~ [Oneshot] Angel (Kim So Eun’s Birthday Event) ~


SE ANGEL

Title       :               Angel

Author  :               PrincessClouds/@helloputri228

Genre   :               Fantasy, Friendship

Length :               Oneshoot

Rated    :               PG-15

Main     :               Kim So Eun – Cho Kyu Hyun – Lee Hyuk Jae (Eun Hyuk) – Lee Dong Hae – Kim Jong Woon (Ye Sung)

Recommended Song:    Simply Beautiful by. Super Junior

Warning:             Typo(s), alur cepat.

*Angel*

Hari terlihat mulai gelap karena beberapa menit yang lalu matahari telah pamit keperaduannya bersama cahayanya yang keemasan. Langitpun juga terlihat tak bersahabat karena ia seperti ingin menumpahkan hujan, belum lagi angin kencang dan petir yang mulai sahut bersahutan dengan penuh ancaman. Semua itu membuat semuanya sedikit mengerikan apalagi di salah satu sudut jalanan disekitar pantai Kaanapali, Hawaii.

Tempat yang terkenal dengan keindahannya itu entah mengapa begitu sepi hari ini seakan semua orang tahu bahwa cuaca buruk yang tiba-tiba ini akan terjadi. Tidak ada satu kendaraanpun yang berlalu lalang, atau… nyaris tidak ada, karena sebuah mini bus sedikit tua adalah satu-satunya yang terlihat. Mobil itu melaju cukup pelan di tengah kegaduhan menandakan sang pengemudi bukan orang yang biasa melewati jalanan yang diapit perbukitan dan pantai itu.

“Tch, apa-apaan ini? Kenapa dari cerah bisa langsung berubah mencekam begini?” bukannya bahasa inggris namun keluhan seperti bahasa dari Negara ginseng terdengar. Orang yang mengeluarkannya juga adalah seorang pemuda Asia yang mewarni rambutnya brunette. Melirik sekitarnya dengan cukup ngeri dan waspada.

“Itu sebabnya tadi kusarankan agar kita kembali ke rumah pantai sebelum gelap. Tapi kalian tetap bersikukuh untuk pergi setelah sunset.” Pemuda berambut blonde yang kini sibuk mengemudikan mobil menyahut. Pandangannya masih saja lurus ke depan dimana ia terlihat sangat berkonsentrasi.

“Masalahnya tidak ada dari kita yang menyangka kalau cuacanya benar-benar berubah ekstrim begini. Apalagi kau lihat sendiri bukan, pagi ini? Ramalan cuaca bahkan memperkirakan kalau hari ini akan sangat cerah. Siapa menyangka kalau sangat bertentangan begini..” sahut pemuda berambut brunette tadi lagi.

“Juga, apa kalian merasakan kalau mobil tua itu begitu sangat pelan?” Pemuda berambut hitam kecokelatan yang sejak tadi diam di bangku belakang ikut bersuara. “Aku bahkan khawatir kalau badai disana akan menerbangkannya atau membuatnya mogok di tengah jalan.”

“Mau bagaimana lagi. Ini adalah satu-satunya yang bisa kita sewa dengan budget jalan-jalan kita. Kecuali kalau kau mau kelaparan selama dua minggu kita disini..” pemuda berambut hitam satunya menyahuti ucapan rekannya. Mendatangkan desahan pelan dari pemuda berambut cokelat tadi.

“Iya, tapi ini benar-benar beresiko. Mobil ini benar-benar sangat sulit dikendalikan apalagi di tengah medan jalan seperti ini..” sela sang pengemudi yang memang terlihat cukup kesulitan untuk melajukan kendaraan tua itu. Berusaha sangat berhati-hati.

“Pelan-pelan saja, Hyuk. Kalau terlalu dipaksa malah akan sangat beresiko. Nanti dia malah berulah dan membuat kita terjebak disini..” ucap pemuda berambut brunette itu lagi. Dimana diangguki oleh teman-temannya yang lain.

Tiba-tiba keadaan terlihat tambah menakutkan ketika angin diluar terdengar begitu kencang dan petir malah saling bertautan. Rasanya juga semakin buruk begitu mereka merasakan mobil itu ikut bergerak karena angin yang sangat kencang. Kilatan petir terlihat di setiap sudut dan menggelegar sangat keras.

“Astaga… ini sangat menakutkan..” seru pemuda yang berambut hitam mendesis kedinginan. Teman-temannya juga tampak berusaha mengeratkan pakaian mereka walau yang ada hal itu percuma mengingat mereka hanya memakai baju yang tipis mengingat ini musim panas.

“Lagipula kenapa hanya kita yang berada di sekitar sini? Aku benar-benar ngeri.” sambung pemuda kecokelatan mengigil kedinginan.

Tak lama suara terdengar lebih menakutkan sehingga memaksa pengemudi berambut blonde itu menghentikan mobilnya ketika rasanya tak mungkin dilanjutkan. Petir menggelegar lebih kencang bersama badai yang mengamuk dari segala penjuru hingga membuat mobil itu bergerak-gerak cukup kencang karena tertiup angin. Keempat pemuda itu kini terlihat menutup telinga mereka dan sedikit merunduk menghindari segala kemungkinan yang menakutkan.

“Sial, ini baru hari pertama liburan kita. Aku tidak bisa mati disini!” teriak sang pemuda berambut blonde menutup kedua telinganya rapat.

“Tak ada siapapun yang mau mati, bodoh!” teriak pemuda brunette di sampingnya.

“Tch, bukankah daripada menyerapah kalian berdua harusnya berdoa?! Berhentilah memperkeruh suasana!!” pemuda yang berambut cokelat terdengar tak mau kalah dimana itu adalah ucapan terakhir mereka sebelum benar-benar meringkuk di dalam mobil. Menahan amukan alam di luar yang rasanya tak pernah semenakutkan ini sebelumnya.

Semuanya benar-benar menakutkan seakan dunia sedang dalam masa penghancuran. Suara yang terdengar diluar benar-benar menakutkan dan memekakkan telinga di saat bersamaan. Hal itu membuat kelimanya tidak bisa berbuat apa-apa selain meringkuk di dalam mobil tua itu.

Hingga, di suatu titik sesuatu lebih mengagetkan keempatnya terjadi ketika sesuatu menimpa bagian depan mobil mereka dengan keras. Hal itu membuat mobil itu terguncang sangat kuat hingga sedikit bergeser dari tempatnya semula. Namun seperti itu adalah klimaks dari semuanya, karena tiba-tiba setelah suara benturan itu suasana terlihat lebih terkendali. Suara petir dan angin yang mengamuk tadi tiba-tiba mulai tak terdengar hingga hilang sama sekali meninggalkan kesenyapan.

Keempat pemuda itu mengangkat wajah mereka takut-takut. Melirik sekitar dengan cukup waspada seakan tak percaya bahwa hal menakutkan tadi telah berakhir. Namun melihat dari kaca jendela dimana malam terlihat lebih bersahabat mereka mulai terlihat meyakininya.

“Apa yang terjadi? Aku bersumpah cuaca di sini ini seperti penyakit bipolar..” gumam laki-laki berambut hitam sambil mendudukkan dirinya kembali ke tempat duduk. Sedikit ragu ia menggerakkan jemarinya untuk membuka kaca mobil. Angin yang sejuk dan terkesan damai segera menyapu wajahnya.

“Benar, lihat… bahkan kini semuanya seperti tak pernah terjadi. Langit menjadi cerah dan mulai menunjukkan bulan dan bintang…” sambung pemuda berambut cokelat di sampingnya sambil membuka kaca di sampingnya juga.

“T-Teman-teman..” sang blonde bersuara, membuat keduanya menoleh lagi ke depan dimana mereka baru menyadari dua teman mereka yang duduk di depan belum bersuara.

“A-Apa itu?” Tanya pemuda yang berambut hitam itu kaget. Ia baru menyadari ada sesuatu yang kini berada di bagian depan mobil mereka sehingga menghalangi pandangan ke depan sepenuhnya. Sepertinya itulah yang tadi menimpa keras bagian mobil mereka ini.

“Sepertinya ada pohon tumbang yang menghantam mobil ini..” pemuda yang duduk di samping kemudi bersuara.

“Sial, apa maksudnya kita baru saja merusak mobil sewaan ini?” pemuda berambut cokelat menyahut cepat.

“Sepertinya begitu. Tapi bukan itu masalah kita sekarang, kita bahkan tak tahu apa mobil ini masih berjalan atau kita akan terjebak semalaman disini.”

“Apa?”

“Ayo periksa keluar.” Pemuda berambut blonde itu membuka sabuk pengaman. Ia lalu membuka pintu dan segera keluar. Meninggalkan teman-temannya yang tampak masih ragu keluar dari mobil setelah kejadian tadi.

“Kalau mogok disini bisa gawat. Aku benar-benar tak melihat satu mobilpun selain kendaraan tua ini..” ujar si rambut brunnete mendesah berat.

Sementara itu diluar pemuda satu-satunya yang turun tampak berjalan untuk memeriksa benda yang kini menghimpit mobil mereka. Hanya dua langkah, karena tak lama ia terpaku begitu matanya menangkap lebih jelas benda besar itu. Ia seperti menatap tak percaya.

“Apa yang kau temukan, Hyuk?” Tanya pemuda berambut cokelat sambil melongokkan kepalanya menuju rekannya itu. Namun pemuda blonde itu tak menyahut karena ia masih menatap panjang apa yang saat ini dilihatnya. “Eun Hyuk!” ulang pemuda berambut kecokelatan itu lebih keras. Namun lagi-lagi tak ada sahutan seperti pemuda di depannya tidak mendengarnya.

“Dia kenapa?” Tanya pemuda berambut hitam. Ketiga pemuda itu tampak sama-sama memutuskan keluar setelah itu untuk memeriksa sendiri apa yang membuat temannya seperti tak sempat berkata-kata.

“Ap—“ pemuda berambut brunette itu sempat bersuara dengan bosan ketika ia baru sampai diluar. Namun suaranya itu seperti teredam tiba-tiba ketika matanya menangkap sendiri jawabannya. Hal yang kemudian membuat ketiganya bergabung dengan temannya yang tadi yang tak sempat berkata-kata melihat apa yang di depannya.

Karena bagaimana tidak, ada sosok misterius yang terbaring di depan mobil mereka itu. Sosok itu dilingkupi cahaya putih yang meredup dengan dua sayap yang terkepak di kedua sisi tubuhnya. Satu terbentang begitu saja di jalan raya, sementara satunya terjulur hingga menutupi kaca depan mobil mereka.

Menyadari kehadiran mereka, sosok itu tampak sedikit bergeming. Sedikit susah payah ia melirik lemas ke empat anak manusia yang tampak sangat shock di depannya. Sekuat tenaga ia mencoba bersuara, “T-Tolong… S-Selamatkan aku…” pintanya dengan nada lelah. Hal itulah membuat keempatnya kembali dikagetkan dan seperti sedikit tersadar.

“Y-Ya tuhan…” pemuda berambut hitam itu bereaksi untuk pertama kali. Dimana ketiga temannya masih tak bergeming dan belum dapat mengeluarkan satu suarapun.

“H-Ha.. H-Hati-hati..” pemuda berambut cokelat itu berseru ragu, melirik dari depan pintu ketika sosok putih itu membaringkan tubuh lemahnya di tempat tidur. Mereka cemas, namun walau begitu nyatanya tidak ada dari keempat pemuda itu yang berani mendekat ke arah sosok yang bahkan kedua sayangnya saja memiliki ukuran melebihi tempat tidur di ruangan itu. Keempatnya terlihat masih takut-takut dan belum sepenuhnya percaya dengan yang terjadi.

“A-Apa tak apa-apa?” Tanya pemuda berambut blonde. Gilirannya kini yang bertanya resah pada sosok yang terlihat sudah lebih menyamankan dirinya di atas tempat tidur itu.

“H-Hum.. tidak apa-apa..” sosok yang cenderung mempunyai fisik seperti seorang perempuan itu menyahut. Ia memberikan senyumannya pada keempat pemuda yang terlihat masih takut-takut mendekat padanya walau telah membantunya kesini. “Maaf telah merepotkan..”

Keempatnya tampak saling bertatapan. Terlihat mereka masih tak punya petunjuk dengan apa yang terjadi walau tiga puluh menit sudah mereka dikagetkan dengan kehadiran sosok ini. Wajah mereka masih terlihat pucat, mereka juga masih ragu-ragu dan takut walau hanya bersuara.

“Jangan takut.. aku tidak menyakiti kalian..” sosok itu tersenyum kembali dengan lembutnya. Hal yang membuat keempatnya terdiam terpana menatap sosok itu. Cantik, ya… bahkan sangat cantik dan paling cantik diantara semua wanita yang pernah mereka temui. Hanya saja keadaannya masih terlalu mengagetkan hingga keempatnya lebih memperdulikan logika mereka sendiri daripada fisik sosok itu saat ini.

“S-Sayapmu.. terluka..” pemuda berambut brunette itu bersuara. Tangannya terlihat sedikit bergetar ketika menunjuk dua benda yang bergerak-gerak pelan di kedua sisi sosok itu.

“Ya. Itu sebabnya aku tak bisa kemana-mana. Aku tidak bisa terbang..” sosok itu menyahut sedih sambil melirik kedua sayapnya. “Tubuhku juga lemas. Aku juga tidak merasakan kekuatanku..”

Keempatnya kembali saling menatap satu sama lain. Perasaan ragu masih terlihat di wajah mereka. Difikiran mereka mungkin sedang tercipta kebimbangan yang sama.

“H-Hum… apakah ada yang bisa kami lakukan untuk itu? Membersihkan lukanya… m-misalnya..” pemuda yang daritadi diam mulai bertanya, melirik ragu sosok indah itu.

“Tidak. Luka ini tidak sama dengan luka manusia jadi tidak bisa diobati seperti itu..” sahutnya sambil kembali tersenyum. “Kita hanya perlu mendiamkannya hingga seiring waktu perlahan mereka akan pulih..”

“B-Begitu..” mereka menyahut sambil masih curi-curi tatapan satu sama lain.

“Oiya, perkenalkan kami adalah—“

“—Aku tahu..” gadis itu memotong ucapan pemuda berambut kecokelatan. Dimana membuat keempatnya kembali melirik bingung padanya yang selalu tersenyum. “Kau adalah Lee Dong Hae, kau adalah Kim Ye Sung, kau adalah Lee Eun Hyuk, dan kau Cho Kyu Hyun..” ia melirik mereka satu persatu. Merurutkan dari kanan dari pemuda berambut kecokelatan tadi, bergeser menuju pemuda berambut hitam, lalu menuju pemuda yang berambut blonde, dan yang terakhir pemuda berambut brunette. Hal itu membuat keempatnya kembali terpana.

“B-Bagaimana kau bisa tahu?” bingung pemuda berambut brunette yang bernama Cho Kyu Hyun. Gadis itu hanya menjawabnya dengan senyuman kecil.

“Aku tahu segalanya tentang bumi ini..”

Keempatnya kembali saling bertatapan. Banyak hal mungkin yang berseliweran di fikiran mereka namun mereka hanya menahannya.

“Lalu kau sendiri… siapa?” Tanya Eun Hyuk, sang pemuda yang mewarnai rambutnya menjadi blonde. Ia sebenarnya telah menahan pertanyaan itu sejak tadi namun akhirnya ia mulai berani mengeluarkannya.

“Itu rahasia karena aku bisa terkena masalah kalau memberitahukannya. Tapi yang jelas aku ini berasal dari tempat yang tidak diketahui oleh manusia dan aku sama sekali tidak jahat. Manusia sering menyebutku sebagai Angel..

A-Angel?” keempatnya menyahut serentak. Sang Angel tersenyum geli dan mengangguk.

“T-Tapi kalau kenapa kau tiba-tiba datang ke bumi? Juga, kenapa kau terluka?” pemuda berambut hitam yang bernama Kim Ye Sung mulai mengangkat suaranya lagi. Ketiga temannya yang lain menganggukkan kepalanya karena mereka juga ingin menanyakan hal yang sama.

“Di langit ada dua jenis kerajaan yang bertahta yaitu kerajaan hitam dan kerajaan putih. Kerajaan putih dihuni oleh para pure angel, sementara kerajaan hitam didiami oleh para dark angel. Kami ingin melindungi bumi dan manusia, sementara para dark angel ingin memusnahkannya dan menguasai manusia. Oleh sebab itu kami sering bertarung. Tadi aku bertarung dengan salah satunya, namun dia punya kekuatan yang lebih dariku sehingga itu sebabnya aku kalah dan jatuh ke bumi..”

“Kalian sering bertarung tapi kami tidak mengetahuinya?” Dong Hae bertanya tak yakin. Sang Angel mengangguk.

“Sebenarnya kalian bisa mengetahuinya ketika kalian melihat bumi mulai terasa tidak bersahabat seperti semalam. Ketika petir menyambar maka disaat itu kami bertarung. Sebenarnya kejadian ketika ada dari para Angel yang jatuh ke bumi juga bukan yang pertama kalinya. Hanya saja mereka bisa langsung menghentikan waktu selama beberapa saat sehingga manusia tidak menyadarinya. Itulah kesalahanku semalam, karena aku tidak sempat menghentikan waktu ketika aku terjatuh hingga itu sebabnya kalian mengetahui kehadiranku..”

“Wah..” keempatnya bergumam tak percaya. Mencoba membayangkan hal yang tak tercerna logika tersebut.

“Tapi… apakah para Angel memang berbahasa korea seperti dirimu? Wajahmu juga… terlihat seperti gadis korea?” Cho Kyu Hyun kembali bertanya dimana sang Angel kembali tersenyum dibuatnya.

“Sebenarnya aku saat ini berbicara dengan bahasa Angel­-ku, namun kalian mendengarnya seperti aku berbicara dengan bahasa yang kalian mengerti. Begitupun dengan kalian, apapun bahasa yang kalian ucapkan aku memahaminya seperti aku mendengar bahasa yang kami gunakan. Hal ini terjadi untuk semua mahluk yang menghuni bumi..”

“Maksudmu kalau kau tadi bertemu dengan manusia yang berasal dari Amerika maka kau juga akan berbicara dengan bahasa inggris, begitu?” Ye Sung menyela.

“Benar. Begitu juga fisik yang kalian lihat ini. Sekarang aku memiliki fisik seperti gadis dari Negara tempat kalian berasal. Aku akan memiliki sosok yang berbeda kalau aku bertemu dengan manusia dari Negara yang berbeda..”

“Wah, pasti akan menarik kalau kau bertemu dengan beberapa orang yang tak punya kebangsaan yang sama.” Eun Hyuk bergumam.

“Tidak sama sekali karena semuanya menurut sudut pandang setiap pribadi. Bahkan ketika pelukis hebat melukis wajahku saat ini dan menunjukkannya secara bersamaan kepada orang yang berasal dari tempat yang berbeda maka mereka akan melihat sosok yang berbeda juga darisana. Begitulah para Angel menciptakannya…” sang Angel menjawabnya sabar.

“Apa ada kemungkinan saat ini kami melihat sosok yang berbeda dari dirimu?” Tanya Dong Hae. Sang Angel menggeleng.

“Tidak. Karena kalian dari Negara yang sama maka kalian melihat wajah yang sama. Wajah ini tidak ada di korea karena wajah ini adalah hasil karya terbaik dan paling sempurna yang hanya diberikan pada para angel..”

“Begitu? Pantas kau indah sekali..” Kyu Hyun bergumam lagi, terdengar tak terlalu sadar. Namun ketiga temannya tampak menyetujuinya dan mengangguk. Sementara itu sang Angel hanya tersenyum mendengarnya.

“Hey, coba pukul wajahku?” Kyu Hyun menepuk pundak Ye Sung ketika mereka baru saja keluar dari rumah pantai yang mereka tempati selama liburan. Dimana Ye Sung langsung memberikan tatapan aneh padanya.

“Huh?”

“Aku bilang pukul saja.” Kyu Hyun mengulang sedikit bosan. Sementara Ye Sung menyipitkan mata padanya sebelum mengepalkan salah satu tangannya. Tangan itu kemudian melayang ke wajah Kyu Hyun. Cukup keras.

“Aww..” Kyu Hyun mengaduh memegangi pipinya. Namun ia tak marah, ia hanya mengerjap-ngerjapkan matanya seperti orang bodoh. “Jadi ini semua nyata?” tanyanya pada dirinya sendiri. Ketiga temannya mendesah mendengarnya.

“Ya, sepertinya ini benar-benar nyata. Karena kalau tidak mungkin sekarang kita berempat sedang berada di mimpi yang sama..” Eun Hyuk menyahut pelan. Ikut menghela nafasnya ketika ia mendudukkan dirinya di hamparan pasir yang kering begitu saja. Ketiga temannya ikut mendudukkan diri di sampingnya.

“Tapi ini sulit dipercaya. Aku benar-benar tidak akan pernah percaya..” Dong Hae ikut bersuara. Menggumam pelan.

“Selain itu, kita juga dihadapkan pada masalah yang baru…” Ye Sung yang duduk paling pinggir ikut bersuara pelan, sementara matanya masih menatap lautan di depan mereka. “Seperti yang kita rencanakan kita datang liburan kesini dengan dana yang pas-pasan. Kejadian tadi telah membuat mobil sewaan itu rusak sehingga kita pasti harus membayarnya yang kemungkinan tidak sedikit. Hal itu berarti kita akan kesulitan dengan uang makan kita selama dua minggu disini..”

“Astaga, kau benar..” Kyu Hyun menoleh padanya, tampak baru kaget karena baru menyadari. “Dari awal kita memang merencakan liburan gila dimana kita membawa uang secukupnya dengan masa liburan yang cukup panjang. Dengan ini terjadi maka kita dalam neraka. Kita bahkan bisa terjebak tak bisa pulang.”

“Dan kalian tahu? itu bukan satu-satunya..” Dong Hae ikut bersuara dan melirik rekan-rekannya. “Sosok di dalam adalah creature yang kehadirannya tidak boleh diketahui oleh siapapun yang berarti kita harus menyembunyikannya hingga ia pulih kembali. Hal itu berarti kalau sampai ketahuan, kita bisa terjebak masalah hukum disini..”

“Juga jangan lupakan kalau dia dalam keadaan terluka dimana ia hanya bisa sembuh hingga waktunya tiba. Pertanyaannya, sampai kapan? Kita bahkan tak bisa disini lebih dari dua minggu. Bagaimana kalau waktu pemulihannya mengambil waktu yang lebih lama daripada itu, apa yang harus kita lakukan?” ujar Eun Hyuk menambahkan, membuat ketiga temannya mendesah menahan nafas. Merasakan kepala mereka sakit tiba-tiba memikirkannya.

“Ini benar-benar masalah serius…”

Sementara tanpa mereka sadari sang Angel yang berada beberapa meter di dalam rumah pantai yang mereka tinggalkan dapat mendengarkan pembicaraan mereka dari kamar yang ditempatinya. Sosok indah itu mendesah, merasa bersalah atas masalah yang ditimpakannya pada keempat anak manusia itu.

Keramaian terlihat di salah satu sudut jalanan dekat pantai Hawaii. Beberapa orang terlihat mengerubungi sesuatu dengan wajah penasaran. Beberapa orang polisi juga tampak berjaga untuk melarang orang-orang itu semakin mendekati garis polisi.

Tak lama sebuah mobil sedan terlihat berhenti disana. Seorang polisi terpangkat Letnan terlihat keluar dari tempat itu. Ia kemudian segera melintasi garis berwarna hitam dan kuning itu mendekati beberapa petugas lainnya yang tengah bekerja.

“Apa yang terjadi?” tanyanya dengan bahasa inggris yang native. Salah satu petugas yang ditanya memberi hormat padanya.

“Selamat datang, Letnan. Beberapa jam yang lalu beberapa warga melaporkan tentang adanya bulu yang aneh yang mereka temukan. Kami sedang berusaha menyelidiki.”

“Lalu?”

“Beberapa serpihan kaca mobil seperti tanda setelah terjadinya kecelakaan juga ditemukan.”

Polisi muda itu menghela nafas. Ia kemudian berjalan menuju dimana para forensic dan fotografer kepolisian mengabadikan foto. Pandangannya cukup serius melihat beberapa potong bulu yang memang terlihat janggal dari yang pernah ada. Disampingnya terlihat beberapa pecahan kaca dari lampu mobil depan. “Apa tidak ada perkiraan ini bulu binatang apa? Mungkin seperti burung-burung besar seperti Kondor atau Rhea?”

“Sejauh ini tetap belum ada yang mendekati, Letnan. Karena tidak ada bulu dari burung-burung itu yang setebal dan sebesar ini. Tapi pemeriksaan lebih lanjut mungkin akan memberi jawaban lain..”

Letnan muda yang bernama belakang James itu tampak semakin mendekat setelah menarik sepasang sarung tangan. Ia mengambil salah satu bulu tersebut, memperhatikannya cukup teliti sebelum mendekatkannya ke hidungnya. Dahinya sedikit mengerut mencium aroma yang tak biasa darisana.

“Aroma yang cukup aneh. Aroma seperti itu bukan seharusnya dimiliki hewan namun menjadi elemen untuk parfum..” salah satu tim forensik menyela. Sang letnan menoleh padanya.

“Apa ada kemungkinan ini pekerjaan manusia yang sengaja meletakkannya?”

“Mungkin bisa begitu. Kita perlu mengkaji ulang semuanya..”

“Bagaimana dengan mobilnya? Apa bisa diidentifikasi jenis mobil dilihat dari lampu mobil?”

“Sejauh ini belum bisa, Letnan.”

Sang Letnan menghela nafas, ia kembali berdiri dan melepas sarung tangannya. “Ada keterangan bantuan?”

“Tidak, hanya saja beberapa penduduk setempat mengatakan bahwa berkaitan dengan hujan badai semalam sesuatu yang aneh terjadi. Mereka mendengar seperti suara ledakan yang sangat kuat sebelum hujan reda sama sekali..”

“Bisa saja itu petir.”

“Mungkin, namun itu terdengar seperti ledakan. Awalnya mereka mengira terjadi sambaran petir atau ada meteor yang jatuh namun tak ada apapun yang ditemukan selain beberapa batang bulu raksasa ini..”

“Ini memang sesuatu yang tidak terlalu serius namun kita tetap harus menyelidikinya demi ketenangan penduduk. Periksa CCTV dan kumpulkan keterangan sebanyak-banyaknya. Kita harus mengetahui benda apa ini sebelum semua warga mulai menyebar aneh yang menyebabkan orang-orang takut berkunjung ke Hawaii..”

“Periksa CCTV, cari tahu apa ada mobil yang melewati jalan ini dengan keadaan mobil yang terlihat aneh. Kalau perlu periksa CCTV milik penduduk lainnya yang mungkin mereka detik-detik jatuhnya objek..” begitulah ucap sang Letnan, sebelum pada akhirnya ia kembali menuju mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

“Kita kehabisan semua uang makan kita untuk membayar uang sewa mobil. Beruntung jumlahnya tidak lebih banyak sehingga kita tak perlu harus mengorbankan uang untuk membeli tiket pesawat untuk pulang…” Ye Sung mendesah pelan, ia mendudukkan tubuhnya ke bangku yang terletak di salah satu taman di pusat kota. Kyu Hyun terlihat menyusul di sampingnya.

“Benar, tapi tetap saja kita tak bisa menghindari masalah kita untuk bertahan selama dua minggu disini. Kita mau makan dengan apa?”

Ye Sung menghela nafas, terlihat menimang-nimang sesuatu dalam fikirannya. Hingga tak lama setelah cukup yakin ia melirik Kyu Hyun. “Aku bukannya egois tapi.. sepertinya kita harus memikirkan ulang rencana untuk menampung Angel itu. Maksudku… kita hampir tak mungkin untuk menjaganya dalam keadaan seperti ini.”

“Sejujurnya aku juga berfikir begitu tapi masalahnya apa jalan terbaiknya. Dia tidak bisa terbang dan untuk menitipkannya kepada yang lain juga tidak mungkin. Jika orang lain tahu maka dia dalam masalah yang sangat besar..”

“Benar. Tapi kalau begini bisa-bisa semuanya menjadi berantakan. Kita mungkin akan mati kelaparan di Negara orang ini. Bagaimana kita bisa melindunginya kalau kita sendiri tak yakin kita punya kekuatan untuk itu..”

“Aku berfikir bahwa kita harus bertahan bagaimanapun caranya. Pasti ada sesuatu yang bisa kita lakukan sementara ini untuk mengumpulkan uang atau makanan. Kita hanya perlu mencoba memikirkannya.”

Kedua pemuda itu tampak lagi-lagi menghela nafas sambil berfikir berat. Mereka hanya mengalihkan pandangan mereka ke sekitar dimana orang-orang tampak berlalu lalang. Mereka berharap kalau saja ada hal yang bisa membantu mereka saat ini.

Hingga ketika Kyu Hyun melihat salah satu sudut jalanan dimana pengunjung tampak lebih ramai dari biasanya ia mengangkat alis. Ditepuknya pundak Ye Sung hingga pemuda itu melirik padanya, Ye Sung kemudian ikut menoleh kesana ketika Kyu Hyun mengancungkan telunjuknya ke pusat keramaian itu.

“Bagaimana kalau kita mencoba menjadi pengamen jalanan untuk mendapatkan uang?”

Sang Angel tampak berusaha berkonsentrasi. Matanya tampak fokus dan serius menatap sebuah vas bunga yang terletak di sudut ruangan. Salah satu jarinya juga tampak mengancung ke arah benda itu.

Tak lama secara ajaib benda itu sedikit bergerak mengikuti gerakan jarinya. Semakin kuat sang Angel berusaha untuk membuat benda itu lebih bergerak lagi. Namun ia tiba-tiba berhenti ketika benda itu malah berhenti sepenuhnya. Tak bergeming.

Tak putus asa, sang Angel mencoba lagi. Ia kembali lebih memusatkan konsentrasinya pada benda tersebut untuk membuatnya bergerak atau bahkan terangkat. Jarinya kembali berusaha untuk mengendalikan gerak benda itu lagi, dimana kembali membuat benda itu sedikit bergeser. Ditekankannya lebih tenaganya, terkesan sedikit memaksakan dirinya sehingga membuat benda itu terangkat, melayang di udara. Namun tak lama benda itu terjatuh, terhempas dan berderai di lantai.

“Hhhh, kalau begini aku akan pulih dalam waktu yang cukup lama..” ia mendesah kecewa. Lalu ia mengalihkan pandangannya menuju jendela yang terututup rapat di sampingnya.

Sementara dua pemuda lainnya tampak berjalan-jalan sekitar pantai tak jauh dari rumah pantai dimana mereka menyembunyikan sang Angel. Keduanya memang bertugas untuk tinggal takut-takut ada yang mendekati rumah pantai yang sudah mereka sewa penuh selama dua minggu itu. Sistemnya mereka harus bergantian dengan dua teman mereka yang saat ini pergi ke pusat kota untuk mengembalikan mobil yang mereka sewa untuk berjalan-jalan semalam.

Hanya beberapa meter dari rumah pantai mereka berhenti, membiarkan air laut membasahi kaki mereka yang telanjang. “Kira-kira kalau kita mencari ikan disini apa akan diijinkan?” Tanya Eun Hyuk sambil menatap hamparan biru di depan mereka. Dong Hae mendesah, ikut memandang hamparan laut itu sejauh-jauhnya.

“Aku mendengar kalau hal itu diperbolehkan. Hanya saja masalahnya dengan apa kita akan menangkapnya. Kita memerlukan pancing dan kapal karena tidak mungkin ada ikan di tepian pantai yang ramai oleh manusia hampir dua puluh empat jam ini..”

“Dan kita tak bisa terlalu jauh dari rumah pantai dimana Angel berada.”

“Benar.”

Keduanya menghela nafas panjang. Terus melirik lautan yang besar itu berusaha menemukan inspirasi yang mungkin akan membantu mereka. Namun mereka terus tak kunjung menemukannya.

“Ini benar-benar serius. Kita benar-benar dalam masalah besar dititik kita bisa saja terjebak bahaya kalau melakukannya. Kita pendatang disini dan kita bahkan tak punya cukup uang untuk makan. Salah-salah bukannya menyelamatkan namun kita bisa terbunuh…”

“Juga sejujurnya aku tak terlalu percaya diri melakukan ini. Aku benar-benar takut kalau rahasia ini diketahui oleh orang lain. Dua minggu waktu yang cukup lama untuk menahan semuanya…”

Keduanya menghela nafas lagi sambil sedikit menunduk. Kembali mencoba berfikir dan berfikir.

Keempat pemuda itu memastikan bahwa seluruh pintu ataupun jendela di rumah pantai itu sudah tertutup begitu malam menjelang. Setelah meyakinkannya barulah salah satu dari mereka mengajak sang Angel untuk keluar dari kamar yang dihuninya semalaman. Mereka kini bergabung di ruang tengah dimana beberapa makanan instan telah diletakkan.

“Walau kami tidak tahu apa yang biasanya kau makan, tapi cobalah untuk memakan apa yang tersedia disini. Kau mungkin tidak menyukainya namun siapa tahu itu bisa menambah energimu..” begitulah kata Eun Hyuk ketika sang Angel baru mendudukkan dirinya di salah satu sofa. Kedua sayapnya tampak tetap saja lebih besar dari sofa terbesar di ruangan itu walaupun dia telah menguncupkannya di belakang punggungnya.

“Terima kasih. Tapi aku tidak memakan makanan manusia… Kami tidak mengenal kata makan sesungguhnya..”

“Benarkah?” Kyu Hyun menyahut. Dalam hati entah mengapa ia cukup lega mendengarnya karena itu artinya salah satu yang mereka risaukan kini menghilang dari pundak mereka.

“Tapi apakah benar tidak apa-apa? Kau masih lemah jadi makanan adalah salah satu yang bisa membuatmu pulih secepatnya…” Ye Sung ikut bersuara tak lama. Sang Angel tersenyum padanya.

“Tidak. Walaupun energiku kembali tapi bukan dengan cara seperti itu. Aku hanya perlu berdoa agar para utusan di langit menyadari keadaanku dan mengirimi bantuan untuk membantuku pulih..”

“Jadi menurutmu saat ini tidak ada dari para Angel yang menyadari bahwa kau jatuh ke bumi?” bingung Dong Hae.

“Sepertinya begitu. Seperti di bumi, di atas sana juga banyak yang hidup dan menetap. Semuanya diberi tugas untuk melindungi salah satu elemen untuk mengatur kelancaran hidup di bumi. Setiap kami dibekali ilmu yang bisa menolong diri kami sendiri ketika terjadi sesuatu. Namun karena semalam aku terluka cukup parah dan tidak sempat menghentikan waktu ketika aku terjatuh sehingga itu tepatnya aku tidak bisa melakukan apa-apa selain berusaha memulihkan diriku sendiri. Aku juga sedang berusaha untuk menghubungi dewan dari white angel. Namun aku belum menemukan cara agar mereka mendengarku…”

“Kalau begitu semuanya tentu akan rumit bagimu untuk pulang. Apa kau tahu, kalau kau sampai diketahui oleh pihak yang salah maka kau dalam bahaya. Bisa-bisa kau tidak dapat kembali lagi…” kata Kyu Hyun. Sang Angel menganggukkan kepalanya.

“Itu sebabnya aku beruntung dipertemukan dengan kalian..” ucapan sang Angel membuat keempatnya menoleh padanya. “Aku tahu apa yang kalian fikirkan dan aku mendengar semua yang kalian bicarakan berapa jauhpun kalian berada. Aku tahu kalian dalam kesulitan karena kehadiranku dan kalian kebingungan…” ucapannya itu membuat mereka semua saling bertatapan lagi. Mungkin mereka mengingat beberapa keluhan atau bahkan fikiran untuk meninggalkan sang Angel yang sempat terlintas di fikiran mereka. Mereka tak menyangka kalau sang Angel mengetahuinya.

“Tidak apa-apa. Aku mengerti kesulitan kalian. Dan aku bersyukur bahwa kalian tetap berusaha untuk melindungiku di tengah setiap pemikiran itu..”

“M-Maafkan kami. Kami hanya… merasa sedikit cemas saat ini..” Ye Sung menggumam pelan.

“Aku mengerti. Aku malah sebenarnya menyesali hal itu karena telah membuat kalian kesulitan dan tak bisa melakukan apapun. Itu sebabnya aku juga berusaha keras untuk pulih kembali sehingga setidaknya aku dapat melakukan sesuatu untuk membantu membersihkan apa yang telah aku timpakan. Hanya saja, ketika tadi aku mencoba.. aku tetap tak bisa menggunakan kekuatanku..” sang Angel menundukkan kepalanya sedih. Hal yang membuat keempatnya juga terdiam karenanya.

“Kau bisa tetap mencobanya, jadi terus berusaha saja. Kami masih memiliki sebelas hari dan selama itu kami akan mencoba untuk bertahan dengan cara apapun. Kami juga akan berusaha melindungimu jadi satu-satunya yang perlu kau lakukan adalah mencoba untuk pulih…” Dong Hae bersuara. Dimana diangguki oleh teman-temannya. Sang Angel mengangkat wajahnya lagi, tersenyum pada mereka.

“Terima kasih..”

Kelima kepala yang berada di ruangan itu tampak tersenyum. Merasakan beban yang sedikit meringan di dalam hati mereka walaupun mereka tahu masalah sesungguhnya belum juga dapat dihindari.

“Besok aku dan Ye Sung berencana untuk mencoba mengumpulkan uang dengan bernyanyi di pusat kota…” kata Kyu Hyun membuka suara. Pemuda itu kini bersandar di kepala tempat tidur lainnya yang ada di rumah pantai itu selain yang ditempat sang Angel. Sementara ketiga temannya juga berbaring acak di atas tempat tidur yang berukur King size itu.

“Benarkah? Wah, itu ide yang cukup hebat..” Sahut Dong Hae.

“Benarkan? Ini bisa jadi salah satu solusi untuk mendapatkan uang..” Kyu Hyun mengangkat alisnya cukup bangga karena ia mendapatkan ide tersebut.

“Huh, kalian beruntung karena kalian memiliki suara yang bagus. Tapi kami berdua, apa yang bisa kami lakukan untuk membantu keadaan ini..” Eun Hyuk ikut bergumam dari tempatnya berbaring.

“Benar. Tadi sempat terfikirkan bahwa mungkin kami bisa mencari ikan atau sejenisnya. Tapi nyatanya itu bukan solusi yang bisa dilakukan. Lagipula untuk pergi terlalu jauh juga tak bisa karena kita harus memastikan tidak ada yang masuk ke tempat ini dan menemukan Angel..” Dong Hae menyahut pelan.

“Benar. Kita harus memastikan bahwa kita tidak lengah dalam menjaganya. Setidaknya salah satu dari kita tak bisa kemana-mana..” Kyu Hyun menganggukkan kepalanya.

“Untuk saat ini kita lakukan dulu apa yang bisa kita lakukan. Sementara itu kita juga berfikir untuk menemukan apapun solusi untuk bertahan selama sebelas hari ke depan..” Ye Sung yang sejak tadi terdiam ikut bersuara. Ia bergumam tanpa membuka matanya yang sudah berusaha ia pejamkan sejak tadi. Teman-temannya tampak menyahut setuju.

“Kau benar..”

“Aku lihat luka di sayapmu sudah mengering, Angel. Sayapmu nyaris kembali mulus..” Ye Sung bergumam dari tempatnya, melirik kedua sayap sang Angel yang terbentang di kedua sisinya. Dimana kedua benda itu juga terus bergerak-gerak seakan ia hidup sendiri.

“Benar. Tapi dia belum pulih seperti seharusnya. Aku masih merasa bahwa ia sedikit berat..” sang Angel tersenyum sambil ikut melirik dua benda berbulu putih itu.

“Bukankah itu cukup cepat, mengingat ini sudah hari kelima semenjak kau terjatuh waktu itu..” Dong Hae ikut menyela dari dapur. Membawa beberapa makanan instan dan meletakkannya di atas meja.

“Benar. Tapi tetap saja aku belum menemukan perkembangan terhadap kekuatanku..” sang Angel menghela nafas pelan. “Tapi aku akan terus mencoba. Setidaknya sampai beberapa hari sebelum kalian kembali ke Korea…”

“Teruslah berusaha..”

Sang Angle terdiam, ia melirik ketika para pemuda di depannya kembali hanya memasukkan makanan instan ke dalam perut mereka. Mereka terlihat menikmatinya, walau sang Angle tahu mereka tidak terlalu menyukainya. Apalagi Dong Hae, dia sepertinya tidak terbiasa memakan makanan instan sebelumnya.

“Kalau saja sedikit kekuatanku kembali, aku setidaknya bisa membantu untuk mengumpulkan ikan. Sehingga kalian tak harus menelan makanan ini terus-terusan..” ujarnya pelan. Keempatnya menoleh.

“Sebenarnya kami juga sering memakan makanan ini di Korea. Mengingat Korea terkenal penduduk yang senang memakan makanan instan..” Eun Hyuk terkekeh.

“Benar. Tapi rasa makanan instan di korea tidak seperti makanan instan disini. Aku tahu kalian tidak terlalu menikmatinya..”

Keempatnya saling bertatapan, mereka sepertinya lupa kalau sang Angel dapat membaca mereka sehingga itu sebabnya mereka kadang kaget juga.

“Kau tak seharusnya terlalu sering membaca kami. Kami juga memiliki beberapa hal yang tak ingin kami beritahu kepada orang lain..” Kyu Hyun terkekeh, berusaha mengalihkan pembicaraan itu. Sang Angel tersenyum.

“Aku tidak berusaha membacanya. Tapi hanya melihat saja aku bisa langsung tahu..”

“Kalau punya kekuatan sepertimu pasti menyenangkan. Ketika ujian semester kami tidak perlu belajar maka akan langsung mendapatkan nilai sempurna..” Ye Sung ikut menyahut. Kali ini sang Angel ikut tersenyum dengan miris.

“Benar, namun aku merasa tetap saja lebih menyenangkan menjadi manusia. Karena ketika menjadi manusia kalian bisa merasakan banyak hal yang menyenangkan. Jatuh cinta misalnya..”

Keempatnya melirik sang Angel lagi, bingung. “Apa para Angel tidak boleh jatuh cinta?” Tanya Dong Hae. Sang Angel tersenyum lagi.

“Bukannya tidak boleh, tapi memang kami tak dapat merasakannya. Sama seperti kami yang tidak memiliki hawa nafsu..”

Keempatnya melirik sang Angle lagi. Ada sedikit rasa kecewa yang mereka rasakan begitu mendengarnya. Tak tahu mengapa.

“Apa kau ingin merasakan jatuh cinta, Angel?” Tanya Eun Hyuk.

“Tentu saja, kurasa itu akan sangat menyenangkan ketika kau memiliki teman dalam hidupmu. Aku sering melihat manusia yang saling mencintai dan mengasihi. Bahkan seperti kalian saat ini, aku senang melihat persahabatan kalian. Sejujurnya aku ingin tahu bagaimana rasanya ketika kau memikirkan dan mengurus orang lain selain dirimu sendiri..” sang Angel kembali tersenyum, miris. Keempatnya juga terdiam mendengar ucapan sang Angel itu.

“Bukankah kau berkata bahwa kau menjaga keseimbangan di bumi dan melindungi kami semua dari Dark Angel? Walaupun tidak langsung, setidaknya kau mempunyai rasa cinta disana..” Kyu Hyun bersuara, berusaha menghibur sang Angel sambil tersenyum.

“Benar. Bahkan ketika kau memikirkan kesulitan kami itu artinya kau juga memiliki perasaan kasih sayang. Itu hampir sama saja..” Ye Sung menambahkan.

“Benar, hanya saja semua itu tetap berbeda dengan yang manusia rasakan. Huh, tapi sudahlah.. aku bisa kena masalah kalau keluhanku ada yang mendengar..” ucapnya terkekeh ringan seperti tanpa masalah sama sekali. Namun keempat pemuda di depannya hanya terdiam sambil terus menatapnya. Sepertinya memikirkan sesuatu.

“Apa kata tim forensik?” Letnan itu bertanya pada anak buahnya yang datang menghadap. Wajahnya terlihat serius.

“Bulu itu tidak cocok sekali dengan jenis bulu hewan manapun yang dicurigai, Letnan. Dia benar-benar memiliki tekstur yang tidak sama dengan bulu yang dimiliki oleh jenis burung besar dan pemakan daging manapun yang telah diselidiki. Jadi besar kemungkinan kalau bulu ini berasal dari jenis hewan terbaru yang spesiesnya belum pernah di temukan di Negara manapun di belahan bumi..”

Letnan muda itu menghela nafas, tampak memikirkan setiap yang dikatakan oleh bawahannya itu untuk menemukan kesimpulan yang bisa ia dapatkan. Namun tetap saja semuanya tak semuda itu.

“Selain itu mengenai aroma yang ditemukan, tim juga tidak menemukan aroma parfum apapun yang sesuai dengan aroma itu. Bahkan ketika ditelisik lebih jauh, aroma itu tidak memiliki zat-zat yang bisa dijelaskan oleh ilmu sains. Bisa dikatakan bahwa itu juga adalah aroma itu adalah pertama kalinya muncul di dunia ini..”

“Bagaimana hasil penyelidikan CCTV?”

“Seperti perintah anda kami sudah memeriksa seluruh CCTVterdekat dari lokasi kejadian. Dan pada akhirnya, kami menemukan ini..” bawahannya itu mengulurkan sebuah foto. Menunjukkan gambar sebuah mobil mini bus disana. “Mobil ini adalah satu-satunya yang melintas ketika terjadi hujan badai pada waktu itu. Dan seperti terlihat, bagian depan mobil terlihat seperti setelah ditimpa sesuatu. Besar kemungkinan bahwa mobil ini ada hubungannya dengan bulu-bulu aneh yang kita temukan.”

“Sudah ditemukan keberadaannya?”

“Sayangnya belum, Letnan. Ketika diperiksa mobil ini memakai nomor kendaraan yang tidak terdaftar. Kuat dugaan kalau mobil ini merupakan mobil curian yang kemudian disamarkan dengan menggunakan plat nomor yang palsu..”

“Coba, sentuhlah sayapku..” Sang Angel bersuara memecah keheningan. Membuat dua dari empat pemuda di depannya itu langsung mengangkat wajahnya begitu mendengar tawaran itu.

“Bolehkah?” Tanya Kyu Hyun, terlihat masih ragu.

“Ya, asalkan atas izin pemiliknya. Maka siapapun boleh menyentuhnya..” sang Angel menjawab sambil tersenyum.

“Bagaimana kalau kami memegang bagian yang sakit?” Tanya Eun Hyuk. Ia masih ragu walaupun ia cukup antusias dengan tawaran itu.

“Sayapku sudah tak sakit lagi, juga itu sebabnya aku meminta kalian menyentuhnya. Aku merasa mereka kian ringan kini sehingga aku yakin mereka bisa sembuh secepatnya…”

Kyu Hyun dan Eun Hyuk saling bertatapan, namun mereka akhirnya memutuskan untuk mencobanya ketika sayap itu didekatkan pada keduanya. Pelan-pelan mereka mengulurkan tangan, menyentuhnya ragu-ragu.

“Waah..” takjub keduanya serentak. Bulu itu terasa sangat lembut di tangan mereka dan mengusapnya membuat mereka nyaman. Entah mengapa mereka seperti merasakan kenyamanan yang sulit dijelaskan ketika telapak tangan mereka bersentuhan dengan hamparan putih lembut itu.

“Apa kalian tahu? Dengan menyentuh bulu sang Angel maka kalian akan diberkahi tubuh yang sehat dari sebelumnya. Dia menyalurkan energi yang positif kepada tubuh kalian sehingga membuat kalian bisa memiliki umur yang lebih panjang…” sang Angel meleburkan lamunan mereka ketika keduanya terlihat terlalu menikmati mengusap dua sayap yang bergerak-gerak itu.

“Benarkah? Pantas, aku merasakan sesuatu yang tak biasa mengalir dari tubuhku saat ini. Bahkan jantungku berdetak dengan kuat..” sahut Eun Hyuk kemudian. Keduanya tak berhenti tersenyum dan takjub dengan apa yang saat ini mereka kerjakan dimana sang Angel ikut tersenyum senang melihat wajah bahagia keduanya.

Sementara itu Dong Hae yang awalnya memasak mie instan dengan Ye Sung di dapur tampak hanya berdiri di ambang pintu memperhatikan dua temannya dan sang Angel. Sebuah senyuman samar terlihat di wajahnya yang entah berarti apa.

“Kita semua menyukainya..” Ye Sung bergumam tiba-tiba di belakangnya. Hal yang membuat Dong Hae sedikit tersadar, melirik pada temannya itu. “Aku, kau, Kyu Hyun, dan Eun Hyuk… kita semua menyukainya..”

Dong Hae melebarkan senyumannya. Ia lalu mengalihkan pandangannya kembali ke ruang tengah sana. “Benar, aku bisa melihat betapa kita sama-sama kecewa ketika semalam dia mengatakan kalau dia tak bisa jatuh cinta. Kita sebenarnya menyadari bahwa perasaan ini tak akan terbalas, namun tetap saja… masing-masing dari kita tetap mengharapkan kemungkinan terkecil sekalipun.”

“Benar.” Ye Sung tersenyum sambil ikut menatap keluar sana. “Dan dia menyadarinya, mengingat dia bisa membaca kita dengan mudah. Hanya mungkin… dia tidak memahami betul apa maksud dan rasa yang kita rasakan saat ini..”

“Kau benar. Dimana bahkan sekarang dia bisa mendengar pembicaraan ini..” Keduanya melirik sang Angel, dimana sang Angel juga menatap padanya. Sang Angel memberikan senyuman lembut kepada keduanya. Dimana hal itu malah mereka bertambah tertawa geli dan bertatapan satu sama lain. “Lihat? Ini akan menjadi kisah cinta tertragis dalam hidup kita..” sambung Dong Hae. Ye Sung ikut tertawa dan menepuk pundaknya.

“Dong Hae, Ye Sung, kemarilah… apa kalian tak ingin punya umur yang panjang juga? Kemarilah dan kalian akan menikmatinya!” seru Kyu Hyun dari tempat duduknya. Tangannya tampak masih berada di salah satu sayap sang Angel dimana Eun Hyuk menyentuh yang satunya.

“Ya, tentu saja!” Ye Sung menyahut. Kedua pemuda itu kemudian keluar dari dapur menuju ruang tengah. Keduanya hanya balas tersenyum ketika sang Angel kembali memberikan senyuman penuh arti untuk keduanya.

Hari ini sang Angel kembali memusatkan fikirannya menuju sebuah benda untuk melatih kemampuan telekinesisnya. Jika sebelum-sebelumnya ia pernah mencoba vas bunga, buku, dan bahkan bantal kali ini sang Angel menyerah dengan mencoba benda yang lebih ringan. Itu sebabnya kini ia berusaha mengangkat sebuah koin yang terletak di atas meja.

Benar-benar berusaha untuk fokus, ia terlihat benar-benar bersungguh-sungguh untuk mengangkat benda itu dari tempatnya. Hingga kini hal itu terlihat menunjukkan hasil begitu dengan jarinya pelan-pelan ia bisa mengangkat benda itu melayang di udara. Menaikkannya perlahan-lahan.

“Bagus..” gumamnya puas, berusaha untuk menggerakkan benda itu lebih jauh dan melebar. Mencoba untuk mengangkatnya lebih tinggi dan hingga menyentuh loteng di atasnya. Namun belum sampai benar-benar menyentuh loteng, ia tiba-tiba merasa tak kuat. Koin itu kemudian jatuh begitu saja ke lantai di bawahnya. “Hhhh, kapan kekuatanku akan kembali pulih..” keluhnya pelan. Ia membuka sayapnya lebih lebar, lalu meletakkan punggungnya menyentuh tempat tidur.

“Hanya tinggal beberapa hari sebelum mereka harus meninggalkan tempat ini. Aku harus cepat pulih sebelum waktu itu datang…” gumamnya pelan. Ia melirik hamparan putih di atas sana dengan tatapan lesu. Hal itu tiba-tiba membuatnya mengingat kembali apa yang kemarin di dengarnya dari Ye Sung dan Dong Hae ketika keduanya membicarakan sesuatu. “Bagaimana rasanya menyukai itu sebenarnya? Apakah sangat sakit? Mengapa mereka mengatakan hal seperti itu?” gumamnya pelan.

“Aku mulai muak makan makanan instan. Sejujurnya perutku mulai terasa sakit..” Dong Hae mengeluh pelan, melirik Eun Hyuk yang tengah tiduran begitu saja diatas permukaan pantai putih di bawahnya.

“Tentu saja, mengingat selama ini kau tak menyukai makanan instan. Akupun juga merasa mulai bosan. Makanan instan disini sedikit aneh di lidahku. Rasanya seperti plastik..” Eun Hyuk melirik ke belakang. Melihat kea rah rumah pantai mereka karena ia ragu mengatakannya mengingat sang Angel dapat mendengarnya. Namun ia akhirnya menyerah karena ia juga mengingat kalau sebenarnya sang Angel tahu dari awal tentang hal itu. “Tapi kita harus bersyukur karena setidaknya kita masih bisa mengisi perut. Kita harusnya berterima kasih pada Kyu Hyun dan Ye Sung yang pergi mencarikan uang dengan menyanyi di jalanan..”

“Haaah, benar. Aku kadang merasa benar-benar tak berguna. Seharusnya kita juga bisa membantu dalam masalah ini dengan setidaknya mencari ikan. Namun itu tak memungkinkan..” Dong Hae menghela nafas pelan.

“Tapi setidaknya kita bisa menjaga rumah pantai dan sang Angel. Setidaknya kita juga melakukan sesuatu daripada tidak sama sekali..” ujar Eun Hyuk sambil memejamkan matanya kembali. Dong Hae menganggukkan kepalanya. Ia mengalihkan pandangannya menuju seisi pantai dimana banyak orang yang terlihat berjemur dan menikmati pemandangan disana.

“Tapi belakangan terfikir olehku untuk meniru apa yang Ye Sung dan Kyu Hyun lakukan dengan cara kita. Kau tahu? Mungkin kita bisa menunjukkan sedikit tarian kecil disini untuk mengumpulkan uang..” gumam Dong Hae sambil masih melirik sekitarnya. Eun Hyuk membuka mata dan ikut menoleh arah pandangan Dong Hae.

“Kau benar, kurasa penjaga pantai tidak akan keberatan…” ujarnya, terdengar cukup bersemangat.

“Tapi darimana musiknya? Apa dari ponsel? Lagipula, kita bisa-bisa lengah terhadap keselamatan Angel..”

Eun Hyuk tampak mengangguk, ia juga membenarkan ucapan Dong Hae yang ini. “Bagaimana kalau kita bergantian? Satu menari sementara yang satunya menghidupkan musik dan mengumpulkan uang. Sementara yang lain menari setidaknya dia tetap bisa menjaga mata mereka untuk rumah pantai dan sang Angel..” usulnya tak lama.

“Tak ada salahnya dicoba.”

“Kami berhasil mengumpulkan keterangan mengenai minibus yang dicari itu, Letnan. Mobil itu ternyata berasal dari salah satu sebuah jawa sewa mobil di pusat kota. Berdasarkan keterangan pemilik, mereka juga membeli mobil itu dari kenalan sehingga mereka tak menyadari bahwa mobil itu hasil pencurian dan nomor platnya telah dipalsukan..” petugas yang kemarin itu kembali menemui atasannya dan melaporkan apa yang ditemukannya. Sang Letnan tampak menganggukkan kepalanya begitu mendengarnya.

“Setelah itu kami mendapatkan keterangan bahwa malam itu mobil itu dibawa oleh sekelompok turis dari Korea. Mobil itu kini sudah dibawa ke bengkel untuk diperbaiki dan kami sudah melihat sendiri bahwa mobil itu adalah mobil yang sama dengan yang tertera di CCTV.”

“Lalu?”

“Masalahnya adalah keberadaan para turis itu saat ini. Dari keterangan pemilik penyewaan mereka mungkin menyewa rumah pantai di sekitaran pantai Kaanapali. Masalahnya adalah apa mereka masih berada di Hawaii atau tidak mengingat ini adalah hari ke delapan sejak malam kejadian tersebut..”

Ye Sung dan Kyu Hyun terlihat meringis memegangi wajah mereka yang babak belur. Sementara itu Dong Hae dan Eun Hyuk tampak berusaha mencari sesuatu untuk mengobati keduanya. Sementara itu sang Angel hanya menatapi mereka dengan ekspresi kasihan.

“Apa sangat sakit?” Tanya sang Angel khawatir. Tak lama Dong Hae dan Eun Hyuk tampak kembali dari dapur dengan kain dan air es di tangan mereka.

“Kita mencoba untuk mengompres dulu..” kata Eun Hyuk. Sementara Dong Hae melirik keduanya prihatin.

“Jadi kalian mengatakan bahwa penyanyi jalanan asli disana tak menyukai kehadiran kalian, begitu? Itu sebabnya mereka mengusir serta merampas uang yang kalian dapatkan..”

“Begitulah. Tch, ini sangat menyebalkan. Seumur hidup aku tak pernah benar-benar seperti pengemis seperti tadi..” Kyu Hyun mengerang, meringis ketika permukaan handuk menyentuh wajahnya yang terluka.

“Tapi bisa dibilang kami cukup beruntung karena mereka tak menggunakan senjata tajam. Kudengar sebenarnya mereka tak segan melukai atau bahkan membunuh orang yang tak mereka sukai..” Ye Sung menyahut pelan.

“Jujur sebenarnya ini yang aku cemaskan sejak awal. Kita pendatang, tentu mereka merasa sangat dirugikan karena uang yang seharusnya mereka dapatkan menjadi milik kalian..” ujar Eun Hyuk.

“Tapi apa memangnya pilihan yang kita punya? Kalau tidak begitu kita akan kelaparan selama seminggu ini..” sela Kyu Hyun. Terdengar kesal.

“Kami tahu. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu..” ujar Eun Hyuk agak sedikit bosan.

“Lagipula, kami juga berfikir untuk mencoba apa yang kalian lakukan. Yah, walau dengan menari mengingat suara kami tak sebagus kalian..” Dong Hae ikut bicara. Membuat dua pemuda di depannya melirik padanya.

“Maksudnya kalian akan menggantikan kami disana? Yang benar saja, kalian hanya akan bernasib sama..” ucap Ye Sung berdecak.

“Bukan. Kami akan melakukannya di pantai ini..” kata Dong Hae. “Tak ada cara lain selain bertahan untuk tiga hari ke depan. Apapun resikonya, kita harus mencoba..”

Ye Sung dan Kyu Hyun tampak menganggukkan kepalanya setuju.

Sementara itu Angel yang sejak tadi hanya terdiam mulai bergerak. Ia mendekati keempatnya yang masih berusaha mengobati luka di wajah dari dua di antaranya. “Izinkan aku mencoba untuk mengobati..” katanya. Keempatnya melirik kepadanya.

“Apa tenagamu sudah sembuh?” Tanya Eun Hyuk.

“Belum. Tapi biarkan aku mencoba…”

Mendengar itu Dong Hae dan Eun Hyuk memberikan tempat untuknya. Sementara sosok indah itu duduk di hadapan Kyu Hyun dan Ye Sung. Ia menggerakkan kedua tangannya untuk menyentuh salah satu sisi di setiap wajah keduanya. Sang Angel lalu memejamkan matanya, berusaha memusatkan kekuatannya pada kedua tangannya.

Sementara itu keempatnya menunggu was-was. Terlihat harap-harap cemas karena dalam beberapa saat tidak terjadi reaksi apapun. Hal itu terbukti ketika sang Angel membuka matanya kembali, terlihat kecewa.

“Maaf, biarkan kucoba lagi..” sang Angel memejam matanya, kali ini lebih rapat. Sama dengan konsentrasi yang ia coba untuk benar-benar ia fokuskan. Berusaha mengalirkan energy seluruh tubuhnya pada keduanya tangannya itu.

“A-Air..” Ye Sung bergumam ketika merasakan pipinya dingin. Benar saja, ternyata ada air yang mengalir lembut dari pori-pori sang Angel. Terlihat seperti membasuh lukanya. Hal yang sama juga terlihat di wajah Kyu Hyun.

“Kau berhasil!” Sementara itu Dong Hae dan Eun Hyuk yang memperhatikan ikut tertawa senang. Tak lupa mereka memandang takjub kedua jemari yang kini bergerak perlahan menyentuh wajah keduanya itu. Mereka melihat sendiri bagaimana air itu seperti membasuh memar dan luka di wajah keduanya hingga nyaris seperti tak terlihat sama sekali.

“Hhhh..” tiba-tiba sang Angel menghentikannya ketika ia kembali kehabisan tenaga. Keempatnya langsung kaget melihatnya.

“Kau tak apa-apa?” Tanya Kyu Hyun cemas. Namun sang Angel tersenyum lemah dan menggelengkan kepalanya.

“Tidak apa-apa..” ucapnya. Ia kemudian melirik kedua telapak tangannya yang kini sudah kembali kering seperti belum pernah tersentuh air sebelumnya. “Pelan-pelan aku merasa kalau kekuatanku membaik. Semoga tiga hari lagi semuanya lebih baik sehingga aku dapat memulihkan sayapku untuk kembali ke asalku..” ujarnya tersenyum, terlihat bahagia.

Sementara itu pemuda di depannya hanya tersenyum halus mendengarnya. Mereka mulai menyadari bahwa hari perpisahan itu semakin dekat dan mereka menyayangkannya.

“Apakah kau pernah mencoba untuk mengobati sayapmu sendiri dengan kekuatanmu? Mungkin itu bisa membantu proses penyembuhanmu sendiri.” Begitulah kata Kyu Hyun setelah mereka selesai menyantap makan malam mereka yang lagi-lagi hanya berupa makanan instan. Wajah pemuda itu terlihat sudah mulus seperti tak pernah terkena pukulan saat ini, sama dengan wajah Ye Sung yang juga tidak meninggalkan bekas apapun lagi.

“Aku ragu hal itu akan berhasil..” sang Angel menyahut pelan. Menatap salah satu sisi sayapnya yang terus bergerak-gerak pelan. “Lagipula seperti yang kalian lihat tadi, untuk mengobati luka kecil saja aku tidak terlalu kuat. Aku takut kalau aku memaksakan diri aku malah kelelahan dan semakin sakit..”

“Pasti berat untukmu..”

Sang Angel tersenyum, menatap kepada Eun Hyuk yang bergumam tanpa sadar tadi. “Tapi jangan khawatir. Tiga hari lagi aku akan sembuh sehingga kalian bisa melanjutkan hidup kalian..”

Keempatnya hanya tersenyum kecil dan mengangguk. Merasakan rasa kecewa di dada mereka yang sang Angel sendiri mampu merasakannya. Namun tetap saja ia tak terlalu mengerti rasa sebenarnya.

“Kalian beruntung memiliki banyak perasaan seperti itu. Aku penasaran seperti apa rasanya..” gumamnya sang Angel pelan. Hal itu membuat pemuda-pemuda itu melirik padanya lagi. “Sementara itu, aku hanya tahu rasa yang memang menyerang fisikku seperti sekarang. Selain itu aku tak peka terhadap rasa apapun…”

“Sebenarnya untuk beberapa alasan rasanya sama. Rasa kecewa, rasa takut kehilangan, rasa rindu yang mendalam, semuanya memiliki rasa sama yang sama dengan apa yang rasakan ketika fisikmu terluka akan sesuatu. Hanya saja, rasanya di dalam sini.. sulit untuk menjelaskan bagaimana rasanya.” Dong Hae menjelaskan panjang lebar. Ia menunjuk bagian hatinya ketika berbicara.

“Lagipula mengapa kau harus menginginkan rasa sakit padahal kau hidup dengan tanpa kebimbangan pada dirimu..” Ye Sung terkekeh berniat bercanda. Namun lagi-lagi Angel hanya tersenyum kecil menyikapinya.

“Hanya kulihat emosi di dalam diri kalian terlihat begitu menggebu. Aku penasaran bagaimana rasanya..” sang Angel tersenyum miris. “Ya sudahlah, aku benar-benar akan dihukum kalau sampai ada yang mendengarku. Lupakan..” ucapnya kemudian kembali tersenyum seperti tanpa beban. Keempatnya hanya balas tersenyum miris.

“Baiklah, aku harus mulai melatih sayapku. Hanya tinggal tiga hari sebelum mereka semua pulang ke Negara mereka jadi aku harus bisa berdiri di kakiku sendiri hingga waktu itu tiba..” sang Angel bergumam pelan. Ia saat ini berdiri di samping tempat tidur dan berusaha mengepak-ngepakkan sayapnya yang masih kaku. Beruntung ruangan itu cukup luas walau mereka menampung secukupnya.

Sang Angel kemudian lebih berkonsentrasi, ia memejamkan matanya sambil membayangkan tubuhnya naik dari lantai perlahan-lahan. Sayap putihnya dikepakkan lebih kuat untuk membantunya melayang.

Pelan-pelan, ia dapat merasakan tubuhnya terangkat dan kaki telanjangnya meninggalkan permukaan lantai yang dingin. Tubuhnya juga terasa sangat ringan bersama angin yang meniup pelan tubuhnya. Ia tersenyum. “Ini berhasil..”

Pelan-pelan di bukanya matanya, menatap sekitarnya ketika seisi kamar perlahan-lahan mulai berada di bawah pandangannya. Naik perlahan lahan, hingga kepalanya hampir menyentuh loteng di atas kepalanya. Sang Angel menghirup nafas lega, ia kemudian memusatkan perhatiannya lagi untuk perlahan-lahan kembali menurunkan tubuhnya. Kembali berusaha menyentuh lantai.

Beberapa saat setelah melakukannya dengan hati-hati ia akhirnya bisa merasakan ubin yang dingin itu lagi di bawah kakinya. Namun setelah itu tubuh dan sayapnya langsung merasa lemas, membuat ia langsung mendudukkan diri pada tepian tempat tidur. Sang Angel menarik nafas lega.

“Masih lemah namun sudah menunjukkan kelebihan. Aku yakin kalau aku terus berlatih tiga hari lagi aku bisa pulih..” tekadnya sambil tersenyum. Ia kemudian mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum mencoba melatih kembali.

“Aku tak menyangka rasanya akan secepat ini..” Kyu Hyun menggumam, membiarkan pandangannya menjelajahi pantai dimana orang-orang berlalu lalang. Dimana darisini ia dapat melihat kerumunan kecil tampak mengelilingi Dong Hae dan Eun Hyuk yang mengambil giliran untuk mencari uang. Sementara disinilah ia dan Ye Sung, duduk di depan rumah mengambil bagian menjaga cottege dan sang Angel di dalamnya. “Rasanya baru kemaren kita pusing kalang kabut menyelesaikan masalah semenjak kedatangan sang Angel yang mengejutkan. Namun sekarang hanya tinggal dua hari lagi sebelum kita berpisah dengannya…”

“Tentu saja, mengingat itu hanya sekitar empat belas hari. Sedangkan itu, rasanya waktu satu tahun saja berjalan sangat cepat..” Ye Sung menyahut pelan di sampingnya. Dimana ia juga mengalihkan pandangannya lurus ke depan sana.

“Waktu itu aku merasa tidak akan selamat dan ingin semuanya berakhir dengan cepat sehingga kita bisa pulang ke Korea. Namun sekarang aku merasa itu terlalu cepat dan aku tak ingin mengakirinya..”

“Benar. Kita takut berpisah dengannya, begitukan maksudmu?”

Keduanya menghela nafas, melirik kembali kerumunan kecil yang diciptakan oleh kedua sahabat mereka yang lain di depan sana. “Tapi berbicara tentang kondisi tubuhnya aku ragu dia bisa pulih secepat itu. Maksudku, tenaganya habis dengan cepat. Aku tak yakin dia bisa pulih seutuhnya besok lusa..” Kyu Hyun melirik Ye Sung lagi. Ye Sung mengangguk.

“Ya. Aku juga memikirkan hal yang sama. Aku merasa kalau ia hanya memaksakan senyuman ketika mengatakan kalau dia bisa sembuh dalam dua hari ini. Dia mungkin hanya tak mau menahan kita lebih lama..”

“Benar. Aku malah takut kalau dia memaksakan diri dia malah akan terlibat dalam masalah yang lebih serius..”

“Huh, kenapa kita juga tak bisa membacanya juga? Aku merasa sedikit kurang adil kalau begini.” Ye Sung terkekeh. Namun tak lama wajahnya kembali serius ketika memikirkan sesuatu. “Atau menurutmu bagaimana kalau kita menunda kepulangan kita dahulu sampai dia sembuh? Kita bisa bertahan lebih lama.”

“Aku juga sempat memikirkan hal itu tapi kemungkinan untuk bertahan akan sangat sulit. Sewa rumah pantai ini akan habis dua hari lagi, sementara kita tak punya uang untuk sekedar makan dengan layak. Juga, kalau kita tidak pulang tepat waktu maka resikonya kuliah kita akan tertunda sementara hingga tahun depan. Bisa dikatakan bahwa semuanya nyaris tak bisa dilakukan..”

“Kau benar. Berarti memang cara satu-satunya adalah mendorongnya untuk sembuh dalam waktu sesingkat ini. Semoga ucapannya benar kalau ia dapat sembuh..” Ye Sung menganggukkan kepalanya. Sementara Kyu Hyun juga mengangguk sambil menatap lurus ke depannya lagi.

Semangat Angel..’ Kyu Hyun berbisik dalam hatinya. Dimana ia yakin sang Angel di dalam sana bisa mendengarnya.

Dua petugas itu tampak tengah berjalan di sekitar pantai. Mereka kelihatannya hanya tengah berjalan-jalan disana namun nyatanya mereka tengah mengerjakan tugas mereka.

“Unit berapa yang dikatakan pemilik penginapan tadi?” Tanya salah satu yang memiliki jabatan paling tinggi. Ia adalah petugas yang selama ini diberikan tanggung jawab oleh Letnan atasannya untuk menyelidiki kasus ini.

“Unit 48, komandan. Ada empat turis kewargaan Korea yang menginap disana atas nama Eun Hyuk Lee, Kyu Hyun Cho, Ye Sung Kim, dan Dong Hae Lee..”

Laki-laki yang dipanggil komandan itu tampak mengangguk faham. Matanya kembali berusaha memeriksa unit-unit rumah pantai yang berjajar. Berusaha untuk tidak terlalu mencurigakan walau beberapa pengunjung disana mulai merasa aneh dengan kehadiran keduanya.

Tempat itu terlihat cukup ramai, terlihat banyak orang yang menikmati liburan mereka di tempat itu. Sepanjang mata melihat terlihat banyak sekali para turis yang bertebaran baik itu menikmati dengan seorang diri atau berkelompok.

“Kemarilah, kau melewatkan hal yang penting!” seru salah satu gadis berbikini seksi dan berambut pirang yang lewat di depannya. Gadis itu terlihat menarik temannya yang berkulit kecokelatan dengan rambut keritingnya.

“Ada apa?”

“Ada dua pria Asia yang menarik yang menari di sebelah sana. Itu cukup menghibur sehingga aku yakin kau akan menyukainya.”

“Pria Asia darimana? Jepang? China? Korea?” Tanya temannya bingung ketika ditarik teman berambut pirangnya itu.

“Aku tak yakin. Lihat saja.”

Kedua orang itu tampak saling berpandangan setelah menguping perbincangan dua gadis itu. Mereka lalu memutuskan untuk mengikutinya dan bergerak menuju keramaian tersebut.

Suasana yang agak janggal terlihat, beberapa turis yang didominasi oleh wanita itu tampak mengelilingi dua pemuda asia yang unjuk kebolehannya bermodalkan radio kecil di depan sana. Keduanya menunjukkan berbagai jenis tarian yang kadang sengaja menggoda beberapa wanita disana yang bersemangat menonton keduanya. Beberapa jenis uang baik lembar ataupun koin terlihat berhasil dikumpulkan.

Laki-laki yang memiliki tingkat paling tinggi di antara keduanya tadi tampak menarik kameranya untuk mengambil foto wajah dari dua orang tersebut. Ia masih belum yakin kalau dua orang ini adalah bagian yang dicarinya namun ia bisa membawa foto itu untuk nanti diketahui identitas mereka di kantor.

“Komandan.” Panggil bawahannya setelah ia mendapatkan beberapa foto dari dua pemuda yang dikerubungi itu. Ia mengikuti tunjukan dari rekan di sampingnya.

“Itu adalah unit 48 dan ada dua turis asia yang duduk di depannya.” Ujarnya sambil menunjuk lokasi yang dimaksud. Laki-laki di sampingnya tampak memperhatikan keduanya, sebelum beralih menuju rumah pantai di belakang mereka yang terlihat berbeda dari kebanyakan rumah pantai disini. Rumah pantai itu terlihat sangat rahasia dan tertutup, juga jangan lupakan dua pemuda di depannya yang terlihat seperti tengah menjaga sesuatu yang berada di dalamnya. Sesuatu yang mungkin juga berkaitan dengan apa yang tengah diselidikinya.

Malam ini terlihat lebih bergairah dari malam-malam sebelumnya di rumah pantai unit 48 itu. Pasalnya akhirnya untuk pertama kalianya dalam beberapa hari mereka akhirnya bisa memiliki makanan yang cukup layak. Bukan lagi makanan instan, namun makanan paket Delivery tampak menumpuk di atas meja.

“Huh, kalau tahu begini seharusnya kami menyuruh kalian saja yang mencari uang sejak hari pertama. Jadi kita tidak perlu terlalu banyak memakan makan instan buatan Amerika yang membuatku sering muak.” Ujar Ye Sung sambil melahap ayam goreng di tangannya. Sementara itu di sampingnya terlihat minuman cola favoritnya.

“Benar, setidaknya kita tak perlu hampir babak belur.” Kyu Hyun menyahut cepat, tertawa sambil menikmati makanannya sendiri.

“Haha, lihat siapa yang akhirnya membanggakan diri di akhir pertandingan. Itu sebabnya, kalian tidak bisa mengabaikan bakat kami. Walaupun kami tak punya suara seperti kalian tapi kami punya tarian..” Eun Hyuk membanggakan dirinya. Kedua pemuda di depannya memutar bola matanya.

“Yah, mendekati jual diri sebenarnya. Melihat kalian menari layaknya seperti laki-laki penggoda para wanita-wanita berbikini seksi itu..” ujar Kyu Hyun malas. Eun Hyuk terkekeh mendengarnya.

“Itu namanya strategi pasar, tahu. Karena di dunia ini kau tak hanya butuh bakat saja. Mulai besok mulailah melatih ototmu agar lebih bisa menjual bakatmu. Jangan hanya membesarkan ukuran perutmu yang sudah seperti ibu hamil itu..”

“Oh yeah, terima kasih. Tapi aku adalah penghasil seni yang pure yang benar-benar hanya menjual bakat kami untuk didengar. Iyakan, Kim Ye Sung..” Kyu Hyun meminta bantuan dimana Ye Sung menyeringai sambil mengancungkan jempolnya. Sementara dua pemuda di depannya yang memutar bola mata melecehkan mendengarkan ucapan itu.

“Aku senang kalian bisa menikmati makanannya. Aku tak pernah melihat kalian sesemangat ini ketika makan sebelumnya..” sang Angel yang sejak tadi diam tampak mulai berbicara ketika perdebatan singkat mereka mereda. Hal itu membuat mereka sadar kalau ada sosok lain di ruangan itu selain mereka berempat.

“Huh, apakah terlihat jelas? Haha. Kami tak bisa berkomentar karena kau bisa membaca kami dengan mudah..” Dong Hae terkekeh. Ketiga yang lainnya mengangguk setuju mendengar ucapan Dong Hae.

“Aku harap setelah aku pergi kalian bisa hidup normal kembali. Sehingga pada saat itu kalian juga bisa makan enak dan bahagia seperti ini terus..” kata sang Angel ceria. Namun ucapannya malah membuat keempatnya berhenti makan, mengalihkan pandangannya pada sang Angel. Sang Angel malah terlihat bingung, “Kenapa kalian malah sedih?”

Angel, apa kau memang tak merasakan setidaknya sedikit rasa tak menyenangkan kalau semua ini berlalu? Apa kau tidak merasa sedih kalau tidak lagi bersama kami seperti ini?” Tanya Ye Sung, pelan. Sang Angel mengerutkan dahinya heran, terlihat berfikir.

“Tentu saja aku akan merasa sangat sedih kalau tidak bisa bersama kalian lagi. Aku akan sangat merindukan masa-masa ini. Namun, hidup kita harus sama-sama berlanjut..”

“Ya, seperti katamu kau tak benar-benar bisa merasakan emosi..” Eun Hyuk bergumam miris. “Tapi percaya padaku. Manusia melakukannya tak semudah itu. Kau tahu, sedikit menyesakkan disini..” Eun Hyuk menunjuk dadanya.

“Ya, walaupun berlangsung singkat namun kita menjalin persahabatan yang menyenangkan. Banyak hal yang kita lalui bersama kesulitan atau tertawa yang kita bagi bersama. Aku bersumpah itu tak akan pernah terlupakan olehku..” Kyu Hyun menambahkan, ia juga terlihat menunjukkan senyuman miris di wajahnya.

“Benarkah? Aku merasa kasihan karena kalian harus merasakannya seberat itu..” sang Angel menyahut iba dan prihatin dengan apa yang didengarnya. Sementara Dong Hae tertawa kecil, masih terlihat miris.

“Kalian tahu, ini benar-benar sangat lucu. Aku merasakan seperti cinta bertepuk sebelah tangan yang paling menyakitkan di dunia ketika orang yang kalian suka tak merasakan hal yang sama..” ucap Dong Hae pada teman-temannya. Teman-temannya itu tampak ikut tertawa mendengarnya, merasakan hal yang sama.

“Benar. Bahkan walau air mataku ingin keluar begini aku tetap saja tertawa miris mengenangnya..” sambung Ye Sung. “Aku tak pernah ditolak seperti ini sebelumnya..”

Keempatnya sama-sama menertawakan diri mereka sendiri dimana sang Angel hanya tersenyum menatapnya. Disaat begini ia benar-benar menyesal kenapa ia benar-benar tak sepeka itu hanya untuk merasakan emosi yang bisa dapat dibaca olehnya dari orang-orang di depannya. Untuk sekali saja rasanya ia ingin tahu rasanya, sehingga ia dapat tertawa miris dan menahan tangis yang sama dengan keempatnya.

“Hey, apa kau menangis?” Kyu Hyun tertawa sambil menepuk pundak Eun Hyuk. Eun Hyuk menarik wajahnya dari Kyu Hyun. “Haha, Eun Hyuk menangis!” seru Kyu Hyun. Suara tawa kembali terdengar darisana.

“Aku tidak menangis tapi air mataku ingin keluar, bodoh. Kau seperti tak tahu saja bagaiamana rasanya saat ini!” Teriak Eun Hyuk balik pada Kyu Hyun. Ketiga yang lainnya lagi-lagi tersenyum miris karena ya… mereka merasakan hal yang sama saat ini. Tapi tetap saja mereka tak boleh menangis kalau tak mau terlihat benar-benar menyedihkan.

“Kalian boleh menangis kalau memang kalian bisa lebih lega..” sela sang Angel pada mereka. Keempatnya meliriknya dengan sedikit frustasi.

Angel, tak bisakah kau tidak membaca fikiran kami sekali ini saja!” Teriak mereka. Sang Angel malah tertawa lucu melihat tingkah sang anak manusia di depannya.

Tiba-tiba di tengah canda tawa mereka terdengar ketukan pintu dari luar. Hal itu membuat mereka berhenti, saling bertatapan satu sama lain dengan wajah waspada.

“Siapa?” Tanya Ye Sung. Sementara itu Dong Hae sudah menuntun sang Angel kembali ke kamarnya untuk berjaga-jaga. Kyu Hyun dan Eun Hyuk tampak bergeser ke arah jendela untuk mengintip.

“Kami adalah pihak kepolisian pusat. Kami mendapat laporan kalau tempat ini menjadi tempat persembunyian sebuah tindakan kriminal. Mohon semua yang ada di dalam segera keluar tangan di atas kepala!!”

“Polisi!” Eun Hyuk dan Kyu Hyun berseru serentak sambil melirik dua temannya. Hal itu mengagetkan dua temannya yang juga langsung menoleh kaget ke arah keduanya.

Sang Angel tak tahu apa yang terjadi yang jelas diluar keadaan menjadi sangat buruk. Ada banyak orang yang seperti mengepung seisi rumah. Mereka juga menyerukan ancaman yang langsung membuat keempat pemuda itu kaget dan sangat cemas, ia dapat membacanya.

Dari sebuah lubang kunci di pintu ia mengintip keluar untuk melihat keadaan. Memang dilihatnya banyak orang yang seperti hendak mengepung mereka. Keempat pemuda yang dikenalnya itu terlihat meringkuk dengan lengan di atas kepala begitu beberapa orang membelenggu tangan mereka dengan sesuatu yang terbuat dari besi.

“Kami benar-benar tak melakukan pelanggaran hukum.” Didengarnya Kyu Hyun berbicara sebelum mengeluh ketika gerakannya dilumpuhkan. Ia pun ditarik sedikit paksa untuk berdiri dari posisi meringkuknya. Dimana ketiga temannya juga melakukan hal yang sama.

“Jelaskan di kantor polisi.” Jawab orang yang menangkapnya dingin. Dia lalu beralih melirik rumah pantai mereka yang biasanya damai tersebut. “Periksa seluruh rumah!” perintahnya.

“J-Jangan—ah!” Eun Hyuk bersuara, namun tangannya direnggut oleh orang yang memegangnya agar jangan bergerak. Ye Sung dan Dong Hae juga tampak diperlakukan sama ketika mereka terlihat sedikit berontak.

Sementara itu sang Angel tampak resah melihat beberapa orang dengan pakaian sangat tertutup dan memegang benda berwarna hitam di tangannya itu memasuki rumah. Terlihat seperti mengacak-acak karena mereka memeriksa seisinya untuk menemukan sesuatu. Bahkan mereka tak sungkan walaupun menyenggol dan menginjak makanan yang masih tersisa di atas meja.

“A-Apa yang harus aku lakukan?” sang Angel kebingungan sambil mundur beberapa langkah. Ia terlihat semakin cemas ketika langkah-langkah itu terdengar kian mendekat. Hanya beberapa saat lagi hingga membuka pintu di depannya dan menemukan dirinya.

Suara langkah semakin mendekat hingga sang Angel memejamkan matanya. Berusaha untuk memusatkan fikirannya dan menghimpun tenaganya. Perlahan, ia dapat merasakan sayapnya kembali bergerak dan membawanya sedikit tinggi dari lantai. Walau terlihat tidak cukup stabil karena sang Angel masih merasa waspada.

Hingga ketika seseorang mulai menyentuh daun pintu sang Angel menyadarinya. Ia memejamkan matanya semakin kuat dan berusaha mengayunkan sayapnya untuk bisa bergerak lebih leluasa. Dan ketika pintu itu hampir terbuka, sang Angel menyepakkan sayapnya kuat. Sangat kuat.

Hening. Sang Angel membuka matanya. Dilihatnya sekitarnya yang benar-benar mati seakan terhenti seketika. Karena lihat saja jam dinding di dinding juga berhenti tiba-tiba, sama dengan setitik air dari westafel di dapur yang tak lagi tak didengar sang Angel menetes. Air itu menggantung aneh di udara.

“A-Aku berhasil? Aku menghentikan waktu?” sang Angel terlihat tak percaya. Dadanya terasa sakit, namun ia memilih untuk terus menghimpun kekuatannya untuk keluar darisana. Melewati orang-orang yang seperti patung yang tak bernyawa. “Ahhh..”

Kakinya menapak lagi ketika tenaganya kembali terasa hampir habis. Namun ia cukup beruntung karena sayapnya mampu menahan sihirnya untuk membiarkan waktu berhenti sementara. Sehingga walaupun ia tertatih keluar dari rumah pantai itu tak ada satupun yang menyadarinya.

Di beranda rumah pantai ia menghentikan langkahnya, menatap kasihan satu persatu wajah resah yang juga ikut membeku menjadi patung. Sang Angel hanya menatap mereka satu persatu dalam beberapa detik. Ia tahu walau ia tak mengerti rasanya, ia tak ingin meninggalkan mereka begitu saja. Setidaknya dengan keadaan seperti ini.

“Aku akan merindukan kalian..” bisik sang Angel pelan sambil mendekati mereka satu persatu. Tanpa ada seorangpun yang sadar, ia mengecup bibir keempat pemuda itu satu persatu dari urutan kanan ke kiri. Dimulai dari Dong Hae, Ye Sung, Eun Hyuk, dan berakhir dengan Kyu Hyun. Ia juga tak lupa menggerakkan jemarinya yang sudah cukup pulih untuk memberikan sedikit kesembuhan pada lengan mereka yang diseret dan dibelenggu paksa. Berharap sedikitnya mereka tidak terlalu sakit begitu mereka kembali dihidupkan.

Setelah merasa cukup mengucapkan selamat tinggal ia kembali berupaya menghimpun tenaga sayapnya yang masih kaku. Pelan-pelan kini kakinya meninggalkan pasir yang kering, meniti angkasa sedikit demi sedikit, dan melayang menjauh. Diangkasa ia masih terlihat hampir terjatuh, namun ia memaksakan sayapnya untuk terus terbang menebus malam sebelum akhirnya ia melepaskan mantranya begitu ia sudah berada terlalu tinggi dari pandangan manusia.

Brak. Pintu itu ditendang dimana langsung membuat keempat pemuda itu menahan nafas. Namun mereka hanya sama-sama terlihat bingung dengan para petugas melihat kamar itu kosong tak berpenghuni. Terlihat tak percaya.

Tiga bulan kemudian

Keadaan yang tak biasa terlihat di sebuah puncak gedung perkuliahan yang terletak di pusat kota Seoul, Korea Selatan. Disana terlihat sebuah tenda yang dipasang dengan empat orang pemuda yang duduk melingkar di depannya. Berbagai jenis makanan terlihat diantara mereka.

“Huh, apa artinya berkemah tapi tetap makan pizza dan ayam goreng begini? Ini bukan pecinta alam namanya.” Dong Hae terkekeh sambil memasukkan potongan terakhir pizza di tangannya ke dalam mulutnya. Teman-temannya tampak ikut tertawa mendengarnya.

“Kalau mau kemah sungguhan dengan keadaan sesungguhnya ya dihutan, bukan diam-diam menyelinap ke kampus seperti ini. Lagipula kau mau makan produk alam apa? Disini hanya ada besi-besi dan beberapa sampah yang ditinggalkan.” Eun Hyuk tertawa menyahuti.

“Itu sebabnya, setelah selesai semester ini kita merencanakan jalan-jalan yang menyenangkan lagi seperti waktu kita ke Hawaii..” Ye Sung menyela, dimana membuat keempatnya langsung menghela nafas pelan.

“Huh, sudah terasa sudah tiga bulan sejak petualangan kita di Hawaii dengan mahluk yang tak dipercayai keberadaannya itu. Dia menghilang malam itu dan kita tak pernah bertemu lagi dengannya. Mungkin selamanya.” Kyu Hyun ikut berbicara, menghela nafas pelan.

“Benar. Kita berpisah tanpa ucapan selamat tinggal dan itu… huh, tidak melegakan.” Sahut Dong Hae. Eun Hyuk menganggukkan kepalanya.

“Seandainya kita bisa bertemu dengannya walau hanya sekali lagi. Setidaknya, kita seharusnya mengucapkan selamat tinggal yang la-”

Habis ucapan itu tiba-tiba suasana kembali aneh ketika semuanya terlihat seperti berhenti. Keempat pemuda itu kembali seperti patung yang terlihat kosong, begitupun suasana di sekitar mereka yang terlihat mati. Hingga tak lama, satu-satunya hal yang bergerak disana menampakkan diri. Sosok putih itu melayang ringan dari angkasa sebelum menapakkan kakinya dengan ringan di lantai yang kotor itu.

“Kalian masih saja sama..” sang Angel tersenyum. Dengan pelan ia melangkahkan kakinya mendekati keempatnya yang masih seperti batu tanpa nyawa. Ia lalu mengalihkan pandangannya menuju makanan di depan mereka. Sang Angel tersenyum usil, lalu menggerakkan sihirnya untuk mengubah makanan itu menjadi produk-produk instan buatan Amerika. Ia lalu mengepakkan sayapnya kuat, membuat waktu berjalan seperti seharusnya.

“—Yak.” Eun Hyuk yang hendak mengulurkan tangannya untuk mengambil sepotong pizza lainnya tiba-tiba menghentikannya menyadari ada yang tidak beres. Ketiga temannya juga terlihat sama kebingungannya karena sekejap makanan di depan mereka berubah.

“Bukankah kalian sudah biasa memakannya? Kenapa heran begitu?”

Ucapan itu tentu saja mengagetkan keempatnya. Kepala itu langsung mereka tolehkan ke arah yang sama.

“K-Kau?” Kyu Hyun terlihat tak percaya. Namun Ye Sung menyelesaikan ucapannya.

Angel!!”

Sosok indah itu tertawa geli. Sementara itu keempat pemuda itu berdiri menghampirinya terlihat tak percaya.

“Apa kau nyata? Aku bahkan belum minum sedikitpun jadi seharusnya kau itu nyata.” Berondong Dong Hae. Sang Angel tersenyum, sedikit cemberut.

“Apa aku terlihat tak nyata..”

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau pergi begitu saja dan tak ada khabar selama tiga bulan ini. Kau tahu, kami mengkhawatirkanmu..” Eun Hyuk ikut memberondong pertanyaannya.

“Aku tidak punya pilihan karena kalau tidak aku bisa terkena masalah. Sementara itu aku tak bisa menemui kalian semaunya..” sang Angel bergerak untuk duduk di salah satu bangku tempat dimana mereka makan tadi. Keempat pemuda itu mengikutinya bagaikan besi menemukan maknet yang menarik mereka.

“Bagaimana kesehatanmu? Kami sempat cemas karena waktu itu kau belum pulih..” Tanya Kyu Hyun sambil mendudukkan dirinya di depan sang Angel. Ketiga yang lainnya juga melakukan hal yang sama.

“Aku terlalu memaksakan kekuatanku saat itu sehingga aku kesulitan untuk pulih begitu aku sampai di tujuanku. Tapi beberapa hari ini kekuatanku sudah pulih, sehingga itu sebabnya para peri memberikan hadiah padaku dengan mengizinkanku menemui kalian..” sang Angel menundukkan wajahnya setelahnya. “Untuk mengucapkan selamat tinggal.”

Keempatnya tampak terdiam, tentu kaget dengan itu padahal mereka baru kembali berkumpul. “Bukankah sang Angel memang sering ke bumi. Kau seharusnya bisa terus mengunjungi kami walaupun hanya sekali dalam setahun atau dalam beberapa tahun..” ujar Ye Sung. Sang Angel tersenyum dan menggeleng.

“Seperti yang aku katakan, para Angel tidak dapat merasakan emosi apapun. Mereka juga tidak bisa berhubung dengan manusia manapun sehingga itu sebabnya aku tak mengingat kalian semua sampai di hari kesembuhanku. Aku bersyukur karena para dewan White Angel memberikanku hadiah ini dengan mengingat kalian kembali sehingga aku dapat kembali mengunjungi kalian..”

“Huh, padahal kita baru bertemu. Mengapa ini terasa menyedihkan..” Dong Hae mendengus.

“Karena itu jugalah aku datang. Aku ingin menghapus kenangan kalian ketika bersamaku sehingga kalian tidak merasa kehilangan. Ini juga menghindari kalian merahasiakan rahasia langit.”

“Huh, apakah harus begitu? Kami menyukai kenangan ini. Lagipula kami tidak akan mengatakannya kepada orang lain.” Eun Hyuk menyela. Sang Angel tersenyum getir.

“Tentu kalian boleh menjaganya, namun kalian tidak boleh mengatakannya kepada siapapun. Walaupun itu orang yang kalian percaya sekalipun. Karena kalau kalian mengatakannya maka kalian akan mendapatkan hukuman dari langit. Oleh sebab itu aku ingin menyelamatkan itu dan membuat hidup kalian kembali normal seperti sebelum kita bertemu..” sang Angel menyahut lembut. “Ini juga karena kalian mengatakan kalau rasa cinta sepihak itu menyakitkan. Aku tak dapat merasakannya seperti yang kalian rasakan namun aku bisa menghapusnya sehingga kalian bisa kembali hidup normal.”

Keempatnya saling bertatapan, terlihat ragu dengan apa yang mereka dengar. Namun sejauh ini mereka tak mengatakan apapun.

“Berapa lama waktu yang kau punya sebelum kau pulang? Tak bisakah kita menikmati itu saja dulu sebelum kembali bersedih seperti ini?” Kyu Hyun memecah keheningan. Dimana semua orang setuju dengan yang ia katakan.

“Hingga fajar datang aku bisa bersama kalian..”

Malam itu mereka melakukannya seperti waktu mereka masih bersama di Hawaii dulu. Tanpa beban, tanpa kesedihan, hanya berusaha menghabiskan waktu secukupnya sebelum semuanya berakhir selamanya. Hingga ketika waktu itu datang mereka akhirnya tak bisa menghindari lagi.

Eun Hyuk melepas tangan halus itu dengan sedikit tidak rela. Seperti biasanya, sang Angel selalu bergilir memperlakukan mereka dari kanan ke kiri. Dan untuk mengatakan selamat tinggal hari ini dia mendapatk bagian terakhir setelah sebelumnya diawali oleh Kyu Hyun, Dong Hae, dan Ye Sung.

“Jadi ini benar-benar akhir dari segalanya. Setelah sekarang kita tidak akan pernah bertemu lagi atau mengingat semua yang terjadi?” Tanya Ye Sung. Pemuda itu tak mampu menahan bias-bias air di matanya agar tidak menetes, sama dengan milik teman-temannya. Dimana hal itu semakin menyedihkan ketika sang Angel tersenyum lembut dan menganggukinya.

Keempatnya selama ini selalu mengeluh karena di pertemuan sebelumnya mereka tak sempat mengucapkan selamat tinggal. Namun kini ketika mereka dihadapkan, mereka tahu rasanya lebih menyakitkan.

“Aku tak ingin memoriku tentang dirimu dihapus. Aku ingin menjaganya. Walaupun, aku mungkin bisa mati kalau saja tak sengaja mengatakannya tapi aku ingin menjaganya..” Dong Hae membuka suaranya. Terlihat sedikit emosi sehingga bias air mata itu terlihat lebih jelas di wajahnya. “Kalian seharusnya juga mempertahankannya. Walau kita tak bisa mengatakan pada siapapun setidaknya kita bisa mengenang ini bersama-sama seperti ini. Kita berempat jadi seharusnya cukup untuk saling berbagi..” ujarnya melirik teman-temannya. Ketiga pemuda itu menghela nafas, terlihat memikirkan ucapan Dong Hae.

“Aku juga… tidak ingin melupakannya..” kata Eun Hyuk tak lama.

“Tapi kalian selalu mengeluh kalau rasa cinta sepihak itu menyakitkan. Aku hanya berusaha mengobati rasa sakit itu..”

“Benar, tapi satu hal yang tak kau tahu soal manusia dan emosinya. Banyak dari mereka yang bertahan dengan hal yang menyakitkan itu untuk beberapa alasan. Kasus ini adalah salah satunya..” Eun Hyuk menyambung.

“Lagipula, sejak awal kami sadar kalau ini akan begini akhirnya. Jadi kami akan menjaganya..” Dong Hae kembali berbicara. Hal yang membuat sang Angel tersenyum mendengarnya.

“Bagaimana dengan Kyu Hyun dan Ye Sung?”

“Kami selalu bersama selama ini, bahkan sebelum kita bertemu. Jadi aku akan mengikuti apa pilihan teman-temanku. Lagipula aku memang setuju kalau aku ingin menyimpan kenangan itu. Aku berjanji tidak akan membocorkannya pada siapapun…” sahut Kyu Hyun. Ye Sung mengangguk.

“Begitupun dengan diriku..”

Sang Angel kembali tersenyum pada mereka. Ia tak mengerti bagaimana menjelaskannya karena ia tidak mengenal apapun jenis emosi. Namun ia tahu bahwa ia lega melihat mereka mempertahankan memori tentangnya dalam fikiran mereka.

“Baiklah, kalau begitu kalian boleh menyimpannya. Kuharap kalian menjaganya dan tidak mengatakan pada siapapun..” sang Angel mulai mengepakkan sayapnya lagi. Bersiap kembali ke tempatnya berada dan meninggalkan tempat dan kenangan yang dimilikinya. “Jadi disinilah perpisahan kita. Selamat tinggal Cho Kyu Hyun, Lee Dong Hae, Kim Ye Sung, dan Lee Eun Hyuk. Aku harap kalian menemukan kebahagiaan..”

“Selamat tinggal.” Keempat pemuda itu memaksakan senyuman. Mereka lalu mulai melambaikan tanganya pada sang Angel yang telah bersiap pergi selamanya dalam hidup mereka itu. Mereka kini mencoba memandang sedetail mungkin kepergian satu ini setelah sebelumnya mareka melewatkannya.

Perlahan-lahan kaki sang Angel kembali meninggalkan daratan dan berniat pergi. Ia tersenyum, melambaikan tangannya pada keempatnya yang juga terus melambaikan tangan padanya. Tubuhnya pun ia bawa semakin melayang.

Namun di detik kemudian ia kembali mengepakkan sayapnya kuat sehingga menghentikan waktu untuk ketiga kalinya. Ia turun kembali, menapakkan kaki telanjangnya kembali ke lantai. Mendekati keempat pemuda yang kembali terlihat seperti membuka dengan wajah yang dipaksakan untuk tersenyum.

“Kuharap kalian selalu sehat dan bahagia..” dia kembali memberikan kecupan di bibir itu satu persatu berurut dari kanan ke kiri. Tak lupa ia juga memberikan sedikit kesembuhan pada apapun rasa sakit yang dirasakan oleh pemuda-pemuda itu ditubuh mereka. Ia juga mengucapkan mantra yang berharap keempatnya bisa hidup bahagia dan berumur panjang.

Setelah merasa selesai, ia kembali ke tempat terakhir sebelum ia menghentikan waktu. Dikepakkannya lagi sayap besar itu untuk menghidupkan waktu kembali. Dimana kini empat pemuda itu kembali hidup dan melambaikan tangan untuk melepasnya pergi. Tanpa mengetahui sama sekali kalau waktu sempat berhenti selama beberapa menit untuk sang angel mengucapkan perpisahannya untuk terakhir kali.

Pada akhirnya perpisahan benar-benar tak bisa dielakkan ketika tubuh itu terus naik-naik dan mulai hilang dari pandangan. Meninggalkan empat pemuda di bawah sana yang masih menengadah dengan air mata yang menetes begitu saja. Keempatnya tersenyum getir sambil menatap wajah satu sama lain, mereka saling berangkulan ketika air mata perpisahan benar-benar tak bisa ditahan.

❤ THE END❤

Haha, aku ga tahu deh gimana pendapat teman-teman soal FF satu ini. Aku hanya berniat ingin membuat cerita tentang judul ini dengan tema seperti ini. Aku tak tahu apa ini bisa membuat reader betah membacanya atau malah bosan mengingat alurnya datar tanpa banyak intrik(?)

Semoga reader tetap menikmati FF dengan genre fantasi dan friendship yang kubuat ini. Sebagai salah satu yang dapat aku berikan untuk merayakan ulang tahun Angel kita ^^

Thank you for reading.

41 Comments Add yours

  1. Mothisan mengatakan:

    Bertemu angel dalam sekejap dan d akhiri dengan perpisahan yg menyakitkan,,,,

  2. anna mengatakan:

    Aigooo enk bgt jd angel bs mndpt prlkuan istmw dr mrk,,mski bs diktkn tdk brakhr bhgia tp memori yg mrk almi bnr2 bs mmbt bhgia

  3. sofikyussoshipper mengatakan:

    seneng sih kalo misalnya qta bisa bertemu ma angel kayak mereka berempat,bisa bersahabat dan saling membantu tapi pada akhirnya kita harus bersedih karena kita akan terpisah,kita tahu kalau dunia kita berbeda,nyesek bnget tuh mereka berempat,tapi ini ff keren banget thor,feelnya dapet banget,bwt author PUTRI tetep SEMANGAT ya dan ditunggu karyanya yg lain🙂

  4. yehaesso mengatakan:

    beruntung polisi ga bener bener nemuin sang angel.
    sedih kenapa akhirnya harus berpisah. dan keempatnya sama sama harus ngerasain cinta sepihak mereka. padahal aku berharap banget ada sesuatu yg bisa ngerubah angel utk bisa ngerasain namanya emosi dan jatuh cinta. yap dikenang lebih baik dari pada dilupakan seengganya pertemuan mereka menyenangkan walau pahit di akhir kkkk~

  5. Woaaaah endingnya bkin nyesek ! Untuk eunhyuk ,donghae ,dan yesung feelnya dapet ,Ʈªþ¡ kalo kyu sedikit kurang dapet , hehehe maklum suka kyu yg egois dan jutek Ʈªþ¡ ngeselin sekaligus bkin kngen haha. #lebay Ʈªþ¡ ceritanya keren dan di tunggu ff lainnya

  6. AiSparkyu mengatakan:

    Aku pkir awalnya sejenis drabbel mnceritakn dri stu couple ech ternyata full oneshoot ,,kren prshabatan mreka kuat bnget slim mnbntu stu sma lain gk ada yang egois”an ach pkonya kren prpsahan yang mnis antra 4 ank mnusia dan angel ,,prtemuan yang singkat mnun amat berksan bagi semuanya ..ach pokonya kagum bnget ma prshabatannya

  7. safriyanti mengatakan:

    Sneng,a mrka smua bsa ktmu angel,,,
    Eh mrka kn gk tau klo smpat d cium angel,,
    Klo tay gmna y,,
    Prtmuan n prpisahan yg mnydihkan,,,

  8. nita mengatakan:

    ending ny nyesek, aq pikir ini crtny bkln kyk drabel2 sblmny, msng2 couple crtanya, trnyta d bkn oneshoot. hemm prtmuan dngn angel yg smpet bikin mrka ngrasa jd beban & dngn sirng brjln ny waktu, ada prsaan yg muncul dri k empat laki2 ini untuk sang angel, & akhirny mrka pun hrus brpisah. good job buat ff ny chingu🙂

  9. Elisa mengatakan:

    Ff a sesuai dengn jdul a angel…sukak authur….
    Faighting and good luck buat author a…

    And happy birthday buat souen unie….
    Chayo

  10. Ayu Chokyulate mengatakan:

    duhh eon ini project ff ultah sso yg kereenn… ff bergendre fantasy dengan alur yg menghibur… kerasa banget sih feel nya, dari mulai sedih, seneng, kocak, apalagi persahabatan eunhyuk, hae, yesung, dan kyu yg begitu kuat^^
    daebakkk deh.. ditunggu karya-karya slanjut nya eon 😍😍
    #HappyKimSoEunDay🎂🎉🎈😍

  11. Niniet mengatakan:

    keempat pemuda tampan itu jadi gegana gara2 angel, aigoo… tapi disini si angel menang banyak nyiumin keempat bibir pria tampan itu tanpa mereka tau hahaha.. aigoo angel yang beruntung..tapi tetep aja nyesek pas akhir..

  12. shaneyida mengatakan:

    Akhirnya iso jg aye mampir di mari stelah bbrpa kali gagal msuk wp puput hhh * curcol..m abaikan*

    Kyaaaaaaaaaaaaaaaa aye sukaaa banged ma ni story aaaaaaaaaaaaaaaaa histeris peesahabatn mereka terasa bgt ngalir n nyengat kek petir hhii d tambah kehadiran angel jd ngebuat suasana persahabatan n kepedulian nya kental bingit yeaaaaah im happy ♡♡♡♡♡♡

    Perjalanan liburan k empat pemuda ntu berwarna putih terkena cipratan angel setelah mobil mereka ketiban ma angel hh kilat petir ddkana yg melanda rpnya untuk menyambut kehadiran sso k bumi untuk menemani yesung cs bermain2 hhhi😄, ni mereka bruntung apa sial kkke stelah mengutk2 mendumel dg adanya bdai trus mobl jd brubah bentuk ee kudu nambah personil nunjuk angel kkkke ,rp nya kehadiran angel mampu menghipnotis mereka menjdi gelandangan kkke *plakk* noh liat yesung ma kyu jd pengamen jalanan trus hyukbma hae mau jd nelayan ddkan tp gàtot kke jdinya mereka jual diri dg memnfaatkan keahliannya hhhii
    ets mereka jd lebih hangat dg kehadiran angel mereka punya cinta untuk angel meski angel tak dpt membalas nya krna dia tk isi merskan hal ntu .. pdhall aye dh nyiapkan mesin fotokopi put .angel nya mau d fotokopi biar di perbanyak trus d bagikan atu2 kemreka kkkkjjjje *plakkk*
    Moment kebersamaan mereka ketika ngoceh pas suasana makan d temani ma angel dg pertanyaan2 untuk angelvngebuat suasana jd kga boring … aye suka d smua line nya ♡♡♡♡

    Owh sempat gimna gt dg kehdiran letnan ma tim porensik cs takut klo yeye cs baklan d tangkepapalgi rpnya t mbl sewaan ada mslah cos mbl swaan hsil curian tanpa d ketahui ma hyuk cs j beseeta angel yg bakalan d kuliti d jadikan soup klo keberdaannya tertangkap hhhe ..
    tegang jg pas polisi dah dtg kesarang laba2 nya hae cs kkkke tp untunglah sso iso mengatasinya d wktu yg akurat… akhirnya terjdilah perpisahan ddakan hhi … ciaaaaa sso sempat nyium bibir kyu cs . Ciee dpt hadiah spesial yak meski mereka tk menydri
    dan d akhiri dg perpisahan yg manis bgt .. ketika angel dh langsungbpamit pd kesempatan brikutnya dg hyuk,yeye,kyu,hae yg akan menyimpan kenangan indh ttg angel d hati mereka …ni perpisahan yg paling manis bgt aaaa i love this y♡♡♡♡

    BANYAK jempol dah buat puput (y)
    Keep writing ,cmingit n happy teyus dh buat puput :*,storynya segar n manis penutup makan yg sempurna hhhe :*

    #happysoeunday …happybeautifulangelday,happycunimomday ♡♡♡¤

  13. Devi mengatakan:

    Ff seruu bangeeet,,,,

    Beruntung bangeeet kyuppa,haeppa,and hyukppa bisa ketemu ma angel,,,,,,

    Yh mskipun d antara ke4’a tidk mendapatkan cinta’a angel cz angel tidak memiliki perasaan yg d pnya ileh persaan manusia,,,,

    Pokok’a keren bangeeet chingu,,,,

  14. Luthfiangelsso mengatakan:

    Ahh kasian yaa mereka, aku pikir bakalan ada loveline nya eh ternyata lebih ke friendship yaa. Suka ama persahabatan mereka ber4. Hummm btw #Happy27thKimSoEun

  15. yhuliisoeun mengatakan:

    aigooo… sdh bgt mrekaa harus pisah… syg gak ada yg jadian .. wkwk.. tpi gini lbih bagus sihh.. biar gk ada yg kcewa.. krna ff ini prsahabatannya dpat bgt.. ada bbrapa jga tadi yg bikin ngakak bcanya… :v miris bgt liat prasaan mreka gak trbalskan.. hohhoh… tpi si angel mnang bnyak.. dua kli nyim empat cowok ganteng… gimana kalau mreka tau yah kalau mreka di cium .. hahah… ^^ di tunggu krya yg lain yahh…

  16. nita mengatakan:

    pertemuan yg singkat, dngn perpisaha yg menyesakan. good job buat ff ny chingu🙂

  17. Fee mengatakan:

    Ak kira cerita.y bkln sendiri2
    Ternyta OS toh. Seru jg bc ff genre fantasy.
    Next project ak tunggu

  18. wahyuSsoAngells mengatakan:

    Yeaaayyy comeback jg hhihi🙌🙌biasalah rindu ffnya putri😘comebacknya khusus buat ultah si mbk ksayangan Kim So Eun😍
    Genre fantasy tp keren bgt,,yaampun dr pertemuan tak terduga,,trus punya rasa sayang yg sama tp akhirnya perpisahan yg mnyesakkan hiks..hikss😭😭
    Sabar yaa oppadeul mngkin dikehidupan nyata bkaln ktemu wanita seperti Angel😀

  19. ayu mengatakan:

    beruntung sekali ke 4 pemuda itu bertemu dgn angel yg cntik

  20. hesti mengatakan:

    Ini keren kalau dibuat film bagus

  21. yuliaseptiani mengatakan:

    ff tntang fantasy ini bner2 seru ,bruntung kyu hae yesung n eunhyuk yg bisa breng2 ama angel ^^ ahhh andai waktu sso ngkisseu mereka semua mereka sadar n tau ^^

  22. Sayaka-chan mengatakan:

    Huwee~ Kenapa giniii…??! Aku mau paling gak ada salah satu aja yang dapetin Sso, tapi sayangnya gak bisa… T-T
    Menurutku kurang ‘greget’ Thor. *ambil tutup sampah biar gak kena timpuk* Gimana, ya ngejelasinnya? Ada yang kurang gitu. ‘Feel’nya kayak kurang gitu. (banyak gitunya lo mah) Atau mungkin cuma gegara ngantuk kali, ya jadi ngerasa gitu. (gitu lagi) Haha~ Bacanya tengah malem sih…😀
    Paling gak mereka semua dapet kisseu.. *evil laugh* Hahahaha… Tapi mereka gak nyadar, kan ya buat yang pertama? It’s okay lah..
    BTW, happy birthday Sso eonni~ (meskipun telat :p )

  23. Kim Ra rA mengatakan:

    hmmmm gak sulit membayangkan Sso jadi seorang Angel karna dia memang seperti bidadari
    awal baca udAh kaya horor dengN cuacA yang ekstrim banget gak nyangka kalAu bidadari jatuh dari langit akan menemani liburan mereka.
    ceritanya benar benar seru. dan yang paling aku suka waktu bayangin Sayap nya Sso yang lembut dan terus bergerak gerak mengepak dengAn kencang hingga membawanya terbang

  24. pipip mengatakan:

    Waaaah osnya lgsg skligus nih mnculin kyu dkk
    Ceritanya beda dri os yg prnh dbuat sbelumnya ttg fantasi dan skligus prtemanan
    Yaa wlwpn gak ada konflik dan love storynya gtu tpi ttep suka kok eon hhe
    Ngbyangin mreka be4 dkepung pra polisi psti mukanya melas kasian ckck
    Tpi lucuuuu apalgi eunhyuk kyknya
    Suka pkoknya dgn os ini

  25. Rani Annisa mengatakan:

    wah keren banget os-nya🙂

    angel beruntung banget bertemu dengan mereka berempat yang saling membantu dan perhatian ke dia…

  26. hellolina97 mengatakan:

    awalnya horor gitu :O, tp ternyata cuaca begitu krna para angel sedang berkelahi. dan untungnya Angel ( soeun) jatuh ditempat yg tepat, walaupun nggk tepat jg krna mengenai mobil yg dipinjam oleh turis korea itu😛
    uu, sayangnya soeun jatuhnya nggk anggun, pdhal pingin ngebayangin kayak bidadari jatuh di iklan parfum itu =D
    heem, tentu aja.. pasti cuntiks kan angel itu. nggk ada wajah seperti dia didunia ini.
    cup cup cupp, miris banget hidup mereka di hawai, niatnya mau liburan malah dpt musibah yg merubah hidup mereka. apalagi mereka menyukai ato mungkin sudah menyayangi angel yg tinggal dgn mereka selama 2 minggu. perpisahan yg indah ~ walaupun penuh air mata

  27. Angel mengatakan:

    Wuaaahh os.y daebak bgt
    Fantasi yg seru bgt
    Tp sayang bgt sso gk bsa merskan emosi sperti manusia
    Jdi gk bsa jatuh cinta dech
    Tp cerita.y ttep baguusss bgt

    Q ud lama gk bca ff nich
    Q mw gabung d group qm gmna cra.y y ??

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Kamu coba add fb aku trus inbox aku uname yg kamu pake buat komen ini…

      1. Angel mengatakan:

        Ok maksih unnie ☺

  28. Annisa Rahmadiah mengatakan:

    wah.. daebak..
    gimana tuh ya kalo mereka berempat tahu kalo salam perpisahan dari soeun itu sebuah ciuman, aku yakin mereka berempat pasti mematung dan wajahnya pasti pada merah padam gitu deh..
    pasti lucu deh mereka semua..

  29. Tri mengatakan:

    Walaupun tidak berakhir happy, tp kisah perjalannya memiliki cerita tersendiri dihati keempat pemuda tampan ini,

  30. abiza mengatakan:

    nih ceritnya kuartet itu lg backpacker k hawaii…..tp knpa ya aq lebih suka cerita yg lebih nyata..jd bersa feelnya aja.

  31. lavender mengatakan:

    Selalu bagus apapun tema nya,,daebak ,

  32. meon96 mengatakan:

    Keren… angel vs devil🙂
    suka ff nya eon walaupun gak berakhir happy ending tapi tetep suka🙂
    ditunggu ff yang lainnya eon🙂

  33. luky mengatakan:

    huuuaaaaahhhh….. antara nyesek sama bahagia.
    nyesek krna gak bkln liat angel lagi, dan bahagia karna angel udah sembuh dan bisa balik lagi ketempat asalnya.
    hhuuuffhhh klo aja pas ngecup gak dihentikan waktunya, bkln ky gmna yah ??? hehehe…
    ff fantasynya daebak.

  34. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Benar2 yaa mereka dpt rejeki nomplok sih sebenernya…
    Hehhehe…

    Aduhhh..
    Coba aja wktnya gak dihentikan.. Apa reaksi mereka tau dicium si malaikat ya ??? O.o
    kekke~
    jingkra2 pasti~

    rada greget juga sama konfliknya..
    Kurang nendang..
    Heheheh v,v

    mo baca bagian devil nih…
    Lanjuttttt….

  35. Deborah sally mengatakan:

    Dagdigdug pas ada polisi tadi ><

  36. octa mengatakan:

    Ya ampun sed ending
    Aku pikir so eun bkal jadi manusia😦

  37. angelfishy mengatakan:

    hai aku reader baru

  38. anindya mengatakan:

    enak bgt jadi angel disukai 4 namja tampan kyuhyun yesung eunhyuk dan donghae tp sayangnya keempat namja itu harus patah hati karna angel tdk bisa bersama mereka

  39. rizki mengatakan:

    bagus,,, ceritanya lucu,,,, tpi sayangnya kim so eun gk bisa menjadi pasangan dari salah satu mereka,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s