~ How About My Love Part 6 (Destination)~


How About My LovePart 6 (Destination)|PrincessClouds|Drama-Sad-Romance-Friendship-Family|Chaptures | Kim So Eun, Lee Hyuk Jae (SJ Eunhyuk), Kim Jong Woon (SJ Yesung), Kim Taeyeon, Kim Hyoyeon, Jung Yoogeun and Others

howabout6

Warning: Typo(s), PG15, Alur berantakan. Don’t Like Don’t Read. No Bash No Blame.
Summary: “Where do you want to go..”
Recommended Songs: * Soeun’s Parts : Davichi – Because It’s You, Seo Young Eun – Can’t let go. * Eunhyuk’s Parts: Super Junior – What If, *Yesung’s Parts: Super Junior Yesung – Gray Paper

So Eun tahu bahwa ia tak akan bisa lari dari Ye Sung – bahkan hatinya menolak untuk berlari. Ia tahu bahwa sebenarnya ia tak akan bisa meloloskan diri begitu menyadari Ye Sung terus memanggilnya sambil mengejarnya. Namun So Eun benar-benar tak tahu harus bagaimana ketika melihat wajah Ye Sung lagi pagi ini. Ia merindukan Ye Sung, namun di sudut hatinya yang lain ia tahu bahwa bukanlah ide yang bagus untuknya untuk bertemu Ye Sung lagi.
*Grep!*
Seseorang memegang tangannya dan menahannya untuk pergi – yang ia tahu sendiri siapa orang itu. So Eun sebenarnya ingin memberontak hingga pegangan itu terlepas dan berlari lagi lebih kencang untuk bersembunyi dari pemuda yang ia sadari masih sering ia rindukan itu. Namun pada akhirnya ketika merasakan tangan itu kembali menyentuh tangannya hati So Eun meluruh. Ia tahu bahwa ia merindukan tangan itu menyentuhnya.
“Aku tak mau bertemu denganmu..” So Eun bersuara lirih sambil menundukkan wajahnya. Tahu bahwa ia tak dapat kemana-mana lagi kini.
Ye Sung tampak menghela nafas sambil menatap So Eun, dengan hati-hati ia melepaskan pegangannya di tangan So Eun lalu mengulurkan sesuatu di tangannya yang lain.
“Kau menjatuhkannya…”
So Eun melirik bungkusan yang diulurkan itu dari matanya yang menyuram karena air matanya. Perlahan dengan jemarinya yang masih bergetar ia berusaha mengambil kembali bungkusan itu. Namun hatinya berkata lain, pada akhirnya So Eun memutuskan untuk berbalik. Memukul dada Ye Sung dengan kedua tangannya.
“Jahat! Semuanya gara-gara kau. Hidupku menderita karena kau. Sampai kapan kau terus bertingkah dingin seperti ini dan membekukan hati orang-orang di sekitarmu. Berhentilah bersikap sok keren dan tanggung jawab atas perbuatanmu!!” ucap So Eun sambil memukul dada Ye Sung berkali-kali demi menumpahkan rasa sakit yang ditahannya selama berbulan lamanya. So Eun tak pernah mengerti kenapa ia tak bisa menahan diri. Walau ia tahu Ye Sung telah membuangnya ia tahu bahwa hanya kepada pemuda itu ia bisa berkeluh-kesah. Hanya padanya.
Hati Ye Sung juga ikut merasa sedih melihat keadaan So Eun saat ini. Ia membiarkan So Eun menumpahkan kemarahannya sejenak dengan membiarkan ia memukulnya. Hingga ketika gadis itu mulai lemah dan kehabisan tenaga Ye Sung mulai meraihnya. Memeluk tubuhnya. Ia dapat merasakan gadis itu berusaha melepaskan diri darinya.
“Maafkan aku.. Maafkan aku..”
Ye Sung hanya membisikkan kata itu sambil memeluk tubuh So Eun dengan erat. Sementara So Eun berhenti memberontak, ia akhirnya tak punya pilihan lain selain membiarkan Ye Sung memeluknya. Karena tak bisa ia pungkiri ia nyaman berada di dalam rengkuhan itu.
Namun perlahan, entah karena kelelahan memberontak atau memang telah merasa lelah sejak awal So Eun merasakan kepalanya sakit tiba-tiba. Hingga tak lama pandangannya menyuram, menyuram, dan tiba-tiba menghitam. Ia pingsan.
“S-So Eun?” Panggil Ye Sung kaget ketika merasakan pertahanan So Eun runtuh bersama tubuh itu yang bertumpu sepenuhnya padanya. Pemuda itu kemudian melirik wajah So Eun dari bahunya. “So Eun?”
Tak ada jawaban, hening, memperlihatkan bahwa gadis itu benar-benar pingsan. Ye Sung merapatkan topi hoodienya lalu berusaha membawa So Eun perlahan darisana tanpa membiarkan orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka menyadari hal itu. Ye Sung tak ingin ada orang lain yang mengetahui identitasnya dan membuatnya semuanya lebih kacau.

Tae Yeon menghembuskan nafasnya pelan sambil mendudukkan dirinya pada jok mobilnya. Gadis itu terlihat menggigit bibir bawahnya, kembali terlihat menghembuskan nafas berulang-ulang kali. Saat ini fikirannya kembali dipenuhi oleh apa yang baru saja terjadi tadi.
Ye Sung menolaknya, dan pemuda itu langsung pergi dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan setelah ia menyatakan perasaannya. Tae Yeon mengerti apa alasannya, hanya saja untuk selanjutnya ia tak tahu harus bagaimana.
Apakah ia menyerah saja dan menguburkan perasannya pada Ye Sung? Atau apakah ia bertahan saja dan memperlihatkan kesungguhannya pada pemuda itu? Mengingat wanita yang dicintainya juga tak akan pernah dapat ia miliki lagi – ia telah termiliki oleh orang lain. Tae Yeon tak tahu, ia merasa bingung dengan semua ini.

Eun Hyuk terdiam di tempat duduknya sambil menatap keluar jendela gedung perkantorannya. Pemuda itu menghela nafas berulang kali setiap mengingat bagaimana berantakkannya hidupnya saat ini; telah memiliki istri yang tak pernah dicintainya, lalu menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihnya. Hidup yang benar-benar berantakkan.
Eun Hyuk menghembuskan nafasnya dan mengusap kepalanya yang benar-benar terasa sakit setiap kali ia memikirkannya. Untuk mengusir pemikiran itu Eun Hyuk memutuskan untuk kembali pada pekerjaan yang ditinggalkannya, namun di detik kemudian ia malah meninggalkannya lagi karena ia tak bisa berkonsentrasi.
“Tch, lama-lama aku bisa gila..” keluhnya sambil mengacak rambutnya. Namun tak lama setelah ia melakukannya perhatiannya teralihkan pada benda persegi di samping miliknya yang bordering nyaring. Ponsel barunya.
Hyo Yeon. Bahkan sebelum melihat langsung pada layarnya ia sudah tahu siapa orang yang menghubunginya itu. Ya tentu ia tahu karena Hyo Yeon adalah satu-satunya pihak yang mengetahui nomor ponsel barunya ini. Semalam Hyo Yeon menemaninya untuk membeli barang ini namun hal yang mengagetkannya adalah karena keesokkan paginya ia malah telah berada di apartment gadis itu, tertidur disana dengan pakaian yang sudah berantakkan dan penuh noda lipstick dimana-mana. Sepertinya semalam setelah pulang dari bar ia begitu mabuk hingga gadis itu membawanya kesana.
Bip. Kembali berdering setelah panggilan yang sebelumnya ia biarkan. Eun Hyuk tampak segera meraih benda itu dan segera mereject panggilan itu.
Fikirannya benar-benar sedang pusing. Ia sungguh tak ingin diganggu dengan apapun yang kian membingungkannya.

Elusan yang lembut dirasakan So Eun di tangan serta pipinya, membuat gadis itu terbangun dari tidurnya yang ia sendiri tak ingat kapan ia memulai. Untuk sejenak gadis itu hanya diam, tak melakukan apapun walau membuka matanya untuk meresapi kenyamanan yang ia rasakan oleh sentuhan itu. Rasanya nyaman dan hangat, sesuatu yang tak pernah lagi ia rasakan dalam beberapa bulan ini.
Jemari ini, bahkan tingkat kehalusan kulitnya So Eun dapat dengan cepat mengenalinya. Ini tangan Ye Sung. Tapi pasti ini tidak benar bukan? Ia pasti sedang bermimpi karena pada nyatanya Ye Sung tak akan mau melakukan ini lagi padanya, mengusapnya. Artis terkenal itu sudah membuangnya dan membiarkan ia sendirian melewati kehidupannya ini. Jadi tak mungkin ia disini kalau tidak So Eun hanya tengah dalam sebuah mimpi. Ya, ia percaya itu.
Namun kian lama, ingatan So Eun juga kembali sepenuhnya. Ia ingat kalau tadi rasa-rasanya ia bertemu dengan pemuda itu di halte tua tempat mereka sering menghabiskan waktu dulu. So Eun juga mulai mengingat kalau tidak salah ia sempat lari dari pemuda itu yang akhirnya gagal. Setelah itu, So Eun memukul pemuda itu berulang kali sebelum pemuda itu menariknya ke dalam sebuah pelukan sambil menggumamkan kata maaf berkali-kali. Lalu setelahnya…
“Kau bangun?”
So Eun terdiam tanpa ekspresi ketika baru saja ia membuka mata tiba-tiba sebuah wajah yang sudah berada difikirannya memang berada disana dan menatapnya. Pemuda itu awalnya tampak cemas, namun tak lama ia tersenyum kepada So Eun sambil terus mengusap jemari So Eun yang berada di genggaman tangannya.
Jadi ini bukan mimpi?
“D-Dimana ahh—“
“—Jangan bergerak dulu.” Pemuda itu segera sedikit berdiri untuk membantunya ketika So Eun yang awalnya berniat bangun tampak kesakitan. So Eun dengan pasrah kembali menghempaskan tubuhnya yang lelah ke atas tempat tidur, sementara tangannya memegang sebuah kain kompresan yang ternyata dari tadi menempel di dahinya.
“Apa yang terjadi?” Bahkan suaranya juga serak.
“Kau pingsan.” Ye Sung menyahut singkat sambil mengambil kain kompresan tadi dan merendamnya pada sebuah baskom yang berada di atas meja nakas. “Kau sepertinya belakangan ini terlalu kelelahan dan kurang tidur. Itu sebabnya kau ambruk..” sambungnya tak lama sambil memeras kain tadi dan mengembalikannya ke dahi So Eun.
“Tak perlu!” So Eun menahan Ye Sung untuk meletakkanya kembali di dahinya. So Eun kemudian memaksakan tubuh lelahnya untuk tetap bangun darisana. “Aku harus.. segera pergi.” Jawabnya lelah, tubuhnya terlihat menolak ucapannya disaat bersamaan.
“Tapi kau belum baik-baik saja. Tidurlah dalam beberapa men—“
“—Tidak. Aku mau pulang!” So Eun memotong dan lebih menekankan kata-katanya. Ia berusaha menguatkan diri untuk menatap mata Ye Sung yang terlihat kaget dengan bentakannya. “S-Suamiku.. pasti meresahkanku di rumah.”
Ye Sung hanya terdiam dan balas menatap So Eun tanpa reaksi mendengar jawaban itu. Ya, ia akui bahwa hatinya sedikit sakit mendengar hal itu namun hal yang paling ia rasakan sedikitnya adalah sebuah perasaan lain. Ia sudah tahu bagaimana kehidupan rumah tangga So Eun kini, jadi ia tahu bahwa So Eun membohonginya dengan ucapan itu – hal itu terlihat jelas dari ekspresinya.
“Kau bisa pulang nanti.” Ye Sung menuntun bahu So Eun lagi untuk kembali berbaring, mengacuhkan protesan So Eun. “Beristirahatlah setidaknya beberapa menit untuk memulihkan dirimu dulu. Kau tak bisa pulang dengan keadaan seperti ini.”
“Tidak!” So Eun menepis kain kompresan yang mau diletakkan Ye Sung lagi lalu kembali berusaha untuk bangun. “Aku benar-benar ingin pulang.” Katanya kemudian sambil lebih memaksakan dirinya untuk bangun dari tempat tidur Ye Sung. Sungguh ia langsung merasa seluruh ruangan itu memiring ketika ia melakukannya, kepalanya pusing.
“Kalau begitu aku yang antarkan.” Ye Sung ikut berdiri dan menyusul So Eun. “Kau benar-benar tak bisa dibiarkan sendiri. Kau demam tinggi. Kemana suamimu? Bagaimana mungkin ia tak menyadari hal ini terjadi padamu.” Ucap Ye Sung yang sebenarnya dibencinya untuk terucap dari mulutnya.
“Itu bukan urusanmu!” So Eun memegang kepalanya yang pusing sambil menatap Ye Sung. “Kau juga tak usah mengantarku, aku bisa sendiri. Lagipula artis sibuk sepertimu tidak seharusnya memperdulikan istri orang seperti aku.” Kata So Eun sambil kembali menguatkan dirinya untuk pergi darisana.
Ye Sung untuk sesaat kembali terdiam dengan kata-kata yang jelas terdengar tajam untuknya itu. Namun secepatnya ia menepisnya kembali dan menyusul So Eun yang terus melangkahkan kakinya pelan meninggalkan ruangan itu. Tepat ketika So Eun sampai di ambang pintu Ye Sung menahannya dengan merapatkan benda kayu itu.
“Aku tak akan membiarkanmu pergi sendiri, aku yang akan mengantarmu.” Ucap Ye Sung sambil menatap So Eun. “Tinggal pilih, pulang denganku atau tetap tinggal disini.”
So Eun kali ini hanya mampu terdiam sambil menatap mata Ye Sung yang menyiratkan keputusan final. Kalau seperti ini ia tahu bahwa ia sudah tak bisa melakukan apapun lagi selain menuruti pemuda itu. Lagipula sejujurnya memang iapun ragu untuk pergi seorang diri melihat keadaannya yang tak memungkinkan, walau pingsan di tengah jalan sepertinya lebih baik daripada harus diantar pulang lagi oleh pemuda di depannya ini.
So Eun menghela nafas, ia tahu bahwa sepertinya ia tak dapat melakukan apapun selain menuruti Ye Sung. Hal itulah yang akhirnya membuatnya mundur beberapa langkah dan mendudukkan diri pada salah satu sofa, menyandarkan tubuh lelahnya.
“Cepatlah. Aku benar-benar harus pulang..” ucapnya tak lama sambil memegangi kepalanya. Ye Sung tampak tersenyum sedikit lega mendengar jawaba itu.
“Ya, tunggu sebentar..” ucap pemuda itu sambil beranjak darisana – berniat mengambil jaket dan kunci mobil.

Eun Hyuk terlihat berada di rumah sakit lagi siang ini. Setelah sebelumnya sibuk berperang dengan dirinya serta dering ponsel dari panggilan Hyo Yeon pemuda itu akhirnya memutuskan untuk pergi menemui So Eun saja. Ia ingin mengetahui khabar istrinya itu yang kemarin ia tinggalkan begitu saja setelah berdebat masalah pengangkatan anak.
Langkahnya saat ini sudah berada tepat di depan kamar inap Yoo Geun. Pemuda itu tampak menghentikan langkah sejenak, terlihat ragu, namun setelah ia menghirup nafas lebih panjang ia kemudian mulai mengulurkan tangannya untuk membuka handel pintu.
*nae yoksimi manhatda neol geuraesso irheotda, sarangi neomchigo neomchyeo heulleo dashin~*
Langkah Eun Hyuk tiba-tiba saja berhenti ketika mendengar suara yang langsung tertangkap di pendengarannya ketika pertama kali menjejakkan kakinya setelah membuka pintu. Suara ini, walaupun ia bukanlah penggemar atau bahkan membenci pemiliknya namun ia hapal sekali suara siapa ini. Suara yang sungguh tak ia harapkan menyambut kedatangannya siang ini.
“Paman?”
Eun Hyuk tersadar dari pemikirannya, pemuda itu tersentak sambil mengangkat wajahnya dan melirik anak kecil yang menatapnya sedikit penasaran.
“Paman siapa?” Tanyanya polos.
Eun Hyuk sedikit berdehem, tak langsung menyahut. Ah benar, Yoo Geun belum pernah bertemu langsung dengannya. Karena dua kali kunjungannya kesini anak itu selalu saja masih tidur dan tak menyadari kedatangannya.
“Hum..” Eun Hyuk lebih memasuki ruangan itu, membuat Yoo Geun terlihat kian bingung. “Aku mencari istriku.”
“Istri?” Yoo Geun menunjukkan ekspresi lucu, sedikit membulatkan matanya. “Maksudnya… So Eun-noona?”
“Ya..” Eun Hyuk tersenyum sambil bergeser duduk di samping Yoo Geun, di sudut tempat tidurnya. “Dia tak pernah cerita memangnya?” Tanya Eun Hyuk sambil sedikit tersenyum, namun senyuman itu sedikit memudar begitu mendapat gelengan Yoo Geun.
“Belum, aku kira noona belum menikah..” jawabnya polos.
Eun Hyuk tertawa miris antara kesal dan merasa lucu. Apa-apaan So Eun ini? Ia membujuk Eun Hyuk untuk mengijinkan merawat anak ini tapi ia sendiri tak pernah menceritakan dirinya pada calon anak mereka ini. Sebagai gantinya ia malah memperkenalkan Ye Sung dengan memutar lagunya di ruangan ini. Istrinya itu… entah bagaimana lagi caranya Eun Hyuk bertahan dengannya.
“Benarkah? Dia benar-benar kejam kalau begitu..” Eun Hyuk tersenyum miring. “Oiya, dimana dia saat ini?” Tanya Eun Hyuk kemudian, sedikit celingukan mencari keberadaan So Eun.
“Tidak tahu..” Yoo Geun lagi-lagi menggeleng. “Biasanya noona disini kapanpun aku terbangun, tapi tidak pagi ini. Aku juga tidak tahu noona kemana pagi ini. Noona tak biasanya membiarkanku sendiri seperti ini..”
Jadi, kemana istrinya sekarang? Oh, jangan bilang ia mencari-cari waktu untuk menemui mantan kekasih selebritinya itu. Eun Hyuk menyeringai miris.
“Begitukah.. jadi aku akan menunggunya disini. Apa kau keberatan?” Tanya Eun Hyuk mengalihkan pembicaraan dan melirik Yoo Geun. Yoo Geun langsung tersenyum polos dan menggeleng. “Bagus. Oiya, kita belum kenalan. Aku adalah Lee Hyuk Jae, tapi kau bisa memanggilku Eun Hyuk-hyung. Siapa namamu?”
“Aku adalah Jung Yoo Geun, hyung..”

Suasana hening terasa di dalam mobil mewah tadi. Daritadi dua orang yang saat ini duduk berdampingan di bangku depan tampak sama-sama terdiam satu sama lain dan tak ada yang berinisiatif untuk bersuara. Hingga perjalanan yang baru di tempuh sekitar sepuluh menit lebih dari satu jam rasanya.
Ye Sung untuk kesekian kalinya mengalihkan pandangannya dari jalanan untuk mencuri-curi pandang pada gadis yang duduk di sampingnya. Seperti sebelum-sebelumnya, gadis yang merupakan cinta pertamanya itu tampak hanya diam sambil terpaku menatap ke arah luar jendela. Ekspresi tak nyaman terlihat di wajahnya.
“Bagaimana rumah tanggamu?” Ye Sung akhirnya berinisiatif untuk memulai dengan bahan pertanyaan yang sebenarnya dibencinya. Huh, sejak kapan ia bisa berbasa-basi seperti ini hingga menanyakan hal yang seperti ini. Tapi ia memang harus bertanya kali ini, mengingat ia tahu bahwa sesuatu pasti memang tak baik-baik saja dengan rumah tangga So Eun semenjak ia melihat sendiri apa yang terjadi tempo hari.
Sementara itu di tempat duduknya So Eun tampak sedikit tak nyaman dengan pertanyaan itu. Dua hal menganggunya secara bersamaan; pertanyaan yang ia benci harus memikirkan jawabannya sementara yang satunya adalah siapa yang baru saja menanyainya ini. Ada rasa menyebalkan menyerang perasaannya. “Rumah tanggaku? Tentu kami seperti keluarga lainnya, kami hidup bahagia.” Lihat, So Eun sendiri tak percaya dengan apa yang dikatakannya namun nyatanya ia tetap menyuarakannya – walaupun dengan nada yang terdengar tak stabil.
“Benarkah?” Ye Sung mengulang ambigu. Tidak, So Eun berbohong, keluarganya tentu tak baik-baik saja. Ye Sung mengenal So Eun terlalu jauh, bahkan dari nada bicara sekalipun. “Tapi kenapa aku seperti tak melihat itu..”
So Eun seperti tertohok oleh sesuatu yang tajam. Hal itu membuat ia tanpa sadar melirik pemuda di sampingnya lagi, dimana ia malah menatap lurus ke jalanan dengan tanpa ekspresi. “Apa maksudmu? Apa yang ingin kau katakan? Huh, sudah, tak perlu kau jelaskan karena aku sudah tak mau tahu. Kau ini kenapa? Kenapa tiba-tiba bertanya hal seperti ini seakan kau peduli pada kehidupanku. Dari dulu bukannya kau tak suka berbasa-basi jadi tetaplah seperti itu!” ucap So Eun begitu saja, ia lepas kendali. Ini kejam, Ye Sung seharusnya tahu itu. Selama ini sulit baginya untuk menerima kenyataan bahwa Ye Sung telah membuangnya, namun setelah dengan susah payah ia berusaha menerimanya pemuda ini malah tiba-tiba datang kembali. Ia seperti merasa dipermainkan.
Ye Sung sementara lain terdiam di tempat duduknya setelah ucapan itu. So Eun tak pernah seperti ini sebelumnya, ia tak pernah menaikkan nada setinggi itu ketika bersamanya. Hal ini menunjukkan bahwa So Eun saat ini sudah benar-benar membencinya, dan Ye Sung tahu itu sepertinya memang sudah seharusnya. Tapi.. ia tak pernah melakukan semua itu dari awal, ia hanya dipaksa oleh keadaan. Bukankah ia seharusnya juga diberikan setidaknya satu kesempatan, mengingat Eun Hyuk pun telah membuang kesempatan yang ia miliki dengan menyakiti So Eun.
“Kau hanya menangis ketika kau pingsan tadi..” Ye Sung akhirnya bersuara pelan, terdengar seperti gumaman. “Ekspresimu tidak baik-baik saja. Kau.. tak bahagia.”
Ye Sung ini keterlaluan… So Eun merengek bak anak kecil dalam hatinya. Kenapa pemuda ini seperti ini? Selalu mengetahui semua tentang diri So Eun. So Eun merasa seperti anak kecil yang diusap-usap kepalanya oleh Ye Sung ketika So Eun berusaha menahan tangisnya, membuat ia ingin berteriak dan menumpahkan bahwa yang Ye Sung katakan adakah kebenaran. Ya, ia tak baik-baik saja. Semuanya menyiksanya.
“Kau sok tahu..” So Eun berusaha mengendalikan dirinya dan mengalihkan pandangannya jauh dari So Eun. “Aku baik-baik saja, begitupun rumah tanggaku.” Jawabnya yang entah mengapa kian pelan dan terdengar serak. Menangis? Ayolah, jangan lakukan itu…
“Kalau kau bahagia aku tak seharusnya bertemu denganmu di sana, So Eun. Kau tak seharusnya berada di halte itu. Kita sama-sama tahu bahwa tempat itu adalah tempat dimana kita berdua sering bertemu ketika kita sama-sama down. Dan juga, kau menangis sejak awal ketika kau sampai disan—“
“KIM YE SUNG!” So Eun mulai tak tahan, ia langsung memotong ucapan itu dan melirik pemuda itu tajam. Namun semuanya memburuk, semuanya mengabur, air mata yang ditahannya malah meleleh begitu saja dan Ye Sung kini melihatnya. “Kumohon berhentilah. Apapun yang terjadi padaku, kau tak seharusnya ikut campur lagi. Apapun yang terjadi padaku, kau tak seharusnya peduli lagi. Berbaliklah dan kembali menjadi dirimu seorang penyanyi yang terkenal dengan jutaan fansmu. Itu lebih baik daripada kau terus bermain dengan perasaan seorang gadis sepertiku..”
Ye Sung menatap So Eun sedih sebelum mengalihkan pandangannya kembali ke depan. Sungguh ini semua adalah sebuah lelucon, ia tak tahan dengan keadaan ini. Dulu ia berfikir melepaskan So Eun setelah ancaman yang didapatkannya dari direktur perusahaannya adalah yang terbaik, gadis itu hidup selamat dan ia berada di tangan Eun Hyuk yang ia fikir bisa menjaga So Eun dengan baik. Tapi apa ini? Apa yang terjadi disini? Kenapa semua ini berantakan? Si brengsek Eun Hyuk itu, kenapa ia melakukan hal seperti ini pada akhirnya.
“Sejak dulu, aku tak pernah berbalik darimu So Eun. Ketika waktu itu kau datang padaku karena seluruh keluargamu meninggal, aku tak pernah berbalik dan meninggalkanmu. Ketika waktu itu kau lari dari orang yang mengaku sebagai kakekmu dan kau tak mempercayai itu, aku tak pernah berbalik dan meninggalkanmu. Kau sakit, kau terluka, apapun yang terjadi padamu aku tak pernah berbalik walaupun aku punya alasan untuk itu. Tapi kalau suatu hari aku tiba-tiba berbalik darimu tanpa ada apapun yang terjadi sebelumnya, maka kau seharusnya tahu bahwa aku tak mungkin melakukannya begitu saja. Aku pasti punya alasan yang memaksaku untuk melakukannya, sesuatu yang tak mendesakku hingga aku tak mempunyai jalan keluar lainnya.”
So Eun kali ini hanya diam dan hanya menatap Ye Sung yang tak menatapnya sama sekali ketika mengatakannya. Namun, ekspresi di wajahnya, ia tahu bahwa ekspresi itu tak baik-baik saja. So Eun bersumpah melihat sesuatu dari ekspresi itu yang—
“Aku bilang hentikan semua ini.” So Eun berpaling dan menepis pemikirannya barusan. “Rumah sakit yang kutuju sudah berada di depan jadi sebaiknya kita berhenti membicarakan hal yang seperti ini. Aku tak ingin mendengar apapun lagi..”
Ye Sung menarik nafas panjang mendengar jawaban So Eun yang mengisyaratkan bahwa ia telah menutup hatinya. Ya, ia sudah tak bisa melakukan apapun lagi kini kalau memang So Eun tetap tak memberikannya kesempatan seperti ini. Ye Sung tak ingin So Eun malah semakin membencinya karena itu.
Rumah sakit yang disebutkan So Eun akhirnya telah berada di depan mata mereka dan Ye Sung mulai membawa mobilnya memasuki perkarangan gedung itu. Awalnya Ye Sung tak kaget kenapa So Eun ingin diantarkan ke tempat ini, namun pada akhirnya ia lega karena So Eun kesana karena harus menjenguk seseorang yang dirawat disana. Ye Sung sempat berfikir awalnya kalau So Eun yang sakit.
Mereka telah masuk ke dalam perkarangan rumah sakit dan saat ini mobil Ye Sung telah berhenti di depan rumah sakit. Ye Sung tampak langsung melirik So Eun yang dengan cepat membuka sabuk pengamannya dan berniat turun.
“Terima kasih atas kebaikanmu, Ye Sung-ssi. Aku benar-benar menghargainya. Aku harap kau melupakan apa yang kita bicarakan ini dan… aku mendoakan agar kariermu lebih sukses lagi.”
Ye Sung hanya menatap So Eun tanpa menjawa oleh ucapan-ucapan itu. Ini tidak benar, Ye Sung benci ucapan perpisahan seperti ini dari So Eun kepadanya. Ia tak ingin jauh dari So Eun, itu menyiksanya setelah sebulan ini ia mencobanya. Ia tak ingin seperti itu lagi.
“Tapi..” Ye Sung bergumam sebelum So Eun benar-benar membuka pintu, membuat So Eun melirik lagi padanya. Tatapan mata yang sama-sama memudar dari biasanya itu kembali bertemu lagi. “Kau masih punya hutang ciuman padaku, So Eun. Aku ingin tahu kapan aku bisa mendapatkannya..” ucap Ye Sung kemudian, menatap So Eun lebih yakin.
So Eun terlihat cukup kaget hingga ia melepaskan tangannya begitu saja dari gagang pintu mobil Ye Sung. Ia menatap pemuda itu tak percaya dengan apa yang didengarnya. “Apa yang kau—“
“Dua tahun yang lalu kita pernah sama-sama berjanji di halte itu, bahwa kalau aku bisa menjadikan lirik lagu yang kau suka itu menjadi lagu dan aku menyanyikannya untukmu di depan umum, maka kau akan mengganjarnya dengan sebuah ciuman. Aku telah melakukannya, aku telah menyanyikannya bahkan di depan jutaan manusia. Maka aku seharusnya mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan..” ucap Ye Sung lagi dengan ekspresi yang masih sulit di jelaskan itu, sementara matanya menatap So Eun dalam.
So Eun benar-benar terdiam, ia tak tahu harus mengatakan apa saat ini sementara jantungnya berdetak kuat seakan ingin meledak. Ya, ia tentu mengingat janjinya itu, ia terlalu mengingatnya. Namun disaat seperti ini… bagaimana mungkin ia bisa menepatinya.
Detik hening berlalu dan Ye Sung tampak berinisiatif mendekat dan So Eun menyadari itu. So Eun mulai panik dan bingung. Tidak, tidak, ini tak seharusnya terjadi lagi. Dia adalah istri Eun Hyuk sementara pemuda di depannya adalah laki-laki yang mempermainkannya. Tidak boleh, ini tak boleh terjadi. Namun apapun itu, Ye Sung terus mendekat dan So Eun tak bergerak. Kenapa? Ia tak bisa membiarkan ini terjadi lagi, ini tidak boleh—
“J-Janga–” So Eun baru saja akan mengatakan sesuatu dan menghindar, namun diluar dugaannya Ye Sung memang menghentikan gerakannya di saat bersamaan dan malah menarik So Eun kemudian. Memeluk gadis itu erat. So Eun mengerjap-ngerjapkan matanya akibat cukup kaget.
“Aku tahu apa yang terjadi padamu…” Ye Sung tiba-tiba berbisik sambil terus memeluknya. “Aku tahu… semuanya.” Sambungnya masih berbisik sambil terus memeluk So Eun. Hal itu tentu saja membuat jantung So Eun kembali berdetak hebat. Apa maksud Ye Sung? Apakah maksudnya ia tahu apa yang terjadi di dalam rumah tangga So Eun dan Eun Hyuk?
“H-Hentikan..” So Eun berusaha melepaskan pelukannya Ye Sung darinya, namun Ye Sung tetap mempertahankan So Eun dipelukannya dan tak melepaskannya. “Lepas! “Kita tak bisa seperti ini. Aku sekarang adalah istri Eun Hyuk..”
Terjadi perubahan ritme nafas dari Ye Sung ketika So Eun mengatakan hal itu. Ye Sung terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya kembali bersuara. “Jangan menahannya sendiri. Jangan terus bersembunyi. Aku tahu… kau tak sekuat itu. Aku bersedia mendengarmu, kau tahu?”
So Eun terdiam, ia benar-benar merasa tidak tahan. Oh tidak, kelopak matanya memanas seperti akan mengeluarkan sesuatu yang deras. So Eun tak tahan, ucapan-ucapan Ye Sung ini… ini seperti jawaban tentang kebingungannya dengan apa yang terjadi dalam dirinya selama menikah dengan Eun Hyuk. Tapi… tapi…
“T-Tolong… lepaskan aku.” So Eun berusaha menegaskan suaranya walau hatinya bergetar. Air mata yang ditahannya benar-benar memberontak keluar, menyakiti kelopak matanya. “K-Kumohon…”
Ye Sung menghela nafas mendengar permintaan So Eun yang malah terdengar lebih menyedihkan. Pemuda itu akhirnya secara perlahan melepaskan pelukannya pada gadis itu. “So Eu—“
So Eun tak mendengarkan atau bahkan menatap Ye Sung setelah itu karena ia langsung berbalik dan meraih gagang pintu. Setelah terbuka gadis itu keluar, sebelum melarikan dirinya memasuki rumah sakit itu tanpa berniat menoleh ke belakang.
Sementara itu di tempatnya Ye Sung menatap kepergian So Eun hingga gadis itu menghilang dari pandangannya. Setelah So Eun tak terlihat Ye Sung menghela nafasnya panjang dan memukulkan kepalanya pelan pada gagang kemudi.
Ia masih disana dalam beberapa menit untuk mengedalikan dirinya yang juga ingin meledak.

Eun Hyuk menutup kembali pintu ruang inap Yoo Geun yang saat ini sudah kembali bersitirahat. Pemuda yang sempat menunggu So Eun untuk beberapa menit itu tampak mulai berjalan meninggalkan ruangan itu dan kembali ke tempat kerjanya.
Eun Hyuk menghela nafas sambil terus berjalan lurus menyusuri koridor rumah sakit. Saat ini, lagi, perasaan baru kembali mengganggunya berkaitan dengan kedatangan ke tempat ini. Hal ini tentu saja mengenai So Eun, istrinya, Eun Hyuk mulai bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada So Eun saat ini. Dia bilang ingin merawat Yoo Geun, tapi kenapa sejak pagi gadis itu tak berada disini? Kemudian pertanyaan lain juga menyeruak, tentang dimana ia saat ini? Apa yang ia lakukan? Dan, dengan siapa?
Eun Hyuk membelokkan tubuhnya menuju dimana letak lift berada, namun ketika ia baru saja sampai disana langkahnya tiba-tiba berhenti melihat seseorang yang saat ini berada di fikirannya berada di ujung lorong yang lain, menuju kesini.
Sementara So Eun yang sebelumnya berusaha untuk menguatkan tubuhnya yang kembali merasa lemas tampak juga mengangkat wajahnya dan menemukan Eun Hyuk – sedikit kaget. Berusaha menguatkan diri, So Eun menegakkan tubuhnya yang terasa begitu lelah baik disebabkan oleh demam ataupun perasaannya setelah bertemu Ye Sung. Gadis itu juga memastikan bahwa air matanya yang sempat menghiasi wajahnya tadi menghilang dari wajah cantiknya.
Eun Hyuk menatap datar So Eun, lalu berinisiatif bergerak mendekat duluan. Sementara So Eun hanya terdiam di tempatnya, ia tak tahu mengapa bahkan ia tak ingin bergerak darisana.
“K-kau disini?” So Eun pada akhirnya hanya mampu mengeluarkan pertanyaan itu, untuk menyambut pemuda yang tampak menunjukkan ekspresi dingin lagi kepadanya. So Eun tahu, ia akan terlibat dalam masalah baru lagi dari tatapan itu.
“Ya, aku berniat untuk melihat keadaan istriku tapi..” Eun Hyuk menghela nafas pelan, berusaha mengedalikan dirinya. “Dia tak ada di sana..”
So Eun menunduk dan menelan ludahnya bulat-bulat. Apa yang harus ia katakan, huh? Bagaimana menjelaskan hal ini agar Eun Hyuk tidak salah faham. Tapi tunggu… kenapa memangnya kalau ia harus salah faham? Toh, ia melakukan semua hal yang tak boleh dilakukan oleh seorang suami padanya secara terang-terangan. Ya, ia terlalu sering melakukannya.
“Aku.. mencari makanan untuk Yoo Geun.” Pada akhirnya So Eun hanyalah Kim So Eun, si gadis yang selalu mengalah untuk menghindari konflik. Benar, So Eun lelah.. ia bahkan baru saja melewati jam-jam penuh emosi dengan Ye Sung. Cukup sudah So Eun tak ingin hal itu disambung dengan Eun Hyuk.
“Makanan?” Eun Hyuk tersenyum sinis. “Aku tak melihat makanan di tanganmu.”
So Eun tergagap, ya… ia melupakan itu. Aish, betapa bodohnya ia.
“Y-Ya, aku tak menemukannya.” So Eun menunduk dan menjawab pelan. “Makanan kesukaan Yoo Geun, kebetulan restoran dimana aku biasa membeli tidak buka malam ini dan—“
“– Dimana memangnya letak restoran faforitnya itu? Luar kota? Luar negeri? Atau luar angkasa? Dia bilang kau sudah taka da semenjak ia bangun pagi ini, dank au baru datang siang ini tanpa membawa apapun.” Eun Hyuk memotong, mulai habis kesabaran dengan So Eun yang bertele-tele. Ini membakarnya, ini menyebalkan, So Eun jelas menyembunyikan sesuatu darinya saat ini. “Dimana kau menginap semalam?”
So Eun mengangkat wajahnya, untuk pertama kalinya menatap mata elang Eun Hyuk. Apa jenis pertanyaan itu memangnya? Bukankah seharusnya pertanyaan itu keluar dari mulut So Eun sekarang?
“Aku menginap di dalam.” So Eun menyahut cepat dan kali ini sama sekali tidak berbohong. “Ya, aku memang pergi. Namun hanya pagi ini karena..” So Eun menghentikan kata-katanya, merasa tak mungkin untuk melanjutkannya. Hingga akhirnya ia lebih menunduk dan bersuara. “Ada urusan yang harus aku selesaikan?”
“Urusan apalagi, huh? Aah, urusan bertemu dengan mantan kekasih selebritimu? Wow.”
So Eun menggigit bibir bawahnya ketika merasakan emosinya kembali menaik mendengar setiap sindiran Eun Hyuk. Seenaknya sekali pemuda ini menunduhkan hal seperti itu padanya padahal dengan susah payah ia menghindari Ye Sung demi pernikahan mereka. Padahal kalau ada satu-satunya yang harus disadarkan tentang pengkhianatan disini maka jelas orang itu bukan So Eun.
“Bukankah seharusnya dari dulu aku yang mengatakan ini, huh? Jika ada seseorang yang harus disangkut pautkan lagi dengan mantan kekasihnya… dia bukan aku.” Ucap So Eun setelahnya masih berusaha mengendalikan dirinya. Sungguh, ia lelah, bahkan seluruh tubuhnya terasa begitu sakit dan lemas. Cukup sudah Ye Sung menambah beban fikirannya pagi ini, Eun Hyuk tidak seharusnya menambahknya.
“Ya, aku tahu aku juga melakukannya.” Eun Hyuk menyela lagi. “Tapi nyatanya dia memang bukan Cuma aku. Kita sama saja. Karena bukankah kita hanya menikah pura-pura..”
Cukup! So Eun mengalihkan pandangannya yang kembali merasa mengabur. Ia lelah mendengarnya.
“Cukup, aku tak ingin membahasnya.” So Eun akhirnya bergumam pelan, benar-benar tak ingin meladeni pembicaraan ini.
“Lihat, kau selalu menghindarinya.” Eun Hyuk tertawa sinis, menatap So Eun lebih marah lagi walau ia menahannya. “Mengenai anak itu, aku setuju kalau kau memang ingin mengadopsinya. Itu yang ingin kusampaikan padamu.”
So Eun hanya mengangguk pelan sambil menatap lantai bawahnya. Itu adalah kabar gembira, namun sungguh ia tak bisa merasakan suka cita. Semua hal yang dialaminya seharian memutuskan harapannya untuk tersenyum sudah. “Ada lagi?”
“Tidak.” Eun Hyuk menyahut cepat. “Hanya saja… aku hanya ingin menekankan satu hal dulu sebelumnya. Anak itu, kuminta kau jangan mengajarinya untuk ikut menyukai mantan kekasihmu bila memang kau ingin ia diangkat atas namaku. Itu menyebalkan kau tahu? Aku tak ingin dia membicarakan tentang Kim Ye Sung di rumahku nantinya.”
So Eun mengangkat wajahnya lagi, melanggar niatnya sebelumnya untuk tidak ingin menatap wajah Eun Hyuk dulu dalam beberapa saat. “Aku tak pernah mengajarinya.”
“Benarkah? Lalu kenapa ia bisa begitu? Lucu sekali, menurutku seharusnya anak diusianya itu cenderung menyukai film kartun daripada penyanyi-penyanyi yang terkenal karena modal wajah yang lumayan. Dia tak mungkin seperti itu kalau tidak ada yang mengajarinya.”
“Aku tak tahu karena aku tak ada sangkut pautnya dengan itu.” So Eun kali ini benar-benar hampir habis kesabaran. “Tapi mungkin dia tahu, bahwa penyanyi itu memiliki sesuatu di balik kemampuannya. Sesuatu yang mungkin tidak dimiliki oleh seseorang yang hanya bisa menyudutkan orang lain, seperti dirimu.”
“Ah, kau membelanya lagi.” Eun Hyuk berdecak. “Oh, aku mulai curiga jangan-jangan Yoogeun adalah hasil hubungan diam-diammu dengan laki-laki itu..”
“Lee Hyukjae!!”
“Aku hanya bercanda.” Eun Hyuk terkekeh kecil seakan ia benar-benar hanya mengeluarkan sebuah lelucon biasa. “Sudahlah, ini membuang waktuku. Aku lebih baik pergi darisini karena ada banyak hal lain yang lebih penting yang harus kuselesaikan.” Ucap Eun Hyuk sambil berjalan melewati So Eun dan berniat meninggalkan tempat itu, hingga..
“Tunggu!” So Eun berseru tak lama ketika ia baru melangkah beberapa langkah. Eun Hyuk yang penasaran langsung berbalik setelahnya, hanya untuk dikagetkan ketika sesuatu langsung dilemparkan So Eun tepat kepadanya. Hal yang untuk dengan reflek di tangkapnya. “Lain kali, periksa dulu dimana kau meletakkan ponselmu sebelum mengeluh kehilangan. Dan, aku harap kau bisa menemukan wallpaper yang lebih baik daripada foto seperti itu. Karena kalau bukan aku yang menemukannya, ceritanya akan berbeda.”
Eun Hyuk mengangkat alisnya sedikit tak mengerti ucapan So Eun sebelum melirik benda yang saat ini berada di tangannya. Eun Hyuk sedikit mengangkat alis kaget menyadari benda itu adalah ponselnya yang hilang, namun itu bukan hal yang lebih mengagetkan karena ketika ia menyalakan ponselnya sesuatu yang lebih mengejutkan menyambutnya.
“Jaga benda seperti itu baik-baik. Kalau orang lain yang menemukannya, kita tamat Lee Hyuk Jae.” Kata So Eun untuk terakhir kalinya sambil berbalik dan berniat menlanjutkan langkahnya menuju ruang inap Yoo Geun. Meninggalkan Eun Hyuk yang menghela nafas kasar sambil menatap punggung So Eun yang menjauh.

Suara dentingan piano menyambut kedatangan Ye Sung ketika ia menapakkan kakinya kembali ke ruang latihan di perusahaannya. Pemuda itu tampak menghela nafas sambil menglurkan tangannya untuk membuka pintu di hadapannya.
Suara dentingan piano berhenti dan digantikan oleh keheningan. Ye Sung tampak menatap tanpa ekspresi pada gadis yang duduk di depan piano, dimana gadis itu tampak menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.
“U-Um, selamat siang sunbae..” gadis itu bersuara tak lama, bangkit dari tempat duduknya dan membungkukkan badannya pada Ye Sung. Ye Sung tampak menghela nafas pelan sebelum lebih melangkah masuk ke dalam.
“Selamat siang. Manager-Hyung belum datang?” Tanya Ye Sung sambil meletakkan tasnya ke atas sebuah bangku terdekat, tampak belum menatap Tae Yeon sama sekali.
“Belum. Beliau bilang setengah jam lagi.” Jawab Tae Yeon canggung. Gadis itu menunduk dalam, sebelum dengan ragu menatap Ye Sung. “H-hum, sunbae… mengenai hal tadi pagi..”
“Kau tak perlu merasa tak enak.” Ye Sung menyahut dan menoleh. “Itu adalah hal yang wajar, sama sekali bukan sebuah kesalahan. Hanya saja.. seperti jawabanku sebelumnya maka kuharap kau bisa mengerti. Jadi hal itu tidak sampai terbawa dalam pekerjaan…”
Tae Yeon menggigit bibir bawahnya sambil tersenyum getir, berusaha menguatkan dirinya karena jawaban itu. “Ya, sunbae..” ucapnya pelan walau dalam hatinya jelas ia merasa tidak nyaman dan lega disaat bersamaan. Tae Yeon lega karena ini tak memperngaruhi sikap Ye Sung terhadapnya, namun di sisi lain ia tak nyaman karena Ye Sung benar-benar seperti tak memberikannya sebuah kesempatan. Huh, pemuda ini benar-benar berhati dingin. Tae Yeon tak mengerti kenapa ia bisa menyukai pemuda ini, sangat menyukainya.

Eun Hyuk memencet bel apartment Hyo Yeon dengan tidak sabar. Sementara itu emosi terlihat jelas di mata pemuda itu di saat bersamaan. Hal itu juga dapat dipastikan dengan tempo ketukan ataupun pencetan bel yang kian tidak sabar.
Tak lama setelahnya pintu terbuka daru luar, menampakkan seorang gadis muda yang tampaknya baru saja selesai mandi karena ia masih memakai handuk kimono yang biasa digunakan untuk mandi. Gadis itu terlihat tersenyum melihat kedatangan Eun Hyuk, sementara Eun Hyuk malah bereskpresi sebaliknya.
“Yah! Kau kemari! Tch, kenapa tidak mengangkat panggilanku sejak tadi—“
Ucapannya terhenti karena Eun Hyuk mendahuluinya dan memasuki rumah itu tanpa permisi. Hyo Yeon mengangkat alis bingung, sebelum menyusul ke dalam.
“Eun—“
*!!*
Ucapannya lagi-lagi terpotong karena Eun Hyuk tiba-tiba menarik tangannya dan mendorongnya pelan pada pintu. Tak sampai disitu, pemuda itu juga langsung memberikan tatapan yang tajam, tatapan kemarahan.
“Apa yang kau lakukan, Hyo? Apa maksudmu dengan semua ini?” Tanya Eun Hyuk kemudian, berusaha tetap sabar walau ia dicengkeram emosi.
“A-apa maksudmu?” Tanya Hyo Yeon antara kaget dan bingung. Hyo Yeon sesungguhnya sudah mendapatkan petunjuk dengan arah bicara Eun Hyuk, hanya saja ia berusaha untuk tetap terlihat tak mencurigakan.
Eun Hyuk menghela nafas mendegar pertanyaan itu, sebelum memeriksa sakunya dan mengeluarkan sesuatu. “Ini. Apa maksudmu dengan mengirimkan ini kepada So Eun?” Tanya Eun Hyuk kemudian, menunjukkan benda itu tepat ke depan wajah Hyo Yeon. “Kenapa kau melakukan ini?”
Hyo Yeon tampak menghembuskan nafas, tak lagi terlihat seperti seseorang yang tak tahu apa-apa. Ia sepertinya memang sudah mengantisipasi ini terjadi. “Ya, memang aku yang mengirimnya. Aku tak sengaja menemukan ponselmu di kantor kemarin dan tiba-tiba saja ide gila itu terfikirkan olehku. Dan, karena semalam kita memang minum semalaman aku sengaja mengambil beberapa foto dan mengirimkan padanya.” Jelas Hyo Yeon kemudian, tak menatap Eun Hyuk sama sekali.
“Dan kenapa kau lakukan?” Tanya Eun Hyuk cepat, wajahnya terlihat lebih emosi.
Hyo Yeon menarik nafas lagi sambil balas menatap Eun Hyuk. “Tidak ada, aku hanya ingin menunjukkan padanya bahwa kau adalah milikku..”
“Huh?” Eun Hyuk mengangkat alisnya. “Untuk apa kau lakukan itu?”
“Tentu saja agar dia meninggalkanmu. Kau sendirikan yang bilang padaku bahwa kalian hanya pura-pura menikah seperti tunangan dulu. Aku hanya tak ingin dia terlalu melewati batas sehingga ia lupa kalau semuanya hanya pura-pura..”
Eun Hyuk kali ini terdiam, menatap Hyo Yeon sedikit tak percaya dengan kata-katanya barusan. Melarang So Eun untuk menyukainya? Apa maksudnya semua ini? Tentu Eun Hyuk ingin So Eun menyukainya atau bahkan membalas perasaannya pada gadis itu dengan menggunakan Hyo Yeon. Tapi, tunggu… menggunakan Hyo Yeon?
“Aku lelah menjadi simpananmu..” Hyo Yeon akhirnya bersuara tak lama, air mata entah sejak kapan menggenang di kelopak matanya. “Aku sangat benci kalau harus bertemu diam-diam dengamu karena kau adalah suami orang lain. Kau tak tahu? Aku benar-benar merasa seperti wanita murahan..”
Eun Hyuk benar-benar kaget, menatap gadis itu tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia membuat Hyo Yeon seperti itu? Ia membuat Hyo Yeon-nya seperti itu? Gadis yang dulu mengisi hari-harinya, ia membuatnya merasa seperti itu hanya untuk gadis lain yang tak pernah mengerti perasaannya? Benarkah ia sampai sebrengsek itu?
“Hyo..”
“Setiap hari aku semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang kau lakukan? Kau membuka tanganmu ketika aku datang pada waktu itu dan bahkan memintaku datang ke pesta pernikahanmu. Kau selalu mengajakku bertemu bahkan setelah kau menikah dan bahkan membawaku ke rumah dan menciumku di depan istrimu. Kita melakukan itu, tapi entah mengapa aku merasa bahwa kau melakukannya hanya untuk membuat istrimu itu merasa cemburu, kau hanya membuatku berputar-putar disitu dan mempermainkanku. Menjadikan seakan-akan aku adalah seorang wanita yang tak ada harga dirinya sama sekali..” kata Hyo Yeon penuh emosi, meninggalkan Eun Hyuk hanya kali ini hanya menatapnya terdiam. “Itu sebabnya aku melakukan ini, agar kalian berdua sama-sama sadar dengan apa yang sebenarnya kalian lakukan. Kalian hanya menikah pura-pura bukan? Maka kalian tidak seharusnya memiliki perasaan satu sama lain..”
“Hyo Yeon..”
Eun Hyuk mengutuk dirinya, benar-benar ingin memukulkan kepalanya ke tembok terdekat. Apa yang ia lakukan? Sungguh, apa yang sedang ia permainkan? Demi mendapatkan cinta So Eun ia benar-benar sudah terlalu jauh. Ya, kini ia harus mengakui bahwa memang ia melakukan ini semua untuk mendapatkan perhatian So Eun. Ia bahkan menipu Hyo Yeon dan menggunakannya untuk menciptakan kebohongan.
“Jadi katakan Eun Hyuk, aku bukan melakukan hal yang salah bukan? Aku memang seharusnya melakukan itu. Karena pada akhirnya kau dan perempuan itu memang tidak pernah benar-benar bersama. Kau… secepatnya akan kembali kepadaku, satu-satunya wanita yang mencintaimu dan peduli padamu…”
Eun Hyuk terdiam, tak menyahut, ia hanya bisa menatap gadis itu dengan tatapan sedih. Ya, ini sedih sekali. Eun Hyuk sedih dengan fakta bahwa ia telah mempermainkan ini semua terlalu jauh, ia kecewa karena telah menempatkan Hyo Yeon di posisi yang tak seharusnya. Lalu hal lainnya yang membuatnya sedih adalah fakta dari ucapan Hyo Yeon tadi. Hyo Yeon memang hanya satu-satunya yang akan mencintai dan mau menerimanya dari awal, karena So Eun tak pernah akan memberikan tempat untuknya. Dia tak akan menyisakannya walau hanya sedikit karena hati gadis itu telah dipenuhi oleh sebuah nama lain.
“Tolong jawab aku, Hyuk. Tolong katakan kalau memang kecemasanku tentang kau yang hanya memperalatku adalah salah. Kau benar-benar masih mencintaiku kan? Kau benar-benar akan mengakhiri rumah tanggamu yang tidak didasari oleh cinta itu dan kembali padaku kan? Tolong jawab yang sebenarnya…” ucap gadis itu lagi dengan wajah sedikit memelas, berharap agar Eun Hyuk segera menentukan pilihan. Jemari gadis itu terangkat pelan, menyentuh ujung jas Eun Hyuk. “Jawab aku, hyuk. Tolong jangan membuatku bingung seperti ini. Tolong katakan bahwa kau masih mencintaiku dan ingin hidup denganku selamanya…” ucap gadis itu lagi dengan nada sedih sambil menarik-narik pelan jas Eun Hyuk, meminta kepastian. Karena pemuda itu terlihat alpa, ia terdiam dan tak mengatakan apapun dalam beberapa menit karena larut dengan pemikiran.
“Hyuk—“
Ucapan Hyo Yeon terputus karena Eun Hyuk memegang tangannya tadi dan menarik Hyo Yeon mendekat. Pemuda itu kemudian segera memeluk cinta pertamanya itu, membenamkannya di dadanya.
“Ya.. tentu..” Eun Hyuk berbisik pelan sambil terus memeluk Hyo Yeon erat, membiarkan gadis itu menangis di pelukannya. “Tentu aku akan kembali padamu dan hidup selamanya bersamamu. Kau satu-satunya wanita yang mengerti aku, Hyo. Aku tak akan pernah melakukan kesalahan bodoh dengan melepaskanmu, tidak akan pernah lagi..” ucap Eun Hyuk pelan sambil terus memeluk erat. Air mata pemuda itu turun tanpa sadar ketika ia mengatakannya, menjelaskan betapa ia terluka.
Kedua insan itu masih sama-sama berpelukan dan menangis bersamaan, sementara di luar sana hujan lebat mengguyur dan petir menyambar dimana-mana.

So Eun memeluk erat tubuhnya yang benar-benar merasa kedinginan sambil duduk di atas sofa. Saat ini gadis itu masih di dalam ruang inap Yoo Geun, merawat anak kecil itu. Namun mala mini terasa berbeda dari sebelumnya, karena selain tubuh gadis itu yang masih lemas dan belum sehat pemikiran lain mengganggunya.
Di luar hujan, dan keadaan ini benar-benar hanya mengingatkannya pada satu nama. Ye Sung. So Eun tak tahu mengapa ia bisa dengan bodoh jatuh ke lubang yang sama dengan kembali memikirkan pemuda itu setelah pertemuan mereka pagi.
Nada bicara Ye Sung, sentuhan Ye Sung, aroma parfum, semuanya… semua yang ada pada Ye Sung membuat hatinya meronta sakit karena ia merasa seperti menemukan apa yang dicarinya. Perhatian. So Eun merasakan betapa hatinya begitu sakit ketika Ye Sung kembali memberikan sebuah pelukan hangat padanya tadi. Rasanya nyaman, sungguh hangat, seakan itu adalah tempat dimana ia bisa berteriak akan semua yang ia tahan selama ini. Segala hal yang berhubungan dengan rumah tangganya dengan Eun Hyuk.
Dan Eun Hyuk, suaminya, ia semakin menjadi-jadi. Eun Hyuk benar-benar bukan Eun Hyuk sahabatnya dulu yang selalu lembut dan perhatian padanya. Eun Hyuk jelas berbeda. Segala dari Eun Hyuk kesininya makin menyakitinya; kata-katanya, tatapan matanya, hingga… semua perbuatannya yang jelas sekali kian merendahkannya. So Eun tahu ia memang tak seharusnya begini, namun… So Eun sungguh ingin lari dari Eun Hyuk kembali kepada Ye Sung. Karena perbedaan sikap yang mereka tunjukkan.
Tapi tidak, bagaimana mungkin So Eun berfikir seperti itu? Ye Sung sebelumnya pernah membuangnya seperti tanpa arti sama sekali. So Eun juga telah berjanji untuk membina hidupnya yang baru bersama Eun Hyuk dan berusaha untuk melupakan Ye Sung. Tapi mengapa? Mengapa semuanya tidak semudah itu? Mengapa semuanya semakin sulit dan membingungkannya lagi dan lagi.
Kini So Eun harus bagaimana? Apa yang harus ia lakukan untuk hidupnya selanjutnya? Apakah ia akan memilih Eun Hyuk dan menguatkan diri dengan sikap pemuda itu? Atau apakah ia harus lari kepada Ye Sung kembali lelaki yang paling mengerti dirinya namun entah sedang bermain-main dengan kehidupannya? Atau apakah… ia harus lari dari keduanya?

Yoo Geun terlihat begitu antusias duduk di atas tempat tidurnya sambil memperhatikan So Eun yang sibuk membenahi barang-barangnya. Mata bocah itu memancarkan keceriaan dan begitu berbinar mengingat hari ini adalah hari kepulangannya dari rumah sakit.
“Jadi apakah Noona akan membawaku kembali ke panti asuhan?” Tanya Yoo Geun antusias sambil melirik So Eun yang sibuk memasukkan pakaian Yoo Geun ke dalam sebuah koper kecil. So Eun tersenyum kecil sambil menoleh.
“Hum..” So Eun bergumam. “Memangnya kau mau pulang kesana?” Tanya So Eun.
Senyuman Yoo Geun sedikit menghilang, bocah kecil itu tampak sedikit berfikir. “Sebenarnya tidak juga. Tapi daripada terus merasa bosan disini tentu saja lebih baik kembali kesana. Ke tempat yang tak terlalu menyenangkan itu..”
So Eun tersenyum kecil, lalu menyelesaikan pekerjaannya. Setelah tas ransel itu tertutup rapat ia segera bergeser untuk duduk di samping Yoo Geun. So Eun mengusap bahu bocah kecil itu.
“Kau akan pulang ke rumahmu. Yaitu rumahku..” ucap So Eun pelan sambil menatap bocah kecil itu sayang.
“R-Rumah… ku?”
So Eun tersenyum dan mengangguk, lalu segera memeluk tubuh kecil Yoo Geun dengan perlahan. “Aku dan suamiku berencana untuk mengadopsimu. Kami sudah menyiapkan segala persayaratannya, hanya tinggal menyerahkan kalau kau bersedia, Jung Yoo Geun..” bisik So Eun sambil mencium rambut Yoo Geun lembut. “Apa kau mau?”
“Tentu saja mau!” Yoo Geun menyahut cepat, begitu antusias. So Eun tampak tersenyum senang sambil melepaskan pelukannya, menatap si kecil itu kembali.
“Benarkah?”
“Hum..” Yoo Geun kembali mengangguk ceria. “Dari dulu aku ingin sekali memiliki rumah sendiri serta memiliki keluargaku. Noona adalah orang yang baik, dan walaupun aku tak akrab dengan Eun Hyuk-hyung tapi kurasa dia juga orang yang baik. Aku akan senang tinggal bersama kalian..” ucap Yoo Geun begitu bersemangat.
“Benarkah?” So Eun kembali bertanya dengan nada haru, lalu kembali memeluk Yoo Geun. “Kami juga pasti akan bahagia memiliki anak sepertimu, Yoo Geun..” bisik So Eun pelan dan bahagia. Mata wanita itu tampak berkaca-kaca. “Mulai sekarang, apakah kau mau memanggilku ibu?” Tanya So Eun kemudian.
“Ya.. tentu..” Yoo Geun kembali menyahut senang. “Aku akan memanggilmu ibu. Ibuku…”
So Eun lagi-lagi tersenyum haru mendengar kepolosan Yoo Geun. Dengan mata yang masih berkaca-kaca ia kian memeluk bocah kecil yang terus menggumamkan kata ‘ibu’ di dalam dekapannya.

Eun Hyuk terbangun dari tidurnya ketika sinar matahari menerpa lembut wajahnya. Pemuda itu mengerang pelan sambil membuka matanya, membiarkan cahaya memasuki retinanya.
Eun Hyuk mengerjap-ngerjap beberapa kali ketika menyadari bahwa suasana kamarnya saat ini berbeda dengan suasana kamar yang biasa ia tepati. Hingga setelah mengingat kembali sesuatu ia segera bangkit dari posisinya, menemukan dirinya tertidur di atas sofa dengan seorang gadis cantik yang ternyata berada di sampingnya dan ternyata memandanginya sejak tadi.
“Selamat pagi!”
“Euh..” Eun Hyuk menggumam pelan sambil meluruskan duduknya. Tubuh dan kepalanya benar-benar sakit karena harus tidur di atas sofa.
“Tch, itu karena semalam kau menolak tidur satu tempat tidur denganku. Lihat, tubuhmu jadi sakit bukan?” omel Hyo Yeon sambil segera duduk di samping Eun Hyuk. Eun Hyuk tampak tak menyahut sambil merenggangkan persendiannya.
“Jam berapa sekarang?” Tanya Eun Hyuk berusaha lebih menormalkan matanya sambil mencari-cari jam dinding.
“Jam sepuluh, kenapa?”
“Hah?” Eun Hyuk sedikit kaget, dengan cepat mencari ponselnya untuk memastikannya sendiri. “Aish..” ia mengeluh setelah melihat sendiri kebenarannya.
“Kenapa? Apa kau ada rapat penting?”
“Begitulah!” Tanggap Eun Hyuk cepat sambil bangkit dari tempat duduknya, berniat segera melesat ke kamar mandi.
“Oiya, tadi wanita itu menelfonmu!” seru Hyo Yeon lagi yang membuat Eun Hyuk menghentikan langkahnya dan kaget. Eun Hyuk segera menoleh lagi ke belakang. “Dia bilang kalau siapa namanya? Yoo Joon? Pokoknya itu, dia bilang kalau anak itu pulang pagi ini.”
“Benarkah?” Tanya Eun Hyuk kaget sambil memeriksa ponselnya kembali. Ia mendesah menemukan nama So Eun disana. “Aish, kenapa kau tak membangunkanku. Juga… kau mengatakan itu apa maksudmu, kau yang mengangkatnya sendiri?” Tanya Eun Hyuk setelahnya, menatap Hyo Yeon lebih penasaran lagi.
“Ya..” Hyo Yeon meyahut polos.
Eun Hyuk menghela nafas sambil mengalihkan pandangannya. Jadi So Eun menerimanya sendiri? Ia tahu bahwa semalam Eun Hyuk menginap di rumah Hyo Yeon? Jadi, bagaimana pendapat So Eun setelah mengetahuinya?

“Hallo?”
Ekspresi So Eun sedikit berubah ketika ia mendengar suara khas perempuan ketika ia mencoba menghubungi Eun Hyuk pagi ini. Gadis itu langsung merasakan tidak nyaman, bahkan tangannya entah mengapa sedikit bergetar.
“Ha-llo. Ini siapa?”
“Ini Kim Hyo Yeon. Anda adalah Kim So Eun, bukan?”
So Eun menghela nafas panjang, berusaha mengendalikan dirinya yang entah mengapa menjadi begitu tidak tenang. Tak lama ia kembali bersuara, dengan nada sedikit bergetar.
“Dimana Eun Hyuk?”
“Hyuk?” Hening sejenak. “Dia masih tidur. Sepertinya ia kelelahan..”
Kelelahan huh? So Eun menghela nafas, berusaha tak benar-benar kehilangan kendali karenanya. Ia tak mau membayangkan apapun tentang kata kelelahan itu, fakta bahwa Eun Hyuk menginap di rumah wanita lain saja sudah cukup menganggunya. Hey, kenapa dia harus terganggu? Walau bagaimanapun bukankah ia tak pernah menyukai Eun Hyuk, ia hanya menganggapnya sebagai sahabat sejauh ini. Hanya itu. Ya, adapun kalau So Eun merasa terganggu saat ini tentu saja alasannya karena So Eun merasa direndahkah. Hey, walau bagaimanapun Eun Hyuk masih suaminya disini. Ya, So Eun tak nyaman hanya karena itu.
“So Eun-ssi, ada yang ingin anda sampaikan? Atau perlukah aku membangunkan—“
“—Tidak usah!” So Eun menyahut cepat. “Aku sebenarnya hanya ingin menyampaikan padanya bahwa hari ini adalah hari kepulangan Yoo Geun. Bisakah anda menyampaikan ini padanya nanti?”
“Ya, tentu. Aku akan sampaikan kalau ia bangun nanti.”
“Terima kasih.” Ucap So Eun terakhir kalinya sambil memutuskan hubungan singkat itu. Setelah selesai gadis itu segera menghela nafasnya pelan lalu mengalihkan pandangannya menuju Yoo Geun yang masih terlelap di sampingnya.

“Ibu. Ibu..”
So Eun tersadar dari lamunannya ketika mendengar panggilan Yoo Geun. Gadis itu tersadar, ia segera menoleh pada bocah kecil yang saat duduk di atas sebuah kursi roda yang didorongnya.
“Y-Ya?”
“Ibu kenapa melamun? Aku memanggilmu daritadi.” Ucap Yoo Geun cemberut.
“Astaga maafkan ibu Yoo Geun, ibu hanya sedang memikirkan sesuatu. Memangnya ada apa?” Tanya So Eun penasaran sambil mencondongkan wajahnya sambil menatap Yoo Geun itu.
“Itu disana.” Yoo Geun mengangkat jemarinya untuk menunjuk keramaian yang tak biasa di dekat sebuah ruangan. Seingat So Eun ruangan itu adalah ruangan khusus untuk menampung para anak-anak yang menderita kanker. “Ada apa disana? Kenapa ramai sekali sampai ada paman-paman yang memegang kamera.” Adu Yoo Geun polos sambil terus menunjukkan telunjuknya disana.
So Eun baru benar-benar memperhatikan ke arah sana ketika ia baru menyadari hal itu dari ucapan Yoo Geun.Yoo Geun benar, keramaian di depan ruangan itu bisa disebut tak biasa karena ada beberapa orang laki-laki yang memegang kamera yang dibiarkan menyala. Sepertinya ada tokoh penting yang sedang mereka liput di dalam.
“Oh, mereka mulai keluar!” Yoo Geun berteriak antusias begitu melihat orang-orang itu mulai menjauhi pintu masuk ruangan khusus anak-anak penderita kanker itu. Beberapa orang termasuk perawat dan dokter juga tampak keluar dari tempat itu. Hingga pada akhirnya ada seorang gadis seusianya yang keluar darisana bersama—
“YE SUNG-IE HYUUUUNG!!” Yoo Geun berteriak antusias begitu menemukan orang terakhir yang keluar dari ruangan itu. Teriakan Yoo Geun cukup keras, hingga membuat orang-orang tadi yang hanya berjarak beberapa meter dari mereka tampak menoleh. Sementara itu So Eun terperangkap pada sosok yang disoraki oleh Yoo Geun, dimana orang itu juga menoleh padanya dengan ekspresi cukup kaget.
“IBU, ITU YE SUNG-IE HYUNG!!” Seru Yoo Geun lebih antusias sambil menarik-narik jemari So Eun. Teriakan itu membuat Ye Sung tampak sedikit kaget, hingga ia reflek mengalihkan pandangannya dari So Eun pada bocah kecil itu. Sekilas So Eun sempat menangkap gadis yang berdiri di samping Ye Sung menoleh pada Ye Sung setelah menatapnya sebelumnya.
“Waah, penggemar anda yang lainnya Ye Sung-ssi. Ternyata anda tak hanya disukai oleh anak remaja tapi juga anak kecil. Anda luar biasa.” Ucap seorang laki-laki berambut cepak memecahkan keheningan. Seruan laki-laki itu tampak menyadarkan mereka kembali, juga beberapa orang yang sempat alpa dalam beberapa detik.
“Uh..” Ye Sung tersadar, ia kemudian menoleh dan sedikit tersenyum kecil. Senyuman yang seingat So Eun bukan sebuah senyuman yang sebenarnya dari seorang Kim Jong Woon, itu senyuman yang sedikit miris. “Sepertinya begitu. Tunggu…”
Ye Sung bergeser dari tempatnya dan tampak mendekat ke arah So Eun dan Yoo Geun. So Eun terdiam, ia membatu, sementara Yoo Geun tampak lebih antusias sambil terus menarik-narik tangan So Eun. ‘Ibu, dia kemari!’
Ye Sung lebih mendekat, dan saat ini tepat di hadapan So Eun. Pemuda itu tampak menatap So Eun sesaat, sebelum berlutut untuk menyesuaikan tingginya dengan Yoo Geun. Ia kini berhadapan dengan Yoo Geun.
“Hai bocah kecil, siapa namamu?” Tanya Ye Sung pelan, jemarinya mengusap pelan rambut Yoo Geun.
“Aku? Aku adalah Jung—Maksudku, namaku adalah Yoo Geun, Lee Yoo Geun.”
“Lee… Yoo Geun?” Ye Sung sedikit melirik So Eun, So Eun yang gugup hanya terdiam ditatap begitu. “Yoo Geun-ie, apakah kau adalah salah satu fansku?”
“Ya, tentu aku adalah salah satu fansmu. Aku selalu menontonmu kapanpun kau tampil di sebuah acara!”
“Benarkah?”
“Hum…”
Ye Sung tersenyum kecil, sebelum meminta sesuatu dari managernya yang sejak tadi berdiri di belakangnya. Tak lama setelah managernya mengeluarkan sebuah CD terbarunya Ye Sung terlihat menandatanganinya, lalu menyerahkannya pada Yoo Geun.
“Ini adalah untukmu, Yoo Geun-ie..” ucap Ye Sung sambil menyerahkan benda itu pada Yoo Geun. Yoo Geun langsung menerimanya dengan antusias.
“Terima kasih, hyung. Aku akan menjaganya dengan baik.” Ujar Yoo Geun senang. Ye Sung mengusap kepala Yoo Geun kembali, sebelum bangkit dari posisinya hingga kini ia berhadapan dengan So Eun. So Eun tampak hanya terdiam di tempatnya walau jantungnya berdetak dengan gila.
“Maaf!”
Keheningan terganggu ketika ada suara lainnya yang berseru dengan dingin dari arah lainnya. Ye Sung, So Eun, dan semua orang yang ada disana segera menoleh ke arah suara – menemukan seorang pemuda lainnya yang menatap dingin ke arah mereka.
“E-Eun Hyuk..”
Eun Hyuk tersenyum tipis, sebelum lebih mendekati keramaian. Pemuda itu kemudian berjalan ke pusat keramaian, di samping So Eun, di hadapan Ye Sung. Hal itu membuat kedua pemuda itu saling bertatapan, tajam dan penuh permusuhan.
“Maaf harus mengatakan ini tapi.. Aku tak suka ada orang yang meliput istri dan anakku…” ucap Eun Hyuk pada Ye Sung. Ye Sung tampak masih hanya balas menatap pemuda itu, tak mengatakan hal yang lainnya, sementara para kru di belakangnya tampak saling berbisik satu sama lain setelah ucapan Eun Hyuk. “Aku mohon maaf sebelumnya kepada anda semua tapi tolong hapus rekaman tentang anak dan istriku di dalamnya..” kata Eun Hyuk pada kru yang berdiri di belakang Ye Sung.

❤ To Be Continued>>>>
Fuih, akhirnya menyelesaikan chapter ini. Hehe. Oiya, sebelumnya berdasarkan polling yang aku ambil digrup sebenarnya sebagian besar reader sekalian lebih memilih memakai preview episode. Tapi atas beberapa pertimbangan aku sepertinya lebih memilih tidak mengunakannya saja karena sepertinya itu lebih membuat penasaran reader semua. Semoga semua menerima keputusan ini.
Happy reading ^^

 

55 Comments Add yours

  1. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Huaa,,,,,terharuuuu….kasian sama hyuk kasian ama sso kasian ama yeye kasian juga ama hyo yoen huaa.,,,eonni ottoakhe????

  2. Choi Shinae mengatakan:

    Ohmygod! Soeun vs Yesung, Soeun vs Eunhyuk. Deg-degan bcanya dan yah jleb bgt😦 oh ayolah soeun eunhyuk akur kalian >< next part ditunggu thor, fighting!❤

  3. Esaa mengatakan:

    Ninggalin jejak dulu aja kali ya sebelum baca

  4. Dewi mengatakan:

    ya ampun serba salah jd sso eoni
    pasti nyesek bgt deh
    next part jgn lama ya eon hehe

  5. Safriyanti mengatakan:

    Kya,,kya,,,,
    qok mlah rbet gne,,,
    mo gmnapun aq sdih ma ksah cnta yesso yg gk brstu,,,
    sso cnta mati kyak,a ma yesung,,,
    tpi dlaih hati sso mlai cmburu ne hyuk,,,,
    pnsran ne sso bkal mlih cpa,,,
    mskpun jlas plih hyuk tpi pkok,a pnsran dech

  6. erika mengatakan:

    Ahh jinjja…jinjja….makin kesini makin nyesek😥 kasian banget hidupnya Sso eonni😥
    Aish yesungie kenapa bikin hati aku jadi makin ga rela ngelepasin Sso eonni untuk hyukkie, waeyo…waeyo..waeyo..#nyanyi ala Cleansing cream – BEG

    Uhh…bener” hyukkie oppa juga malah membuat semua ini semakin rumit dengan menempatkan hyoyeon hanya untuk mencari perhatian Sso eonni, malahan dengan sifat hyukkie yg berubah malah membuat Sso eonni jadi ingin kembali ke pelukan yesungie😦

    Ahh yoogeun ternyata fansnya yesungie juga eoh😀
    Nah loh yesungie sama hyukkie ketemu noh mungkin kalo dalem karakter anime mata mereka berdua udah kaya sama” ngeluarin laser #plak #komen yg serius weh :3 hehehe…

    Yah ga ada previewnya ya eum gpp deh tapi rasa penasaran ini tetep ada bagaimana kisa HyukSsoSung selanjutnya di tambah dengan yoogeun yg ngefans sama yesung oppa?
    Ahh poloknya di tunggu ya next partnya😀

  7. mothisan mengatakan:

    Hyuk oppa sikap’y dingin banget, kasian so eun,,,
    Kapan bisa jatuh cinta so eun kalau sikap’y hyuk oppa begitu,,,

  8. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Huhhh…
    Sebel sendiri sama sikap mereka !!
    Gak Yesung,Gak Soeun,Gak Eunhyuk pengen dicubit satu-satu !!

    Ayo dong mereka tegas,klw kata anak remaja skrg harus Move On -.- v.v

    runyam kali nih masalah..
    Apa jdnya pikiran Eunhyuk ke Soeun,makin kesininya stlah Yoogeun Fansnya Yesung ?? #Huffftt
    ck~ berharap klw Yesung gak sama Soeun,Yesung jgn sma Taeyeon v.v berteman baik aja #Sorry
    dan kya’nya Soeun harus menghilang aja sma Yoogeun dan gak usah balik ke Yesung or Eunhyuk..
    Gak tega banyak yg broken heart:/

    ditunggu lanjutannya lagi Uni..
    Puspa malah lebih penasaran klw ada Preview nextnya v.v jd melekat kepikiran gitu,bakal ada yg ditunggu #peaceV

    dan ditunggu karya-karya yg lainnya ;)) #Semangat !!

  9. yehaesso mengatakan:

    haduh kasian sama sso harus ngadepin dua orang yg sama2 dingin ini. cepet dinext ahh favorit ini

  10. Esaa mengatakan:

    Aaaa… Makin rumit sekali, kasian banget soeun.. Kayanya mulai ada rasa ke eunhyuk ya, apakah benar? Lanjutannya ditunggu .

  11. tesyasavika mengatakan:

    Ahh ga rela hyuk meluk hyo! Tu cwek licik bgt!!
    Knpa ada kisah cinta serumit ini? Omg aku bingung bgt.
    Yesung jgn sama tae ya kak? Ga rela. T.T
    Lbh suka hyuksso, hyuk sama sso itu gede gengsi.

    Next kak::))

  12. Vaaani mengatakan:

    klo gini malah bingung bukan penasaran put😀
    enakan klo ada privewnya,, ma sakitnya kata2 yg jd preview😀 trutama

    huaaaaaaa
    og ya sso terhimpit lagi, please jangan balik ma yeppa jk tmbah mnyakitkan,, untuk ff kali ini ikhlas yeppa ma yeoni,,, hyuk malah janji g2 mw balikan ma cinta pertama,,, ya udh balik sana balik sana, i don’t care jika tmbh mnyesakan sso, emosi ma 2 namja ini
    yoogeun ktauan fansnya yeppa,, makin parah dh salah pahamnya hyukppa,, gulung tikar ayooo gulung tikaaaar😀

    #save sso eoni,,,, udh sekarnag ada yoogeun smga gk tmbh menyetreskan😀

    semangat put, jangan lama2 yak

  13. mun taryati mengatakan:

    hahaha ampe lupa ini cerita yg mana tk kira yg YeSso yg Soeun kabur dari rumah,,, lama” jd pengen nonjok Eunhyuk deh ╮(╯_╰)╭ *^O^*,dy kn pengen Soeun jatuh cnt ma dy tapi disakitin lagi dan lagi,,, Skeun juga ngga move on move on dari Yesung… ditunghu part selanjutnya lah mudah “a.n hubungan HyukSso membaik.. (^3^)

  14. anna mengatakan:

    hyuksso msh galau dgn prsaany mrka,,susah jg nie klo hyuksso msh slg negative thingking&ga prcy dri,,jd ga tega jg ma yesung,,kcian soeun mmg hrs slu brsbar&mengalah mnghdpi tgkh mrka,,klo soeunny kabur n mnghilang bru deh pd kelabakan tuu kykny

  15. dyyyy mengatakan:

    cinta segi banyak…..
    sso bingung antara cinta pertama dan cinta eunyuk…..

  16. Arhy Supitri mengatakan:

    Waaahh.. kenapa disini eunhyuk menderita banget😦
    Walau gak ngikutin ff ini dari awal tapi feelnya dapet banget, dan biasanya aku rada kurang suka sama ff hyuksso tapi lain untuk ff ini bener2 terkesan sama eunhyun🙂
    Next part chingu😉

  17. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Ngga tau kenapa ff ini menurutq konfliknya keren banget!!
    Soeun masih aja susah move on dari Yesung..
    Eunhyuk juga sih, masih berputar2 dengan HyoYeon..

    Yg scene terakhir, pas banget TBCnya, asli keren..
    Setidaknya Hyuk masih jaga wibawa dia ke Yesung n YooGeun, ya walaupun Yesung tau keadaan Rumah tangga dia Sama Soeun.
    Tapi suka kalau dia protectife sm keluarganya.

    Gue Harap HyukSso endingnya. Plis! Plis!😀
    singkirkan Hyoyeon /jahat dan biarkan Yesung menerima Taeyeon.. Eumm buat saya juga bolae! /plaaak *digamparClouds*
    nextnya put, ditunggu ya..
    Fighting!🙂

  18. nita mengatakan:

    aaa,, y ampun konflik ny mkn sru eon, walau pun rumit tpi aq ska sm jln crt ny. gk tega liat sso dia bnyk skt hti, d khianati sm eunhyuk, yesung yg blik lg skp ny, akh,, kshn bngt hidup sso, next part ny d tnggu eon.🙂

  19. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    aduhh cerita nya makin rumit >_<
    serius deh baca nih ff jadi tegang sendiri, aku bener2 kaya dibawa masuk ke dalem cerita nya .. Feel nya dapet banget, jadi ikutan ngerasain gimana perasaan Eunhyuk, Sso n' yesung yg bener2 ngebingungin ..
    Aigoo hyukie kalo suka Sso eonni peelisss jangan sakitin Sso n' bikin php si hyo yeon T.T
    kasian juga sama yeye, kasian juga sama Sso eonni jadi serba salah😦

  20. Rakha mengatakan:

    Aku jadi kasian sama hyuk,jadinta dukung hyuksso dah,hahahahaha
    kadang suka plinplan kalo udah terhanyut sama cerita,apalagi ditambah yoo geun

  21. oooooh cerita yg rumit

    konfliknya sngt bnyak !!

    moment hyukssonya kurang !!

    mungkin sso harus belajar buat jujur dan ngelupain yeye oppa
    dan mulai cinta sma hyukoppa ?!
    yoogeun bisa aja pilih idola kaya yeye
    aaaaah pokoknya hyuksso harus bhagia !!

    kan kasihan yoogeun !

    di tunggu ff yg lainnya !

  22. Angelf mengatakan:

    Perasaanya Sso campur aduk
    Antara yesung yang sekarang dipikiranya atau yuk yg sekarang sikapnya makin berubah beneran kasian banget sama Sso sikapnya hyuk itu loo… Berubah banget ucapanya tatapanya sikapnya juga gak semanis dulu
    Sebenernya hyuk cinta kan sama Sso?jngan jadi in hyo simpanan dong…kan kasian pdhal Cuman pgen bwat Sso cemburu

    Masih ttep pgen hyuk berubah kyak dulu lagi trus hyuksso bisa hidup Bahagia bersama keluarga kecil mereka
    Ditunggu next partnya
    Fighting…..

  23. senrumi mengatakan:

    Entah knp aq lbh suka yesung oppa wlu pun dia meninggalkan sso tp tdk berhianat dr cinta sso
    berbeda dgn hyuk yg memilih mencintai sso dgn berselinhuh
    chingu gk bisa btar sso sm yesung oppa

  24. Niniet mengatakan:

    disini castnya semua tersakiti termasuk heo yeon hmmm jadi bingung Sso harus sama siapa atau benar kata sso tidak untuk bersama kedua duanya…galau..galau..galau..

  25. Devi mengatakan:

    makin seruuuu zh cerita’a and makin rumit zh kehidupan eonnie so eun,,

    ksihan ma eonnie so eun sllu d skitin ma enhyuk oppa mskipun scra tdk lngsung eonnie so eun jg mnyakiti enhyuk oppa,,,,,
    d satu sisi ksihan jg yesung oppa ,,,,,,

    pkok’a serba salah and mkin pnsaran ma klanjutan’a,

  26. YhulaiiSoeun mengatakan:

    Huahh seperti.y kisah HyuSsoYe tambah rumit… >_< btw yeppa pasti ngira itu anak kndung HyukSso yah?huahhh runyam..next part.y d.tggu …

  27. diladirga mengatakan:

    ini mah semua tersakiti😦
    kapan mereka dapet kebahagiaan masing-masing?
    Sehari-hari sedih sedih mulu :3
    ditunggu lanjutannya🙂

  28. anastasia erna mengatakan:

    hadeh…
    jadi serba gak enak…
    kasian semuanya…
    kapan bahagianya dateng put….
    ditunggu deh lanjutannya

  29. ticha mengatakan:

    hhhmmm…..makin ribet ya…kkk🙂
    serba kasian ama semua’a…😦
    suasana’a makin panas….makin banyak konflik…
    huuaaa…..knp ga baikan lagy sihh…
    ikutan bingung sma kisah mereka…😦
    q haraaap dengan ada’a yogeun bisa bikin hyuksso lebih baik*semoga😉

    Putri…Daeeebbaaaakkk!!!!
    q tgg next part’a…dan semoga hubungan mereka agak membaik…hehehe xD
    laaanjuuuuutttt »»»»»

  30. mizanafidausi mengatakan:

    Eunhyuk sebenernya cintakan sama soeun? Dipart sebelumnya kayanya eunhyuk suka sama soeun, tp dipart awal tadi ko eunhyuk bilang dia harus menikah dengan istri yang sama sekali tidak ia cintai???
    Hmmm ada apa dengan perasaan mereka bertiga? Ko belum nemu titik terang soal perasaan mereka😦
    Soeun yg masih mencintai yesung, yesung jg yg belum bisa move on, eunhyuk yang bikin galau, eunhyuk klo suka sama soeun harusnya jangan deketin mantanya dong😦
    Aaaaa aku ko ga ikhlas ya, pas hyuk meluk tuh cwe dan bilang katanya ga bakal ninggalin😥 *lah kenapa aku yang nyesek*
    Aku berharap yoo geun bisa buat hubungan eunhyuk soeun membaik sih, hmmm aku ngarepnya happy ending dan berharap endingnya hyuksso, tp klo pun bukan hyuksso bisa ga req hyukjaenya jangan sama cwe lain hehehe…
    Oya dan maksih udah nglanjut nih ff, My fav ff🙂

  31. zhuriya mengatakan:

    Ceritanya,mkin berbelit,,,v tetep seru,,

  32. Mar'atus S mengatakan:

    Ini ff yang paling aku tunggu-tunggu nih thor, ff favorit malah. Bingung mau mihak siapa, kasian semuaaaa. Eunhyuuk sebenernya mau milih siapa si. Jangan php gitu dong. Keren banget ini ff, itu tbc nya gantung banget thor. Ditunggu banget-banget next part nya ya. Fighting!! ^^

  33. shaneyida mengatakan:

    Iya ni jd penasarannya kuadrad ..tp klo ada priview juga bikin pensaran put *eoh hhhe

    Wuaaa… ngeliat pertemuan sso ma yeye.. sesek bgt mengharu biru tp plong jg si karna bs lebih dekat liat miment mereka ;* rasa sakit hati plus kecewa ma yeye kerasa bgt masem nya … dan yeye merasakn itu… kesian ma yy merana bagt hidup mu bang berada d tangan istrimu hihi * nunjuk puput* dikau d buat nya menderita hati terus bang mending berpaling ma shane aja deh hhhe * abaikan *

    Nah lo si hyuk ..jg dh lelah ni ngadepin sso . Jd gimana ni hyuk dh nerima hyo yeon kembali ampe g mau kehilangan hyo yeon lg .tp stelah kk intip dia g iso lepas dr soeun hmm cinta bng hyuk bercabang hihii
    Kesian juga ma hyo yeon yg d gituin ma hyuk.

    Apakah tae yeon akan menyerah karna g berhasil2 menancapkan panah nya k yeye hmmm .
    Si bocah yoo geun ngegemesin euy.
    Yoigeun bruntung bgt bs d sapa yeye hihi…apakah yoo geun bs mendekatkan soeun ma yeye…or yoogeun bs mempererat hub sso ma hyuk hmm

    Nah loh pas tbc .. hyuk benr2 menunjukan ketidak sukaannya ma yeye hedew t tatapan mereka ada petir nya lgi.. gaswat gaswat *plakk*
    Apkah yeye akan mundur stelah hyuk ngomong kek gitu * qu harap jgn mundur bang yo entr nabrak ..jd jalannya maju aja yak hhhe eohh

    Lanjuut ~
    Galau + sedih bareng onew .

    Meledak2 klo dh bc ni ff hhhe

    Special jempol melo buat pu2t (y) hhho ~

  34. Luthfiangelsso mengatakan:

    sebenernya nih ff adalah ff yg bikin aku nyesek ma semua perasaan cast disini, bahkan sejauh ini gak ada yg aku benci bahkan hyoyoen sekalipun. karna semuanya rata, sama” ngerasain sakit !pokonya daebak rasa nyesek+sakitnya kerasa bgt aku harap nih ff happy end deh nantinya, semangat lanjut put ^^

  35. Vhi mengatakan:

    Kapan mau baikannya sso kasian juga kalau di selingkuhin sma eunhyuk😦 sso juga kayaknya lagi galau next part di tunggu😀.

  36. pipip mengatakan:

    Waaaa akirnya ff ini dlnjut jg
    Mkin galau baca part ini
    Dikieaiin bkalan ada senengnya dkit gtu trnyta enggk
    Soeun eunhyuk dgn yesung sama2 mnderitanya
    Knjg eunhyuk dgn soeun gak sling jujur aja klo mreka sling suka
    Eh tpi soeun sbnernya suka gak ya dgn hyuk onsrn jg
    Dtnggu eob next partnya yg mkin galau aja hihi

  37. namhyera mengatakan:

    annyeong , konflik yang benar-benar melelahkan huhhhh.
    di tunggu kelanjutannya thor

  38. ovay mengatakan:

    kasian banget yah sso dibikin nangis mulu

  39. lavender mengatakan:

    Ok bnget,,,mkin seru

  40. auliaveronica mengatakan:

    Penasaran sama lanjutannya eon🙂
    Ditunggu ne? Fighting!^^

  41. nurul mengatakan:

    hahhh gak sabar nunggu konflik klimaks nya u,u
    So eun eunhyuk common show ur loveee!!

  42. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Chapter yang bikin emosi.. Cos sm2 pd gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… Eun hyuk juga klu dia mo kmbl m hyo sn kmbl j,, jgn mlh mrh2 g jl m so eun gr2 g ngedpti so eun di kmr yoo geun,,
    eh hyuk gila…!!! Bukan’y yg selingkuh tu kamu,,, kok nyalahin orang lain… Hrrrr malu atuh hyuk… Mending so eun m namja lain ja… N ku jdi pngen ff ni cepet di kelarin… Oh iya buat eun hyuk sdr knp?? Scrub kn share ff di sni lm2 tu… Jdi tolong please cpet buat eunhyuk sadar.. Klu perlu bkin semua orang tahu perselingkuhan’y di semua media masa… Biar mrk cpet cerai….
    Entah kenapa klu bc ff yg ini bawa’annya emosi melulu………

  43. sitieunnie mengatakan:

    maaf bgt ya put telat komenx coz bru smpat bca.. >_<
    itu yg trakhir gk kbayang gmn ekspresix eunhyuk n yesung..sm2 saling sinis n mmendam dndam yg trsirat..kkk :p
    koq makin ksinix mslh yg dhadapi sso tmbh rumit ya..apalgi mslhx dgn eunhyuk, tdk prnah ada pnyelesaianx..sm2 slah paham dgn prsaan masing2 n jd makin mnjauh..
    kalo dliat dr critax, eunhyuk lbh dominan bs brpaling k hyoyeon n so eun lbh dominan bs balik k yesung coz yesung udh mlai mnunjukkan prhatianx lg k sso n tnggal mnjelaskan apa yg sbnrx trjdi kalo sbnrx yeye trpksa mlakukan smua ini..n eunhyuk spertix sdh trikat dgn janjix sndiri k hyoyeon u/ tdk mninggalkanx wlaupun dlm htix sbnrx lbh mncintai sso..
    jd makin complicated nih critax..
    tp tdk tau kdepan gmn..bs aja sso endingx dgn eunhyuk..🙂
    dtunggu next partx put..moga aja dpart slanjutx mlai ada pnyelesaian ttg cinta segi lima ini..kkk :p

  44. Dizha adrya mengatakan:

    hoho crtanya mkn sru ja, kasian ke 4 cast dsni semuanya trluka, smga mslhnya cpt slsai n akn kah mrka akn kmbli d khdpn awl mrka lgi yesung – soeun & eunhyuk – hyoyeon ?? hnya putri yg tau so d tgu next partnya put fighting🙂

  45. Kim Ra rA mengatakan:

    ih~ bang unyuk bingungin nich~ sebenernya mo ma siapa….? kasian Sso… untung ada yoo geun yang bisa menghibur Sso.

    konflik nya makin kerasa. pasti Rumah Tangga mereka bakal lebih berwarna dengan adanya s kecil yoo geun.

    next part sangat ditunggu!!!

  46. YeojaNiel mengatakan:

    Dari awal ff ini ngarepnya pair hyuksso. Tapi part ini malah bnyk yessonya. Rada kecewa, trus konfliknya terlalu sinetron. Ditunggu kelanjutannya kak.

  47. dania mengatakan:

    Aaahhh ini serba salah bangetttttt. Emosinya kekuras banget dahhhhh. Ditunggu next partnya.

  48. Deborah sally mengatakan:

    Wah ceritanya makin seru!! Eunhyuk selingkuh tapi teriak selingkuh u,u next ya😀 si Hyohyeon pengen di jambak ye

  49. 2425yy mengatakan:

    bolehkah akhirnya so eun ttp sm yesung,…
    suka mereka….

  50. Rani Annisa mengatakan:

    kasihan so eun jadi serba salah,, kalau dia ke yesung eunhyuk marah,, begitu juga kalau so eun ke eunhyuk yesung cemburu….

    Semoga aja nanti kedepannya so eun nggak bakalan kayak gitu lagi…

    Tapi penasaran juga nanti siapa yang bakalan dipilih so eun.

  51. fionnatan mengatakan:

    makin seru…….sso udah belajar melepasin yesung tapi si hyukjae malah balik ke mantan

  52. fionnatan mengatakan:

    minta pw nya dong put, penasaran nih

  53. zulfaaaah (akane) mengatakan:

    semuanya pada punya ego… aku gereget bgt sama eunhyuk, haduh udah dh so eun pergi aja biarin hyuk sadar dg sndirinya frustsi aku..

  54. yuliaseptiani mengatakan:

    ah kasian eunhyuk , ayo donk sso terima hyuk n eunhyuk juga jgn brhbngn lagi sama hye yeon ,, pengen mereka brsatu 😢😔

  55. octa mengatakan:

    Ceritanya bagus banget bikin nangis malem2 huaaaa
    Kasian sama so eun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s