dan secepatnya beranjak dari tempat itu untuk memanggil bantuan.

Kyu Hyun melepas mantel yang dikenakannya lalu ia menyelimutkannya pada tubuh So Eun yang terasa sedikit dingin. Pemuda itu kemudian memangku tubuh lemah itu dan memeluknya erat untuk membantu agar tubuh itu tak lebih dingin lagi.

“Bertahanlah, Kim So Eun..” bisiknya pelan sambil memejamkan matanya dan memeluk lebih erat lagi.

*

*

So Eun menundukkan wajahnya dengan begitu dalam karena rasa gugup yang dirasakannya.Tangannya yang masih digenggam erat Ye Sung terasa bergetar hebat – begitupun jemari Ye Sung itu.

“Ibu..kumohon fikirkan lagi keputusan ibu.” Pemuda di sampingnya bersuara pelan pada wanita yang duduk dengan ekspresi angkuh di wajah mereka. Ye Sung kemudian berganti melirik laki-laki yang juga berwajah sama di sampingnya. “Ayah..” panggilnya.

“Tidak.Sampai kapanpun kami tak setuju!” Wanita setengah baya itu kembali bersuara dengan nada keras yang sama. Hal yang membuat So Eun semakin menundukkan wajahnya karena ketakutan.“Kami tak setuju kau bersama gadis ini.”

“Tapi walau bagaimanapun aku mencintainya..” Ye Sung tetap berusaha disana. “Dan, So Eun saat ini telah mengandung anakku, cucu kalian. Tolong biarkan kami bersama untuk menebus mempertanggung jawabkan hal itu kepada calon buah cinta kami..”

“Sekali tidak tetap TIDAK, Ye Sung.Kau lupa kalau kami sudah mengikat rencana pertunanganmu dengan salah satu anak rekan bisnis kami demi membantu perusahaan kita yang sedang di ujung tanduk. Kami tak akan merelakanmu untuk gadis miskin seperti ini..”

So Eun benar-benar menggenggam tangan Ye Sung semakin erat setelah ucapan ayah Ye Sung yang lebih keras itu. Rasanya ia benar-benar takut, ia bahkan tak berani walau hanya mengintip ujung kaki kedua orang tua Ye Sung itu. Bagaimana ini? Apakah dia dan Ye Sung akan berakhir disini? Dengan cara ini, huh?

“Baiklah kalau memang itu keputusan ayah dan ibu..” Ye Sung tiba-tiba mengeluarkan suara setelah keheningan yang sempat tercipta itu. So Eun dapat merasakan genggaman Ye Sung mengerat di tangannya, lebih erat, terlalu erat, hingga membuatnya berani menoleh pada pemuda itu.“Kalau begitu aku akan berjalan dengan keputusanku sendiri.”

So Eun kaget, begitupun dengan kedua orang tua Ye Sung yang juga langsung melirik sosok tenang Ye Sung di samping dan di hadapan mereka. Ye Sung bangkit dari posisi berlututnya, sehingga juga membuat So Eun mengikutinya.

“Aku tetap hidup dengan So Eun seperti keinginanku. Dengan atau tanpa  restu anda berdua..”

Sepasang suami istri itu begitu kaget. Bahkan So Eun seperti tak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Jangan bodoh, Ye Sung!” seru ayahnya dengan nada yang lebih tinggi.

“Maaf karena telah mengecewakan anda berdua, aku menyesali karena akhirnya harus seperti ini. Juga terima kasih atas semua yang telah anda berikan untukku, maaf karena aku tak bisa membuat kalian bangga padaku sepenuhnya…” So Eun menatap Ye Sung sedih ketika pemuda itu menunduk mengatakan semua itu.Ini sungguh tak mudah baginya.“Aku pergi.Jaga kesehatan kalian. Ayo So Eun..”

So Eun lagi-lagi hanya mengikuti Ye Sung ketika pemuda itu menariknya bersamanya dan meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja. Dimana kedua orang tuanya itu juga tampak begitu shock dengan apa yang baru saja Ye Sung katakan.

“Kembali Ye Sung! Kau akan menyesal kalau kau melakukan ini!!!”

“Berhenti disana KIM YE SUNG!”

Keduanya berseru untuk mencegahnya namun Ye Sung seperti sudah tak mendengarnya. Pemuda itu terus berjalan keluar dari rumah mewah dengan langkah yakinnya bersama So Eun yang berganti meliriknya dan kedua orang tuanya yang ia tinggalkan.

“Ye Sung..” panggil So Eun sedih dan ketakutan ketika mereka sudah keluar dari rumah itu – kini berada di depan mobil milik Ye Sung.

“Masuklah So Eun.Kita pergi!”Ujar Ye Sung sambil membukakan pintu untuk So Eun.So Eun akhirnya hanya mampu mengikutinya dan terus mengikuti pemuda itu meninggalkan rumah mewah milik keluarga konglomerat Kim itu.

*

*

“Ye Sung… Ye Sung…”

Kyu Hyun yang baru saja setengah tertidur kembali terbangun ketika mendengar suara rintihan gelisah tersebut. Secepatnya pemuda itu segera membuka matanya dan ia segera tersadar.

“So Eun-ssi?”Panggil Kyu Hyun pada So Eun yang terus merintih-rintih ketakutan di depannya.Kyu Hyun sedikit mengguncang bahunya. “So Eun-ssi!” ia memanggil lebih keras.

So Eun tersadar.Gadis yang telah tidur panjang selama dua hari semalam itu segera membuka matanya.Dimana mata itu terlihat begitu basah, sebasah wajah dan lehernya. Sepasang karamel itu langsung bertemu karamel milik Kyu Hyun ketika ia baru terbuka.

“So Eun-ssi?” Kyu Hyun tersenyum lega, ia memegang bahu gadis itu. “Anda sudah sadar?”

So Eun masih berusaha mengatur nafasnya sambil menatap Kyu Hyun.Sebelum gadis itu mengalihkan pandangannya ke sekitarnya.“Dimana ini?”Tanya So Eun sedikit panik.Kyu Hyun lagi-lagi menahan bahunya agar tak terlalu banyak bergerak.

“Anda di rumah sakit. Anda dalam masa perawatan disini…”

So Eun berhenti berontak, ia sedikit kaget dengan apa yang didengarnya. Ia mengalihkan pandangannya dari Kyu Hyun untuk mengingat kenapa ia bisa berada disini. Dan seketika ketika ia mengingat sesuatu ia memejamkan matanya.

“Anda sudah tak apa-apa, So Eun-ssi?”Tanya Kyu Hyun cemas pada gadis yang kini terdiam itu.So Eun kembali membuka matanya dan melirik pemuda itu.

“Ya..”So Eun menyingkirkan tangan Kyu Hyun yang memegang bahunya. “Terima kasih atas bantuan anda..”

Kyu Hyun tersenyum kaku membalasnya, lalu melirik tangannya yang baru saja ditepis So Eun.Ia kembali terseyum miris sambil kembali menatap So Eun. “Apa anda membutuhkan sesuatu?” Tanya Kyu Hyun tak lama setelahnya.

“Tidak..” sosok itu menggeleng di sela matanya yang masih tertutup. “Hanya tinggalkan aku sendiri. Aku ingin beristirahat..” ucap So Eun tanpa menoleh.

“O-Oh, begitu?”Kyu Hyun lagi-lagi tersenyum miris, lalu bangkit dari tempat duduknya.“Kalau begitu beristirahatlah, nona. Saya akan mencarikan makanan untuk anda diluar..”

Kyu Hyun menatap So Eun sekali lagi sebelum beranjak dari tempat itu. Pemuda itu kemudian segera keluar, meninggalkan gadis malang itu berusaha menenangkan fikirannya disana.

*Tap!*

Kyu Hyun menghela nafasnya sambil lagi-lagi menatap pintu ruang inap So Eun.Pemuda itu kemudian mulai bergerak dari ruangan itu sambil mengambil ponsel di saku celananya.

“Wook, aku berada di rumah sakit di dekat tempat kerjamu. Ayo bertemu..” ucapnya berbicara pada seseorang melalui telepon.

*

“B-Bunuh diri?”Ryeo Wook mengulurkan niatnya untuk meminum kopi yang baru saja di pesannya.Pemuda itu kini malah menatap teman di depannya dengan tak percaya.“B-Benarkah?”

Kyu Hyun tak menyahuti apapun dan memilih hanya mengangguk pelan.Pemuda Cho itu mengalihkan pandangannya menuju jendela café yang berada di sampingnya.“Begitulah. Bahkan kalau aku terlambat sedikit saja mungkin ceritanya akan berbeda…”

Ryeo Wook ikut menghembuskan nafas pelan, ia menatap sahabatnya dengan wajah prihatin. “Lalu bagaimana keadaannya sekarang?”

“Dia sudah membaik setelah tak sadarkan diri semalaman. Gila, dia memakan obat tidur lebih dari lima kapsul tanpa makan apapun semalaman sebelumnya. Ketika aku menemukannya dia juga sudah begitu sekarat, bahkan nadinya melemah – sangat lemah..” jawab Kyu Hyun dengan nada yang masih pelan dan terlihat sedih. Ryeo Wook sendiri dapat melihat ada sinaran lain dari wajah Kyu Hyun ketika ia bercerita. Adalah hal yang baru selama bertahun ia mengenal sahabatnya ini.

*

So Eun lagi-lagi tersentak dari tidurnya ketika merasakan seseorang membelai rambutnya.Gadis itu dapat merasakan rasa tenang dari setiap belaian dari pemilik tangan lembut itu di rambutnya.Ia ingat sekali bahwa tangan itu adalah tangan yang begitu dikenalnya – begitu dirindukannya.Hal itu membuat So Eun perlahan membuka matanya.

“Y-Ye Sung?” Panggil So Eun tak percaya pada sosok memikat di depannya.Sosok itu tampak hanya memberikan senyuman tipisnya.

“Hey..”

“Ye Sung!” So Eun berseru sambil meraih jemari Ye Sung. “Kau kemana saja, huh? Aku kebingungan mencarimu..” ucap So Eun sedih.

Ye Sung lagi-lagi tersenyum pada gadis di depannya itu, sebelum melepaskan pegangan tangan So Eun. “Kau tak mencintaiku lagi bukan, So Eun?”Tanya Ye Sung pelan.Hal yang tentu saja membuat So Eun cukup kaget.

“Bagaimana mungkin kau mengatakan hal itu.Tentu saja aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu dan tak mau kehilangan dirimu..” ujar So Eun penuh emosi. Air mata lagi-lagi membanjiri wajahnya.

“Bohong.Kau memeluk laki-laki itu. Kalian terlihat dekat..” ujar Ye Sung tenang.

“Siapa maksudmu?”So Eun bertanya tak mengerti. Namun setelah ia mengingat tetangga barunya ia tiba-tiba melirik Ye Sung kembali. “B-Bukan.Aku dengannya tak pernah punya hubungan apapun dengannya. Sung—“

“—Tidak apa-apa, kau boleh meninggalkanku kalau memang kau sudah tak ingin denganku. Toh sekarang aku bukan apa-apa..” Ye Sung tersenyum getir.

“Ye Sung apa yang kau katakan..” So Eun memanggilnya sedih dan kembali meraih tangan Ye Sung.

Ye Sung lagi-lagi tersenyum miris, ia kemudian menyingkirkan jemari So Eun darinya. “Kurasa disini titik perpisahan kita, So Eun.Sampai jumpa dilain kesempatan…” ucap Ye Sung tersenyum lembut sambil mengambil jarak dari So Eun.

“Apa yang kau katakan Ye Sung?!” So Eun menatap Ye Sung yang menjauh dengan begitu sedih, tetap mengulurkan tangannya pada pemuda itu. “Kembali Ye Sung! Jangan tinggalkan aku lagi!”

Ye Sung lagi-lagi hanya tersenyum menanggapi ucapan So Eun sementara ia terus mundur ke belakang. Hingga ketika punggungnya membentur daun pintu ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada So Eun, sebelum berjalan keluar dari ruangan itu.

“Tidak! Kembali Ye Sung!” So Eun berseru panik ketika pemuda itu menghilang dari hadapannya. Tanpa fikir panjang ia mencabut selang infus di tangannya dan dengan susah payah berdiri dari tempat tidur. “Y-Ye Sung, kembali..” panggilnya lemah. Namun walau dengan sisa tenaganya ia tetap berusaha menjangkau daun pintu, menatap punggung Ye Sung yang menjauh tanpa menoleh ke belakang. “Y-Ye Sung!” Panggilnya lagi dengan nada lemah. Pada akhirnya ia berusaha menguatkan diri untuk keluar dari kamar dan mengejar Ye Sung.

*

Kyu Hyun tampak kembali menyusuri koridor rumah sakit sambil membawa beberapa makanan yang akan ia berikan kepada So Eun. Namun masih beberapa jauh dari kamar So Eun pemuda itu tiba-tiba menghentikan langkahnya begitu melihat gadis itu keluar dari kamarnya dan berjalan ke suatu arah.Kyu Hyun yang heran akhirnya mengikuti perginya.

*

Dengan susah payah So Eun kembali meniti satu persatu anak tangga untuk mengikuti Ye Sung. Ye Sung sejak tadi tak pernah berhenti atau bahkan menyahuti panggilannya. Pemuda itu terus saja berjalan meninggalkan So Eun hingga So Eun terus mengikutinya hingga melewati begitu banyak anak-anak tangga.

*Klek!*

So Eun mendorong pintu terakhir yang menghubungkan tangga darurat dengan sebuah tempat – dimana ia melihat Ye Sung pergi tadi. Gadis itu lagi-lagi memaksakan tubuhnya yang lemah untuk bergerak dan kini ia berada di tempat yang begitu terang. Di ujung sana, seorang pemuda tampak berdiri membelakanginya.

“Ye Sung!”

Ye Sung yang awalnya sibuk memperhatikan pemandangan yang ada di sekitar tingkat paling atas rumah sakit itu mengalihkan pandangannya untuk melirik So Eun. Tak lama kemudian ia berbalik dan menghadap So Eun.

“Ye Sung..”So Eun dengan sisa tenaganya berusaha mendekati Ye Sung di pinggir gedung.Menyeret langkah kakinya yang sudah lemah.“Dengarkan aku.Jangan salah faham denganku. Kumohon..” ucapnya lemah dan sedih, terus membawa kaki telanjangnya menuju Ye Sung di pinggir sana.

“Kemarilah!” Ye Sung mengulurkan tangannya pada So Eun, dimana So Eun dengan terseok-seok ke arahnya. Setelah mendapatkan tangan So Eun ia menggenggamnya erat. “Apa kau benar-benar mencintaiku, So Eun?Hanya aku?”

“T-Tentu. Kau tak seharusnya meragukannya..” jawab So Eun masih menangis.

“Begitu?” Ye Sung tersenyum tipis sebelum mengalihkan pandangannya ke bawah sana. So Eun yang baru menyadari tampak kaget, ia reflek mundur sedikit namun Ye Sung menahan tangannya. “Kalau kau begitu mencintaiku kau tentu bersedia membuktikannya bukan?”

So Eun tak mengerti, ia hanya menatap pemuda itu dengan bingung – tak mengerti. Ye Sung kembali tersenyum, memperat pegangan tangannya pada So Eun.

“Kau mau ikut denganku. Kita tinggalkan dunia ini bersama…”

So Eun menatap pemuda itu shock, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ye Sung lagi-lagi tersenyum, pemuda itu kemudian memindahkan tangannya untuk memeluk So Eun. Keduanya semakin ke pinggir gedung.

“Kita harus benar-benar pergi So Eun, agar kita bisa hidup tenang.Saat ini di dunia ini kita sudah tak mempunyai tempat lagi di dunia ini.Setelah kepergian anak kita…” bisik Ye Sung pelan begitu dekat di telinganya.So Eun memejamkan matanya sedih mendengar ucapan-ucapan itu.Hal yang memaksanya harus mengingat lembar kelabu di hidupnya.

“Hum, kita memang sebaiknya pergi…” sahut So Eun pelan.

Ye Sung tersenyum, semakin memeluk erat tubuh So Eun. “Pejamkan matamu So Eun. Ini tak akan lama dan tak akan sakit..” bisik So Eun padanya. Ia mengecup pelan pipi So Eun. “Kita pergi..”

So Eun tak mengerti apapun, So Eun tak tahu apapun.Namun yang jelas So Eun selalu mempercayai Ye Sung. Karena ia tahu bahwa cinta pemuda itu sebesar cinta So Eun padanya – atau bahkan lebih.

So Eun semakin melangkahkan kakinya untuk semakin dekat dengan bibir gedung di saat Ye Sung juga melangkahkan kakinya.Perlahan angin-angin semakin meniup keduanya saat mereka kian menepi.So Eun semakin menggenggam tangan Ye Sung disana.

“Bersiaplah, So Eun. Aku akan membantumu menghitung. Satu..dua.. t—“

“—KAU GILA!!”

So Eun membuka matanya kembali ketika sebuah tangan yang lain menariknya. Sedikit kasar memang sehingga tubuh lemahnya terayun sempoyongan.

“APA YANG KAU FIKIRKAN? KENAPA KAU TERUS BERUSAHA MENGAKHIRI HIDUPMU SENDIRI!!”Seru orang itu dengan nada yang begitu tinggi, begitu keras, terdengar panik.Hal itu membuat So Eun membuka matanya dan menemukan tetangganya disana.

“Y-Ye Sung!” So Eun tak memperdulikan Kyu Hyun, ia kini sibuk mencari sosok Ye Sung di sekitarnya. Tapi tak ada, Ye Sung tak ada! “Ye Sung! Ye Sung!” So Eun kembali panik sambil berusaha mencari keberadaan orang itu.

“Tetap TENANG!” Kyu Hyun lagi-lagi membentaknya sambil memegang kedua bahunya ketika So Eun kembali kelimpungan, ia bahkan berniat kembali ke pinggir gedung.So Eun berusaha memberontak.

“Lep—pas! Ye Sung! Ye Sung!” So Eun terus meracau dan berusaha melepaskan diri dari Kyu Hyun. Tidak, Ye Sung pasti sudah melompat..kekasihnya sudah melompat.. meninggalkannya? “LEPASKAN AKU!!” Teriak So Eun nyalang sambil berusaha melepaskan diri dari pegangan Kyu Hyun. “Ye Sung—“

“—Siapa yang kau cari? Tak ada siapapun lagi disini!”Seru Kyu Hyun masih terbawa emosi – jantungnya masih tak baik.

“Tidak..”So Eun menggeleng. “Ye Su—“

“—Dia hanya ilusimu!” Kyu Hyun berseru tak tahan, hal yang membuat So Eun berhenti berontak dan menatapnya tak mengerti.“Dia hanya ilusimu – hanya bayanganmu.Orang yang selalu kau ajak bicara itu semuanya tak ada. Sadarlah..” ucap Kyu Hyun kali ini melembut – terdengar miris.

“Tidak mungkin..” So Eun menggelengkan kepalanya, ia tak percaya. “Berani sekali kau menyebut kalau Ye Sung itu tak ada. Dia ada! Tadi disini..”So Eun menunjuk pinggir gedung tempatnya berdiri tadi, berusaha menunjukkannya pada Kyu Hyun. Walau yang ia tunjuk akhirnya hanya berupa media yang kosong. “Dia tadi disini. Atau..dia—“

“Tidak ada siapapun disini, So Eun-ssi! Sadarlah!! Semua yang kau lihat tadi, dia hanya ilusimu.Sekarang tenang, okey?!”Kyu Hyun kembali menahan bahu So Eun untuk mencegahnya kembali ke pinggir gedung.

“Tidak!”So Eun menggeleng kuat. “Itu Ye Sung! Dia nyata..”Teriak So Eun benar-benar tahan sambil berusaha lepas dari Kyu Hyun, namun Kyu Hyun terus mempertahankannya.Pada akhirnya So Eun kehabisan tenaga, gadis itupun akhirnya hilang kesadaran dan Kyu Hyun langsung menangkap tubuhnya.

Kyu Hyun membawa tubuh So Eun ke lantai dan memeluknya erat. Pemuda itu mencium rambut gadis malang itu sambil tanpa sadar menangis begitu saja. Sesegukan disana.

“Apa yang terjadi padamu?”Tanyanya ambigu.

*

*

Mobil yang keduanya kendarai terus melaju kencang membelah jalanan.Di dalamnya Ye Sung yang masih tampak emosi terus memacu mobilnya.Sementara So Eun duduk di sisinya.

“Ye Sung, apakah ini benar tidak apa-apa?” Tanya So Eun pelan sambil melirik pemuda yang bertemu dengannya beberapa bulan silam itu.

Ye Sung tampak tak langsung menyahut, ia malah menghembuskan nafasnya pelan. Sungguh, ini benar-benar terlihat berat untuk dirinya. Namun ia sepertinya memang tak punya pilihan lain.

“Kita jalani semuanya, So Eun. Aku yakin semua akan baik-baik saja kalau kita terus bersama..” ujar Ye Sung sambil melirik padanya dan memaksakan sebuah senyuman. So Eun akhirnya membalas dengan senyuman miris yang sama. “Kita akan hidup bebas, tanpa ikatan dan sejenisnya.Disana nanti hanya ada kau, aku, dan calon anak kita…” ucap Ye Sung berusaha meringankan suasana.Tangannya bergerak untuk kembali menggenggam jemari So Eun.

So Eun tersenyum terharu, ia mengangguk sambil balas menggenggam tangan Ye Sung. “Aku selalu percaya padamu, Ye Sung. Selalu..” ucap gadis itu kemudian. Ye Sung balas tersenyum padanya lalu kembali fokus menyetir.

So Eun mengalihkan perhatiannya dari Ye Sung dan melirik keluar jendela. Di luar sana terlihat banyak gedung pencakar langit yang mereka lalui tampak berjalan ke arah sebaliknya. Hal itu membuat miris karena kini seakan memang mereka telah berjalan ke arah yang tidak seharusnya mereka tuju. Namun kembali pada prinsipnya, ia percaya bahwa Ye Sung akan berusaha membahagiakannya.

“Y-Ye Sung!” So Eun tiba-tiba kembali memanggil Ye Sung ketika tanpa sengaja ia melihat sesuatu dari kaca spion. Pemuda itu melirik padanya sekilas.“Mobil biru di belakang. Kulihat dari tadi mereka seperti mengikuti kita..” ucap So Eun kemudian.

Ye Sung yang awalnya tak terlalu menyadari karena larut dalam pemikirannya tampak mengalihkan pandangannya menuju kaca spion di sisinya.

“Mereka bawahan keluargaku..” Ye Sung bergumam tak lama, melirik kembali jalan di depannya. Sementara So Eun tampak kaget mendengarnya, ia ikut melirik ke belakang. “Pegangan So Eun!Aku akan ngebut!”

“Huh?” So Eun bertanya ragu sambil kembali melirik Ye Sung.

“Mereka pasti punya rencana untuk membawaku kembali pulang. Kita harus menghindari mereka apapun yang terjadi..” sambung Ye Sung datar. So Eun menganggukkan kepalanya dan kembali menghadap ke depan ketika mobil itu terasa lebih melaju. Ia meremas kuat sabuk pengaman yang dikenakannya.

Mobil yang dikendari Ye Sung kian mengencang bersama laju mobil di belakang mereka yang terlihat mau menyusul.Kedua mobil itu kemudia melengang seenaknya di antara ribuan pengguna jalan lainnya. Ye Sung berusaha menghindari kejaran, sementara mobil biru itu terus berusaha mengejar bahkan mendahuluinya untuk memblocking laju mobil putih itu.

So Eun benar-benar bertambah gugup.Gadis itu terus berdoa agar tidak terjadi apapun pada keduanya karena laju mobil terus mengencang hingga laju yang mengkhawatirkannya.Ia juga berdoa agar orang-orang yang mengejar mereka kalah dan meninggalkan keduanya.

“Y-Ye Sung!” Pekik So Eun tiba-tiba ketika Ye Sung sedikit lengah memantau mobil biru di belakangnya. Mendengarnya Ye Sung segera mengangkat pandangannya hanya untuk membuat sepasang onix itu melebar kaget menemukan ia sudah melewati batas jalan. Kini sebuah bus besar ada di depan keduanya.

Jarak mereka terlalu dekat, kecepatan Ye Sung juga terlalu tinggi sehingga sangat sulit menghindari hal ini. So Eun yang juga menyadari itu tampak hanya menatap shock sebelum pasrah dan memejamkan matanya erat. Ye Sung juga hanya bisa kaget di waktu yang tidak tepat sambil kini berusaha membanting stirnya ke kanan hingga setidaknya hanya satu sisi kiri yang membentur badan bis itu. Sisi dimana ia berada.

*BRAAAAAAAAK!*

Dan mimpi mereka, terhenti disana.

*

*

Kyu Hyun mengacak rambutnya frustasi ketika ia duduk menunggu dokter selesai menangani So Eun di dalam. Sejak tadi pemuda itu tak henti-hentinya merutuk dan merutuki keteleorannya meninggalkan So Eun hingga nyaris saja gadis itu benar-benar kehilagan nyawanya lagi.

Kyu Hyun lebih frustasi.Ia sedari terus memegangi kepalanya yang tidak sakit ketika mengingat-ingat kembali semua hal yang telah membawanya disini – di depan ruang inap So Eun.

Kyu Hyun sama sekali tak menyalahkan pertemuan pertama mereka dimana Kyu Hyun terperangkap oleh kedua iris karamel itu. Kyu Hyun bahkan lebih dari bahagia ketika ia bertemu kembali dengan sosok itu di apartementnya – walau ternyata kebahagiaan itu sepertinya tak berada di tempat yang benar.

Senyuman Kyu Hyun tertarik begitu saja begitu melihat sosok itu seperti dengan berbicara dengan seseorang, tapi tak ada siapapun bersamanya. Awalnya Kyu Hyun masih bertahan bahwa yang ia lihat bukanlah seperti yang ada di fikirannya, namun bersama berjalannya waktu dan mengenal lebih jauh sosok indah itu dengan memandangnya diam-diam Kyu Hyun seharusnya sadar bahwa memang ada yang salah dengan gadis ini. Sesuatu yang juga membawanya berulang kali melakukan hal yang gila untuk mengakhiri hidupnya yang semuanya bisa dapat ia gagalkan. Sesuatu yang akhirnya membuat ia sadar bahwa ia memiliki sebuah tempat khusus di hatinya untuk gadis itu, sebuah tempat yang telah menjanjikan bahwa ia akan berusaha membawa gadis itu kembali. Kembali pada hidupnya sebelum sesuatu yang tak ia tahu pasti itu menggugurkan kebahagiaannya.

*Tok Tok Tok…*

“Permisi!”

Kyu Hyun keluar dari lamunannya ketika sebuah suara memanggilnya.Pemuda itu menoleh ke sisi kanannya – menemukan seorang gadis disana.

“H-Hum?Apakah Kim So Eun dirawat disini?”

*

Gadis itu kembali terbangun dari tidurnya pagi ini.Sosok berambut panjang itu tampak mengerutkan dahinya sebelum berusaha membuka matanya yang berat. Menemukan ia terbangun di posisi yang sama untuk kedua kalinya dalam dua hari ini.

“Kau sudah bangun?”Seseorang menyapanya.Hal yang membuat gadis itu melirik ke arah suara dan menemukan seorang pemuda berwajah tampan di sampingnya.

So Eun hanya terdiam, tak bereaksi banyak. Gadis manis itu kemudian mengalihkan pandangannya dari Kyu Hyun ketika ia mengingat kembali kejadian sebelumnya sebelum ia tak sadarkan diri.

“Apa kau sudah baik-baik saja?”

So Eun tak menyahut, ia mengacuhkan pertanyaan itu dan lebih memilih melirik dengan kosong seisi kamar itu – berusaha menemukan sesuatu. Namun ia hanya bisa mendesah sedih karena ia tak menemukan apa yang dicarinya dimanapun – tak di sudut manapun. Hal yang membuatnya memejamkan matanya pelan berharap agar rasa menyedihkan itu tak lagi-lagi membuatnya down – mengingat ia tak sedang sendirian kali ini.

“Park Gyu Ri..”Kyu Hyun kembali bergumam – dimana kali ini berhasil karena gadis di depannya kembali membuka matanya begitu saja.“Tadi dia mencarimu kemari.Dia adalah salah satu teman lamamu, bukan?”

So Eun terlihat lebih bereaksi, gadis itu melirik pemuda itu kembali.“Dimana dia?”

“Dia disini kurang lebih tiga jam – namun kau tak juga sadarkan diri. Sekarang ia sudah pulang dan berjanji bahwa besok akan kembali..” jelas Kyu Hyun tenang. Tak lama ia tampak mengambil sesuatu dari meja yang terletak di samping tempat tidur. “Ini. Dia menitipkan ini untuk diberikan padamu..” ujar Kyu Hyun tak lama sambil menunjukkan sekeranjang buah dengan beraneka jenis.

So Eun mendesah pelan, kembali memejamkan matanya pelan untuk sekedar menenangkan fikirannya yang begitu sakit setiap kali ia memikirkan apapun. Ini melelahkan, hidupnya begitu menyakitkan.

“Tadi Gyu Ri-ssi juga memberitahukanku tentang banyak hal tentangmu…” Kyu Hyun bersuara lagi. “Termasuk soal Kim Ye Sung..”

So Eun bereaksi cepat mendengar nama itu, dahinya mengerut seperti lebih kesakitan sambil mengangkat satu tangannya untuk menutupi sebagian wajahnya. “Tolong keluarlah.Biarkan aku sendiri!” ujar So Eun pelan pada pemuda itu.

Kyu Hyun kali ini hanya menghela nafas melihat reaksi So Eun. Namun ia sepertinya memang membiarkan gadis itu sendiri saat ini – walau tidak benar-benar meninggalkannya akibat insiden sebelumnya.

“Baiklah..”Pemuda itu bangkit dari tempat duduknya.“Kembalilah beristirahat, So Eun-ssi. Aku ada di luar kalau kau membutuhkan bantuan..” sambung pemuda itu.

Hening dan kembali tak ada sahutan.Kyu Hyun mendesah pelan menatap gadis di depannya, sebelum berbalik dan meninggalkan gadis itu sendiri disana. Mungkin menangis lagi.

*

*

Dengan bertelanjang kaki, So Eun terus berjalan melintasi padang rumput yang ia lalui. Sementara itu saat ini gadis yang begitu cantik dengan gaun berwarna putih itu tampak melihat ke sekitarnya dengan tatapan yang bingung.

So Eun sama sekali tidak tahu kenapa ia tiba-tiba sampai berada di tempat ini. Tadi ketika ia bangun, tiba-tiba ia sudah menemukan dirinya terbaring di rerumputan yang luas ini. Pada akhirnya So Eun memilih untuk berjalan tanpa arah dan tujuan setidaknya untuk mencari seseorang yang bisa ia tanyai.

Hingga di sebuah bangku yang terletak di bawah sebuah pohon apel, seseorang tampak duduk tenang disana. So Eun memiringkan wajahnya demi melihat sosok yang membekalanginya itu – ia seperti tak asing dari sosok itu. Hingga ketika ia mengingat sebuah nama ia mempercepat langkahnya dengan tidak sabar.

“Ye Sung!”

Sosok itu bergeming dan ia langsung melirik ke belakang demi melihat So Eun. dan ketika melihat wajahnya langkah So Eun malah terhenti, ia menatap tak percaya sosok di depannya yang ternyata tak sendirian itu.

“Y-Ye Sung?! I-Ini benar-benar dirimu?!” Tanya So Eun tak yakin.

Sosok itu tampak tersenyum, ia kemudian berjalan lebih mendekati So Eun. kali ini So Eun malah terpana melihat sosok mungil di dalam gendongan pemuda itu.

“Selamat datang disini, So Eun..” ucapnya pelan.

“Y-Ye Sung..” gumam So Eun masih tak percaya. Ia menggelengkan kepalanya kuat lalu mundur satu langkah. “T-Tidak! Ini bukan kau! Ini pasti bukan kau lagi. Karena kau telah…” So Eun menggantung ucapannya – tak berani melanjutkannya karena hatinya langsung merasa perih di saat bersamaan.

“Tidak So Eun, kali ini ini benar-benar aku..” Ye Sung menjawabnya dengan nada tenang dan damai – beda sekali dengan sosok yang selama ini berada di sekitar So Eun. “Dan, anak kita?” sambung pemuda itu sambil menunjukkan bayi mungil di dekapannya.

So Eun masih belum dapat percaya, ia hanya bisa melirik sosok itu kaku.

“Kami memutuskan datang karena apa yang terjadi belakangan ini, So Eun. Tentang bagaimana kau terus hidup dengan kesedihan sehingga menciptakan imaji bahwa aku tetap berada di sekitarmu – bahkan berusaha mencelakaimu..” Ye Sung kembali bersuara dengan tenang, kali ini senyumnya memiris. “Kau seharusnya tahu bahwa aku tak mungkin menyakitimu kan, So Eun? walau sampai kapanpun…” sambung pemuda itu kemudian.

So Eun masih tak bisa mengatakan apapun selain menatap dua sosok itu bergantian. Disini bahkan ia begitu tahu betapa sungguh berbedanya sosok Ye Sung yang sebenarnya kini dengan sosok yang selama ini dibuatnya sendiri untuk melewati hari-hari sedihnya.

“So Eun, aku tak ingin kau melakukannya lagi. Kau tak boleh seperit itu lagi. Karena itu bisa membuatku dan si kecil ini sedih disini..” ujar Ye Sung tak lama. Sungguh sangat disayangkan bagi So Eun melihat sosok itu memuram.

“Lalu aku harus bagaimana?” So Eun tiba-tiba bersuara, menangis begitu saja. “Kalian berdua disini – hidup senang di tempat damai ini. Sementara diriku? Bagaimana dengan aku yang hidup sendirian di tempat yang begitu berisik dan kejam itu?”

“Ya, aku tahu. Ini begitu berat untukmu. Tapi percayalah, So Eun. tuhan punya rencana sendiri untukmu, sesuatu yang mungkin akan mampu membahagiakanmu – kembali..”

“Ye Sung..” Suara So Eun terdengar parau. “Kenapa kau tetap memintaku untuk tinggal disana? Kenapa kau tak biarkan aku ikut dengan kalian saja, huh? Kenapa?”

Sosok itu tampak kembali tersenyum. “Karena aku selalu ingin kau bahagia. Dengan mengakhiri hidupmu begitu – maka kau berarti tak bahagia. Bagiku kau harus bahagia..”

“Lalu bagaimana caranya untuk terus hidup bahagia setelah semua ini? Setelah kau pergi? Jelaskan padaku bagaimana caranya untuk bahagia?!”

“Pasti ada. Kalau kau terus melihat sekitarmu, kau pasti akan menemukan kebahagiaanmu kembali..”

So Eun kali ini tak menyahut dan memilih hanya terisak di tempatnya. Sungguh So Eun tak tahan dengan semua ini – ia tak mengerti. Ia juga merasa bahwa Ye Sung tak juga mengerti dirinya kali ini.

“So Eun..” Ye Sung kembali memanggilnya dengan kini berada lebih dekat dengannya, menyentuh dagunya. “Kembalilah kesana, hiduplah dengan dengan kehidupan yang baru. Aku percaya kau akan menemukan kebahagiaanmu nantinya…”

So Eun hanya menengadah menatap pemuda itu tersenyum padanya. Pada akhirnya ia tak bisa melakukan apapun selain melarikan dirinya ke pelukan Ye Sung dan memeluknya erat. Ia sadar, bahwa ini terakhir kali baginya untuk melihat sosok yang dicintainya itu – berikut bersama tokoh imaji yang selama ini juga berada di sekitarnya.

*

Kyu Hyun bersidekap sambil menatap sosok yang masih tertidur di depannya itu dengan eksresi serius. Sejak tadi, semenjak hampir sepuluh menit sudah ia menemukan gadis itu terlihat gelisah dalam tidurnya. Namun Kyu Hyun memilih hanya terus memantaunya tanpa melakukan apapun walau sekedar membangunkannya.

“Ye Sung..”

Sosok itu bergumam pelan menyebut nama yang sudah familiar bagi Kyu Hyun seharian ini. Namun kali ini bukan panggilan itu yang menyita perhatian pemuda bermraga Cho itu, melainkan pada lelehan air mata yang menuruni pipi gadis itu begitu saja.

Sosok itu terus menangis sementara ia masih tertidur. Kyu Hyun pada akhirnya mengambil sapu tangan di sakunya lalu lebih mendekati So Eun untuk membantu menghapus air matanya itu. Air mata yang benar-benar membuat hati Kyu Hyun lebih sedih lagi melihat keadaan gadis yang telah membuktikan padanya bahwa cinta pada pandangan pertama itu memang nyata adanya.

*!*

Kali ini pekerjaan Kyu Hyun menyeka air mata di wajah So Eun berhenti ketika salah satu gadis itu meraih pergelangan tangannya. Kyu Hyun memandang tangannya yang digenggam erat oleh gadis itu yang masih menangis dengan gelisah dan ketakutan. Sebelum akhirnya bergeser untuk duduk disana demi membiarkan So Eun menggenggam pergelangan tangannya.

*

So Eun menatap kosong jendela yang terletak beberapa meter darinya tanpa melakukan apapun yang berarti. Gadis itu kembali hari ini membayangkan tentang mimpinya semalam dimana berakhir dengan Ye Sung dan bayinya itu menjauh darinya sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Paginya ketika ia terbangun, ia menemukan sosok Kyu Hyun tertidur di sampingnya dengan salah satu tangannya yang digenggam erat oleh So Eun.

So Eun kali ini bergeming, ia mengangkat salah satu lengannya tadi dan menatapnya dalam beberapa saat. So Eun tiba-tiba saja mengingat tentang bagaimana selama ini pemuda itu di depannya. Bukankah ini sungguh aneh untuk pemuda yang baru dikenalnya dalam beberapa bulan dan tak pernah bicara langsung itu. Namun sungguh selama ini ia mengakui bahwa ia harus berterima kasih pada Kyu Hyun karena telah berulang kali menyelamatkannya dari kematian, berulang kali bersikap sabar pada dirinya, dan kini ia pun juga selalu mendampingi So Eun sepanjang waktu selama ia dirawat. Sungguh So Eun tak tahu apa jadinya kalau Kyu Hyun tak berada di sisinya.

*!!*

So Eun menarik tangannya kembali dan mengalihkan pandangannya ke arah pintu ketika seseorang mengetuk dari luar. Tak lama darisana keluar pemuda yang baru saja difikirkannya.

“Nona-So Eun, lihat siapa yang kubawa hari ini..” ucap pemuda itu dengan ekspresi senang sebelum membukakan pintu. Tak lama seorang bocah kecil terlihat dari belakangnya. “Tadaaa!!”

“Kim So Eun-ie Seonsaengnim!!” Seru mahluk kecil itu ceria sambil berlari ke arah So Eun. So Eun disaat itu tak bisa menyimpan senyumannya sambil menyambut bocah kecil itu.

“Yoo Geun-ie..”

*

“Kemarilah, Seonsangnim!!” Seru bocah kecil itu ceria sambil melambaikan tangannya senang. So Eun yang saat itu berada beberapa langkah di belakangnya tersenyum menatap bocah kecil itu dari kursi roda yang dinaikinya. “Kyu Hyun-hyungie! Bantu seonsaengnim!” Serunya tak lama pada sosok yang sejak tadi berdiri di belakang kursi roda So Eun.

“Siap bos!” Sahut Kyu Hyun bersemangat. Tak lama So Eun kembali merasakan kursi rodanya bergerak pelan.

Hari ini dengan jujur So Eun sangat senang ketika Kyu Hyun membawa Yoo Geun untuk menghiburnya. Hal itu begitu terlihat dimana untuk pertama kalinya ia tersenyum selama beberapa hari ia dirawat di rumah sakit. Juga dimana ia untuk pertama kalinya setuju untuk bermain dengan bocah ini di sekitar rumah sakit – dengan ditemani Cho Kyu Hyun tentunya.

“Anda tak perlu merepotkan diri, Kyu Hyun-ssi. Aku bisa menggerakkannya sendiri..” ucap So Eun entah untuk keberapa kalinya sejak lima belas menit lebih sudah mereka keluar dari ruang inap.  Jujur saja ia tak enak dengan bantuan Kyu Hyun yang terus-terusan padanya – takut merepotkan terlalu jauh.

“Tidak apa-apa..” ujar Kyu Hyun seperti jawabannya yang sudah-sudah. . “Lagipula Yoo Geun suka bergerak terlalu cepat. Kau akan susah mengimbanginya…”

“B-Baiklah. Terima kasih..” So Eun pun akhirnya menyahut dengan jawaban yang sama.

So Eun menarik nafasnya pelan merasakan udara segar yang baru kembali ia rasakan setelah beberapa hari ini. Semuanya terasa begitu nyata disini. Semuanya terlalu solid. Berbeda dengan hidup yang belakangan ini ia rasakan dengan bayangan-bayangan yang ia buat sendiri.

Seonsaengnim kenapa diam saja?”

Kegiatan singkat So Eun terhenti ketika pertanyaan polos Yoo Geun terdengar. Hal itu membuat So Eun mengalihkan perhatiannya ke arah Yoo Geun yang sedang bermain dengan Kyu Hyun. Sejenak ketika ia melirik kesana, matanya bertemu dengan mata Kyu Hyun yang menatapnya dengan ekspresi sulit untuk dijelaskan. Tatapan itu datar, namun terlihat mengandung sesuatu disana. Hal yang tak bisa So Eun pelajari lebih jauh karena Kyu Hyun mengalihkan perhatiannya kembali pada Yoo Geun.

So Eun terdiam, ia hanya terus menatap Kyu Hyun yang saat ini kembali asyik dengan Yoo Geun. Di dalam fikirannya ia memiliki banyak pertanyaan mengenai pemuda yang baru menjadi tetangganya dalam hitungan minggu itu.

*

“Maaf, So Eun-ssi..” Kyuhyun berucap pelan untuk meminta izin sebelum mengangkat tubuh So Eun dari kursi roda kembali menuju ranjang pasiennya.

“Terima kasih. Sebenarnya anda tak perlu melakukannya karena kakiku juga tidak apa-apa..” ucap So Eun pelan merasa tak enak.

“Namun mengingat kau masih sakit memang sebaiknya dibiarkan bergerak lebih ringan dulu – Err, maaf maksudku karena kaki ANDA masih sakit jadi..” Kyu Hyun tak menyelesaikan ucapannya karena tiba-tiba ia melihat So Eun tersenyum kecil setelah apa yang dikatakannya. Hal yang membuat hati Kyu Hyun ikut menghangat karena rasanya sudah terlalu lama ia tak melihat senyuman itu.

“Hum maaf..” So Eun kembali menatap Kyu Hyun. “Aku hanya terus merasa lucu ketika berbicara seperti itu dengan orang yang seumuran denganku. Maksudku, aku merasa seperti sudah tua..” ucap So Eun lebih ringan.

Kyu Hyun ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya setuju. “Benar. Aku juga merasakan hal yang sama selama ini. Rasanya aneh sekali.” Jelas Kyu Hyun. So Eun lagi-lagi tertawa kecil, sehingga membuat Kyu Hyun juga tertawa. Keduanya sama-sama menertawakan kelucuan yang sebenarnya juga tidak terlalu lucu itu hingga suatu titik dimana keduanya kembali sama-sama terdiam. Sama-sama kembali merasa canggung.

“Aku juga mengucapkan terima kasih padamu. Juga maaf..” kata So Eun setelah berapa lama. Kyu Hyun menganggukkan kepalanya faham.

“Tak perlu berterima kasih atau meminta maaf. Aku rasa wajar kalau tetangga.. eung, mungkin sedikit tak wajar kalau seorang tetangga terlalu peduli seperti itu. Namun percayalah bahwa aku berprinsip bahwa saling membantu sesama itu penting.” Jelas Kyu Hyun sedikit gugup dan tergagap. Namun So Eun tampak menganggukkan kepalanya mengerti.

“Ya, yang penting aku sangat bersyukur dan berterima kasih..” ucap So Eun. “Aku tak tahu harus membalasmu seperti apa.” Ucap So Eun menunduk.

“Tidak perlu memikirkan itu, aku tak mengharapkan apapun darimu. Hanya…” Kyu Hyun menghentikan kata-katanya ragu. Namun setelah So Eun mendongak dan menatapnya ia mulai mendapatkan keberanian untuk menjelaskan apa yang ingin ia katakan. “Hanya hiduplah dengan baik. Maksudku, aku tahu itu sangat tak mudah bagimu. Namun, hanya merasa kau tak sepenuhnya sendiri di dunia ini. Kau bahkan memiliki aku beberapa langkah dari pintu rumahmu. Kalau kau mungkin membutuhkan teman.. aku selalu ada untuk mendengarkan.” Jelas Kyu Hyun yang sedikit berapi di titik ini. Sedikit terbawa emosi.

So Eun tampak tersenyum pada pemuda itu, lalu mengangguk. “Ya, terima kasih sekali lagi.”

Kyu Hyun balas tersenyum sebelum mengalihkan perhatiannya yang sedikit gugup. Menatap si bocah kecil yang tertidur nyenyak di atas sofa.”U-Um kurasa aku harus mengantarkan Yoo Geun pulang dulu. Aku akan kembali dalam beberapa saat.” kata Kyu Hyun mengalihkan perhatiannya menatap Yoo Geun.

“Ya, Yoo Geun membutuhkan istirahat..” sahut So Eun setuju.

Kyu Hyun berjalan mendekati sofa dan mengendong anak itu secara perlahan hingga tak mengganggu tidur nyenyaknya. Kyu Hyun kemudian melirik So Eun. “Ya sudah, aku mengatarkan Yoo Geun dulu, Kim So Eun. kau sebaiknya juga beristirahat.”

“Ya.”

Kyu Hyun memberikan senyumannya yang terakhir sebelum membuka pintu ruang rawat So Eun dan keluar dari tempat itu setelah pamit. Sementara So Eun menatap kepergian pemuda itu hingga pintu ruangan inapnya kembali tertutup dari luar.

Selepas kepergian Kyu Hyun So Eun kembali terdiam dan menatap lurus ke depannya. Fikirannya kembali mengingat ucapan Ye Sung di dalam mimpi yang terakhirnya dan ucapan Kyu Hyun barusan. Hidup kembali dengan baik. Entah bagaimana caranya So Eun kembali hidup dengan baik.

*

Hari berjalan lebih cepat seperti hari-hari sebelumnya. Hingga hari ini adalah hari dimana So Eun keluar dari rumah sakit. Dan seperti biasanya, Kyu Hyun adalah satu-satunya orang yang selalu di sampingnya.

“Duduklah dulu, So Eun.” kata Kyu Hyun setelah mereka baru saja memasuki rumah So Eun. ia menuntun So Eun untuk duduk pada salah satu sofa di rumahnya. “Aku akan kembali!” Kata Kyu Hyun sambil kembali berjalan keluar untuk membawa tas bawaan So Eun yang tertinggal.

“Kau seharusnya tak perlu melakukan seakan-akan aku tak bisa berjalan.” Omel So Eun pelan. Gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya menuju seisi rumahnya yang benar-benar seperti telah ditinggal selama setahun lebih. Barang-barang di tempatnya itu begitu berantakan, sementara itu beberapa bau tidak sedap tercium dimana-mana.

“Mungkin aku harus membukakan jende—“

“Tunggu, Kyu Hyun!” So Eun berseru pada pemuda itu sebelum ia melangkahkan kakinya ke arah jendela. Gadis itu kemudian berusaha membawa tubuhnya yang masih sedikit lemah untuk bangkit dari tempat duduk.

“Eung So Eun? kau mau apa?” Tanya Kyu Hyun ragu.

“Ini rumahku, aku harus merapikannya dulu karena kau bertamu. Juga membuatkan minum..” jawab So Eun sambil menyingkap gorden yang selalu tertutup itu untuk pertama kalinya. Membiarkan cahaya matahari masuk.

“Kau masih sakit, kurasa tak perlu harus memaksakan diri..” kata Kyu Hyun sambil ikut menyusul So Eun. “Lagipula aku tak haus..” jelas Kyu Hyun sambil membantu So Eun membuka lebih lebar gorden yang berusaha membukanya.

So Eun menarik tangannya kembali ketika Kyu Hyun terlebih dahulu menarik apa yang ingin ia sentuh. So Eun mengalihkan pandangannya untuk melirik pemuda itu yang ternyata terlalu dekat dengannya. Mereka saling bertatapan dengan wajah yang dekat itu sesaat sebelum keduanya sama-sama mengalihkan pandangan mereka ke arah lain.

“Ayolah jangan lakukan apapun dulu. Sebaiknya kau bersitirahat dulu aku akan membantumu membereskan walau hanya sedikit.” Jelas Kyu Hyun tak lama sambil mengalihkan pokok pembicaraan tadi. Namun So Eun tampak tak menyahut dan masih memperhatikan Kyu Hyun. Kyu Hyun meliriknya lagi. “So Eun?”

“Kyu Hyun, tolong jawab aku.” Kata So Eun tiba-tiba dengan nada yang pelan. “Selama ini kau baik padaku, benarkah hanya karena kau adalah seseorang yang suka menolong sesama? Maksudku, aku bahkan bukan orang termalang di dunia sehingga kau bisa sebaik ini padaku.”

Kyu Hyun sedikit gugup, ia sepertinya mulai mengerti arah ucapan So Eun. Namun entah kenapa Kyu Hyun tak keberatan dengan ini. Ia mungkin tahu bahwa ia akan bertemu titik ini suatu hari nanti. Titik dimana ia harus mengatakan semuanya. Sejujurnya.

“Tidak, aku bukan orang yang terkenal baik pada sesama. Aku bahkan pernah diusir dari apartmentku yang lama karena terlalu sering menghidupkan music keras-keras di tengah malam. Aku pernah menyenggol mobil orang lain, dan tak bertanggung jawab atas gores yang kutinggalkan. Aku bahkan juga pernah membakar gitar teman sekamarku dulu karena aku tidak suka sikap sombongnya. Singkatnya, aku bukan orang yang terlalu baik..” jelas Kyu Hyun pelan namun serius, matanya terus menatap So Eun. “Tapi aku selalu ingin berbuat sesuatu padamu. Ingin menjaga dan melindungimu..”

“Kenapa?” Tanya So Eun masih sambil membalas tatapan Kyu Hyun. Ia sungguh penasaran dengan semua ini kini.

“Karena..” Kyu Hyun sedikit ragu, ia mengalihkan pandangannya menuju arah lain. “Karena.. Aku tak tahu kenapa. Mungkin karena waktu pertama kali kita bertemu aku menyukai karamelmu yang indah walaupun basah, ataupun senyumanmu yang begitu cantik di pertemuan kita yang kedua di tempat ini. Aku tak mengerti siapa yang membuatmu tertawa seperti itu dulu, tak ada orang di sekitarmu. Namun, aku menyukai senyuman itu lebih dari caramel indah waktu itu..” jelas Kyu Hyun berbelit-belit. Hingga akhirnya ia kembali menatap So Eun. “Mungkin karena aku menyukaimu..”

So Eun terdiam mendengar pengakuan Kyu Hyun itu. Ia mengalihkan perhatiannya ke arah lain. “Kyu Hyun, aku sungguh berterima kasih atas semua itu. Namun kurasa aku bukan orang yang tepat untuk disukai oleh orang sepertimu Kyu Hyun. Maksudku, aku bukan gadis yang baik-baik saja..”

“Kau tidak baik-baik saja, namun aku bisa membuatmu lebih baik. Semua kenangan tak baikmu, aku bisa mengganti mereka dengan kenangan yang lebih baik. Ini bukan karena aku ingin kau menghapus masa lalumu, tapi.. aku ingin kau tetap memiliki masa depanmu. Kalau kau mau, kau bisa mendapatkan masa depan bersamaku..”

“Kyu, kau tak sadar dengan apa yang kau ucapkan..”

“Aku sadar, So Eun. Aku sangat sadar. Aku bahkan menyadarinya dari semenjak pertama kita bertemu, aku begitu menyadarinya hingga aku yang tak terlalu menyukai anak kecil ini mau mengantar Yoo Geun tiap hari agar aku bisa melihatmu. Aku sungguh sadar dari awal..” jelas Kyu Hyun serius.

“Kyu..” So Eun sungguh tak mampu mengatakan apapun namun ia merasakan matanya memerih begitu saja. So Eun tak tahu kenapa ia begitu ingin menangis, So Eun sungguh tak mengerti. Namun rasanya ia benar-benar ingin menangis lagi hari ini.

“So Eun? Kau kenapa? Astaga, apa aku melakukan kesalahan? Apa aku mengatakan hal yang salah? Apapun itu sungguh aku tak bermaksud menyakitimu, So Eun.” Tanya Kyu Hyun kaget sambil memeriksa keadaaan So Eun. Kyu Hyun memutar tubuh So Eun hingga kembali menghadapnya. Menatap cemas gadis itu. “So Eun?”

So Eun sungguh tak bisa menghentikan air matanya untuk tidak menetes, namun akhirnya ia mengangkat wajahnya untuk membalas Kyu Hyun dan menjelaskan bahwa ia baik-baik saja. Ini tak mengapa.

“Kyu..” panggil So Eun sambil menyentuh kedua pipi Kyu Hyun. Matanya menatap sepasang caramel Kyu Hyun yang masih menatapnya cemas sebelum ia sedikit berjinjit dan memejamkan mereka. Ia akhirnya menyentuhkan bibirnya ke bibir milik Kyu Hyun.

Kyu Hyun sungguh kaget, ia tak menyangka akan apa yang akan So Eun lakukan ini sebelumnya. Namun setelah merasakan rasa lembut bibir itu di bibirnya Kyu Hyun merasa tak akan melakukan apapun selain melarikan jemarinya ke pinggang So Eun untuk membawa gadis itu lebih dekat padanya. Kyu Hyun akhirnya membalas ciuman So Eun itu dengan sedikit mengulum bibir yang sedikit asin karena air mata itu.

Ciuman mereka berlangsung tak lama, sebelum So Eun melepaskan tautan mereka. Kyu Hyun yang awalnya memejamkan matanya membukanya kembali, menatap gadis yang masih menangis itu.

“Terima kasih untuk segalanya, Cho Kyu Hyun. Terima kasih. Aku tak tahu apa yang bisa kukatakan padamu lagi selain kata terima kasih. Aku benar-benar bersyukur karena aku mengenal orang sepertimu..” ucap So Eun masih sedikit terbata karena ia masih menangis. Kyu Hyun tampak tersenyum lembut mendengarnya.

“Kau tak perlu berterima kasih. Hanya… Aku mencintaimu, So Eun. Aku ingin suatu saat nanti kau mengucapkan kata yang sama suatu hari nanti. Ya, tak apa-apa walau suatu hari nanti..”

So Eun menghapus air matanya dan mengangguk, ia kemudian memeluk bahu Kyu Hyun erat. Masih mengangguk. “Ya, aku akan berusaha. Aku benar-benar akan berusaha..” ucap gadis itu mempererat pelukannya di bahu Kyu Hyun. Sementara itu Kyu Hyun tampak balas tersenyum sebelum melingkarkan tangannya sendiri ke pinggang So Eun. ikut memeluknya erat.

Sementara itu di bahu Kyu Hyun, So Eun menumpahkan perasaan sedih yang dirasakannya setelah selama ini ia terus menangis sendiri selepas kepergian Ye Sung. So Eun tak mengerti kenapa ia tak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis. Mungkin semua itu karena sikap Kyu Hyun yang menghangatkannya, sehangat bahu yang dimilikinya.

So Eun baru saja mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika matanya malah bertemu dengan sebuah sosok putih di belakang Kyu Hyun. So Eun mengangkat kepalanya, menatap seperti tak percaya sosok yang dikenalnya itu.

Sosok itu tak seperti sosok beraura hitam seperti yang So Eun selalu bayangkan sebelumnya, tentu seharusnya ia tahu bahwa Ye Sung-nya tak akan pernah seperti yang sebelumnya. Namun lebih seperti sosok yang kini dihadapannya.

Yesung tampak tersenyum kecil, bersama sebuah sosok mungil di dalam pelukannya yang juga tampak tersenyum lucu seakan memberi semangat pada So Eun. Kedua sosok itu hanya disana dalam beberapa detik, sebelum akhirnya hilang bak meresap pada dinding apartment So Eun yang juga berwarna putih.

So Eun akhirnya kembali lebih menangis walau kini ia memiliki senyuman tipis di wajahnya. So Eun kemudian memeluk Kyu Hyun lebih erat seakan memeluk sebuah realita. Realita bahwa ia masih hidup, dan ia akan kembali hidup dengan baik selepas kepergian Ye Sung dan buah hatinya. Tentu saja bersama Kyu Hyun yang kini berada disisinya.

[THE END]

Hfft, akhirnya… haha. Aku lega karena akhirnya bisa menepati janji buat memposting FF-FF ini walaupun terlambat dari jadwal seharusnya. Kali ini sebagai FF terakhir adalah request kak Shane tercinta.

Dan kembali ini adalah FF yang endingnya seperti FF KyuSso sebelumnya, yaitu menyerahkan kelanjutannya berdasarkan readers sendiri. Aku sepertinya tak bisa melanjutkannya – setidaknya untuk saat ini – karena utang FF partku udah menumpuk selama sebulan. Lol. Aku harap semua mengerti.

Okay, Happy reading ^^

67 Comments Add yours

  1. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Huaaa,,,hiks hiks hiks eon putri pintar banget buat saeng terhanyut ama ceritanya,,,sama” sakit menjadi sosok kyusso disini,,sso yg belum mengikhlaskan yeye oppa,,dan kyu oppa yang merasa sakit melihat orang yg dicintainya sedih,,huaaa tapi suasana jadi happy karna ada yoogeun yang kyeopta…

  2. erika mengatakan:

    Pas pertamanya nyesek bnget ternyata yesung oppa hanya khayalan Sso eonni aja dan juga ternyata Sso eonni dulu pernah punya calon bayi sama yesung oppa tapi nyesek pas tau mereka berdua udah meninggal😥 untungnya ada kyu oppa yg selalu melindungi dan menjaga Sso eonni, semoga Sso eonni bisa melupakan semua ilusinasinya tentang Yesung oppa.🙂
    Huaa 3 ff requesan yg bagus (y) di tunggu lanjuta ff lainnya author purti😀
    Fighting!!!

  3. Dizha adrya mengatakan:

    Huaaa akhrnya uri sso, mw mbuka hati dan mncoba mnerima khdiran bang kyu,, skrg bang yesung ma buah hati mrka bsa prgi dgn tng stlh mlht sso yg skrg, sso yg akn hdp dgn baik bkn sso yg sprti dlu, yg slalu mw bnuh dri ya wlpn tnpa ksadaran pnuh hehe😀

  4. anna mengatakan:

    awl part smpt ngira yesung vampire crta 2 dunia brbeda #efek ntn vampire diares hehe,,trnyta hny ilusi&prasaan depresi sso,,pnts aja sso sprt linglung&mmpnyai 2 kpribadian,,legany dgn ksbrn&keuletan kyu bs mmbgktkn smgt sso lg&mmbls prsaan kyu mski blm 100%,,again skss mmbt mnghayal&brandai andai sndri untk klnjtny,,good story putri gomawo ^^

  5. YhulaiiSoeun mengatakan:

    Waoww,. Bener bener gak nyangka… Trnyata yesung udah meninggal dan semua.y hanya khayalan Sso… Ya ampun sdih banget …😦 untunglah d.saat sso trpuruk ada Kyu yg slalu memperhatikan.y dan menyadarkan Sso,, akhir.y Sso mw membuka hati.y buat kyu wlaupun mzh ada byang2 yesung…🙂
    d.tggu karya yang lain… Kelanjutan ff yg lain juga…🙂 tetap smangat .. \^,^/

  6. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wow DAEBAK !!!

    Mmmm..
    Klw halusinasi gini,jd ke inget FF Miss You “Donghae-Soeun”…
    Kali ini Soeunnya yg halusinasi…

    Kira’in kan Uni wkt Yesung ngisap darah Soeun, Yesung itu Vampir ‘-‘ v.v
    habisss Yesung misterius bangeeeetttttt… O.o

    keep writing Author….
    Puspa nunggu lanjutan FF Partnya..
    “Black and White” pleaseeee… ;))

  7. Rakha mengatakan:

    Kyu baik bener,dia rela ngelakuin apa aja,di awal cerita aku ngiranya yesung bneran ada,ternyata hanya halusinasi…
    Dan ternyata semua os nya happy ending semuaaaaaaa😀
    di tunggu karya lainnya….

  8. kim Ra rA mengatakan:

    Masih Specles Ga tahu harus koment apa. karna demi apa pun ff ini asli KEREEEEEEN banget.

    jalan ceritanya yang unik. sungguh gak bisa di tebak! kirain selama itu sosok yesung sang kekasih itu nyata. ternyata…!!! huaaaa bang yeye >,,< see you

  9. tesyasavika mengatakan:

    Kak put tanggung jawab nangis nih?! Jd inget ff miss you nya haesso, Emang udh ngira yesung udh ninggal, rupanya itu bukan yesung lagi agak serem disini ngebayanginya. Untung ga sad ending, kyu disini lg idaman bgt;). Ceritanya keren apa lagi bagian flashback waktu tabrakan, yesung kasian bgt:( . Ok kakput lanjutkan ff lainya B&W sama sweer piece love nya ditunggu;)

  10. cucancie mengatakan:

    Terharu bacanya,awalnya ga ngerti sosok yesung itu ada apa ngga,tapi ternyata yesung hanya sebuah hayalan so eun,,untung ada kyu yg selalu ada di samping so eun..so eun kembali ke kehidupan normalnya..

  11. kiki chan mengatakan:

    naaah.. sudah kuduga. keberadaan yesung emang aga ganjil. ternyata dia cm khayalannya soeun.
    kelam nian hidupnya soeun. untung kyu baik bgt dan selalu ada di samping sso.. keren keren!

  12. shane mengatakan:

    Pupuuuut ….thanKyu3 … Mantab bingit ah (y) !!
    kyu kek malaikat di sini j..arang3 setan jd malaikat kkkk ~😉 *plakk*
    Pas d awal3 kk ngerasa tu bang jong kek nyata.trus kok orng3 g ngeh ma keberadaan bang jong terlebih kyu..pas soeun terluka d tangan kyu mamper k apartemen sso q kira kyu bkalan nyadar keberdaan bang yeye tp …….. Ooo rupanya semakin ke sini smakin kliatan klo ntu ilusi sso ..karna kelewat terpukul jd ngerasa klo bang jong tetep ada d sisinya..*apalgi tu sisi aura jahat yeye..perasaan soeun yg membuat yeye jd begono hmm* Pantesan pas d awal pertemuan kyusso ,, soeun begitu lemah n rapuh hmmm
    Salut ma perjuangan kyu yg mendampingi soeun cinta nya ma soeun bikin kk terharu :* cinta pd pandangan pertama ampe kyu bela2in nnganter jemput yoo geun terlalu pagi d an kecepatan hhhh geli jg hhhhe …bener3 soeun telah mencuri hati kyu dan alhasil hatinya kyu terperangkap d dlam tubuh soeun dan tak bisa d ambil lagi ..di kunci rapat3 trus kuncinya d buang hhhe *hoalla hebat bener omongan kk ya kkkk ~*

    Sedihnya pas liat line yesso ,, yg kandas d tengah bis hhhhhe (?)Kisah bang jong ma soeun berakhir d tubruk bis *eoh* #ni gegara bang jong jodohnya ma author hihiih * cieeee pupuuuuuut *gubrak*😄
    Tp ada secercah kebahagian ketika bang jong n anak bahagia d dunia laen , lambat laut sso mulai menerima ucapan bang jong ..untuk hidup lebih baik d alam nya😉

    Ketika kyu bilng k soeun kek gini »»» kau tidak baik-baik saja, namun aku bisa membuatmu lebih baik.” Angguk3 hhhe Kk terharu denger nya ooo suami Kyu :*
    Ni toh arti zanzou ntu …kk bc ni ff sambil dengerin ni lagu versi kyuhyun … Adem banget put …sedih3 bercampur kebahagiaan :* saking mersapi ampe dua jam bru kelr bc nya hhhhe *

    Hari ini kk sial banget …sedih pokoknya..tp bersyukur ni ff datangnya tepat waktuu ..alhasil ilang dah smua beban kk …thankyu adekku syg :* ( ‾̴̴͡͡‾̴̴͡͡) ♍űűűάάħ°˚ ˚<3. #curcol *
    Aaayeeeee ,kakk puas bingit puuuut , thanKYu so much …I lup yu Ny jong :*
    Ni ff special pake hati seperti yg kk bilang hihihi (y)

    Tarik senyum ke atas …trus pinjem bibir yeye …. Aaaaaa cipok puput seratus kali hihiii yuuhuuuuu :*

    Special 8 jempol buat puput. 2 dri bang jong (y), 2 dri kyupil (y), 2 dri soeun (y), 2 dri kakk (y) yeaaah ;;)

    Bravooooo put ~

  13. senrumi mengatakan:

    Keren
    sso malang sekali kehilangan ke2.org yg plg berharga dlm hidupnya sampai harus mengalami hal itu
    kyu penuh perhatian sll bersama sso n mau menerima semua kekurangan sso
    thor ditunggu ff yg laenya ya.semangat

  14. nadiladirga mengatakan:

    suka banget sama ceritanya, jalan ceritanya beda sama cerita biasanya ini tuh full sedihnya tapi untungnya bukan sad ending🙂
    lanjutin lagi bikin karya-karya yg bagus lainnya, fighting!

  15. nita mengatakan:

    daebak buat ff ny. aq ska sm jln crta ny, salut bngt sm kyu yg sbr mndptkn sso y low pun sso blm bsa spnh ny mmbls prsaan kyu.
    good job buat putri eonni.🙂

  16. miris bnget kisah percintaan yesso !!

    kaget wktu yeppa cuma ilusi sso doank n lebih kaget lgi wktu mereka udah punya anak ,!

    tpi paling saluuuut sma kyu dengan gigihnya bisa m’buat sso kembali hidup normal lagi !!

    selalu keren ff putri !!

    di tunggu ff yg lain nya

  17. vaaani mengatakan:

    iyaaaa, semangat melanjutkan ff part nya

    lumayan jelas og kl dpaksakan gegegge, ndak malah hangus ceritanya, eh eh

    jadi awalnya sso memiliki yeppa dan aegy ya di perut sso, trs kluar dr kluarga kaya yeppa malah dikejar oleh pesuruh kluarga yeppa kejar0kejaran dan maut memisahkan, berarti slma ini hnya ilusi sso saja, sampai ketawanya sndiri di liat oleh kyuppa, ahahhah cinta pd pndangan pertama🙂

    critaanya menyedihkan, sllu mncoba bunuh diri
    untung kyuppa sll mnjemputnya mski dlm nyaris dan sekarat

    yeaaaah balik k rumah dan yihaaaa berita bahagia🙂
    mereka saling mengungkapkan perasaannya, prk prk prokkkkkkk

    keren ff nya, hehehe tumben pake yesung sajah bilangnya lucu
    biasanya yesung oppa ato jongwon oppa

    di tunggu black n whittenya putri, gomawo

  18. Tetta Andira mengatakan:

    Wahh~ daebak !! Keren banget ihh~
    suka banget sama smw moment KyuSso🙂
    bt rada sedih jg sihh Yesung’x meninggal😦
    Sso bhkn smpe mlkukn prcobaan bunuh diri bbrpa kali .
    Kyu emng gentle banget . Sllu ada buat Sso ..
    Cinta Kyu ky’x gak bkal brtepuk sblh tangan .
    seandai’x~ ini disequelin .. /mencobamodusinauthor/slapp
    Buatmu , keep spirit & hwaiting !!

  19. dyyyy mengatakan:

    trnyata yesung tu dah mningal……
    mak comblang kyuusso tu yoguen…. ĦăªĦăĦăĦăª ..

  20. ciciepisces mengatakan:

    ,prtma bca pnsaran sbnr.a addj appa m sso ,, truz yesung itu nyata appa gg .. pas baca prtnghn mulai ngrti nd nysek trnyta yesung cma imajinasi sso , untung adda kyu yg setia d.smping sso ,, keren bnget ff chingu putri🙂

  21. kiki mengatakan:

    waah,
    terharu bca ff ini,
    gk nyangka trnyata yesung cma ssok hayalan sso aja,
    daebakk ff nya,

  22. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    Owhh ternyata yeye udah meninggal, awal cerita nya ga ketebak sama kali, bagus banget eon (y)

    akhir nya Sso eonni bisa nerima kalo yeye sama anak nya udah meninggal, dan mau buka hati nya buat baby Kyu.. Sweet ^^

  23. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Pertama2 udah nebak sih. Kalau ada yg salah sama Yesso.
    Tingkah Yesung dan Soeun..
    Sama Scene2 pertemuan KyuSsox..

    Hmm.. Miris, , rasanya melihat kehidupan Soeun, hanya karna kehilangan sesorang yg sangat di cintainya.. Jd stres gitu..
    Sampe nyiptain ilusi gitu..
    Jadi keinget FF HaeSso dulu.. Kkk~

    Kyuhyun..
    Ooh dirimu benar2 lelaki sejati, suka bgt karakternya dia disini..
    Ga biasanya, jd lelaki gentle kayk gini..
    *prokprokprok* heheheh.

    Daebak Putri bikin ff yg oke bgt..
    Sampe terbawa suasana saya.. Hehehe..
    Ditunggu ff selajutnya.. Semangat!

  24. Devi mengatakan:

    sedih bngeeeet cerita’a,,,,
    ksian eonnie so eun mnderita stlah d tng2al pergi slama’a oleh yesung oppa,,tpi untung ad kyuppa yg sellu ad bwt eonnie so eun d saat eonnie so eun terpuruk,,,,,,

    pkok’a sedih bngeeet cerita’a,,,,d tng2u FF yg lainnya,,,,

  25. aina freedom mengatakan:

    gk tau hrs bilang apa ,tp yg pasti sikap kyu bener2 membuatku terharu hingga membuatku menangis ,bgt tulus cintanya kyu buat sso ,,dn sso yg sakit disaat kehilangan yesung dn anaknya membuat sso slalu berimajinasi tentang mrk …keren dn bagus put menyentuh bngt ceritanya . fighthing

  26. kristienuuna mengatakan:

    Putri, keren banget cerita na..
    sebener na aku sempet bingung ama hubungan Yesung oppa ma Soeun d awaL, d sini Yesung oppa sosok na misterius..
    Makin bingung waktu tangan Soeun Luka, aku kira Luka keciL ternyata itu saLa satu cara bunuh diri Soeun..
    Sampe akhir na dia minum piL Й mw terjun bebas dari Lantai RS, aku baru sadar sosok Yesung oppa itu hanya iLusi Soeun..
    ternyata Yesung oppa uda meninggaL ama Baby Sso..
    Untung dech, seLama itu, Kyuhyun oppa seLaLu setia nemen’in Soeun, g perna nyerah waLau d cuek’in kaya apapun ama Soeun, tetep seLaLu ngejaga Soeun..
    Aku terharu ama pertemuan Sso terakhir d padang ama Yesung oppa Й Baby na..(ó﹏ò。)
    Sedih banget moment itu,p(´⌒`。q) begitu besar ya cinta Soeun ama Yeppa..
    Tapi sekarang akan ada Kyuhyun oppa d masa depan Soeun.. Yang seLaLu nemen’in, ngejaga Й ngebahagia’in Sso..
    Akhir na penantian dan kerja keras Kyuhyun terbaLas, Soeun akan berusaha beLajar mencintai Kyuhyun oppa..
    Senang na o(*^▽^*)o aku suka akhir yang bahagia.. d tunggu karya Laen na ya Putri..

  27. Luthfiangelsso mengatakan:

    astaga udah nebak pas di awal ada yg aneh dari sosok yeye terkesan misterius
    sumpah suka banget sama sikap dan sifatnya kyu dewasa bgt !!
    ya ampun bang kyu kata” nya itu lho pas ngutarain perasaan nya ke sso bikin aku melting gimana gitu sweet bgt terharu^^
    gak tau mau komen apa lagi sumpah bagus bgt ceritanya put selalu hebat (y)
    di tunggu ff mu yg lain ^^

  28. Irnawatyalwi mengatakan:

    Put km brhasil membuat readr pd sdih dgn osmu in, bnar2 crtax mengharukn bngt oh y wkt kk bc, kk smpt bngung yesung i2 sbnrx knpa n apa yg membuat dia slhphm ma so eun? trxta stlh mendkti ending smua uda trkuak kalo slma in yesung yg slalu ada d khdupn sso stlh kyu hdir dlm khdupn sso trnyata hanya halusinasi sso aja krn yesung sbnrx uda meninggal, bnar2 cnta sso k yesung sangt bsar bhkn dia uda g bsa membdkan realita n halusinasix krn saking cntax ma yesung, waow kyu oppa kau mendpt jmpol driku, kyu daebk suka bngt dgn kraktrx dsni dia brubh jd pria dwasa n penyanyang, dia slalu ada u sso bhkn dia dtng sbgai pmbwa kbhgian n pnghbus pilux sso, ah ya put kk suka skali dgn kta2 ini “kau tdk baik2 sja,namun aq bsa membuatmu lbh baik” dr kta2 in trlht skali kyu sngt syg ma sso n akn membhgiaknx

  29. ayu mengatakan:

    sedih bgt ternyata yesung oppa cuma khayalan Sso eunni,.ff ini mengharukan bgt,,apalagi melihat kyu oppa yg begitu setia menjaga dan melindungi sso eonni yg terpuruk itu,dan sepertinya Sso eonni jg udh mulai membuka hati bwt kyu oppa. Daebakk.

  30. mindaamalya mengatakan:

    daebaak banget ka. ditunggu ya karya lainnya aku ampe terharuu keren

  31. Aisparkyu mengatakan:

    .hiks hiks nysek bnget,,trnyta bng yeye th hylan doang,,kyu dsni prhtian bnget bda bnget dri ff sblumny yng prnah aq bca biasanx kyu th brskap dngin dn sok jaim gtu ,,tpi d ff nie aq mnuin sosok kyu yng prhtian dan jgain sso unnie dngan baik dn untuk sso unnie dsni mris bnget nsibnya d tngglin prgi sm orng yg dia cntai untk slmnya ,,hadeeh pkonya crta sdih bnget

  32. RANI mengatakan:

    akhirnya perjuangan kyuhyun buat ngedapetin so eun berhasil dan ceritanya ini menyedihkan banget apalagi waktu yesung marah ke so eun dan so eun mencoba bunuh diri untung aja kyuhyun datang dan kyuhyun keren banget kayak pahlawan gitu dan akhirnya dia sama so eun deh

    Wah ceritanya ini bener-bener keren walaupun waktu bacanya itu ikut sedih juga keren bisa buat yang baca ikut ngerasain

  33. pipip mengatakan:

    Waaa ada os kyusso
    Dikiraiin bca prtma kyu bneran appa nya yo geun trnyra bukan, ccok jg nih klo kyu jdi appanya yogeun
    Gk ketebak trnyta yesung yg slma ini dgn soeun cmn byangan doang ckck
    Emg ff yg dbuat eon putro ini ceritanya gk bsa ktebak
    Kdang2 gk sperti yg kta fkirin, pkoknya seru deh
    Dtnggu ff lainnya

  34. Choi Shinae mengatakan:

    astaga aku kira yesung benar adanya disini.. ternyata hanya illusi😦 nyesek banget ceritanya😦 yesung sama bayi yesso benar2 bikin -tak terduga- tapi syukurlah Kyuhyun ada ^^ aku suka aku suka ^^ gak tau harus komen apalagi yang jelas selalu bagus ide2 ceritanya ^^

  35. yolan mengatakan:

    Awal2 pas baca agak bingung juga sama ceritanya sih, nah pas dari pertengahan barulah mengerti maksud dari cerita ini,
    Sedih sih knp so eun sikapnya kaya gitu, gak tega aja
    Untung ada kyupa ^^
    Happy end deh

  36. Tikka mengatakan:

    Caa.. KyuSso😀 sempet di buat bingung pas awal2 baca.. Ada apa. ? Kenapa yesung. ? Hey~ yesung hantu. ? Kasihan soeun. ? Kyuhyun. ? Apa, yesung jadi bpk. ? Itu, beberapa pertanyaan saat aku baca ff ini, dan oh, ayolah tadinya pas part yesso aku sempet mikir ini ada lanjutan ff say it, say my name di mana ff itu bikin aku agak gmana gtu sama yesung yg errr.. Agak agresif. Akhirnya happy ending yah. ? Iya, happy ending kan. ? Ff ni bikin otak kebingungan aku lebih terpacu untk terus baca sampe akhir. Oke, selebihnya sih spt biasa ff kakak LUAR BIASA😀

  37. sitieunnie mengatakan:

    kisah cnta yg mngharukan..
    awalx aq jg ngerasa aneh dgn skap sso yg bicara dgn yesung tp koq kyu x gk nyadar ya alias spt kyu gk tau kalo sso sdh pnya kkasih..apalgi dtmbh dgn yesung yg nginap dapartemen sso tp masa’ sih kyu gk tau,wong kyu tng9al dsblahx.. :3
    bru criga kalo bang yeye udh mning9al wktu tngan sso trluka n kyu tdk mlihat yeye ddlm apartemenx sso..jd criga kalo sso mmang skedar ilusi..
    keren put ff nya..dgn usaha yg pntang mnyerah akhirx kyu bs mndptkan hti sso..salut dgn prjuanganx kyu..😀

  38. hellolina97 mengatakan:

    ceritanya menyentuh…
    apalagi di part akhirnya.

    semoga KyuSso bisa hidup dengan bahagia.

  39. ji eun mengatakan:

    so eun kasian amat.tp untung ada kyu yg begitu perhatian padanya.

  40. auliaveronica mengatakan:

    Keren ffnya eon ‘-‘)bb mian ya baru komen ._.
    Awal” gak ngerti ceritanya ._. Pas mau ending baru ngerti ceritanya :3 mengharukan ceritanya eon ^^ kata”nya bagus.. Pokoknya semuanya bagus deh😀
    Ditunggu ne ff yg lainnya? Fighting eon!

  41. niniet mengatakan:

    Diawal cerita aku udah berpikir cinta segitiga yg rumit, apalagi sso ma yesung, sempet tak rela kyu jd org ketiga dari yesso..tp ternyata itu hanya ilusi dari Sso yg tidak menerima suaminya telah meninggal, Putri kamu berhasil lg membuatku terpukau dgn ff mu..4 jempol buatmu😀

  42. anastasia erna mengatakan:

    Keren.. Putri.
    Kyu begitu semangat deketin sso.
    Teryata sso Üϑåђ punya yesung..
    Dikirain yesung beneran teryata cuma ilusi aja..
    Rada nyesek pas sso bunuh diri
    Tapi salut buat kyu.. Tetep setia dampingiin sso..
    Seneng baca ending nya..
    Bagus ƁªЙǤĕĕĕ† ….
    Di tunggu karya Ÿª♌ƍ lain nya putri..

  43. Deborah Sally mengatakan:

    Sad banget untuk yesso. . .
    Tapi berakhir happy ending buat kyusso ><

  44. mizanafidausi mengatakan:

    entah kenapa dari awal aku udah nyangka klo ada yg ga beres ma sso, dari awal kyu ketemu sso dan sso yg ketawa sendirian, disini udah aga curiga klo yesung itu ga nyata, apalagi ditambah tingkah aneh sso😦
    dan yang keren dari cerita ini seakan kita dibawa ke dunia orang yg berhalusinasi atau bisa dikatakan “stres” dimana mereka menyakiti diri mereka tanpa mereka sadari, seperti yang tangan sso kegores pisau didunia dia, dia ga sengaja dan ketika dia mau terjun dari lantai atas…
    nyesek pas bagian yesung bawa dede bayi dan ngommong ke sso,,, seakan2 yesung sedih bgt sso hidup seperti itu…
    ff ini bikin perasaan orang campur aduk😦

  45. andri susilowati mengatakan:

    langsung ke ff ini. pertama suka pas happy ending. kkk akhirnya kyu bisa mmbuat so eun sadar.
    pas dibagian awal rada aneh sm sikap so eun, ternyata ketemu dibagian tengahnya kalau so eun depresi. woooo kasian yesungnya.
    selalu merasa puas baca ffmu thorrr, penulisan sm penggambaran jalan critanya bagus, jadi mudah buat dipahami. kkk lanjut yang lain.

  46. Arhy Supitri mengatakan:

    Udah janggal dari awal baca , dan ternyata bener yesung udah meninggal…
    Ceritanya keren dan perjuangan(?) Kyu besar banget..
    “Ya, aku tahu. Ini begitu berat untukmu. Tapi percayalah, So Eun. tuhan punya rencana sendiri untukmu, sesuatu yang mungkin akan mampu membahagiakanmu – kembali..” aku suka kata kata ini.
    Ditunggu ff selanjutnya chingu , semangat🙂

  47. Safriyanti mengatakan:

    Hiks,,,hiks,,,,sedih n seru bnget,,,
    krain yesso bner2 da,,,bhkan tlah hdup brsma nmun trnyta oh trnyta hnya ilusi sso ja,,,,
    pntesan pas ktmu kyu lgsung brskap aneh ma sso n skap sso pun aneh,,,
    untung da bg kyu yg stia mndmpingi sso n sllu prhtian,,,
    crta,a cnta pda pndgan prtma ne,,,,,
    akhr,a kyusso brstu dgn sso yg akan mlai mncntai kyu,,
    psti tak susah n bhkan dgn mdah,a sso bkal jtuh cnta ma kyu,,,
    kyusso deabak dech,,,

  48. witri nur fariyah mengatakan:

    keren…… aq ikt trharu, pa lgy pas wktu sso ktmu ma yesung smbil gndong ank’y jd ikutn nangis… tp akhr’y happy ending ttp kyusso pd akhir’y hdp bhgia

  49. zulfah mengatakan:

    WOW!!!!!! ceritanya kereeeeeen bgt, di awal ceritanya msih blum nyangka yesung udah meninggal, tp pas ke tengah2nya mlai nbak2 kalo yesung sbnernya udah meninggal, eh ternyata bner,
    ceritanya bner2 kren, apalagi endingnya kyusso bersatu, sukaaaaaa!😀

  50. lee_jihyun mengatakan:

    hua… Trnyata slama ni yesung nya udh meninggal y?? sedih bgt q bacanya… sampe2 nyaris mngeluarkan air mata…huhu

    dtunggu karya2 yang lainnya y chingu!! semangat!!!🙂

  51. yehaesso_ mengatakan:

    bener bener kejebak sama ceritanya😀
    aku pikir yesung itu nyata, dan ternyata cuma khayalan soeun. astaga~ ga tega sama sama soeun yg hidup sendiri ditinggal yesung dan anaknya.
    t
    api salut sama kyu yg terus pertahanin cintanya walaupun soeun bersikeras menutup diri.
    dan wahh soeun membuka lembaran baru dg kyu. senengnya~🙂

    sangat ditunggu next part dari ffnya. terutama black n white😀
    keep writting

  52. nita mengatakan:

    Wooohh, ff nya keren nihhh
    Ceritanya tuh bikin mikir gtu, penasaran, misterius dngan sosok yesung n tingkah dari sso eonnie
    Hmm, ternyata kayak gtu toh
    Menuju bagian akhir masih bingung sbnernya tuh sosok yesung nyata ato nggak eh ternyata
    Kasian sso eonnienya nyampe segitunya, sampe bikin ilusi sndri
    Syukur ada kyu oppa yang memperhatikan n ngebantu sso eonnie buat sadar
    Salut buat cinta kyu k sso
    Ah, nggak peduli gmn dulunya, yg namanya suka ya suka, cinta ya cinta, tulus bnget🙂
    Joaaaaaaaa!!!!
    Daebak thor!
    Next d tunggu😀

  53. vita mengatakan:

    hiks😦 sedih banget ceritanya,,tragis banget sih kisah cinta yesso..miris ;( yaudah tunggu fic selanjunya thor..hwaiting !!

  54. nurul mengatakan:

    rasa frustasi soeun kerasa banget kak(?) kasian kyuso nya tapi lebih kasian yesung sama soeun nya T-T bikin nangis ceritanya

  55. ticha_ mengatakan:

    Ff saenf…bener” Daebbaaakkk!!!!🙂
    Ah….ga tega ama sso eunnie…ternyata yesung oppa meninggal to..😦
    Kyu oppa bener” perhatian bgt..
    Ga kebayang klw kyu oppa ga masuk apartemen’a sso…ahh…terlambat dech😥
    cinta kyu oppa sma yesung oppa ke sso eunnie benar” tulus… :*
    Tapi akhir’a sso eunnie bsa move on…
    Dan kyu oppa bsa dapetin haty sso…
    Daeeeebaaaaakkkk!!!!!!!!

  56. sungyong mengatakan:

    huaaa kasihan sso eonni,,,ternyata yesung cuma halusinasi sso,,,untung ad kyu oppa…
    Chingu sering2 publish ff kyusso yaah,,,oh iy klo minta pw gimana yaah coz’y aku readers baru…jdi bssa lngsung dpt pw gx yah

  57. Dear Dhiyah mengatakan:

    Saking cintanya sampe berimajinasi gitu ….
    Kyuppa,, aduh mau ngomong apa ya ini orang
    Pokoknya,, saranghae
    Hihihi

  58. Dewi mengatakan:

    yes ff ini bener2 kejutan, ngga nyangka kalo Yesung ternyata cm ilusi aja
    kereen, terus berkarya eon

  59. lavender mengatakan:

    ceritanya ga keduga,,bagus bnget,,oya aku minta pasword untk black and white part 8 donk,,pnasaran klanjutannya,,please

  60. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Sudah ku duga dari awal klu so eun eonni hanya berhalusinasi…
    Kikiki…
    Ku tunggu fanfic terbaru’y…

  61. Soeun mengatakan:

    Gak nyangka eon trnyata yesung sdh meninggal karna kecelakaan

    wah kyu kalau jatuh cinta bisa lakuin hal yg tdk disukai (y)

    kyu jga dpt menyadarkan Sso bahwa Sso hnya berilusi tntang yesung dan akhirnya Sso sadar dan akan menerima kyu untuk mengubah hidup nya agar lbih baik … Daebaakkk (y)

  62. princess ice mengatakan:

    endingnya soosweett ^_^
    ksian bgt yeye cuma halusinasi’a sso. pantesan cara yesung nanganin luka di tngan sso kya gtt bgt. mengisap darah kaya drakula aja …krasa horor bgt..😀 hahaha… sso kayanya sering kamu bkin jadi despresi deh d bbrpa ffmu put😀 hahaha tapi gpp toh yg jaganya jga pda ganteng2 gitu..mau dong depresi *eehh*

    keren pokoke ttep smngat bkin ffnya biar lebih2 bgus lagi… typo ada siy v dikit doank ko’.. dan gak gnggu juga..
    fighting!!

  63. dania mengatakan:

    Huaaaa kyunya tulus bangettttt. Sukaaaa. Keren.. daebak! Ditunggu ff yg lainnya. Fighting!

  64. Rani Annisa mengatakan:

    ternyata so eun hanya halusinasi aja tentang yesung…

    Sedih waktu so eun hampir punya anak tapi malah keguguran dan ditinggal sama yesung😥

    Tapi untung aja ada kyuhyun yang mau menghiburnya dan menjadi pasangannya🙂

  65. deewookyu mengatakan:

    uuuhhhuuuuuhhh……………..

    sediiihhh…………………tapiii…happy end…….

  66. laela mengatakan:

    nyesekkkkkk tp akhir yg happy ending buat kyusso kyu bnr” mau nerima sso apa adanya dgn kesabaran akhirnya dia mndapakn hati sso🙂

  67. 2425yy mengatakan:

    sedih… ceritanya
    knp yesungie meninggal dsni..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s