~ [Drabble Music And Love 4] When I Was Your Man ~


Title       :               Music And Love Chapter 4 – When I Was Your Man

Author  :               PrincessClouds/@Hi_putriys

Genre   :               Romance, Teen,

Rated    :               PG-15

Main     :               Kim So Eun – Lee Dong Hae

yourman

Summary:           “ Ketika aku masih menjadi kekasihmu…”

Recommended Song: When I Was Your Man by. Bruno Mars

Warning:             Typo(s) – Not So Drabble at all. Latarnya adalah di kota Amerika, jadi sebenarnya pemerannya kebanyakkan ngomong bahasa inggris – selain Dong Hae & So Eun.

*When_I_Was_Your_Man*

Suasana kamar itu terasa sepi. Tak ada satupun suara yang terdengar selain suara detik jam yang tergantung apik di salah satu sudut dinding. Angin pun sama, ia hanya berani bertiup pelan dan membuat tirai-tirai jendela bergerak-gerak pelan akibat tiupannya.

Sebenarnya disana tidak sepenuhnya sepi, ada seseorang disana. Disana seorang laki-laki tampan tampak duduk tertunduk di atas tempat tidur yang masih terlihat berantakkan. Pemuda tampan itu terlihat tak bergeming sama sekali, tampak masih terus menunduk menatap lantai di bawahnya seakan benda mati itu adalah pusaran yang menarik fikirannya.

Satu menit. Dua menit. Sepuluh menit kemudian. Kali ini pemuda itu terlihat mulai mengangkat wajahnya, melirik sisi kosong pada tempat tidur yang didudukinya. Pemuda itu menghela nafas sebelum akhirnya menggerakkan jemarinya untuk menyentuh permukaan tempat tidur yang kosong itu. Menatapnya nanar.

Suara musik dari sebuah lagu klasik tua terdengar begitu saja entah darimana.

Same bad but it feels just a little bit bigger now,
Our song on the radio but it doesn’t sound the same..

Kali ini malah berada di tengah keramaian. Pemuda yang kita lihat tadi tampak kali ini sudah berkumpul dengan teman-temannya di tengah sebuah pesta minum yang dihadiri oleh begitu banyak orang-orang dari berbagai suku dan ras. Semua orang terlihat senang, semua orang tertawa dan bahagia – kecuali pemeran utama kita.

“Lee Dong Hae, apa yang sebenarnya terjadi padamu huh? Kau terus diam daritadi kau tahu?” Tanya salah seorang laki-laki berkulit hitam dengan logat inggrisnya yang khas pada pemuda berdarah korea tersebut. Hal itu membuat teman-teman mereka yang lain ikut menoleh ke arah keduanya.

“Ya, ada apa denganmu?” Yang lainnya menyahut bersamaan.

Pemuda yang tampaknya adalah satu-satunya yang berasal dari asia tersebut tampak mengangkat wajahnya sesaat. Senyuman miris terlihat di wajahnya.

“Tidak ada..” sahutnya singkat.

“Ini pasti karena gadis itu, bukan? Siapa namanya Kim So Eun? Kau masih belum mnenyelesaikan masalahmu dengannya huh?” Tanya seorang gadis berambut pirang ikut bertanya pada Dong Hae. Dia menebak dengan benar.

“Aish, sudahlah jangan terlalu difikirkan kalau begitu. Dia meninggalkanmu bukan? Dia tak mengerti dengan apa yang telah kau lakukan dengannya. Tinggalkan gadis seperti itu kawan. Lihat, ada banyak gadis yang lebih cantik dan sexy disini. Realistis lahh..” seru laki-lakiberkulit hitam lainnya dengan entengnya. Terlihat dari gaya bicaranya laki-laki ini sepertinya sudah cukup mabuk saat ini. “Atau kau hanya menyukai gadis asia, huh? Aku punya banyak teman dari asia juga bahkan dari Korea. Kau mau kukenalkan?”

“Sam…” gumam teman-temannya yang lain memperingatkan teman mereka itu agar tak sembarangan bicara lebih jauh terhadap teman patah hati mereka, Lee Dong Hae. Namun Dong Hae tak mengatakan apa-apa, pemuda itu hanya menggerakkan bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman yang sama. Sebuah senyuman yang miris.

When our friends talk about you all it does is just tear me down,
Cause my heart breaks a little when I hear your name.

“Woo Woo kawan. Perhatikan jalanmu!” Teriak salah satu laki-laki berkulit putih pucat lainnya pada Dong Hae yang saat ini dituntunnya pulang. Pemuda itu kini terlihat makin buruk, ia terlihat mabuk berat akibat terlalu minum hingga terpaksa salah satu temannya harus mengantarnya pulang. “Kau segitu patah hatinya huh?” Tanya pemuda yang juga berambut pirang keriting itu sambil membawa Dong Hae masuk ke dalam mobil miliknya.

“Aku yang bodoh, Hank..” kata pemuda itu sedikit bernyanyi ketika tubuhnya sudah terbanting ke atas jog mobil. Pemuda itu tertawa kecil sementara temannya masuk ke sisi mobil lainnya. “Aku yang bodoh..” ulangnya tertawa geli bak orang gila sambil bangkit dan meluruskan duduknya.

“Pakai sabuk pengamanmu kawan.” Kata temannya tadi tanpa menoleh karena ia sibuk menghidupkan mesin mobil. Tak ada sahutan untuk beberapa menit hingga ia melirik temannya itu lagi sekarang. “Lee?”

Laki-laki berkebangsaan perancis itu termangu menemukan teman korenya itu yang ternyata tak menuruti kata-katanya. Pemuda itu malah sesegukkan sambil menutup seluruh wajahnya dengan telapak tangan.

“Hey Dong Hae?” Tanya pemuda perancis itu bingung sambil menyentuh bahu Dong Hae. Tak lama Dong Hae mengangkat wajahnya dan menatap pada pemuda itu, menunjukkan matanya yang dipenuhi oleh air mata.

“Kau tak tahu bagaimana rasanya Hank. Sakitnya benar-benar tak bercanda..”

It all just sounds like ooh~,
Mmm too young too dumb to realixe.

Sebenarnya hal yang Dong Hae ingat hanyalah kebahagiaan, semuanya tidak ada masalah. Berawal dari kedatangan keduanya di Negara ini untuk menuntut ilmu. Keduanya yang telah menjadi sepasang kekasih semenjak SMA bermaksud untuk hidup mandiri di Negara besar Amerika sambil mengeyam pendidikan lanjutan mereka.

Ya, semuanya baik-baik saja. Bahkan ketika Dong Hae yang awalnya hanya bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan kecil mendapat kesempatan untuk menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut. Semuanya membaik, bahkan apartement sementara mereka perlahan telah berubah menjadi sebuah apartment cukup berkelas dengan meningkatnya perusahaan tersebut menjadi perusahaan besar dimana Dong Hae yang dianggap berjasa untuk membesarkannya diangkat menuju jabatan yang lebih tinggi.

Semuanya baik, hidup mereka lebih baik, setidaknya itulah yang ada dalam fikiran Dong Hae ketika untuk kesekian kalinya ia pulang terlalu larut dan menemukan kekasihnya tertidur di tempat yang sama – sofa.

“So Eun..” panggil Dong Hae lembut sambil menyentuh bahu So Eun. Tidur gadis itu dengan cepat terusik hanya dengan panggilan rendah itu.

“Dong Hae…” panggil gadis itu pelan sambil berusaha bangun.

“Hey, kenapa kau terus menungguku pulang huh? Aku sudah sering katakan padamu untuk tidak menungguku dan tidur duluan..”

“Aku mencemaskanmu..” So Eun mendesah pelan sambil melirik Dong Hae. “Kenapa kau tak mengangkat ponselmu?”

“Oh, kau tadi menghubungiku ketika aku sedang rapat—“

“Kenapa kau terus rapat ketika aku menghubungimu?” Gadis ini memotong ucapannya, sedikit emosi terlihat disana hingga membuat Dong Hae sedikit terdiam kaget. So Eun tampaknya menyadari bahwa dirinya sudah cukup keterlaluan hingga ia menghela nafas dan meredam kemarahannya sendiri. “Aku khawatir apa kau sudah makan atau belum tadi. Kau terlalu sibuk bahkan tak sempat sarapan di rumah..”

“Aku selalu makan dengan baik, yah.. walaupun sering terlambat dan tidak seenak makananmu tapi semuanya baik.” Jelas Dong Hae lembut setelah memahami duduk permasalahannya. “Kau tahukan So Eun? Aku melakukan semua ini demi dirimu. Aku terus berusaha mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk menikahimu. Kau tahu itu kan?”

“Tentu aku tahu. Kau terus mengatakannya sepanjang waktu..” So Eun menggigit bibir bawahnya. “Hanya belakangan ini kurasa kau sudah cukup berusaha, semuanya sudah cukup. Kau tak perlu harus bekerja terlalu keras lagi.”

“Belum, ini belum cukup. Setidaknya kita harus mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Rumah kita nantinya..” Dong Hae mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala So Eun, mengusapnya lembut. “Sedikit lagi, So Eun. Hanya sedikit lagi. Setelah semuanya cukup aku berjanji akan menghentikan penantian panjangmu dan kita benar-benar bersatu. Mohon menunggu sebentar saja,hum?”

“Berapa lama aku harus menunggu?”

“Lima bulan, beri aku lima bulan lagi..”

Namun lima bulan kemudian dimana keadaan tak berubah sama sekali. Namun disana bahkan Dong Hae tak juga menemukan adanya tanda-tanda kerusakkan. Bahkan pada sebuah pesta ulang tahun salah satu teman So Eun ia masih sempat menghadirinya bersama So Eun.

“Dong Hae..” So Eun menggumam sedikit kesal pada kekasihnya yang masih sibuk dengan ponselnya ketika pesta sedang berlangsung. Di bawah sana ketika semua pasangan saling berdansa di hall nyatanya keduanya masih duduk di meja mereka dengan Dong Hae yang masih sibuk dengan urusan pekerjaannya. “Dong Hae..” ulang So Eun sedikit kesal kini. Dong Hae melirik kali ini.

“U-Um maaf So Eun, tapi bosku memintaku mengurus sesuatu..” ucap Dong Hae sambil melirik padanya.

“Tapi setelah sekian lama pada akhirnya dapat kembali bersama dan saat ini kita sedang menghadiri sebuah pesta. Bagaimana mungkin kau masih mengurus pekerjaanmu di saat seperti ini?” ucap gadis itu dengan wajah yang sangat cemberut, terlihat sangat keberatan.

Dong Hae tersentuh saat itu, pemuda itu mengerti kesedihan So Eun yang memang terlalu banyak ditinggalkannya sendirian belakangan ini. Gadis yang dicintainya itu, alasannya untuk selalu bekerja keras seperti ini.

“Maaf So Eun..” Dong Hae menggumam pelan sambil menyimpan ponselnya. Pemuda itu kemudian segera meraih jemari So Eun yang terletak di atas meja yang berada di antara mereka, menggenggamnya erat. “Maafkan aku yak arena aku benar-benar tidak punya waktu bersamamu belakangan ini. Kau pasti kesepian karena diriku bukan? Karena aku tak pernah ada untukmu..”

So Eun hanya bergeming datar sambil menatap tanpa ekspresi yang berarti pada pemuda di depannya. Menunjukkan bahwa ia masih merajuk.

“Maafkan aku, hum? Pokoknya aku janji, malam ini adalah malam kita, aku akan menunda setiap pekerjaanku apapun itu. Pokoknya malam ini, malam ini sepenuhnya aku adalah milikmu. Aku akan menemanimu sepanjang malam…” ucap Dong Hae bersungguh-sungguh sambil menggenggam jemari So Eun semakin erat. So Eun tampak lebih bergeming saat ini.

“Benarkah? janji?” Tanya So Eun meragukan. Dong Hae tersenyum kecil dan mengangguk sebelum mengecup pelan jemari So Eun di dalam genggamannya.

“Ya. Aku janji..” sahut pemuda itu. Gadis cantik itupun tersenyum tak lama setelah itu, terlihat begitu senang dan bahagia.

Mereka kembali saling berbicara di tengah keramaian malam itu, larut dalam meriahnya pesta. Ini sudah cukup lama, Dong Hae pun tahu ia merindukannya. Merindukan saat bersama So Eun seperti ini, sedekat ini.

Cahaya pesta yang tadi gemerlapan mulai dipadamkan satu persatu menyisakan sinar-sinar yang temaram. Perlahan setiap pasangan yang memiliki cinta di hati mereka tampak berdiri dan berjalan berpegangan tangan menuju tengah ruang pesta untuk mengiringi lagu pelan yang bergema, lagu dansa. Di saat itu Dong Hae ingat jemari So Eun juga langsung menggenggam jemarinya dengan bersemangat.

“Ayo kita berdansa Dong Hae!!” Seru gadis itu begitu senang dan antusias. Sementara Dong Hae tampak mengangkat alis mendengarnya.

“Tapi So Eun aku rasa aku tak—“

“Aku akan mengajarimu. Aku ini adalah pengajar yang handal tahu? Aku bisa membuatmu menjadi penari hebat hanya dalam hitungan menit.” Ucapnya yang jelas saja sedikit nonsense. Namun pada saat itu bahkan Dong Hae tak akan bisa untuk mengatakan tidak menyadari betapa cantiknya So Eun ketika ia teramat bahagia seperti ini. “Ya? ya? Please…” rengeknya.

Dong Hae tampak tersenyum kemudian, lalu menganggukkan kepalanya. “Baiklah..”

“Kyaa, kau adalah kekasih yang paling hebat. Ayo! Ayo kesana!” Teriak So Eun begitu senang sambil berdiri dari tempat duduknya dan segera menarik tangan Dong Hae untuk bergabung di hall dansa. Dong Hae hanya tertawa kecil sambil mengikutinya.

*!!*

Bahkan baru beberapa langkah namun suara dering ponselnya tiba-tiba saja bergema dan membuatnya menghentikan langkahnya dengan reflek. So Eun yang juga mendengar suara ponselnya itu tampak juga langsung menoleh, keantusiasannya berkurang, senyumnya memudar.

“Eungg, sebentar.” Dong Hae benar-benar merasa tak enak namun tetap memeriksa ponselnya. Ketika ia melihat nama yang terlihat disana ekspresinya tampak sedikit kaget dan sedikit panik. “So Eun ini bosku. Aku harus mengangkat ini!” ucapnya pada So Eun dengan sedikit panik.

Si kekanakkan So Eun tampak tak langsung menurutinya, ia masih menatap Dong Hae ragu sambil masih menggenggam jemari Dong Hae. Hingga ketika Dong Hae sedikit menunjukkan wajah yang memelas ia akhirnya melepaskannya.

“Terima kasih sayang, aku janji ini tak akan lama. Aku janji..” ucap Dong Hae sebelum meninggalkan keramaian untuk menerima panggilan itu.

Satu hal kesalahan terbesar dari awal, yaitu bagaimana ia dengan mudahnya menjanjikan sesuatu yang nantinya sulit untuk ia penuhi. Seperti janjinya malam itu. Karena setelah panggilan itu Dong Hae segera kembali dengan wajah sedikit panic untuk membujuk So Eun meninggalkan tempat itu karena ia dikejar oleh sebuah pekerjaan sangat penting. Dong Hae menyadari tatapan sedih So Eun waktu itu, hanya sepertinya ia tak terlalu mengerti seberapa dalam kesedihan waktu itu ketika kekasihnya menatap sedih hall dansa sebelum Dong Hae membawanya keluar.

Ya, Dong Hae menyadarinya hanya saja pemuda itu tak cukup jauh dalam menyadari semuanya. Yang ia tahu So Eun akan bahagia setelah Dong Hae memberikan kemapanan padanya kalau saja mereka menikah. Ia kira dulu So Eun hanya perlu sedikit kesepian karena untuk selanjutnya ia akan ditemani oleh sebuah rumah yang mewah, perhiasan yang mewah, mobil, semuanya ketika nanti mereka bersama. Sungguh hanya itu yang ia fikirkan hingga disuatu malam ia sadar bukan itu sepenuhnya yang akan membahagiakan So Eun ketika malam itu sebuah tamparan yang cukup keras menyambutnya baru saja ia kembali ke apartement mereka.

“S-So Eun?” pemuda itu hanya bisa menggumamkan itu karena sungguh ia kaget – juga sedikit emosi karena sungguh tubuhnya lelah setengah mati. “Ada apa denganmu?” Dong Hae meredam keterkejutan dan kemarahannya tadi dengan suara pelan yang tentu saja penasaran.

“Aku tak tahan lagi.” Gadis itu menangis, seluruh wajahnya dipenuhi oleh air mata. “AKU SUDAH TAK TAHAN!”

“A-Apa? Kenapa? So—“

“Jangan menyentuhku!” So Eun menghindari rengkuhannya, mundur dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan. “Aku bukan siapa-siapamu lagi jadi kau tak berhak menyentuhku lagi.”

“So Eun apa maksudmu? Ada ap—“

“Kau tak ingat hari apa kemarin?”

Dong Hae menghentikan kata-katanya ketika So Eun mempertanyakan itu. Hari apa kemarin? Kenapa So Eun tiba-tiba menanyakan ini? Kemarin adalah rabu, hari dimana ia harus menghadiri pertemuan seharian dengan klien dari Singapura, hari dimana ia mendapatkan bonus dan langsung menyimpannya ke dalam tabungan masa depan mereka, hari yang melelehkan, hari yang sibuk, enam septem—

Apa?

Dong Hae bahkan yakin bagaimana rasanya tersengat sesuatu disaat itu ia mengangkat wajahnya dan menyadari semuanya. Yang ditemukannya sungguh terlalu memberikan penyesalan untuk sekedar dijelaskan. Gadisnya menangis lebih menyedihkan, seseorang yang menjadi alasannya bekerja banting tulang menangis menyedihkan di depannya – karena dirinya.

“Kau bilang kau ingin membahagiakanku, kau ingin membelikanku semuanya. Tapi walau sekuntum bungapun, kau bahkan tak bisa belikan untukku di hari ulang tahunku. Jangankan itu, kau tak mengucapkan atau… kau bahkan tak mengingat hari itu…” So Eun bersuara dengan sedikit sulit karena air mata dan emosi telah menguasainya. Sungguh, bagi Dong Hae ini menyesakkan.

“So Eu—“

“Tak perlu, kau tak perlu menjelaskan apapun. Kau sedang lelah, kau bekerja dari pagi menuju dini hari selanjutnya. Kau terlalu lelah jadi kau tak perlu menjelaskan apapun yang aku mengerti kenapa..” dia berusaha berbicara kembali kali ini, berusaha menabahkan So Eun. “Hanya saja satu hal yang perlu kau tahu, aku juga lelah. Aku mungkin tak sepertimu yang lelah memeras otak dan energimu, tapi aku lelah menuggu aku lelah hanya sekedar berharap dan berharap. Aku tak bisa melanjutkan ini.”

“So Eun..”

“Aku memutuskan pergi dari semua ini. Aku tak lagi bisa bersamamu, Lee Dong Hae..” ucap gadis itu sebelum menarik sebuah koper yang entah sejak kapan dipersiapkannya. Tapi yang jelas ia menarik benda itu, lalu bergerak meninggalkan Dong Hae yang benar-benar membatu.

“So Eun!” Dong Hae berusaha menjelaskannya. Namun ia tahu disana bahwa kesempatannya telah habis, dimana sebelumnya ia membuangnya begitu saja.

My pride, my ego, my needs and my selfish ways,
Caused a good strong woman like you to walk out my life,
Now I’ll never, never get to clean out the mess I’m in,
And it haunts me every time I close my eyes.

“Aku ingin kau bersenang-senang, Dong Hae. Ayolah, bukan hanya dia wanita di dunia ini!”

Itulah ucapan salah satu teman asingnya yang lain yang akhirnya membawa Dong Hae ke tempat ini. Saat ini Dong Hae sedang berada di sebuah pesta pertunangan salah satu teman kantornya.

Pertunangan, Dong Hae tertawa miris setiap kali mengingatnya. Sejak bersama So Eun, ini adalah salah batu pijakan impiannya sebelum melabeli So Eun sebagai miliknya seutuhnya. Demi itu ia bahkan bekerja sangat keras dari pagi bertemu pagi agar niatnya ini bisa tercapai dengan cepat, bukan, niatnya bahkan ia akan langsung membawa So Eun untuk mengungkapkan janji suci di depan pendeta. Namun lihat yang terjadi, bodohnya ia dan prinsipnya bahwa menghasilkan uang adalah yang terpenting. Hingga ketika ia memungutinya, gadis yang berada di sampingnya sudah tidak ada ketika ia mengangkat kepalanya. Sungguh, bodohnya ia.

Tundukkan kepalanya ia naikkan tiba-tiba begitu mendengar suara yang tak begitu asing menyapanya. Dong Hae menghela nafas berat ketika mengingat kembali dimana sebelumnya ia mendengar alunan lembut ini. Di pesta itu, ya di pesta itu dimana So Eun dengan antusiasnya mengajaknya untuk turun ke lantai dansa bersama belasan pasangan yang lain, yang akhirnya ia hancurkan hanya dengan sebuah deringan ponsel.

Dong Hae kembali menyalahkan dirinya sendiri ketika mengingat semua itu.

Dong Hae mengalihkan kepalanya menuju lantai dansa dimana banyak pasangan yang telah larut dalam musik dan nuansa. Kini ia mengerti kenapa waktu itu So Eun ingin sekali menari bersamanya. Dong Hae baru tahu mengapa So Eun begitu menyukainya. Semua itu mungkin karena ketika berdansa kau begitu dengan kekasihmu seakan tanpa jarak. Matamu bertemu matanya, lenganmu melingkari pinggang dan menggenggam pergelangan tangannya, serta jangan lupakan bahwa kalian bergerak dan melangkah seirama sehingga kalian benar-benar seperti tak mempunyai jarak sama sekali.

Dong Hae rasa-rasanya begitu amat merindukan So Eun saat ini. Dong Hae ingin sekali memeluknya dan membisikkan betapa Dong Hae sangat mencintainya. Tak akan membiarkannya salah faham lagi sehingga membuat ia harus pergi.

Ketika fikirannya tengah sibuk memikirkan So Eun dengan tiba-tiba matanya menemukan sosok itu diantara kerumunan yang asyik berdansa. Dong Hae menggelengkan kepalanya, ia tak percaya, namun setelah berulang kali ia lakukan nyatanya ia tetap bisa melihat So Eun. Dimana kali ini So Eun tengah tersenyum bahagia sambil berdansa dengan laki-laki lain.

Dong Hae reflek berdiri. Tidak, matanya tidak boleh mengkhianatinya begini, bagaimana mungkin setelah sebulan lamanya ia tak bisa menemukan So Eun namun malam ini ia malah melihat So Eun berdansa dengan laki-laki lain. Ini pasti salah, ini pasti adalah sebuah mimpi. Mimpi buruk.

Tapi matanya terus mempermainkannya lebih lama, membiarkan ia melihat sesuatu yang sungguh ingin membuatnya menangis kecewa. Karena bagaimana mungkin ia harus menyaksikan ketika gadis yang dicintainya tengah berada dalam dekapan laki-laki lain, tengah dipeluk laki-laki lain, dan.. membisikkan sesuatu ke telinganya? Apa yang laki-laki tu katakan pada So Eun-nya? Mengatakan bahwa dia mencintainya? Tidak, tidak bisa seperti itu! Karena Dong Hae yakin tidak ada yang lebih berhak mengatakan kata-kata itu kepada So Eun selain dirinya! Tidak ada yang lebih mencintai So Eun dibandingkan dirinya. Walau Dong Hae dulu sering meninggalkannya sendiri, walau Dong Hae pernah melupakan ulang tahunnya, tidak ada yang bisa menandingi cinta kasih Dong Hae pada So Eun selamanya.

Tapi So Eun-nya tersenyum setelah dibisikkan itu, dia terlihat bahagia. Apa? Kenapa Dong Hae ingin sekali buta untuk pertama kalinya? Dulu Dong Hae juga sering membuat So Eun tersenyum seperti itu. Walau.. walau pertemuan terakhir mereka adalah So Eun yang begitu hancur dan terluka. Hancur karena dirinya.

Dong Hae benar-benar tidak tahan, ingin rasanya pergi dari tempat itu. Namun ia tak bisa, kakinya mati rasa sehingga satu inchi pun ia tak mampu membawa Dong Hae bergerak dan menahannya disana. Hingga beberapa menit selanjutnya tanpa sengaja So Eun melirik padanya. Gadis itu tampak terpaku menatapnya, terlihat kaget.

Jika Dong Hae ingin waktu berhenti untuk sejenak, maka Dong Hae harap ini adalah salah satu saatnya. Saat dimana So Eun menatap padanya, hanya memandang ke arahnya dan tak memperdulikan laki-laki asing yang kini masih memeluknya erat tanpa tahu arah mata gadis di dalam dekapannya. Dimana gadis itu menatap padanya, pada Dong Hae yang juga menatap So Eun dengan penuh kerinduan. ‘Maafkan aku, kembali padaku’ bisakah angin menyampaikan pesannya itu? Setidaknya dengan jarak yang sudah sedekat ini?

Tapi tidak, So Eun berpaling darinya dan hanya lebih memeluk laki-laki asing itu lebih erat dan menyembunyikan wajahnya dari Dong Hae. Terbukti sudah bahwa ucapan penyair gila yang sering menyampaikan rindunya kepada angin adalah omong kosong belaka. Itu tidak benar, mana mungkin angin yang terbang bebas mau menyibukkan diri membantu mereka yang menyedihkan sepertinya. Yang benar saja.

Dong Hae menundukkan kepalanya dan dengan segera membawa kakinya meninggalkan tempat itu. Kini angin malah balik menggodanya, meniup matanya hingga rasanya ia ingin sekali mencari tempat yang sepi dan kembali menangis, salah satu hal yang paling sering dilakukannya belakangan ini.

Hmmm too young, to dumb to realize
That I should have bought you flowers and held your hand
Should have given all my hours when I had the chance
Take you to every party
Cause all you wanted to do was dance
Now my baby is dancing,
But she’s dancing with another man

“Lee Dong Hae!”

Dong Hae yang benar-benar ingin bersembunyi menghentikan langkahnya begitu mendengar seseorang memanggil namanya. Suara So Eun! Tidak tidak, angin pasti kembali bermain lelucon dengannya dengan menirukan suara So Eun. So Eun tadi masih berada disana dengan laki-laki barunya, tidak mungkin ia menuruti Dong Hae kemari.

“Lihat dirimu! Tak bisakah kau berhenti mengacuhkanku. Kita bahkan sudah putus namun kau terus tak pernah mendengarkanku. Sekalipun.”

Dong Hae mau tak mau berbalik. Tidak, walau angin sekalipun harus tahu bahwa tak pernah terbersit sedikitpun di dalam benak Dong Hae untuk mengacuhkan So Eun. Tidak pernah. Karena kebahagian So Eun selalu menjadi prioritasnya.

Dong Hae baru benar-benar sadar setelah ia berbalik dan menemukan So Eun ternyata adalah orang yang berada di belakangnya. Dong Hae pasti sudah terlalu banyak minum sehingga daritadi ia terus memikirkan hal yang tidak-tidak. Angin? Sejak kapan Dong Hae begitu memperhatikan angin?

“Kau terlihat menyedihkan.” So Eun tersenyum tipis begitu Dong Hae menatapnya. Senyuman apa itu? Dong Hae tak suka melihat So Eun tersenyum seperti itu kepadanya. Namun tidak, tidak apa-apa asalkan So Eun tersenyum. “Kau belum juga menemukan kekasih baru, huh? Kau telihat tak terurus mantan kekasihku yang tampan.”

Kata mantan kekasih itu menganggunya. Tapi lebih dari itu kata menemukan kekasih baru lebih menganggunya. Bagaimana mungkin ia menemukan kekasih baru sementara siang dan malam rasa bersalah menghantuinya? So Eun pasti tak befikir sampai kesana.

“Bagaimana kabarmu? Kenapa kau menghilang begitu saja? Aku kira kau—“

“Sudah kembali ke korea? Tentu saja tidak. Aku belum minat kembali kesana, ke tempat dimana kau pernah menjanjikan padaku ketika kita bersama..”

Dia mengingatnya..

“Aku berusaha mencarimu..”

“Aku tahu. Tapi aku yang berusaha sembunyi darimu.”

“Aku ingin meminta maaf..”

So Eun menunjukkan senyum tipis itu, senyuman yang terlihat seperti ejekkan. “Kau tak perlu merasa bersalah lagi, aku sudah memaafkanmu. Aku akui aku hanya terlalu terbawa emosi waktu itu tapi sekarang sudah tidak apa-apa. Tak ada yang perlu dimaafkan..” kata So Eun sambil kembali menatap Dong Hae. “Aku sudah menemukan hidupku yang baru. Maka aku mau kau juga, berhentilah larut dengan kenangan lama..”

Semudah itukah? Ya, mungkin mudah bagi So Eun yang terlalu banyak bersabar dan terluka karenanya.

“Apa kau bahagia dengan hidupmu yang sekarang?”

“Ya, tentu saja. Dia adalah laki-laki yang baik dan perhatian. Walaupun dia bekerja dia selalu ada untukku, selalu menggenggam tanganku dan mau menemaniku menari, dia juga memberikanku bunga yang kusukai setiap hari. Apa yang lebih sempurna selain itu semua..” jelasnya begitu puas.

Benar, dia bahagia. Baguslah kalau begitu.

“Baguslah, aku senang mendengarnya.” Dong Hae tersenyum untuk pertama kalinya, senyuman yang miris. “Setidaknya kau bahagia.”

“Ada apa dengan senyuman itu? Kalau kau benar-benar bahagia kau seharusnya menunjukkan senyuman yang tulus, bukan senyum yang dipaksakan seperti itu.” Kata So Eun dengan ekspresinya yang serius, terlihat tak suka. Namun Dong Hae hanya terus tersenyum dan menggelengkan kepala. “Kau tidak sedang merencanakan apapun bukan? Kau mungkin tahu kalau jabatan kekasih baruku di perusahaannya tak sebanding dengan dirimu tapi—“

“Tidak, aku benar-benar bahagia.” Dong Hae dengan sedikit tidak sadar mendekati So Eun, berdiri di hadapannya. “Selama kau bahagia, maka aku akan bahagia. Aku pernah menghancurkan kebahagiaanmu berkali-kali, maka aku akan menjaga kebahagiaanmu yang ini. Hiduplah dengan baik.” Ucap Dong Hae kali ini memberanikan diri membelai rambut So Eun dengan lembut. Untuk terakhir kalinya.

So Eun terdiam, ia hanya menatap Dong Hae dengan tatapan yang seperti tak percaya dan membiarkan Dong Hae untuk sejenak. Hingga setelah kesadarannya kembali ia memalingkan wajahnya sehingga menjauhkan rambutnya dari jemari Dong Hae.

“Baguslah. Aku harap kau juga menemukan kebahagiaanmu sendiri. Aku harus pergi.” Ucap So Eun sambil mundur dan menjauhi Dong Hae. Gadis itu kemudian berjalan meninggalkan tempat itu secepatnya. Meninggalkan Dong Hae yang terus menatapnya hingga So Eun hilang dari pandangannya.

Although it hurts
I’ll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I’m probably much too late
To try and apologize for my mistakes
But I just want you to know
I hope he buys you flowers, ,
I hope he holds yours hands
Give you all his hours when he has the chance
Take you to every party
Cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done
When I was your man!

 

 

❤ THE END❤

Lagu Bruno Mars dengan lirik terbaik, lirik yang paling dalam. Oiya pertama-tama aku mau minta maaf dulu nih karena punya HaeSso publishnya lama soalnya laptopku sering bermasalah belakangan ini, kadang baik kadang bermasalah jadi aku buatnya ngangsur.

Sekalian aku juga mau memberi tahu akan ada perombakkan besar terhadap jadwal pemostingan FF untuk selanjutnya. Hal itu mencakup urutan postingan, jumlah update an, hingga mungkin saja sampai ke penghapusan beberapa FF. Tahun ini aku mengalami penurunan minat dalam menulis, laptopku bermasalah, namun aku benar-benar ingin memperkecil jumlah ff part di blog ini karena awal tahun besok aku akan sangat sibuk dengan perkuliahan. Aku harap targetku bisa tercapai, amin.

Untuk sekarang Enjoy dengan FF disini ^^

 

58 Comments Add yours

  1. Wulan Azhar mengatakan:

    kira2 namja asingnya itu kyuhyun ya?, kalau kyu rela dech walau donghae nya kasihan….

    sad ending ya put cerita nya, jadi gemes…^_^

  2. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Gak tau kenapa di ff ini saeng benci sama karakter sso,,huhu sso egois..emang sih dia butuh perhatian,,tapi harusnya dia juga mikirin ikan,,kan ikan kerja juga buat dia..huhuhu saeng gak rela si ikan tersakiti..sumpah eonni feelnya dapat banget,,saeng nangis bacanya..kasian sama abang ikan,,semoga abang ikan dapat pengganti yang lebih baik

  3. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Hiksssss….
    Sedih T_T

    Donghae sih… Seharusnya Donghae Oppa tahu diatas uang,cinta dan kasih sayang lebih dari segalanya !!! u.u

    rada nyesek+sebel juga liat Oppa disini >_<

    akkkhhhhhh..
    Ke 4nya Drabe Music ini buat Nyeeeeseeeeeekkkkk Uni😦
    baik yg Yesung,Eunhyuk,Kyu sma Hae… Tp bedanya di Kyu,Soeun yg nyesek.. Klw yg lain namjaya yg nyesekkkkk…

    Mana baiknya aja menurut Uni ttg masalah FF ini..
    Puspa cuman bisa bilang Tetap semangat dan bakal Puspa tunggu FFnya semuaaaaa😉😉

  4. choi shinae mengatakan:

    Ini…… Benar2 bkin jleb😦 feel nya dpt bgt antara soeun dan donghae! Semuanya bagus dan sukses bikin hati jleb dan mata berair!

  5. adelcho mengatakan:

    Hae kasiannya dirimu… iya seo egois disini…

  6. sungyong mengatakan:

    ninggalin jejak dulu yaah chingu,,, baca’y ntar dulu soal’y dah malem bngtz buat bca nh ff

  7. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Sso sedikit egois ya karakternya. Kalau yg dia di cuekin n jarang dapat perhatian sih wajar saja kalau dia minta putus.
    Tapi yg didi bagian akhir itu, rasanya sedikit keterlaluan dia sama Donghae. Perkataannya sedikit kasar dan kayak bukan Sso banget.
    Udah tau bakalan berakhir begini,,
    fF angst yg bikin nyesek.
    Kasihan Haeppa susah Move On.

    Ditunggu next postingannya Put..
    Jangan lama2 ya…🙂

  8. HETTY SHAWOL mengatakan:

    mewek lagi..sso bener2 egois dn kejem..khusus dff ini aku kesel sama sso..ya allah donghae..kamu bener2 cinta tulus sama sso,,bahkan bekerja keras untuknnya namun bukan kebahagian yang didapet malah sakit hati dn kehilangan yang diterimannya..kasihan kamu

  9. Rakha mengatakan:

    Diantara keempat drabble,yang ini bener2 nyentuh banget,pov penderitaan donghae feelnya dapat banget,apalagi lagunya favorit aku…

  10. OMG sad ending

    sumpah bkin nyesek
    kasihan sma hae ga tega rasanya dan sedikit kecewa sma sso

    aaaah sumpah ga bisa ngomen apa2 lagi saking nyeseknya sma hidup hae oppa !!

    di tunggu ff selanjutnya !

    dan buat putri sukses selalu sma kuliahnya trus ff nya juga

  11. YhulaiiSoeun mengatakan:

    Aduhh aduhh aduhh.. Kok aku pngen nangis yahh T,T *lebehh * tpi btulan,sdih banget liat HaeSso gk brsatu… Huhuh udh nebak tdi sih pasti Sad …T,T
    Huahh mmang sih ni salah.y hae oppa krna kurang perhatian sama Sso,, tpi smua itu buat mereka jga.,seandai.y hae bisa mmbagi wk2.y ,, trus stidak.y Sso jga mengerti donghae… Aduh kok serba salah yah… ?hemehh -__- tpi inti.y sdih banget deh haesso gk brsatu… Trus sso jga secepat itu dpat pngganti hae… Putri hbis ini buat yg happy yah,udh cukup hatiQ membaca yg sad sad …* ceileehh :p😀
    Ada prombakan??aduh kra2 ff apa yah… Tpi apapun itu moga tetap smangat dlam menyelesaikan.y .. Krna aku pnggemar brat karya mu… :* :*

  12. elfishylikaalika mengatakan:

    Akhirnya kak putri post ff lagi 🎉 kangen ff kyusso sama haesso nih 😔 dan akhirnya setelah berbulan2 haesso muncul lagi kkk. Yah sad ending, hae gak bisa sama sso 😭 emang sih donghae cinta sayang sama sso tapi caranya salah sih, dia terlalu mikirin uang buat masa depan dia sama sso 😒. Aku jadi ngebayangin kalau cowok barunya sso itu siwon 😁 dari yang dideskripsiin sso “cowok yg perhatian” itu cocok banget sama siwon. Harus ada sequel nih kak kkkkk

  13. vaaani mengatakan:

    huaaaaah nyesek
    #galau akut
    haeppa kebahagiaan tidak bs dibeli dg uang
    sso eoni ku kira cm akan memberi pelajaran😦
    padahl mereka k amrik dg niatan keren balik k korea nikah
    huaaah wajar haeppa stresss
    majlebbbb itu kata2 mantanku yg tampan trlihat tak terurus dr sso
    sedang dr hae, mlihat kbahagianmu akn turut menjaganya jg->intinya,,,
    sweet lapang dada bingit

    kereeeen bgt put

    huaaaah sayang, ok deh, smga mood baiknya kmbli yak
    smgt mrampungkan kuliah

  14. erika mengatakan:

    Huhuhu…kurang suka sama karakternya Sso eonni disini, dia egois kasiankan si dongek yg udah kerja keras dan itu juga hasilnya nanti buat Sso eonni kan😥 tapi salah donghae oppanya juga sih yg selalu ga bisa membagi waktunya bersama Sso eonni. Sedikit kecewa juga sama Sso eonni😦 kenapa cepet banget nemuin penggantinya Hae oppa.
    Hnmm yg sad endingnya udah kelar semua sekarang tinggal nunggu kelanjutan ff yg lainnya, semoga nanti semuanya akhirnya happy ending😀

  15. hellolina97 mengatakan:

    aaaa….
    ceritanya ngena bangetttt… Donghae😦 terlihat sangat menyedihkan. mungkin yg ada dalam pikiran Donghae, So Eun akan senang atas segala yg akan ia miliki nantinya, namun semua itu salah, So Eun hanya ingin Donghae selalu ada untuk dirinya.
    huaaa….. nggk tega kalo Donghae seperti ini😦

  16. sendysw mengatakan:

    kasian donghae😦
    dia kerja buat bisa nikah sama sso tapi dengan egoisnya sso ninggalin donghae,padahal donghae sayang banget sama sso😦
    ditunggu ff lainnya😉

  17. Safriyanti mengatakan:

    Kyaaaaa,,,,,
    sad end,,,.haesso psahkah,,,,
    bnarkah to kksih bru sso,,kyak,a a gk pcya sso dgn mdah,a mnmkan namja lain,,,
    hae mnysal n bgtu trpuruk,,
    knpa hae gk sdar sso jg trluka saat mnghmpiri,a n saat hae mngusap kpla,a,,
    sngguh donghae mbuang smua ksmptan srta memusnahkan sgla impian,a sndre,,,,
    poor donghae,,,

  18. Luthfiangelsso mengatakan:

    nyeseknya kerasa bgt, sebenernyaa sangat gak rela hae pisah sama sso padahal aku yakin masih bisa di perbiki koq, ah kasian hae nya. aku slalu tunggu ff mu put semangat :’)

  19. Aisparkyu mengatakan:

    .hempt sad ending lgii,,ksian bnget bang ikan ,,nsibny mris bnget brjuang krja untk sso trnyta sso mlah kya gtu,,dngan mdahny blng ptus dn dngan mdahny mlpkan bng ikan,,ksian bnget bng ikan

  20. mothisan mengatakan:

    So sad story,,,
    Hiks, hiks, hiks,,,

  21. Devi mengatakan:

    y ampun sdih bngeeeet FF’a,,,,

    gk nyangka eonnie so eun semudh tu melupakan haeppa yg bgtu prustasi karena mersa bersalah mengabaikn eonnie so eun demi pkerjaan,,,

    tpi pnsaran spa yh yg laki2 yg berdansa ma eonnie so eun,,,

  22. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Aish. So Eun egois sekali. Emang dia lebih butuh perhatian, tapi dia juga harusnya mengerti Dong Hae. Semua yang dia lakukan juga buat So Eun, untuk masa depan mereka. Kehidupan rumah tangga nggak cuma butuh cinta, tapi materi juga penting. Yah meskipun Dong Hae terlalu over. Tapi bener-bener kata-kata So Eun discene terakhir itu, KETERLALUAN. Segampang itukah mengatakannya pada orang yang udah melakukan apapun untukmu?? Pengen nampar So rasanya. Dong Hae TT_TT

  23. yehaesso mengatakan:

    ikut nyesek bareng donghae😥 lagi lagi ga bersatu.
    donghae salah dari awal karena terlalu cintanya ke soeun sampe cinta itu kebagi dg pekerjaannya. tapi sso ko semudah itu berpaling ?
    pairing terakhir yg paling aku suka meskipun sad tapi feelnya yg paling ngena banget😀
    apapun keputusannya aku dukung, semangat ka🙂 tapi berharap penghapusan ff dibatalin hehe

  24. SHANE mengatakan:

    Aaaaaa when I was your man … Dapet banget feel nyebaca nya dri awal sampai akhir aaaaaaaaaa kakak baca ni ff sambil dengerin lagunya tp bukan versi bruno mars tp versi LUNAFLY aaaaaa han seung yuuuuun #eoh , kakak tahu banget ma ni lagu emng menyentuh dan dalam berad .

    Ya allah …nangis put ..aaaa biasanya ff kyusso yg sad kakak ngerasain sakit kek gini tp d ff ini rasa itu nyerang lgi aaaaaa pupuuuuut tanggung jawab gii aaaaa kakk mewekkk * batal ni puasa onew kkkke ~*
    Kakak nangis terpesona put (y) waaaaaaaw asli badai put 100 jempol gaja buat pu2t (y) dua jempol bang jong buat kakk hhhe ;;)
    Onew ikut nangis bareng kakak aaaaaaaa😥
    Gini ya smbl denger lagu +bc ff nya bener2 masuk (y) menyayat hati aaaaaaa
    Soeun tidak bs d salahkan dlm hal ini, hae akhirnya menerima konsekuensi atas tindakannya , jika aku jd sso pun aku akan mencari orng yg bs mengatur jadwal dg baik..
    Ini pelajaran buat hae ,meskipun niat hae itu untuk membahagikan soeun tp ada hal penting yg tak boleh d lupakan .puncaknya ketika hati ultah itu tiba ,dimna kesabaran sso dah habis , sedangkan dititik itu hae d butakan oleh niat yg teramat besar untuk mencari uang , walopun tujuannya is soeun .
    Dan hae menyesalinya ketika soeun benr2 tak ada d sisinya ..hanya airmata dan rsa berkecamuk yg hadir d hatinya
    Puncaknya ketika dia meliat soeun dg cowok laen bedansa dan melakukan hal yg lebih membahagiakan soeun drpd bersama ia sewaktu dlu ,,penyesalan memng slalu dtg d akhir ,seandainya waktu dapat di ulang kembali😥
    Yg sabar ya hae ,aku ikut merasakan n menagis bersama mu …
    Smoga kau bs bersatu ma soeun d kehidupan laen stelah ni story mu :*
    Aaaaaa meweek put aaaaaaaa kerasa banget nusuk2 d hati baca ni story (y)di temani alunan suara lunafly❤
    Waaaaaw KEREN BANGED PUT (y)
    Ni story" perfecto (y)"
    Good job buat puput (y)

    Keep writing put ..always happy :*
    Thumb up (y)

  25. Elisa mengatakan:

    Gk tau d ff ni..agk gmn gtu …???
    Kek da yg kurng and gk nymn…

  26. dyyyy mengatakan:

    sad ending……
    dong hae blm bisa move on….

  27. princess ice mengatakan:

    sad ending.. lyric’a bner dalem bgt. dan penyesalan akan selalu dtang di saat kita sudah kehilangn.. kasian abang ikan. kalo aku mah mau d maafin aja..hehe..
    keren.. sukses selalu put

  28. Esaa mengatakan:

    Kita tak bisa menyalahkan pemikiran Donghae yang seperti itu, pemikiran dimana kita benar benar akan bahagia ketika materi melimpah ruah, ketika segala sesuatu yang kita inginkan dapat tercapai dengan mudahnya, dan pemikiran bahwa kekasihnya juga mempunyai pemikiran yang sama seperti Donghae..

    Disini kita juga tidak bisa menyalahkan Soeun. Soeun memang egois, tapi kesabaran manusia ada batasnya. Bukankah keinginan Soeun adahal hal wajar? Aku mengerti perasaan Soeun yang mempunyai kekasih tapi seakan akan tidak..HAMPA.

    ============================================================

    Haha itu bahasa darimana ya gue ^_^ Dapat ilham darimana gue bisa ngomong sebijak itu ._.
    Yang jelas drabble yang tidak sepenuhnya drabble ini sukses menitikan air mata aku walau hanya setetes, aku sedih bukan hanya karena Soeun saja, tapi karena Donghae juga…
    TOP deh put!!!

    Dan masalah penurunan minatmu dalam menulis, semoga fase itu cepat berlalu, aku selalu menunggu karyamu . . .

  29. anna mengatakan:

    omg poor donghae,,tp ga bs mnyalhkn soeun jg,,pnyesalan mmg dtg diakhr,,sp tuu yg bs mnaklukan ht soeun scpt itu,,seandainya soeun ttp brsbr&mmbr hae ksmptn mngkn laen crt deh

  30. Minda amalya mengatakan:

    donghaenya kasian u,u ff keren eon walaupun akhirnya sad. aku tunggu karya lainnya, fighting!

  31. Arhy Supitri mengatakan:

    Sebenarnya lagi gak ada mood baca ff sad😦
    Tapi ini haesso🙂 , entah kenapa jadi sedikit sebal sama haesso disini, mereka sma2 egois mungkin.
    Endnya keren , langusng nangis akunya.
    Ditunggu ff selanjutnya😉

  32. kristienuuna mengatakan:

    huaa..😥
    sedih bgt..😥
    semua na sedih..😦
    nyesek bgt ama kisah cinta Haesso..😦
    putri Lagi demen bikin FF sad ending ya..😦
    hadew.. sumpah sedih bgt baca na..😥
    sakit hati baca na..
    Donghae kenapa sia sia’in Soeun..
    sekarang seteLah Soeun pergi Donghae g bisa kembaLi memiliki..
    Soeun uda ada yg punya..
    huaaaaaa.. nangis na G mw berenti..😥😥😥

  33. nita mengatakan:

    Crtny itu bkn jleb bngt😥. Fell ny dpt bngt. Haesso gak brstu. Agk sdkt gk ska sm krkter sso ksn ny dia egois, y walau pun haeppa jga slh yg trllu sbk sm krjaan ny smpe2 gk dha wktu buat sso.

  34. lavender mengatakan:

    Yah,,sad ending,,kirain bakal happy,,,

  35. pipip mengatakan:

    Waaa haesso mncul yeey
    Tpi bner2 sdih nih mreka apalgi lgu bruno mars yg ini ccok bnget liriknya
    Hae yg blm bsa moveon dan ktemu soeun stelah dia udh punya kkasih rasanyaaaa nyesss bnget
    Udh ketebak nih bkalan sad ending bgi donghae dri liriknya hihi
    Tpi ttep bgus seru ceritanyaaa
    Trep dtnggu ff lainnya eon, wlwpn lma hihi

  36. Dizha adrya mengatakan:

    huaa put ffnya hbt bgt feelnya dpt bgt bnr” jleb tntng hub haesso kasian bang hae, pnydalan emg sllu dtng trlmbt, n buat sso cpt bgt bsa dpt pnggnti bang hae hnya dlm wkt 1 bln, n buat bang hae cpt donk move on, sso aja bsa knp u gak??? ok hehe😀

  37. Dewi mengatakan:

    aa nyesek bgt bacanyaa
    walaupun lagunya sad, ff nya happy ending dong eon hehe
    tp sumpah ini keren bgt, bener2 masuk ke dlm hati wkwk
    terima kasih utk ff ini yg udah bisa nggalauin reader
    keep writing eon!
    Semangat kuliahnya jg

  38. diladirga mengatakan:

    ini kenapa lagu ini? -3-
    lagunya aja udah serba nyelekit dari lirik, melodi, sampe muka kakang brunonya nyelekit /? eh dibikin cerita T,T
    yah pokoknya ceritanya nyelekit kena sama hati :’)

  39. senrumi mengatakan:

    kasihan hae harus menderita smp spt itu tp itu juga hasil dr perbuatanya sndr

  40. vita mengatakan:

    kok gini sih..kasian hae dia bekerja demi menikah sama so eun tapi kok malah berantakan jd.a…tapi itu namja asingnya siapa ya,,penasaran tingkat dewa,,yaudah ditunggu ff selanjut.a

  41. Tetta Andira mengatakan:

    Ahh~ ini complicated !! Gmna bisa ky’ gitu ending’x?? Sesuai lagu mgqn yaa ..
    Bt jujur aja, gak bisa nahan tangis liat ending’x.
    Apa gak ada ksmpatan buat Donghae? Apa Sso gak prnh mikirin gmna Hae pas dy tinggalin?
    Ahh~ poor uri oppa😥 ditunggu yg lain’x yaa .. Keep spirit & hwaiting !!

  42. echa307 mengatakan:

    Omo..hiks nyesek banget yaaa…
    Walaupun ini berawal dari salah pengertiannya Donghae tapi tetep ajja..
    – Nyesek, Donghae yg dgn tulus kerja banting tulang buat hidup bahagia sama Soeun dimasa depan. Tapi dia ga berpikir klo itu bukan yg Soeun inginkan…
    – Sakit liat Donghae nangis mengertikan krna kepergian Soeun, frustasinya Donghae krna rindu sama Soeun…
    – Patah hati liat Donghae yg sekalinya ketemu Soeun malah lagi sama cowok barunya,

    Huhh kenapa berasa Soeun yg jahat yaa?
    kenapa ga biarin Donghae menjelaskan semuanya ttg kesalah pengertiannya?
    kenapa ga kasih kesempatan kedua?
    kenapa malah mengumbar kebahagiannya didepan Donghae yg jelas2 terluka?
    apa Soeun tega liat Donghae terpuruk begitu? pdhl Donghae sangat mencintai Soeun, tapi dengan mudahnya Soeun menemukan pengganti Donghae..

    Tapi aku suka sama kalimat Donghae di akhir, “Selama kau bahagia, maka aku akan bahagia. Aku pernah menghancurkan kebahagianmu berkali-kali, maka aku akan menjaga kebahagiaanmu yang ini. Hiduplah dengan baik”
    semoga itu juga jadi tamparan buat Soeun, bukan tamparan buat Donghae ajja…

    Donghae ga egois,
    Donghae ga sepicik yg Soeun kira,
    dia mementingkan kebahagiaan Soeun diatas segala-galanya….

    Putri kau sukses buat hatiku teraduk2, good job \(•ˆ⌣ˆ•)/
    Ditunggu HaeSso selanjuta, terutama ‘Black n White’😉

  43. ayu mengatakan:

    feelnya dpt bgt. . . Kasian donghae ditinggal so eun tp tu jg krn kesalahanny sndiri krn dulu dia tak prnh punyj wkt bnyk bwt so eun. . Dan skrg so eun udh pny pngganti donghae yg lbih perhatian. . Sad ending. .

  44. Irnawatyalwi mengatakan:

    Omg, drabble haesso kmbli membuatq mengeluarkn air mta, kisahx sngt dlm n menyth, mNgapa Haesso hrus salng menyakti? Aq tau pasti sso uda sngt lelh menanti donghae oppa u menepati jnjix n pd akhrx i2 mledak n membuat sso hrus mengalah n memtuskn keluar dr khdupn donghae oppa , tpi dr kptusn spihak sso i2 donghae oppalah yg pling skt n sdih,parhx lg d prtmua haesso pasca perpishnx sso dgn entngx mengandeng pria asing n lbh parahx mrka uda rsmi menjaln hub.an, ah Oppaq pasti sngt hncur mlhat org yg plng d cntaix trnyata sudh menjd keksh org lain bhkn mrka brmesraan d dpn mta, heeeh sso bnar2 ktrlaluan dgn mudahx dia menemukn pgganti hae oppa n bhkn dia menyapa oppa hae dgn snyum mengejek n tngkah yg ckup arogan seakn ingn menunjukkn kalo kptusnx meninggalkn n keluar dr khdupan hae oppa adlh kptusn yg sngt tepat bhkn dia dgn entgx brharap agar donghae oppa sgera menemukn pgantix n bhgia sprti drix, haaa donghae oppa aq sngt menyukai pas kau memblai rmbut sso n mengatakn aku bhgia jka kau bhgia krn aq prnah brkali2 menghncurkn kbgianMU. OH oppa sngt sktkn mengataknx tpi i2lah yg hrus kau ktakn n jg pasti sngt skt mendgar org yg kt suka memuji2 org lain d dpn kt oppa smangt tmukn kbgianMu. Sm0ga sso bnar2 menemukn kbhianx n kau dtng aja k sni aq akn snang hti mencntaimu n membhgiakmu, yah aq tau akhrx akn gntng tpi aq mw brimajinasi sndri, sso kmbli k pd donghae oppa n mrka hdup bgia. Putri daebak,daebaaak

  45. angelf mengatakan:

    sedih banget harus sad ending
    gak suka sama karakternya sso disini egois cuman mentingin diriya aja padhal hae kerja keras bwt sso tapi ssonya gak pengertian ya meskipun hae jga agak keterlaluan kerjanya terlalu keras tapi hae kan pngen bisa ngebahagiain sso nantinya
    tega banget sso masa udah pindah kelain hati
    padahal haenya masih berharap
    drabblenya nyesek banget

  46. Soeun mengatakan:

    Hiks hiks hiks T_T
    kisah haesso sngt sedih eon

    donghae hanya ingin membahagiakan Sso dgn materi yg dimiliki trnyata persepsi donghae salah karna yg dibutuhkan Sso hanya kehadiran donghae …sngt disayang kan knapa Sso gak lbih bersabar lge yach

    apalagi Sso udh dpt cwo yg buat donghae lbih terpuruk lge

  47. ikayeoja fishy mengatakan:

    sorry put telat coment’y..sol’y sibuk ngurusin pekerjaan ngurusin bocah..#plaaksoksibuk..
    kasian my fishy jadi super galau gitu..sso eonni kenapa kau tinggalkan hae oppa cuma karna haeppa sibuk kerja..seharus’y sbg pacar kau harus mengerti’y..di sini aku kurang suka dgn karakter sso eonni yg agak sedikit egois..
    dan cerita sad ending..bang ikan tenang aja di sini masih ada aku yg selalu setia menunggumu..
    #digetokelfishy..
    ok put di tunggu ff laen’y terutama Black and White..

  48. ticha_ mengatakan:

    huuaaaaa….nyeseeek bgt😦
    Semua juga bukan karna uang juga….tapi butuh perhatian…. Disini haeppa cma janji terus…jd’a ya sso kesabaran’a udh habis😦
    Tp disini jga ga tega sm haeppa….😥
    Hua….sukses bikin gemes plus nyeseeek…
    Daebaaaaaaaak!!!!
    :*😀

  49. andri susilowati mengatakan:

    disemua ff yang author tulis, couple favoritku haesso. thanks sudah membuat ff haesso lagi dan lagi. hahaha.
    yang ini juga tidak bersatu yahhh endingnya. kkk sabar buat donghae, mungkin di dunia so eun memang bukan jodohmu. kkk
    lanjut lagi ya thoorr. suka sama cerita yang jenis seperti ini oneshoot, karena dibaca langsung ending jadi tak perlu nunggu penasaran.hehe
    lanjut ff yang lain thorr, klo bisa oneshootnya diperbanyak aja🙂

  50. Kim Ra rA mengatakan:

    huaaaaaaaaa akhirnya busa comment juga… kyaaaaaa senangnya….!

    hu hu hu …/ ceritanya cukup bikin geregetan… hae nya sibuk terus sich jadi gak banyak waktu dech buat nemenin Sso.. ah ~ setiap baca drabel selalu pengen ada next story nya penasaran siapa tuh temen dansanya Sso….?

  51. sitieunnie mengatakan:

    maaf bgt put bru bs komen coz bru smpat bca..^^
    koq drabblex jd gini put..??? gk ada bhagia2x..😥
    bnci sm krakter sso dsini..egois ato mmang trlalu egois..😦 gk biasax krakter sso kyk gini..kkk :p
    shrusx sso jg hrs mikirin prsaanx donghae,bkn prsaanx sndiri sja..mmang sso ksepian, tp kan donghae ngelakuin smua itu u/ kbahagiaanx jg..
    kalo donghaex slingkuh,bru gk apa2 dtinggalin n cri kkasih yg lain..
    tp ini hnya krn donghae tdk wktu sja lngsung dtinggalin,n blm nyampe satu bln udh dpt yg bru..itu yg buat aq bnci sm sso..
    dtmbh dgn kta2 trakhirx donghae yg bikin hti lngsung nyesek..😥
    ayolah hae, kmu hrs move on..cri wnita yg lain sja biar sso x tau rsa..kkk

  52. Endang mengatakan:

    Sedih bgt,kenapa haesso ga bersama..

  53. dania mengatakan:

    Ini nyesek banget pas banget deh kalo sambil nyetel when i was ur man-nya bruno. Daebakkkkkkkkk!

  54. muntaryati mengatakan:

    Hmmmmm part awal tu kasian ma Soeun ditinggal kerja Donghae terus,,, lagian donghae janjiin kebahagiaan dg kem ewahan… sabar mas jodoh ngga kemana
    #apasih_

  55. Deborah sally mengatakan:

    Kasihan Donghae nya. Kenapa Soeun tidak mau mengerti? Menyebalkan

  56. Rani Annisa mengatakan:

    kasihan donghae,, sebenarnya dia cari uang buat ngebahagia-in so eun tapi donghae juga salah karena nggak memperhatikan so eun dan malah sibuk aja…

    Jadi so eun berpaling ke cowok lain,, kasihan sebenernya donghae…

    Ceritanya juga sad ending..

  57. GG mengatakan:

    mewek lagi..sso bener2 egois..khusus dff ini aku kesel sm sso, tp kalo aku di posisinya sih ya aku bakal kayak sso juga. bwahahhahhahaaa… btw, this is my fav song😉

  58. Endang widiyati mengatakan:

    Hiks….Hiks….Airmataku sudah seember tumpah….Tadi baca ff so eun m jongwoon sad ending ini donghae oppa m so eun sad ending jg…Huaaaaa huaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s