~ [Threeshot] Moonlight’s Secret 3/3 ~


moonlight

Title       :               Moonlight’s Secret

Author  :               PrincessClouds/@helloputri228

Length :                Threeshot

Genre   :               Romance

Rated    :               PG-15

Main     :               Kim So Eun – Cho Kyu Hyun

Minor   :               Lu Han – Park Bo Mi

Summary:          

Recommended Song:   

Prompter :          Puspa Rini

Warning:             Typo(s), alur cepat.

*Moonlight’s_Secret_3*

Malamnya, sosok pemuda yang selalu disembunyikan dari matahari itu tampak keluar dari persembunyiannya. Tanpa mengacuhkan tiga penjaga rumah yang juga tidak mengacuhkannya ia tampak keluar dari pagar rumah termewah di komplek itu. Ia lalu berkelok untuk berdiri di luar pagar rumah satunya yang berdiri disamping rumahnya.

Ia menatap jendela di salah satu kamar yang terletak di tingkat dua dengan cukup lama. Setelah merasa cukup, pemuda itu tampak menggelengkan kepalanya dengan kecewa sebelum kembali berlari menembus malam.

Hari ini lagi-lagi Kyu Hyun berniat menggambar di bagian yang masih kosong di dekat gerbang komplek perumahan tersebut. Rencananya untuk hari ini masih sama, ia akan kembali menulis sesuatu untuk So Eun yang tidak menemuinya dalam beberapa hari. Sebenarnya ada apa dengan So Eun? Kenapa gadis itu tak menemuinya tiba-tiba? Apakah dia ada masalah? Atau apakah dia telah bosan menemaninya selama hampir sebulan ini?

Hampir lima belas menit akhirnya ia sampai di tempat yang ditujunya. Komplek perumahan ayahnya ini memang sangatlah luas. Tak heran ia bisa melukis spot pagar yang berbeda tiap harinya sebelum setiap tiga bulan gambar-gambar itu akan dibersihkan kembali sehingga Kyu Hyun bisa menggambarinya lagi. Begitulah yang terjadi selama beberapa tahun ini.

Hari ini menggambar apa? Kyu Hyun bertanya dalam hati sambil membongkar isi ranselnya. Tiga malam yang lalu aku menanyakan keadaan Moonlight, malam lusa juga menanyakan bahwa dia baik-baik saja, sementara semalam mulai menanyakan keberadaannya. Apa yang harus kugambar malam ini untuk Moonlight? Sesuatu yang seharusnya membuatnya berhenti bersembunyi dan bermain lagi denganku. Apakah itu saja?

Kyu Hyun memasangkan masker ketika sesuatu mulai terfikirkan olehnya. Perlahan ia mulai mengumpulkan konsenterasinya untuk menggambar.

I Miss You, Moonlight. Sepertinya ini bagus.

Oppa!!” Kyu Hyun yang baru saja akan menyemprotkan cairannya tampak tak jadi melakukannya. Kini ia tampak membuka maskernya dan berbalik untuk memastikan suara yang barusaja didengarnya. “Oppa, tempat melukismu jauh sekali. Aku sampai lelah berlari kemari..” sosok yang difikirkannya itu tiba-tiba berada disana. Terlihat memegangi perutnya guna mengendalikan nafasnya yang terdengar terengah.

Sementara Kyu Hyun belum mengatakan atau melakukan apapun selain menatap gadis itu sedikit tak percaya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali takut-takut ia hanya tengah berhalusinasi.

“Aish, apa yang oppa lakukan? Kenapa hanya menontonku seperti itu. Kesini melelahkan, tahu…”

Moonlight, kenapa ada disini?” ia mulai bersuara dengan nada polos.

“Memang kenapa? Oppa tak menyukainya.” Gadis itu pura-pura cemberut.

“Tidak. Besokkan harus sekolah?”

“Aah, habisnya malam ini aku benar-benar merindukanmu oppa. Tch, gara-gara tugasku yang banyak beberapa hari ini aku tak bisa menemuimu. Maafkan aku, oppa…”

“Aku mengerti.” Kyu Hyun tersenyum dan mengangguk. “Yang penting Moonlight disini.”

So Eun balas tersenyum padanya, dalam hati ia merasakan lega yang sebenarnya sesuatu yang paling dicarinya belakangan ini. Benar, fakta bahwa ia menyukai Kyu Hyun sudah tak bisa dielakkan lagi. Adapun fakta mengenai ketakutannya akan hal itu nyatanya bukanlah hal yang lebih penting daripada rasa nyamannya berada di sekitar Kyu Hyun seperti ini. Itu tak seburuk fikirannya, So Eun yakin itu.

“Jadi hari ini kita menggambar apa?” Tanya So Eun sambil mengeluarkan masker dari dalam tasnya dan mendekati Kyu Hyun. Kyu Hyun tampak tersenyum usil padanya.

“Rahasia.”

Mungkin karena empat hari ini ia sibuk memikirkan perasaannya pada Kyu Hyun yang membuatnya kurang tidur sehingga itu sebabnya malam ini So Eun merasa lelah. Hal itu juga ditambah bahwa seharian ini ia juga bersekolah dan tidak sempat tidur siang sehingga itu sebabnya So Eun tak bisa berlama-lama berdiri di samping Kyu Hyun untuk melihatnya menggambar.Hal itulah yang membuatnya meninggalkan Kyu Hyun lebih awal dan memilih duduk di tepi jalan sambil memperhatikan kegiatan Kyu Hyun.

Namun, ia sepertinya tidak sadar bahwa ia sempat tertidur. Sehingga itu sebabnya ketika seseorang membangunkannya ia tersentak menemukan dirinya tertidur dengan posisi kepala di bahu Kyu Hyun.

Oppa..” gumamnya kaget sambil mengangkat wajahnya dari bahu yang cukup lebar itu. Ia mengucek matanya dan menatap pemuda itu masih tak percaya. Ketika ia melirik dinding di depannya ia menyadari bahwa bentuknya tak jauh berbeda dari terakhir kali ia melihatnya. Pertanda bahwa Kyu Hyun langsung mendekatinya ketika menyadari bahwa ia sempat tertidur tadi. “Astaga..” gumamnya lagi-lagi dengan wajah kaget ketika melirik jam tangannya. Ia menutup mulutnya menatap Kyu Hyun.

“Dasar tukang tidur.” Kyu Hyun mengomelinya datar tanpa ekspresi. So Eun tampak lagi-lagi hanya merengut.

“Maafkan aku. Aku tak berniat menganggumu menggambar. Sungguh..”

Kyu Hyun tak menyahuti apa-apa. Dia hanya tertawa kecil sambil melirik dinding polos di depannya itu. “Sekarang pukul empat. Beberapa menit lagi alarmnya bunyi dan kita harus pulang.” Ucapnya bak mengeja. So Eun menganggukkan kepalanya. Lagi-lagi menyesal dengan apa yang tadi dilakukannya karena telah membuang waktu Kyu Hyun semalaman untuk menjaganya yang tertidur.

“Sekali lagi maaf..”

So Eun terdiam sambil menatap wajah Kyu Hyun. Akhirnya setelah pergolakan bathin yang panjang ia berada disini dan mengakui bahwa ia mempunyai perasaan khusus pada pemuda ini. Sebuah perasaan yang bahkan masih membuatnya penasaran tentang bagaimana caranya perasaan itu bisa terbentuk.

Apakah itu karena wajah? Ya, Kyu Hyun memang tampan namun sepertinya bukan karena itu. Lalu apakah karena talentanya yang membuatnya kagum sejak pertama kali So Eun melangkahkan kaki ke kota ini? Bisa jadi, karena itu adalah jawaban terlogis yang bisa ia mengerti sejauh ini.

“Aku senang Moonlight berada disini.” Kyu Hyun tiba-tiba bersuara setelah cukup lama. Membuat So Eun tersadar dari lamunannya tadi. “Kufikir, Moonlight mulai benci padaku juga. Seperti ayah, seperti ibu, seperti Lu Han. Sehingga itu sebabnya meninggalkanku.”

So Eun tampak kaget, tak menyangka Kyu Hyun akan melanjutkan ucapannya ke arah sana. Apalagi melihat ekspresi di wajahnya saat ini. Wajah Kyu Hyun tiba-tiba memurung dan bahkan terlihat sedih.

“Semua orang selalu meninggalkanku sendiri.”

So Eun masih terdiam, lagi-lagi tak menyahuti apapun. Rasanya ucapan itu cukup menamparkannya karena memang ia sempat berfikir seperti itu. Apa-apaan dia ini? Bukankah dia sendiri yang keras mengatakan kalau dia membenci bentuk diskriminasi terhadap Kyu Hyun? Lalu kenapa ia sempat berfikir untuk menjadi bagian dari orang-orang itu hanya karena takut dengan fakta bahwa ia tiba-tiba saja memiliki perasaan pada Kyu Hyun.

“A-Apa yang oppa katakan? B-Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu padahal aku sendiri yang selama ini selalu mendekatimu? Aku hanya sedang sibuk beberapa hari ini..” So Eun terbata, berusaha mencairkan suasana tadi. “Juga, siapa bilang kalau keluargamu membencimu, oppa? Itu hanya perasaanmu.”

“Mereka selalu meninggalkanku di ruangan yang dingin dan gelap.” Kyu Hyun lagi-lagi berkata tanpa emosi namun berepresi sedih. “Sejak dulu.”

“T-Tidak. Aku sama sekali bukan orang seperti itu. Jadi jangan khawatir..” ujar So Eun lagi-lagi dengan ekspresi dan senyuman yang kaku. Berusaha meyakinkan pemuda di depannya itu. Kali ini Kyu Hyun tampak menoleh padanya, tersenyum.

“Benarkah? Janji?”

“Y-Ya..” So Eun lagi-lagi tersenyum kaku. Kali ini merasa gugup dengan senyuman Kyu Hyun walau mata pemuda itu tak sepenuhnya fokus padanya. “A-Aku janji.”

“Baiklah kalau begitu. Aku memegang janjimu. Kalau Moonlight mengingkarinya aku akan sangat sedih juga marah..” ucap pemuda itu masih dengan senyuman polos di wajahnya. So Eun tampak lagi-lagi hanya mengangguk kaku sebagai jawabannya.

“Y-Ya..”

Kedua orang itu lalu saling tersenyum, sebelum sebuah suara menyadarkan keduanya. Bip. Begitulah bunyinya yang berasal dari arah Kyu Hyun.

“Saatnya pulang.” Kyu Hyun memutus moment tersebut dalam beberapa detik ketika pemuda itu dengan cuek mematikan bunyi alarmnya dan bangkit dari hadapan So Eun. Pemuda itu kini tampak sibuk mengemasi barang-barangnya. “Moonlight cepat. Kita harus pulang!” serunya tak lama setelahnya. Membuat So Eun tersadar.

“H-Hum. Y-Ya!” sahut So Eun sambil berdiri dan menyusul laki-laki yang jalan cepat bak robot itu. “Tapi oppa aku selalu penasaran. Apa arti sebenarnya dari alarm itu? Kenapa oppa langsung pulang ketika itu berbunyi.” Tanya So Eun sepanjang mereka menjauh.

“Oh, ibu membelikan ini untukku. Ibu juga bilang kalau setiap malam aku pergi menggambar aku harus pulang ketika dia berbunyi…”

“Oh begitu. Oppa benar-benar penurut. Tapi mengapa waktu kita pertama kali bertemu oppa sangat ingin keluar padahal hari belum malam?”

“Aah, itu karena hari itu adalah ulang tahun ayah. Aku selalu ingin mengucapkannya. Tapi mereka melarangku.”

“Oh, begitu. Pantas oppa terlihat sedih..”

Suara mereka masih terdengar seiring dengan malam yang akan kembali menghilang.

Karena kejadian semalam, pagi ini So Eun terlambat bangun sehingga ia terlambat berangkat sekolah. Di kelaspun ia juga beberapa kali tertangkap menguap dan mengantuk hingga akhirnya ia ditendang oleh sang guru di tengah pelajaran. Kini ia kembali mengerjakan yang sudah beberapa minggu ini ia tinggalkan, membersihkan kelas setelah semua murid membubarkan diri.

Setelah menyelesaikan semuanya So Eun tampak terduduk lemas di lantai. Sejujurnya bukan hanya kelelahan, namun ia juga merasa badannya tidak begitu fit. Kepalanya bahkan terasa pusing dan berkunang-kunang.

“Kau baik-baik saja?” Sebuah seruan yang tak asing membuat ia sadar kembali. Ketika ia sedikit menengadah Lu Han tampak sudah berdiri di hadapannya sambil mengulurkan sebotol air mineral padanya. Walau sedikit ragu So Eun tampak menerimanya.

“Terima kasih.”

Suasana jadi tak terlalu menyenangkan, yang entah bagi So Eun saja. Seperti yang sudah dijelaskan sejak awal hubungannya dan Lu Han benar-benar merenggang sejak So Eun lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Kyu Hyun. Hal itu belum termasuk karena pertemuan mereka terakhir kali.

“Apa yang kau lakukan semalam? Keluar diam-diam lagi tanpa sepengetahuan orang tuamu?” Tanya Lu Han lagi, kali ini masih terdengar datar tanpa emosi. Sementara So Eun mengangkat wajahnya lagi untuk menatap wajah Lu Han, So Eun ingin mengetahui maksud ucapan itu melalui ekspresi pemuda di depannya itu. Namun hal itu sama sekali tak membantu. “Berhati-hatilah. Kudengar ibumu sempat tersentak di tengah malam begitu mendengar seperti suara pintu terbuka. Mereka sampai menyangkanya sebagai pencuri..”

So Eun tampak kaget, mengangkat wajahnya kembali. Ia sungguh baru tahu hal ini dan itu saja mulai membuatnya sedikit panik.

“Dengan hari ini pun, kau sudah membuat beberapa kali kesalahan. Hati-hatilah, yang selanjutnya mungkin pihak sekolah akan mulai memberitahukan orang tuamu. Kejadiannya bisa semakin runyam.”

“Aku akan memperbaikinya. Akan kuusahakan..” sahut So Eun pada akhirnya. Sejauh ini mungkin hanya ini satu-satunya yang bisa ia katakan.

“Baguslah. Semoga beruntung.” Kata Lu Han dengan gaya cueknya dan mulai melangkah meninggalkan So Eun. Namun sesuatu tiba-tiba terfikirkan oleh So Eun sehingga ia berdiri dari tempatnya.

“Kau benar soal perasaanku pada Kyu Hyun-hyung!” Seru So Eun pada Lu Han sehingga membuat pemuda itu menghentikan langkahnya. “Aku memang menyukainya.”

Lu Han tampak berbalik dan menatapnya, tersenyum tipis yang terus saja tak So Eun mengerti maksudnya. “Aku tak kaget. Aku sudah menyangkanya.” Ujarnya kemudian.

“Aku tidak tahu apa yang kau fikirkan dengan ini. Tapi aku ingin meminta maaf padamu atas apa yang terjadi pada kita belakangan ini Lu Han. Sebenarnya aku ingin selalu menjadi temanmu, namun aku tahu bahwa kadang semuanya tak bisa terjadi sesuai keinginanku. Apapun yang terjadi, aku hanya ingin meminta maaf padamu kalau saja aku menyakitimu.” Ujar So Eun pelan dan berhati-hati, ingin menunjukkan ketulusan akan ucapannya itu pada Lu Han. Sedikit tak berani ia menatap Lu Han, hanya menemukan pemuda itu menatapnya dengan ekspresi yang sulit untuk ia mengerti. Lu Han menatapnya panjang dalam beberapa saat, namun tak lama ia tersenyum kecil.

“Aku tak tahu harus berkata apa padamu, So Eun. Karena aku juga tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya antara kita.” Begitulah ucapan Lu Han selanjutnya. Membuat So Eun semakin tak mengerti. “Untuk saat ini jaga dirimu. Fikirkan baik-baik setiap langkah yang akan kau ambil.”

“Apa maksudmu?” Tanya So Eun. Lu Han kembali tersenyum samar.

“Hingga saatnya kau akan tahu.” Ujarnya lagi. Namun ia tak memberikan penjelasan lanjutannya karena selanjutnya pemuda itu meninggalkan tempat itu begitu saja. Meninggalkan So Eun yang menatap kepergiannya dengan bingung.

Moonlight?” So Eun tersentak begitu Kyu Hyun menengurnya ketika ia tanpa sadar melamun. Ketika ia melirik pemuda itu tampak sudah berada di sampingnya. “Kau melamun.” Gerutu Kyu Hyun kemudian.

“H-Huh maafkan aku..” ujar So Eun tersadar. Kembali ke tengah kegiatannya yang tengah membantu Kyu Hyun mewarnai gambarnya.

Moonlight kenapa?”

“Tidak ada apa-apa..”

“Bohong.”

So Eun melirik Kyu Hyun, menghela nafas pelan melihat ekspresi Kyu Hyun saat ini. Tentu saja pemuda ini tahu kalau So Eun tengah memikirkan sesuatu. Hanya saja So Eun tak yakin apa menceritakan pada Kyu Hyun akan membukakan solusi untuknya.

“Tidak ada. Hanya masalah sekolah.”

Kyu Hyun mengangkat alis cuek, ia bahkan terlihat tak mendengarkan penjelasan lanjutan So Eun. Bagaimana So Eun akan mendiskusikan masalahnya saat ini pada Kyu Hyun. Semuanya tidak akan menemukan solusi.

So Eun melirik Kyu Hyun lagi, kembali menemukan pemuda itu yang bak sibuk dengan dunianya sendiri bak anak kecil yang baru saja belajar menggambar. So Eun tersenyum. Semakin hari ia semakin menemukan alasan-alasan mengapa ia bisa menyukai Kyu Hyun. Semua itu kadang terlalu sulit untuk diungkapkan.

“Tapi oppa..” So Eun semakin mendekat, berusaha mendapatkan perhatian Kyu Hyun walau hanya sedikit. “Menurut oppa semuanya akan baik-baik saja, bukan? Apapun masalah yang akan kita hadapi semuanya tidak akan membuat apapun berubah..”

“Tidak tahu.” Kyu Hyun menjawab cuek. Namun dia menghentikan pekerjaannya dan berusaha melirik So Eun. “Tapi asalkan kau bersemangat dan kuat. Apapun itu tidak akan terlalu mempengaruhi hidupmu karena semuanya akan berlalu seperti angin.”

So Eun terdiam, bisa dikatakan karena itu adalah ucapan terpanjang yang pernah didengarnya dari Kyu Hyun sejauh ini. Ucapan itupun juga bermakna yang sesungguhnya sangat tidak terduga sedikitpun bagi So Eun akan didengarnya dari Kyu Hyun.

Entah berapa detik So Eun terdiam, yang jelas ia mulai tersadar ketika Kyu Hyun lagi-lagi memanggil namanya. So Eun mungkin baru setengah sadar, karena ia baru benar-benar sadar ketika tanpa sadar ia bergerak mendekat dan mengecup singkat bibir Kyu Hyun. Kyu Hyun sepertinya kaget karena pemuda itu tampak terpaku dan mengerjapkan matanya dua kali.

Astaga.

So Eun terkesiap kaget. Langsung reflek menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Wajahnya memerah tiba-tiba dan memanas. Ketika ia mengintip-intip wajah Kyu Hyun pemuda itu tampak masih berekspresi bingung seperti tadi.

“Apa itu?” Tanya Kyu Hyun. Wajah So Eun seperti lebih memanas mendengarnya.

“H-Hum… m-maaf… oppa. Aku terbawa suasana..” So Eun merengek masih menutupi wajahnya. Merasa benar-benar malu.

“Kenapa harus malu untuk menunjukkan kasih sayang. Ibu juga sering mencium pipiku..” Kyu Hyun tersenyum ringan dan polos. Namun ucapan itu sepertinya tak melegakan hati So Eun sedikitpun.

Tapi itu ciuman pertamaku… dan pertamamu.

Namun Kyu Hyun sepertinya sama sekali tak mengerti itu karena ia tampak kembali sibuk menggambar walau wajahnya terlihat lebih sumringah. Sementara So Eun terus berusaha melupakan apa yang terjadi dan mendinginkan pipinya yang sepertinya begitu panas saat ini.

“K-Kurasa aku ke toilet dulu.” Ucap So Eun pada akhirnya sambil berdiri dari tempatnya. Tanpa menunggu sahutan Kyu Hyun gadis itu tampak bergegas meninggalkan ruangan itu sambil memukul kepalanya sendiri.

Bodoh, untuk ciuman pertama mengapa sebagai perempuan malah aku yang mencuri kecupan?

So Eun terus mengomeli dirinya sendiri. Namun itu juga tak berjalan lama karena baru beberapa langkah ia tampak menghentikan langkahnya itu. Menatap sedikit kaget wanita yang baru saja memasuki pintu masuk dan sepertinya juga kaget dengan kehadirannya.

“Nyonya-Cho?”

So Eun sedikit menunduk, tak berani melihat wajah di hadapannya. Namun sekilas dari sudut matanya ia bisa melihat ekspresi gelisah di wajah itu. Rasa takut yang lebih besar dari milik So Eun sendiri.

“Sekali lagi maafkan saya, nyonya. Saya benar-benar menemukan semua ini dengan tidak sengaja dan mohon jangan salahkan Lu Han karena dia sama sekali tidak bersalah akan semua ini. Akulah yang memaksanya dari awal..” ujar So Eun lagi. Wanita itu tampak menarik nafas, ia menatap So Eun walau dengan ekspresinya yang sangat resah.

“Tapi dari awal semuanya tidak seharusnya terjadi, nak-So Eun. Tidak ada satupun yang seharusnya mengetahui keberadaan Kyu Hyun..”

Ada ekspresi sedih di wajah wanita itu ketika ia mengucapkannya. Sama seperti hati So Eun yang langsung membantah kebenaran ucapan itu. Kyu Hyun juga adalah manusia yang mempunyai hati. Dia juga berhak sebuah kebebasan. Ingin sekali So Eun mengatakan semua itu, namun ia mengingat bahwa apa yang saat ini terjadi pada Kyu Hyun bukan kesalahan Lu Han atau ibunya dari awal. Bisa dibilang mereka tidak memiliki pilihan.

“Ya, nyonya. Saya mengerti. Namun saya juga tak memiliki maksud apapun selain untuk menghibur Kyu Hyun-oppa. Hanya itu. Saya berjanji tidak akan ikut campur lebih jauh ataupun menceritakan pada siapapun itu.”

“Namun semuanya tak sesederhana itu. Jika ayahnya tahu, maka semuanya akan menjadi masalah besar.”

Benar, Lu Han juga mengatakan hal yang sama. Tapi sampai kapan mereka akan menyembunyikannya seperti itu? Apa dua puluh lima tahun tak cukup lama? Harus berapa lagi Kyu Hyun menunggu di ruangan gelap dan dingin itu? Haruskah seumur hidupnya?

Ingin So Eun meneriakkan isi hatinya lagi. Namun ia masih berfikir bahwa mungkin sebaiknya ia tetap menahannya.

“Aku akan berusaha lebih hati-hati sehingga Tuan-Cho tidak mengetahuinya, dan..”

“Semuanya tak semudah itu, nak-So Eun.”

“Tapi nyonya—“

“Saya minta mulai besok anda tidak datang lagi kemari, nona..”

So Eun lebih mengangkat wajahnya, tampak kaget dengan ucapan yang didengarnya itu. “Tapi nyony—“

“Saya mohon, nak-So Eun..” Nyonya-Cho memohon kali ini. Terlihat memelas. “Tolong jangan menemui Kyu Hyun lagi karena kalau tidak suamiku akan melakukan hal yang lebih buruk padanya. Saya mohon anda mengerti, nak-So Eun..”

So Eun tak mampu mengatakan apapun selain terdiam menatap wajah memohon Nyonya-Cho itu.

Kyu Hyun terdiam dan resah. Beberapa kali pemuda itu menggerak-gerakkan lengannya untuk membebaskan tangannya dari rasa sakit yang membelenggu lengannya itu. Beberapa kali dia juga memukul sandaran tempat tidur dengan sikunya berharap ada yang mendengar dan membukan pintu untuknya.

Sudah jam dua belas. Seharusnya mereka mengijinkanku keluar untuk menggambar? Kenapa tidak ada seorangpun yang datang? Kemana ibu?

Waktu terasa semakin lambat dan lama sementara keadaan tetap sama. Kyu Hyun tampak semakin tak tahan dan berusaha semakin membuat keributan yang ia harap akan didengarkan oleh siapapun diluar sana.

Kumohon lepaskan aku. Biarkan aku menggambar.

Nyonya-Cho menarik nafasnya panjang. Wanita itu mencuci wajahnya berulang kali dan menatap bayangan wajahnya dengan gugup. Ia menunggu beberapa menit lagi bediri disana sebelum akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dengan gugup.

Ketika ia sampai di kamarnya dilihatnya suaminya tampak duduk di atas tempat tidur sambil membaca sebuah buku. Suaminya itu juga baru pulang sekitar satu jam yang lalu dan kini baru saja bersantai disana setelah membersihkan dirinya. Nyonya-Cho lagi-lagi terlihat menarik nafasnya sebelum berjalan mendekati suaminya itu.

“Suamiku..” panggilnya ragu-ragu setelah duduk disisi tempat tidur yang satunya. Tuan-Cho tampak melirik padanya, terlihat penasaran, sementara Nyonya-Cho tampak lebih mengumpulkan keberaniaanya untuk melanjutkan niatnya. “Bolehkan aku menyampaikan sesuatu?”

Beberapa hari setelah kejadian itu keadaan sama sekali tak membaik. So Eun mulai benar-benar merasakan itu ketika ia mengetahui bahwa keluarga Lu Han mengganti system pengamanan kamar Kyu Hyun sehingga sulit baginya untuk bertemu Kyu Hyun.

So Eun tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Walaupun ia menebak bahwa mungkin semuanya akan sulit setelah ia ketahuan oleh Nyonya-Cho namun ia tak tahu kalau semuanya berimbas seburuk dan secepat ini. Entah apa yang terjadi dan direncanakan keluarga-Cho setelah mereka mengetahui So Eun mengetahui rahasia mereka namun So Eun merasakan imbasnya terasa langsung di hari-hari selanjutnya.

Seperti hobi graffiti Kyu Hyun. So Eun menebak bahwa mereka kini tak mungkin mengijinkan Kyu Hyun keluar setiap malamnya. Hal itu bisa dilihat dari gambar terakhir Kyu Hyun malam itu sama sekali tidak mengalami perubahan walau sedikitpun.

Sudah empat hari, keadaan malah rasanya kian memburuk dan membuat So Eun frustasi. Dua malam yang lalu ketika ia berencana untuk menyelinap di tengah malam untuk menemui Kyu Hyun namun ia dikagetkan ketika ayahnya tampak berdiri di ambang pintu dan menatapnya dengan ekspresi serius. Ayahnya itu berkata bahwa sudah beberapa hari ia mendengar suara aneh setiap tengah malam dan mengeceknya dalam beberapa hari ini. Ia akhirnya tahu bahwa So Eun lah sumber suara aneh itu. Tentu saja So Eun mendapat larangan dengan catatan kalau sampai ia ketahuan maka ia yakin kedua orang tuanya itu akan sangat marah padanya.

Keadaan di rumah Kyu Hyun pun ia lihat tak lebih baik. Bukan hanya mengganti kunci dan system pengamanan, ia kini bahkan dilarang untuk keluar masuk sebebas sebelumnya oleh penjaga di rumah Kyu Hyun itu. Sepertinya Nyonya-Cho memang tidak mau So Eun bertemu Kyu Hyun lagi dan entah apa yang direncanakannya dengan semua ini. Apakah kini mereka sampai tega benar-benar mengurung Kyu Hyun dan tak membiarkannya keluar rumah?

Puncaknya, hari ini So Eun mengemasi barangnya lebih cepat dan menyusul Lu Han yang saat itu juga baru saja berniat meninggalkan kelas. Lu Han tampak memberikan tatapan datar padanya di awal, namun akhirnya ia mengikuti So Eun menyusuri koridor sekolah yang biasa mereka lalui.

“Kudengar kau ketahuan ibu..” Lu Han membuka pembicaraan tanpa melirik pada So Eun. Sementara tentu saja langsung menoleh padanya karena memang inilah yang ingin ditanyakannya pada So Eun.

“Benar, inilah yang ingin kutanyakan. Apa yang sebenarnya terjadi, Lu Han? Mengapa tiba-tiba semakin sulit untuk bertemu Kyu Hyun-oppa?” Tanya So Eun cepat. Sementara Lu Han tampak menghela nafas, masih terus menatap lurus ke depannya.

“Inilah yang kuresahkan dari awal. Inilah maksud peringatanku waktu itu.” Lu Han kali ini menoleh padanya. “Seperti kataku, Kyu Hyun-hyung adalah rahasia yang bukan Cuma keluargaku namun bagi keluarga besar Cho-group. Kehadirannya memang tak seharusnya tak diketahui oleh siapapun selain orang-orang dalam dan orang-orang kepercayaan. Tentu orang tuaku panik menyadari kau mengetahuinya.”

So Eun terdiam sejenak, kehabisan kata-kata. Sungguh dia masih tak mengerti dengan hal itu walau sepanjang dan sedetail apapun Lu Han menceritakan padanya. Mengapa Kyu Hyun harus diperlakukan seperti itu? Dia bahkan tak akan membuat bangkrut perusaan besar yang mereka banggakan itu.

“Tapi aku tak mengatakan pada siapapun. Aku juga tidak merusak apapun.”

“Walaupun begitu, apa kau fikir keluargaku akan berfikiran sama. Di dalam fikiran mereka tentu saja mereka masih takut kalau saja suatu hari kau membeberkan kepada siapapun itu..”

So Eun terdiam, memikirkan semua itu. Sungguh tak pernah terfikirkan olehnya sedikitpun untuk menyampaikan keberadaan Kyu Hyun pada siapapun itu. Dia memang ingin kebebasan Kyu Hyun, namun itupun ia inginkan berdasarkan kesadaran keluarganya bahwa Kyu Hyun bukanlah burung yang bisa mereka sangkar seenaknya. Kyu Hyun sudah menunggu 25 tahun, apakah itu tidak cukup lama bagi mereka untuk menyadarinya?

“Kyu Hyun-hyung akan dikirim ke Roma.” Lu Han bersuara lagi yang kali ini membuat So Eun tertarik dari dunianya dan melirik tak percaya.

“Apa?”

“Orang tuaku berfikir bahwa sudah tidak aman menyimpannya lagi disini karena kau sudah mengetahuinya. Jadi mereka akan mengirim hyung ke Roma..” jelas Lu Han lagi. Meninggalkan So Eun terdiam kaget dan tak percaya.

Setelah beberapa hari akhirnya hari ini Nyonya-Cho kembali mengunjungi Kyu Hyun di kamarnya. Hal itu karena ia mendengar dari para maid bahwa Kyu Hyun mulai protes dengan cara tak mau makan. Itulah alasan utamanya hingga ia berani menampakkan dirinya lagi di kamar Kyu Hyun setelah hampir seminggu ia sengaja tak menemui Kyu Hyun.

Aroma pengap yang sama menyambutnya ketika wanita itu menapakkan kakinya di dalam kamar yang terletak di basement itu. Ia langsung menemukan orang yang dicarinya yang terlihat langsung menyadari kehadirannya karena sosok itu langsung mengangkat wajah dan melirik padanya. Keantusiasan terlihat begitu pemuda itu menegakkan tubuhnya yang awalnya tersandar tanpa kehidupan.

“Ibu…” panggil Kyu Hyun serak. Matanya terlihat sedikit berkaca-kaca yang terkesan sedikit kosong. “Ibu..” ulangnya bak anak kecil.

Senyuman lembut terlihat di wajah wanita yang dipanggil ibu. Dia lalu kian mendekati pemuda yang terlihat bak anak ayam yang menemukan kembali induknya yang hilang. “Ibu dengar kau tak mau makan lagi, Kyu Hyun. Para maid sampai khawatir.”

“Ibu kemana saja?” Tanya Kyu Hyun dengan wajahnya yang kebingungan. Jelas terlihat ia begitu menderita beberapa hari ini. “Aku fikir ibu meninggalkanku lagi kali ini dan tidak akan kembali.”

“Tidak. Mana mungkin. Apapun yang terjadi, walau harus dengan cara terburuk ibu pasti akan tetap mempertahankanmu..” jawab Nyonya-Cho pelan sambil duduk di samping Kyu Hyun. Merangkul bahu pemuda itu dan membelai rambutnya.

“Aku ingin keluar. Aku ingin menggambar..” adu Kyu Hyun kemudian. Wajahnya kembali terlihat sedih.

“Untuk beberapa hari ini tidak bisa. Kau tidak mau kemana-mana, Kyu..”

“Kenapa?”

“Ayah melarangmu karena kau membuat kesalahan.”

“Kesalahan?”

“Kau membuat orang lain menyadari kehadiranmu…”

Kyu Hyun terdiam, ditelisik dari ekspresi di wajahnya terlihat ia memikirkan sesuatu. “T-Tapi.. Tapi Moonlight bukan orang yang jahat. Dia tak akan mengatakannya pada siapapun..”

“Kita tetap tidak bisa menjaminnya.”

“Aku percaya padanya..”

Nyonya-Cho terdiam, ia sepertinya menangkap sesuatu dari ekspresi Kyu Hyun saat ini ketika ia membicarakan Kyu Hyun. Perasaan yang tak seharusnya. Apakah Kyu Hyun menyukai So Eun. Tidak, ditahap ini mungkin Kyu Hyun mencintai gadis yang setahunya juga disukai Lu Han itu. Lihat saja dari cara ia memanggil So Eun dengan panggilan yang terdengar indah.

“Benar. Tapi walau bagaimanapun kau berjanji untuk tidak membiarkan siapapun mengetahui keberadaanmu, Kyu Hyun. Dengan membiarkan So Eun tahu maka kau melanggar perjanjian..”

Kyu Hyun tak menyahuti apapun. Dia mungkin membenarkan ucapan Nyonya-Cho itu karena ia tampak langsung menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah. “Maafkan aku..”

Benar, Kyu Hyun menyadari bahwa ia telah mengingkari janjinya karena telah membiarkan So Eun mengetahui keadaannya. Walaupun So Eun yang datang padanya tetap saja ia tahu bahwa ia melanggar peraturan yang dibuat untuknya. Namun kenapa ini tetap terasa tak adil bagi Kyu Hyun mengingat So Eun sama sekali tidak membocorkannya pada siapapun. Gadis itu bahkan membantunya melewati kehidupannya sehingga terasa lebih berwarna belakangan ini.

“Lalu apakah aku tidak boleh bertemu Moonlight lagi? Apakah aku tidak boleh keluar ruangan ini lagi?” Tanya Kyu Hyun sedih dan berputus asa.

“Kau akan keluar dalam waktu dekat Kyu Hyun. Kau mungkin akan lebih menyukai apa yang selanjutnya terjadi..” Nyonya-Cho sedikit berbinar. “Kau akan keluar dari ruangan pengap ini, Kyu Hyun. Setelah ini pada akhirnya kau akan hidup lebih layak. Kau bisa menggambar, kau bisa jalan-jalan walau siang hari, kau bahkan tak perlu harus dikurung ataupun dibelenggu lagi. Kau akan hidup lebih normal di Roma, Negara faforitmu..” jelas Nyonya-Cho terlihat begitu bahagia mengatakan ini. Seakan inilah yang ditunggunya seumur hidupnya dan memang begitulah adanya.

“Roma.”

“Ayah memutuskan untuk mengirimmu ke Roma, Kyu. Bukankah itu lebih baik. Kau bahkan bisa belajar seni lebih banyak lagi disana dan hidup dengan normal.” Jelas Nyonya-Cho begitu senang hingga ia sampai menitikkan air mata haru. Sementara Kyu Hyun juga terlihat senang mendengarnya. Pemuda itu tersenyum.

“Benarkah?”

“Hum, walaupun ibu tak bisa mendampingimu. Namun ayahmu akan mengirimkan beberapa orang-orang kepercayaan untuk mendampingimu disana. Nanti ibu akan sering-sering mengunjungimu bersama Lu Han..”

Senyuman Kyu Hyun tadi menghilang begitu saja. Wajah itu kembali terlihat bingung dengan ekspresi mata kosong yang terus tak fokus menatap ke satu titik. “Aku akan pergi sendiri. Ayah, ibu, dan Lu Han tidak ikut denganku?” tanyanya sedih. Senyuman senang Nyonya-Cho tadi juga memudar perlahan. “Aku tak mau.”

“Kyu Hyun..”

“Aku tidak mau sendirian. Aku ingin hidup bersama ayah, ibu, dan Lu Han.”

“Kyu..” Nyonya-Cho mengusap bahu Kyu Hyun. “Ini hanya sementara. Karena ibu yakin, kalau kau tetap bersemangat untuk mempelajari bakatmu maka akan datang waktunya ketika ayah bangga padamu. Ibu yakin nanti akan datang saatnya kau bisa diakui sebagai keluarga kita.”

“Aku bahkan tidak bisa bertemu Moonlight? Aku akan merindukannya..” Kyu Hyun kembali menolak sambil menggeleng kuat. Nyonya-Cho tiba-tiba terdiam, seperti tersurut.

“Apa kau menyukai So Eun, Kyu?”

“Hum, aku sangat menyukainya. Aku bahagia ketika bersamanya..”

Nyonya-Cho terdiam, ia nampaknya tak menyangka hal ini akan datang. Awalnya ia berharap semuanya akan lebih mulus untuk Kyu Hyun hidup lebih layak walaupun harus tetap disembunyikan dari mata publik. “Tapi kau tak bisa selamanya bersama So Eun, Kyu Hyun.”

“Kenapa? Dia telah berjanji padaku..” Kyu Hyun terlihat tak setuju.

“Karena yang disukai So Eun adalah Lu Han. Pada akhirnya So Eun dan Lu Han akan menikah seperti ayah dan ibu..” jelas Nyonya-Cho hati-hati. Bohong, ya memang ini hanya akal-akalannya saja untuk membuat Kyu Hyun menyerah dan tetap pergi ke Roma seperti rencananya. So Eun mungkin adalah alasan terkuat untuk Kyu Hyun bertahan maka sebaiknya ia harus membuat Kyu Hyun melepaskan So Eun. Nyonya-Cho yakin inilah yang terbaik untuk Kyu Hyun dan bahkan untuk Lu Han yang juga menyukai So Eun.

Sementara Kyu Hyun jelas terkejut. Tidak, ia bahkan terlihat sangat sedih mendengar bahwa So Eun dan Lu Han akan menikah. Dia tahu apa maksudnya itu. “Bohong..” ucap Kyu Hyun bak anak kecil yang merengek. Matanya tampak memerah dan siap menangis. “So Eun sudah janji kalau dia tak akan pernah meninggalkanku.”

“Tapi begitulah kenyataannya, Kyu. Bahkan semua ini juga adalah peraturan ayah yang meminta Lu Han untuk menikah bersama So Eun..” lagi-lagi kebohongan. Namun Nyonya-Cho masih percaya bahwa memang itulah yang terbaik. Ia tahu bahwa Kyu Hyun tidak akan meragukan lagi kalau ia sudah membawa nama ayahnya. Nyonya-Cho tahu Kyu Hyun takut pada ayahnya sehingga ia tak bisa berbuat apa-apa dengan semua keputusannya.

Nyonya-Cho berhasil, karena Kyu Hyun tampak terdiam mendengar ucapan itu. Pemuda itu malah menundukkan kepalanya dan diam-diam menangis. Sang pangeran terbuang kembali terluka.

So Eun menatap lesu bayangannya sendiri yang terbiaskan dalam kaca di depannya. Sudah sekitar tiga puluh menit yang lalu ia berdiam diri di kamar mandi, terus menatap sendu refleksi dirinya sendiri. Hal ini memang sudah terjadi sejak bangun tidur pagi ini. Ucapan Lu Han tentang Kyu Hyun yang akan segera berangkat ke Roma tak pernah berhenti menganggunya sejak kemaren.

Dalam hati sejujurnya So Eun merasa sedih dengan fakta bahwa ia akan berpisah dengan Kyu Hyun. Kyu Hyun adalah pemuda yang disukainya, pemuda itu adalah factor yang membuatnya tak lagi merasa bosan dengan tempat tinggal barunya ini. Namun disisi lain So Eun tahu bahwa ini adalah yang terbaik untuk Kyu Hyun sejauh ini. Karena tentu saja, Negara seindah Roma yang bahkan menjadi tempat impian Kyu Hyun lebih baik daripada kamar kecilnya yang telah mengurung Kyu Hyun bertahun-tahun.

Namun bagaimana ini, So Eun merasa belum siap melepas Kyu Hyun walau bagaimanapun. Ia selalu merasa ingin menangis kalau saja ia tak akan bertemu Kyu Hyun lagi karenanya. Dia juga mencemaskan Kyu Hyun hidup sendirian disana tanpa keluarganya dan bahkan tanpa dirinya. Akankah Kyu Hyun akan baik-baik saja?

“Sebaiknya aku menemui Nyonya-Cho dan membujuknya untuk mengizinkan aku untuk bertemu Kyu Hyun-oppa setidaknya sekali sebelum dia pergi. Aku tak ingin Kyu Hyun-oppa pergi begitu saja..” Gumam So Eun pelan. Setelah itu ia menganggukkan kepalanya yakin ia mulai melangkah keluar dari kamar mandi.

Kejadiannya baru saja ketika ia menutup kembali pintu kamar mandi ketika suara yang cukup mengagetkan terdengar dari luar. Suara teriakan ibunya dan seperti suara benda-benda dari kaca yang terjatuh. So Eun tampak berniat mengintip keluar, namun baru ia hendak mendekati pintu benda itu sudah lebih dulu dibuka paksa dari luar dan tak lama ditutup dengan cukup kasar.

“K-Kyu.. K-Kyu… oppa?” Gumam So Eun kaget dan setengah tak percaya. Sementara itu Kyu Hyun tampak menyandari pintu yang dikuncinya dengan was-was. Tak lama terdengar suara gedoran pintu dan teriakan beberapa orang. Salah satunya suara ibunya, selain itu So Eun tak tahu mungkin pekerja di rumah Kyu Hyun.

Ketika diliriknya Kyu Hyun kembali, ia menemukan keganjilan dari ekspresi pemuda itu. Suasana terasa aneh dan tentu saja So Eun belum bangun dari kekagetannya setelah apa yang terjadi.

“A-Apa oppa melarikan diri?” Tanya So Eun pelan dan hati-hati. Ekspresi Kyu Hyun benar-benar membuatnya berfirasat buruk begitu saja.

Kembali ke Kyu Hyun, pemuda itu tak langsung menyahut dia masih bersandar dipintu yang digedor kian keras dari luar. Walaupun Kyu Hyun masih terlihat tak bisa fokus menatap matanya namun So Eun dapat melihat perbedaan ekspresi Kyu Hyun dari biasanya. Kenapa Kyu Hyun terlihat aneh seperti marah begini?

O-Oppa…”

“Benarkah itu?” Kyu Hyun bersuara pelan. “Moonlight tidak akan menemuiku lagi?”

So Eun terdiam, kaget tentu saja karena pertanyaan yang berarti lain itu. Baru saja ia memikirkan ini dan kini Kyu Hyun menanyakan ini padanya langsung. Dia pasti juga sudah tahu mengenai rencana keberangkatannya ke Roma.

“Y-Ya-” karena itu lebih baik untuk oppa, itulah yang ingin So Eun katakan. Namun Kyu Hyun tiba-tiba langsung memotong ucapannya.

“Kenapa? Moonlight janji akan selalu bersamaku?!” Serunya protes. Terdengar merengek dan emosional.

“Y-Ya, tapi aku tak bisa ikut ke Roma..”

“Kenapa?”

So Eun terdiam sejenak, menghela nafas dan menundukkan kepalanya. Matanya terasa kian membasah tanpa alasan yang cukup jelas untuk ia terangkan. “Aku harus tinggal. Aku harus melakukan apa yang harus kulakukan disini…”

Kyu Hyun juga tak langsung menyahutinya. Pemuda itu hanya terdiam, namun ketika So Eun mengangkat wajahnya ia cukup kaget melihat mata Kyu Hyun yang memerah dan terlihat sangat terluka. Ada air mata yang menggenang. “Apakah itu adalah Lu Han? Moonlight dan Lu Han akan menikah sehingga itu sebabnya Moonlight tak mau bersamaku lagi..”

“A-Apa?” So Eun jelas saja terkejut karena itu adalah pertama kali ia mendengarnya.

Moonlight sama seperti mereka. Hanya berjanji bersamaku namun kemudian meninggalkanku sendirian..” Kyu Hyun kali ini benar-benar menangis. Air mata mengalir tak tertahan di pipinya.

“D-Darimana oppa mendapatkan khabar itu? Itu tidak benar.” Kata So Eun masih sangat terkejut. Sementara itu ia juga sedih melihat Kyu Hyun benar-benar menangis hebat untuk pertama kalinya selama ia mengenal pemuda itu. Pemandangan di depannya entah mengapa membuatnya ikut menangis.

“Bohong. Moonlight sama seperti ayah dan ibu yang selalu mengatakan mereka mencintaiku tapi pada akhirnya meninggalkan aku sendirian..”

“Itu tidak benar!”

Pembicaraan mereka terusik ketika suara gedoran pintu lebih keras dan kali ini terdengar suara teriakan yang tak asing. Suara Lu Han.

“Lu Han bahkan sangat dekat denganmu dan mencemaskanmu..” Kyu Hyun bersuara lagi ditengah sesegukkannya. “Moonlight juga memiliki foto bersamanya.” Tambahnya sambil menunjuk sebuah pigura dirinya dan Lu Han yang terletak di sudut kamar.

“I-Itu foto pertemanan. O-Oppa salah faham..”

“Bohong!” Kyu Hyun berteriak lagi sambil semakin menangis. “Bohong..” ulangnya pelan dan pilu.

“Aku tidak berbohong..” So Eun mendekat dan berusaha meraih lengan Kyu Hyun, namun pemuda itu mengelak bak angin. Kyu Hyun menggelengkan kepalanya dengan kuat.

“Sudah kubilang, Moonlight adalah satu-satunya yang benar-benar kumiliki. Kalau Moonlight juga meninggalkanku maka aku akan sangat marah dan sedih.”

Itu adalah ucapan terakhir Kyu Hyun karena selanjutnya pemuda itu meraih pigura So Eun bersama Lu Han tadi dan menghempaskannya dengan kasar ke dinding terdekat. Kyu Hyun kemudian menyapu pigura lainnya atau apapun yang ada di atas meja hingga semuanya berantakkan di lantai. Hal itu tentu saja membuat mereka yang diluar semakin berusaha keras membuka pintu.

“­O-Oppa tenang.. kalau begini oppa akan terkena masalah..” bujuk So Eun berusaha menenangkan Kyu Hyun yang terus menghancurkan apapun yang berada di kamarnya. Namun pemuda itu tak mendengar karena ia terus dengan apa yang dilakukannya. “Oppa… ah.”

Kyu Hyun mendorongnya dengan cukup keras hingga menabrak pintu di belakangnya. So Eun meringis sementara Kyu Hyun terus melampiaskan kemarahannya. Ia seperti tak terkendalikan.

“SO EUN! BUKA PINTUNYA SO EUN!!” Suara teriakan Lu Han terdengar dari pintu yang disandarinya bersama dengan teriakan dan gedoran dari semua orang yang cukup banyak di luar sana. Kyu Hyun pasti benar-benar dalam masalah begitu pintu ini terbuka.

Oppa hentikan… aku tak mau oppa kena masalah lagi.” Pinta So Eun merengek sambil kali ini langsung memeluk Kyu Hyun dari belakang dan menenangkannya. Kyu Hyun memberontak minta dilepaskan.

“Pembohong. Semuanya pembohong.” Itulah yang selalu ia gumamkan bak mantra begitu ia berusaha melepaskan pegangan So Eun. Namun So Eun tak menyerah, tubuh kecilnya menahan setiap gempuran Kyu Hyun yang malah kian menguat. Pada akhirnya So Eun mendorong Kyu Hyun ke atas tempat tidur dan menghimpitnya, memeluk pinggangnya semakin erat sambil membenamkan wajahnya di dada pemuda itu.

“Hentikan.. hentikan.. aku tak mau oppa semakin disakiti..” bisik So Eun menangis sambil menahan setiap berontakkan Kyu Hyun yang terus terang saja menyakiti tubuhnya. Namun sejujurnya ia tak terlalu merasakannya, karena rasa cemasnya kalau saja Kyu Hyun akan lebih mendapat perlakuan yang buruk menutupi itu semua. “Oppa kumohon!!” rengek So Eun lebih kuat sambil menangis dan memeluk pemuda itu dengan sisa kekuatannya. Tanpa sadar, ia ikut tersedu-sedu bak anak kecil .

Tanpa diduga berontakkan Kyu Hyun melemah seiring tangisan kencangnya. Pemuda itu menatap itu yang masih menenggelamkan wajahnya disana.

“Hiks… jangan begini. Kumohon..” pinta So Eun kembali merengek dan masih menangis.

Kyu Hyun terdiam, entah mengapa ia seperti tersadar. Entah dengan sadar atau tidak ia melarikan jemarinya menyentuh kepala So Eun. “Jangan menangis.” Gumamnya pelan. So Eun mengangkat wajahnya dan menengadah menatap pemuda itu. “M-Maafkan aku..”

Mata itu kembali bertatapan, sepasang manik yang terluka itu tampak bertatapan cukup lama. Entahlah, So Eun juga tak mengerti kenapa tiba-tiba bola mata yang biasanya gelisah itu kali ini bisa betah menatap matanya dengan dalam. Hal itu mungkin yang membuat So Eun juga sedikit tak sadar meraih bahu Kyu Hyun untuk bertumpu ketika ia semakin merangkak di atas tubuh Kyu Hyun untuk menemukan bibir mereka.

Ini ciuman mereka yang kedua. Kedua bibir itu memang hanya saling menempel, namun rasanya benar-benar berbeda dengan ciuman sebelumnya karena perasaan yang melingkupi perasaan mereka saat ini. Kyu Hyun juga ia rasakan lebih menenang, ia juga memejamkan matanya.

Tak berlangsung lama, tiba-tiba saja suara dobrakan yang lebih kuat terdengar sehingga membuat Kyu Hyun reflek menyingkirkan So Eun dari atas tubuhnya. Benar saja, ternyata pintu kamar So Eun telah dibuka secara paksa sehingga kini orang-orang tadi bisa masuk.

“So Eun!!” teriak Nyonya-Kim yang terlihat sangat shock. Namun So Eun tak sempat menyahuti ketika Kyu Hyun langsung melompat turun dari tempat tidur begitu para penjaga di rumahnya berniat menangkapnya. Tanpa fikir panjang Kyu Hyun langsung melompat keluar melalui jendela yang berada di kamar So Eun.

OPPA!!”

“HYUUUNG!!”

“KYU HYUN!!”

Entah siapa yang lebih dulu berteriak yang jelas So Eun, Lu Han, dan Nyonya-Cho serentak histeris melihat Kyu Hyun melompati jendela di lantai dua tersebut. Mereka lalu langsung mendekati jendela untuk melihat keadaan pemuda itu.

Oppa…” kali ini So Eun yang bergumam pelan sambil menutup mulutnya melihat keadaan Kyu Hyun di bawah sana. Pemuda itu terbaring tak berdaya di tanah yang dingin sementara kepalanya tampak mengeluarkan darah. Sepertinya terbentur sesuatu ketika tubuh itu mendarat dengan keras.

Semua orang tampak segera keluar menghampiri pemuda itu dengan cemas.

Gadis itu tampak berjalan pelan meyusuri koridor rumah sakit yang terlihat cukup padat. Di tangannya terlihat sebuah bungkusan yang berisi berbagai jenis makanan sementara tangannya yang satu lagi terlihat ponsel. Sepertinya ia tengah memeriksa khabar terpanas di internet saat ini.

“TERUNGKAPNYA RAHASIA BESAR KELUARGA CHO-GROUP.”

“DIREKTUR CHO-GROUP DIDUGA MEMPERLAKUKAN PUTRANYA SENDIRI SECARA TIDAK MANUSIAWI.”

“DIDUGA KARENA AUTIS, CHO KYU HYUN PANGERAN MAHKOTA YANG PULUHAN TAHUN DISEMBUNYIKAN ITU DISEKAP SELAMA BERTAHUN-TAHUN DI BAWAH TANAH”

“CHO KYU HYUN BELUM SADARKAN DIRI SETELAH DUA MINGGU DILARIKAN KE RUMAH SAKIT.”

“SAHAM CHO-GROUP JATUH DRASTIS SETELAH KHABAR CHO KYU HYUN TERUNGKAP. PERUSAHAAN RUGI RATUSAN MILIAR WON.”

“NETIZEN MENDESAK AGAR POLISI MELAKUKAN PENYELIDIKKAN TERHADAP DIREKTUR CHO-GROUP CHO IN HAM.”

So Eun menghela nafasnya pelan dan mengantongi ponselnya kembali. Ia lalu segera membuka pintu bo-egitu ia sampai di depan ruang inap Kyu Hyun.

“O-Oh, Lu Han?” sapa So Eun menyadari bahwa ada seseorang yang saat ini mendampingi Kyu Hyun. Orang yang dipanggil tampak menoleh, tersenyum pada So Eun.

“Hai So Eun. Kau datang lagi menjenguk hyung?”

So Eun tersenyum dan mengangguk sebelum lebih memasuki ruangan. Ia meletakkan barang bawaannya lalu menatap sosok yang tenang terbaring itu.

“Tanpa terasa sudah dua minggu..” So Eun bergumam pelan sambil terus menatap Kyu Hyun. Lu Han menoleh pada So Eun, lalu mengangguk dan kembali menatap Kyu Hyun.

“Ya, sudah dua minggu. Bahkan hyung belum bangun.”

“Dia mungkin hanya kelelahan. Dokter bilang tak ada hal yang serius terjadi padanya selain sedikit shock akibat benturan di kepalanya. Kita harus tetap berdoa semoga ia terbangun secepatnya..”

Lu Han kembali mengangguk, kembali ia menatap So Eun sambil tersenyum halus. Entah apa artinya.

“Oiya, bagaimana keadaan keluargamu?” So Eun bertanya lagi dan menoleh pada Lu Han. Lu Han tampak menghela nafas pelan.

“Sangat kacau.”

“Bagaimana ayahmu? Kudengar beliau… eung..”

“Sejauh ini belum ada tindakan apapun dari polisi. Walau bagaimanapun sejauh ini apa yang terjadi pada Kyu Hyun-hyung adalah kecelakaan dan masuk dalam urusan internal keluarga yang belum bisa ditembus hukum. Entah nanti ketika Kyu Hyun-hyung bangun dan membuat laporan..” Lu Han bergumam pelan.

“Jangan khawatir, aku yakin Kyu Hyun-oppa tak melakukan itu..” So Eun tersenyum padanya. Lu Han menoleh.

“Kenapa kau begitu yakin?”

So Eun tersenyum lagi dan kembali menatap Kyu Hyun. “Karena Kyu Hyun-oppa itu sangat tulus dan pemaaf. Di hatinya tak ada dendam. Mereka juga sangat menyayangi kalian semua..”

Lu Han tercenung, ikut terdiam dan memandang Kyu Hyun ketika So Eun mengatakan itu. Ia lalu menoleh pada So Eun. “Aku senang karena selama ini Kyu Hyun-hyung memilikimu, So Eun. Setidaknya apa yang tak bisa kami lakukan dengan mendampinginya dapat kau lakukan. Terima kasih..”

“Aku tetap temanmu walau bagaimanapun. Tidak, kau sendiri yang menjadikanmu sahabatmu jadi kau tak perlu berterima kasih..” sahut So Eun tersenyum pada Lu Han. Lu Han semakin tersenyum.

“Ya sudah, karena kau sudah disini aku titip hyung padamu. Ada hal yang harus kukerjakan..”

“Baik!”

Lu Han mengemasi barang-barangnya dan bersiap pergi. Ia lalu mengucapkan selamat tinggal pada So Eun sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu.

Ditinggal Lu Han So Eun kemudian mendudukkan diri di samping Kyu Hyun. Ia meraih salah satu tangan Kyu Hyun dan menyentuhkan ke pipinya.

“Sampai kapan oppa mau tidur. Bangunlah, oppa..” bisik So Eun pelan sambil tersenyum miris. Ia kemudian mencium tangan itu dan memejamkan matanya. Air matanya terlihat mengalir dari matanya yang tertutup itu.

Namun tak lama, tiba-tiba ia merasakan gerakkan dari jemari yang digenggamnya. Hal itu tentu saja membuat So Eun sentak membuka matanya.

O-Oppa?” panggilnya. Ia menatap jemari Kyu Hyun di dalam genggamannya yang kian bergerak, sama dengan matanya yang tertutup yang terlihat mulai bergerak-gerak seakan akan terbuka. “O-Oppa, kau sudah bangun? Kau bisa mendengarku?!” So Eun memanggilnya sedikit tidak sabar. Penuh harapan disana.

Karena panggilan itu, gerakkan di beberapa tubuh Kyu Hyun mulai terlihat lebih aktif. Bahkan mata itu perlahan-lahan mulai benar-benar terbuka. Karamel indah yang dikenalnya tampak sedikit ragu-ragu menampakkan dirinya.

O-Oppa, kau bisa mendengarku? Apa kau mengenaliku?” So Eun terlihat begitu senang sampai ia terlihat tak terlalu percaya. Ia tersenyum cemas bercampur harap melihat pemuda itu. “O-Oppa..” ulangnya.

Kyu Hyun, pemuda itu tampak masih sedikit alpa dengan yang ada di sekitarnya. Namun ia mendengar So Eun, karena suara itulah yang terus menyemangatinya bangun beberapa saat yang lalu ketika ia menemukan kesadarannya. Kyu Hyun lantas mengalihkan pandangannya, menatap gadis yang menatapnya was-was itu.

Pemuda itu tersenyum polos dan senang bak anak kecil.

Moonlight…”

❤ TBC❤

Aku tahu pasti banyak yang mikir, “PUT, INI GANTUUUNG!!!”

Tapi aku sengaja memutus ceritanya sendiri untuk readers simpulkan sendiri endingnya dan mulai membayangkan sendiri bagaimana kelanjutannya, hehe.

Sejujurnya FF ini cukup membuatku pusing hehe. Karena selain sempat kehilangan versi pertama yang sudah nyampe 14 halaman, aku sejujurnya masih sedikit sulit mendalami karakter Kyu Hyun yang autis. Penyebabnya ya karena aku masih belum yakin apa autis ini memang begini atau tidak. Sejujurnya dalam hidupku aku hanya sempat kenal satu orang anak yang autis dan aku tidak memiliki banyak memory tentang tindak-tanduk orang tersebut yang aku jadikan acuan untuk menggambarkan seseorang yang autis. Jadilah sample berikutnya adalah PARK SI ON di drama GOOD DOCTOR. Aku berusaha belajar membangun karakternya disana bersama beberapa referensi internet yang kudapat.

Jugaaa, sebenarnya ending awalnya nggak seperti ini. Awalnya aku memilih ending kesukaan prompter – sad ending – dimana aku berencana membunuh Kyu Hyun untuk membuat sadar orang tuanya. Namun diakhir-akhir cerita aku memilih untuk endingnya seperti ini karena menurutku Kyu Hyun layak dapat kebahagiaannya *terhura.

Jadi beginilah hasilnya. Semoga readers semua dan terutama prompter – puspa – menyukainya. Haaah, kini aku hanya mikirin satu FF request lagi. Semoga aku bisa menyicilnya ditengah kesibukkanku bikin project kuliah.

SEE YOU!!

 

 

33 Comments Add yours

  1. Fee mengatakan:

    Okelah,, mungkin emang readers hrs berimajinatif bikin ending.y mau gimana.

    Untung aja kyuhyun g dibuat mati sm author.y
    Kl kyuhyun dibuat mati bkln beda lg crta.y
    Thanks msh sempetin nulis ditengah ksbukan author jd anak kuliahan.
    Next project ditunggu

  2. adelcho mengatakan:

    Berharap endingnya kyuhyun bahagia dg soeun..dan orangtua kyuhyun sadar dan membebaskan kyuhyun

  3. Mothisan mengatakan:

    Kyuppa d kucillkan karna menderita autis,,,,
    Selama ini d simpan akhirmya muncul k publik,,,
    Apa yg terjadi selanjutnya setelah kyuppa keluar bebas dan koma selama 2 minggu,,,

  4. HaeNy Choi93 mengatakan:

    Memang gantung put. Tp di bagian2 lain enggak kok. Seperti perusahaan ayah Kyuhyun yg bangkrut. Dan terkuaknya Kyu sebagai anak Tn Cho. Serta hubungan Luhan dan Soeun yg memabaik. Dan tentunya Kyu yg sadar dan masih mengingat Soeun. It’s oke lah. Q juga udah cukup puas sama endingnya. Menurutku membangun karakter kyu yg autis juga bukan pekerjaan mudah. Jd salut bgt sama kamu. Heheh
    ditunggu karya selanjutnya. Semangat yah put..

  5. wahyuSsoAngells mengatakan:

    kyuhyun ama sso happy ending walaupn hnya dlm imajinasi para reader 😂😂…aku lebih suka yg kyk gni dr pada sama authornya kyuhyun bner2 dibuat mati 😢😢
    mnurutku putri bner2 keren brani ngambil ide cerita bertema org yg mnderita autis padahal untuk karakter kayak gtu susah bgt..putri the best lah 😚😚😚
    pokoknya ttep semangat dtunggu karya slanjutnya…

  6. meon96 mengatakan:

    Jujur aja ya eon… ini krg panjang. hehe🙂
    berimajinasi buat endingnya sendiri.. aku mau imajinasi aja klau kluarga kyuhyun akhirx mengakui kyuhyun di dpn publik. terus soeun nikah deh sama kyuhyun :))
    hahaha.. tpi keren kok ff nya. bikin org yg bca terbawa emosi. yukk eon semangat buat ff lg.. fighting🙂

  7. YhuliSoeun mengatakan:

    Udh end put ?? Yahh sbenar.y bgus jga sih ending.y gini… Tpi boleh dong nanti ada spesial part gitu … *tetep yahh :v *
    ahh sedih tau gak baca ini… T,T kshan kyu… Untunglah smua.y udh ktahuan yah wlau ada dmpak.y … Tpi stdik.y orang2 tau bahwa keluarga cho bukan cuman bertiga tpi brempat… Haahh brharap ada part spesial.y😀

  8. tesya mengatakan:

    Di pikiranku akhirnya soeun happy ending sama soeun lbh baik drpada sad ending. Ceritanya feelnya dpt bgt. Good job kak put 😊😊😊😊😊😊

  9. chosoohyunstory mengatakan:

    sedihnya… kalau di dunia ini ada orang kaya kyuhyyn rasanya gimana ya… Nangisss deh sukses baca ni ff.. buat aku gak gantung kok kyuhyun dan soeun udah sama-sama saling mencintai itu udh jelas dan happy end🙂

  10. mayindrianingsih mengatakan:

    oke lah thor …
    ending versi aku : kyuhyun sadar sebagai laki2 normal dan menjalani kehidupan bahagia bareng keluarga dan soeun wkwk

  11. Mama Nikita widiyati mengatakan:

    Astagaaa…..daebakkkk…..emang endingnya nggantunnnggg bangeeettt….tapi mgkin lbh baik bgini…..apapun yg ditutupi akan terkuak jugaaa….begitupun dg keberadaan kyuhyun…..semoga ada saat dimana semua akan mjd indah bagi kedua pasangan beda sifat ini….kyuhyun dan so eun………aku rasa di sini mereka dapet chemistry yg luar biasa……..

  12. Kim Ra rA mengatakan:

    di beberapa drama dan ff yang sering ku tonton dan baca ada banyak yang end nya gantung yang justru aku suka,

    dan sepertinya kyu sama Sso bisa bersama. dan akhirnya Dunia luar tahu keberadaan kyu. gak nyangka kyu akan melakukan hal senekat itu mendatangi rumah Sso dengan keadaan marah dan panik. pokoknya Ending nya Keren banget dech Suka banget
    sempet mikir juga Kyu gak akan selamat tapi untunglah gak kejadian. Luhan juga sepertinya udah bisa nerima semuanya….

    see you next Story ^_^

  13. shafa nazila mengatakan:

    Secara gak langsung kehidupan kyuhyun sama so eun berakhir dengan happy ending, walau cuma ada di imajinasi para reader dan ini lebih baik dari pada kyuhyun harus mati, seumur hidup dia belum pernah ngerasaain kebahagiaan.. Akhirnya keberadaan kyuhyun di ketahui publik walau ayahnya harus di penjara tapi setidaknya setimpal sama apa yang dilakuinnya. Ditunggu ff lainnya yang bakal bikin readers penasaran sama ceritanya dan bakal seneng kalo bacanya ^^

  14. anna mengatakan:

    Wuaa untg putri ga mmbt kyu tewas klo ga bnr2 tmbh bkin shock&tragis bgt nasib kyu,,tntu sj kyu mmg hrs mrskn kbhgiaan jg donk n adany sso disampingny

  15. hellolina97 mengatakan:

    nah kann, KyuSso udh pada suka gitu. tp sepertinya Kyuhyun nggk paham sama perasaan yg dia rasakan saat ini😦
    huaa😥 kok jahat sih ayahnya Kyuhyun ._. anak sendiri di rantai gituuuu, kyuhyun mau ngucapin selamat ulang tahun aja nggk dibolehin😦 !!!
    kyu :O kenapa lompat.
    syukurlah Kyuhyun sadar dr tidur panjanynya🙂
    masih bingung apa yg kupikirkan untuk selanjutnya :s

  16. safriyanti mengatakan:

    Hwaaaaaaa,,,,
    Kyu mlai mrskan praaan lain trhdap sso,,,
    Trnyta tdk hdir,a sso bsa buat kyu ngmuk,,,
    Ekspresi kyu yg cmburu tmpak bgtu jlas,,,
    Inti,a kyusso brsma dh ckup,,,

  17. kristienuuna mengatakan:

    Nah lhooh..
    Kejem bgt itu keluarga na Kyu Oppa..
    Moga ajah setelah ini mereka bisa lebih manusiawi memperlakukan Kyu Oppa..
    Cuma Soeun yang bisa mengerti Kyu Oppa..
    Aku G mau mereka d pisahkan.. G reLa..
    😢😢😢😢😢

  18. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Huh…
    Gpp ko’ Uni endingnya kya’ gini..
    Gpp..😀😀😀
    malah lebih seru gantung begini xixixiixix..
    Ehhh.. Tp itu bacaanya “TBC” ?? O.o
    ko’ gak The End ??

    Aigoo….
    Ternyata Kyuhyun jg bisa cemburu T.T
    sedih banget pas bagian Kyu dibohongin eommanya…😥😥😥😥😥

  19. sumpah ya put ,ini ff bkin nyesek dan ga kerasa keluar ne air mata ,

    di sini karakter kyu lumayan cocok tapi ini satu2 nya peran kyu yg menyedihkan ,,biasanya karakter kyu selalu kuat atau berkuasa ,,

    meski endingnya gantung tapi udah cukup puas sma akhirnya ,,

    aaaaa sumpaaah ne ff sngat menguras emosi smpe bingung mo ngomen apa ?!

  20. Esaa mengatakan:

    Sekarang gada alasan lagi buat Kyuhyun hidup di bawah tanah, oke segitu juga udah cukup buat aku…

  21. yuliaseptiani mengatakan:

    Meskipun disini kyu peran ny jadi autis tpi ttep suka banget n ngerasa kasian sama kyu , semoga kyusso bersma n keluarga kyu mengakui kbradaan kyu 😊

  22. Rani Annisa mengatakan:

    di part ini bener-bener membuat perasaan campur aduk banget,, karena ada bahagianya juga ada sedihnya…

    Wah apa kyuhyun bakalan sembuh dari penyakit autisnya,, dan dia bisa bersama so eun???

    Penasaran banget sama endingnya,, ditunggu part selanjutnya😉

  23. shaneyida mengatakan:

    Akhirnya sso mengakui persaannya dan dia menemui kyu d saat kyu juga merindukannya… Di sini kek ada harapan buat mereka tp ortu nya kyu punya cr tersendiri uuuuuu, kyu juga manusia walou autis tp dia punya hati ..dia jg iso punya perasaan ..
    Msh tBc eee kedip3 k puput *cacingan*
    Drpda (º̩̩́• ̯•º̩̩̀)” saad ending mending yg kek gini put :* ..cos di part 3 ini ke bawahnya …sesek napas kakak ..aaaaa mewekkkkk apalgi klo kyu mati aaaaaa kakk g mau koment uuu *plakk d tendng puput k jamban*😦
    Td dh was2 ketika kyu terjun tak kira mati thunya syukurlah msh selamat ..terharu ngeliat endingnya sso setia mendampingi kesdraan kyu…geli juga ketika kyu membuka mata dia senng kek anak kecil nyebut nama moonlight <3<3 … , puput t klo bikin ff slalu iso memperngharui mood aye

    Mewek bgt pas kyu dtang krumah soeun menuntut janji soeun.. Dan dia ngamuk3 d tambah sso yg menyadrkan dia dr kesetanan itu … Aye ikut terlarut ..terlarutnya krna kesian ma kyu harus d gituin ma kel nya udeh itu ga iso merasa bahagia ma orng terksihnya …
    Tadi dah banyak yg mau d klurkan ocehan yg ada d otak kk ..mau ngeriview story jd blanks smua .. Krna mewek😥 terbwa arus mudik kakk put *eoh* ..onew pun dh banjir dg ingus nya kakk -_-
    Pokoknya endingnya kakk sukaa banged …bahagia n terharu :*
    Ff puput slalu yg terbaik .. Walopun kk g suka yg sedih3 tp story puput yg paling the best (y)

  24. Luki Windiati mengatakan:

    Anyeong eonni… Aku suka bca ff eonni. Dan aku dpt pemberitahuan klo ada ff baru. Tpi aku gak dpt ff part 1nya. Boleh minta linknya ??

  25. vaaani mengatakan:

    akhirnya kyu diketahui byk pihak jg,,,
    kpalanya trbentur smga kasih efek baik ke dirinya
    mungkin dsni autis nya ringan put,,,, krna ini kyu masih normal cm ada sindrom anaknya yg mayor
    untung gk dmatiin,, ntr kluarga nyesel
    lbih baik khilangan harta drpd khilangan jiwa aplg ank kandung
    kyu jg mengesankan 25th dipasung bs merasakan dan menilai kluarga tp tetep cinta keluarganya
    pd akhirnya superrrr skali karena endingnya hahaha iya d gantung,,,, dan biserahkan k readers,,,, asiiiik

  26. tri mengatakan:

    Oh my good…untung kyu sadar…walau ceritanya menggantung tp tetep asyik diikuti ceritanya

  27. park angel mengatakan:

    Aish…ternyata tbc
    Kirain udah selesai, ayo donk saeng di percepat part selanjutnya
    Mudah2an kyu tetap ingat sso trus bisa pulih seperti manusia normal umumnya

  28. AiSparkyu mengatakan:

    Ach brharap endingnya happy antra kyusso,,gntung pnsran gmna nsib kyu stlah bebas,,hbngan sso ma luhan mmbaik,,akhirnya kyu dpat pngakuan jga ,,kren thour crtanya

  29. Luthfiangelsso mengatakan:

    Yaa ampun di part ini aku ngerasa keluarga cho kejam bgt sama kyu sampe” air mata aku keluar..abang kyu yg malang sabar ya bang sedih bgt sih.
    ya ampub endingnya kaya di drama” aja yaaa bikin prngen nambah satu part lagi haha😀

  30. andri susilowati mengatakan:

    huhuhu miris bgt bacanyalah. dikucilkan disembunyikan identitasnya hny krn memiliki kekurangan.
    hua nasib kyuhyun harus diberlakukan secara tidak adil sm kluarganya,
    dan untunglah semua terungkap. walau endingnya kyuhyun juga harus menderita tapi salut sm kyu.

  31. Miani Caledupha mengatakan:

    hwaaaaaa ini gantung pake bangat… tapi gpp pasti happy ending. kan kyuppanya bangun…dia juga masih memanggil moonlight

  32. rizki mengatakan:

    bagus banget, aku suka sma karakter mereka di cerita ini, cuman agak kasian ama kyuhyun sih,, biasanya kyuhyun kena cast yang sempurna atau bagus, tpi sekarang dia malah ada kurangnya,, tpi nggak papa,, ceritanya jdi laen,,, ditunggu lanjutanya….

  33. kyunnie28 mengatakan:

    Hola sist,,salam kenal.aq ijin ikut nimbrung bc ceritany ya..mian,lgsg komen d part trakhir.

    btw,,ceritanya keren.ga bs bayangin kyuhyun yg biasany angkuh jd penderita autis.tp mgkn ga seutuhnya autis.
    ckp puas dg endingny,,meskipun “TBC”ny ngegantung.
    diimajinasiq kyuhyunny jd sembuh dr sakitny,,& bs meraih kebahagiaan ny brsama so eun.
    buah dr penderitaanny slm 25th.bolehkan aq bpikir spti it??? 😊😊😊😊😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s