~ Peach & Apple Part 3 (Closer!) ~


Peach And Apple Part 3 (Closer!) | PrincessClouds | Romance, Friendship, Family | Sequel | T (PG-13) | Main: Kim So Eun & Super Junior Eunhyuk | Cast: Super Junior Siwon, SHINee Taemin, F(x) Sulli, SISTAR Hyorin, After School Nana, EXO Chanyeol, OCs

peachapp3

Summary:           Setelah beberapa tahun lamanya, So Eun dan Eun Hyuk yang di masa lalu adalah sepasang kekasih kembali dipertemukan dalam tuntutan pekerjaan. Apa yang terjadi kalau keduanya kembali bertemu, padahal di masa lalu banyak hal yang masih mereka pertanyakan satu sama lain.

Warning:             Typo(s) & Out Of Carachter

Recommended Song: Super Junior – Opera               

*

“H-Hey!”

Eun Hyuk secara slow-motion menatap setengah panik ketika benda persegi itu bergeser dan mulai terjun bebas dari atas meja. Tanpa fikir panjang pemuda itu dengan cepat bergerak dan mengulurkan tangannya untuk menangkap ponsel So Eun, dan beruntung ia berhasil mendapatkannya ketika beberapa meter lagi benda itu melantai.

“Huh.. Huh.. Dasar ceroboh..” Eun Hyuk menggumam lega sambil mengatur kembali nafasnya. Namun ia sama sekali menyadari posisinya yang saat ini terlalu dekat dengan So Eun. Hingga ia tak menyadari bahwa kelopak mata So Eun terlihat bergerak-gerak.

“Eung..”

Mendengar suara itu Eun Hyuk segera mengangkat wajahnya dan disanalah ia sedikit membesarkan matanya menyadari posisi wajah mereka yang begitu dekat. Eun Hyuk masih mempertahankan posisi anehnya itu walau ia mungkin sudah menyadari bahwa pergerakkan mata So Eun semakin terlihat jelas, hingga tak lama terbuka sama sekali.

Keduanya reflek saling bertatapan kaget dan sama-sama melebarkan matanya satu sama lain. Hingga tak lama….

“KYAAAAAAAAAAAAAA!!”

So Eun berteriak keras dan Eun Hyuk berakhir terduduk di lantai.

*Peach_And_Apple_Part_3*

Tae Min menutup pintu lockernya kembali setelah mengambil ponselnya. Suara penutupan lockernya itu tak lama disambut dengan penutupan locker di sebelahnya.

“Kau temukan PSP-mu?” Tanya Tae Min pada rekannya itu. Park Chan Yeol tampak menganggukkan kepalanya.

“Begitulah. Kau sendiri?” Tanyanya balik.

“Juga sudah!” Tae Min menyahut sambil mengangkat ponselnya. Kedua teman sekelas itu kemudian memutuskan keluar dari tempat yang sudah sepi itu.

*!!*

Chan Yeol tiba-tiba menghentikan langkahnya dan itu membuat Tae Min ikut berhenti dan meliriknya penasaran. Sementara Chan Yeol tampak celingukan melihat sekitarnya.

“Ada apa?” Tanya Tae Min bingung akan tindak-tanduk Chan Yeol.

“Kau tak dengar sesuatu barusan?” Tanya Chan Yeol melihat sekilas sebelum kembali celingukan. Tae Min tampak mengerutkan dahinya.

“Mendengar apa?”

*!!*

Chan Yeol reflek menoleh ke arah yang baru saja mereka tinggalkan ketika mendengar suara itu kembali. Tae Min yang lagi-lagi tak mendengar apa-apa tampak bingung melihat tingkah rekannya.

“Hey, apa ya—Hey, kemana kau?” Tae Min berdecak sebal melihat Chan Yeol kembali berbalik dan berjalan ke arah yang tadi. Namun akhirnya karena ikut merasa penasaran Tae Min mengikuti langkah pemuda itu.

*!!*

Chan Yeol membuka kasar pintu ruang kesenian yang awalnya tertutup rapat. Tae Min sebenarnya ingin meneriakinya akibat ulah tidak sopannya itu, namun kata-katanya terhenti begitu saja karena Chan Yeol adalah orang pertama yang berteriak.

“APA-APAAN INI?!” Suara Chan Yeol menggelar di tempat yang sudah sangat begitu sepi. Tae Min sampai di sampingnya tak lebih dari satu detik kemudian – hanya untukterpana melihat apa yang ada di dalamnya. Disana ada empat orang gadis dengan posisi tiga gadis menyudutkan satu gadis lainnya dan sepertinya sedikit mengasarinya karena wajah gadis malang itu tampak memar serta seragamnya tampak sudah kotor. Tae Min lebih kaget lagi karena menyadari ia mengenal gadis malang itu.

“L-Lee Tae Min! P-Park Chan Yeol!” Ketiga gadis itu berseru kaget, reflek mereka melepas begitu saja si gadis malang tadi hingga tubuhnya merosot ke tanah. Kedua pemuda itu sama-sama melirik ke arah Sulli.

“Apa yang kalian lakukan, huh? Membully anak baru?” Tanya Chan Yeol sedikit emosi sambil mengalihkan pandangannya kembali pada tiga gadis tadi. Sementara Tae Min masih belum mengalihkan pandangannya dari Sulli, ia penasaran dengan keadaan gadis itu karena ia terlihat tak bergerak.

“K-Kami..” Gadis yang paling tengah menyahut gugup, sedikit tak berani menatap keduanya. “K-Kami hanya… kami..” ketiganya tampak panik dan tak berani menatap kepada kedua pemuda itu. Hingga setelah merasa buntu, dengan beberapa kode tertentu ketiganya langsung melarikan diri darisana – melewati Chan Yeol dan Tae Min begitu saja.

“HEY!” Teriak Chan Yeol kepada ketiganya, namun terlambat karena mereka telah langsung meninggalkan tempat itu. “Tck, gadis-gadis tak punya kerjaan..” omelnya kemudian.

Sementara itu Tae Min kini sudah berada di dekat Sulli untuk segera memeriksa keadaannya yang masih terlihat tanpa pergerakkan. Hal itu membuat Chan Yeol juga ikut mendekat dan memeriksa.

“Dia pingsan..” gumam Tae Min tak lama setelah melihat sendiri keadaannya.

“Apa yang terjadi? Apa luka fisik yang parah?” Tanya Chan Yeol ikut berjongkok di samping Tae Min.

“Tidak, ini lebih karena shock kurasa. Apapun, sepertinya kita harus segera membawanya keluar darisini. Kita bisa dituduh berbuat macam-macam kalau ada petugas sekolah menemukan kita…”

“Baiklah..” kata Chan Yeol sambil sedkit maju dan lebih mendekati Sulli. Tae Min tampak sedikit kaget dengan pergerakannya yang cepat itu.

“Apa yang kau lakukan?” bingungnya sambil melirik Chan Yeol yang saat ini sudah meraih tengkuk dan perpotong kaki Sulli.

“Tentu saja menggendongnya. Diakan pingsan, mana bisa jalan sendiri..” Jawab Chan Yeol bosan sambil kali ini berusaha mengangkat tubuh Sulli. Sementara itu Tae Min tampak hanya mengangkat alis datar sambil berniat menyusul Chan Yeol untuk bangun, namun ketika melihat ada sebuah benda yang diyakininya milik Sulli tergeletak begitu saja di tanah ia memilih memungutnya. “Hey Lee Tae Min! ayolah! Kau mau kutinggal?!” Teriak Chan Yeol tiba-tiba. Tae Min melirik kepadanya.

“Ya, tunggu..” ujar pemuda itu sambil mengantongi benda itu lalu berjalan menyusul Chan Yeol yang sudah terlebih dahulu membawa Sulli. Tae Min menyamakan langkahnya dengan Chan Yeol. Tae Min mengalihkan pandangannya menuju wajah Sulli yang tampak sedikit meringis ketika Chan Yeol membawanya, lalu kembali melirik temannya itu.

“Tapi mau kita bawa kemana dia?”

*(

“Apa yang kau mau lakukan?!” So Eun berteriak panik sambil segera bergeser dari tempat duduknya semula. Sementara itu Eun Hyuk yang masih berada di lantai setelah dorongan So Eun mendesis, sebelum membawa tubuhnya untuk kembali bangun. So Eun kembali lebih jaga jarak memantau setiap pergerakkan Eun Hyuk yang mendekat.

“Apa yang aku lakukan?” Eun Hyuk mendesis sebal sebelum mengangkat salah satu tangannya. “Tidak melakukan apapun selain mmenyelamatkan ponsel seseorang yang berakhir dia meneriakiku dan mendorongku.” Sambung pemuda itu sinis sebelum meletakkan ponsel So Eun kembali ke atas meja.

So Eun sedikit tergagap dengan jawaban yang diterimanya, ia berdehem singkat sambil memalingkan wajahnya dari Eun Hyuk guna menahan malu karena pemikirannya sebelumnya. “H-Huh? Benarkah? Kalau memang begitu kenapa wajahmu dekat sekali dengan wajahku? Juga.. kemana semua orang?” Tanya So Eun celingukan melihat ruangan rapat yang sudah kosong.

“Mereka semua sudah pergi beberapa menit yang lalu, nona..” jawab Eun Hyuk ketus.

“Lalu kenapa hanya tinggal kita berdua? Mana managerku?”

“Entah, aku tak punya waktu menjawabnya..” kata Eun Hyuk kesal sambil berjalan mendekat kembali pada So Eun, berniat mengambil tasnya. Namun lagi-lagi pergerakannya itu terhenti karena So Eun juga ikut bergerak bersamaya – tepatnya kembali menjauh menjarak darinya. Eun Hyuk menoleh lagi padanya, menatap gadis itu sedikit tajam. “Apa memangnya yang berada difikiranmu hingga kau menjauhiku seakan aku adalah seseorang yang mesum saat ini?”

“T-Tidak ada…” So Eun tergagap, mengalihkan pandangannya dari tatapan tajam Eun Hyuk. “A-Aku hanya benar-benar kaget saja ketika baru saja bangun wajahmu berjarak tiga sentimeter dari wajahku. Lagipula…”

So Eun menghentikan kata-katanya dengan nada aneh ketika tanpa ia sadari Eun Hyuk lebih mendekatinya. Koni wajah mereka kembali hanya berjarak sentimeter dengan tatapan Eun Hyuk yang masih tajam. So Eun sedikit sulit menelan ludahnya.

“M-Mau apa?”

“Kau bertingkah berlebihan, waktu Trainee kita juga sering hanya berdua dan semuanya baik-baik saja. Ekspresimu benar-benar mengangguku seakan-akan aku adalah seseorang yang sering berbuat jahat padamu dimasa lalu. Padahal… pernahkah aku membuatmu menangis? Kau malah selalu tertawa ketika bersamaku, ingat?” ujar Eun Hyuk masih mempertahankan jarak dekat mereka, sebelum menariknya kembali dan menjauhi So Eun.

Kedua orang itu kembali bertatapan dengan atmosfer yang lebih terasa aneh setelah ucapan itu, keduanya sama-sama tak mengatakan apapun dulu untuk saat itu. Hingga pada akhirnya Eun Hyuk melanjutkan niatnya tadi, membenahi barang dan pergi darisana.

“Berhenti membicarakan masa lalu!” Seru So Eun yang membuat langkah pemuda itu kembali terhenti. Eun Hyuk mengalihkan pandangannya kembali pada So Eun. “Trainee adalan Trainee. Masalalutetapmasalalu. Janganmembahasnyalagi, Lee Hyukjae. Aku kini sudah punya kehidupanku sendiri…” sambung So Eun balas menatap Eun Hyuk dengan tatapan yang sama.

“Yeah…” Eun Hyuk meladeninya. “Aku sebenarnyajugatakmaumembahasnya. Kufikirituadalahkenangan yang salahdantakseharusnyaterjadi. Tapi yang menjadi masalah disini adalah karena semua itu memang terjadi dulunya, dia memang ada walaupun kau tak menginginkannya…”

“Akusetuju. Bahkanakuberharapakubiasmenghapuskannyadarimemoriku…” So Eun kembali menyahutinya. Eun Hyukpun terlihat menganggukinya.

“Bagus..” kesan Eun Hyuk singkat dan terakhir kalinya, sebelum membawa langkahnya benar-benar pergi darisana. Meninggalkan sang aktris kita sendiri.

Sementara itu setelah kepergiaan Eun Hyuk So Eun menghembuskan nafas yang seakan ditahannya dari tadi. Ia mendesah singkat sebelum memukul-mukul pelan kepalanya.

)*

Dengan wajah dingin yang sama Eun Hyuk memasukki mobilnya dan langsung menghempaskan diri pada jok pengemudi. Untuk bebera menit pemuda itu tampak masih menunjukkan ekspresi dingin dan marahnya dalam beberapa saat sebelum menarik ranselnya kembali – mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.

“Lihatapa yang barusajakaukatakan. Sementarakaubahkanmasihmemegangkalungberliontin Peach ini. Kaumunafik…” gumam pemuda itu sambil mengangkat sebuah kalung dengn liontin Peach yang baru dikeluarkannya. Lagi-lagi ekspresi depresi yang sama terlihat di wajahnya.

)*

“AND.. CUT!!”

Seruan keras itu menggema di sekitar lokasi yang dipadati puluhan orang dengan benda=benda keperluan untuk syuting lainnya. Sementara suara tadi adalah suara dari seorang laki-laki setengah baya dari belakang monitor pemantaunya, diintrukdikan kepada dua orang lakon yang sedang memainkan perannya.

Si Won tersenyum pada lawan mainnya, sebelum akhirnya mengikuti managernya yang mengajaknya beristirahat setelah menyodorkan sebotol minuman. Untuk selanjutnya pemuda tampan itu bersantai di salah satu bangku untuk melepaskan penatnya.

“Nah, kau bisa beristirahat dalam satu jam. Kau mau kuambilkan sesuatu?” Seru Managernya sambil menepuk pundak bahu Si Won. Si Won tersenyum padanya.

“Tidak usah, hyung. Aku belum lapar. Aku akan memintanya kalau aku membutuhkanmu nanti.”

“Baiklah. Selamat beristirahat…” managernya itu menepuk pundak Si Won lagi sebelum beranjak darisana – melanjutkan obrolannya dengan para kru film lainnya.

Sementara itu setelah ditinggal oleh Managernya Si Won tampak langsung meraih ponselnya. Dengan lihai jemari pemuda itu mengetikkan beberapa angka sebelum menempelkannya pada telinga.

“Huh, tak diangkat. Sepertinya sedang syuting…” Si Won mengeluh tak lama sambil melirik layar ponselnya. Ia menatapnya lama sebelum salah satu alisnya terangkat, jemarinya kembali aktif untuk menekan beberapa nomor. “Sulli…” gumamnya sebelum menempelkan benda itu kembali ke telinganya. Namun ekspresi yang sama juga terlihat tak lama kemudian.

“Tch, dia juga tidak mengangkatnya. Aish, kemana semua orang..” keluhnya pelan sebelum akhirnya meletakkan ponselnya di atas meja dan lebih menyamankan diri. Mungkin sebaiknya memang ia menghabiskan waktu untuk tidur sejenak sebelum kesibukan kembali menghampirinya.

)*

Tae Min menggerakkan kakinya beberapa kali sambil menatap gelisah ke arah tempat tidur di depanya. Saat ini pemuda itu sedang bersandar pada daun pintu sementara ia terus menatap sosok yang saat ini terbaring di atas sana, masih tak sadarkan diri setelah beberapa jam.

“Aish, bagaimana ini? Ini sudah sangat begitu malam tapi dia belum juga bangun. Bagaimana kalau hyung pulang dan menuduhku macam-macam? Juga… bagaimana memberitahu keluarganya?” Tanya bingung gelisah sambil menggerak-gerakkan kakinya. Secara berulang kali ia mengecek keadaan So Eun, namun yang terjadi tetaplah hal yang sama – Sulli belum sadarkan diri. “Aish.. yang benar saja!”

*!!*

Suara bel tiba-tiba terdengar tak lama setelahnya. Tae Min yang kaget langsung melirik ke arah pintu utama apartement itu.

Hyung pulang!” Tae Min bersuara sedikit panik, menatap was-was pintu itu. “Apa yang harus kulakukan?” bingung pemuda itu sambil melirik gadis di atas tempat tidurnya yang belum juga terlihat bangun. Tae Min sedikit panik.

*!!*

“Aish…” Tae Min mengacak rambutnya frustasi sebelum akhirnya bergerak kea rah pintu. “Terserahlah, aku juga tidak melakukan apapun!”

)*

Si Won bersiul kecil sambil keluar dari mobil mewahnya yang baru saja ia parkirkan di dalam bagasi rumahnya. Di tangannya pemuda tampan itu tampak memegang ponselnya yang mati sejak beberapa jam yang lalu akibat kehabisan baterai. Terlalu sibuk dengan kegiatannya membuat ia sering lupa mengisi baterai ponselnya dan sering tak peduli kalau benda itu mati, seperti saat sekarang ini.

“Tuan muda!”

Langkah dan siulan Si Won berhenti secara bersamaan mendengar teriakan memanggil namanya. Si Won sedikit menatap heran salah satu dari assisten rumah tangannya yang berlari tergopoh ke arahnya.

“Tuan muda!” Seru wanita itu lagi, nafasnya tampak tersengal akibat berlari ke arah Si Won. “Saya menghubungi anda sejak sore tadi. Mengapa ponsel anda tidak aktif?”

“Ada apa memangnya, Bibi-Ahn?” Tanya Si Won masih tak mengerti walau firasatnya perlahan tidak merasa enak.

“Nona-Jinri…” wanita itu masih juga sedikit ngos-ngosan. “Beliau sama sekali belum pulang dari sekolahnya, Tuan-muda. Ponselnya juga tidak diangkat.”

“Apa?” Si Won begitu kaget dan reflek memeriksa layar ponselnya untuk menghubungi ponsel Sulli. Namun pemuda itu akhirnya mendesah menyadari bahwa benda itu mati. “Bagaimana mungkin? Bibi sudah menghubungi sekolahnya?”

“Sudah Tuan-muda, tapi mereka bilang bahwa kelasnya sudah keluar sejak jam tiga sore..”

“Bagaimana dengan Paman-Lim? Memang tadi ia tak menjemputnya?”

“Justru karena beliaulah kami baru menyadari hal ini. Sebenarnya seperti biasanya Lim-ssi sudah menunggu nona sejak siang tapi beliau tak pernah menampakkan diri. Lim-ssi berfikir bahwa nona-muda telah pulang sendiri tanpa sepengetahuannya.”

“Tch, yang benar saja? Kenapa tak menghubungi temannya?”

“Nona-Sulli belum memberikan nomor salah satu teman barunya, Tuan-muda. Jadi kami tidak bisa menghubungi siapapun selain pihak sekolah dan kantor polisi..”

“Arh, yang benar saja!” Si Won berseru kesal dan sedikit frustasi. Yang benar saja, ia begitu lelah seharian ini dan awalnya berniat langsung membersihkan diri dan tidur. Tapi lihat sekarang apa yang terjadi ketika ia sampai disini. “Aku akan mencarinya. Sebelumnya tolong isikan baterai ponselku..” ucap Si Won sambil menyerahkan benda di tangannya itu. Wanita itu tampak langsung menurutinya dan meninggalkan tempat itu.

“Huh, dimana dirimu Sulli?” Si Won mendesah sambil melayangkan pandangannya ke sekitarnya.

)*

Suara pintu yang terbuka dari luar terdengar setelah suara langkah mendekat. Dari balik pintu itu kini terlihat dua orang pemuda datang dari luar dengan pemuda yang terlihat lebih tinggi berada di depan sementara adiknya mengikuti di belakang.

“Hey hey Lee Tae Min, kau yakin dengan apa yang saat ini sedang kau lakukan?” Tanya Eun Hyuk tak habis fikir. Baru saja ia kembali ke apartementnya tadi namun baru saja membuka pintu ia langsung mendapatkan kabar tak biasa ini. Adiknya membawa seorang perempuan ke rumah, dalam keadaan tak sadarkan diri. “Ini bisa menimbulkan masalah untukku kalau ada yang menemukannya kau tahu?”

“Aku tahu..” Tae Min mendesah pelan. “Tapi aku tak punya pilihan lain lagi selain membawanya kemari. Semua teman-temanku tak bisa karena mereka tinggal dengan orang tuanya.”

“Lalu kenapa tak kau bawa ke rumah sakit atau kemanapun itu? Sangat beresiko membawanya kemari, Lee Tae Min…”

“Aku lebih tak mungkin membawanya kesana, hyung. Dia hanya pingsan dan sedikit terluka gores saja. Rumah sakit akan heran ketika aku membawanya kesana…”

Eun Hyuk akhirnya tak menyahuti lagi dan memilih lebih memasuki kamar tersebut, berniat melihat keadaan gadis yang menurut Tae Min adalah teman sekolahnya itu. Ya persis seperti kata Tae Min gadis ini tak mengalami cedera serius selain luka memar, tamparan, dan.. cakaran? Hey, lukanya benar-benar tak wajar, jangan bilang

“Kau tak benar-benar berbuat macam-macam padanya kan?” Tanya Eun Hyuk sambil melirik adiknya sedikit curiga. Tae Min lagi-lagi mendesah frustasi mendengarnya.

“Aish, aku bilang tidak sama sekali hyung. Aku menemukannya sudah seperti itu, dia dibully…”

“Anak muda jaman sekarang…” Eun Hyuk bergumam sambil geleng-geleng kepala. Matanya kembali ia arahkan pada sosok berwajah polos yang masih terlelap itu. Untuk sejenak Eun Hyuk terdiam menatap wajah yang terlihat tidak tenang itu, ekspresi tertetekan, ekspresi yang sama dengan ekspresi yang sering ditunjukkan So Eun dulu. “Kau sudah menghubungi keluarganya atau sejenisnya?” Tanya Eun Hyuk menepis pemikirannya dan kembali melirik Tae Min.

“Belum hyung, aku tak berani membuka tas perempuan seenaknya. Lagipula aku fikir awalnya dia akan segera sadar, aku juga tidak tahu kalau dia pingsan selama itu…”

“Aish, disaat genting seperti ini kau harus menghilangkan fikiran dangkal seperti itu Tae Min. Dua ini perempuan, keluarganya pasti cemas karena sampai jam segini dia belum pulang. Mana tasnya? Biar aku hubungi keluarganya..”

“Iya hyung..”

“Ehmm…”

Tae Min baru akan berbalik ketika ia mendengar lenguhan pelan dari atas tempat itu. Hal itu membuat ia kembali melirik ke arah tempat tidur, di hadapannya Eun Hyuk juga melakukan hal yang sama. Tae Min lebih mendekati tempat tidur.

“Uh..” Sulli kembali mengeluh sambil berusaha membuka kedua matanya yang masih memberat. Sekilas kepalanya terasa lebih sakit bersama sinar lampu yang terlalu terang menyambutnya, membuat ia memejamkan matanya kembali dalam beberapa saat sebelum membukanya sekali lagi.

Dan, dari matanya yang masih terasa perih ia melihat sebuah kamar dengan suasana serta aroma yang asing baginya. Bahkan hanya dengan menganalisa dari terangnya lampu ia langsung mengansumsikan bahwa ia bukan berada di kamarnya saat ini. Lalu dimana?

“Sudah bangun?”

Ia mendengar suara yang tak terlalu asing baginya, membuat ia menoleh ke arah suara. Tak lama gadis itu tampak sedikit kaget menemukan seorang pemuda dengan rambut blonde di hadapannya, serta pemuda lainnya yang berambut hitam.

“K-Kau.. ah..”

“Jangan bangun dulu!”

Sulli mengeluh kecil merasakan tubuhnya yang sedikit sakit ketika ia hendak bergerak dan bangun. Ia mendesis pelan menatap kedua pemuda yang baru saja berseru padanya secara bersamaan. Sulli mendesah kembali sebelum berusaha untuk bangun.

“Dimana aku?” Ahh, bahkan suaranya terdengar begitu serak apa memangnya yang terjadi padanya sebelumnya hingga ia sampai babak belur seperti ini. Tunggu, tadi dia sempat dikeroyok beberapa gadis di kelasnya kan? Lalu kenapa sekarang?

“Kau di rumahku, tadi aku dan temanku menemukanmu di sekolah dank au pingsan. Tapi karena kami tak tahu kau tinggal dimana itu sebabnya kami memutuskan membawamu kemari.” Oh, Sulli sepertinya ingat bagian ini. Setidaknya sebelum kegelapan membawanya ia sempat mendengar suara yang menyelamatkannya dari gadis-gadis tak beretika tadi, dimana salah satunya ia kenal adalah Tae Min. Tapi kalau ia sampai dibawa ke rumahnya, mungkinkah? “Kenapa kau harus memeriksa pakaianmu seperti itu? Kau fikir aku melakukan apa padamu?”

Eun Hyuk terkekeh kecil mendengar protesan adik laki-lakinya menanggapi Sulli yang langsung panik memeriksa pakainnya di tengah kesadaran yang memulih. Eun Hyuk kemudian lebih mendekati keduanya.

“Kau sudah tidak apa-apa nona?” Tanya Eun Hyuk mencairkan keadaan. Sulli tampak langsung menoleh padanya, dimana gadis itu masih menatapnya sedikit heran.

“Anda siapa?”

“Dia adalah hyungku, seorang penyanyi terkenal. Kau tak mengenalnya?” Tae Min menyahut sewot. Sulli tampak menatap Tae Min kesal, sebelum kembali menatap Eun Hyuk dan meminta penjelasan.

“Aku adalah Lee Hyuk Jae, atau korea lebih mengenalku sebagai Eun Hyuk. Aku adalah kakak laki-lakinya Tae Min.” jelas Eun Hyuk. “Bagaimana keadaanmu, nona…”

“Jinri, Choi Jinri. Tapi anda bisa memanggilku Sulli..” Sulli membantu Eun Hyuk yang sedikit menggantung kalimat akhirnya. “Tapi, dimana ini? Sudah jam berapa sekarang? Aku ingin pulang, keluargaku pasti mencemaskanku..” jelas Sulli kemudian.

“Oh, tentu. Kami bisa mengantarmu bila kau mau. Memangnya kau tinggal di daerah mana?”

)*

So Eun menggigit bibir bawahnya sambil masih memfokuskan diri mengemudikan mobilnya. Saat ini So Eun tengah berada di jalan pulang setelah menghabiskan berjam-jam waktunya di lokasi syuting.

So Eun menghembuskan nafasnya sambil berdecak menatap jalanan. Seharian ini fikirannya sebenarnya cukup kacau setelah apa yang terjadi antara dirinya dan Eun Hyuk siang ini. So Eun juga tak tahu, namun apapun yang dilakukannya hari ini fikirannya terus mengganggu dirinya sendiri, membuat ia sering melakukan kesalahan di lokasi syuting. Ini menyebalkan.

“Tch, apa yang aku fikirkan? Jelas ini hanya membuang waktu…” omel So Eun sambil terus mengemudkan mobilnya dengan kecepatan cukup pelan. Sejenak ketika ia mengalihkan pandangannya tanpa sengaja ia membaca papan jalan – baru menyadari bahwa lokasinya saat ini dekat dengan rumah Si Won.

“Tapi seharian ini Si Won tak menghubungiku. Ini aneh sekali karena sesibuk apapun dia setiap harinya pasti berusaha menghubungiku…” gumam So Eun sambil menepikan mobilnya. So Eun kemudian meraih tasnya untuk menemukan ponselnya sendiri, berniat menghubungi Si Won.

Suara nada yang sedang menyambung terdengar cukup panjang dan hal itu membuat So Eun sedikit mengerutkan dahinya. Kemana Si Won? Pemuda ini tak biasanya begini? Apakah masih syuting? Kenapa ia tak mengangkat telefonnya.

Panggilan kedua, namun yang terjadi tetap sama. So Eun hampir saja menyerah dan mematikan kontak itu, namun ketika ia baru saja hendak mematikannya tiba-tiba suara sambung terhenti dan berganti dengan sahutan.

“SULLI? KAU KAH ITU?”

So Eun tentu saja sedikit kaget mendengar seruan Si Won yang terdengar begitu panik. Namun hal itu tidak yang menjadi hal yang difikirkannya kali ini, namun ia lebih memikirkan apa yang terjadi. Kenapa Si Won terdengar panik begini? Juga.. kenapa dengan adik perempuannya, Sulli?

“Si Won, ini aku… So Eun.” Sahut So Eun tak lama.

Suara hembusan nafas terdengar dan itu terdengar seperti suara kekecewaan. Hal itu membuat So Eun semakin penasaran karena tak biasanya Si Won begini. “Maaf So Eun, aku tadi langsung mengangkat tanpa melihat nomornya dulu itu sebabnya aku salah mengenali. Aku kira kau itu Sulli tadi..” jelas Si Won kemudian.

“Apa yang terjadi disana, huh? Juga.. ada apa dengan Sulli?” Tanya So Eun penasaran.

“So Eun belum pulang dari sekolahnya hingga jam segini, So Eun. Tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Ponselnya mati, pihak sekolahnya juga mengatakan bahwa ia sudah pulang sejak sore tadi. Tapi dia sama sekali belum kembali..”

“Astaga, benarkah. Lalu apakah kau sudah menghubungi polisi?”

“Sudah, tapi mereka belum juga memberikanku kabar. Astaga So Eun, ini benar-benar membuatku gila. Aku merasa kejadian beberapa bulan yang lalu juga terjadi, Sulli disakiti. Ini membuatku cemas dan begitu ketakutan, aku takut dia kenapa-napa…” ucap Si Won terdengar begitu frustasi, dari nadanya ia bahkan seperti akan menangis karena saking paniknya.

Sebenarnya ini tak mengherankan mengapa Si Won sepanik ini. Dari dulu demi meniti kariernya ia tinggal sendirian di Negara ini sementara seluruh keluarganya menetap di luar negeri. Hingga beberapa bulan yang lalu adiknya Sulli datang dan meminta agar diijinkan untuk tinggal bersamanya di Negara ini. Si Won tentu saja senang dan menyanggupinya, hingga ia memiliki teman di Negara ini dengan menyekolahkan Sulli di salah satu sekolah ternama di kota ini.

Namun itu bukan ide yang bagus, Sulli yang notabenenya adalah anak yang dikatakan beruntung sebagai seorang anak pindahan dari luar negeri malah dimusuhi oleh teman-teman sekolahnya atas bakat dan kepintarannya. Hal itu belum ditambah dengan kecemburuan mereka begitu mengetahui bahwa ia adalah adik dari salah seorang aktor paling populer di Negara ini. Sejak saat itu sekolah bahkan tak lebih baik dari sebuah neraka bagi Sulli; ia diacuhkan, ia disisihkan, bahkan yang terburuk adalah Sulli pernah dikurung seharian di kamar mandi setelah mereka membuatnya basah kuyup. Sullipun ditemukan keesokkan harinya dengan keadaan tak sadarkan diri hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena demam yang begitu tinggi serta terkena hipotermia. Sejak saat itu akhirnya Si Won memutuskan memindahkannya kembali ke sekolah lainnya yang terkenal juga merupakan sekolah tempat keluarga konglomerat dan keluarga selebriti berkumpul. Tapi entah ini merupakan ide bagus atau tidak.

“Si Won, tenangkan dirimu. Di luar sana polisi sedang berusaha mencarinya, bukan? Kita seharusnya berdoa untuk keselamatannya..”

“Aku sungguh tak bisa tenang So Eun, aku sungguh tak tahan. Bagaimana kalau hal itu terjadi lagi atau bahkan lebih buruk? Astaga, kakak seperti apa aku sehingga membiarkan it uterus terjadi dan terjadi…”

“Si Won..”

“Aku harus mencarinya sendiri, aku harus memastikan mala mini juga. Aku tak akan mau kalau hasilnya Sulli ditemukan besok paginya membeku di kamar mandi atau lebih buruk. Aku akan mencarinya..”

“Si Won—“

“Aku menghubungimu nanti—“

“Tunggu, Choi Si Won!” So Eun sedikit menekankan suaranya ketika Si Won sedikit tak mendengarkannya karena saking paniknya. Ia berhasil, karena pemuda itu kini diam dan mendengarkannya. “Aku akan ikut denganmu mencarinya..” ucap So Eun kemudian.

“So Eun?”

“Aku sekarang ada di kompleks dekat rumahmu, aku akan kesana dalam beberapa menit. Kau terlalu panik, Si Won. Kau malah akan membahayakan dirimu bila kau pergi sendiri. Aku akan ikut bersamamu…” jelas So Eun kemudian, masih penuh tekananan.

“So Eun?”

“Tunggu sebentar disana. Aku benar-benar akan datang dalam beberapa menit. Tunggu disana!” ucap So Eun sebelum mematikan kontak singkat antara keduanya. SEtelah itu So Eun mulai menyalakan mobilnya kembali dan segera berjalan memasuki kompleks perumahan Si Won. Kali ini sedikit mempercepat laju kendarannya.

)*

Salah satu lagu ballad yang dinyanyikan oleh dirinya sendiri menggema di dalam mobil yang tengah dikemudikan Eun Hyuk dengan pelan. Di bangku kemudi, pemuda itu fokus menyentir sambil menatap lurus ke depannya. Dan di kesempatan yang lain ia sering kali menoleh ke arah kanannya dimana adik laki-lakinya duduk disana.

Tae Min mencuri-curi pandang ke bangku belakang yang tengah diduduki oleh Sulli. Saat ini gadis yang masih terlihat pucat itu tampak duduk tenang disana sambil memejamkan kedua matanya setelah memberi tahukan alamatnya kepada Eun Hyuk. Sementara itu sebuah jaket Eun Hyuk tampak membungkus tubuhnya, mengingat ia saat ini masih memakai seragam yang berbahan tipis serta berok mini.

Eun Hyuk lagi-lagi hanya tersenyum kecil menanggapi tingkah adiknya, sebelum membawa mobilnya terus mendatangi alamat yang tadi disebutkan Sulli.

)*

So Eun dengan cepat turun dari mobilnya setelah ia berhenti tepat di depan kediaman Si Won. Dari dalam rumah Si Won juga tampak langsung menoleh kepadanya begitu menyadari kedatangan gadis itu. Keduanya langsung berpelukan ketika keduanya sama-sama bertemu.

“Si Won..” So Eun berbisik sambil memeluk pemuda itu erat. Sementara Si Won juga memeluknya erat dalam beberapa saat, sebelum melepaskan pelukan itu. “Bagaimana? Apa ada kemajuan?” Tanya So Eun setelah pelukan mereka terlepas.

“Belum..” Si Won menggeleng cepat dengan ekspresi wajah yang benar-benar tidak baik. “Mereka bahkan telah mengecek seisi sekolahan itu, tapi mereka tak menemukan Sulli..” jelas Si Won benar-benar tidak tenang – diliputi emosi.

“Astaga..” So Eun ikut mendesah. Ia benar-benar merasa prihatin dengan apa yang menimpa Si Won. “Lalu apa rencanamu selanjutnya?”

“Aku tentu harus menemukannya. Aku tak mau tahu, pokoknya aku harus mengetahui bagaimana kabar adikku. Astaga, baru sebulan yang lalu aku menemukan adikku membeku di lantai toilet, Aku tak percaya sekarang hal ini harus terjadi lagi padanya. Aku benar-benar kakak yang payah, aku gagal menjaganya…”

“Sst, jangan mengatakan hal seperti itu. Ini bukan sepenuhnya kesalahanmu, semua orang tahu kau adalah kakak yang hebat untuk Sulli. Sekarang ayo kita mencarinya, aku akan menemanimu…” ajak So Eun sambil mengambil nada tengah. So Eun tak ingin Si Won terlalu menyalahkan dirinya disini yang akhirnya malah membuat pemuda itu semakin kalut dan tidak tenang.

“Ya, aku kita pergi…”

*!!*

Langkah keduanya berhenti ketika mendengar suara mobil yang memasuki perkarangan rumah bersama cahaya lampu yang menyorot tepat ke arah keduanya yang kebetulan saat ini berada tepat di depan pintu masuk rumah mewah milik Si Won. Keduanya yang sama-sama merasakan silau sedikit susah payah mengangkat wajah mereka untuk melihat tamu yang baru datang itu.

)*

“Owh! So Eun-Noona!!” Tae Min adalah yang pertama kali bersuara setelah melihat lebih jelas siapa yang saat ini berdiri tepat di depan mobil mereka. Sementara Eun Hyuk dan Sulli yang disaat yang sama juga melihat kedua orang yang saat ini masih saling berangkulan itu tampak hanya menatap datar kedua orang yang sama-sama menghalangi cahaya mobil yang memasuki langsung mata mereka itu.

“Ini adalah rumahku, Eun Hyuk-ssi. Terima kasih atas kebaikanmu karena telah mengantarku..” ucap Sulli tersadar dari keadaan. Setelah memberikan hormatnya kepada Eun Hyuk ia segera membuka pintu mobil di sampingnya. “Oiya, jaketmu…”

“Bawa saja dulu. Kau bisa menyerahkannya kapan saja kepada Tae Min nanti..” sahut Eun Hyuk memberikan senyumannya. Sulli tampak menganggukkan kepalanya.

“Terima kasih sekali lagi, Eun Hyuk-ssi. Aku akan mengembalikannya langsung kepada Tae Min-ssi besok. Tae Min-ssi, aku juga mengucapkan terima kasih padamu…” ucap Sulli pada pemuda di depannya yang masih sedikit bingung dalam beberapa hal.

“U-Um? Y-Ya…”

Sulli tersenyum sesaat sebelum membawa tubuhnya keluar dari mobil mewah Eun Hyuk tersebut. Sementara kedua saudara itu tampak memperhatikan ketika Sulli mendekati kedua pasangan yang tampak kaget bercampur lega melihat kedatangan Sulli.

“Huh, Choi Si Won dan Choi Jin Ri. Aish, ini benar-benar mengagetkanku…” Tae Min menggumam pelan sambil menatap ke hadapannya. Eun Hyuk hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Tae Min sebelum bergerak membuka sabuk pengamannya. “Mau kemana, hyung?” Tanya Tae Min menyadari Eun Hyuk yang membuka pintu di sampingnya.

“Tentu saja menjelaskan apa yang terjadi untuk menghindari kesalahfahaman. Kau juga harus turun, Taem!” Ucap Eun Hyuk sebelum turun dari kendaraannya. Tae Min tampak mendesah kecil sambil membuka sabuk pengamannya sendiri sebelum menyusul Eun Hyuk turun.

)*

Sulli membawa tubuhnya mendekati kakak laki-lakinya dan perempuan yang baru ia kenal dalam beberapa bulan itu. Di hadapannya keduanya terlihat cukup kaget dan senang melihat kehadirannya, namun Sulli malah menatap mereka dengan datar tanpa ekspresi.

“Sulli..” Si Won maju untuk menyambutnya. Ia kemudian segera memeluk adik satu-satunya itu. “Kemana saja kau seharian ini? Apa yang kau lakukan? Kau membuatku begitu cemas…” bisik Si Won yang terdengar begitu ringan dan penuh kelegaan. So Eun disisi lain tampak ikut tersenyum senang melihat keduanya.

“Aku..” Sulli melepaskan pelukan Si Won darinya, ia menatap tanpa ekspresi kakak laki-lakinya itu. “Aku—“

*!!*

Ketiganya menoleh begitu mendengar suara pintu yang dibuka dan ditutup di detik selanjutnya. Dan ketika melihat siapa yang keluar darisana Si Won dan So Eun benar-benar terlihat cukup kaget menyadari mereka menyadari sosok yang saat itu mendekat ke arah mereka tersebut.

“Lee Eun Hyuk?”

Eun Hyuk memberikan senyuman kevcil mendengar Si Won menggumamkan namanya. Ia kemudian berjalan lebih dekat dan berdiri di samping Sulli, tak lama Tae Min bergabung dengan mereka. So Eun tampak lebih kaget lagi menyadari hal tersebut.

“Tae Min-ah…” sapa So Eun begitu saja. Si Won tampak sedikit menoleh padanya ketika mendengar So Eun memanggil Tae Min dengan panggiilan akrab, sementara Tae Min balas tersenyum padanya.

“Lama tak bertemu, So Eun-noona…”

“Tunggu, apa yang terjadi disini? Kenapa… Sulli bersama kalian?” Tanya Si Won menangahi, ia langsung melirik Eun Hyuk untuk meminta jawaban. Namun belum sempat menjawab Sulli tampak lebih dahulu bersuara.

“Aku begitu lelah, aku masuk duluan..” ucap Sulli datar sambil berlalu melewati Si Won dan So Eun. So Eun tampak menoleh padanya.

“Kau mau kutemani, Sulli?”

“Tidak usah..” Sulli menggeleng. “Aku bisa sendiri..” sahutnya kemudian sambil melanjutkan jalannya memasuki rumah. Di dalam sana para maid tampak langsung menghampiri dan membantunya.

“Jadi?” Si Won mengulang pertanyaannya tak lama setelahnya, ia kembali menatap Eun Hyuk dan Tae Min secara bergantian “Apa yang terjadi?”

“Mengenai itu kebetulan adikku satu sekolah dengan adikmu. Sore ini dia dan beberapa temannya menemukan adikmu di sekolah, sedang dibully oleh teman-temannya…”

“Huh?” So Eun dan Si Won menggumam tanpa sadar, keduanya juga saling bertatapan setelahnya.

“Aku sama sekali tak tahu harus membawa Sulli kemana karena ia pingsan. Akhirnya aku memilih membawanya ke apartement kami. Namun karena ia tak juga sadarkan diri hingga tadi malam itu sebabnya kami baru bisa membawanya sekarang, aku juga tak tahu harus menghubungi keluarganya dimana karena aku juga tak menemukan ponselnya…” ucap Tae Min ikut menjelaskan. Si Won tampak mendesah mendengarnya sambil balas melirik Tae Min.

“Tidak apa-apa, aku justru bersyukur ada dirimu disana. Terima kasih karena telah menjaga Sulli dan mengatarnya pulang dengan selamat, anda juga Eun Hyuk-ssi..” ucap Si Won sambil melirik Eun Hyuk kembali. Eun Hyuk balas tersenyum padanya.

“Tidak masalah, adalah kewajiban semua orang untuk saling membantu..” jawab Eun Hyuk kemudian. Si Won tampak ikut tersenyum dan kembali mengucapkan terima kasih karena jawaban itu. “Ya sudah, ini sudah cukup malam dan kami harus segera kembali…”

“Oh, baiklah. Sekali lagi terima kasih atas bantuan anda…”

Eun Hyuk lagi-lagi tersenyum sebelum membawa adiknya pergi darisana untuk kembali pulang. Sesaat setelah tersenyum dan menatap Si Won untuk pertama kalinya ia melayangkan pandangannya sesaat pada gadis yang hanya diam di samping Si Won. So Eun tampak hanya balas menatapnya, dan menatap Eun Hyuk dan Tae Min yang kembali masuk ke dalam kendaraan mereka.

“Kau dan adiknya terlihat begitu akrab. Apakah kau sering bertemu dengannya?” Tanya Si Won tiba-tiba memecah keheningan setelah mobil Eun Hyuk meninggalkan perkarangan rumahnya. Ia menggerakkan salah satu tangannya untuk merangkul So Eun yang berdiri tepat di sampingnya.

So Eun agak tergagap dengan pertanyaan itu, ia menghembuskan nafas pelan menanggapi pertanyaan Si Won tersebut. Ah, dia terlalu senang melihat Tae Min lagi tadi sehingga tak mengingat bahwa Si Won yang masih tak tahu apapun tentang hubungannya dengan Eun Hyuk di masa lalu juga berada disana.

“Eum, begitulah..” So Eun menjawab pelan sambil tersenyum kecil pada Si Won. “Dahulu Tae Min juga adalah salah satu peserta pelatihan ketika umurnya masih begitu kecil. Hanya setahun, karena di tahun selanjutnya orang tuanya memutuskan untuk mengeluarkannya dari pelatihan. Dulu aku adalah salah satu yang sering menemaninya ketika ia masih menjalani pelatihan di usianya yang masih sangat muda…” jawab So Eun dengan lancar. Ya, memang itulah yang terjadi sebenarnya, So Eun tidak sedang membohongi Si Won lagi karena memang begitulah kenyataan yang ada.

“Begitukah, pantas kalian terlihat begitu dekat. Aku hampir merasa cemburu di saat yang tak tepat tadi..” Si Won terkekeh kecil mengingat perasaan tak jelas yang menyeruak di antara perasaan cemasnya tadi. So Eun ikut terkekeh kecil mendengarnya.

“Kau ini, sudah berulang kali kuperingatkan untuk berhenti cemburu berlebihan. Kau selalu cemburu bahkan kepada orang yang tak tepat..” ujar So Eun sambil sedikit menyikut Si Won yang masih merangkulnya. Si Won tampak sedikit mengeluh, walau ia masih terus saja tertawa. “Ya sudah, kau sebaiknya masuk dan memeriksa keadaan Sulli. Aku yakin ia sangat tidak baik-baik saja…” kata So Eun setelah beberapa lama mereka tertawa. Si Won tampak menghela nafas lalu menganggukkan kepalanya.

“Begitulah. Ini kembali membuatku bingung akan melakukan apa selanjutnya untuknya. Mungkin aku akan mengirimnya kembali pada orang tua kami di Jerman..” gumam Si Won pelan. “Bagaimana kalau kau ikut saja ke dalam dulu? Aku akan mengantarmu pulang setelah memastikan keadaan Sulli..”

“Tidak usah, aku sebaiknya langsung pulang saja. Lagipula bagaimana dengan mobilku kalau kau yang mengantarku..” tolak So Eun sambil tersenyum. Sebenarnya jauh di dalam hatinya bukan alasan itu yang menjadi utama ia menolak tawaran Si Won. Hal itu karena Sulli sebenarnya, So Eun tahu Sulli masih belum juga menyukainya dan melihat dari reaksi gadis itu tadi Sulli sepertinya sedikit marah menemukan mereka berdua ketika ia datang tadi disini.

“Kau pasti tersinggung oleh sikap Sulli tadi ya?” Si Won bergumam begitu saja seakan ia mampu membaca fikiran So Eun. So Eun sedikit menoleh kaget padanya. “Aku harap kau tidak salah faham, walau Sulli terlihat dingin namun sebenarnya dia bukan anak yang seperti itu. Dia bahkan sangat pemalu. Hanya saja Sulli memang sedikit sulit menerima orang baru dalam kehidupannya, apalagi semenjak apa yang dialaminya belakangan ini..” jelas Si Won pada kekasihnya itu. So Eun tersenyum.

“Ya, aku mengerti. Lagipula aku memang seharusnya mendekatkan diri lagi bukan kepadanya? Tapi karena keadaannya tak memungkinkan itu sebabnya hubunganku dengan Sulli tak ada kemajuan..”

“Kita bisa merencanakannya nanti..” sahut Si Won tersenyum kecil.

“Baiklah, aku benar-benar harus pulang. Kau masuklah dan temui Sulli. Dia pasti dalam keadaan yang kacau saat ini..”

“Ya, sekali lagi maaf karena tak bisa mengantarmu pulang So Eun…”

“Aku bilang tak apa-apa. Lagipula kau memang perlu mendampingi Sulli saat ini. Aku pergi..”

Sulli sedikit menjinjitkan kakinya untuk mengecup salah satu pipi Si Won. Keduanya sama-sama kembali membagi senyuman sebelum So Eun menjauh dan memasuki mobilnya. Si Won terus memperhatikan So Eun hingga mobil gadis manis itu menghilang, sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah megahnya untuk melihat keadaan adik perempuannya.

)*

“Aku benar-benar belum bisa mempercayai ini. Dia adalah adiknya Choi Si Won? Kenapa ia tak pernah mengatakannya?”

Tae Min terus menggumam dan menggumam sejak mereka meninggalkan rumah Si Won tadi. Saat ini pemuda yang berambut blonde itu terus larut dalam pemikirannya sendiri setelah apa yang ditemukannya tadi. Di sisi lain Eun Hyuk tampak hanya menghela nafas dan terus fokus menyetir, walau sesekali melirik adik laki-lakinya itu.

“Bukankah kau bilang kalian satu kelas? Bagaimana mungkin kau tak tahu?” Tanya Eun Hyuk akhirnya meladeni Tae Min yang hanya mendumel daritadi. Ia melirik Tae Min sejenak sebelum kembali menatap lurus.

“Masalahnya dia bilang dia tak punya saudara atau kerabat artis ketika ia memperkenalkan dirinya ketika pertama masuk. Dia mengaku sebagai gadis biasa yang masuk kesana karena beruntung..”

“Itu artinya dia gadis yang beda dari yang lain – tidak memperdulikan status..”

“Aish bukan itu maksudnya. Masalahnya alasan dia selama ini dibully karena dia memang dianggap biasa-biasa saja. Aku rasa dia akan mendapat lebih banyak teman kalau ia menyebutkan siapa kakaknya…” jelas Tae Min blak-blakkan.

“Mungkin dia punya alasan lain. Lagipula sebenarnya kalau aku berada di posisinya aku akan melakukan hal yang sama. Membanggakan dirimu karena saudaramu adalah orang terkenal? Apa-apaan itu..”

“Aish, kau tak juga mengerti maksud ucapanku hyung. Ah sudahlah, biarkan saja..” Tae Min mendelik kesal sambil melirik ke luar jendela, namun tak lama ia kembali melirik Eun Hyuk. “Lalu mengenai So Eun-noona.. jadi dia dan Choi Si Won benar-benar pacaran?” Tanya Tae Min pada Eun Hyuk. Pertanyaannya tampak membawa sedikit dampak perubahan pada ekspresi wajah Eun Hyuk yang awalnya tenang.

“Bukankah kau bisa menilainya sendiri..” gumam Eun Hyuk datar dan berusaha bertingkah biasa. Padahal jauh di dalam hatinya ia merasa kurang nyaman karena pertanyaan itu karena membuatnya harus mengingat kembali ketika matanya menangkap kedua orang itu yang tersorot lampu mobilnya. Kedua tangan yang saling melekat di pinggang masing-masing, hal yang sangat tak diduga akan ditemukannya ketika baru saja ia menemukan alamat gadis yang bernama Sulli tadi.

“Huh, sepertinya begitu. Aku bisa melihatnya dari keakraban mereka satu sama lain..” Tae Min menggumam pelan, sekilas perasaan tak senang juga menghinggapi dirinya. Hey, So Eun adalah kakak ipar idealnya sejak beberapa tahun yang lalu. Rasanya menyebalkan sekali melihatnya bersama laki-laki lain yang bukan kakak laki-lakinya. “Tapi sepertinya gadis menyebalkan itu tak menyukai So Eun-noona. Dia agak bersikap kasar tadi..”

Eun Hyuk hanya berlaku pasif dan terus mengemudi walau ia mendengarkan secara penuh setiap kata-kata Tae Min. Ya, ia setuju. Eun Hyuk juga melihat bahwa Sulli sepertinya tak menyukai So Eun dan berusaha menolaknya dengan sikapnya pada aktris berbakat itu. “Mungkin dia punya alasan..” Eun Hyuk menggumam tanpa sadar.

“Alasan apa? Astaga, dia hanya tak sadar bahwa ia telah berbuat hal yang salah pada calon kakak ipar terbaik di dunia. Memang dimana lagi kau akan menemukan gadis sebaik So Eun-noona? Dia cantik, menyenangkan, ramah, dan yang pasti dapat memasak dengan enak. Dia adalah kakak ipar idealku sejak dulu!” Kata Tae Min bertubi-tubi sedikit emosi.

“Tae Min!” Eun Hyuk agak terganggu dan melirik adiknya itu. “Kau selalu kekanakkan kalau itu mengenai So Eun. Hey, aku dan dia sudah putus sejak lama dan kami tak akan kembali bersama. Berhenti mengharapkan hal yang aneh-aneh seperti itu.” Ujar Eun Hyuk mendesis.

“Tak akan kembali bersama bagaimana? Mereka bahkan belum menikah dan masih pacaran, mereka bisa putus kapan saja.

“Tae Min…”

“Huh, baik-baiklah. Aku tidak akan mengatakan apapun lagi..” Tae Min menyandarkan tubuhnya pada sandaran jok. “Hanya saja, aku tak ingin kau terus membohongi dirimu, begitupun So Eun-noona. Dari awal menurutku kalian hanya sedang terbawa emosi ketika mengakhiri semuanya padahal kalian masih saling menyukai satu sama lain. Menurutku, kalau nantinya memang kalian masih mempunyai jalan untuk kembali bersama sebaiknya kalian tak membohongi perasaan masing-masing. Kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan…” gumam pemuda itu sambil kini memejamkan kedua matanya.

Sementara di sampingnya Eun Hyuk tampak menoleh sesaat kepada Tae Min setelah kata-kata itu. Pemuda itu tersenyum miris sebelum kembali fokus mengemudi.

)*

Si Won memasuki kamar Sulli setelah mengetuknya dua kali. Ketika pemuda itu baru melangkahkan satu kakinya ke dalam pandangannya langsung tertuju pada sosok yang saat ini tengah berbaring di tempat tidur dengan posisi membelakanginya. Si Won menghela nafas, tak lama ia melangkahkan kakinya kepada adik perempuannya yang kini sudah membersihkan dirinya itu.

“Jin Ri..” Si Won menggumamkan nama asli Sulli tepat ketika ia mendudukkan dirinya di tepian tempat tidur. Si Won tahu sebenarnya bahwa gadis itu sama sekali belum tidur, ia hanya tengah berusaha mengacuhkannya atau mungkin menyembunyikan sesuatu darinya. “Kau mau menceritakan sesuatu pada oppa?” Tanya Si Won perlahan. Kali ini salah satu jemarinya mengusap rambut kecokelatan milik Sulli.

Tepat seperti perkiraan gadis manis itu bergeming dari diamnya. Ia tampak membuka matanya, walau ia masih terus membelakangi Si Won. “Apa yang mau oppa dengar dariku?”

“Apa saja. Tentang apa yang terjadi di sekolah, di tempat temanmu yang bernama Lee Tae Min, atau… tentang So Eun.”

Sulli tak langsung menyahut namun ekspresi kemarahannya terlihat lebih nyata. Ya, banyak hal yang terjadi pada hari ini; mulai dari kejadian tak menyenangkan di sekolah, kejadian saat ia menemukan dirinya berada di kamar yang asing baginya, sampai merasa seluruh tubuh merasa begitu kesakitan. Namun di atas semua itu hal yang paling membuatnya marah adalah ketika ia sampai di rumah bukannya seorang Si Won yang mengkhawatirkannya yang terlihat namun ia malah menemukan kakak laki-lakinya itu bersama kekasihnya

“So Eun menawarkan diri untuk membantu mencarimu. Dia mengkhawatirkanku, dan tentu saja dirimu karena ia tahu aku cepat panik kalau sesuatu terjadi padamu. Namun ketika kami akan pergi, kau ternyata telah datang…” ucap Si Won kembali seperti mampu membaca fikiran orang yang saat ini berada di depannya. Sebenarnya semua ini bukan karena Si Won punya kemampuan super atau sejenisnya, hanya saja karena ia begitu peka dengan orang terdekatnya itu sebabnya ia bisa mudah membawca jalan fikiran orang-orang tersebut. Mungkin hal itu jugalah yang membuat ia tak merasa nyaman dengan keberadaan Eun Hyuk di sekitar So Eun walau sejauh ini ia bahkan tak mengetahui hubungan mereka di masa lalu.

Sulli lagi-lagi tak menyahut dan hanya menatap lurus ke depannya. Sebenarnya memang ia sedikit sadar bahwa ini mungkin hanya sudut pandangnya yang terlalu melebih-lebihkan. Namun tetap saja, ia tak bisa dengan mudah menerima apa yang menyambut kepulangannya tadi – apalagi di saat itu ia tengah bersama orang lain yang mengantarnya pulang.

“Sekarang giliranmu untuk menjelaskan padaku. Aku ingin tahu apa yang terjadi di sekolah barumu..” Si Won kembali memecah keheningan yang tercipta antara keduanya. Ia menatap adik perempuannya yang masih membelakanginya. “Jadi… itu terjadi lagi? Ada orang-orang yang menjahatimu lagi disana?”

Sulli hanya mendesah pelan mendengar pertanyaan Si Won yang sebenarnya terus ia hindari sejak tadi. Kali ini ia bergeming dan berbalik menghadap Si Won. “Aku tak apa-apa..” ujar Sulli pelan.

“Tidak apa-apa bagaimana? Lihat, wajahmu memar dimana-mana..”

“Memang, tapi kasus ini berbeda dari tempat sebelumnya. Ini hanya kesalahfahaman biasa..” jelas Sulli berusaha menjelaskan. Kali ini Si Won tampak tak menyahut, ia menghela nafas lalu mengangguk.

“Baiklah, kali ini oppa percaya padamu. Tapi, kalau ini terjadi lagi maka kau harus menurut untuk kukirim kembali kepada ayah dan ibu. Kau tak bisa menolaknya lagi..” ujar Si Won pada akhirnya. Sulli tampak mengangguk pelan mendengarnya. “Mulai dari besok beberapa bodyguard juga ikut denganmu ke sekola—“

“Tidak. Aku tidak mau.” Sulli langsung menggelengkan kepalanya kuat mendengar ucapan Si Won selanjutnya. “Aku kesana mau sekolah, aku tidak nyaman kalau harus diikuti oleh siapapun. Aku tak suka.” Jelas Sulli bersikeras. Si Won tampak akhirnya kembali menghela nafas dan mengangguk faham, pada akhirnya ia tahu kalau ia harus kembali mengalah.

“Baiklah kalau kau tetap bersikeras. Tapi kali ini sungguh-sungguh yang terakhir, Sulli. Kau benar-benar harus mengikuti kata-kataku ketika hal ini terjadi lagi.” Ucap Si Won pada akhirnya walau kata-katanya kembali penuh penekanan kali ini. Sulli mau tak mau tampak mengangguk lesu.

“Baiklah. Terima kasih oppa..”

(*

Pagi-pagi sekali So Eun harus kembali ke agency-nya demi membicarakan sesuatu dengan CEO perusahaannya berhubungan dengan acara fansigning yang sudah semakin dekat. Kali ini So Eun sendirian tanpa ditemani oleh managernya mengingat managernya itu harus membicarakan beberapa hal penting dengan staff drama yang saat ini juga tengah dibintanginya.

So Eun meyusuri koridor perusahaan yang menaunginya itu dengan jemari sibuk mengirimkan pesan untuk kekasihnya Choi Si Won. So Eun menyapa Si Won pagi ini dan menanyakan tentang keadaan Sulli.

*!!*

So Eun menghentikan langkahnya ketika mendengar suara musik yang menggema dari sebuah ruangan yang setahunya adalah ruangan latihan bagi para penyanyi dari Agency itu. So Eun memalingkan wajahnya ke kanan dan menemukan sebuah pintu yang kebetulan terbuka sedikit, menunjukkan siluet seseorang yang sedang menggerakkan badan sesuai dengan irama musik yang menggema.

Suara ini, lagu yang dinyanyikan ini, ia tidak begitu yakin namun rasa ia pernah mendengarnya. Dimana? Itulah pertanyaan selanjutnya, So Eun berusaha mengingatnya sambil membawa langkahnya lebih mendekati pintu bercat kehijauan itu. Hingga ketika ia sampai di daun pintu, pada akhirnya ia dapat mengingat sesuatu.

Ini lagu Eun Hyuk..

Ia bergumam. So Eun dapat kembali mengingatnya karena lagu inilah yang sering didengarkannya selama proses syutingnya bersama Eun Hyuk sekitar dua minggu yang lalu. Dan ia ingat sekali bagian klimaks lagu yang sepertinya sudah di detik terakhir ini, ini adalah bagian yang sama yang didengarnya dengan bagian ketika waktu itu bibir Eun Hyuk menyentuh bibirnya.

Musik tiba-tiba berhenti bersama suara decitan lantai, So Eun tampak sedikit kaget dengan itu dan reflek menoleh kembali ke dalam. Ia lebih kaget lagi menemukan seseorang yang diintipnya diam-diam tadi sudah berhenti menari dan menoleh ke arahnya. So Eun memalingkan wajah dan salah tingkah.

“Wow, lihat siapa disini. Artis pemeran utama pemenang Aktris terbaik tahun lalu di sebuah TV Nasional..” ujar Eun Hyuk tiba-tiba sambil tersenyum smirk. Ia membawa langkahnya mendekat ke pintu bersama air minum yang sempat di tariknya dari salah satu meja disana. “Hal apa yang membawamu kemari?” Tanya Eun Hyuk sambil bersandar pada salah satu sisi pintu, tepat di hadapan So Eun.

So Eun untuk sesaat masih melamun, masih belum bangun dari rasa kagetnya tadi. Namun hal yang lebih membuatnya cukup lama di alam bawah sadarnya adalah Eun Hyuk yang saat ini berada di depannya. Tubuh berkeringat di depannya sedikit err… So Eun menggelengkan kepalanya dan balas menatap pemuda di depannya. “Kenapa kau bertanya? Memang aku harus memberitahu padamu?!” Tanya So Eun kembali memasang wajah juteknya pada Eun Hyuk. Eun Hyuk tampak menghentikan minumnya dan terkekeh.

“Tidak juga, hanya ingin tahu. Siapa tahu kau memang datang untuk melihatku latihan. Beberapa sasaeng fansku pernah tertangkap masuk diam-diam kesini hanya untuk melihatku latihan. Kau tahu? Seperti dirimu mereka ingin melihat… abs” jelas Eun Hyuk menggoda sambil mengusap dadanya yang terbungkus singlet yang basah oleh keringat.

“Aish, percaya diri sekali. Jangan harap aku mau melakukan hal bodoh seperti itu!” Seru So Eun tak santai sambil langsung memalingkan wajahnya yang memanas dari Eun Hyuk. “L-Lagipula… kalau kau bicara soal bentuk tubuh kau itu masih kalah dari kekasihku. Asal kau tahu itu..” katanya begitu saja dengan tak lama, ucapan Eun Hyuk sedikit membuatnya panik hingga ia berfikir harus meloloskan dirinya dari tudingan Eun Hyuk dengan cara apapun.

Eun Hyuk tampak mengangkat alis karena ucapan So Eun. Ya, ia sepertinya tak bisa berkata apa-apa lagi karena memang kenyataannya tubuhnya masih kalah dari pemuda yang saat ini menjadi kekasih So Eun. Hey, Choi Si Won bahkan tahun lalu dinobatkan sebagai selebriti dengan tubuh terbaik di korea, ia bahkan juga disebut sebagai selebriti tertampan nomor tujuh di dunia.

)*

Sulli menatap sedikit was-was seisi kelas yang tampak sudah saling berhamburan keluar kelas setelah kelas selesai. Hingga setelah memastikan bahwa kelas itu sudah sepi dan hanya menyisakan dirinya dan Tae Min ia baru bergerak mengambil sebuah bungkusan yang berada di dekat tas sekolahnya lalu berjalan pelan menuju Tae Min.

“Um..”

Tae Min menoleh pada Sulli menyadari gadis itu mendekat ke arahnya. Ia menunda niatnya yang ingin keluar dari kelas. Sulli sementara itu di hadapannya tampak mendekat tanpa mengatakan apapun, hingga setelah lebih dekat ia tiba-tiba mengangkat salah satu jemarinya dan mengulurkan pada Tae Min.

“Ini, tolong sampaikan pada Eun Hyuk-ssi..” ucap Sulli pelan, wajahnya tampak masih sedikit pucat hari ini.

Tae Min melirik benda di tangan Sulli, lalu segera mengambilnya. “Hum, akan aku sampaikan.” Ucap Tae Min. “Hum, kau sudah lebih baik?”

“Y-Ya, terima kasih kembali atas kebaikanmu..” Sulli mengangguk pelan, tampak sedikit canggung. Ia sungguh ingat bahwa alasan anak-anak itu membullynya kemarin karena mereka sering melihat Sulli bersama Tae Min. Sulli berfikir memang sebaiknya ia harus jaga jarak dengan pemuda itu mulai dari sekarang. “Tapi kemarin, ada orang lain yang menolongku bersamamu bukan?” Sulli tiba-tiba ingat sesuatu dan melirik Tae Min lagi.

Tae Min mengangkat alis, bersamaan dengan itu ia ingat sosok Chan Yeol. Yah, orang yang dimaksud Sulli pasti adalah Chan Yeol. Tae Min cukup kaget kalau Sulli mengingatnya sebenarnya. “Ya—“

“YAH LEE TAE MIN!”

Kedua orang itu menghentikan pembicaraannya ketika tiba-tiba terdengar suara seruan lainnya menggema di ruang kelas. Ketika keduanya melirik sesosok pemuda tinggi dan tampan lainnya tampak bergabung masuk ke dalam kelas. Minat Sulli tampak sedikit membesar, dan Tae Min menyadari itu. Sementara itu Chan Yeol di sisi lain juga langsung melirik Sulli begitu menyadari Tae Min tak sendiri.

“Hey, bukankah kau gadis cantik yang semalam?” Tanya Chan Yeol antusias sambil berjalan mendekat ke arah mereka. Sulli tampak sedikit merona mendengar pujian itu sementara Tae Min langsung menatap datar keduanya secara bergantian.

)*

“Tapi karena kau sudah disini aku juga mau mengucapkan terima kasih padamu atas kejadian semalam. Terima kasih karena telah mengantar Sulli pulang..” So Eun kembali bersuara setelah beberapa saat mereka sama-sama terdiam setelah kejadian yang tadi. Gadis itu melirik pemuda di depannya yang tampak juga larut dalam pemikirannya dalam beberapa menit tadi.

Eun Hyuk tersenyum kecil, balas menatap So Eun. “Tidak masalah, lagipula dia adalah temannya Tae Min jadi tentu aku berkewajiban untuk melindunginya. Tapi, semalam itu.. bukankah sedikit kasar? Maksudku, ketika gadis itu hilang… tapi kalian berdua malah saling bermesraan?” ucap Eun Hyuk kemudian, So Eun tampak lebih melirik lagi padanya mendengar itu.

“Maaf telah membuatmu cemburu tuan, tapi kami sama sekali tidak seperti itu. Aku dan kekasihku Si Won juga berencana menemukannya namun kalian telah datang sebelum kami melakukannya..” jelas So Eun sedikit terpancing, namun disaat bersamaan ia juga menekankan beberapa ucapannya. Entah mengapa ia ingin Eun Hyuk tahu bahwa ia telah memiliki kekasih bersamanya kini.

“Tidak, aku tidak cemburu. Siapa bilang aku cemburu? Aku hanya kasihan pada Choi Sulli karena seperti diabaikan. Kau tak lihat perubahan ekspresinya semalam ketika melihat kalian, huh?” Eun Hyuk menjawab dengan cepat, nadanya masih cukup tenang disana.

“Sama sekali tak ada yang mengabaikan Choi Sulli disini. Kau harus tahu itu!”

“Lalu siapa yang aku lihat terabaikan semalam? Oh, atau Choi Sulli yang mengabaikanmu?”

So Eun tak menyahut, ia kehabisan kata-kata. Hal yang sama juga terjadi pada Eun Hyuk karena ia merasa juga telah salah bicara. Hey, kenapa ia bisa kelepasan bicara seperti itu? Eun Hyuk agak salah tingkah menatap So Eun yang terus menatapnya tanpa mengatakan apapun.

“Terserah ka—“

“—Oo, tunggu. Aku tak bermaksud mengatakan itu tadi. Aku kelepasan, okay?” Eun Hyuk menyusul So Eun yang baru saja hendak meninggalkan tempat itu setelah kata-katanya. Ia meraih tangan gadis itu dengan sedikit panik kalau saja ucapan tadi menyinggung perasaan gadis itu. Tak lama tangannya ditepis begitu saja.

“Siapa yang tersinggung? Aku sama sekali tak tersinggung.” So Eun melirik Eun Hyuk sedikit kesal dengan sudut matanya. “Bagiku sudah biasa kau bicara seenaknya padaku jadi aku sudah kebal..”

“Hey—“

“—Aku harus pergi karena direktur telah menungguku. Jangan menahanku lagi.” Potong So Eun ketika Eun Hyuk kembali bersuara. Gadis itu kemudian segera melanjutkan jalannya kembali setelah melirik Eun Hyuk dengan sudut matanya untuk terakhir kali.

“Aish, apa yang aku katakan..” Eun Hyuk menghela nafasnya setelah membiarkan So Eun pergi. Kali ini menatap gadis itu menjauh dari pandangannya menuju ruang direktur. “Tch, apa aku menyinggung perasaannya?” Eun Hyuk bergumam sambil sedikit mengacak rambutnya. Lagi-lagi ia kembali menatap punggung So Eun yang kian menjauh.

*To Be Continued>>*

Hum, aku tahu kalau FF ini terkesan agak sedikit lambat alurnya sehingga belum menunjukkan emosi yang jelas untuk setiap partnya. Aku juga tahu kalau reader semua masih sedikit complain tentang sedikitnya momen antara Eun Hyuk – So Eun – Si Won untuk saat-saat ini. Yup, aku masih mencoba mencari-cari konflik yang benar-benar tepat untuk ketiganya saat ini jadi aku belum memperlihatkan konflik yang sesungguhnya untuk ketiga orang ini. Semoga di part depan aku bisa dapetin konflik yang tepat untuk ketiganya ^^

Oiya, aku menghapus penggunaan priview next part untuk semua FF chapter kayak gini. Kayaknya lebih seru begitu jadi ceritanya gak mudah dibaca🙂

Yup, Happy reading ^^

47 Comments Add yours

  1. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Yeaa…
    Akhirnya ada lanjutan FF lagi….

    Mmm..
    Uni di bagian awal ada beberapa yg “tanpa spasi” gitu:/ v.v

    kasihan Sulli ya ??
    Disekolah lama karena adik Siwon di bully,disekolah skrg karena ngaku bukan siapa2 dibully juga :3
    #PoorSulli

    OMG..
    Taemin bener tuh.. Kakak Ipar Idela !!! Maunya Taemin ngasih tau itu ke Sulli ^^ baru masalah muncul lagi –”
    suka banget Taemin mendiskripsikan Kakak Idel didepan Eunhyuk ;))

    Wkwkwkwkwkwkkwkw😀
    ngakak liat Eunhyuk Oppa, apa’an Soeun mau liat absny -.-
    punya Siwon absnya lebih sesuatu…
    Hahahha langsung diam tak berkutik ni ye Oppa Eunhyuk..
    Wkwkwkwkwk😀

    ya sesuju deh sama eonnie,ini rada kelamaan v.v
    tp ttp daebak ko’….
    Ditunggu karya lainnya eoniie😉

  2. erika mengatakan:

    Wah Sso eonni gugup begitu ya berduaan sama eunhyuk oppa apa jangan” Sso eonni memang masih mencintai hyuk oppa🙂

    Hmm sulli masih belum bisa nerima Sso eonni ya😦 sulli kasihan juga ya sampe di bully begitu.

    Kyaa HyukSso moment di akhir😀 Sso eonni ketahuan lagi ngintip hyuk oppa latihan ya kkk… aish mereka ini kalo bertemu selalu aja bertengkar :3

    Yah kenapa ga ada priview untuk next partnya, padahal lagi penasaran bnget gimana nanti ceritanya HyukSso ini
    Ditunggu ya next partnya😀
    Fighting ;) 

  3. aina freedom mengatakan:

    wow keren put ,berasa bc novel pnjng bngt ..salut buat km put . sso knp gugup gt pas bersama hyuk jae ,pake ngintip hyuk latian segala …apa jngn2 sso msh cinta sm hyuk jae ? klo iya kasian wonpa .

    kasian jg liat sully di bully bgt ,paling gk bs liat org di bully wkwkwk . yg sbr ya sully .

    jd gk sbr nunggu lnjtannya …daebek ff nya putri ..good joob .

  4. Choi Shinae mengatakan:

    Wow suka bgt brothership antara Hyuk-Taem kkkk kasian soeun atas sulli. Tapi perseteruan HyukSso lbh seru sinis2 gimana gtu😀 next part ditunggu thor❤ fighting❤

  5. mizanafidausi mengatakan:

    EiAaaaa hyuksso, aku bener2 kangen baca ff dengan cast mereka berdua,,, akhirnya rinduku terobati kekeke🙂
    Soeun sama eunhyuk sama sama gengsi buat ngakuin klo mereka masih saling cinta… Aku suka banget klo mereka lg bertengkar, dan mengingat2 masa lalu kekeke😉
    Ada beberapa yang salah pengetikan dimana soeun jadi sulli, dan sulli jadi soeun, dan banyak yg kurang spasi, beda word kayanya kekeke…
    Sulli dibully sampe segitunya😦 untung ada taemin yg mbantu dia, sulli ga suka sama soeun, kayanya dia tau klo soeun suka ma cwo lain deh kekeke…
    Hahaha taemin kena marah eunhyuk gara2 masih ngarepin soeun jadi kaka ipar…
    Aku suka bgt klo ff. Yg ceritain eunhyuk lagi nge’dance, soalnya itu dia banget,,, soeun ngintipin eunhyuk nieeee… Kayanya soeun emang sengaja manas2in eunhyuk biar dia cemburu,,, aku suka klo soeun manas2in eunhyuk dan saling menyindir…

  6. anastasia erna mengatakan:

    jiah…masih saling sinis aja…
    kasian sso gak disukai ma sulli…
    kasian juga sulli di bully terus…

  7. Hunny BunnySso mengatakan:

    iya disini HyukSso momentnya dikit banget U.U .. eyyy sebenernya HyukSso itu masih saling cinta dehh tapi pada gak mau ngaku haha .. dan untuk moment taelli entah kenapa gak aku baca😄 .. Nextt kakak! Fightingggg ‘3’)9

  8. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Eonnniiii akhirnya ff yang saeng tunggu” di post juga,,huaaaa keren banget eonni ckckck hyuksso itu menipu diri mereka sendiri padahalkan masih saling cinta,,,

    wah si taemin cemburu ya ama chan dan sulli,,sulli ampe merona gitu dipuji ama chan,,keren eonni pokoknya next part selalu ditunggu..

    Keep fighting eonni

  9. Safriyanti mengatakan:

    Mmmmmmm,,,
    sso oenni sring lpas kontrol ne xlo dpan hyuk,,
    mank xlo prsaan gk bsa dbohongi,,,
    stampan, skya n shebatpapun seorg choi siwon takkan mrbah prsaan sso trhdap hyuk,,,
    pria smpurna blom tntu mndpatkan smpurna,a hati sso,,,,
    mga j da kjlsan cpa namja yg lbih d inginkan hati sso,,,

  10. lavender mengatakan:

    Apapun ceritanya selalu menarikd baca,,fighting,,

  11. YhulaiiSoeun mengatakan:

    Sebenar.y greget bgt ni liat HyukSso yg saling cuek cuekan dan seolah tidak perduli,. Padahal sbnar.y mreka itu masih cinta… Huff!! Sama sama kras kpalaa sih mreka inii… Paling suka moment d.dpan rumah.y siwon,.d.mana mreka brtemu smua… Jdi tegang sndiri… Hohoh,. Ahh jadi taemin suka bgt ma soeun jadi kakak ipar.y … Sneng jga sih ,,😀
    Tpi agak kesel sdikit ma sulli krna gak suka ma sso,, kan ksihan sso.y .. Aku pengen moment hyuksso bnyak wlaupun suka brtngkar tpi suka gemes sndiri ma mreka… Tpii d.satu sisi aku kshan jga sama siwon oppa,,dia kan cinta bgt ma sso,smntara sso,qt tau bahwa dia sbnar.y msh cinta bgt maa hyuk oppa.. Ahhh jadi sdih ngeliat.y .. Itu hyuk ngerasa brsalah,,mka.y oppa jgn ngasal ngomong,ayo minta maaf ke Sso… Hohoh.. Next part.y d.tggu ni.. Ohh yah ff Haru nya d.tggu bgt,udh pnasaran… ><

  12. Dewi mengatakan:

    sukaaa bgt sm karakter2 nyaa
    lanjut eon

  13. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Heumm.. Bener banget putri, aku rasa alurnya emang sedikit lambat, jadi mungkin bisa berchapter2 ini. Hahaha

    pas awal2 aku nemuin banyak tulisan yg ngga ada spasinya, n suka ketukar, antara Soeun dan Sulli,. Tapi overall q dah puas banget, setidaknya HyukSso dah nongol lagi meskipun momentnya dikit dan itu cuma berdebat aja mereka berdua. Wkwkwk

    Sulli, oh kasihan dirimu emang sekarang lagi jamannya Bully2an, jadi di maklumin aja ya. Untung ad Chanyeol dan Taemin jd selamat deh.

    Next partnya ditunggu putri, ff yg lain juga ya..
    Heheh Semangat!!

  14. Rakha mengatakan:

    Eunhyuk rese beneran dah,sso juga sukanya sama siapa,ga keliatan disini,dan aku suka pas part hyuksso cara mereka berinteraksi lucu dan gemesin😀

  15. anna mengatakan:

    eunhyuk msh blm sdar nie klo skpny yg to the point m ceplasceplos slu brakhir dgn pnerimaan yg slh bt soeun&g sdar jg klo skpny itu slu mnyakiti soeun,,entahlah disatu si2 ingin mslh hyuksso clear&mrk damai lg tp disatu si2 kcian siwon yg sdh bgtu tulus mncntai sso,,msh buram nie dgn ms dpn cnt mrk tp dkung sso dgn yg trbaik deh,,hwaiting

  16. zhuriya mengatakan:

    Ahirnya lanjut jg,suli kasihan d bully terus,

    D tnggu part selanjut nya ya,,

  17. tesyasavika mengatakan:

    Tumben sulli jd cwe jutek?
    Biasanya jd cwe ceria dan cerewet
    Soeun sm hyuk saling cinta tp gengsi
    Klo sulli sama taemin jadian berarti siwon sama eunhyuk iparan dong.

    Yaah. Ga ada preview lg tp gapapa deh biar penasaran. Next chap dan ff lainya ditunggu apalg B&W😉

  18. Kim Ra rA mengatakan:

    hmmmm Ceritanya makin seru….! Moment WonSso nya juga aku suka…! Siwon kayanya bakal syok berat kalau tahu masalalu Sso sama Hyuk.. dan Sulli makin kurang suka nich sama Sso… huaaaaa cengar cengir sendiri nich aama Lee tae min yang Mengklaim Sso adalah kakak ipar ideal (dan itu memang benar) dan sepertinya dia masih berharap banyak keke~ lanjut Putri……

  19. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    duh kasian sulli di bully mulu, untung ada minnie yg nolongin .. Sulli masih cuek aja sama Sso eonni, padahal kan menurut taemin Sso eonni itu type kakak ipar paling ideal kkk~
    yah part HyukSso nya dikit banget eon, hoho tapi tetep keren😀
    di tunggu next part nya ..

  20. yehaesso_ mengatakan:

    akhirnya dipost juga😀
    tingkah hyuksso lucu ya kalo udah ketemu jadi sering tatap tatapan dan berujung pertengkaran hihi
    hanya karena status sosial, sulli dibully? astaga jahat banget
    tetep suka ko author walaupun emosinya sedikit kurang memacu😀
    semoga next part author udah nemuin konfliknya dan emosinya meningkat. semangat !🙂

  21. pipip mengatakan:

    Waaaa soeun dgn eunhyuk kyknya emg masi rada sling suka ya
    Buktinya aja dri scene2 di part ini, dsn masi blm tau dan pnsrn bnget knp mreka ber2 ptus
    Eh akirnta taemin tau jg klo sulli adiknya sieon, dan kyknya taemin agak bete gtu ya klo ngliat chaeyonl dan sulli mngkin taemin udh mulai suka dgn dia
    Kyknya soeu masi msu manas2in eunhyuk ya klo dia udh punya pcar
    Pnsrn dgn next partnya apa lgi yg dperbuat eunhyuk dgn soeun? Ckck smngt eon buat lnjutin ff nya

  22. Deborah Sally mengatakan:

    Walaupun cast eunhyuk disini jadi cowok cuek, tenar, entah kenapa aku jadi ngakak hahahaha. .

    Next putri, emang gak ada adegan kocaknya kah? Dan ffmu yang satu lagi, aku baca dan komen besok ya

  23. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Aku tetap yakin kalau sebenarnya Hyuk Jae dan So Eun masih saling cinta. Tapi aah, biasalah gengsi mengalahkan segalanya. Aku suka scene HyukSso kalau lagi berdebat, tapi aku benci kalau Sso selalu membanggakan Siwon didepan Hyuk. Aku sich berharap ada cast cewek yang dekat banget Hyuk yang bisa bikin Sso cemburu.

  24. mothisan mengatakan:

    Bikin bertanya2 nich cerita’y,,,
    Ga bsa dtebak sma skli,,,

  25. Devi mengatakan:

    mkin seruuuuu zh cerita’a,,,,,,

    ksihan sulli d bully ma tmen satu sekolah’a,,,,,,

    emhhh geregetan bngeeeet dceh maa eonnie so eun and enhyuk oppa,,,,sbenar’a d dlm hati mereka tuch msih saling mncintai cman gengsi tuk d mengungkapkn’a,,,,,

    jd pnsaran dech ma klanjutan’a,,,,,
    d tng2u chingu klanjtan’a,,,,

  26. senrumi mengatakan:

    Pa segitu bencinya sulli sm sso
    ditunggu moment sso n wonn hyk ya

  27. taemin mulai ada rsa nih sma sulli

    trus gimana perasaan chanyeol k’sulli yah !??
    penasaran !!

    siwon dah mulai curiga sma hubungan sso sma hyukoppa !!

    hyuksso sma2 masih cinta kayanya !??

    kereeeen

    di tunggu part selanjutnya

  28. ciciepisces mengatakan:

    akhr.a dilanjut jga ,,
    hyuksso brantem mulu klo ketmu hehe
    aishh sulli ko gg suka sso eunni sih pdhl dia baik loh..
    gma jdi.a klo si won tw hyuk mntan sso eunni ??

  29. vaaani mengatakan:

    hyuksso kapan akur😦
    wonsso sebenarnya suka tp kyna di ff ini jangan kalian deh romantisnya :p
    sulli mah dh sdkit tw dan curigaan makanya gk suka g2
    hyukpa nyinggung bingit,, sukanya sadisin sso😦
    kapan bakal baikan nya mereka aplg romantis

  30. Ayu Nur'Avivah mengatakan:

    Sbnr’y kasian jg sso klw eunhyuk ngmong aga ‘nyeletit’ gtu..
    Waww apa kah akh da cinta segitiga antara taemin sulli chanyeol..
    Oya mudah2an coment ni tampil di kolom komentar,..Susah bgt setiap koment ga prnh muncul koment’y,mdah2ab kali ini bisa..
    Aamiin.
    Fighting bwt putri.

  31. nita mengatakan:

    Hbngn sso sm hyuk msh sinis jha. D tmbh hyuk nyinggung prsaan sso. Hemm d tnggu klnjtn ksh mrka y eon. Fighting🙂

  32. Vhi mengatakan:

    Like like like😀 keren nih cerita nya🙂 lanjutkan !

  33. Elisa mengatakan:

    Btul apa kata author konfli a blm nmpak bnget tpi sukak krena blm bsa ketbk n alur a pun aku skak….d tunggu next part and ff lainnya faighting….????

  34. sendy sekar mengatakan:

    sulli kenapa gak suka sama sso padahal taemin aja mengidam ngidamkan sso ckckck…
    ditunggu part selanjutnya🙂

  35. Niniet mengatakan:

    Eunhuk udah ketauan masih mencintai So Eun, tapi kalau Sso belum keliatan nih..masih belum jelas apa dia masih menyukai Eunhyuk atau sudah berpaling pad Siwon?? ditunggu lanjutannya..:)

  36. dyyyy mengatakan:

    waaahhh….
    trnyata ada cinta segitiga yg lain…
    taemin sulli dan chanyeol…….

  37. sitieunnie mengatakan:

    sbnrx eonnie ingin bca part 2x dlu put coz rada2 lupa jln critax..tp koq gk bs dbuka ya..tp stlh bca part 3x udh ingat lg gmn jln critax..🙂
    mmang part ini blm trlihat konflikx,tp ttp enak koq dbca..apalgi dbgian brantemx eunhyuk n sso..kkk :p
    tp wktu adegan sso ngeliat eunhyuk yg lg nari n brkringat itu jd tringat ff between JW&yesung yg wktu sso lg ngeliat JW yg jg lg brkringat..hehe
    n wktu adegan siwon yg nanyain sulli dkmarx,eonni jg tringat adegan donghae yg nanyain sso dkmarx dlm ff B&W..haha xD

  38. nurul mengatakan:

    un kayaknya unie typo di bagian “Sulli sedikit menjinjitkan kakinya untuk mengecup
    salah satu pipi Si Won.” bukannya itu harusnya soeun? Hehe😀
    Tapi tetep seru kok,gak sabar ngeliat konflik eunhyuk – so eun – siwon^^

  39. shane mengatakan:

    Bagus put (y),suka smua moment dh,,tp kesian jg ma sulli hhhe #maav Ee put ..kakak lg PelitNgomong put alias puasa ngetik #lol*
    Entr part brikutnya bru kk banyak omong😀 *

    Smangaaaaat :*

  40. auliaveronica mengatakan:

    Kasian bgt sama sulli :’ kenapa dia kena bully? –”
    Soeun masih suka ya sama eunhyuk? Terus siwon gimana?
    Ditunggu ne ff lanjutannya eon?😉 fighting!!^^

  41. ticha mengatakan:

    hmmn….agak kesel saat sulli mengabaikan sso eunnie…pdhl sso emang khawatir😦
    ga tega juga sma hyukppa,,,hyuksso masih saling suka kaaan???🙂
    setuju sama pendapat taemin…klw istri idaman paling sempurna ya sso eunnie…hehehehe😉
    aduuuhhh…..itu sso eunnie perasaan’a gmn ya???waktu hyuppa nyinggung sulli yg nyuekin sso😦

    masih ada typo saeng…
    yg harus’ sulli jd so eun…hehe😀

    hm…penasaran ama next part’a
    ditgg saeng…..😉
    laaanjjuuuuuttttt »»»»»😉

  42. pithrii mengatakan:

    yaehhh,,,akhirnya ada lanjutan nya juga! ya ampun chingu knp lama sekali nunggu ff ni..
    Jadi gak sabar nunggu part selanjutnya, ohya untuk pak slnjt nya jgn lupa untuk scene hyukjae- so eun nya dprbnyak ya chingu. Okeh ditunggu aja ya…

  43. astrielf mengatakan:

    Nice fanfiction. Meskipun tokoh utamanya belum terlalu banyak scence bareng tapi aku tetep suka sama fanfict ini. Aku suka sama semua karakter disini soeun cocok sama siwon, eunhyuk juga karakternya cocok tuh kalo dibuat sedikit ngejar-ngejar soeun kak hehe. Aku juga suka pair : taelli haha. Dan karakter taemin yang banyak ngomong dan begitu ramah sama soeun pokoknya suka suka. Dilanjutkan segera😀

  44. Soeun mengatakan:

    Kasihan sulli selalu di bully di sekolah lama maupun yg skrng😦
    tpi knapa sulli tdk menyukai Sso ?

    Terbukti memang hyukSso masih sma2 saling mencintai …, msih menyimpan kalung peach&apple

    taemin gak suka lht kedekatan sulli dgn chanyeol ckc

    next part slalu ditunggu🙂

  45. Meshinta Kim mengatakan:

    hak hak.. nasibmu apes hyukjae-ah.. niatnya nolongin malah didorong gitu😀.. mereka ini kadang kyak tom & jerry tpi kdang jga kyak romie &julie.. hadeuuhh.. itu sso & siwon kapan yh putusnya😀 biarkan eunsso bahagia donk.. bner tuh kata taem.. sso calon kakak ipar idaman.. jdi penasaran sama masa lalu mereka yg lbih dlm.. adeuhh sulli benci yh sama sso? gk apa deh.. eh,sulli taem? ok jga😀 next next

  46. Angelf mengatakan:

    Heran banget sama hyuksso Setiap Ketemu gak pernah akur berantem Terus
    Bener jga kata teeming klo sebenernya mereka masih saling suka tpi emoji yang nahan hyuksso
    Tapi aku lebih couplelin wonsso disini sayang banget Siwon sama soeun , Teri’s Siwon kyaknya mulai Curiga in sama hyuksso
    Sulli kyaknya gak suka banget sama soeun setiap Ketemu soeun pasti nyesek in Sso,kyaknya sulli jealous dech sama Sso ,
    Hyuk nie mulai nyinggung masa lalu Terus…..
    Ditunggu next partnya

  47. Rani Annisa mengatakan:

    wah apa masih ada perasaan antara so eun & eunhyuk???

    Kasihan sully harus selalu di bully aja…

    Kenapa sih sully masih belum menerima so eun untuk menjadi kekasih siwon???

    Jadi kasihan so eun yang serba salah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s