Black And White Part 10


Black And White Part 10 | PrincessClouds/@hi_putriys(Putri Andina) | Romance, Family | Lee Dong Hae, Kim So Eun, Park Jung Soo (Leeteuk), Seo Joo Hyun (SNSD Seohyun), Nichkhun Buck Harvejkul, Lee Sun Kyu (Sunny SNSD), Shin Donghee, Victoria Song, Hwang Mi Young (SNSD Tiffany) and others                          

blackwhite10

Warning: Typo(s). contains with mature situations

*

Keadaan terlihat panik, beberapa petugas medis berpakaian putih bergegas memasuki ruangan tersebut dimana wanita muda itu masih saja berteriak dengan panik. Suaranya mulai tak terdengar ketika salah satu petugas medis memintanya keluar dan pintu ruangan itu tertutup.

Tapi masalah belum selesai. Karena pada nyatanya sosok tua itu terus menunjukkan kondisi yang buruk. Tubuhnya terusmengejang, sementara alat medis itu terus menyerukan tanda bahaya.

“Siapkan alat pemacu jantung!” Seru sang dokter pada bawahannya. Orang-orang itu tampak dengan sigap menghidupkan benda bernama defibrillator dan menyerahkannya pada sang dokter yang selesai memakai sarung tangannya. “Mulai menghitung!” serunya pada anak buahnya. “1 2..3!”

Tubuh itu terlonjak ketika benda berkekuatan listrik yang tinggi itu merangsang detak jantungnya. Namun sepertinya itu belum pertanda yang bagus berdasarkan gelengan dari bawahannya.

“1 2 3.” Si dokter mencoba lagi, namun kejadiannya tetap sama. Hingga setelah ia melakukan yang ketiga kali suara melengking terdengar dari benda itu. Tanda bahaya.

“Detak jantung pasien melemah!” seru salah satu suster. Dokter itu tampak melepaskan benda di tangannya tadi dan kini berganti dengan cara manual. Menekan-nekan dada sang pasien untuk penyelamatan yang lain. Satu kali, dua kali tekan, hingga dihitungan ketika tiba-tiba bunyi lainnya terdengar dari benda itu. Semua orang tampak melihat ke arah layar dimana garis yang tadinya masih menunjukkan beberapa garis-garis bergelombang berubah menjadi lurus sama sekali.

“K-Kita kehilangan pasien..!” seru sang suster yang pertama kali tersadar dengan keadaan. Semua tim medis itu tampak menunjukkan wajah kecewa, mereka menghela nafas panjang sambil menatap wajah pucat pasien yang telah terlihat tanpa kehidupan.

“Catat waktu kematiannya..” ujar si dokter yang tadi sambil membuka sarung tangannya. Diikuti oleh hampir semua dari tim, ia kemudian bergeser dari ruangan itu. Meninggalkan salah satu suster yang menutup seluruh tubuh si pasien dengan selimut berwarna putih di tubuhnya.

*Black_And_White_Part_10*

Sedikit susah So Eun menelan ludahnya, tentu saja begitu kaget dengan pertanyaan tiba-tiba Dong Hae tentang kehamilannya. Namun ia masih sempat mengendalikan dirinya, ia segera tersadar dan menggelengkan kepalanya.

“Apa yang kau katakan?” So Eun menepis tangan Dong Hae di bahunya. “Hanya karena aku muntah apakah itu berarti aku hamil. Aku sudah sakit sejak semalam, kau lupa? Jangan membuatku tertawa!” seru So Eun kesal sambil menarik selimut yang menjadi satu-satunya penutup tubuhnya. Ia kemudian berdiri darisana dan meninggalkan Dong Hae.

“Andai saja aku bisa membuatmu tertawa..” Dong Hae menggumam dan tersenyum miris. Ia kemudian menepis pemikiran bodohnya tadi dan berbalik menyusul So Eun keluar dari kamar mandi.

Di dalam kamar dilihatnya So Eun terlihat sibuk melepas bedcover yang telah dikotori oleh noda. Tampak kesulitan mengingat ia masih hanya memakai selimut di tubuhnya. Seperti Dong Hae tak pernah melihat tubuhnya saja… – Dong Hae tersenyum tipis.

“Perlu bantuan?” Tanya Dong Hae menawarkan atau lebih tepatnya berbasa-basi. Namun So Eun lagi-lagi tak mengacuhkannya dan sibuk dengan pekerjaannya sendiri. “Aku mandi dulu..” ujar Dong Hae pada akhirnya. Ia kemudian kembali ke kamar mandi setelah menarik handuk yang tergantung di dekat sana.

Ditinggal Dong Hae mandi So Eun menghentikan sejenak pekerjaanya. Ia menatap bedcover di tangannya yang sungguh membuatnya jijik. Selama ini apapun yang terjadi antara dirinya dan Dong Hae, semua bekasnya dibersihkan oleh para maid mereka sehingga ia tak perlu melihatnya seperti ini. Namun hari ini, dengan keadaan seperti ini ia dipaksa melihat dan membersihkannya sendiri dia benar-benar merasa tertampar untuk yang kesekian kalinya.

“Lee Dong Hae… kau benar-benar orang yang jahat..” gumamnya pelan sambil menguatkan dirinya. Walau sejujurnya itu terasa sulit baginya saat ini.

Mata Jung Soo terlihat sedikit sendu menatap potret wajah di tangannya, dimana potret itu begitu terlihat familiar. Dengan sayang ia kemudian menyentuh wajah cantik di potret itu dengan ujung jarinya. Sinar matanya terlihat lebih dalam dan sedih.

“Dimana kau saat ini, So Eun-ah?”

“Padahal aku berharap bisa melihatmu tersenyum seperti ini setelah aku kembali..” Jung Soo bergumam ambigu. “Kau ada dimana sekarang? Kemana… Laki-laki bernama Lee Dong Hae itu melarikanmu?”

*!!*

Ponsel yang terletak di atas meja tiba-tiba berdering, membuat kegiatannya terhenti. Jung Soo tampak meletakkan pigura tadi dan meraih ponselnya tersebut untuk mengangkat panggilan dari anak buahnya.

“Tuan-muda, kami telah menemukannya..” orang kepercayaannya langsung melapor. “Diam-diam saya telah mengikuti salah satu anak buah Lee Dong Hae dan saat ini kami sedang berada di rumah sakit Sunkyukwan. Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu disini..”

“Bagus.” Jung Soo terlihat tersenyum kecil. “Terus ikuti dan laporkan. Jangan sampai kecolongan lagi..”

“Baik tuan-muda. Saya pergi dulu, dia kembali bergerak..”

Sambungan itu terputus. Jung Soo tampak kembali mengalihkan pandangannya pada pigura So Eun yang sedang tersenyum padanya itu.

Dong Hae terlihat cukup senang begitu selesai menyiapkan sarapan pagi untuk So Eun. Setelah siap menghidangkan bagian So Eun ia segera bergeser membawanya menuju kamar satu-satunya di rumah pantai itu. Senyuman segar terlihat di wajahnya, begitupun suara siulan yang terdengar begitu ia mengulurkan tangannya untuk membuka pintu.

Aroma kamar yang segar menyambutnya ketika ia melangkahkan kakinya masuk. Di dalam dilihatnya So Eun masih tertidur di atas tempat tidur yang bed cover-nya telah diganti. Pakaian dan piyama So Eun juga telah diganti, dan dilihat dari rambutnya yang basah sepertinya So Eun baru saja membersihkan diri. Hanya saja gadis itu sepertinya kembali ke rutinitasnya untuk tinggal seharian di atas tempat tidur. Merajuk pada Dong Hae?

Dong Hae meletakkan makanan yang dibawanya ke atas meja. Ia kemudian beranjak duduk di sisi tempat tidur yang ditiduri So Eun. Lagi-lagi ia dapat langsung mengetahui bahwa So Eun sama sekali tidak tidur dengan gerakkan samar gadis itu ketika gadis itu menyadari kedatangannya.

“Sarapan sudah siap, nona-muda..”

Hening. Tak ada sahutan sama sekali atas ucapannya itu. Dong Hae sudah sangat menebaknya sebenarnya.

“Bukankah sudah sering kali kukatakan bahwa… cara seperti ini tidak akan ada gunanya untukku. Kau makan, ataupun tidak, semuanya tidak akan merubah keputusan apapun dariku..” kata Dong Hae. Ia mulai melarikan jemarinya untuk menyentuh kepala So Eun, mengusap pelan rambutnya. “Jadi jangan mulai lagi..”

So Eun bereaksi, ia menggeser kepalanya dari sentuhan Dong Hae bersamaan dengan tarikkan selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Namun keinginannya itu tak berjalan mulus ketika Dong Hae balas menarik selimutnya itu. Tentu saja kekuatan So Eun tak sebanding dengan kekuatan pemuda itu.

“Jangan ganggu aku..” ucap So Eun tak bersemangat sambil menarik kembali selimut itu. Namun Dong Hae tetap mempertahankannya. “Lepaskan!” ujarnya lagi sambil menatap pemuda itu marah.

“Makan dulu..” kata Dong Hae balas menatap mata So Eun. “Sejak berada disini kau tidak memakan apapun.”

“Aku tidak lapar.” So Eun menarik kembali selimutnya. “Terima kasih padamu karena telah membuatku tidak lagi merasakan lapar akibat rasa kawatir terhadap keadaan ayahku.” Tudingnya lesu, namun tentu saja terdengar tajam. Terlalu sering mencoba akhirnya membuat So Eun sudah mulai lelah berdebat dengan Dong Hae, nyatanya itu tak berguna karena laki-laki itu tak goyah dengan perlawanan seperti itu. “Sekarang jangan ganggu aku kalau kau tidak memberikan kabar baik untukku..” So Eun menarik selimut itu lebih kasar. Namun Dong Hae sama sekali tak terlihat mengalah.

“Kau mau mulai lagi?” Dong Hae menggumam tanpa nada. “Sudah sering kukatakan bahwa—“

“—Apapun yang kulakukan tidak akan merubah keputusan hati besimu. Cara apapun yang kurencanakan tidak akan bisa menyentuh hati kerasmu. Karena kau memang tidak punya hati. Aku mengerti itu.” So Eun memotong ucapannya, terlihat kembali terpancing emosi. Namun karena ia sepertinya memang sudah lelah semakin membuang energinya untuk berteriak akhirnya ia menahannya kembali. “Karena kau bukan manusia..” sambungnya pelan. Berusaha menahan air matanya ketika mengatakannya.

Dong Hae terdiam, hanya menatap So Eun namun tak melonggarkan sedikitpun pegangannya pada benda kain yang mereka perebutkan. Jauh di dalam hatinya sesuatu kembali terasa menganggunya. Hanya saja, ia tak ingin memikirkan itu semua lebih jauh karena menurutnya itu bukan hal yang patut ia fikirkan.

“Ayahmu baik-baik saja. Jika itu yang kau cemaskan, maka seharusnya kau berhenti memikirkannya. Makanlah—“

“—Sudah kukatakan bahwa aku tak mau. Berhentilah mengangguku.” So Eun menyerah pada akhirnya. Ia melepaskan selimut tersebut dan bergeser dari tempat tidur. Namun tangan Dong Hae menahannya.

“Tapi kau milikku. Propertiku.”

“Kau boleh gunakan aku sepuasmu. Tapi kau tak bisa memaksakan semuanya padaku. Aku tak mau makan.” So Eun menarik tangannya kembali. Menguatkan tubuhnya yang lemas ia bergeser keluar darisana.

“Kembali Kim So Eun! Dan makan sarapan yang kusiapkan ini!” Seruan Dong Hae terdengar kembali setelah beberapa langkah. Dengan nada yang datar tanpa emosi. “Atau sesuatu benar-benar terjadi pada ayahmu..”

So Eun menghentikan langkahnya begitu mendengar bagian terakhir. Dadanya terasa bergemuruh dan nafasnya terasa tercekat. Ia melirik kembali ke belakang. “Kau kini… mengancamku?”

“Karena kau begitu keras kepala.” Dong Hae menyahut datar sambil bangkit dari tempat tidur. Dengan santai ia mendekati So Eun. “Semuanya demi kebaikanmu juga, namun sepertinya kau terus saja mempersulit semuanya. Aku tak punya pilihan selain menekanmu.”

“Kenapa kau terus seperti ini? Aku hanya ingin pulang, ingin bertemu dengan ayahku tapi kau tidak mengacuhkanku. Sekarang… ketika aku kehilangan nafsu makan oleh semua perbuatanmu itu kenapa kau juga mengancamku seperti ini. Kenapa kau terus mengaturku seakan-akan aku adalah bonekamu!”

“Karena kau memang bonekaku. Berapa kali harus kukatakan!” Dong Hae menyahut cepat, masih tanpa tekanan emosi sama sekali. “Jadi sebagai boneka, maka kau harus menurut dengan semua yang aku katakan. Kenapa ini harus begitu sulit? Toh, aku hanya menyuruhmu untuk makan!”

So Eun kali ini tak menyahut, ia kehabisan kata-kata. Hatinya kembali terasa sakit untuk tikaman yang kesekian kalinya dari laki-laki ini. So Eun benar-benar terasa rendah, namun ia tahu ia tak dapat melakukan apapun untuk melawan.

“Tapi aku sungguh tidak lapar, aku mengkawatirkan ayahku..” ucap So Eun lemah. Air mata entah sejak kapan menuruni pipinya.

“Sudah berulang kali kukatakan dia baik-baik saja jadi kau tak perlu merasa cemas. Kalau kau tidak nafsu makan, setidaknya makan sedikit untuk mengisi energimu. Itu sungguh mengangguku melihatmu terus bersikeras dengan menyiksa dirimu sendiri seperti ini..” ujar Dong Hae sambil mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata So Eun. Kali ini So Eun tampak hanya diam dan tak menghindari sentuhannya. “Kuberikan kesempatan beberapa menit untuk memakannya. Jangan mencoba menipuku, aku bisa tahu kau sudah makan ataupun tidak hanya dari melihatmu. Jangan sampai hal yang tidak sulit sama sekali ini membuatmu menyesal nantinya..” kata Dong Hae terakhir kalinya sebelum melangkahkan kakinya melewati So Eun berniat meninggalkan tempat itu. Sementara So Eun hanya menunduk di tempatnya tadi tanpa bergerak sedikitpun.

“Lee Dong Hae.. kalau nanti benar-benar terjadi sesuatu pada ayahku, kau tak akan kumaafkan..” So Eun sempat bersuara beberapa menit kemudian. Dimana itu menghentikan langkah Dong Hae. “Jangan berfikir karena aku kalah darimu saat ini karena kau masih memegang ayah, aku tidak bisa menyakitimu. Kau pasti akan menerima dampakmu sendiri bila sampai semua itu terjadi. Sesuatu yang mungkin… tidak akan kalah sakitnya dengan kehilangan yang kau alami di usia tujuh tahunmu dulu..”

Sinar mata Dong Hae tampak sedikit berubah, ia reflek memutar wajahnya untuk menatap So Eun yang masih diam membeku di tempatnya. Semuanya hanya sekilas, karena di detik selanjutnya ia melanjutkan langkahnya dan meninggalkan So Eun di tempat itu.

“Tidak bisa dihubungi..” laki-laki yang merupakan bawahan Dong Hae itu mengomel untuk yang kesekian kali. Karena sejak beberapa jam yang lalu ia berniat untuk menghubungi Dong Hae untuk memberitahukan kabar kematian ayah So Eun. Namun ia tak mengerti karena ponsel Dong Hae sama sekali tidak aktif di saat genting begini. “Tch, apa yang terjadi sebenarnya? Bukankah pulau itu sama sekali tidak punya masalah dengan jaringan? Kenapa ponselnya tidak aktif begini?” erang sang bawahan sambil mengacak rambutnya.

Sementara itu tanpa ia sadari seorang laki-laki lain tampak mengamati pergerakkannya dari tempat yang cukup tersembunyi. Suruhan Jung Soo itu juga tampak berfikir keras dan penasaran.

“Apa yang terjadi sebenarnya? Siapa yang dirawat? Apakah ini berhubungan dengan kedua orang yang dicari tuan-muda?” gumamnya pelan. Setelah berfikir sesaat dan memastikan bahwa suruhan Dong Hae tidak melihatnya ia segera beranjak dari tempat itu.

Setelah memastikan bahwa ia tak dicurigai ia kemudian bergeser ke arah bagian informasi. Seorang wanita muda tampak menyambutnya. “Ada yang bisa kami bantu, tuan?”

“Hum… aku ingin mengetahui tentang…” ia memeriksa lagi keadaan sekitarnya sebelum lebih mendekatkan wajahnya pada wanita itu. “Pasien di kamar VIP paling pojok. Bolehkah aku tahu siapa dan bagaimana kondisi pasien yang ada disana?”

Wajah wanita itu tampak sedikit berubah, yang oleh laki-laki itu disadari betul olehnya. Jadi benar dugaannya bahwa pengurusan opname ini dirahasiakan sehingga tidak bisa dilacak. Jelas ini ada hubungannya dengan dua orang yang dicari oleh tuannya.

“M-Maaf tuan, t-tapi… kami dilarang untuk memberikan informasi pasien kepada—“

“Aku tahu kalian disogok.” Ia memotong. “Sebaiknya katakan kebenarannya padaku sebelum aku memanggil polisi untuk menyelidikinya secara langsung. Kau dan rumah sakit ini bisa dalam masalah besar..” ancamnya tegas, dimana hal itu membuat gadis di depannya semakin kehilangan akal. Ia terlihat gugup.

“T-Tunggu. B-Biar saya tanyakan pada atasan dulu..” ujarnya sambil meraih gagang telfon di depannya.

Angin laut yang cukup kencang mempermainkan tubuh Dong Hae yang saat ini berdiri di atas salah satu batu karang. Angin itu tampak sedikit kasar meniupnya sehingga membuat rambut dan pakaiannya bergerak-gerak kuat. Yang untuk sesaat malah membuat sosoknya terlihat lebih mempesona bersama kilauan air laut di hadapannya.

Namun seakan tak peduli Dong Hae masih saja berdiri disana setelah hampir lima belas menit. Pandangannya tampak kosong, menatap lautan berwarna biru yang membentang luas sepanjang pandangan mata. Dilihat dari gelagatnya jelas terbaca kalau Dong Hae terlihat tengah larut memikirkan sesuatu.

Kim So Eun. Itu adalah satu-satunya kunci tentang apa yang saat ini menganggunya. Satu-satunya alasan yang tersisa menganggu hidupnya setelah ia selesai membalaskan dendamnya setahun yang lalu. Sesuatu yang menjadi hadiah serta beban baginya disaat bersamaan.

Ucapan So Eun tadi menganggunya, untuk pertama kalinya membuat ia kehabisan kata-kata dan tak mampu menjawab apapun. Nada bicara So Eun sama sekali tidak menakutkan, namun semua itu jelas mengandung sesuatu yang mungkin ia takutkan. Tidak, ia sangat ia takutkan. Apalagi mengingat bahwa hal yang diancamkan itu bisa benar terjadi, mengingat memang saat ini ayah So Eun berada dalam bahaya. Apa yang akan terjadi bila So Eun tahu semua ini?

So Eun berkata bahwa ia akan membalasnya bila sampai Dong Hae melukai ayahnya, nada itu tak bercanda. Dong Hae tidak mengerti apa maksud So Eun dengan ucapannya itu namun semuanya terang saja membuatnya cemas. Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada Kim Jang Seok? Bagaimana kalau laki-laki bangka itu meninggal? Kalau itu terjadi, bagaimana kalau So Eun benar-benar marah padanya? Apapun bentuk kemarahannya, Dong Hae yakin ia bisa menghadapinya tapi bagaimana? Bagaimana kalau So Eun kemudian pergi darinya? Saat ini Kim Jang Seok adalah satu-satu alasan baginya untuk membuat So Eun tinggal. Bagaimana kalau dia kehilangan itu? Bagaimana kalau… So Eun meninggalkannya setelah itu?

Memikirkan ini membuat dadanya sedikit sesak dan entah karena pasir pantai ataupun angin, namun ia juga merasakan matanya memerih. Namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya membantah semua ketakutan dan rasa tak menyenangkan itu. Tangannya kini merogoh saku celana yang dipakainya, bermaksud untuk mendapatkan kabar terbaru tentang keadaan Kim Jang Seok. Namun ia cepat menyadari bahwa ia tak menemukan benda tersebut.

Kemana? Dong Hae merogoh dan memeriksa sakunya yang lain, namun benda itu tak ditemukan. Tak butuh waktu lama baginya untuk menyadari sesuatu, membuat ia langsung melayangkan kembali pandangannya pada satu-satunya rumah pantai yang ia tinggalkan dalam jarak beberapa puluh meter itu.

Walau ini terkesan mamalukan, namun So Eun akhirnya tak ambil pusing ketika pada nyatanya ia menghabiskan bersih sarapan yang pagi ini ditolaknya itu. Harus diakui ia memang lapar sebenarnya, hampir 48 jam perutnya kosong tanpa makanan padat, sehingga tidak heran jika ia tak bisa memegang harga dirinya lagi saat akhirnya ia bisa memakan sesuatu itu. Lagipula karena saat ini dia sedang hamil nafsu makannya bisa dikatakan dua kali lebih bagus dari biasanya.

Selesai makan So Eun membawa semua wadah tersebut kembali ke dapur, berniat mencucinya untuk sekedar menghilangkan rasa bosannya karena seharian tak melakukan apapun juga. Harus diakui tempat ini menyenangkan, pantai dan lautpun sebagai tempat faforitnya juga enak dipandang, namun sungguh semua itu tak terlalu cukup mengalihkan perhatiannya dari perasaan tidak enaknya terhadap ayah yang bahkan kabarnya belum ia ketahui itu.

*!!*

So Eun baru saja meletakkan piring-piring kotor itu ke dalam westafel ketika merasakan bahwa ia baru saja menendang sesuatu. Sedikit bingung So Eun kemudian berjongkok, terlihat penasaran dengan barang yang baru saja ditendangnya tanpa sadar.

Awalnya So Eun hanya melihat barang berwarna putih yang terbuat dari plastik. Namun tak lama ia menyadari beberapa bagian seperti baterai ponsel dan bagian lainnya yang langsung dapat ia sadari. Benda itu adalah ponsel. Sesuatu yang sempat dimilikinya, namun semenjak setahun ini tak lagi ia punyai sejak Dong Hae melarangnya untuk terhubung dengan siapapun diluar sana.

So Eun memungut satu persatu bagian benda berteknologi itu dan disaat itulah sesuatu terlintas di fikirannya. So Eun menelan ludah dan memeriksa sekitarnya, memastikan bahwa Dong Hae masih belum kembali dari jalan-jalannya sambil memasangkan kembali benda yang mati karena terpisah-pisah itu dalam kesatuan utuh. Ketika tangannya yang sedikit bergetar menghidupkannya ia terlihat cukup bahagia karena ternyata benda itu masih dapat menyala walau sempat terjatuh sampai saling berpisah seperti itu.

Apa yang harus ia lakukan? Dia sedikit bingung untuk selanjutnya. Di dalam fikirannya kini ia berusaha mencari seseorang yang mungkin bisa ia hubungi untuk sekedar mencari tahu keadaan ayahnya ataupun meminta pertolongan. Namun sepertinya karena ia masih panik dan ketakutan kalau-kalau Dong Hae kembali itu sebabnya ia tak menemukan satu nomor tujuan pun.

*!!*

Sedikit kaget tiba-tiba benda itu bergetar di tangannya, membuat jantungnya yang sedang berpacu kian terpacu. So Eun menatap layar, sedikit penasaran dengan nomor ponsel yang tertulis dengan ID Mr. Goo itu. Setelah memeriksa kembali sekitarnya ia kemudian mengangkat panggilan tersebut.

“Tuan-muda!” Sebuah suara yang berat terlihat senang begitu panggilan itu diterima. So Eun terlihat tak menyahut, ia bahkan berusaha menahan nafasnya agar ia tak ketahuan bahwa ia bukanlah orang yang baru saja diteriakkan. Firasatnya mengatakan bahwa Mr. Goo ini memiliki sesuatu yang penting tentang ayahnya. “Kenapa ponsel anda tidak bisa dihubungi sejak tadi, tuan-muda. Padahal saya ingin menyampaikan kabar yang sangat mendesak.” So Eun menggigit bibir bawahnya.

“Tuan-muda, Tuan-Kim sudah tak bisa diselamatkan. Beliau telah meninggal pukul sebelas pagi ini.“ laki-laki yang terdengar asing itu langsung menjelaskan sesuatu. Sesuatu yang di detik kemudian membuat So Eun terpana mendengarnya, jantungnya berdetak lebih cepat.

“A-Apa?” Tanya So Eun begitu saja, terlihat tak percaya sama sekali. Sementara itu lawan bicaranya terdengar hening dalam beberapa saat.

“T-Tuan muda? Ini bukan and—“

So Eun tak dapat mendengar kelanjutannya karena tiba-tiba saja seseorang datang dan merebut ponsel itu dari telinganya. Namun So Eun tak terlihat kaget sama sekali, ia tak bereaksi, karena nyatanya apa yang tadi didengarnya telah lebih dulu membuat mati seluruh kerja tubuhnya.

“Kim So Eun, kau mulai berani melawan laranganku?” Suara Dong Hae terdengar, marah. Namun itu tak juga mengagetkan So Eun dari kealpaan dunia yang masih dirasakannya. Hal itu sepertinya mulai disadari oleh Dong Hae sehingga ia mulai menempelkan benda yang masih terhubung itu ke telinganya. “Halo?”

“T-Tuan muda? I-Ini anda.. jadi t-tadi—“

“—Apa yang terjadi?” Dong Hae memotong datar, matanya tak lepas sama sekali dan So Eun yang mulai tersadar dan mendudukkan tubuhnya yang lemas ke lantai. “Apa yang barusan kau katakan?”

“…”

Mata Dong Hae melebar, jelas ia kaget. Namun jelas bukan kabar itu yang menganggunya, karena disaat bersamaan pandangannya kembali ia alihkan pada So Eun yang berada di bawah kakinya. Dimana gadis itu ternyata telah menangis tanpa suara. Matanya kosong dengan air mata yang memenuhinya.

“S-So Eun—“ Tangannya ditepis, kali ini benar-benar lebih kasar dari tepisan yang selama ini So Eun berikan kepadanya. Gadis itu juga langsung bergerak menjarak darinya, walau ia hanya kuat bergerak sedikit karena rasa lelah yang telah mematikan seluruh tubuhnya. Dada Dong Hae juga terasa sesak disaat bersamaan.

“Selamat..” gadis itu bersuara, terdengar bergetar berusaha menahan emosi yang memenuhi dirinya. “Akhirnya keinginanmu terwujud. Dendammu… terbalaskan..”

Dong Hae juga tak mampu mengatakan apapun. Lidahnya terasa berat walau hanya sekedar memanggil nama So Eun dan mungkin menjelaskan sesuatu. Baru beberapa menit yang lalu ia mencemaskan ini, ia tak percaya ia akan langsung dihadapkan pada situasi yang sesungguhnya.

“Kau pasti sangat senang saat ini. Ingin tertawa..”

Dong Hae menggeleng, berusaha menjelaskan sesuatu walau bahkan So Eun tak akan melihat gerakkan itu. Adapun jika ia sudah bisa mengatakan apapun, ia juga tak tahu akan mengatakan apa. Sehingga langkahnya yang berat hanya bisa bergerak, berusaha merengkuh So Eun.

“Kau sudah kuperingatkan..” Langkah Dong Hae terhenti ketika So Eun mulai mengangkat wajah dan menatapnya tajam. Menunjukkan tatapan kosong yang basah penuh air mata itu tepat ke dalam matanya. “Beberapa menit yang lalu, kau sudah kuperingatkan bahwa kau tak akan bisa bahagia sepenuhnya kalau sampai sesuatu terjadi pada ayahku. Kini giliranku… menyakitimu..”

Dong Hae baru akan mengatakan sesuatu ketika So Eun tiba-tiba berdiri dari posisinya dan segera berlari keluar meninggalkan tempat itu. Cukup membuat Dong Hae kaget dan kecemasannya bertambah. “So Eun!” Panggilnya sambil ikut mengejar keluar. Namun karena fikirannya sudah kosong dan rasa cemas terlalu menguasainya ia bahkan sedikit tak melihat jalan hingga tanpa sengaja ia terjatuh setelah menendang sesuatu. Sedikit kesusahan ia mengumpulkan kekuatannya kembali dan mengejar So Eun dengan kaki yang sedikit pincang. “So Eun!”

Semuanya seakan membuatnya lebih takut, sama dengan angin yang bertiup terlalu kencang bak sebuah ancamannya. Beberapa meter di depannya So Eun terlihat terus berlari menuju sebuah arah yang rasanya sedikit sulit ia imbangi akibat pantai di bawah kakinya serta rasa sakit yang terasa di kakinya. Namun Dong Hae mengacuhkan itu semua, karena kini dalam fikirannya hanya untuk mengejar So Eun dan menahannya untuk melakukan sesuatu yang gila yang saat ini sedang tak ingin ia fikirkan lebih jauh.

So Eun terus berlari darinya, seakan sangat kencang hingga tak lagi tercapai olehnya. Dong Hae menahan rasa sakit di kakinya dan lebih menguatkan dirinya untuk memperpendek jarak di antara mereka. Walau ia merasa itu mulai terlambat ketika So Eun kini sudah mencapai karang yang tadi ia datangi. Apalagi ketika So Eun berhenti di pinggir susunan batu-batu tajam itu.

“Berhenti disana!” So Eun memperingatkannya ketika ia hendak mendekat. Sungguh walau betapa saat ini Dong Hae ingin mendekat dan menarik So Eun menjauh dari tempat berbahaya itu namun ia menghentikan kakinya, sekitar tiga meter dari gadis yang terlihat kacau itu.

“S-So Eun..” Dong Hae berusaha memanggil walau entah sejak kapan suaranya menjadi serak. Matanya terasa perih bersama angin dan air mata yang entah sejak kapan menuruni pipinya. “Kumohon—“

“—Kau sudah tak punya kesempatan walau hanya bicara Lee Dong Hae! Kini saatnya bonekamu ini yang bicara!” Suara itu terdengar tegas, walau tetap terlihat bergetar. “Kau sudah tak punya hak untuk sekedar bicara.”

“Pertama-tama selamat, Lee Dong Hae. Selamat karena akhirnya dendammu tercapai. Selamat karena telah menyingkirkan orang paling kau benci di dunia ini..” So Eun tersenyum miris. “Kau pasti senang, bukan? Kau bahagia. Anak kecil tujuh belas tahun itu kini.. bisa tertawa bahagia atas kemenangannya..”

“So Eun—“

“—Jangan mendekat, jangan bicara, dengarkan aku!” Dong Hae menghentikan langkahnya lagi melihat So Eun semakin mendekati pinggir karang. Tangannya terus membentuk penolakkan pada Dong Hae. Air mata terlihat masih memenuhi wajah cantik itu. “Kau sudah terlalu banyak bicara. Sudah terlalu banyak mengaturku. Bahkan walau hanya untuk hal sepele seperti makan, kau sudah terlalu banyak menginjakku. Jadi dengarkan aku..”

“Kau belum menang sepenuhnya..” So Eun menguatkan sebuah senyuman sinisnya, walau itu tetap terlihat menyedihkan karena hatinya yang benar-benar terasa hancur saat ini. “Dulu demi kedua orang tuamu kau datang untuk membalaskan dendammu. Kau mengambil seluruh harta keluargaku, menyakiti ayahku, dan kini.. kau membunuhnya. Lalu kau fikir kau akan bebas setelah itu? Tidak. Kau melupakan sesuatu, karena anak dari orang yang kau bunuh juga bisa membalaskan dendam itu kembali padamu..”

“So Eun—“

“—Lee Dong Hae! Disini aku memiliki darah dagingmu..” So Eun mundur kembali sambil menyentuh perutnya. Sesuatu yang membuat langkah Dong Hae kembali terhenti dan menatap So Eun kaget tak percaya. “Dia akan menjadi target selanjutnya… atas siklus balas dendam ini..”

Dong Hae benar-benar membeku, perlahan dunia seperti hening sesaat atas apa yang didengarnya. Ia masih menatap tak percaya dengan apa yang So Eun katakan.

“Selama ini diam-diam dia telah hidup di dalam tubuhku. Kau tak menyadarinya, kau tak melihatnya, dan memang dari awal… kau tak akan pernah bisa melihatnya.. seumur hidupmu..”

“So Eun—“

“—Aku bilang jangan bergerak ataupun bicara, dengarkan aku!” Dong Hae menghentikan langkahnya lagi ketika So Eun kembali menyadari pergerakkannya. “Maka aku akan membunuhnya. Seperti aku yang baru saja kehilangan ayahku karenamu, kau hari ini juga akan bergabung bersamaku untuk menghadapi kematian keluargamu. Walau manusia tak punya hati sepertimu juga tidak akan peduli tapi.. aku akan tetap melakukannya agar aku tak punya penyesalan ketika aku menyusul kedua orang tuaku.. saat ini!”

*!!*

“S-So Eun!” Dong Hae berseru panik dan dengan cepat menyusul ke pinggir karang setelah baru saja So Eun tiba-tiba melompat diantara ombak yang liar. Sedetik kemudian tanpa fikir panjang dan pemikiran Dong Hae ikut melompat ke dalam sana untuk menyusul.

“K-Kau menemukan, Tuan-Kim?” Jung Soo tampak berdiri dari bangkunya setelah mendengarkan kabar terbaru dari anak buahnya. Namun tak lama ekspresi sedikit senang itu berubah kembali begitu mendengar lanjutannya. “B-Baru saja meninggal?”

Jung Soo mendesah berat, terlihat begitu sangat terkejut sekaligus sedih dengan kabar itu. Tak terbayangkan rasanya bagaimana perasaan So Eun saat ini ketika mengetahui bahwa kini ia benar-benar hidup sendiri di dunia ini.

“Lalu bagaimana dengan So Eun?” ia kembali bertanya ketika mengingat alasan utamanya. “Apakah dia.. baik-baik saja?”

Sebisanya Dong Hae memompa jantung So Eun untuk kembali bernafas, berusaha menghidupkannya kembali setelah terasa begitu lemah dan nyaris tak terasa setelah mungkin air laut memasuki seluruh bagian vital tubuhnya.

“S-So Eun… kumohon bertahanlah..” semuanya terasa asin, air mata dan air laut yang berkumpul di di wajahnya. Namun ia tak memperdulikan itu karena ia terus berusaha memompa dan memancing jantung So Eun untuk kembali berdetak dan bernafas. Beberapa kali ia juga menghembuskan nafasnya ke dalam mulut So Eun, berharap ia benar-benar tak terlambat. “So Eun..” panggilnya terus berusaha.

“Cough!!” Setelah berulang kali mencoba So Eun tiba-tiba terbatuk dan beberapa air laut tampak kembali keluar dari mulutnya. Dong Hae tampak memeriksa kembali keadaannya.

“S-So Eun..” panggilnya serak.

Sementara itu So Eun terlihat sudah dapat bernafas, walau nafasnya masih terdengar lemah. Matanya masih tertutup rapat, terlihat menahan sesuatu ketika ia menyentuh perutnya dan merintih samar. Ia menggigit bibir bawahnya menahan sakit.

“So Eun..” Dong Hae yang menyadari itu terlihat lebih cemas, sekali lagi ia memeriksa keadaannya So Eun, hanya untuk terhenti ketika rasanya tangannya yang menyentuh paha So Eun terasa hangat karena sesuatu. Dong Hae menatap tangannya yang masih bergetar, terlihat lebih bergetar melihat tangannya itu berlumuran cairan merah. Ketika ia mengalihkan pandangannya pada piyama putih yang dipakai So Eun, ia melihat cairan yang sama sudah menodai gaun serta pasir pantai yang berada di bawah kakinya.

“Ahh..” Suara rintihan pelan So Eun kembali menyadarkannya. Dimana saat ini dilihatnya So Eun masih memejamkan matanya erat sementara bibirnya ia gigit kuat demi menahan rasa sakit. Ia juga terlihat meremas gaun di bagian perutnya.

“S-So Eun..” Dong Hae terlihat lebih panik, mendekap So Eun dan mencium rambutnya demi memberikan kehangatan. Rasa panik dan ketakutan kini mengambil seluruh kerja otaknya, membuat pemuda itu lebih menangis dan kebingungan harus bagaimana. Hingga begitu matanya menangkap ponselnya yang ternyata sempat terjatuh ketika ia mengejar So Eun, ia kembali tersadar. Ia melepaskan So Eun kembali setelah mengecup kembali rambutnya. “T-Tunggu… kumohon… bertahan sebentar..” katanya sebelum meletakkan tubuh lemah So Eun dengan hati-hati dan segera bergegas menuju ponselnya yang berada beberapa meter dari tempat mereka.

Tangannya yang basah karena air laut dan darah So Eun itu terlihat dengan cepat memungut benda komunikasi itu. Tangannya yang masih bergetar itu kemudian dengan cepat bekerja untuk menghubungi orang terakhir yang tadi memanggilnya.

“HELICOPTER!!” tanpa mendengar sahutan orang itu dia langsung berteriak panik. “SEGERA BAWA HELICOPTER KEMARI!! CEPAT!!” teriaknya tanpa jeda dan tanpa sadar terdengar menyedihkan karena air matanya kembali jatuh begitu saja. “Kumohon… cepat..” sambungnya kali ini lebih memelas dan menyedihkan sebelum mematikan kontak singkat itu.

Setelah itu Dong Hae kembali berlari ke arah So Eun, membawa gadis yang terlihat masih menahan kesakitan itu kembali dalam pelukannya. Dong Hae menangisinya pelan. “Kumohon bertahanlah.. kumohon..” ucapnya memohon sambil menciumi rambut So Eun dan memeluknya semakin erat. Berusaha memberi kenyaman pada sosok yang di menit kemudian mulai terasa tak bergerak karena tak sadarkan diri itu.

Dengan tergesa-gesa Jung Soo segera keluar dari mobilnya dan segera memasuki gedung rumah sakit yang mewah tersebut. Tak berapa lama ia langsung bertemu dengan anak buahnya yang telah menunggunya.

“Bagaimana?” Tanya Jung Soo terlihat tak sabar.

“Tuan-Kim masih berada di ruangan itu, namun kami tidak bisa mendekat. Ada banyak orang suruhan Tuan-Lee Dong Hae disana…”

“Lalu bagaimana dengan So Eun? Benarkah dia tak terlihat?”

“Sepertinya memang beliau tidak ada disini, tuan-muda. Saya tidak pernah melihatnya dan melihat tanda-tanda kehadirannya..”

“Lalu kemana Lee Dong Hae membawanya?” gumam Jung Soo pelan sambil menghela nafasnya panjang. Berusaha memikirkan kemungkinan keberadaan So Eun saat ini.

Tiba-tiba tak lama setelah itu sebuah kerusuhan terjadi ketika sebuah ambulans memasuki pelataran rumah sakit. Beberapa petugas medis tampak bergegas kesana sambil mendorong ranjang pasien. Kepanikkan terlihat begitu jelas, memperlihatkan bahwa kondisi pasien yang baru saja datang mungkin dalam keadaan sekarat.

Jung Soo yang awalnya tidak terlalu peduli tampak begitu kaget begitu melihat orang yang pertama kali melompat dari ambulans adalah salah satu orang yang dicarinya, Lee Dong Hae. Tak cukup lama juga baginya untuk menyadari bahwa pasien selanjutnya yang dikeluarkan dari dalam adalah orang yang satunya, Kim So Eun.

“S-So Eun..” panggilnya reflek dan mendekat. Dong Hae yang saat ini juga terlihat berantakkan dengan kemeja basah dan berlumuran darah tampak mengangkat wajahnya ke arahnya. Namun sepertinya kedua orang itu tak punya waktu untuk mempermasalahkan hal lainnya selain gadis yang saat ini sedang sekarat dan dilarikan oleh para petugas medis.

“So Eun!” panggil Jung Soo bergabung dengan orang-orang itu untuk membawa So Eun ke IGD. Keadaan So Eun sendiri sungguh membuatnya langsung panik, ia terlihat tak sadarkan diri, sementara keadaannya sama dengan Dong Hae dimana ia juga basah kuyup dan banyak noda darah yang membasahi baju tidurnya. Bedanya adalah nafas gadis itu terlihat sulit, dilihat dari infus yang terus dipasangkan oleh para petugas medis di mulutnya.

“Mohon tunggu disini, tuan!” salah satu suster melarang keduanya untuk ikut masuk ke dalam ruangan. Kedua orang itu sama-sama menghentikan langkahnya dan menatap pintu yang tertutup rapat bersama tubuh So Eun yang dibawa menjauh. Suara nafas keduanya sama-sama terdengar tersengal, walau suara nafas Dong Hae terdengar lebih mendominasi.

*!!*

Dong Hae belum sepenuhnya sadar ketika sebuah pukulan melayang di wajahnya. Membuat tubuh yang sebenarnya sudah lelah itu dengan mudah tumbang dan terdorong.

“Apa yang kau lakukan padanya, Lee Dong Hae!” Jung Soo bertanya dengan suara yang tinggi dan jelas marah sekali. Namun Dong Hae tak menyahut, tidak seperti dirinya yang biasanya yang mungkin bisa langsung berdiri dan balas memukul, Dong Hae kini malah terdiam di tempatnya itu. Ia menundukkan kepalanya. “Jawab aku! Apa yang kau rencanakan sebenarnya pada mereka?!” Tanya Jung Soo emosi sambil kali ini meraih kerah kemeja Dong Hae. Membawa pemuda itu wajah ke wajah bersamanya.

Dong Hae yang tampak sudah mulai sadar dengan keadaan tampak mengangkat wajahnya, hanya balas menatap tatapan tajam itu dengan tatapan sendu. Matanya terlihat basah, sebasah kain kemejanya yang saat ini berada di dalam cengkaraman Jung Soo. “A-Aku..” Dong Hae menahan ucapannya kembali dan menunduk menahan rasa sesak dan penyesalan di dalam dadanya. Jung Soo tampak semakin emosi, hingga ia mendorong tubuh lelah itu dengan kasar hingga terhempas ke dinding di belakangnya.

“Kau sama sekali bukan manusia..” ujar Jung Soo berusaha menahan emosinya. Sementara Dong Hae masih tak menyahut, ia hanya diam sambil menundukkan kepalanya, tidak berniat membantah sama sekali.

“Y-Ya.. mungkin aku.. memang benar-benar bukan manusia..” Dong Hae tiba-tiba bergumam lemah sebelum menyerah pada tubuhnya sendiri. Ia membiarkan tubuhnya merosot ke dinding dan berakhir terduduk begitu saja di lantai. Sementara Jung Soo tampak langsung memegangi kepalanya. Saat ini ia bahkan tak tahu harus mengatakan apapun karena sepenuhnya ia mencemaskan keselamatan So Eun di dalam.

Satu jam telah berlalu dimana kedua orang tadi masih menunggu di depan pintu. Jung Soo saat ini tampak duduk di salah satu bangku sambil matanya tak pernah lepas menatap pemuda lainnya yang duduk di hadapannya. Dimana pemuda itu tampak masih terlihat berantakkan seperti tadi, adapun beberapa luka di wajahnya sudah terlihat diobati oleh beberapa suster yang sempat memintanya untuk dirawat. Hanya saja laki-laki itu menolaknya dan bersikeras menunggu disana.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Jung Soo mengeluarkan pertanyaan yang sama, pertanyaan yang tak pernah dapat jawaban dari pemuda di depannya yang diam seribu bahasa. “Apa yang terjadi dengan kalian? Kemana selama ini kau membawanya? Apa yang terjadi pada tuan-Kim?”

Masih sama, masih tak ada sahutan seakan direktur muda di hadapannya tak mendengar suaranya. Hal yang terang saja membuat Jung Soo kembali lebih tersulut.

“Kau tamat Lee Dong Hae. Apapun yang terjadi dan apapun yang telah kau lakukan pada So Eun, aku pastikan kau akan mendapat ganjarannya. Dan kalau sampai terjadi sesuatu padanya, jangan harap kau bisa hidup dengan tenang..”

*!!*

Keduanya tersentak begitu mendengar suara pintu yang ditunggu dibuka. Dokter yang tadi masuk tampek keluar dengan pakaian operasi yang masih dikenakannya.

“Bagaimana keadaannya dokter?” kedua laki-laki itu bersuara bersamaan dan sama-sama mendekati sang dokter. Sementara dokter muda itu tampak membagi pandangan kepada keduanya, sekilas ekspresinya mengisyaratkan sebuah kabar yang tak baik. “Dokter?”

“Bisa dikatakan semua ini keajaiban..” dokter itu menghela nafas pelan sambil menatap berganti keduanya. “Pasien terlambat dibawa ke tempat ini. Kalau saja tadi terlambat sedikit saja mungkin pasien tidak dapat diselamatkan karena keadaannya sangat parah. Tapi untunglah kami masih bisa melakukan penyelamatan setelah melakukan pengoperasian.”

“Operasi untuk apa?” Jung Soo tampak sedikit tak mengerti, sementara Dong Hae lebih menundukkan kepalanya. Dirinya yang sejak tadi tenang tiba-tiba saja kembali terlihat gelisah.

“B-Bayi—“

“Bayinya tidak dapat diselamatkan.” Ucapan Dong Hae terpotong karena dokter itu juga bersuara disaat bersamaan. Sementara Jung Soo terlihat lebih terkejut mendengarnya.

“A-Apa? B-Bayi?”

“Di dalam kandungan pasien ada janin yang baru berusia hampir 3 bulan namun sayang sekali bayi itu tak dapat diselamatkan ketika beliau terjun ke laut. Dia meninggal saat itu juga. Oleh sebab itu janin itu harus dikeluarkan untuk menyelamatkan pasien..”

Jung Soo menutup mulutnya, terlihat terkejut. Pandangannya kemudian ia alihkan pada Dong Hae di sampingnya yang terdiam dan tampak terpukul mendengarnya. Kalau sejak tadi ia masih ragu kalau So Eun benar-benar hamil maka kini ia mendapatkan sendiri kepastiannya. Sesuatu yang membuat tubuhnya semakin terasa terkuras, terasa lelah tanpa tenaga.

“Dan sang ibu..” dokter itu kembali memecah keheningan, membuat Jung Soo melirik lagi padanya dan meninggalkan Dong Hae yang masih larut sendiri dalam perasaannya. “Beliau dalam keadaan koma. Seperti yang kami katakan bahwa beliau terlambat dibawa ke sini, saat operasi tadipun beliau beberapa kali mengalami penurunan. Kami belum bisa memastikan sampai kapan hal ini akan terjadi namun kami bisa katakan bahwa kondisi ini berbahaya. Kita belum dapat bernafas lega sampai beliau sadarkan diri..”

“Apa maksudnya?” Jung Soo menyahut. “Jadi walaupun dia sudah selamat dalam operasi ini. Dia masih bisa saja meninggal?”

“Begitulah, tuan.”

Keduanya kembali hening dan larut dalam kabar yang sungguh mengejutkan itu. Hingga sampai sang dokter meninggalkan tempat itu keduanya masih belum mengatakan apa-apa. Jung Soo masih belum terlalu yakin dengan apa yang didengarnya, sementara Dong Hae larut dalam penyesalan panjangnya.

“Apa yang sebenarnya kau lakukan padanya?” Jung Soo memecah keheningan, menoleh lagi pada pemuda di sampingnya itu. “Hamil? Tenggelam? Apa-apaan semua ini?”

Dong Hae tak menyahut dan malah berniat untuk menghindar, namun Jung Soo menahannya. “Jawab aku. Apa yang sebenarnya selama ini kau lakukan? Kau jelas tak pernah menikahinya, aku pun ragu dia akan mau setelah tahu kebejatanmu. Tapi apa? Kenapa dia sampai hamil? Jangan bilang kau… benar-benar menyekapnya dan memaksanya untuk menjadi… sesuatu yang tak ia inginkan?” Jung Soo tampak masih belum terlalu percaya dengan semua ini, ia tak bisa menerima dan membayangkan.

Sementara itu Dong Hae tak menyahut, ia masih berusaha melepaskan diri dari Jung Soo dan berniat melihat keadaan So Eun. Namun Jung Soo terus menahannya. “Kau benar-benar mengerikan. Bahkan.. kau sampai tega membunuh calon anakmu sendiri?”

Dong Hae sedikit bereaksi, ia melirik Jung Soo. Tatapan itu tidak tajam, bukan tatapan direktur Lee Dong Hae yang orang-orang tahu, tatapan itu terlihat menyedihkan. “Aku juga tidak pernah tahu..” gumamnya pelan dan lirih. “So Eun.. tidak pernah bilang padaku kalau dia—“

“—Sekarang semuanya jelas bagiku!” Jung Soo memotong. “Demi membalas dendam pada tuan-Kim atas dosanya di masa lalu kau menyekap mereka berdua selama setahun di rumah itu. Itu sebenarnya bukan hal yang terlalu sulit bagi So Eun, namun kau gunakan Tuan-Kim untuk menahannya, benarkan?” Jung Soo tampak langsung mendesah setelahnya, terlihat tak percaya gadis kecil polosnya sampai diperlakukan seperti itu. Sementara Dong Hae tampak terdiam, sekilas ia membantah beberapa bagian ucapan Jung Soo walau iapun menyadari bahwa tebakan Jung Soo benar.

“Kau gunakan dia yang tak tahu apa-apa untuk membalas kesalahan ayahnya. Selama setahun ini kau… memaksanya dan menggunakannya sehingga membuat dia sampai hamil—“

“—Semuanya bukan begitu!” Dong Hae sedikit membantah tak terima. Dadanya sesak setiap kali ini terlihat seperti ia menyiksa So Eun seburuk itu. Memang mungkin terlihat begitu tapi… dia tak benar-benar sekejam kedengarannya bukan, pada So Eun? Dong Hae bahkan selalu memperhatikan jadwal makan dan kesehatan So Eun? Dia seharusnya tak seburuk itu, bukan? Apalagi untuk tuduhan sebagai… pembunuh darah dagingnya sendiri. “Aku juga tak pernah tahu..”

“Tentu, mana mungkin dia membiarkanmu tahu. Dia mungkin begitu terpukul dan tak terima karena harus memiliki anak dari semua perlakuan yang diterimanya. Dari orang sepertimu, seseorang yang telah menyiksa bahkan membunuh ayahnya. Aku tak terkejut kalau ia berusaha membunuh bayi itu..”

Dong Hae kembali terdiam, ucapan Jung Soo membuatnya mengingat lagi ucapan So Eun sebelum ia melompat ke laut tadi. Benar, So Eun tak menginginkan anak itu. Bahkan kalau saja ia tak menggunakan bayi itu sebagai senjatanya untuk membalas Dong Hae mungkin So Eun telah menyingkirkannya dari dulu. Dan Dong Hae mungkin tidak akan pernah tahu kalau di dunia ini sempat ada darah dagingnya yang tumbuh dari seorang gadis yang… dicintainya? Ya, walau ini tersimpan dan terbantah terlalu lama namun kali ini Dong Hae tak sanggup lagi membohongi dirinya sendiri. Dong Hae cinta gadis itu, gadis bernama Kim So Eun itu.

“Mohon beri jalan untuk pasien!”

Lamunan keduanya terhenti begitu mendengar seruan dari arah ruang UGD. Tak lama terlihat rombongan medis kembali mendorong ranjang pasien So Eun untuk memindahkannya ke ruang ICU. Di saat itu Dong Hae bisa melihat So Eun kembali, dimana gadis itu terlihat tak sadarkan diri. Matanya tertutup rapat, kulitnya terlihat begitu pucat, selang pernafasan dan segalanya terpasang di tubuhnya, nyaris terlihat tanpa kehidupan.

“S-So Eun..” Dengan langkah yang lemah Dong Hae berniat menghampiri So Eun, namun Jung Soo menahan bahunya.

“Cukup sampai disini. Kau tak akan kuijinkan walau hanya satu langkahpun mendekatinya, kali ini!” Jung Soo memperingatkannya sambil menatapnya tajam. Sementara Dong Hae tampak terkejut sambil balas menatap laki-laki di depannya. “Kau bersiap saja untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu selama ini. Aku tak akan diam saja, aku akan pastikan kau membusuk di penjara karena perbuatanmu terhadapnya.” Ujar Jung Soo terakhir kalinya memperingatkan sebelum meninggalkan tempat itu. Sementara Dong Hae terdiam, menatap kepergian Jung Soo ke arah dimana So Eun berada saat ini. Dong Hae menggeleng pelan, tak terima sama sekali dengan larangan Jung Soo agar ia tak bisa bertemu dengan So Eun, namun baru hendak melangkah tiba-tiba ia berhenti kembali begitu saja. Ia terlihat membeku ketika ucapan So Eun tadi perlahan terngiang di telinganya..

“Dong Hae, kau bahkan sudah tak punya hak… untuk sekedar bicara.”

Suasana begitu tenang di dalam mobil. Suara mesin mobil adalah satu-satunya yang terdegar, bersama dengan suara kesibukkan yang terjadi di luar sana dimana ribuan kendaraan lain saling berpacu dan bersilang satu sama lain. Tapi apa artinya itu semua bagi Dong Hae, karena dunianya sudah terasa benar-benar tak hidup sama sekali.

Hari sudah cukup gelap karena baru beberapa menit matahari menyembunyikan dirinya. Sementara itu langit juga terlihat tak bersahabat dengan terus menurunkan butir-butir gerimis yang membuat semuanya terlihat basah sejauh mana mata memandang. Sama seperti mata Dong Hae saat ini, sama seperti hatinya.

Semuanya terasa sakit, kali ini tak ada yang bisa menggambarkan seperti apa perbandingannya. Bahkan walau mungkin Dong Hae keluar dari kendaraan mewahnya ini dan menabrakkan dirinya pada kendaraan yang berlalu lalang di luar sana, rasanya tidak akan sebanding dengan sakit yang dirasakan hatinya saat ini. Ini benar-benar keterlaluan untuk dirasakan, ini tak seharusnya terjadi bukan?

Awalnya ia tahu bahwa So Eun tak akan mungkin selamanya bisa ia sembunyikan, gadis itu pasti akan lari darinya suatu hari nanti. Namun di saat itu dengan kekuasaan yang dimilikinya Dong Hae yakin ia bisa membawa So Eun untuk kembali dan menahannya lebih lama, menahannya selamanya. Walau So Eun membencinya, walau setiap hari So Eun memakinya, bahkan meludahinya So Eun akan tetap tinggal di sisinya – sudah ia putuskan begitu. Namun.. kenapa ia segitu bodohnya kalau dunia tak selamanya sama dengan angan-angannya? Betapa bodohnya dia ketika setiap saat ia mengingat kematian ayahnya yang dibunuh oleh laki-laki seperti Kim Jang Seok tapi ia melupakan cara kematian ibunya yang depresi karena disakiti? Jika saja ia mengingat dengan benar, maka ia seharusnya tahu bahwa dengan cara ibunya pergi, So Eun juga bisa meloloskan diri dengan cara seperti itu darinya.

Dan So Eun melakukannya. Bahkan bukan hanya hampir membunuh So Eun, kali ini ia bahkan harus kehilangan darah dagingnya sendiri karena semua itu. Kau dengar itu? Ia kehilangan keluarganya lagi. Mati-matian selama bertahun-tahun ia berusaha membalaskan dendam pada laki-laki yang telah membantai semua anggota keluarganya pada akhirnya ia malah menjadi orang lainnya yang membunuh anggota keluarganya sendiri. Membunuh darah dagingnya dari wanita yang dicintainya.

Kenapa semua ini bisa sampai terjadi? Kenapa semuanya harus kembali pada dirinya lagi? Kenapa harus ia yang tersakiti pada akhirnya lagi? Kenapa ia begitu bodoh untuk menyadari sejak awal bahwa balas dendamnya ini tak akan berhasil, mengingat bagaimana putri dari orang yang dibencinya itu secara perlahan-lahan hidup di dalam hatinya. Bagaimana mungkin ia sampai tak memprediksi semuanya akan berakhir begini?

Kini apa yang ia dapatkan? Bahkan untuk lega karena telah membuat menderita musuh abadinya pun ia tak merasakan. Walau laki-laki itu telah meninggalkan pun ia tak merasa senang. Lalu apa gunanya ia kembali untuk membalas dendam kalau hanya untuk mencari pisau untuk melukai dirinya lagi? Hanya untuk melukai orang-orang yang seharusnya bisa ia jadikan alasan untuk mendapatkan kehidupan yang baru yang tentu saja dapat menghapus lukanya di masa lalu.

Kini apa yang harus ia lakukan? Hatinya begitu sakit karena telah kehilangan darah daging yang bahkan tak sempat ia sadari pernah hadir di tengah hidupnya. Selain itu ia juga ketakutan kalau saja So Eun benar-benar pergi dari hidupnya. Ia takut merasakan rasa yang sama untuk kesekian kalinya…

“Anda seharusnya tinggal di rumah sakit untuk memeriksakan keadaan anda, tuan muda. Kita tidak tahu kalau saja anda juga terluka..” ucapan asistennya terdengar memecah keheningan, membuat Dong Hae tersadar dari lamunannya. Dong Hae kemudian hanya menatap kosong ketika laki-laki yang tua beberapa tahun di atasnya itu memeriksa sesuatu dari atas dasbor. “Tapi setidaknya anda minumlah dulu, tuan muda. Sejak tadi anda menolak mengkonsumsi apapun..” ujarnya sambil mengambil sebuah botol mineral darisana dan menyerahkannya pada Dong Hae. Namun justru Dong Hae tak memperdulikan ulurannya begitu saja, karena matanya tertuju pada benda lain yang tadinya terletak berdekatan dengan air mineral. “Tuan muda?”

“Ahjussi, tolong ambilkan aku permen..”

Lagi-lagi suara panggilan So Eun seperti terngiang di telinganya begitu melihat benda kecil itu. Membuat hatinya terasa lebih memilu begitu saja.

“Tuan muda, apakah anda lebih memilih permen?” asistennya tampak bingung, namun menyerahkan butiran manis itu kepada Dong Hae dimana kali ini Dong Hae menerimanya dengan tangan sedikit bergetar. “Tuan muda?” Sang asisten terlihat lebih bingung ketika Tuan mudanya terlihat lebih terdiam dengan tangan yang menggenggam erat permen di tangannya.

Sementara itu di ruang inap So Eun, Jung Soo terlihat terus setia mendampinginya. Tangannya terus menggenggam jemari So Eun sementara tangannya yang lain tampak membelai lembut rambut So Eun. Di dalam hati ia terus berdoa agar So Eun dapat sadarkan diri secepatnya.

“Semuanya sudah berakhir, Kim So Eun. Kini aku berjanji tidak akan melepaskan tanganmu lagi atau memberi kesempatan siapapun menyakitimu. Cepatlah sadar, ijinkan aku memperbaiki semuanya..” bisik Jung Soo sambil mencium lembut jemari So Eun.

Dong Hae menatap kosong sisi tempat tidurnya, sementara tangannya terus mengusap bagian yang biasanya ditempati So Eun itu. Rasanya dingin. Baik bed cover yang kosong ini maupun kelembapan ruangan ini. Mungkin Dong Hae baru benar-benar menyadari betapa berartinya So Eun dalam merubah kehidupannya selama ini.

Dua puluh enam tahun hidupnya, dimana sebagian besar dari mereka dihabiskan untuk merencanakan pembalasan dendam Dong Hae baru menyadari betapa berubahnya itu sedikit semenjak So Eun hadir dalam hidupnya. Dulu, walau di korea ataupun di amerika, dunianya tetap terasa sedingin dan semenyeramkan ini. Tak pernah ia sadari bahwa betapa selama setahun lebih ia mengenal So Eun setidaknya ia benar-benar merasakan kebahagian dan kehangatan itu dalam hari-harinya. Baru ia sadari kini, justru setelah kehangatan itu menghilang.

*!!*

“Tuan-muda. Ini saya!” lamunannya lagi-lagi terhenti karena panggilan asistantnya. Dong Hae menoleh ke arah pintu dan baru ia sadari bahwa ada air mata disana. Sama seperti ia baru menyadari bahwa semalaman bahkan ia tak tidur sama sekali dan hanya menyesali semua yang telah terjadi.

“Masuklah!”

“Tuan-muda!” Asistannya itu segera mendekatinya dengan wajah sedikit panik. Sementara Dong Hae hanya menatapnya tenang di tempatnya. “Tuan muda, saya baru saja mendapat kabar bahwa Tuan-Park Jung Soo menugaskan bawahannya untuk menjaga kamar tempat dirawat nona-Kim. Kami bahkan kesulitan mendapatkan informasi keadaan beliau..”

Ada perubahan dari sinar mata Dong Hae, namun secepatnya ia merubahnya menjadi tatapan datar tanpa emosi. Pandangannya kemudian ia alihkan kembali pada ruang kosong di sampingnya. “Lalu?”

“Tuan muda..” asistannya itu tampak menggumam sedikit terkejut dengan reaksi Dong Hae. Awalnya ia kira Dong Hae akan langsung menyusun strategi lainnya untuk menembus pertahanan Jung Soo.

“Jangan lakukan apapun yang membuat keributan. Itu akan mempengaruhi kondisi So Eun..” Dong Hae bergumam ambigu. “Tarik saja semua anak buahmu—tidak, tarik sebagian dari mereka dan tinggalkan beberapa orang untuk melaporkan setiap keadaan terbaru So Eun. Sisanya jangan lakukan apapun yang akan menganggu So Eun disana..”

“Tuan-muda..”

“Sekarang jangan ganggu aku kalau kau tidak memberikan kabar baik untukku..”

Ucapan So Eun lainnya terngiang di telinga Dong Hae, menciptakan senyuman miris di bibirnya. “So Eun tak suka diganggu. Aku harusnya menuruti ucapannya waktu itu..” Dong Hae kembali menggumamkan ucapan yang membuat heran anak buah di depannya. “Kalau aku tak bisa membawa kabar baik untuknya, maka tak seharusnya aku mengirimkan keributan di saat ia berjuang seperti itu. Dia tak akan menyukainya..”

“Tuan muda..”

“Tarik beberapa anak buahmu darisana, kau pun juga bisa beristirahat untuk saat ini. Kalian sudah terlalu banyak bekerja belakangan ini..” gumam Dong Hae lagi sambil memejamkan matanya pertanda bahwa ia tak ingin membicarakan hal ini lebih jauh. Asistennya itu akhirnya tak punya pilihan lain selain meninggalkan tuannya itu sendiri disana.

Selepas kepergian orang kepercayaannya itu Dong Hae terlihat kembali membuka mata. Dengan tatapan sendu ia kemudian kembali mengalihkan perhatiannya pada ruang kosong di sampingnya saat ini. Kembali mengusap bagian itu.

Mata Dong Hae terasa lelah, sejujurnya ia sendiri ingin agar matanya itu terpejam walau hanya untuk beberapa menit untuk berstirahat setelah terjaga semalaman. Namun tak bisa, walau sekeras apapun ia mencoba kedua matanya tetap tak ingin tertidur dan tetap memilih untuk bertahan. Apalagi ketika otaknya juga ikut bekerja sama dengan terus mengingat dan membayangkan So Eun. Terus penasaran tentang bagaimana keadaan wanita itu sekarang? Sehatkah ia? Mampukah ia bertahan?

Menyerah dengan semuanya akhirnya Dong Hae menyeret tubuhnya untuk keluar dari kamar yang membunuhnya dengan kenangannya bersama So Eun itu. Namun berharap akan melupakan kegundahannya, kenyataannya tetap tak berubah sama sekali. Karena baru saja ia melangkahkan kakinya keluar bayangan So Eun terasa menempel dimana-mana di bagian rumah itu.

Ketika ia berjalan di tangga dan melihat sofa di ruang tengah ia mengingat hari pertama ketika ia melamar menjadi penjaga So Eun, ketika ia mengalihkan pandangannya pada kamar kosong yang biasa ditempati Kim Jang Seok ia juga mengingat So Eun, ketika ia melangkah ke ruang kerjanya, ke tempat sembahyang di rumah itu, bar mininya, kolam renang, bahkan dapur.. semuanya membuat ia hanya semakin dan semakin mengingat dan merindukan So Eun. Semua ini sungguh-sungguh membuatnya tersiksa dan kepalanya hampir meledak karena ia terus mengingat apa yang tengah terjadi antara mereka. Hal terakhir yang akhirnya membuat Dong Hae menyerah dan kembali ke kamar tidurnya, kembali menatap sisi dingin di sisi tempat tidurnya tadi.

“Kim So Eun, apa yang kau lakukan padaku? Kenapa setelah semua yang ku inginkan tercapai namun aku malah merasa makin tersiksa. Sejak kapan kau jadi sepenting ini bagiku, huh?” Dong Hae bertanya dengan nada ambigu. Air mata mengalir begitu saja dari kedua matanya.

Beberapa hari kemudian rumah mewah Dong Hae itu dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang polisi yang datang atas laporan Jung Soo. Dong Hae pada saat itu masih mengurung dirinya di dalam kamar dan membaringkan tubuh lelahnya di atas tempat tidur itu ketika salah satu maid datang dan memberitahukan keadaannya. Di luar sana ia juga masih mendengar ribut-ribut ketika orang-orang kepercayaannya menahan pihak berwenang itu untuk masuk dan menemui Dong Hae.

Namun di luar dugaan Dong Hae malah keluar dari kamar di tengah perdebatan. Sang tuan rumah yang kali ini terlihat sedikit telah mengurung dirinya berhari-hari di kamar itu terlihat sedikit berbeda ketika ia menampakkan dirinya. Pakaiannya tampak begitu berantakkan, begitupun dengan rambut dan dandanannya.

“Tuan-Lee Dong Hae, kami membawa surat perintah penahan anda atas tuduhan penculikkan, penyekapan, dan penyiksaan yang anda lakukan terhadap Tuan-Kim Jang Seok dan Nona-Kim So Eun. Harap ikut kami ke kantor!” seru salah satu petugas tersebut pada Dong Hae sambil menunjukkan secarik kertas padanya.

“Tapi pak, kami kira—Tuan muda?” asistannya yang baru hendak memberikan pembelaan pada Dong Hae langsung menghentikan ucapannya begitu Dong Hae dengan rela menyerahkan kedua tangannya kepada petugas yang tadi. Ekspresi laki-laki itu sedikit kosong ketika melakukannya.

“Silahkan membawaku, aku memang melakukannya..” gumam Dong Hae tanpa emosi yang membuat terkejut bawahannya.

“Tuan muda kenapa anda melakukan ini?” asistannya tadi masih berusaha mempertahankannya. Namun akhirnya ia tak bisa mengatakan apa-apa ketika polisi tadi memborgol tangan Dong Hae.

“Mohon ikut dengan kami, tuan..” ucap polisi itu yang diikuti Dong Hae begitu saja, meninggalkan bawahannya yang terlihat khawatir.

“Jangan khawatir tuan-muda, aku akan membawa Pengacara-Han untuk menyusul anda!” seru sang assistant pada akhirnya.

Dan semuanya berakhir cepat begitu saja bahkan entah Dong Hae sadari atau tidak. Ketika malam itu polisi menanyainya di ruang introgasi Dong Hae tampak menjawab semua pertanyaan yang diberikan kepadanya oleh sang kepolisian. Hal yang berakhir membuatnya diputuskan untuk ditahan sementara waktu hingga persidangannya ditentukan. Tim pengacara yang dibawa Asistannya terlihat tak banyak membantu, karena setiap jawaban Dong Hae yang seakan memang menyerahkan dirinya lah yang memberatkannya dan malah membuktikan bahwa ia memang bersalah dalam hal ini.

Namun sebenarnya di penjara ataupun rumah mewah itupun tak ada bedanya bagi Dong Hae saat ini. Karena nyatanya rutinitasnya tetaplah sama, hanya memandangi sisi hampa di sampingnya dengan tatapan kosong. Terus memikirkan So Eun dan penyesalan yang selama ini ia lakukan pada gadis itu. Hal yang membuat khawatir orang-orang yang peduli padanya, bahkan sampai terdengar oleh pihak keluarganya yang ada di luar negeri sana.

Sementara itu di hari ke sebelas kabar baik baru datang dari rumah sakit tempat So Eun di rawat. Hari itu di pagi hari gadis itu akhirnya tersadar dari tidur panjangnya. Jung Soo yang saat itu berada di kantornya segera meninggalkan pekerjaannya dan segera menemui So Eun untuk menyambutnya.

“L-Lee Teuk-oppa?” Dengan suaranya yang lemah So Eun tampak kaget begitu melihat wajah pemuda itu selang satu jam setelah ia terbangun. Ia sungguh-sungguh tak percaya dengan siapa yang saat ini berdiri di hadapannya.

“So Eun..” Jung Soo tampak tersenyum sambil mendekati So Eun, menggenggam tangan So Eun yang terasa hangat. Terima kasih karena sudah bangun So Eun, aku benar-benar mencemaskanmu..” bisik pemuda itu terlihat begitu lega karena So Eun tersadar.

Sementara itu So Eun terdiam, jelas ia masih begitu bingung dengan keadaannya saat ini. Namun sekilas ia sepertinya mengingat semuanya, tentang penyebab mengapa ia berada di sini bahkan…

“Ayah..” So Eun bergumam dengan ragu, terdengar sedikit memelas seakan berharap kalau saja ingatannya salah. “Ayah bagaimana?”

Jung Soo tak langsung menyahut, ia tampak menghela nafas sambil menggenggam tangan So Eun lebih erat. Dilihat dari reaksinya sebenarnya ia tahu bahwa So Eun mengetahui jawaban dari pertanyaannya ini. “Maafkan aku, So Eun… aku sungguh-sungguh sangat terlambat menemuimu dan.. menyelamatkan ayahmu..” Lee Teuk mencium lembut tangan So Eun tanda penyesalan. “Juga maafkan aku karena harus menguburkan beliau tanpa menunggumu.. semuanya tak bisa kuhindari..”

So Eun tampak tak mengatakan apapun namun ia terisak lirih. Air mata mengalir begitu saja dari kelopak matanya. “A-Aku bahkan tidak sempat melihatnya untuk terakhir kalinya… Bahkan sebagai satu-satunya anaknya aku juga tidak ada disana untuk mengantarkannya ke peristirahatannya yang terakhir. Ayah pasti marah padaku…” isak So Eun sedih. Jung Soo tampak menggeleng, mengangkat wajahnya dan menghapus air mata So Eun.

“Bukan, ini bukan salahmu sama sekali. Bukan keinginanmu untuk diperlakukan seperti ini sehingga membuatmu harus terpisah dengan ayahmu di saat-saat terakhir kalinya..” bisik Jung Soo sambil membelai rambut So Eun. Sementara itu So Eun malah semakin menangis, hal ini membuatnya harus kembali mengingat penyebab semua kerusakan ini terjadi padanya. Hal yang membuat ia mengingat kembali pemuda yang ia anggap sebagai dalang dari semua ini. Mengingat semua ini sungguh So Eun merasa marah dan semakin membenci orang itu.

“Orang itu..” So Eun terlihat begitu geram sehingga meremas kuat selimut yang saat ini membungkus tubuhnya. Amarah dan rasa bencinya semakin menjadi-jadi pada orang yang telah membuat hidupnya berantakkan seperti ini. “Semua ini karena orang itu.. dia yang membuat hidup kami berantakkan seperti ini. Dia..” So Eun tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Tak sanggup lagi untuk mengingat semua yang telah terjadi sehingga membuat ia malah menangis semakin keras. “Aku sangat membencinya…”

Jung Soo tampak lebih bangun, menghapus air mata So Eun untuk menenangkannya. “Tak apa-apa, sekarang sudah tak apa-apa. Semuanya sudah selesai. Mulai sekarang… dia tak akan pernah menganggu hidupmu lagi. Aku bisa janjikan itu..” bisik Jung Soo berusaha menghiburnya, sementara So Eun mengangkat wajah dan menatap pemuda di depannya itu. Sekilas kini ia penasaran tentang keadaan pemuda itu saat ini. Apa yang terjadi padanya setelah kejadian itu? Karena setelah mereka sama-sama melompat ke laut ia sama sekali tak mengingat apapun dan bagaimana dengan…

“Kau juga kehilangan dia, So Eun..” Jung Soo bersuara seakan menjawab pertanyaannya ketika melihat So Eun menyentuh perutnya. “Dia tak bisa diselamatkan..” sambung Jung Soo pelan yang membuat So Eun sekilas merasa bersalah. Ya, dialah yang tak menginginkan bayi itu sejak awal, dialah yang membunuhnya demi membalas perbuatan Dong Hae, tapi… kini kenapa ia merasa menyesal? Kini ia merasa begitu bersalah dan tubuhnya terasa hampa kini begitu mendengar kabar kematiannya. Bukankah ini yang dia inginkan? “Jangan difikirkan, semuanya telah terjadi. Dan apapun yang kau alami di masa lalu semua bukan salahmu. Jangan biarkan itu membebani dirimu..”

So Eun hanya terdiam, ia memilih tak memikirkan apapun. Sejak awal semuanya sudah terjadi, jadi ia seharusnya tak menyesal karena memang ia tak menginginkan bayi itu sejak awal. Lagipula ia juga sangat membenci orang yang telah menanamkan benih itu pada dirinya.

“Dan Lee Dong Hae—“

“—Jangan beritahu aku apapun, jangan sebut nama itu lagi..” So Eun menggeleng dan memejamkan matanya pelan, langsung menolak begitu Jung Soo menyebut nama yang dihindari untuk diingatnya itu. “Aku sudah tak peduli dia sekarang bagaimana, aku tak mau tahu. Aku tak ingin mengingat semua yang telah orang itu sebabkan padaku, aku ingin menutup semuanya. Aku tak ingin mendengar apapun walau sekedar namanya..” ringis So Eun pelan sedikit emosi. Tangannya kembali menggenggam erat selimut di tubuhnya dan air matanya kembali mengalir. “Sekarang yang penting semuanya sudah berlalu, biarkan aku melupakan semuanya..”

“Baiklah..” Jung Soo tampak tersenyum sambil mengusap kembali rambut So Eun, berusaha menenangkan gadis itu. “Memang sebaiknya begitu, kau sebaiknya melupakan semuanya. Tak perlu melihat ke belakang, karena sekarang hari yang baru akan kembali datang padamu. Harimu yang walaupun mungkin tak seindah dan seceria dulu.. namun akan lebih baik daripada sebelumnya..” ujar Jung Soo sambil menghapus air mata So Eun. Sementara itu So Eun tampak hanya terdiam sambil menatap kosong di depannya. Ia juga bertekad untuk melupakan semuanya dan membangun hidupnya yang baru.

Laki-laki yang terus setia mengunjungi Dong Hae setiap harinya itu tampak menghela nafas sambil menatap tuannya. Sedikit ragu, ia akhirnya mengeluarkan suaranya dan menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan pada pemuda di depannya.

“Tuan muda, saya baru saja mendapat kabar bahwa Nona-Kim sudah sadarkan diri. Nona-Kim kini sudah lebih membaik dari sebelumnya..” kata laki-laki itu pelan sambil menatap pemuda yang hanya diam di depannya. Pemuda yang saat ini hanya menatap kosong padanya itu tampak tak bereaksi, ekspresinya bahkan tak berubah sama sekali dengan kabar yang seharusnya membuatnya senang itu. “Saya dengar, keadaan beliau terus membaik. Kalau keadaannya tetap stabil begitu mungkin dalam beberapa hari beliau sudah bisa keluar dari rumah sakit..” asistan muda itu melanjutkan, berkata hati-hati pada pemuda di depannya yang masih belum menunjukkan reaksi yang spesifik. Karena semua yang Dong Hae lakukan saat ini hanya sedikit menunduk dan menatap kosong meja yang membatasi mereka berdua, hal yang membuat laki-laki di depannya itu menghela nafas sedikit panjang dari sebelumnya.

“Tuan muda, berhentilah seperti ini. Anda telah menderita dan melakukannya terlalu jauh, saya berharap anda bisa bangkit kembali dan tidak terlalu larut dengan semua ini..” laki-laki kepercayaannya itu akhirnya bergumam kembali, terdengar lirih dan begitu sedih sambil menatap laki-laki yang terus tak bereaksi sama sekali dengan ucapannya. Ia terlihat sedih melihat keadaan terkini dari tuan yang telah diikutinya selama bertahun-tahun itu.

“Kau sudah dengar kabar terbaru Lee Dong Hae bukan?” So Eun yang baru hendak kembali ke ranjangnya langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar perbincangan antara dua penjaga suruhan Jung Soo yang bertugas di luar. Sedikit penasaran ia mendengarkan lanjutan dari perbincangan itu. “Aku dengar dia dipindahkan dari penjara ke rumah sakit jiwa. Katanya dia mulai bertingkah aneh..” lanjut penjaga yang tadi, berhasil membuat handuk di tangan So Eun jatuh akibat kaget.

>> To Be Continued <<

Chapter terakhir sebelum benar-benar Ending. Sebenarnya aku menargetkan jumlah chapter untuk ff ini hanya sampai 10 saja namun ternyata jumlahnya malah 2 kali lipat sehingga aku membagi ceritanya menjadi 10 dan 11.

Chapter endingnya juga sudah selesai, namun aku akan menahan dulu chapter endingnya dan menantang para reader untuk memberikan komentar sampai 50 sehingga aku bisa memposting lanjutannya segera. Selain itu aku juga akan membuat regulasi khusus untuk mendapatkan PW chapter 11. Tidak seperti biasanya dimana aku memberikan PW di grup FB, untuk part ending B&W kali ini aku akan kembali menggunakan inbox dan khusus hanya akan memberikannya pada orang-orang yang memberikan komentarnya di chapter ini. Jadi bagi orang-orang yang menginginkan PW bisa langsung inbox aku di FB atau twitter dengan menyertakan ID komennya.

Terima kasih

130 Comments Add yours

  1. mianuneo mengatakan:

    ahhh it’s HURT!!!!>< chapter ini bener2 nguras air mata malem2 T^T .. sayang banget babynya gk bisa diselametin :''''''''

    hahhh aku berharap penderitaan Soeun cuma sampai disini. aku sedih beberapa chapter Soeun dibuat menderita melulu :''''

    sebernya kasian juga sama Donghae, ampe dibawa kerumah sakit jiwa gitu :''''''' tapi itu emang pantes buat dia nyakitin Soeun selama ini jadiin Soeun boneka ranjang :'''

    semoga ff ini gk berakhir angst dan soeun bener2 nemuin kebahagiaannya di chapter depan.

    ditunggu chapter depannya, semoga komennya bisa capai target biar cepet2 dipublish kkkkkk~😀

  2. Tikka mengatakan:

    Woaah, ini part menguras emosi, konfliknya dapet yaa walaupun baca part dimana soeun sama donghae cekcok(?) gk terlalu fokus *helo ini postingnya menjelang subuh kakak ?? Time to sleep* dari awal udah rada was2 pas tuan kim meninggal dan kirain gk bkalan scepat itu soeun tahu dan oh~ god kenapa bayinya harus pergi padahal itu bisa jadi salah satu bumbu happy ending😀 udah ke tebak dari part kemaren2 kalo akhirnya donghae jadi sikit tak waras kan ? Apa tanggapan soeun dgn kabar tersebut ? Apa soeun sama teuk bisa brsatu ? Atau selang beberapa tahun donghae tetep tak waras tapi soeun udah mulai maafin ? Atau endingnya masing2 aja ? Soeun yg memulai hidup baru, donghae yang kena tulah, dan teuk yg masih sekian lama teuk menunggu cinta soeun. ? Next part 1 part lagi yeah satu part lagi, satu part lagi, Cepet publish yah kakak😀 buat readers lain cepetan comment biar cepet di post, bila perlu comment dulu baru baca >,< *watdezig* OK see you next part Happy New Year Kak Awan :*

  3. Irnawatyalwi mengatakan:

    Akhrx smw ktakutan donghae trjwb sudh, ayah sso meninggal n i2 smakin membuat sso membnci oppa gantengku, n dr pristwa i2 sso sungguh ingn menghancurkn donghae, lbh parahx sso sngaja ingn menyakti hae oppa mlalui bayi yg d kndungx dgn trjun k laut n alhasil sso k gu2rn n i2 bru bnar2 d sadari donghae jika trnyata ucpn sso bnar dia bnar2 hamil, smakn klimaks prmasalahnx, hem Put apakh in bnr2 akn sad ending? Kk pikir iya, palg skrg Haesso sudh tdk dpt brtmu n sso smakn membnci donghae, bnar2 efek so eun membwa dmpak bsar dlm khdupan Seorg Lee dong hae, so eun bsa merubh hae oppa yg tegas n kejam menjd pria lemah tak brdaya bhkn dia menjd pria Rapuh, Donghae dgn gampangx menyrahkn dri pd polisi tanpa prlawanan, bhkn dgn sgala kekuasaan n uangx dia tdk menggunakn smw i2, pdhal hae oppa bsa menggunakn kekuasaanx u bebs n mgkn dgn kekuasaan n jg kekuatnx dia bsa kmbli mendpkn sso tpi dia seolh2 khlagan jtih drix. Trakhr dr kbar pnjaga/pngawal t4 rwat sso trdngar jika donghae oppa d pndhkn dr pnjara menuju Rmh Sakit jiwa krn donghae sprtix mengalami skit jiwa haa bnar2 kisah yg sangt menydihkn. DEMdam tdk membwa apa kecuali ksdhan yg brkepanjagan n d saat dendam dpt trblskan justru hal i2 tdk membhgiakn mlah menyengsarakn hdup hae oppa.

  4. vaaani mengatakan:

    I love you. Will you marry me? Kata haeppa
    Trus dijawab I do, hohoohohohoho
    Bolahkah bermimpi seperti itu put,,, huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    Part10 ini perlu berekspresi bingit,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    Dr yg shock bapaknya sso wafat
    Geram lihat haeppa,,,
    Trus merasa gila sso ada di tepian jurang dan benar2 berniat bunuh diri,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    ~kedua ff trcintaku B&W dan HAML~
    Mendekati ending

    Syukur deh selamat,,, sso selamat tuk ke2 kalinya setelah dulu ada diperkemahan dan haeso mulai jatuh cinta… disana hanya calon suaminya lah yg bs meniduri sso,,,,,,,, dan sso ditiduri benerkan,, jadinya ke depan hae apapun yg trjadi smga jd suami sso

    Sso penasaran brarti sso dh mulai normal lagi baiknya, sso angel og ,, hummmm jadi hatinya akan selalu membaik

    Mungkin hae dipenjara ato haeppa mati skaliaaaaaan akan melegakan sso,,,
    Tapi saat ini ada dirumah sakit jiwa??????????????
    Smga sso bs posotof thinking thdp haeppa,,,, bahkan sso bs mndapat kejelasan cerita sbenarnya penderitaan hidup atau cintanya haeppa thd sso dr ajudannya haeppa yg tiap hari mengunjunginya

    Super yakin haeppa jg pnya hati malaikat klo gak gitu mana mungkin mereka setia smpai hae masuk rumh skit jiwa skalipun

    ~mengharap sso berubah pikiran,,,,
    Dy gak akan mungkin mghapus bersih masa lalu melainkan menambahi warna agar menjadi baru
    _i need pw nyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa pake buanget

    Gumawo gumawooooooooooooooooooooo putri akhirnya dipost jg,, keberuntungan bgt bs langsung baca

  5. mothisan mengatakan:

    Menyesal selalu datang belakangan,,,
    Kasihan haeppa jadi depresi,,,,
    Apa mungkin so eun akan memaafkan haepa dan memulihkan keadaannya,,,

  6. echa307 mengatakan:

    Huuaaa demi apa, walaupun nyesek jujur aku suka sama penyelesaian soeun bebas dari sekapan donghae.
    Tapi…huaaaaa kenapa ikan nemo jadi stress😥
    Aku suka dari bagian donghae gelisah sampai dia stress, huft *saya tarik nafas dulu* donghae ternyata sudah terlalu jauh mencintai kim so eun. Cuma dia terlalu naif buat ngakuin hal itu😦
    Dan soeun, dari penyekapan sampe skrg..aku masih belom bisa nebak nih hati soeun. Dia bener2 sudah mengenyahkan donghae dalam hatinya atau masih sedikit tersimpan…
    Sebenernya puas sih liat donghae kyk gitu, tapi aku ga ikhlas haesso berpisah😥

    Putri…ini sadend yaa??
    Haduhh siap mental ini…
    Jujur ga rela haesso pisah😥

  7. Luthfiangelsso mengatakan:

    Arrggghhh demi apa demi apa nyesek nya itu lho sampe ke ulu hati arrghhhh gila gila nangis nih nangis sumpah nyesek banget bacanya ya ampuunn donghae ya kasian bgt dia kasian jg sama so eun, adakah keajaiban yg bisa buat haesso bersatu ?
    Apa ? Udah mau tamat kah ? Argghh ff favorit sepanjang masa mau di tamatin, bakal kangen berat ama ff ini, semoga endingnnya membahagiakan buat haesso dan readers🙂
    Sumpah gak tau mau komen apa lagi sepanjang baca ff ini aku nangis trus air mata ku jatuh jatuh trus bahkan sampai sekarang sambil nulis komen aja air mata aku tetep aja ngalir trus T,T
    Waahhhh bener” daebak buat putri (y)
    Astaga astaga aku gak tau mau bilang apa lagi selain nih ff bener” bagus bgt dah !
    Untuk next part nya sangat menunggu dan aku mengharapkan dapet pw nya, ahh khamsahamnida and fighting uri putri^^
    Salam 2 jari ala haesso V^^

  8. vita mengatakan:

    Huwaaa…..authoooorr duh ceritanya banget..aku ga tega liat donghae kayak gitu,ntar endingnya pasti sso ga bisa bersa@liupingyi33tu sama donghae…arrrgh aku penasaran #frustasi ditunggu ch selanjutnya..fighting🙂

  9. vita mengatakan:

    Aduuuuh coment gue kenapa jadi kayak gitu ga jelas tulisannya haha..ini nih yang bener
    .
    .
    Huwaaa…..authoooorr duh ceritanya keren banget..aku ga tega liat donghae kayak gitu,ntar endingnya pasti sso ga bisa bersatu sama donghae…arrrgh aku penasaran #frustasi ditunggu ch selanjutnya..fighting🙂

    Balas
    View Full

  10. fionnatan mengatakan:

    sesak nafas membaca cerita ini..seru sih ….menyesal belakangan tidak ada gunanya…jangan deh sampai donghae gila kasiah semoga sso bisa memaafkan donghae ….next part sangat ditunggu…

  11. lusiyana mengatakan:

    semakin penasaran aja…apakah le donghae gila….jangan donk…….ahhh endingnya gimana ya…

  12. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Ahh ya ampun part ini benar2 bikin aku mewek subuh2.
    Mengingat perlakuan Donghae yg Naudzubillah Kejem di part2 sebelumnya, tapi kenapa pas dia menjadi Tersiksa dan Tanpa ekspresi gini malah bikin aq iba dan khawatir.
    Kasihan Donghae.. Mungkin ini juga hukum karma. Dan dia juga menyesal telah melukai hati soeun.
    Apalagi pas scene di mobil itu, dia teringat Soeun yg meminta permen darinya. Menurutku itu adegan yg bikin hatiku bergetar. . Ngena aja scenenya.

    Masa iya Donghae mau di masukin ke RSJ,? Kok gw ga rela ya. Semoga Sso bisa cepat memaafkan Donghae. Dan Hidup bahagia bersama. Endingnya jangan sad ya Put. Hheeh

    ditunggu nextnya. Semangat!

  13. Yhuliisoeun mengatakan:

    Ahhh akhr.y lanjut jga,,. >___< semangat ^^

  14. Yhuliisoeun mengatakan:

    AAhhh akhr.y lanjut jga,,. >___< semangat ^^🙂

  15. soeun mengatakan:

    Ternyata soeun sungguh melakukan apa yg dikatakan nya pd donghae😦 #hurt

    hah dari awal memang salah .., dan penyesalan slalu datang di akhir😦

    sekarang donghae tdk waras lagi dan soeun sepertinya tdk peduli lagi pd nya😮

    bnr2 ditunggu ne eon part ending nya bagaimana akhir dri kisah haeSso …. Hwaiting (y)

  16. Yhuliisoeun mengatakan:

    Astogehhh…. >__< putri plis jgn Sad Ending yah.. Mau yg Happy2 …😀
    next.y d.tggu sangat ini smoga bisa dpt Pw …😀 tetap smangat ^^

  17. Yhuliisoeun mengatakan:

    Aastogehhh…. >__< putri plis jgn Sad Ending yah.. Mau yg Happy2 …😀
    next.y d.tggu sangat ini smoga bisa dpt Pw …😀 tetap smangat ^^

  18. Yhuliisoeun mengatakan:

    Aastogehhh…. >__< putri plis jgn Sad Ending yah.. Mau yg Happy2 …😀
    next.y d.tggu sangat ini smoga bisa dpt Pw …🙂😀 tetap smangat ^^

  19. elfishylikaalika mengatakan:

    Akhirnyaaaaaaaa…. tinggalin jejak dulu kakak

  20. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Ahhhhh….
    Feelnya sedihnya Lee Donghae kerasa banget di Puspa !! U.U

    dpt banget pas bagian Soeun sma Hae di jurang laut itu.. Apa lagi setelah Soeun lompat !!!
    Benar-benar bisa di bayangkan~~

    kasihan lihat Donghaeeee T.T
    OMG,itu Hae jd gila kah ?? Seriusss ?? Trus ntar endingnya gimana ini ?? Hae gila teruss kah ??

    Sbnernya harus diakui mmg,wlupun Hae benci banget sma Kim Jang Seok,tp Hae ttp merawat Jang Seok wkt sakit… Itu membuktikan klw Hae juga punya hati.. Hikss..😥 bukan hatinya kya’ besi yg dibilang Soeun eonnieee😥😥

    ditunggu chapter Endingnya~
    berharap readernya kembali banyak komen…
    Puspa yg baca aja,kerasa mmg reader yg komen berkurang😦😉

    Tetap Semangat Uni !!
    Ditunggu karya lainnya dan chapter lanjutan FFnya~

  21. Ayunie CLOUDsweetJEWEL mengatakan:

    Oh My God, aku nggak bisa tahan airmataku untuk tidak mengalir pagi ini. Semuanya menyakitkan😥😥 walau bagaimanapun, aku nggak bisa menyalahkan Dong Hae. Tapi apa ia memang So Eun nggak punya rasa cinta sedikitpun ma Dong Hae?? Aku nggak rela dia masuk Rumah Sakit Jiwa. Dan harusnya So Eun gak usah men-judge Hae krn kematian Jang Seok, karena ayah Dong Hae jg mati karena Jang Seok itu, kan. *ReaderKejam

  22. dyyyy mengatakan:

    dendam memang akan membuat penderitaan…..
    kasian donghae…..karna donghae tdk bersalah 100%!!!
    moga soeun peduli ma donghae…..

  23. Reski mengatakan:

    Sedih banget ceritanya…semoga endingnya donghae tetep bersama so eun😂

  24. muntaryati mengatakan:

    kebayar semua penderitaan soeun tapi kasian juga keduanya harus kehilangan lagi…si Donghae harus merasakan apa yg di alaminya 17 (?) thn yg lalu…Soeun dah kehilangan Ayahnya trus bayinya walau itu keinginannya tp terlihan dy menyesalkan… ngga mungkin kan Donghae jadi Gila ? mereka bersama kah atau Soeun milih Jungsoo? sabar ja lah nunggu next part…

  25. Miumi mengatakan:

    huaaa part ini bikin nyesek bacanya,masih pagi baca nih FF bener” nguras air mata.
    tpi sayang si baby nggak bisa diselametin😦
    Berharap part selanjutnya penderitan Sso berakhir,kasian juga sama Hae sampai masuk RSJ.
    Ditunggu part selanjutnya, semoga endingnya nggak sad dan semoga komennya bisa mencapai target kalau bisa lebih *amin* biar cepet publish part selanjutnya😀

  26. andri susilowati mengatakan:

    Akhir tahun akhirnya ada ff yg di post. Thanks thor sudah memposting salah satu ff favorit. Hehehehe.
    Di part ini sungguh luar biasa kkk donghae menyesali semuanya. Hampir nangis bacanya. Di part ini justru saya kasian sm donghae, kejahatan yg dia lakukan sebelumnya sudah terampuni klo ngliat penyesalan dia. Semoga so eun juga begitu. Semoga so eun mau memaafkan donghae. Hahahahaha. Agak kget baca kalimat terakhir. Plisss buat donghae normal dn buat so eun bahagia. Kkk semoga mereka bersatu.
    semakin kesini salut sm author, author selalu menyajikan ff yg berbeda dan semakin berkembang dlm menulis. Semangat thorr. di tunggu karya lainnya

  27. gerund mengatakan:

    Jujur aku paling suka bgt sama karya2nya Putri. Tiap kali aku baca, pasti rasanya tuh kaya nonton film, berasa bgt feelnya. Kadang bisa sampai nangis lw lg adegan sad, kadang jg bisa senyum2 gaje lw lg adegan romantis.😀

    Tanggapan aku buat B&W part 10 ini benar2 full sad story. Apalagi pas bagian Donghae menyesali perbuatannya, aku jd ikut ngerasain nyeseknya hati Donghae. Tapi aku berharap mereka tetap bersatu, meskipun jika dipikirkan secara logika itu sepertinya tidak mungkin mengingat So Eun yang sangat membenci Donghae.

    Meskipun begitu, aku yakin pasti Putri selalu punya cara buat bikin ffnya tuh berbeda dgn yg lain dengan cerita yang sulit untuk ditebak. #HarapanHaessoTetapBersatu🙂

    Jangan berhenti berkarya ya chingu. Selama aku masih bisa, aku akan tetap jd reader setiamu.😉

  28. Rubiah sparkyu angelsso mengatakan:

    Aaahhhhh,,,,,,,,menyayat hati….aigoo berharap bukan sad ending,,miris banget ama nasib ikan nemo..

    Tapi saeng yakin banget ini kalo sso itu sebenarnya sayang sama ikan,,cuman karena ikan yg terlalu banyak menyakitinya rasa sayang itu berubah jadi benci..

    Ya ampuun,,bagaimana bisa bang ikan masuk RSJ??? Hyaaakkkk,,abang tampan jangan gilaaa dooonnggg…

    Oke sip eonni,,ntar kalo udah publish saeng inbox eonni..

  29. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    akhirrr nya kelanjutan ff black&white di posting juga setelah sekian lama dibikin penasaran😀
    huuhh di part ini bener2 nguras perasaan, si baby nya haesso meninggal, bang ikan masuk penjara, sso eonni koma T.T
    duh sebener nya sih kalo di liat2 selama ini maksud nya hae ga jahat2 amat sama sso cuma cara nya aja yg salah, dan dia telat sadar akan perasaan nya sama sso, jadi kasian sama hae… …sekarang dia bener2 dapet balesan nya😦
    jangan pisahkan hae sama sso T.T
    semoga part selanjut nya kehidupan haesso bisa membaik, next part nya eon di tunggu udah penasaran banget nih :v (y)

  30. Deborah sally mengatakan:

    Woah chapter ini benar2 keren, menegangkan juga. Saking menyesalnya Donghae sampe sampe harus masuk ke rumah sakit jiwa jiahahaha. Enggak kebayang lah kalo itu benar2 terjadi di dunia nyata😄

  31. Arhy supitri mengatakan:

    Jangan samapai ada dendam2 lagi….
    Yang aku bingungin(?) Atau mungkin udah pernah diceritain tapi aku lupa #plak# alasan ayah Sso ngebunuh ortu Donghae kenapa???
    Entah kenapa aku ingin mereka (Haesso) menjalankan hidup mereka sendiri2.. melupakan dendam masing2 mungkin ketemu pasangan masing2 . Yg sama sso kyu aja #plak#abaikan#
    Next chap ditunggu…. nantinaku inbox mau minta Pw😉

  32. Devi mengatakan:

    y ampun d chapter ini menguras air mata,,,,,

    kasihan bangeeeet eonnie so eun harusss kehilangan ayah’a tanpa menemani d saat trakhir ayah’a hidup,,,,,,

    tpi akhir’ haeppa menyadari ap yg d lakukan trhadap eonnie so eun,,,,
    benarkah haeppa masuk rumah sakit jiwa ?????
    jd penasaran ma kelanjutan’a d tunggu chingu kelanjutan’a,,,,

  33. silviaa mengatakan:

    hiks…hiks….hiks… kenapa jadi begini. gangguan jiwa ,lee donghae terkena gangguan jiwa..??? gk rela ada pasien gila setampan donghae. LEE DONGHAE hidupmu mengapa begitu menyedihkan. dari awal hingga akhir selalu mendapatkan kebahagiaan yg paksaan. KIM SOEUN. eooniku yg polos ini, kenapa. harus mendapatkan hidup ya kejam. kalau sso dendam terus ke donghae bagaimana mereka bisa bersatu. atau jadi junsso..???? ribet banget ceritanya. author semoga bisa nyatu’in HAESSO. ditunggu banget ending partnya. SEMANGAT ka”k.

  34. cici kim mengatakan:

    Crta y kin sedih ksian donghae y mndierta apa y yg aka so eun lkukan stlh tau donghae msuk rumah sakit jiwa tidak pedulikah apa akan menemui donghae g
    Ah yg tau cuma so eun dan autor ya aZ.. tungu part akhir’a
    Mau ucapin selamat tahun baru untuk autor y

  35. shafa nazila mengatakan:

    Kasihan soeun harus kehilangan janinnya.. Tapi lebih kasihan ke donghae, setelah semua balas dendamnya tercapai dia malah terpuruk dan nyesel banget sampe dibawa ke rumah sakit jiwa.. Moga aja last chapter so eun bisa maafin donghae dan mereka bisa bersatu.

  36. Jacob mengatakan:

    Walaupun kesel sm kelakuan donghae sm sso tapi ngeliat keadaan donghae yg kyak gtu jd kga tega aplgi dia udh kehilahan bayinya. Mudahan aja d part end sso mau kembali sm donghae dan punya anak😀

  37. vhi mengatakan:

    mau end ngenesss bnget cerita nya,,😦 apalagi donghae sampe gilaa …. sso jangan benci donghae yyaa semoga ajh ada perasaan yang tumbuh dari sso buat donghae🙂 aahh gak rellaa kalau akhirnya mereka harus pisahh😦😦😦 ….. penyesalan emng selalu dtng terakhir emm😦 ….

  38. Safriyanti mengatakan:

    Huffffftttttttt
    skrg pa efek dr smua yg tlah donghae lkukan,,,
    blas dendam,,,,pa yg ddpatkan,,,
    smua,a rsa,a sia2 bhkan hae sndre mnggap tlah mbnuh ank,a sndre,,,bnar kt sso hae akn mrskan ssutu pnyslan xlo smpai trjdi hal2 yg bruk pd appa,a sso,,,
    trnyta smua tgkah hae yg kuat lnyap sktika,,,,
    bnrkah hae dh dpndahkan k rmh skit jiwa,,,
    ksian jg sech,,,
    to efek trllu cnta ma sso tp gk mau mngkui,a krn ego yg trllu lma dprthankan,a,,,,,

  39. Akiko mengatakan:

    Kasihan ya Soeunnya😦 Ayahnya udah nggak ada. Donghae juga, aduh gimana ya, salah juga iya dia. Jungsoo juga udah dateng. Kira” mereka bakal sama” lagi gak ya? Soeun udah terlanjur benci. Donghae juga, kok jadi aneh? Aduh frustasi itu. Next thor!

  40. elfika mengatakan:

    waah put kenap bayinya mati ..tadinya mkir bkalan jdi kluarga bhGia sso sma donghae tapi tk apalaah …
    apa sso udah mulai suk donghae yaaaa..
    abang ikanku masuk rumah sakit jiw :'(:'(:'( tidaaaakk
    jgnan bkin gila dong put hahaha stress aj tpi dikit hhha
    ditunggu part endingnya ya put semangaaat
    btw met tahun baru yaaaa

  41. elfishylikaalika mengatakan:

    Akhirnya setelah sekian lama….. kasian banget ini sso sama donghae. Mereka sama2 kehilangan. Sso kehilangan ayah sama bayi, donghae kehilangan ssi sama bayinya😦 donghae jadi stres? Ssoeunie donghae mencintaimu dengan cara yang salah. Berharap endingnya ga sad ending. Semoga sso sama hae bisa bersatu.

  42. dizha adrya mengatakan:

    hoho ya ampn akhirnya sprti itu smuanya mrsakn ktidak bhgiaan sso yg sdh mmbnuh byinya n bang hae yg sdh slsai mmbls dndam nya, smuanya bnr” tdk bhgia n bang hae rmh skt jiwa ya ampun bang hae ap kh kau bnr” depresi, khilangn gds yg di cintainya n drah dging nya, smga utk part slnjtnya happy ending kasian bgt ma bang hae dsni

  43. huzznaa mengatakan:

    gak sabar pengen tau endingnya….
    sumpah thorr kerenn bgt nih..
    gtunggu ya..

  44. Angels ZuAnn mengatakan:

    chapter yg bnar” menguras emosi….
    ayah sso meninggal dan sso menyalahkan donghae? ??? sbenarnya q tdk stuju jka kmatian ayah sso krn donghae,ayah sso mati krn sso tdk mau menjenguk ayahnya stelah beberpa hari dan tdk mau minum obat jk bkn sso yg membrikan obatnya….
    donghae mungkin salah krn slama ini menyekap sso dan ayahnya,tp q jga ga’ stju jk smua slah donghae. …
    donghae mnjdi depresi krn kehilangan
    anaknya dan sso,smoga chapter akhir brkhir dgn happy end dan sso mau memaafkan donghae….

  45. haekyusso mengatakan:

    Akhir y d post juga FF favorite gw,,,,,,
    Wlpn nyesek pas baca y,,,nyesek dgn keadaan hae dan sso yg terbelit karna sebuah dendam di masa lalu,,,😦
    sungguh nyesek abis pas baca bagian hae yg bnr” dia merasa bersalah karna perlakuan y dgn sso,,,
    karna dendam juga sso seakan benci dgn hae dan sebnr y hae bnr” sangat mencintai sso
    arrrgghhhh,,,pengen bnr” tahu dgn kelanjutan y ff ini,,,dan mdh”n bukan sad ending,,,,

  46. cucancie mengatakan:

    Akhirnya dipublish juga ff yg ditunggu2,makin mendekati akhir makin seru,so eun makin benci sama donghae,disisi lain donghae makin menyadari klo dia benar2 mencintai so eun sampe2 donghae depresi yg sebenernya akibat perbuatan donghae sendiri,ga tega donghae masuk rumah sakit jiwa,mungkin ga ya so eun maafin donghae,dan gimana sama jungsoo…penasaran endingnya kayak gimana…

  47. wulan azhar mengatakan:

    Akhirnya nie ff muncul juga
    nama eonnie wulan azhar saeng
    sebenarnya eonnie setuju juga sie dgn apa yg di lakukan so eun
    kalau ada pria yg mengatakan dia menganggap kita hanya sebagai boneka nya pasti sakit hati banget
    rasanya ingin menghilang dari hadapan nya
    tapi sayang banget kalau bayi haesso harus gugur😥
    Mana sekarang donghae nya frustasi lagi
    ga tega bayangkan donghae jadi sakit seperti itu
    kembalikan so eun ke donghae ya saeng
    mungkin kehadiran so eun yg mampu membuat donghae seperti dulu
    berharap haesso bersatu
    park jung soo nya sama eonnie aja

  48. Choi Shinae mengatakan:

    omg… soeun menang tapi kasian donghae😥 sampe dibawa ke RSJ???? soeunnnnn plissss balik k dongek >_< ayo kmbali dan bikin bayi baru lg kkkk next chapt ditunggu banget banget…

  49. Aisparkyu mengatakan:

    .aaach putrii aq jdii nangiiskn,,ksiian bnget abng aq,,sumpah nie bbner” bkin aq nangiss d mlam prgntian taun nie,,sso egois ksian donghae hrus khilngan babyny tnpa dia tau dlu ksian bnget bng ikan hrus msuk rmah skit jwa,pnsarn ma endingnya pleas thour bkin haesso happy ending,,

  50. Rakha mengatakan:

    Huwaaaaaa,kasian sama donghae sampe masuk rsj gitu,padahal aku suka pas bagian haesso di pantai,yang soeun ngancem mau lompat, dan pas donghae meluk sso pas sso sekarat itu bener2 dapet feelnya,pokonya garela kalo endingnya mereka pisah,mereka udah sama2 tersiksa,dan mungkin sso belum sadar kalo dia mencintai donghae,donghae yang cerdas jadi kaya gitu,lanjutannya ditunggu putri😀

  51. shaneyida mengatakan:

    Jungsso cs hebat ee jd dektektif … ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​

    Ayah soeun meninggal toh …ga nyangka…kk kira ayah sso akan hidup dan merestui hae jd calon mantu hhhe😄 rpnya nasib berkata lain,, ku kira hae akan langsung thu ma kehamilan soeun thuanya belom …stelah soeun tahu ayahnya telah meninggal ..mulai dh petir melanda hatinya dan seisi pantai ntu … Bru hae thu klo sso mengandung …auranya gelap d sini …hae tdk d bri kesempatan untuk berbicara ..waduuuh … Tempelin mulut hae pake plester kkkke *plakk* klo bgitu hae kudu puasa ngomong yak😄 ,, sesek napas kakk ketika hae nyelamatin sso dlm kecelakaan badai ntu..soeun is pake mau main d bebatuan ntu n berombak sgala *eoh hhhe d lempar puput pke sapu*
    Tangisan hae pecah kemana3 ampe ngalir banjir d pangkalan balai kkkke rs penyesalan rs cinta rs berslah rs sapi rs ayam nyampur deh pokonya dan hae mulai memakan alias memanen hasil jerih payah nya ntu skg … Ya demdam hanya iso bahagia sebentr ketika sudh d dapatkan tp efek dr demdam bs membuat menderita stelahnya…. Makanya jgn pernah demdam ma orang cukup serahkan ma tuhan yg akan membalsnya kelak …* ustadza lg nyengnyong kkkke gubrak *
    Pd akhirnya jd timbal balik kek gini yak hmmmm ..d satu sisi soeun lah yg sangat menderita coz dia menanggung beban yg sm sekali tak seharusnya menghampirinya …coz keslahan ayahnya ..d sisi lain hae juga lah yg paling menderita udeh kena penyakit hati skg penyakit jiwa hhhhe😉 penyesalan mmng slalu dtg d akhir .. Klo tidak pernah menyesal maka tak ada yg namanya orang menjdi baik ..orang baik itu kudu nyesel dulu bru iso merasakan menjadi lebh baik .. Istilah lain klo dlm cinta kudu ngerasain putus dulu baru bs mengerti arti cinta sesungguhnya hhhe *wihh ni kakk ngomong apaan yak* ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ di angguk3 in aja e put drpd kk ngambek Ħèëé=D˚•‧::‧•‎ ​‎​‎​˚ћèé=D˚•‧::‧•‎​‎​‎​˚Ħèëé=D ‎​​​

    Tdinya kakk berharap tu is cabang bayi bisa mempererat hub haesso kelak ..stedaknya iso d selamatkan tdnya tp ternyata harapan kk sirna ….hhhe

    Hae d tangkep polisi atas kejahatannya *eoh d gebuk massa* pdhall hae kaga’ salah eee hae bukan menyekap tp memindahkan kerumahnya supaya soeun ma ayahnya bs hidup layak hhe dan hae engga menculik tp mengayomi hhhe dan ini yg paling benr hae tak juga menyiksa tp melayani ..mengingat soeun begitu d beri perhatian yg dalam tanpa penyiksaan malah sso yg nyiksa dirinya sendiri hiiiihii ..klo tuduhanya hae menyiksa ,menyekap ,mencuri hati soeun itu bru benr hhhha😄

    Tp hae g mengihidr dia menyerahkan dirinya ampe stress d buatnyo..sbr ee bang …aye doakan dikau akan bhagia stelah ini😉 hhhe
    Rs benci Soeun ma donghae begitu dominan menyerang nya …sehingga dia tak mau nama donghae d sebut3 d dektnya …waduhh klo gitu hae kudu ganti nama yee biar soeun suka hhhhe ..hmmm *gubrak*
    Donghae mau menemanin aye d rumah sakit jiwa kkkke *gubrak* wah ada setitik pencerahan ini melihat reaksi soeun yg menjatuhkan handuknya …apkah ada rs kwatir melanda soeun ? Mengingat soeun begitu lama berada d sekitar area donghae ..bs sj kan d balik rs benci yg dalam terselip rs cinta yg tertutup ..tertutup krna perbuatan donghae pdnya pdhall sbelum donghae menjebakknya soeun udeh kesemsem cinta ma donghae😉 mungkinkah skg or nanti rs cinta yg tertutup awan itu akan mencuat keluar… Berharap is iya yak… Coz setidaknya apa yg d rasakan donghae setimpal sekrng . Mungkinkah ada secercah kebahagian yg akan menanti or malah berakhir dg menyedihkan untuk donghae ?

    Lanjuuuut ~
    Princess turtle …perasaan kk d ubek3 d part ini.. Banjir lapak kakk terkena tangisan soeun ma hae yg berlomba3 dan akhirnya d menangkan oleh onew *eoh kkke XD*

    1000 jempol turtle buat buat puput (y)
    Lempar Kissue (♥͡з♥͡)muach*~♡

    Cmingiiit Princess turtle (✽^⌣^✽)

  52. yehaesso mengatakan:

    akhirnya dipublish juga dan semua sudah terjawab “kalo dendam tidak akan menyelesaikan masalah justru semakin memperburuk suasana”
    donghae sekarang jadi pengurung ga tega deh, sso kau harus bisa mengubahnya.
    it’s okay chapter ini haesso berpisah tapi chapter ending mereka bersatu ya author😀 hihi
    Happy New year author, semoga tambah semangat nulisnya dan semakin banyak readersnya. selalu ditunngu karyanya author: -)

  53. nanasso mengatakan:

    Daebakkk… kekeke.. prtama kalinya saya beranikn diri buat komentar d sini.. hrap kmu x marah.. tp serius.. krya kmu itu seru banget..
    Ngak nyangka ff bnw bkalan tamat.. mdah2an soeun bisa trima donghae.. donghae jg harus sedar soal prasaan dia ke soeun.. lagi penasaran ama endingnya:)

  54. wytha yukaatha mengatakan:

    chapter yg menguras emosi.
    ayah sso meninggal dan sso
    menyalahkan donghae? ???
    donghae mungkin salah krn slama ini
    menyekap sso dan ayahnya,tp q jga
    ga’ stju jk smua slah donghae. apalagi slma ini donghae udah banyak mnderita.
    donghae mnjdi depresi krn
    kehilangan
    anaknya dan sso,smoga chapter
    akhir brkhir dgn happy ending

  55. tesya mengatakan:

    Sedih!!!!!part plng menguras emosi biasany aku ga nangis di donghae line tp skrng aku nangis liat dia kyk gt, sebenernta setimpal tp ntahlh jd ga tega liat dia gt aku harap soeun mau maafin dia.

    Happy new year kak🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉

  56. anglef mengatakan:

    omo…apa yg jdi ketakutan donghae terjadi appa sso udah meninggal.kasian banget soeun gak bisa nemenin appanya waktu dia meninggal.dengan meninggal appanya sso iti yg malah buat sso makin benci sama donghae krna semua penderitaanya akibat ulah donghae..

    tpi kasian juga sama donghae.pdhal donghae sebenernya uda gak bisa ditinggalin soeun lagi dia udah terlanjur terjebak dgn perangkap yg dibuatnya sendiri…dia terlanjur mencintai soeun
    karakter donghae disini nyebelin banget.tpi gak rela klo nanti sso ninggalin donghae…

    sayang banget anak haesso gak bisa tertolong…pasti sedih banget dech haesso aplgi donghae pasti mersa bersalah bnget

    sso udah ketemu sama jungsso seneng sich kasian klo donghae masuk penjara meskipun dia emang pantes sich nerima itu…loh kenapa donghae dipindahin ke rs aigo…makin kasian sama donghe semoga gak berakhir sad ya ff ini

  57. nita mengatakan:

    d part ini kshn bngt sma Donghae, dia bnr2 trpuruk stlh tau sso hmil dn sso kgu2rn & sso yg nnggln hae, bnr2 bkn hae mnysl ats smua yg dia lku’n k sso. nyesek bngt d part ini pas bgian hae ny.😥

  58. erika mengatakan:

    Ahhh… part ini berhasil menguras air mataku lagi😥 kasian sso ternyata ayahnya telah meninggal.

    Huaaa…hiks…hiks.. sso benar” hidup dengan menderita setelah kehilangan ayah dan sekarang dia merasa menyesal telah membunuh anaknya sendiri,
    Dan sekarang donghae sudah di penjara tapi tetep aja kasian sama donghae ditambah dia sekarang masuk ke rumah sakit jiwa😦

    Pengennya haesso bersatu🙂 dan mereka memulai hidup mereka berdua mulai dari awal lagi ^-^

  59. anna mengatakan:

    tuuuu kn keadaan kini berbalik,,donghae mnyadari kekeliruanny&termakan dendamnya sndri,,smg sj soeun tdk bnr2 mmbnci donghae,,aplg mmg ayhny jh slh telah mmbt klrg org lain mnderita shg mnghrskn donghae mmblskn dndam yg sbnrny dia jg tak mnginginknny,,brhrp mrk msh bs mrskn happy ending

  60. ikayeoja fishy mengatakan:

    hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa😥 di part ini bener menguras emosi dan air mata,feel’y bener” dapet…
    kasian liat sso eonni menderita seperti itu,dan haeppa juga dah dpt ganjaran’y tpi kasian juga si ikan meski msuk k rmh skit jiwa😥
    aku gx rela kalau berakhir sad ending putri,pokok’y haesso meski bersatu ♥

  61. sumpaaah tragis bnget nasip haesso !

    meski sso mnderita karna hae tapi tetp aja ga tega liat hae menderita juga !

    dan kagt bngt wktu dengr dia masuk RSJ !

    moga happy ending dah !!

    ga tega liat meeka menderita

  62. senrumi mengatakan:

    Kasihan hae smp jd gila tp penyesalanya tdk berguna lg skrg krn smua sdh terlambat seandainya dia mau jujur sm sso mgkn tdk akan jd spt ni

  63. adelcho mengatakan:

    Chapter yg sangat menguras emosi…
    donghae kasian juga sih,dia jadi gila.
    penyesalan datang terlambat

  64. auliaveronica mengatakan:

    Keren bgt ceritanya eon :3
    Duhh sso keguguran? Donghae gimana nasibnya?
    Semoga entar happy ending yah
    Penasaran sama next chapnya😉
    Ditunggu ne ff yg lain?;) fighting!^^

  65. wahyuSsoAngel mengatakan:

    Untuk kesekian kalinya dibuat mewekk sma ff ini lgi T_T
    Rada gk rela salah satu ff aq bkalan end😦
    plisss buat haesso bersatu bikin happy ENDING#maksaaa😀 .. mmngny sih haeppa slma ini kterlaluan nganggep sso unnie kyk boneka T_T
    chingu aq mnta pwny donk..aq yg kmren inboxan sma chingu plisss yaa chingu dkonfir aq jg dh brgabung kgrup yg chingu usulin tp blm diaccept😦
    pkokny FIGHTING buat pnulisny^_^

  66. Qiqie mengatakan:

    Sedih baca chapter ini😦 kasihan sso kehilangan ayahnya dan juga calon anaknya. Tapi juga kasihan sm hae. Kenapa mereka hrus khilangan calon anaknya😦 putri sukses bikin ni hati jd emosi baca ffnya . Trus gimana nasib hae selanjutnya ??? Gak mau mereka pisaaahhh T_T

  67. Elisa mengatakan:

    Wah jdi banjir air mta bgini, gk kebyang low oppa smpek kek gtu…author mlm thun bru ni ff ni bner2 buat aku nangis…
    Dan mengras air mta bngit….
    Happy ending kan author..
    I hope…
    Author faighting…

  68. minda amalya mengatakan:

    akhirnya di post juga my fav ff. aaa donghae kamu menyesalkan sekarang? aduh kasian juga tapi donghae, jgn tinggalin donghae dong soeun eonni u,u aaaa ga sabar endingnya mudah2an happy ending

  69. Dina_zoey mengatakan:

    ahhh knpa bayix meninggal,..
    akhirnya hae oppa sadar klo dia selama ini cinta sama sso. Kasian jg sama donghae, berharapx endingx bahagia. donghae,sso n jungsso bahagia

  70. Rani Annisa mengatakan:

    wah donghae udah bener-bener mencintai so eun 🙂

    apa leeteuk berusaha untuk mendekati so eun kembali agar so eun mencintainya??

    dan kayaknya so eun udah mulai mencintai donghae…

    apa mereka berdua akan bersama kembali???

  71. minda amalya mengatakan:

    yeay akhirnya my fav ff dipost juga. donghae kasian u,u ahh donghae sekarang kamu menyesalkan? so eun jangan tinggalin donghae. semoga di part ending mereka bersamaaa

  72. hellolina97 mengatakan:

    kabar buruk😦, dan ke khawatiranku selama ini jd nyata😥 soeun menjadi semakin benci dgn donghae bahkan berniat menghilangkan nyawa yg ada dalam perutnya😥
    huaa…. Lee Donghaeee😥 sedihhhh banget waktu donghae seperti orng yg benar2 kehilangan semangat hidup😦 apalagi setelah dia mengetahui kalau dirinya pernah memiliki calon anak, dan skrng😥 dia benar2 hampaaa krna anaknya, darah dagingnya sendiri sudah tidak ada,apalagi donghae jg menganggap kalau soeun keguguran itu krna dirinya.
    jung soo😦, dia jd benar2 bertindak ! dan tidak memperbolehkan donghae untuk melihat keadaan soeun.
    Soeun juga nyesal kayaknya krna kehilangan anaknya, walaupun awalnya soeun jg nggk menginginkan janin itu, tp kan janin itu pernah tumbuh dalam tubuhnya untuk beberapa saat, mungkin soeun merasa hampa.
    dannn ini yg paling bikin sesakk didada😥 apa benar donghae masuk rumah sakit jiwa ??? huaaa😥 Lee Donghaeee😥

  73. NNT mengatakan:

    Akhirnya di post juga..hmm yang aku takutkan terjadi juga..Donghae akan menyesali dirinya sendiri..karena ia mencintai So Eun dengan awal yang salah..bingung kalo udah begini..kasian dua2nya..tapi apa benar So Eun sudah tiudakj menyukai Donghae walau sedikit saja? atau benar2 sudah membencinya..tapi diliat dari reaksi So Eun saat menguping dan mendengar Donghae masuk rumah sakit jiwa..aku yakin dia masih menyimapn rasa..hmm ah ga tau juga sih..oke thor lanjuuuttt..:)

  74. mindaamalya mengatakan:

    akhirnya my fav ff di post juga. donghae kasian, kamu nyeselkan sekarang donghae oppa? soeun jangan tinggalin donghae. mudah2an endingnya mereka bareng

  75. asriawati mengatakan:

    Aihaihhh,,, ini part paling menguras emosi puttt
    Kasian banget hidupnya so,,,bapak meninggal anak dalam kandungan terpaksa digugurin cinta sklgus benci sm hae…tragisss
    Berasa bakalan sad ending antar so ma hae yah?!
    Hae jg perlu dikasihani meski emg wajib dihukum jg sih…yah namaya jg manusia, penyesalan yah dtgnya belakangan..
    Teukki oppa,,,boleh lah…meski rada telat buat nyelamatin bapaknya so tp setidaknya udh ketemu sm soeunnya…
    This part is the shocking part

  76. Doristy mengatakan:

    Taram~ alright put ..bnw untuk yg chapter ini..syedih deh suer kesian bnget ama suamiku donghaek (abaikan) tp juga greget bnget ama dia yg brusaha menentang prasaanya sendiri..dan yg bkin sebel mantan kekasihku leeteuk (mian..) datang disaat yang tepat jd deh donghaek smakin trpojokkan n alhasil masuk rs..#omegat suamiku..pliss deh 😔

  77. okta mengatakan:

    fighting chingu..!!! trux b.karya ea!!”

  78. Denanti Anggra mengatakan:

    Bahkan aku lupa terakhir aku baca FF ini di Chapter berapa. Udah lamaaaa banget gak baca FF. Dan sekalinya mau baca ngunjungin Blognya kak Putri langsung disuguhin banyak banget FF yang belum dibaca. Tapi paling tertarik sama ff B&W ini langsung dibaca part ininya juga wkwk
    gak suka sama kata2 yang donghae keluarin buat sso. Tapi kasihan juga donghae sampai bener-bener terpuruk gitu.
    Semoga happy ending deeeeh

  79. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Aku tahu persis perasaan so eun eonni seperti apa.. Karena hari inoe nenek ku juga pergi meninggalkan aku,, tanpa memberiku kesempatan untuk melihatnya.. Aku juga tdk bs mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhirnya.. Ni merupakan awal tahun yg hiks hiks berat untuk ku.,… Pdhl beliau udh janji g bkl pergi sblm melihat aku menikah.. Aku tahu persis perasaan so eun eonni seperti apa.. Karena hari inoe nenek ku juga pergi meninggalkan aku,, tanpa memberiku kesempatan untuk melihatnya.. Aku juga tdk bs mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhirnya.. Ni merupakan awal tahun yg hiks hiks berat untuk ku.,… Pdhl beliau udh janji g bkl pergi sblm melihat aku menikah.. Aku tahu persis perasaan so eun eonni seperti apa.. Karena hari inoe nenek ku juga pergi meninggalkan aku,, tanpa memberiku kesempatan untuk melihatnya.. Aku juga tdk bs mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhirnya.. Ni merupakan awal tahun yg hiks hiks berat untuk ku.,… Pdhl beliau udh janji g bkl pergi sblm melihat aku menikah.. Aku tahu persis perasaan so eun eonni seperti apa.. Karena hari inoe nenek ku juga pergi meninggalkan aku,, tanpa memberiku kesempatan untuk melihatnya.. Aku juga tdk bs mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhirnya.. Ni merupakan awal tahun yg hiks hiks berat untuk ku.,… Pdhl beliau udh janji g bkl pergi sblm melihat aku menikah.. Tapi ini..
    Maaf ku mlh curcol…

    Hae oppa ku mhon jgn jd orang gila.. Ku mhn kmbalilah sprti semula..
    Meski kau jht tpi ku tau kau jg trlk dgn semua’y..
    Dan sso eonni ku sgt menyayangkan keputusan mu utk membunuh drh daging mu sndiri mski itu jd drh daging dr namjachingumulah yg menyebabkan hdp mu menderita… Nmun apa kau puas skrng,, stlh menyebabkan anak yg blm lahir hrs meninggal.. Bhkn anak itu tdk tau

  80. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Karena comment ku terpotong jd ku lanjut y.. Ni lanjutan’y..

    Bhkn anak itu tdk tau kslhn’y p?? Bkn kh kau jg mrs tak adil di perlakukan sprti itu olh hae oppa yg h’y ingin bls dendam.. Tdk kah kau berfikir bhw anak mu juga tak mrs adil krn mu..
    Tpi mngkin itu trjd krn eonni yg trllu terpukul n sdh tdk bs menahan emosi yg memuncak,, mk’y eonni melakukan itu.. Mungkin sj jk ku d di posisi eonni ku jua bkl melakukan itu..

    Semangat terus bkn ff’y y chingu.. Maaf ku dh lm g nongol di blog mu.. Krn ku dh mulai vakum dr dumay…

    Tpi klu d wktu ku bkl mampir kok..

  81. prili mengatakan:

    waaaaawwwww. . .ini bner bner sedih,aq sampai nangis bacanya

    kasian bayinya hiks hiks

    kira2,gimana ya reaksi so eun stlah denger donghae di masukkin rs jiwa. ..
    heem kepoooo

  82. kimkim mengatakan:

    hwaaaaaaaa sungguh sungguh menguras air mataaaa nangis2 deh bacanyaaa ;(((((
    part ini bener2 daebak menguras air mata dan emosi, feelnya dapet bangettt!!!
    soeun nya kasiaaan dia kehilangan bayinya, ahh kenapaaa
    tapi semoga penderitaan sso nya sampai disini ya, kasian soeun nya menderita muluu
    tuhkan donghae oppa tuhkaaaan soeun skrg malah menjauh dari donghae oppa ;(
    ahh donghae oppa juga sebernanya kasian dia kehilangan soeun dan aaaaa jangan sampai donghae oppa benar-benar gila jagaaaan!! ;(
    penasaran banget sama part selanjutnyaaaa, yeayyy part ending!!

  83. anastasia erna mengatakan:

    Nyesek amat yah baca part yg ini..
    Sso begitu keras kepala sampai2, dia tega membunuh anak nya sendiri.
    Tapi di satu sisi emang sudah keterlaluan sikap nya dong hae…
    Sekarang malah dong hae yg kehilangan sso….
    Dan hrs tinggal di rs jiwa…
    Aiggo ga kebayang ending nya gimana put….

  84. sendysw mengatakan:

    nyesek sumpah baca part ini, rada kasian sama donghae karena ulahnya sendiri dia malah nyakitin orang yang dicintainya dan kehilangan darah dagingnya…
    gak tega liat donghae kyk gitu….

  85. zati mengatakan:

    aaaaa kereeennn, ga ketebak sih ceritanya. good job;)

  86. dewi mengatakan:

    wah akhirnya keluar jg part 10 nyaaa
    demi apa ff ini plg bisa ngaduk2 emosi reader
    cm bisa speechless sm setiap next scene nya
    bener2 cerita yg out of the box tp bikin penasaran
    ga sbr baca part end nyaaaa
    keep writing ne!

  87. asdfghjkl mengatakan:

    Penasarannnn bakal happy ending gak ya? Seems donghae love soeun for real. Aku selalu suka tulisan kamu, bahasa yg gak berat dan gampang dipahamin. Dan plot cerita yang selalu bikin penasaran

  88. AngelFish mengatakan:

    Omaigat omaigatt my baby baby donghaee gilaaa😮 Hayooo donghae jadi nyesel banget kann ??? Makannya Dari kemaren bilang ajaa kalau cinta sama soeun , skarang jadinya ginii kan -,-

    Akuuu telatttt😦

  89. Rika Oktaviani mengatakan:

    akhirnya ffnya di post juga, maaf ya chingu aku baru coment ffnya, ffnya semakin keren dan daebak, aku sampai menangis waktu baca part ini, soeun eonni benar-benar terlihat menyedihkan disamping dia yang harus merasakan penderitaan dan penyiksaan yang dilakukan oleh donghae oppa kepadanya dan menanamkan benih dirahimnya, donghae oppa juga berhasil membunuh ayahnya soeun eonni yang semakin membuat soeun eonni marah dan benci kepada donghae oppa, setelah soeun eonni tahu ayahnya meninggal, dia berniat bunuh diri bersama janin yang dikandungnya, syukurlah dia selamat meski bayi yang dikandungnya tidak bisa diselamatkan hiks hiks😥 untungnya jungsoo oppa setia menjaganya dan melindunginya saat dia koma,akhirnya donghae oppa sadar dan menyesal dengan perbuatannya yang membuat dia semakin menyakiti dirinya dan banyak melukai perasaan orang yang sebenarnya dia cintai, bagaimana kelanjutan ceritanya?
    ditunggu next partnya ya fighting ^-^
    chingu, aku minta password ff black and white part 11 ya
    gomawo ^-^

  90. pipip mengatakan:

    Waaa gak sdar kmren2 coment aku gak msuk trnyta ckck
    ceritanya memuncak nih konfliknya
    dan akirnya ayah soeun meninggal
    doanghae kyknya yg pling trsiksa dsni dia gak bisa brbuat apa2 krna sbnernya smua yg dlkukan dia itu cmn krna rasa tkut akan khilangan soeun
    stelah kmtian dua org yg pling dcintai soeun mmbuat soeun mkin bnci donghae aja
    donghae trtekan bnget kyknya krna itu smua eeh tpi bneran donghae msuk rsj??
    Brhrpnya happy emding eon hihi
    ff yg pling bnyk mnguras emosi nih bcanya

  91. Esaa mengatakan:

    Memang penyesalan selalu datang terlambat. Tapi bukankah lebih baik datang terlambat daripada tidak datang sama sekali??
    Seharusnya Dong Hae berpikiran seperti itu jangan malah menjadikan penyesalan sebagai alasan untuk merusak hidup sendiri. Aku tau Dong Hae sudah terlampau jauh, tapi alangkah baiknya dengan penyesalan itu Dong Hae harusnya mencoba sedikit demi sedikit memperbaiki semuanya. Jangan malah terpuruk seperti ini😦

    Terkejut dengan akhir chapter ini. Sungguh!
    Bagaimana ini akhirnya?

  92. chasofiana mengatakan:

    Akhirnya part ni d’publish jg…
    Senang bgttt…🙂
    hwaaa….crt ni menguras emosi dn sedih…😦
    pa yg ditakutkan donghae bnr2 trjd
    ayahnya sso meninggal dn sso bnr2 melakukn pa yg dikatknnya
    haesso kehilangan baby mrk…😦
    setlh dendam donghae terbalaskn dy tdk bahagia mlh dy yg plg menderita sampe dy stress…
    Dy ternya sgt mencintai sso tp dy tdk mengakuinya
    cinta donghae akhirny mengalahkn dendamnya slm ni…
    Kasihan donghae semoga sso kembali lg k’sisi donghae kemudian mereka bersatu dan bahagia…🙂
    gk rela mereka brpsh…😦
    Brhrp jung soo mrlkan sso kembali sm donghae…
    D’tunggu part endingnya kak…🙂
    smgt…😉

  93. reizky mengatakan:

    penasaran banget gimana perasaan soeun waktu tau donghae gila. aaak pengen baca next chapter. putri, kamu berani banget nulis sampe si donghae gila. ini pertama kalinya aku baca ff donghae sampe gila gitu. aku sedih, tapi baguss..hehe. aku pm fb ya minta pw next chapter?

  94. reizky mengatakan:

    penasaran gimana reaksi soeun waktu tau donghae gila, apa dia jadi kasihan trus luluh gitu hatinya?wkwk… penasaran banget sama next chapter. keren ff-nya.

  95. miani caledupha mengatakan:

    Pehong bernafas lega dah bca tp blm tuk haesso kehdpan Merka bgitu menyedihkan pertma aso skrg donghae endingx berhrp mrka bersma

  96. ticha_ mengatakan:

    huuuuaaaaaaaa…..saeng_akhir’a bisa komen🙂
    hm….fell’a dapet bgt..
    ga bisa bayangin gmn tersiksa’a sso tau klw ayah’a meninggal…
    tapiiii…..ga tega juga sma donghae oppa yg jadi ky gtu…kaya ga punya tujuan hidup lagi…soal’a sso udah benciii bgt sm haeppa…ditambah janin yg di perut sso meninggal😦 pasty nyesek bgt… ㅠ.ㅠ
    udah gtu haeppa di penjara…eh mlh makin parah tingkah’a…dan berakhir dimasukkan ke rumah sakit jiwa…. wae??? kasiann ㅠ.ㅠ
    moga ajda sso eunnie dibuka haty’a untuk maapin haeppa terus nemuin haeppa…. #amiin
    saeeeng…ini part bikin nyesek bener..ampe nangis baca’a….
    putri emang DAAAEEEBAAAAAKKK!!!!”
    ditunggu next part’a…
    n ntar q inbox deh..biar lekas tau ending’a :* :* :*
    laaanjuuuuuuttttttt »»»»»»»»

  97. mifta2408 mengatakan:

    eeeehhhh???? gila? ya ampun, kasian banget abang donghae, put.. sampe sekarang aku blm liat apa so eun masih suka gk sama donghae setelah sekian lama di’siksa’. semoga iya deh kkkkk😀

  98. kristienuuna mengatakan:

    Omo..
    bener bener tragis..
    semua na hanya menghasilkan penyesalan..
    kasian banget ama Donghae ma Soeun..
    tapi g tega ngeliat Donghae jadi mayat hidup kaya gitu..
    Begitu menyadari ci ta na ke Soeun aemua sudah terlambat..
    berharap banget Soeun mw ngasi kesempatan baru ke Donghae..
    Donghae g seburuk apa yang dipikirkan Soeun..
    dia g bikin ayah Sso meninggal.. harus na Sso tw klo Donghae malah ngirim ayah na Sso k RS..
    oh Tuhan.. lakukan sesuatu, buat Soeun ngebuka hatinya lagi buat Donghae..
    Donghae oppa juga sich, g mau jujur ama Soeun ttg perasaan na..
    klo smw yg dia lakuin cuma kamuflase diri na sendiri supaya g kehilangan Soeun..
    dia kan g perna anggep Sso sebagai benar2 sosok “boneka”..
    Dia cuma nyangkal perasaan na buat Sso karna target balas dendam na..
    ahh… ya gini klo cuma gengai, harga diri n balas dendam yang d utamakan..
    Malahan perasaan cinta dan kejujuran dinomersekiankan..
    geregetan ama Haesso..
    d tunggu inbox pw na ya Putri..

  99. Rida Eka S mengatakan:

    Aaaaaa , akhirnya berlanjuttt , gak sabarrr dapet pw dari kak putri buat part 11 nya , keren bgtt part 10nya , huaaaaa sso leguguran kasian bgt , semoga end nya tetep haesso

  100. rara mengatakan:

    uri donghae😦 ko sedih ya?? aaaahh keren bgt poko nya kereeen sampe ke bawa gini

  101. Kim Ra rA mengatakan:

    BENAR BENAR KETINGGALAN!!!!!

    tapi sedih juga harus pisah sama ff ini. berasa banget drama koreanya… My favorit story

    Hal yang di takutkann donghae benar benar terjadi begitu cepat. di part ini Asli bikin tegang bin seru.
    syukurlah Sso sudah pulih meski ia kehilangan bayi yang tidak ia ingin kan tapi sepertinya ada sedikit penyesalan dalam hatinya

    dan donghae benar benar telah membayar mahal atas apa yang dilakukannya. karna telah dibutakan oleh dendamnya

  102. astrielf mengatakan:

    finally bisa baca fanfict lagi setelah rehat dari dunia perfanfictan dan so bened-bener sedih ff ini gamau tau pokoknya kembalikan haesso dengan baik eonn kenapa ff ini tragedinya banyak banget aku gasuka hal ini hahahahaha. Pokoknya aku pengin liat mereka bahagia bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  103. ayu mengatakan:

    ayahnya soeun meninggal… kasian soeun..behgitu berat penderitaannya slama ini… tp donghae jg kasian dia kehilangan bayinya dan msuk rmh skit jiwa.. tp donghae kan selama ini jahat ke soeun.. mungkin tu hukuman utk dong
    hae..

  104. WahWah (@DeuLight95) mengatakan:

    super telat baru baca . u.u.u
    kasian donghae aduuuh kasian juga so eun …. sedih banget liat mereka kayak gini , kyaaaaa need pw part ending😦

  105. jewelwhie mengatakan:

    daebak… ceritanya keren.. ternyata masih ada lanjutannya… sebenernya aq kasian sama donghae.. semoga ga sad ending deh… huhuhu

  106. Esnaria Gultom mengatakan:

    waaah ceritan keren put
    kasihan donghae harus masuk RSJ😦😦
    smoga aja donghae kembali bersatu🙂🙂

  107. nur irha smr mengatakan:

    sebenarnya aku cukup bingung jalan ceritanya, karena baca ff nya loncat2. tapi tetap menarik banget, jadi penasaran gmna cerita cerita part part yang diproteksi. Chingu bagi dong PW nya, aku gak tau gimana cara dapat PWnya.
    Trus ni salah satu FF foveriteku, selain Marry you. kalau bisa tolong di Kirim ke emailku pleesee, Simamora.ira04@yahoo,com.
    gomawoeee…..

  108. GG mengatakan:

    jujur awalnya pengen banget akhirnya soeun ama leeteuk. mau gak mau disini leeteuk juga korban perasaan. tp kok lama lama balik lagi ke donghae. dr ff ini juga dpt ilmu klo meskipun ada org jahat yg kyk gimana pun kita gak boleh ngejudge. kasian donghae kehilangan kluarga lagi😥 pasti sakit bannget😥

    jujur aja put, dr smua FF mu chapter yg palling top ya ini. bukan Judul ff lho ya, tp chapter. chapter ini itu feel nya dapet banget. kayak ngerangkul gt ke pembaca..

  109. zarra mengatakan:

    Onni…maaf nih…zarra dah lm hiatus ga bc ff….makany baru muncul lg….keren bgd onn ceritany….jd makin penasaran….tp aq ga terlali nymbg…hbs blm baca part2 yg di proteksi sblmny….aq dah krm ke inbox fb oni tp ga da blsan…..otthoke onni aq pnsaran bgd….aq tunggu blsan bwt pw2ny ya onni….thanks..

  110. aina freedom mengatakan:

    lama gk bc ff ..baru buka blog nya putri nemu ff ini …ceritanya makin menyedihkn dan membuat ngilu ..jujur aku kasian sm dong hae..dia tulus cinta sm sso cm caranya yg slah …tp sso tak sehrsnya bersikap spt itu terhdp hae ..bagaimanapun jg hae melakukn itu krn sakit hatinya yg dulu…ff kmu benar2 menguras emosi ..top bnget

  111. meon96 mengatakan:

    Yahh udah bakal ending,, jgn dibuat sad ending ya kak,, please #maksa
    keren bgt eon ceritanya jadi penasaran pengen baca endingnya.. kasihan sama donghae oppa TT

  112. utk part neee crtaanya so sad dan hurt…
    soeun….aku smpati cos kehidupan yg terkekang dan jd tawanan donghae oppa (donghae menawannya bkn tnpa alsan). rs simpati buat soeun krna d part ni dia pemberontak (krn deprsi mgkn hehe) yg awal ya di seorang gds manja,poloss n sedikit keras kepala. sisi pemberontak dan pembencinya soeun tu buat aku kasihan banget pd donghae.
    donghae yg slla berusaha memberikan rs nyaman, kepercayaan, perhatian pd soeun tdk dihargai (mgkin dr awal cara donghae mmang salah )

    dan utk donghae oppaaaa…jgn sampe ! jgn sampe skit jiwa..:(.
    kasihn donghae oppaaa terjerat oleh dendamnya sendiri. donghae terlallu menghukum dan menyalahkan dirinya sendiri. rasa penyesalan dan bersalahnyayg dalam pd soeun ( dendam yg jd boomerang) sesak jdnya…..

    bukanya donghae sengja dan ingin membnuh appa soeun. shrsnya soeun tdk melibatkan janin dlm perutnya utk menghajar donghae toh ank dlm perutny tdk berslah ()

  113. Safitri mengatakan:

    penasaran banget sama endingnyaaaaa berasa nyesek banget baca part ini apalagii ngebayangin peran donghae di part iniii miris banget~ ini ceritanya klimaks banget dan bikin penasaran parah sukses buat authornyaaaa🙂

  114. Endang widiyati mengatakan:

    Aduuuuuhhh……Tragis bgt

  115. mira mengatakan:

    semoga hati sso jadi tergerah dan tersentuh dan mau maafin donghae oppa

  116. yolanloen mengatakan:

    di ff inikan donghae yg kena akibat dari balas dendamnya, trus kehilangan anaknya juga,,
    koq w ikutan sedih gitu,,,,
    duhhhh tragis amat sih hidupnya donghae,,,,
    semoga endingnya gak tragis2 amat dehhh
    sedih bacanya

  117. Ranynatasha mengatakan:

    Aku belum baca chapter 8.
    Hwaa….
    Kimsoeun eonni… Aku mengapa harus menanggis
    ff ini ngiris hati banget
    donghae oppa! Mengapa kau gila? Aku tak rela ;(
    soeun eonni maafkan oppa ku!!
    Dia hilap dan tak bersalah! :v
    coba aja ada yesung oppa main castnya disini :v
    fighting! Untuk karya selanjutnya

  118. srianjani55 mengatakan:

    Thooor ceritanya bikin nyesek
    di part ini air mta terus mengalir
    kenapa harus serumit ini
    semoga sso mau maafin donghae wlpn nanti pda ahirnya sso brsma leeteuk oppa

  119. srianjani55 mengatakan:

    Thooor yg baik hati q dah lma minta pw kok ga ada yg ngasih yaah q dah minta lewat fb yg bernama dika venar
    thooor pleaaseee bagi pw nyaa doooooooooooong

  120. octa mengatakan:

    Huaaaa kasian bgt so eun, tp donghae jga kasian,penyesalan datengny slalu belakangan

  121. ELFishyDwi mengatakan:

    Hai chingu aku readerreader baru di blog ini…gak sengaja nemu cerita ini pas tadi search di google. Keren banget ceritanya, bikin suasana hati tak menentu pas bacanya jadi. Hehehehe…entah mungkin karena penyuka baca cerita terkadang dari part belakang baru part depan, baca part ini bikin aku tertarik untuk baca part awalnya…hehehe, tapi aki lihat kyknya ada beberapa part yang di password ya chingu?. Aku boleh nggak ya minta passwordnya?. Makasih sebelumnya chingu 😊

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Haii… kalau kamu mau pw tapi kita belum berteman kamu bisa add grup CLOUDYELFPUTRIANDINA pw dan add ffku Putri Andina. Nanti setelah kamu kasih tahu user name yg kamu pake buat komen ini aku bisa invite kamu ke grup

  122. anindya mengatakan:

    kenapa sso tega ma darah dagingnya sendiri saking bencinya ama donghae malah berniat bunuh diri n akhirnya menyesal dan donghae akhirnya jd depresi..apakah sso akan memaafkan donghae dan hidup bahagia ato akhirnya sama leetuk atokah sad ending ya

  123. lilaaa mengatakan:

    ga nyangka soeun nyelakain baby nya😦 kasian padahal baby nya kan gasalah apa apa kisah cintanya mereka beneran complicated banget donghae udah mulai cinta sama soeun tapi karena soeun balik dendam ditambah lagi appanya meninggal dan kesalahan itu dilimpahin semua ke donghae jadi kasian juga sih donghaenya depresi berharap happy ending author😥 maaf kak tapi aku reader baru😄

  124. Tri mengatakan:

    Karena ngga bisa tidur iseng2 baca ff haesso, wah ceritanya bagus banget…sayang ngga baca dari awal, nanti kalo ada waktu luang aq baca dari part 1…, penasaran dengan akhir ceritanya…moga sso mau memaafkan haeppa ya, kasihan kalo sampe depresi…mau dong dikasih pw nya…tks ya author

  125. sii3dvegaranet mengatakan:

    Hallo aq reader bru di blok ini, suka banget ama ceritanya, author boleh dong PW part 11 nya🙂

  126. indah dwi kurniati mengatakan:

    wah ceritanya mengharu biru tapi di part ini aku jadi kasihan sama donghae,karna kelihatannya dia sangat mencintai soeun dan sangat depresi kehilangan anaknya,tor minta pw’y dong untuk semua part yg di protek

  127. sri melinda bangun mengatakan:

    Eonnie benar” daebak 👍👍, feel dri cerita ini dpt . .
    Kasian donghae dy hrs menderita gtu, wlwpun niat awalnya jahat tapi dy ga prnh nyiksa Sso . .
    Mdh”an Sso kembali ke donghae lagi . .
    Eonnie bagi PW part selanjutnya dong 😁😃

  128. Indah amaliah mengatakan:

    4 kta bwt chapter ini “keren banget bikin baper”

    Akhrnya sso bsa mulai hdup bahagia lg brkat teeuki oppa…😀
    Tp sdih jg sso khlngn ayah & baby nya… donghae pun mnrima blsan atas kehatnnya…
    tpi kasian bngt donghae ampe gila gra2 ngrsa brslah ma sso… pdhl donghae dh cinta bngt ma sso… gmna y prsaan sso ssungghnya ma donghae…
    Apa sso mw maapin donghae y… dn mw nrma donghae lg… trs gmn dg teuki oppa.. dia kn jg cinta ma sso…
    Klw d pikir2 .. jadiin film bgus jg nih…
    Pokoknya hebat deh authornya bs bkn ff sekeren ini… bikn baper
    Jd pnsran ma endingnya … tp ko d pw y:'(

  129. komozukimitsumi631 mengatakan:

    Yaampun nangis baca part ini…
    Aku lebih simpati sama donghae soalnya dia juga berhak bahagiaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s