~ [OneShot] Someone Next Door (Special Ye Sung’s day)


nextdoorTitle     :           Someone Next Door (Special Ye Sung’s day)

Author :           PrincessCloud (@hi_putriys)

Genre  :           Romance

Length :           One Shot

Rated  :           PG-13

Main   :           Kim So Eun & Kim Jong Woon

Minor  :           Jung Soo Jung, Kang Min Hyuk, Hwang Mi Young, etc.

Warning:        Typo(s) – ALUR MAJU MUNDUR!

*Soemone _Next_Door*

Kim So Eun, gadis yang saat ini bekerja di salah satu Bakery di jantung hati kota Seoul itu baru saja melayani seorang pelanggan ketika terdengar pelanggan lain masuk. Gadis yang selalu tersenyum ketika menyambut pelanggannya itu tiba-tiba saja menarik senyuman itu dari wajahnya begitu melihat siapa yang datang.

“Selamat datang.” Gadis itu tetap mengingat kalau ia harus tetap professional tak peduli apapun yang saat ini tiba-tiba saja mengganggu perasaannya itu. “Ada yang bisa kami bantu nona.” Ucapnya kemudian berusaha ramah pada wanita di depannya. Walau pada kenyataannya hatinya sama sekali tak senang berbasa-basi padanya.

“Um..” gadis yang harus diakui cantik itu membuka kacamata hitam yang dikenakannya dan menatap So Eun. Sungguh hal itu hanya membuat So Eun semakin membenci wajah angkuh di depannya. “Aku ingin memesan kue ulang tahun. Aku tak terlalu peduli apa rasanya tapi aku ingin ada tatanan kura-kura dan awan di atasnya. Dan, aku ingin ukuran yang besar dan harus sudah selesai ketika lusa aku mengambilnya.” Jelas gadis itu dengan nada cepat yang membuat So Eun harus tergesa-gesa mencatatnya.

“Apa memakai tulisan, nona?”

“Tentu. Tolong buat tulisan SELAMAT ULANG TAHUN KIM JONG WOON di atasnya.”

“Eh?” So Eun mengangkat wajahnya cepat. Terlihat tak yakin dengan apa yang didengarnya. Hal yang membuat wajah angkuh itu terlihat sedikit terganggu.

“Aku bilang tambahkan tulisan SELAMAT ULANG TAHUN KIM JONG WOON di atasnya. Nona, kau seharusnya mendengarkan dengan baik.” Gadis itu protes dengan cepat. Hal yang sesungguhnya membuat So Eun ingin balas mengomelinya namun tentu saja harus ditahannya saat ini.

“Maafkan kami nona. Tidak akan terulangi.” Ucap So Eun kemudian setelah menuliskan nama itu di buku catatannya. Setelah itu ia mengangkat wajahnya lagi melirik gadis di depannya. “Apa masih ada nona?”

“Tentu.” Wajah sombong itu sedikit berubah setelahnya. Lebih excited dari sebelumnya. “Tolong buat kue dengan ukuran yang sama dengan itu namun rasanya adalah rasa cokelat vanilla. Diseisi kue kemudian tolong tambahkan lambing cinta secantik-cantiknya dan jangan lupa untuk menuliskan tulisan SELAMAT ULANG TAHUN SAYANGKU KANG MIN HYUK. Mengerti?” jelasnya panjang lebar. So Eun sementara itu malah menatap lebih tak percaya mendengar apa yang didengarnya, sekilas rasa kesal di dalam dirinya semakin menjadi.

“B-Baik nona..” ucapnya tersadar. Dengan cepat So Eun mencatat pesanan tersebut. “Ada lagi?”

“Hanya itu, aku akan menjemput keduanya lusa jadi pastikan kalau sudah selesai.” Ucap gadis itu sambil mengulurkan sebuah kartu pada So Eun. “Tolong atas nama Jung Soo Jung.” Ucapnya kemudian. So Eun lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil berupaya berkonsentrasi dengan pekerjaannya.

Kim Jong Woon, nama itu terus saja berdering dalam ingatan So Eun. Setiap memikirkan nama laki-laki yang merupakan tetangganya itu ia tak dapat menahan perasaan aneh yang menguasai tubuhnya. Hal yang membuat So Eun tak pernah lupa awal pertama ia merasakan rasa seperti ini pada laki-laki yang merupakan tetangganya itu.

Sejak awal laki-laki itu datang dan tinggal di sebelah apartementnya Kim So Eun tak pernah menyukai laki-laki itu. Dia, laki-laki yang bahkan waktu itu So Eun ragu entah bernama Kim Jong Woon, Kim Jong Kwok, Kim Jong Mok, atau terserahlah itu benar-benar sangat menyebalkan dimatanya. Bagaimana tidak, So Eun bahkan masih ingat bagaimana di hari pertama kedatangannya laki-laki itu sudah membuat So Eun kesal dengan beberapa sampah bekas pindahannya yang berantakkan begitu saja di depan koridor apartment mereka.

Masih banyak hal lainnya lagi yang membuat So Eun benar-benar ingin mengetuk kepala besar pemuda itu. Di mulai dari seringnya ia menyetel musik keras-keras bahkan di tengah malam, suara dentuman seperti sedang memukul-mukul tembok di waktu yang terlalu sering, hingga gaya sombong pemuda itu yang bahkan tak melengos ketika mereka sering berpas-pasan. Hal itu sungguh mengganggu hingga tak jarang So Eun yang benar-benar naik pitam sering mengetuk pintu rumah tetangganya itu untuk menegurnya. Namun begitulah, laki-laki yang tak pernah mau disalahkan itu tetap saja melakukan hal yang sama setiap harinya.

Namun sungguh, So Eun tak pernah menyangka akan datang waktu yang seperti ini. So Eun mengetuk pintu itu lagi malam ini namun dengan cukup pelan. Kalau biasanya So Eun langsung memasang wajah tersebal yang ia punya namun hari ini ia menghadap dengan sedikit tertunduk canggung bahkan dengan tubuh sedikit gemetaran. Terang saja bukan hal yang perlu ditanyakan mengapa lagi kalau pemuda itu menatapnya aneh dari atas sampai bawah ketika membuka pintu beberapa menit yang lalu.

“Jadi apalagi?” Dia bertanya sambil menyilangkan lengannya. “Malam ini aku sama sekali tidak menghidupkan musik keras-keras, tidak menyetel TV dengan keras, atau bahkan bernafas dengan keras. Apa yang mau kau protes lagi malam ini, tetangga?”

So Eun sedikit menghembuskan nafas kesal. Semua dari daftar itu bukankah salah orang ini? Kenapa sekarang ia bertanya-tanya seakan-akan So Eun hanyalah tetangga tidak punya kerjaan yang sering protes tentang keseharian orang lain. Tapi mau bagaimana lagi? Dia benar-benar di situasi yang Emergency.

“Itu..” So Eun akhirnya mengangkat wajahnya. Perlahan mulai menguasai dirinya agar tenang. “Aku perlu bantuan.” Ucapnya mantap.

Pemuda itu tampak menatap dengan tatapan sedikit melecehkan. Seakan So Eun baru saja datang untuk menanyakan apakah dia benar-benar manusia atau hanya alien berkepala besar yang tersesat ke bumi.

“Bantuan seperti apa? Bukankah apartment ini ada petugasnya? Kenapa tak meminta bantuan mereka saja?”

“Karena ini sudah tengah malam. Aku tidak enak memanggil mereka di bawah.”

“Kau tak enak memanggil mereka yang memang sudah bertugas di bagian ini tapi kau terlalu enak membangunkan tetanggamu yang sering kau omeli di jam segini.”

“Aku memanggilmu karena setahuku kau belum tidur jam segini.” So Eun menyahut sebal, namun sedikit sadar akan kesalahannya bicara ketika melihat sekilas pemuda itu tersenyum tipis mendengar kata-katanya. “Maksudku adalah, karena jam segini kau sering masih menghidupkan musik keras-keras dan membuatku terbangun di tengah malam sehingga itu sebabnya aku datang kesini. Kalau kau tak mau ya sudah, aku bisa—“

“Tunggu-tunggu.” Pemuda itu menahan bahunya ketika So Eun akan pergi. Ia melepaskannya kembali setelah So Eun melirik lagi padanya. “Kau tak bisa meminta setengah-setengah seperti ini. Baiklah apa yang bisa aku bantu? Setidaknya sesekali aku harus menunjukkan bahwa aku bukanlah tetangga seburuk yang kau kira.” Jelasnya panjang lebar yang hanya mendapat tatapan kian sebal dari So Eun. So Eun merasa kian menyesal telah datang kemari tadi. “Jadi apa yang bisa kubantu?”

“Itu..” So Eun menahan ucapannya ragu. “Aku baru saja pulang kerja dan tiba-tiba aku menemukan seekor tikus di apartmentku. Aku mohon bantuanmu untuk mengusirnya.”

“Huh?” Dia tampak bingung kemudian. Terlihat sedikit kaget. “Tikus?” ulangnya tak yakin.

“Ya, kau laki-laki seharusnya bisa mengusirnya bukan?”

Dia terdiam dan wajahnya terlihat sedikit blank. So Eun bahkan melihat seperti dia menelan ludah bulat-bulat kemudian. So Eun tersenyum tipis sambil memiringkan wajahnya. “Kenapa? Kau takut?” tebak So Eun. Ia mengangkat wajahnya cepat.

“Takut? Tentu saja tidak. B-Baiklah, aku akan membantu.” Ucapnya yang terdengar tidak meyakinkan di telinga So Eun. Namun toh So Eun tak peduli asal mahluk menggelikan di dalam bisa keluar dari tempatnya. “Ayo!” ajaknya dengan suara lebih yakin setelah meraih tongkat baseball miliknya.

Pintu apartment dibuka perlahan-lahan dan keduanya masuk ke dalam. So Eun merapat kepada pemuda itu untuk berjaga-jaga kalau saja mahluk menjijikkan itu menunjukkan dirinya secara tiba-tiba. Sementara pemuda di depannya ini juga terus maju pelan-pelan sambil memegang erat-erat tongkat di tangannya.

“D-Dimana kau tadi melihatnya?” Tanya pemuda itu setelah mereka lebih jauh masuk ke dalam. So Eun mendongak dari belakang bahu lebar miliknya lalu melirik sofa dimana ia menemukan mahluk menjijikkan itu untuk pertama kali.

“Disana. Di bawah sofa paling besar itu.”

Lagi-lagi pemuda itu mempererat pegangan tongkat di tangannya dan mempersiapkan dirinya untuk melangkah mendekat. Setelah pemuda itu melangkah perlahan-lana kesana So Eun menghentikan langkahnya karena takut untuk mendekat kesana.

“D-Disini?” Tanyanya sambil menunjuk yang dimaksud So Eun. So Eun pun mengangguk dengan cepat. Pemuda itu lagi-lagi memperat pegangan tongkat baseball di tangannya dan perlahan bersiap menyingkap jaket So Eun yang menutupi badan sofa. Seingat So Eun ia memang langsung melempar semuanya tadi ketika seekor tikus dengan elegannya melompat ke pangkuannya.

Jaket berwarna cokelat itupun disingkirkan secara perlahan. Namun keduanya dapat bernafas lega karena tidak ada apapun disana. Selanjutnya adalah tas miliknya, namun kali ini pemuda itu tampak lebih yakin untuk memeriksanya.

“KYAAA!!” Pemuda itu tiba-tiba berteriak dan melompat ke atas salah satu sofa ketika sesuatu berwarna putih yang awalnya diperiksanya melompat keluar dari dalam tas. So Eun tentu saja ikut teriak tadi, namun tak lama setelah matanya menangkap benda putih yang tergelentak membisu di lantai setelah itu.

“Yah, itu hanya sehelai tisu.” Kata So Eun protes sambil ikut memegangi dadanya setelah dikagetkan. Namun hal itu tak lama sebelum tawanya meledak begitu saja. “Mffph..Kau takut pada selembar tisu.” Ucapnya dengan tawa tertahan.

Pemuda itu ikut melirik benda itu kemudian dan ekspresi wajah paniknya berubah sedikit tenang atau mungkin lebih tepat disebut malu. Dengan canggung dan kembali memasang gaya sok cool ia turun dari atas sofa tadi.

“Yah, sepertinya aku harus akui ini bahwa aku juga takut pada binatang-binatang seperti itu. Bukan, geli maksudku..” ucapnya kemudian. So Eun hanya bisa berdehem menahan tawanya.

“Lalu bagaimana? Aku tidak akan bisa tidur dengan kondisi seperti ini.” Kata So Eun kembali dengan wajah cemasnya.

“Tapi aku tetap akan mengusahakannya, ini seekor bukan? Aku rasa aku bisa mengatasinya. Lebih baik kita cari saja dulu tikusnya, aku akan tetap berusaha mengusirnya walau bagaimanapun.” Ucapnya sambil menggenggam tongkat baseball miliknya kembali. Dimana So Eun sendiri tak tahu mengapa ia malah seperti tersentuh dengan ucapan itu.

*!!*

Keduanya melirik ketika sekilas bunyi yang aneh terdengar dari salah satu sudut. Benar saja, sebuah kotak biscuit bergerak begitu saja secara perlahan-lahan seperti ada sesuatu di bawahnya. Tetangga di depannya tampak menghembuskan nafasnya lagi sambil menggenggam tongkat miliknya dan mendekat kesana. Kali ini entah mengapa ia terlihat lebih-lebih berani padahal kini bisa dipastikan yang ditemukannya binatang yang juga menjijikkan untuknya itu.

Dengan satu tangannya yang bebas dari tongkat baseball perlahan ia membuka kotak biscuit itu sementara tangannya yang lain bersiap untuk memukul apapun yang keluar dari dalam. Sementara itu So Eun malah berusaha menemukan tempat berdiri yang aman.

“Satu du.. yah!!” kotak itu dan disingkirkan dan benar saja binatang menjijikkan itu langsung keluar darisana. Pemuda itu dengan memberanikan diri berusaha untuk memukul tapi binatang itu malah melarikan diri ke bawah tempat meja. Mulai merasa dipermainkan pemuda itu dengan cepat memeriksa disana.

Namun berharap beres sesuatu yang mengagetkan malah terjadi setelah itu. Tepat ketika ia mengintip ke bawah kolong meja tiba-tiba ia mundur dengan panic ketika bukan hanya satu tikus lagi yang keluar dari dalam tapi ada beberapa ekor. So Eun pun juga langsung berteriak ketika ada yang lain yang tiba-tiba saja menjalari kakinya bersama belasan atau mungkin puluhan lainnya yang keluar dari segala penjuru. Keduanya serentak saling memandang dengan mata membesar sebelum bersamaan bergerak keluar darisana.

“LARI!!”

Pintu pun dengan cepat dihempaskan dan pemuda itu menahan dengan tubuhnya agar tidak seekorpun yang keluar. Setelah yakin semuanya aman dan tak ada yang mengikuti keduanya menarik nafas lega sambil menyadarkan tubuh dengan lelah pada badan pintu.

“Yah, apa kau membersihkan kamarmu sekali dua tahun? Kenapa mereka bisa sebanyak itu?” protes pemuda itu sambil masih mengendalikan nafasnya. Ia memegangi kepalanya dengan kedua tangannya yang berarti bahwa ia tak sengaja meninggalkan tongkat miliknya tadi di dalam.

“Aku membersihkannya setiap hari!” So Eun protes. “Aku juga tak mengerti kenapa mereka tiba-tiba ada di dalam. Selama ini aku tak menemukan bahkan satu ekorpun.”

Pemuda itu tak menyahut apapun lagi. Ia hanya terus bersandar dan mengedalikan jantungnya yang mungkin belum terlalu tenang seperti halnya So Eun. Namun So Eun malah menerawang menatap lantai di bawahnya.

“Lalu bagaimana? Kau tak mungkin bisa tidur di dalam. Bahkan kalau kau memanggil petugaspun tidak akan selesai malam ini. Ini sudah jam satu pagi.” Kata pemuda itu setelahnya dan melirik So Eun. So Eun menghembuskan nafasnya.

“Tidak tahu.” So Eun menyahut pasrah. Pemuda itu tampak terdiam sesaat, sebelum lebih menegakkan tubuhnya.

“Ini hanya kalau kau bersedia menerima.. untuk sementara kau bisa menginap di tempatku. Tapi itu kalau kau mau, aku tak akan melakukan apapun tapi—“

“—Aku tentu saja bersedia.” So Eun menyahut cepat. “Seperti katamu ini sudah sangat larut dan aku tak bisa tidur di dalam. Sementara juga tak memungkinkan pergi ke tempat temanku jadi kurasa aku tak punya pilihan.”

“Baiklah.” Pemuda itu mengangguk. “Pertama-tama sebaiknya kunci dulu pintu apartmentmu ini.”

“Ini. Hanya pakaian ini yang aku punya yang mungkin bisa kau kenakan. Dan juga ini selimutnya kau bisa tidur disini.” Ucap pemuda itu sambil memberikan selimut, bantal, dan sebuah kemeja kepadanya. So Eun tampak segera menerimanya.

“Terima kasih.” Ucap So Eun kemudian. Ia menghela nafas pelan sambil melirik sofa yang didudukinya yang berkemungkinan besar adalah tempatnya menginap malam ini.

“Kau sudah makan?” Tanya pemuda itu mengagetkannya.

“Y-Ya. Sudah.” So Eun menyahut cepat. Tiba-tiba entah mengapa ia mulai ingat bagaimana perasaan gugup yang sebenarnya saat ini setelah ia berada di tempat ini. Padahal ketika ia menerima tawaran pemuda ini tadi So Eun sama sekali tak merasa gugup sama sekali.

“Baiklah, aku juga harus segera tidur. Kalau kau mau apapun tinggal memeriksa kulkas di dapur. Kau juga bisa mengetuk pintu kamarku itu kalau membutuhkan sesuatu.” Ucapnya sambil mengedikan kepalanya pada sebuah pintu kamar tak jauh darisana. So Eun lagi-lagi mengangguk kaku.

“Y-Ya. Terima kasih.”

“Baiklah. Selamat beristirahat.” Ucap pemuda itu sebelum berbalik dan bergerak menuju kamarnya. So Eun lagi-lagi mengangguk sambil menatap kepergiannya. Hingga tak lama sebelum benar-benar sampai di depan pintu pemuda itu menghentikan langkahnya. Ia kemudian menghela nafas dan berbalik. “Sepertinya setelah kufikir-fikir sebaiknya kita bertukar tempat saja. Kau silahkan tidur di dalam dan aku akan tidur disini.” Ucapnya kemudian.

So Eun mengangkat wajahnya. Tentu saja merasa senang disaat bersamaan. “Bolehkah?”

“Ya, masuklah ke dalam.”

“H-Hum, B-Baik. T-Terima kasih..” ucap So Eun gugup sambil bangkit dari tempat duduknya. “Kalau begitu selimut dan bantalnya aku tinggal disini.” Ucapnya canggung sambil meletakkan bantal dan selimut di pangkuannya dan menyisakan kemeja tadi di tangannya. Ia kemudian segera berjalan dan sebelum masuk ia sempat melirik kembali pada pemuda itu. “Sekali lagi terima kasih.” Setelah mendapat sahutan dari pemuda itu So Eun segera masuk ke dalam.

So Eun menghembuskan nafasnya pelan setelah menutup pintu kamar dan menyandarinya. So Eun kemudian mengangkat wajahnya dan memperhatikan sekitarnya dimana suasana kamar yang khas laki-laki menyambutnya. So Eun terkekeh kecil sambil lebih memasuki kamar tersebut dan tiba-tiba berhenti di salah satu sudut dimana sebuah hiasan terbuat dari kaca terletak disana. Ia pun mengeja pelan bentuk yang membentuk tiga huruf hangul tersebut.

“Kim Jong Woon..”

*!*

So Eun mengeluh pelan ketika sesuatu mendarat mulus di kepalanya. So Eun mengeluh sakit sambil melirik sebutir kacang itu sebelum mengangkat wajahnya.

“Kepalamu bisa terbentur dinding bila berjalan seperti itu.” Suara dari seseorang yang tak asing menyambutnya. So Eun tentu saja agak termangu awalnya, karena baru saja ia memikirkan pemuda di depannya namun kini ia telah berada disini. Menatap padanya dengan tatapan yang sedikit heran. “Apa yang kau fikirkan? Kau terlihat seperti seseorang yang baru saja kehilangan pekerjaan.” Ucapnya terkekeh. So Eun tersadar dari lamunannya.

“Tidak apa-apa.” Sahut So Eun pelan walau itu tak sepenuhnya sama dengan hatinya. Dimana saat ini ada banyak hal yang ingin ia katakan pada pemuda di depannya ini. Sesuatu yang menganggunya belakangan ini.

“Lalu kenapa wajahmu aneh begitu? Itu tak seperti dirimu yang biasanya.” Ucap pemuda itu tersenyum smirk. Senyuman yang paling So Eun sukai darinya, walau ia tak pernah mengatakannya.

“Tidak apa-apa, hanya..” So Eun menggantung ucapannya. Ia lagi-lagi merasa bahwa ia tak seharusnya mengatakan ini.

“Hanya?” ulang Jong Woon. Hal yang membuat pemuda yang merupakan pemilik salah satu café di kawasan Myeondong itu tersadar.

“T-Tidak, bukan apa-apa. Lupakan.” Ucap So Eun cepat sambil menggelengkan kepalanya. Jong Woon lagi-lagi terkekeh geli.

“Kau bertingkah aneh lagi.” Jong Woon terkekeh. “Tapi apa hari ini kau mendapat shift malam lagi?”

“Ya, seperti biasanya. Kau sendiri kenapa keluar malam-malam begini?” Tanya So Eun berusaha mengalihkan pembicaraan. So Eun menggelengkan kepalanya guna menepis sesuatu yang mengganggu fikirannya tersebut.

“Aku baru saja akan mengunci pintu tadi. Tak lama kau datang dengan wajah tertunduk seperti itu makanya aku bertanya.”

“Oh, aku tidak apa-apa. Aku hanya sedikit kelelahan.” Ucap So Eun sambil memasang senyumannya. Sungguh ia tak percaya bahwa ia bisa berakhir sedekat ini dengan tetangga yang sempat paling dibencinya itu. Sudah sejauh ini iapun akhirnya lebih mengetahui bahwa hati pemuda di depannya ini tidak sedingin dandanannya. So Eun seperti patut berterima kasih pada gerombolan tikus waktu itu. “Ya sudah aku masuk dulu. Tubuhku sudah kelelahan dan ingin beristirahat.”

“Ya, selamat beristirahat.” Jong Woon menyahutinya sambil tersenyum kecil. So Eun mengangguk kecil sebelum bergerak menuju pintu apartmentnya. Namun ketika ia hendak meraih gagang pintu tiba-tiba ia ingat sesuatu.

“Mm..”

Jong Woon menoleh ketika So Eun kembali bersuara. Menatap gadis itu penasaran.

“Mm, lupakan. Selamat malam.” Ucap So Eun akhirnya sebelum benar-benar membuka pintu dan masuk ke dalam. Jong Woon menatap pintu milik tetangganya itu dengan tatapan bingung.

“Dia tadi mau mengatakan apa?” gumamnya pelan sebelum masuk ke apartmentnya sendiri.

‘Jadi, kau tak bisa berangkat bekerja hari ini karena rumahmu diserang puluhan tikus?’

“Yah!” So Eun menyahut tak bergairah sambil membolak-balik satu-satunya baju yang semalam ia kenakan dan ia miliki saat ini. Alasan lainnya mengapa ia tak bisa berangkat bekerja pagi ini. “Aku berencana mengurus semua ini, Nyonya-Kang. Jadi kau bisa memberikan izin untukku hari ini saja..” ucap So Eun kemudian. Sedikit memelas.

‘Ya, aku bisa meminta yang lain untuk menggantikan dirimu dulu. Tapi kau sendiri bagaimana? Berapa banyak kerugian yang kau dapatkan? Kau sudah mengetahuinya?’

“Aku belum tahu. Aku rasa mereka sudah menjadikan tempat tidur, sofa, serta seluruh pakaian menjadi makanan kini..” So Eun tersenyum miris. “Aku baru saja berencana meminta bantuan untuk mengusirnya.”

‘Kenapa hal itu bisa terjadi di kota besar seperti ini? Walaupun apartmentmu sederhana bukankah seharusnya itu tak terjadi mengingat kau meninggali tempat itu setiap hari? Aneh sekali kenapa bisa menyerang tiba-tiba’

“Huh, entahlah. Itu yang juga aku tak mengerti.”

‘Ooiya, kalau kau baru mengetahuinya sepulang bekerja semalam berarti semalam kau tidur dimana?’

So Eun sedikit terdiam, tak langsung menyahut dan memilih menerawang menatap rumah milik tetangga yang kini masih ditempatinya untuk sementara itu. “Di rumah teman. Ya sudah, aku harus segera memanggil petugas. Aku akan menghubungi Nyonya lagi nanti.” Ucap So Eun sebelum mematikan hubungan telepon tersebut. So Eun menghembuskan nafasnya lalu kembali melirik beberapa pakaian dihadapannya serta berganti menatap kemeja milik Jong Woon yang dikenakannya. So Eun menghela nafas.

So Eun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju sebuah meja yang terletak di sudut ruangan. Beberapa pigura terlihat tertata rapi di atasnya dimana sebagian besar adalah potret Jong Woon. Namun hal yang lebih menarik perhatiannya adalah beberapa pigura yang memajang foto Jong Woon bersama seorang gadis. So Eun mengambil salah satunya.

“KJW love JSJ?” So Eun mengeja tulisannya sambil menatap dua orang yang berfoto mesra di dalam sana. Dimana salah satunya adalah Jong Woon. “Kim Jong Woon dan.. JSJ? Apakah arti JSJ? Apa nama gadis ini?” gumamnya lagi sambil menatap foto itu lebih lama. So Eun tak mengerti mengapa ia begitu penasaran dengan sosok yang berpose bersama tetangganya ini. Hal yang juga sekilas entah mengapa membuatnya tak terlalu nyaman.

“Apa yang kufikirkan!” So Eun berseru cepat ketika ia sadar dari lamunannya. Ia menggelengkan kepalanya dan meletakkan pigura itu kembali. Namun lagi-lagi ketika ia hendak pergi darisana entah mengapa ia masih juga melirik penasaran pada pigura mereka berdua yang kebanyakan menunjukkan pose yang cukup intim itu.

Bunyi TING terdengar dari mesin microwave yang terletak di sudut dapur. Mendengar itu So Eun yang awalnya sedang meminum jus meletakkan kotak minumannya dan bergeser untuk mengelurkan pie yang telah ia masukkan ke dalam sejak beberapa menit yang lalu. So Eun tersenyum puas melihat bentuk pie yang kali ini sesuai harapannya setelah gagal beberapa kali sebelumnya.

*!!*

So Eun memencet bel apartment Jong Woon. Tak lama setelahnya ia dapat mendengar suara langkah mendekat dan tak lama pintu itu terbuka.

“Tada!!” ucap So Eun sambil menunjukkan apa yang dibawanya. Jong Woon terkekeh kecil melihatnya.

“Apa ini?”

Pie.” So Eun menyahut mantap. “Cobalah. Di tempat kerjaku Pie rasa ini adalah yang paling laku. Yah, walau yang disana yang membuat bukan aku tapi rasanya pasti tidak beda jauh.” Jelas So Eun sambil terkekeh. Jong Woon segera menerimanya.

“Terima kasih.” Ucapnya tersenyum. “Kau mau masuk?” tawar pemuda itu kemudian.

“Tak perlu. Aku harus ke suatu tempat setelah ini.” Ujar So Eun kemudian. Pemuda itu mengangguk dan tersenyum

“Sebelumnya aku sudah sangat terbiasa disambut dengan omelanmu setiap kali kau datang kemari. Kunjungan yang belakangan ini sungguh sering membuatku kaget.” Ucapnya terkekeh sambil menunjukkan makanan di tangannya. Hal yang membuat So Eun juga terkekeh mengingat bagaimana mereka di awal bertemu dulu.

“Tentu saja ini masih berkaitan dengan bantuan yang pernah kau berikan padaku tiga bulan yang lalu. Kini setelah semuanya membaik maka aku akan membalasmu sedikit demi sedikit. Yah, walaupun bagiku semua ini tak cukup untuk membalasnya”

“Haha, tapi ini sedikit berlebihan. Aku hanya memberikan tempat untuk menginap selama satu malam dan meminjamkan sebuah kemeja. Kau tak perlu harus mengirimiku makanan hampir setiap hari seperti ini.”

“Kau tak mau?” Tanya So Eun cepat berniat merebut kembali makanannya. Namun Jong Woon dengan sigap mempertahankannya.

“Tentu saja mau. Siapa yang tak mau makanan gratis memangnya..” sahutnya cepat. So Eun ikut tersenyum mendengarnya.“Kemarin sudah jadi membeli perangkat sofa baru?” Tanya Jong Woon tak lama.

“Yah begitulah. Kukira akan datang besok pagi.”

“Kau pasti dalam keadaan bangkrut karena hewan itu merusak banyak perangkat di rumahmu mulai dari tempat tidur, sofa, bahkan peralatan dapur. Untung saja lemarimu tertutup sehingga tak sampai merusak pakaianmu juga. Karena aku yakin wanita akan lebih stress mengetahui pakaiannya rusak bahkan dari tempat tinggal sekalipun.”

“Kau benar.” So Eun mengangguk singkat. “Namun aku beruntung tetangga yang membuatnya masuk kesana mau bertanggung jawab. Aish aku bahkan masih tak percaya bahwa tetangga kita yang diam-diam itu adalah orang paling freak di dunia ini karena senang memelihara puluhan hewan pengerat seperti itu. Dia bahkan juga tak tahu ketika mahluk misterius itu membolongi kandang bahkan dinding rumahku..” omelnya kesal setiap kali mengingat hal menyebalkan yang dialaminya tiga minggu yang lalu itu. Jong Woon tampak terkekeh lucu memandang ekspresi yang ditunjukkan So Eun.

Setelah hampir setahun So Eun pagi ini kembali ke kampusnya untuk mendaftar diri kembali dan mengikuti perkuliahan dan menghentikan cutinya. Gadis itu kali ini tampak sedang sibuk dengan beberapa file di tangannya ketika secara tidak sengaja ia bertemu dengan sepasang kekasih yang sedang berjalan ke arahnya. So Eun entah mengapa menghentikan langkahnya begitu saja ketika tak sengaja melihat wajah yang perempuan.

“Aku ingin kencan kali ini tidak terganggu.” Ucap gadis itu dengan nada sedikit menuntut. “Tidak oleh teman atau adikmu sekalipun..”

“Iya, aku mengerti.” Ucap pemuda itu terkekeh sambil mengacak rambut gadis itu.

“Itu janjimu!” seru gadis itu senang sambil memeluk lengan pemuda di sampingnya itu. Sekilas ketika mereka melewati So Eun gadis itu sempat membuat kontak mata dengannya singkat sebelum melewatinya begitu saja. So Eun tetap memandanginya hingga keduanya menjauh.

So Eun mengerutkan dahinya ketika tiba-tiba sesuatu mengganggunya begitu saja. Gadis itu tak asing baginya, ia rasanya pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi dimana?

So Eun tersadar dari lamunannya tak lama setelahnya. So Eun menatap punggung keduanya sekali lagi sebelum membuang jauh-jauh pemikirannya tadi dan melanjutkan perjalanannya. Namun tak lama ketika ia mengingat dimana tepatnya ia melihat wajah gadis tadi So Eun segera menghentikan langkahnya dan melirik ke arah sana kembali.

Hari minggu kembali datang, jadi seperti hari-hari minggu yang ia lewati belakangan ini pagi-pagi sekali So Eun sudah berkutat di dapur untuk mempersiapkan makanan yang akan diantarkannya pada tetangganya. So Eun terkekeh sendiri setiap kali ia mengingat bagaimana perubahan antara dirinya dan Jong Woon yang terjadi semenjak kejadian malam itu. Tetangganya yang awalnya paling dibencinya itu kini telah menjadi tetangga yang paling diperhatikannya.

Selesai menyiapkan semuanya, So Eun kini berdiri di depan kamar Jong Woon dan berniat untuk memencet bel untuk memanggil pemuda itu keluar. Gadis itu menghela nafas dan baru saja hendak mengulurkan tangan ketika ia mendengar suara ribut-ribut keluar dari dalam melalui celah pintu yang ternyata sedikit terbuka. Penasaran dengan suara di dalam So Eun pun bergeser untuk mengintip ke dalam dari ruang kecil itu. Dua figur yang terlihat saling berpelukkan erat langsung tertangkap olehnya.

“Kenapa kau langsung pergi begitu saja padahal aku masih merindukanmu.” Terdengar pelan suara Jong Woon di tengah pelukan itu. So Eun tidak terlalu dapat menemukan wajah pemuda itu karena kali ini ia dalam posisi membelakangi So Eun. Adapun wanita yang dipeluknya menghadap padanya, namun karena keduanya terlihat terlalu larut dalam rengkuhan itu mereka sampai tak menyadari bahwa pintu sejak tadi terbuka dan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.

“Aku juga. Tapi mau bagaimana lagi? Aku harus berada disana dalam beberapa menit.” Gadis itu menyahut pelan sambil semakin memeluk Jong Woon. “Tapi jangan khawatir. Di hari itu aku pasti akan datang untukmu, Jong Woonie-sayang…”

Rasa tak menyenangkan dirasakan So Eun begitu saja. Ini pasti karena ia marah pada gadis yang telah mempermainkan ucapannya ini, bukan? Tidak ada urusannya juga dengan caranya memanggil Jong Woon yang terdengar kampungan.

“Kau berdusta..” Jong Woon protes. “Kau selalu menjanjikan banyak hal padaku tapi selalu mengingkarinya. Kau telah berubah kini, kau tak lagi menyayangiku seperti dulu..”

“Mana mungkin aku tak menyayangimu lagi.” Ucapan protes yang terdengar berlebihan terdengar dari mulut yang menurut So Eun penuh dusta itu. Gadis itu kemudian melepas pelukan tadi sehingga kini mereka saling berhadapan. “Kau masih yang paling istimewa bagiku. Tak akan ada yang bisa membuatku berpaling darimu. Selamanya.”

“Aku mencoba untuk percaya..” Jong Woon terkekeh sambil mencubit hidungnya. “Aku tak peduli apapun yang sedang kau lakukan di hari itu, seberharga apapun itu namun kau harus datang kesini di hari itu. Kalau tidak aku akan mencarimu dan menyeretmu untuk menemaniku, mengerti?” ucap Jong Woon kemudian. Keduanya kembali saling berangkulan sambil berjalan mendekat menuju pintu.So Eun yang menyadari hal itu segera kembali ke apartmentnya sendiri sebelum keduanya menyadari kehadirannya.

“Itu sudah jelas, kau seharusnya memberitahukan kebenarannya.” Hwang Mi Young, salah satu teman kerjanya tiba-tiba berseru mengagetkan ketika So Eun kembali larut dalam pemikirannya. So Eun tersadar kembali dari pemikirannya dan melirik temannya yang tersenyum tipis itu. “Sekaligus kebenaran perasaanmu padanya.”

So Eun mendesah sambil mengaduk kembali minuman di depannya. “Kau fikir semudah itu? Aku ini diposisi bukan siapa-siapa untuk ikut campur dalam urusan pribadinya.”

“Kau tetangganya.” Mi Young bersikeras. “Tetangga yang menyukainya..” ucapnya menyengir.

“Mi Young tak bisakah kita serius?”

“Siapa bilang aku tak serius.” Ia bersikeras. “Kau selama ini terganggu oleh semua ini, kau tak suka dia dibohongi oleh wanita yang disukainya, itu semua jelas bahwa kau menyukainya. Sederhana, kalau kau mau orang yang sukai terus dibohongi seperti ini ya dibiarkan saja.”

“Tapi ini tak mudah.”

“Tentu, lalu kau mau membiarkannya dipermainkan kekasihnya seperti itu? Lagipula dia sedikit bodoh menurutku, bagaimana mungkin ia bisa segitu lengah hingga tak tahu kekasihnya kencan dengan orang lain selain dirinya. Apa dia orang sibuk? Apa pekerjaannya?”

“Dia memiliki sebuah café. Kudengar memiliki bisnis di bidang furniture juga.”

“Woah, kufikir dia hanya orang-orang seperti kita. Kalau dia cukup kaya kenapa dia tinggal di apartment murah seperti itu?” Mi Young sedikit membesarkan mata sipitnya kaget sebelum merubahnya kembali. “Ahh, mungkin dia diselingkuhi karena dia jelek, terlalu serius, dan memiliki pemikiran yang kuno. Pria seperti itu biasanya membosankan.”

“Sembarangan.” So Eun tak terima. “Kau fikir seleraku serendah itu hingga aku harus menyukainya orang seperti itu.”

“Ahh jadi dia cukup tampan.” Mi Young terkekeh geli melihat reaksi keras So Eun. Hal yang membuat wajah So Eun memerah karena telah terperangkap oleh gadis usil di depannya. “Setidaknya di matamu.”

“Aish.. sudahlah. Aku tak akan bicara lagi.” So Eun bangkit dari tempat duduknya kesal meninggalkan Mi Young yang berteriak minta ditunggu olehnya.

< 3

So Eun merenggangkan tubuhnya setelah menukar kemeja yang tadi digunakannya pada seragam kerjanya. Hari ini seperti biasanya, ia memulai pekerjaan paruh waktunya dimana hari ini ia ditugaskan bekerja sampai malam.

“So Eun! Kemari sebentar.” Panggil salah satu koki yang biasanya menyelesaikan kue-kue pesanan ketika ia baru saja keluar dari ruang ganti. So Eun segera menyusul wanita yang kini sudah berkutat dengan bahan-bahan manis itu. “Ini. Aku sedikit tak menangkap tulisan yang kau buat ini. Ini ucapannya KIM JONG WOON atau KIM YONG WOON?” Tanya wanita itu sambil mengulurkan sebuah kertas padanya.

“Kim Jong Woon..” So Eun menggumam pelan tanpa melirik kertas yang diulurkan. Ah, dia baru ingat bahwa besok adalah hari ulang tahun pemuda ini. Hal yang sebenarnya juga baru ia ketahui dua hari yang lalu ketika wanita itu memesan dua kue kesini.

So Eun menghela nafas sambil melirik dua kue yang akan dihias oleh rekannya tadi. Dilihat dari gelagatnya sepertinya dua kue ini adalah milik gadis itu. Dua kue untuk dua kekasihnya yang sepertinya juga berulang tahun di hari yang sama. Dua kue yang salah satunya akan diberikan pada laki-laki yang tinggal di samping rumahnya.

So Eun berdecak pelan hingga kedua tangannya terkepal. Ini sungguh tidak membuatnya senang setiap kali memikirkannya. Ada rasa marah yang terus berkumpul di dadanya.

unnie..” So Eun melirik wanita di sampingnya itu ketika ia memutuskan sesuatu. So Eun menatap yakin pada wanita yang kembali menoleh padanya itu. “Bisakah kau membantuku?”

“Membantu apa?”

So Eun tak langsung menyahut namun dengan sigap mengambil buku catatan di sakunya. So Eun pun kemudian sibuk menuliskan sesuatu disana sementara wanita disampingnya menunggu dengan heran.

“Bisakah unnie selipkan kertas ini di dalam kue dengan nama Kim Jong Woon?” Tanya So Eun setelah merobek kertas yang dituliskannya tadi dan mengulurkan pada wanita di depannya itu. Wanita itu menatap tak yakin. “Dia adalah orang yang kukenal. Lagipula aku akan bertanggung jawab kalau ada hal yang buruk terjadi.” Jelas So Eun lagi mencoba meyakinkan wanita di depannya itu.

So Eun menghela nafas pelan ketika lagi-lagi mengingat tentang apa yang dilakukannya hari ini di tempat kerja. Hal yang sebenarnya juga tak ia percayai bahwa ia akan melakukan hal sejauh itu.

So Eun sedikit was-was ketika tanpa ia sadari ia sudah sampai di apartment. Gadis itu bahkan harus menarik nafas berulang-ulang kali ketika ia akan melewati pintu rumah Jong Woon. Kini ia benar-benar sudah menerima apapun yang akan ia terima setelah apa yang ia lakukan.

Lampu rumah Jong Woon terlihat masih menyala. Dari dalam So Eun juga dapat mendengar suara dari beberapa orang yang hanya salah satunya yang ia kenali, suara Jong Woon. Sejauh ini yang ia dengar hanyalah suara canda dan tawa dari dalam. Sesuatu yang menunjukkan mungkin Jong Woon belum menemukan pesan rahasia yang So Eun selipkan.

So Eun menghela nafas. Ia pun segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam apartmentnya dan mungkin akan mendengar kelanjutan dari pesannya itu besok pagi.

*!!*

So Eun sedikit tersentak ketika pintu di sebelahnya tiba-tiba terbuka ketika ia baru hendak meraih gagang pintu. Hal itu membuatnya reflek menoleh ke arah pintu rumah tetangganya tersebut. Menemukan dua orang yang keluar dengan saling berangkulan dari dalam.

“Hey So Eun! Kau sudah pulang?” sapa Jong Woon sambil tersenyum seperti biasanya. Di kepala pemuda itu terlihat sebuah topi kerucut yang biasa digunakan ketika seseorang merayakan ulang tahun, begitupun gadis di sampingnya. Sepertinya keduanya baru saja bersenang-senang.

“Oh ya, ada yang aku ingin perkenalkan padamu.” Jong Woon kembali berbicara sehingga membuyarkan lamunan So Eun. Sementara disaat bersamaan So Eun menyadari bahwa gadis itu memperhatikannya dengan seksama. Mungkin mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu So Eun. So Eun sedikit menyembunyikan wajahnya.

“Apa kita pernah bertemu?” Tanya gadis itu kemudian. “Kau terlihat tak asing.”

So Eun semakin menundukkan wajahnya dan menggigit pelan bibirnya. Ia tahu ia tersudut.

“Mungkin kau bertemu dia di Bakery.” Jong Woon menjawab. “Kulihat kau membeli kue ulang tahunku di tempat kerjanya.”

“Kau sampai mengetahui tempat kerja tetanggamu?” Gadis itu melirik Jong Woon cepat. Menatapnya dengan tatapan sedikit sebal dan cemburu. “Kalian segitu dekat?”

“Memangnya kenapa?” Jong Woon menyahut cepat sambil sedikit terkekeh. “Kau saja punya kekasih lain di belakangku.”

So Eun mengangkat wajahnya untuk melirik keduanya setelah apa yang didengarnya. Namun sepertinya ekspresi kagetnya ini sedikit berlebihan bila dibandingkan dengan ekspresi yang ditunjukkan gadis di depannya. Gadis itu hanya menatap Jong Woon datar sebelum kemudian tersenyum kecil dan sedikit malu-malu. So Eun sedikit melongo tak mengerti melihat ekspresi keduanya.

“So Eun ini adalah adikku. Namanya Jung Soo Jung..” Jong Woon melirik kembali pada So Eun. Menatap So Eun yang bahkan menatapnya lebih kaget lagi.

“Huh?”

“Kami adalah saudara tiri. Itu sebabnya kami berbeda marga.” Gadis itu ikut bersuara dan untuk pertama kalinya So Eun melihat gadis itu tersenyum ramah berbicara padanya. “Tapi kami terlihat cocok, bukan? Terlihat seperti sepasang kekasih..” ucapnya kemudian dengan lebih bersemangat. Jong Woon terkekeh mendengarnya.

“Bagaimana kalau kekasihmu mendengar dan dia salah faham?”

“Dia tak akan marah.” Soo Jung menyahut cepat dengan wajah sedikit malu-malu. “Min Hyuk adalah laki-laki yang begitu pengertian.”

So Eun terdiam, tak sepenuhnya mendengar lagi candaan dua saudara di depannya kini. Hal yang lebih dirisaukan So Eun saat ini tidak lain adalah catatan kecil yang diselipkan diantara lapis-lapis kue ulang tahun Jong Woon. Sebuah pesan yang sepertinya sangat salah alamat.

“So Eun? Kenapa kau malah melamun?” So Eun kembali tersadar mendengar suara Jong Woon. Ia mengangkat wajahnya lagi menatap wajah bingung keduanya. Bolehkah So Eun berharap mereka belum menemukannya? Sepertinya begitu, ia bisa berharap karena kedua orang ini terlihat tidak menunjukkan ekspresi yang menunjukkan bahwa mereka telah menemukannya.

“Min Hyuk sudah datang!” Soo Jung tiba-tiba memecah keheningan setelah memeriksa ponselnya. Ia kemudian melirik So Eun. “Aku sepertinya harus pergi. Maaf hanya menyapamu sebentar, unnie. Kita bisa bicara banyak ketika bertemu di lain waktu.” Ucapnya ceria. So Eun lagi-lagi hanya dapat mengangguk kaku. “Aku pergi. Oh ya, jaga oppa kesayangku. Kalau kau menemukan dia membawa gadis lain ke apartmentnya beritahu aku. Anyeong!!” ucap Soo Jung untuk terakhir kalinya sebelum meninggalkan tempat itu. Soo Jung juga memeluk Jong Woon singkat sebelum mulai menjauh darisana dengan terburu-buru. Meninggalkan keduanya disana.

So Eun menghela nafas sedikit lega karena sepertinya ia masih aman sejauh ini. Ia kemudian melirik pemuda di depannya yang sepertinya belum tahu apa-apa.

“Jadi kau berulang tahun hari ini? Selamat kalau begitu..” ucapnya memecah keheningan. Ia masih juga gugup sejauh ini.

“Hanya itu?” Jong Woon terkekeh. “Aku berharap ucapan ulang tahun yang lebih dari tetanggaku. Bukan hanya ucapan seperti ‘selamat kalau begitu..”

So Eun hanya tersenyum kecil apalagi merasakan betapa panasnya wajahnya saat ini. Pemuda di depannya ini ternyata tidak punya kekasih. Itu artinya ia mungkin masih memiliki kesempatan.

“Mau masuk dulu? Kue ulang tahun dari tokomu rasanya sangat enak, tapi sekarang aku tak punya teman untuk memakannya. Mau menemaniku?” tawar Jong Woon sedikit canggung. So Eun tampak langsung tersenyum dan mengangguk.

“Tentu. Dengan senang hati.”

“Aku akan membuatkan minuman. Tunggu disini.” Ucap Jong Woon ketika mereka baru saja memasuki apartment. Jong Woon kemudian segera menuju dapur setelah memberikan senyuman kecil pada So Eun. So Eun tampaknya menyahutinya pelan sementara matanya menatap sebuah kue ulang tahun cantik yang terletak tepat di hadapannya.

So Eun menunggu Jong Woon hingga pemuda itu benar-benar menghilang ke dapur. Setelah merasa aman So Eun kemudian dengan cepat segera mendekati kue yang hanya rusak sedikit itu untuk memeriksa letak catatan yang diselipkan koki di dalam kue ini. Seingat So Eun kertas yang dimasukkan ke dalam sebuah sedotan itu tersembunyi di bawah satu dari empat buah cheri yang diletakkan di permukaan kue. So Eun berharap semoga belum ada yang menemukan kertas itu karena ia menemukan ada satu dari keempat cherry itu yang telah hilang.

“Aku harus cepat..” bisik So Eun sambil memeriksa kue tersebut. Ia berharap Jong Woon masih cukup lama untuk memberinya waktu untuk menemukan catatan yang ia yakin akan mudah ditemukan itu. Dengan hati-hati So Eun menggunakan pisau untuk merasakan keberadaan catatan itu.

“Mencari sesuatu?” Suara Jong Woon mengagetkannya. So Eun tanpa sengaja menjatuhkan pisau di tangannya karena saking kagetnya.

“J-Jong Woon..” panggilnya panik sambil berusaha memungut pisau yang jatuh tersebut. Namun sebelum tangannya meraih benda tersebut Jong Woon lebih dahulu ikut berjongkok dan memungutnya. So Eun mengangkat wajahnya untuk menatap pemuda tersebut.

Jong Woon memberikan senyuman lembutnya pada So Eun sebelum memeriksa saku kemejanya dan mencari sesuatu. “Ini?” Tanya Jong Woon sambil menunjukkan sebuah kertas kecil yang masih terbungkus di dalam sebuah sedotan. So Eun membesarkan matanya sebelum berusaha merebutnya, namun Jong Woon dengan cepat menariknya. So Eun kembali menatap Jong Woon.

“Aku tahu kau itu bodoh. Tapi tak bisakah kau sedikit pintar dalam memilih kekasih. Kekasihmu yang sekarang memiliki kekasih lain di belakangmu..” Jong Woon menggumamkan sesuatu yang begitu diingat oleh So Eun. “Kenapa kau memberiku surat seperti ini?”

So Eun mendesah pelan. Ia sadar kalau ia memang harus menghadapi hal ini setelah semua yang terjadi. Namun bagaimana menjelaskannya?

“Itu karena… um..” So Eun menyahut ragu. Matanya menatap liar sekitarnya karena tak berani menatap Jong Woon. “Karena… karena awalnya aku fikir kalau gadis tadi adalah kekasihmu. Itu sebabnya aku..” So Eun ragu untuk melanjutkannya. Ia menatap kembali pemuda di depannya itu. “Aku fikir kau terlalu baik kalau harus dibohongi seperti itu. Itu sebabnya aku melakukan itu karena aku tidak enak mengatakannya secara langsung. Tapi sekarang aku sudah tahu kenyataannya jadi.. lupakan saja.”

“Bagaimana mungkin bisa dengan mudah melupakannya.” Jong Woon bergumam. “Aku sangat menyukai kertas ini. Pertama membacanya aku tak bisa berhenti tersenyum tidak jelas karena merasa diperhatikan olehmu. Aku tak tahu mengapa.”

So Eun mengangkat wajahnya kembali menatap Jong Woon setelah mendengar ucapan itu. Ucapan itu mengandung sesuatu yang lain bukan? Sesuatu yang bukan hanya perasaannya.

“Aku menyukaimu Kim So Eun..” Jong Woon kembali bersuara. Kali ini menatap So Eun dengan yakin. “Aku yakin memilikinya semenjak pertama kali kau marah-marah di depan apartmentku mengenai sampah pindahanku.” Ia menjawab terkekeh. “Sebenarnya aku berniat menyatakannya malam ini. Tapi aku tak menyangka aku mendapat bonus seperti ini.” Ujarnya sambil menggerak-gerakkan catatan tersebut. Sementara So Eun hanya masih menatap pemuda di depannya itu tanpa mengatakan apapun. Ia masih terlalu kaget dengan apa yang didengarnya barusan.

“Catatan ini itu bisa diartikan begitu bukan?” Jong Woon kembali bertanya karena So Eun tak mengatakan apapun dalam beberapa saat. “Kau juga menyukaiku, bisa dikatakan begitu? Kenapa kau terus diam saja? Kau tak bisa membiarkanku berfikir terlalu jauh seperti ini kalau ini tak benar.”

So Eun tampak tersenyum kecil mendengar ucapan Jong Woon. Ia kini sepertinya bisa mempercayai apa yang didengarnya ini benar adanya. Benar kalau Jong Woon juga memiliki perasaan yang sama dengan yang ia rasakan.

“Iya..” So Eun menyahut sedikit malu-malu kemudian. Namun ada sesuatu di hatinya yang membuatnya tidak tahan untuk lebih mendekati Jong Woon dan memeluk pemuda tersebut. Hal yang ia lakukan itu membuat Jong Woon yang tak terlalu siap menerimanya menjadi kaget hingga kedua orang yang awalnya masih dalam posisi berlutut itu hampir saja tumbang ke lantai kalau saja Jong Woon tak mampu menahannya. “Sangat menyukaimu..” ucap So Eun senang sambil semakin memeluk Jong Woon. Jong Woon tampak tersenyum kecil sambil mengusap bahu belakang So Eun. Kedua orang itu kemudian larut dalam dekapan tersebut dalam beberapa saat, sesuatu yang sebenarnya telah mereka tahan cukup lama untuk dilakukan.

“Oiya..” So Eun tiba-tiba mengingat sesuatu dan melepaskan pelukannya. “Soo Jung bagaimana? Dia pasti sudah membacanya juga, bukan?” Tanya So Eun bingung. Jong Woon mengangguk.

“Ya. Malah dia yang menemukannya..”

“Lalu bagaimana?” Tanya So Eun kemudian. “Apa aku membuatnya tersinggung?”

“Tentu saja tidak. Jangan khawatir.” Jong Woon tersenyum ketika ia mengingat sesuatu. “Sebenarnya yang tadi itu bukan pertemuan pertamamu dengannya. Bukan di bakery juga. Dia tahu mengenai dirimu waktu kau menginap disini. Dia datang tiba-tiba pagi itu dan menemukanmu di kamarku dan yah..” Jong Woon terkekeh. “Dia penasaran padamu hingga sengaja memesan kue di tempat kau bekerja.”

“Benarkah?” So Eun menatap tak percaya. “Lalu?”

“Dia hanya sedikit pencemburu. Dari kecil, dia terlalu manja denganku. Dia bahkan selalu mengerjai pacar-pacarku sehingga mereka meninggalkanku satu persatu. Namun dia sudah kian dewasa kini, hingga dia sudah berfikiran cukup bijak. Walau dia terus saja ingin tahu wanita yang dekat denganku..”

“Lalu bagaimana menurutnya tentang aku?” So Eun bertanya was-was.

“Aku juga tidak terlalu tahu. Tapi dilihat dari caranya berbicara denganmu dia sepertinya tak keberatan.”

“Syukurlah..” So Eun tersenyum kecil dan senang. Namun tiba-tiba ia mengingat sesuatu lagi. Jong Woon ikut tersenyum kecil melihat wajah So Eun yang masih berada di dekat wajahnya sebelum mengecup pelan bibir So Eun. So Eun tampak sedikit kaget.

“Terima kasih atas kadonya. Kau membuat ulang tahunku sangat berkesan..” ujar Jong Woon sambil tersenyum. So Eun tersenyum sedikit malu.

“Selamat ulang tahun..” ucapnya kemudian. Keduanya kembali saling berpelukkan untuk merayakan malam yang istimewa itu.

❤ THE END❤

Pffft.. akhirnya jadi juga walau sedikit telat dan ulang tahun Ye Sung sudah lewat. Hhe.

Sebenarnya aku sedikit kesulitan inspirasi untuk FF dengan tema ulang tahun yang kali ini. Sebenarnya sejak beberapa hari sudah ada beberapa FF namun semuanya dihapus lagi dan diganti lagi. FF ini aja baru dapat inspirasinya kemaren dan itupun juga tersendat di tengah-tengah karena aku agak kesulitan menemukan jalan ending u.u

Still, selamat ulang tahun untuk K-Namja favoriteku. Berharap dia selalu sehat dan segera kembali dengan lebih baik tahun depan. Amin.

Juga happy birthday juga buat Kak Shane. Semoga kakak juga sehat selalu dan juga sukses. Amin.

Terima kasih karena telah membaca ^^

46 Comments Add yours

  1. Rubiah sparkyuangelsso mengatakan:

    Sumpah pas akhir malu sendiri bacanya,,sso sih sotoy banget jadi orang..gak nanya” main ngelakuin aja,,rasain noh malu sendiri jadinya wkwkwk

  2. mindaamalya mengatakan:

    Akhirnya eonni update ff spesial yesung oppa.. aku tunggu2 bgt nih eon. Ceritanya bagus, awalnya aku kira soo jung emg pacarnya yesung oppa tp taunya adeknya kkk aku tunggu karya lainny eon,hwaiting!

  3. ayu chokyulate mengatakan:

    aaaa~ sweet dan lucu bangetttt, bener” romance comedy, aku baca nya sampe ngakak sendiri ngebayangin gimana malunya sso eonni kkkk~
    yeahh akhirnya yesso punya perasaan yg sama, aku kira krystal beneran pacar nya yeppa tapi ko yeppa sama anak kecil sihh serasa ada yg mengganjal, ternyata cuma adik kakak wkwk😀

  4. Dewi mengatakan:

    aaa malem2 ngga nyangka ada post baru di wp ini
    so sweet bgt
    ngirii
    trs berkarya eon

  5. Deborah sally mengatakan:

    Soeun senyum malu-malu nya gak seperti mpok nori kan? :O (?)

    gue kira Soojung pacar Yesung. Ternyata adek tiri toh. Ff nya keren

  6. Niniet mengatakan:

    Aihh..so Sweet… tikusss..aku padamu hahaha, hmm aku td smpt berpikir soo jung kekasih yeye dan selingkuh dari yeye..taunya adik tirinya..mantep catatan kecil so eun jadi pembuka hubungan resmi mereka..chukae..:D

  7. kristienuuna mengatakan:

    waaahh..
    aku senyum senyum geje baca OS ini..
    nech dua tetangga manis banget sich..
    Lucu Liat proses jadian na..
    hakakakakakakk..

  8. Devi mengatakan:

    D awal kesalah pahaman eonnie so eun klo adik tiri’a yeppa tuch yg di kira kekasih’a yeppa yg menduakn yeppa,,,,

    Tpi dengan kesalah paham itu yeppa ma eonnie so eun bersatu,,,,

    Pkok’a cerita’a so sweeet and lucu,,,,

  9. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Kyaaaaaaaa~
    Minhyuk sama SooJung Jjang !! Kapel favorite nih #peace v.v

    mau ketawa aja saya pas tahu,JSJ itu rupanya adik Yesung -.-”

    gak tahu mw komentar apa :3
    seperti biasanya semuanya ttp bagus dan tertata…

    Ditunggu update FF yg lainnya Uni😉😉

  10. YhulaiiSoeun mengatakan:

    Hohoh gak nyangka… Trnyata soojung itu adik tiri.y Yeppa.. Kkk ~ aku trtipu…😀
    Tapi yg lbih kaget itu sso,wkwkwk..lucu jga ngebayangin muka kaget.y Sso.. Ceilee akhir.y mereka brsatu… Seperti.y YeSso harus brterima kasih sama Tikus tikus itu,krna tikus itu awal mreka jadi dkat ..kkk ~ ;D
    d.tggu karya lainnya… ^^

  11. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Entah bagian mana yang lucu.. Tapi aku senyum gaje membacanya…. Mian ya ku dh jrng mampir ke sini…

  12. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Aku kira Soojung benar2 pacarnya Yesung lho, abis percvakapn mereka benar2 mesra seperti Kekasih sungguhan, jadi ya tidak menaruh curiga sama sekali. Yaaahh aku tertipu. Wkwkwk
    dan Yeah.. Akhirnya mereka YeSso jadian.. Cihuuyy! Cieee yg ulang tahun, dapet kado Seorang Kim So Eun nih yeeee…
    Dan ada couple favoritq jg ternyata HyukStal. Ah lengkap sudah, Nice Fanfic Putri.. Ditunggu post2an selanjutnya. Fighting!/

  13. okta sshi... mengatakan:

    bagus..

  14. yehaesso mengatakan:

    sebelumnya happy yesung day😀
    woah tikus dan kertas ikut ambil peran nih dalam hubungannya yesso kkk gomapta

    yesung bisa aja nih pake cara2 berisik segala lg buat cari perhatiannya sso tapi acungin jempol deh heehe karna itu mereka bisa saling ketemu.
    kyaa kristal minhyuk suka banget sama mereka kkk
    sngat ditunggu karya lainnya. semangat🙂

  15. choi shinae mengatakan:

    wow soeun pasti malu bgt >__<
    suka suka suka pgn ada sequelnya😦 kkkkkl

  16. Qazz mengatakan:

    Hahaha..! Tikus yang berjasa.😀
    Tikusnya pinter, tahu aja kalo orang lagi musuhan. Eh, dia muncul dan mendamaikan mereka.
    Aku curiga, jangan² tikus² itu utusan ibu peri. Soalnya muncul tiba² terus ngilang setelah misi selesai. #plakk (ngawur!)

    Ok, back to the topic! >____< Semoga belum ada yang nyadar kalo ada..!
    Pas Sso eonni masuk ke apartemen, aku pengen banget tereak, "Eonni..! Cepet ambil memonya..!"
    Tapi, kok? Kenapa gak ada? *pasang muka bingung* Apa jangan-jangan… *pasang muka horor*
    Dan ternyata emang iya. -_-
    Ok, tinggalkan komen lebay saya…
    Eciee..! Akhirnya… ^_^ Mereka bersatu juga. Huwaa..! Senengnya..!
    Happy birthday Kim Jong Woon..!😀

  17. anna mengatakan:

    so sweeett,,hihihi soeun smpe mati kutu,,tp dgn bgtu mmprmudah jln mrk utk brsm,,nice story,,

  18. Vhi mengatakan:

    Di kirain teh bneran pacaran sempet sebel sih kalau yesung harus di selingkuhin😦 eh taunya malah adik kaka mesra banget sih😦 seneng juga so eun bisa sama yesung🙂 .

  19. tesyasavika mengatakan:

    Ga kebayang klo jd sso malunya gimana.
    Tp adek kakak kok mesra bgt
    Suka bgt sama karakter yesung

    Happy birthday jg buat suaminya kak putri:p

    Next ff ditunggu kak

  20. shane mengatakan:

    Pupuuuuut ….. Aaaaaaa thankYeye ini story bener2 special pake telor yeah ga sabar lg meliat bang yeye bergabung ma bb nya lg❤ #happyYeShaDay ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮‎​​
    Amiiin ..Makasih jg ucapannyo buat kakk….adekku syng :*

    Storynya kocak dan bikin happy kebangetan put …kakk ngakak bacanya ampe td sempet d lirik ma ayuk dia blg " dek ,ngapain lu ketawa-ketiwi kerasukan ya " hhhh kk jwb kerasukan cinta turtle hhh *curcol ,abaikan*

    Bang jong kek berani aja ma tikus hhha tahunya ma tisu aja takut kkke ,maklumlah panik *plakk*
    Ngeliat bang jong bw tongkat pemukul berasa kek jd pembasmi serangga /pembasmi tikus … Geli liat bang jong ketika mau ngusir tikus ma soeun tahunya mereka berdua yg d usir ma tikus dr tu apartemen hhhha (y)
    Suka bgt ma tikus3 yg menyerang apartemen sso .. Berkat mereka yesso bs lengket ..*hidup tikus ..hidup induk tikus nunjuk puput kkkke ~.*plakk*;;)
    tikus bs melompat dg elegan hhha …itu namanya tikus berjiwa model hhe.
    Tikus nya kek ber_imigrasi k t4 soeun ..sbenernya t tikus mau ngebantu sso merapikan rumah. Dan imbalannya ya merelakan perabotan rumah d terkam #eoh, ga nyambung ah hhhhe,d getok puput *❤
    Sso jd bergetar hatinya stelah penyelamatan bang jong k dia dr serbuan tikus hhh alhasil sso terjerat cinta bang jong :* cieee jd sering bikinin makanan ni yeeee …;)
    Tdnya berpikir t so jung beneran pacar jongwoon yg selingkuh ..kk udah sejiwa ma soeun dlm berpikir. Apalgi ngeliat moment2nya memng menjurus k sonoo tahun2ya cm menjurus k sini hihii cm agak berpikirian positif ketika perbedaan ucapan yg d berikan sojung buat kue yg akan d kirimkan k 2 namja ganteng itu .
    Suka smua ma stiap line ni story put (y) sesuaiii asupan gizi ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮‎​​😄❤
    Trus juga geli ma selipan surat kecil sso k kue itu " apa td kata2nya lupa kakk" yg jelas ada kt bodohnya hhhha bikin ngakak dah ah … Ujung2nya soeun malu sendiri hhh ~ like this (y)❤
    Di hari ultah bang jong yg special ..yesso jadian cieeeeee special pake telor Dua cinta❤ yg ngebaca ni story juga menjdi orng special #eoh dan authornya menjadi anak tikus hhhhe eits maksud kk menjadi orng yg istimewa :* ❤
    ThanKsJongWoon put .. Skg suasana hati kakk dh sembuh total ,,kemren kk lg sesak napas hari ini cukup lega eee pas habis baca ni story lgsung sembuh ..makasih ya bu' dokter puput :*..obatnya mujarab bin ajaib (o ³ )o ~♡ ♥*Muãch:*♥ *♥*Muãch:*♥*

    Dua jempol kaki bang jong buat puput (y) jari kakinya tinggal 8 hhehe :p

    Banguuus bingiiit (y)

  21. senrumi mengatakan:

    wah ternyata sso slh paham ya pdhl it adk yesung
    kedekatan yesso krn adanya tikus moment yg lucu tp seru gara2it mrk jd deket

  22. dizha adrya mengatakan:

    hoho uri jongwoon my fvrt artis, akhirnya ya prsaan mrka trblaskan, awalnya kira” soojung emg slngkh eh tau” nya dy adknya jongwoon ya wlpn cm adk tiri🙂 ya slmt buat yesso yg udh jdian dn ini mrupakn hdiah ultah spesial buat seorang kim jong woon😉

  23. sitinurul2507 mengatakan:

    happy birthday yesung ♥♥♥♥

  24. ikayeoja fishy mengatakan:

    ok sorry telat coment+baca..
    sekali lagi nae ucapkan buat yesung oppa “Happy Brithday Kim Jong Woon”
    gx tau lah pngin coment apa’n tpi cerita’y bener keren put..
    ok ff’mu selalu ku tunggu Put terutama ff favorite ku “Black And White part 10” semoga cepet di post and happy endimg cerita’y berharap HaeSso bersatu🙂
    #haessoshiperkumat…

  25. muntaryati mengatakan:

    lagi ngebayangin cowok takut tikus ampe loncat ke kursi ,,,hmmm ternyata Soeun salah paham di kira Soo jung pacarnya Jong woon,,,hahaha..

  26. Safriyanti mengatakan:

    Hhhhhahahahahah,,,
    trnyta dr awal sso slah pham,,
    sso mrsa mnykai ysung stlah insden tkus to sdgkan yeye mnykai sso sjak awal brtmu,,,
    cnta pda pndgan prtma ne,,,
    psti yeye sllu bkin ulah biar bsa ktmu sso,,,
    nah trnyta soojung adik,a ysung,,
    psti sso malu bnget hbis gk tpat ssran,,,
    soojung jg trnyta sngja pngen mngnal sso lbih dkt n suju xlo sso ma yeye,,,
    yesso mank pling swwweeettt dech,,,
    saengil chukae yesung oppa,,

  27. Esaa mengatakan:

    Miapa ? Soeun dan aku tertipu .
    Bukan. Kita berdua (read: soeun&me) berburuk sangka padamu Soo Jung~ah , mianhae *bow
    haha atuda kalian mah mesra banget.

    Iya, happy bday bang yeye, sehat selalu dan banyak rezekinya,amiin😀

  28. Kim Ra rA mengatakan:

    wiiiih ceritanya keren!!! benar banget tuh. Sangat berterima kasih pads para tikus yang udah bikin mereka deket…

    hm’m ternyata cewe itu adik nya! waaah adegan nyari kertas sampe sesi pelukan sweet banget sihhh

  29. cucancie mengatakan:

    Ckckck…so eun ide nya buat ngasih tau jongwoon klo soojung selingkuh konyol bgt haha…lucu..ternyata soojung saudaranya jongwoon…tp itu membuat mereka jadi tau perasaan masing2…seruuu..

  30. Soeun mengatakan:

    Aiiiih Sso pasti malu amat thu…udh salah paham dgn hbngan jong woon dan so jung ck
    harus nya kan bertanya dlu eunnie :p
    hm senang nya jong woon dan Sso sama2 saling suka
    (y)

  31. pipip mengatakan:

    Waaaa gak sadar ada ff special buat birthday yesung oppa
    Ceritanya gak ketebak dpkir bneran sojung pcar yesung trnyta adik tiri keke
    Wlwpn smpet bngung krna alurnya cmpur2 jdi ekstra konsentrasi nih bcanya wkwk
    Tpi ttep suka dhn ide driranta hhe

  32. Elisa mengatakan:

    Manis…..😀

    daebak authur a…
    Faighting…

  33. Aisparkyu mengatakan:

    .kyaaa aq ktinglan,,sruu bngeet put hha tkussny pmbwa cintaa yesso,,aq jda awlny berpkran sma kya sso tntang soo jung qu pkir dia th pcarny yesung trus duain dia ech ternyta pas di ending mreka sdraan,,hha pknya sruu dech

  34. yuliana mengatakan:

    hwaa maluunya dikau….ehh ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangn…yesso kau amaizing berkat tikus engkau bsa bersatuu

  35. sendysw mengatakan:

    haha sso sempet salah paham ngira soojung pacar yesung xD
    ditunggu ff lainnya..

  36. princess ice mengatakan:

    suka bgt ff special yesung’s day nya..
    huwaaa saengil chukae uri jong woon..
    ceritanya suka bgt put. menghibur,cute,simple dan suka deh pkonya.. hmmm.. ditunggu ffmu yg lain ya put. fighting!

  37. andri susilowati mengatakan:

    pertama2. Happy b’day buat kim jong woon, yesung kkk. semakin bertambahnya usia, berkurangnya jatah hidup di dunia semoga semakin membuat anda *YESUNG* dicintai oleh keluarga, fans, dn smua orang. semakin bahagia dan sehat tak lupa sukses selalu. kkk
    selanjutnya untuk authornya: semoga membuat author semakin mengidolakan seorang kim jong woon. hehehe
    .
    haha. saya suka sekali dengan OS buatanmu thorr. benci jadi cinta. happy ending. suka dengan karakter kim jong woon disini.
    btw kalau dilihat2 cpat skali ngpost FF2nya, sepertinya sedang banyak waktu luang dan mood author lagi bagus ya?, . haha. okelahhh lanjutkan. tetap berkarya thorrr.

  38. SRD 김 mengatakan:

    hua keren…

    Q suka endingnya, suka bgt…🙂

  39. mizanafidaus mengatakan:

    sebelumnya maaf baru bisa komen, padahal udah baca sesudah publish…
    yesung udah berkepala 3 tapi muka ga jauh beda sama yang line 90’an kekeke~
    kembali ke ff, soeun ga malu tuh? klo aku sih malu banget, udah so’ tau, ternyata malah adiknya…
    aku juga awalnya nebaknya juga itu pacar yesung, ternyata tebakan salah,,,
    bayangin muka sso yg cari2 surat rahasianya dan diketahui sama yesung pasti lucu banget😀
    ultah dapet kado pacar baru🙂

  40. erika mengatakan:

    Kyaaa…manisnya mereka berdua😀
    Berawal dari mahluk pengerat yg akhirnya membuat mereka seperti itu, berterimakasihlah pada tikus >.<
    Kkk….aku kira tadi soo jung itu beneran kekasihnya yesung eh ternyata cuma adiknya toh hehehe
    Ternyata perasaan sso ga bertepuk sebelah tangan dan yesung juga menyukai sso
    Kkk…makin suka sama couple ini

  41. 2425yy mengatakan:

    wah suka ff, suka paring ny..
    ceritany lucu, itu tikus banyak amat ya, g kebayang dlm smalam bnyk banget barang so eun yg rusak…

    daebak lah,..
    semangat ya dtunggu postingan ff lainnya khususnya yesso (paling suka mereka)…

  42. Miumi mengatakan:

    kyaa sweet dan gemes banget sama ni couple.

    Ceritanya selalu bagus eon, waktu awal baca aku kira Soo Jung pacarnya Yesung oppa ternyata eh ternyata cuma adik tirinya.
    nggak kebayang Sso eonnie pasti malu banget klau trnyata Soo Jung itu cuma adiknya Yesung oppa.

    Dan akhir cerita cinta YeSso brakhir Happy ending🙂

  43. 2425yy mengatakan:

    Lucu ff ny aplg adegan diserang tikus, lucu banget…
    G salh tuh tetangga mereka melihara tikus sgtu bnyk, smpai brang so eun di erat smw…
    Trnyt saudara ya yesung ma soo jung
    suka bnget ma couple n, g bosen2 klo castny yesso

  44. yulisarah25 mengatakan:

    Ahh eonni gak tau mau bilang apa tapi yg pasti ini sweet banget. senyum2 sendiri bacanya aku sukaa apalagi yesso couple ditunggu ff yesso lainnya ya eon^^

  45. auliaveronica mengatakan:

    Keren eon ffnya :3
    Maaf banget baru bisa ngebaca dan komen ffnya eonnie😦
    Senyum” sendiri bacanya haha
    Greget sama yesso :3
    Ditunggu ff yg lainnya ya🙂 fighting!^^

  46. yolanloen mengatakan:

    ffnya lucu, salah paham yg berujung manis hahahahaha
    sayang aku gak punya tetangga kaya gitu,,,
    yesso couple sweet bgt dehh,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s