~ THE KIMS Part 1 (First Impression) ~


kims1

Tittle      :               THE KIMS Part 1 (First Impression)

Author  :               PrincessClouds

Genre   :               Romance, life, Married life

Rate       :               PG-15

Length  :               Chapters

Main      :               Kim So Eun & Kim Jong Woon (Ye Sung)

Minor    :               Lee Dong Hae, Kang Min Kyung, Kim Hee Chul, Shin Dong Hee, Kang Ji Hyun (So Yu),

Warning:              Typo(s)

~

My future is person like… this?

*The_KIMS_Part1*

~

Suasana masih cukup pagi, namun kepadatan sudah terlihat jelas di bandara internasional terbesar milik Negara ginseng Incheon. Dari sudut ke sudut terlihat ratusan orang berlalu-lalang dengan sebagian besar mereka terlihat begitu terburu-buru. Sedikit berlari-lari kecil sambil menarik-narik barang bawaan mereka.

Terlihat sedikit kontras di salah satu sudut terlihat seorang gadis berjalan dengan pelan. Satu tangannya tampak menarik koper yang dibawanya sementara tangannya yang satunya lagi tampak memegang sesuatu seperti sebuah kertas.

“Huh.. padahal bayi kanggurunya baru lahir dan aku hanya bisa melihatnya beberapa jam. Padahalkan dulu aku yang merawat si ibu kangguru sehingga bisa melahirkan bayi yang sehat seperti itu..” gumam si gadis tersebut yang tampak baru saja sampai dari sebuah perjalanan udara. Gadis itu lagi-lagi tampak menghembuskan nafasnya dan mengangkat wajahnya menuju ke sekitarnya. Melihat kesibukkan yang berada dimana-mana. “Welcome in Korea, Sheila Kim. Have fun.. hufft..” dia lagi-lagi menghela nafas pelan sambil memperhatikan potret di tangannya.

Sementara tak ia sadari keramaian yang lebih besar terjadi beberapa meter di depannya. Dimana kali ini bukan lagi rombongan orang-orang yang ingin berpergian melainkan puluhan remaja putri yang memadati tempat itu sambil membawa kamera-kamera ukuran besar dan berharga mahal di tangan mereka. Gerombolan wartawan juga terlihat di sudut yang lain.

❤ Kim So Eun❤

Pemuda itu tampak menghela nafas berat, masih berdiri di belakang pintu yang kebetulan transparan sehingga ia bisa melihat keributan di luar sana. Ia berdecak sambil masih juga enggan untuk melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.

“Aish, masih pagi-pagi begini tapi mereka sudah berkumpul disini. Apakah orang-orang ini tak punya rutinitas lain, huh? Mana mataku masih bengkak karena kurang tidur gara-gara show semalam..” keluhnya pelan sambil berkacak pinggang sambil masih memeriksa keadaan di luar. Untungnya kaca di depannya ini hanya memungkinkan orang di dalam untuk memeriksa keluar, sehingga puluhan orang yang menunggunya di luar sana itu tidak menyadari bahwa ia telah berdiri disini dan memperhatikan mereka hampir sepuluh menit lamanya.

“Mereka juga tidak akan pulang walau kau menunggu disini sampai malam. Tak ada jalan lain selain tetap melewati mereka..” ujar laki-laki bertubuh subur di sampingnya. Laki-laki yang menjabat sebagai sahabat sekaligus manager pribadinya.

“Aku tahu..” pemuda itu bergumam dengan nada malas sambil mengeluarkan kacamata hitam dan memakainya. “Aku sudah menjalani ini semua hampir empat tahun walau bagaimanapun..” gumamnya menghela nafas lebih. Setelah memastikan tak ada yang aneh atau janggal dengan pakaiannya ia kemudian segera menggeser pintu kaca itu dan berjalan dengan langkah santai keluar. Ekspresi lesu dan lelahnya tadipun diganti dengan senyuman yang terlihat lebih segar pada orang-orang yang langsung antusias melihatnya itu. Teriakan dan kilatan flashlight pun bergabung di udara.

“OPPPAAAA….”

❤ Kim Jong Woon – Ye Sung❤

Saat ini adalah akhir musim gugur sehingga cuaca benar-benar terasa dingin. Hal itu sangat dirasakan oleh Kim So Eun, gadis yang kita lihat tadi, ketika ia baru saja sampai di bagian luar bandara. Angin-angin seperti menyambutnya dengan tiupan yang cukup kencang. Membuatnya meringis kedinginan.

“Sebenarnya tentu saja aku merindukan negaraku ini. Hanya saja waktu kepulanganku benar-benar tidak tepat..” So Eun mengeluh lagi sambil menghentikan langkahnya dan menengadah menatap langit yang mendung. Tak lama ia kembali menatap kertas foto yang masih berada di genggamannya. “Aku masih ingin bermain-main sebentar saja sebelum menjalani hidupku yang membosankan..” sambungnya pelan.

Keributan sedikit terdengar beberapa meter dari tempatnya berdiri sehingga membuat So Eun reflek melirik. Disana ia lihat kerumunan yang cukup ramai tampak antusias menyambut beberapa orang yang baru saja keluar dari dalam bandara. Terlihat keadaannya cukup heboh karena beberapa orang itu tampak dikawal langsung oleh petugas bandara.

So Eun mengalihkan pandangannya tak peduli, ia kembali menatap langit pagi korea yang terlihat indah walaupun terlihat mendung. Namun tak lama tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Kenapa sopir yang menjemputku belum juga datang?” tanyanya pelan sambil berusaha memeriksa tas yang disandangnya. Namun tiba-tiba saja angin yang cukup kencang kembali berhembus dan menerbangkan kertas foto yang tidak terlalu mantap ia genggam. Gadis itu tampak kaget. “H-Huh.. F-Fotonya!” serunya sedikit panik sambil mengikuti benda ringan itu yang melayang di udara.

Sementara sang pemeran utama laki-laki kita, Kim Ye Sung, yang merupakan selebriti juga baru menapakan kakinya di luar bandara. Seperti dugaan, serta pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi seorang public figure puluhan penggemarnya tampak sudah berada disana untuk menyambut serta mengabadikan beberapa foto kedatangannya. Hal yang sama juga dilihatnya dari beberapa wartawan yang juga hadir disana untuk sekedar mengambil foto kedatangannya. Airport style memang cukup menjadi tren dalam dunia hiburan Negara ginseng ini dalam beberapa tahun belakangan.

Karena hawa yang sangat dingin Ye Sung mempercepat langkahnya sambil mengumbar senyuman pada orang-orang yang memanggil namanya. Berbeda dengan keadaan kacau yang sering dihadapinya di bandara Negara lain, di bandara Negaranya sendiri justru lebih bisa diredam karena fans yang datang hanya sekedar menyambut dan mengabadikan fotonya walau ada beberapa yang memang curi-curi waktu memberikan hadiah ataupun sekedar menyentuhnya. Jalannya pun tidak perlu terganggu dengan banyaknya quota fans yang datang sehingga ia hanya perlu memasang wajah seperti itu sampai ia mencapai mobil yang sudah menunggunya.

Hingga ketika hanya beberapa langkah lagi menuju mobilnya tiba-tiba angin kembali bertiup dengan kencang. Tak lama ia merasakan sebuah benda ringan mendarat cukup kasar di pipinya. “Ash..” Ye Sung mengaduh sambil menyentuh pipinya. Ia kemudian mengambil kertas foto yang datang entah darimana. “Tch, apa-apaan ini? Ada-ada saja!” keluhnya tanpa melihat gambar foto tersebut. Ye Sung langsung meremasnya dan membuangnya ke bawah kakinya, tanpa sengaja ia juga sempat menginjaknya ketika hendak masuk ke dalam mobil.

“HEY!!” Seruan yang cukup keras tiba-tiba terdengar, bersamaan dengan lengannya yang tiba-tiba ditarik sehingga ia tak jadi melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil. “Beraninya kau!”

“Apa?” tanya Ye Sung masih kaget dan belum faham. Ia baru hendak menarik tangannya bebas, namun gadis itu terus mempertahankannya. Gadis itu menatapnya tajam sebelum merungkuk untuk mengambil sesuatu di bawah kaki Ye Sung. Ye Sung sedikit menatapnya heran. “Apa yang kau lakukan?” Tanya Ye Sung waspada. Takut-takut ini adalah salah satu fansnya yang berulah.

“Apa kau tak punya mata?” gadis itu kembali berdiri tak lama. Ia semakin menatap Ye Sung kesal sambil menunjukkan sesuatu tepat ke depan wajah Ye Sung. “Bagaimana mungkin kau menginjak milik orang seenaknya?”

Ye Sung terlihat sedikit bingung, menatap heran kertas putih yang dihadapkan ke depan wajahnya. “Memangnya apa itu?” tanyanya heran. “Bukankah hanya sebuah sampah?” tanyanya bingung tak mengerti. Namun sepertinya ia tetap harus menyaring ucapannya walau bagaimana pun.

“Kau bilang apa?” So Eun tampak sedikit tersinggung. Menatap Ye Sung begitu kesal dan penuh amarah. “Asal kau tahu… ini lebih berharga daripada kacamata hitam menyebalkan yang kau gunakan itu. Hey, bukankah kau ini aneh sekali menggunakan kacamata di tempat seperti ini. Itu membuat pandanganmu terganggu hingga menginjak milik orang seenaknya, KAU TAHU?” seru So Eun begitu kesal, berhasil menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka.

Ye Sung tampak juga sedikit kaget, menatap sekitarnya yang tampak mulai mengambil perhatian pada keduanya. Ye Sung kembali menatap gadis di depannya dengan kesal. “Nona, aku tahu apa niatmu yang sebenarnya tapi bukankan ini cara yang sungguh keterlaluan. Apa yang kau inginkan? Tanda tangan? pelukan? Tapi berhentilah mengambil perhatian dengan cara seperti ini, ini memalukan..”

“Apa maksudmu?”

“Huh..” Ye Sung terkekeh dengan wajah menahan kesal. “Itu sebenarnya tujuanmu bukan? Kau sengaja membuat cerita aneh seperti ini untuk mencari kesempatan dekat denganku. Tch tch, betapa memalukan.”

“Ucapan aneh apa yang kau katakan!” giliran So Eun yang heran dan terkejut. Ia menatap Ye Sung dari atas sampai bawah. “Memangnya kau siapa hingga aku harus meminta tanda tanganmu? Apa kau selebriti atau sejenisnya?” gumamnya bingung tanpa sadar. Beberapa staff yang bersama Ye Sung tampak saling bertatapan dan menahan tawa.

“Kau tak tahu siapa aku?” Ye Sung bertanya dengan nada tak yakin.

“Siapa memangnya?” So Eun kembali dengan nada kesalnya. “Sudahlah, berhenti mengalihkan pembicaraan. Pokoknya minta maaf padaku, minta maaf dengan apa yang telah kau lakukan pada milikku ini!” Seru So Eun mengancungkan kembali benda itu dekat wajah Ye Sung. Ye Sung mendesah malas sambil menjauhkan tangan So Eun darinya.

“Dan kau fikir aku akan tertipu dengan trik seperti ini?” Ye Sung menyahut dengan kesal. “Sudahlah, langsung katakan saja apa yang kau inginkan. Aku akan memberikan sejauh itu bukan permintaan yang aneh. Tanda tangan? Foto bersama? Lakukanlah dan hentikan lelucon ini..”

“Hey, apa kau benar-benar tak punya masalah serius dengan kepalamu?” So Eun kembali lebih emosi. Mengancungkan kembali kertas foto di tangannya ke wajah Ye Sung. “Aku hanya ingin kau meminta maaf setelah apa yang kau lakukan namun kau terus mengatakan hal yang tidak masuk akal. Aku tak peduli kau itu siapa, selebriti ataupun presiden tapi yang jelas kau telah merusak punyaku. Segera minta maaf untuk itu!” ujar So Eun lebih mengancungkan foto itu ke depan wajah Ye Sung. Ye Sung lagi-lagi menjauhkan tangan itu lagi dari wajahnya.

“Tapi aku tak merasa melakukan apapun.” Ye Sung bersikeras menjawab. “Benda itu tiba-tiba saja melayang dan memukul wajahku. Lihat, aku yakin wajahku gores karena itu. Bukankah seharusnya dirimu yang harus minta maaf karena telah membuat wajahku yang berharga hampir terluka karena foto bodohmu?”

“Apa?” So Eun sedikit speechless. “Kau mabuk? Bagaimana mungkin benda seperti ini bisa melukai wajahmu yang tertutup kacamata hitam aneh sebesar itu? Berhentilah berlelucon tuan, dan segera minta maaf dengan apa yang kau lakukan!”

“Nona kau sungguh—“

“Y-Ye Sung!” Shin Dong Hee, manager sekaligus temannya yang sempat terpana dengan pertengakaran tidak penting itu segera maju mendekat ke arah Ye Sung yang tampak mulai terpancing emosinya. Laki-laki bertubuh subur itu segera berdiri di sampingnya dan memukul pelan bahu Ye Sung. “Apa yang kau lakukan? Kau tak sadar kau dimana, hum..” bisiknya sambil memasang senyuman sedikit meringis pada orang-orang yang masih memperhatikan mereka dengan heran. Shin Dong lalu melirik gadis di depannya. “Nona kami minta maaf, mungkin ini hanya sebuah kesalahfahaman. Temanku tidak tahu dan tidak sengaja merusak kertas foto anda jadi kami—“

“—Yah, kau tak seharusnya minta maaf.” Bisik Ye Sung bersikeras menolak. Namun ia meredam suaranya kembali ketika Shin Dong mulai memasang wajah memperingatkan kepadanya.

“Kami minta maaf atas kesalahfahaman yang terjadi..” sambung Shin Dong sambil tersenyum pada gadis di depannya. Sementara Ye Sung mendengus sambil membuang wajahnya kesal. Lain lagi dengan So Eun yang masih menatap keduanya walau emosinya tampak sudah sedikit teredam.

“Huh, lain kali harap berhati-hati. Ini benar-benar sangat merugikan sekali.” Ujar So Eun menatap Ye Sung sekali lagi, ia kemudian segera meninggalkan tempat itu serta orang-orang yang masih menatapnya heran. Ye Sung melirik punggungnya ketika So Eun menjauh.

“Bukankah harusnya aku yang mengatakan itu? Dia seharusnya memegang kertas fotonya atau apapun itu dengan benar sehingga tidak merugikan orang lain. Aku tak faham mengapa kita harus minta maaf.” Protes Ye Sung sedikit berbisik pada temannya tersebut. Shin Dong hanya mendesah sedikit frustasi menanggapi ketidakpentingan yang baru saja terjadi.

“Tch, sudahlah, segera masuk saja ke dalam mobil dan beristirahat. Aku akan mengurus sisa ulahmu yang tidak penting ini lagi sebelum besok sebuah artikel berjudul, Pertengkaran Kim Ye Sung dengan seorang wanita hanya karena sebuah kertas foto tersebar di internet. Itu sungguh sangat memalukan—“

“—Tapi aku—“

“—Aish masuk saja ke dalam..” Shin Dong sedikit mendorong temannya itu masuk ke dalam mobil. Segera kembali menemui para wartawan setelah menutup pintu mobil. Sementara Ye Sung masih mengomel-ngomel tidak jelas di dalam mobil.

“Tch, bukankah aku yang menggajinya? Kenapa dia seenaknya begitu padaku!” omelnya kesal sebelum kembali melirik ke depan mobilnya dimana gadis yang tadi sudah memasuki sebuah mobil yang menjemputnya. Ye Sung lagi-lagi mendengus. “Aku tak percaya masih ada orang di Negara ini yang tak mengenalku. Apa dia tak punya TV di rumah, huh?” omelnya tak jelas sambil mengacak rambut hitam kecokelatan miliknya yang pagi ini baru saja ia warnai kembali dari blonde sebelumnya.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari setengah jam So Eun akhirnya sampai di rumahnya. Gadis itu tampak menghela nafas pelan sambil menengadah memperhatikan rumahnya yang tergolong mewah tersebut. Merasakan rasa rindunya karena hampir delapan bulan lamanya dia tak melihatnya setelah libur semesternya enam bulan yang lalu.

“Putriku Kim So Eun!!”

Lamunannya tiba-tiba melebur ketika mendengar seruan. Dari dalam terlihat seorang wanita paruh baya berjalan ke arahnya dengan bersemangat. Walaupun dalam keadaan masih kesal begini So Eun tak dapat menahan dirinya untuk ikut tersenyum dan berlari ke arah wanita yang telah melahirkannya itu. Keduanya saling berpelukkan.

“Putriku tersayang Kim So Eun.. ibu begitu merindukanmu..” gumam wanita itu dengan senang sambil memeluk So Eun erat.

“Aku juga merindukan ibu..”

“Benarkah?” wanita itu melepaskan pelukannya dan menatap So Eun dengan tatapan sangsi. “Ketika ku suruh pulang kau sempat menolak..” sambung Nyonya-Kim yang sebenarnya bermarga Hwang itu dengan nada mengejek. Hal itu membuat So Eun sedikit mendengus.

“Lihat, siapa yang mengingatkan hal itu kembali. Tch, ibu membuat mood ku buruk saja. Atau ibu mau aku kembali lag—“

“—Aish, kenapa kau cepat sekali marah..” nyonya-Kim terkekeh sambil menahan So Eun yang merajuk dan berniat pergi lagi. Wanita itu nyengir kepada putrinya tersebut. “Ibu sudah bilang bukan kalau ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan. Lagipula bukankah kau sudah terlalu lama di Negara itu setelah wisuda. Bukankah sudah saatnya kau pulang dan melanjutkan hidupmu disini, hum..”

“Aku tahu itu. Tapi saat ini benar-benar tidak tepat sekali padahal bayi kangguruku..” So Eun menahan kata-katanya ketika ia mengingat kembali kejadian di bandara tadi yang membuat foto kenang-kenangannya bersama binatang yang sudah dirawatnya itu dirusak oleh seseorang. Hal itu memancing amarahnya kembali. “Tch, orang bodoh itu..”

“Huh? Siapa yang bodoh?” tanya ibunya bingung. So Eun tersadar dan melirik kembali wanita itu.

“H-Huh? B-Bukan apa-apa. Tidak penting. Oiya, ayah ada dimana?” tanya So Eun celingukkan melihat ke dalam.

“Ayah sedang berada di jeju. Tapi nanti sore juga sudah sampai di Seoul lagi..” jawab nyonya-Kim sambil membawa So Eun masuk ke dalam rumah mereka. Sementara barang-barang So Eun dibawa oleh asisten rumah tangga yang dipekerjakan di rumah itu.

“Lalu apa? Apa yang ingin ibu bicarakan padaku, huh? Sampai-sampai mendesak begini..” tanya So Eun menuruti langkah ibunya. Namun wanita itu tampak memberikan senyuman kecil pada putrinya tersebut.

“Untuk apa terburu-buru, kita masih punya banyak waktu bukan? Sebaiknya kau istirahat dulu lalu nanti malam kita bicara lagi ketika makan malam..” jawab Nyonya-Kim tersenyum manis sambil terus menggandeng So Eun ke arah kamarnya.

Wanita duduk di antara makanan di depannya dengan ekspresi kesal. Beberapa kali ia melirik jam berukuran besar yang terletak di sudut ruangan, kembali mendesah lagi sambil terus menatap makanan yang mungkin sudah mulai dingin. Di salah satu sisinya terlihat salah seorang maid yang menungguinya, terlihat mendampingi tuannya yang sedang tak memiliki mood yang bagus itu.

“Dia belum juga datang? Belum juga memberikan kabar?” tanyanya tak lama pada maid tersebut. Ia pun mendesah ketika maidnya itu mengatakan tidak. “Aish, anak itu benar-benar tidak bisa dipercaya. Bukankah dia seharusnya sudah sampai di Seoul pagi tadi? Tapi kenapa dia belum juga sampai disini. Lihat, makanannya mulai dingin begini..” keluhnya kesal.

“Mungkin tuan muda harus menghadiri jadwalnya dulu, nyonya..”

“Tidak, aku sudah menghubungi direktur agency-nya dan mereka bilang dia bebas sampai lusa. Aku yakin dia masih bermain-main di luar sana.”

“Kalau begitu mungkin sebentar lagi datang..”

*!!*

Kedua wanita paruh baya itu saling bertatapan begitu mendengar suara bel. Wanita yang menjabat sebagai nyonya rumah tampak memasang wajah sedikit lebih cerah dari sebelumnya, walau wajah itu lebih terlihat penasaran kini. Wanita yang menjabat sebagai assistant bawahan itu tampak tersenyum.

“Sepertinya itu Tuan muda-Jong Woon..”

Tak lama kemudian seorang maid yang ditugaskan membuka pintu tampak sudah kembali ke ruang makan. Tentu saja ada seseorang yang berjalan beberapa langkah di depannya. Seseorang yang sepertinya ditunggu oleh sang Nyonya rumah.

“Ibu!!” panggil pemuda itu senang sambil mengembangkan tangannya pada wanita yang telah melahirkannya tersebut. Namun reaksi yang didapatnya dari sang ibu sungguh berlawanan dengan ekspresi yang ia miliki di wajahnya. Wanita itu tampak menatapnya datar.

“Darimana saja kau, Jong Woon? Kenapa baru datang sekarang?” tanya wanita itu dengan wajah sebal. Jong Woon atau yang lebih dikenal orang dengan nama Ye Sung Kim itu tampak ikut pura-pura merengut sambil duduk di hadapan ibunya.

“Beginikah sambutan ibu yang hampir tak melihat wajah anaknya selama hampir dua minggu?” Ye Sung mencomot salah satu makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya. “Akukan selebriti, ibu. Jadi aku sibuk dengan jadwalku yang padat..”

“Huh, tadi kuhubungi Direktur-Lee katanya kau tak ada jadwal sampai lusa. Berhentilah berdusta..”

Ye Sung sedikit tersedak, berdehem sambil berganti menatap ibunya sedikit kaget. Ye Sung kemudian mendengus. “Jadi ibu menguntiti jadwalku lagi? Tch, bukankah ibu sudah kularang melakukan itu karena itu sedikit memalukan? Para staff terus bergosip soal itu di perusahaan..” omelnya.

“Kenapa kau harus malu? Kaukan anakku jadi aku punya hak untuk melakukan itu?”

“Masalahnya akukan sudah bukan anak kecil lagi!” Ye Sung protes, namun menahan suaranya. “Sudahlah, aku datang atas permintaan ibu. Ada apa? Kenapa memintaku datang sampai mengancamku segala? Juga.. mana ayah? Apa perjalanan bisnis lagi?” tanyanya panjang lebar sambil mulai menyalin makanan ke dalam piringnya. Semua makanan yang terhidang adalah makanan kesukaannya, sepertinya sang ibu benar-benar mempersiapkan segalanya demi menyambut kepulangannya.

“Yang mana dulu yang akan kujawab kalau pertanyaanmu banyak begitu..” Nyonya-Kim balas mengomel. “Mengenai ayahmu saat ini dia sedang berada di Macau untuk mengurus bisnis disana. Dia akan pulang besok..”

“Hum..” Ye Sung menyahut setengah cuek sambil kini sibuk mencicipi makanan. Nyonya Kim tampak geleng-geleng kepala sambil memperhatikan putra tunggalnya tersebut walau sebenarnya ia cukup senang juga karena Ye Sung sepertinya bukan dalam masa diet sehingga ia dapat makan dengan cukup lahap. Sesuatu yang kadang ditahannya karena tuntutan pekerjaannya.

“Juga untuk pertanyaanmu yang satunya..” Nyonya-Kim menahan suaranya sambil memperhatikan putranya yang masih sibuk makan. Sedikit menggantung ucapannya itu seperti menunggu timing yang tepat. “Ibu ingin membicarakan rencana perjodohanmu dengan anak teman ibu!”

“Pfffrrt..” seperti dugaannya, kegiatan makan Ye Sung terhenti dengan cara yang tidak elit ketika ia menyemburkan minuman yang baru saja diteguknya – sepertinya Nyonya-Kim tidak benar-benar tahu timing yang tepat itu bagaimana. Karena kini sebagai gantinya Ye Sung menatap ibunya itu dengan tatapan tak percaya seakan ibunya baru saja menuduh dirinya sebagai alien. Ye Sung menatap ibunya tak yakin dan berseru cukup keras, “APA?!”

Sementara di tempat lain So Eun langsung terbatuk-batuk akibat tersedak. Gadis itu segera mengambil minuman dan meneguknya cepat sebelum melayangkan pandangan tak percaya pada ibunya yang baru saja mengatakan sesuatu yang menurutnya cukup lucu. “Dijodohkan?” ulangnya tak percaya. Menatap ibunya dengan tatapan sedikit membesar karena saking tak yakinnya. “I-Ibu menyuruhku pulang dari Australia cepat-cepat karena ini? Agar aku dijodohkan?”

“Ya..” Ibu So Eun menjawab dengan santai dan tetap dengan wajah senang tanpa rasa simpati karena telah membuat putri tunggalnya hampir sesak nafas karena tersedak. “Kau tak salah dengar, sayang..”

So Eun masih menatap wanita itu clueless, sejenak ia berusaha mencari jawaban lain pada ayahnya yang duduk di sampingnya. Namun ayahnya itu tampak hanya tersenyum halus dan mengangkat bahu, tatapan pasrah.

“I-Ibu… bercandakan?” So Eun mencoba memasang cengiran walau kesannya begitu terpaksa. Ia sangat mengenal ibunya dan sejujurnya ini bisa saja bukan candaan mengingat betapa anehnya kadang pemikiran wanita di hadapannya ini. “Ini hanya candaan untuk menyambutku bukan? A Welcoming Joke?”

“Sayangnya ibu tak bercanda..” ibunya menggeleng polos. “Ini adalah janji ibu dengan salah satu teman kuliah ibu dulu. Dulu kami berjanji kalau saja kami secara tidak sengaja bertemu lagi dan ternyata kami mempunyai sepasang anak yang mungkin seumuran atau lahir berdekatan maka kami akan menjodohkan mereka. Lalu begitulah, pada nyatanya setelah tiga bulan yang lalu kami bertemu lagi aku punya anak perempuan dan dia punya anak laki-laki yang sesuai denganmu maka kenapa tidak melanjutkan niat baik itu..” jelas ibunya dengan lancar. Sementara So Eun masih mendengarnya dengan mulut sedikit terbuka, masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Tapi tentu semua tidak semudah itu. Lagipula, kami tak saling mengenal..”

“Tch, itu hal yang mudah. Kita bisa mengatur pertemuan dan memperkenalkan kalian hingga saling terbiasa satu sama lain. Juga, kemarin kami juga sudah sempat mencari tahu peruntungan kalian berdua dengan menemui pembaca keberuntungan dan mereka bilang kalian cocok. Lagipula ibu yakin kau akan langsung menyukainya, dia sangat tampan dan juga terke—“

“—Ayah..” So Eun memotong dan beralih pada ayahnya yang tampak tak memberikan reaksi apapun tentang niat gila istrinya tersebut. So Eun berusaha menatap ayahnya itu dengan ekspresi sememelas mungkin. “Tolong aku..” rengek So Eun. Namun ayahnya tampak lagi-lagi tersenyum.

“Ayah juga awalnya kaget, namun setelah mengetahui profil anak ibumu ayah berfikir itu juga bukan hal yang buruk. Ayah fikir kenapa kau tidak mencoba melihat dulu? Siapa tahu kau berubah fikiran, So Eun..”

“H-Huh?” So Eun bergumam tak percaya. Sementara ibunya terus memasang wajah puas dan senang.

“Lihat.. lihat..”

“Dulu Hwang Ryu Mi dan aku adalah sahabat baik, hal yang cukup lucu karena kami memiliki marga yang sama, Hwang. Kami benar-benar sangat dekat, mungkin bisa diumpamakan sebagai Soulmate, hal itulah yang membuat kami saling berjanji di hari kelulusan kami kalau sampai kami bertemu lagi dan ternyata kami mempunyai suami yang bermarga sama dan memiliki sepasang anak yang belum menikah. Maka kami akan menjodohkan keduanya..” jelas ibu Ye Sung dengan wajah yang sangat berseri-seri. Terlihat begitu sangat bernostalgia dengan apa yang diceritakannya tanpa memperdulikan tatapan aneh dan masih terkejut putranya. “Oleh sebab itulah ketika beberapa bulan yang lalu kami bertemu lagi dan ternyata suami kami sama-sama Kim dan memiliki anak sepasang kami berniat memenuhi janji kami itu..” sambung ibu Ye Sung senang sambil kembali menatap putranya yang masih speechless menatapnya.

“Tunggu.. tunggu..” Ye Sung menengahi sambil berusaha mencerna apa yang didengarnya. Berusaha memahami semuanya walau ia masih tak percaya dengan apa yang mereka bicarakan ini. “Maksud ibu, ibu dan teman ibu itu menggunakan perjanjian kekanakkan itu untuk merusak kehidupan kami, begitu?”

“Tch, bagaimana mungkin merusak?” ibunya protes. “Bukankah itu hal yang baik?”

“Bagaimana mungkin itu dimaksud hal yang baik?” Ye Sung balas membantah. “Ibu dan teman ibu seenaknya saja membuat janji dan mengatur hal seperti itu tanpa persetujuan kami. Ini adalah dunia modern, lagipula apa ibu lupa siapa aku ini? Aku ini seorang selebriti?”

“Memang kenapa kalau kau seorang artis?” ibunya bertanya dengan wajah polos. “Bukankah artis juga manusia biasa yang akan menikah pada waktunya?”

“Tch, bukan itu maksudku..” Ye Sung mengeram sedikit kesal. “Aku masih muda, masa depanku masih panjang dan.. mana mungkin aku merusaknya dengan pernikahan sementara untuk punya kekasih saja masih hal yang tabu bagiku. Yang benar saja.”

“Lalu kenapa? Kau tetap saja harus menikah pada akhirnya..”

“Ibu—“

“—Lagipula daripada kau mengencani wanita yang tidak jelas atau bahkan menghancurkan karier dan hidupmu dengan main wanita bukankah sebaiknya kau langsung mencari yang tepat saja? Itu akan lebih baik bagi masa depanmu..”

“Tch, semuanya tak semudah itu bu..”

“Menurut ibu semudah itu, kau saja yang memikirkannya terlalu rumit..”

Ye Sung kehabisan kata-kata dan nafsu makan secara bersamaan. Ia memegangi kepalanya dan menatap wanita di depannya lagi. “Tapi aku dan gadis itu tidak mengenal sama sekali, adalah hal yang sangat jauh untuk membicarakan pernikahan karena belum tentu kami bisa cocok satu sama lain. Lagipula, tch, aku sungguh… belum mau menikah..” Ye Sung mencoba cara lain untuk lolos dari jebakan batman ibunya ini. Ia memasang wajah memelas.

“Menurut seorang peramal hebat yang kami temui kalian cocok..”

“Apa?” Ye Sung bertanya tak yakin oleh jawaban cuek ibunya. “I-Ibu..”

Ibu-Ye Sung tersenyum lagi dan menatap wajah putranya itu. “Tapi kami tahu bahwa kalian tidak akan langsung setuju sehingga itu sebabnya kami telah menyiapkan rencana pertemuan. Selanjutnya kalian hanya perlu saling berkenalan dan semakin mendekatkan diri jadi pernikahan bisa saja terjadi..”

“Ibu..” Ye Sung bergumam berusaha menahan dirinya agar tidak pingsan karena kehabisan cara. “Aku tidak bisa, aku benar-benar tidak bisa. Aku—“

“—Setidaknya kau harus melihat dulu. Siapa tahu kau berubah fikiran. Gadis ini sempurna Ye Sung, dia ini pintar, terpelajar, dari keluarga terpandang dan yang pasti cantik. Bukankah dia jauh lebih baik dari mantan-mantanmu yang hanya kuat berhubungan beberapa bulan denganmu? Kenapa tak dicoba saja dulu, hum? Kita bertemu mereka besok malam..”

“Langsung besok?”

“Karena lusa kau sudah kembali sibuk bukan? Jadi waktu yang tepat itu adalah besok..”

Ye Sung lagi-lagi hanya kehabisan kata-kata sambil menatap ibunya. Dia tahu kalau seperti ini dia sudah seperti terjepit, dia hapal sekali dengan sikap ibunya ini. Hal yang bisa ia lakukan kini hanya menurut saja sebelum ia mencari rencana lain untuk kabur dari semua ini. Ia harus benar-benar memikirkan jalan keluarnya karena ini benar-benar ancaman untuk hidupnya – begitulah fikiran Ye Sung.

“Tak dapat dipercaya..” Ye Sung bergumam sambil memegangi kepalanya yang pusing tiba-tiba.

So Eun merasa gelisah dan tak bisa tidur di dalam kamarnya. Berulang kali gadis itu terus bergeser dan membalikkan badannya untuk tertidur namun nyatanya ia tak bisa karena fikirannya tidak tenang. So Eun mendesah kasar sambil duduk.

“Aishh, aku bisa gila. Yang benar saja!!” serunya frustasi sambil mengacak rambutnya. So Eun kemudian menggigit bibir bawahnya sambil terus berfikir bagaimana caranya untuk meloloskan diri dari rencana gila ibunya ini. Bagaimana caranya menghindari perjodohan yang mengagetkannya ini. “Aku ini masih muda. Karierku baru saja akan dimulai. Bagaimana mungkin aku sampai disuruh menikah? Aku saja baru pacaran dua kali dan itu hanya berjalan selama beberapa bulan. Bagaimana mungkin aku langsung menikah begitu saja. Ada apa dengan otak ibu?”

So Eun menggaruk kepalanya kasar berusaha memancing otaknya untuk memikirkan sesuatu yang brilliant untuk meloloskannya. Namun ia tak bisa memikirkan apapun selain rasa sebal dan bayangan masa depannya yang akan berantakkan karena rencana ibunya ini.

“Tch, aku tak tahu..” So eun mengeram kesal sambil menghempaskan tubuhnya kembali untuk berbaring. Ia lagi-lagi bergerak gelisah dan berguling-guling menahan rasa frustasi.

Dan hari yang tidak pernah ditunggu oleh So Eun dan Ye Sung itu akhirnya datang keesokkan harinya. Pada malam hari So Eun menemukan dirinya sudah berada di salah satu ruang VIP sebuah restoran terkenal di kota ini. Ia duduk disana dengan wajah paling kesal yang ia punya sambil terus protes pada ibunya. Dalam hatipun ia masih mengomeli dirinya sendiri karena gagal melarikan diri dari rencana ibunya ini.

“So Eun, ini hanya makan malam dan perkenalan. Kenapa kau bertindak seakan-akan kau akan dinikahkan malam ini juga..” ibu-So Eun tersenyum sambil merapikan dandanan So Eun yang sedikit berantakkan karena sengaja tak gadis itu pedulikan. Semua juga karena So Eun masih berkutat dengan kekesalannya. “Huh lihat, dandananmu jadi berantakkan lagi tch. Laki-laki yang kau temui nanti bukan orang biasa So Eun, dia pasti sangat tahu penampilan gadis yang anggun itu seperti apa. Jangan mempermalukan dirimu sendiri, ingat?” omel ibunya pelan sambil merapikan rambutnya. So Eun merengut.

“Ibu.. aku tak ingin menikah secepat itu dengan laki-laki yang tidak kukenal..” ia merengek sememelas mungkin. Namun ibunya hanya terkekeh.

“Lakukan saja dulu. Aku yakin setelah kau tahu siapa yang akan dijodohkan denganmu kau pasti akan berubah fikiran. Percaya pada ibu..”

So Eun menghela nafas putus asa, mulai putus harapan kini. Semua kini sepertinya tidak berpihak sama sekali padanya. Bahkan ayahnya yang pada awalnya ia percayai mampu menyelamatkannya malah terkesan mendukung rencana ini karena ternyata suami teman ibunya ini juga pernah berkolega dengan perusahaan ayahnya. Keduanya juga berteman baik. So Eun heran kenapa dunia bisa begitu sempit seperti itu – So Eun menolak menyetujui ucapan ibunya yang mengatakan bahwa semua itu karena ia dan laki-laki itu telah berjodoh.

“Tapi mana mereka? Kenapa belum datang juga—“

“—Mereka datang!” ucapan So Eun terpotong ketika ibunya berdiri dengan menyuruhnya untuk ikut. So Eun pada akhirnya hanya mulai berdamai dengan keadaan dengan menyeret tubuhnya untuk berdiri. Mungkin ia memang harus menjalani ini semua dulu untuk melihat keadaan.

Pintu itu dibuka oleh para pelayan restoran dan sepertinya orang-orang yang ditunggu ibunya mulai masuk. Saat ini So Eun sedikit menunduk, belum terlalu siap untuk melihat wajah laki-laki yang katanya akan menjadi pasangan hidupnya. Dari semalam ibunya terus meracuni fikirannya dengan terus memuji laki-laki ini dimana So Eun tidak mempercayainya sama sekali. Setelah merasa dijebak oleh ibunya hingga ia terlibat dalam hal seperti ini ia jadi tidak yakin lagi dengan kata-kata ibunya.

“So Eun tegakkan kepalamu dan tersenyumlah..” bisik ibunya sambil menyikut-nyikut So Eun. So Eun tampak hanya mendesah sambil masih menghitung dari satu sampai sepuluh untuk mengangkat wajahnya dan melihat wajah-wajah orang yang baru saja masuk. Berusaha mengulur waktu karena sungguh ia belum siap.

“Ryu Mi!”

“Nam Jo!”

Ibunya bergerak dari sisinya untuk menghampiri tamunya yang merupakan temannya sejak kuliah itu. So Eun berdecak, masih berdecak sambil menggigit bibir bawahnya karena ia belum juga siap. Hingga setelah hitungan satu sampai sepuluhnya berakhir ia akhirnya mulai memberanikan diri mengangkat wajahnya setelah menghirup udara sebanyak-banyaknya.

Ketika ia mengangkat wajahnya yang ia temukannya hanyalah dua wanita seumuran yang saling berpelukkan dan melakukan reuni. Sementara untuk sosok yang lain So Eun belum dapat memastikannya, hanya saja secara samar ia menyadari ada seseorang yang berdiri di depan pintu. Seseorang yang terhalangi pandangannya oleh dua wanita yang sama-sama bermarga Hwang dan bersuami Kim yang masih bersuka ria dihadapannya ini. Seseorang yang tak diragukan lagi mungkin adalah orangnya. Calon suami pilihan ibunya.

Hanya beberapa detik, namun ternyata ini mampu membuat So Eun penasaran dan gelisah. Seperti apa orangnya? Bagaimana wajahnya? So Eun tak menyangka ternyata ia cukup penasaran dengan hal itu. Hingga ia sedikit tak sabar agar ibunya dan temannya ini segera menyingkir dari hadapannya agar rasa penasarannya ini terjawab.

Tak lama akhirnya hal itu terjadi, tepat ketika pelukan ibu dan temannya ini terlepas ia akhirnya bisa berhadapan langsung dengan orang yang ternyata juga langsung mengarahkan perhatian padanya. Di detik pertama keduanya masih sama-sama menunjukkan ekspresi penasaran, namun di detik selanjutnya kedua wajah itu sama-sama berubah begitu menyadari sesuatu.

“Kau?”

“K-Kau?”

Keduanya saling menunjuk dan bersuara secara bersamaan. Membuat kedua wanita yang menjabat sebagai ibu mereka itu sama-sama membagi tatapan heran kepada keduanya.

“Kalian saling mengenal?” tanya teman ibu So Eun yang seingatnya bernama Kim Nam Jo itu. Ibu So Eun juga membagi tatapan heran pada keduanya. Hal itu tak lama membuat keduanya tersadar dan sama-sama membuang wajah.

“Tidak sama sekali!” Jawab mereka dingin yang justru malah membuat kedua orang tua mereka semakin heran.

Ye Sung menghembuskan nafasnya dalam sambil berusaha mengendalikan dirinya agar tetap tenang dan tinggal di tempat duduknya. Sebisa mungkin ia berusaha untuk mencerna makanan yang dipesankan untuknya, walau yang ada nafsu makannya tak juga menunjukkan reaksi yang bagus. Dia sungguh tak bisa menemukan kenyamanannya disini.

Ye Sung mendesah, pada akhirnya sedikit menyerah ia mengangkat wajahnya. Dan hal pertama yang dilihatnya di hadapannya malah tidak membuat semuanya lebih baik. Seorang gadis yang kemarin bertemu di bandaranya duduk disana, tampak terus membuang wajah darinya dan menunjukkan ekspresi yang kurang sedap di pandang. Hal yang sejujurnya membuat Ye Sung tersinggung walau ia seharusnya sadar kalau ekspresinya juga tidak lebih ramah dari gadis bernama Kim So Eun itu.

“Kalian benar-benar tidak saling mengenal?” Nyonya-Hwang Ryu Mi, nama teman ibunya yang duduk di seberang meja di samping gadis bernama Kim So Eun ini bersuara sambil membagi pandangan pada keduanya. Kembali menanyakan hal yang sama semenjak mereka baru sampai tadi dan terhitung hampir setengah jam sudah Ye Sung dan ibunya duduk disini. “Tapi kenapa kami tak merasa begitu?” tanyanya lagi sambil tersenyum pada Ye Sung, senyuman takjub yang sama yang memang sering Ye Sung dapatkan dari semua orang yang mengaguminya. Namun hanya sekilas ia merasa cukup bangga, karena detik selanjutnya gadis di hadapannya malah memutar bola matanya bosan melihat tingkah ibunya itu – persis dengan ekspresi Ye Sung ketika ibunya juga melakukan sesuatu yang dianggapnya sedikit memalukan.

“Sudah kami bilang tidak sama sekali..” gadis itu mengambil alih waktu berbicaranya, masih dengan ekspresi sedikit cemberut. “Aku tadi salah mengenali, kukira dia adalah temanku. Dia pun juga sudah bilang bukan kalau dia juga salah mengenali aku sebagai temannya, ibu..” sambungnya lagi.

“Tapi kenapa bisa begitu kebetulan?” ibu So Eun bertanya lagi. “Kenapa wajah teman kalian sama-sama mengingat kalian satu sama lain. Oh, jangan bilang kalau ini pertanda bahwa kalian berjod—“

“—Tidak ada hal yang seperti itu.” Si gadis memotong cepat sambil lebih cemberut. “Ibu berhentilah mengatakan hal yang tidak-tidak..”

Secara samar Ye Sung terkekeh. Benar, mereka berdua ini sama persis dalam hal menyikapi orang tua wanita mereka yang juga sepertinya memiliki sikap yang sama. Ye Sung tak tahu tapi mungkin apa yang ada di fikirkan gadis ini sama persis dengan yang ada di kepalanya ketika mereka saling mengenali wajah masing-masing setelah pertemuan tidak mengenakkan kemarin. Sama-sama menyangkal bahwa kemarin mereka sempat bertemu untuk menghindari fikiran berlebihan orang tua mereka tentang… “Oh! Bukankah itu tanda lain kalau kalian berjodoh!!” dan bla bla bla. Rasanya cukup sudah dahi Ye Sung mengkerut mendengar celotehan ibunya itu tentang bukti-bukti tidak akurat tentang kesamaan dia dan gadis ini. Mulai dari nama belakang dia dan temannya ini, nama belakang suami mereka yang pada akhirnya membuat nama belakang anak mereka juga sama – Kim, fakta bahwa mereka sama-sama hanya memilki anak tunggal, dan masih banyak hal yang lainnya yang Ye Sung pun menolak untuk mengulangnya kembali. Cukup sudah semuanya bagi Ye Sung, ia tak ingin hal itu ditambah hanya karena pertemuan tidak mengenakkannya dengan gadis ini kemarin.

“Tapi.. nak So Eun kau benar-benar cantik sekali..” ibunya tiba-tiba bersuara, yang membuat Ye Sung tanpa sadar memutar bola matanya seperti yang tadi gadis di depannya ini lakukan. Ye Sung melirik ibunya yang kini mulai meraih salah satu jemari gadis di depannya ini. “Kau juga pasti adalah yang gadis pintar. Di usia segini kau sudah menamatkan S2 di Australia dan merupakan seorang arsitek. Kau benar-benar gadis yang mendekati sempurna..” kata ibunya yang menghasilkan sikutan pelan dari Ye Sung padanya. Namun ibunya terlihat tak peduli dan terus tersenyum lebar pada So Eun. Ye Sung mendesah sedikit frustasi sambil meneguk minumannya untuk menghilangkan rasa sebalnya.

“Ye Sung juga mendekati sempurna..” Ibu So Eun berganti bersuara dan meliriknya. “Dia memiliki suara yang sangat indah, dia tampan, dan memiliki banyak talenta. Kudengar kalau sebenarnya kau sangat sibuk dengan konsermu di luar negeri tapi kau tetap menyisakan waktumu untuk menghadiri makan malam ini. Kau pasti adalah contoh laki-laki yang bertanggung jawab…” kata wanita itu sambil tersenyum pada Ye Sung. Berbeda dengan reaksinya yang memutar bola mata seperti sebelumnya kali ini So Eun tampak menatap ke arahnya penasaran. Dia sepertinya masih tidak percaya kalau Ye Sung ini selebriti yang terkenal. Sementara Ye Sung hanya tersenyum kaku, ia tak mungkin mengatakan dengan jelas kalau ia dipaksa datang oleh ibunya kemari, sementara otaknya tidak terlalu aktif dalam memproduksi kebohongan saat ini.

“Itu karena Jong Woon sangat bersemangat menghadiri makan malam ini dan bertemu So Eun..” ibunya memotong sambil mengamit tangan Ye Sung. Ye Sung melirik ibunya sedikit kaget dan ingin protes ketika ibunya kembali memotong. “Itu sebabnya ia mau meluangkan waktu sebelum besok harus disibukkan kembali dengan jadwal, iyakan Jong Woon-ie..” katanya ibunya memasang senyuman lebar ke arahnya. Ye Sung menatap ibunya datar, namun ia tak bisa mengatakan apapun lagi selain mendesah malas dan mengalihkan perhatiannya.

“Benarkah begitu? Wah.. So Eun juga sama. Dia juga begitu bersemangat ketika aku suruh pulang dari Australia untuk bertemu Ye Sung. Selama ini So Eun juga adalah salah satu fans Ye Sung…” timpal ibu So Eun dengan nada sama bersemangatnya dengan ibu Ye Sung. So Eun juga tampak langsung menatap ibunya protes walau dia juga tak bisa mengatakan apa-apa.

Bohong, untuk yang satu ini jelas Ye Sung tahu sekali. Karena nyatanya gadis di depannya ini bahkan tidak kenal dirinya ketika mereka kemarin bertemu dengannya di bandara. Huuh, di saat seperti ini Ye Sung kadang heran pada dua wanita bermarga Hwang yang menjabat seperti ibu mereka ini. Apa yang sebenarnya mereka fikirkan dengan merencakan hal ini pada dua anak yang sama-sama tidak menyetujuinya dan malah membuat kebohongan yang terbaca jelas seperti ini?

“Tapi..” gadis di depannya tiba-tiba bersuara. Ia membagi tatapan pada ibunya dan ibu Ye Sung. “Bukankah terlalu cepat untuk menikahkan kami. Maksudku.. kami tak mengenal.” Ujarnya kemudian. Ia memberi tatapan pada Ye Sung, memberikan sedikit kode untuk membantunya bicara. Ye Sung tersenyum tipis, cukup senang karena nyatanya ia tak satu-satunya yang menolak disini.

“Lagipula kami ini sama-sama Kim. Bukankah orang dulu melarang pernikahan satu marga..” sambung Ye Sung.

“Tch, itu sudah kuno.” Ibu Ye Sung menyela. “Asalkan tidak ada keluarga kalian yang bersaudara maka itu bisa dilakukan. Tradisi menyebutkan bahwa asalkan nenek kalian tidak bersaudara saja maka kalian boleh menikah dalam satu marga. Kalian sudah bersih dari itu, karena nyatanya kalian memang tidak punya pertalian apapun..”

“Lagipula Lee Min Jung dan Lee Byung Hun juga satu marga. Dan tidak ada yang memprotes pernikahan mereka..” sambung ibu So Eun.

Ye Sung dan So Eun menghela nafas, saling membagi tatapan. Bagaimana kini? Apa yang harus mereka lakukan untuk menghindarinya? Tch, apa yang harus dilakukan?

Larut dalam pemikirannya sejenak tiba-tiba Ye Sung merasakan tendangan pelan di kakinya. Ye Sung mengangkat wajahnya untuk menatap gadis di depannya yang untuk pertama kalinya menatap langsung ke wajahnya. Memberikan kode-kode tertentu pada Ye Sung. Ye Sung mengangkat alis, sedikit tak faham. Namun di detik kemudian ia seperti membaca sesuatu. Ye Sung mendesah sedikit malas.

“Kalau begitu biar aku membawa So Eun-ssi keluar dulu. Mungkin kami bisa lebih mengenal..” ucap Ye Sung pada kedua ibu mereka. “Bolehkan, Ryu Mi-ssi?” tanya Ye Sung pada ibu So Eun.

“Tentu saja nak Ye Sung. Tolong jaga So Eun untukku ya..” ucap ibu So Eun tersenyum lebar. Ibu Ye Sung juga tampak menunjukkan senyuman yang sama.

“Selamat bersenang-senang ya..”

“Langsung saja..” So Eun langsung membuka suaranya sesampainya mereka di salah balkon restoran itu yang kebetulan sepi. Ia melirik Ye Sung disampingnya. “Aku tidak menyetujui pernikahan ini sama sekali. Aku ingin semuanya dibatalkan apapun caranya..”

“Jangan khawatir aku juga tidak mau.” Ye Sung menyahut pelan, mengalihkan pandangannya untuk melihat tatanan lampu yang terlihat dari tempat mereka ini. “Aku juga tak mungkin menikah dengan cara seperti ini. itu tidak mungkin terjadi di hidup orang sepertiku..” ucapnya terkekeh renyah menertawakan. So Eun meliriknya kembali.

“Baguslah. Kalau kita sama-sama menolak maka orang tua kita akan memikirkan semuanya ulang..”

“Benar, walau aku masih sedikit tidak yakin dilihat dari betapa keras kepalanya ibuku. Namun kalau kita sama-sama menolak kurasa kesempatan itu lebih besar..”

Keduanya menganggukkan kepalanya, sama-sama terdiam dalam beberapa saat dan larut dalam pemandangan malam yang terlihat sangat indah dari tempat ini. Hingga tiba-tiba So Eun kembali mengeluarkan suaranya.

“Oiya, aku bukan fansmu. Aku harap kau tidak percaya dengan ucapan bodoh ibuku..” gumam So Eun tanpa melirik. Ye Sung melirik padanya dan terkekeh lucu.

“Tentu. Kuharap kau juga tidak percaya kalau aku antusias ketika tahu akan bertemu denganmu..”

Keduanya kembali membisu dan larut dalam keheningan malam sebelum memutuskan kembali bergabung dengan kedua ibu mereka yang mungkin saja masih menggosipkan mereka di dalam.

“Tidak mau?” Ibu So Eun menghentikan kegiatannya yang tengah merawat tanaman kesayangannya dan berbalik menatap putrinya kesayangannya itu. Dimana putrinya itu berdiri dengan ekspresi bosan yang sama di wajahnya sambil bersandar di ambang pintu. “Kenapa kau tidak mau? Bukankah kau sudah melihat sendiri siapa calon suamimu itu? Dia tampan dan artis terkenal, So Eun..”

“Lalu? Itu bukan berarti bahwa aku akan berubah fikiran..”

“Astaga So Eun, ada apa denganmu? Kenapa kau masih juga menolak padahal calon suamimu adalah laki-laki seperti Kim Ye Sung. Bukankah kami seharusnya senang karena ada jutaan wanita yang ingin berada di posisimu!” ibunya berseru berlebihan. So Eun memutar bola mata bosan.

“Tapi aku bukan salah satu dari mereka!” Seru So Eun tak mau kalah. “Dia bukan tipeku. Bukan orang seperti dia..” ujarnya kemudian.

“Tch, ibu tak mengerti dirimu..” ibunya menggelengkan kepala frustasi. “Para anak gadis di luar sana pasti akan langsung antusias mengetahui bahwa calon suami mereka adalah orang yang tampan dan terkenal seperti Kim Ye Sung. Tapi lihat dirimu, kau malah menolaknya dengan mentah..”

“Sudah aku bilang aku bukan seperti mereka. Lagipula ketika aku bilang aku tak mau menikah maka artinya aku tak mau, ibu..” So Eun berteriak lebih kesal. Benar-benar mulai hilang kesabaran menghadapi ibunya itu. Namun ia tiba-tiba kembali menahan suaranya begitu melihat perubahan ekspresi di wajah ibunya. Dimana ibunya itu menghilangkan senyuman yang biasa terlihat di wajahnya dan terlihat menunjukkan ekspresi sedih.

“Tapi ibu menyukai Kim Ye Sung sebagai menantu. Dia terlihat lembut, suaranya bagus, dan dia begitu menyayangi ibunya. Ibu fikir tidak ada yang lebih bisa membuat seorang ibu lebih tenang menitipkan putrinya selain pada laki-laki seperti itu..”

“Ibu..”

“Pokoknya kau harus mau, So Eun. Ibu tak mau tahu..” Nyonya-Kim kembali bersuara.

“Ibu..”

“Kalau kau tidak mau maka ibu akan sangat sedih..” ucap ibunya sambil memasang wajah paling sedih yang ia miliki. Hal yang entah pura-pura atau tidak namun nyatanya tetap saja meluluhkan hati So Eun melihatnya. Merasa bersalah. “Ibu tidak akan tenang ketika suatu saat nanti tuhan memanggil i—“

“—Aish, apa yang ibu katakan!” So Eun berseru fruastasi. Mengacak rambutnya kesal sambil meninggalkan wanita yang telah melahirkannya itu. Ia tahu bahwa jalan keluarnya kembali lebih tertutup lagi melihat reaksi ibunya yang malah semakin terobsesi menikahkannya dengan anak temannya itu. Sesuatu yang malah semakin membuat So Eun putus asa dan ingin membenturkan kepalanya saja ke dinding terdekat.

“Ibu apa yang ibu lakukan!!” Ye Sung berteriak panik pada ibunya, berusaha memegangi ibunya itu agar tidak melompat melalui jendela tingkat tiga rumah mereka. Dimana ibunya itu langsung bereaksi diluar dugaan tersebut ketika ia menyampaikan sesuatu pagi ini. “Turun bu bahaya!” Seru Ye Sung panik pada ibunya yang terlihat tidak bercanda dengan ancamannya.

“Hiks.. untuk apa? Untuk apa, huh? Kalau putraku saja tidak mau mengikuti ucapan ibunya!!” seru nyonya-Kim dramatis. Ye Sung menghela nafas, mulai kehabisan kata-kata.

“Ibu..” ia hanya mendesah begitu pada akhirnya.

“Hiks.. kenapa anakku begini? Dia tak pernah menuruti ibunya padahal aku selalu mendukung pilihannya. Dulu ketika dia memutuskan untuk menjadi penyanyi aku mendukungnya, walau harus bertengkar dengan suamiku yang ingin putranya jadi pengusaha. Walau sedih aku dengan berat hati aku tetap mengikuti kemauannya yang ingin punya apartement sendiri dan hidup terpisah dengan keluarganya. Aku merindukannya setiap hari, namun karena kesibukannya aku harus menahan semua itu karena jadwal kesibukannya. Kini, hanya ketika aku meminta sesuatu untuk pertama kali padanya dia sama sekali tidak mau mengikutinya. Hiks… dia sungguh tak menyayangiku..”

“Ibu.. kumohon..” Ye Sung mulai berputus asa. Masih memegangi ibunya takut-takut ibunya itu benar-benar melompat ke bawah dimana ada lapangan basket miliknya disana.

“Hiks.. hiks… anakku memang begitu, dia benar-benar tidak menyanyangi ibunya lagi. Kalau ia tak mau menikahi wanita pilihanku maka saat ini juga.. SAAT INI JUGA AKU AKAN MELOMPAT DARI GEDUNG INI!!”

“IBUUU!!” Ye Sung berteriak panik dan ia nyaris benar-benar hampir gila. Hal itulah pada akhirnya membuat ia mengeluarkan sesuatu tanpa sadar berseru. “Baik, baik aku akan menurutinya. Aku akan menikahi wanita pilihan ibu!!” Seru Ye Sung frustasi. Hal itu membuat ibunya langsung menatap ke arahnya, terlihat masih sanksi dengan wajah yang – entah dibuat-buat – terlihat begitu sedih dengan air mata yang memenuhinya.

“Benarkah?”

“B-Benar..” Ye Sung menyahut walau sungguh ia tak terlalu yakin dengan ini. Namun ia lega ketika ibunya mau ditarik menjauh darisana. “Aku akan melakukan apapun keinginan ibu asal ibu berhenti melakukan hal aneh seperti ini. Ibu benar-benar… berhentilah membuatku takut..” keluhnya masih dengan wajah pucat. Ia terlihat termakan dengan ancaman yang sedikit dicampur dengan sandiwara ibunya itu.

“Ibu tahu kau adalah putra ibu yang paling manis..” Nyonya-Kim kembali tersenyum sambil memeluk Ye Sung. “Terima kasih sayang. Ibu akan menghubungi Ryu Mi untuk mengabari kabar baik ini..” sahut ibunya senang sambil segera berlari keluar setelah mengambil ponselnya. Ekspresi menang terlihat di wajahnya, menggantikan wajah mendekati depresinya yang tadi. Sungguh bukan diragukan lagi bahwa bakat entertainment Ye Sung salah satunya diwariskan dari ibunya tersebut. Terutama dalam hal akting, mungkin.

Sementara itu Ye Sung mengusap wajahnya gusar, benar-benar terlihat frustasi. Baru beberapa menit yang lalu ia membulatkan tekadnya agar bersikap tegas pada ibunya agar niat itu tak dilanjutkan, namun pada akhirnya disinilah dia. Menjadi orang yang akhirnya mengalah dan mengikuti kemauan ibunya itu. Fikiran Ye Sung mulai blank.

“Astaga..” Ye Sung memegangi kepalanya.

Sementara itu disudut lain So Eun membeku di belakang pintunya begitu mendengar pembicaraan ibunya di telepon. So Eun menunduk, lebih-lebih merasa bingung lagi kini setelah mengetahui bahwa Ye Sung telah menyatakan persetujuannya. Kini ia benar-benar tak yakin lagi bisa melarikan diri atau tidak, apalagi mengingat ucapan-ucapan ibunya tadi.

“Tch..” So Eun merengek sambil memukul-mukulkan kepalanya pada pintu di sampingnya. Benar-benar terlihat sudah tak mempunyai semangat lagi. “Tak adakah yang bisa menyelamatkan aku..” rengeknya putus asa.

“Pffrrrt!!” Shin Dong menyemburkan kopinya dengan tidak elitnya, sebelum mengalihkan perhatiannya pada Ye Sung yang berdiri di hadapannya. Shin Dong menatap pemuda itu dengan tatapan tak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya. “A-Apa? D-Dijodohkan?” ulangnya tak percaya dengan telinganya sendiri.

Ye Sung mendesah, bergerak gusar kesampingnya dengan ekspresi paling putus asa yang pernah Shin Dong lihat selama bertahun ia mengenal Ye Sung. Ye Sung menghempaskan tubuhnya di samping Shin Dong. “Begitulah..”

“Tapi kenapa tiba-tiba?” tanya Shin Dong masih tak percaya.

“Aku juga tak tahu, ibuku merencanakan semuanya tanpa pengetahuanku. Percayakah kau bahwa aku baru saja mengetahuinya dua hari yang lalu?”

“Tapi kenapa? Kenapa kau setuju?” bingung Shin Dong.

“Aku tak punya pilihan. Ibuku mengancam akan bunuh diri jika aku tak melakukannya. Bisakah kau bayangkan betapa gilanya aku saat ini!” Seru Ye Sung tidak santai sama sekali. Lagi-lagi meremas rambutnya sendiri tanpa peduli bahwa rambut itu telah ditata sedemikan rupa oleh penata gayanya tadi. Toh ia sudah selesai tampil, ia tak butuh tampil gaya lagi saat ini. Ia rapi juga tidak akan ada yang bisa menyelamatkannya dari kekacauan ini.

Sementara itu Shin Dong menghela nafas, tak mampu berkata apa-apa lagi. Bertahun menjadi teman Ye Sung ia pun sudah tahu orang tua seperti apa ibu Ye Sung ini. Ia sering menemukan Ye Sung dalam keadaan sulit oleh ibunya sendiri, walau ia juga harus sering merasa iri tentang bagaimana sayangnya wanita itu pada putranya ini. Banyak hal yang telah terjadi yang ia saksikan sendiri tentang dua ibu dan anak ini. Namun yang sekarang benar-benar yang paling besar walaupun tidak cukup untuk membuatnya kaget, mengingat betapa anehnya ibu Ye Sung.

“Lalu bagaimana? Ini pasti akan sangat heboh sekali mengingat popularitasmu saat ini. Apa kau akan mengumumkan ini ke media?”

“Aku tidak tahu..” Ye Sung menggeleng pasrah sambil menyandarkan tubuh lelahnya ke sofa. Dandanannya sudah sangat berantakkan kini, seperti seseorang yang baru saja mabuk-mabukkan walau faktanya Ye Sung baru saja selesai menghadiri salah satu acara. “Tapi tadi aku sudah sempat meminta ibuku untuk merahasiakan hal ini pada media. Dia terlihat setuju, hal yang benar-benar aku harap tak akan ia ingkari..”

“Bagaimana dengan perusahaan?”

“Kau tahu? Bahkan ibuku sudah menyampaikan ini sejak dua minggu yang lalu pada Direktur. Direktur tentu saja pada awalnya tidak setuju namun ia tak punya pilihan karena paksaan ibuku. Aku lega Direktur tetap bisa membujuk ibuku untuk merahasiakannya kalau memang pada akhirnya pernikahan itu terjadi..”

“Woah.. aku benar-benar tak percaya ini.” Shin Dong menatap Ye Sung sedikit kasihan. “Lalu bagaimana dengan calon istrimu sendiri? Kau sudah bertemu dengannya bukan? Hum.. dia tidak… buruk, bukan?” tanya Shin Dong hati-hati. Namun hal itu malah membuat Ye Sung semakin mengerang dan uring-uringan.

“Kalau kau melihat sendiri siapa orangnya kau mungkin akan sulit percaya..”

“Maksudmu?”

Sebuah mobil Van tampak sudah terparkir di salah satu lapangan sepi yang terletak beberapa meter dari Sungai-Han. Sejak beberapa menit tadi mobil itu datang tak terlihat sedikitpun tanda-tanda orang di dalamnya akan turun ataupun meninggalkan tempat itu. Mobil itu masih berdiri disana dengan kondisi kaca berwarna gelap yang terututup rapat seolah tengah menunggu sesuatu.

Tak lama berselang sebuah mobil sedan berwarna merah tampak juga memasuki tempat itu. Mobil mewah itu bergerak mendekati mobil bertubuh besar tersebut sebelum berhenti beberapa meter di depannya. Keheningan kembali terasa karena pemiliki mobil itupun membisu di dalam mobilnya.

Dan pemiliki mobil itu adalah Kim So Eun. Gadis yang baru saja sampai itu tampak menghela nafasnya gugup sambil memperhatikan sekitarnya. Agak berdecak karena ia hampir tak mengenali tempat itu setelah sekian lama ia tinggal di luar negeri. Padahal dia sering bermain kesini dulu ketika masih SMA, namun semuanya terlihat berubah dan terkesan asing.

“Tch, kenapa harus meminta bertemu di tempat ini..” gumam So Eun gugup sambil mengalihkan pandangannya ke arah mobil Van di depannya. Tak lama ia melihat pintu kemudi mobil itu terbuka dan menunjukkan seorang laki-laki bertubuh subur turun darisana. Manager Kim Ye Sung, walau hanya bertemu sekali waktu itu namun ia mengenalinya.

Shin Dong tampak mendekati mobilnya dan mengetuk kaca jendela di samping So Eun. So Eun membukanya setelah melepas sarung tangan yang digunakannya ketika menyetir.

“Selamat datang So Eun-ssi. Ye Sung sudah menunggumu di dalam..” ujar laki-laki itu ramah sambil memberikan senyuman. So Eun mendesah, sedikit berdecak pelan sambil bergerak keluar mobil. Sebelumnya ia memastikan bahwa ia menggunakan kacamata hitamnya.

Angin musim gugur kembali menyambutnya ketika kakinya baru saja menapak. Sementara So Eun memperhatikan sekitarnya dengan sedikit was-was. “Pasti tidak ada wartawan atau sejenis, kan?” sekali lagi So Eun bertanya pada Shin Dong demi memastikan.

“Tenang saja, nona. Semuanya aman. Tapi kalau bisa pertemuannya dipercepat, takutnya ada yang mulai curiga.” Shin Dong menyahut. So Eun lagi-lagi mendesah, berusaha membuang rasa sebalnya terhadap ibunya yang telah menjebaknya dalam keadaan seperti ini. Dikawal oleh Shin Dong mereka pun mendekati mobil yang di dalamnya telah menunggu Ye Sung. Calon suaminya.

Mobil bagian belakang terbuka dan benar saja seseorang tampak sudah duduk bersantai di dalamnya. Ye Sung tampak melirik ke arahnya dari salah satu bangku.

“Ye Sung, aku akan menunggu dan berjaga-jaga di luar. Cepat selesaikan masalah, ok?” tanya Shin Dong kemudian. Setelah menyilakan So Eun masuk Shin Dong menutup pintu itu kembali. Meninggalkan hanya berdua di dalam.

“Kau cukup lama..” Ye Sung bergumam sambil mengambil salah satu cangkir kopi di hadapannya. Menyerahkannya pada So Eun. “Kopinya sampai dingin..”

“Aku kesini bukannya untuk minum kopi.” So Eun menyahut dingin walaupun tetap menerimanya. Menyandarkan tubuhnya pada sandaran mobil yang memang sering dilihatnya di dalam TV dipakai oleh para selebriti itu. “Aku sudah lama tidak menyetir di Seoul. Aku hampir lupa jalan.”

Ye Sung hanya mengangguk pelan setengah cuek, kini tangannya tampak sibuk mencari sesuatu dianatra tumpukkan kertas yang berada di bawah kakinya. “Jadi kau sudah tahu bukan? Mereka merencakan pernikahannya kurang dari dua bulan?”

So Eun mendesah panjang, mengulurkan niatnya untuk menyeruput kopi pemberian Ye Sung itu. Tak peduli difikirkan berapa kali pun semua ini tak cukup untuk membuatnya mempercayai kenyataan yang ada. Mengenai fakta bahwa dalam waktu dekat ia akan segera menikah, dengan orang yang bahkan hanya ia tahu namanya seminggu yang lalu.

“Tch, tak peduli difikirkan berapa kali tapi ini terus membuatku tak habis fikir.” Keluhnya, sebelum melirik pada Ye Sung. “Kau. Bukankah kau bilang bahwa apapun yang terjadi kau akan menolak rencana ini. Kenapa pada akhirnya kau dengan mudah menyetujuinya?” omel So Eun pada Ye Sung.

“Kau fikir aku punya pilihan?” Ye Sung balas mengomel. “Ibuku mengancam melompati lantai tiga rumahku, kau fikir aku bisa berbuat apalagi selain menyetujuinya. Kau pun juga berkata akan menolak bukan? Kenapa langsung setuju begitu saja?”

So Eun berdecak. Hampir gila ia kembali mengingat kejadian dimana ia berusaha membujuk ibunya itu namun ia akhirnya mundur melihat ekspresi drama ibunya. Hanya beberapa menit sebelum Ibu Ye Sung menghubungi ibunya dan memberitahu persetujuan Ye Sung akan rencana ini. Membuat ia akhirnya benar-benar tak punya pilihan. “Aku juga tak punya pilihan..”

Setelah menemukan apa yang dicarinya Ye Sung meluruskan kembali duduknya. Ia mengulurkan dua lembar kertas pada So Eun.

“Ini apa?” tanya So Eun bingung namun tetap menerimanya. So Eun pun mulai membaca apa yang tertulis disana.

“Itu adalah beberapa hal yang perlu kita setujui mengenai rencana perjodohan ini. Surat pra-nikah..” Ye Sung menggumam pelan. Sementara So Eun terhenti dan melirik padanya tak yakin.

“Surat pra-nikah?”

“Dalam hal ini aku dengan terpaksa mengikuti kemauan ibuku. Namun, aku akan mengikutinya dengan caraku. Silahkan dibaca saja, katakan bila ada yang membuatmu keberatan ataupun ingin menambahkan sesuatu..”

So Eun sedikit tak mendengarkan Ye Sung dan kini malah berganti membaca deret kertas di tangannya itu dengan cepat. “Merahasiakan pernikahan dari siapapun selain pihak keluarga, tidak membatasi kehidupan pribadi pihak manapun baik itu pekerjaan, hobi, ataupun asmara..” So Eun menggumam pelan membacanya. Menghentikannya karena sedikit ragu. “Ini maksudnya..”

“Kita hanya menikah pura-pura. Kita hanya perlu menjadi sepasang suami-istri di depan keluarga kita. Lain daripada itu kita sama-sama single, kita bisa berkencan dengan siapapun diluar sana. Kenapa? Kecewa?”

“Huh?” So Eun sedikit kaget dan mengangkat alis. “Tentu saja tidak. Untuk apa aku kecewa. Ini malah bagus..” ujar So Eun cuek sambil melanjutkan membaca tulisan-tulisan yang ada disana. “Seperti pernikahan pada dasarnya masalah rumah tangga diurus oleh pihak istri sementara pihak suami akan mengurus masalah finansial.. yah, ini sedikit tak adil!” So Eun menoleh lagi pada Ye Sung.

“Kenapa tak adil?”

“Apa maksudmu kau menyuruhku untuk terkurung di rumah dan melakukan pekerjaan membersihkan rumah, memasak, dan seperti itu? Hey, aku juga punya pekerjaan! Maksudku, memang belum namun dalam waktu dekat aku juga akan bekerja. Aku tak mungkin tinggal di rumah dan melakukan semua ini!” protes So Eun. Ye Sung mengangkat alis.

“Kalau begitu mungkin kita harus menyewa assistant rumah tangga. Tapi sebenarnya itu hanya basa-basi semata karena aku sangat sibuk, mungkin aku tak pernah punya waktu untuk makan di rumah atau bahkan menyempatkan diri untuk pulang. Itu makanya aku menyerahkan semuanya padamu..” Ye Sung menyahut cepat. “Tapi.. bukankah bahaya juga kalau kita menyewa assistant rumah tangga? Rahasia kita bisa—“

“—Untuk itu serahkan padaku!” So Eun memotong ucapan Ye Sung. “Aku akan mengurusnya.”

“Benarkah? Bagaimana caranya? Apakah akan aman?”

“Akan aman tenang saja. Kita lanjutkan dulu ini..” ujar So Eun sambil memeriksa kembali dokumen di tangannya. “Tapi ini kurang.” Kata So Eun sambil kemudian. Ye Sung menoleh penasaran padanya.

“Apanya?”

“Kau harusnya menambahkan disini bahwa kau tidak boleh menyentuhku. Atau.. bahkah mungkin kau tak boleh dekat-dekat denganku. Di rumah kita, seperti apapun bentuknya, kita harus memiliki dua kamar dan tak ada yang boleh masuk seenaknya ke kamar itu..” jelas So Eun panjang lebar. Ye Sung mendengus mendengarnya.

“Melakukan apa? Memangnya kau fikir aku minat melakukannya? Pada tubuh seperti ini..” Ye Sung berdecak memperhatikan dandanan So Eun ke bawah. So Eun terlihat tersinggung.

“Apa katamu?”

“Jujur saja aku tak mengerti ibuku. Aku sangat kecewa. Pada awalnya walau aku tidak setuju namun aku cukup berharap setidaknya ia memilihkan wanita yang sesuai dengan semua pujiannya itu. Gadis pintar bertubuh seksi apanya? Aku berharap minimal gadis seperti Shin Min Ah atau Kang Min Kyung, tapi lihat apa yang kudapat disini tch.. tch..”

“Hah, kau fikir aku senang dengan dirimu?” So Eun balas menjawab sewot. “Sebelumnya ibuku terus mengatakan bahwa laki-laki ini adalah laki-laki yang tampan, bijak, dan karismatik. Namun hasilnya sungguh membuat aku kecewa. ibuku sudah membohongiku terlalu banyak atau mungkin karena dia sudah tak lagi muda membuat seleranya terhadap laki-laki mulai menurun terlalu jauh. Seperti Tom cruise apanya?” seru So Eun tak mau kalah. Membuat Ye Sung kini yang balas mendengus dan kesal atas ucapannya. “Apapun itu ya sudahlah, pokoknya tambahkan hal itu.” Kata So Eun sambil menyerahkan kembali dokumen itu pada Ye Sung.

“Sebenarnya hal itu tidak perlu ditulis karena itu tak akan terjadi. Tapi baiklah, akan kuperbaiki..” kata Ye Sung malas sambil menerima dokumen tersebut. Kedua orang itu kemudian kembali membagi tatapan dingin. “Jadi mulai dari sekarang kita akan bekerjasama. Kita adalah partner..” kata Ye Sung sedikit malas mengulurkan tangannya untuk berjabat. So Eun pun dengan malas menerima jabatan itu.

“Ya, kita adalah partner..” gumam So Eun malas sebelum keduanya sama-sama menarik tangan mereka kembali dengan enggan,

Kurang dari dua bulan kemudian sebuah keramaian kecil terlihat berkumpul di salah satu gereja milik privasi di pulau jeju. Di dalamnya hanya terlihat beberapa orang kolega dan teman dekat dari dua pihak keluarga berkumpul untuk merayakan sebuah hari yang besar tersebut. Benar-benar terlihat sederhana untuk kedua pihak keluarga konglomerat itu yang bahkan pengantin laki-lakinya adalah seorang selebriti ternama itu. Tak ada wartawan, tak ada satupun pihak luar.

Dari dalam gereja terlihat semua orang tunduk khidmat dalam suasana pembacaan janji suci. Semuanya mendengarkan dengan seksama, kecuali dua orang tua wanita dari kedua pihak pengantin yang terus menangis dengan haru melihat kedua buah hatinya berdiri berdampingan di hadapan sang pendeta. Tepat di depan altar.

Pada akhirnya semua sampai di titik yang dinanti, saat dimana sang pendeta selesai membacakan janji sucinya dan menunggu kedua orang itu untuk menyatakan bagiannya. Pada awalnya keduanya menunjukkan ekspresi yang sama, ekspresi ragu, namun pada akhirnya dengan suara yang sedikit gemetaran keduanya tetap menyuarakan ucapan yang ditunggu.

“A-Aku bersedia..”

Bagian pengantin perempuan itu membuat semua orang di dalam sana bersuka cita begitu mendengarnya. Apalagi ketika sang pendeta melanjutkan dengan ceramah singkatnya yang menyatakan bahwa keduanya telah resmi bersama. Kim Jong Woon adalah suami Kim So Eun, dan Kim So Eun adalah istri Kim Jong Woon. Suara tepukkan menggema dimana-mana begitu sang pendeta meminta sang pengantin laki-laki mencium istrinya, hal yang bahkan membuat kedua pengantin itu semakin menundukkan kepala mereka dalam sambil menghembuskan nafas yang berat untuk kesekian kali.

Pada akhirnya, kembali dengan terpaksa semua itu dilakukan oleh keduanya, sama seperti hal terpaksa lainnya yang telah membawa mereka sejauh ini. Bibir itu bertemu untuk pertama kalinya, dengan kaku, tanpa gerakan atau tuntutan, sebelum kembali sama-sama terlepas tanpa kesan. Semua orang bersuka cita, sementara keduanya malah menunduk menahan rasa sesak di dada.

❤ TBC❤

52 Comments Add yours

  1. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    kenapa bang yeye jadi narsis begitu yak???? padahal mah sso kaga kenal wkwkwk :v
    kaga ema nya kaga anak nya sama2 keras kepala, bang yeye terima nasib mu nak..nak😄
    yesso langsung nikah? buahaha nyokap nya yesso gokil dah ahh, drama queen banget.. ampe anak nya pada tertipu hahahhah
    next,,next,, penasaran banget sama kehidupan rumah tangga yesso selanjut nya😀

  2. vaanii mengatakan:

    waaaaaaaaaaaaaaw
    part 1 dh nikaaaah,, aseeeek
    hahhahaha openingnya kaya full house cm suportnya ini dr emak2nya aja
    kekekekekekekk
    emak2 sukses,,, sukses bwt anaknya sport jantung dan depresi
    waaaaaaaaaaaaah
    kisu nya sangat menanti yang sangat hot, kakak
    part2 segeraaaaaaaaaaaaaaaaaa

  3. Puspa Kyukyu mengatakan:

    O.o
    OMG.. Ini emak-emak aktingnya bisa memenangkan acara awards ini :3

    kya’ mnapun ttp penasaran,sama kelanjutannya.. Wlupun sperti Uni bilang,cerita kya’ gini udh biasa… Dan kya’ Full House.. Puspa ttp mnantikan kelanjutan yg pastinya berbeda dari Uni…😉🙂

    Nextt Chapeteeeeeerrrr !!🙂

  4. safriyanti mengatakan:

    Hwaaaaaaaaaaaaaa
    Sngguh tak trduga yesso dstukan dlm prnkhan,,,,
    Mla,a tak da rasa antta yesso,,,,
    Gmna slnjut,a mkin pnsran,,,,
    Yg bkin mkin pnsran cpa sech yg dluan mbtalkan tau mngingkari janji pra nkah to,,,,
    Kyak,a dluan yeye ne yg bkal ska ma sso,,
    Mga j sso mkin sbuk ma hewan2 bru,a nte jd gk trllu fkus ma yeye,,,
    Hehehehe

  5. Choi Shinae mengatakan:

    wah akhirnya keluar part 1 nya.
    wow tak disangka ternyata dijodohkan kkk penasaran part selanjutnya. siapa yg aka melanggar surat pra nikah mereka duluan😀

  6. miss hyukie mengatakan:

    waaah put akhirnya dipost jg yg the kims
    btw username q gnti haha yg ikawhia kmaren eror haha blm.slse bacanya c udh kburu ngantuk soalnya tpi bsok q lnjut lagi dehh
    semangaat ya ffnya haha
    ditnggu black n white nya put udaah pnasaran sma endingnya haha

  7. shaneyida mengatakan:

    ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=)) ngakak ngeliat orang tua 2 kel kim ini ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ ibunya yeye ma ibu soeun..aighooo bikin sakit perut hhhhaa misinya sukses euy ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ horraaay :*

    Pertemuan pertama yesso begitu akrab yak terlihat dr soeun menghampiri yesung krna insiden foto yg terbang sempurna k pipi yesung terlebih yesung meremas dan menginjak t foto membuat hub yesso jd akrab dan dekat dg perbincangan yg cukup panjang mendebatkan msalah foto dan kata maav hhhha #eoh d lempar pu2t pake ember bukan akrab tp jd cekcok* ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥
    Meemang bener ni kt peramal itu mereka jodoh hhhhhe :* emaknya yeye ma emak sso ampe menanyakan kecocokan sang anak pd seorang ahli dan jwaban peramal itu yesso cocok ..klo d pikir3 bener ee cocok dalam ngobrol yak hhh.. Berawal dr obsesi emak mereka yg begitu gencar… Ampe akting pun ikut d bawa ..hhh hebohbgt ngeliatnya hhh ampe jong woon prustasi krna kesenangan #eoh hhhe😄. Soeun pun tak kalah bahagianya mendengar persetujuan perjodohan dr sang calon suami hhh *eohh gubrak*

    Yesso cocok bgt klo dah bertemu yak..akur dlam berdebat trus merencanakan perjanjian pra nikah ..bekerja sama juga ªkªkª =)) ªkªkª =)) ªkªkª =)) #eoh -,-*

    Slalu mencoba mmenentang perjodohan tp hasilnya nihil ..tali perjodohan yesso telah d persatukan oleh ibu2 kim tinggal slanjutnya proses segera bergulir ……….;) Finally mereka menikah ayeeeeeeeah <3<3 perang akan segera d mulaiii hhh.. Apkah ibu3 mereka akan ikut terlibat dlm mengiring yesso k kandang harimau atau kekandang marmut hhhe

    Btw keknyoo anak mereka tertukar kali yak hhha..emak jongwon memuji soeun dan emak soeun memuji jongwon .. Yg emaknya siapa yg anaknya siapa hhhh ..
    Mudah3an emak2nya slalu merecokii kehiduppan pernikahan yesso hhh..nikah udah terpenuhii nah lo hbs ini jgn2 ortu mereka nuntut cucu lgi ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥

    Nextpart nya jangan lama2 eeput ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ seru n ikut heboh kakak ngebacanya :* aaa senengnyoo jd fresh kelar d cuci pikran kakk hhhhe (o ³ )o ~♡ ♥*Muãch:*♥ *♥*Muãch:*♥*

    Aaaaa jd ff fav kakk ini yeah <3<3

    Lanjuut~ gpl tarik2 baju pu2t sampei sobek hhhe ;;)

    100000 jempol gajah buat pu2t (y),di koleksi ee put hhhe😉
    Lempar bibir JW buat puput hhhhe😉

  8. Soeun mengatakan:

    Hah yesso akan mnjdi suami istri walau hanya pura2 ck

  9. shaneyida mengatakan:

    Nyambung koment secuil….:D
    nah loo perjanjian pra nikah nya udeh d langgar …itu nunjuk Kissue (♥͡з♥͡)muach*~♡ nya yesso ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥
    Nya . Apakah soeun akan minta ganti rugii ªkªkª =)) ªkªkª =)) ªkªkª =))😄 ..

    Cuka cuka cuka ngeliatnya❤ yeahhh

  10. abdidesy mengatakan:

    Banyak diluar sana FF yg krg lbh genre atau alurnya sprti ini tapi kadang gaya penyampaian bahasanya yg ga sreg/amburadul jd jtuhny bosan buat dibaca…
    tapi beda pas aku baca FF ini, wloupun ide ceritanya dah pasaran…..tapi aku selalu suka gaya bahasamu dlm mnympaikan crita..*ya bisa dibilang udah baguslah bikin novel hihihii*.. mudah dipahami bahasanya… karakternya pas…

    btw, maaf ni ya put aq udh lm g baca mampir blog kmu… oya aq sptnya hnya akn mngikuti FF kmu yg pmerannya YesSo aja… g tw knapa klo ma yg lain udh g ad byangan lg -.- tapi bolehlah klo ad pairing TeukSso haha

    okelah segitu aj komenku.. ditunggu part slanjutnya…

  11. YhuliiSoeun mengatakan:

    Buahahahah… Yesso yesso… Malang.y nasib kalian … Hahaha… Beneran dah dua nyonya hwang itu bener2 rmpong… :v apalg pas bgian merajuk mereka., yg pling lucu ibu.y yesung smpai mau lompat segala.. Aku ngakak baca.y … Suka bgt dah ini crita.y .. Wlau udh prnah baca ff gini ,, tpi ini beda aja,.. Sukaa… Ahh gk sbar liat khidupan rumah tangga mereka.. Next part.y d.tggu sangat …😀

  12. Mothisan mengatakan:

    pertemuan yg tidak menyenangkan,,,
    Di akhiri dengan perjanjian dalam pernikahan,,,,

  13. mindaamalya mengatakan:

    eonni keren ih ceritanyaa.. emak2nya pada rumpi bgt wk. ahh aku paling suka nih ff perjodohan hehe aku tunggu part selanjutnya eon:)

  14. kristienuuna mengatakan:

    omo..
    akhir na mereka nikah..
    perjalanan awal cerita pun baru saja d mulai..
    G sabar nunggu kisah kehidupan rumah tangga mereka Putri..
    aku penasaran siapa yang bakaL suka Lebih dulu..
    Yesung oppa ato Soeunie.. secara mereka berdua masi sama2 dingin n cuek satu sama lain d hari pernikahan na pun..

  15. anastasia erna mengatakan:

    baru baca aja udah lucu …
    kasian mereka
    terjebak dalam pernikahan….
    ga bisa bayangin bakal kaya gimana
    di tunggu deh lanjutannya put

  16. Devi mengatakan:

    seruuuuuuu bangeeet FF’a,,,
    cerita’a kayak full house cman beda’a mereka d jodohkn ma orang tua masing2,,,,,,
    konyol jg eomma’a yepla pura2 mo bunuh diri biar yeppa setuju dengan perjodohan’a,,,,hihihihihihi
    jd penasarn ma kelanjutan’a,,,,

  17. fionnatan mengatakan:

    wah daebbak .seru sekali ff nya next part dong pailli

  18. Aisparkyu mengatakan:

    .wah wah yesso couple,,aq kngen bnget ma couple nie,,gokiil bnget nie ff asli put kren bnget,,krakter bang yye gk bda jauh ma spat asli ny sma” narsis,,hhe
    .part 1 mrka dah nkah aja,,nie smua brkat ibu” mrka yng jgo bnget ekting,,pnsran bnget thour ma nexs partny nexs nexs,,keke

  19. Rakha mengatakan:

    Wah gimana nih yesso,mereka dh nikah,dan pastinya akan banyak moment nantinya,hahahaha
    ibu mereka bilang kalo nikah dg marga yg sama itu kuno,padahal klo dipikir2 perjodohan juga kuno,pokonya gokil

  20. hellolina97 mengatakan:

    pertemuan awal yang kurang menyenangkan nihh, tp berujung perjodohan. apalagi orng tua mereka berdua pada bersikeras kalau mereka harus menikah :p.
    ayyy ? Soeun nggk sexy kata Yesung ? belum tau dia rupanya #eh
    Tom Cruise ? wkwkw..
    syarat yg ada di surat pra-nikah yg soeu ajukan emng cocok aja sih sama keadaan mereka yg kadang2 selalu adu mulut.

  21. chasofiana mengatakan:

    Yesso bnr2 lucu…😉
    pura2 nikah tp ujung2ny nnt nikah bnrn cm krn satu kata yt CINTA…🙂
    kira2 siapa yg bkln jatuh cinta duluan yaa…??
    Moga yesung yg duluan biar dy yg nyesek nntnyaa…
    #siapa suruh bwt surat pra-nikah…😛

    crt ni bkln seru melihat yesso akn langsung menikah …
    Jd ingat drama full house bwaanya pengen ktw terus liat sikap mrk tp crt ff akn brbeda dn lbh seru pstnyaa…
    he3…
    Next part…😀

  22. azmi mengatakan:

    Ohohi dijodohkan
    Sma2 kras kpla tpi pra omma ska ngancam
    Bgaimna khdpan rmah tangga mrka slnjutnya ?
    Next selalu ditunggu

  23. nita mengatakan:

    akhir ny part 1 ny muncul jga
    crta seru bngt, itu ibu nya sso sma yeye sma2 kompak bkn ank2 ny gk bsa nlk kingnn mrka. wah yesso udh nkh, gk sbr gmn khdpn prnkhn mrka, aplgi mrka udh bkn prjnjan sblm nkh. kra2 siapa yg bkln jth cnta dluan.
    next part ny d tnggu.🙂

  24. yulisarah25 mengatakan:

    Aigo ibu yesung lucu banget. Ibu sama anak sama2 aneh heheh
    Akhirya dipart ini yesso nikah juga
    Gak sabar nuggu next partnya ditunggu eonni ^^

  25. anna mengatakan:

    yesso nii bgaikn tom n jerry,,brawl dr rs bnci jd cnt lho nnti,,bnr2 ya ibu yesso nie cupid,,kyk jaman siti nurbaya aja,,mnnantikan perdebatan,kelucuan&moment manis psngan ini kdpnny yg pst bkin seru,,

  26. Miumi mengatakan:

    wooow part 1 udah ngerencanain pernikahan aja, rempong bener punya emak kayak mreka.
    emaknya si Yeye ngeri bener ngancemnya pake mau lompat dri lantai 3 jdinya Yeye nurut aja dripda emaknya terjun😀

  27. 2425yy mengatakan:

    akhirnya ff ni keluar jg,,, dah lama bnget dtungguin,
    wuuuaaaaahhhhh part 1 udah nikah…
    berarti selanjutnya full married life mereka, suka bnget ff dgn tema ini, aplg castny favorit “yesso”
    semoga 2 eomma hwang selalu mantau pengantin baru ini, mreka ttp mnt macem2 ke anak2nya, supaya cpt deket jg, tw cpt punya baby dn cepet saling suka,
    g sabar bc moment married life mereka, tgl d satu rumah yg sama, berantem krn g cocok , sling nemenin, momen mereka deh…

    dtgu sangat next partny author…
    semangat ya…

  28. hyowoon mengatakan:

    ff “yesso” akhirnya muncul jg part 1..
    keren ff ny, g sabar tw gmn kehidupan pernikahan yesso couple ini, couple yg sm imut + lucu , hehehe

  29. kim jongwoonie ^^ mengatakan:

    suka ff ny, dtgu nxt part ny y, g sabar bnget sm kelanjutan yesso drumah bersama mereka…

  30. yesungie mengatakan:

    keren cerita ny..part 1 udah nikah.. berarti nexxt part ny full married life mereka… g sbar sm nextny
    dua eomma hwang lucu bnget… semangat terus eomma bwt ngedeketin pasangan pengantin baru ini, supaya cpt saling rasa…

  31. pipip mengatakan:

    Waaaa ff terbaru sukaa dgn karakternya
    trnyta oh trnyta prtemuan mreka bkalan brlnjut ckck
    Eoma yesung dgn soeun lcucu karkternya
    pndai brbhong dan berakting hihi
    part 1 blm kliatan konfliknya pnsrn dgn part k2
    apa ada org ke3 atau gmna?
    Pnsrn dgn next partnya dtnggu

  32. Elisa mengatakan:

    Wah cincha….sru, lucu,and pasti d tunggu next part a..

  33. Rani Annisa mengatakan:

    wah akhirnya ff ini dipost juga 🙂

    wah diawal part mereka udah menikah..

    bakalan gimana nanti pernikahan mereka berdua jadinya???

    next part

  34. wahyuSsoAngel mengatakan:

    whaahaa ayoo put lanjutkan..bneran deh dbuat penasarn siapa yg bkalan jtuh cnta dluan&mlanggar prjanjian??…pkokny daebak deh buat putry :* :*
    Salam knall reader baru nihh😀

  35. deewookyu mengatakan:

    narsiiiiiissss……..
    punya mertua gitu………asiiikk juga….
    ditambah lg suami yg super narsiiiss…………

    ccckkk…………………
    tinggal tunggu they”re falling in love…………….kkkkk

  36. putri mengatakan:

    Awal yg menarik suka bgt sama cerita yg model gini nih.jdi ga sabar cerita setelah nikah hahaha ditunggu next partnya:)

  37. Dizha adrya mengatakan:

    hoho yesso pairing fvrt sya😀 aigooo prjdohn ya?? msng” blm pnya prsaan,, n msh slng suka brtngkr, blm ad pihak ke 3 dan ke 4 hehe d tgu next partnya putri fighting😀

  38. SRD 김 mengatakan:

    hua seru2…

    next chapter nya dtunggu ya chingu…

    jangan lama2 ya…😀

  39. yehaesso mengatakan:

    married life dipart awal dan kedepan bakal banyak konflik dirumah tangga mereka, menarik dan ditunggu

  40. silviaa mengatakan:

    bingung mau komen apa.
    abis nggak fokus sih.
    baca sambil diiringi sinetron ggs
    buat kepala puyeng,gk banget.
    FIGHTIINGG for part2 nya.
    sekian terima yesung……

  41. Sayekti mengatakan:

    Wah daebak ff chingu. Ditunggu kelanjutannya, next ..

  42. lusiyana mengatakan:

    jatuh cinta gak ya akhirnya…..srmoga saja….pasti masih banyak rintangan….ditunggu ya

  43. ticha_ mengatakan:

    wahh…..yesso menikah🙂
    walau ga didasari saling suka karna org tua yg jodohin..tapi gmn lagi…kalian emang dah jodoh ko…hahahaha :v😀
    emak mereka artis ya??? hahaha🙂
    aduuuhhh…. ciuman’a ko cuma gtu doank…walau ga suka itu sebener’a kesempatan tuh…kkkkk #otakyadongkumat
    hm…..makin penasaran ama next part’a…
    tak tgg kelanjutan’a….
    Daaaeeeebaaaakkkk!!!!!🙂
    lanjuuuuuuuutttt »»»»» ^0^)/

  44. zulfaaaah (akane) mengatakan:

    omigaaaaaat itu kerjaan emak emaknya patut diacungi jempol… actingnya mrka kren bgt hahahaha
    hwaaaa seru nii part perdana aja mereka udah nikah jdi penadaran sama kehidupan yesso selanjutnya next dong unnie

  45. mamanikita mengatakan:

    kapan akan ada lanjutannya udah lama nih.tiap aku buka blog ini msh sama spt yg kemarin.padahal ff ini bagus.pairingnya keren2.kalo ada waktu lanjutin ya thor.gomawo….

  46. Ranynatasha mengatakan:

    .huh…
    .pertama kali baca ff tentang perjodohan antara abang yesung dengan soeun eonni
    .bikin penasaran lanjutannya! :v
    .author kpan lanjut nih! Kuku jari udh keputus gra” aku gigit trus :v
    .aku tunggu author! Fighting

  47. octa mengatakan:

    Hahaha pasti nanti bakalan berantem setiap hari

  48. Angel mengatakan:

    Pertemuan yg kurang menyenangkn trkesan buruk 😯

    Tp mreka mlah melakoni perjodohan mskipun dh status “nikah pura” 😡

    D tnggu part selnjutnya 😆

  49. Angel mengatakan:

    Pertemuan yg kurang menyenangkn trkesan buruk 😯

    Tp mreka mlah melakoni perjodohan mskipun dg status “nikah pura” 😡

    D tnggu part selnjutnya 😆

  50. rizki mengatakan:

    awal ceritanya udah keren, tpi giliran di tengah cerita, ceritanya agak kocak,, gk papa sih tpi tetep bagus kok,,, smoga aja mereka bisa sma sam suka…

  51. muani caledupha mengatakan:

    Mereka benar2 lucu tak ada yg mau mengalah satu sama lain. Maka yg terjadi adalah pErang mulut yg berakhir dgN rasa kesal. Tapi meskipun begitu yesso akhirnya. Tentu, karena sikap ancaman dari orang tua.ck

  52. Kim Ra rA mengatakan:

    yang satu artis yang satu calon Arsitek hmmmm pasti kehidupan mereka bakalan ramai banget pa lagi kalau udah adu mulut. pertemua pertama mereka aja ninggalin kesan yang kurang enak,,,
    wah salut sama Kedua Nyonya Hwang mereka beneran kompak banget buat jodohin anak anaknya terutama mama nya youngie harus nya beliau jadi artis. akting nya sukses bikin yesung langsung nyerah hihihi lanjut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s