~ HARU Part 5 [END] ~


haru55HARU Part 5 | PrincessClouds | Romance, Friendship, Family | Sequel | T (PG-13) | Main: Kim So Eun & Super Junior Dong Hae | Super Junior Kyu Hyun, Other member Super Junior , Girls Generation Jessica, 4Minute Jihyun, Soeun’s mom and Dad, Super Junior’s manager, and just find others.

 

Warning:             Typo(s) & Out Of Character. Terlalu banyak melanggar ketentuan tentang Fanfiction

Recommended Song: Super Junior – Haru (Lagu yang dibuat oleh Donghae)

Cameo:                                Choi Jin Ri (Sulli) dan Jung Soo Jung (Krystal) of f(x)

~

“Masalah rumor yang berkembang pagi ini, apakah semua itu karena ayah?”

Tuan Kim menghentikan pekerjaannya untuk kesekian kali mendengar pertanyaan So Eun. Ia mengangkat wajahnya dan menatap putri tunggalnya itu.

“Kenapa kau berfikir begitu?”

“Itu adalah hal yang sangat mudah. Ayah tidak menyukai hubungan kami sementara ayah punya kedudukan besar di perusahaan tempatnya bekerja. Itu terlalu jelas..” jawab So Eun sedikit menunduk sedih. “Kenapa ayah sampai melakukan itu?”

“Bukankah jawabannya sudah jelas juga, ayah tidak menyukai hubunga kalian dan ayah ingin memisahkanmu dengannya. Kau akan segera ditunangkan..” jawab Tuan-Kim dengan nada setengah cuek sambil memeriksa kembali pekerjaannya. Ia ingin menghindari pembahasan ini karena ia sudah merasa bosan. Toh akhirnya sama, So Eun tidak bisa dengan Dong Hae karena ia telah memilih sendiri pendamping So Eun kelak.

“Tapi itu perbuatan curang. Pertama ayah mengambil keuntungan pada Dong Hae-oppa yang tidak tahu apa-apa. Kedua, ayah menyakiti perasaanku..” ujar So Eun pelan.

“Ayah tahu apa yang ayah lakukan, So Eun. Ini juga untuk kebaikanmu. Dia tidak baik untukmu, alasan mengapa kau merasa tersakiti karena kau sudah dibutakan oleh perasaan semaumu. Nanti percayalah, suatu hari nanti kau akan berterima kasih atas apa yang ayah lakukan ini..”

“Darimana ayah tahu itu? Darimana ayah tahu akan bahagia kalau mengikuti kata-kata ayah. Ayah bisa meramalkan semuanya? Apa ayah tuhan? Bagaimana kalau seumur hidup aku malah tidak bahagia karena harus hidup dengan orang yang tidak kucintai..”

“Kim So Eun!”

“Aku sudah dewasa. Aku sudah tahu apa yang harus kulakukan. Walau aku tak bisa melihat masa depan, walau aku bukan tuhan, tapi aku tahu apa yang bisa membuatku bahagia karena aku yang akan merasakannya. Kebahagiaanku adalah Dong Hae-oppa, aku percaya itu..”

Tuan-Kim tak menyahut dalam beberapa menit, hanya menatap gadis itu. Sejujurnya ia tak percaya bahwa putri kekanakkannya telah tumbuh sampai ke pemikiran seperti ini. “Ayah tak mau berdebat lagi.” Tuan-Kim kembali bersuara. “Pokoknya dalam waktu dekat kita akan menemui calon tunanganmu itu..” kata Tuan-Kim sambil berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan tempat itu.

“Tapi ayah aku belum selesai bicara!” Seru So Eun berusaha menahan Tuan-Kim. Namun Tuan-Kim tidak menghentikan langkahnya sama sekali. “Ayah!!”

Pintu tertutup. Tuan-Kim benar-benar meninggalkannya. Meninggalkan So Eun yang menatap pintu itu dengan tatapan nanar. Seketika kantung matanya terasa memanas, air matanya kembali turun tak tertahan.

*HARA_Part_5*

“Kenapa kau menangis?” Tanya Dong Hae pelan dan berbisik sambil semakin menempelkan ponsel di telinganya. Suara isakan tertahan So Eun memenuhi ruang dengarnya. “So Eun?” tanyanya gelisah karena tak ada jawaban.

Oppa..” suara yang serak terdengar. “Apa mencintaimu adalah sebuah dosa? Kenapa sejak awal rasanya sesulit ini..”

Dong Hae menghela nafas mendengarnya, merasakan rasa sesak secara bersamaan. “Apa yang terjadi? Apa kata ayahmu?”

“Dia tidak seperti ayahku lagi..” So Eun menjawab terisak. “Siapa dia aku tak mengenalnya? Yang kutahu ayahku adalah seseorang yang menyayangiku. Ayahku yang dulu adalah seseorang yang mementingkan kebahagiaanku. Tapi yang kutemui tadi, laki-laki tua egois dan tak punya perasaan itu, aku tak tahu dia siapa..”

“Jangan berkata seperti itu..” Dong Hae tersenyum getir mendengar ucapan So Eun. Ia tahu hati So Eun begitu hancur. “Apa kata ayahmu?”

“Dia tak mendengarku..” tangis So Eun semakin lepas. “Dia tidak memperdulikan kata-kataku. Dia hanya terus memaksakan pemikirannya itu. Dia tetap akan menjodohkanku dengan orang yang tak kukenal, tidak memperdulikan perasaanku..” adu So Eun lebih keras. Terdengar lebih emosi.

“Sst.. jangan menangis..” bisik Dong Hae sedih. “Itu bukan akhir dari segalanya. Aku akan terus berusaha menemukan jalannya, hum.. jangan patah semangat.”

“Apa yang bisa kita lakukan? Ini terlalu berat. Masalahmu, masalah keluargaku, fans, media, Kyu-oppa, bahkan member Super Junior lainnya. Semuanya seperti menyesaki kita secara bersamaan begini. Bila difikirkan tentang semuanya… semuanya menentang kita.”

“Jangan seperti itu. Kita akan menemukan jalan, aku berjanji..” ucap Dong Hae sedikit panik karena So Eun malah menangis semakin keras. Apa yang bisa ia lakukan? Bahkan saat ini terbentang jarak antara mereka. “Aku akan menemui ayahmu besok. Akan aku coba bicara dengannya..”

“Percuma, oppa. Ayah tidak akan mendengarnya.”

“Kita coba. Apapun akan kita coba. Lagipula, aku yakin dengan aku menemuinya dan menunjukkan kesungguhanku mungkin dia bisa lebih melunak. Selama ini, mungkin karena kita bersembunyi darinya, karena aku tidak cukup berani untuk membuktikan kesungguhanku, itu sebabnya dia tak bisa mempercayaimu. Mungkin kalau kucoba meyakinkannya, aku mencoba berbicara dengannya, mungkin dia bisa sedikit melunak dan memikirkan lagi keputusannya..”

“Mungkinkah itu akan berhasil?”

“Kita coba. Apapun akan kita coba..” ucap Dong Hae sambil tersenyum, ia menemukan komitmen itu tumbuh dalam dirinya. So Eun mungkin juga menemukan keyakinan barunya, ia berharap itu. “Kau masih menangis?” Tanya Dong Hae kemudian.

“Tentu saja. Aku sedih sekali, oppa. Aku tak bisa berhenti menangis..” adu So Eun sambil merengek.

“Kalau aku nyanyikan sebuah lagu, apa mungkin bisa berhenti?” Tanya Dong Hae lagi. Dong Hae meraih sebuah kertas yang berada di dekatnya. “Aku baru saja menciptakan lagu. Aku suka sekali lagu ini. Aku berharap composer akan menerimanya untuk album kami mendatang..” ucap Dong Hae kemudian.

“Tentang apa isinya?”

“Rr.. liriknya sedikit nakal..”

“Huh? Maksudmu lirikny—“

“Ini tentang kau tapi imajinasiku jadi kemana-mana waktu membuatnya. Aku membuatnya ketika sedang galau jadi imajinasiku sedikit liar.” Dong Hae menyahut cepat sambil menggaruk kepalanya. “Judulnya SHIRT..”

“SH*T?”

“Bukan itu, SHIRT. Kemeja..” ujar Dong Hae dengan cepat. Namun ia tersenyum ketika mendengar So Eun terkekeh diantara suara isaknya yang mereda. “Mau dengar?”

“Baiklah, nyanyikan..”

Dong Hae tersenyum kecil sambil mulai menyanyikan lirik yang belum sempurna itu dengan ketukan pensil di tangannya. Ia senang karena bersama suaranya, suara isak So Eun terdengar semakin menghilang sampai ia menyelesaikan lagu.

“Apa itu? Kenapa lagunya tentang aku? Kau terdengar sedang main mata dengan gadis seksi di lagu itu..”

“Sudah aku bilang ini mengenai imajinasi liarku tentang dirimu. Tapi ini memang tentangmu, So Eun. Kau pernah bilang bahwa kau paling suka aku memakai kemeja baik putih ataupun hitam polos, kau bilang aku terlihat lebih bersinar karenanya. Kau juga pernah bilang kalau kau suka aroma tubuhku, apalagi ketika aku memakai kemeja karena aromanya yang masculine terlihat lebih cocok dengan tampilanku dengan kemeja..”

Hening sesaat, Dong Hae mengerjapkan matanya bingung. Takut So Eun tertidur. “Oppa kenapa kau berkata begitu? Aku terdengar seperti gadis mesum disana, aish. Kau membuat wajahku panas..” protes So Eun tiba-tiba. Dari suaranya bahkan Dong Hae sudah membayangkan wajahnya yang merah padam.

“Kau memang sedikit mesum dari awal tahu, kau saja yang tak pernah menyadarinya. Dulu aku sudah sering memperingatkanmu, tapi anak kecil sepertimu tak mengerti..”

“Aku tak merasa begitu ketika jujur akan sesuatu. Kau memang keren dengan kemeja dan aroma parfummu memang wangi sekali. Aku tak merasa mesum.”

“Itu sebabnya kau bilang aku tak mengerti..” Dong Hae terkekeh. “Tapi apapun itu aku senang telah berhasil membuatmu tertawa malam ini. Tidurlah dengan tenang, jangan terlalu difikirkan. Aku benar-benar akan berusaha untuk memperbaiki semuanya..” ucap Dong Hae memelan, memberi pengertian.

“Ya, oppa. Aku percaya. Aku juga tidak akan putus asa dan tetap selalu mencoba..”

“Hum.. baguslah.” Ujar Dong Hae tersenyum. Kedua orang itu kembali melanjutkan pembicaraan mereka melalui malam yang sunyi. Melepas rindu dan saling berbagi.

Kyu Hyun menyesap wine merahnya sambil menatap keluar jendela dorm mereka. Di luar suasana malam cukup mendung mengingat saat ini adalah musim gugur. Bintang-bintang pun juga tak terlihat sama sekali menghiasi kota Seoul yang sudah gemerlapan.

Kyu Hyun menarik nafas sambil kini mengalihkan pandangannya menuju seisi ruang tengah yang sepi karena semua member yang sudah masuk kamar mereka masing-masing. Suasana begitu sepi, begitu gelap, karena memang lampu sengaja ia matikan meninggalkan sinar bulan yang masuk melalui kaca-kaca jendela.

Kyu Hyun berniat untuk mengajak Dong Hae untuk minum bersama tadi. Walaupun hyungnya itu tidak bisa minum namun Kyu Hyun ingin mengajaknya untuk membicarakan sesuatu yang menganggunya seharian ini. Namun tadi ketika ia hendak mengetuk pintu kamar Dong Hae, ia menghentikan dirinya begitu mendengar Dong Hae sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Menyebut nama yang ingin ia diskusikan dengan Dong Hae malam ini.

Pada akhirnya disinilah Kyu Hyun berakhir malam ini. Menyendiri di sudut ruangan sambil meminum wine merah kesukaannya. Namun evil maknae terlihat menikmatinya.

Dengan setelan kemeja berwarna biru dan jeans hitam, Dong Hae terlihat sudah rapi pagi-pagi sekali. Dandanannya itu tentu saja membuat member yang rata-rata masih mengantuk melongo menatap pemuda itu heran. Apalagi hari ini mereka masih dalam proses jadwal yang longgar sehingga semuanya rata-rata masih memakai piyama dan singlet. Sangat berbeda jauh dengan dandanan Dong Hae hari ini.

“Hae kau mau kemana?” Tanya Lee Teuk mengurungkan niat menyesap teh di tangannya. Ia melirik Dong Hae yang masih berdiri di ujung meja makan sambil meminum susu kotak yang dipegang Eun Hyuk.

“Ke perusahaan..” jawab Dong Hae singkat sambil mengambil makanan dari piring Ye Sung seenaknya. Mencomotnya sedikit dan memakannya. “Aku mau bertemu Presdir..”

“Huh..” semua member bergumam mendadak dan melirik Dong Hae sedikit tidak yakin dengan apa yang didengarnya.

“Ada urusan apa bertemu beliau?” Tanya Ye Sung.

“Aku ingin membicarakan masalahku dengan So Eun..” jawab Dong Hae bergumam. “Aku tak yakin dia mau ditemui atau tidak tapi aku akan mencoba..”

“Membicarakan apa?” Tanya Lee Teuk cemas. Ia tak yakin dengan niat Dong Hae ini sebenarnya.

“Apa saja. Aku juga belum tahu. Yang jelas semua hal yang dirasa perlu mengenai So Eun..” jawab Dong Hae terkekeh kecil sambil mengelap bibirnya setelah selesai memakan makanan dari piring member beberapa suapan. “Kalau begitu aku pergi dulu. Selamat makan semuanya..” ujar Dong Hae sambil meninggalkan ruangan itu dan para member yang masih saling bertatapan. Mereka tampak menghela nafas.

“Apa yang akan mereka bicarakan?” Tanya Lee Teuk meminta pendapat para membernya. Namun semua member tampak menggelengkan kepala pelan pertanda mereka tidak tahu. Sementara Kyu Hyun masih membisu di bagian paling sudut sambil memikirkan sesuatu.

So Eun sebenarnya benci pergi kuliah. Sedangkan kuliah, sejujurnya ia benci harus keluar rumah disaat seperti ini. Karena dimana-mana semua orang saat ini tengah membicarakan masalah skandal Super Junior yang memang masih panas. Hal itu juga belum terhitung dengan banyaknya cacian terhadap dirinya juga, walaupun mereka tidak mengatakan padanya langsung karena sejauh ini tidak ada satu kelaspun yang tahu bahwa ia adalah anak dari Agency paling terkenal se- asia itu.

Maka disinilah So Eun, duduk di bangku belakang paling sudut kelasnya, menyetel musik di earphonenya sekeras-kerasnya. Tak ingin mendengar apapun dari mereka yang bergosip dimana-mana. So Eun memilih diam dengan musiknya disana sambil mengingat kembali hubungannya dengan Dong Hae yang telah kembali membaik dan keduanya bahkan lebih mesra. So Eun tersenyum senang, ia benar-benar sangat menyukai hal ini. Ia pun juga terus berdoa semoga hari ini Dong Hae berhasil membawa kabar baik setelah menemui ayahnya. Dan setelah itu ayahnya akan merestui keduanya, lalu keduanya bisa hidup dengan bahagia. Ya, ia berharap bahwa So Eun dan Dong Hae bisa hidup bahagia setelah ini.

“TAPI BAGAIMANA DENGAN KYU HYUN-OPPA!!” Teriakan salah satu teman kelasnya berhasil masuk ke pendengarannya ketika lagu di earphonenya mengambil jeda. So Eun mengangkat wajahnya melirik keramaian yang ia acuhkan. Kini ia membuka earphonya karena kini ia malah penasaran mengapa gadis itu tiba-tiba berteriak menyambung khayalannya tadi. “Bagaimana dengan Kyu Hyun-oppa? Apa kau tak memikirkannya? Kau akan menyakitinya… si evil-ku..” celoteh gadis itu dramatis sambil memeluk buku tulis yang bergambar Kyu Hyun di tangannya. Menatap temannya yang memutar bola mata bosan.

“Mau bagaimana lagi, aku kecewa padanya karena dia selingkuh di belakangku. Sini sini, itu bukuku hakku kalau ingin membuangnya!” Seru gadis itu sambil berusaha merebut buku di tangan gadis di depannya itu.

“Mereka kan belum tentu pacaran. Siapa tahu itu hanya rekayasa journalist saja…” katanya mempertahankan buku bergambar Kyu Hyun di tangannya.

“Tapi dia memeluknya. Dia telah mengkhianati fansnya, untuk apa dipertahankan!”

“Ya sudah, biar aku saja yang merawat bukunya kalau kau tidak mau untuk apa disobek. Aku tak tega kau menyakiti Kyu Hyun-oppa..” seru gadis tadi masih dengan kekanakkan sambil berlari keluar membawa buku di tangannya. Gadis bodoh-kekanakkan-yang merupakan temannya itu mengikuti di belakang dan mengejarnya.

“ITU BUKUKU JADI HAKKU MAU AKU APAKAN?!”

So Eun termangu, pertengkaran konyol dua teman sekelasnya itu tiba-tiba saja seperti memukul sesuatu di hatinya. Ya, ia melupakan sesuatu, ia melupakan Kyu Hyun. Seseorang yang selama ini mendukungnya, seseorang yang selama ini menghiburnya, seseorang yang selama ini juga mencintainya. Bagaimana mungkin So Eun bisa dengan egois hanya memikirkan kebahagiaannya dengan Dong Hae sementara salah satu dari oppa-oppa kesayangannya pasti akan terluka.

Apa yang harus So Eun lakukan? Tentu saja, ia harus bertemu dengan Kyu Hyun dan berbicara dengan pemuda itu dulu. Saat ini Dong Hae sedang berjuang membujuk ayah So Eun. Jadi seharusnya adalah gilirannya untuk menggantikan Dong Hae untuk berbicara dengan Kyu Hyun.

So Eun menghela nafas berat sambil menggigit bibir bawahnya.

Dong Hae menghela nafas sambil memeriksa jam di pergelangan tangannya beberapa kali. Pemuda itu saat ini tampak berdiri di salah satu sisi koridor yang terbentang menuju ruang kerja pemimpin tertinggi di perusahaan itu. Menunggu kedatangan laki-laki yang merupakan ayah kekasihnya itu.

Dong Hae sesekali menghembuskan nafasnya pelan karena sejujurnya ia agak bosan menunggu. Namun ia tetap bertahan dan membulatkan tekad untuk menemui ayah So Eun apapun yang terjadi hari ini. Maka ia tetap berdiri disana sambil sesekali melayangkan pandangannya menembus jendela kaca di sampingnya atau memberikan senyuman kepada beberapa staff yang kebetulan lewat di hadapannya.

“Hyung?” Seseorang memanggilnya sehingga membuat ia menoleh. Choi Min Ho, salah satu juniornya yang merupakan rapper grup SHINee tampak berdiri tak jauh darinya. Dilihat dari setelannya pemuda itu sepertinya sedang latihan untuk Comeback mereka mendatang. “Apa yang kau lakukan disini, hyung?” Tanya Min Ho mendekat.

“Aku sedang menunggu direktur. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya..” jawab Dong Hae sambil tersenyum kecil. “Kau sendiri?”

“Oh, kami sedang latihan koreo untuk single jepang kami terbaru. Aku baru saja memakai toilet disana karena toilet di atas airnya mati..” Jawab Min Ho sebelum kembali melirik Dong Hae penaasaran. “Untuk apa menemui direktur, hyung?”

“Ada sedikit masalah yang harus kubicarakan dengan beliau..” jawab Dong Hae singkat sambil masih tersenyum miris. Min Ho tampak tersenyum maklum dan mengangguk pelan. Ya, siapa yang tidak tahu masalah yang dihadapi Super Junior belakangan ini terutama Dong Hae. Tapi ia juga tak ingin mencampuri lebih jauh.

Tak lama terdengar suara langkah yang sedikit ramai dari ujung koridor sehingga membuat kedua pemuda itu menoleh. Disana terlihat seseorang yang baru saja mereka bicarakan datang dengan beberapa bawahannya yang lain. Kedua pemuda itu meluruskan tegak mereka dan memberikan penghormatan ketika laki-laki itu hendak lewat di depan mereka.

Tuan-Kim tampak menatap keduanya datar, terlebih kepada Dong Hae dengan tidak ramah sama sekali. Ia pun kemudian melewati mereka begitu saja dan memasuki ruangannya. Meninggalkan keduanya dengan koridor yang sepi disana.

Hyung belum janjian dengan beliau? Kenapa ia tak mengatakan apapun?” Tanya Min Ho kebingungan setelah pintu itu baru tertutup. Dong Hae tersenyum kecil, ya tentu semalam ia telah menghubungi laki-laki itu dulu untuk meminta waktu untuk bertemu. Tapi laki-laki itu hanya menjawab dengan nada dingin bahwa ia tak janji bisa menemui Dong Hae hari ini, yang jelas datang saja – begitulah katanya.

“Mungkin beliau sangat sibuk dan akan menemuiku nanti..” jawab Dong Hae terkekeh miris.

Kyu Hyun mengerang kesal dan mengacak rambutnya frustasi ketika untuk kesekian kalinya ia kalah bertanding game di PSPnya siang ini. Hal ini tentu saja begitu sangat menganggunya mengingat ia bahkan tak bisa melewati level pertama dan paling termudah dari game yang sudah sering ia jawari itu. Fakta yang lebih membuatnya kesal adalah karena ini adalah satu-satunya yang bisa menyelematkannya dari mood buruk yang seharian ini menganggunya.

Kyu Hyun kalah lagi, pada akhirnya ia meletakkan benda itu dengan kasar dan berbaring pasrah pada sofa. Menatap langit-langit dorm mereka yang pertama kali ia sadari bahwa sejak dulu warna langit-langit mereka itu adalah warna putih. Kyu Hyun berdecak frustasi memaki kebodohan yang saat Ini sedang ia lakukan itu.

*!!*

Suara bel berbunyi ketika Kyu Hyun baru mencoba untuk memejamkan mata. Kyu Hyun hanya meraih bantal untuk menutupi wajahnya dan berniat mengacuhkan bel tersebut. Siapa yang datang memangnya? Paling-paling hanya member lain yang lupa password tempat ini. Biarkan saja dia disana sambil mengingatnya atau bertanya pada member lain.

*!!*

Kyu Hyun mengerang karena bel itu kembali berbunyi, bahkan lebih keras. Ia baru saja hendak pindah ke kamar dan mengacuhkan raungan benda itu sebelum suara bertubi-tubi lainnya terdengar dan kali ini lebih berisik dari sebelumnya. Kyu Hyun melemparkan bantal di tangannya kesal.

“Aku akan meneriaki siapapun yang datang. Leader sekalipun.” Omel Kyu Hyun kesal sambil dengan terpaksa menyeret kakinya ke dekat pintu. Tanpa memeriksa monitor untuk melihat siapa yang datang Kyu Hyun segera membuka pintu itu kasar ketika bel berbunyi untuk kesekian kali dan bersiap berteriak kepada siapapun yang menganggunya itu.

“H—“

Kyu Hyun baru saja membuka pintu dan langsung membuka mulutnya bersiap untuk berteriak. Namun suaranya itu kembali langsung masuk ke dalam begitu melihat siapa yang saat ini berada di depan pintu dorm mereka. Pandangan Kyu Hyun tampak juga berubah melunak walau masih terlihat cukup kaget dengan tamunya.

“So Eun?”

Gadis itu tampak memaksakan senyuman canggung padanya.

So Eun memainkan jemarinya gelisah sambil melirik seisi apartment yang hamper sebulan tak ia kunjungi itu. Tak lama Kyu Hyun tampak kembali datang dari dapur sambil membawakan minuman untuknya.

“Yang lain kemana?” Tanya So Eun ragu-ragu. Sedikit menghilangkan rasa canggung karena menyadari bahwa tak ada satu member pun di dorm selain Kyu Hyun. Ini membuatny semakin gugup kini.

“Mereka pergi keluar. Ini adalah hari terakhir kami bisa bersantai sebelum besok memulai persiapan untuk comeback..” jawab Kyu Hyun dengan nada yang datar dan tenang. So Eun menghirup nafas sekuat-kuatnya berharap bisa menghilangkan rasa gugupnya.

“Oppa sendiri kenapa tidak keluar bersama mereka?”

Kyu Hyun tampak tersenyum kecil untuk pertama kalinya. Meraih minumannya sendiri dan menyesapnya sebelum menjawab, “Aku tak bergairah. Untuk pria yang patah hati hari libur seperti ini bahkan lebih tak mengenakkan daripada hari sibuk dengan jadwal padat yang biasa aku lewati..”

Wajah So Eun berubah sedikit memerah seperti memendam sesuatu. Namun ia akhirnya hanya mengeluarkan suara rengekkan pelan yang nyaris tak terdengar. “Oppa…”

“Jadi, kenapa kau tiba-tiba kemari, So Eun. Mencari Dong Hae-hyung? Sayang sekali ia sedang tak ada di tempat..”

“Bukan..” So Eun menggeleng pelan, kali ini memberanikan diri menatap Kyu Hyun lagi. “Aku mencarimu..”

Hening sesaat. Kyu Hyun tampak hanya menatap So Eun setelah mendengar itu. Sementara So Eun kembali menundukkan wajahnya. “Untuk apa mencariku?”

Giliran So Eun terdiam, gadis itu tampak semakin menundukkan kepalanya dan menghela nafas lebih dalam. Kyu Hyun tampak terus menatapnya menunggu jawaban. Sementara So Eun malah lebih gugup sambil memainkan jemarinya.

“Kau mau menjawab pernyataan cintaku?” tebak Kyu Hyun setelah beberapa saat menunggu. So Eun tampak sedikit mengangkat wajahnya kaget dan panik mendengar pertanyaan itu, dimana Kyu Hyun membacanya. “Bukan. Lalu apa? Ahh..” Kyu Hyun menggantung ucapannya sambil lebih menatap gadis di depannya. “Ingin membujukku untuk mengubur perasaanku dan tetap merestui kalian, begitu?”

“Bukan begitu..” So Eun menggelengkan kepalanya cepat, sebelum kembali menundukkan kepalanya. “Aku ingin meminta maaf..” ujarnya kemudian dengan suara pelan. Kyu Hyun masih menatapnya dengan ekspresi serius.

“Maaf? Untuk apa minta maaf? Bukankah aku yang harusnya minta maaf? Aku masuk diantara kalian..” gumam Kyu Hyun pelan sambil tersenyum sedikit sinis. Pandangannya kembali menuju So Eun yang masih terus tak berani menatap matanya. “Kalau kalian mau berbaikkan, kalau kalian mau terus berhubungan.. ya sudah lanjutkan saja. Tak perlu memikirkan perasaanku. Tak usah merasa tak enak..” kata Kyu Hyun dengan nada muak sambil bangun dari tempat duduknya dan berniat kembali ke kamar saja daripada menemani So Eun disana. Namun baru beberapa langkah Kyu Hyun menghentikan langkahnya, ia melirik kembali menatap So Eun yang semakin menundukkan wajahnya menahan tangis. Kyu Hyun tampak menghela nafas sambil berbalik kembali kesana.

“Aku hanya lepas kendali..” kata Kyu Hyun sambil berdiri di hadapan So Eun. So Eun mengangkat wajahnya kembali menatap Kyu Hyun. “Tipe gadis yang kusuka adalah gadis yang seksi dan punya kaki yang bagus. Kau bukan tipe itu, kan? Jadi.. aku tak benar-benar serius waktu mengatakan bahwa aku menyukaimu waktu itu. Aku hanya panik melihatmu bunuh diri dan..” Kyu Hyun mengalihkan pandangannya dari So Eun. “Aku hanya ingin mendesak Dong Hae-hyung agar menyelesaikan masalah kalian. Itu sebabnya aku mengaku jatuh cinta padamu kepada semua orang..”

“Jadi.. oppa waktu itu hanya bercanda?” Tanya So Eun bingung sambil mendongak. Kyu Hyun terkekeh kecil dan tersenyum tipis.

“Aku tetap adalah actor musical paling laku dari kalangan idola saat ini. Aktingku bagus bukan?”

“Apanya..” So Eun merengek sambil menghapus air matanya yang ternyata sempat keluar. “Aku sempat kebingungan kau tahu? Aku tetap ingin bersama Dong Hae-oppa, aku mencintainya. Tapi untuk menyakiti salah satu dari kalian, mana mungkin aku tega. Semua oppa adalah idolaku, aku tidak mau menyakiti yang manapun walaupun kau dan Hee Chul-oppa selalu mengerjaiku..” ucap So Eun merengek sambil menghapus air matanya. Kyu Hyun tampak tersenyum miris, lalu merubahnya sebelum kembali mendekati So Eun dan duduk disampingnya.

“Oleh sebab itu, ini belum selesai. Kau harus ikut dengan rencanaku untuk menendang bokong Lee Dong Hae yang lelet itu. Kau harus ikut rencanaku agar semuanya membaik kembali, mengerti?” Tanya Kyu Hyun sambil mengusap bahu So Eun. So Eun tampak hanya mengangguk walau dia tak mengerti apa maksud ucapan Kyu Hyun.

Hari sudah hampir gelap, namun Dong Hae masih duduk di dekat dimana ia menunggu Tuan-Kim tadi. Di sampingnya terlihat beberapa sampah makanan dan sebuah minuman kaleng di tangannya. Sementara beberapa staff masih tampak berlalu lalang sambil memberikan pandangan aneh pada pemuda yang seharian berada disana itu.

Dong Hae menghela nafas sambil melirik jam di pergelangan tangannya. Jam setengah tujuh malam, artinya sebelas jam ia menghabiskan waktu seperti orang gila di tempat ini. Tidak heran tubuhnya jadi ikut sakit karena hanya duduk dan berdiri untuk menunggu Tuan-Kim meluangkan waktu untuknya.

*!*

Pintu menuju ruangan Tuan-Kim terbuka, membuat Dong Hae reflek berdiri. Tak lama seorang wanita yang Dong Hae ketahui adalah sekretaris Tuan-Kim tampak memberikan hormat kepadanya. Wanita itu kemudian mengucapkan kata yang dinantinya.

“Presiden Direktur menyuruh anda untuk datang ke ruangannya..”

Dorm yang sudah sebulan ini sepi terlihat lebih hidup kembali. Ruangan tengah yang biasanya sepi ditinggal member ke kamar hari ini kembali disesaki oleh penghuni tempat itu. Tak lupa bersama mereka terlihat seorang gadis cantik lainnya yang menemani mereka bermain kartu.

“Kau kalah lagi!” Hee Chul tertawa girang sambil melemparkan kartu di tangannya. Ia kemudian mengambil adonan bedak yang ada disana dan tanpa perasaan menyapukannya ke wajah So Eun yang sudah penuh oleh cairan tersebut. “HAHAHA kau terlihat seperti olaf!!” Serunya girang. So Eun merenggut malas sambil melemparkan kartu di tangannya.

“Aku tak mau main lagi.” Ujarnya kesal.

“Yah, mana boleh begitu? Kita harus main sampai akhir.” Protes Kang In yang duduk di samping Hee Chul.

“Tapi aku selalu kalah. Lihat, bahkan kalian hanya kena beberapa polesan bedak, bahkan beberapa dari kalian tidak kena sama sekali. Tapi lihat wajahku, aku sudah seperti badut.” Celotehnya kesal.

“Siapa yang mengajak main memangnya tadi? Kau sendiri yang ketika kami baru dating langsung mengajak main.. salah siapa?”

“Tapi aku seperti dikeroyok. Aish..”

“Ya sudah, sekarang waktunya untuk makan. So Eun juga harus pulang kan?” Ryeo Wook berseru dari meja makan. Dimana Sung Min juga terlihat membantunya menyiapkan makanan.

“Tapi aku tak mau pulang. Aku mau disini saja. Rumahku seperti neraka belakangan ini..” So Eun cemberut. Ia mengalihkan pandangannya menuju jam dinding yang tergantung disana. “Dong Hae-oppa tak juga pulang? Aish, apa yang difikirkan Kim Young Min-ssi ini sebenarnya? Kenapa dia menyusahkan kekasihku seperti itu..” omel So Eun kesal.

“Dia memang harus melakukannya agar jalan cinta kalian lebih mulus. Bahkan dia harus melakukannya dari dulu..” gumam Kyu Hyun datar. So Eun merenggut mendengarnya.

“Kalian fikir ini akan berhasil?” Tanya So Eun ambigu. “Ayah pasti akan bisa melunak bukan?”

“Itu sebabnya semua cara sedang dicoba kini. Berdoa saja Dong Hae membawa khabar baik nanti..” ujar Hee Chul. So Eun menghela nafas pelan dan menggigit bibir bawahnya.

*!*

“Itu pasti Dong Hae-oppa!” So Eun langsung berdiri dari tempat duduknya mendengar pintu terbuka. Benar saja, tak lama Dong Hae menampakkan diri. Dong Hae sendiri tampak begitu kaget melihat So Eun ada di dalam dorm mereka – dengan wajah belepotan bedak. “Oppa!!” Seru So Eun senang sambil menyusul Dong Hae dan memeluknya. Dong Hae langsung kaget dan melirik wajah semua member dengan tatapan bertanya, dan ia berhenti menemukan Kyu Hyun yang langsung mengalihkan wajahnya.

“So Eun kenapa kau disini?” Tanya Dong Hae sambil mengusap bahu So Eun.

“Jadi apa kata ayah?” Tanya So Eun pelan ketika mereka telah sampai di balkon apartmen. Sayup-sayup di dalam terdengar suara tawa canda member lainnya.

“Ayahmu tetap tidak merubah keputusannya untuk menjodohkanmu..” Dong Hae menggumam rendah sambil menatap hamparan cahaya yang terlihat dari tempat mereka sendiri. “Juga masih belum menerima hubungan kita..”

“Haah.. dia begitu keras kepala.” Ucap So Eun sedih sambil menundukkan wajahnya.

“Tapi dia mau memberikan kesempatan dengan memberikanku sebuah tantangan..” kata Dong Hae lagi, membuat So Eun menatapnya lagi penasaran.

“Tantangan apa?”

“Ternyata setelah skandal ini menguak perusahaan mengalami penurunan saham mencapai 3%. Kami dalam rencana comeback dalam waktu sebulan lagi, namun para staff perusahaan pesimis kami bisa menaikkan saham kembali setelah skandalku dan Kyu Hyun terungkap ke media. Direktur bilang, kalau aku bisa membersihkan namaku dan grup sehingga kemungkinan saham kembali stabil maka ia akan memikirkan kembali keputusannya..”

“Apa-apaan itu? Jadi ukuran kebahagiaanku di matanya masih juga tentang uang? Juga, bukankah dia sendiri yang membuat semua ini kacau dengan seenaknya mengkonfirmasi hubunganmu? Sekarang dia memintamu untuk membersihkan kerusakan yang dia buat? Dia egois sekali..”

“Kau tak boleh berbicara tentang ayahmu seperti itu..” larang Dong Hae. “Tapi walau begitu aku juga tetap bisa lega. Aku rasa, mungkin dengan bantuan para member kami bisa melakukannya. Walau masalah konfirmasi hubungan, aku sendiri tak yakin bagaimana caranya lolos dari itu. Publik hanya akan semakin marah kalau kita mengatakan kebenarannya kini..”

“Lalu bagaimana caranya? Bahkan waktuku untuk bertemu dengan calon tunangan yang dipilihnya juga semakin dekat. Apa kita bisa melakukannya sebelum semuanya menjadi gila?” Tanya So Eun panik. Dong Hae tampak tersenyum kecil sambil menepuk pundak So Eun pelan.

“Akan kita coba..”

So Eun menghela nafas sambil mengalihkan pandangannya menatap tatanan cahaya di depan mereka. Ia sedikit merasa nyaman dengan sentuhan ringan Dong Hae di bahunya.

“Apa ayah membentakmu? Dia membuatmu menunggu berjam-jam di depan ruangannya, apa setelah itu dia masih memberikanmu kesulitan? Dia tak mempersilahkanmu duduk atau memberimu minuman?”

“Apa itu pertanyaan penting?” Dong Hae terkekeh. “Tidak, ayahmu memang tidak mempersilahkanku duduk atau menawarkan minuman. Bahkan dia tak menatapku ketika aku bicara. Namun walau begitu aku tetap melihat sosok direktur yang kukagumi darinya. Dia tak sejahat bayanganmu, kukira apa yang dia lakukan sekarang adalah lebih dari bentuk kecewa. Dua belas tahun menjadi salah satu orang yang mendidikku, dia pasti sangat kaget mengetahui aku mengencani putrinya tanpa sepengetahuannya. Belum lagi ditambah dengan apa yang terjadi belakangan ini..”

“Maksudmu?”

“Ayahmu sebenarnya tidak benar-benar ingin memisahkan kita. Aku tak tahu entah dia tersentuh dengan semua ucapanmu untuk mempertahankanku atau memang karena dia mempercayaiku, namun aku tahu dia tak benar-benar serius memisahkan kita. Buktinya tantangan ini, dia hanya sedikit tidak percaya padaku sehingga itu sebabnya dia mengujiku dengan tantangan ini. Dia cukup mengenalku walau apapun yang terjadi..”

“Jadi dia mungkin akan merestui kita?” Tanya So Eun mendongak pada Dong Hae yang kini telah memeluknya dari belakang.

“Semoga saja. Aku berharap bisa berhasil melakukan ini..” kata Dong Hae sambil meletakkan dagunya di bahu So Eun. “Tapi aku penasaran, kenapa kau tiba-tiba kemari hari ini?” Tanya Dong Hae mengalihkan pembicaraan.

“Oh, aku menemui Kyu Hyun-oppa..” jawab So Eun yang membuat Dong Hae melirik padanya. “Awalnya aku berniat meminta maaf padanya, dan mewakilimu menjelaskan semuanya. Kau pasti sudah sibuk dengan ayah, jadi kufikir biar aku yang mengurus masalah kita dengan Kyu Hyun­-oppa, tapi sepertinya itu tidak perlu..”

“Maksudmu?”

So Eun terkekeh lucu. “Dia bilang sebenarnya dia tidak menyukaiku, dia hanya bercanda melakukan itu untuk mengujimu sehingga kau lebih sigap menyelesaikan semua masalah ini. Lalu mengenai ciuman waktu itu, itu sama sekali tak serius. Kyu Hyun-oppa hanya reflek tak sengaja karena panik melihat aku hampir bunuh diri. Kyu Hyun-oppa ada-ada saja kan?” Tanya So Eun sambil terkekeh sambil mengingat pembicaraannya dengan Kyu Hyun tadi. Sementara Dong Hae terdiam memikirkannya.

“Kyu Hyun berkata begitu?”

“Tiga persen?” Hee Chul sedikit tersedak minumannya begitu mendengar penuturan Dong Hae. Ia melirik pemuda itu. “Kau gila? Itu bukan waktu yang sedikit untuk didapatkan dalam waktu kurang dari seminggu!” serunya tidak santai pada Dong Hae. Seluruh member yang masih setengah mengantuk juga mengangguk setuju.

“Tapi setiap kita comeback atau melakukan Show kita bisa melakukannya. Kita mungkin bisa mencoba..”

“Tentu saja, ketika comeback atau melakukan konser kita memberikan sesuatu. Sekarang bagaimana caranya kita mendapatkannya sementara kita tak mempunyai rencana merilis apapun seperti ini. Ditambah, skandal kalian berdua masih bertebaran di luar sana..” seru Hee Chul tidak santai. Dong Hae menghela nafasnya.

“Oleh sebab itu aku meminta bantuan kalian. Setidaknya kita harus mencoba..”

“Memangnya tak ada cara lain? Itu nyaris tidak mungkin saat ini, Dong Hae..” kata Lee Teuk mulai bersuara dari tempatnya berdiri. Dong Hae menggeleng pelan.

“Itu satu-satunya syarat yang diberikan padaku..”

Para member tampak menghela nafas dan saling bertatapan. Di saat seperti ini, syarat itu terdengar hanyalah sebuah omong kosong yang sengaja diberikan Tuan-Kim karena bagaimana mungkin mereka melakukan itu disaat jadwal mereka masih renggang seperti ini. Mungkin ini hanyalah cara curang yang dilakukan Tuan-Kim untuk menjauhkan So Eun dari Dong Hae.

“Um.. kurasa, mungkin aku bisa sedikit membantu. Walau tak banyak..” Eun Hyuk tiba-tiba bersuara. Semua member menoleh padanya penasaran. “Aku ada project dengan Team Dancer Beat Burger, aku rasa kalau kita minta perusahaan merilis semacam promosi pada media itu akan sedikit membantu..” ujar Eun Hyuk.

“Aku juga..” Shin Dong bersuara kini. “Aku akan memproduseri MV salah satu grup hip-hop dari sebuah perusahaan kecil. Dengan sedikit bantuan media, kukira itu bisa sedikit menambah juga..”

“Film terbaruku juga akan dirilis..” Si Won ikut bersuara. “China dan Taiwan cukup antusias dengan project ini. Sama seperti film-film yang pernah aku bintangi..”

“Aku juga dipilih untuk sebuah musical terbaru musim gugur ini..” Kyu Hyun kali ini bersuara walau dengan nada pelan acuh tak acuh. “Karena dalam setahun ini adalah musical ke empatku. Ini akan jadi santapan media yang biasanya ampuh untuk menaikkan beberapa koma saham..” jawabnya cuek sambil meminum-minumannya. Dong Hae melirik lebih pada sang maknae mencoba tersenyum padanya walau Kyu Hyun berusaha untuk tidak meliriknya.

“Belum lagi musical Ryeo Wook & Sung Min, Sukira, dan MC Kang In dan Kyu Hyun. Aku juga telah didiskusikan untuk membawakan sebuah acara baru..” Lee Teuk tiba-tiba bersemangat dan tersenyum lebar. “Kita bisa memamfaatkan ini..” ujarnya antusias sambil memukul bahu Dong Hae.

“Huh sayang sekali aku sudah keluar dari Word-War..” Hee Chul berdecak. “Kalau saja seperti biasanya aku mengeluarkan pernyataan yang menjadi headline media. Itu juga akan sangat menambah..” keluhnya. Ye Sung terkekeh.

“Aku juga. Apa yang bisa aku lakukan? Tawaran Soundtrack jarang beberapa bulan ini..”

“Jangan begitu, hyung-hyung pasti akan sangat membantu di bagian lain..” Dong Hae tersenyum. “Aku sendiri, aku berencana untuk mengkomposeri beberapa lagu untuk duo dari perusahaan lain. Aku juga punya sebuah lagu yang kusimpan untuk kuluncurkan sebelum Super Show, tapi untuk ini sepertinya kita harus mengeluarkannya lebih awal..” ucap Dong Hae mengangguk kecil. Dalam hati ia sangat beruntung bahwa grup mereka dipenuhi oleh pemuda-pemuda bertalenta di berbagai bidang hingga bisa sangat membantunya. Walaupun semuanya belum cukup, namun Dong Hae optimis mereka bisa menutupi sisanya.

“Tapi masalahnya skandal-skandal ini dulu..” Ye Sung menggumam. “Apapun yang kita kerjakan, kalau netizen terus membelakangi kita karena skandal-skandal ini itu tidak akan membantu. Kita harus memastikan dulu dua skandal ini tidak menghambat usaha kita..”

“Huh, kau benar..” Lee Teuk menghela nafas pelan. “Itu adalah hal pertama yang kita fikirkan. Sejauh ini skandal Kyu Hyun dan So Eun, masih cukup diperbincangkan mengenai spekulasi siapa gadis yang bersama Kyu Hyun. Sementara untuk skandal Dong Hae, spekulasinya sudah selesai setelah konfirmasi. Tapi dampaknya banyak fans yang kecewa dan meninggalkan fandom..”

“Berarti skandal Kyu Hyun adalah satu-satunya yang bisa dimamfaatkan..” Kang In menyentuh dagunya dan berfikir. “Tapi bagaimana caranya?”

Para member juga tampak terdiam dan berfikir, ini adalah hal yang tersulit yang harus mereka hadapi dulu sebelum lanjut ke penyelesaian selanjutnya. Untuk saat ini mereka tidak bisa melakukan apapun dengan skandal Dong Hae, namun untuk skandal Kyu Hyun mereka bisa memperbaikinya.

“Aku kembali membuka internet pagi ini..” Sung Min memecah keheningan. “Aku mengunjungi halaman yang dibaca Eun Hyuk kemarin, tentang postingan sasaeng yang bersaksi bahwa mereka sering melihat So Eun bolak-balik di dorm kita. Hmm, kurasa kita bisa memanfaatkan itu, maksudnya dengan membuat jelas bahwa gadis yang bersama Kyu Hyun bukan kekasihnya namun adalah anak dari pemilik agency yang sudah kita anggap seperti saudara.”

“Tidak bisa..” Kyu Hyun bergumam pelan. “Melakukan itu seperti membuka identitas So Eun yang sebenarnya. Dia kuliah di universitas publik, dia dalam ancaman kalau orang tahu identitasnya..” sambung Kyu Hyun cepat. Member lain mengangguk setuju.

“Belum lagi fakta dia sering ke dorm. Lagipula kita harus melakukannya tanpa menyangkut pautkan So Eun atau malah presdir..” Lanjut Dong Hae. Sung Min mengangguk pelan.

“Lalu apalagi, skandal ini tidak bisa akan disentuh kalau begitu. Kecuali kalau Kyu Hyun punya skandal kencan lain..” Ryeo Wook mendesah.

“Jangan bercanda. Itu sama saja kita malah memperburuk keadaan..” Shin Dong menyahut cepat. Semua member tampak menghela nafas dan mengangguk pelan. Mencoba mencari pemecahan lain.

So Eun mendesah pelan sambil menatap kalender yang terpampang di depannya. Hari-hari baginya untuk bertemu dengan calon tunangan yang disebutkan ayahnya itu hanya tinggal kurang lebih seminggu. Apakah dalam waktu seminggu Dong Hae dan member Super Junior lainnya bisa memenuhi tantang dari Tuan-Kim.

So Eun menghela nafas, melirik ponsel di tangannya. Awalnya tadi So Eun berniat untuk menghubungi Dong Hae dan menanyakan kabarnya. Namun karena ia yakin Dong Hae saat ini sedang sibuk ia mengurungkan niatnya itu dan membiarkan Dong Hae berkonstrasi dengan pekerjaannya.

“Nona, sarapan sudah siap. Tuan dan Nyonya menyuruh anda turun!” Terdengar seruan dari salah satu maid yang bekerja di rumahnya. So Eun menghela nafas sambil mengantongi ponselnya dan menarik tasnya. Ia pun segera keluar kamar.

“So Eun-sayang, kemarilah dan sarapan.” Panggil Nyonya-Kim senang begitu melihat So Eun menuruni tangga. Namun So Eun hanya memberikan tatapan datar bercampur dingin, apalagi menyadari Tuan-Kim ada disana.

“Tidak usah, ibu. Aku akan sarapan di kampus saja..” jawabnya singkat sebelum melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan tempat itu tanpa mengacuhkan tatapan orang tua ataupun para maid. So Eun berharap itu cukup untuk membuat kedua orang tuanya itu menyadari kesalahan mereka dan mulai menerima jalan yang So Eun pilih.

Sementara itu Nyonya-Kim tampak menatap kepergian So Eun dengan pandangan sedih. Tuan-Kim tampak sok acuh dengan terus memakan sarapannya, walau dengan jelas Nyonya-Kim melihat perubahan moodnya.

“Tidak bisakah semuanya dipertimbangkan lagi, suamiku?” Tanya Nyonya-Kim pelan. “Aku takut So Eun jadi semakin membenci kita..” ucapnya kemudian. Namun Tuan-Kim tak menyahuti apapun seperti tidak mendengar ucapannya itu, membuat Nyonya-Kim hanya bisa menghela nafas pelan dan sedikit frustasi.

“Aku baru saja mendapatkan kabar dari Henry..” Kyu Hyun bergabung kembali dengan para member yang masih berunding di ruang tengah. “Dia mengatakan kalau dia akan mengeluarkan mini album keduanya. Dia juga akan melakukan promosi di pasar china dan Taiwan. Henry kan termasuk keluarga Super Junior, jadi bukankah kita bisa memasukkan pencapaianya untuk mendapatkan target?” sambungnya kemudian. Para member tampak mengangguk.

“Aku harap begitu, masukkan itu juga ke dalam planning..” sahut Lee Teuk setuju.

Sementara itu Dong Hae tampak mengalihkan pandangannya pada Kyu Hyun yang kebetulan berdiri di depannya. Saat ini hubungan mereka masih canggung, namun Kyu Hyun terlihat sangat serius untuk membantunya. Dong Hae menarik nafas.

“Terima kasih, Kyu..” Kyu Hyun melirik padanya. “Aku tahu bahwa hubungan kita masih tidak terlalu baik namun kau tetap mau membantuku.” Sambungnya kemudian. Menguatkan diri untuk tersenyum pada sang maknae yang menatapnya datar.

“Itu sudah kewajibanku. Kita satu grup walau bagaimanapun..” sahut Kyu Hyun pelan. “Lagipula yang penting bagiku So Eun bahagia..”

“Mengenai So Eun, semalam dia bercerita mengenai apa yang kalian bicarakan kemarin. Kau masih belum mengakui perasaanmu sepenuhnya?”

“Ya. Lagipula seperti kataku, aku tak pernah ingin masuk diantara kalian hyung. Namun keadaan memaksaku. Namun melihat semuanya sudah lancar, jadi kurasa sudah saatnya aku menarik diri kembali..” Kyu Hyun tersenyum samar. “Atau kau benar-benar mau aku merebutnya?” tantangnya sambil menunjukkan senyuman evilnya untuk pertama kalinya kepada Dong Hae setelah segitu lama. Dong Hae tersenyum kecil.

“Memangnya kau bisa melawanku?” tantangnya balik. “Namun aku sedikit tak setuju dengan itu, Kyu. Bagaimana mengatakannya.. kurasa kalau memang kau menyukainya kau harus tetap jujur tentang perasaanmu padanya. Nanti mengenai pilihannya.. hum.. biar So Eun—“

“—Itu bisa kita urus nanti. Yang penting kita selesaikan dulu masalah-masalah ini..” potong Kyu Hyun cepat. “Tapi yang jelas kalau ini berhasil, kau hutang satu CD game edisi terbaru padaku..” ujar Kyu Hyun tertawa. Dong Hae ikut tertawa kecil mendengarnya.

“Ya, pasti. Akan kuberikan lebih dari satu..” sahut Dong Hae. Kedua orang itu sama-sama saling tersenyum setelahnya. Membuat member lain juga saling tersenyum senang melihat hubungan mereka yang membaik.

“Baguslah kalau ganjalan di dalam sudah dimusnahkan seperti ini. Tapi kurasa masih ada beberapa orang yang harus minta maaf pada Dong Hae..” Kang In menyela, menatap Trio-Fan So Eun dengan sebelah matanya. Sung Min, Ryeo Wook, dan Si Won yang merasa tersindir saling bertatapan sebelum melirik pada Kang In dan berganti pada Dong Hae. Mereka sedikit gugup.

“Haha, tak perlu. Lagipula mereka masih memperlakukanku dengan baik walau bagaimanapun. Apalagi Ryeo Wook yang masih berbaik hati memberiku makan..” kata Dong Hae terkekeh ringan. Ryeo Wook langsung tersenyum lebar sambil memeluk Dong Hae.

I Love You, hyung…” bisiknya sayang. Para member tampak sama-sama terkekeh melihat moment yang cukup lama hilang diantara mereka itu.

Hanya berselang empat hari kemudian, sebuah kabar tiba-tiba mengagetkan mereka yang saat itu masih sama-sama bekerja keras mencapai target mereka. Shin Dong adalah member pertama yang membawa kabar tersebut pagi-pagi sekali.

“Lihat! Lihat ini!” Shin Dong berseru sambil bergabung dengan para member di ruang tengah. Di tangannya terlihat sebuah tablet yang diancung-ancungkan pada member lain. Sung Min sebagai member yang paling dekat dengannya menerimanya. “Kekacauan lainnya..” sambung Shin Dong menghembuskan nafasnya.

Sung Min melihat apa yang ingin ditunjukkan Shin Dong, sementara yang lainnya ikut mendongak penasaran. Tak lama mata mereka melebar.

Hampir semua member Super Junior pernah terlihat bersama dengan gadis yang bersama Kyu Hyun. Siapa gadis ini?

“Apa-apaan ini?” Tanya Dong Hae melepas kertas liriknya dan meraih benda tersebut untuk memeriksa sendiri. “Mereka serius menyebarkan ini sekarang? Bahkan tanpa menyamarkan wajah So Eun kini?” Tanya Dong Hae tak menyangka. Para member tampak menghela nafas pelan.

“Huh.. sasaeng..” Kang In mengeluh sambil memegangi kepalanya. “Sekarang bagaimana? So Eun? Apa dia sudah tahu ini? Coba hubungi dia, suruh jangan keluar rumah dulu!” Seru Kang In dengan panik pada Dong Hae. Dong Hae dengan cepat segera memeriksa ponselnya dan berusaha menghubungi So Eun. Namun setelah beberapa kali mencoba ia menggelengkan kepala kepada member.

“Tidak aktif..”

“Astaga, apalagi ini..” Lee Teuk memeriksa ponselnya sendiri dan mencoba menghubungi So Eun. Namun hasilnya sama, begitupun kepada hampir semua member yang mencoba.

So Eun mengigit bibir bawahnya sambil berusaha menenangkan jantungnya di dalam mobilnya yang baru saja meninggalkan kampusnya. Tangannya yang memegang ponselnya terlihat sedikit bergetar. Layar ponsel itu terlihat gelap sama sekali.

Pagi ini So Eun berencana pergi kuliah seperti biasanya. Namun ketika ia baru saja akan memasuki kawasan kampusnya tiba-tiba ponselnya langsung berbunyi diikuti oleh banyak pesan yang masuk. Alangkah kagetnya So Eun menemukan banyaknya pesan dengan nada kebencian di dalamnya yang merupakan dari beberapa kenalannya. Hanya beberapa yang berbunyi baik yang datang dari beberapa teman yang dekat dengannya.

“Ada apa?” Tanya So Eun sambil membuka gambar yang dikirimkan salah satu temannya tadi. Ia kaget menemukan beberapa foto yang diambil seseorang ketika ia keluar masuk gedung apartmen Super Junior dan beberapa foto ia bersama member lain. Wajahnya terlihat jelas di beberapa foto.

Ketika So Eun membuka site berita, semuanya lebih mengagetkannya. Semakin banyaknya pesan dan panggilan yang masuk membuatnya memutuskan untuk mematikan ponselnya.

Sementara di kantornya Tuan-Kim memegang kepalanya setelah membaca artikel yang baru saja diinformasikan kepadanya. Decakan terdengar berulang kali dari mulutnya.

“Ini sudah gila..” gumamnya pelan. Ia mengalihkan pandangannya pada salah satu staff di depannya. “Jadi mereka dapatkan ini dari salah satu sasaeng Super Junior. Namun sejauh ini identitas So Eun belum diketahui, begitu?”

“Benar tuan.” Laki-laki itu menjawab. “Namun sepertinya tak butuh waktu lama bagi wartawan untuk mengetahui identitas nona-So Eun..”

Tuan-Kim memegangi kepalanya. Ini benar-benar keterlaluan dan membuatnya sakit kepala. Sebulan ini penuh sudah kepalanya oleh skandal-skandal yang terjadi dan semuanya berasal dari grup yang sama. Dimana juga menyeret-nyeret nama putrinya kali ini.

“Tidak ada cara lain.” Tuan-Kim mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu. “Buat pernyataan kepada media bahwa…”

“Sebenarnya gadis ini siapa..” Choi Jin Ri, gadis berseragam yang merupakan salah satu penggemar Super Junior itu mengomel panjang sambil menatap layar ponselnya. Beberapa kali gadis berambut cokelat itu menghembuskan nafasnya. “Kenapa dia bisa seenaknya keluar masuk dorm Suju?”

“Kau benar..” Jung Soo Jung sahabatnya menyahut sambil menatap layar ponselnya sendiri. “Kalau banyak sekali wanita di dunia ini yang iri pada Kate Middleton karena telah menikahi pangeran William. Maka aku lebih iri sama gadis ini. Lihat saja, dia bisa sedekat ini dengan semua oppa..”

“Benar. Dia bisa seenaknya menggandeng semua oppa..”

“Bahkan kau bisa baca salah satu komentar ini? Dia bilang bahwa sebenarnya beberapa member Super Junior menyukainya. Dia bahkan berkata bahwa ia pernah melihat Dong Hae-oppa dan Kyu Hyun-oppa bertengkar gara-gara dia..”

“Yang benar saja errgh..” Jin Ri menyentuh layar ponselnya dengan sedikit bringas. “Bahkan dari semua gambar ini aku bisa melihat betapa terlalu dekatnya ia ditahap mungkin saja ia bisa mengencani semuanya. Aku penasaran jadi dia ini pacaranya siapa? Pacarnya Donghae oppa, Kyuhyun oppa, Siwon oppa, Yesung oppa, Leeteuk oppa, ATAU SEMUA OPPA!!” serunya kesal. Soo Jung tampak ikut mendengus sambil menggeser turun site yang terpajang di layarnya. Sementara Jin Ri tampak sudah uring-uringan sambil mematikan ponselnya.

“Huh?” Soo Jung sedikit tersentak sambil sedikit bangun dari posisi duduknya. Matanya menatap layar ponselnya lebih serius lagi hingga membuat Jin Ri melirik padanya lagi. “SM memberikan pernyataan soal isu itu!”

“Benarkah?” Jin Ri mendekat penasaran sambil ikut melihat apa yang dibaca Soo Jung.

“Disini SM mengatakan bahwa gadis itu adalah anak dari pemilik SM Entertaiment yang memang sudah dekat dengan member Super Junior sejak lama. Hubungan mereka hanya sebatas seperti kakak dan adik dan mengenai gambarnya yang keluar masuk dikatakan bahwa gadis itu juga memiliki sebuah apartment di dekat milik Super Junior jadi dia sama sekali tidak pernah ke dorm para member tapi ke apartmentnya sendiri.”

“Huh, benarkah?”

“Benar. Dia menyatakan bahwa dia memang fans Super Junior bahkan sebelum mereka debut dan itu sebabnya dia begitu dekat dengan semua member..”

Jin Ri mengangkat alisnya mendengarkan setiap penjelasan Soo Jung. Dilihat dari ekspresinya terlihat lebih ringan dari sebelumnya. “Jadi mereka tak punya hubungan apa-apa? Dia hanyalah anak CEO begitu?” ulangnya masih tak yakin.

“Hum, begitulah yang tertulis disini..” Soo Jung menjawab dengan sedikit semangat. “Bukan artinya bagus karena dia bukan siapa-siapanya oppa?”

“Ya..” Jin Ri mengangguk dan sedikit tersenyum. “Setidaknya tidak seburuk tadi. Tapi, dia sudah dekat dengan para oppa bertahun lamanya? Dia juga sudah dianggap seperti adik begitu? Woah.. dia pasti beruntung sekali. Aku masih iri dengannya..”

“Aku juga..” Soo Jung ikut sedikit cemberut sambil menatap ponselnya.

“Oiya, kau daritadi belum menyebutkan nama. Apa di dalam artikel tidak disebutkan namanya?”

“Oh benarkah?” Soo Jung memeriksa lagi ponselnya. “Disini dikatakan kalau dia adalah putri tunggalnya CEO Kim Young Min. Namanya adalah Kim So Eun..” jelas Soo Jung sambil melirik rekannya itu lagi. Jin Ri tampak menganggukkan kepalanya pelan sambil mengulang ucapan Soo Jung.

“Kim So Eun?”

“Huh, aku rasa ini tidak terlalu buruk..” Sung Min menghela nafas sedikit lega setelah mendengarkan Kang In yang membacakan perkembangan skandal terbaru mereka. Wajah yang sama juga ditunjukkan member lainnya. “Setidaknya ini tidak membuat spekulasinya semakin jauh..”

“Tapi itu tetap berdampak pada So Eun. Aku tak yakin dia bisa tampil di depan publik dalam waktu dekat..” Kyu Hyun menyela sambil melirik Dong Hae yang masih sibuk dengan ponselnya. “Apa belum juga ada kabar darinya?” Tanya Kyu Hyun yang dijawab gelengan dari Dong Hae.

“Sebenarnya dari awal aku juga sedikit mencemaskan ini. Walau bagaimanapun sangat tidak aman kalau So Eun keluar masuk apartement ini terlalu sering, kita punya banyak sasaeng bahkan untuk satu member. Beruntung pengamanan apartment ini cukup baik sehingga tidak ada sasaeng yang bisa sembarangan masuk gedung..” sela Hee Chul tak lama. Semua member mengangguk.

“Tapi mengenai kebohongan bahwa So Eun juga memiliki apartment disini, apakah perusahaan sudah sangat memastikannya? Walau diatur sedemikian rupa kadang pembocoran masih saja dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi dari hal ini..” gumam Ye Sung sambil melirik member lain. Semua member tampak menghela nafas.

“Kita berharap saja semua lancar. Yang jelas kita kembali berusaha dengan usaha kita dalam mencapai nilai saham yang kita inginkan. Semoga setelah begini, hal ini akan mengurangi salah satu beban kita untuk mencapainya..”

*!!*

Percakapan mereka terhenti begitu ponsel Dong Hae tiba-tiba bordering. Dong Hae tampak segera mengangkatnya setelah melihat siapa yang menelfon.

“So Eun? Kenapa ponselmu mati daritadi? Kami mencemaskanmu!” Seru Dong Hae cepat. Member lain tampak saling bertatapan dan diam sejenak sambil mendengarkan Dong Hae.

‘Maaf oppa, tadi aku terlalu panik dengan keadaan yang ada sehingga terpaksa aku mematikannya untuk sementara..’

“Tidak apa-apa. Bagaimana kabarmu setelah apa yang terjadi hari ini? Apakah baik-baik saja? Kau terluka?”

‘Tidak, aku baik-baik saja..’ So Eun menjawab pelan. ‘Untungnya aku mendapatkan kabar ini sebelum menampakkan diri di kampus..’

“Huh, syukurlah..” Dong Hae menghela nafas lega. “Lalu dimana kau sekarang? Bagaimana perasaanmu?”

‘Aku baik-baik saja. Jangan cemas..’ dari suaranya Dong Hae tahu So Eun sedang tersenyum walau dengan sedikit berat. ‘Hanya saja.. ayah..’

“Ayahmu?” Wajah Dong Hae sedikit berubah cemas lagi. “Ada apa dengan ayahmu?” tanyanya sedikit panik.

‘Ayah bilang aku diistirahatkan dulu dari perkuliahan dan tak boleh kemana-mana..’ So Eun menyahut miris dan sedikit sedih. Dong Hae ikut menghela nafas.

“Ya, aku tahu ini akan berat untukmu. Tapi memang inilah yang terbaik untuk saat ini..” sahut Dong Hae pelan.

‘Ya, aku tahu oppa..’ So Eun menyahut kembali. ‘Tapi bagaimana dengan kalian? Kasus ini pasti mempengaruhi usaha kalian untuk mencapai target, bukan begitu?’

“Kami belum tahu. Tapi jangan khawatir, kami lebih optimis bahwa ini lebih baik daripada skandal sebelumnya dimana masih banyak orang yang mencurigaimu sebagai kekasih Kyu Hyun..” Dong Hae tersenyum kecil. “Ya sudah, aku harus kembali bekerja. Kau istirahatlah, hari ini pasti sangat berat untukmu. Untuk sementara tak usah hidupkan TV atau membaca postingan apapun di internet..”

‘Hum, itu juga rencanaku..’ So Eun menarik nafas. ‘Ya sudah, selamat bekerja lagi oppa. Bekerjalah dengan tenang dan jangan mengkhawatirkan aku karena aku baik-baik saja. Titip salam juga untuk member lain..’

“Ya akan aku sampaikan.” Dong Hae tersenyum kecil. “Selamat malam, So Eun..”

‘Selamat malam oppa…

Hubungan singkat itupun terputus setelah itu.

Seminggu kemudian..

“2,6%..” Lee Teuk sedikit menundukkan kepalanya setelah mengucapkannya, sebelum kembali melirik para member yang sudah menunggu kedatangannya sejak tadi. “Dari semua yang sudah kita kerjakan hampir dua minggu ini kita hanya mendapat 2,6%. Kurang 0,4% dari target kita..”

Para member tampak sama-sama menghela nafas. Terlihat kecewa. Sedikit lagi, benar-benar hanya sedikit lagi. Mereka sangat menyayangkan hal tersebut.

“Lalu bagaimana?” Hee Chul beralih pada Dong Hae yang juga datang bersama Lee Teuk. “Itu hanya 0,4%, bahkan kalau menunggu beberapa jam lagi mungkin kita bisa menaikkan. Tentu akan naik, ini baru awal, belum banyak yang mendownload beberapa lagu yang kita luncurkan. Kita mengeluarkan banyak sekali, bukan? Aku sangat optimis kalau kita akan mencapainya beberapa hari atau bahkan beberapa jam lagi..”

“Masalahnya limitnya sampai sore ini, hyung..” Dong Hae menyahut rendah. “Lagipula, kita melakukan semuanya tanpa promosi. Angka yang kita dapatkan mungkin sudah yang paling maksimal yang bisa kita dapatkan sebelum mungkin turun lagi dan berangsur naik sedikit-sedikit..”

“Huh.. yang benar saja..” Hee Chul mengeluh. “Dari awal ini terlalu gila walau bagaimanapun. Kim Young Min benar-benar hanya mengukur perasaan anak perempuannya segini? Hanya dengan uang saja?” omelnya kesal.

“Lalu apa yang akan dilakukan selanjutnya?” Shin Dong bersuara. “Bukankah kau katakan bahwa kalau kau tidak bisa melakukannya sampai sore ini, So Eun akan tetap dijodohkan begitu?”

“Tidak bisakah kau berbicara lagi dengan Tuan-Kim?” Ryeo Wook memelas. “Itu hanya 0,4%.. benar-benar hanya sedikit lagi.”

“Itu tak sedikit..” Si Won menyahut dengan wajah datar. “Untuk 0,4%, mungkin harganya sudah ratusan juta..” jawabnya yang membuat wajah Ryeo Wook semakin merengut.

“Lalu kita harus bagaimana?”

“Aku masih akan tetap mencoba..” Dong Hae sedikit menunduk. “Akan kucoba untuk menemui direktur lagi, mencoba membujuknya untuk memikirkan kembali. Walau sedikit mustahil tapi kalau kita mencoba mungkin kita bisa sedikit diberi keringanan..”

“Aku ragu dia akan mendengarkannya..” Ye Sung bergumam. “Dia begitu tegas dengan ucapannya..”

“Kita coba saja..” sahut Dong Hae lagi. Semua member tampak kembali tertunduk dan asyik dengan pemikiran mereka masing-masing.

“Lalu bagaimana dengan So Eun?” Kyu Hyun yang sejak tadi diam bersuara dan melirik Dong Hae. “Apa dia sudah tahu ini?”

“Aku tak tahu..” Dong Hae menggelengkan kepalanya pelan. “Sejak pagi ini aku sama sekali belum bisa menghubunginya..” jawabnya yang membuat para member kembali sama-sama menghela nafas mereka.

“Ayah!” Tuan-Kim yang sedang mengamati laporan bursa saham yang baru mengangkat wajahnya ketika mendapat panggilan. Putrinya kini tampak berdiri di depannya dengan ekspresi setengah panik. “Aku sudah mendengar dari ibu tentang apa yang terjadi. Mengenai bursa saham hari ini..”

Tuan-Kim hanya menunjukkan wajah datar sambil kembali melirik layar komputernya. “Kau sudah dengar bukan? Dia gagal..”

“Tapi itu hanya 0,4%. Mereka sungguh sudah bekerja keras sehingga berhasil menaikkan harga saham dan—“

“Perjanjiannya adalah 3%.” Tuan-Kim memotong. “Dia tak berhasil mencapainya jadi dia gagal..”

“Bagaimana mungkin ayah masih berfikir seperti itu. Mereka semua sudah berusaha untuk mendapatkan nilai yang sebesar itu dan—“

“Itu bukan harga yang sedikit, So Eun. 0,4% bukanlah harga yang sedikit, itu lebih dari beberapa juta won..”

So Eun tergagap, ia tak tahu lagi harus berkata apapun lagi kini. Ayahnya memang keras kepala. “Apa harga itu tak lebih mahal dari kebahagiaanku? Bukan, apakah seluruh uang yang kau dapatkan tidak lebih penting daripada kebahagiaanku? Apa bagimu perusahaan lebih penting daripada aku?” Tanya So Eun tak mampu lagi menahan rasa sedihnya. Semua ini keterlaluan, So Eun benar-benar sudah tidak tahan menahan rasa frustasinya dengan permainan yang dibuat ayahnya dengan mempertaruhkan kebahagiannya. Tuan-Kim menghela nafas sambil menatap putrinya itu.

“Tuan!” Seorang maid tampak memasuki ruangan itu ketika ia hendak mengatakan sesuatu. Keduanya menoleh pada wanita itu. “Ada tamu diluar yang ingin menemui ada. Lee Dong Hae dari Super Junior..”

So Eun tampak cukup kaget mendengar nama itu. Ia segera mengalihkan pandangannya pada ayahnya yang masih juga berwajah setengah datar.

“Suruh dia masuk.” Jawab Tuan-Kim dingin, membuat So Eun sedikit kaget. So Eun memelas menatap ayahnya.

“Apalagi yang akan ayah lakukan?”

Setelah pintu dibuka dan maid tadi menyuruhnya masuk, dengan mengumpulkan tekadnya Dong Hae akhirnya melangkahkan kakinya ke dalam. Ketika ia baru saja masuk ia agak sedikit kaget menemukan So Eun di dalam. Langsung terperangah sebentar menyadari bahwa ini pertemuan pertama mereka setelah dua minggu. Tak lama Dong Hae kembali sadar dan memberi hormat pada Tuan-Kim.

“Ada apalagi, Lee Dong Hae? Kau sudah melihat bursa saham hari ini bukan?”

Dong Hae dan So Eun sama-sama menarik nafas. So Eun menundukkan wajahnya menahan sedih dan kesal sementara Dong Hae menatap laki-laki di depannya.

“Ya, saya sudah menerimnya direktur, dan..” Dong Hae menghela nafasnya pelan dan melirik So Eun. Ia lalu kembali menatap laki-laki setengah baya di depannya. “Saya tahu bahwa saya tidak berhasil melewatinya tapi… saya datang untuk melihat kemungkinan lain bagi anda untuk—“

“Kemungkinan lain seperti apalagi?” Tuan-Kim memotong. “Tantangan itu adalah tantangan terakhir dan kau tidak bisa melewatinya. Tidak ada kemungkinan lainnya yang bisa diharapkan.”

“Ayah..” So Eun memelas lagi, mengalihkan pandangannya pada Dong Hae yang sedikit menundukkan kepalanya.

“Tidak adalagi harapan. Hubungan kalian berakhir..”

“Ayah!” Teriak So Eun kesal dan kali ini benar-benar menangis lebih kesal. Ia menundukkan wajahnya karena tak ingin melihat ekspresi Dong Hae setelah perlakuan tidak menyenangkan yang diberikan ayahnya pada laki-laki yang dicintainya itu.

“Kumohon tolong pertimbangkan kembali, direktur..” Dong Hae tiba-tiba bersuara lagi dengan pelan dan tetap berusaha tenang. “Sebenarnya dari awal, aku tak pernah menyetujui pertaruhan seperti ini. Aku berfikir bahwa kesepakatan ini sedikit merendahkan hubungan cintaku dengan So Eun. 3% persen saham, berapa milliar atau triliun pun itu, itu tak sebanding sama sekali dengan apa yang kami berdua pertahankan disini. Tapi tetap kulakukan, dengan bantuan teman-temanku aku tetap berusaha mendapatkannya berharap semuanya mungkin bisa diselesaikan. Anda mungkin bisa menilai dari kesungguhannya saja kalau aku tidak sekedar bermain-main dengan semua ini. Dan kini ketika kami gagal seperti ini – tidak, kami hanya kurang berhasil seperti ini, kuharap bukan itu yang anda lihat dari semua ini. Tapi dari kesungguhan kami semua untuk melakukan semua ini..”

So Eun menatap Dong Hae, dalam hati ada rasa hangat yang dirasakannya dibalik rasa sesaknya dengan semua ini. Selama ini sejujurnya ia masih juga meragukan cinta Dong Hae padanya walau sudah lama mereka bersama. Tapi mendengar ucapan ini, ia sepertinya benar-benar sudah mempercayai bahwa ia telah berhasil membuat Dong Hae membalas perasaan sepihaknya dulu. Betapa hal yang melegakan disaat keadaan tidak lega seperti saat ini.

“Oleh sebab itu, aku mohon kesediaan anda untuk memikirkan semuanya kembali. Saya tak ingin melepas So Eun, sungguh. Seberapa kaya atau tampannya laki-laki yang anda kenalkan pada So Eun nanti, So Eun tetap tidak akan bahagia bersamanya. Aku mungkin terdengar sombong tapi.. aku tak rela melepas So Eun kalau keadaannya seperti ini.”

Oppa..” So Eun benar-benar tersentuh, ingin rasanya ia memeluk Dong Hae saat ini juga dan berjanji tidak akan melepaskannya. Tapi ia tahu ini bukan saat yang tepat. So Eun mengalihkan pandangannya pada ayahnya yang terdiam masih dengan ekspresi datarnya yang sama. Ekspresi yang So Eun paling tak sukai dari ayah yang selalu memanjakannya.

“Lalu jelaskan padaku bagaimana caranya agar kau bisa membahagiakannya? Sekarang lihat, karena status selebriti yang kau sandang hidup So Eun sedikit berantakkan. Dia tak bisa keluar rumah, kuliahnya berantakkan, sementara kau masih terjerat skandal dimana semua orang diluar sana menganggap kau adalah kekasih orang lain. Aku ragu So Eun akan hidup bahagia dengan semua ini..”

Dong Hae kali ini terdiam, ia sepertinya agak sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Benar, dia melupakan itu.. tentu saja ia seharusnya memikirkan hal itu kini. Bagaimana mungkin dia melupakannya.

“M-Mengenai skandalnya, aku sudah tidak masalah ayah. Aku percaya dengan Dong Hae-oppa dan sungguh aku—“

“Lalu kuliah, hidup, dan masa depanmu?”

So Eun juga terdiam, sama seperti Dong Hae yang juga sedikit terdiam tak mampu menjawab pertanyaan itu. Benar, kini hidup So Eun bisa dikatakan berantakkan. Tapi itu bukan salah Dong Hae, bukan? Karena dialah orang yang mendapatkannya sendiri dengan seenaknya keluar masuk dorm Super Junior. Ayahnya ini bahkan yang mengijinkannya mendapatkan kunci ganda dorm mereka.

“Kau akan kupindahkan kuliah di luar negeri..” Tuan-Kim tiba-tiba bersuara dan membuat keduanya kaget mengangkat kepala. “Kau lanjutkan kehidupan sosialmu untuk beberapa tahun ini disana.”

“Ayah—“

“Kalau kalian mau tetap berhubungan, berhubungan saja, mungkin kalian harus pacaran jarak jauh. Itu kurasa adalah solusi yang cukup baik untuk saat ini. Kau menjalani hidupmu sementara disana sementara Dong Hae melanjutkan kehidupan keartisannya. Dalam beberapa bulan kita bisa membuat konfirmasi pemutusan hubungan dengan wanita yang saat ini digosipkan sebagai kekasih Dong Hae..”

“Ayah..” So Eun kali ini memanggilnya bukan lagi dengan panggilan sedih namun terharu. Ia melewati inti lainnya namun hanya menandai bahwa ayahnya terdengar seperti telah merestui mereka. Ayahnya benar-benar sudah merestui mereka?

“Kalian berdua sungguh… dari awal kalian hanya perlu mengatakan kesungguhannya padaku.” Tuan-Kim tersenyum untuk pertama kalinya sambil menatap keduanya. “Sebenarnya ku tak mempermasalahkan hubungan kalian dari awal. Aku hanya sedikit kesal karena baru tahu hubungan kalian setelah semua kerusakan yang terjadi. Selain itu, aku sempat percaya dengan rumor bahwa Dong Hae berpacaran dengan gadis itu.” Sambung Tuan-Kim sambil menatap Dong Hae yang hanya mendengarkan kata-katanya dengan wajah sedikit terkejut. “Tapi kau berhasil mengembalikan kepercayaanku kepadamu, Dong Hae. Sebenarnya dari awal niatku memberikan tantangan ini memang untuk melihat kesungguhanmu terhadap So Eun. Sekarang walau targetnya tidak tercapai.. tidak, maksudku hampir tercapai tapi kau sudah berhasil di mataku. Jadi aku sudah tak punya alasan lagi untuk melarang kalian berdua..”

“Terima kasih, direktur..” jawab Dong Hae sambil tersenyum kecil dan memberikan hormat. Sementara So Eun masih terdiam sambil menatap ayahnya dan tak mengatakan apa-apa. Tuan-Kim menoleh lagi padanya. Baru saja ia hendak berbicara tiba-tiba So Eun datang padanya dan memeluknya.

“Terima kasih ayah. Dari awal aku tahu kau adalah ayah yang terbaik..” bisik So Eun senang sambil memeluk orang tuanya itu dengan erat. Tuan-Kim tampak tersenyum haru sambil balas memeluk So Eun dan mengusap punggungnya. Sementara itu Dong Hae tersenyum sambil menatap kebersamaan mereka.

Setelah menyelesaikan urusan mereka dengan Tuan-Kim, So Eun dan Dong Hae memutuskan untuk jalan-jalan sejenak di taman belakang rumah So Eun yang cukup luas. Tempat itu bisa dibilang adalah salah satu tempat yang paling aman untuk mereka saat ini untuk menghindari wartawan atau para sasaeng sekalipun.

So Eun menghela nafasnya berulang kali sambil memeluk pingang Dong Hae dari belakang. Keduanya kini terus berjalan pelan menyusuri taman yang dipenuhi beraneka bunga tersebut.

“Jadi keputusannya.. aku harus ke Amerika..” gumam So Eun pelan sambil terus memeluk pinggang Dong Hae. Wajahnya sedikit ia benamkan pada bahu pemuda itu. “Aku berangkat beberapa hari lagi..”

“Hum, aku juga mendengar ucapan ayahmu tadi.” Jawab Dong Hae pelan setengah cuek. Matanya masih menatap hamparan taman yang berada di sekitar mereka. Sementara itu So Eun sedikit mendengus, ia kemudian mendongakkan wajahnya untuk menatap Dong Hae.

“Apa oppa tak sedih?” Tanya So Eun pada Dong Hae. “Kita akan terpisahkan oleh jarak yang cukup jauh. Apa oppa tak merasa kehilangan?”

Dong Hae hanya tersenyum kecil. Hingga tak lama ia menuntun So Eun untuk duduk di salah satu bangku taman yang ada disana. Salah satu tangannya mengusap kepala So Eun lembut.

“Tentu aku sedih memikirkannya. Namun, ketika aku fikirkan lagi itu tidak terlalu menjadi masalah besar bagiku setiap kali mengingat bahwa aku hampir harus melepaskanmu karena kegagalan saham itu. Lagipula ayahmu benar, ini demi kehidupanmu sehingga kau sebaiknya disana dulu dan fokus dengan pendidikanmu..”

“Aku tahu..” So Eun cemberut sambil membenamkan wajahnya lagi di bahu Dong Hae. “Tapi itu artinya kita tak akan bertemu dalam waktu yang lama..” mengangkat wajah lagi dan menatap Dong Hae.

“Benar. Tapi saat ini semuanya sudah maju. Walau tidak bertemu secara langsung, kita masih bisa saling telfon, saling mengirimi email, atau bahkan video call. Ini memang sulit tapi semuanya tak sesulit bayanganmu..” jawab Dong Hae sambil tersenyum dan menyentuh ujung hidung So Eun. So Eun sedikit menggembungkan pipinya sambil menenggelamkan wajahnya lagi. So Eun tahu hanya menghitung jam baginya bisa melakukan ini pada Dong Hae, jadi ia ingin melakukannya sesering mungkin kini.

“Selama itu, kau tak boleh berbuat macam-macam di belakangku. Juga pastikan beberapa bulan lagi konfirmasi hubungan pura-puramu dengan gadis itu dikeluarkan. Aku akan selalu memantaumu ingat?” bisik So Eun. Dong Hae tersenyum sambil mengusap kepala So Eun lagi.

“Pasti. Tapi kau jangan hanya memperingatkanku, kau juga harus hati-hati disana. Aku tak mau kau sampai main mata dengan pria-pria berambut pirang disana..”

“Aish, laki-laki asing sama sekali bukan tipeku.” So Eun menyahut cepat dan mengangkat wajah. “Kalau masalah rambut pirang, aku yakin akan lebih jatuh cinta pada Kang In-oppa ­atau Eun Hyuk-oppa daripada laki-laki asing. Jangan cemas..” sambungnya kemudian. Keduanya kemudian sama-sama tersenyum setelah itu.

“Tapi aku lega. Akhirnya kita bisa melewatinya..” setelah hening beberapa saat So Eun kembali bersuara. Ia meletakkan dagunya di bahu Dong Hae dan menatap laki-laki itu. “Oppa sangat keren tadi ketika berbicara dengan ayah. Jantungku bahkan berdetak hebat waktu kau bilang kau sangat mencintaiku dan tak mau melepasku..”

“Benarkah?”Dong Hae terkekeh sambil balas menatap lembut kedua bola mata So Eun. “Kuat mana detaknya dengan saat ini?”

“Huh, tentu saja—mm..”

So Eun sedikit melebarkan matanya lucu ketika Dong Hae menahan lehernya dan mempertemukan bibir mereka. Jantungnya juga langsung berekasi cepat karena gerakan tiba-tiba Dong Hae. Namun tak lama ia memejamkan matanya dan membalas ciuman Dong Hae. Ciuman tanpa nafsu yang lembut dan penuh kasih sayang. Mereka berciuman sekitar satu menit sebelum Dong Hae melepasnya. Meninggalkan So Eun yang wajahnya bersemu merah muda karena malu.

“Kita memang sudah melewati banyak hal, dan aku cukup puas dengan apa yang kita dapatkan saat ini. Tapi kita belum menyelesaikan satu hal, ada satu hal yang kita.. bukan maksudku, belum kau selesaikan..” kata Dong Hae sambil tersenyum pada So Eun. So Eun tampak berfikir sejenak dan memiringkan wajahnya sedikit bingung.

“Hal yang belum aku selesaikan?”

*!!*

Dengan langkah yang sedikit malas Kyu Hyun bergerak membuka pintu dorm. Tanpa memeriksa layar dan melihat siapa yang datang si maknae tampak langsung membuka pintu.

“Kyu Hyun-ah!!” Seruan nyaring menyambutnya ketika ia baru saja membuka pintu. Kyu Hyun agak terpana melihat siapa yang datang.

“Kau?”

So Eun tersenyum lucu sambil memasuki dorm seenaknya. Kyu Hyun yang tampak masih bingung akhirnya tersadar dan menyusulnya.

“Mana yang lain? Apakah kau satu-satunya yang di rumah lagi hari ini?” Tanya So Eun celingukkan memeriksa dorm. Sementara Kyu Hyun hanya memperhatikannya di depan pintu.

“Mereka makan malam di luar untuk merayakan keberhasilan Dong Hae-hyung. Tapi, kenapa kau disini? Bukankah kau masih dilarang keluar untuk menghindari sasaeng atau wartawan?”

“Aku membawa es krim. Mau makan bersama?” Tanya So Eun mengacuhkan pertanyaan Kyu Hyun dan menunjukkan bungkusan di tangannya. Ia kemudian menyingkirkan beberapa barang yang berserakkan di atas meja dan mengeluarkan dua kotak es krim dari dalam bungkusan yang dibawanya. Sadar Kyu Hyun masih berada di tempatnya ia menoleh. “Kenapa kau masih disana, kemarilah Kyu Hyun-ah!!” serunya sambil melambaikan tangannya. Kyu Hyun tampak menarik nafas dan duduk di hadapan gadis itu.

“Kau tak menjawab pertanyaanku satupun. Juga, kenapa kau memanggilku seenaknya lagi begitu? Bukankah kau sudah menyamakanku dengan hyung yang lain beberapa bulan ini? Kenapa seenaknya kembali memanggil namaku seenaknya?”

“Aish.. hanya sementara ini. Kaukan tahu aku akan segera pergi ke amerika, chingu..”

Kyu Hyun terdiam, hanya menghela nafas pelan. Ya tentu dia sudah mendengarnya dari Dong Hae kemarin. Sejujurnya itu adalah salah satu alasan yang membuat hidupnya tak bergairah sekalian ini. Ia merasa ada yang tak benar kalau ia membiarkan So Eun pergi begitu saja sementara perasaannya belum sempat ia nyatakan kebenarannya pada gadis di depannya itu.

“Aku hanya tak sengaja mendengar gosip beberapa hari ini. Gosipnya sedikit aneh tapi aku menjadi penasaran. Gosip itu bilang kalau kau menyukaiku..” So Eun tiba-tiba bergumam pelan sambil sedikit menunduk menatap es krimnya. Perlahan So Eun kemudian mengangkat wajahnya dan menatap Kyu Hyun yang hanya memberikan reaksi datar padanya. “Apa gosip itu benar?”

Kyu Hyun menatap So Eun datar dalam beberapa saat, namun tak lama ia sedikit menyunggingkan senyuman kecil sambil menatap So Eun. “Menurutmu?”

“Ini membuatku bingung. Waktu itu kau bilang kau tidak menyukaiku, kau menciumku hanya karena terbawa suasana, kau bilang kriteria wanita idamanmu adalah wanita yang seksi dan memiliki kaki yang jenjang. Sementara aku..”

“Kau itu sedikit jelek, tidak seksi, dan kakimu..” Kyu Hyun menggantung sambil menatap So Eun. “Sangat tidak menarik..” Kyu Hyun menggelengkan kepalanya dengan eskpresi sedikit didramatisir. So Eun sedikit kesal mendengarnya.

“Jadi gosip itu tidak benar?” Tanya So Eun kesal. “Kau—“

“Ya, mereka benar aku menyukaimu. Ah, tidak.. aku mencintaimu..” Kyu Hyun menyahut cepat dan memotong ucapan So Eun. Membuat gadis itu tampak cukup kaget mendengarnya hingga tak jadi memasukkan sendok es krim di tangannya ke dalam mulut. “Aku tidak tahu, apakah mataku sedikit bermasalah atau seleraku sedang jatuh seperti bursa saham yang pernah kami pertaruhkan. Aku juga tidak percaya tapi aku tak menyangka merasakannya padamu, seorang gadis yang bukan kriteriaku dan kekasih dari temanku sendiri..” jelas Kyu Hyun panjang dan lebar. So Eun sedikit memicingkan matanya antara kesal dan penasaran dengan jawaban Kyu Hyun.

“Lalu kenapa waktu itu kau berbohong padaku dan baru mengatakannya sekarang?”

“Dia tak menyukaiku dan sudah punya kekasih yang mencintainya…” Kyu Hyun menyahut dengan nada pelan kini, membuat So Eun merubah kembali ekspresinya. “Laki-laki itu lebih baik dan lembut daripada aku. Jadi kufikir gadis manja dan menyebalkan seperti dia lebih cocok dengan laki-laki seperti itu daripada laki-laki temperamental sepertiku..”

“Kyu-oppa..” So Eun bergumam pelan sedikit tidak enak mendengarnya. Walau Kyu Hyun terus saja bercanda padanya dan bersikap menyebalkan seperti ini tapi ia mulai benar-benar menyadari perasaan Kyu Hyun yang sebenarnya padanya. Apalagi ketika ia mengingat kembali apa yang telah pemuda itu lakukan padanya.

“Tak usah merasa bersalah. Ini tak seburuk yang kau bayangkan. Aku baik-baik saja, jadi tak perlu merasa tidak enak.” Jawab Kyu Hyun mulai tersenyum lembut sambil mengacak rambut So Eun pelan. Namun So Eun tampak masih terdiam dan menatapnya dengan ekspresi bersalah. Kyu Hyun tersenyum evil. “Atau kau mau kita selingkuh saja di belakang Dong Hae-hyung kalau kau masih merasa bersalah..” godanya. So Eun langsung kaget dan menarik kepalanya dari Kyu Hyun, menatapnya sedikit panik.

“Apa yang kau katakan?!” Serunya kesal. Kyu Hyun lagi-lagi terkekeh melihat ekspresi So Eun lalu mulai menyuap es krim miliknya itu pertama kalinya.

“Kalau begitu jangan merasa bersalah begitu, aish. Aku tak apa-apa. Lagipula kau juga akan pergi ke Amerika bukan? Tenang saja, dalam waktu dekat bursa saham kriteria idamanku akan kembali membaik sehingga aku dapat melupakan gadis bodoh sepertimu dan jatuh cinta pada noona bertubuh seksi dan berkaki jenjang. Tenang saja..” katanya cuek sambil melanjutkan memakan es krim. Sementara itu So Eun hanya menatapnya antara kesal dan bingung dengan keanehan Kyu Hyun.

“Dasar noona-noona killer yang mesum..”

“Jadi masalahmu dengan Kyu Hyun sudah benar-benar selesai?” Tanya Dong Hae pelan sambil membawa So Eun ke dalam pelukannya. Saat ini keduanya berada di kamar Dong Hae dan So Eun tidur bersamanya. Besok adalah keberangkatan So Eun, jadi sebuah pesta kecil-kecilan dibentuk di dorm dan So Eun menginap disini. Untuk terakhir kalinya Dong Hae akhirnya menyetujui usulan usil member Super Junior lainnya untuk membawa So Eun tidur di kamarnya. Hanya saja tentu, mereka tak melakukan apa yang diharapkan oleh member lain. Dong Hae hanya ingin melewatkan malam terakhirnya bersama So Eun sepanjang malam. “Apa kata Kyu Hyun?”

So Eun hanya menggumam kecil sambil mengangkat wajahnya dari dada Dong Hae. Sejak tadi gadis itu terus memeluk Dong Hae erat dan menenggelamkan wajahnya di dada Dong Hae. Tubuh Dong Hae terasa sangat hangat dan wangi maskulin yang disukainya juga terasa begitu menenangkan, sehingga itu sebabnya ia betah disana dan mengabaikan rasa panas di pipinya.

“Dia bilang aku sedikit jelek, dan dia akan melupakanku secepatnya. Aish, dia menyebalkan. Aku lebih baik tak disukai saja kalau akhirnya malah diejek jelek, pendek, dan bodoh seperti yang dia katakan. Dasar evil maknae..” omel So Eun pelan sambil semakin memeluk Dong Hae. Lampu di ruangan itu telah dimatikan, sehingga kini hanya cahaya bulan yang menyinari kamar itu. Darisini wajah tampan Dong Hae terlihat lebih menawan ketika bulan menyinarinya. “Sudahlah, jangan bicarakan maknae menyebalkan itu. Lebih baik kita membicarakan tentang kita saja..”

“Misalnya?”

“Apa saja. Mungkin menyanyikan lagu lagi untukku?”

Dong Hae tersenyum kecil sambil semakin memeluk So Eun. Ia juga mencium pucuk kepala So Eun yang masih menyamankan diri di dadanya.

“Baiklah, hari ini memang sebuah lagu dan lirik melekat di kepalaku. Liriknya belum sempurna, tapi aku rasa aku dapat menyanyikannya karena aku sudah mendapatkan melodi yang tepat.”

“Benarkah? Apa judulnya?”

“Judulnya?” Dong Hae sedikit berfikir sambil menggeser tubuhnya agar posisi mereka lebih nyaman. Salah satu tangannya terus membelai rambut So Eun. “Haru.” Gumamnya tak lama.

Haru? Apa artinya?”

“Ini tentang kau, tentang perpisahan kita. Tentang bagaimana kau mengisi hari-hariku, yang aku yakin tidak akan berubah walau kita tak bertemu sekalipun nanti..” jawab Dong Hae pelan. Tak lama ia tersenyum kecil. “Selain itu, rencananya ini adalah nama calon anak perempuanku nanti. Aku suka sekali dengan nama haru..”

So Eun sedikit bereaksi, ia bergerak dan mendongakkan kepalanya menatap Dong Hae. “Anak perempuan?” ulangnya lucu. Dong Hae terkekeh sambil mencium bibir So Eun singkat.

Well, mungkin anak perempuan kita..” ucap Dong Hae yang membuat wajah So Eun terlihat memerah menahan malu. Sekilas terlihat jelas dan cantik bersama cahaya bulan yang menyinari dari luar. Dong Hae kembali meraih kepala So Eun untuk dekat padanya, menyamankan di dekat dadanya ketika ia mulai menyanyikan sebuah lagu untuk gadis itu. Sebuah lagu untuk menyempurnakan malam terakhir yang mereka lalui bersama sebelum hari esok yang mungkin akan terasa berat untuk keduanya.

Neoye harue naye harue seoro-ga itkiye nan modeun geo-shi areumdawo
Heyeojijaneun apeun mal haji mal-gi geureohke nae yeopeman isseojwoyo
.

“(Your one day, my one day, because of each other every day can be beautiful
Don’t bring up breaking up, such hurtful words
Just stay by my side like this
)”

❤ THE END❤

Hfft, nyaris 30 halaman dan penyelesaiannya sangat-sangat complicated, lol. Ciri khasku, membuat FF yang lebih dekat ke adegan drama daripada novel malah membuatku kelabakan sendiri untuk menemukan ending seperti ini😄

Mungkin udah saatnya aku sedikit merubah cara menulisku untuk lebih ‘FF’ kkk, walau aku tak terlalu janji karena aku lebih suka bahasa yang ringan seperti ini dan melebihkan dialog untuk menyampaikan POV daripada teks narrative seperti kebanyakan author, kk. Lagipula aku tak terlalu bisa menulis FF yang terlalu ‘puitis’.

Well, apapun itu semoga teman-teman semua tetap bisa enjoy dengan FF dengan konflik rumit dan alur sedikit cepat seperti ini. Terima kasih karena telah membaca ^^

58 Comments Add yours

  1. AngelFish mengatakan:

    Taaaraaaaaa….. Bbaaabbaaabbaaannaaanaaa *alaminions hehe akhirrnyaaa haru dipost O:) buat krystal dn sulli , bukan kalian doang yg envy GUE jugaaa kelles siapa yg gak mau jadi SOEUN hoaaa bisaa meluk semua oppa apalagi nyandar di ‘dada’ DONGHAEK :O omaigaatt .. Tapi suka banget liat endingnya, akhirnyaa happyend hihi HAESSO emang selalu romantis. Ciee donghae direstuin PAMAN KIM YOUNG MIN , cieeee SOEUN jadi terharu liat kesungguhan donghae, Cieee Hati SOEUN berdetak hebat waktu donghae CIUM , Cieee gue cuman bisaa ngayal juga dicium donghaee -_- oalaahh yg penting FF haessomu sellaluu yg trbaik CHUNGII kyu :* hahak ditunggu Haesso yg lainnya😉😀

  2. soeun mengatakan:

    Ooohhh appa Sso hanya menguji kesungguhan donghae untuk bersama Sso ternyata🙂

    hm usaha yg dilakukan member suju berbuah manis dgn donghae yg meyakinkan appa Sso untuk menerima hubungan nya bersama Sso (y)

    ck evil lagi patah hati hahaahahahahahaha :p

    haesso sungguh2 romantis (y)
    daebakkkkkk😉
    keep writing unnie :*

  3. Rubiah sparkyu angelsso mengatakan:

    Ngarepnya sad ending loh wkwkwk,,saeng rada sadis sama haesso..huaa akhirnya kelar juga satu epep egen..

    Huhuhu yeye oppa masih ada ya?? Padahalka lagi wamil,, #pancumandiff hoalah,,kasian oppadeul masih kurang 0,4 tapi rapopo…akhirnya tetap bersama,,walaupun berpisah buat sementara

  4. andri susilowati mengatakan:

    Haaaa panjang sekaliiii, enak bacanya. Hahaha akhirnya happy end. Setuju sekali klo pake kemeja hitam ataupun putih polos itu membuat mereka terlihat keren.
    Suka banget dgn sikap nya donghae dn kyuhyun disini, mereka dewasa bgt sm bijak bgt.
    Keputusan bapaknya so eun memang tepat walaupun diawal nyebelin. Tapi buat sang anak emang harus gitu sih,
    Hahaha keren bgt thor, thankyu sudah dilanjut smpe part akhir.

  5. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Alhamndullilah terselesaikan dengan cukup baik.. Tinggal kasus Jihyun sma Donghae Oppa aja..

    Ahhhh….
    Kyu itu sesuatu.. Tetep aja nyesek ngerasanya..

    Demi Apa ?
    Wae Uni ? Wae ?
    Kenapa selalu bisa buat Donghae-Soeun romantis dan Feelnya selalu dapat ?? *sejujurnya rada nyesek Puspa #FanGirlModeOn Donghae Oppa bisa So Sweeetttt banget😉😉

    Suka cara mereka kerja bareng !!
    Ahhhhhh… Super Junior itu memang Yang Terbaik diantara yang baik😀😀😀
    juga suka part Kangin nyindir Siwon-Sungmin-Wookieee…
    Kekekekkeke😀😀

    Great Uni…
    Tetap semangat..
    Dan dinantikan karya FF yang lainnya😉

  6. Rakha mengatakan:

    Happy ending,Kata2 donghae ke youngmin bener2 suatu argumen yang bagus,dan lagi kata2 kalimatnya itu bener2 ngena dan jarang dipakai author lain,pembicaraan youngmin dan donghae juga seperti sesuatu basabasi tapi ada isinya,pokonya aku suka,dan puas apalagi panjang banget,bahasa penulisan ff nya juga bener2 bagus malah seperti novel beneran.
    Kamu hebat put,disaat sibuk kuliah tp masih bisa meluangkan waktu untuk berimajinasi yang bisa dikatakan jalan ceritannya sangat bagus dan tidak asal😀

  7. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Ya Ampuuuuunn.. Setelah di buat jengkel dan mulai membenci tingkah Appa YoungMin pas awal2. Giliran dia merestui Hubungn HaeSso dan mengungkapkan semuanya. Rrasanya tuh langsung *Ceess* gitu. Fikiran2 Jahat langsung menguap entah kemana. Mian Appa Young Min. Kkkkk~

    akhirnya.. Akhrinya… Akhirnya…
    HaeSso udah bener benr bersatu niih.. Ikutan seneng. Mengingat masalah2 yg terjadi sebelumnya dri Scandal dngn Jihyun. Perasaan Kyuhyun ke Soeun yg bikin Galau tingkat dewa. Serta Ujian dr Appanya Soeun yg bikin Gondok. Semuanya bisa teratasi. Apalagi dngn adanya Usaha dan kerja keras member SJ jg. Bener2 bkin aku terharu. Rasanya Lega, Lega, Lega.

    FFnya selalu bagus kok put, malah aku lebih seneng ff dngan model kayak gini. Lbih condong kyk Drama dr pada puitis2 bgt. Kadang malah bikin pusing! Dngan bahasa yg sdkt berat gitu.

    Ngga mau minta macem2 sih. Tp kalau ada inspirasi maunya sih di bikin Sequel. Eeheh

  8. Mothisan mengatakan:

    perjalanan cinta yang penuh rintangan dan banyak masalahnya, tapi akhirnya terselesaikan dengan baik,,,
    Ending story sweet moment,,,,

  9. Deborah sally mengatakan:

    Apapun itu kami menerima bagaimana cara penulisanmu.

    Gak bisa banyak banyak komentar karena aku sangat mengantuk sekarang ZZzzz

  10. tesyasavika mengatakan:

    Aduh bang epil kamu sama saya aja klo gaT.T
    Donghae sweet amat yaampun pke bikin lagu segala buat soeun.
    Si kyuhyun kurang ajar bgt samain soeun kyk “bursa saham” wkwk
    Tp serius deh si kyu dewasa bgt nerima kenyataan.
    Akhirnya haesso bersatu walau harus LDR mana pke nyiapin nama buat nama anak perempuanya lg.

    Ff lainya ditunggu kak:) penasaran sama cerita B&W ditunggu bgt ff itu;)

  11. YhuliiSoeun mengatakan:

    Ahhh gak tega Rasa.y brpisah sama ni Ff ,.. Ni salah satu ff favoritQ …T,T apalg cerita yg sperti ini brasa nyata wkwkwk…
    Hufft!! Hanya bisa hmbuskan nafas akhir.y mreka bisa melewati smua rintangan mereka… HaeSso bener2 so sweet… Baca awal2 tadi pngen nabok si youngmin dah betulan :p hahah😀 ahh aku trharu sama perjuangan Oppadeul dlam menaikan saham itu,, yah wlaupun gagal.. Tpi dgn itu jga akhir.y HaeSso d.restui…🙂
    sso bkal ke Amerika,moga pas pulang lngsung nikah yah wkwkwk😀
    beneran dehh suka bgt ni ff., putri buat ff lg smacam ini yah yg real life…😀 Paling suka baca ff yg smacam itu … Brasa nyata…😀
    d.tggu krya krya slanjut.y …..

  12. Devi mengatakan:

    akhir’a appa’a eonnie so eun merestui hbungan haeppa ma eonnie so eun mskipun awal’a agk kecewa ma sikap’a appa’a eonnie so eun tpi itu untuk menguji kesungguhan cinta’a haeppa ma eonnie so eun,tpi mskipun hbngan mreka dh d setujui oleh appa’ eonnie so eun tpi mreka hbungan jarak jauh,,,,,
    haeppa so sweet bangeeeet y membuat lagu khusus bwt eonnie so eun,,tu romantisss bngeeet,,,,

    kyuppa patah hati nich,,,,hihihihihi
    sabar y kyuppa cinta itu tak harusss saling memiliki ,,,
    pokok’a keren bngeeeet part end’a d tunggu fF lainnya,,,,

  13. Devi mengatakan:

    akhir’a hbungan haeppa ma eonnie so eun d restui mskipun awalnya agak kecewa ma sikap’a appa’a eonnie so eun tpi itu untuk menguji kesungguhan cinta’a haeppa ma eonnie so eun,,,,,,,
    tpi mskipun mereka udh d restui mereka harus hubungan jarak jauh,tpi gpp yg pnting mereka direstui,,,,,,,

    haeppa romantisss + so sweeet membuat lagu khusus bwt eonnie so eun,,,,,,

    pkok’a bagusss bngeeeet thor ending’a,d tunggu FF2 lainnya,,,,,

  14. Ayunie CLOUDsweetJEWEL mengatakan:

    Cuma mau berterima kasih pada Kim Young Min (cuma di ff, selebihnya tidak xD) ternyata dia cuma mau menguji kesungguhan cinta Dong Hae saja. Bikin was-was saja tu si CEO. Hufth…

  15. nita mengatakan:

    akhir ny stlh mlalui rntngn & tantangn, haesso bsa brstu yeah.😀. ending ny aq ska donghae nynyin lgu cptan ny buat soeun sweet bngt.
    ska sm gya ny bang evil, bnr2 brjiwa bsr, y walau pun tuh mulut low ngmng ttp tajam, udh deh bang loe sm gw jha. #dtmpuksparkyu.
    good job buat ka putri. ({}).
    keep writing🙂

  16. sumpaaah

    salah satu ff yg bisa bkin perasaan campur aduk !

    satu sisi pengen liat haesso bahagia karna bnyaknya rintangan yg di lalui tapiii

    satu sisi pengorbanan kyu bkin nyesek dan kyu di sini sngat amat dewasa !!

    di tunggu ff lainnya

  17. choi shinae mengatakan:

    omg… akhirnya ending tp agak gak rela😦
    aku sukaaaaaaaaaa tp klo ada sequel akan lbh lbh lbh lbh suka kkkl ^^v
    next project d tunggu❤

  18. Fee mengatakan:

    Selesai jg dan akhir’y happy ending.

    Bingung mau coment apa dan gmana. Yg jelas trmksh krn udah mau nulis buat kita2.

    Q tunggu karya lainmu thor…

  19. anastasia erna mengatakan:

    akhirnya…bersatu juga …
    ternyata appa sso cuma menguji kesungguhan cinta haesso…
    tapi salut sama para member berjuang bersama naikin harga saham…
    demi cinta haesso…
    apalagi ma si evil kyu…
    ditunggu karya lainnya yah put…

  20. aina freedom mengatakan:

    happy ending buat haesso …walaupun agak nyesek bcnya krn si evil patah hati ,tp ff keren dan daebek bnget ..semua yg ak akan comen sdh di comen duluan jd buat putri good joob .

  21. Vhi mengatakan:

    Lllalalalalayeyeyeye happy ending deh buat donghae sama so eun😀 kyuhyun cepetan move on ye :p kirain teh mau sampai menikah tapi gak papa yang penting haesso bersatu🙂 .

  22. princekyufish mengatakan:

    kereen
    aku suka walaupun so eun hrus ke luar negeri tpi akhirnya brakhir bhagia juga
    buat kyu oppa tnang aj mngkin disini sso bkn jdohmu tpi di ff putri yg lain pasti kalian brtemu heheh

    putri keren ffnya
    klo lgi jadi bkin imajinasi sendiri
    seandainya iyi benaar hhaha
    #ngimpikaliyeee

  23. doristy kim mengatakan:

    Put kok kelihatannya endingnya ngebut banget put kurang match sama part part sebelumnya menurutku sih gitu put kayak keburu kurang max aja tp selebihnya oke kok put..oh iya put ak tunggu how about love next part nya yahh…kagak sabar bnget deh ama hyukso atau yesso ya ???!! Iya put bikinin sequel nya Fated dong kangen ama kabar mereka.gomawo

  24. nita mengatakan:

    finally end
    ini bahkan sampe detik2 akhir aja masih konflik aja mau menyelesaikan

    jadi akhirnya tetep haesso ya,, it’s oke lah emang dri awal udah haesso
    hahaha
    happy ending buat haesso

    sad ending buat kyusso
    aigooo, kyu kasian,, gpp lah yahh
    sadar posisi kyu
    hihi

    next ff d tunggu ne, kyusso kyusso😀

  25. anna mengatakan:

    awww sweet lovely scene,,bguuss hae salut dgn ush&skp gentlemu gtu donk bru bs mmbuktkn prsaanmu yg sebnrny,,syukurlh ayah soeun g stega itu ma ankny yacch mski pd akhrny haesso ttp hrs pisah jg mski hny smntra ttp aja LDR tuu rs kngenny luar biasa smg aja haesso ttp kuat iman&prsaan hahaha,,

  26. cucancie mengatakan:

    Akhirnya ending juga,happy ending buat so eun dan donghae,cinta mereka diuji dengan banyaknya masalah yang harus dihadapi,,tapi kasian kyuhyun harus patah hati..suka ceritanya..bukan hanya ff ini aja,sama ff yang lainnya juga sukaa..ditunggu ff lainnya putri..

  27. nurul alfie mengatakan:

    hwaaa bagus bgt. . . .nggk pngen pisah ma ni critaaaa. . . .dilanjut donk . . .

  28. ayu chokyulate mengatakan:

    aigoooo ending nya bener-bener sweet, akhir nya hubungan haesso kembali seperti semula setelah semua masalah yg mereka lewatin🙂
    well, cho kyuhyun lagi patah hati huhu sedih bangett, tapi emang dasar si evil yaa.. dia punya cara sendiri buat nenangin sso eonni, haha pake jelek2in sso lagi… kyu kamu nyari cewe seksi kan? aku ga kalah seksi ko kyu, udah sama aku aja #plokkk B:|
    akhhh aku suka suma cerita nya dari awal sampe akhir, like this.. keren banget, ditunggu ff lain nya putri eonni😀

  29. Aisparkyu mengatakan:

    .waaah haesso och so sweet bnget,mliat bgai mna prjuangan bang ikan tuk mmperthankn sso tu loe yng bkin aq trhru.,,nunguin slma 11 jam,,klau d dunia nyta mngkin tu cwo dh kbur d mnyrah gtu aja,dan jga aq sbgai ELF d sni bngga dngan prjuangan ban krja kras mreka buat bntu bng ikan tu kmpak bnget,,dan stu lgi aaaach c evil bkin bnga dech dia ngrelain cntanya dmi orng yng dia syang,,aach pkony bngga dech jdii mkin cnta ma c evil,,tnang gk dpet sso unnie aq jga mau kok jdi pnggantinya,,hha#digntungsparkyu
    .ok endingny mmuaskan bnget haesso brstu tulh intinya ya dech di tnggu post ff brkutny

  30. wulan azhar mengatakan:

    akhirnya selesai juga permasalahan yang ada di antara mereka
    walau sedih karena kyuhyun harus merelakan so eun bersama donghae

    tapi ga pa2 dech yang penting haesso bahagia dan kyuhyun pun merestui mereka

    ditunggu ff haesso selanjutnya ya putri
    suka ff haesso🙂

  31. Kim Ra rA mengatakan:

    udah THE END yach…!!!
    Love You HaeSso*
    dan ternyata itu adalah ujian cinta dari sang Appa. jangan jangan acara pertunangannya juga masuk dalam rencananya?
    Oppadeul kereeeeen selalu kompak! T.O.P.B.G.T daaaach

  32. Rida Eka S mengatakan:

    Yeeeayyy … Akhirnya udah end jugaaa.
    Feel nya dapet bgtb , uhhh donghae so sweet bgt , perjuangannya haesso bener2 kayak cerita nyataa
    Yang black and white cepetan diriliss yaaa

  33. marly mengatakan:

    Hidup HaeSso!!!…luar biasaaaa….wkkwwkkwk
    Kyuhyun kasian…tapi mau gmana lagi, ud ada donghae buat so eun..^^

  34. yehaesso mengatakan:

    aaa pertarungan kyuhae udah selesai. akhirnya cinta sepihak kyu berakhir jg meskipun dg patah hati hhhe
    donghae wahh gentle banget, ga salah pilih deh sso.

  35. sitinurul2507 mengatakan:

    donghae ya ampunnn mau deh jadi ceweknya donghae so sweet,manis,bertanggung jawab tipekal cowo idaman banget!haha
    iya kak mending banyakin dialog nya aja daripada pov sejujurnya aku adalah seorang readers yg gak begitu suka baca kata atau kalimat yg bertumpuk tumpuk macam pov lol
    sequel dong kak!hahaha

  36. ikayeoja fishy mengatakan:

    waaaahhh gx terasa dah happy ending yeeeaahhh akhir’y haesso bersatu dan sweet bngt mrka berdua ^_^ ♥♥♥♥♥♥
    pada awal’y mang nyeselin bngt appa’y sso eonni -_- yg mw bikin haesso jadi berpisah..tpi tak tau’y malah ingin menguji cinta’y haeppa terhadap sso eonni..
    aduhhh kasihan bang kyupiiil gw jadi patah hati tpi gwenchana kyuppa kn ada Nae yg mau nemenin kegalauanmu#pleetaakkdijitakhaeppa😀
    ok put di tunggu ff yg laen’y terutama Black And White yg selalu mnjadi ff favorite semua Reader terutama gw HaeSso Shipper..:D

  37. Elisa mengatakan:

    Waaah daebak akhir a cnta sso jd kenyataan dan ternyata kim you min cmn nguji hae oppa…
    Aaaah chincha nomu chuahae…
    Hae oppa tetp rmnatis apa lg yg wktu hae oppa yium sso ….ah ah so sweet…
    And I like happy ending…uuuh jd ikut sso unie terhru dngn kta2 oppa yg sweet bingit….

    Author faighting…and sslu berkrya..low buat ke novel jngn lpa in me….he..he..he

  38. pipip mengatakan:

    Waaaa akirnya ff yg mngharukan mnyebalkan bkinbksel bcanya degdegan
    Akirnya tamat jg
    donghae dgn soeun akirnya bsa mlewati masa2 yg berat jg
    wlwpn diakir mreka smpt dpt tntangan dri ayahnya soeun
    tpi berkat itu suju mnjdi hrmonis kmbli ya
    sukaa dgn ceritanya dan endingnya pass
    suka kok eon dgn gaya penulisannya beda dri author lainnya hhe

  39. Safriyanti mengatakan:

    Hwaaaaa akhir,a end jg,,,
    sneng,a liat haesso bsa mesra lgi,,
    meski agak syang ma kyu,,
    krn aq slah stu shipper kyusso,,,
    tp mank kyu lbih baik tdk dplih sso krn kyu pnya cra sndre mnymbuhkan hati,a drpd hae yg psti bkal susah move on,,,
    slut jg ma prjuangan appadeul bntu hae,,,
    jd iri ma sso dsyangi appadeul n bsa jd slah stu keksih oppadeul skligus gdis ksyang trio namja,,,
    ckckckckkckc,,,
    sllu dtnggu ff,a put,,,

  40. Esaa mengatakan:

    Udah aku duga sih kalo Tuan Kim a.k.a ayahnya Soeun a.k.a Kim Young Min hanya nguji keseriusan Donghae aja😀
    Tapi ngomong2 tentang si Tuan Kim, asli aku terkejut kalo papanya Kim Young Min, secara sekarang Young Min dihujat di sana sini #miris

    Back to topic.
    Suka banget sama kekompakan Oppadeul Suju, aaah.. Great job!
    Apalagi atmosfer Kyu-Hae membaik.

    Si Abang Evil juga untungnya udah menerima nasibnya. Aku kira ketika So Eun ke dorm, Kyuhyun bakal canggung. Apalagi pas So Eun nanyain sesuatu yang ia sebut gosip. Dasar Kyu, pinter banget nyairin suasana.
    Eitss kalo Kyu ngajak main mata di belakang Donghae, gue ajak Donghae main mata di depan Lo pada, hahaha..

    Ini Ending yang bener kata putri, Complicated.
    Tapi akhirnya itu lho, klimaks banget menurutku..
    Suka banget sama scence akhirnya, Aaaaaa… Aku juga mau senderan di dada Dongeeeeee u,u

  41. sendysw mengatakan:

    happy ending. syukur deh akhirnya appanya sso ngerestuin hubungan sso sama donghae. ternyata appanya cuma mau lihat keseriusan donghae sama sso xD
    ditunggu ff lainnya…

  42. ayu mengatakan:

    akhrny happy ending jg, akhrny stelah melalui berbagai cobaan donghae dan soeun bersatu lg dan direstui oleh ayah soeun

  43. shane mengatakan:

    hmm tdnya ku pikir ayah soeun akan sulit d taklukan terlebih donghae punya scandal ma cewek laen..tp memnag sulit yak …sulit klo tak merestui kebahagian anaknya hhhhe.. , rupanya tuan kim hanya ingin menguji dan melihat kesungguhan donghae .apkah donghae memang pantas bersanding ma soeun dan iso menjaga soeun. walopun tuan kim sbnernya dah tahu persis klo donghae mampu . ya memng dlm hubitu kudu yg namanya berjuang dan usaha biar hasilnya terpuaskan ,, dg banyaknya rintangan yg nyangkut d hub haesso finally terlihatlah hasilnya yg begitu manis melebihi gula pd akhirnya hihiiiiiii ,,, ide dr tuan kim yg akaan mengirmkan ssokeluar negriberhub jarak jauh untuk smentara demi mempermudah jalan mereka kedepannya itu ide yg sgt baik , ayah soeun adalah yg terbaik kata sso , klo kata ibu nya kakak.. orangtua itu bahagia klo melihat anaknya sukses dan bahgia melebihi dirinya . dan ttg perasaan kyu ..skg dh lega dia dh clear mengungkapkan isi hatinya dg penuh lapang dada….aaaaa kyu sikap kyu d sini pengertian bgt …. jd pengen nyakar2 muka kyu hihiii eits pengen nyium2 mksudnye hhhhe ,,endingnya kk cinta ..ucapan2 hae k soeun bener2 bikin terbang ampe anaknya akan d stempel dg nama haru aaaaaa ..manis bgt ampe gula cemburu klo adasesuatu yg lebh manis lg dr dia hhhhe ,nah lo put ..dikau telah mengeser posisi gula #eoh hhhha kk stress hihii,,,mantab bener ah, hasil akhirnya adalah ………….,, klo d transkip nilai biasa ada tulisan memuaskan dan sangat memuaskan ,,nah ini story hasil akhirnya sangat memuaskan put hhhe yeah (y),,, ditunggu lanjutan ff dan krya2 mu slanjutnya put ,, keep writng n cemingith 45 ,,, tebar2 senyum bang jong k puput,

  44. mindaamalya mengatakan:

    huaa udh ending.. akhirnya donghae dan so eun bersatu jugaaa. ah tapi kasian kyu kk. ditunggu karya selanjutnya eonni. fighting!!

  45. sitieunnie mengatakan:

    Yuhuuu..akhirx slesai jg slah satu ff favoritku.. \(^0^)/
    endingx bnr2 mmuaskan put..spt yg dihrapkan n tdk ada yg trtinggal..tdk klebihan atopun kkurangan garam alias bumbux pas..kkk :p
    stiap msalah trselesaikan dgn baik, baik ttg skandal,mslh dgn ayahx so eun,n jg dgn kyuhyun(wlaupun ttp nyesek dbgian ini😥 hiks )
    yaaah..mngkin mmang itulah solusi yg trbaik kalo so eun mmang hrs mlanjutkan kuliahx diluar ngri dlu coz biar tdk ada yg mnganggux n skandalx pun nnti hlg dgn sndirix n dlm bbrp thn kmudian bru deh so eun bs hdup bhagia dgn lee donghae..hehehe
    wlaupun nyesek dbgian kyuhyun coz bgaimnapun kcewa n ptah hatix dia, tp kyu ttp slalu brcnda n slalu trtawa ddpan so eun..😦 #pengen meluk kyu jadix kkk :p
    tp yg pnting, endingx ssuai yg dhrapkan put..
    dtnggu ff rival kyusso vs haesso yg lainx coz diantara smua couple, plg suka kalo rivalx itu kyu n donghae.. hehehe😀

  46. tehcici thea mengatakan:

    Hahir ya happy ending…pokoya ceritaya keren.. seng y dpet sdih ya apa lgi haesso terbaik deh
    putri aqu mnta pw yg drabel ya

  47. lavender mengatakan:

    Ending yg bagus banget,,akhirnya smua maslah selesai,, happy ending,,

  48. haechie_ mengatakan:

    Hmmm,,,akhir y tamat jg,,,tp berakhir y dgn penuh cinta antara haesso,,.,
    Yach wlpn da sedikit kesedihan yg kyu rasa kan trhdp cnt y k pd sso tp itu demi k baikan bersama ^_^
    Sempat tegang wkt hae dtng k rmh sso dan bicara langsng dgn appa y sso,,,
    Takut y appa y sso tdk setuju dgn hbngn haesso krn tantangan yg d berikan appa sso trhdp hae krng berhasil,,,
    Tp untng y appa y sso merestui jg hbgn haesso :-))
    Dan berakhir happy end :-))

  49. Miumi mengatakan:

    kukira bakalan Sad Ending eh ternyata Happy Ending🙂
    ciee yg udah bersatu dan udah direstuin appa so eun,sampai trharu liat prjuangan cinta HaeSso.
    Akhirnya 1 lg FF HaeSso udah kelar, semangat untuk FF selanjutnya eon🙂

  50. Irnawatyalwi mengatakan:

    Hae oppa love love u, haa g tau knpa aku msi blum rlah ff in brakhr, msi pgen bc ff in, msi pgen liat kroMANTisan hae oppa pd so eun,crax memprlakukn so eun bnr2 buat stiap yg membc mleleh g slah kalo d suju oppa mendpt jlukn pria romatis, oh tdix q pikr in bnr2 akn sad ending mlhat kras n angkuhx appa sso trxta d luar dugaan, akhrx appa sso merestui hub. Haesso n kyu pun mundr dgn ikhlas, aku Sunguh trhru dgn kbaikn n kkompakn mmbr suju, mrka salng mndukung n ku yakn in nyata dlm khdupn mrka, ffx uda end n sprti biasa ff buatn putri pasti sprti drma korea kisahx aga gantng klo mnurut kk, Put g adakh SP u ff in? Kk Pgen bngt sso pulng dr luar ngri n mnjd wanita sukss tntux hae oppa jg sudh menjd pria hbt yg patut d bnggakn n mlamar sso dgn cra yg sngt romantis.

  51. ticha_ mengatakan:

    huuaaaaaaaa……DAEBAAAAAAAAAKKKK!!!🙂
    Ga nyangka haeppa akhr’a bsa bersama sso eunnie ^o^)/ #ikut oppadeul ngerayain pesta😀
    Hm….awal’a sebel sm appa’a sso,,tp berakhir sukaa..ternyata cma ngetes haeppa doank to
    Appa yg baek🙂
    Hm,,,buat kyupp cuma bisa bilang fighting!!! :* #masihadaakukok,,,plakkk

    Akhir yg ga q sangka…
    Bener2 Daebaaaaaaak!!
    Q tgg ff yg lain’a…
    Lanjuuuut>>>😀

  52. kristienuuna mengatakan:

    huwaaa ulalalalalalaa.. ^o^
    seneng na akhir na mereka bahagia waLau nanti Haeppa d SeouL N Sso na d Amrik..
    tapi bener bener ya Uri EviL Maknae..
    d toLak cinta na masi juga pedes kata2 na..
    Gengsi na tetep number uno..
    G bisa d kaLahin..
    hahahahahahaa.. ^^ nutupin Luka hati cerita na.. hehehehehehehee.. :p

  53. vita mengatakan:

    gantung ini mah author..bikin sekuel dong pleasee…aku suka banget sama ff ini ga rela kalo end..sequel juseyo hwaiting !!

  54. dania mengatakan:

    Iriiiiii bangettttttttttt huuuuuuuhuuu, authorrr fighting! Ditunggu next ff!

  55. Rani Annisa mengatakan:

    wah happy ending ceritanya🙂

    untung aja haesso tetap bersama walaupun kyuhyun yang harus mengalah..

    dan akhirnya juga haesso romantis banget🙂

    keren & bagus banget ff ini mulai dari awal🙂

    ditunggu ff yang lainnya lagi😉

  56. meon96 mengatakan:

    Yahh udah end ff nya #gak rela udah end
    Ff nya bagus eon dan merupakan salah satu ff favoritku. Akhirnya happy ending setelah banyak cobaan yang mereka hadapi. Ciee disini kyuhyun oppa dewasa bgt sikapnya #sukasuka
    FF nya daebak eon (y).. ditunggu ff yang lainnya lagi ya eon. FIGHTING !!😀

  57. Ranynatasha mengatakan:

    Ahhh
    aku suka banget cerita cinta segitiga. Kalau kyu ngak punya pasangan sama aku aja! :v
    ini adalah cerita lanjutan DID YOU LOVE ME,OPPA? Itu kan
    aku suka bacanya…
    Keren…
    Aku tunggu karya selanjutnya author!
    Fighting

  58. rizki mengatakan:

    ceritanya bagus, cuman jujur aku lebih suka kalo endingnya sma kyuhyun, tpi tetp bagus kok,, ditunggu next ffnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s