~ Dream Catcher Part 1 ~


dream1

Dream Catcher Part 1 | PrincessClouds – Putri Andina | Chapters | Romance – Teen – Life | Kim So Eun – Lee Hyuk Jae (Eun Hyuk) – Choi Si Won – Choi Jin Ri (Lee Sulli) – Lee Tae Min – Park Yoo Chun – Song Qi An (Song Gi An) | PG-15

Warning : Typo(s) – Out Of Character

Note : Ada beberapa bagian dari FF ini yang terinspirasi dari drama Korea Populer NICE GUY. Namun cerita dan alur akan jauh berbeda

~

“When the world doesn’t get what you want then find it by your own”

*Dream_Catcher_Part_1*

Seorang gadis berambut panjang yang berwajah manis tampak menyusuri koridor dengan ekspresi senang. Dengan wajah riang gadis itu setengah berlari menuju suatu tempat, melewati beberapa orang yang melewatinya dengan kagum.

Setelah sampai di salah satu ruang kelas gadis itu terlihat berhenti dan masuk. Matanya tampak mencari-cari sesuatu di antara kerumunan mahasiswa yang ada di dalam.

Yah! Kim Yoo Jin! Yeon Bo Ra!” Serunya memecah keheningan. Seruannya itu membuat beberapa mahasiswa yang awalnya asyik dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri tampak menoleh ke arahnya. Terlebih dua orang gadis yang merasa namanya dipanggil.

“Hey! Kau sudah datang?” salah satu dari mereka yang berambut lurus dan panjang menyahut sambil mengangkat salah satu tangannya. Sementara gadis yang satunya yang tampak menatap sedikit sebal.

“Aish sudah kubilang berhenti memanggil namaku yang itu. Harus berapa kali aku mengatakan bahwa kau harus memanggil ku Uee..” celotehnya sebal. Namun gadis tadi hanya bergumam cuek sambil mendekat. “Kulihat ada yang begitu ceria pagi ini? Apa yang terjadi, nona muda-Kim So Eun?” Tanya gadis yang meminta dipanggil Uee itu penasaran. Gadis yang dipanggil Kim So Eun itu kembali terkekeh senang.

“Kalian tahu..” ungkapnya pelan, membuat dua temannya itu sedikit penasaran. “Hari ini aku.. untuk pertama kalinya..” Kim So Eun memeriksa sesuatu di dalam tas yang dibawanya. “Menyetir sendiri ke kampus.” Sambungnya tak lama sambil menunjukkan sebuah benda berbentuk logam kepada kedua temannya. Dua gadis itu tampak kaget dan melirik benda itu tak percaya.

“Benarkah?” Yeon Bo Ra menyahut cepat sambil memeriksa sendiri benda tersebut. “Tapi bagaimana? Bukankah kau bilang kalau sampai kapanpun ayahmu tidak akan membiarkanmu menyetir sendiri?” tanyanya heran.

“Benar. Tapi hari ini beliau sedang ke luar negeri sampai besok. Dan dengan kepandaian merayuku.. akhirnya ibuku mau memberikan kunci ini padaku. Ah, kalian tidak tahu betapa bahagianya aku saat ini..” ceritanya senang. Sementara dua gadis di depannya hanya kembali saling berpandangan.

“Berarti hanya untuk hari ini, begitu?” Tanya Uee. So Eun tampak menghentikan kesenangannya dan menatap sahabatnya itu sesaat sebelum mengangguk pelan dan sedikit lesu.

“Begitulah. Tapi.. oleh karena itu, hari ini kita harus bersenang-senang. Kita pergi kemanapun. Ke mall, ke salon, karaoke, bahkan bar. Anggap saja hari ini adalah hari kemerdekaan kita dan kita berjalan bersama-sama dengan mobil mewahku itu..”

“Itu bukan ide yang terlalu buruk..” Bo Ra terkekeh. “Walaupun aku dan Uee menyetir sendiri, tapi mobil kami tak ada apa-apanya dibanding mobil mewah milikmu. Jadi ayo kita gunakan untuk mencari pemuda tampan..”

“Aku setuju!” Teriak Uee dan So Eun bersamaan. Ketiganya kembali tertawa senang.

“Tapi kapan kita pergi? Sepulang kuliah?” Tanya Uee tak lama.

“Itu terlalu lama. Bagaimana kalau sekarang saja? Lagipula kalian tahu sendiri bukan kalau aku membenci dosen yang masuk hari ini. Jadi kita pergi sekarang saja, bagaimana?” Ajak So Eun lebih bersemangat kepada kedua sahabatnya. Dua orang gadis di depannya tampak saling bertatapan dan sama-sama tersenyum.

“Ayo pergi!” Seru keduanya bersemangat.

❤ KIM SO EUN❤

Sementara itu di tempat yang lain, di dekat sebuah perkampungan sederhana di pinggir kota seorang pemuda tampak baru turun dari mobilnya. Dengan langkah yang terlihat lesu dan kelelahan pemuda itu segera melewati beberapa gang yang ada di sekitar sana sebelum akhirnya berakhir di depan sebuah rumah sederhana. Pemuda itu mendesah, dengan malas mencari sesuatu dari saku jaket yang dikenakannya.

Oppa!”

Dia baru saja hendak memasukkan anak kunci untuk membuka pintu pagar ketika seruan mengagetkannya. Tak lama seorang gadis yang masih berseragam tampak berlari sedikit panik ke arahnya.

“Sulli kau tak sekol—“

Oppa, kita harus menolong bibi sebelah!” gadis itu berseru panik sambil menarik-narik salah satu bahu pemuda di depannya. “Kita harus benar-benar menolongnya oppa. Dia akan segera melahirkan sementara suaminya menghilang entah kemana!” Serunya sambil mengguncang bahu pemuda itu lebih kuat. Pemuda itu menatapnya datar.

“Kenapa harus mencampuri urusan orang lain seperti itu. Sebaiknya kau segera pergi sekolah dan mengurus dirimu sendiri.” Kata pemuda itu datar.

“Tapi, bibi itu benar-benar kasihan..” gadis bernama Sulli itu masih terus menyahutinya dengan panik. “Ketika aku lewat di depan rumahnya dia sudah menjerit kesakitan. Dia benar-benar akan melahirkan oppa, oppa kan memiliki mobil jadi antarkan bibi itu ke rumah sakit ya? Kumohon..”

“Sulli kau tak lihat aku baru saja pulang bekerja?”

“Aku tahu. Tapi bibi itu benar-benar membutuhkan bantuan kita. Semua orang di sekitar sini tak ada yang memiliki mobil bahkan tak ada dari mereka yang peduli. Aku mohon oppa, kalau tidak sekarang bibi dan bayinya bisa dalam bahaya..” ujar Sulli memelas dan memohon pada pemuda di depannya. Eun Hyuk, pemuda itu pada akhirnya hanya dapat menghela nafas dan mengangguk pelan.

“Baiklah. Ayo kesana.”

❤ Lee Hyuk Jae – Eun Hyuk❤

Mobil mewah berwarna merah itu melaju kencang di jalanan Seoul. Suara bising juga terdengar dari dalamnya bersumber dari musik yang diputar kencang. Sekilas kita juga dapat mendengar suara tawa cekikikan dari dalam mobil yang atapnya dibiarkan terbuka itu.

“Aku benar-benar senang hari ini!” Teriak Bo Ra bersemangat pada kedua temanya. Uee yang berdiri di bangku belakang terlihat setuju sementara So Eun juga tertawa senang sambil terus menyetir.

“Kesenangan kita belum berakhir, ini baru permulaan. Tunggu sampai kita masuk ke bar dan bertemu pria tampan!” Seru So Eun senang yang disambut tawa antusias dari kedua temannya. Ketiganya masih terus bersenang-senang.

Sementara dari arah lain terlihat mobil berwarna putih itu juga melaju dengan kekuatan di atas rata-rata. Eun Hyuk, pengemudinya tampak berusaha berkonsentrasi menyetir mengacuhkan suara jeritan dari bangku belakang mobilnya.

“Bibi tahan ya. Sebentar lagi. Hanya sebentar lagi!” Teriakan Sulli menggema di tengah rintihan rasa sakit wanita yang mau melahirkan itu. Wajah gadis itu terlihat panik dan juga pucat di saat bersamaan melihat kondisi yang baru pertama ia alami itu. “Oppa, tambah lagi kecepatannya. Bibinya sudah kesakitan sekali, oppa..” rengek Sulli pada kakak laki-lakinya itu. Eun Hyuk tampak tak menyahut atau memberikan reaksi yang nyata namun laju mobil itu terasa bertambah.

“Kenapa harus jalan yang sempit ini?” Tanya Uee kembali duduk di bangkunya. Menatap dua temannya di bangku depan.

“Ini jalan yang paling dekat menuju arah bar. Tenang saja..” kata So Eun cuek sambil terus mengemudi.

“Jalannya sempit, berhati-hatilah. Kau kan baru saja menyetir..” kata Uee memperingatkan. So Eun meliriknya agak kesal dari cermin yang menggantung di depan.

“Kau meragukanku?” Tanya So Eun tak terima. Laju mobil tiba-tiba lebih meningkat tak lama setelahnya. “Aku ini sudah ahli menyetir, tenang saja. Tunggu sebentar. Aku akan tunjukkan padamu!” Seru So Eun berambisi sambil lebih mempercepat laju kendaraannya melewati jalan itu. Uee tampak sedikit ngeri sambil berpegangan.

“Yah jangan bercanda! Menyetir saja dengan benar!”

“Aku sudah menyetir dengan benar!” So Eun terus berteriak tak terima. “Aku akan tunjukkan pada kalian!” Serunya sambil melirik Uee lagi dari kaca di depannya.

“Yah! Hati-hati!” Bo Ra kali ini ikut bicara karena So Eun semakin membawa mempercepat laju kendaraannya. Namun So Eun malah semakin keras kepala karena merasa direndahkan oleh keduanya. So Eun seenaknya menyalip-nyalip beberapa mobil yang langsung memberikannya klakson panjang karena menyalahi aturan kecepatan yang ditetapkan di jalan itu.

“Kim So Eun! Jangan bercanda!” Seru Uee yang malah membuat So Eun makin tertawa bersemangat. Dengan keras kepalanya So Eun masih melajukan mobilnya dengan cara ugal-ugalan, ia menyalip banyak kendaraan hingga tak lama akhirnya sedikit memelankannya setelah membuat panik kedua sahabatnya. So Eun tertawa senang melihat ekspresi mereka setelah laju kendaraannya kembali normal.

“Haha, lihat wajah kalian. Makanya jangan meremehkanku lagi, Yoo Jin-ah!” seru So Eun sambil melirik Uee sekilas ke belakang. So Eun tertawa melihat ekspresi cemberut yang ditunjukkan Uee padanya.

“So Eun! Lihat jalanmu!” Teriak Bo Ra tiba-tiba sambil menepuk pundaknya. So Eun langsung tersadar dan berbalik kembali ke depan. Namun ia kaget karena ia hampir saja menabrak sebuah mobil yang berhenti mendadak di tempatnya. So Eun yang panic akhirnya membanting stir ke sisi jalan yang lain.

BRAK!

*!!*

Eun Hyuk reflek menginjak remnya ketika sebuah mobil dari arah yang berbeda mengambil jalan yang akan dilewatinya. Mobil itu kemudian menabrak sebuah air mancur taman sehingga membuat banyak air menerobos keluar dari dalam jumlah banyak menyiram mobil yang atapnya dalam keadaan terbuka.

“Apa yang terjadi?” Tanya Sulli penasaran sambil ikut mendongak ke depan. Matanya sedikit membesar melihat apa yang terjadi. “Kecelakaan?” serunya kaget. Eun Hyuk menghela nafas panjang sambil berniat berputar, namun ia tak jadi melakukannya melihat sudah banyak kendaraan antri di belakang mobilnya.

“Ahh!!” Ketiga gadis itu berteriak kaget ketika banyak air yang berjatuhan masuk ke dalam mobil mereka. Ketiga gadis yang bahkan masih syok itu sama-sama kaget sambil berusaha melindungi kepala mereka dengan air.

“Mundur So Eun!” Teriak Bo Ra panik sambil terus melindungi kepalanya dari air. Mereka tak apa-apa, itu hanya kecelakaan kecil yang tak menyebabkan apapun selain mungkin gores di bagian depan mobil So Eun. Oh, mungkin semuanya kalau dihitung dengan air-air ini. “So Eun mundur!”

“Mesinnya tidak menyala!” Seru So Eun panik masih berusaha menghidupkan mesin dan berlindung dari cipratan air. “Aish! Semua ini gara-gara mobil tua itu karena berhenti sembarangan!” omelnya kesal sambil berusaha terus menghidupkan mobilnya namun hasilnya tetap saja sama. So Eun memukul kesal setir mobilnya. “Cepatlah mobil bodoh!”

“Aish..” Uee dan Bo Ra akhirnya memutuskan untuk segera keluar dari mobil yang terus digenangi air itu. Namun ketika ketika mereka baru melakukannya tiba-tiba seseorang mengetuk jendela di dekat So Eun. So Eun segera menoleh ke arah kirinya.

Jeritan panjang dari wanita di belakang mobilnya kembali mengagetkan Eun Hyuk dan Sulli yang masih sedikit terpana melihat mobil mewah yang mulai terendam air. Sulli yang segera tersadar kembali memeriksa keadaan tetangga mereka itu.

“Bibi kau tidak apa-apa?” Tanya Sulli cemas pada wanita yang terus merintih kesakitan itu. Sulli melirik lagi pada Eun Hyuk. “Oppa kita harus segera membawa bibi ke rumah sakit..” rengek Sulli tak lama pada kakak laki-lakinya itu. Eun Hyuk tampak berdecak, menghela nafas, sebelum keluar dari mobilnya dan berjalan menuju mobil yang masih tak bergerak itu. Menghampiri pengemudinya yang bisa ia lihat adalah tiga orang gadis muda yang tak bisa berbuat apa-apa.

*!!*

Eun Hyuk mengetuk pintu di samping pengemudinya, membuat gadis di dalamnya yang masih berusaha menghidupkan mesin mobilnya menoleh. Gadis itu menatapnya sejenak sebelum membuka pintu, menyebabkan banyak air keluar bahkan membasahi sepatu Eun Hyuk.

“Mohon maaf, tapi kami harus segera pergi darisini. Bisakah ini dipercepat?” Tanya Eun Hyuk pada gadis yang sudah basah kuyup itu. Tak lama dua orang gadis basah kuyup lainnya keluar dari sisi yang berbeda. Eun Hyuk menghela nafas. “Apa yang sebenarnya anda semua lakukan sehingga sampai melakukan kecelakaan bodoh seperti ini? Apa kalian mabuk? Atau apakah kalian baru belajar menyetir? Kelalaian kalian membuat banyak sekali orang yang kesusahan..” ujar Eun Hyuk dingin.

So Eun sedikit naik darah, ia merasa tersinggung mendengar ucapan pemuda yang tak dikenalnya itu namun langsung menyindirnya. “K-Kau bilang aku bodoh?” katanya tak terima. “Lancang sekali ka—“

“—Tch, mobil ini tak akan menyala sebelum dibawa ke bengkel. Aish, merepotkan saja..” omel Eun Hyuk tak memperdulikan protesan So Eun sedikitpun. Pemuda itupun berjalan dengan tergesa-gesa menuju mobil yang tadi dihindari So Eun untuk memberikan mobilnya sedikit jalan. Eun Hyuk melihat hal itu bisa sedikit dilakukan karena ada bahu jalan yang tersisa di di sebelah kiri. “Maaf tuan..”

Sementara itu So Eun hanya masih berdiri di posisinya sambil melirik setiap pergerakan pemuda asing itu. Ia terlihat kesal, tak terima dengan ucapan laki-laki yang tak dikenalnya itu dan langsung mengatainya seperti itu. Apa haknya pemuda seperti itu menyebutnya bodoh? Selama 24 tahun hidupnya, tak ada satupun orang di dunia ini yang berani mengatainya begitu.

Eun Hyuk tampak sudah sedikit membuka jalan dari orang-orang yang mau berbaik hati membantunya. Pemuda itu tampak mengucapkan rasa terima kasih sebelum kembali ke mobilnya tanpa menatap lagi ke arah tiga gadis yang masih berdiri di depan mobil yang masih disirami air tersebut. Eun Hyuk tak sadar ketika salah satu dari mereka mengikutinya.

“Tunggu!” Seru So Eun sehingga membuat pemuda itu berbalik. Mata gadis itu terlihat tajam menatap Eun Hyuk yang menatapnya dengan bosan. “Kau tak bisa pergi setelah mengataiku seenaknya. Tarik lagi kata-katamu dan minta maaf.” Tekan So Eun tanpa tolerir.

Eun Hyuk mendesah, balas menatap gadis di depannya kesal sebelum menarik lengannya dari tangan So Eun. “Aku tak punya waktu.” Ucapnya berniat berbalik, namun So Eun kembali menahannya.

“Kau harus minta maaf, aku tak mau tahu. Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau meminta maaf!” Seru So Eun bersikeras, semakin menggenggam lengan jaket Eun Hyuk.

“Anda tak dengar? Aku tak punya waktu. Aku harus segera pergi ke suatu tempat saat ini. Lepaskan!” Seru Eun Hyuk berusaha melepaskan diri, namun So Eun terus menggenggamnya. “Nona. Aku sedang tak bisa bercanda?” serunya mulai emosi.

“Aku juga tak sedang bercanda.” Balas So Eun tak mau kalah dan semakin menggenggam lengan jaket Eun Hyuk. “Minta maaf.”

Eun Hyuk menatap gadis itu dingin dalam beberapa saat, sebelum menarik lengannya lebih kuat. Berhasil, pegangan gadis itu bisa terlepas sehingga ia bisa berbalik dan kembali ke mobilnya.

“Kubilang kau tak boleh pergi tanpa minta maaf!” Seru gadis itu mengikutinya ke belakang. Meraih lengan Eun Hyuk sebelum sempat membuka pintu mobil. “Aku bilang minta maaf dulu!” Tantangnya pada Eun Hyuk dan menatap kian tajam.

“Sudah kubilang aku terburu-buru!” Eun Hyuk menarik tangannya lagi tak peduli. “Aku tak punya waktu meladeni gadis manja sepertimu.”

“Apa kau bilan—“

Seruan So Eun terhenti ketika suara teriakan yang keras terdengar dari dalam mobil, membuat dia dan Eun Hyuk menoleh ke dalam. Disana mata So Eun sedikit melebar menemukan seorang ibu terlihat sudah lemas menahan sakit sementara gadis yang disampingnya tampak bersimbah darah dengan sebuah bayi kecil di tangannya yang masih gemetaran. Suara tangisan terdengar menggantikan si ibu yang jatuh pingsan.

Oppa..” panggil Sulli shock sambil menunjukkan bayi di tangannya yang kian bergetar. So Eun tampak menutup mulutnya kaget melepaskan Eun Hyuk yang juga tak kalah kagetnya melihat apa yang disaksikannya.

Eun Hyuk melirik So Eun yang masih kaget sambil melepaskan pegangan So Eun di bahunya dengan sedikit kasar. Masih dengan tajam ia menatap gadis itu sebelum berbalik dan berniat memasuki mobilnya kembali.

Tap.

Gadis itu kembali memegang bahunya. Eun Hyuk yang benar-benar sudah bosan dengan ini semua tampak sudah mulai habis kesabaran ketika ia berbalik. Berniat memarahi gadis menyebalkan di belakangnya ini.

“Hhh..” Eun Hyuk menahan kemarahannya karena gadis tadi bukan lagi marah-marah padanya. Gadis itu kini terlihat memegang bahunya dengan tangan lainnya memegang dadanya sendiri dan berusaha mengendalikan nafasnya yang terlihat sesak. Wajah Eun Hyuk berubah cemas untuk kesekian kalinya. “Hhh..” So Eun mempererat cengkramannya di bahu Eun Hyuk ketika kakinya semakin lemas. Pelan-pelan walau ia berusaha menahannya namun tubuhnya terus terasa semakin berat sehingga membuat ia merosot. Ia masih merasakan tangan pemuda asing itu menahan tubuhnya sebelum kesadarannya menghilang.

Dengan langkah yang panik pemuda bertubuh tinggi itu berlari memasuki rumah sakit. Ia melewati banyak orang begitu saja sebelum akhirnya berhenti begitu menemukan dua orang gadis yang terlihat resah di depan sebuah kamar. Bo Ra dan Uee segera berdiri dari tempat mereka begitu menyadari kehadirannya.

“Si Won-oppa!”

Choi Si Won, pemuda tinggi itu tampak segera menghampiri keduanya. Wajahnya masih terlihat begitu cemas.

“Apa yang terjadi?” Tanya Si Won kepada keduanya. Kedua gadis itu tampak sedikit takut-takut sambil saling bertatapan.

❤ CHOI SI WON❤

“Bibi.. ini anak bibi. Dia adalah seorang laki-laki yang tampan!” Seru Sulli bersemangat sambil menggendong sebuah bayi mungil yang sudah dibersihkan pada ibunya yang masih terbaring lemas di atas ranjang. Wanita itu tampak bahagia sambil menerimanya dari tangan Sulli. “Astaga, aku tak percaya aku bisa melihatmu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku kalau tidak ada kalian berdua, Sulli..” ucap wanita itu haru sambil mencium bayinya. Sementara Sulli tampak hanya tertawa senang sambil mengalihkan perhatiannya pada Eun Hyuk yang hanya berdiri di ambang pintu.

“Anak bibi terlihat sangat tampan. Aku yakin kelak dia akan setampan Eun Hyuk-oppa..” puji Sulli pada wanita tersebut. Wanita itu tampak mengangguk senang.

“Ya, akan kunamai dia Cha Eun Seol. Sesuai dengan inisial kalian berdua yang telah membantuku..” ujarnya yang membuat Sulli semakin berbinar. Sulli tersenyum sambil mengusap rambut tipis si bayi kecil.

“Selamat datang di dunia Eun Seol-ah.”

Sementara itu Eun Hyuk meninggalkan tempat itu tak lama setelahnya. Pemuda itu menghela nafas sambil berjalan ke arah ruang rawat lainnya. Tempat dimana ia mengantarkan pasien lain yang dibawanya hari ini.

❤ LEE SULLI❤

Si Won menghela nafas sambil menatap So Eun yang sibuk mengunyah makanan yang dibawakan Si Won untuknya. Kondisi gadis itu tampak sudah baik-baik saja walau wajahnya sedikit pucat.

“Kenapa kau hobi sekali mencari masalah?” Tanya Si Won sambil mendesah. “Kau tak kapok dimarahi ayahmu?”

So Eun berhenti mengunyah sebentar, melirik pemuda di sampingnya. “Tanpa ini terjadi juga aku akan dimarahi. Apakah kau sudah dapat khabar mengenai mobilnya? Apa rusaknya parah?” Tanya So Eun disela kegiatan mengunyah.

“Mobil itu parah sekali. Banyak air yang sampai masuk ke mesinnya..” jawab Si Won kemudian. So Eun tampak mendesah panjang.

“Haah, aku pasti langsung dibunuh ketika pulang nanti..” gumam So Eun cuek tanpa beban sama sekali. Terus memakan-makanannya. “Tapi.. kapan aku bisa pulang?” Tanya So Eun tak lama dan menoleh lagi pada pria di sampingnya.

“Aku belum tahu. Aku belum bertemu dengan doktermu..” sahut Si Won. “Tapi apapun itu kau harus bersiap-siap. Kita akan pindah ke ruang inap, aku sudah memesan kamar VIP—“

“Kenapa? Aku senang-senang saja disini..” So Eun menyahut cepat. “Lihat. Disini ramai. Rasanya lebih menyenangkan daripada kamar yang ditinggali sendiri. Lagipula, aku tak merasa sakit parah..” ujar So Eun cuek sambil sedikit memajukan bibirnya menuntun Si Won untuk melihat sekitar mereka yang ramai. Si Won menarik nafas.

“Kau tahu darimana? Menurut kedua temanmu kau mengalami sesak nafas sebelum pingsan.”

“Hum..” So Eun mengangguk, sedikit terdiam ketika ia mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu. “Tapi itu tak apa-apa. Aku yakin itu karena aku hanya sedikit shock melihat darah. Kau kan tahu sendiri kalau aku ini mengidap Hematophobia atau rasa takut terhadap darah jadi itu sebabnya hal itu terjadi..” gumam So Eun pelan. *Aku juga takut berlebihan pada darah loh T.T*

“Darah?” Tanya Si Won tak lama. “Darah apa?”

“H-Huh?” So Eun bertanya sedikit kaget karena ia sempat melamunkan kejadian sebelum ia pingsan tadi. “Bayi yang berdarah.. ash, kurasa ada ibu yang melahirkan di mobil itu. Aku juga tidak tahu, aku mual membayangkannya..” ujar So Eun menggeleng kuat berusaha mengusir gambaran yang dilihatnya tadi. Menurutnya itu mengerikan.

“Merekakah yang membawamu kemari? Menurut kedua temanmu, kau dibawa lebih awal kesini oleh seorang pemuda asing..”

“Sepertinya.” Gumam So Eun pelan. “Tch, dia laki-laki yang menyebalkan. Rasanya aku sedikit tak rela harus berhutang budi pada orang seperti itu..”

“Tch, jangan bicara begitu. Dia telah menyelamatkanmu walau bagaimanapun..” gumam Si Won melarang. “Ya sudah, lanjutkan makanmu. Nanti aku akan menemui dokter untuk menanyakan kondisimu.” Kata Si Won sambil mengulurkan tangannya untuk membelai rambut So Eun. So Eun tampak membiarkan saja kepalanya dielus Si Won sementara ia melanjutkan makannya dengan gaya cuek.

Sementara tanpa mereka sadari seorang pemuda lainnya tampak baru saja sampai di kamar itu. Awalnya ia berniat masuk dengan sebungkus makanan dan obat di tangannya namun melihat bahwa ternyata orang yang dikunjunginya tidak sendiri ia menghentikan langkahnya. Eun Hyuk tampak memperhatikan pasangan itu sesaat sebelum kembali berbalik dan meninggalkan tempat itu.

Sebuah mobil berwarna merah terlihat berhenti di depan sebuah rumah yang mewah. Tak lama kedua pintu sama-sama terbuka, menampakkan So Eun di bangku samping kemudi sementara di depan kemudi terlihat seorang pemuda berambut pirang.

So Eun yang baru saja pulang ke rumah setelah kejadian kemarin menghela nafas, ia mengalihkan pandangannya pada bangunan mewah di depannya. Hal yang sama ditunjukkan oleh pemuda yang datang bersamanya.

“Tch, apakah noona benar-benar harus pulang sekarang? Bagaimana kalau ayahmu marah-marah lagi? Aish, aku saja merinding..” celoteh pemuda itu tak lama, mendesah berulang kali sambil memandang bangunan yang merupakan rumah keluarga So Eun itu.

“Mau bagaimana lagi..” So Eun ikut menghela nafas bosan. “Ini rumahku walau bagaimanapun. Tempatku pulang ya pada akhirnya selalu kesini..”

“Tapi kudengar dari sekretaris ayahku yang pagi ini ikut menemui ayahmu, ayahmu marah besar. Kau tak takut diomeli?” Tanya pemuda itu lagi. Pemuda itu adalah Lee Tae Min, dia adalah anak salah satu sahabat dekat serta kolega bisnis ayah So Eun. Sejak kecil hingga sekarang keduanya bisa dibilang sangat dekat karena mereka selalu menghabiskan waktu bersama bertahun lamanya. Tae Min juga bersikap protektif terhadap So Eun, karena begitulah ia sejak kecil dan pertama kali bertemu dengan So Eun beberapa tahun yang lalu.

“Walau bagaimanapun aku pasti akan diomeli. Aku membawa mobil tanpa ijin lalu merusaknya, hal itu belum lagi dengan aku yang sempat dirawat semalaman di rumah sakit. Habis sudah, kalau saja membunuh tak dilarang dilakukan, aku yakin dia akan menggantungku hidup-hidup setelah ini..”

Noona berlebihan..” Tae Min menarik nafas. “Ya sudah jangan pulang dulu. Bagaimana kalau menginap dulu di suatu tempat untuk sementara?”

“Tak ada gunanya. Seperti kataku pada akhirnya aku juga akan kembali kesini..” So Eun mendesah sambil menggerakkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal. “Ya sudah, kau boleh pergi. Terima kasih untuk tumpanganmu, Lee Tae Min.”

“Tapi aku ingin ikut masuk..” Tae Min menyahut sebelum So Eun bergerak dari hadapannya. “Seperti janjiku, aku tak akan pernah meninggalkan noona sendirian. Aku akan menemanimu menemui ayahmu..”

“Aish, kau berlebihan.” So Eun memutar bola mata bosan. “Aku tak akan apa-apa. Semarah apapun ayahku, dia paling hanya mengomel panjang lebar tanpa titik untuk beberapa jam. Dia tak akan mungkin melukai ‘calon pewarisnya’ ini..” ujar So Eun sebal begitu menekankan kata ‘calon pewarisnya’ dari kata-katanya. Terlihat sekali dia muak mengucapkannya.

“Tapi—“

“Ya sudahlah, aku masuk. Kau bukannya ada latihan di klub Dancer..” potong So Eun cuek sambil berjalan ke arah pagar rumahnya. Sebelumnya ia sempat memukul pelan bahu Tae Min sebelum berteriak pada penjaga rumah agar membukakan pintu untuknya.

Sementara itu Tae Min tampak hanya memperhatikan punggung So Eun sambil menatap cemas pada noona kesayangannya itu.

❤ Lee Tae Min❤

So Eun melangkahkan kakinya masuk diikuti oleh dua orang maid yang melihatnya masuk. Sedikit menghela nafas panjang So Eun melangkahkan kakinya menuju ruang tengah. Sebuah tempat yang diyakininya telah menunggunya dengan masalah.

Sebuah ruang tengah yang tertata dengan banyaknya barang-barang mewah yang menghiasinya menyambutnya. So Eun menarik nafas panjang begitu melihat beberapa orang sudah berada disana. Dua maid lagi-lagi tampak berdiri di sudut ruangan, sementara dua orang laki-laki tampak sudah duduk di sofa. Satu terlihat berumur setengah baya sementara yang lainnya adalah laki-laki muda. So Eun menghembuskan nafasnya berat sebelum berjalan lebih mendekat.

“Akhirnya kau pulang…” Laki-laki tua itu mengalihkan pandangannya kepada So Eun, menatap datar. “Anak nakal..”

So Eun menghembuskan nafasnya pelan sambil membungkukkan badan memberi hormat. “Ayah aku—“

“—Apa kau tahu berapa kerugian yang telah kau sebabkan.” Tuan-Kim memotong. “Harganya bahkan melebihi uang jajanmu selama dua tahun..”

So Eun menghembuskan nafasnya pelan, mengalihkan pandangannya pada kakak laki-lakinya yang hanya diam. “Bukankah ayah bilang kalau mobil itu sudah diberikan untukku. Kalau rusak tentu saja itu sudah menjadi kerugianku..”

“Anak ini.” Tuan-Kim menyahut cepat. “Ini bukan masalah kepunyaanmu atau tidak. Tapi tanggung jawab. Apa yang kuberikan padamu, kau tak seharusnya merusaknya begitu saja. Kalau begini bagaimana bisa aku mempercayakan perusahaan kepadamu.”

“Aku sudah katakan berulang kali bahwa aku tak mau mengurus perusahaan ayah.” So Eun menyahut cepat. “Aku ingin jadi pelukis, aku ingin jadi designer, penari. Aku ingin menjadi apapun yang kumau tapi bukan menjadi direktur perusahaan—“

“Yah Kim So Eun—“

“—Kita memiliki Yoo Chun-oppa. Seseorang yang lebih dari segalanya untuk kau percayakan perusahaan ini. Kenapa harus repot memberikannya pada orang yang tak menginginkannya sepertiku—“

“KIM SO EUN!”

“Ayah!” Yoo Chun menyahut cepat meredam emosi Tuan-Kim yang terpancing karena ucapan So Eun. Sementara So Eun juga tampak goyah dengan sikap dinginnya, berganti dengan tatapan sedih bercampur kesalnya. Ia pun segera melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu dan berlari ke arah kamarnya.

“Kim So Eun, tak sopan sekali meninggalkan ayahmu yang belum selesai bicara! Kembali kemari!”

“Ayah..” Yoo Chun kembali bersuara, melarang ayahnya untuk menyusul So Eun ke kamarnya. Yoo Chun menghela nafas sambil menatap ayah angkatnya itu. “Biar aku yang berbicara dengannya. Aku akan berusaha membuatnya mengerti.”

“Tapi, anak itu..”

“Aku akan mengurusnya. Ayah tenang saja. Lagipula ayah pasti sangat lelah setelah perjalanan jauh. Percayakan ini padaku..” kata Yoo Chun sambil tersenyum kecil. Melihat ayahnya sudah berangsur menenangkan diri Yoo Chun tampak mulai bangkit dari tempatnya dan menyusul So Eun ke kamarnya.

Yoo Chun membuka pintu kamar So Eun yang untungnya tak terkunci. Di dalam, di atas tempat tidur dengan bed cover merah mudanya So Eun terlihat menenggelamkan wajahnya di salah satu bantal dan menangis sesegukkan. Isakan itu terdengar pelan bahkan nyaris tak terdengar.

Yoo Chun menarik nafas, ia kemudian melangkahkan kakinya untuk duduk di tepian tempat tidur So Eun. Gerakannya membuat So Eun terkaget dan menoleh padanya. Yoo Chun tersenyum.

“Kau tahu bahwa membentak ayahmu seperti itu bukan perbuatan yang benar, bukan?” ujar Yoo Chun pelan. “Kalau menurut guru attitude mu, kau akan mendapat nilai minus.”

“Aku benci ayah yang sekarang..” So Eun terisak. “Sudah tahu kalau aku mengalami kecelakaan dan di rawat semalaman di rumah sakit namun dia malah mengkhawatirkan kekayaannya..”

“Semuanya tidak sepenuhnya begitu. Dia tetap paling mencemaskan keselamatanmu, tentu saja—“

“—Tapi buktinya tidak begitu.” So Eun menyahut cepat. “Dia malah meributkan kekayaannya. Dia menunjukkan lebih jelas lagi kalau hartanya jauh lebih penting daripada anaknya..”

“Itu sepenuhnya begitu. Seperti yang sering dia katakan, dia hanya ingin menanamkan tanggung jawab dan kedisiplinan kepadamu..”

“Aku tahu. Tapi ini berlebihan.” So Eun menangis lagi. “Bahkan kepalaku masih pusing. Setiap detik aku harus mengingat kejadian-kejadian itu. Ayah tak peduli itu..” Ucap So Eun tak berniat menghapus air matanya yang berjatuhan. “Aku benci perubahan hidupku yang sekarang, aku benci perubahan ayah. Dulu ayah selalu memanjakanku dan menjadi sosok paling sayang kepadaku. Tapi kini, setelah lebih dua tahun ini semuanya berubah. Dia memperlakukanku dengan buruk.”

“Kau tahu alasannya bukan?”

“Aku tahu. Dia ingin aku menjadi penerusnya. Tapi harus sampai kapan ia mengerti bahwa aku tidak menginginkan semuanya. Keluarga kita punya oppa, seseorang yang lebih mengerti masalah ini daripada aku. Tapi kenapa mereka harus memaksaku berada disana.”

“Kau tahu lagi alasannya bukan?”

“Apa? Karena oppa hanya anak angkat? Karena oppa bukan anak mereka? Lalu kenapa? Bagiku oppa tetap saudaraku satu-satunya, yang menjagaku sejak kecil, yang menyayangiku. Mereka pun juga menyayangimu..”

Yoo Chun hanya tersenyum kecil sambil mengusap rambut So Eun. Ia mengeluarkan sebuah sapu tangan dan menghapus air mata So Eun yang membasahi pipinya.

“Karena memang itulah peraturannya. Perusahaan itu adalah milik keluargamu, milik orang yang memiliki darah yang saat ini mengalir di tubuhmu, bukan tubuhku. Itu adalah tradisi yang turun menurun puluhan tahun lamanya..”

“Aku benci harus mendengar itu setiap hari..” So Eun kembali menangis lebih keras. “Aku benci bagaimana mereka seperti menyingkirkanmu. Kau adaah oppaku, persetan dengan darah atau keturunan..”

“Tch, kau menyumpah lagi. Sudah kubilang kalau guru attitude mu akan mengurangi pointmu kalau dia mendengar. Kau harus mulai menguranginya..” Yoo Chun terkekeh sambil mencubit hidung So Eun. “Benar, aku kakakkmu. Selamanya akan selalu begitu. Lagipula tidak menjadi direktur bukan berarti tidak memiliki perusahaan bukan? Seperti kataku, aku akan selalu mendampingimu dari belakang. Jadi bukankah akhirnya sama saja?”

“Tapi aku sudah katakan bahwa aku tak ingin terlibat dengan perusahaan..” So Eun merengut kembali.

“Aku juga sudah katakan, kalau tidak mau kau hanya perlu berpura-pura saja. Yang kau lakukan hanya menuruti ayah dan duduk disana maka aku akan mengerjakan semuanya untukmu..”

“Tch, kau sama saja keras kepalanya..” So Eun akhirnya mendesah menyerah sambil kembali membaringkan tubuhnya. Yoo Chun mengalihkan usapannya dari rambut So Eun menyentuh dahinya.

“Bagaimana kondisi tubuhmu?”

❤ Park Yoo Chun❤

Eun Hyuk tampak keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai boxer dan menyeka rambutnya yang terlihat basah. Pemuda itu kemudian berjalan lebih memasuki kamarnya mendekati sebuah jendela yang terletak di salah satu sudut.

*!*

Oppa—OMO!!” Sulli tampak membuka pintu dan mendongakkan kepalanya ke dalam. Namun melihat kondisi kakak laki-lakinya yang bertelanjang dada ia segera menariknya kembali dengan panik. Eun Hyuk tampak hanya menatap datar pintu yang kembali tertutup itu sebelum meraih sebuah kaos putihnya dan berjalan ke arah pintu. Ia meraih gagang pintu ketika sudah memakai kaos berwarna putih itu.

*!*

“Ada apa?” Tanya Eun Hyuk pada Sulli yang berdiri di samping pintu. Sulli tampak memperbaiki posisi berdirinya di depan Eun Hyuk.

“Um..” Sulli memanyunkan bibirnya. “Minta uang..” rengeknya kemudian sambil menadahkan kedua tangannya pada Eun Hyuk.

“Bukankah uang jajan mingguanmu baru kuberikan dua hari yang lalu? Kenapa minta lagi?”

“Oh itu karena..” Sulli tampak menggigit bibirnya ragu. “Semalam aku memberikannya pada bibi yang kemarin itu. Aku kasihan karena kata bibi itu dia belum menyiapkan perlengkapan bayi untuk Eun Seol.”

Eun Hyuk menghela nafas medengarnya. “Sulli, beberapa kali kukatakan. Kita bukan orang yang punya banyak uang, berhentilah memberikan bantuan kepada semua orang.”

“Tidak semua orang, hanya..” Sulli menahan bantahannya melihat tatapan datar Eun Hyuk. Menundukkan kepalanya. “Maaf oppa, tidak lagi lain kali. Aku janji ini adalah untuk yang terakhir kalinya..”

Eun Hyuk menghela nafasnya lagi, sedikit menyesal juga karena kedengarannya ia seperti seseorang yang tidak suka membantu orang yang membutuhkan. Namun ia memang tak punya pilihan lain karena ini sudah kesekian kalinya Sulli melakukan ini. Eun Hyuk hanya sedikit menyayangkan saja karena di sisi lainnya ia terus berusaha mengumpulkan uang untuk Sulli yang memang juga memiliki masalah dengan kesehatannya. Paru-paru Sulli lemah, sehingga Sulli sering bolak-balik ke rumah sakit dalam sebulannya karena sesak nafas.

Eun Hyuk tampak masuk kembali ke kamarnya sebelum tak lama kembali keluar dengan dompet di tangannya. Eun Hyuk baru saja membukanya ketika sesuatu meluncur darisana. Eun Hyuk dan Sulli serentak melirik ke lantai, menyadari bahwa itu adalah sehelai kertas foto. Eun Hyuk berniat memungutnya kembali namun tangannya kalah cepat dengan Sulli.

“Ini..” Sulli menatap kertas foto di tangannya sebelum mengangkat wajahnya melirik kembali kakak laki-lakinya. “Oppa masih menyimpan foto orang ini?” Tanya Sulli kemudian. Namun Eun Hyuk segera menyambar kembali benda itu.

“Ini. Segeralah berangkat sekolah nanti kau terlambat.” Kata Eun Hyuk menyodorkan sejumlah uang pada adik perempuannya itu. Sulli tampak hanya menerimanya dengan gerakkan pelan, masih menatap pemuda itu dengan tatapan yang sama namun Eun Hyuk tak menatapnya lagi dan malah masuk kembali ke kamarnya dan menutup pintu. Sulli tampak menghela nafas sambil berbalik dan meninggalkan tempat itu.

Sementara Eun Hyuk tampak masih berdiri di belakang pintu kamar yang baru saja ditutupnya. Ia menghela nafas pelan sebelum menatap kertas foto yang masih berada di tangannya. Menatap potret seorang gadis cantik yang tersenyum cerah di dalamnya.

Pagi ini seperti biasanya So Eun kembali ke kampus untuk menjalani rutinitasnya. Gadis itu terlihat sudah sangat sehat, walau tidak dengan moodnya.

Ketika melewati koridor So Eun melihat kedua temannya Bo Ra dan Uee. Wajah muram So Eun sedikit berubah senang, ia mempercepat langkahnya menyusul keduanya.

“Bo Ra! Uee!!” Serunya senang sambil melambaikan tangan pada keduanya. Kedua gadis yang awalnya tampak saling bercanda itu tampak menoleh kepadanya. Namun bukannya membalas melambaikan tangan atau tersenyum, kedua gadis itu saling bertatapan dan segera beranjak darisana seperti tidak melihat kehadiran So Eun. So Eun menurunkan kembali tangannya dan menatap kedua sahabatnya itu yang menjauh ditelan keramaian.

“Kenapa? Apa mereka tak melihatku?”

Gadis yang tadi terlihat dalam kertas foto yang dipegang Eun Hyuk tampak tengah berada di sebuah ruangan yang kelilingi oleh cermin. Gadis yang terlihat memiliki tubuh yang sangat lentur itu saat ini tampak sibuk meliukkan badannya mengikuti iringan musik klasik. Menunjukkan kepandaiannya dalam menari ballet.

Bervariasi gerakkan telah ditunjukkan, menimbulkan decak kagum dari beberapa orang yang kebetulan berada disana dan menyaksikan. Termasuk salah satunya pemeran utama wanita kita yang tampak menatap setiap gerakkan wanita di depannya dengan takjub. Matanya tak pernah lepas teralihkan dari setiap detik gerakkan.

*!*

Musik berhenti, begitupun dengan gerakkan tubuh yang lincah itu. Suara music kini berganti dengan suara tepukan tangan bersama gadis itu yang tersenyum dan membungkukkan badan.

“Itulah gerakkan yang kumaksud. Sekarang silahkan latihan untuk mempelajarinya.” Kata gadis itu ramah pada beberapa gadis muda di depannya. Para muridnya itu tampak menyahut serempak sebelum mulai mengambil posisi mereka masing-masing dan mulai melatih gerakkan yang mereka saksikan. Sementara itu sang guru malah beranjak ke sudut lapangan, menemui sang pameran utama wanita kita.

“Kau datang? Bukankah kau baru keluar dari rumah sakit?” kata Victoria, pengajar ballet itu sambil mendekati So Eun. So Eun tampak hanya menghela nafas pelan dan mengangguk.

“Aku bosan di rumah. Itu sebabnya aku tetap kesini..”

Victoria tampak tersenyum kecil dan mengangguk maklum. Sebelum duduk di samping gadis yang terlihat lesu tanpa gairah itu. “Aku sudah mendengar apa yang terjadi padamu dari Yoo Chun..” gumam Victoria kemudian. So Eun lagi-lagi menghela nafas.

“Aku semakin membenci ayah. Hari ini tiba-tiba kedua sahabatku mulai menjauhiku. Aku yakin ayah telah mengancam mereka berdua..” ucapnya sambil menundukkan kepala, terlihat sedih. Victoria tampak menghela nafas sambil mengusap bahu So Eun.

“Aku ikut sedih mendengarnya. Ayahmu tidak seharusnya melakukan itu..”

“Tentu. Tentu saja ia tak seharusnya begitu. Kenapa dia terus seperti ini padaku? Dia merenggut masa mudaku, kini.. kini dia menjauhkan aku dari dua sahabatku. Dia itu benar-benar kejam, dia tak seharusnya menyebut dirinya sebagai ayahku..”ucap So Eun sedikit terpancing emosi. Matanya tampak berkaca-kaca.

“So Eun, kau tak boleh begitu. Walau bagaimanapun ayahmu punya alasan melakukan semua itu..” ujar Victoria lembut sambil terus mengusap bahu So Eun untuk meredam emosinya. Namun So Eun menggeleng kuat.

“Lalu apa aku juga tak punya alasan? Aku berhak menentukan jalan hidupku sendiri..” So Eun menyahut cepat. “Lagipula semuanya sudah tidak benar dari awal. Mengenai keputusan mereka memaksaku untuk mengelola perusahaan dan mendiskriminasi Yoo Chun-oppa..”

“Bukankah masalah itu sudah jelas alasannya?”

“Apa? Karena dia bukan kakak kandungku? Lalu kenapa? Bukankah dari kecil juga dia telah menjadi bagian keluarga kami? Seharusnya tidak ada yang harus berbeda.”

Victoria lagi-lagi hanya tersenyum kecil. Ia sudah sangat hapal dengan sikap keras kepala So Eun, dia pun memaklumnya karena memang tidak mudah menjadi So Eun.

“Lalu sekarang bagaimana? Nyatanya ayahmu tetap dengan keputusannya. Kau harus mulai menentukan arahmu antara tetap mengikutinya atau tidak..” kata Victoria kemudian. So Eun lagi-lagi hanya menghela nafas, mengalihkan pandangannya pada beberapa rekannya yang sibuk latihan ballet di depannya.

“Aku tak tahu..”

❤ Song Gi An – Victoria❤

So Eun keluar dari mobilnya tanpa gairah ketika mobil itu baru saja parkir di depan rumah mewahnya. So Eun menghela nafas sambil menengadah menatap rumahnya yang bak istana itu. Terpaku melihat rumah yang sangat mewah itu namun sama sekali tidak membuatnya senang setiap kali pulang ke rumah.

So Eun menghela nafas, kembali mengotak-atik ponsel yang berada di tangannya dan berusaha menghubungi Bo Ra maupun Uee. Namun sama saja, kedua temannya itu tidak ada satupun yang menjawab panggilannya, membuat So Eun lebih menarik nafas panjang.

“Nona silahkan langsung masuk saja. Guru anda telah datang sejak tiga puluh menit yang lalu..” kata salah satu maid yang melihat ia terpaku di depan pintu. Namun So Eun hanya menarik nafas sambil menatap kosong pintu rumahnya yang terbuka lebar, menunjukkan segala hal yang berhubungan dengan kemewahan di dalamnya. Namun bukan sesuatu yang membuat So Eun bahagia melihatnya, tidak lagi. “Nona?”

“Ya bibi masuk duluan saja. Aku akan menyusul..” jawab So Eun lesu. Wanita itu tampak tersenyum sambil melangkahkan kembali masuk setelah memberi So Eun penghormatan.

So Eun menghela nafas sambil masih terpaku di depan pintu. Ia masih belum beniat masuk, apalagi ia tahu setibanya di dalam guru yang mengajarkannya tentang attitude atau sebagainya itu pasti akan mengomelinya karena keterlambatannya. Belum lagi kalau ia menyebut-nyebut soal tragedi yang terjadi dua hari yang lalu.

“Lalu mungkin kau harus berani untuk melakukan sesuatu untuk melihat apa keinginanmu. Kau harus mencari tahu alasan apa yang membuat hatimu selalu bertentangan dengan kehidupanmu yang sekarang sehingga membuatmu terus berontak. Kau harus mencari tahu apa yang kau inginkan sebenarnya..”

Sekilas ucapan terakhir Victoria tadi kembali terngiang di telinganya, membuat ia menarik kembali kakinya yang baru saja berniat melangkah masuk ke dalam rumah. So Eun menarik nafas sambil mundur dari posisinya, sebelum keluar kembali melewati pagar yang terbuka. Mengacuhkan panggilan beberapa penjaga rumah yang melihatnya dan melarikan diri dengan sebuah taksi yang beruntung langsung ia temukan.

Eun Hyuk menuangkan cairan dari dalam botol di tangannya ke dalam dua buah gelas Kristal di tangannya. Setelah mengisi keduanya lebih setengah gelas dia mengangkat wajahnya, sebelum menggeser dua gelas itu ke hadapan dua orang wanita yang duduk di hadapannya. Dua orang yang sejak tadi memperhatikan setiap gerak geriknya. Eun Hyuk memasang senyum tipisnya pada kedua wanita yang terlihat lebih dua darinya itu.

“Silahkan dinikmati..” ucapnya pada keduanya. Kedua wanita itu tampak menerimanya sambil masih memasang tatapan menggoda pada pemuda itu.

“Terima kasih..”

“Eun Hyuk-ssi, bagaimana dengan tawaranku kemarin. Apa kau sudah mempertimbangkannya?” Tanya salah satu dari wanita itu tanpa meyentuh gelas miliknya sama sekali.

Eun Hyuk menghentikan pekerjaannya yang sedang mengelap beberapa gelas. Balas menatap wanita itu dan smirk.

“Aku tak mau mengambil resiko dicemburui atau dimarahi kekasih atau suami anda..” jawab Eun Hyuk singkat. Wanita itu tampak sedikit berjengit kaget.

“A-Aku tak punya kekasih..” jawabnya gugup. Eun Hyuk tampak tersenyum tipis lagi sambil melanjutkan pekerjaannya.

“Aku tak percaya wanita mapan, cantik, dan seksi seperti anda tak punya kekasih..”

Walau ia menunduk namun Eun Hyuk dengan yakin melihat bahwa wajah wanita itu langsung memerah karena pujiannya. Eun Hyuk sudah terlalu hapal semua ini, bertahun hidup di lingkungan seperti ini telah menciptakannya menjadi seorang pro. Kalau bukan begitu tentu saja ia tak akan mampu bertahan di dunia yang seperti ini sekian lama. Menggaet banyak wanita dan menarik banyak keuntungan.

“A-Aku akan meninggalkannya demi dirimu, E-Eun Hyuk. T-Tunggu aku ya..” ucapnya tak lama dengan wajah memerah. Eun Hyuk tampak hanya melayangkan senyuman smirk lainnya mendengar ucapan wanita itu. Wanita itu terlihat lebih senang lagi.

Pintu bar terbuka, dan terdengar sedikit keributan yang membuat Eun Hyuk serta dua wanita di depannya menoleh kesana. Menemukan beberapa orang laki-laki yang mungkin sudah mabuk menggoda seorang pengunjung yang baru saja datang. Eun Hyuk awalnya hanya memperhatikan sekilas keributan kecil itu, namun tak lama dahinya sedikit mengerut melihat gadis yang saat ini berjalan dengan angkuhnya melewati para laki-laki mabuk yang mengganggunya.

“Jangan berani mengangguku, orang-orang tak tahu malu. Kalian akan terlibat masalah kalau berani menyentuhku sedikit saja..” katanya berbahaya. Tiga laki-laki itu tampak tertawa meremehkan, namun mereka terlihat tak berniat meladeni gadis itu terlalu lama dan membiarkannya melewati mereka begitu saja.

“Masih anak kecil. Tidak asyik diajak bersenang-senang.” Kata mereka sambil tertawa keras sesama mereka. Sementara gadis itu tampak hanya menampakkan wajah lebih kesalnya sambil lebih memasuki ruangan.

“Siapa yang kau sebut anak kecil. Dasar orang-orang tak punya masa depan..” desisnya yang untungnya tak terdengar oleh tiga orang yang kini malah menggoda pengunjung lainnya. Sementara gadis itu tampak mendekati meja barista, menghempaskan tubuhnya di hadapan laki-laki yang masih memperhatikannya itu.

“Beri aku minum–!” ucapannya menggantung ketika ia mengangkat wajahnya dan lebih melihat siapa yang berdiri di depannya. Matanya tampak sedikit membesar kaget menyadari siapa yang saat ini juga menatapnya datar itu. “Kau?”

“Kita bertemu lagi..” Eun Hyuk memberikan senyuman tipisnya. “Sepertinya di tempat yang kurang tepat lagi..” sambungnya menggumam.

So Eun hanya memutar bola matanya bosan. Jelas ia tahu maksud Eun Hyuk tersebut, juga sebenarnya ia masih ada sedikit rasa kesal pada pemuda di depannya itu. Namun So Eun memilih tak memperdulikannya karena dia sedang tidak ingin mencari masalah dengan siapapun.

“Berikan aku minum.” Kata So Eun kemudian. Tanpa melirik Eun Hyuk. “Yang memabukkan..”

Eun Hyuk lagi-lagi tersenyum. “Oh nona, disini semua minumannya akan membuatmu mabuk. Kau tidak akan menemukan susu vanilla yang biasanya kau gunakan sebelum tidur..” ujarnya menunduk menahan tawa. So Eun melayangkan tatapan kesal padanya.

“Jangan mulai lagi!” Serunya sebal. Dalam hati ia sebenarnya kaget karena pemuda itu menebak dengan benar minuman yang biasanya mengantarnya tidur. “Aku adalah pelanggan disini, ingat? Berani membuatku kesal itu artinya pekerjaanmu terancam..”

“Baiklah, maafkan aku..” Eun Hyuk menyahut sambil masih tersenyum kecil. “Jadi mau minum apa?”

So Eun tak langsung menjawab, tampak sedikit berfikir. Ini adalah pengalamannya pergi ke tempat hiburan malam seperti ini. Beberapa hari yang lalu sebenarnya dia berencana untuk pergi bersama kedua temannya, namun rencana itu gagal karena sebuah kecelakaan yang juga berhubungan dengan laki-laki di depannya ini. Sekarang ditanya tentang minuman, So Eun tak tahu harus memesan apa.

Absinth..” So Eun tiba-tiba menggumamkan sesuatu yang sempat ia tangkap ketika ia hendak masuk kemari. Kalau tidak salah, satu dari ketiga laki-laki menyebalkan tadi sempat mengucapkannya. So Eun tersenyum sedikit puas, mengangkat wajahnya lagi pada pemuda di depannya. “Aku mau itu..”

Eun Hyuk tampak mengangkat alis, ikut tersenyum smirk sambil mengaggukkan kepalanya. “Aku tak menyangka kau punya selera yang cukup bagus..” tanggapnya singkat sambil mulai menyiapkan gelas. Ia pun menyiapkan minuman yang baru saja dipesan So Eun.

Sementara itu So Eun hanya menatap kosong meja di hadapannya, sesekali ia mengalihkan pandangannya pada pemuda di depannya yang menyiapkan minuman pesanannya. Sulit dijelaskan, namun untuk pertama kalinya So Eun harus terkagum melihat cara kerja Eun Hyuk yang cepat dan.. elegan. Hal itu sepertinya disadari betul oleh beberapa wanita yang ternyata juga terus memperhatikannya sejak tadi, bahkan bertepuk tangan senang begitu pekerjannya selesai. Eun Hyuk tampak mengangkat wajahnya dan memberikan senyuman pada wanita-wanita itu sementara So Eun memutar bola mata sedikit sebal memperhatikannya.

“Dasar playboy..” gumanya pelan. Ia kemudian menerima dengan ekspresi wajah yang masih datar ketika gelas pesanannya digeser ke hadapannya.

Hari sudah mendekati tengah malam namun pesta terlihat baru saja dimulai di tempat yang memang ramai di jam mendekati dini hari itu. Semua orang tampak semakin menggila di setiap sudut, sibuk berpesta ria diiringi oleh dentuman musik yang menderu keras dan ditambah dengan aroma alkohol dan asap rokok. Sesuatu yang memusingkan kepala.

“Silahkan dinikmati.” Eun Hyuk kembali memamerkan senyuman andalannya sambil menggeser dua gelas yang baru saja disiapkannya pada seorang gadis yang memesannya. Dan lagi gadis itu tampak tersenyum menggoda sambil menerima dua minuman itu dan memberikan satu kedipan kepada Eun Hyuk sebelum kembali pada kekasihnya yang menunggu di salah satu bangku VIP. Eun Hyuk terlihat sempat membalas kedipan itu sebelum wajahnya kembali berubah datar.

Eun Hyuk meraih kain lap untuk mengeringkan tangannya, namun pandangannya ia alihkan pada seberang meja yang berada di hadapannya. Matanya menatap gadis yang tampak masih membaringkan kepalanya di kepala dengan beberapa botol minuman di hadapannya. Dia sudah mabuk, Eun Hyuk sudah sejak tadi menyadarinya. Terang saja, kurang lebih empat jam dia disini. Dari Bar yang sepi hingga berisik seperti ini dia terus meminta minuman yang memabukkan, hingga tak heran ia mulai tak kuat dan bertingkah seperti itu sejak satu jam yang lalu.

Eun Hyuk menghela nafasnya dan meletakkan kain di tangannya. Pemuda itu kemudian melangkahkan kaki mendekati gadis itu. Ia menatap sosok yang juga mulai diperhatikan oleh para laki-laki hidung belang di sekitarnya itu sebelum mengulurkan satu tangannya untuk menyentuh bahu gadis itu dengan hati-hati.

“Nona?” panggilnya pada gadis itu, mengguncang tubuh itu kini. “Nona?”

“EUMH!!” gadis itu bangun tiba-tiba, menepis tangan Eun Hyuk di bahunya sebelum kembali membaringkan kepalanya di atas meja. Eun Hyuk menghela nafas dan kembali mencoba.

“Nona?” ujar Eun Hyuk berniat melihat reaksi gadis itu. Setelah difikir kembali sepertinya ada yang kurang beres dengan gadis ini. Buktinya setelah berjam-jam dia disini dan mabuk tak ada satupun tanda-tanda akan ada yang menjemputnya. Lalu bagaimana caranya gadis ini pulang? “Nona kau harus membayar minumanmu..” katanya kembali mencoba.

“Argh! Berisik!” gadis itu berseru dan tiba-tiba mengangkat wajahnya pada Eun Hyuk. Dengan mata yang setengah tertutup dia memeriksa tas yang sejak tadi dibawanya dan mengeluarkan sesuatu. Ia menghempaskan tangannya dengan keras ke atas meja dimana terlihat beberapa lembar uang disana. “Ambilah dan jangan menggangguku lagi!” serunya sebelum kembali membaringkan kepalanya ke atas meja. Melanjutkan tidurnya. Eun Hyuk menghela nafas sambil berniat membangunkan lagi.

“Tapi nona—“

Ucapan Eun Hyuk terhenti ketika ada beberapa pelanggan yang mendekat ke mejanya. Hal itu membuat Eun Hyuk mau tak mau meninggalkan gadis itu dulu dan melanjutkan pekerjaannya. Sesekali ia melirik gadis yang sepertinya sudah tak sadarkan diri itu.

Pemuda tampan itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya ketika ponselnya berdering. Ia tampak menghela nafas sambil sedikit enggan meraih benda yang memecah keheningan di ruang kerjanya itu. Namun melihat nama yang tertera disana ia dengan cepat meluruskan duduknya dan menerimanya.

“Halo, hyung?”

“Choi Si Won..” suara berat Yoo Chun terdengar dari line lainnya. “Apa saat ini kau tengah bersama So Eun?”

Choi Si Won, pemuda tampan itu tampak sedikit kaget, “Tidak. Aku bekerja seharian di kantor..” jawabnya kemudian. “Memangnya apa yang terjadi? Apa dia membuat ulah lagi?”

“Dia kabur dari rumah sejak sore ini..” Yoo Chun menyahut dengan nada pelan yang terdengar cukup berat. Si Won ikut menghela nafas mendengarnya.

“Mungkin dia sedang bersama Victoria?”

“Aku baru saja menghubunginya dan dia bilang bahwa So Eun memang sempat menemuinya siang ini. Tapi setelah itu dia tak tahu So Eun dimana..”

Si Won menghembuskan nafas sedikit berat mendengarnya, ia sedikit melonggarkan lilitan dasi di lehernya akibat rasa panas yang menyerang tiba-tiba. Rasa yang sama setiap kali tunangannya itu membuat ulah. “Apa Tuan-Kim sudah tahu dia menghilang?”

“Untungnya belum. Beliau sedang berada di Hongkong, tapi akan kembali besok pagi-pagi sekali.”

“Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku. Aku akan berusaha mencarinya dan menanyainya kepada teman-temannya..” kata Si Won sambil berdiri dan mengemasi barang-barangnya. Pemuda itupun kemudian melesat keluar darisana dengan terburu-buru.

Eun Hyuk menyelesaikan pekerjaannya dan untuk kesekian kalinya melirik gadis yang sejak tadi masih tertidur dengan tenang di salah satu bagian meja barista. Pemuda itu menghela nafas sambil kembali lebih mendekat kesana begitu menemukan untuk kesekian kalinya beberapa pemabuk mendekatinya. Penasaran ingin menganggunya.

“Mohon jangan ganggu dia..” ucap Eun Hyuk pada dua pemuda yang langsung meliriknya itu. “Dia temanku.” Sambung Eun Hyuk kemudian.

Kedua pemuda itu tampak saling bertatapan, terkekeh sambil menatap Eun Hyuk. “Temanmu ternyata. Pantas saja..” seringainya sambil melirik gadis yang tertidur dengan damai itu. “Seleramu memang tidak pernah diragukan.” Gumanya kemudian sebelum meninggalkan gadis itu. Eun Hyuk menghela nafas lega sambil melemparkan pandangan kembali pada gadis itu. Menatap wajah damai itu ketika sekilas ia tersenyum dalam tidurnya tanpa mengacuhkan keadaan menyebalkan dan kacau balau di sekitarnya. Untuk beberapa saat Eun Hyuk terpaku menatapnya.

❤ To Be Continued❤

Akhirnya bisa publish lagi setelah hampir 3 minggu disibukkan dengan tugas kuliah. Hehehe. Inipun sebenarnya dibikin ketika mencuri-curi waktu ngerjain tugas. Ini salah satu caraku biar ga terlalu stress ngerjain tugas selain dengerin musik ataupun ngotak-ngatik sosial media.

Humm, sebenarnya aku masih sedikit berduka dan sedih karena kucing kesayanganku baru saja mati. Tapi aku lagi-lagi menggunakan FF untuk mengalihkan perhatianku. Aku harap penyelesaian ending part ini tidak terkesan aneh ya karena aku sedikit memaksakannya juga karena tidak menemukan penyelesaian TBC yang lebih baik. Aku harap bisa mengupdate FF lainnya secepatnya juga mengingat sampai minggu ini mungkin aku masih punya cukup banyak waktu luang dari tugas.

Ya udah, selamat membaca.. aku harap dalam beberapa hari aku bisa kembali memposting sesuatu.

 10368271_975884065760251_2657936648957713159_n

56 Comments Add yours

  1. ikawhia_ mengatakan:

    bgus put critanya ffmu memang. g ad duanya deh turut berduka y buat kucingmmu
    aku tunggu black n whitenya put pnasaram sma haesso
    n mksih udh post hyuksso q suka pairingnya hyuksso haesso yesso m kyusso hehehe
    semangat put but ffnya

  2. tesyasavika mengatakan:

    Setelah 2 kli percobaan akhirnya bisa komentar. Suka karakter hyuk yg manly disini. Dan soeun slalu jd ank manja tp kasian jg sm idup soeun yg kyk gt. Hyuk ga kerja aneh aneh kan selain barista?. Ikut sedih sama kematian zoro #RipZoro.

  3. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Turut Sedih karena matinya kucing Uni ya….. :’) #Semangat

    Wow.. Soeun benar2 pembuat masalah… Hahahah anak zaman sekarang ini namanya kurang bersyukur #Plaaakkk *Ditabok Soeun*

    Ahhh… Siwon *.* yang sabar ya Won ngadepin Soeun~

    Pertemuan Eunhyuk-Soeun pasti awalnya selalu kurang enak.. Tapi ntar lama kelamaaan jadi seruuuuuu~ !!

    Slalu ada masalah kalau mereka ketemu.. Wkwkwkwk😀

    ditunggu next chapnya dan lanjutan karya yg lainnya… !!

  4. wulan azhar mengatakan:

    Mian ne saeng, sebenarnya eonnie kurang sreg kalau so eun di pasangkan dgn namja lain selain kyuhyun sama donghae
    sama yesung juga boleh sie tapi ga pa2 dech

    wuaaah so eun ceroboh hingga ketahuan appanya kalau dia menyetir mobil, apalagi harus membayar ganti rugi

    hadewh hyuk kenapa sie untuk menolong seorang bibi harus merasa keberatan?, kan kasihan si bibinya harus menahan sakit

    koQ berharap so eun jadinya sama siwon aja????

    Semangat ya saeng tuk menulis ff nya
    keren koQ ceritanya….

  5. Gg mengatakan:

    belom dpt feelnya sihh, mungkin karna baru kali yaaa? heheheehe
    keep going, maybe i feel it in next chapter. semangat ~^^~

  6. Soeun mengatakan:

    Huh hidup Sso sperti nya menyebalkan dgn aturan yg dilakukan ayah nya apalagi Sso sangat keras kepala😦
    apa victoria mantan hyukjae ?
    Next next next eon🙂

  7. shafa nazila mengatakan:

    Akhirnya yang ditunggu tunggu dipublish juga, suka sama karakter eun hyuk yang dingin dan so eun yang keras kepala. “Untuk beberapa saat Eun Hyuk terpaku
    menatapnya.”
    Ciee~ yang mulai terpesona sama kecantikan so eun. Buat post”an selanjutnya ditunggu deh

  8. cicikim mengatakan:

    Ff y keren aqu ska pairing hyusso ditungu ff lain y turut brduka…

  9. Rakha mengatakan:

    Klo aku jadi suli mungkin udah gila liat darah,dan yang paling keren pas bagian hyuk jadi barista, ngebayanginya seperti sosok hyuk itu keren banget,bang siwon pasti seperti itu sabar dan baik…
    Baik lanjutannya ditunggu

  10. Hetty Pratiwi mengatakan:

    tumben nie eunhyuk gak jadi pemuda playboy yang tajir…sisi beda dari hyuk…aku sangat suka kalau soeun dpasangin sama eunhyuk n donghae dari angota suju diff…sulli disini hatinnya sangat mulia ya..pasti pasangannya my taeminnie : so eun semngat…hidup kamu terlihat melelahkan haha..

  11. Choi Shinae mengatakan:

    oh my god…
    Dari awal sudah menarik. sulli berani banget >_<
    hyuk mulai curi2 nih sama soeun kkkk

  12. mothisan mengatakan:

    Awal pertemuan yg mengesankan sekali,,,,
    Untuk awal cerita benar2 keren,,,

  13. dewi mengatakan:

    kereeeeeen
    daebaaak
    two thumbs up buat authorrr
    terus berkarya ne😃

  14. YhuliiSoeun mengatakan:

    Seru banget ini., apalg pertemuan HyukSso kekeke ~😀
    Jadi Sso tkut dgn darah? Sama aku sih sbenar.y …
    Peran sso d.sni cocok bgt,feel.y dpt bgt… Yoochun oppa cocok bgt jadi kk.y sso,, suka liat mereka…😉 wlau d.sni cuman anak angkat tpi untung.y dia d.syang dan Sso syg bgt sama dia,.. Dan choi siwon jadi tunangan Sso yg dwasa dan baik,, hohoh seperti.y siwon oppa harus sbar2 hadepin sso dgn smua sifat2.y😀😀
    welehh,, hyukppa masih suka mantan.y kyaky ni.. Suka juga krakter eunhyuk oppa d.sini.. Cocoklah brsanding dgn Sso .. Hahaha..next part.y d.tggu.. Ff yg lain.y jga..😉

  15. Shaneyida mengatakan:

    Soeunnya nakal2 imut d sini😉 …anak horang kaya yg butuh perhatian extra ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ ,sso mencoba memberontak …terkdng keinginan ortu emg g sejalan ma kemauan sang anak di sinilah dia menunjukan sifat pemberontak nya .
    Asyek bener sso mengendarai mobil mewahnya d tambah niat mau mengerjai kedua temannya akhirnya dia keladasan dan dampaknya hampir tabrakan tp nasib baik dia menubruk panjuran dan mendapatkan kesegarahan jasmani dan rohani. Tersiramlah t air k kepalanya dan bodynya bahkan k isi mobilnya yg membuat jd bersih supaya sso ngebwa mbl g ugal ugalan lgi hhhe😄 #eoh

    Wihh sulli ada bakat jd ibu’ bidan or dokter #eoh kkke nunjuk tiba2 t ibu2 melahirkan d dlm mobl dan dg posisi sulli yg memegang t baby hhhhi adek eunyuk punya keahlian yg terpendam hhhe😄 ,,
    Hangat bgt ngeliat moment betapa hyuk sgt menyanyangi sulli dia bekerja demi hidup dan adeknya yg sakit . Trus hangat juga ngeliat soeun ma yo chun walopun bukan sudra kndung tp tidak ada batasan bgi keduanya untuk sling menyayangi {}
    Lucu deh klo liat taemin lengket ma soeun ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥

    Td sdg berpikir siwon itu sapo apalgi dia kwatir bgt pas sso masuk rs ..Owh rp nyo siwon eeee dia tunangan soeun toh ..di jaga dg bener ee bang😉

    Awalnya sso takut berhadapan ma appanya krna takut d bunuh dan diomeli tanpa titik dan koma eee rupanyo malah sebaliknya sso yg nyerocos kek kereta api menentang ocehan appanya hhhe dasar wanita yak slalu menang klo adu mulut tp klo adu kekuatan pasti kalah dah tu ªkªkª =)) ªkªkª =)) ªkªkª =)) #eoh

    Pertemuan kdua hyuksso pun jg tak kalah berkesan dr yg pertama , nah lo kira2 eunhyuk akan membawa sso kerumahnya kah ?or menghubungi orng terdekat sso untuk menjemputnya ? Apakah siwon berhasil menemukan tunangannya ? Trus apakah ayah sso bklan tambah murka melihat sso lr dr less attitude nya ntu *thinking*
    Btw itu pekerjaan eunyuk ..hmmmm (?)

    Slalu kecanduan ma ff puput (y)

    100 jempol kaki buat puput (y)
    Lempar senyum zoro jolo buat ajuhma puput (O̷̴̷̴̯̐ .̮ O̷̴̷̴̯̐) .zoro tersenyum d sana mendoakan pu2t agar slalu sukses krna puput dh syang ma dia {} *don’t b (º̩̩́• ̯•º̩̩̀)” oce* dan akan slalu menjdi kenangan terindah yeah :*

  16. Aisparkyu mengatakan:

    .ach critanya kren bnget,hyuk oppa d snii bner” kren bnget,, o ya aq trut brdka cita thour atas mngalnya kcing ksyanga mu itu #RIPzoro Y_Y,, d tnggu aja nexs partnya

  17. huaaaa baru part satu udah keen dan konfliknya juga mulai ada ?!!
    suka bnget kalo sulli jdi adenya hyuk jae ,cocok bnget soalnya !!

    keren pastinya cepat di lanjut dan di tunggu karyamu yg lainnya !

    dan turut berduka ats kucingnya

  18. Luthfiangelsso mengatakan:

    Sebelumnya turut berduka cita atas meninggalnya kucing mu put..

    Sso yuh kekurangan perhatian dan kasih sayang dari appa nya,
    Tapi untungnya dia punya yoochun oppa yg sayang sama dia. Aku jg pengen punya kakak laki” yg sayang bgt ke aku #curcol haha..
    Nextnya di tunggu dan black and white nya hehe ^^

  19. nita mengatakan:

    crta ny krn ka. alur crta ny jga gk ngbosenin. low soal perff pan ff mu emnk plng krn ka. trt brduka cita buat kucing mu y ka. d tnggu jga lnjtn ff lain ny. keep writing. 🙂

  20. ayu mengatakan:

    ceritanya seru dan menarik, . Karakter soeun yg keras kepala dan enhyuk yg sdikit dingin tp susah ditebak. .he.e.

  21. Kim Ra rA mengatakan:

    huuuf’ ngebayangin ada yang melahirkan di dalam mobil cukup bikin aku ngilu -_-‘

    ternyata Sso cukup terkekang dengan sikap tegas dan disiplin yang Appa nya terapkan dan yochun oppa ternyata hanya saudara angkat!!!

    Apa won pa bakal tersakiti lagi??? kyaaaa Oppa kalau Sso sama hyukie oppa sama aku aja kkkk~

    hyukie yang punya gummie smile jadi dingin dan acuh tak acuh… foto yang hyuk punya itu Victoria kan? dan ternyata vic kenal Sso. waaah pasti seru nich.

  22. Irnawatyalwi mengatakan:

    So eun bnar2 keras kpla n lagi2 eun hyuk menolongx krn kalau eun hyuk tak ada pasti sso uda d ganggu hbis2n sma namja2 brengsek i2, ow trnyta siwon tunagan sso. Sepertix akn bxk kish cnta yg rumit d ff ini. Oh ya sm0ga ayah sso tdk tau mengenai kejadian sso k bar n mbuk2kn pasti sso bnar2 akn d bnuh dgn omelan aolh ayahx

  23. kristienuuna mengatakan:

    wah akhir na riLis..
    hohoo^^ hyuksso..

    duch Sso kayak na depresi bgt ya ama sikap appa na..
    sampe teLer d bar kayak githu..
    untung ada Hyukie oppa yang jaga’in..

    uuh Sulli baek bgt jadi orang..
    hehehehehehee..🙂

    aku penasaran ama charater na Vict..
    ada rahasia apa yg dia simpen ya??
    apa cuma hubungan masa Lalu na ama Hyukie oppa ajah??
    humm penasaran..

  24. Fee mengatakan:

    Bagus thor

    q suka sm karya2mu. Apalagi di ff ini krakter so eun jadi trouble maker.

    Q tunggu krya kmu slanjut’y…

  25. tinot uzumakie mengatakan:

    ah kim so eun jdi gadis keras kepala. ska am karakter hyuk oppa. di tunggu ff selanjutnya chingu

  26. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Aiihh.. HyukSso baru ketemu udah berantem aja.
    Tapi momentyg terakhir itu, semoga aja semakin bikin HyukSso dekat.
    Karakternya Eunhyuk bener2 beda 180 derajat sama aslinya. Disini Cool banget. Kkkk
    dan Soeun, hampir mirip2 dengan ff lalu. Sedikit manja tapi disini lebih tegas dan berkarakter aja sih.
    HyukSso salah 1 pairing fvorit gue. Makasih udh bikin ff HyukSso. Semoga moment selanjutnya lebih greget lg.

    FF Black n White kapan nih dilanjut??
    Ditunggu ff2 selanjutnya. Fighting!

  27. yuliana mengatakan:

    hwaaa pertemuan yg rumiiin…
    akankah hyuk terpesina dgn so uen…tp bgmna dgn siwon…tau jangn2 victoria mengincar harta kekayaan kluarga so uen sebab itu dia meninggalkn hyuk…hwaa nii veritanya seruuu…di lanjuut eoniee secepatnyaa

  28. dizha adrya mengatakan:

    hoho trnyta sso itu tunangn bang wowon ya,, ciee hyuksso klian brtmu lgi utk yg, kedua klinya ya,, smga hub klian smkn mbaik n mnjdi seorng tmn baik🙂

  29. Devi mengatakan:

    bagusss bngeeeet cerita’a,,,,
    ssihan eonnie so eun harus meninggalkn keinginan’a untuk mnjadi designer+penari ballet karena harus mnjadi penerus ayah’a,,,,
    awal pertemuan eonnie so eun ma hyukppa di awali dngan pertengkaran karena kecerobohan eonnie so eun,,,,,
    emh trnyata victoria tuch mntan’a hyukppa???tpi ap y penyebab’a hyukppa ma victoria putus ????trusss akanla eonnie so eun ma hyukppa saling jatuh cinta dengan seiring’a mereka bertemu,,
    jd pnasaran ma kelanjutan’a,,,
    d tunggu thor kelanjutan’a & turut berduka cita ats meninggal’a kucing kesayangan author,,,,,,

  30. Devi mengatakan:

    baguss bangeeet cerita’a,,,,
    kasihan eonnie so eun harus meninggalkn cita2’a yg ingin mnjadi designer ato penari ballet karena haruss mnjadi penerus ayah’a,,,,
    d awal pertemuan antara eonnie so eun ma hyukppa d awali dngan pertengkaran karena gara2 kecerobohan eonnie so eun,
    tpi kira2 klo mereka sering bertemu aknkah mereka saling jatuh cinta ????
    jd penasaran ma kalnjutan’a,,,,
    d tunggu thor kelanjutan’a & turut berduka cita ats meninggal’a kucing kesayangan author,,,
    semangaaaaaat ,,,,

  31. Esaa mengatakan:

    Dari awal aku mencari cari hal apa yang terinspirasi dari nice guy, ternyata karakter sulli dan enhyuk ya?!
    Haha aku sempat mengira pembalasdendamannya.
    Eh ngmong2 foto yang disimpen Eunhyuk siapa?
    Mungkinkah Victoria? #asaltebak

  32. anastasia erna mengatakan:

    ada ff baru nich…
    bagus put ceritanya…
    kasian ma hidup nya sso…sudah diatur ma appa nya…
    penasaran ma foto yg dipegang eunhyuk…
    victoria kah??

  33. pipip mengatakan:

    Waaa ff trbaru kluar jg
    ceritanya masi random dan blm bsa ktebak gmna akirnya
    soeun dsni sifatnya sdkit mnja tpi keras kepala
    Eunhyuk kaku bnget dsni suka dgn wataknya cool gtu hihi
    foto yg jatuh dri dompet eunhyuk otu kra2 siapa ya? Trus ada hub apa mreka?
    Dtnggu next partnya eon

  34. muntaryati mengatakan:

    heeem ngga bisa ngebayangin kalo di posisi sulli bantuin orang ngelahiri gitu,tak kirain tadi Siwon yang Kakaknya Soeun ternyata Yoochun…

  35. chasofiana mengatakan:

    Akhirnya part 1 d’publish…😉
    awal crt.y menarik apalagi pertemuan hyuksso yg sllu tdk enak dn mnmblkn mslh🙂 selalu suka sm karakter sso yg manja keliatan imut…
    He3…😉 tp kshn sso yg yg hidup.y d’atur sm ayah.y yg akhr.y membuat dy krs kepala tp co2k dgn karakter hyukjae yg dingin…
    Sllu suka jg sm karakter siwon yg sll sbr dn dewasa🙂
    kira2 pa yg bkln dlkkn hyukjae sm sso? Brhrp dy nolongin sso dri pria2 hidug belang tu..
    “Untuk beberapa saat
    Eun Hyuk terpaku menatapnya”
    aigoo,,,sprt.y hyukjae dh mulai jatuh dlm pesona dan kencantikn sso…😉
    eonni,,,part slnjtny bwt pnsrn d’tunggu y eonni…🙂
    ikut sdh ats kmtian kucing eonni…😦
    Fighting…😀😉

  36. vhi mengatakan:

    baru part 1 udah banyak bikin masalah,,,,, kasian juga sih hidupnya diatur” kaya gitu ….. semangat terus buat sso sama eunhyuk juga oppa yang baik mau kerja keras buat adiknya🙂🙂🙂🙂 ……

  37. Shafa S mengatakan:

    FFnya bagus.
    Apalagi castnya eunhyuk. Keep writing author🙂
    ditunggu kelanjutannya

  38. yehaesso mengatakan:

    semangat ada yg baru, akhirnya dipublish juga..
    ok masih part awal hyuksso moment masih sedikit hihi
    wah sso, aku kira karna eunhyuk ternyata karna darah😀
    sulli baik banget, hihi

    inalilahi turut berduka author, semoga dapet kucing pengganti yg baru. semoga ada waktu juga untuk sempetin nulis ff. semangat terus author. ditunggu selalu karyanya🙂

  39. silviaa mengatakan:

    Ceritanya bagus
    Apa lagi ada eunhyuknya.
    Ditunggu part selanjutnya….
    Ikut sedih dengan kematian zero
    Apa lagi aku juga punya kucing…
    Gak kebayang kalau dia mati…

  40. anna mengatakan:

    eiyyy soeun nakal nie,,jd ank mnj&krg prhatian heem syndrom rata2 ank org kaya,,hyuksso disatu sisi hoby mnghamburkn harta sdgn sisi yg lain amat mnghemat pngeluaran,,sdh agak kebaca hbgn mrk smua tp msh prlu keyakinan&kejelasan lgi,,mnggu klnjtny gomawo

  41. Nuneo mengatakan:

    ahhh turut berduka atas meninggalnya Zorro ya unnie😦 . aku udh pernah ngerasain kehilangan kucing kesayangan ><. update soon ya kak! ^^~

  42. princess ice mengatakan:

    turut berduka atas kematian kucingmu,klo g slah namanya zoro ya.. hehe

    dream catcher..
    mian aku baru baca kembali ffmu put stlah bbrpa lama gk ngnjungin blog.
    di bbrpa bag mmang mngingatkan aku sma nice guy. misal profesi hyuk sma adek prmpuan’a yg pnya mslah ksehtan v tentu critanya jauh berbeda ko’.
    entahlah tapi aku kurang pas sma siwon jadi tunangan sso.. part2’a d tnggu segera dan part hyukssonya d banyakin ya put… fighting!

  43. Safriyanti mengatakan:

    Sso jd gdis yg bner2 kras kpla,,,
    hyuksso hrus brtmu dlm kdaan yg gk mngutungkan,,,
    ksian jg hdup sso trllu trkekeang,,,
    pa vic to mantan hyuk y,,,
    pa sbnr,a trjdi ma khdupan hyuk,,
    tros sso jg pa bner2 mnykai siwon,,
    jd wonsso dh tnangan ne,,,
    gmna certa,a y,,,
    cieeee hyuk trpesona ma snyuman sso meski hanya snyuman kcil dlm tdur,a tnpa sdar,,,
    dmna2 sso sllu d anggsp anakn kcil y,,,
    ayo sso cptlah dwasa,,,
    hheheheh

  44. nur irha smr mengatakan:

    akhrny part 1 ny dposting^^
    crtany menarik chngu! aku suka karaktr euhyuk terkesan cuek tp tenang plus brtnggungjwb ma adkny!
    jk d adu dg skap sombong,kras kepala n manja soeun,jd pnsran sngt gmna mrka nantiny jth cnta #heheee
    bwt author ttp smgd nls ff ny!d tggu!
    *oh author pnyka kcing!kbtln rmh ku tmpt yayasan kcing,bnyk ank kcing bs d pesan wkwk ‘bcnda’
    thor mnta PW FF BLACK N WHITE tlong d krm k email aq please!:(, aq udh mati pnsran ma crtany.ak bngung gmn cra dpt PW ny,mkany klw thor g kbrtn krm k email aq ya.
    simamora.ira04@yahoo.com
    MKSH.

  45. Rubiah sparkyu angelsso mengatakan:

    Baru sempet baca setelah sekian kama menghilkang,,ayyiikk ada yg baru..tapi huaaa…

    Putri eonni kenapa minjem suami aku gak bilang”,,kkk kenapa yg jadi lead male nya suamiku tercinta..bikin dilema,,

    yaudah deh pinjemin ke sso bentar gak masalah kayaknya..wkwkwk

    itu hyuk kasian banget ya,,harus menanguung kehidupannya dan adiknya yg sakit..oppa fighting,,buat sso aigoo pen tak jitak

  46. Rani Annisa mengatakan:

    so eun nih bisa-bisanya berbuat kayak gitu untung aja appanya lagi pergi kalau nggak pasti kena marah lagi tuh dia……

    next part

    turut berduka juga atas kematian kucingnya

    tetap semangat buat ff ya🙂

  47. mizanafidausi mengatakan:

    ya ampun kelakuan sso, bikin nyawa orang terancam deh, eh sso phobia darah macem authornya ya, ah aku jadi penasaran gimana klo km melahirkan ya put kekeke~
    aduh sulli terlalu baik deh, eunhyuk jangan galak2 sama adik manismu, kan kasian…
    vic ini mantanya hyuk, vic pacarnya yoochun kaka angkat sso, aduh rumut nih, tp disini yoochun sama vic baikan ya, hmmm mudah2an ga ada orang jahatnya deh…
    aku suka banget klo sso jadi nuna2 yg disukai brondong, kali2 brondongnya minho dong put kekeke *kabanyakan permintaan* taemin juga lucu ding, ah jadi inget debut projec…
    aku udah lama baca ff ini jadi seingetku ya comenya hehehe…

  48. Miumi mengatakan:

    keren kak put ceritanya, suka banget sma karakternya si Hyuk dsini dan krakter Sso slalu jdi anak manja dan seenaknya sndri.
    Wondad yg sabar ya pnya tunangan sprti Sso yg suka bikin masalah😀 #ditabok soeun

    maaf kak bru komen kemaren blum smpat baca dan imbasnya aku dikeluarin dari grup.
    Please masukin lagi ya kak put #puppy eyes

  49. andri susilowati mengatakan:

    Suka sekali sm karakter so eun yg kekanakan nd manja. Hehe dan siwon selalu cocok untuk menjadi orang yg sabar dewasa bijak. Ini bakal jadi cinta segitigakah? eunhyuk atau siwon.
    ditunggu kelanjutannya thor.

  50. rini mengatakan:

    baguss
    nice ff nya bikin penasaran
    sama kelanjutan cerita nya jgan lama2
    publish nya ya putt

  51. mayindrianingsih mengatakan:

    selalu diawal pasti eunhyuk sama soeun punya pasangan masing2 dulu … tapi seruuuu!!!

  52. rini mengatakan:

    paling suka sama pairing soeunhyuk
    suka bnget sma karakter nya eunhyuk disini,, soeun nya kekanak2an tapi aku plg suka sama karakter soeun yg kek gini
    ya udah d tggu kelanjutan nya ta put

  53. rara mengatakan:

    seruuuu ah can’t wait taemin sulli yg paling ditunggu2 nih

  54. aina freedom mengatakan:

    mungkin cm aku yg kurang sreq dg pairing hyuk dan sso .gk tau knp q kurang semangat bc ff dg cast mrk .klo cerita bikinan putri gk di ragukan lagi sllu puas bcnya dan bagus jln ceritanya cm kurang sreg dg pairingnya …mungkin krn aku kyusso shipper kli ya ?good joob deh put.

  55. octa mengatakan:

    Kasian kucing eonni, sabar yah eon
    Wah gimana yah kalo appany so eun tau kalo soeun mabuk ? Pasti abid diomelin hahha

  56. rizki mengatakan:

    bagus ceritanya,,, aku suka ama karakter mereka di cerita ini, meski pairing kesukaan ku kyusso ama haesso tpi tetep ditunggu next chapternya kok….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s