~Sweet Piece Of Love Part 9~


Sweet Piece Of Love 9|PrincessCloudsPutri Andina|Romantic, Family, Friendship, Comedy|Kim Soeun, Super Junior’s Yesung, SNSD’s Jessica, Super Junior’s Sungmin, Super Junior’s Kyuhyun, Yesung’s Mom, Kim Jongjin, SNSD’s Tiffany, F(x)’s Krystal, SNSD’s Sunny, and Other….

sweet9

Summary: Dan ketika melihat lebih jelas… disana ternyata ada dirimu.

Warning: Typo(s) – All Character in my Fanficts, they are not get anything from me and my story, so please don’t blame them when you don’t like their role in it!

~

Chu~

Mata Ye Sung benar-benar melebar merasakan bibir So Eun yang menempel di bibirnya. Pemuda itu lebih dari terpana sehingga ia langsung mematung merasakan sensasi yang bak listrik itu. Hingga ketika tempelan singkat itu berakhir barulah ia kembali pada kesadarannya.

“Bodoh, semua yang kuinginkan… hanya dirimu..”

Belum sempat ia mencerna semuanya tiba-tiba tubuh di depannya itu ambruk hingga ia reflek menangkap tubuh itu sebelum jatuh ke lantai. Demi menjaga keseimbangan Ye Sung kemudian menyandarkan kepala So Eun ke bahunya dan secara perlahan membawa tubuh keduanya untuk melantai. Ye Sung sedikit panik melihat So Eun seperti tak sadarkan diri.

“Soeun-ah, kau kenapa? Soeun?” panggil Ye Sung sambil menyentuh pipi gadis tersebut. Namun gadis itu tak menyahut sama sekali – ia hilang kesadaran. “So Eun? So—“

“—Oppa!”

Pemuda yang terlalu banyak dikagetkan selama beberapa menit itu segera menoleh ketika mendengar suara yang tak asing menggema di tengah rasa paniknya. Mata sipit yang tajam itu kembali sedikit melebar akibat kaget ketika melihat siapa yang berdiri di depan pintu dan menatap keduanya dengan ekspresi kaget.

“Jessica?!”

*Sweet_Piece_of_Love_Part_9*

Sung Min membaringkan tubuh So Eun ke atas tempat tidur. Sementara itu beberapa maid di rumah itu tampak membantunya membuka high-heels yang dikenakan So Eun serta menyelimutinya.

“Huh, dia hanya mabuk. Jadi tak perlu khawatir..” ujar Sung Min pada beberapa orang lainnya yang berada di depan kamar milik So Eun itu. Ucapannya setidaknya berhasil membuat mereka sedikit bernafas lega.

Di tengah suasana yang meringan Jessica tampak mengalihkan pandangannya untuk yang kesekian kalinya ke arah Ye Sung yang saat ini tepat berada di sampingnya. Terlihat ada ekspresi tertentu yang terlihat di wajah gadis itu setiap memeriksa ekspresi Ye Sung.

“Ya sudah, kita sebaiknya membiarkan So Eun beristirahat. Semuanya ayo kita kembali ke ruang pesta..” ucap Tuan-Kim tak lama sebelum meninggalkan tempat itu terlebih dahulu. Krystal, Sunny, dan Sung Min tampak mengikutinya. Sementara Ye Sung dan Jessica sedikit lebih lambat karena Ye Sung yang sempat melirik ke dalam kamar sebelum ia pergi, sebelum akhirnya ikut meninggalkan tempat itu bersama Jessica yang menariknya pergi.

Namun keduanya bukanlah yang terakhir, karena Cho Kyu Hyun yang kebetulan juga berada di balkon ikut mengantarkan So Eun hingga ke kamarnya. Pemuda itu tampak tersenyum tipis melihat kepergian Ye Sung dan Jessica, sebelum akhirnya melirik So Eun ke dalam kamar dengan ekspresi yang sama. Tak lama, pemuda itu ikut meninggalkan tempat itu.

*(

“Ya sudah, aku akan pulang sekarang. Sampaikan salamku pada anggota keluargamu…” ucap Ye Sung tersenyum pada Jessica yang berdiri di samping motornya. Pemuda itu kemudian tampak mulai sibuk memakai helmnya.

Jessica tak langsung menyahuti ucapan pemuda itu, ia malah terdiam sambil menatap Ye Sung dengan pandangan yang panjang. Ia terlihat masih memendam sesuatu dalam fikirannya – sesuatu tentang Ye Sung.

“Jessica?”

Gadis itu tersadar ketika Ye Sung kembali memanggilnya. Gadis itu segera lebih memfokuskan pandangannya pada pemuda itu.

“E-Eung, y-ya… pasti kusampaikan..” ucapnya kikuk.

“Huh, kau sepertinya telah mengantuk..” ucap Ye Sung terkekeh sambil mulai menstarter motornya. Sementara Jessica kembali memandanganya panjang, terlihat ingin menyampaikan sesuatu yang terlihat begitu menganggunya.

“Ye Sung-Oppa?”

“Hum?” sahut Ye Sung sambil menoleh pada gadis itu lagi.

“H-Huh?” Jessica kembali bersikap kikuk ketika Ye Sung memandangnya dengan ekspresi penasaran. Dengan sedikit ragu akhirnya ia menggelengkan kepala. “E-Eung, bukan apa-apa. Hati-hatilah di jalan..” ucap gadis itu kemudian – mengalihkan arah yang awalnya ingin ia bicarakan. Ye Sung tampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Ya sudah, aku pulang ya. Segera masuk dan beristirahatlah. Selamat malam..” ucap Ye Sung untuk terakhir kalinya sebelum membawa motornya keluar dari perkarangan rumah mewah itu, meninggalkan Jessica yang menatap kepergiannya. Lagi-lagi gadis itu tampak menghembuskan nafas berat menatap arah pergi Ye Sung, hingga setelah pemuda itu menghilang dari pandangan ia baru beranjak dari tempatnya berdiri.

*(

Suara motor Ye Sung terdengar cukup kontras di antara suara kendaraan lainnya yang saat itu juga melewati jalan yang tengah ia tempuh. Namun walau begitu pemuda itu tampak tak terlalu memperhatikan sekitarnya karena fikirannya teralihkan menuju hal yang lain.

Gadis kaya tadi… benarkah ia So Eun? Gadis yang dulu dikenalnya?

Fikiran Ye Sung terus berputar-putar mengenai topik yang sama semenjak kejadian tadi. Hal yang benar-benar tak terlalu dengan mudah ia percayai. Tentang bagaimana identitas So Eun sebenarnya, tentang hubungan persaudaraannya dengan Jessica, bahkan sampai dengan ucapan-ucapan So Eun ketika ia mabuk tadi. Semua itu benar-benar membuat begitu banyak pertanyaan lain di benaknya.

Selain itu, hal yang lebih mengganggunya sejak tadi adalah tentang kecupan yang diberikan So Eun tadi kepadanya. Ye Sung faham kalau So Eun sedang mabuk sama sekali tak sadar dengan apa yang dilakukannya. Namun entah kenapa detak jantung Ye Sung terus terasa aneh setiap kali memikirkannya, di tambah dengan rasa itu yang sejak tadi tak pernah pergi dari bibirnya yang seakan lengket abadi disana. Ye Sung hanya penasaran kenapa rasanya aneh begini setiap kali bibirnya dan So Eun bertemu – dulu ketika insiden belajar ciuman rasa dan sensasinya juga sama. Padahal ketika ia mencium Jessica rasa aneh di bibirnya tak bertahan selama ini. Juga detak jantungnya tak berdetak sehebat ini. Apa yang terjadi?

*(

So Eun terbangun di keesokan harinya dengan rasa pegal yang terasa di berbagai tempat di persendiannya. Berusaha melawan rasa malasnya So Eun berusaha untuk duduk. Lagi-lagi mendesah merasakan kepalanya yang sakit.

“Tch, tenggorokanku kering..” keluhnya serak sambil bergeser untuk meraih sebuah gelas berisi air putih yang sengaja diletakkan di salah satu meja nakas di samping tempat tidurnya. So Eun kemudian langsung menenggak satu gelas air itu dalam sekali minum. “Haaaah..” Ia terlihat lega.

“Aahhhh, kenapa semua tubuhku lelah sekali. Memang apa yang kulakukan kemarin?” Tanya So Eun sambil kembali merenggangkan tubuhnya yang masih terasa pegal. “Kepalaku juga sangat sakit. Rasanya berat luar biasa..” keluh So Eun sambil memegangi kepalanya. Hingga dengan posisi itu tiba-tiba hidung So Eun mencium sesuatu.

“Huh?” Bingung So Eun sambil mengendus-endus bau yang diyakininya alcohol itu. Mengikuti insting penciumannya, So Eun mendekatkan lengan piyamanya ke dekat hidungnya. Kembali mengedus. “Kenapa pakaianku bau alkohol?” Tanya So Eun bingung sambil mengedusnya beberapa kali. Tak sampai disana ia juga mengendus bagian yang lainnya. “Hum, semuanya bau alcohol. Bahkan rambutku. Kenapa begini?” Tanya So Eun bingung dan berusaha mengingat sesuatu yang mungkin ia lupakan.

“Astaga!” So Eun tersadar tiba-tiba ketika ia mengingat sesuatu yang sempat ia lupakan begitu saja. Ia menutup mulutnya dengan salah satu telapak tangannya. “Semalam apa yang telah aku lakukan?!”

*(

“So Eun-ie, kemari sebentar sarapan dulu!” Seru Tuan-Kim begitu melihat So Eun baru saja menuruni tangga dan tampak bersiap berangkat ke kampus. So Eun tampak melirik ke arah laki-laki setengah baya itu, lalu melirik dua gadis lainnya yang juga berada disana – Jessica dan Krystal.

So Eun dengan sedikit ragu melangkahkan kaki mendekat. Setelah mencium kedua pipi kakeknya ia mengambil posisi duduk yang biasanya selalu ia tempati. Posisi dimana ia diharuskan berhadapan dengan Jessica yang duduk di seberang meja. Menyadari itu So Eun merasa tak nyaman, ia tiba-tiba mengingat insiden kemarin.

“Bagaimana keadaanmu setelah kejadian semalam, So Eun? Apakah sudah lebih baik?” Tanya Tuan-Kim yang membuat So Eun sedikit kaget. So Eun mengalihkan pandangannya menuju laki-laki yang merawatnya sejak kecil itu. Sekilas ia juga sempat melihat Jessica yang awalnya cuek ikut mengangkat wajahnya mendengar pertanyaan Tuan-Kim.

“E-Eum.. aku sudah baik-baik saja, kakek. Aku juga hanya minum sedikit..”

“Baguslah kalau begitu. Lain kali kau sebaiknya lebih hati-hati dalam meminum sesuatu. Semalam untung saja kekasih Jessica ada bersamamu. Kalau tidak kita tak tahu apa yang terjadi, bukan?”

So Eun lagi-lagi tersenyum kaku mendengar penuturan kakeknya itu. So Eun kemudian mengalihkan perhatiannya diam-diam ke arah Jessica, menemukan gadis itu tetap tampak sibuk dengan makanannya namun air wajahnya terlihat berbeda.

*(

So Eun mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan melintasi kota yang begitu ramai. Gadis itu seharusnya telah berada di kampusnya  jam-jam segini. Namun karena ada beberapa hal yang mengganggu fikirannya ia memutuskan untuk tidak pergi dan memilih membawa mobilnya berkeliling kota tanpa tujuan.

Dan semua itu masih mengenai Ye Sung dan Ye Sung. So Eun hanya tak bisa berhenti memikirkan segala hal semenjak pertemuan mereka semalam. So Eun begitu terkejut ketika bertemu Ye Sung di saat tak tepat seperti semalam, hal itu belum ditambah dengan kejadian-kejadian yang terjadi setelah itu. Hal yang ada dalam fikiran So Eun saat ini adalah apa saja yang telah ia katakan pada Ye Sung? So Eun benar-benar tak dapat mengingat semuanya dengan baik akibat kesadarannya yang begitu rendah. Walau bagaimanapun ia pasti sudah begitu mengejutkan Ye Sung dengan identitasnya yang sebenarnya – ditambah dengan kejadian dimana hal yang paling diingat So Eun adalah ia sampai mencium pemuda itu. So Eun benar-benar tak tahu lagi apa yang difikirkan Ye Sung soalnya saat ini.

Juga mengenai Jessica. Sejauh yang So Eun dengar sepertinya semua orang menemukan dirinya dan Ye Sung setelah So Eun tak sadarkan diri – yang artinya setelah ciuman itu. Namun walau begitu tetap saja So Eun merasakan ada yang lain dari sikap Jessica terhadapnya hari ini. Memang dari awal mereka sama sekali tak akrab dalam tahap begitu jarang berbicara satu dan yang lainnya. Namun pagi ini So Eun membaca dengan jelas perubahan sikapnya terhadap So Eun.

Lalu bagaimana ini? Apakah So Eun telah membuat hubungan Ye Sung dan Jessica memburuk? Kalau itu terjadi, lantas bagaimana perasaan Ye Sung yang kembali tak tahu apa-apa disini – sama dengan kejadian beberapa saat yang lalu saat Jessica memutuskannya karena kesalahfahaman yang terjadi ketika So Eun dan Ye Sung terjebak di Namsan Tower. Apakah kali ini akan sefatal itu lagi?

“Tch, kenapa aku harus memikirkan ini..” So Eun tiba-tiba mengeluh sambil mengacak rambutnya. “Apa peduliku? Justru kalau mereka putus bukankah lebih baik untukku? Sejak kapan aku memikirkan perasaan orang lain seperti ini padahal biasanya aku tak pernah peduli.” Omel So Eun pelan sambil membawa mobilnya kian menjauh. Namun tak lama ia mendesah begitu saja.

“Yeah, aku masih tak terlalu memperdulikan perasaan orang lain. Tapi aku begitu perduli dengan perasaan Ye Sung. Aish, pemuda bodoh itu! Kenapa aku harus jatuh cinta padanya!!” keluhnya kesal dan merengek sambil masih mengemudikan mobilnya dengan kecepatan pelan.

*

Nyonya-Kim dan Jong Jin saling bertatapan satu sama lain, sebelum kembali menatap pemuda di depan mereka yang hanya diam daritadi. Tiga puluh menit sudah mereka berada di meja makan pagi ini, namun Ye Sung sama sekali tak terlihat bersemangat dengan makanan kesukaan yang terhidang di depannya. Pemuda itu terlihat lebih banyak melamun dengan makanan yang hanya diputar-putar dengan sumpit di tangannya – ia bahkan tak menyentuhnya.

Hyung?” Jong Jin memanggilnya pelan. Namun pemuda itu terlihat tak mendengarnya sama sekali. Sepertinya fikirannya benar-benar jauh darisini. “Hyung!”

“Huh?” Ye Sung terkaget, ia mengalihkan pandangannya pada kedua orang di depannya. Menatap mereka sedikit bingung. “A-Ada apa?”

“Kami yang seharusnya bertanya. Kau terus melamun daritadi dan tak menyentuh makananmu.” Kata Jong Jin sambil menunjuk piring di hadapan Ye Sung. Ye Sung tampak tersadar.

“E-Eung.. ya..” sahut Ye Sung singkat sambil mulai mencicipi makanannya. Namun wajah pemuda itu tampak masih juga kosong.

“Ye Sung, kau punya masalah yang kau fikirkan?” Nyonya-Kim tiba-tiba bertanya.

Ye Sung menoleh pada ibunya, lalu menggeleng. “T-Tidak!”

“Lalu mengapa kau terlihat berfikir keras begitu. Apa kau ada masalah lagi dengan Jessica?”

“Bukan, kami baik-baik saja..” Ye Sung menggeleng. Namun disaat bersamaan ia kembali memikirkan mengenai hal lain yang ditemuinya di rumah Jessica semalam. Sesuatu yang mengganggunya semalaman. “Aku dan Jessica baik-baik saja!” Kata Ye Sung setelah menepis pemikirannya dan memaksakan sebuah senyuman.

“Hum, semalam kau pergi ke rumahnya bukan, hyung? bagaimana? Apa disana menyenangkan? Rumahnya bagaimana? Apakah bagus dan besar?”

“Hum, disana cukup menyenangkan dan rumahnya pun bagus dan besar. Hanya saja…” Ye Sung mengerutkan dahinya begitu kembali ke titik yang sama di otaknya – sesuatu yang bernama Kim So Eun.

“Hanya saja?” Jong Jin mengulang perkataan yang menggantung. Untuk sekian kalinya menyadarkan Ye Sung. Ye Sung menatap keduanya lagi.

“Hanya saja. Kalian tahu? Disana aku bertemu dengan So—“

*DingDong*

Perkataan Ye Sung terputus oleh suara bel. Ketiga sosok itu tampak sama-sama mengalihkan perhatian mereka satu sama lain.

“Sepagi ini siapa yang datang?” Tanya Jong Jin meletakkan sumpitnya dan meraih sebuah kain lap. Namun sebelum ia bangkit dan melihat tamu mereka tiba-tiba Ye Sung mencegahnya.

“Aku saja!” Seru Ye Sung sambil bangkit dari tempat duduknya sendiri. “Kau harus segera berangkat ke kampus, bukan? Jadi lanjutkan saja makanmu. Biar aku yang melihat..” kata Ye Sung sebelum beranjak dari meja makan itu dan segera keluar untuk melihat tamu mereka yang datang,

*DingDongDingDong!*

Bel berbunyi semakin cepat dan terkesan tidak sabar. Hal tersebut membuat Ye Sung semakin mempercepat langkahnya sambil sesekali berseru untuk meminta tamunya sedikit bersabar. Hingga setelah mendapatkan daun pintu ia segera membukanya.

*Klek!*

Ye Sung termangu, menatap sedikit kaget tamunya yang datang pagi ini. Menemukan seorang gadis yang menatap padanya.

“J-Jessica?”

*

Sung Min memeriksa jam tangannya untuk berulang kali hari ini. Seperti biasanya pemuda itu tengah menunggu Sunny untuk mengajarkannya alat musik gitar seperti yang sering mereka lakukan setiap pagi senin sebelum masuk ke kelas masing-masing. Namun ini sudah setengah Sembilan, artinya satu jam sudah Sunny terlambat dari jadwal mereka yang seharusnya.

Sung Min berdecak, lagi-lagi ia memeriksa ponselnya sendiri untuk melihat apakah Sunny memberikan sebuah penjelasan untuk keterlambatan ini. Namun masih saja sama karena Sunny belum juga membalas pesannya sementara ia juga tak mengangkat panggilan Sung Min tadi.

“Huh, ada apa dengannya?” keluh Sung Min berdecak. Ia akhirnya memutuskan memainkan gitar untuk menunggu.

*

Kedua orang itu sama-sama berjalan dengan keheningan yang sedikit menemani. Atmosfer di antara mereka begitu aneh – yang Ye Sung sadari betul hal itu. Sejak beberapa menit setelah ia pamit dan ibunya untuk menemani Jessica berjalan di sekitar kompleks tempat tinggalnya namun gadis itu tetap diam dan terus diam – padahal tadi dia bilang ingin mengatakan sesuatu yang penting.

“Hum, Jessica? Kau mau bertanya padaku soal apa? Kenapa kau masih terus diam?” Tanya Ye Sung pada akhirnya. Ia melirik gadis berambut pirang itu dengan sedikit was-was.

Lama Jessica terdiam, hingga akhirnya ia menanyakan sesuatu yang membuat Ye Sung reflek menoleh lagi padanya. “Oppa, kenapa aku merasa bahwa kau tak lagi menyukaiku seperti dulu-dulu?”

“H-Huh?” Ye Sung terkekeh kaku. “Apa maksudmu? Kau tentu tahu bukan betapa oppa menyukaim—“

“Dulu aku merasakannya. Namun belakangan ini tidak lagi.”

Ye Sung terhenti karena ucapan Jessica. Ia menarik senyumannya dan menatap gadis itu lebih serius. Ye Sung sadar kalau ada sesuatu yang sangat serius disini. “Jessica? Kau kenapa menanyakan hal aneh-aneh seperti ini?”

“Ya, akupun tak ingin punya pemikiran aneh seperti ini. Tapi belakangan ini, semua ini benar-benar menggangguku..”

Ye Sung menghembuskan nafas. Memang segala hal mengenai Jessica sering tak terlalu baik kalau ia sudah menemukan titik terburuk moodnya. Ye Sung hapal hal itu setelah hampir dua tahun ia mengenalnya. “Kau pasti marah mengenai aku meninggalkanmu di pesta semalam ya? Maafkan aku, kau tahu kalau aku tak terlalu menyukai keramaian bukan? Itu sebabnya aku berinisiatif menghirup udara segar. Tapi kalau kau tak suka aku tak akan mengulanginya lagi lain kali. Maafkan aku.” Jelas Ye Sung setelah ia mengingat kejadian ia meninggalkan Jessica dengan teman-temannya di tengah pesta semalam. Ye Sung meyakini disanalah mungkin Jessica merasa tak senang akan perbuatannya.

“Mengenai sepupuku..” Jessica berbicara kembali masih sambil menunduk. Hal yang membuat Ye Sung meliriknya kembali. “Apa yang terjadi antara kalian berdua?”

Kali ini Ye Sung berdehem dan memalingkan wajahnya. Bagaimana menjelaskan yang ini? Apakah ia harus menjelaskan yang sebenarnya kalau ia sudah mengenal So Eun sebenarnya dan mereka melakukan nostalgia kecil yang berakhir dengan sebuah kecupan? Tidak, tidak.. Jessica tak akan bisa menerimanya kalau Ye Sung berkata jujur. Lagipula So Eun juga melakukannya diluar kesadarannya.

“Mengenai itu.. aku..” Ye Sung sedikit berfikir keras untuk menjawab. Dari awal Ye Sung selalu berprinsip kalau kebohongan tak seharusnya ada dalam sebuah hubungan seperti mereka saat ini. Namun ia harus melakukannya dengan terpaksa hari ini – dimana hal itu sedikit membingungkannya bersama rasa bersalah yang ia rasakan. “S-Seperti kataku, aku hanya bosan dengan keramaian hingga aku berjalan asal ke sekitar rumahmu yang besar itu hingga akhirnya aku tersesat di sebuah tempat. Tempat itu adalah balkon belakang rumahmu, dimana sepupumu juga sudah berada disana dan sepertinya ia sudah mabuk..” Ye Sung bedecak, ia memejamkan matanya sebelum mulutnya kembali mengeluarkan kebohongan yang sebenarnya juga tak ia sukai. “Kami hanya berbicara sebentar… hingga.. dia pingsan dan aku menolongnya. Tak lama, kalian datang.” Ye Sung menundukkan wajahnya setelah selesai mengatakan semuanya.

“Benar hanya itu?” Jessica menoleh padanya kali ini, ia menatap Ye Sung begitu serius. “Tak ada yang lain kan?”

“H-Hum..” Ye Sung mengangguk ragu. “Hanya itu..”

“Haaah..” Jessica menghembuskan nafasnya sedikit lega. Hal itu membuat Ye Sung lagi-lagi menatapnya heran atas sikap kekasihnya itu seharian ini. “Aku lega kalau begitu.” Kata Jessica sambil melirik Ye Sung lagi. Hal yang membuat Ye Sung merasa tak enak kembali atas kebohongannya.

“Memangnya kenapa kau begitu memikirkan ini?”

Jessica hanya menggeleng kecil sebelum melangkah dan memeluk pinggang Ye Sung secara tiba-tiba. Ye Sung tampak sedikit kaget. “Tidak ada. Hanya.. aku tak tahu kenapa belakangan ini aku sering berfikiran buruk tentangmu. Rasanya seperti ada yang berbeda, kau sedikit berbeda..”

Ye Sung hanya terdiam mendengar ucapan Jessica itu. Sesuatu tiba-tiba mengganggunya. Apakah ia memang sedikit berbeda belakangan ini pada Jessica? benarkah?

Jessica melonggarkan pelukannya di pinggang Ye Sung, ia kemudian menengadah menatap Ye Sung. “Dengar! Kau milikku! Kau pada akhirnya harus denganku tak perduli apapun yang terjadi. Kau harus mengingat itu..” kata Jessica sambil menatap Ye Sung dengan serius. Hal yang membuat Ye Sung kembali tergagap karenanya. “Kau mengerti?”

“H-Hum. Tentu. Hatiku hanya milikmu, tentu aku hanya untukmu seperti kau yang hanya untukku..” jawab Ye Sung terbata sambil tersenyum halus kepada gadis itu. Jessica tampak ikut tersenyum sambil kembali memeluk Ye Sung.

Sementara itu Ye Sung terdiam setelahnya. Ucapan-ucapan Jessica perlahan memenuhi fikirannya untuk menyempurnakan hal lainnya yang semalaman ini ia fikirkan. Sesuatu tak benar disini, yang Ye Sung sendiri masih bingung untuk mengenali apa hal yang tak benar itu sehingga membuat ia bahkan tak bisa menggerakkan tangannya untuk membalas pelukan Jessica di pinggangnya.

*

“Tch, yang benar saja! Dasar rongsokan!” So Eun berseru kesal sambil memberikan tendangan terkerasnya pada salah satu ban mobil belakangnya. Hari ini berniat menenangkn fikirannya dengan mengelilingi kota, namun tampaknya mesin mobilnya malah bersekongkol dengan masalah-masalahnya itu untuk memberikan masalah yang baru. Hal yang benar-benar membuat So Eun kesal setengah mati. “Jadi batu saja kau disini, MOBIL BODOH!!” Seru So Eun kesal sambil menendang ban mobilnya itu lagi sebelum ia berbalik dan berniat mengambil tasnya. Namun baru saja berbalik langkahnya terhenti.

*Jepret!*

“Wooah, kau benar-benar fotogenic..” seseorang terkekeh setelah mengambil foto So Eun tanpa ijin.

“Kau?” So Eun tampak menatap kesal pemuda di depannya itu, sebelum berusaha meraih kamera yang baru saja mengambil gambarnya. “Kembalikan itu!”

Kyu Hyun tersenyum tipis sambil menarik kameranya kembali menjauh dari tangan So Eun. Hal yang membuat So Eun kembali berdecak sebal karena masalahnya yang lain kini bertambah.

“Fotografer hebat tak akan menghapus foto yang hasilnya bagus, nona. Jadi tidak akan..” jawab Kyu Hyun tenang.

“Huh, kau benar-benar terus mencari masalah denganku! Apa sebenarnya niatmu, fotografer tak jelas?!” Tanya So Eun benar-benar kesal. “Kalau naksir padaku, maka sebaiknya kau mundur karena tipe menyebalkan sepertimu bukan tipeku!”

“Huh kau percaya diri sekali.” Kyu Hyun bersiul. Ia kemudian bersandar pada badan mobil So Eun. “Aku sebenarnya juga heran kenapa aku harus selalu bertemu denganmu dan denganmu seakan kau adalah pemilik kota ini. Tapi karena ekspresi wajahmu cukup menghibur dan fotogenic jadi sepertinya hal itu tak terlalu menjadi masalah..” kata Kyu Hyun sambil memasukkan kameranya pada tas yang disandangnya.

“Kau benar-benar fotografer yang gila – bahkan mendekati idiot..” sindir So Eun.

“Biar saja. Bahkan Thomas Alva Edison juga dianggap tak waras sebelum mencengangkan seluruh dunia..” Kyu Hyun menjawab cuek sambil melewati So Eun yang menatapnya kian sebal. “Punya masalah dengan kendaraanmu?” Tanya Kyu Hyun sambil mulai menyentuh bagian depan mobil So Eun. Iapun membuka kap mesin tak lama.

“H-Hey!” So Eun tersadar dan menyusulnya. “Jangan menyentuhnya kalau kau tak tahu apa-apa!”

“Aku sedikitnya memperlajari hal mekanik selain fotografi, nona.” Kyu Hyun menyahut cuek sambil masih berkonsentrasi pada mobilnya. “Setidaknya aku tergolong pemuda yang multitalent..” katanya terkekeh pada dirinya sendiri sambil mulai memeriksa mesin.

“Asal jangan semakin kau rusakkan saja..” So Eun menyahut sebal sambil bersandar dan memperhatikan pekerjaan Kyu Hyun.

*(

“Selesai! Sekarang cobalah!” Seru Kyu Hyun setelah beberapa menit ia berkutat dengan mobil So Eun. So Eun yang sejak tadi bersandar di tempat yang sama tampak meliriknya malas, sebelum dengan tidak yakin menuruti perintah pemuda itu dan menaiki mobilnya.

*!*

Mobil menyala ketika So Eun baru pertama kali mencoba menghidupkan. Hal yang membuat ia cukup kaget juga.

“Mobilmu hanya sedikit merajuk karena kau mengendarainya dengan wajah cemberut kurasa..” Kyu Hyun tiba-tiba saja sudah terkekeh dari jendela di sampingnya. Hal yang membuat So Eun cukup kaget dan menoleh padanya.

Well..” So Eun memalingkan wajahnya. “Kufikir hanya manusia yang pandai merajuk..” ucap So Eun datar sambil mengalihkan pembicaraan. Tentu kalian sudah tahu kalau So Eun tak suka mengucapkan maaf atau terima kasih – apalagi pada pemuda di sampingnya.

“Mana ucapan terima kasih untukku?” Tagih Kyu Hyun tak lama sambil terkekeh. “Yeah, aku menebak orang sepertimu jarang mengucapkannya, bukan? Tapi sudahlah, apa gunanya juga ucapan terima kasih?” ujar Kyu Hyun cuek.

“Kau membutuhkan uang atau sejenisnya?”

“Tch uang kita sama banyaknya, nona..” Kyu Hyun mendesis. “Aku sudah cukup bersyukur objek foto faforitku sudah sehat lagi hari ini. Setelah kejadian semalam..”

So Eun tampak kaget, menoleh lagi padanya. “Kau juga mengetahuinya?” Tanya So Eun kaget. Kyu Hyun tertawa kecil.

“Aku melihat semua yang terjadi dan aku bisa bilang kau keren, aku bahkan punya fotonya..” kata Kyu Hyun kembali tersenyum misterius sambil mengedipkan salah satu matanya pada So Eun. So Eun tampak begitu kaget, menatap pemuda itu tak percaya.

“Tunggu, jangan bilang kau—“

“Ya, aku melihat bagian klimaksnya. Hal yang dilewatkan oleh keluargamu..” Kyu Hyun mencibir. “Tapi aku rasa kalian sama sekali tak berpengalaman. Ciuman maksudku, kalian berdua terkesan amatiran—“

“—Hey!” So Eun sedikit panik sambil meraih jaket Kyu Hyun. Menatap pemuda itu tajam. “Kau benar-benar mengambil fotonya? Berikan padaku!” Seru So Eun kemudian.

Kyu Hyun tampak terkekeh, melepas tangan So Eun dari jaketnya. “Untuk apa? Mau kau jadikan kenangan pribadi atau kau tunjukkan pada kakak sepupumu?”

“Diam kau!” Seru So Eun kesal. “Berikan padaku fotonya!”

“Aku berbohong!” Kyu Hyun tiba-tiba membuka pintu mobil So Eun dan sedikit mendorong So Eun untuk bergeser dari bangku pengemudi. Hal yang So Eun ikuti tanpa sadar. “Aku tak mungkin membawa kamera ketika memakai pakaian menyebalkan seperti jas dan sejenisnya. Sementara kalau menggunakan kamera ponsel itu bukan gayaku..” kata Kyu Hyun masih dengan santai sambil menutup pintu kembali dan mulai memasang sabuk pengaman.

So Eun menghembuskan nafas pertanda lega. Walaupun Kyu Hyun adalah pemuda asing yang menyebalkan namun ia tahu bahwa pemuda itu tak akan berbohong masalah seperti ini padanya. So Eun tiba-tiba tersadar ketika mendengar suara mesin.

“H-Hey? Kenapa kau  masih disini?” Tanya So Eun menatap sedikit terkejut pada posisi dirinya dan Kyu Hyun saat ini. Kyu Hyun tampak terkekeh.

“Menjadi fotografer yang terus berkeliling seharian membuatku lelah juga. Kali ini sebagai imbalan aku akan menumpang denganmu sampai taman. Pakai sabuk pengamanmu! Bakatku yang lainnya adalah menjadi seorang pembalap!” Kata Kyu Hyun sambil memasang senyuman smirk yang sama. Tak lama setelah So Eun memasang sabuk pengamannya ia mulai membawa mobil itu melaju darisana.

*

Sunny keluar dari kelasnya bersama dua temannya yang lain. Sesekali gadis yang biasanya ceria itu tampak menundukkan kepalanya atau bahkan tertawa kecil menanggapi ucapan teman-temannya. Namun walau begitu ia terlihat lebih banyak menunduk seperti memikirkan sesuatu sejak tadi.

Di depan kafetaria Sunny memutuskan berpisah dari dua temannya itu, Sunny memilih tidak ikut mereka ke dalam dan lebih memilih untuk pulang dengan alasan tak enak badan. Padahal yang lebih jelasnya adalah Sunny hanya sedang tak ingin melakukan apapun saat ini. Ia lebih  memilih menghabiskan waktunya di kamarnya sendiri dan tak ingin melakukan apapun.

Sunny terus berjalan sambil mengetikkan pesan kepada sopir keluarganya untuk segera menjemputnya ke kampus. Tiba-tiba di tengah jalan ketika ia mengangkat wajah ia melihat Sung Min dan beberapa temannya berjalan ke arahnya. Sunny tampak sedikit kaget dan menghentikan langkahnya. Tak lama ia akhirnya memilih berbalik dan kembali berjalan ke arah yang tadi.

Sementara Sung Min yang awalnya asyik berbicara dengan teman-temannya mengangkat wajahnya ketika seperti merasa diperhatikan. Disaat itu ia dapat melihat sosok gadis yang berambut pirang pendek itu berjalan dengan langkah cepat menjauhinya. Hal yang membuat Sung Min sedikit menatap heran sambil mengikuti arah pergi Sunny dengan tatatapannya sampai gadis itu menghilang di antara keramaian.

*(

So Eun menghentak-hentakkan kakinya pada aspal di bawah kakinya dengan sedikit gelisah. Beberapa kali gadis itu tampak mengeluh sambil memeriksa jam tangannya atau melirik sebuah jalan yang berada beberapa meter darinya untuk memeriksa sesuatu. Dan seperti biasa, So Eun kembali berniat membuntuti Ye Sung.

Dari awal So Eun sebenarnya sering bertanya pada dirinya sendiri tentang hal bodoh yang sering ia lakukan belakangan ini. Namun So Eun akhirnya tak punya pilihan lain saat ini karena ia benar-benar ingin mengetahui keadaan Ye Sung setelah kepergiannya dari rumah Ye Sung dan keluarganya. Lagipula itu adalah salah satunya cara yang bisa ia lakukan untuk melepaskan rindu mengingat ia masih belum tahu cara tampil kembali di hadapan Ye Sung dan keluarganya setelah semua yang terjadi. Dan setelah kemarin untuk pertama kalinya dirinya yang sebenarnya bertemu dengan Ye Sung, hari ini alasannya kembali ke pasar tradisional di salah satu sudut Seoul itu bertambah – ia penasaran apakah yang terjadi semalam mempengaruhi Ye Sung atau tidak.

Hanya beberapa menit tiba-tiba Ye Sung sudah menampakkan dirinya. So Eun memang sudah hapal betul jam-jam Ye Sung membantu ibunya membelikan barang-barang makanan untuk restoran mereka setelah beberapa bulan ia ikut Ye Sung. Itu sebabnya ketika ia membuntuti Ye Sung ia tak perlu menunggu terlalu lama hingga pemuda itu terlihat.

Melihat Ye Sung berjalan mendekat ke arahnya So Eun segera bersembunyi di samping mobilnya. Kemudian setelah Ye Sung berjalan beberapa langkah di depannya So Eun mulai berjalan untuk mengikuti pemuda itu.

*(

Tak seperti biasanya hari ini Ye Sung benar-benar terlihat tak terlau bersemangat dengan hari-harinya. Hal itu terlihat benar dari ekspresi wajah pemuda itu serta seringnya ia menundukkan wajahnya ketika berjalan. Sapaan dari beberapa orang yang mengenalnya pun tak ia sikapi begitu ramah seperti biasanya, Ye Sung tampak hanya mengangguk dan tersenyum kecil pada mereka semua.

Semuanya mengganggunya belakangan ini; mulai dari jati diri So Eun yang tak ia sangka sebelumnya, sikap Jessica yang juga berubah, serta dirinya sendiri. Ye Sung tak tahu dalam bentuk apa namun ia merasa kalau ada yang tidak beres dengan semua ini. Hal yang membuatnya sering berfikir keras tentang apa sebenarnya yang salah hingga semuanya memusingkan begini?

Seperti biasanya, toko sayuran langganannya adalah tempat yang paling pertama ia kunjungi. Masih dengan setengah lesu Ye Sung membawa langkahnya kesana dimana seorang wanita tua yang juga sudah mengenalnya tampak sibuk melayani beberapa pelanggan.

“Selamat pagi nenek!” Seru Ye Sung sambil memasang senyuman kecilnya pada wanita tua itu setelah ia sampai. Wanita tua itu tampak menoleh padanya.

“Selamat pagi. Astaga, kau sudah datang anak muda..” sambut wanita itu senang sambil menghadap Ye Sung. Ye Sung tersenyum dan mengangguk.

“Aku datang untuk membeli semua yang kubeli biasanya. Semuanya masih ada persediaan kan, nenek?”

“Tentu. Aku selalu menyisakan semua sayuran yang kau butuhkan hanya untukmu..”

Ye Sung memilih mengalihkan pandangannya menuju susunan sayuran yang diatur rapi disana demi menunggu si penjual menyiapkan pesanannya. Disaat seperti itu Ye Sung lagi-lagi haya tersenyum miris membayangkan saat So Eun masih ikut bersamanya kemari. Saat dimana mereka sering memperdebatkan hal yang tak penting tentang sayuran-sayuran tertentu yang ada disana. Semua hal yang dulunya membuat Ye Sung kesal namun saat ini malah ia rindukan.

Ye Sung kembali terdiam mengingat semuanya dan mengaitkannya dengan kebenaran yang sudah diketahuinya. Saat itu So Eun terlihat begitu kaget dan kagum hanya melihat beberapa bentuk sayuran seolah itu kali pertama ia melihatnya dalam seumur hidupnya. Sekarang Ye Sung fikirkan, kalau saja ia peka dulunya ia seharusnya juga sudah sadar bahwa memang ada yang berbeda dari So Eun. Ia seharusnya sudah mengetahui kalau So Eun memang adalah orang kaya seperti katanya dari caranya bersikap dan berceloteh saat itu.

Namun apalah artinya, Ye Sung sebenarnya tidak terlalu peduli So Eun itu kaya ataupun miskin. Hal yang diperlukannya kini adalah sebuah penjelasan dari So Eun tentang semuanya. Segala hal yang  membuatnya begitu terganggu belakangan ini karena sikap gadis itu yang sering membingungkannya. Tentang dirinya yang sebenarnya, serta alasan kenapa ia pergi tiba-tiba malam itu. Ye Sung juga ingin membawa So Eun pada ibunya, mengingat betapa kehilangannya ibunya itu terhadap So Eun setelah kepergiannya.

“Ini anak muda..”

Ye Sung kembali dengan kesadarannya setelah suara wanita tua itu memanggilnya. Ye Sung tampak tersenyum sambil menerima bungkusan yang diberikan padanya dan menggantinya dengan sejumlah uang. “Terima kasih..”

“Oiya!” Wanita tua itu tiba-tiba bergumam ketika Ye Sung hendak pergi darisana. “Kekasihmu, eh, bukan! Maksudku, gadis yang dulu sering menemanimu berbelanja. Kemarin setelah kau pergi ia lewat sini, sulit kujelaskan tapi sepertinya ia diam-diam mengikutimu..”

Ye Sung menatap wanita itu tak yakin setelah apa yang didengarnya itu. “Benarkah? Apa anda yakin, nek? Maksudku, mungkin kau salah mengenali orang yang mirip?” Tanya Ye Sung antusias.

“Tidak, aku yakin aku sama sekali tidak salah. Itu benar-benar dia, aku masih sangat mengenalinya. Dia juga lewat tak berselang lama setelah kau pergi darisini.”

Ye Sung tampak terdiam dan kembali berfikir kali ini. Kini ia ikut penasaran setelah apa yang didengarnya ini. So Eun mengikutinya? benarkah?

*(

Tiffany menutup majalah di tangannya dan berganti melirik gadis di sampingnya – Jessica. Hari ini, untuk pertama kalinya gadis itu kembali melamun dan tak banyak mengatakan apapunsetelah sekian lama Jessica tampak kembali hidup dengan ceria setelah ia dan Ye Sung kembali bersama. Ini sebenarnya cukup baru karena biasanya kalau Jessica marah dia akan mengomel sepanjang waktu seperti kasus waktu itu. Namun hari ini Jessica tampak begitu tenang dan tak mengatakan apapun.

“Hey, kau tak apa-apa?” Tanya Tiffany setelah merasa begitu penasaran. Ia menepuk pelan pundak temannya itu. Dimana Jessica tampak sedikit kaget.

“E-Eung, y-ya..” Jessica menoleh padanya. “Aku tak apa-apa..”

“Benarkah?”

Jessica pada akhirnya menghela nafas pelan. Ia sadar bahwa Tiffany tak pernah bisa dibohongi dengan hal seperti ini – ia tahu segalanya. Lagipula Jessica memang membutuhkan tempat bercerita.

“Ini soal Ye Sung..” Jessica menundukkan kepalanya dan bersuara pelan. Tiffany mengangkat salah satu alisnya.

“Ada apa lagi? Masalah ibunya lagi?”

“Bukan..” Jessica menggeleng. “Aku hanya merasa kalau dia sedikit berubah belakangan ini.”

“Berubah bagaimana?” Tanya Tiffany masih bingung. “Dia jarang menghubungimu atau apa?”

“Bukan..” Jessica menggeleng lagi. “Justru belakangan ini kami terasa lebih dekat. Aku sudah sering ke rumahnya dan bertemu ibunya dan dia juga sudah sering mengantarkanku pulang ke rumah daripada sebelumnya. Semalam bahkan dia kuperkenalkan pada keluargaku..” ucap Jessica pelan.

“Lalu masalahnya?”

Jessica lagi-lagi menarik nafas dan menggigit bibir bawahnya pelan. Ia kemudian mengalihkan pandangannya jauh melalui kaca café yang berada di sampingnya. “Sikapnya yang berubah. Selama ini walau bahkan kami lebih banyak bersama, namun ia tak seperti dulu. Dia masih tetap hangat dan perhatian, namun… aku juga tak mengerti namun aku seperti kehilangan sesuatu. Apalagi setiap menatap matanya…”

“Sica, aku yakin itu hanya perasaanmu lagi. Kau ingat bukan kejadian tempo lalu? Saat itu kau juga salah faham dan menuduhnya berselingkuh setelah sebuah kesalahfahaman yang bodoh. Kau yakin kau tak terlibat hal yang sama?”

“Bukan itu, tapi kau tak mengerti hal ini, Fany. Semuanya dari luar terasa baik-baik saja, namun secara naluri aku menemukan perubahan yang juga tak bisa kujelaskan dengan pasti. Hanya saja… matanya, bahasa tubuhnya, semua itu seperti tak sedang bersamaku walau dia ada di depanku..”

Tiffany menghela nafas sambil menganggukkan kepalanya mendengar cerita Jessica. Sebenarnya ia masih terus terkejut dengan perubahan sikap Jessica semenjak ia berhubungan dengan pemuda bernama Ye Sung itu. Dulu Jessica sebenarnya tak begini, ia bahkan sering membuang laki-laki seenaknya. Namun semenjak bertemu Ye Sung Jessica malah seperti seorang anak remaja yang baru jatuh cinta. Sikapnya pun sering membingungkan pribadi seperti Tiffany.

“Lalu kau sudah bicarakan ini padanya?”

“Aku menemuinya pagi ini.” Jelas Jessica. “Aku sudah menyampaikan semua kegundahanku padanya. Ia tampak memahaminya dan berkata bahwa aku tak perlu meresahkan semua itu. Namun walau begitu tetap saja aku tak merasa tenang.”

“Jadi?”

“Sebenarnya ada sesuatu yang masih menggangguku belakangan ini, yaitu mengenai gadis yang membuat kesalahfahaman denganku waktu itu. Kudengar selama kami tak berhubungan, gadis itu tinggal di rumahnya sampai ibunya begitu menyukai gadis itu. Di malam itupun Ye Sung segera menyelesaikan pertemuan kami begitu mendapat telefon yang sepertinya berhubungan dengan gadis ini. Entah kenapa aku berfikir kalau gadis ini ada hubungannya dengan semua ini..”

“H-Hey? Bukankah kau berfikir terlalu jauh? Semua itu bisa saja hanya karena ia mencemaskan orang yang dianggapnya keluarga, bukan? Kita tidak bisa menarik kesimpulan seperti itu.” Ujar Tiffany.

“Benar, aku sebenarnya juga tak terlalu memikirkan ini sebelumnya. Hingga semalam tiba-tiba saja ini semua terfikir olehku..” gumam Jessica pelan. Tiffany kembali menoleh bingung padanya.

“Maksudnya?”

Jessica kali ini tak langsung menyahut, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. “Saudara sepupuku. Sekarang baru kuingat bahwa kemunculannya bersamaan dengan saat aku dan Ye Sung-oppa berbaikan. Juga, saat gadis itu menghilang dari rumah keluarga Ye Sung..”

“H-Hey, jangan bilang kau..” Tiffany mengangkat alisnya.

“Aku juga tak ingin berfikir seperti ini, tapi aku benar-benar penasaran dengan semua ini. Apalagi setelah semalam dari puluhan orang di pesta, dia malah hanya bersama Ye Sung. Kami menemukannya saat sepupuku ini mabuk dan Ye Sung membantunya. Namun bukan itu masalahnya, ketika kuperhatikan ada kecemasan yang berlebihan di mata Ye Sung menatapnya. Ini benar-benar tak biasa…”

“Jessica, kau yakin?”

“Naluri wanitaku sangat yakin dengan ini…” jawab Jessica pendek, terus menatap kosong keluar jendela café.

*(

So Eun sedikit panik ketika tiba-tiba Ye Sung menghilang lagi dari pantauannya hari ini. Tadi setelah Ye Sung selesai berbelanja di toko sayuran tempat ia berlanggananya tiba-tiba Ye Sung malah berjalan lebih cepat dan menghilang di tengah keramaian. Hal yang akhirnya membuat So Eun ikut mempercepat langkahnya demi menemukan jejak Ye Sung.

Ye Sung tetap tak kelihatan. So Eun terus celingukan mencari ke berbagai arah untuk menemukan Ye Sung diantara orang-orang yang berlalu lalang. Namun tetap saja Ye Sung tak dapat ia temukan. Hingga tak lama di tengah rasa paniknya ia merasakan sebuah tepukan di bahunya. So Eun dengan cepat berbalik.

“So Eun..”

So Eun begitu kaget, ia bahkan reflek mundur satu langkah karena rasa kagetnya itu. Hingga…

*Bruk!*

“Aww!”

So Eun terjatuh dan mendarat dalam sebuah genangan air yang berada di belakangnya.

“So Eun!” Ye Sung menghampirinya. “So Eun, kau tak apa-apa?” Tanya Ye Sung sambil mengulurkan tangannya. Sementara So Eun yang masih belum selesai dari kekagetannya tampak mengangkat wajahnya untuk menatap Ye Sung. Sebelum akhirnya menatap sebal pada keadaannya sendiri. “Ayo, berdirilah!” Ajak Ye Sung sambil menggerakkan tangannya yang ia ulurkan pada So Eun. Dengan gerakan perlahan, So Eun menerimanya.

*(

“Haha, kau benar-benar terlihat lucu!” Ye Sung kembali tertawa untuk kesekian kalinya hari ini. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya kembali pada gadis di sampingnya. “Kau tak seharusnya ke tempat seperti ini dengan pakaian seperti ini. Lihat, seputumu ketinggian..” ucap Ye Sung sambil lagi-lagi tertawa kecil.

Sementara itu So Eun hanya mendengus sebal, ia menatap kesal dandanannya yang berantakkan lalu berganti melirik pemuda di sampingnya. “Apa kau fikir ini masih waktu yang tepat untuk tertawa? Hey, kalau tidak karena kau yang mengagetkan aku juga tidak akan terjatuh. Menyebalkan!” Seru So Eun kesal. Ye Sung akhirnya mengatupkan mulutnya

“Maaf, Habis semua itu lucu sekali haha…”

So Eun berdecak sebal dan mengalihkan pandangannya dari Ye Sung. Ia kembali meminum minuman kaleng di tangannya dengan begitu sebal. Sadar dengan itu Ye Sung menghentikan tertawanya, kembali menatap gadis itu.

“Maaf, aku bukannya sengaja untuk menertawaimu. Tak akan kulakukan lagi..” ucap Ye Sung sambil tersenyum. Namun So Eun malah membuang wajah padanya dengan sebal. “Hey, aku menyesal okay?”

“Terus saja tertawa. Kaukan senang melihat aku menderita..”

“Aish, sama sekali tidak. Jangan salah faham begitu..” jelas Ye Sung sambil geleng-geleng kepala. “Lagipula apa yang kau lakukan di tempat ini, huh? Apa benar kalau kau mengikutiku?”

So Eun tertohok, ia melirik Ye Sung sebentar sebelum memalingkan wajahnya lagi. “Huh, siapa bilang!” ucapnya jual mahal. Ye Sung terkekeh.

“Baiklah, aku anggap kau tersesat kesini. Walaupun aku sudah punya saksi bahwa kau memang mengikutiku. Kenapa? Kau merindukanku?” Tanya Ye Sung menggoda. So Eun lagi-lagi menatapnya sebal.

“Aku bilang tidak sama sekali!”

“Baiklah..” Ye Sung terkekeh sambil menganggukkan kepalanya pelan. “Jadi, bagaimana keadaanmu saat ini setelah kejadian semalam, huh?” Tanya Ye Sung mengalihkan pembicaraan.

So Eun terdiam, ia menggigit bibir bawahnya ketika mendengar pertanyaan itu. Perlahan ia melirik Ye Sung kembali. “Kau sendiri?”

“Huh?” Ye Sung mengerutkan dahi. “Kau yang mabuk tentu kau yang seharusnya kutanyai seperti itu. Sementara aku..” Ye Sung menghentikan kata-katanya ketika ia mengingat hal yang terjadi semalam. Ia kemudian mendehem sambil mengalihkan perhatiannya dari So Eun. “Aku tak apa-apa..”

So Eun cemberut menatap Ye Sung. Ada rasa sebal olehnya karena ekspresi yang ditunjukkan Ye Sung serta kata-katanya tadi. Hey, semalam mereka berciuman? Kenapa ia seperti lupa begitu?

“Aku ingat apa yang terjadi – walaupun sedikit. Kau jangan salah faham bahwa aku menyukai semua itu. Kau harus tahu bahwa aku tak menyukainya..” jelas So Eun sambil sedikit menunduk. Wajahnya memerah tiba-tiba.

“H-Huh?” Ye Sung meliriknya lagi, ia kemudian mengangguk kaku. “A-Aku tahu..”

“L-Lalu bagaimana setelahnya?”

“Maksudnya?”

“Kekasih berambut pirangmu..” So Eun menjawab tak santai. “A-Aku setidaknya sempat mendengar suara ada yang datang setelah aku pingsan. B-Bagaimana pendapatnya melihat kau bersamaku? A-Apa dia marah padamu?”

Ye Sung tampak faham arah pembicaraan So Eun, ia kemudian mengangguk kecil. Sebenarnya, ya.. tentu masalah semalam meninggalkan sedikit masalah antara dirinya dan Jessica. Tapi semuanya rasanya sudah membaik pagi ini. Lagipula Ye Sung sungguh tak ingin membahas hal seperti ini dengan So Eun. Ia memiliki pertanyaan lain di benaknya. “Bagus. Kami baik-baik saja..” sahutnya tak lama sebelum kembali meminum minuman kaleng di tangannya.

“Bagus..” So Eun menyahut pelan, walau hatinya lagi-pagi merasakan rasa sempit yang aneh. Selanjutnya kedua orang itu tampak tenang dalam beberapa saat.

“Tapi bicara soal Jessica, aku sungguh terkejut menyadari kalian adalah saudara sepupu. Aku sungguh tak menyangka dunia akan sekecil itu..” ucap Ye Sung setelah beberapa saat.

So Eun menghentikan minumannya, gadis itu tampak mengangguk kaku sambil menatap kosong ke depannya. “Hum, akupun tak menyangka..” jawabnya ambigu.

“Tapi kau punya banyak hutang penjelasan padaku!” Ye Sung kembali bersuara tiba-tiba dan melirik pada So Eun. “Kenapa kau pergi tiba-tiba waktu itu? Juga kenapa kau menghilang tiba-tiba, huh? Kau harus tahu bahwa ibu begitu merindukanmu..” ujar Ye Sung bertubi-tubi.

So Eun menatap Ye Sung karena pertanyaannya itu. Sebelum bersuara pelan, “Hanya ibumu yang merindukanku?”

“Huh?” Ye Sung bergumam pelan. “T-Tentu aku dan Jong Jin juga. Bahkan Ddangkom dan Kkomin—“

“—Kau berbohong..” So Eun memotong ucapan Ye Sung sambil mengalihkan pandangannya ke depan sana. “Kau tak sama sekali mengkhawatirkanku. Aku yakin kau malah senang setelah kepergianku..” sambung So Eun datar.

“Apa yang kau katakan?” Ye Sung berseru tak mau kalah. “Aku mencarimu serta mengkhawatirkanmu. Aku bahkan sering datang ke Namsan Tower untuk memeriksa apakah kau disana atau tidak – namun kau tak ada. Baru semalam aku benar-benar bisa menemukanmu..” jelas Ye Sung.

“Kau tak menemukanku semalam, tapi kita hanya tak sengaja bertemu. Akui sajalah bahwa kau tak pernah mencariku atau bahkan mengkhawatirkanku. Kau mungkin malah bersenang-senang dengan kekasihmu..”

“Apa yang kau katakan?” Ye Sung berdecak, ia kemudian menarik tangan So Eun untuk kembali melihat padanya. “Aku mencarimu, dan aku juga selalu mengkhawatirkanmu..” jelasnya serius.

“Aku tak melihat itu..” So Eun membantah dan menggeleng. “Yang kulihat adalah kau yang bersenang-senang..”

Ye Sung kali ini tak menyahut, ia menatap serius gadis di depannya itu. “Apa saja sebenarnya yang kau lihat? Sejauh mana memangnya kau membuntutiku?”

“A-Aku tak membuntutimu..” So Eung mengalihkan perhatiannya lagi dari So Eun dengan gerakan gugup. “I-Itu adalah firasat..”

“Tidak, aku tahu kau membuntutiku. Sudahlah, jelaskan semuanya. Kau tak bisa terus melakukan semuanya semaumu begini, Kim So Eun!” ujar Ye Sung kembali menarik lengan So Eun untuk menatapnya. Hal yang mau tak mau harus membawa So Eun kembali pada sepasang onix itu. “Apa saja yang kau lihat?”

So Eun menarik nafasnya perlahan sambil terus menatap mata itu. Hingga akhirnya ia menyerah, ia sadar kalau ia sudah ketahuan mengenai buntut membuntuti. “Aku melihat kau tertawa, aku melihat kau tersenyum, aku melihat kau membelikan seorang gadis kecil es krim, aku melihatmu mengantar seorang gadis pulang, aku melihat kau berdansa dengannya, dan… aku melihat kau menciumnya…”

Ye Sung menatap So Eun sedikit tak menyangka. Apa maksud gadis ini mengatakan semua itu padanya? Dan… sejauh itukah dia mengikuti Ye Sung? “K-Kau melihat semua itu?” Ia mengatakan itu tak yakin.

“A-Aku bukannya cemburu, okay? Hanya saja.. kau selalu menolak ketika aku meminta es krim dulunya..”

“Bukan itu maksudku!” Ye Sung sedikit menyentak bahu So Eun lagi. Meminta agar pandangan So Eun tak fokus kemana-mana selain padanya.

“Memang apa yang aku katakan? Astaga!” So Eun membulatkan matanya tak percaya ketika mengingat apa yang sempat keluar dari mulutnya begitu saja. H-Hey.. Hey?!

“Huh, kau bahkan tahu kalau aku selalu datang ke rumahmu. Namun kau tak menampakkan diri sama sekali. Kau malah terus bermain petak umpet denganku..”

“Aku tak main petak umpet!”

“Lalu apa namanya? Pergi tiba-tiba, membuntutiku diam-diam, lalu kemudian muncul tiba-tiba. Atau.. jangan bilang kau selama ini punya misi tertentu datang ke rumahku?”

“H-Huh? Apalagi maksudmu sekarang?” Tanya So Eun tak mengerti, balas menatap Ye Sung yang kali ini menatapnya menyelidik.

“Bukankah semua kebetulan ini terkesan aneh? Kau hari itu lari dari rumah tanpa memberikan kabar apapun dan ternyata kau malah berada di tempat yang sering aku kunjungi setiap harinya. Setelah itu kau juga mengikutiku seperti ini. Apa yang terjadi? Kenapa kau tak menampakkan diri saja, huh?” ucap Ye Sung begitu penasaran. Benar, ini benar-benar membingungkan. Kenapa So Eun melakukan hal seperti ini dari awal. “Kau selama ini sedang tak berusaha bermain-main dengan kehidupan kami, bukan?”

“A-Apa?” Giliran So Eun yang terkejut, ia menatap tak percaya Ye Sung setelah apa yang didengarnya. “A-Apa yang kau katakan?”

“Ya, ini mulai terfikir olehku tentang betapa anehnya semua ini. Pertama kau tiba-tiba datang malam itu dan membuat kesalahfahaman antara aku dan Jessica, lalu setelahnya kau tinggal bersama kami ketika hubunganku dan Jessica berhenti untuk sementara, kau kemudian pergi begitu saja ketika hubungan kami membaik dan muncul tiba-tiba semalam. Lalu semalam ciuman itu…”

“Tunggu, apa yang kau katakan?” So Eun tergagap sedikit kaget ketika ia menghubungkan lebih jauh ucapan Ye Sung saat ini. “Kau mau bilang kalau selama ini aku datang untuk memisahkan hubunganmu dengan kekasihmu, begitu? Kau berfikir aku menjebakmu?”

“Tentu saja aku tak berharap begitu tapi… setelah kufikir semuanya bisa saja—“

*Slap!*

Ye Sung meringis ketika So Eun menamparnya, ia menatap gadis itu. Hanya untuk kaget menemukan bahwa matanya membasah. Sementara tangannya yang baru saja menampar Ye Sung tampak bergetar.

“Apa kau sebodoh itu? Bagaimana kau menuduhku seperti itu, huh? Kau fikir aku serendah itu untuk melakukan semuanya?” Tanya So Eun begitu saja. Kelopak matanya memanas, dan terasa basah.

Ye Sung mendesah dan memegangi pipinya. Yeah, sepertinya ia telah berbicara terlalu jauh. Namun hal itu juga karena ia penasaran dengan teka-teki sikap So Eun terhadap dirinya. Bukankah semuanya terlalu kebetulan sejak awal antara dirinya, So Eun, dan Jessica?

“M-Maaf, hanya…”

“Aku tak pernah berniat jahat padamu. Kau harus tahu itu!” So Eun masih berseru tak tahan. Ia sungguh kaget dengan pemikiran Ye Sung barusan dan… itu menyakitinya. “Aku tidak pernah melakukan itu, setidaknya tidak padamu. Kau benar-benar harus tahu itu..”

Ye Sung terpana, agak tak mengerti dengan maksud So Eun barusan. Ia menatap gadis itu lebih penasaran dari sebelumnya. Penasaran dengan kata-katanya. “So Eun?”

“Aku seharusnya ingat akan pepatah bahwa tidak ada gunanya mencintai orang bodoh, karena saking bodohnya ia bahkan tidak tahu apa artinya cinta sama sekali..” gumam So Eun akhirnya tak tahan, ia kembali mengatakan apa yang ingin ia sampaikan antara sadar atau tidak

Ye Sung tampak kaget, ia menatap tak percaya gadis di depannya itu setelah apa yang baru saja didengarnya. So Eun menghela nafas pelan. Astaga ada apa dengan dirinya hari ini? Kenapa ia terus mengatakan hal-hal yang seharusnya tak ia katakan. Seperti ucapan ini, apa ini? Dia membiarkan Ye Sung mengetahui perasaannya? Bodoh.

“So Eun—“

“A-Aku kira aku harus pergi!” ucap So Eun sambil mengemasi barang-barangnya. Sedikit tergopoh ia kemudian bangkit dari tempat duduknya. Namun tak lama Ye Sung meraih salah satu tangannya.

“Tunggu, ini tidak terlalu jelas. Apa maksudmu mengatakan semua hal tadi. Kau benar.. merasakan hal seperti itu padaku?” Tanya Ye Sung sambil terus mempertahankan jemari So Eun dalam genggamannya. Ia menatap penasaran pada sepasang karamel itu – masih tak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya.

“A-Aku..” So Eun mengalihkan tatapannya dari Ye Sung. “Aku hanya becanda..” ucap So Eun sambil melepaskan tangan Ye Sung dari pergelangan tangannya. Dengan itu ia kemudian segera meninggalkan tempat itu secepat yang ia bisa.

Sementara Ye Sung hanya terdiam di tempatnya sambil menatap kepergian So Eun yang kian menjauh. Ia membiarkan ucapan-ucapan So Eun tadi terfikirkan olehnya. So Eun hanya bercanda mengatakan itu semua? Benarkah ia hanya bercanda?

Tidak, untuk yang satu ini So Eun sama sekali tak sedang bercanda dengannya.

*(

Jessica memainkan kakinya sambil menunggu di salah satu sudut rumah keluarga besarnya. Tak lama seorang laki-laki setengah baya tampak menghampiirinya sambil membawa sesuatu di tangannya.

“Nona-Soo Yeon!” Seru laki-laki yang bekerja sebagai butler di rumah itu. Jessica tampak menoleh padanya. “Ini yang anda minta, nona..” kata laki-laki itu sambil menyerah sebentuk kaset DVD pada Jessica. Jessica menerimanya.

“Ini benar rekaman CCTV untuk balkon belakang, pak? Juga apakah ini sudah lengkap semua?” Tanya Jessica sambil membalik-balik kotak DVD di tangannya.

“Begitulah, nona..” Laki-laki itu mengangguk. “Itu adalah rekaman CCTV untuk balkon belakang rumah selama pesta ulang tahun nona-So Eun kemarin..” Jessica tampak menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, terima kasih atas bantuannya pak..” ucap Jessica sebelum melangkahkan kaki menuju kamarnya. Ia tak sabar untuk memutar rekaman itu di laptopnya untuk menenangkan hatinya yang gelisah seharian.

*(

So Eun menghembuskan nafasnya berat sambil menyandarkan tubuhnya sepenuhnya pada jok mobil. Sesekali gadis itu juga terus berdecak dan berdecak sambil memegangi kepalanya sendiri.

“Tch, apa yang telah kulakukan. Aish, aku benar-benar parah..” omel So Eun sambil memukul-mukul pelan kepalanya sendiri. Denyutan di kepalanya terus menggila sejak ia melarikan diri dari Ye Sung tadi, dan itu menyiksanya. Sejak tadi fikiran terus saja random mengenai semua kemungkinan yang mungkin bisa saja terjadi sejak Ye Sung mengetahui perasaannya. “Tch, aku bisa gila. Apa yang harus kulakukan sekarang…”

So Eun menggigit bibir bawahnya pelan sambil terus berfikir dan berusaha mencari solusi. Walau kian ia berfikir, ia kian merasa buntu. So Eun tak lagi melihat jalan yang mungkin bisa menyelamatkannya dari semua ini. Ini membuatnya gila.

“Haruskah aku keluar negeri dan hidup disana untuk selamanya? Dengan begitu aku tak perlu harus bertemu Ye Sung lagi setelah hari ini, aku juga tak perlu harus melihat ketika mereka berdua.. Arh!” So Eun mengerang kesal ketika ia kembali menemukan jalan buntu lagi. Ia kembali memukul kepalanya. “Aku tak mau keluar negeri…”

So Eun akhirnya pasrah dan membaringkan kepalanya pada setir mobil. Ia menatap nanar ke depannya. “Aku tak tahu harus bagaimana…”

*(

Sung Min baru saja hendak menyalakan mesin mobilnya ketika ponselnya berdering. Pemuda itu tampak menghentikan niatnya untuk mengemudikan mobil dan meraih benda persegi itu. Dahinya tampak sedikit mengerut melihat nomor telepon rumah Sunny terlihat di layar. Ia segera mengangkatnya.

“Halo?”

‘H-Halo Sung Min-ssi, ini adalah maid di rumah nona-Sun Kyu..’ suara seorang wanita setengah baya terdengar.

“Ya ada apa?”

‘H-Hum, ini.. saya hanya menyamapaikan pesan dari nona-Sun Kyu yang mengatakan bahwa anda tak harus datang ke rumah untuk mengajari piano hari ini. H-Hum, nona-Sun Kyu sedang tak enak badan sehingga tak bisa mengikuti kelas anda..’ jelas wanita itu terbata.

Sung Min tampak mengerutkan dahinya kembali. Dalam hati ia ragu tentang kebenaran ucapan dari Maid keluarga besar Sunny tersebut, hal itu bisa dilihat dari suaranya yang gugup seakan tengah membuat sebuah kebohongan. Namun hal itu bukan yang sepenuhnya ia fikirkan. Ia kini malah memikirkan alasan apa yang membuat Sunny menghindarinya seharian ini; dari di kampus tadi hingga sekarang.

‘U-Um, S-Sung Min-ssi?’

“Y-Ya..” Sung Min tersadar. “Baiklah kalau begitu, aku mengerti. Sampaikan saja pesanku kepada nona-Sun Kyu. Katakan padanya kalau aku mendoakan kesembuhannya..” ujar Sung Min kemudian.

‘O-Oh, baiklah. T-Terima kasih, tuan..’

Sung Min meletakkan ponselnya kembali ke atas dasbor setelah panggilan singkat tadi berakhir. Namun di dalam hati ia masih saja memikirkan alasan apa yang mungkin membawa Sunny menghindarinya tiba-tiba.

*(

Buny-bunyi petikan gitar itu terdengar random ketika Ye Sung memainkannya. Tak seperti biasanya, pemuda itu terlihat sama sekali tak bersemangat memainkannya pada hari ini. Fikiran pemuda itu juga sepertinya tak berada pada alat musik di tangannya, namun sudah hilang dan pergi entah kemana.

Dan ini masalah So Eun dan So Eun. Sudah beberapa jam sejak pertemuannya dengan So Eun hari ini namun ia tak pernah berhenti memikirkan semuanya ini. Ingatan tentang kata-kata So Eun yang mengatakan bahwa So Eun menyukainya terus terngiang, membuat perasaannya terus saja merasakan hal yang aneh.

Ye Sung tak terlalu yakin, namun ia merasakan sendiri dampak ucapan itu bagi dirinya saat ini. Karena saat So Eun mengatakannya, ia merasakan jantungnya iku berdetak seakan ia begitu antusias dengan ucapan itu. Lalu disaat itu fikirannya melebar bersama rasa-rasa aneh yang juga telah dikumpulkannya semalam, rasa yang ia sendiri takut untuk mengakui kebenarannya.

Ye Sung menyayangi So Eun, ia bahkan tahu perasaan itu ada semenjak malam pertama mereka bertemu dan melihat sosok itu duduk di pojokan dengan tubuh bergetar. Bahkan karena rasa itu juga ia dan So Eun akhirnya bisa lebih dekat waktu itu, sebelum So Eun menghilang pada sebuah malam. Namun untuk menyebutkan rasa sayangnya sebagai rasa yang lebih dari untuk adik, hal inilah yang tak bisa dengan gamblang Ye Sung jelaskan. Namun setelah pengakuan So Eun tadi entah mengapa perasaan aneh itu semakin timbul ke permukaan. Hal yang membuat ia akhirnya terus bertanya-tanya sejak tadi; apakah ia memiliki rasa yang sama pada So Eun?

Bip. Ponsel Ye Sung tiba-tiba berdering. Ye Sung tampak berhenti memikirkan hal tadi sejenak dan mulai mencari-cari ponselnya. Dan ketika melihat nama yang tertulis disana ia menatap panjang nama itu, sebelum akhirnya mengangkatnya.

“Jessica?”

Oppa kau dimana?’ Gadis yang menjadi kekasihnya itu menjawab dengan nada yang tidak tenang sama sekali. Ada apa lagi ini? Ye Sung merasakan masalah dari nada bicara Jessica kalau ia sudah tak sabar begini.

“Aku di rumah. Ada apa?”

‘Aku ada di jalan hendak ke rumahmu. Temui aku di tempat tadi pagi kita bertemu…’

Panggilan itu putus begitu saja tanpa menunggu Ye Sung untuk menjawab apapun. Meninggalkan pemuda itu menatap datar benda di tangannya.

“Tch, ada apa lagi? Saat-saat begini..” keluhnya pelan sambil bangkit dari tempat duduknya. Setelah menarik sebuah jaket ia langsung berjalan keluar rumah.

*(

Hanya sekitar lima menit setelah kedatangannya mobil Jessica berhenti di hadapannya. Ye Sung tampak berdiri dari tempat duduknya, lalu menghadapkan badannya untuk menyambut Jessica yang sudah keluar dari mobilnya.

Cahaya lampu jalan menerangi wajah Jessica yang langsung berjalan ke arahnya. Disana, Ye Sung kembali mencium adanya masalah – dari ekspresi itu.

“Ada ap—“

Ucapan Ye Sung berhenti ketika Jessica langsung menyodorkan sesuatu tepat ke dadanya. Ye Sung tampak melirik benda itu penasaran, sebelum mengambilnya.

“Ini apa?” Tanya Ye Sung sambil melirik Jessica sekilas. Ia kemudian langsung membalik benda yang ternyata sebuah kertas foto itu dan disaat itu juga matanya yang lelah tadi tampak membesar. “I-Ini?”

“Kau bilang semalam kau hanya tak sengaja bertemu dengannya. Tapi kenapa foto itu..” Jessica menatapnya sedikit tersulut emosi, namun matanya tampak memerah.

Ye Sung tak langsung menyahut, ia hanya terus menatap benda di tangannya itu tidak yakin. Ini adalah hal yang terjadi antara dirinya dan So Eun semalam, lalu kenapa Jessica..

“Sica, ini—“

“Kau bilang tidak terjadi apapun antara kalian berdua. Tapi foto itu.. Itu sama sekali tak berarti apapun!” Jessica mengulangi pertanyaannya – dengan nada lebih tinggi. “Itu sama sekali tak berarti apapun!”

Ye Sung menghela nafas pelan sambil menatap berganti benda itu dan Jessica. “Okey, aku akan jelaskan. Tapi sekarang kita duduk dan bicarakan baik-baik, okay?” Tanya Ye Sung setelah beberapa lama. Beruntung Jessica menurutinya, walau ia menepis tangan Ye Sung yang akan mengajaknya duduk.

“Ceritakan sekarang..”

Ye Sung menghembuskan nafas, masih tak terlalu yakin bisa menjelaskan ini semua dengan baik pada Jessica. Ia tahu bahwa Jessica bukan tipe gadis yang dengan mudah mendengarkan kata-katanya disaat seperti ini. Tapi toh Ye Sung memang tak melakukan kesalahan.

“Semalam, ya.. aku memang berbohong padamu tadi pagi dengan mengatakan bahwa tidak terjadi apapun. Ya, memang ada beberapa hal tanpa diduga sebelumnya yang terjadi namun itu semua bukan seperti yang kau fikirkan saat ini?” bisakah Jessica mempercayai ucapannya yang sedikit berbelit ini.

“Lalu apa? Apa yang tidak aku tahu sehingga kalian bisa sampai bertemu di tempat sepi seperti ini dan berakhir…” Jessica menghentikan kata-katanya. Menatap Ye Sung kian tajam meminta penjelasan.

“Kami memang tidak sengaja bertemu. Seperti kataku tadi pagi, aku yang tak terlalu menyukai keramaian akhirnya mencari ketenangan di sekitar rumahmu dan akhirnya bertemu dengan So Eun yang sedang mabuk disana. Kami hanya berbicara sedikit hingga So Eun tiba-tiba melakukannya – di luar kesadarannya…”

“Apa memangnya yang kalian bicarakan sebagai dua orang yang ‘sengaja bertemu’. Kau bahkan mencubit pipinya, Kim Jong Woon. Kalian bukan seperti dua orang yang baru bertemu!”

Ye Sung sedikit terbata. Ini hal yang selalu memberatkannya bersama Jessica sebenarnya dari awal. Karena walau seegois apapun So Eun, ia akan mau mendengarkan ucapan Ye Sung. Jessica tak seperti itu, ia lebih mengikuti pemikirannya sendiri. Astaga, kenapa ia harus menyamakan keduanya? “Y-Ya, itu adalah hal lainnya yang belum sempat kuceritakan padamu. Kami bukan baru mengenal, aku sudah mengenal So Eun jauh sebelumnya. Kau bisa bilang kami akrab karena… ya, bukankah aku pernah bercerita mengenai gadis yang sempat tinggal bersama kami sekitar sebulan yang lalu? So Eun adalah orangnya…”

“H-Huh? Jadi gadis yang selama ini tinggal bersamamu adalah sepupuku? K-Kim So Eun?” Giliran Jessica yang tampak tak menyangka dengan ucapan itu. “Dan, dia adalah gadis yang disukai oleh ibumu itu?” sambungnya masih setengah percaya. Dari awal sebenarnya bukankah Jessica sudah curiga dengan hal ini? Hanya saja ia tetap tak terlalu siap mendengar bahwa itu memang kebenarannya.

“Y-Ya, dia orangnya..” Ye Sung menyahut rendah. “Tapi masalah ibu bukankah kau tahu kalau ibu sudah tak keberatan dengan ki—“

“Lalu kau sendiri.. bagaimana perasaanmu padanya?” Jessica kembali memotong ucapannya dengan nada yang lebih dingin. Hal yang membuat Ye Sung tak bisa menjawabnya, ia tercekat tiba-tiba untuk mengatakan sesuatu.

“Aku.. tentu saja aku—“

“Kau menyukainya juga bukan? Tinggal bersamanya, kau tak mungkin begitu mencemaskannya kalau kau tak memiliki perasaan apapun padanya. Jawab aku, seperti apa perasaanmu padanya, Kim Jong Woon?!” Jessica kian bertanya dengan emosi, ia tampak sedikit tak bisa menahan dirinya untuk terus menanyakan hal yang mungkin biang utama dari yang menganggunya seharian. Tentang perasaan Ye Sung yang ia rasa telah berubah padanya, ia penasaran apakah So Eun ada hubungannya dengan ini.

Sementara Ye Sung kini terdiam tiba-tiba ketika ia langsung dihadapkan dengan pertanyaan itu. Ia bingung, ia tak bisa menjawab apapun. Dari awal ia ingin membantah semua itu, namun ada bagian lain yang menahannya untuk mengeluarkan ucapan itu. Hal yang akhirnya membuat ia tertunduk sendiri ketika jawaban lain muncul begitu saja.

Oppa..” Jessica juga merasakan hal itu begitu saja. Hal itu seperti terlihat jelas melalui wajahnya yang memang jarang menunjukkan kebohongan, air wajahnya tercetak terlalu mudah untuk dibaca. “Oppa, jangan bilang kau…”

Suara Jessica membawanya kembali dalam kenyataan, membangunkannya kembali pada hal yang sebenarnya terjadi. Seperti So Eun padanya, sebuah rasa sepertinya juga tumbuh dalam hatinya bersama kebersamaan mereka selama ini. Hanya saja dengan bodohnya ia tak menyadarinya sebelumnya. “Jessica, aku..”

*(

Puas berjalan seharian malam ini akhirnya So Eun sampai kembali di rumahnya. Gadis itu tampak keluar dari mobilnya dengan langkah yang begitu lesu. Sementara beberapa bagian pakaiannya tampak masih terlihat kotor oleh bekas jatuhnya siang ini.

Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba suara mobil lainnya terdengar. So Eun melirik ketika mobil Jessica tampak berhenti di belakang mobilnya dan tak lama gadis berambut pirang itu keluar darisana.

Keduanya bertatapan dengan pandangan yang sulit dijelaskan. Memang dari awal mereka bahkan tak seperti orang yang mengenal walau hidup sendiri. Waktu kecil sebenarnya Jessica sering datang kepada So Eun untuk mengajaknya bermain, namun karena sikap dingin So Eun jugalah akhirnya mereka tumbuh seperti ini sejak kecil. Keduanya hidup seperti tak mengenal satu sama lain, mereka hanya saling berbicara kalau memang itu dirasa perlu dan itu sangat jarang terjadi.

Jessica adalah pihak pertama yang memalingkan wajahnya dari So Eun. Gadis itu kemudian mengambil langkah lebih awal untuk memasuki rumah dengan langkah sedikit tergesa. Sementara So Eun berjalan pelan di belakangnya.

“Ahh, kalian sudah pulang?”

Keduanya sama-sama disambut Tuan-Kim yang kebetulan sedang duduk di ruang tengah bersama Krystal. Laki-laki setengah baya itu tersenyum sambil mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya.

“Hum yeah, kakek sudah makan?”

Jessica tampak tersenyum kecil sambil bergabung duduk dengan Tuan-Kim dan Krystal di sana. Sementara So Eun tampak memilih melanjutkan jalannya ke kamarnya.

“So Eun, kau tak makan malam dulu?” Tanya Tuan-Kim menyadari langkah menjauh So Eun. So Eun menyahut tanpa berbalik sama sekali.

“Ya, aku langsung tidur..”

Tuan-Kim tampak heran namun tak mengatakan hal yang lebih lanjut. Ia membiarkan So Eun berjalan menjauh darisana.

“Oiya kakek, aku membawa sebuah kabar penting..” Jessica tiba-tiba kembali bersuara, terdengar jelas bersama suara TV yang disetel pelan. Tuan-Kim tampak menoleh kembali padanya.

“Benarkah? Apa itu Jessica?” Tanya Tuan-Kim.

“Hum, aku dan kekasihku berencana akan tunangan dalam waktu dekat..”

*Bruk*

So Eun yang bahkan belum sampai meniti setengah tangga rumahnya tiba-tiba menghentikan langkahnya begitu mendengar suara Jessica yang terdengar cukup deras ke arahnya. Ucapan itu juga reflek membuatnya menjatuhkan tas di tangannya hingga benda itu berguling menuruni tangga. Secepatnya So Eun berbalik, hanya untuk menemukan Jessica juga ikut menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.

[TBC]

Ciehh Ye Sung sok laku direbutin, ciyeeeee. Huuuh, cukup menguras fikiran sekali part ini. Aku bahkan mengedit beberapa bagian hingga empat atau lima kali untuk sampai kayak gini. Inipun sebetulnya ada beberapa bagian yang masih gak srek buatku.

Oiya, ini adalah part kedua terakhir yang artinya di part selanjutnya adalah part ending hehe. Aku berharap bisa menemukan ending yang baik walau semuanya benar-benar terasa ribet.

Okay, akhir kata..

68 Comments Add yours

  1. jiaaah kyu songong bnget jdi orang tpi aq entah kenapa suka sma karakter kyu di sini#selalu

    penasaran sma ending nya gimana hubungan yesso selanjutnya trus jessica gimana ??
    selalu keren
    di tunggu ff nya

    yg lain juga !!

  2. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Huaaaaa yeye oppa jadi rebutanncie cie cie itu suami saya kenapa ikutan nongol lagi sih *nunjukkyuhyun kekeke bener bnget itu kyu oppa multitalent,,,huaaa konfliknya semakin menjadi dan menghangat,,,ahh beneran itu yeye mo tunangan ama sica??? Wah akan ada yg patah hati nih,, *lirikssoeonni

  3. tesyasavika mengatakan:

    Kok? Mudah mudahan endingnya sama so eun amin. Trus kyu nya gmana? Kasiaan juga so eun nya ga peka. Kyknya tunangan itu paksaan dr jessica krna jessica kan cinta pke bgt sama yesung. Ada yg typo katanyaa yang “selamat pagi nenek“ jadi “setiap pagi, nenek“ kkk tp gamasalah kak put ga ganggu kok. Diitunggu part endingnya. Jgn lupa B & W nya dilanjutin udhh kngen sama ff itu;)

  4. aina freedom mengatakan:

    wow keren …ceritanya makin seru dan menegangkn , ska bngt dgn tingkah sso yg buntuti yesung sampe2 nyebur comberan ,ditambah si abang kece pake bohong segala sm jesica ,tp untung akhirnya jesica tau klo yesung jg punya rasa buat sso ,,,si evil ikut jg eksis #nyempil dikit .kira2 apa yg direncanakan jesica klo dia mau tunangan sm yesung , jngn sampe si jesica tunangan sm bang yesung ,,,yesung hrs nolak dn bersatu dgn sso . daebek put …makin keren . di tunggu next partnya .

  5. asri mengatakan:

    Akhirnya,,akhirnya,,,muncul jg ep ep ini…
    Kyu,,gue suka gaya lo pokoknya dsini kyu the best deh #salahfokus
    Ending sebentar lg yah?!semoga smuanya dpat akhir yg bahagia deh…dibuat sad ending ato ending yg gantung jg boleh…biar ada sequelnya *ketawaevilbarengkyu

  6. Deborah Sally mengatakan:

    Jangan bilang jessica menjebak soeun??

    Jujur tingkah bangkyun benar2 menyebalkan tapi aku suka hahaha. . .

    Part terakhir? Ah tidak apa2 asal happy end oke putri😉

  7. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Makinnn Rumit aja nih ceritanya..
    Jd ntar endingnya gie mana ???
    Penasaran >,_<

  8. cucancie mengatakan:

    Benar-benar menguras emosi nih part ini,gemes deh sm yesung yg sadar2 jg ttg perasaannya ke so eun…jessica udh tau ttg kejadian di balkon antara so eun-yesung,penasaran apa yg yesung-jessica omongin lg smpe tiba2 jessica bilang dia mau tunangan ma yesung…hoaaa…penasarannn..

  9. ticha_ mengatakan:

    Woooaahhh …ikutan emosi..sedih..kacau,,segala’a jd satu..😦 ㅠ.ㅠ
    Ga tega ama sso…gmn perasaan’a,, dan itu serius jesica mau tunangan am yeppa..bukan’a yeppa udah keliatan ya klw lebih suka am sso…😦
    argg….saya ikutan gaallaauu…
    Itu kyuppa seneng banget bikin sso marah…kkk🙂
    Dan…sunny knp???tp seperty’a sungmin oppa jd khawatir sma sikap sunny yg ga biasa’a menghindar…🙂
    Tp…masig kepikiran😦 gmn kelanjutan hub yesso??q harap bsa bersatu…
    Dan jessica nglepasin yeppa buat sso…🙂
    Awal’a q kira jesso bkln berantem atw gmn gtu…tp ucapan jessica mlh bikin aku’a yg gaallaau…campur aduk “tanpa seneng”😦 :((
    Putri DAEBAAAAAAAAAAAK!!!!!!!🙂
    Sukses bikin q galau…😦
    Dan untuk part terakhir…q bkln tgg..
    Semoga dpt ending yg baik buat yesso!!kkk🙂
    Ff putri emang Daebaaaakk!!! :*😉
    Laaaanjjjuuuttt >>>

  10. pipip mengatakan:

    Waaaa stelah skian lmanya ff ini hlg dri perdaban#lbay
    Mncul jg, ceritanya mkin mnegangkan
    Apalgi ssok kyu yg sering mncul tba2, bngung sbnernya perasaan kyu ke soeun itu gmna?
    Dan hbungan jesica dgn yesung apa bner mreka akn brtunangan? Apa yg sbnernya yesung jwb ttg perasaannya ke jesica? Pnsrn dgn endingnya apakh soeub akn nyatu dgn yesung apa soeun dgn yesung hrus say goddbye
    Gk kebaca nih endingnya bkalan gmba, gk sbar bca endingnya gmna?? Dtnggu deh eon

  11. erika mengatakan:

    Wkwk.. Sso eonni sampe jatuh gitu di kagetin sama yesung oppa haha..ketahuan loh aksi menguntitnya😀 Yes!!!yes!!!yes!! Yesung-ie beneran punya perasaan lebih ke Sso eonni sampe ga bisa jawab pertannyaannya jessica tentang perasaannya😀
    Ckckck…itu suami ke 3 saya kenapa muncul tiba” mulu kaya setan #DiGetokKyuhyun
    What!!! Jesika mau tunangan sama yesung oppa, Andwe!!!!! semoga ini ga beneran semoga ini cuma akal”an jessika yg mau tau gimana perasaannya Sso eonni.
    Ah ga kerasa ff ini tinggal 1 part lagi, ditunggu ya next partnya + ff lainnya^^

  12. Kim Ra rA mengatakan:

    bang yeye nya masih kebingungan dengan perasaannya sendiri.. ah~ semoga dia cepat menyadari bahwa rasa sayang nya sama Sso sudah menjadi Cinta… ekhm #ReaderSotoy

    bang epil nyempilnya disaat yang selalu tepat yach… ga tahu kenapa saya suka karakter Doi di sini. keren banget dech pokok nya

    haaaa~ sekarang apa lagi. benarkah jessica mau tunangan sama bang yeye???

    Semangat terus buat Putri fell nya bener bener dapet put Sukses bikin kita juga ikutan tegang end esmosi waktu YeSso nya sedikit terlibat perdebatan.

    Selalu Ga’ sabar kalau udah menyangkut Next Part…. pokoknya Sukses dan Semangat terus buat Putri…….

  13. anna mengatakan:

    arrrgghh yesung ga tegas nie aws aja plin plan lg,,kpn yesung sadar bhw soeun sgt brhrga&pnilaian ibuny tdk slh,,bnr2 mnghrpkn yesung bs mrskn bnr2 kehilangn sso n mnyesali kebodohn n ketrlmbtnnya,,ada baikny jg nie kyu mncul bs mmbt happy sso scra tdk lgsg,,okeeyy dtggu lnjtny putri gomawo🙂

  14. dyyyy mengatakan:

    yesung bingung…..
    untung cuma tasny yg jatuh…..klo sso yg jatuh….bisa bahaya…

  15. ayu mengatakan:

    hmmm bingung mau coment apa cz part sebelum sebelumnya Q belum baca,hehe..#sibuksich.. Tp q suka gaya kyu disini,wkwkwk. Bang yeye jd rebutan nih.

  16. Choi Shinae mengatakan:

    Wow akhirnya datang juga ini part🙂
    ini semakin menarik, keren, bkin penasaran, semuanya campur aduk.. Akhirnya semua terbongkar >< part selanjutnya dong thor, jgn lama2 ^^v
    what should i say? Just wanna say amazing as always🙂

  17. Arhy Supitri mengatakan:

    Walaupin gak ngikutin ff ini dari awal , aku langsung suka dan ngerti jalan ceritanya…
    Kyuhyun suka sama so eun kah?
    Itu yesung oppa gak peka banget , kasian kan sso eunni..
    Dan waktu ngomong ma sica yesung ngomong apa? Apa bener mereka akan tunangan? #penasaran
    Di dunggu kelanjutan🙂

  18. Dizha adrya mengatakan:

    Hoho bang yesung dri mu dsni laku bgt ya hahaha ada dua gds yg mncntai mu,, mwo ?? bang yesung mw bertunngan ma jessica ?? andwe,,, klw gak bsa brstu ma sso, mnding ma aku za bang dri pda ma jessica,, n sso ma si kyuvil za yg suka bgt memfto drinya hehehe tp plng gak bang yesung sdh tau gmn prsaan sso tngl gmn lgi dy memikirknnya bng jadi namja yg pntr donk tntng urusan sprti ini ntar kalian brtiga akn trsakiti, n jdi namja hrs tegas jgn plin plan ok buat bang yesung tersayang😀 putri d tgu next partnya😀

  19. mindaamalya mengatakan:

    wah akhirnya ff ini dipost jg! Sebenernya aku agak lupa part 8nya, jd baca ulang yg part 8. karakter kyuhyun di ff ini keren kkk.. Semoga yesso cepet bersatu.. Aku tunggu part akhirnya! Hwaiting!

  20. mun taryati mengatakan:

    akhirnya dilanjutin juga..hehehe diawal kayaknya ada typo yg wakt yesung mo plg dr pesta pertma naek mobil kok pake helm trus tau”dh disamping motor,putri kayaknya suka banget bikin org penasaran,suka..iya ihh yesung bodoh banget masak ngga tw kalo soeun suka ma dy,eh itu gmana kok tiba” jessica blg mo tunangan trus soeun gmana hiks…

  21. YhulaiiSoeun mengatakan:

    Kyaaa… Sso uddah blg cinta ma yesung… >_< memang sharus.y gitu sih biar yesung tau ,.. Tpii Aduhh… Kok jadi malah mau tunangan ma jessica,, brarti wk2 d.taman yesung bilang kalau dia gk cinta sso?? Padahal jelas bgt kalau yesung juga cinta ma sso…:/
    jadi apa sso bkal nyerah yah ,, apa sso bkal ngelupain yesung.. Omoo jgan … T,T …
    Btw sneng liat kyu yg suka gangguin sso, apa kra2 kyu suka sama sso yah??next part.y sangaaat d.tgguu… Tetap smangat nulis ff.y \^,^/

  22. Esaa mengatakan:

    Udahlah soeun sama kyu aja, kayanya cocok..
    Daripada terus2n menyukai yesung yang tak berpendirian…

    Wah ini part 2 terakhir yah.. Yesung akan tunangan sama sica, atau itu cuma akal akalan sica aja untuk mematah hatikan soeun?
    Ah..aku penasaran endingnya put.

  23. nita mengatakan:

    cie,, yeye udh sdar low dia jg ska sm soeun,
    omo,, jesica sm yeye mu tunangn trs sso ny gmn, aduh eon bnr2 bkn pnsrn. dtnggu next part ny y😉

  24. nita mengatakan:

    cie,,,cie,, yeppa d rbutin. kekkkk.
    yeye udh sdar low dia jg ska sm soeun,
    omo,, jesica sm yeye mu tunangn trs sso ny gmn, aduh eon bnr2 bkn pnsrn. dtnggu next part ny y.
    d tnggu jg lnjtn ff lain ny.🙂

  25. Cloudy824 mengatakan:

    Aq suka moment2 soeun dan yesung walaupun mereqa lagi berantem pun…. Sweet aja gitu hhehee

    Dan kalo bisa next part lebih fokus ke yesung dan soeun aja yaa thor…. Karna aq ngerasa disini romance mereka berdua kurang, tp aq tau itu mungkin udah alur ceritanya mesti begitu…

    Ok… itu cuma saran aja thor, aq tunggu banget kelanjutannya ^^ jangan lama2 yaaa

  26. kristienuuna mengatakan:

    Omo, mw tamat..
    Ah, aku gaLau..
    Apa yg d katakan Yesung oppa ke Sica??
    Kenapa Sica maLa biLang k kakek na kLo mereka mw tunangan??
    Oh tidak!! Bagaimana dg Soeun??
    Soeun kan cinta mati ama Yesung oppa..
    Ah, Kyuhyun oppa, toLong Soeun..
    #LhoApehubunganNye #efekKyuSsoShip..
    ◦°◦みϱ\”̮みϱ\”̮みϱ (⌒˛⌒)◦°◦

    Suka ama sifat jutek na Soeun, Й sifat jaiL ma semau gue na Kyuppa..
    WaLau cuma cameo, tapi aku suka moment mereka berdua..
    ..Ђoºo”̮Ђoºo”̮Ђoºo”̮Ђoºo..
    d tunggu part ending na..

  27. marly mengatakan:

    Kalo yesung tunangan sama jesica.. So eun sama kyuhyun ajaaaaaaaaahhh…🙂

  28. tanti no kawai mengatakan:

    Akhirnya yesung tau sebenernya siapa soeun dan bahkan dari itu dy juga tau perasa’an soeun sebenrnya….🙂

    Meskipun yesung juga masih meraba2 apa Ϋά̲̣̥ηġ di rasakan sekrang_tapi dengan sikap jesicca Ϋά̲̣̥ηġ mengintrogasi yesung sperti itu malah secra tidak langsung membantu yesung untuk menyadari kemna sebenranya perasa’an ηγά̲̣̥ bermuara…🙂

    Kyu selalu datang tanpa di duga_tapi juga di sakat Ϋά̲̣̥ηġ tepat juga spertinya…setidaknya bagi soeun Ϋά̲̣̥ηġ kdng memang ƪάğί membutuhkan bantuan….kkkkk

    Sunny mulai menjahui sungmin??? Tapi spertinya sekrng sungmin Ϋά̲̣̥ηġ mulai kehilangan….hmmmmm

    Jesicca sepertinya sengaja mengatakn tentang pertunangan ηγά̲̣̥ di dpen soeun_mungkin dy juga inigin mengetahui sejauhmana perasa’an soeun kepda yesung….🙂

    Huaaa…..part kali Ĭηĭ makin mebuat jelas semuanya….. Panjang bangettt ∂ķΰ sukaaa….ekekkekek

    Nextt partnya part terakhir….hmmmmm

    Di tunggu karya2 Ϋά̲̣̥ηġ lain ηγά̲̣̥ putri…. Semangat berkarya….!!!! ^^

  29. Luthfiangelsso mengatakan:

    astaga saking udah lamanya aku sampe lupa bahwa ada sesosok evil kyuhyun disini haha😀
    kyuhyun kau buat aku jatuh cinta ma sikap nd sifat mu disini #inimahselalu😀
    wahhh sepertinya jiwa shipper ku kumat nih masa aku ngarep sso ma kyu tapi kayanya gak mungkin deh kan ini ff pair yesso kkkkkk~^^

    yesung oppa galau yaa ma perasaannya ke sso, ahh oppa jgn galau” ah kasian ntar ddangkoma gak di urusin :p

    lho lho koq jessica bilang tunangan ada apa ini, apa yg di bilang yesung ma jessica ??

    wow chapter berikutnya udah end yaa hhmmm gak sabar nunggu nya semoga happy ending buat semuanya biar gak ada yg tersakiti ^_^ #bahasanya

    akhir kata selalu semangat buat putri🙂

  30. AngelsShe~ mengatakan:

    nih…ff…makin…seru…^_^
    love…yesso

  31. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    huftt.. Akhir nya yeppa sadar juga sama perasaan nyaa yg udah pindah ke Sso eonni, walaupun awal nya agak kesel ama yeppa yg ga sadar-sadar n’ slalu nyangkal sama perasaanya sendiri —–”

    kyaaa baby kyuu kamu tengil banget sih selalu bikin Sso eonni kesel kkk~ tapi suka sama karakter kyu yg kaya gini ‘-‘)/

    penasaran banget sama ending nyaa gimana, ditunggu kelanjutan ceritanya eon, semangaaattt (y)

  32. shaneyida mengatakan:

    Eoh udh mau ending aje , pdhal kek nya msh ribet bingit kliatannya .huuum.*persaan*

    Naik turun mimik muka kakk baca ni part9 ..tolong dong fotographer kyu ambil jg gambar aye kkk *abaikan* hhhhhh ~

    Sulit bgt kata cinta keluar dr mulut soeun sehingga membingungkan bang yeye ..ish bang jong mana g peka lgi jd keliatan bodoh kan uuu ayo put sekolahin biar bang yeye pinter ekekkekeke *plakk*

    Dg insting sica ,dia thu klo ada yg berbeda ma yesung,stelah sica menunjukan foto hasil cctv tsb trus sica ma yeye ngobrol ttg sso slanjutnya jwabn yeye apa ya ? Terlebih sica mau segra pertunangan nya ma yeye d percepat hmmm or mungkin pas tunangan sica bakal ngerelain yesung ma soeun kah ?? Huumm.

    Endingnya kek gmna yak,kesian klo hars menyakiiti salah satu wanita yg menyukai bng jong ,klo gt pilih putri ja deh bang hhhhh ~ *gubrak*
    Mudah2an sica mengihklaskan yesso bersama ee ;*

    Sunny ma umin nape tu , umin jd uring3an gt😄 hihi

    Kyu jgn menggoda – goda soeun deh ,jgn menggoyahkan hati aye dah, disini aye pasang spanduk yesso bukan kyusso ,seret kyu bw pulang kkkkkke *plakk*

    Lanjuuut ~
    Makin hot …put ;*

    Lempr senyum dr si kpla besar for pu3t …
    Brvoooo~

    Hehheheee

    Thumb up (y)

  33. senrumi mengatakan:

    knp sifat sso tidak berubah saja
    sepertinya kyu lebih mengerti sdo dr pada yesung
    aq msh penasaran sama next partnya

  34. shaneyida mengatakan:

    Kelupaan. Dr awal pengen nanya, ada ygkurang put, pict nya kaga’ ada yak …..
    Apa mungkin g terliat d tb kkak ya ,*plakk*😀

  35. vaaani mengatakan:

    mw tamat kenapa malah jadi rumit
    huhftt gpp setidaknya drpd sica, sso tulus disukai 3 pria muda nan tampan (yesung, sung min, kyuhyun, kekekekeke)

    ya silahkan aja si jesica menghalalkan apapun bwt mengelabuhi semua orang tapi percaya deh malah gak kan hidup bahagia dan tenang, sungmin ayooo sunny dekatin dunk,,,

    kyuppa cm cast ksekian yak,,,,, tp aku ikhlas kl sso didamparkan, dan langsung saja berlabuh kedermaga hatimu saja kyuppa

    yeppa,,,, hati tak mungkin berbohong meski lisan bertahan
    cari kbahagianmu dan keluargamu

    keep spirit putrii, ditunggu black n white nya yak🙂

  36. ikayeoja fishy mengatakan:

    waaaaahhhh keren keren…
    cerita’y mkin seru aja..huuhh akhir’y yeppa menyadari juga perasaan’y trhdp sso eonnie..
    moga aja di part selanjut’y mrka berdua bisa brssma..
    put,di tunggu next part’y ya..and jgn lupa d lnjutin ff black and white..dah lma g f post” krn aku dah penasaran am kelanjutan’y..

  37. diladirga mengatakan:

    cukup gemesin juga bacanya, semuanya ngikutin ego masing-masing, entah kenapa pengennya Sso sama kyu:/ padahal jelas-jelas pairingnya YeSso.
    Abis yesung nya nyebelin bahkan susah banget buat sadar sama perasaannya sendiri.
    Makin rumit juga jalan ceritanya terus nanti part terakhir yah? Penasaran juga ditunggu yah lanjutannya dan ff yg lainnya🙂 *semangat!

  38. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Wkwkw..
    Putri ada2 aja.. Yesunng cakep sih, jd di rebutin deh, sama cewe2 cantik..
    Kkkk

    hmm… Kayaknya omongnnya Soeun ada benernya. Kalau Yesung itu bodoh, masa dia ga sadar juga kalau suka sama Sso.. Yaelah.. Bang, kepala segede itu pasti nyimpen otak yg gede juga kan? *plaaaaakk /ngawur.

    Lama2 q juga kasihan juga sih sama Jessica, q yakin ada sesuatu yg di katakan Yesung waktu mereka bertemu, makanya pas Jessica ketemu Soeun tatapannya lain, n bicara ke kakeknya soal pertunangan..

    Scene yg Asyik tuh, pas bagian KyuSso.. Mereka berdebat bin berantem itu lucu bgt..
    Hahahahaa. Bang Epil kau membawa kesejukan ditengah2 kisah cinta yg sedikit memanas ini… Hohh!

    Postingan selanjutnya.. Semoga HaeSso or HyukSso yaa..
    Okey okey. *KedipKedip*

  39. yolan mengatakan:

    Ahhhh gak suka deh sama jesica😦
    Gitu amat sama so eun sedih deh
    Yesung juga nyebelin bgt -_-”
    Gak bisa tegas and lama sadar sama perasaannya sendiri.
    Klo kaya gitu mending so eun sama kyuhyun aja deh
    Next part ditunggu chingu ^^

  40. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Ribet ribet ribet dah masalahnya. Abang Yeye kenapa lemot banget, nggak mengerti perasaannya sendiri. Laki-laki harus tegas, bang. Benar-benar. Nah loh, si Jessica kenapa tiba-tiba bilang mau tunangan? Apa Yeye bohong lagi dengan perasaannya?? Soo Eun patah hati dech. Tapi ada si evil Kyu yang karakternya aku suka sekali.

  41. anastasia erna mengatakan:

    koq jadi gini masalahnya…
    tesung yang mulai plin plan,
    jessica mulai egois..
    sso jadi bingung sendiri…
    komplit deh seru nya….

  42. mizanafidausi mengatakan:

    nahloooo yesung galau tuh direbutin ma cwe2🙂
    pilih salah satu dong ah,,, ayo pilih mana? tentukan pilihanmu sekarang *ala choki sitohang*
    kasian deh sso ga ada temenya, sama sepupunya musuhan, dulu punya sungmin sekarang ma sunny, suka ma yesung, yesungnya suka ma jesica,,,
    malang sekali nasibmu nak *puk puk*
    aku suka karakter kyu disini tp aku masih berharap yesso kekeke dan mudah2an endingnya emang yesso🙂

  43. RANI mengatakan:

    wow bener juga ya yesung direbutin oleh dua cewek, cantik-cantik lagi.
    Tapi ceritanya makin rumit nih, sebenernya hubungan so eun sama kyuhyun itu apa sih???
    Nanti endingnya so eun sama yesung ya
    Next part
    Ceritanya udah bagus kok, tapi kok masih nggak srek aja sih

  44. lee_jihyun mengatakan:

    yah… ko udh tbc lg…

    keren chingu, keren bgt… beneran deh…😀

    I like it…^_^

  45. Devi mengatakan:

    cerita’a mkin seruu zh,,,,

    wahhh yesung oppa jd rebtan nich,,,,
    tpi kira2 yesung oppa akn memilih spa y ???eonnie so eun ato jessica,,,,,,,

    jd pnsran nich ma klanjutan’a,,,
    d tng2u klanjutan’a thor,,,,

  46. queena mengatakan:

    patah hati de so eun ny …

  47. queena mengatakan:

    patah hati de so eun ny …
    Ending ny happy ending ya .

  48. Safriyanti mengatakan:

    Hehhhehehe lucu bnget sso yg kthuan buntutin yesung,,,
    ciuman sngkat tp brksan,,,,
    aish kyu ikut nyempil ne,,,
    kyu sech tlat ktmu ma sso,,,
    nah sso jd objek foto,a,,,psti bnyak to reaksi wjah sso yg tntu,a lucu2 bnget,,,
    pnsran ne pa jwban ysung ma jessica,,,
    omo ysung mo tnangan,,,gmna nsib sso,,,
    ayo sso ma kyu j ye,,,

  49. yehaesso_ mengatakan:

    jessica ganggu nih. kenapa ngajak tunangan disaat yesung udah mulai peka dg perasaan soeun ? si abang juga nih bikin ggreget.
    cepet cepet dinext ya author lagi seru nih😀

    keep writing🙂

  50. Aisparkyu mengatakan:

    .jiaaa ktingglan blget ,,akhirny part ni post jga sruuuu put ,,kyusso lcu bnget sni,,hehee
    .bng yye lbeeet bnget sich nntuin plhan dh tau jg syang ma sso unni,,hdeeh d tnggu ja dech endngya mga bner” mmuaskn

  51. Niniet mengatakan:

    apa ada kejutan di ending?So Eun jadian ama Kyuhyun gitu??? wkwkwkwk maunya.. hihihi…btw perasaan Yesung ke So EUn masih samar nih.. antara cinta dan tidak..dan itu apa jessica tiba2 bilang mau tunangan? sengajakah? bohongan atau memang beneran?? ditunggu nextnya put🙂

  52. sungyong mengatakan:

    konflik akan segerah d’mulai,, aku hrap yesung akan jujur sma perasa’anya…
    Aaah d’sini aku suka sma karakter kyu…

  53. Irnawatyalwi mengatakan:

    Kirain yesung-jesica akn ptus eh mrka mlah ingn tunagan, sso ksian bngt smpai shock dngr prkataan jes k kakekx, mgknkn in haxa prktaan bhong jesica u menyakiti sso? Sm0ga iya, tpi kalo bner mrka akn tunagan, aq ingin kyu dtng n jg mengajak sso u brtngan supya mrka yesso salng menyakiti n akhrx br1, tpikn mslhx kyu pxa nilai minus n pndgan bruk d mta sso, jd bgmana mgkn mrka bsa dkat palg tunagan, ah pusing pokok haxa brharap yesso br1 n hdup bhgia.

  54. auliaveronica mengatakan:

    Kereeeennn FFnya ‘-‘)bb
    Berharap sso jadian sama yesung :p
    Itu beneran jessica mau tunangan sama yesung? ._.
    Ditunggu ne lanjutannya eon😉
    Fighting!!😀

  55. Dear Dhiyah mengatakan:

    Tunangan ??!!
    Emang yesung oppa ngomong apaan ??
    Yaahhh ,, sayang sekali

    I’m falling in love with kyu
    Hehehe

  56. VhIea mengatakan:

    Yesung galau yess, tpi seru ceritanya, di tunggu sajalah lanjutannya🙂. Semangat.😀

  57. haekyusso mengatakan:

    Wahhhhh,,,,yesungggg!!!! kau bnr” tdk pekaaaaaaa >,<
    Kdng kesel lht yesung yg kgk peka trhdp sso,,,nanti klo sso d ambil sm kyu ru th rasa!!!
    Waahh,,pa kah kyu d sini bkl jd phk k 3 dr hbngn sso-yesung?? pa kah nanti kyu bkl suka sm sso?? mkn pnsrn!! Dan TIDAKKK!! jgn ampe yesung tunangan dgn sica -___-"
    D tunggu next part y dan slalu Semangattt🙂

  58. kimkim mengatakan:

    Waaaa daebaaaak suka sama karakternya soeun disini
    Penasaran endingnya yesung sama jessica gimana, beneran tunangan kah? Aaaaa jgn jgn
    Mudah2an endingnya yesung sama so eun!!😀
    Ditunggu next partnya🙂 ff yg lainnya jga
    Tetap semangaaaatt

  59. PiaChu mengatakan:

    Hai thor! aku readers baru disini
    Aku udah baca chap 1-8 tadi, dan baru comment disini
    maaf yathor._.
    Aku suka sama ceritanya!
    Apalagi disini terjadi kaya’ cinta segitiga gitu._.
    Ditunggu kelanjutannya!

  60. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Kata2 yesung oppa bener2 menohok hati….
    Dan apa yg di katakan jessica membuatku ingin menangis dan sakit hati terutama untuk so eun eonni…
    Huaaaa … Hiks hiks hiks
    aku harap so eun eonni jadian m kyu oppa….
    Tlng Jgn buat so eun eonni lebih menderita dr ini..
    Udah di benci semua sepupunya..
    Pacar selingkuh…
    Eh pemuda yg di sayang malah…. Hahh,, g sanggup ngelajutin

  61. sitieunnie mengatakan:

    tlat bgt komenx.. :3
    maaf ya put..🙂
    dpart ini spertix lngkap smua konflikx..mlai dr insiden dpsta itu yg mmbuat yesung sdikit(?) sdar kalo dia pnya prsaan thd sso..krn psta itu jg lah trbngkar identitas sso n jessica yg mngetahui kalo yesung mnyukai sso..
    tp aq yakin jessica sngaja ngucapin prtunangan itu u/ mnguji reaksix sso yg sbnrx prtunangan itu tdk trjdi..jd drsna jessica tau kalo so eun jg pnya prsaan yg sma kpd yesung..😀
    kyu wlaupun nyelip2 dikit,tp khadiranx mmeriahkan suasana..wkwkwk xD

  62. Angelf mengatakan:

    Makin rumit Aja yessonya
    Beneran yesso mau Nikah sama Jessica Teri’s gimana Ssonya?
    Sama kyu Aja dech … Kyu ya beneran nyebelin banget
    Konfliknya mau ending malah bikin greget
    Padahal yesungnya juga Udah mulai Ada rasa sama Sso ya…
    Ditunggu next partnya dech
    Fighting

  63. Djkyueun mengatakan:

    Hua part ne plg aku suka ampe gk tw mw komen apa. Pas bgian kyusso nya msh kurg, pdhl pgn liat sso drbtin jg ma yekyu. Sma kyk yesung dirbtin ma jesso hahaha.. Pgn nya part slnjt nya jgn end dlu cz msh seru. Dan scpt nya dlnjt, dtggu lo. eh iya BMG nya jg cptn aku gk sbar :p dan trakhr bwt putri ttp smgt brkrya…!!

  64. Soeun mengatakan:

    Hm keraguan msih menyelimuti hati yesung mengenai perasaan nya pd Sso… Dia malah memutuskan untuk bertunangan dgn jessica😛
    kalau Sso , aku yakin dia sdh mencintai yesung

    penasaran eon dgn kelanjutan ff ini…. Semangat !

  65. princess ice mengatakan:

    hai put…lama tak kunjungin blog mu ini..
    benarkah ini akan ending d part slanjutnya? pdahal ini slahsatu ff fav aku..
    maksud kedtangan kyu apa coba? apa ini artinya yesung akhirnya bkalan dg sica? *engak!!* sso bner,yesung trlalu bodoh bwt mnyadari prsaan’a ckckck mdah2n sso jadi ma yesung deh.. okedeh ditnggu part endingnya ya put.. mian aku baru nongol stelah sekian lama gda😀
    selalu sukses bwt kamu put..!

  66. dania mengatakan:

    Ahhhh daebakk! Keren abis.. lanjut baca next partnyaaaa

  67. Rani Annisa mengatakan:

    wah ketambahan kyuhyun,, makin bingung so eun sama siapa karena ada kyuhyun…

    Kalau so eun sama yesung kyuhyun dan jessica gimana???

    Tapi kalau so eun sama kyuhyun yesung gimana???

    Makin penasaran sama endingnya nanti…

  68. 2425yy mengatakan:

    Jessica mw buru2 tunangan ma bang yeye, kasian so eun…
    Yesung udah sdar blm klo suka.jg sm.so eun…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s