~ [Oneshot] It’s Okay, It’s Love [4th Cloudyelfputriandina] ~


 Title       :               It’s Okay, It’s Love [Seq: She Likes My Shirt, Shirt, Shirt, Shirt drabble]

Author  :               PrincessClouds/@putriiiys_

Genre   :               Romance

Rated    :               PG-15

Main     :               Kim So Eun – Cho Kyu Hyun

Minor   :               Kwon Yu Ri – Lee Sun Kyu – Lee Hyuk Jae

image

Mention:             Nichkhun

Summary:           “You came to me with the wind like the swaying flowers. You knocked on my heart. I love you..”

Recommended Song:    It’s Okay, It’s Love by. Davichi

Prompter :          CICI KIM

Warning:             Typo(s), alur cepat.

*

Gadis manis berambut panjang itu tampak cemberut. Gadis yang saat ini memakai pakaian terkesan girly didominasi oleh warna biru muda itu tampak mempertahankan wajah itu sejak beberapa menit ia berada disana. Dimana sesekali ia juga memberikan tatapan tajam pada seseorang yang duduk di hadapannya.

Sementara itu seseorang lainnya yang dimaksud adalah seorang pemuda tampan yang memiliki rambut berwarna brunette. Pemuda yang entah kebetulan atau memang sengaja juga memakai kemeja berwarna biru muda itu juga terlihat tak menunjukkan wajah yang berbeda bentuknya. Ia menatap lawan bicaranya itu juga dengan pandangan serius.

“Nona-Kim So Eun, Aku sudah memberikan apa yang kau minta..” pemuda itu membuka bicara sambil menggeser gelas es krim di depannya itu lebih dekat pada gadis di depannya itu. “Tapi kenapa kau tidak memakan dan hanya menatapinya dengan wajah cemberut seperti itu?”

Kim So Eun, gadis cantik itu tampak semakin cemberut. Tangannya berganti menggeser kembali gelas es krim tadi ke dekat pemuda di depannya. “Cho Kyu Hyun, Kau tak bilang sebelumnya kalau ini adalah semacam sogokkan. Kalau seandainya kau memberitahunya sejak awal. Aku juga tidak akan menyanggupinya..” ujarnya kemudian.

“Siapa bilang ini sogokkan?” Pemuda bernama Cho Kyu Hyun itu langsung menyahut. Balas menatap tegas wajah di depannya. “Ini hanya semacam hum… sistem barter? Aku belikan es krim untukmu sebagai gantinya kau lakukan sesuatu untukku. Atau perlukah kusebut kompensasi sebuah pertanggungjawaban?”

“Kompensasi pertanggungjawaban apa maksudmu?”

“Aish, nona.. jangan buat aku mengingatkannya untukmu..” Kyu Hyun sedikit memicingkan kedua matanya menatap So Eun. Terlihat sedikit gemas saking kesalnya. “Jangan buat aku mengulang lagi penderitaan apa yang telah kau timpakan kepadaku..”

So Eun tak langsung menyahut. Gadis itu tampak semakin menatap kesal pemuda di depannya itu. “Tapi kan sudah kukatakan bahwa aku tak sengaja. Aku kira waktu itu kau adalah orang yang akan kutemui. Aku juga tidak menyangka kalau ternyata aku salah orang..” ujarnya beralasan.

“Tapi pada nyatanya kau salah orang. Dan nyatanya itu merugikanku..” Kyu Hyun bersikeras dengan pemikirannya. “Jadi kau HARUS bertanggung jawab akan itu..” ujarnya menekankan ucapannya. Hal yang pada akhirnya membuat So Eun semakin cemberut.

“Tapi walau bagaimanapun aku ini tetap adalah anak dari atasanmu, kau lupa? Kau tak seharusnya menuntutku seperti ini..”. Kyu Hyun tampak mengangkat bahunya cuek.

“Aku tak peduli. Yang jelas, kau adalah gadis aneh yang beberapa hari yang lalu tiba-tiba menghampiriku dan menciumku sehingga membuat kesalahanfahaman antara aku dan gadis yang kusukai. Bahkan walaupun kau adalah putri presiden pun aku akan tetap mengejarmu..” Kyu Hyun menekankan kembali kata-katanya. So Eun kian memberikan tatapan kesal padanya.

“Aku akan melaporkanmu pada ayah dan aku yakin kau akan dipecat..” omel So Eun yang lagi-lagi diacuhkan oleh pemuda tampan di depannya itu.

*It’s_Okay_It’s_Love *

Beberapa jam setelahnya gadis muda yang merupakan anak tunggal dari pemilik salah satu pusat perkantoran di Negara ginseng itu tampak sudah berada di salah satu kampus paling terkenal di Negara itu. Gadis itu tampak baru saja turun dari sedan mewah yang dikendarainya sendiri ketika seorang gadis lainnya mendekatinya.

“Hey Kim So Eun!” Seru gadis berambut pirang itu berseru mengagetkannya. Benar saja, So Eun tampak kaget dan langsung memegangi dekat dadanya.

“Tch, berhentilah mengagetkanku. Aku bisa mati muda, tahu?” seru So Eun kesal. Gadis itu tampak hanya memberikan cengirannya tanpa rasa bersalah sama sekali.

“Ada apa? Apa yang kau fikirkan memangnya? Moodmu terlihat tidak terlalu baik hari ini..” Tanya gadis itu sambil menggandeng bahu So Eun sementara mereka berjalan beriringan menyusuri lorong tempat perkuliahan tersebut.

“Tidak ada.” So Eun menjawab cepat dan tanpa nada.

“Benarkah? Aku tak melihatnya begitu..” Lee Sun Kyu, teman dekatnya itu tampak mengangkat alis. “Tapi sudahlah aku juga tidak terlalu peduli dengan moodmu. Ada hal lain yang lebih ingin kutahu darimu..” Sun Kyu menghentikan langkahnya, hal yang membuat langkah So Eun juga terhenti. Gadis berambut pirang itu kini malah berganti menatap So Eun dengan pandangan yang lebih serius, sedikit memicingkan matanya. “Kim So Eun, bagaimana hubunganmu dengan Nichkhun?

Ekspresi So Eun terlihat sedikit berubah, terlihat sedikit gugup. “H-Huh? Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?”

“Tidak. Hanya saja, beberapa hari ini dia terus bertanya soal dirimu padaku. Apa yang terjadi? Apa hubungan kalian tidak berhasil? Bukankah waktu itu dia sudah menyatakan perasaannya padamu dan kau akan menerimanya? Tapi kenapa rasanya ada yang aneh?”

So Eun tak menyahut, ia tampak terus hanya berjalan dan sedikit menunduk. Diingatkan ini membuatnya kembali pada kejadian tak terlupakan yang terjadi beberapa minggu yang lalu. Pada saat itu, So Eun ingat sekali betapa bahagianya hatinya saat itu berjalan ke tengah taman kota untuk membalas pernyataan cinta dari seorang laki-laki yang disukainya sejak dulu. Dia mungkin terlalu bahagia hari itu, terlalu senang. Hingga dia tak bisa lagi berfikir lebih jernih ketika matanya menangkap sosok yang disangkanya adalah sang pujaan hatinya. Hari itu dengan tanpa ragu gadis itupun berniat untuk mengejutkan pemuda tersebut dengan memberikan sebuah kecupan untuk menyalurkan perasaannya.

Namun bodohnya dia. Dia seharusnya memang tidak seceroboh itu sejak awal. Karena bagaimana mungkin hanya dengan mengingat warna kemeja yang digunakan pemuda itu, ia bisa berfikir sesingkat itu untuk langsung menciumnya tanpa memastikan sosok itu lebih jauh dulu sebelumnya. Akibatnya beberapa detik kemudian, dalam keadaan bibirnya dan bibir orang yang disangkanya sebagai taksirannya itu bersentuhan, So Eun baru sadar kalau ia telah salah orang. Terang saja hal itu sungguh membuatnya malu hingga nyaris mengubur dirinya sendiri ke dalam tanah yang dipijaknya. Apalagi mengingat di detik selanjutnya ia menyadari bahwa ada sepasang mata lainnya yang marah melihat perbuatan bodoh yang ia lakukan. Gadis yang ternyata adalah orang yang ditunggu oleh laki-laki tak bersalah yang diciumnya tampak begitu marah dan langsung meninggalkan tempat itu setelah menyaksikan apa yang terjadi. Hal yang terang saja membuat So Eun merasa bersalah untuk kedua kalinya.

Hanya berselang dua hari larut dalam rasa malu dan penyesalan pada dirinya sendiri siapa sangka ia harus bertemu lagi dengan pemuda yang wajahnya sangat diingat So Eun itu – ternyata pemuda itu adalah salah satu karyawan ayahnya. Sejak saat itu semuanya semakin panjang dan menyebalkan. Pemuda bernama Cho Kyu Hyun itu terus mendesak dan memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi pada gadis yang disukainya. Dimana gadis yang ternyata juga bekerja di perusahaan ayahnya itu sampai saat ini terus menghindari Cho Kyu Hyun ini karena dianggap telah mengkhianatinya tepat di hari kencan pertama mereka.

Sebenarnya semuanya mudah saja, So Eun hanya perlu menjelaskan kebodohannya itu pada gadis yang kalau tidak salah bernama Kwon Yu Ri itu sehingga hubungannya dengan Kyu Hyun bisa kembali membaik. Namun ada masalah lain disini. Masalah yang membuat So Eun tak langsung menyanggupi permintaan Kyu Hyun itu dan terus berusaha untuk mangkir. Masalah yang sebenarnya malah semakin membuat tidur So Eun semakin tidak tenang karenanya. Dimana masalah itu adalah..

“Kim So Eun!” Sun Kyu berseru lagi, hal yang membuat So Eun tersentak dan semua lamunannya tadi melebur. Sedikit linglung gadis berambut panjang itu melirik rekannya tersebut. “Kau melamun lagi? Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku..” omel Sun Kyu sedikit kesal. So Eun sedikit memberikan cengiran padanya.

“Hum.. maaf. Hal yang tidak disangka terjadi, tahu..” kata So Eun sedikit cemberut. Sun Kyu tampak menatapnya tak mengerti.

“Hal yang tidak disangka?” Sun Kyu terlihat bingung. “Tak disangka apa?”

“Hal yang tidak disangka..” So Eun menahan ucapannya, terlihat sedikit agak ragu menjelaskannya. Hal yang tentu saja membuat Sun Kyu semakin penasaran. “H-Hum.. m-maksudku adalah..”

“Apa?”

“Hum.. tch, tidak apa-apa. Bukan hal yang penting. Lebih baik kita masuk dulu sebelum dosen duluan.” Ujar So Eun pada akhirnya mengalihkan pembicaraan. Gadis itupun melanjutkan langkahnya dan berjalan cepat menuju kelasnya, meninggalkan temannya yang menatap punggungnya heran karena tingkah aneh yang ditunjukkannya.

“Yah! Apa maksudmu?!” seru Sun Kyu sambil berlari mengejar sahabatnya itu.

Masalahnya adalah… sejak kecil So Eun selalu berfikir bodoh bahwa laki-laki pertama yang diciumnya kelak harus menjadi satu-satunya orang yang menikahinya dan itu sangat bekerja pada sosok Cho Kyu Hyun. Karena sejak kejadian gila itu entah mengapa perasaannya langsung berubah bak hujan yang turun di musim kemarau. So Eun kini tak lagi melihat laki-laki lain, bahkan sejak di detik setelah kecupan bodoh itu ia tak ingat alasannya lagi datang ke taman itu. Di matanya kini juga hanya ada Cho Kyu Hyun, seseorang yang selalu membuatnya mengingat kembali kecupan singkat itu. Sehingga bisa dikatakan bahwa itu adalah alasan mengapa ia terus menunda-nunda untuk menuruti permintaan Kyu Hyun untuk menjelaskan semuanya pada gadis yang disukainya. Karena di dalam hatinya So Eun sama sekali tak ingin Kyu Hyun kembali pada gadis itu dan memilih untuk menyimpan Cho Kyu Hyun untuk dirinya sendiri.

“Nona muda! Ini kubawakan pesananmu!” Kyu Hyun tampak berseru malas ketika ia baru saja memasuki ruang tengah apartmentnya sendiri. Sementara itu tangannya tampak membawa sebuah bungkusan yang berisi cukup banyak makanan, dimana kemudian bungkusan itu ia letakkan ke atas pangkuan gadis lainnya yang berada di ruangan itu. Gadis cantik yang sebelumnya sedang menonton TV itu tampak langsung bangkit karenanya. Ia terlihat girang.

“Sudah? Wah, cepat sekali!!” So Eun berseru penuh semangat. Ia pun mulai memeriksa isi bungkusan tersebut. “Es krim, biscuit, wafer, bahkan ramyun. Wah.. semuanya lengkap!” ujarnya senang. Sementara Kyu Hyun tampak hanya berkacak pinggang sambil menatapnya datar.

“Kalau saja tidak karena perjanjian itu sejujurnya aku tak akan mau melakukan semua ini. Nona-Kim So Eun, anda benar-benar telah merusak kehidupanku kurang dari sebulan kita bertemu, kau tahu? Setelah membuat aku bertengkar dengan gadis yang kusukai, kini kau malah seenaknya memperlakukanku sebagai budakmu. Kau sungguh-sungguh menyebalkan, nona…” Kyu Hyun menekankan kata-katanya sedikit sebal. Namun So Eun malah terkekeh dan bergeser untuk memberikan tempat duduk untuk pemuda itu.

“Sudahlah, ayo duduk. Kita makan ini bersama!” serunya girang. Kyu Hyun tampak menghela nafas pasrah dan menurutinya. “Ice cream, Biscuit, dan camilan yang lain. Mana yang kau sukai oppa? Atau.. apa kau mau kumasakkan ramyun?” tawarnya senang. Kyu Hyun tampak hanya berdecak dan balas menatapnya.

“Apa besok kau akan mau menjelaskan semuanya pada Yu Ri?” Kyu Hyun mengalihkan pembicaraan. Hal yang membuat wajah So Eun berubah. So Eun tampak ikut merasa sebal dan membuang wajahnya dari Kyu Hyun.

“Aku fikir-fikir dulu..”

“Apa? Yah, aku sudah melakukan semua yang kau minta hampir tiga minggu ini, aku juga sudah membelikan apa yang kau minta. Kenapa kau masih belum juga menentukan sikap?” protes Kyu Hyun. So Eun tampak kembali menatapnya, sedikit memicingkan matanya sebal,

“Kau tak seharusnya membentakku. Kau lupa? Aku masih memegang dua kartumu, huh? Aku bisa saja tidak menjelaskan kebenarannya pada kekasihmu dan yang pasti.. aku bisa membujuk ayahku untuk memecatmu.”

“Y-Yah! Kenapa kau terus saja mengancamku?” Kyu Hyun mendesis sebal. “Kau ini benar-benar menyebalkan..”

“Ya, sejak awal kau seharusnya tahu kalau aku ini menyebalkan – juga manja. Berurusan denganku itu tidak mudah, asal kau tahu itu..” So Eun menyahut cuek. Kyu Hyun tampak mendesah pelan sambil geleng-geleng kepala. “Tch, sudahlah. Kita membahas ini lain kali saja. Yang pasti sekarang kita harus makan dulu dan bersenang-senang, iyakan?” So Eun kembali ke nada cerianya dimana Kyu Hyun masih juga menatapnya datar.

“Bagaimana mungkin aku bersenang-senang sementara kisah cintaku berantakkan begini..”

“Kau fikir kisah cintaku mulus, huh? Kisah cintaku juga berantakkan tahu..” So Eun balas mengomel, membuat Kyu Hyun merubah sedikit ekspresinya kini. Sedikit kaget.

“Kau juga? Bagaimana? A-Apa waktu itu kekasihmu juga melihat kejadian di taman itu dan marah juga padamu?” Kyu Hyun bertanya cepat. So Eun tampak mengangkat alis, sebuah ide langsung terfikirkan olehnya.

“Begitulah..” So Eun memasang wajah sedihnya, berusaha meraup simpati Kyu Hyun. “Dia langsung memutuskanku setelahnya..hiks..”

“Benarkah? Astaga, ternyata kau lebih rugi daripada aku. Setidaknya aku masih belum pacaran dengan Kwon Yu Ri sementara kau.. kau langsung diputuskan? Lalu bagaimana? Apa aku perlu menjelaskannya untukmu?” Tanya Kyu Hyun cepat, sedikit panik dan khawatir.

“Tidak perlu..” So Eun terus menggeleng, terus melanjutkan sandiwaranya dimana kini ia mulai bergerak mendekat pada Kyu Hyun. Menyandarkan kepalanya pada dada Kyu Hyun. “Disana aku juga langsung tahu bahwa ternyata dia bukan laki-laki yang pas untukku. Laki-laki yang tidak mempercayaiku, kurasa aku tidak akan bisa bertahan dengan laki-laki seperti itu. Kurasa aku harus mulai melepasnya walau itu terasa berat seakan membunuhku.. hiks..” isaknya dibuat-buat sambil terus menyamankan dirinya pada Kyu Hyun. Dimana Kyu Hyun terlihat cukup termakan dengan ucapan dan sandiwaranya itu. Kyu Hyun tampak prihatin dan mengusap rambut So Eun yang terus mencari kesempatan untuk lebih dekat dengannya. Pemuda itu sepertinya tidak terlalu menyadarinya.

“Sstt.. ya sudah kalau begitu. Lupakan dia. Kau akan menemukan orang yang tepat nantinya..” bisik Kyu Hyun pelan sambil terus mengusap rambut So Eun.

“Y-Ya..” So Eun menganggukkan kepalanya. “Tapi oppa, maukah kau akhir minggu ini menemaniku menonton film yang sudah lama kutonton? Sebenarnya dulu aku pernah berjanji untuk datang kesana bersama mantan kekasihku. Tapi.. tapi.. hiks.. kini aku tak bisa lagi pergi bersamanya. Kurasa kalau aku tidak menonton dan terus menghindarinya maka aku pasti akan terus mengingatnya. Jadi.. apakah kau mau menggantikan posisinya satu hari saja besok? Tolong bantu aku untuk kembali bangkit dari keterpurukkanku akibat kegagalan cintaku ini..” ujar So Eun kembali lebih terisak-isak dari sebelumnya. Sementara Kyu Hyun terdiam, ia tampaknya mulai merasa janggal mendengar permintaan itu. Namun pada akhirnya pemuda itu menganggukkan kepalanya, terlihat setuju karena ia mungkin merasa kasihan pada gadis yang entah sejak kapan begitu dekat dengannya itu.

“Baiklah. Aku akan mendampingimu..” sahut Kyu Hyun. Hal yang membuat So Eun begitu senang dan tersenyum menang secara diam-diam.

“Terima kasih, Kyu Hyun-oppa…” bisiknya sambil mendongak menatap Kyu Hyun. Kedua orang itu tampak saling tersenyum satu sama lain setelahnya.

“Jadi kau belum juga berbaikkan dengan Yu Ri, huh?” Tanya Lee Hyuk Jae, salah satu rekan kerja Kyu Hyun pada pemuda brunette yang awalnya sibuk memperhatikan gadis lainnya dari tempatnya duduk. Pertanyaannya itu tentu saja membuat Kyu Hyun mengalihkan pandangannya pada rekannya itu, untuk sementara melupakan wanita bertubuh seksi yang sejak tadi terus menghindari kontak mata dengannya.

“Begitulah..”

Hyuk Jae tampak tersenyum tipis mendengarnya, sementara itu matanya tak menoleh sama sekali karena sibuk mengerjakan sesuatu di tangannya. “Apakah sesulit itu untuk menjelaskan padanya? Kukira kau hanya kurang berusaha, Cho..” ujarnya datar.

“Tch, aku sudah mencobanya, Hyuk. Sudah banyak cara yang kulakukan. Tapi dia masih tetap tak mempercayaiku sama sekali. Lihat, menoleh padaku saja dia tak mau!” Kyu Hyun memajukan bibirnya ke arah Yu Ri yang kini sibuk berbicara dengan rekannya yang lain. “Itu sebabnya aku tak punya cara lain selain meminta gadis yang kuceritakan padamu itu untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya padanya.”

“Tapi gadis itu terus bertele-tele, benarkan? Dia sepertinya mempermainkanmu dengan terus memintamu melakukan ini dan itu..”

“Huh, begitulah. Akhir pekan ini saja aku harus menemaninya menonton film favoritnya..” Kyu Hyun mendesah pelan, dimana kali ini mendatangkan tolehan dari Hyuk Jae untuk pertama kalinya.

“Lagi?” tanyanya tak yakin. “Tch, bolehkah aku mengatakan pemikiranku, kawan? Menurutku kau tak seharusnya terlalu berharap pada gadis itu untuk ini. Aku berfikir dia hanya ingin bercanda denganmu dan tak serius. Sejujurnya aku malah berfikir dia menyukaimu dan hanya curi-curi waktu untuk dekat denganmu.”

“Tch, semuanya tak begitu..” Kyu Hyun menggeleng cepat. “Dia hanya terlalu manja sehingga itu sebabnya ini terasa lebih ribet daripada seharusnya. Lagipula kejadian itu tak hanya merugikanku, dia malah mendapat dampak paling besar karena kekasihnya juga melihat hal itu dan langsung memutuskannya hari itu juga. Kukira itu sebabnya dia tak mudah membantuku karena dia masih merasa dirugikan setelah apa yang terjadi..”

“Benarkah? Memang, dari awal dia terkesan aneh sekali. Aku masih tak bisa membayangkan awal pertemuan kalian itu, haha. Betapa memalukannya itu..” Hyuk Jae terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. Sementara Kyu Hyun tampak hanya tersenyum kecil sambil menyeruput minumannya sebelum tak lama perhatiannya teralihkan pada apa yang dikerjakan Hyuk Jae sejak tadi.

“Apa itu? Sejak tadi kulihat kau terus sibuk dengan benda itu?” Tanya Kyu Hyun penasaran. Hyuk Jae tampak menoleh padanya, menunjukkan senyuman tipisnya.

“Ini? Ini adalah kamera penemuan terbaruku..”

“Kamera?”

“Ya. Ini adalah proyek terbaru tim yang kugagas, tapi masih dalam perencanaan dan aku masih harus terus memodifikasinya hingga sempurna. Aku kira aku harus terus mengembangkannya..” ujar Hyuk Jae sambil menunjukkan benda yang terhitung kecil untuk disebut kamera tersebut. Sementara Kyu Hyun tampak hanya mengangkat alis dan menganggukkan kepalanya. Terlihat ia sepertinya tidak terlalu tertarik dengan penemuan baru rekannya itu.

Malam selanjutnya So Eun juga kembali datang ke apartment Kyu Hyun dengan bungkusan berisi makanan di tangannya. Sesampainya di dalam ia langsung mengajak Kyu Hyun untuk memasak ramyun bersama. Hingga disinilah mereka berakhir, berada di dapur bersiap menghidangkan makanan yang sangat ingin dimakan So Eun bersama Kyu Hyun itu.

“Apa kau tak punya tempat lain untuk makan Ramyun, nona-Kim? Setiap malam kau hanya bertamu ke tempatku untuk makan ramyun ataupun makan cemilan..” omel Kyu Hyun setelah makanan itu dihidangkan. Pemuda itu tampak menatap datar gadis di depannya itu sambil mengocok ramyun bagiannya.

So Eun yang awalnya sudah sibuk menyeruput ramyun bagiannya tampak menghentikan makannya, melirik pemuda yang lebih tua sekitar tiga tahun darinya itu. “Hum.. begitulah. Karena ini adalah satu-satunya tempat tujuan yang kupunya saat ini. Kau tahu oppa? Di rumahku aku tidak akan bisa memakan ramyun..” jawabnya pelan.

“Kenapa? Apa tidak ada ramyun disana?”

“Bukan, tapi ayahku melarang kami memakannya. Ayah berfikir itu adalah cara makan yang tidak sehat. Padahal aku selalu suka melihat di drama-drama bagaimana mereka selalu lahap memakannya. Dan seperti kelihatannya, rasanya memang enak sekali dan aku menyukainya..” ujar So Eun sambil mengancungkan jempolnya. Kyu Hyun terkekeh mendengarnya.

“Lalu itu sebabnya kau selalu datang kesini setiap malam, bukan begitu? Kau benar-benar memanfaatkanku untuk hal seperti ini..” Kyu Hyun terkekeh kecil sambil geleng-geleng kepala. Sementara So Eun menjawabnya dengan senyuman lebar. Kyu Hyun ikut tersenyum kecil sebelum mulai menyantap makanannya. “Tapi bagaimana dengan perjanjian kita? Kapan kau akan berbicara dengan Yu Ri?” Tanya Kyu Hyun mengalihkan pembicaraan. Hal itu tampak membuat So Eun menghentikan kegiatan makannya lagi, menatap Kyu Hyun dengan ekspresi sedikit malas.

“Tak bisakah kau tidak membahasnya setiap hari, oppa? Aku akan mengingatnya walau tak kau ingatkan..” So Eun memutar bola matanya bosan.

“Aku hanya memastikan bahwa kau tidak akan melupakannya dan tidak mempermainkanku terlalu lama. Kau harus ingat alasanku mau melakukan semua ini untukmu hanya agar kau mau membantuku..” kekeh Kyu Hyun sambil mengedipkan matanya. So Eun lagi-lagi mendengus sebal.

“Kenapa kau begitu suka dengannya? Apakah dia secantik itu? Apa dia punya terlalu banyak kelebihan sampai kau begitu ingin bersamanya?”

“Ya, aku sangat menyukainya..” Kyu Hyun menjawab cepat dengan senyuman lebar. “Dia itu adalah gadis yang cantik, baik, dan yang pasti cerdas. Kau tahu? Butuh beberapa bulan bagiku untuk dekat dengannya namun.. hanya dalam beberapa detik kau menghancurkannya..”

“Harus berapa kali kukatakan padamu kalau aku tak sengaja. Dan lagi, apa kau yakin itu adalah jawabannya. Aku rasa kau hanya menyukainya karena penampilannya. Yah, aku pernah melihatnya dan aku akui dia cukup seksi. Aku fikir itu yang kau sukai darinya. Dadanya yang besar itu!” ujar So Eun sebal sambil menunjuk Kyu Hyun dengan sumpitnya. Membuat Kyu Hyun sedikit memundurkan wajahnya takut-takut benda itu menusuk matanya.

“Tch, yah.. mungkin harus sedikit kuakui itu adalah salah satu alasannya – yaitu penampilannya. Tapi—“

“Kalau begitu itu bukan cinta..”

“Huh?”

So Eun menarik sumpitnya tadi, namun terus saja memberikan Kyu Hyun tatapan tajam tak sukanya. Ia sepertinya benar-benar membenci topik yang menjadi alasannya dekat dengan Kyu Hyun itu.

“Tentu saja. Kalau alasanmu menyukainya adalah penampilannya, maka itu tak layak disebut cinta. Mungkin itu hanya semacam hum.. nafsu?”

“Huh, yang benar saja. Apa yang kau tahu memangnya soal cinta, huh? Lagipula aku memang menyukai penampilannya, tentu saja sebanyak aku menyukai segala hal tentangnya. Kukira itu hal yang wajar dan bisa diterima sebagai cinta. Kau, memangnya kau mengerti apa itu cinta? Kau bahkan tak tahu apa-apa..”

“Tentu aku tahu!” So Eun berseru protes. “Asal kau tahu, cinta yang kupunya jauh lebih murni dan lebih layak disebut cinta dibandingkan perasaanmu padanya. Aku berani bertaruh..” seru So Eun kelewat serius. Sementara Kyu Hyun malah terlihat memutar bola matanya meremehkan.

“Tch, berhentilah membual. Sekarang makan sajalah dan habiskan makananmu itu. Lalu setelah itu segeralah pulang dan beristirahat layaknya seperti dirimu yang sebenarnya, seorang putri raja. Berhentilah menceramahiku mengenai apa yang tak kau tahu..” Kyu Hyun mencibir. Sementara So Eun ikut mendengus mendengar ejekan itu. Dalam hati ia merasa lebih kesal dengan jawaban Kyu Hyun yang seakan begitu meremehkannya, ditambah ungkapan perasaannya terhadap Yu Ri tadi yang membuatnya semakin sebal setengah mati. Jujur saja sejak nama itu disebut nafsu makannya tadi jadi hilang begitu saja.

Agak lama So Eun terdiam, ia terlihat larut dalam pemikirannya yang semakin tak beraturan sejak pembicaraannya dengan Kyu Hyun tadi mengenai Yu Ri. Namun setelah difikirannya ia mengingat sesuatu tiba-tiba So Eun mengangkat wajahnya dan menatap Kyu Hyun.

“Ya sudah, kalau begitu berikan aku nomor ponsel Kwon Yu Ri.”

“Huh? Untuk apa?” Tanya Kyu Hyun bingung dengan mulut penuh makanan. Sementara So Eun menatapnya kian serius.

“Tentu saja untuk menepati janjiku. Aku akan melakukannya setelah acara nonton film kita. Aku tentu saja membutuhkan itu untuk membuatnya percaya padaku..” ujar So Eun. Kyu Hyun mengangkat alis, tampak masih ragu pada awalnya. Namun tak lama ia menganggukkan kepalanya.

“Tentu. Aku akan kirimkan nomornya padamu nanti..” sahutnya kemudian. Sementara So Eun tampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan dimana sesekali ia kembali curi-curi pandang untuk menatap Kyu Hyun ataupun bibir pemuda itu yang memerah akibat ramyun pedas yang dimakannya.

Pagi-pagi sekali Kwon Yu Ri terlihat sudah sampai di meja kerjanya. Gadis yang hari ini memakai potongan kemeja putih dan blazer merah muda itu tampak baru saja berniat duduk ketika sesuatu menarik perhatiannya. Sedikit bingung gadis itu memeriksa secarik kertas yang terletak di atas keyboard komputer kerjanya tersebut.

“Tiket film? Bukankah ini tiket untuk film horror terbaru yang akan tayang perdana akhir minggu ini?” Yu Ri bergumam sambil memeriksa benda tersebut. “Siapa yang memberikan ini?” tanyanya bingung sambil memeriksa tiket itu kembali. Mencari tahu kalau saja ia menemukan alamat pengirimnya.

Tak lama ketika ia masih sibuk memeriksa tiba-tiba ponselnya yang ada di dalam tas berdering. Gadis itu tampak mengacuhkan kertas tadi sejenak dan segera mengambil ponselnya yang terus berbunyi menandakan pesan masuk itu. Yu Ri kemudian langsung membacanya.

Besok, pukul tujuh malam di gedung bioskop yang terletak di pusat kota. Datanglah untuk menemuiku..

Yu Ri tampak menatap kembali tiket yang masih berada di tangannya itu, ia terlihat lebih penasaran. Namun tak lama gadis itu terlihat mengangkat wajahnya untuk menatap meja kerja yang berada beberapa meter dari tempatnya. Dimana saat itu juga Cho Kyu Hyun, pemuda yang terakhir kali sempat akan berkencan dengannya baru saja datang dan langsung duduk disana. Yu Ri tampak tersenyum kecil sambil kembali menatap tiket yang masih berada di dalam genggamannya itu.

Akhirnya pada sabtu malam, seperti yang telah dijanjikan sebelumnya kedua orang itu kembali bertemu di sebuah bioskop paling besar di kota itu. So Eun hari itu terlihat begitu manisnya dengan sebuah minidress berwarna ungu yang juga sepadan dengan sepatu dan tas yang dipakainya, sementara itu Kyu Hyun terlihat casual dengan setelah kaos dan jaket berwarna biru dengan jeans denim yang dikenakannya.

Setelah selesai membeli popcorn dan makanan lainnya keduanya tampak masuk dalam antrian untuk memulai menonton. Tak butuh waktu lama juga bagi keduanya untuk memasuki tempat yang mereka tuju.

Oppa, kita duduk disana.” Ajak So Eun setibanya mereka di dalam. Ia kemudian langsung menarik pemuda yang hanya menuruti gadis muda itu sejak tadi. Keduanya memilih bangku barisan kedua dari depan.

Seperti perkiraan tempat itu nyaris penuh karena memang semua orang sangat menantikan tayang perdana film horror terkenal ini. Disana So Eun tampak mulai sibuk memperhatikan sekitarnya seperti mencari sesuatu sementara Kyu Hyun untuk sementara tampak sibuk dengan ponselnya. Beberapa menit kemudian lampu mulai dimatikan sebagai pertanda bahwa film akan mulai diputar.

“Apa yang kau lihat? Duduklah yang tenang karena filmnya akan dimulai..” kata Kyu Hyun mengagetkan So Eun yang tampak masih juga berusaha mencari-cari sesuatu di tengah kegelapan. Hal itu membuat So Eun tersadar dan mengangguk, walau sepertinya ia belum sepenuhnya fokus.

“Dimana dia? Apa dia tidak datang?” Tanya So Eun dalam hatinya. Namun tak lama setelahnya ia seperti menangkap ada seseorang yang duduk di samping Kyu Hyun. Hal yang hanya ia sendiri yang menyadari karena Kyu Hyun sepertinya sudah mulai sibuk terpaku ke arah layar. “dia datang..” So Eun tersenyum diam-diam sambil mulai beralih menuju layar, sementara itu ia juga berusaha untuk lebih dekat dengan Kyu Hyun.

Film yang mereka tonton baru saja memasuki tayangan awal. Dimana seperti kebanyakan film horror khas Hollywood kesan seram sudah langsung ditunjukkan dengan setting tempat yang sudah terkesan misterius. Hal itu belum lagi ditambah dengan background musik rendah yang mereka gunakan sebagai sambutan pembuka. Sesuatu yang sudah cukup membuat mereka yang tidak menyukai horror mulai merasakan ketidak betahan mereka walau tayangan itu sungguh belum apa-apanya dari inti cerita yang akan dimainkan.

Dan disaat itulah So Eun lebih mendekatkan dirinya kepada Kyu Hyun. Apa So Eun merasa ngeri dengan adegan yang disaksikannya? Tidak. Hanya saja dari awal ini adalah rencana So Eun untuk membawa Kyu Hyun kesini. Tentu saja juga untuk gadis yang kini duduk di samping Kyu Hyun dan curi-curi pandang pada Kyu Hyun sesekali.

Jemari So Eun yang lebih dingin tiba-tiba menggenggam tangan Kyu Hyun, hal yang tentu saja membuat pemuda itu reflek menoleh padanya. Ia sepertinya heran kenapa So Eun tiba-tiba memegang tangannya sementara adegannya belum seram sama sekali. Hal itu ditambah ketika gadis itu kian dekat padanya, dan dari cahaya yang temaram dari layar ia dapat melihat ekspresi gadis itu yang terlihat tidak nyaman – pura-pura tidak nyaman lebih tepatnya.

“Ada apa?” bingung Kyu Hyun sedikit berusaha melepaskan tangannya. Namun So Eun malah menggenggamnya makin kuat – terlalu kuat. “Hey? Kau takut? Adegannya kan belum seram sama sekali..” bisik Kyu Hyun heran. Sekali lagi ia mencoba melepaskan tangannya, namun sekali lagi juga So Eun mempertahankannya. “Kim So Eun?”

“Sst, ini rahasia..” So Eun berbisik. “Sebenarnya… sebenarnya aku sangat takut dengan film horror. Hanya saja karena film ini populer dan hampir semua teman di kelasku berencana menontonnya. Maka itu sebabnya aku tetap pergi untuk menonton..”

“Apa?” Reflek Kyu Hyun sedikit mengeraskan suaranya. Hal yang membuat penonton lainnya sempat melirik padanya dan menyuruhnya diam. Sementara Kyu Hyun kembali melirik So Eun yang tanpa ia sadari terus mengambil kesempatan menjalankan rencana sedikit liciknya. “Apa kau bodoh, huh? Hanya agar kau tidak ketinggalan oleh temanmu kau sampai melakukan hal seperti ini. Kau ini aneh sekali..”

“Sst, biar saja. Hal seperti ini tidak akan lebih menakutkan daripada dikatakan ketinggalan jaman oleh temanku..”

“Pemikiran aneh macam apa itu..” Kyu Hyun geleng-geleng kepala. Kali ini tampak lebih pasrah ketika So Eun terus menggenggam tangannya bahkan kini sudah terlalu dekat dengannya. “Apa kita harus keluar? Kau kelihatan sangat ketakutan sekali?” bisik Kyu Hyun lagi. Ia tampak mulai khawatir melihat So Eun yang sepertinya begitu ketakutan.

“Tidak. Tidak. Kita tonton saja. Ada beberapa temanku disini. Mereka akan tahu kalau aku keluar di awal pemutaran film..”

Kyu Hyun menghela nafas. Sungguh ia sebenarnya sangat tidak mengerti dengan jalan fikir So Eun – atau lebih tepatnya dia yang tidak tahu jalan fikir gadis itu yang sebenarnya. Yang jelas kini Kyu Hyun kelihatannya sudah terjebak di dalam rencana So Eun hingga ia tak menyadari sosok lain yang duduk di sisi kanannya juga terus memperhatikan keduanya sejak tadi.

“Tapi..” Kyu Hyun berbisik pada So Eun lagi. Hal yang kalau dalam sudut pandang Kwon Yu Ri yang duduk disisinya yang lain menunjukkan kesan yang berbeda. Gadis itu juga terlihat sudah tak mengikuti jalannya film lagi karena sudah teralihkan dengan dua penonton lain di sebelah kirinya. “Karena kau sudah disini, bagaimana kalau kau menghilangkan rasa takutmu itu? Angkat wajahmu dan beranikan diri untuk menonton filmnya. Aku jamin tak akan terjadi apapun, semuanya tidak semenakutkan fikiranmu..” bisik Kyu Hyun. Sama sekali tidak menyadari sudut pandang lain yang kini tengah dirasakan oleh gadis yang disukainya hampir satu tahun ini. Dimana gadis itu malah seperti melihat adegan yang sama dengan apa yang pernah ia lihat beberapa minggu sebelumnya tepat di hari kencan pertama mereka.

“Tidak mau..” So Eun menggelengkan kepalanya kuat, kali ini ia sudah benar-benar berhasil menyembunyikan wajahnya di bahu Kyu Hyun sementara kedua jemarinya telah mengamit tangan Kyu Hyun yang tadi. Menggenggamnya semakin erat untuk menahan Kyu Hyun berada di posisi itu lebih lama. “Aku benar-benar takut. Kalau aku melihat sedikit saja bisa-bisa nanti malam aku tak bisa tidur. Aku memilih tidak menontonnya walau hanya sedikit..”

“So Eun—“

“Biar saja begini. Oppa silahkan menontonnya, tapi biarkan aku meminjam tangan dan bahumu sampai itu selesai. Jangan fikirkankan aku..” bisik So Eun lagi sambil terus menjalankan rencananya yang sepertinya berjalan sesuai dengan rencananya. Diam-diam gadis itu tampak tersenyum di balik sandiwara yang dilakukannya.

Sementara Kyu Hyun tampak hanya mengangguki dan menuruti apa kata So Eun pada akhirnya. Ia pun kembali mengalihkan perhatiannya pada layar besar walau sesekali ia terus melirik dan menenangkan So Eun yang terus terlihat ketakutan. Hal yang tidak ia sadari telah memperburuk semua yang rencananya ingin ia perbaiki dengan gadis di sampingnya yang lain yang tampak sudah ikut terjebak dalam sandiwara yang So Eun lakukan.

Hampir dua jam kemudian pada akhirnya film itu selesai juga. Selama itu maka Kyu Hyun harus menahan rasa pegal dan aneh di tubuhnya karena So Eun terus menggenggam tangan dan meminjam bahunya. Di tangannya kini ia dapat merasakan rasa basah akibat keringat mereka yang mungkin sudah bercampur disana. Hal yang pada akhirnya membuatnya lega ketika film itu akhirnya selesai.

“Sudah selesai. Kini kau tak perlu takut lagi..” bisik Kyu Hyun sambil melepas genggaman tangan mereka itu dan menepuk pundak So Eun. Tak lama So Eun mengangkat wajahnya kembali tepat ketika lampu ruangan itu kembali dihidupkan. “Apa kau baik-baik saja?”

Namun So Eun tak menyahuti pertanyaannya itu. Gadis manis itu tampak tiba-tiba saja terpaku dan menatap ke satu arah di belakangnya. Ekspresinya yang tidak biasa-biasa saja itu akhirnya membuat Kyu Hyun mulai merasa heran. Ia kemudian ikut menoleh ke belakangnya, tepatnya menuju jajaran kursi lainnya yang berada di sisi kanannya. Dimana di detik kemudian ia tersentak kaget.

“K-Kwon Y-Yu Ri?” panggilnya tak percaya. Ekspresinya sungguh begitu kaget karena benar-benar tak menyangka gadis itu berada disana. Dimana gadis yang sudah beberapa minggu mengacuhkannya itu tampak kian menatapnya dingin. Hal yang tentu saja membuat Kyu Hyun kian panik apalagi mengingat apa yang telah terjadi antara dirinya dan So Eun selama hampir dua jam ini. Apa dia melihatnya?

“Y-Yu Ri-ssi?” serunya langsung melepas tangan So Eun dan berbalik sepenuhnya pada gadis itu. “Yu Ri-ssi?” ulangnya memanggil. Namun gadis itu tampak tak mengatakan apapun, ia hanya terus menatap dingin Kyu Hyun sebelum akhirnya berdiri dan segera meninggalkan tempat itu tanpa sepatah katapun. Reaksi yang tentu saja membuat Kyu Hyun kian panik. “Yu Ri—“

“—Oppa!” Kyu Hyun berniat mengejarnya, namun So Eun menahan tangannya dan memanggil namanya. Tapi Kyu Hyun tampak melepaskan pegangan So Eun itu dan segera menyusul gadis taksirannya itu, meninggalkan So Eun yang menatap panjang kepergiannya.

“Tunggu Yu Ri!” seru Kyu Hyun setelah pada akhirnya berhasil menyusul Yu Ri dengan meraih lengannya. Pada akhirnya gadis itu menghentikan langkah cepat yang berusaha menghindari Kyu Hyun tadi dan kini mereka saling berhadapan. “Tunggu, kau salah faham. Semuanya tidak seperti yang kau lihat.” Jelas Kyu Hyun menatap gadis itu.

Yu Ri masih tak menyahut, ia hanya terus menatap dingin pemuda di depannya itu.

“Yu Ri, aku dan So Eun hanya—“

“—Kau tak perlu menjelaskan apapun padaku, Kyu Hyun. Aku tak punya hak untuk tahu karena kita tidak punya hubungan apapun..”

Kyu Hyun tercengang oleh jawaban itu. Benar, tentu saja dia dan Yu Ri tak pernah punya hubungan selama ini – belum lebih tepatnya. Namun Yu Ri tak seharusnya lebih salah faham lagi padanya karena itu akan mempersulitkannya untuk mendapatkan gadis yang disukainya itu.

“Benar. Tapi—“

“—Sudahlah. Aku sungguh tidak punya waktu lebih lama lagi untuk meladenimu disini. Lebih baik kau kembali pada gadis yang menunggumu itu. Kau pasti sangat menyukainya sampai terus bermesraan dengannya di depan umum bahkan di hari yang kau sebut sebagai hari kencan pertamamu denganku..” Yu Ri berkata dingin untuk terakhir kalinya sebelum melepaskan pegangan Kyu Hyun di lengannya. Gadis itu kemudian langsung bergegas meninggalkan Kyu Hyun yang kali ini terlihat terpaku menatap kepergian Yu Ri setelah apa yang didengarnya tadi. Dadanya terasa sangat sesak karena kini ia benar-benar tak punya kesempatan untuk mendapatkan Yu Ri.

Oppa!” di tengah lamunannya tiba-tiba So Eun mendekat padanya. Gadis itu menatap sedikit khawatir padanya. “Oppa kau tidak apa-apa?” Tanya So Eun menyentuh lengan Kyu Hyun. Namun tak lama Kyu Hyun menarik tangannya itu dari tangan So Eun sebelum pada akhirnya meninggalkan So Eun begitu saja tanpa kata atau bahkan menatap padanya.

Oppa, tunggu!” seru So Eun sambil menyusul pemuda itu.

Jam yang berada di sudut ruangan menunjuk tepat ke angka sebelas. Sementara ruangan yang terlihat sedikit temaram itu juga terkesan sepi tanpa suara. Hanya sekilas terdengar suara keributan dari lalu lalang keramaian kota Seoul di bawahnya.

Di sudut ruangan di ruang tengah terlihat dua orang duduk berhadapan. Si laki-laki tampak sudah sedikit tidak sadar akibat telah menenggak terlalu banyak minuman keras yang saat ini terlihat masih berserakkan di depannya sementara yang perempuan tampak hanya terduduk tenang di depannya, hanya menatap sedikit resah pemuda di depannya itu.

Oppa, sebaiknya kau berhenti minum. Oppa sudah minum terlalu banyak..” larang So Eun melihat Kyu Hyun kembali meraih kaleng minuman yang baru. So Eun segera menahan tangan Kyu Hyun untuk kembali membukanya.

Kyu Hyun tak mengatakan apapun setelahnya. Ia hanya menatap tajam So Eun dalam beberapa menit sebelum akhirnya menarik tangannya untuk lepas dari So Eun. Tak memperdulikan larangan So Eun ia terus lanjut minum.

Oppa..” So Eun merengek. Ia akhirnya tidak bisa melakukan apapun untuk melarang Kyu Hyun.

Kyu Hyun hanya kuat menenggak minuman itu sedikit, karena kepalanya sudah benar-benar sakit. Gerakannya juga terlihat kian gusar sehingga membuat So Eun kian khawatir. Sejujurnya So Eun juga mulai takut kalau saja Kyu Hyun sudah mengetahui rencana So Eun tadi yang menyebabkan Yu Ri semakin marah pada Kyu Hyun. So Eun khawatir kalau saja Kyu Hyun kini mulai menyalahkannya.

Oppa, apa kau marah padaku?” Tanya So Eun pada akhirnya. Nadanya terdengar hati-hati.

Kyu Hyun terlihat bereaksi oleh pertanyaan itu. Dia terlihat mengangkat kepalanya yang berat dan menatap So Eun yang menunggu was-was di depannya. “Marah? Kenapa kau berfikir begitu?” Kyu Hyun bertanya tanpa nada.

“Kau sejak tadi mengacuhkanku. Apakah kau menyalahkanku setelah apa yang terjadi?”

“Huh, kenapa aku harus menyalahkanmu..” Kyu Hyun terkekeh lucu. Sementara itu matanya terus sayu menatap So Eun. “Aku hanya merasa sedikit – benar-benar hanya sedikit… heran. Aku heran mengapa sejak bertemu denganmu aku merasa hidupku sedikit sial..” kekehnya miris.

“Di hari kita pertama bertemu, ketika hanya terhitung detik kau langsung menghancurkan usaha berbulan yang aku lakukan untuk mendekati gadis yang kusukai. Sejak saat itu semenjak kau datang semuanya malah semakin suram. Lalu tadi, sepertinya itu malah hancur keseluruhannya..” Kyu Hyun tersenyum tipis lagi, lalu kembali melirik So Eun dengan matanya yang sayu. “Kenapa bisa begitu?”

So Eun tak menyahut, ia hanya diam dan menatap Kyu Hyun. Di dalam hatinya terkini bercampur berbagai emosi yang sulit dijelaskan mendengar ucapan Kyu Hyun ini. Rasa bersalah, sedih, tak terima, bahkan perasaan lainnya berkumpul disana.

“Apa maksudmu aku adalah pembawa sial dan hanya memberikan masalah padamu, begitu?” Tanya So Eun ragu, sekilas terdengar ada harapan dari nada pertanyaan itu.

“Ya. Begitulah kau untukku. Kau benar-benar hanya memberikan sial padaku..”

Oppa kenapa kau tega mengatakan itu padaku..” ujar So Eun lirih. Jelas ia sedih dengan ucapan jujur Kyu Hyun tersebut.

“Jangan menatapku begitu. Karena tatapan itu adalah alasanku selama ini terus tak tega padamu..” Kyu Hyun memperingatkan. Tatapannya kian sayu sehingga ia terus berusaha membuka matanya lebih lebar. “Kau tahu? Kadang, aku pernah berfikir bahwa kau mungkin saja merencanakan semua ini. Apa yang terjadi selama ini, rasanya bukan hanya kebetulan. Juga.. alasan kau terus datang setiap malam kesini aku merasakan sebuah keanehan dari semua itu. Tapi kau tahu? Setiap melihat wajahmu hatiku selalu menolaknya. Kau terlalu polos. Kau tak mungkin melakukan itukan? Benarkan?”

“T-Tentu saja..” So Eun mengangguk cepat. Walau hatinya tahu itu bukan kebenarannya.

“Tapi tetap saja… kehadiranmu itu menimbulkan masalah dalam hidupku. Hal yang membuatku ingin sekali… ingin sekali… tidak bertemu denganmu sejak awal..” Kyu Hyun sedikit menekankan kata-katanya. Emosinya juga semakin naik begitu saja, sebelum akhirnya turun kembali. Tak lama ia kembali menatap So Eun dan tersenyum kecil padanya. “Jadi mulai besok. Bisakah.. bisakah kau tidak muncul lagi dalam hidupku? Maukah kau pergi sehingga mengembalikan kehidupan normalku? Aku fikir itu hanya satu-satunya cara..” Tanya Kyu Hyun dengan wajah penuh senyuman. Ekspresi yang tentu saja berbeda dari So Eun yang kian memuram mendengarnya

Oppa kau mengusirku?”

“Benar. Mulai dari besok aku sungguh tak ingin lagi melihatmu..” Kyu Hyun mulai memegangi kepalanya, fokusnya juga tampak kian menurun. “Aku ingin kau… pergi.”

Bruk. Dan Kyu Hyun langsung hilang kesadaran setelahnya. Pemuda itu tampak sudah memejamkan matanya erat dan sedikit mendengkur setelah ucapannya. Sama sekali tidak lagi mengetahui kelanjutan dampak dari kata-katanya yang membuat anak bos besarnya itu diam membisu di hadapannya.

Sedikit susah payah So Eun akhirnya berhasil membawa tubuh Kyu Hyun ke tempat tidur. So Eun lalu menarik nafasnya sejenak sebelum memposisikan Kyu Hyun tidur dengan benar di tempat tidur dan menyelimutinya. So Eun kemudian duduk di sisi tempat tidur itu dan menatap Kyu Hyun.

Hening kembali dalam beberapa menit. Karena kini memang satu-satunya yang So Eun lakukan adalah menatap wajah Kyu Hyun yang terlelap akibat kelelahan karena terlalu banyak minum. Ekspresi gadis itu juga tampak masih sedih, dimana beberapa menit setelahnya ia baru mulai berani mengangkat salah satu jemarinya untuk menyentuh wajah Kyu Hyun. Ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah tampan itu.

“Mengapa kau harus menyuruhku pergi? Padahal kita masih baru-baru bertemu. Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Bisa saja kau jatuh cinta padaku, kan?” So Eun bergumam pelan, sementara ujung jemarinya masih menyentuh kulit wajah Kyu Hyun. “Lagipula mengapa kau sampai segitunya menyukai Kwon Yu Ri? Dia tidak punya lebih banyak uang dariku. Dan untuk cantik bukankah aku tak kalah cantik dengannya? Walau aku tak punya tubuh seseksi dia tapi kalau aku mau aku bisa memiliki tubuh yang bahkan lebih bagus daripada itu. Tunggu saja…”

Ujung jari telunjuk So Eun turun menyusuri pelipis Kyu Hyun, turun di pipinya sebelum akhirnya menyentuh bibir merah keunguan milik pemuda itu. Mata kecokelatan So Eun ikut menatap bagian itu.

“Tak bisakah kau membiarkan aku untuk tinggal bersamamu? Aku tidak mau pergi darimu. Aku merasa nyaman berada di sekitarmu?” So Eun kembali dengan nada berharap dan ekspresi sedih. Hal yang tentu saja tak akan mendapatkan jawaban karena lawan bicaranya telah hilang larut dalam dunia mimpinya. “Aku menyukaimu, Cho Kyu Hyun..” bisik So Eun pada akhirnya. Perlahan gadis itu tampak merunduk untuk mendekatkan wajahnya ke wajah Kyu Hyun. Setelah memastikan pemuda itu benar-benar tertidur ia kemudian menempelkan bibir mereka untuk kedua kalinya.

Rasa yang sama. Rasa aneh yang ia rasakan begitu bibirnya menyentuh bibir Kyu Hyun yang juga lembut. Rasa aneh yang menjadi alasan untuknya selalu menempeli Kyu Hyun kemana-mana setelah kejadian bodoh yang mereka alami di taman waktu itu. Rasa aneh yang langsung memberikan reaksi lain pada tubuhnya yang sulit dijelaskan. Rasa aneh yang membuat jantungnya terasa berdetak kuat seakan meledak.

Setelah merasa cukup, So Eun membuka matanya kembali dan berniat untuk meninggalkan tempat itu. Namun ia tiba-tiba membeku ketika ia menyadari bahwa mata Kyu Hyun terbuka. So Eun tentu saja kaget dan berniat untuk segera meninggalkan Kyu Hyun, namun ia tak bisa melakukannya ketika tiba-tiba Kyu Hyun menahan leher belakangnya. Kyu Hyun menarik So Eun untuk sedikit berguling sehingga tak lama So Eun sudah berada di bawahnya.

Mereka berpandangan sesaat, dimana saat ini So Eun bahkan belum sempat mengatakan apapun karena terkejut karena Kyu Hyun menariknya tiba-tiba. Namun keterkejutannya itu belum seberapa dengan gerakan Kyu Hyun selanjutnya yang langsung mempertemukan bibir mereka kembali . Dimana ciuman ketiga mereka itu membuat mata So Eun terbuka lebih lebar bersama jemarinya yang meremas kemeja Kyu Hyun kuat karena Kyu Hyun menciumnya dengan cara berbeda. Ciuman kasar macam apa ini? Kenapa dalam fikiran So Eun kini Kyu Hyun malah terlihat tengah berusaha untuk memakan bibirnya. Membuat jantungnya kini seperti akan meledak.

Sinar matahari yang terasa panas dan rasa sakit yang menekan kuat kepalanya adalah yang pertama yang menyambut Kyu Hyun dari tidurnya pagi ini. Pemuda itu mendesah, mengacak rambutnya tanpa berniat membuka mata sama sekali. Ini adalah hari minggu, jadi ia tak perlu harus bekerja. Lagipula seingatnya semalam ia minum sangat banyak sehingga rasanya ia akan tetap tinggal di tempat tidurnya itu lebih lama.

Namun sekilas, rasa-rasanya telinganya menangkap sesuatu yang tak bisa diacuhkan. Suara tangisan? Benarkah? Siapa? Kim So Eun?

Kyu Hyun sentak membuka matanya dan menoleh ke samping. Hanya untuk tersentak untuk kedua kalinya dengan apa yang dilihatnya setelah itu.

“S-So Eun?” panggilnya tak terlalu yakin dengan apa yang dilihatnya. Tepat di sampingnya kini di atas tempat tidur yang sama dengannya, gadis yang dikenalnya terlihat duduk disana dengan memeluk kakinya. Sementara itu wajahnya tak bisa dilihat dengan jelas karena rambut panjang yang menutupinya seluruh wajahnya turun hingga menutupi sebagian pundaknya yang terbuka. Sementara bagian tubuhnya yang lain terlihat hanya tertutupi selimut yang sama dengan yang membalut tubuh Kyu Hyun.

‘Sial, mungkinkah?’ Kyu Hyun sedikit merutuk pada dirinya sendiri sambil memeriksa dirinya sendiri untuk melihat ke bawah selimut. Kyu Hyun malah semakin memejamkan matanya setelah memeriksanya sendiri.

O-Oppa memaksaku. A-Aku tak bisa berbuat apa-apa karena tenagamu terlalu kuat..” gadis itu bersuara dengan terisak. Hal yang membuat Kyu Hyun semakin menghela nafasnya berat dan memejamkan matanya. “S-Sekarang bagaimana? A-Aku takut sekali. Ayahku akan marah kalau sampai dia tahu dan.. dan..” dia tak bisa melanjutkan ucapannya karena ia menangis lebih kuat. Kyu Hyun tampak sedikit bergerak dan menyentuh bahu So Eun untuk menenangkannya.

“Semuanya akan baik-baik saja. Tak usah takut. Aku yang salah, maka aku akan bertanggung jawab..” bisik Kyu Hyun resah melihat So Eun semakin menangis. Ia terlihat panik.

“T-Tapi… bagaimana kalau… bagaimana kalau aku sampai hamil? Aku masih terlalu muda dan kalau itu terjadi maka ayahku… ayahku akan..”

“Tidak akan terjadi.” Kyu Hyun memotongnya cepat dan kembali berusaha menenangkan So Eun. “Lagipula kalau itu terjadi, aku akan selalu ada disini. Apapun yang terjadi kita hadapi bersama, ya?”

“Termasuk menikahiku?”

Kyu Hyun agak terdiam dengan pertanyaan itu, terlihat ragu. Namun tak lama ia mengangkat wajahnya dan menatap So Eun kembali, sebelum sedikit bergerak untuk memeluk So Eun. Kyu Hyun kembali berusaha menenangkan So Eun dengan mengusap rambutnya.

“Ya..” jawab Kyu Hyun lirih sambil terus mengusap rambut So Eun. Lagi-lagi pemuda itu menghela nafas panjang menyesali apa yang terjadi di luar kesadarannya.

Hyuk Jae tampak baru saja keluar dari lift tepat di lantai dimana Kyu Hyun tinggal. Pemuda berambut pirang itu juga langsung bergerak menuju arah apartement Kyu Hyun, namun tinggal beberapa langkah ia menghentikan langkahnya begitu melihat seorang gadis keluar darisana. Hyuk Jae tampak terus memandang gadis itu sampai ia melewatinya dan berjalan menjauh meninggalkan tempat itu.

“Masih pagi begini. Apa yang dilakukan putri presdir itu disini..” Hyuk Jae menyunggingkan senyuman tipisnya. “Cho Kyu Hyun hebat juga..” kekehnya sambil melanjutkan jalannya menuju tempat Kyu Hyun.

“Apa yang kau lakukan pagi-pagi disini?” Tanya Kyu Hyun terlihat tak bersemangat. Pemuda tampan itu tampak cukup berantakkan ketika Hyuk Jae datang, dimana hal itu membuat senyuman usil di bibir Hyuk Jae semakin lebar.

“Kau terlihat kacau sekali..” sindir Hyuk Jae.

“Kenapa kau datang?” ulang Kyu Hyun tanpa memperdulikan pertanyaan Hyuk Jae. Sepertinya pemuda itu benar-benar kacau baik itu penampilan ataupun fikirannya.

“Aku melihat putri Presdir itu tadi ketika aku keluar. Apa yang kalian lakukan semalam, hum?” Hyuk Jae juga tampak tak memperdulikan pertanyaan Kyu Hyun dan hanya terus menggoda temannya itu. Dimana kali ini membuat Kyu Hyun mengangkat wajahnya dan menatap padanya dengan pandangan sangat terganggu.

“Lee Hyuk Jae..” desisnya kesal. Hyuk Jae tampak hanya balas terkekeh.

“Aku hanya ingin mengambil sesuatu..”

Kyu Hyun tampak kembali menunduk dan mengacuhkan rekannya itu kini. Sejujurnya sejak tadi ia hanya terus duduk dan mencoba mengingat apa kira-kira yang terjadi semalam. Kenapa dia tak mengingat apapun?

“Wow, kamarmu terlihat sangat berantakkan..”

Kyu Hyun kaget dan mengangkat wajahnya lagi begitu sudah mendengar suara Hyuk Jae yang sejak kapan sudah masuk ke kamarnya. Hal itu membuat Kyu Hyun berdiri dari tempat duduknya dan menyusul Hyuk Jae ke dalam.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Kyu Hyun pada Hyuk Jae yang kini terlihat memeriksa sesuatu di salah satu lampu tidur yang terletak di atas meja nakas. Temannya itu berkutat dalam beberapa saat sebelum akhirnya mengangkat wajahnya melirik Kyu Hyun dan membawa sesuatu di tangannya.

“Sesuatu yang kutinggalkan disini dua hari yang lalu..” jawab Hyuk Jae santai sambil menunjukkan kamera rakitan yang sempat ditunjukkannya pada Kyu Hyun beberapa hari yang lalu. Kyu Hyun jelas saja terlihat kaget.

“K-Kenapa kau letakkan disana?”

“Aku hanya ingin mencobanya di suatu tempat. Kufikir kamarmu adalah salah satu tempat yang tepat..” jawabnya tanpa rasa bersalah. Hyuk Jae kemudian meraih laptop Kyu Hyun yang terletak di atas meja kerjanya. “Mau lihat hasil kerjanya?” tanyanya cuek sambil melewati Kyu Hyun kembali ke ruang tengah. Dimana hal itu membuat Kyu Hyun langsung sedikit panik mengingat apa yang mungkin saja direkam oleh benda itu di kamarnya semalam.

“T-Tunggu! Kau tidak bisa seenaknya!” seru Kyu Hyun menyusul rekan usilnya itu.

Sepanjang jalan pulangnya So Eun terlihat begitu tegang. Di atas taksi yang membawanya gadis itu terus saja bergerak gelisah. Berulang kali ia terlihat menghela nafas ataupun menggigit bibir bawahnya mengingat apa yang terjadi semalam.

So Eun terus meremas kuat kemeja yang dipakai Kyu Hyun ketika pemuda itu terus melumat bibirnya. Namun selang beberapa menit kemudian tiba-tiba gerakkan bibir Kyu Hyun melambat, melonggar, sampai akhirnya terlepas sama sekali. Suara dengkuran yang halus terdengar setelahnya bersama Kyu Hyun yang hampir menindih tubuh mungilnya. Hal itu membuat So Eun menyingkirkan pemuda itu darinya.

So Eun bergerak duduk sambil berusaha mengendalikan deru nafas dan jantungnya yang berdetak kuat. Perlahan ia menyentuh bibirnya lalu kembali melirik pemuda di sampingnya yang sepertinya kali ini benar-benar telah tak sadarkan diri.

Pengalaman ketiga mereka, dimana kali ini adalah yang pertama kalinya Kyu Hyun yang melakukannya. Walaupun ia mungkin saja tidak sadar melakukannya, namun itu tak cukup sebagai alasan untuk tidak membuat jantung So Eun semakin menggila dan berdetak kuat seakan hendak meledak. Apalagi mengingat cara Kyu Hyun menciumnya tadi.

“Kau tadi menyuruhku pergi. Tapi apa yang tadi kau lakukan padaku..” bisik So Eun pada Kyu Hyun. Sementara itu ia terus menatap pemuda itu sambil menyentuh bibirnya.”Kalau begini bagaimana caranya aku bisa melepasmu pergi? Aku pasti tidak akan bisa melupakanmu dengan mudah seumur hidupku..”

So Eun terdiam beberapa saat, masih larut dalam pemikiran dan perasaannya yang campur aduk. Hingga setelah hitungan beberapa menit ia memikirkan sesuatu. So Eun lagi-lagi menatap Kyu Hyun kini, dimana pandangannya terlihat sedikit berbeda kini.

So Eun menggigit bibir bawahnya, terlihat masih ragu dan masih terus menimang-nimang sesuatu dalam fikirannya sambil terus menatap Kyu Hyun. Hingga setelah ia membulatkan tekadnya gadis yang selalu dimanja itu menganggukkan kepalanya. Perlahan ia kemudian bergerak mendekat pada Kyu Hyun dimana kali ini berusaha membuka kancing-kancing kemeja Kyu Hyun.

Kedua pemuda itu terpana menatap layar laptop milik Kyu Hyun saat ini. Keduanya tampak terpaku melihat apa yang kini ditampilkan disana sehingga membuat keduanya hanya terdiam tanpa mengatakan apapun. Ekpresi yang sulit dijelaskan terlihat sekilas di wajah keduanya.

“Wah.. aku tak percaya ini..” Hyuk Jae memecah keheningan dan sedikit mengerang sambil geleng-geleng kepala. “Dia benar-benar mewarisi sikap pandai berbisnis ayahnya dengan cara yang berbeda..” kekehnya sambil geleng-geleng kepala. Sementara Kyu Hyun tampak masih terpana melihat ke dalamnya. Tidak terlalu percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Hey Kyu, apa yang kau akan lakukan pada gadis cantik ini? Dia menjebakmu.” Tanya Hyuk Jae sambil melirik temannya itu. Hal itu tampak membuat Kyu Hyun tersadar dari pemikirannya setelah melihat hasil rekaman itu. “Tch, padahal aku berharap benar-benar melihat tayangan yang menarik. Tapi ini terlalu menarik. Wah.. gadis ini rekor sekali. Padahal wajahnya sangat polos, bukan begitu?”

Kyu Hyun tak menyahut, ia masih hanya menatap rekannya itu sedikit blank. Hyuk Jae mengerutkan dahi melihat reaksi temannya itu. “Hey Cho Kyu Hyun!”

“Kenapa dia melakukan ini?” Tanya Kyu Hyun bertanya dengan sedikit bingung.

“Itu juga yang saat ini akan aku tanyakan. Mengapa gadis ini melakukan ini padamu? Apa yang dia inginkan? Apa dia memerasmu atau sebagainya?” Tanya Hyuk Jae balik. Kyu Hyun tak menyahut, ia tampak berusaha memikirkan jawabannya sendiri saat ini. Dimana sepertinya ia tak menemukannya. “Huh, sepertinya ini sesuai dengan dugaanku selama ini. Alasan yang kubilang padamu waktu itu bahwa ia hanya terus cari-cari kesempatan untuk mendekatimu. Dia menyukaimu bahkan kufikir dia sudah terobsesi denganmu..” seru Hyuk Jae kemudian. “Lihat tadi bukan, dia sempat mengatakan cinta padamu dan menciummu sebelum akhirnya kau tiba-tiba terbangun dan malah memancingnya melakukan hal seperti itu. Tidak salah lagi, pasti itu alasannya melakukan ini. Untuk menahanmu bersamanya..”

Sementara itu Kyu Hyun lagi-lagi tak menyahut, ia hanya terus memikirkan sesuatu sambil menatap lagi layar di depannya itu. Ekspresi yang lain terlihat di wajahnya itu.

“Jadi Kyu, apa yang akan kau lakukan?”

“Itu pemaksaan..” Sun Kyu merespon cepat ucapan So Eun, melirik sahabatnya itu dengan pandangan aneh. “Siapapun orang yang baru saja kau ceritakan dia tentu berfikir tidak benar. Dia gila atau apa..”

“Tapi dia sangat menyukai laki-laki itu, Sunny. Dia telah memilihnya sebagai orang yang akan mendampinginya di masa depan..”

“Tetap saja itu salah. Kau bayangkan saja kalau itu dirimu. Misalnya kau menyukai seseorang, namun karena tidak kesengajaan ada laki-laki lain yang tiba-tiba datang dan menjebakmu hingga tertahan bersamanya. Apa yang kau rasakan memangnya? Kau pasti tidak akan menyukainya..”

So Eun terdiam, memikirkan ucapan Sun Kyu itu dan ia pun menyadari kalau saja itu terjadi padanya ia tak akan menyukainya. Hal itu membuatnya cemberut sedih. “Tapi bagaimana kalau orang itu benar-benar hanya ingin bersamanya tanpa berniat melukainya? Cepat atau lambat dia juga akan berusaha membuat laki-laki itu membalas perasaannya..” So Eun bertanya dengan penuh harapan. “Itu masih bisa disebut cinta, bukan?”

“Itu bukan cinta. Cinta tumbuh tanpa adanya kebohongan..”

So Eun tersurut lagi, terdiam dengan lebih sedih lagi. “Tapi dia berjanji akan membahagiakannya di masa depan dan membuatnya tidak akan menyesal dan merasa terpaksa lagi untuk membalas perasaan perempuan itu..”

“Sebenarnya siapa yang sedang kau ceritakan ini, So Eun? Apa ini benar-benar hanya artikel yang kau baca sembarangan? Kenapa aku merasa seperti kau sendiri yang mengalaminya?” Sun Kyu menatapnya aneh. Hal yang membuat So Eun tergagap.

“K-Kenapa kau berfikiran aneh begitu? Mana mungkin orang itu adalah aku? Aku tak seperti itu!” serunya protes. Sun Kyu tampak hanya mendesah dan mengangguk-angguk pelan.

“Ya jelas itu tidak benar, dan aku tidak menyetujui perbuatan seperti itu. Itu bukan cinta. Itu mungkin hanya perbuatan bodoh yang terkesan sedikit gila..”

So Eun terdiam sepenuhnya kini, sama sekali tidak lagi menyahuti ucapan Sun Kyu. Jelas ia merasa semakin gugup setelah mendengar ucapan Sun Kyu itu.

Larut dalam pemikirannya tersebut tiba-tiba So Eun dikagetkan oleh dering ponselnya. Ketika ia memeriksanya ia melihat nama Kyu Hyun tertulis disana.

Malam harinya So Eun kembali terlihat mendatangi apartement Kyu Hyun. Tadi sore Kyu Hyun sendiri yang meminta So Eun untuk datang, hal yang bagi So Eun termasuk baru karena biasanya ia yang seenaknya bolak-balik di apartement pemuda itu. Sejujurnya alasan itu juga membuat So Eun gugup, apalagi mengingat apa yang telah ia lakukan dan apa yang telah terjadi di akhir mereka bertemu.

“Kau datang?” Kyu Hyun menyambut kedatangannya dengan senyuman. Ini terasa berbeda, karena biasanya Kyu Hyun tidak pernah tersenyum dengan cara terkesan mesra begini kepadanya. Namun So Eun berfikir itu justru adalah hal yang baik. Mungkin setelah apa yang terjadi semalam Kyu Hyun berniat untuk membuka hatinya untuk So Eun. So Eun sangat mengharapkan itu.

“Duduklah, aku akan membuatkan minum dulu..” ujar Kyu Hyun setibanya di dalam. Sementara itu So Eun mendudukkan dirinya di sofa Kyu Hyun dan mengalihkan perhatiannya ke sekitarnya. Semuanya juga kenapa tiba-tiba terasa aneh? Biasanya suasananya tak tenang begini, dimana Kyu Hyun juga tak biasanya merepotkan diri membuat minum karena So Eun biasanya seenaknya masuk sendiri ke dapurnya. Hal ini sejujurnya membuat So Eun sedikit aneh sekalipun merasa senang. Ia merasa diperlakukan istimewa.

Tak butuh waktu lama Kyu Hyun kembali dari dapur membawa minuman. So Eun sedikit menatap heran, karena minuman yang dibawa Kyu Hyun adalah sebotol wine dan dua buah gelas Kristal. So Eun memang sudah di usia yang sudah diperbolehkan minum namun sejujurnya ini terasa begitu aneh karena Kyu Hyun tahu setiap So Eun datang So Eun selalu menghabiskan cola ataupun es krim di kulkas Kyu Hyun. Sejujurnya setelan pemuda itu juga terlihat berbeda malam ini, terlihat lebih rapi dan formal dari biasanya. Apa Kyu Hyun memang sengaja melakukan semua ini?

“Selama kau sering datang kemari aku baru menyadari kalau kita tak pernah minum bersama walaupun hanya sekali. Semalam adalah pertama kalinya aku minum bersamamu walau kau hanya menemaniku..” Kyu Hyun bersuara pelan sambil menuan cairan merah itu ke dalam kedua gelas. Suara pemuda itu terdengar lembut, terkesan romatik, sekilas terdengar cocok dengan suara alunan musik biola yang baru So Eun sadari telah mengalun daritadi. “Jadi malam ini aku sengaja mengundangmu kemari secara khusus. Aku ingin menjamumu dengan layak seperti pasangan kekasih yang sebenarnya..” Kyu Hyun menyerahkan salah satu gelas wine padanya.

“Pasangan kekasih?” So Eun menatap pemuda itu lagi sambil menerima minuman itu. Disini ia baru menyadari bahwa Kyu Hyun duduk tepat di sisinya. Memang bukan hal yang pertama kalinya karena ia sering curi-curi kesempatan melakukan ini pada Kyu Hyun sebelumnya, namun entah mengapa ini membuat semuanya semakin berbeda. Melengkapi perlakuan Kyu Hyun padanya sejak tadi.

“Hum.. bukankah tadi pagi kita sudah membicarakan ini? Kau lupa?”

So Eun terdiam sesaat, ia mengingat lagi apa yang terjadi pagi ini antara keduanya. Ya, sepertinya itu adalah alasan Kyu Hyun benar-benar berusaha berubah padanya kali ini. Dia sepertinya serius dengan ucapannya pagi ini. “Ya. Aku ingat. Bagaimana mungkin aku akan lupa..” So Eun tersenyum menatap Kyu Hyun. Kyu Hyun balik tersenyum padanya.

“Baguslah.. jadi kau tak perlu heran mengapa aku tiba-tiba seperti ini padamu..” Kyu Hyun tersenyum sambil mendekatkan gelasnya pada So Eun. “Cheers?” tanyanya. Gelas mereka tampak beradu sejenak sebelum keduanya meminumnya. So Eun hanya meneguknya sedikit sementara Kyu Hyun langsung meminum lebih setengahnya. “Kau tak suka minumannya?”

“H-Huh? B-Bukan. Aku hanya belum terbiasa minum..” So Eun tersenyum kaku. Kyu Hyun tersenyum, sambil semakin mendekat pada So Eun.

“Begitukah? Berarti kau belum sepenuhnya dewasa..” bisik Kyu Hyun pelan sambil membelai rambut yang menutupi wajah So Eun dengan jemarinya. Disini So Eun mulai merasakan ada yang tidak beres dengan sikap Kyu Hyun.

O-Oppa..” Panggil So Eun pelan mulai merasa tak nyaman. Apalagi merasakan sikap Kyu Hyun yang makin agressif.

“Hum?” gumam Kyu Hyun menyahut, sementara ia terus menyentuh wajah dan rambut So Eun. “Kenapa?”

“K-Kau kenapa?”

“Maksudmu?” Kyu Hyun menatap padanya dengan ekspresi wajah yang masih sama. “Bukankah sekarang kita adalah pasangan kekasih? Dan… semalam kita juga sudah melakukannya..” bisik Kyu Hyun sambil mengambil alih gelas wine di tangan So Eun dan semakin menyudutkan So Eun. Hal yang tentu saja membuat So Eun semakin mundur mulai merasa tak aman.

Kyu Hyun terus mendekat, memaksa So Eun tersudut di sofa dengan Kyu Hyun yang bertindak semakin agresif. Tangan Kyu Hyun juga mulai bergerak menyentuh berbagai titik di tubuh So Eun. Membuat So Eun semakin merasa terdesak.

“K-Kyu-Oppa..” panggil So Eun mulai terdengar gemetar. Apalagi merasakan salah satu tangan Kyu Hyun yang mulai naik menuju rok mini yang saat ini digunakannya. Menyentuh pelan pahanya.

“Kenapa? Kenapa kau merasa takut. Kita telah melakukan ini semalam..” ujar Kyu Hyun yang bagi So Eun kini terdengar mengerikan. Tatapan mata Kyu Hyun juga membuatnya semakin ketakutan. “Jadi kita bisa melakukannya lagi mengingat sekarang aku dalam keadaan sadar..” ujar Kyu Hyun mulai menyentuh pipi So Eun untuk menatap padanya. Dimana Kyu Hyun mendekatkan wajahnya perlahan pada So Eun, membuat So Eun dapat merasakan hembusan nafas Kyu Hyun di wajahnya. “Kau tentu sangat ingat apa yang terjadi semalam, bukan? Bisa tolong ceritakan padaku sehingga aku tak kehilangan momen seindah itu?”

So Eun menutup matanya, tak terlalu berani melihat apa yang terjadi saat ini. Jantungnya berdetak lagi kini, dimana kali ini berdetak menyakitkan dan terasa akan benar-benar meledak. Sementara itu kedua tangannya terletak di sisi tubuhnya, meremas sofa di bawahnya karena merasa tidak nyaman. Bukan, bukan seperti ini yang So Eun inginkan. Dia memang ingin dicium Kyu Hyun dalam keadaan sadar namun bukan yang seperti ini yang ia mau. Ini terasa tidak benar dan menakutkan sehingga rasanya ia ingin lari saja ketika merasakan bibir Kyu Hyun yang terus bergerak-gerak menyentuh pipinya. Berusaha menggodanya.

“Kim So Eun..” Bibir Kyu Hyun kini menyentuh ringan bibirnya, sementara itu tangan Kyu Hyun tadi yang mengganggu rok mininya malah kini malah merambat naik. Kali ini berniat menelusup ke dalam kemeja yang dipakainya, dimana kali ini So Eun reflek menahannya. Menggenggamnya erat.

“H-Hentikan.. oppa..” bisik So Eun setelah mengalihkan wajahnya untuk menghindari ciuman Kyu Hyun. Tangannya yang bergetar semakin erat menggenggam tangan Kyu Hyun tadi. “Kau membuatku takut..”

“Takut? Kenapa harus takut, kita sampai melakukan hal yang lebih semalam..” Tanya Kyu Hyun kembali berusaha menciumnya. Tapi So Eun lagi-lagi menghindarinya. Air mata yang tadi bahkan tak berani keluar mengalir begitu saja dari kedua matanya yang masih tertutup erat.

“Jangan seperti ini..”

Hening. Tak terdengar sahutan ataupun gerakkan tertentu dari Kyu Hyun setelah itu. Hal yang membuat So Eun perlahan-lahan memberanikan dirinya untuk membuka mata dan mengintipnya. Ketika ia melakukannya, ia menemukan tatapan lain dari Kyu Hyun. Tatapan datar dan dingin.

“Kenapa kau lakukan itu?” Kyu Hyun bertanya dengan nada yang sangat dingin. Dia terlihat benar-benar marah.

So Eun terdiam, ia bahkan tak berani menyahut karena marahnya Kyu Hyun juga sungguh membuatnya takut. Di dalam hati ia juga tak terlalu yakin dengan apa maksud ucapan Kyu Hyun, namun sekilas ia seperti tahu apa yang dikatakannya.

“Jawab aku, kenapa kau lakukan itu padaku. Setelah apa yang kita lalui selama ini kufikir kita sudah menjadi teman. Tapi kenapa kau menipuku seperti itu?” Nada Kyu Hyun semakin dingin dan tinggi. Ia jelas-jelas sangat marah saat ini. “Itu adalah tipuan yang sangat keterlaluan. Bahkan walau tidak untuk menipuku, bagaimana mungkin kau bermain-main dengan harga dirimu sebagai perempuan seperti itu? Itu benar-benar gila, kau tahu?” nada Kyu Hyun semakin tinggi, sementara tatapannya kian terlihat tajam sehingga membuat So Eun semakin takut. “Jawab aku! Apa alasanmu melakukan itu?!”

So Eun tak menyahut, jelas ia tak berani menyahut karena Kyu Hyun sungguh-sungguh terlihat marah. Dalam hidupnya bahkan So Eun hampir tak pernah dibentak walau oleh orang tuanya. Tentu saja ini benar-benar mengagetkannya mengingat selama ini baginya Kyu Hyun adalah pemuda yang selalu berlaku lembut padanya. Ini terlalu mengejutkannya hingga semua yang bisa ia lakukan adalah menangis.

Kyu Hyun menarik nafas melihat So Eun yang malah kian menangis lebih keras. Ia kini tampak berusaha mengendalikan emosinya sambil menarik dirinya untuk menjauhi So Eun. Sejujurnya hatinya juga sesak karena telah membuat So Eun seperti ini. “Jangan muncul lagi di hadapanku. Pergilah. Aku sungguh sudah tak mau lagi melihatmu..” ujar Kyu Hyun pada akhirnya berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Hanya beberapa langkah dari itu hingga ia mendengar So Eun berkemas dan segera meninggalkan tempat itu dengan cepat tanpa mengatakan apapun. Meninggalkan kesunyian yang lebih di ruangan itu walau suara musik jazz masih terus mengalun di sudut ruangan.

Kyu Hyun menghela nafas, ia berbalik sambil menatap pintu apartementnya yang baru saja tertutup sepeninggalan So Eun. Merasakan sensasi tak menyenangkan yang kini menganggunya sampai membuatnya memukul kesal dinding di sampingnya.

Selang sekitar lebih dari seminggu setelah kejadian itu Kyu Hyun dan So Eun tak pernah bertemu lagi. Selama itu mereka juga tidak tahu khabar satu sama lain. Kepribadian mereka juga terlihat berubah sejak malam itu yang entah mereka sadari ataupun tidak.

Hingga di hari kesepuluh secara tidak sengaja barulah mereka bertemu lagi. Pagi itu Kyu Hyun yang terlambat datang ke kantor tampak tergesa-gesa memasuki gedung mewah itu sambil merapikan dandannya. Tepat ketika pintu lift akan tertutup pemuda tampan itu terlihat segera menahannya dan segera masuk ke dalam. Hingga ketika di dalam baru ia menyadari bahwa ada satu orang lain yang berada di dalam.

So Eun tampak juga kaget melihat siapa yang menyusulnya masuk ke dalam lift. Kedua orang itu saling bertatapan kikuk dalam sejenak sebelum akhirnya Kyu Hyun segera mengalihkan pandangannya. Ia pun segera berdiri dalam posisi membelakangi So Eun, berdiri sekitar hampir satu meter di depannya.

Keheningan kembali melanda bersama suara gerakan mesin pengangkut ini yang terdengar samar. Waktu pun juga entah mengapa rasanya lama sekali bagi keduanya sampai ke lantai yang sama-sama mereka tuju – lantai 24. Hal tersebut tentu saja membuat suasana begitu kaku dan tidak nyaman mengingat keduanya hanya saling diam tanpa mengatakan apapun.

Berada di belakang sebenarnya tentu saja memberikan keuntungan bagi So Eun. Dimana saat sekarang ini ia bisa menatap pemuda itu walau hanya bagian belakangnya. Hanya sepuluh hari saja, namun So Eun merasa seperti sudah tak bertemu dengan Kyu Hyun bertahun lamanya. Ia sadar betapa ia merindukan Kyu Hyun dan bersyukur Kyu Hyun menginjakkan kakinya di lift ini tadi. Karena sungguh selama sepuluh hari ini ia mengalami masa-masa yang sulit setelah apa yang terjadi antara keduanya. Masa-masa sulit karena begitu merindukan sekaligus merasa bersalah pada Kyu Hyun.

Lantai 20, dimana artinya lantai yang mereka tuju semakin dekat. Di saat itu So Eun kembali menatap punggung Kyu Hyun berulang kali. Suasana ini benar-benar kaku, dimana ini benar-benar terasa aneh seakan mereka benar-benar orang asing yang hanya sekali ini saling bertatap muka. Kyu Hyun sepertinya benar-benar membencinya dan serius dengan kata-katanya bahwa ia sungguh tak ingin melihat So Eun lagi.

Terdengar bunyi pertanda dari lift bahwa kini mereka sudah berada di lantai 24. Tak lama pintu lift pun terbuka lebar dan Kyu Hyun terlihat sudah bersiap untuk melangkah keluar. Sementara So Eun lagi-lagi hanya dapat menatap punggung pemuda itu.

Dengan tangan bergetar, yang entah secara sadar ia ulurkan tiba-tiba saja satu tangan So Eun meraih pergelangan kemeja yang dikenakan Kyu Hyun. Hal itu tepat ketika Kyu Hyun baru saja hendak melangkah keluar darisana sehingga ia pun menghentikan langkahnya. Reflek menoleh ke belakang.

“M-Maafkan aku..” So Eun bersuara lirih, sementara wajahnya tertunduk tak berani menatap Kyu Hyun. “Aku akui bahwa semua itu memang sikap kekanakkanku. Aku hanya terlalu bodoh sehingga aku sampai memikirkan hal seperti itu..”

“Hanya saja.. semuanya kulakukan karena cara pertemuan kita. Sejak hari itu aku jadi menyukai bahkan terobasesi padamu. Ciuman itu adalah ciuman pertamaku, dan fikiran anehku dari dulu berjanji bahwa orang yang pertama menciumku maka orang itu harus menjadi suamiku. Oleh sebab itu aku melakukan segala hal untuk menahanmu. Karena itu… karena fikiran kekanakkanku itu.”

Kyu Hyun tak mengatakan apapun, ia hanya mendengar kata-kata So Eun sambil menatap gadis itu yang terus tertunduk mengatakannya. Tak berani menatapnya.

“Tapi aku sekarang sudah sadar bahwa aku tak bisa melakukan itu. Kata temanku, itu sama sekali bukan cinta. Jadi, jangan khawatir, aku tidak akan mengusik dan menganggu hidupmu lagi. Aku tak akan menunjukkan wajahku lagi padamu sehingga hidupmu bisa kembali normal seperti sebelum kau bertemu denganku. Jadi jangan khawatir, hanya maafkan aku maka semuanya sudah cukup bagiku sebelum menghilang dari hidupmu selamanya..” So Eun kini mengangkat wajahnya, membalas tatapan Kyu Hyun dengan matanya yang memerah menahan air mata. Sinar mata Kyu Hyun terlihat sedikit berubah begitu menyadarinya. “Aku permisi..”

So Eun memberikan hormatnya yang singkat sebelum mendahului Kyu Hyun keluar dari tempat itu menuju ruangan ayahnya. Sementara itu Kyu Hyun hanya terdiam sambil menatap punggung So Eun yang terus menjauh dengan langkah yang tergesa-gesa. Ucapan So Eun tadi samar-samar juga terngiang kembali di telinganya dan seperti menekan ngilu sebuah bagian di hatinya.

Hingga siangnya nyatanya ucapan So Eun itu terus mengganjal perasaan Kyu Hyun. Hal itu bisa dilihat dengan betapa seringnya ia mengerang dan berdecak di tengah pekerjaannya hingga mendatangkan tolehan dari orang-orang di sampingnya. Fikirannya benar-benar tidak tenang dan tidak fokus hingga membuatnya terlihat resah.

“Ada apa lagi denganmu?” Hyuk Jae langsung menghampirinya ketika jam istirahat datang. “Sejak pagi ini kau terlihat kacau lagi..”

“Tch, tidak ada..” Kyu Hyun menyahut capek. Ia terlalu sulit untuk memikirkan alasannya gelisah dan juga lelah menjelaskannya karena ia sendiri tidak terlalu yakin dengan apa yang ia fikirkan kini.

“Kulihat tadi nona muda itu datang kemari. Apa dia sempat bertemu denganmu?” Tanya Hyuk Jae lagi. Hal yang membuat Kyu Hyun mendesah dan menggeleng. Hyuk Jae tampak mengangkat alis dan menganggukkan kepalanya. “Ya sudahlah, aku mau makan siang. Kau mau bergabung?” tawar Hyuk Jae mengalihkan pembicaraan. Kyu Hyun tampak mengangguk dan bangkit dari tempat duduknya. Namun belum jadi ia bergerak mengikuti Hyuk Jae tiba-tiba ia menghentikan langkahnya begitu melihat seorang gadis mendekat ke arah mereka. Kwon Yu Ri.

“Aku jadi tidak enak pada Hyuk Jae, bukankah kalian tadi mau makan bersama? Tapi kenapa dia malah menyuruh kita hanya pergi berdua?” Yu Ri bersuara pelan, menghentikan makannya sejenak dan menatap Kyu Hyun. “Apa aku tidak menganggunya?”

“Tidak.” Kyu Hyun tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. “Dia bukan orang yang akan mempermasalahkan hal seperti ini..”

“Benarkah? Syukurlah..” Yu Ri tersenyum dan kembali makan kembali. Meninggalkan kebisuan karena Kyu Hyun juga tak mengatakan apapun selain terus menatap gadis itu heran. Seingatnya Yu Ri selalu menghindarinya lebih sebulan ini, hal itulah yang membuatnya berhenti mendekatinya karena memang moodnya memang langsung buruk setelah masalahnya bersama So Eun. Singkat kata Kyu Hyun sudah menyerah padanya bersama keputusannya untuk tidak lagi mengingat masalah So Eun. Namun kenapa hari ini tiba-tiba gadis ini mengajaknya berbicara.

Sadar diperhatikan Yu Ri tampak menghentikan makannya. Gadis itu menghentikan makannya dan perlahan menatap Kyu Hyun kembali. “Aku ingin minta maaf padamu..” ujar gadis itu pelan. Kyu Hyun tampak sedikit mengerutkan dahinya tak mengerti.

“Minta maaf mengenai apa?”

“Mengenai masalah yang terjadi antara kita waktu itu..” Yu Ri menggigit bibir bawahnya ragu sambil sedikit menunduk. “Pagi ini Kim So Eun menjelaskan semuanya padaku..”

“H-Huh?” Kyu Hyun menyahut tak yakin. Sementara itu Yu Ri mengangkat wajahnya kembali dan menatap Kyu Hyun.

“Dia menjelaskan tentang apa yang terjadi antara kalian. Soal apa yang terjadi di taman hingga yang terjadi di bioskop waktu itu..”

“Apa memangnya yang terjadi di bioskop?” Tanya Kyu Hyun tak mengerti. Ia faham tentang apa yang mungkin saja So Eun katakan pada Yu Ri mengenai kejadian di taman, namun di bioskop? Apa yang perlu dijelaskan?

“Dia mengakui bahwa dialah yang mengirimiku tiket waktu itu sehingga kita dapat bertemu. Dia juga mengatakan bahwa ia sengaja berpura-pura takut asal dekat denganmu dan membuatku cemburu..”

“Huh?” Kyu Hyun lebih menatap heran. Dia hanya tahu bahwa So Eun membohonginya mengenai tragedi malamnya mabuk, ia tak tahu bahwa So Eun juga membohonginya waktu di bioskop. “Dia berkata begitu?” Tanya Kyu Hyun tak menyangka. Ekspresinya lagi-lagi terlihat kesal.

Jadi So Eun benar-benar menipunya, huh? Ada apa dengan gadis itu? Kenapa ia bisa berbuat hal-hal seperti itu? Baru tadi Kyu Hyun mulai sedikit tersentuh lagi karena pengakuannya, namun mendengar ini benar-benar membuat Kyu Hyun kembali merasa dipermainkan.

“Lalu apalagi?” Tanya Kyu Hyun kembali terpancing kesal. Hal yang ternyata disadari oleh Yu Ri.

“Ia mengatakan bahwa sudah sejak lama kau memintanya untuk menjelaskan kebenarannya padaku. Tapi dia sengaja membuang-buang waktu dengan terus meminta ini dan itu kepadamu sebagai syarat. Dia bilang semua itu ia lakukan untuk mencuri waktu dekat-dekat dengannya..”

Kyu Hyun mendesah panjang dan langsung menghentikan makannya. Sepertinya ini kembali membuatnya kesal dengan semua yang So Eun lakukan padanya.

Sejak awal sebagai laki-laki dengan IQ yang cukup tinggi bukankah seharusnya ia menyadari ini? Seharusnya ia bisa tahu apa yang ada di dalam fikiran bocah manja dan kekanakkan seperti So Eun. Tapi ia bodoh karena tak menyadarinya, hingga itu sebabnya ia terus dipermainkan dan ditipu. Bahkan kalau saja waktu itu Hyuk Jae tak usil memasukkan kamera di kamarnya mungkin Kyu Hyun kini sudah berakhir dipermainkannya lebih jauh. Entah apa yang akan terjadi padanya.

“Lalu apa yang kau katakan padanya?” Tanya Kyu Hyun setelah cukup mengendalikan emosinya. Ia menatap lagi gadis di depannya.

“Aku? Aku tentu saja ikut merasakan kesal padanya karena gara-gara dia hubungan kita benar-benar memburuk. Namun, aku tak bisa mengatakan apapun selain menegurnya karena… aku kasihan melihatnya. Dia terlihat sangat menyesal..”

“Itu hanya caranya..” Kyu Hyun menyahut cepat, terdengar datar. “Caranya untuk memperdayamu dengan wajah polosnya..”

“Benarkah? Tapi sebenarnya itu tak terlalu menjadi masalah untukku. Karena yang penting ia sudah mau berterus terang dan mengakui semuanya..” ujar Yu Ri terlihat bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Sementara Kyu Hyun sepertinya tidak selapang dia dalam hal ini. Dia tampak terus menunjukkan wajah sebalnya.

“Kita mungkin bisa mengulangnya dari awal..” ujar Yu Ri lagi yang membuat Kyu Hyun mengangkat wajahnya lagi dan menatap Yu Ri. Sedikit bingung bereaksi dengan ucapan itu.

“Bagaimana makan siangmu dengan Yu Ri. Apakah sukses, huh?” Teman usilnya Lee Hyuk Jae tampak menyambutnya lagi ketika ia baru saja sampai di meja kerjanya lagi. Tentu saja setelah ia dan Yu Ri menyampaikan perpisahan dan Yu Ri telah bergerak menuju tempat kerjanya. “Hey, jawab aku.. apa sukses?” Hyuk Jae protes karena Kyu Hyun mengacuhkannya.

Kyu Hyun lagi-lagi tak menyahut, ia hanya memberikan senyuman ambigu karena pertanyaan Hyuk Jae itu. Ia memilih menyalakan komputer kerjanya kembali dan tak mengacuhkan rekannya itu. Hyuk Jae tampak mengangkat alis.

“Apapun itu kuharap jalanmu lancar kini. Sudahlah, lupakan yang telah terjadi, anggap itu sebagai selingan menarik dalam hidupmu. Toh, semua orang sudah melanjutkan hidupnya sendiri..”

Kyu Hyun tampak berhenti bekerja dan menoleh Hyuk Jae heran kini. “Maksudmu?”

Hyuk Jae tersenyum tipis, ia sepertinya puas karena berhasil membuat Kyu Hyun tak mengacuhkannya lebih lama. Pemuda itu menarik kursinya dan duduk di depan Kyu Hyun yang menunggunya bicara. “Kau tak mendengarnya, huh? Kabarnya putri manja itu juga akan bertunangan dalam waktu dekat…”

“Kim So Eun?” Kyu Hyun terlihat tak yakin.

“Ya, barusan saja calon suaminya masuk ke dalam ruangan Presdir. Sepertinya itu alasan dia datang ke kantor pagi ini..” Hyuk Jae menunjuk pintu Presdir dengan bibirnya. “Kudengar sebenarnya rencana ini sudah dibicarakan sejak bulan lalu. Namun selama ini nona muda itu menolaknya dan baru kemaren menyetujuinya. Kau tahu? Sepertinya itu berhubungan denganmu..”

“Maksudmu?”

“Aish, benarkah digit IQ-mu lebih tinggi dariku? Mengapa kau begitu lelet, huh? Tentu saja maksudnya selama ini ia menolaknya karena mungkin masih berharap bisa bersamamu. Namun karena kejadian kemaren dimana akal muslihatnya diketahui dan kau sudah tak mau bertemu dengannya sehingga itu sebabnya ia akhirnya mau menerima rencana itu – Dengan terpaksa..”

Kyu Hyun terdiam kini, tak bisa lagi mengatakan apapun. Dalam hati rasa ngilu tertekan itu kembali terasa di bagian yang sama di hatinya. Ia harus mengakui bahwa ia mencemaskan So Eun saat ini.

“Bagaimana calon suaminya?” Kyu Hyun bertanya reflek. Dalam fikirannya kini malah tersusun hal yang lebih drama. Bagaimana kalau So Eun dipaksa menikah dengan laki-laki yang jelek tak sepadan dengan wajah manis dan cantiknya? Atau yang lebih parah bagaimana kalau ia dipaksa untuk menikahi laki-laki tua? Ia yakin itu akan lebih menekan ulu hatinya setiap memikirkannya.

“Dia tampan, dan tentu saja kaya. Kudengar maksud pernikahan ini untuk kerjasama antara dua perusahaan besar ini. Malah kudengar setelah mereka menikah mungkin putri manja itu akan dibawa ke luar negeri karena suaminya itu akan mengurus bisnis besar di Shanghai..”

Tunggu, kenapa ulu hatinya malah semakin terasa ditekan? Bukankah itu tak perlu lagi dikhawatirkan karena calon suami So Eun adalah orang yang punya penggambaran masa depan sempurna seperti itu? Bahkan lebih baik daripada dirinya. Namun kenapa ia masih juga merasa ada yang mengganjal? Uh, mungkin itu adalah bagian So Eun yang tetap terpaksa menikahi orang itu. Membuat mendadak wajah sedih So Eun kembali terbayang dan membuat semuanya semakin tidak benar.

“Karena aku memilih orang pertama yang menciumku maka dia akan menjadi suamiku..” kata-kata seperti itu terngiang kembali di telinganya, mengingatkan kembali pertemuannya dengan So Eun pagi ini. Sesuatu yang benar-benar menganggunya dan lebih menekan ulu hatinya kini. Dimana kali ini terasa lebih menyiksa lagi.

Keesokkan harinya untuk pertama kali Kyu Hyun memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor. Pemuda itu akhirnya kembali masuk ke apartementnya walau tadi ia sudah sempat berjalan beberapa langkah keluar dari tempatnya tinggal. Kakinya terasa berat hari ini, sama dengan matanya yang tadi malam sulit terpejam karena mengkhawatirkan So Eun.

Mengapa ia harus peduli? Pertanyaan itu juga mengintari fikirannya di antara kerisauannya akan perasaan So Eun saat ini. Ia tahu bahwa mungkin benar So Eun terpaksa menikahi orang itu setelah penolakan yang ia berikan pada gadis itu, tapi setelah kebohongan yang So Eun lakukan kepadanya kenapa ia masih juga merasa peduli? Segitu sayangnya kah dia pada So Eun waktu itu? Sehingga walau sosok yang sudah dianggapnya seperti adik itu telah menipunya begini ia masih merasa khawatir kalau saja So Eun mengambil keputusan besar seperti itu karena dirinya.

Bagaimana kalau So Eun benar-benar terpaksa melakukan itu? Atau, bagaimana kalau hidupnya tak bahagia nanti? Ya, seberapa hebatnya calon suaminya nanti tetap saja itu bukan jaminan kalau dia dapat membuat hidup So Eun bahagia. Kyu Hyun memang tak sekaya So Eun, namun ia sangat faham kalau harta bukanlah segalanya. Harta tak bisa menjamin kebahagiaan seseorang.

Jadi karena itulah ia memutuskan untuk tidak bekerja hari ini dan lebih memikirkan hal ini. Dimana kini itu adalah hal yang dilakukannya di ruang tengah rumahnya. Dengan tatapan kosong menatap sebuah benda di tangannya.

Dompet So Eun. Benda ini tertinggal malam itu di pertemuan mereka yang terakhir. Nampaknya ia begitu membuat So Eun takut waktu itu sehingga gadis itu sampai tak berani menjemput benda berharganya ini kembali. Hal yang sejujurnya menimbulkan rasa lebih bersalah bagi pemuda Cho itu.

Kyu Hyun perlahan membuka benda itu dan melihat isinya bersama dengan fikirannya yang terus menimang-nimang apa yang selanjutnya akan ia kerjakan. Di dalamnya ia menemukan cukup banyak uang cash baik itu mata uang Won maupun Dollar. Kartu-kartu identitas pun lengkap, mulai dari kartu penduduk, SIM, Kartu Mahasiswa, Kartu-kartu Bank, dan kartu-kartu lainnya. Semuanya menunjukkan bahwa betapa sebenarnya So Eun sangat memerlukan benda-benda ini.

Kyu Hyun terlihat mengambil kartu Mahasiswa So Eun dan menatapnya dalam beberapa saat. Ia terdiam, tampak tak mengatakan apapun ketika matanya menelusuri potret wajah polos So Eun yang tertempel disana. Hingga setelah merasa cukup dan menemukan keputusannya Kyu Hyun terlihat menyimpan kertas itu kembali.

Setelah itu Kyu Hyun tampak mengambil kunci mobilnya lagi dan segera keluar lagi dari apartment itu.

So Eun tampak duduk sendiri di sebuah bangku taman kampusnya. Daritadi gadis itu terlihat menunduk, terlihat sama sekali tidak bersemangat dan seperti larut dalam pemikirannya sendiri. Mungkin bagi orang yang mengenal So Eun tentu saja itu menjadi hal yang aneh mengingat selama ini gadis itu terkenal dengan sikap cerianya. Hal yang hampir tak terlihat lagi selama hampir dua minggu ini.

Dan yang sekarang So Eun lakukan hanyalah menunduk dan menatap bayangannya sendiri. Ini sudah hampir setengah jam ia disini dan melakukan itu tanpa protes sama sekali terhadap keterlambatan Sun Kyu yang membuatnya menunggu selama itu. Tampaknya masalahnya dengan Kyu Hyun memang cukup merubah kepribadiannya entah itu dalam hal baik ataupun sebaliknya.

Hingga ketika ia mendengarkan langkah kaki akhirnya ia baru mengangkat wajahnya lagi untuk melihat sahabatnya itu. Namun di detik selanjutnya ia tampak terdiam, terpana tak percaya dengan sosok yang saat ini menghampirinya. Bukan Sun Kyu disana, melainkan adalah pemuda yang beberapa hari ini berperan penting dalam jalan hidupnya.

“K-Kyu-oppa?” ia bergumam masih tak percaya, menatap pemuda di depannya yang masih menatapnya datar dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan. Dalam hati ia cukup ragu apakah sosok ini nyata atau ia hanya sedang mengkhayal karena terlalu merindukan orang ini. “K-Kenapa ada disini?”

Sosok itu tak menyahut, iapun tak merubah ekspresi datar di wajahnya. Hanya sekilas So Eun melihat salah satu lengannya bergerak, sebelum mengulurkan sesuatu pada So Eun. Dompet miliknya yang hilang malam itu. Jadi benda ini benar-benar jatuh disana? Dia sudah mengiranya walaupun ia memilih tidak memastikannya setelah kejadian malam itu.

“J-Jadi ini jatuh di tempatmu..” So Eun bergumam pelan sambil menerimanya. Menatap benda itu sesaat sambil kembali melirik Kyu Hyun. “T-Terima kasih. Ini pasti membuatmu cukup repot untuk mengantarnya kemari..” ucap So Eun lirih. Dimana itu adalah ucapan terakhir sebelum keheningan mulai kembali menyapa keduanya. So Eun tak mengerti, namun Kyu Hyun terus menatapnya dengan tatapan datar itu tanpa mengatakan apapun padanya. “A-Apa masih ada lagi yang ingin kau sampaikan?” Tanya So Eun akhirnya memberanikan diri bertanya. Namun pemuda itu masih terus tak mengatakan apapun padanya, hanya terus menatapnya dengan tatapan itu.

“Itu bukan ciuman..” pemuda itu akhirnya bersuara setelah beberapa saat, ucapannya terdengar pelan dan tanpa nada – terlihat persis dengan ekspresi di wajahnya. “Yang terjadi di taman ketika kita pertama bertemu, yang terjadi di malam ketika kau membohongiku itu, bahkan di malam terakhir kita bertemu semuanya bukan ciuman. Ciuman dilakukan bukan karena ketidaksengajaan, di saat curi-curi kesempatan, ataupun karena unsur paksaan. Itu dilakukan dua orang ketika keduanya sadar dan ingin melakukannya untuk mengekspresikan cinta mereka..”

So Eun tak mengatakan apapun, karena sejujurnya ia tak mengerti dengan maksud Kyu Hyun mengatakan ini padanya. Namun yang jelas jantungnya kembali bereaksi lagi seperti apa yang biasa Kyu Hyun lakukan padanya selama ini. Sesuatu yang hanya Kyu Hyun dapat melakukannya.

“Kita belum pernah benar-benar melakukannya sehingga kau tidak perlu khawatir dan merasa terbebani kalau saja orang yang pertama menciummu tidak akan menjadi suamimu. Nyatanya memang belum ada yang melakukannya padamu, bahkan juga bukan aku..” Kyu Hyun kembali mengatakan sesuatu yang terdengar ambigu. Sementara matanya terus menatap So Eun dalam walau masih terkesan datar.

“A-Apa oppa datang menemuiku untuk menghiburku setelah tahu rencana perjodohanku?” Tanya So Eun kemudian. Sepertinya ada sesuatu yang bisa ia simpulkan sementara dengan maksud perkataan Kyu Hyun.

Kyu Hyun tak langsung menyahut, ia tampak hanya melangkah lebih dekat pada So Eun hingga kini ia berada di depannya. Ia kemudian berlutut untuk menyamakan dirinya dengan posisi So Eun yang masih duduk. “Tidak.” Sahut Kyu Hyun kemudian, sinar matanya terlihat sedikit melembut dan menatap dalam So Eun. Kedua tangannya lalu menyentuh kedua pipi So Eun lembut. “Aku datang untuk menawarkan diri untuk menjadi calon suamimu. Untuk menjadi orang pertama yang menciummu..” ujar Kyu Hyun sambil mendekatkan wajahnya pada So Eun dan menempelkan bibir mereka untuk keempat kali setelah sebelumnya berbisik pada So Eun, “Aku mau menciummu, tolong balas cium aku..”

Ciuman itu terasa lembut, terasa berbeda. Sesuatu yang dirasakan betul oleh So Eun bagaimana kini memang untuk pertama kalinya mereka benar-benar melakukannya tanpa ada pihak lain yang tidak sadar ataupun dipaksa. Hal yang juga memberikan efek berbeda di seluruh tubuh dan jantungnya yang berdetak dengan cara yang berbeda. Kyu Hyun benar, inilah yang sesungguhnya…

Tak lama akhirnya ciuman pertama itu terlepas. Kini mereka kembali bertatapan dengan Kyu Hyun yang masih memegang lembut pipinya. “Tidak apa-apa, yang kau lakukan juga tetaplah cinta. Walaupun kau sangat bodoh dan caramu menyebalkan tapi nyatanya kau berhasil untuk membawaku ikut menjadi bodoh sepertimu. Aku harusnya membencimu dan kembali pada Kwon Yu Ri tapi kenapa aku ada disini hari ini dan menemuimu untuk melarangmu menikahi orang lain yang tak kau cintai? Kau telah masuk seenaknya dan menganggu ketenangan hidupku jadi apapun yang terjadi kau tidak bisa menikahi orang lain seenaknya. Aku tidak peduli mau kau dimarahi ayahmu ataupun sampai perusahaan ayahmu rugi karena pembatalan ini tapi yang jelas kau harus tanggung jawab padaku atas kebodohan yang kau lakukan pada hidupku. Aku tak akan melepaskanmu..” untuk pertama kalinya Kyu Hyun tersenyum lagi padanya, sementara kedua tangannya masih memegang kedua pipi So Eun. Dimana salah satunya kini basah terkena air mata So Eun.

“J-Jadi apa artinya kau juga membalas perasaanku?” Tanya So Eun padanya. Kyu Hyun tersenyum sambil menghapus air mata di wajah So Eunnya.

“Hum.. entahlah, sejujurnya aku tak yakin. Hanya saja, aku mulai merasakan gejalanya yang sejujurnya sangat mengangguku beberapa hari ini. Tapi jangan khawatir, kita masih punya banyak waktu untuk itu. Bukankah kita sudah menyepakati kontrak untuk menikah pada akhirnya?” Kyu Hyun terkekeh sambil kini melarikan lengannya untuk memeluk So Eun, mengusap rambutnya. “Kita bisa memulainya pelan-pelan seperti cinta dan pasangan lainnya…” bisik Kyu Hyun.

Sementara So Eun tak mengatakan apapun, ia hanya memejamkan matanya sambil balas memeluk Kyu Hyun erat. Ia berjanji tidak akan melakukan hal yang bodoh lagi yang membuatnya kehilangan Kyu Hyun nanti. “Kita bisa kencan dan menonton film horror di bioskop. Sejujurnya aku sangat menyukai film horror..”

“Ya tentu, film seperti itu lebih menyenangkan daripada film romantis..”

“Aku juga ingin makan ramyun dan es krim lagi di tempatmu..”

“Tentu..”

“Tapi aku tak mau minum bersamamu. Kau menyeramkan setelah minum..”

“Haha baik-baik..”

Kedua orang itu terus berpelukkan dan bercanda merayakan apa yang hari ini mereka dapatkan. Menyatakan seakan taman kampus itu milik mereka tanpa mempedulikan orang-orang yang berlalu lalang ataupun Sun Kyu yang ternyata sejak tadi sudah mengabadikan momen mereka sejak Kyu Hyun datang dengan ponsel di tangannya. Semua orang jelas terlihat bahagia hari ini, sama dengan bunga-bunga yang baru saja bermekaran menyambut musim semi.

❤ THE END❤

Akhirnya selesai pas di hari ultahnya Kyu, hehe.. Selamat ultah Kyu, cieh yang harinya hanya beda satu hari sama ultahnya blog.

Pertama aku mau sedikit minta maaf nih sama reader apalagi kakak Cici Kim yang request karena mungkin isi FF-nya ga sesuai dengan lagu requestnya. Sejujurnya saat membuat ini aku sedang ingin membuat karakter cewek seperti ini melawan karakter Kyu Hyun yang seperti ini. Aku rasa ini cocok aja dengan judul lagunya IT’S OKAY, IT’S LOVE walau mungkin ga sesuai dengan melody lagunya ataupun dramanya (untuk drama aku juga belum nonton.)

Tapi semoga ini tetap membuat para Reader yang haus(?) akan hiburan merasa senang dan puas karena pribadi aku suka dengan jalan ceritanya. Apalagi kata-kata Kyu Hyun diakhir… weeh, rasanya aku iri banget dengan karakter diotakku namun tak menemukan orang seperti itu di alam nyata. LOL. Sayangnya dunia tak segampang bikin FF ya hehe…

Well, akhir kata terima kasih karena telah membaca ^^

71 Comments Add yours

  1. rubiah sparkyu angelsso mengatakan:

    eonni tau gak saeng itu yah tiap baca ff bikinan eonni reaksinya selalu gemetaran. .feelnya dapat banget..huhuhu akhirnya happy ending juga..sekpat mikir sad ending sih.

    yah walopun perjalanan kyusso masih panjang tapi mendengar keegoisan kyuhyun pasti akan berakhir bahagia nantinya..

    hiburan di tengah nalam..thanks eonni ff nya daebak selalu..

    1. rubiah sparkyu angelsso mengatakan:

      yes the first reader..huhuhu proud..

  2. Luthfiangelsso mengatakan:

    Demi apa sifat sso disini bener” nyebelin sso kaya tubah :p licik bgt tapi tetep gak bisa sebel sama dia🙂
    Sukaaa beda rasanya fresh aja gitu dg sikap sso yg baru ini🙂
    Awalnya mulai ragu apa kyu mau balas perasaan nya sso tpi untunglah kyu terjerat jg sama pesona sso🙂
    Sama sama aku jg suka bgt sama scene terakhir kyusso, itu lho cara kyu ngelamar sso nya simple tapi ngena ^^
    Ahh saya sangat haus akan ff mu put di yunggu ff lainnya😀

  3. lusiyana mengatakan:

    bkin deg2n bcnya…..

  4. cici kim mengatakan:

    Aaah jingrak” k

  5. Deborah sally mengatakan:

    Dan aku mengira Kyuhyun benar telah memperkosa Soeun, ternyata hanya manipulasi Soeun doang. Sempat kecewa sama watak Soeun sih, kesan nya di antagonis yang udah tobat haha

  6. cici kim mengatakan:

    Aaah jikrak” kesengan yampun puas banget? Ff y keren aqu suka cerita y so eun yg licik kalau udh cinta apapun di lakuin
    Baca part awal ya ampun so eun kou licik skali tapi aqu suka..hehehe
    Pertengahan ikut sedih ngegara ktauan boong ama kyu.. trus di suruh prgi lgi ama kyu mau ikut nagis tpi gx mau kluar air mta y part ahir yg pling aqu suka kyu kau sweet bngt cra lmar y simpel tapi ngena bget happy ending deh? Aqu puas bget banget pokok y put mksih y udh di bikinin ff se keren ini..love love buat putri

  7. Tikka mengatakan:

    Dari awal baca, roman2nya aku langsung inget sama drabble waktu itu dan ternyata bener ini lanjutannya😀 aslinya soeun licik juga di sini, dia licik apa polos ? Tetep gk bisa marah sama soeun >,,< apa2an itu 'aku mau menciumu.. Tolong balas cium aku' kyuhyun maksa ntu mah !!

    Dari banyak ff dan author yg bikin pairing kesukaanku yaitu kyusso, aku milih kakak yg terbaik. Yah~ walaupun harus nunggu lama buat kakak posting. Tapi, untk karya yg indah tak cukup waktu semalamkan ?? Kadang pengen punya imaji kayak kakak buat bikin ff sekece ini😀 well, tiap ff kakak mah udah bagus dah cuman ada beberapa typo gk papa namanya juga buatan manusia. Pokonya udah ini keren, di tunggu kyusso2 yg lainnya kakak😀 tpi boleh juga SsoEunhyuk😛

  8. sumpaaaaah ne ff keren bngeet smpe aq bacanya ikut ke bawa alurnya apalagi wktu sso yg di bentak kyu ,jdi nyesek bacanya !

    puti emang paling top deh bkin ff nya dan bkin yg baca jdi kebawa perasaan !

    feelnya dapet dan karakter sso di sini aq suka bnget !

    di tunggu ff sso yg lainnya !

  9. vaaani mengatakan:

    awalnya gak ngeeeeeeeeeeeeeeeeeh bgt kekonyolan apa yg sso bwt smpe kyu sg2nya dan byk tuntutan,,,,
    wkwkwkwkkkk,,, trs mulai menemui keeror an sso,, huwawahahahhahahha
    nyium org yg janjian gegara baju sama wrna biru,, ckckkckckkk
    gokilnya c cewe aka yuri liat😀

    dan kekonyolan berikutnya adalah ciuman pertama itu haruslah jd suaminya yg drnya kesensem ma khunppa trs brubah haluan ke kyu,,, hwawawawawa,,,, sama2 cakep c,, it’s ok. ampun deh sso

    huaaaaaaaaaaaaa nah dr obsesi konyol ini serentetan aksi dudulznya sso dimulai
    ya gimana lagi ya,, sso yg ceria,,, terobsesi manamungkin dy mikir,,, aplg ttg berbulan2nya kyu ndeketin yuri,,,

    #justru disitu aku salutnya
    antara kesel nipunya,, gokil ma hasilnya,, kasian jg klo ktauan

    tralallalllalaallalalalla
    puncaknya saat kamera hyuk menemukan rahasia,,, wkwkwkwkwk
    lagian si kyu jg tambah nyosor og,,, sso gak salah jg,,, persis sblum tw kjadiannya,,, aq mikir ssso bakal brpura2
    hahhaahhahahha kasian,, sedih,,, tp ngakak deh ma sso

    hmm,,, pas kyu ngusir dan sso lgsung beranjak,, pertemuan di, lift, bhkan smpai mendengar cerita ttg perjodohan,,,, sinyal kepergian sso makin kerasa,,, kirain sad
    dan kyu masa bodoh toh dh balikan ma yuri,, dan yuri siap
    tp kyu tmbah galau,,,,
    wah moment kampus romantis abis
    di vidio pula,, makasi sukyu

    ahahhahhahahhaha, meski gak puas ma endingnya #plaaaak kapan readers puas
    cz babenya marah nya gmna? pertunangan? yuri dll???
    huahahahahhaha
    seperti biasa harus di empet,,, pet,,, pet
    tapiiiiiiiiiiiii
    keren lah yak put,,, berjam2 nongkrongin ini di pertengahan pagi mencekam😀
    makasi makasi d tunggu ff brikutnya,, HAML jugaaa

  10. yhuliiSoeun mengatakan:

    Wkwkwkw… Gemes bgt dah liat sso d.sni.. Kelakuan.y itu lohh… >__<
    d.tggu krya yg lain., ff yg lain jg masih d.tggu …😀

  11. yhuliiSoeun mengatakan:

    KomenQ Kepotong lagi ? T,T Maaf yah putri yg nongol cuman itu,udh 3 kali ketik kpotong lagi >_< pngen tabok ni Hp… :p

  12. wulan azhar mengatakan:

    pernah lihat adegan ini di film drama taiwan
    cerita nya seru
    hanya karena ciuman pertama yg salah mereka akhirnya menjadi couple
    awalnya sie cemas berakhir sad
    namun ternyata malah happy
    sso yg awalnya buat kyu kesal malah mampu meluluhkan hati nya saat sso fa pernah muncul di hadapan kyu
    cinta emank di sadari setelah orang tsb jauh dari kita
    sweet mistake😉
    semangat putri tuk buat ff yg lain

  13. yeojaniel mengatakan:

    Woaaah, lama banget gak main ke sinil, gak sengaja malah nemu ff ini.
    Bagus, hahah soeun nyebelin bgt di awal, tapi udh menjelang ending malah kasian ahha. Bagus-bagus romantis hahah

  14. Esnaria Gultom mengatakan:

    hahahaha ciuman pertama yg salah orang
    namun justru dia malah menyukainya
    🙂🙂
    ttp semangat put
    di tunggu ff berikutnya

  15. Jacob mengatakan:

    Wah romantisnya >< d tnggu next sequel ka😀

  16. Vhi mengatakan:

    Astaga sso ternyata wajahmu itu lohh polos tapi bisa ajh ngelakuin itu pda kyu😀 .
    Gak papa klau untuk bisa dket” sma kyuhyun aku mah setuju haha😀 .
    Happy end kan sweet lgi🙂 …..

  17. ticha_ mengatakan:

    huuuuuaaaaaaa…………feel’a dapet bgt :v
    aku kiraa…bkln sad end…tp.ternyata happy end🙂
    ga nyangka ya…dary salah orang berakhir jadian…
    ga nyangka sso jadi egois gara” pemikiran sso yg ciuman pertama bkln jd pendamping’a… #tp terbukti …khukhukuhu :3
    kasian juga sso waktu ketemu kyuhyun oppa di kantor…
    aku terima kasih sama hyukppa yg kasih tau kyuhyun ttg sso yg mau tunangan…kkkk
    #nyadarin kyuppa yg sebener’a suka sm sso😀
    pass tau sso mau ditunangin..ikutan nyesek brg kyuppa😥
    tapiiiiiiiiiii🙂
    aaarrrggh…….ikut seneng akhir’a kyuppa ngambil keputusan yg tepat…haha
    #senyumgaje
    Puutrrriiii….Daeeebaaaakkkkk!!!!!! :*🙂
    ditgg next ff’a…. »»»»»

  18. nanana mengatakan:

    sukaaa bangetttt. feelnya dapet. suka sama karakter so eun yang bikin kyuhyun akhirnya (selalu) mengalah. tetap berkarya ya authorrrr

  19. wahyuSsoAngel mengatakan:

    Huaaaahhaa akhirny kluar jg nih ff yg dinanti2😀
    Ahh lega liat kyu balas prasaannya sso jd senyum2 gaje🙂
    happy ending dah😀
    Dtunggu next ff nya putri,,, !!!!

  20. Irnawatyalwi mengatakan:

    Os yg sangt bgus u ide crta yg luar biasa, jd gregt dgn karaktr sso yg biasax,lugu, lmbut n cute. Kali in sso brtransformsi menjd so2k yg sangt energik n brtolak blakng dgn kraktr yg sblum2x, pokokx suka bngt put n kk rasax g relah crta in brakhr, kyu yg pintar bsa dgn mudahx d klabuhi o sso n smw alsnx hanya 1 krn sso jth cnta pd kyu stlh insiden ciuman salh org, tpi mlah kejadian i2 brdampk bsar bgi khdupn sso yg sjak kcil mempunyai kyaknan bhwa ciuman prtmax kelak yg akn menjd suamix n ku rasa pmikiran sso bnar2 akn trwujud sbntr lg, sm0ga ayah sso mrestui hub. Kyusso, ok put d tnggu krya slnjtx n sm0ga pairingx Haesso ato yesso

  21. nita mengatakan:

    oomaigatt, love this ff
    asli feelnya dapet bnget thor, kyaaaaaaaa
    speechless pokoknya lah,, kerenn
    setelah lama tak update kyusso, akhirnya update dengan jalan cerita yang sangat menarik

    nggak tau knpa, tapi feelnya dapet bnget knpa sso sampe lakuin hal- sperti itu, membohongi chokyu krna dia bner2 suka dan nggak mau lepas dri kyu, dan saat dia sakit ati waktu kyu benar2 nolak dan nyuruh dya pergi, trus pas kyu marah bnget ama sso , aakk feelnya dapet bnget, trus gmn ketakutan sso waktu kyu marah dengan cara melakukan hal2 yg mendadak romantis tapi syarat akan pembalasan,,
    daebakklahh ini ff

    sukaaaa
    tapi pada akhirnya hati yg berbicara, tak ada yg bisa menolak maksyd dri hati yg tulus, hihi

    thanks to nya buat hyukjae, krna dia jadi hub kyusso semakin seru lahh

    next ff kyusso d tungggu ya

    ff mu selalu berkualitas, sukaaaaaaaaaaa

  22. ayu mengatakan:

    sukaaaaa bgt ma jln critanya kereeenn. puas bgtlah bacanya…. kyusso kyusso kyusso is the best….

  23. ayu mengatakan:

    sukaaaaa bgt ma jln critanya kereeenn. puas bgtlah bacanya…. kyusso kyusso kyusso is the best….
    daebakk bgt

  24. ayu mengatakan:

    sukaaaaa bgt ma jln critanya kereeenn. puas bgtlah bacanya…. kyusso kyusso kyusso is the best….
    daebakk bgt ….kisahnya menatik bgt…

  25. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Akhirnya kebaca dan terkomen juga😀😀

    ahhhh…
    Si Soeun benar-benar dah melakukan sgala cara utk dptkan Kyuhyun !!!
    Gak nyangka banget si Soeun bisa buat Kyuhyun kya’ gitu.. >_<

    ehh…
    Trus video yg diabadikan Sun Kyu ntar mo diapain ?
    Kekekekekke😀😀

    ditunggu FF lainnya.. Dan sambungan FFnya😀😀

  26. Kim Ra rA mengatakan:

    hadeeeeeuh demi cinta s gadis polos bisa berubah tak sepolos wajahnya hehehe
    dan berkat c jail hyukie awal semua kebohongan terungkap, hmmmm nirain beneran akan ada baby cho xixixi

    dan perlahan Cinta kyu untuk yuri mulai bergeser pada gadis yang begitu sangat mengganggu nya,

  27. yehaesso mengatakan:

    mungkin emg bener udh terlalu haus akan ff, sekalinya ada langsung girang sampe gamau diusik hihi
    udah was was kalo kalo endingnya sad waktu yuri ngajak kyu untuk mulai dari awal lagi dan dipertengahan part akhir yg kyu bilang cuma anggap sso adik .
    ending yang ga disangka keren banget, aku kira kyu emg bener cuma mau nasehatin atau ngehibur sso aja, nyatanya.. ooo senang puas banget, makasih author
    semangat terus untuk berkarya. ditunggu selalu ff nya

  28. mothisan mengatakan:

    Endingnya bikin terharu karna mendapat respon cintanya,,,,
    Cinta yg terbalas,,,,

  29. anna mengatakan:

    awl part smpet greget abis ma skp soeun tp pas akhir mlah sukss bkin sdih salut ma skp kyusso yg lapang da2&care stu sm lain,,tp ttep endingny sukss bt ttp bkin khayalan utk kisah mrk slnjtny,,always good&memuaskn putri gomawo ^^

  30. Rani Annisa mengatakan:

    wah menemukan sesuatu yang beda di os ini 🙂

    so eun jadi lebih egois demi kyuhyun,, untung aja kyuhyun juga akhirnya mencintai dia..

    wah bener-bener keren ceritanya,, dan pastinya beda banget 🙂

    ditunggu ff yang lainnya lagi 😉

  31. Aisparkyu mengatakan:

    .aaaach akhirnya putri come back juga,,nie lnjuta drabble yang pernah kmu tliis dlu ya,? Tla jdulnya,,hhe karaktet sso dsni nybelin evil bnget ktlran king evilya?hhe sru degdegan bcanya,,aq pkir kyu bkal blik ke yuri tapii ternyata happy ending,,hupt ok dech d tngu post ff brkutnya

  32. putri mengatakan:

    aku suka endingyaa,tapi aku sempet ga suka dibagian cerita sikapnya so eun eonni.wlpn begitu yang lainnya suka bgt,bikin greget ini cerita.

  33. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Selalu suka dengan karya buatan Putri.
    Fellnya always Daebak!
    Ngga tau kenapa setiap scene2nya bisa bikin jantung dagdigdug. Kayak ada feel tersendiri. Berasa nyata aja.

    Aku rasa peran Soeun cocok banget sama karakter wajah dia. Polos dan sedikit Naif.
    Dan sosok Kyuhyun yg Cool pas banget disandingkan dengan Sosok soeun yg manja. Hehe

    Kisah cinta KyuSso emang ngga biasa. Bisakah nanti ada kelnjutannya lagi?

    Ditunggu aja deh.. Next postingan ffnya. Semangat Putri!

  34. Rika Oktaviani mengatakan:

    ceritanya keren dan daebak, kyaaa ternyata karakter soeun eonni di dalam cerita ini sangat agresif sebagai yeoja, dia nggak peduli kepada apa yang akan kyuhyun oppa lakukan kalau kyuhyun oppa mengetahui kebohongannya yang dia lakukan, omo kyuhyun oppa benar-benar marah dan kesal kepada soeun eonni karena soeun eonni telah menipu dan merencanakan hal yang bodoh untuk mendapatkan cinta kyuhyun oppa, soeun eonni sungguh nekat melakukan perbuatan bodohnya itu agar kyuhyun oppa bisa membalas perasaan cintanya, agar dia bisa selalu dekat dan berada disisinya ^-^ soeun eonni berhasil membuat kyuhyun oppa membalas cintanya dan soeun eonni harus bertanggung jawab akan hal itu ^-^
    yeah akhirnya happy ending

  35. sitiazizah~azizahpark mengatakan:

    oneshoot yg memuaskan… penjabaran yang pas dan cerita yang menarik ditambah karakter speun yang kuat sampe2 bisa membuat kyuhyun takluk,mesklipun sebenarnya pas diawal2 agak kesel sama soeun~ Daebak put🙂

  36. Ayy ChoKyulate mengatakan:

    akhir nya ada ff baru juga, sekian lama menunggu post-an terbaru di blog putri eonni :v
    sifat sso disini kontra banget sama asli nya, but ini keren sso yg kekanak-kanakan dan licik hoho tapi tetep ga bisa benci malah ngegemesin😀
    kyu kasian amat dah yaa kencan pertama nya brantakan gara2 sso, walaupun awal nya kesel sama sso tapi akhir nya kyu terjerat juga sama cinta sso, uhhh ending nya sweet ^_^

  37. Devi mengatakan:

    akhir’a usaha eonnie so eun membuahkan hasil,yh meskipun usaha’a bikin kyuppa keselll,,,,,

    tapi seneng bangeeeet akhir’a pasangan kyusso bersatu,,,,,

  38. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Kyaaaaaaaaaaaaa sso eonni agresif n naif bgt kkk….
    Ku g tau mo ngmong p..
    Cos ku lumayan kecewa m aksi sso eonni yg errrr… Ekstrim…
    Pai kepalaku pening………
    Kyaaaaaaaaaaaaa ku pusing

  39. tesyasavika mengatakan:

    Aku nangis soeun smpe segitunya sma kyuhyun tp akhirnya happy ending jg

  40. Esaa Kim mengatakan:

    Meskipun aku tahu alurnya akan seperti ini tapi tetep aja enak untuk dibaca, gaya penulisanmu tetap yang bikin feelnya dapet banget. Suka sama karakter So Eun di sini, beda aja dari karakter ciptaanmu yang lain. Haha dimana lagi orang yang licik berakhir bahagia😀

    Aku setuju put, aku juga suka sama scene ketika Kyuhyun datang ke kampusnya So Eun. Membuat sedikit goyah dengan alur yang ku prediksi, tapi akhirnya syukurlah sesuai prediksi😉 But anyway, apa kabarnya nanti tunangan So Eun? Ga bakalan seperti apa yang diucapkan Kyuhyun kan???

  41. andri susilowati mengatakan:

    Aaaaaa. Ff baru.
    HBD cho kyuhyun. Kkk
    Pertama baca kesannya bagus bgt, puas bgt soalnya panjang critanya nd happy end.
    Kkk keren sumpah thor, ikutan sebel sm karakter so eun tp juga lucu ngliat tingkahnya yg ambisius kekanakan. Hahhaaha.
    cho kyuhyun gak bisa marah, keren thorrr. Lanjut karya lainnya.

  42. pipip mengatakan:

    Waaah os kyusso suka dgn ceritanya
    ringan dan alurnya asik suka bacanya
    apalgi karakter soeundsni
    berani bnget kyknya hahah
    emg udh jatuh cinta ke kyu stelah ciuman di taman wktu itu ya
    sifat soeun gak terduga bnget apalgi yg ngbhongin kyu soal malem2 itu ckck
    suka dgn ceritanya deh pkoknya
    dtnggu krya eoni lainnya hihi

  43. GG mengatakan:

    sequel sequel pleaseeeee
    nanggung banget >< trus tunangannya soeun gmn? trus reaksinya ayahnya soeun gimanaaaaa? suka kalo ada karakter soeun yg spoiled little brat gt😉

  44. Elisa mengatakan:

    Wah keren..berbeda bget ni author gak bisa a sso unie nakal….tpi sru dengn hal perbedaan….
    D tunggu next ff a…
    Chayo…..

    Fishy a ya author..he..he..he

  45. Qiqi mengatakan:

    Kerreeennn. Aku uda baca drable nya, tp cm fokus pda kyusso dan bru komen di oneshoot ini. Biar sekalian.. hehe
    dan juga uda lm bgt ga baca ff km put, tp cerita ini mencuri perhatian smpe aku jd mood bca ff lgi. Hehe

    Pertemuan yg tak terduga antara kyusso. Awalnya aku fkir cwe yg dskua kyu itu sso. Trnyata aku salah, km berhasil bkin reader terkecoh di awal cerita. Hihi

    Dan oneshoot ini makin melengkapinya, gimana cerita selnjutnya dr tragedi salah cium mereka dan gimana usaha sso buat deketin kyu. Konflik yg bkin deg degan krna akhrnya kyu tau klakuan licik sso yg sbnrnya dia lkuin krna dia mgkin trllu suka atau terobsesi sm kyu. Tapi pada akhrnya kyu pun bs merasakan sdkit perasaan sso shngga dia sadar klo dia ga bs ngebiarin sso mnikah dgn pria lain.
    Dicerita ini aku sdkit mnyimpulkan bhwa cinta ga bs dipksa, tp cinta bisa datang krna terbiasa. Kereenn put… aku sukaaaa ❤❤❤❤❤

    Dtggu ff kyusso lainnya yg lebih seruuu😚😘

  46. kristienuuna mengatakan:

    Kyaaaaa..
    akhir na Kyu balas perasaan na Sso..
    wuaaahh.. senwng na…😄😄😄

    Tapi baca FF ini berasa jiwa KyuSso saling tertukar.. yang jahil skrg Sso n yang kalem nan lembut malah Kyu..
    haahaahaahaa.. bener2 menarik..
    sukaaaa na pale banget..😘😘

  47. sukhwi mengatakan:

    daebaaaakkkk..aku ser-seran bacanya..ga tau deh feelnya ngena banget..huft..pas ending baru ngerasa lega..abis Sso nya disini ‘nakal’ hahaha..mesti dijewr tuh kupingnya..:D

  48. shaneyida mengatakan:

    G bs berkomentr apa2 nii hhhhe *eoh* aaaaaaaaaaaaa menurut story ini keren banged (y) di awal aye ngakak d tengah aye seDih dan di akhir aku terharuuuu bahagia *elap ingus..onew jd korban*.
    Biarpun udh berkelana ngebaca ff sana sini tp ff puput yg paling special (y)
    Yeay❤❤
    Smuanya campur aduk ampe takut ttg cinta bertepuk sbelah tangan ..alhamdulillah ending nya aye sukaaaa bgt :* indah pd waktunya terlalu indah buat aye aaaaaa jambak3 rambut ny jong ..hhhhh ~ #bukan marah yo ibu'nya dhanggko tp ay kesenengan ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ ❤
    Review story ~
    Stelah adegan salah cium waktu itu .. Rpnya soeun keracunan hal itu membuat dampak yg berbahaya bagi soeun terlepas dr pemikirannya orng yg pertama yg bruntung mendptkan ciumannya akan d jadikan suami nya …dia udh keracunan .. Kyu itu virus buruk buat soeun hehhe Xd soeun jd terjerat stelah insiden itu sedangkan kyu yg merasa d rugikan mau minta' pertanggung jwaban soeun atas insiden ntu ..
    Dan moment ini d manfaatkan oleh soeun untuk meminta obat penawar racun yg kyu kirim lewat bibir nya ntu *eoh* dg sgala cr sii anak manja polos n imut ini beraksi untuk meracik obat penwar itu agar menyebuhkan dirinya dr keracunan *eoh ngomong apaan ni aye yak hhhhha * pokoke soeun mencoba membuat kyu yg jd polos d sini hhha hoalaa bang Kyu knapa lu jd oon begitu bang d deket soeun ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ *plakk* tertipu daya dia ma kepolosan soeun hhh suka ngeliatnya ketika kyu udeh termakan ma jeratan soeun hhhh kyu bener2 terjebak hingga ngikut alur yg d rencanakan soeun.ampe kyu nurut d perintah soeun beli ini dan itu trus meminjamkan apartemnnya untuk jd t4 nongkrong soeun hhhe . Walopun soeun memakai cr yg agak licik tp ttp kliataannya natural lo yak hehhhe ,ketika nonton bioskop soeun dg tingkah dan alasan ketika menjelskan k kyu krna dia takut flm horror dan makin mendekt d memgang kyu dg polos d tambah dg sedikit kecurigaan kyu dan jg dg unyu nya kyu terjerat hhhha *aigho suami aye jg iso kek gt yak kkkkke😄 .wah teryata seru ngeliat kyu yg digituin ma soeun hhha.
    wah tdnya aye berpikir kyusso beneran melakukan hal itu ternyata soeun yg memanipulasinya hhh ..camera hyukjae yg membocorkan misi soeun ntu .. Keknya otak jenius kyu pindah t4 yak k hyuk hhha ,, 3 kali kyusso ciuman tp itu bukan bener2 ciuman kata nya kyuhyun *angguk2* dan stelah insiden ketahuan , kyu jd pintar lg stelahnya hhhe kyu sempet mau menjebak soeun tp krna soeun berbahaya jd dia cepat meng introgasi soeun …dr situ soeun jd takut coz udeh ngeliat tanduk kyu yg sesungguhnya *tanduk kambing..hhhe eoh hhh tanduk setan maksudnye ;;y *jd soeun takut kan dr pd d seruduk ma kambing lebh baik d seruduk ma ayam *eoh hhh abaikan put* hhhe ;;). Soeun bener2 sdr stelahnya malah soeun lebh iso bersikap skg ..dg d bantu wejengan dan rukiah dr sunny *eoh* hhhe soeun makin jd lebh dewasa .
    Hub kyu ma yuri udah membaik meskipun hati kyu malah yg g baik lg alias g berfungsi ma yuri hhhe

    Rpnya stelah bbrpa minggu kyu malah terus memikirkan soeun .kebersamaan bersama soeun tlah mengubah alias mengeser hatinya d.kejadian ketika soeun menjerat nya ternayata berdampak besr bagi hati kyu rpnya waktu soeun pulng dr aprtemen stelah soeun pdpt siraman ceramah drinya itu ..soeun kabur dg memcuri isi hatinya dan untuk terakhir kalinya kyu meminta pertanggung jwaban sso akan hal itu .
    Moment yg bikin haru ketika kyu k kampus soeun dg lamaran cinta kyu k soeun bikin aye iri +meleleh air mata
    Lamaran cintanya bener2 mengesankan bingit ..keren bgt ucapan2 yg terlontar dr kyu untuk soeun dg blg klo ciuman sblumnya bukan ciuman sesungguhnya trus mereka melakukan kissuee yg sesungguhnya skg dg kyu yg minta ijin sbelumnya trus nyuruh soeun memblsnya jg aaaaa. Adorable sangat dan kyu akhirnya meminta ijin untuk menjadi calon suaminya soeun❤❤
    Akhirnya soeun mendaptkan penwar racun yg d sebrkan oleh kyu ketubuhnya ,dan kyu jg udh dpt pertanggung jwaban atas isi hati yg tlah d colong soeun yeah❤❤ dan readers dpt percikan cinta dan kecerian yeayy
    Ny joooooooong … Badaii bgt puput … ☆ †H♌NK Γ☺U ☆‎​
    Lempar kringet cinta bang jong buat turtle princess😉
    Keep writing..cmunguuth…bravo ~
    100000 jempol kambing (y) buat Ny jong woon ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥.love u (✽^⌣^✽)

  49. shaneyida mengatakan:

    Kelupaaan mau ngucapin selamat ultahnya :*

    Krna ni story d bikin pas ultah laki aye .. Cho kyuhyun + ultah blog nya puput .
    Kk ucapin selamat ulang tahuuun yoo celamat ulang tahuuun #nyanyi+nari breng onew* ..smoga umurnya makin panjang ..makin d cintai banyak orang dan terus berjaya d udara ..amiiiiiiin {}

    ☆ †H♌NK Γ☺U ☆‎​ turtle princess udeh menebarkan story3 yg badai2 (y) udeh menyenangkan hati hati pr readers setia mu dg tulisan maut mu <3<3
    Sukses slalu buat author❤

    Kissue (♥͡з♥͡)muach*~♡

  50. sungyong mengatakan:

    ya kyu benar. Meskipun sso melakukan cara yg begitu bodoh untuk mendapatkan kyu, tapi tetap saja itu cinta…

    Untung happy ending, gx nyangka ternyata kyu jga mencintai sso

  51. guesquee mengatakan:

    Halo kak author, aku pembaca baru izin baca ff disini ^^

  52. cucancie mengatakan:

    Lucu ceritanya berawal dari tindakan bodoh so eun yg nyangka kyu org yg disukainya,lama2 jadi beneran suka ma kyuhyun.. Walaupun diawal tindakan so eun utk deket sm kyuhyun membuat kyuhyun kesal..tp lama2 akhirnya membuat kyuhyun membalas cinta so eun..

  53. dara mengatakan:

    Sso yg polos menganggap ciuman pertamany akan menjadi suaminy.
    Dan akibatny setiap hari kyu dganggu oleh sso demi mendekatkan diriny pada calon sang suami dengan cara apapun.
    Akhirny hati kyu’pun teranggu, apalagi saat sso menyesali sikapny. Kyu’pun jatuh hati pada sso…dan menawarkan diri menjadi calon suami yg sesungguhny

  54. aina freedom mengatakan:

    ada gak ya gadis polos tp nekad spt sso yg menganggap ciuman pertama dg seorg namja akn mnjd suaminya klo ada pasti wow banget .ide di setiap ff km benar2 briliant dan keren bnget put ,ak salut sm kerja keras km bikin cerita ff yg ok bngt .top bnget km put …sukses slalu dg semua karya2 km put…fighthing

  55. anastasia erna mengatakan:

    yah ampun… sso polos banget
    tapi rada nyebelin dikit…
    tapi ga nyangka ma kyu
    akhirnya cinta juga ma sso…
    top deh putri ceritanya…

  56. dizha adrya mengatakan:

    hoho akhirnya,,, ini lah moment yg d tgu” si kyuvil akhirnya jg mulai mnyadari prsaannya trhdp sso, n sunkyu haha moment trbgs tu bgs di abadikn, n buat bang unyuk gomawo ya krn dri mu udh blng k kyuvil klw sso di jdoh kn, ini slah stu peran mu hingga si kyuvil tau n mulai mnyadari prsaannya🙂

  57. nita mengatakan:

    ska sm end ny so sweet bngitss..😀. bru maen k blog ini lg, jd bru bca ff nie, sprt biasa ff mu krn & sllu bkn pmbca lrut sm alur crta ff mu chingu.🙂 good job

  58. Miumi mengatakan:

    Waktu baca sempat terpikir bahwa si Kyu beneran nidurin Sso eh ternyata enggak itu cuma jebakan Sso biar Kyu sama dia terus.
    Sifat Sso disini nyebelinnya kagak ketulungan tapi dia ngelakuinnya juga karena cinta jadi gapapa xD.

    Ditunggu karya selanjutnya kak🙂

  59. senrumi mengatakan:

    Sso agresif jg n licik tp dia berusaha unt jujur n mengakui kesalahanya yg membwnya bertemu cln suaminya

  60. Esaa mengatakan:

    Put, aku komen di sini pake ID Esaa Kim😉

  61. haekyusso mengatakan:

    Wahhh…lagi” ff y putri bikin baca y pgn lagi dan lagi……!!!!
    D awal cerita senang trs d pertengahan sedih dan d akhiri dengan kegembiraan sso dan kyu🙂
    Yach kadang gemessa yach sm kyu yg kgk tahu klo sso melakukan ntu sm kyu krn sso bnr” mencintai kyu…
    Yach wlpn emng sich apa yg d lakuin sso sm kyu salah cara y -,-”
    dan ketika kyu denger sso mo d tunangin baru dach ngeh klo kyu juga suka sm sso..
    arhhh…pgn lhat ff kyusso lagi yg cetar” d tulis sm athour paling keren >>> PUTRI

  62. lucky (evil and angels shipper) mengatakan:

    Anyeong thor…
    aku reader baru nih… salam kenal…
    ff ini membuat hatiku ngerasa ngilu stiap baca tiap paragraphnya…
    feelnya dpt bngt… #kyusso couple forever
    ahhh akhirnya happy ending jg…
    aku gak bisa ngebanyangin klo itu sad ending. pasti hatiku akan remuk, bukan lagi ngilu…
    fighting untuk ff selanjutnya…

  63. auliaveronica mengatakan:

    Duhh keren bgt ffnya eon :3
    Sso nekat ya wkwk
    Akhirnya kyu suka juga sama sso
    Perjodohannya gimana?
    Ditunggu ff yg lain🙂 fighting!^^

  64. hellolina97 mengatakan:

    nggk kepikiran kalo soeun smpt berpikiran licik gitu😦 benar2 tidak sesuai dgn wajahnya:/
    segala cara soeun lakukan agar bisa dekat sama Kyuhyun, tp Kyuhyun aja yg rada- rada…

    cinta itu dtng memang tidak mengenal waktu, walaupun hampir dtng terlambat untuk Kyuhyun, tp.. kesampaian juga…
    sun kyu..bagi2 video mesra KyuSso dong =D

  65. yolanloen mengatakan:

    karna pikiran kekanakannya soeun,,, kyuhyun pun jadi suka deh,,,
    emang licik sih caranya,,
    tapi klo udah cinta yah susah untuk dihindari

    ditunggu ff kyusso lainnya ^^

  66. Ranynatasha mengatakan:

    .hwaa!!!
    .ceritanya polos banget
    .si soeun eonni itu egois :v
    .si kyu oppa itu cuek tpi keceh :v
    .aku suka…
    .bikin ff yng sma yesung oppa dong author!
    .fighting!

  67. Hayaru mengatakan:

    Tulisan Putri mmg selalu bagus!!!

  68. junho96 mengatakan:

    Wahhhhh aku udh jarang baca ff kakak. Wow!!!!!!! Chemistry soeun khuhyun tuh pasti selalu bagus. Bagus kak overall ceritanya. Nextime makin bnyk cerita romcom lagi ya heheher

  69. Angel mengatakan:

    Seru 😀

    Seru 😃

    Seru 😄

    Sifat n sikap sso nyebelin dech 😡

  70. rizki mengatakan:

    bagus banget, ceritanya unik, endingnya romantis,, lebih keren klo ada lanjutanya,,boleh minta saquelnya eun,,, thanks,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s