~ Be My Girl Part 8 (Shall We Try?)


bemy8

Be My Girl Part 8 (Shall We Try?) | Princess Clouds aka Putri Andina|Romance, Comedy, Friendship, Family|Cho Kyu Hyun, Kim So Eun, Kim Jong Woon (Ye Sung), Kim Ryeo Wook, Kwon Yu Ri, Jung Yunho, Han Sunye (WG), and other.

Warning: Typo(s) – Out Of Characters.

~

Mobil mewah itu melaju kencang sementara di dalamnya terlihat si pengemudi yang gusar. Sang pengemudi yang ternyata adalah seorang pemuda yang tampan berambut brunette itu terlihat tengah membagi perhatiannya saat ini, satu sibuk menyetir sementara perhatiannya lainnya tertuju pada benda persegi yang berada di tangannya.

“Huh… nomornya masuk!” Tak lama ia terlihat lebih antusias, melirik sekilas ponselnya yang baru saja mendapatkan sebuah pesan masuk. Dengan gerakkan cepat ia kembali membagi pandangannya pada layar dan jalanan untuk menghubungi nomor yang baru didapatnya itu, sebelum kemudian menyambar headseat dan memasangnya di salah satu sisi telinganya.

Bunyi sambungan terdengar begitu panjang, membuat Kyu Hyun semakin was-was dan lebih tidak tenang. Sementara itu laju mobilnya juga tetap terlihat kencang, menyalip dan memotong mobil-mobil yang menghalangi jalannya.

“Tch angkat bodoh. Apa yang sedang kau lakukan?” Kyu Hyun mendesah kesal sambil menghubungi untuk yang kedua kali. Dimana bunyi sambungan yang panjang kembali menyambutnya dan semakin membuatnya tidak tenang. Hingga pada akhirnya…

Hallo?” Suara yang ditunggunya terdengar menyahut. Untuk sesaat berhasil membuatnya merasa lebih tenang dan lega.

“Kau dimana?” Kyu Hyun mendesak cepat, terlihat terburu-buru seperti laju mobilnya yang semakin kencang. Sementara itu lawan bicaranya terdengar hening setelah itu, mungkin memeriksa kembali nomor asing yang menghubunginya saat ini.

“Kau—“

“Tak usah banyak tanya, jawab dimana kau?!” Kyu Hyun menyahut cepat dan semakin tidak sabar. Dalam hati ia sebal sekali dengan sikap lelet So Eun yang juga sering berontak padanya di saat tak tepat. Seperti saat ini misalnya, dimana gadis itu kembali mengundur-undur waktu seperti orang bingung untuk menjawab pertanyaannya. “Yah Kim So Eun!” Kyu Hyun berteriak lebih kesal.

Terdengar decakkan sebal, terdengar tak menyukai teriakkannya barusan. Namun tak lama gadis itu kembali menyahut. “Aku—“

Suara yang aneh tiba-tiba terdengar, sesuatu seperti pukulan dan suara benda jatuh. Suara BUM yang kuat juga langsung terdengar tak lama, menandakan mungkin ponsel yang saat ini terhubung dengan ponselnya baru saja terjatuh dengan cukup keras ke tanah. Menyadari itu mata Kyu Hyun sedikit membesar, ia terlihat tidak tenang.

“Apa yang terjadi?” Kyu Hyun bertanya bingung dan panik. “HEY APA YANG TERJADI?! SO EUN! KIM SO EUN! JAWAB AKU!!” teriak Kyu Hyun semakin tidak gusar. Jantungnya juga terasa meledak karena berdetak terlalu kuat akibat terlalu cemas.

Pelan-pelan juga masih terdengar suara walau Kyu Hyun sedikit sulit menangkapnya. Semuanya terasa hening, senyap, walau ada suara lainnya yang terdengar samar. Ini begitu mengurigakan. Apa yang terjadi pada So Eun disana.

“SO EUN! KIM SO EUN!!” ulangnya memanggil kembali dan lebih keras. Terlihat benar-benar sudah cemas hingga ia sedikit sulit mengendalikan dirinya yang masih saja bersilang di jalanan. “KIM SO EUN?!”

Suara lain tiba-tiba tertangkap di telinganya, sesuatu yang membuatnya lebih mengatisipasi karena ini bisa saja tanda bahaya lainnya. Kyu Hyun terdiam saat ini, berusaha mengendalikan nafasnya sambil menunggu suara apa yang akan keluar selanjutnya.

“Dia ada disini, Cho Kyu Hyun..” suara tak dikenal yang terasa tak asing terdengar tak lama, membuat ekspresi yang lebih sulit dijelaskan di wajah tampan itu. Kyu Hyun terpana dalam beberapa saat merasakan emosi yang semakin bergejolak di dadanya. “Dia tertidur dengan nyenyak disini..”

Kyu Hyun kembali tersadar, merasakan ancaman lainnya dari ucapan itu. Rasa cemasnya terhadap keadaan So Eun semakin bertambah. “K-Kau—“

Kyu Hyun baru akan berbicara namun sambungan itu tiba-tiba terputus, membuat Kyu Hyun semakin panik. Kyu Hyun mencoba menghubungi kembali namun nomor itu tidak lagi aktif. Hal yang membuat Kyu Hyun dengan cukup keras memukul stir mobilnya. Di tengah emosi dan ketidaktenangannya Kyu Hyun membawa mobilnya lebih melaju menuju arah dimana So Eun tinggal.

*Be_My_Girl_Part_8*

Sinar matahari yang menyentuh kulit wajahnya lembut membangunkan sosok cantik itu dari tidurnya. Wajah yang tadinya damai itu sedikit bereaksi, sedikit mengerutkan dahinya sementara gerakkannya terlihat lebih banyak. Secara perlahan terdengar lenguhan pelan bersama gerakkan kedua mata itu untuk membuka, berusaha menyesuaikan dengan cahaya matahari yang sedikit membuat perih kedua mata yang memiliki iris berwarna kecokelatan itu.

“Uhm..” ia mengeluh lag, kali ini merasakan rasa tak nyaman di berbagai titik persendian tubuhnya. Mata yang kini sudah lebih terbuka itu juga terlihat mulai memperhatikan sekitarnya yang terasa asing. Hal yang tentu saja membuatnya bingung.

“Kau sudah sadar?” sebuah suara mengagetkannya. So Eun melirik ke sudut kirinya, barunya menyadari bahwa ada seseorang yang menungguinya. Seseorang yang tidak asing. “Kau—arrghht..”

“Tch, hati-hati..” pemuda tampan itu berdecak sambil sedikit berdiri untuk membantu So Eun untuk duduk. Sementara itu So Eun masih menatapnya heran.

“Apa yang terjadi?”

Cho Kyu Hyun selesai membantu So Eun untuk duduk dengan memberinya bantal sebagai sandaran. Ia kemudian melirik gadis itu. “Kau tak ingat? Seseorang kemaren tiba-tiba menyerangmu dan membuatmu seperti ini. Aish, katanya kau pandai berkelahi, kenapa kau bisa dengan mudah ditumbangkan begini, huh?” Kyu Hyun mengomel.

Sementara itu So Eun terdiam setelahnya, ia berusaha mengingat apa maksud ucapan Kyu Hyun. Benar, seingatnya semalam ketika ia pulang bekerja dan menerima panggilan dari pemuda ini ia dipukul oleh seseorang dari belakang. Hanya itu. Sepertinya itu yang membuatnya tidak sadar dan membuat bahunya saat ini terasa sakit sekali.

“Lalu kenapa aku sampai disini? Juga kenapa kau disini?” So Eun melirik Kyu Hyun lagi.

“Kau tak ingat bahwa sebelumnya aku juga sedang menghubungimu ketika insiden itu terjadi. Karena cemas denganmu itu sebabnya aku langsung memeriksa keadaanmu di tempat kau tinggal. Tch, dari dulu ini sebabnya aku selalu meminta nomor ponselmu, tapi kau selalu bersikeras tidak memberikannya. Untung aku punya koneksi baik dengan teman-temanmu di sanggar..”

So Eun tak menyahuti, hanya menatap Kyu Hyun sepanjang penjelasannya. Sesuatu sepertinya masih terasa janggal baginya.

“Tapi kenapa mereka menyerangku?” So Eun bertanya begitu saja, menyampaikan apa yang difikirkannya. “Aku tidak merasa mempunyai musuh..”

Giliran Kyu Hyun terdiam, balas menatap So Eun. Sedikit bingung menjelaskannya bagaimana. “Hum, mengenai itu—“

“—Apa kau ada hubungannya?”

“Huh?”

“Kau tiba-tiba menghubungiku sebelum insiden pemukulan. Suaramu selama terdengar begitu panik seakan kau tahu bahwa sesuatu akan terjadi? Apa semua ini ada hubungannya denganmu?” So Eun menyelidik pemuda itu, hal yang membuat Kyu Hyun sedikit tertegun. Hmfh, apa selama ini gadis ini setajam ini? Padahal Kyu Hyun berniat untuk tidak membiarkan So Eun tahu dulu mengenai masalah yang sedang ia usut tuntas ini. Ia tak ingin membahas mengenai wanita gila yang belum diketahui identitas dan motifnya ini. “Itu bukan suruhanmu lagi, bukan?”

“Hah? Apa yang kau katakan?” Kyu Hyun protes padanya. “Mana mungkin aku melakukan hal tolol seperti itu?”

“Hanya menebak saja. Karena seumur hidupku baru dua kali aku mengalami penyerangan seperti itu. Pertama ketika penculikkanmu di awal kita bertemu lalu saat ini. Mengingat kepanikkanmu semalam dan ekspresimu saat ini aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu..”

“Tapi kan itu bukan berarti kau langsung menuduhku melakukan hal ini. Segila apapun aku, aku tak akan melukaimu. Lagipula untuk apa aku memperingatkanmu sebelumnya dan membawamu segera kesini kalau aku yang melakukannya, bodoh.” Kyu Hyun bedecak sebal padanya. Sementara So Eun juga kesal dikatai bodoh oleh Kyu Hyun.

“Lalu apa yang terjadi? Kenapa semalam kau memperingatkanku begitu kalau kau tidak tahu apa-apa?”

Kyu Hyun tak langsung menyahut, ia menghela nafas dan sedikit menunduk sebelum menatap So Eun lagi. “Ya, ini ada hubungannya denganku. Walau bukan aku yang melakukannya..” Kyu Hyun agak tak bersedia mengakuinya sementara So Eun mendengarnya dengan seksama.

“Kenapa?” Tanya So Eun begitu penasaran. Tiba-tiba wajah berubah ketika mengingat sesuatu. “Atau jangan bilang.. itu suruhan keluargamu? Apa kita sudah ketahuan?”

“Tch, bukan itu..” Kyu Hyun menyela bosan. “Kau ingat dengan pembicaraan keluargaku waktu aku membawamu ke rumah? Tentang wanita yang mengaku aku hamili? Selama ini gadis itu selalu menerorku, baik secara langsung atau menganggu keluargaku. Kemaren entah bagaimana caranya ia mengetahui kekasihku, itu sebabnya kau diserang..”

“Bagaimana mungkin aku ini adalah kekasihmu..” So Eun mengerutkan dahinya. Hal yang membuat Kyu Hyun memutar bola matanya bosan.

“Dia selama ini mungkin saja selalu menguntitiku diam-diam. Itu sebabnya dia tahu bahwa kau adalah satu-satunya gadis yang paling dekat denganku saat ini bahkan sampai kuperkenalkan pada orang tuaku..” Kyu Hyun sedikit emosi begitu saja karena ucapan So Eun.

“Tapi itu kan bukan berarti kekasih?”

“Huh, lalu bagaimana dengan ciuman mesra kita waktu itu? Itu hanya dilakukan oleh sepasang kekasih..” Kyu Hyun tak mau kalah. Tampak kesal sekali dengan ucapan So Eun. Sementara itu kini giliran So Eun yang terdiam, wajahnya memerah begitu saja mengingat kejadian itu serta bagaimana dengan frontal dan kerasnya Kyu Hyun mengucapkannya.

“A-Apa yang kau katakan?” So Eun meleparnya dengan boneka yang entah punya siapa terletak di atas tempat tidur itu. Kyu Hyun reflek menangkap benda itu. “Itu bukan ciuman, itu semacam pemaksaan. Dia tak seharusnya menyimpulkan itu seenaknya!”

“Aish, walau ini hanya boneka murah tapi aku memberikannya sebagai kado ucapan cepat sembuh padamu. Kau tak bisa membuangnya..” Kyu Hyun berdecak sambil sedikit memainkan boneka berbentuk minions itu. “Itu bukan pemaksaan, kau melakukannya dengan sukarela dengan wajahmu yang seperti robot waktu itu. Lagipula apakah itu hal yang paling penting disini? Bukankah seharusnya kita membicarakan wanita gila yang melukaimu?” sahut Kyu Hyun bosan. So Eun pada akhirnya hanya menghela nafas dan membiarkan Kyu Hyun melanjutkan penjelasannya.

“Ya, dia menganggap kau adalah kekasihku. Aku juga tidak tahu bagaimana ia bisa tahu. Dia bahkan tahu nama serta detail tentangmu. Seperti malam itu dimana ia menghubungiku dan memperingatkanku tentang dirimu. Hal yang tentu saja membuatku panik dan mencari keberadaanmu..”

“Semula aku fikir ia benar-benar akan melukai atau bahkan melakukan hal yang lebih buruk padamu. Ternyata ia hanya menggunakanmu sebagai ancaman padaku, sesuatu untuk membuktikan kegilaannya yang lainnya. Karena ketika aku menemukanmu pingsan disana ia sudah tidak ada, namun ia meninggalkan catatan di ponselmu.” Kyu Hyun mengambil sesuatu di sakunya dan menunjukkan pada So Eun. “Disana tertulis bahwa ini hanya permulaan. Dia akan terus mencari cara untuk menggangguku..”

So Eun terdiam, hanya memandang deretan tulisan yang ada disana. Pesan itu terdengar dingin, namun cukup berbahaya apalagi dikaitkan dengan apa yang semalam terjadi.

“Dia terlihat begitu serius dengan ucapannya..” So Eun mengangkat wajahnya dan menatap Kyu Hyun sedikit menyelidik. “Yang artinya dia benar-benar menyalahkanmu. Kau… sungguh-sungguh tak melakukannya, bukan? Karena dia tak mungkin berbuat semua ini kalau hanya iseng..”

“Sudah kubilang aku tak melakukannya!” Kyu Hyun kembali terlihat kesal. “Aku ini bukan orang sembarangan, jadi aku tak mungkin berbuat sembarangan. Walaupun aku playboy dengan julukkan berbahaya sekalipun namun aku sungguh berhati-hati. Aku ini terlalu pintar untuk membuat kesalahan bodoh seperti itu..”

“Lalu kenapa dia bisa begini?”

“Aku juga tidak tahu!” Kyu Hyun menyahut kesal. Matanya sedikit melotot kesal pada So Eun, namun tak lama mengalihkan wajahnya malas. “Aish sudahlah. Aku sedang tak ingin memikirkan ini. Kau juga, bukankah kau belum sarapan? Kau mau dibelikan sesuatu?”

“Tunggu, ini sudah jam berapa?” So Eun tiba-tiba tersadar sesuatu.

“Jam Sembilan. Kenapa?”

“Apa?” So Eun tampak kaget, menarik lengan Kyu Hyun untuk memeriksanya sendiri. Matanya semakin membesar melihat angka yang tertulis disana. “Ya tuhan, gawat. Aku sudah terlambat bekerja!” serunya panik sambil berusaha menahan sakit di bahunya untuk bangun. Namun belum sampai bergerak banyak bahunya di tekan Kyu Hyun untuk kembali duduk di tempat tidurnya. “Apa yang kau lakukan?” Tanya So Eun kaget.

“Kau belum bisa bekerja. Kau masih sakit. Lagipula kita tidak tahu rencana perempuan itu selanjutnya padamu.”

“Tapi aku harus bekerja. Lagipula, aku tak takut. Aku yakin bisa mengalahkannya kalau dia muncul di hadapanku.”

“Kau selalu berkata begitu, tapi lihat… semalam dia berhasil menjatuhkanmu tanpa perlawanan.”

“Itu karena dia menyerang tiba-tiba dan tanpa peringatan.”

“Huh, lalu bagaimana kalau dia menyerangmu lagi tanpa peringatan, huh?”

So Eun kali ini terdiam, agak hilang cara untuk menyahuti ucapan Kyu Hyun ini. Pada akhirnya ia menghela nafas dan bergumam rendah. “Tapi walau bagaimanapun aku harus bekerja. Aku punya tanggung jawabku sendiri yang tak bisa dihentikan oleh alasan seperti ini..” ujarnya berusaha menahan diri agar tidak berteriak.

Kyu Hyun berdecak padanya. Menatap gadis itu dengan sebal. “Keras kepala.” Omel pemuda itu kesal. Tak lama ia tampak mengambil ponsel miliknya dari saku mantel. Dia tampak segera mengotak-atiknya seperti menghubungi seseorang.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya So Eun heran. Namun Kyu Hyun tak menyahutinya karena dia tampak menunggu panggilannya akan diangkat oleh orang yang ditujunya.

“Ini aku. Aku hanya ingin memberitahu bahwa mulai hari ini Kim So Eun berhenti bekerja di tempatmu. Kalau kau keberatan sampaikan pada pengacaraku.” Begitulah ucapan pemuda itu. Sebelum tak lama ia langsung mematikan ponselnya seakan tak memberikan kesempatan untuk lawan bicaranya untuk bersuara. Sementara So Eun tampak menatapnya kaget.

“A-Apa itu? A-Apa barusan kau menghubungi Direktur-Kim?” Tanya So Eun masih tak menyangka. Ia merebut ponsel Kyu Hyun dan memeriksanya sendiri “YAAAH APA YANG KAU LAKUKAN?!!” Teriak So Eun tak lama. Kyu Hyun mengangkat bahunya tak peduli.

“Aku hanya melakukan hal yang seharusnya..” ujarnya. Namun ia melebarkan matanya tak lama melihat giliran So Eun yang sibuk mengotak-atik ponselnya. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya sambil balas berusaha merebut ponselnya itu. Namun ia langsung tersurut begitu So Eun menatapnya tajam dan menangkis tangannya keras seakan ia tengah beradu karate. Kyu Hyun meringis dan mengayunkan tangannya yang sedikit ngilu. “Apa yang kau lakukan?” ulangnya sebal. Namun So Eun tampak sudah kembali menempelkan ponsel itu ke telinganya dan terus menatap Kyu Hyun dengan sangat tajam.

“H-Halo Direktur. I-Ini aku K-Kim So Eun. Begini…”

Ye Sung tampak kebosanan di ruang kerjanya sendiri. Sejak tadi ia hanya membaringkan kepalanya malas di atas meja sambil memainkan game membosankan di ponselnya. Erangan bosan juga terdengar berkali-kali.

Tak lama pintu ruangannya terbuka, membuat pemuda itu mengangkat kepalanya dengan penuh harap. Namun tak lama senyumannya memudar melihat yang masuk bukan orang yang diharapkannya.

“Maaf tuan, tapi rapat anda dengan Direktur dari Grup-Victory akan segera dimulai..” lapor Kwon Yu Ri setelah memberikan hormat padanya. Namun Ye Sung lagi-lagi menghela malas dan kembali membaringkan kepalanya.

“Batalkan.”

“A-Apa, tuan? T-Tapi mereka sudah disin—“

“Aku bilang batalkan.” Ye Sung memotong tanpa melirik. “Katakan kalau aku sedang sakit jadi aku tak bisa mengurus bisnis apapun.”

Yu Ri menghela nafas, tampak mengerti dan menganggukkan kepalanya. “Baik, tuan.”

“Eh, tunggu!” Ye Sung mengangkat wajahnya dan menatap bawahannya itu. “Segera siapkan mobil. Kita akan ke rumah sakit.”

Yu Ri lagi-lagi terdiam dan tampak memikirkan sesuatu. Namun ia lagi-lagi mengangguk patuh. “Baik, tuan.”

Wanita dengan topi berwarna hitam itu tampak dengan gelisah memasuki sebuah gang sempit. Ia melihat ke kiri dan ke kanan, terlihat was-was memeriksa sekitarnya kalau saja ada bahaya yang mengintainya. Tak lama di sebuah rumah yang terlihat sederhana ia segera memasuki tempat itu.

Wanita hamil itu tampak menghela nafas lega sambil bersandar di balik pintu. Ia memeriksa jendela untuk memeriksa luar rumahnya lagi-lagi takut diikuti. Namun tak lama dia menghela nafas lagi karena ketakutannya tak terbukti.

“Haaahh, aku pegal sekali.” Wanita itu melepas topi yang digunakannya sehingga menampakkan sebuah wajah perempuan muda yang cantik. Ia menggigit bibir bawahnya dan mengelus perut buncitnya. “Kau baik-baik saja kan, nak?” tanyanya pelan. Ia lalu beranjak semakin memasuki rumah berukuran kecil itu.

“Kita harus hati-hati karena Cho Kyu Hyun semakin gencar mencari keberadaan kita saat ini. Apalagi setelah kemarin aku menganggu perempuan yang dicintainya..” ia berucap lembut pada bayi yang masih tinggal di dalam perutnya. “Namun walau begitu ibu sangat lega, sayang. Ibu sepertinya menemukan titik kelemahan untuk menekannya. Ibu yakin cepat atau lama kita bisa membalaskan dendam kita. Bersabar sebentar ya sayang..”

Hari masih pagi, namun untuk beberapa alasan tempat yang terlihat cukup tersembunyi itu terlihat begitu sunyi karena di dalamnya hanya tinggal seorang wanita hamil yang bermonolog pada bayi di kandungannya.

Mobil mewah itu berhenti tepat di depan gedung perkantoran elit tersebut. Dari dalamnya terlihat seorang pemuda tampan yang memakai mantel dan berkacamata hitam. Seseorang laki-laki yang tampak sudah menunggunya terlihat datang menghampirinya lalu berjalan di belakangnya.

“Ada rapat denga—“

“Aku sedang tak ingin mengurus apapun tentang perusahaan saat ini. Sebaliknya panggil anak buah yang mengatur kasusku sekarang juga dan suruh menghadap secepatnya. Aku menunggu di ruangan..”

“B-Baik, direktur..”

Direktur muda melanjutkan jalannya menuju lift VIP yang telah menunggunya. Sementara laki-laki tua tadi tampak langsung memisahkan diri demi menghubungi seseorang yang diminta.

Kyu Hyun berwajah datar namun sekilas terlihat mengerikan. Wajah yang selalu mencoba untuk terlihat kekanakan atau bahkan mendekati bodoh ketika bersama So Eun itu kini terlihat begitu serius dan garang. Hal itu belum ditambah dengan aura kuatnya yang tersendiri sehingga membuat dua orang di depannya tampak sedikit gentar.

“Jadi kapan kau akan menyelesaikan kasus ini?” ia bersuara. Tatapannya masih terlihat datar dan tak bersahabat pada dua orang berpakaian hitam itu. “Sampai kapan kalian bisa menemukan wanita yang terus menerorku itu dan berhenti makan gaji buta?”

Dua orang itu sekilas saling bertatapan. Namun akhirnya salah satu dari mereka bersuara, “Maafkan kami, tuan. Hanya saja.. ada beberapa masalah sehingga membuat kami kesulitan untuk menemukan pelaku.”

“Masalah seperti apa? Apakah masalah itu segitu peliknya sehingga kalian tak bisa mengatasinya sampai hari ini? Siapa wanita ini memangnya? Buronon internasional sehingga gen berpengalaman seperti kalian tak bisa menangkapnya?”

Kedua orang itu diam, tampak tak berani menyahuti apapun. Sepertinya memang ucapan itu tak bisa dibantah kebenarannya.

“Semalam, dia mulai berani mengganggu orang terdekatku. Kalian tahu apa artinya? Dia sudah benar-benar mengancam kehidupanku. Kalau terus seperti ini apa gunanya aku membayar kalian untuk menangani ini?”

“Maafkan kami, tuan..” laki-laki tadi menundukkan kepalanya. “Tapi mohon beri kami satu kali kesempatan lagi. Kami berjanji kali ini kami akan menemukannya dan membawanya pada anda..”

Kyu Hyun terlihat tak langsung menyahut, ia tampak memberikan jeda dengan hanya menatapi keduanya dengan jenis tatapan datar yang sama. Hingga setelah beberapa lama ia baru kembali bersuara, “Satu minggu. Jika sampai saat itu kalian tidak bisa menemukan apapun kalian semua kuberhentikan..”

“Baik, tuan. Terima kasih..”

“Baiklah, bawa masuk semuanya. Hati-hati..” Ye Sung terlihat bak seorang mandor ketika ia sibuk memerintah beberapa orang yang membawa beberapa jenis bunga ke dalam ruang inap So Eun. Ia pun juga yang memerintahkan di sudut mana saja tanaman indah itu diletakkan hingga tak sampai hitungan menit ruangan VIP yang ditempati So Eun tak ubahnya seperti taman bunga. Bahkan beberapa petugas tampak kebingungan dimana lagi benda itu diletakkan. “Tch, apa perlu kita letakkan di bawah tempat tidur juga?” bingung bos muda itu sambil celingukan memeriksa spot yang masih bisa digunakan.

Sementara itu sang penghuni kamar tampak masih belum sepenuhnya sadar dari ketercengangannya. Ia masih menatap bingung sekitarnya dengan mulut sedikit terbuka sementara sebuah buku masih terletak apik di tangannya. “A-Apa-apaan ini, direktur?” tanyanya kemudian. Ye Sung menoleh padanya.

“Bukti kunjunganku. Kau bilang tadi tidak apa-apa kalau aku memberimu bunga..” jawabnya sambil tersenyum bangga. So Eun meliriknya speechless, masih terlihat tak terlalu percaya.

“Y-Ya… T-Tapi i-ini berlebihan..”

“Benarkah?” Ye Sung melirik sekitarnya. “Karena aku bingung kau itu suka bunga apa lalu suka yang warnanya seperti apa. Jadi daripada salah ya.. aku beli semuanya.”

So Eun menghela nafas, melirik sang tamu yang seharusnya bisa membuat penyakitnya berkurang namun telah berhasil membuat kepalanya malah kian sakit itu. Ye Sung tampak menyadarinya.

“Kau tak menyukainya? Atau perlukah kubawa keluar dan kubua—“

“T-Tidak perlu, direktur..” So Eun memotong. Merasa tak enak. Ia menghela nafas pelan. “Aku sungguh berterima kasih atas pemberian anda. T-Tapi sebaiknya masukkan secukupnya dan tak menutupi akses masuk para dokter kemari. K-Kalau anda berkenan.” Sambungnya hati-hati agar tidak terkesan kasar. Namun Ye Sung lagi-lagi mengangguk tak keberatan.

“Tentu saja. Kwon Yu Ri, tolong kau atur semua kurir disini, okey..” perintahnya pada sang penjaga yang sejak tadi berdiri setia di sampingnya. So Eun tampak tersenyum tak enak pada gadis itu walau bahkan ia tak melirik balik padanya. Sementara Ye Sung mendekat pada So Eun. “Jadi bagaimana keadaanmu? Kau tahu, aku kaget begitu mendengar kau tiba-tiba dirawat di rumah sakit..” ucap pemuda itu sambil berdiri di sisi tempat tidurnya.

“Sebenarnya tidak terlalu parah, direktur. Mungkin dalam beberapa hari saya bisa pulang dan kembali bekerja. Maaf karena saya telah mengabaikan tugas saya kepada anda..”

“Tch, kau tak perlu berfikir begitu. Tentu saja kesehatanmu lebih penting dari apapun. Walaupun… aku sempat kaget ketika siluman itu tadi menghubungiku dan bilang kau memutuskan kontrak kerja secara sepihak..” Ye Sung mengangkat alis. Sementara So Eun kembali tak ingat mengingat ulah Kyu Hyun pagi ini yang berkata seenaknya pada bosnya ini.

“I-Itu sama sekali tak bersungguh-sungguh, direktur. Anda tahu sendiri Cho Kyu Hyun itu seperti apa bukan, tuan? Dia suka berbuat seenaknya..” jelas So Eun cepat. Ye Sung langsung mengangguk setuju.

“Benar. Dia itu selalu seenaknya sejak kecil. Aku bahkan lebih tahu darimu jadi tak usah kau jelaskan. Aku mengerti..” Ye Sung tersenyum ringan padanya. So Eun tersenyum lega. “Tapi, apa penyakitmu? Kemaren kau masih baik-baik saja..” Ye Sung kembali fokus sambil memperhatikan So Eun. Menyadari bahwa tak ada gores atau bekas luka yang terlihat pada gadis itu sejauh ini.

“A-Ah, bukan apa-apa. Hanya, aku sedikit kurang beruntung ketika seseorang yang tak dikenal tiba-tiba menyerangku tanpa peringatan.”

“Seseorang yang tak dikenal? Bagaimana mungkin seseorang yang tak dikenal bisa menyerang tanpa alasan. Lalu bagaimana? Kau sudah lapor polisi?”

“Sejauh ini belum. Lagipula aku tak merasa ini adalah masalah yang serius..”

“Bagaimana mungkin tak serius?” Ye Sung memotong cepat, tak setuju. “Segala jenis pelanggaran tentu saja adalah hal yang serius. Sedangkan sebuah kejahatan fisik begini, masalah seperti pencemaran nama baik saja adalah sebuah masalah serius. Semua orang yang salah harus dilaporkan sehingga mereka tidak bisa seterusnya membuat masalah pada hidup kita seenaknya begini..” jelasnya panjang lebar. So Eun mengangguk.

“Benar. Tapi saya percaya ini tak akan terjadi lagi di masa depan..”

Ye Sung hanya melirik So Eun dalam beberapa saat setelah ucapan itu. Hingga ia tersadar setelah So Eun mulai terlihat heran dengan gelagatnya itu.

“Atau apa ini ada hubungannya dengan Cho Kyu Hyun?” Tanya Ye Sung pelan. Wajahnya terlihat serius dari sebelum-sebelumnya. Sementara So Eun tampak kaget.

“H-Huh?”

Ye Sung melirik So Eun lagi, ia sepertinya membaca sesuatu dari ekspresi kaget So Eun mendengar pertanyaan itu. Memahami apa yang gadis itu mungkin berusaha sembunyikan.

“Aku sepupunya. Sedikitnya aku tahu masalah apa yang sedang dihadapinya..” Ye Sung seperti menjawab pertanyaan So Eun tentang bagaimana caranya Ye Sung mengetahui hal tersebut. Sementara dijawab seperti itu So Eun malah balik penasaran.

“Masalah seperti apa?” So Eun bertanya hati-hati.

“Sebagai kekasihnya bukankah seharusnya dia cerita padamu?” balas Ye Sung bertanya. Berhasil membuat wajah So Eun memerah tiba-tiba, membuang wajahnya cepat.

“A-Aku bukan kekasihnya..”

Ye Sung menghela nafas pelan, terlihat tak terlalu memperdulikan reaksi gadis itu setelah menolak tudingannya barusan. Wajahnya masih serius dan tak terdefinisikan.

“Aku tak terlalu yakin. Tapi kudengar ada wanita yang mengakui dihamili olehnya dan mulai meneror anak itu dengan bahkan menghubungi keluarga besar kami. Aku yakin ini masih berhubungan dengan hal ini..”

“Oh…” So Eun menggumam. Kalau bagian ini tentu saja ia mengerti. Lagipula dilihat dari ekspresi wajah Kyu Hyun yang terlihat menyembunyikan sesuatu pasti masalah ini semakin serius. Buktinya tadi pemuda itu langsung pergi setelah meyakinkan So Eun sadarkan diri.

“Anak itu benar-benar harus melakukan sesuatu sebelum semuanya memburuk. Apa yang becus ia lakukan, huh? Kenapa menyelesaikan ini saja tidak bisa-bisa..” Ye Sung mengomel. Sementara So Eun tampak terdiam seperti tengah larut dalam pemikirannya sendiri. Sadar hal itu Ye Sung melirik gadis itu lagi.“Bagaimana kalau itu benar?”

So Eun sedikit kaget, ia melirik bosnya itu lagi. “M-Maksud anda?”

Ye Sung tersenyum tipis, kali ini mendelik menatap So Eun. “Bagaimana kalau dia benar-benar menghamili seseorang? Apa kau masih mau dengannya?” Tanya Ye Sung dengan wajahnya yang kembali seperti dirinya biasanya. Dimana hal itu berhasil membuat So Eun tergagap tiba-tiba.

“A-aa—“

“Tch, kalau itu terjadi maka kau bisa pacaran denganku sebagai gantinya. Aku tak kalah dalam bidang apapun dibanding anak itu…”

“A-Apa yang anda katakan..” wajah So Eun lagi-lagi memerah.

Seperti memiliki dua karakter, sang direktur muda kita yang lainnya itu kini tampak merubah dirinya lagi. Jika sebelumnya kita melihatnya menjadi seorang direktur yang terkesan otoriter pada anak buahnya, kali ini kita kembali disuguhkan dengan dirinya yang ceria. Lihat saja bagaiman lebarnya senyuman di wajahnya ketika ia menyusuri koridor rumah sakit kembali untuk menemui pujaan hatinya.

Tak hanya itu, sesuatu yang indah terlihat di salah satu tangannya. Sebuah mawar merah muda terlihat terbungkus apik oleh plastik berwarna putih. Sekilas terlihat serasi dengan setelan jas hitam mahal yang dikenakannya.

“Aku tahu dia tak suka bunga. Tapi setidaknya dia pasti tersanjung ketika kuberikan ini padanya saat ia sakit begini. Tentu saja, akukan pemuda yang disukainya…” gumamnya percaya diri sambil terus melenggang meninggalkan beberapa pengunjung dan suster yang terpeson menatapinya.

Hanya beberapa menit, akhirnya ia kembali berdiri di depan pintu inap So Eun. Tanpa mengetukpun laki-laki itu dengan santai memasukinya.

“Nona…”

Ia yakin ia memasang senyuman paling lebarnya lagi ketika ia membuka pintu kayu barusan. Namun tiba-tiba senyumannya itu tertarik begitu saja ketika langkahnya masuk ke kamar. Karena bagaimana tidak, puluhan buket bunga sudah terlebih dahulu menghiasi ruangan itu. Benar-benar nyaris menutupi seisi kamar dimana salah satunya terlihat apik di pegangan gadis yang duduk di atas ranjang pasiennya.

Kyu Hyun geram, ia melirik tak senang sekitarnya sebelum mendekati So Eun yang masih belum menyadari kehadirannya. Kyu Hyun berjalan mendekatinya.

“Astaga! Apa yang kau lakukan?! Membunuhku karena serangan jantung mendadak!” So Eun berteriak begitu saja ketika sosok itu tiba-tiba menampakkan diri di depannya. Untung saja ia tak sempat melemparkan mawar putih di tangannya ke wajah sang direktur.

“Kalau tidak salah kau pernah bilang kalau kau tak menyukai bunga. Aku tak menyangka kamar inap pun bisa kau sulap jadi toko bunga..” Kyu Hyun menyahut sewot.

“Oh. Mau bagaimana lagi. Semua ini adalah pemberian jadi aku harus menghormatinya..”

“Kau baik sekali. Tapi kenapa pemberianku kau abaikan begitu saja.” Kyu Hyun menunjuk boneka Minions pemberiannya yang tergeletak tak diabaikan di atas sofa tak jauh darisana. “Kau pilih kasih..”

“Tch, mau bagaimana lagi. Boneka itu bentuknya aneh, kuning begitu. Lagipula dia juga menyeramkan karena hanya memiliki satu mata. Apa niatmu memberikannya memangnya? Apa kau penganut iluminati yang ingin mempengaruhiku..” So Eun tertawa geli. Dia tahu tuduhannya sedikit berlebihan namun ia senang saja menggoda pemuda di depannya ini. Jarang dia bisa melakukannya.

“Hahaha, lucu sekali. Aku membelikannya karena banyak gadis yang tergila-gila dengan boneka berbentuk kotoran itu belakangan ini. Tapi seharusnya aku tahu kau berbeda, mungkin sebaiknya dari awal aku mengirimmu boneka Voodoo untuk menyeimbangkan karaktermu. Bukan begitu?”

“Ide bagus. Tapi kalau bisa kau juga harus menyediakan fotomu di boneka itu dan jarum. Jadi setidaknya aku bisa menusukmu dan mencelakaimu dari jauh..”

Kyu Hyun terlihat makin tak senang. Namun anehnya So Eun malah tertawa senang karena ucapannya itu. Hal yang bagi Kyu Hyun agak aneh melihat betapa dinginnya gadis ini selama ini.

“Tapi… kulihat kau menyukainya. Kau sampai memegang salah satunya..” So Eun berhenti tertawa. Kali ini melirik satu-satunya buket yang dipegang Kyu Hyun di salah satu tangannya.

“Siapa yang memberikan ini? Ye Sung?”

“Woah… hebat. Kau bisa menebaknya?” So Eun terlihat cukup takjub.

“Tentu saja. Karena dia adalah satu-satunya idiot yang kukenal..”

“Tch, sejujurnya jumlahnya ada dua dengan dirimu sendiri.”

Kyu Hyun semakin mendesah sebal. Ia kemudian merebut bunga di tangan So Eun. Lalu kemudian ia membuka pintu ruangan dan berbicara dengan salah satu orang suruhannya di luar sana. “Masuklah, lalu bantu aku membersihkan sampah-sampah disini.” Ujarnya sambil menyerahkan buket rebutannya tadi ke bawahannya itu. Perintahnya langsung dituruti.

“Aku memang tak menyukai bunga. Tapi menyebut tanaman cantik sebagai sampah sangat keterlaluan. Ditambah itu pemberian kakak sepupumu..” Protes So Eun ketika Kyu Hyun mendekat padanya lagi. Menyerahkan paksa bunga yang sejak tadi dipeganganya. “Tch, kalau mau memilihkan salah satunya setidaknya jangan yang terlalu feminim begini. Itu sebabnya tadi aku memilih yang putih saja karena dia terlihat simpl—“

“Itu tak sama dengan sampah-sampah disini. Satu itu adalah pemberianku.” Kyu Hyun menjawab sebal. Sementara So Eun terdiam, melirik bunga di pangkuannya itu seakan tak yakin.

Keesokkan harinya So Eun sudah bisa pulang karena lukanya memang tidak terlalu fatal. Dan tentu saja, Kyu Hyun sudah bersiap sejak pagi untuk menjemput gadis itu. Dia juga mengeluarkan mobil mewah yang baru saja dibelinya untuk mengantarkannya pulang.

“Kukira ini tak terlambat. Aku bisa masuk kerja dan mengambil shift siang..” So Eun bergumam, melirik jam di pergelangan tangannya. Kyu Hyun langsung berdecak mendengarnya.

“Kau gila? Kau bahkan belum terlalu sembuh..”

“Aku sudah sembuh. Bahkan sejak awal aku tidak merasa sakit sama sekali..”

“Benarkah?” Kyu Hyun melepas satu tangannya dan meraih pundak So Eun yang sempat cedera. “Kalau ini kutekan apa rasanya tak sakit?” tanyanya. So Eun langsung menepis kembali tangan itu.

“Ya, memang masih sakit sedikit. Tapi aku yakin itu tidak akan menganggu pekerjaanku.”

“Kau kerja sebagai bodyguard, bodoh. Tch, sejak awal aku tak mengerti kenapa pria bodoh itu memilih wanita sebagai penjaga pribadinya juga kenapa malah kau harus bekerja disana..”

“Menurutku mungkin dia adalah pemuda yang unik yang tidak hanya ingin keamanan tapi juga tidak menyukai keformalan. Lalu kenapa aku bisa kerja disana? Tentu saja aku tak punya solusi lain setelah kau membuatku dipecat dari pekerjaan lamaku..”

“Huh.. yang benar saja..” Kyu Hyun mengeluh. Ia kemudian kembali melajukan kendaraan mewahnya setelah lampu hijau kembali dinyalakan.

“H-Huh? Hey, bukankah kau melewatkan persimpangan rumahku?” So Eun tersadar. Melirik salah satu arah dari persimpangan empat tadi yang dilewati Kyu Hyun begitu saja.

“Benarkah?” Kyu Hyun menjawab cuek, sementara mobilnya terus ia lajukan.

“Benar. Kau melewatkannya beberapa menit yang lalu!” So Eun berseru antusias. Namun tak lama tersadar melihat ekspresi datar Kyu Hyun yang terus mengemudi saat ini. “Apa kau sengaja melewatkannya?”

Kyu Hyun tak menyahut. Seakan ia tak mendengar pertanyaan barusan. “Tch, apa kau mau bersikap seenaknya lagi? Apa yang mau kau rencanakan dan kemana kau membawaku?”

“Apartemenku.”

“Masuklah, atau kau mau kugendong dulu agar berhenti bersikap bak patung hiasan disana!” Kyu Hyun mulai berseru bosan. Melirik gadis yang sejak beberapa menit tadi bertahan tak mau memasuki ruang apartemen kelas satu miliknya. Gadis itu juga terus memberikannya tatapan menyelidik dan waspada.

“Apa niatmu? Apa kau mau berniat jahat?”

“Tch, yang benar saja..” Kyu Hyun memutar bola matanya. Habis kesabaran dia menciduk gadis itu dan mengendongnya memasuki apartement berpintu otomatisnya itu. So Eun berteriak minta diturunkan. “Awww… kenapa kau hobi sekali memukulku?!” protesnya begitu menurunkan gadis itu di salah satu sofa di apartementnya. Ia lalu mengusap bahunya yang sempat kena sikutan tajam atlit taekwondo di depannya.

“Bahkan kau bisa kubunuh. Apa maumu? Jangan kau fikir aku tak bisa memukulmu dengan keadaanku begini..” So Eun menunjukkan kepalan tinjunya yang lagi-lagi mendapatkan decakan bosan dari Kyu Hyun.

Calm down, lady. Aku tak berniat apapun. Aku hanya ingin memberikan perlindungan sementara sebelum biang kerok itu ditemukan..”

So Eun tersurut, mulai merasa salah tingkah karena pemahamannya yang salah. Namun ia kembali berusaha bersikap normal. “Begitu? Tapi sayangnya tak perlu. Aku bisa melindungi diriku sendiri..”

“Kata gadis yang semalam pingsan karena diserang orang tak dikenal..” Kyu Hyun menyela bosan. Dimana tak lama ia kembali mengaduh ketika sebuah tandangan mengenai pahanya. “Demi tuhan, kenapa kau hobi sekali menganiayaku?!” teriaknya kesal.

“Terima kasih atas perhatianmu. Tapi tidak perlu, aku menjamin itu tak akan terjadi lagi. Sekarang lebih baik mengantarkanku pulang..” So Eun berniat berdiri. Namun Kyu Hyun menahannya dan menekan pundak itu untuk kembali duduk di tempatnya semula.

“Kau tidak bisa pulang saat ini. Aku serius.” Kyu Hyun kali ini bersuara dengan nada serius. Begitu sinar matanya yang menatap tegas kedua iris So Eun. “Hanya beberapa hari, aku berjanji akan membereskan semua ini. Selama itu kuminta, kumohon, kau tinggal dulu disini..”

So Eun terdiam, seperti sebelumnya entah kenapa sorotan mata Kyu Hyun yang seperti ini bisa membiusnya. Membuat ia seperti tak bisa membantah dan berkata-kata. “Tapi aku harus bekerja..” So Eun mengalihkan pandangannya.

“Aku akan meminta izin sementara pada Ye Sung. Lagipula, bahumu memang perlu istirahat untuk beberapa hari..” gumam Kyu Hyun. Kali ini mendudukkan dirinya di samping So Eun. “Ini benar-benar hanya untuk beberapa hari. Sampai bahumu sembuh aku janji kau bisa beraktifitas normal kembali..”

So Eun menghela nafas, melirik pemuda di sampingnya itu. “Tapi aku tak nyaman tinggal serumah dengan pria yang bukan siapa-siapaku..”

Ada kilatan samar di mata Kyu Hyun. Namun hanya sekilas, karena tak lama jejaknya bahkan tak terlihat di mata direktur muda itu. “Siapa bilang aku juga akan menginap disini? Aku punya rumah sendiri..”

Oh iya, So Eun lupa kalau pemuda ini sangat kaya.

Malamnya So Eun gelisah tak bisa tidur. Berulang kali gadis itu berdecak dan menghela nafas. Iapun juga berkali-kali memiringkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan namun tetap saja ia tak bisa memejamkan mata. Menyerah, So Eun akhirnya bangun kembali. Ia lalu bangkit dari tempat tidur dan berniat untuk mengambil minuman karena tenggorokannya yang terasa kering.

Di ruang tengah, ia menghentikan langkahnya. Gadis itu melirik sebuah tubuh yang terlihat berusaha tertidur di sebuah sofa paling lebar. Cukup lebar sesungguhnya, namun tetap saja tubuh jangkung itu terlihat canggung dan tak nyaman tidur di atasnya. Karena lihat saja, bahkan selimut di tubuhnya pun sudah jatuh ke lantai meninggalkan tubuh itu meringkuk kedinginan.

So Eun tersenyum samar. Teringat olehnya beberapa jam yang lalu ketika mereka lagi-lagi berdebat karena Kyu Hyun membujuknya untuk menemaninya setidaknya malam ini. Ia beralasan ingin menjaga So Eun padahal So Eun tahu Kyu Hyun hanya ingin dekat-dekat dengannya lebih lama. Hum, sepertinya tidak juga. Memang bisa jadi kalau pemuda itu memang mencemaskannya melihat betapa sangat waspadanya ia setelah kejadian yang menimpa So Eun dua malam yang lalu.

Sangat pelan dan sedikit mengendap-endap So Eun menghampiri tubuh itu. Ia berjongkok memungut selimut di lantai lalu kemudian menyelimutkannya ke tubuh Kyu Hyun. Kyu Hyun terlihat sedikit bergeming karena tindakannya.

“Terima kasih..” So Eun berbisik, lagi-lagi tersenyum samar. So Eun menatap sosok itu dalam beberapa saat sebelum akhirnya berniat bergerak untuk melanjutkan niatnya menuju dapur. Namun tiba-tiba seseorang menahan tangannya, sebelum tak lama ia ditarik untuk jatuh ke sudut sofa. So Eun kini menemukan dirinya berbaring di dalam pelukan Kyu Hyun di atas sofa yang memang cukup lebar.

“Sama-sama. Aku mencintaimu..”

Sebuah bisikan dan pelukan yang semakin menawarkan kenyamanan. Namun sepertinya itu tak sebagai jaminan untuk insomnia yang dirasakan So Eun. Karena yang ada So Eun malah merasa bahwa malam menjadi lebih panjang lagi.

Wanita dengan perut membuncit itu tampak berjalan dengan tergesa-gesa sambil membawa bungkusan di tangannya. Tubuhnya tampak lagi-lagi terlilit sebuah mantel yang terlihat using sementara kepalanya ditutupi dengan topi berwarna hitam. Terlihat berusaha untuk tidak dikenali oleh siapapun yang ditemuinya seiring dengan langkah cepatnya memasuki gang yang sempit dan kumuh itu.

Namun ketika baru memasuki gang ia menghentikan langkahnya. Dengan cepat ia membawa tubuh berisinya untuk bersembunyi di balik sebuah pagar, memperhatikan beberapa orang yang berdiri tak jauh darinya.

“Anda benar-benar tak melihatnya, nyonya? Coba perhatikan sekali lagi.” Salah satu dari tiga laki-laki dengan jas itu bersuara pada seorang wanita paruh baya di hadapan mereka. Terlihat sebuah foto yang ditunjukan kepada sang wanita.

“Sudah kulihat. Tapi aku tak yakin pernah melihatnya di sekitar sini.” Jawab wanita tua itu. “Lagipula orang-orang disini agak sedikit tertutup, anak muda. Bagaimana mungkin kami bisa memperhatikan semua orang yang tinggal. Tapi siapakah wanita itu? Apa dia buronan?”

Wanita hamil itu tak lagi mendengarkan lebih jauh. Ia terlihat gelisah, semakin menggenggam ujung mantelnya begitu menyadari bahaya yang mungkin semakin dekat mengintainya. Sepertinya ia nyaris atau bahkan sudah ketahuan.

Apa Cho Kyu Hyun sudah berhasil mengetahui siapa diriku?

Kembali mengendap, berusaha agar tidak menimbulkan suara ia lalu membawa tubuhnya diam-diam darisana. Namun itu tak berjalan lancar ketika tanpa sengaja ia malah menginjak sebuah tong sampah yang berada tak jauh darisana. Hal itu tentu saja membuat empat orang tadi menoleh ke arahnya.

“Siapa disana?”

Kali ini tanpa toleransi iapun segera mengambil langkah seribu. Di belakangnya ia mendengar teriakan yang memintanya berhenti bersama suara langkah yang memburunya.

Kyu Hyun tersentak ketika pagi sudah menjelang. Pemuda itu dengan malas mengangkat wajahnya, melirik sekitar. Disana ia baru sadar kalau ia sedang tak berada di kamarnya melainkan di ruang tamu apartement mewahnya. Ia sengaja tidur disini untuk menjaga So Eun.

Bicara tentang So Eun, Kyu Hyun tiba-tiba juga mengingat sesuatu. Tentu saja ketika semalam ia sangat sadar terbangun dari tidurnya begitu menyadari kehadiran gadis itu. Kyu Hyun ingat bahwa ia menarik tubuh itu dan memeluknya sepanjang malam. Kyu Hyun bahkan ingat ketika ia mengatakan cintanya pada gadis cantik itu.

“Tapi dia tak membalasnya..” Kyu Hyun tersenyum getir. Namun tak lama ia menggelengkan kepala cepat, berusaha membuang segala jenis pemikiran tak menguntungkan yang berada di fikirannya.

Kyu Hyun mendesah, mengacak rambutnya sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut untuk menemukan gadis yang tengah ia fikirkan. Ia tak melihat apapun, namun mendengar suara sedikit berisik di arah dapur ia sepertinya sudah menemukan jawabannya. Pemuda itupun segera bangun dari tempatnya tidur dan berjalan ke arah dapur.

Aroma yang harum menyambut ketika ia menginjakkan kakinya ke dapur. Tak lama juga ia melihat seorang gadis yang membelakanginya. Tampak sudah segar dan untuk beberapa alasan terlihat lebih cantik dengan apron biru ikut membungkus tubuh ramping yang memakai kaos berlengan panjang itu. Kyu Hyun semakin tersenyum melihatnya.

“Ada ucapan klasik yang mengatakan kalau wanita akan terlihat paling cantik ketika mereka memasak. Awalnya aku tak percaya tapi sepertinya hari ini aku berubah fikiran…” ucapan Kyu Hyun berhasil mengagetkan gadis di depannya. Membuat ia melirik pemuda yang tampak bersandar di ambang pintu.

“Kau sudah bangun?” So Eun menyahut datar. Ia lalu melanjutkan kembali kegiatannya yang sempat terhenti karena seruan Kyu Hyun. “Kapan terakhir kali kau mengisi bahan makanan di kulkasmu? Aku hanya menemukan beberapa butir telur dan bahan makanan seperti minyak goreng dan kecap di dalam kulkas..”

“Aku bahkan tak pernah memiliki makanan disini. Mungkin bibi yang kusewa untuk membersihkan rumah yang mengisinya..” Kyu Hyun menyahut sambil mendudukkan diri di depan meja makan. Menghadap So Eun yang membelakanginya.

“Sebenarnya aku penasaran sejak awal mengenai alasanmu menyewa apartemen segala sementara kau punya rumah yang mewah dan… rumah keluargamu yang bahkan lebih melebihi ukuran blue house.”

One Night Stand.” Kyu Hyun menjawab pelan,melirik punggung itu kembali. Namun melihat So Eun tak bereaksi karena sepertinya tak mengetahui artinya ia menambahkan, “Untuk bercinta dengan gadis yang kutemui ketika aku main ke club.

So Eun menghentikan pekerjaannya tiba-tiba mendengar ucapan itu. Sementara Kyu Hyun terlihat melebarkan senyuman di bibirnya.

“O-Oh… ya, tentu . Tapi kalau tahu begini kau tak seharusnya membawaku kesini..” ujar So Eun terdengar canggung. Ia kemudian kembali ke pekerjaannya walau terjadi penurunan pada kecekatan tangannya dalam mengiris bawang.

Kyu Hyun lagi-lagi tersenyum tipis. Ia kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mendekati So Eun. Perlahan untuk pertama kalinya, ia merapat dan memeluk pinggang gadis itu dari belakang. So Eun sedikit tersentak, ia merasakannya.

“Itu masa laluku, walau bagaimanapun. Sekarang tidak lagi begitu sejak beberapa bulan ini aku mengenalmu..” Kyu Hyun berbisik, pelan. Ia kemudian semakin merapatkan pelukannya pada So Eun yang tak menolak ataupun mengatakan apapun. “Terfikirkan olehku So Eun, bahwa aku mulai lelah. Bukannya aku tidak menyukainya namun kurasa kita terlalu banyak membuang waktu selama ini. Setiap hari kita selalu berdebat dan bertengkar untuk sesuatu hal yang mungkin tidak perlu. Dalam waktu itu, mengapa kita tak menghabiskan waktu untuk lebih dekat saja? Saling mencintai, saling menyayangi? Karena memang itu yang selalu ingin aku lakukan padamu…”

So Eun terdiam, tak menyahut. Ia masih sedikit menunduk dan tak memberikan reaksi apapun. Hanya saja Kyu Hyun merasakan bagaimana seperti suhu tubuh gadis itu meningkat. Begitupun detak jantungnya.

“Menurutmu.. apakah kita bisa seperti itu, So Eun? Seorang laki-laki brengsek yang dulunya sering mempermainkan wanita ini, apakah menurutmu aku bisa mendapatkan hati gadis baik-baik seperti dirimu? Bisakah kelak kau membalas kegilaanku dan mengatakan ‘aku juga mencintaimu’ padaku suatu hari nanti?”

So Eun masih diam dan tak bereaksi, ia masih sedikit menunduk tak bergerak dalam pelukan Kyu Hyun. Kyu Hyun tersenyum, mengerti. Namun ia masih mempertahankan pelukannya seakan tak ingin melepasnya.

“Pasti bisa, benarkan? Apapun yang terjadi, selama itu aku akan terus berusaha untuk mendapatkan hatimu. Ya, aku akan berusaha lebih keras..” Kyu Hyun meletakkan dagunya di bahu So Eun. Melirik lembut wajah gadis itu yang masih hanya menundukkan wajahnya.

Hanya berselang beberapa detik, tiba-tiba keheningan itu terganti dengan dering ponsel Kyu Hyun di sakunya. So Eun kini melirik Kyu Hyun sehingga membuat mereka bertatapan dalam beberapa saat. Hingga akhirnya Kyu Hyun melepaskan pelukannya, menerima panggilan yang ternyata dari anak buahnya itu.

“Ya. Ada apa?” Kyu Hyun menyahut sambil melirik So Eun yang terlihat masih diam dan menundukkan wajahnya. Namun tak lama Kyu Hyun mengalihkan pandangannya kembali, terlihat kaget begitu mendengar khabar yang didengarnya.

Kyu Hyun tergesa memasuki sebuah gudang yang berada cukup jauh dari apartementnya tadi. Beberapa orang tampak sudah seperti menunggu kedatangannya dimana kemudian mereka menuntun Kyu Hyun untuk lebih masuk. Ketua dari suruhannya itu tampak juga sudah menunggunya disana sambil menatap seorang wanita yang duduk dalam keadaan terikat di depannya.

“Selamat datang, direktur..”

Kyu Hyun tak menyahut, matanya hanya terus menatap wanita yang saat ini berusaha melepaskan tali yang mengikat tubuhnya. “Jadi dia orangnya?” tanyanya masih ragu. Ia mencoba seksama untuk mengenali wanita yang sedikit menyembunyikan wajah darinya itu.

“Benar, tuan. Kami mendapatkannya setelah memeriksa CCTV terdekat dengan lokasi pemukulan teman anda. Hal itulah yang membawa kami dapat mengindentifikasi keberadaannya..”

Kyu Hyun kembali tak menyahut, masih berusaha memperhatikan wanita di depannya itu lebih teliti. Namun sungguh rasanya Kyu Hyun tak pernah mengenalnya. Bahkan rasanya tidak dari wanita-wanita yang pernah dipermainkannya dulu karena seingatnya gadis ini bukan seleranya.

“Kau siapa?” Kyu Hyun akhirnya bertanya. “Kenapa kau mengusik hidupku?”

Wanita itu tampak berhenti berontak. Walaupun ia menunduk namun Kyu Hyun seperti dapat membaca kemarahan dari wanita ini padanya. Kemarahan yang sangat besar. Dan ketika ia mengangkat wajahnya, Kyu Hyun menemukan amarah yang sangat besar dari tatapan tajam yang diberikannya pada Kyu Hyun.

“Cho Kyu Hyun, kau benar-benar seorang bajingan..”

“Jaga ucapanmu, nyonya!”

Dicela serta diberikan tatapan tajam seperti itu sepertinya tak terlalu cukup untuk membuat Kyu Hyun terpancing emosinya hari ini. Hingga yang pemuda itu lakukan masih juga sama, menatap datar wanita di depannya itu.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau begitu membenciku?”

Wanita itu tak langsung menjawab. Dia terlihat masih juga marah dengan tatapan tajamnya pada Kyu Hyun. Dia sepertinya benar-benar membenci Kyu Hyun yang membuat Kyu Hyun penasaran mengapa. “Kau tak ingat? Tentu saja, kau terlalu bajingan sehingga kau tak ingat tentang apa yang telah kau timpakan kepada orang lain!”

“Jangan terus bertele-tele, ini membuatku mulai bosan. Katakan saja alasannya sehingga aku bisa tahu kenapa kau menyeretku dalam hal ini. Kau menganggu hidupku dan keluargaku, melukai orang terdekatku, kau fikir aku juga tak berhak marah padamu saat ini?” Kyu Hyun sedikit menaikkan nada bicaranya.

“Lalu apa yang mau kau lakukan? Memukulku? Balas melukaiku? Huh, aku bahkan tak kaget kalau kau setelah ini akan membunuhku karena memang begitulah kau. Seorang pembunuh.” Teriak perempuan ini semakin emosi. Terlihat gatal ingin terlepas dari ikatan itu dan menerkam Kyu Hyun serta membunuhnya saat itu juga.

“Pembunuh? Apa maksudmu?” Kyu Hyun melirik tubuh wanita itu. Mulai menyadari kalau wanita itu tengah mengandung. “Juga apa maksudmu kalau aku adalah orang yang harus bertanggung jawab atas janin dalam perutmu?”

“Karena kau telah membunuh suami dan ayah dari anakku. Itu sebabnya, tentu saja kau harus bertanggung jawab padanya!!!” perempuan itu benar-benar lepas kendali. Kali ini ia benar-benar berteriak keras ke wajah Kyu Hyun. Melepaskan apa yang ditahannya saat ini.

Kyu Hyun sempat terkejut, terlihat dari ekspresi di wajahnya. Namun secepatnya wajah itu berganti datar kembali menatap wanita itu. “Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak pernah membunuh siapapun?” tanyanya masih datar. Walau kini suara itu terdengar lebih memiliki sedikit emosi dan ekspresi setelah beberapa menit mereka bertukar fikiran.

“Tentu saja, kau tak akan menyadarinya. Bahkan membunuh bukan hanya bisa dilakukan secara langsung. Tanganmu mungkin bersih dari darah, namun tetap saja… dia mungkin telah membunuh ratusan atau bahkan jutaan orang sebelumnya dengan keotoriteranmu itu. Seseorang seperti suamiku!!”

Kyu Hyun lagi terdiam, hanya balas menatap kedua mata yang menatapnya sangat murka dan marah itu. Namun dari semua itu perhatian Kyu Hyun malah tertuju pada sudut matanya yang berair. Hal yang sekilas mungkin membuat ia memang sadar kalau ia telah melakukan kesalahan pada wanita ini sebelumnya walau ia masih tak tahu apa itu.

“Siapa suamimu?”

“Tak akan kukatakan. Karena aku tak ingin nama suamiku keluar dari mulut yang kotor milikmu itu.”

“Lalu apa yang aku lakukan padanya?” Tanya Kyu Hyun tak menyerah. “Apa yang telah kulakukan sehingga kau menuduhku telah membunuhnya seperti ini.”

“Karena kau telah menghancurkan hidupnya. Karena dirimu, dia kehilangan mimpi dan harapan hidupnya. Setelah bagaimana kau dengan mudahnya memecatnya setelah ia mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja di tempatmu. Bukan hanya tunjangan yang dia butuhkan, kau seharusnya mengucapkan maaf atau terima kasih padanya dan bukan pergi begitu saja tanpa melihat wajahnya waktu itu.”

Kyu Hyun masih tak terlalu bereaksi. Hanya saja ia mencoba mengingat apa yang sedang wanita ini katakan. Yang mana kira-kira yang berhubungan?

“Dia hari itu jatuh tepat di depanmu ketika kau datang ke pabrik waktu itu. Namun bukannya membantunya, kau malah dengan angkuhnya meninggalkan tempat itu untuk membersihkan percikan darahnya pada jas mahalmu. Terlebih lagi bagaimana kontraknya diputuskan sepihak setelah dia divonis lumpuh. Dia merasa sangat terpukul. Sehingga itu sebabnya ia langsung mengakhiri hidupnya sendiri karena tak percaya diri lagi bahkan untuk hidupnya sendiri!!”

Kyu Hyun terdiam, di otaknya kini sepertinya ia mengingat bagian itu. Walau ingatan itu tersusun acak dalam memorinya sana.

“Kau seorang pembunuh, Cho Kyu Hyun. Kaulah yang layak mati! Bukan suamiku!!” teriaknya kian tak terkontrol. Ia juga lebih berusaha keras untuk melepaskan ikatan di tubuhnya agar ia dapat menyerang pemuda itu. Dimana pemuda di depannya sama sekali tak gentar, masih sama, ia masih menatap wanita di depannya dengan wajah yang datar.

“Maafkan aku, aku menyesali apa yang terjadi namun sungguh… aku tak berfikir bahwa kau bisa melakukan hal seperti ini walau bagaimanapun..”

Perempuan itu menghentikan tangisnya, mengangkat wajahnya lagi menatap Kyu Hyun. Dimana Kyu Hyun masih bersikap sama.

“Yang terjadi pada suamimu di tempatku, adalah sebuah resiko akan pekerjaannya sendiri. Sebagai pemilik perusahaan aku hanya berusaha untuk memberikan fasilitas yang setidaknya bisa menghindari mereka dari hal yang tidak diinginkan tapi.. nasib seseorang tetap ditentukan oleh takdir. Mungkin aku memang tidak membantunya secara langsung waktu itu namun aku mengerahkan anak buahku untuk membawanya ke rumah sakit yang untungnya masih bisa menyelamatkan hidupnya. Kurasa aku telah melakukan tugasku. Dan untuk pemecatan, itu sama sekali bukan bagianku karena perusahaanku punya bagian sendiri yang memutuskan hal seperti itu namun karena memang perusahaan ini milikku mungkin aku cukup bersalah dengan itu. Tapi untuk mengakiri hidupnya sendiri, jelas itu bukan salahku. Itu adalah dari suamimu dan dirinya sendiri..” ujar Kyu Hyun panjang dan masih saja datar. Dimana ucapannya seperti kian memancing kemarahan wanita di depannya.

“Cho Kyu Hyun!!!”

Entah bagaimana caranya wanita itu tiba-tiba melepaskan ikatannya. Semua orang terlambat mencerna situasi, mereka kaget, karena tiba-tiba saja bukan hanya lepas wanita yang entah bagaimana memiliki pisau di tangannya itu berdiri dan langsung menyerang Kyu Hyun. Menikamkan pisau itu ke dada kiri pemuda yang tak sempat mengelak itu.

Sementara di apartemen Kyu Hyun, So Eun terlihat masih larut dalam pemikirannya sendiri. Sejak lebih dari sejam yang lalu ketika Kyu Hyun meninggalkan tempat itu, gadis itu tak pernah beranjak dari posisinya itu. So Eun begitu larut dengan pemikirannya.

Ucapan dan perlakuan Kyu Hyun tadi, semalam, bahkan sebelum-sebelumnya terus menghantui fikirannya. Di dalam hatinya kini So Eun terus mempertanyakan pada dirinya sendiri tentang apa yang ia lakukan untuk menyikapi hal tersebut. Mengingat iapun sadar dan mulai mengakui bahwa ia juga memiliki sesuatu pada pemuda itu.

So Eun tak tahu entah sejak kapan namun ia tahu bahwa Kyu Hyun berhasil mencuri hatinya. Mungkin dari sikap menyebalkannya itu, mungkin dari setiap perdebatan yang mereka lalui, atau lebih rasional mungkin dari sikap perhatian Kyu Hyun padanya dibalik sikap menyebalkan yang ia punya. Singkatnya semenjak beberapa hari yang lalu So Eun menyadari jantungnya berdetak lebih cepat untuk pemuda itu So Eun tahu bahwa Kyu Hyun telah memasuki ruang hatinya.

Dan pertanyaan Kyu Hyun tadi sungguh membuatnya nyaris menggila. So Eun mungkin diam dan tak tahu harus melakukan apapun tadi, namun dalam dirinya ia menemukan sebuah perasaan meledak yang membuat hatinya terasa bersemangat. Hanya saja di saat itu ia masih sempat memikirkan tentang jawaban apa yang ia berikan kepada pemuda itu. Mengingat banyak hal yang harus dipertimbangkan lagi di antara mereka.

Kyu Hyun dan So Eun sangat berbeda. Bukan hanya dari tingkat materi dan kedudukan, pribadi mereka sangat jelas berbeda. Dilihat dari bagaimana selama ini mereka sering berdebat dan bertentangan, dilihat bagaimana Kyu Hyun kadang sering melupakan batas dan berlaku seenaknya, dan lagi.. fakta bahwa ia tak terlalu mengenal Kyu Hyun terlalu jauh. Untuk beberapa alasan So Eun ragu untuk mencoba karena terlibat dalam cinta yang rumit adalah hal terakhir yang diinginkannya ditengah jalan hidupnya yang sudah begitu pelik ini.

“Pasti bisa, benarkan? Apapun yang terjadi, selama itu aku akan terus berusaha untuk mendapatkan hatimu. Ya, aku akan berusaha lebih keras..”

Ucapan terakhir Kyu Hyun tadi tiba-tiba terngiang lagi di telinganya, membuat gadis itu tersenyum tanpa sadar. Mungkin itu adalah solusinya sejauh ini. So Eun dan Kyu Hyun harusnya sama-sama saling mencoba untuk memulai semuanya. Ketika Kyu Hyun mencoba untuk membuka hatinya maka disana So Eun juga mencoba untuk membuka hatinya dan lebih meyakinkan dirinya lagi dalam hubungan ini. So Eun yakin dengan begini mereka akan menemukan apa yang terbaik untuk mereka pada akhirnya.

“Baiklah Cho Kyu Hyun, mari kita mencobanya..” bisiknya pelan. Senyuman terkembang di bibirnya.

Namun baru saja ia mengatakan itu tiba-tiba angin diluar sana terdengar kencang hingga menerbangkan gorden-gorden jendela dengan kasar. Tak sampai disana, salah satu gorden yang berat juga ikut tertiup sehingga menyenggol sebuah vas bunga yang terletak di dekatnya. Vas bunga itupun terjatuh, tercerai berai di lantai yang dingin menjatuhkan sekuntum bunga mawar buatan di dalamnya.

So Eun yang kaget tampak keluar dan memeriksanya.

❤ TBC❤

Akhirnya bisa membuat lanjutan FF ini setelah sekian lama.

Ohya, sebenarnya di antara 4 FF chapter yang tersisa aku terjebak di dua FF yaitu FF ini dan How About My Love. Kalau FF ini aku terjebak karena aku belum menemukan konflik yang benar-benar srek walaupun sudah sejauh ini aku membuatnya sementara kalau HAML aku terjebak dengan konflik yang terlalu rumit yang aku ciptakan sendiri. Itu sebabnya aku selalu punya goal sendiri untuk dua FF ini dalam waktu dekat yaitu untuk membuatnya tamat dengan alur cerita yang tak terlalu cepat namun juga dengan penyelesaian yang dapat diterima. Itu sebabnya di episode ini aku meloncat ke alur baru dan mencoba untuk mencari terobosan. Sementara itu untuk HAML, jujur aku sudah setengah jalan membuat endingnya namun aku masih belum menemukan ending seperti apa yang bisa aku pilih untuk FF itu. Aku juga belum tahu apakah aka nada chapter tambahan nantinya atau memang stuck di satu part itu. Apapun itu aku mencoba untuk menyelesaikannya secepatnya.

Sementara untuk dua FF lain, The Kims dan The Chosen Mother karena dari awal aku tahu arah FF ini kemana dan konfliknya juga tidak terlalu berat jadi sejauh ini tidak ada masalah untuk dua FF itu. Kalau misalnya aku sempat nantinya aku juga akan melanjutkan lanjutan dari FF-FF ini.

Akhir kata, thank you… Terima kasih karena telah menyempatkan waktu untuk membaca tumpukan imajinasi di otakku. Semoga tulisanku dapat menghibur ^^

44 Comments Add yours

  1. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Yeeaaa.. Akhirnyaaa ada sambungaaannnnyaaaa….
    !!!!

    Senenengyaaaaaaa….
    Lanjutan berikutnya ASAP ne ya Uni ??😉😉 #Hope

    bagian awal si Kyu enak banget ye… Hahaha.. Main nelpon Yesung seenak jidatnya.. Klw gak terima hubungi pengacara si Kyu..
    Wkwkwkwkwkwk..

    Memang dah gak si Kyu gak si Yesung.. 2-2nya sama2 gila !!!

    Cieeee…cieee.. Yesung masih ngarep ya sama Soeun ???
    Kekkekekekke~

    kasihan juga tuh Bumil yg ditinggal suaminya…. u.u
    tapi bener juga kata Kyu… Org suruhan Kyu udh bwa kerumah sakit.. Udh ditolong.. Soal bunuh diri.. Ya salah suaminya juga.. Heheh *peace…

    Aigoo😮
    si Kyu ditusuk ?? O.o
    whats wrong ??? u.u
    sadis bangat itu Bumil ???!!!??

    Ahhhhhh…

    Suka banget momen Romantisnya Kyusso !!!
    Di sofa wkt tidur.. Didapur…
    Aaahhhh.. #Baper !!

    Nwext…next…next…
    Keeep spirit !!!!

  2. Yeaaaaah akhirnya ff favorit qw di publis juga ,senengnya !! Suka bnget cara kyu mencintai sso dengan caranya yg egois dan semaunya ,tambah seneng lagi moment kyussonya bnyak ! Dan ternyata seperti itu masalah nya ,bukan kyu yg m’hamili ,syukurlah dan berharap kyu ga kenapa2. ,kan sso udah mulai suka !! Di tunggu ff ff yg lain !!

  3. yhuliisoeun mengatakan:

    ahhhh kata TbC menganggu mata….

  4. yhuliisoeun mengatakan:

    ahh kol kpotong yahh komenku.. yang mncul mlah cman itu lagiii…..

  5. Mothisan mengatakan:

    Kyuppa d tusuk wanita gila,,,
    So eun kaget dengan kedaan vas bunga jatuh, apa yg terjadi???

  6. Kim Ra rA mengatakan:

    you’re the BEST putri I’m seriusly. sumpah yah put ini part Keren abis. sampe sampe bakal aku baca ulang npart 8 nya ini. suka banget sama kyuhyun yang memperlakukan so eun dengan caranya. terkesan maksa tapi Romantis huaaaaaa sampe ikut berimajinasi waktu Sso di tarik ke sofa dan di peluk gitu sama waktu di dapur yang Romantis abisssss

    perlahan tapi pasti sosok cewe crazy itu mulai muncul dan akhirnya benar benar muncul di hadapan kyuhyun. awallnya sempet mikir ni cewe beneran hamil jangan Jangan beneran anak si unyun but ternyata hal yang gak pernah di duga yang terjadi. kyu hyun di suruh tanggung jawab karna bukan dia yang bikin hamil tapi karna ayah si orok meningga.

    huaaaa kalau gini pengen cepetan nagih nih ff di saat so eun udah mulai membuka hatinya dan mau mulai mencoba. kyuhyun malah mengalami kejadian yang sungguh menakutkan. mudah mudahan kyu nya bisa selamat.

    gak pernah bosen buat Ucapin Terima Kasih putri buat cerota yang Super Duper Keren nya ini….. Di tunggu karya karyamu selanjutnya……..

  7. Devi mengatakan:

    Akhir’a ff ini d lanjutkan,,,,hehehehehehe

    Wahhh eonnie so eun akhir’a mau mencoba untuk membuka hati’a buat kyuhyun makipun d antara mereka banyak perbedaan,,,
    Y ampun kasihan kyuppa d tsuk ma wanita yg selama ini meneror keluarga’a,,,kira2 gmn nasib’a kyuppa ????jdi penasran ma kelanjutan’a,,,,,,
    D tunggu chingu kelanjutan’a,,,,,

  8. ff yang slalu kunanti nih.. Akhirnya dilnjut jg, ceritanya sejauh ini makin seru dan selalu sukses membuatku senyum2 sendiri krn sifat cho kyu hyun n yesung oppa yg mnrtku ada sisi2 kekanakannya. Trus aku berhrp scptnya so eun menyadari akan perasaannya pd kyu hyun. Apa lg kyu hyun kyknya bkal kritis ya? Soalnya jantungnya yg ditikam oh tidaaakkk… #lebay
    smga kyu hyun tidak apa, mksdnya sampai mnggal kyk di ff yg kmren tu *readDevil
    wlpun aku jg sneng lht kbrsmaan yesung n so eun, tp aku ingin pd akhirnya kyusso yg bersatu.
    Dtggu kelnjtnnya putri, smga inspirasinya dtg trus bwt ff yg satu ini biar cpt dlnjut.. Aku slalu mnunggu!!

  9. Vhi mengatakan:

    Uuhh ,,,, siapa sih tuh cwe,, mngkin iya kali ya dia dendam sma kyu ya begitu lah sifatnya kyu ,,,,, yesung lucu dehh eehh masa iya ruang rumah sakit mau di jadiin taman bunga😀 haha
    gak kuaat bca pas kyu blng sewa aprtement bwt ML ;( jngan smpe kyu knapa” ada baiknya sso mau mulai semuanya dari awal sma kyuuuuu …….

  10. chosoohyunstory mengatakan:

    Kyaaaa seneng bangett ff nie dah publish oia aku ganti u name dr azizahpark jd ini # gaknanya

    Setelah sekian lama nungguin ff ini akhirnyaaaaa… Yesung aneh ya kok ngasih bunga ampir setoko gitu terus astaga gak nyangka kalo cwe hamil itu suami nya bunuh diri. Kirain dia hamil ama kyuhyun😦 udah tegang banget.. Tp syukurlah bukan ternyata… Uahhhhhh scene di sofa ama di dapur bikin senyum-senyum.. Jadi melting aku bacanya.. Pkoknya lanjut semangat terus putri cantik😀

  11. aina freedom mengatakan:

    akhirnya ff kyusso nya di lnjut .kisahnya benar2 rumit dan menegangkan ,setiap part ceritanya gak mudah utk di tebak .sso sudah mau membuka hatinya ehhh kyu dlm bahaya ,smg kyu selamat dan kyusso bisa bersatu .ff yg keren dan bagus bnget .semangat put .

  12. Ayu Chokyulate mengatakan:

    cieee akhir nya sso membuka hati nya buat kyu juga^^
    omg kyu ditusuk, gimana keadaaan nya??? disaat sso udah mulai buka hati malah ada masalah baru… semoga kyu ga kenapa-napa deh😦
    duh kyu sama yeye berebutan sso, dua pria idiot yg tampan wkwkwk lucu banget kalo mereka udah berdebat :v

  13. Irnawatyalwi mengatakan:

    Ow jd i2 masalhx? Hem dr awl aku memg g prcya klo kyu menghamili wanita, se evilx dia, tuan cho ku i2 g akn gegabah ato liar palg dgn wanita, dgn so eun i2 jelas sngt brbeda, so eun wanita baik, sopan n cntk, tdi wkt bc smpat merabah2 part sblumx krn ff in uda ckup lma bru d lnjtn tpi untg stlah bc bbrapa bris lngsng ingt part2 sblumx, oh god ada apa dgn kyu jgn blng dia akn mti d tangan wanita frustasi i2, smw bukn slh kyu n knpa hal buruk trjd pd tua cho d saat so eun uda membuka htix pd kyu, kyu sangt romantis saat menggungkpkn prasaanx pd sso, wlpn sso tdk membri reaksi.

  14. wahyuSsoAngells mengatakan:

    Yeaayyyy akhirnya salah satu FF diblog ini comeback !!!😍😍😍

    busyetts deh tuh perempuan segitu dendamnya sama kyuhyun dan tega bgt nusuk kyuhyun huaaaa hiks..hiks..hiks… 😭😭😭😭
    Semoga kyuhyun selamat&baik2 aja#amiiinnn
    Ayooo bang bertahan inget ada Soeun yg udh mulai membuka hatinya untukmu 😚😚😚😚
    Ditunggu next comeback FF yg lainnya #keepfighting 😄😄😄

  15. angelfishy mengatakan:

    di tunggu next partnya *klo bisa jangan lama2*

  16. angelfishy mengatakan:

    di tunggu next partnya *klo bisa jangan lama2 biar gak ngulang baca part sebelumnya*

  17. Lilare mengatakan:

    Akhirnya ff ini dilanjut lagi..
    Aduh yesung ada” aja ya tingkahnya..
    Ommo!!apa terjadi sesuatu dengan kyuhyun..kok perasaanku gak enak ya..
    Aduhh disaat sso udah mulai nerima kyu kok kyunya malah kena musibah -_-
    Ditunggu lanjutannya thor. Semangat ^^

  18. pipit mengatakan:

    thor ni coment pertama aku,”bru tau cara ngasih coment”.aku sllu update ff mu thor,ijin baca y……makin bgus thor,critanya.suka deh ma sifatnya kyu klo lg ma sso,blm lg ketidakakurannya kyu ma ysung,lucccuuuu.kayanya trjadi ssuatu ma kyu y?pdahal sso uda mulai nrima kyu!!!thor lanjutannya sanggat sanggat ditunggu nee

  19. anna mengatakan:

    Wuaa giliran sso mo nrima kyu kyuny trluka,,smg g prah skrg giliran sso mmbuktikn prhtianny,

  20. yehaesso mengatakan:

    ini yang ditungguu !! feelnya dapet banget, dan yg paling mendebarkan saat saat didapur, tapi sayang moment kyusso harus diganggu sama dering hp. aiih itu kyu kenapa tolong jgn dibunuh, sso udh mau ngbuka hatinya ini. wahh HAML, The Kims, The Chosen Mother, dan semua ff atau karya baru lainnya ayo cepet diupdate author, udh penasaran dan haus akan ff ini hihi. Semangat!Semangat!

  21. yehaesso mengatakan:

    jangan sampe stuck disatu part ya author, sangat disayangkan klo begitu hiihii

  22. Niniet mengatakan:

    akhirnya muncul juga put..:D , hmm kukira wanita yang hamil itu bener2 anaknya kyuhyun ternyata istri dari salah satu karyawannya kyuhyun. ah si ibu ga bisa nerima kenyataan sepertinya..dan kyuhyun tegas banget sama si ibu itu yang akhirnya nyulut kemarahan si ibu dan akhirnya kena tikam deh..ck ya ampun kasian banget padahal so eun udah mau membuka hati untuknya mencoba menjalin hubungan ..ah semoga kyuhyun ga kenapa2.. btw adegan di apartemen itu so sweeeeetttttt banget…:*

  23. miani caledupha mengatakan:

    Ah jadi yoja itu tdak di hamili kyuhyun. Tapi ia mengaku2 dan meneror kyuhyun. Jga melukai so eun.

    Balas dendam atas kematian suaminya. Kini yoja hamil itu menusuk kyuhyun dengan pisau.

    Oh tidak. Jangan sampai kyuhyun meninggal.

    Next part ditunggu bangat

  24. Miani Caledupha mengatakan:

    oh ya…. put. aku nge_inbox kamu di FB. baca yaaaaa

  25. vaaani mengatakan:

    Kyuuuu,,, huhuhuhu baru sweet dh g2
    alamaaaak trnyata g2,, kasian jg kyu,, itu sistem dan mental,,,
    sso ayoooo pekaaa

    isssh suka bgt adegan sso nyelimuti,,,,,

    HAML dunk put n chosen mother,,, makasih

  26. Shane mengatakan:

    Akhirnya iso masuk jg aye stelah td d usir oleh sinyàl kkke #eoh abaikan

    Waduuuhhh itu dada kyu tertusuk pisau ..m mudah2an t pisau nya piasau mainan or ga tajam yak hhhe biar dada kiri kyu aman xd ., nah lo gimana ini apakah kyu akan sekarat or mati mungkinnn ooh nooo… sso bru mau ingin mencba membuka hati memulai hub ma kyu tp rintangan hidup menghdang ngeliat vas bunga pecah trus bunganya kececer hordengpun terbang kesana kemri kek membri pesan klo ada hal besar yg terjdii .. tegang ini ma … ampe keselek tisu ini kakk ma. Mudah2an kyu selamet yak biar iso memecat anak buah nya cos kga kuat ngikat ibu hamil ntu hhe … line akhirnya bikin hati berdebar2 put .. bukan krna jatuh cinta hhhi tp tegang ..kira2 selamat apa kga t dada nya hmmm

    Ketika d awal kyu menghubungi soeun .. krna cemas .. td tak kira kyu yg ketbrak krna smbil nyetir kan sempt terlintas sepersekian detik gt hhe ..ee rpnya sso yg d pukul ampe teler .. rpnya setlah mendengr suaranya kyu jd tambh panik cos wanita gila yg ngaku d hamilinya lah yg mencelakai soeun tp untungnya wanita ntu msh baik hati yak cos dia kga menyandera soeun .. walpon cm langkah awal tuk mengancm kyu .. drsitu soeun terselamatkan pas sdr rpnya kyu lah yg hadir bukan wanita ntu … skur2 .. kan was2 yooo ngeliatnye hhe

    Ketika kyu memrahi anak buahnya bee sikap setannya nongol .. tp dah dkat soeun sikap setannya beradu ma malaikat kke .. aye suka dh klo kyu ngatain soeun bodoh hhhii cos bearti scra tak langsung kyu yg lebh bodoh cos menyukai wanita bodoh hhhi .. nah aye suka ntu .. klo kyu dh ngomel2in soeun ee soeun kek orng bodoh kdg2 kkkke #plakk#

    Line yeye nya bikin aye happy hhha ketika dia merana d kantr krna dpt telp dr kyu klo sso berhenti kerja trus dpt kbrbklo sso sakit .. batre yesung jd tinggal setengah hhe .. eee dia langsung ngisi energibdg berbekal bunga trus mencolokkanya k tempat inap sso jdlah btrenya full lgi hhhii..krna g thu sso suka bunga ape jdinya dia borong dh t bunga hhha .. t toko bunga jd laris manis yak dpt rejeki menddk dr yeye … bruntung dah t si pennjual bunga d labrak ma yesung #aye ngomong apaan yak yg g penting jd aye telusuri juga kkkkke … di gebuk puput pake sapu lidi *

    Yesung smept mengungkapkan mau jd pengannti kyu jikalo kyu mmng melakukan hal itu hhhi .. sso jd tersipu2 d buatnya … dalam hati sso berkata boleh ga dpt dua2nya hhhhe dpt dua lebh enak dr satu hhhe #plakk# aye jd galau klo dua makluk ini dk dekat soeun … hbs bocah nya aye iniii ♡♡♡

    Balik lg ke perempuan hmil ntu yak sbenrnya dia jg g slah jg yak cos dia minta pertanggung jwban cm crnya yg salah.. kyu jg sbrnya g slah cm banyak hal yg ngebuat dia jd tertuduh d mata perempuan hmil ntu…btw nama perempuan ntu sapa yak put …jgn2 namanya puput lgiii hhhe hmmmm
    Mudha2an stelah insiden ini wanita ntu insaf yak krna demdamnya terbls krna dh nusuk kyu trus dia jg memahami penjelasan yg kyu brikan hmmm dan aye harp kyu jg baik2 saja … ga knape2 yak .. tp tp mudah2an jg sso langsung sdr ga pake mencoba lg setelah ngeliat kyu sakit ..dia langsung iso ngebals ucapan kyu ..sama2 mencintaimu juga hhe

    Ooo aye anggguk2 .. sso blg terima ksih bukan d jwb terima ksih kembali tp d jwb dg sama2 aku mencintaimu .. angguk2 bru thu aye hhe .. cieee sso dpt serangan listrik ketika d pegang d tarik trus d peluk kyu cieeee blush on nya keluar ga tu xixi ♡♡♡

    Kyu dh mengakui sso itu punya dia hhi .. sso bru mau mencba n yeye menghrp ..hmm n aye galau mau pilih yg mana #plakk aye d tendng cos g masuk dftr hhe *

    Lanjuut ~
    10000000000000 jempol gajah +jempol anak pupuut kkke d brikan k puput … (y)

    Keep writing yak slalu d tunggu krya n lanjtan ff mu put klo iso tiap minggu hhhe .. walopun aye berkeliaran kemana2 ni lapak ttp yg terbaik dr yg baik ♡♡♡

    Ni story lama bgt nongolnya mau berontak tp takut kkke tp terobati krna msh iso d lanjut ..bersyukur aye ♡♡ aaaaa thankyu puput … i love yo

    Cmingithh ..put .smoga d lancrkan sgla urusan mu amiin {}

  27. Angel mengatakan:

    Kyu memperlakukan sso dg cara.y sendiri tp so sweat 😊

    Ommooo 😰 kyu d tusuk
    Pdhal sso ud mw menerima kyu

    D tnggu part selanjut.y !!!!

  28. abiza mengatakan:

    haduhhh lm bgt nunggunya…ampe lupa ni cerita klnjutan yg mana ya ????? tp mkn ke sini baru ngeh.. ohhhh yg ini to! mungkinkah ini puncak konflk d kyuhyun ???? atau msh ada halngan yg lbh dlm lagi d kehidupan kyupa ?

  29. Deborah sally mengatakan:

    Gue lupa jalan cerita HAML.. Kyuhyun kagak kenapa2 kan? Penasaranp siapa yang neror Kyuhyun

  30. Annisa Rahmadiah mengatakan:

    ya ampun apa kyu ketusuk?
    gimana keadaanya kyu? dan disaat soeun ingin membuka hatinya kenapa masalah ini menimpa kyu..
    next thor..

  31. octa mengatakan:

    Ommo kyu oppa ditusuk, semoga kyu oppa baik2 ajah
    Semangat terus putri buat bikin ff keren2 lgh

  32. rizki mengatakan:

    akhirnya, setelah nunggu lama, muncul juga,,, keren banget,,, bacanya jdi bersa ikut cerita, dan ni ceritanya seru gk bikin bosen, tpi kyaknya msih kurang panjang deh,,, yaudah ditunggu next partnya,,,

  33. Mama nikita widiyati mengatakan:

    Wah,lanjutannya keren….pokoknya semangat terus buat author….HAML nya bener2 menguras airmata…dr awal sampai part mau ending so eun bnr2 tak bahagia.bisakah endingnya sedikit membahagiakan???entah bersama siapapun yg pening jgn matiiii!!?!

  34. Tri mengatakan:

    Ok, kita tunggu cerita selanjutnya…smangat author

  35. yuliaseptiani mengatakan:

    Cerita ny makin ksni makin bikin penasaran ^^ kyu ama yesung emang sama2 orang yg aneh ~kkkk
    Nah lho kyu trluka moga gpp -_-
    D tunggu next ny🙂

  36. Rani Annisa mengatakan:

    wah akhirnya so eun mulai suka ke kyuhyun,, walaupun kyuhyun selalu maksa dan egois banget untuk membuat so eun suka ke dia…

    ya ampun kyuhyun di tusuk sama orang yang selama ini menerornya…

    Apa yang akan terjadi selanjutnya???

    Next part

  37. nita mengatakan:

    akhirny stlh skian lma, ff nie d lnjut jga.
    suka sma part ini apalagi bnyk momen kyusso ny, akhirny sso mnyadari klo dia udh pnya prsaan k kyu. omo,, kyu k tusuk, mudah2n kyu gk pa2.
    next part ny d tnggu chingu🙂

  38. Luthfiangelsso mengatakan:

    Ya ammpunn sampe lupa ama nih ff haha saking lamanya.

    Kalo diapit 2 cowo kaya kyu ama yesung mah udah pasti bikin kesel tapi lucu..

    Wowww…gak nyangka yaa dendam tuh bumil dahsyat bgt, kasian jg sih dia kyu emang berhati dingin sih tapi kan dulu sbelum ketemu sso.

    ahh apa apaan itu ?? Kyu di tusuk?? Bagian dada kiri ??
    ~’ahh semoga kyu gpp !!
    Amiin !!

    Happy ending buat kyusso pleasee !!

  39. AiSparkyu mengatakan:

    Ach akhirnya stlah sekian lama nggu di lanjut juga,,sku bnget pas adgan di sofa ma di dapur kyu so sweet di sna,,ach tuh kan sso jatuh cinta juga ma kyu,,jdi gtu crtanya knpa cewe itu bsa dndam bnget na kyu ..pnsaran na part lnjutanny kyu di tsuk lagi moga gk knpa” next thour

  40. pipip mengatakan:

    Waaa hampir lupa sbnernya dgn crita ff ini
    Tpi pas baca awalnya ttg soeun seorng ahki tekwondo lgsg ingt deh
    Kyuuuuu sosweet bnget ke soeun apa lgi adegan wktu ddpur smpe2 soeun lgsg kpkiran dan akirnya dia mmtuskan untk mncobanya
    Daan trnyta wnita yg ngaku dhamlin kyu cmn ostri di peawai kyu
    Yaa kyu kena pisau nih
    Smoga gak knp2 pnsrn dgn next parnta dtnggu eon

  41. Shafa S mengatakan:

    sebenernya udah mulai lupa, tapi pas baca ya sambil inget2 lagi. kayaknya yesung juga suka sama soeun, suka sama kyuso moment dan yeay kyuhyun sukses buat soeub jadi tersentuh sama usahanyq dan see soeun udah mau coba menerima kyuhyun. ditunggu kelanjutannya. keep writing and figjting kak

  42. Szee17 mengatakan:

    Cieee Sso.Y mulai suka sama Kyuhyun.
    akhir part.Y haduuh, mudah-mudahan nggak kenapa-napa yh si Kyuhyun….Hwaiting thor. Btw boleh minta pw.Y ff Devil (Kim So En Birthday event) ??? hehe

  43. elisa mengatakan:

    sebenr a udh mulai lpa akhir. ku bca dri awal lg…bru deh author selesai…skak momen kyu ma sso…and cieh souen dah.mulai.skak ni…d tunggu next part a…faighting.

  44. kyunnie28 mengatakan:

    Huwaaaaa 😭😭😭😭,,kok kyu ditusuk??trs nasibny gmn?ga sampai k jantung kn?!bgmn ceritany tuuhhh bumil dpt pisau?buruan bwa kyu k rmh sakit….
    seoun udh dpt firasat kecelakaan ny kyu ya??bnr2 soulmate daahhh…

    iihhh romantis bgt siy seokyu momentny pas d dapur.tnyt bs romantis jg ya si epil..pngn jd seoun ny deehhh…wkwkwkkkk…..

    jgn lama2 ya sist,,penasaran akut nihh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s