~ After A Long Sleep Part 1 ~


After A Long Sleep

Title       :               After A Long Sleep Part 1

Author  :               PrincessClouds/@hi_putriys (Putri Andina)

Genre   :               Romance, Comedy, Supranatural,

Rated    :               PG-15

Lenght  :               Oneshot

Main      :               Kim So Eun & Kim Jong Woon (Ye Sung)

Minor    :               Jessica Jung, Lee Sun Kyu, Kim Hyo Yeon, Amber Liu, Lee Eun Hyuk, Lee Dong Hae, Cho Kyu Hyun, Choi Si Won, (Other Super Junior members and maybe some additional members)

Warning:              Typo(s) – No Edit, OOC, Alur ngebut, deelel.

*After_A_Long_Sleep*

Sepatu yang terlihat cantik itu menggema, suaranya memantul ketika tumitnya menyentuh lantai marmer di bawahnya. Sementara itu sebuah lorong saat ini berada di depan matanya, terlihat masih cukup panjang untuk menemukan ujungnya. Dimana itulah yang tengah ia cari untuk saat ini.

So Eun tak tahu dimana tempat ini, dan ia juga tidak tahu bagaimana caranya ia sampai di sini. Entah apa yang terjadi, beberapa menit yang lalu ia menemukan dirinya terbangun di dalam kastil ini, tertidur di atas tempat tidur beralaskan sutera dengan gaun yang cantik membalut seluruh tubuhnya. Pada akhirnya di tengah kebingungan itu ia putuskan untuk memeriksa sendiri tempat ini karena ia juga menyadari bahwa tak ada orang lain selain dirinya di sini.

Pada suatu titik, akhirnya lorong panjang itu berakhir di depan sebuah pintu besar yang tertutup rapat. Gadis itu tampak memelankan langkahnya, raut keraguan terlihat jelas di wajahnya ketika ia mendekati pintu dengan ukiran dedaunan tersebut. Lagi-lagi berfikir apa ia harus masuk ke dalam atau tidak.

Memutuskan untuk mencoba, kini pelan-pelan diulurkan tangannya menyentuh lembut pintu itu dengan ujung jarinya. Namun tak lama ia langsung melebarkan matanya ketika pintu itu tiba-tiba malah terbuka dengan sendirinya. Terbuka dengan begitu lebar.

So Eun tak lantas masuk, terlihat keraguan masih terlukis di wajah cantiknya itu. Dalam beberapa saat ia masih tampak berdiri di depan pintu sambil mengamati ruangan di depannya itu. Dimana lagi-lagi ia menemukan sebuah ruangan yang dipenuhi oleh berbagai barang-barang antik dan juga mahal.Di saat itu tiba-tiba ia mengangkat alisnya begitu menangkap perbedaan ruangan ini dengan ruangan yang dilewatinya sebelumnya. Yaitu dengan adanya sebuah peti besar yang berada di tengah ruangan.

Dia terlihat heran, tertarik. Sehingga itu sebabnya kali ini ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam, berjalan penasaran ke arah peti kayu yang lagi-lagi dipenuhi dengan ukiran-ukiran simbol yang tak ia mengerti apa artinya tersebut. Mata cokelat miliknya kemudian melirik sebuah kertas yang tertempel di dekat sana, menemukan baris tulisan yang seperti sering ia lihat di museum-museum itu.

Malam dan bintang mempunyai sebuah rahasia.
Sebuah rahasia yang tidak hitam namun tidak juga putih.
Rahasia itu menunggu seseorang untuk membangunkannya.
Rahasia itu tertidur disini.
Sebaiknya jangan bangunkan dia.

So Eun mengerutkan dahinya antara kebingungan dengan arti tulisan itu atau dengan fakta ia dapat membaca ukiran yang bukan berbentuk hangul atau latin itu. Diperhatikannya lagi peti itu, lagi-lagi mengerutkan dahi begitu melihat sebuah kertas yang tiba-tiba tertempel disana. Merasa aneh karena rasanya tadi disana tidak ada kertas sama sekali.

Kali ini tampak ia memiringkannya wajahnya ke kiri dan ke kanan, mencoba untuk memahami tulisan aneh yang berada disana. Lagi-lagi dia terlihat takjub karena menyadari bahwa ia mampu memahaminya..

“Ja.. ga lisan… lisanmu?” Ia mengerutkan dahi karena yang satu ini sedikit sulit dibaca. Lebih dimiringkan lagi wajahnya. “Jaga lisanmu.. sekali terucap.. kau tak akan bisa merubahnya?” kertas itu menghilang. Secepat kilat berganti dengan kertas lainnya.

“od..odpp..odprli vrata… teme?”

Sontak gadis itu memundurkan langkahnya begitu hal aneh terjadi setelah ia membaca deretan tulisan terakhir. Ruangan yang tadinya tenang tiba-tiba saja terlihat mencekam begitu angin berhembus kencang menerjang jendela, gorden, ataupun benda lainnya yang tersentuh olehnya. Membuat benda-benda di ruangan itu yang awalnya terlihat apik kini langsung terlihat berantakan seperti kapal pecah.

So Eun mundur, berusaha menjauh ketika kini angin yang datang seperti berkumpul menuju peti di hadapannya. Kaki gadis itu langsung lemas ketika peti itu di angkat ke udara, berputar-putar sejenak sebelum jatuh kembali ke lantai dengan cukup keras tepat di depannya yang entah sejak kapan sudah terduduk begitu saja di lantai.

Angin-angin tadi meninggalkan ruangan itu setelahnya, menawarkan keheningan di dalam ruangan yang sudah terlihat berantakan itu. Namun tak lama hal aneh terjadi lagi ketika peti tadi berderit dan bergerak-gerak sendiri. Membuat So Eun lagi-lagi memasang sikap waspadanya.

Shing. Sebuah tenaga yang kuat tiba-tiba mendorong tutup benda itu hingga melayang menuju sudut ruangan, meninggalkan peti yang juga berhenti bergetar sama sekali.

“Arrrrh…” Sebuah erangan pelan terdengar ketika sepasang tangan terangkat ke udara. So Eun seperti membeku begitu menyaksikan ada seseorang yang keluar darisana dan mendudukkan diri, tampak menguap panjang sambil terus merenggangkan kedua tangannya.”Apa akhirnya berakhirl?” Sosok itu menggumam sambil memperhatikan sekitarnya sehingga di saat itulah kedua iris kelamnya menemukan Ye Sung.

Dua pasang mata itu bertemu dalam beberapa saat di dalam sebuah keheningan. Di tempatnya So Eun terlihat masih seperti membeku, terlihat antara percaya dan tidak percaya. Sementara itu sosok itu tampak menatapnya tanpa ekspresi, sebelum akhirnya sebuah seringaian tercetak di bibirnya.

“Jadi kau yang membangunkanku?”

Hening.

Hening.

Dalam beberapa saat So Eun masih tak bereaksi selain terus melebarkan matanya menatap sosok berpakaian aneh tersebut. Tapi ada yang lebih menarik perhatiannya disini: dimana hal itu bukan hanya wajah pucat menawan itu, bukan hanya sorot mata yang kelam itu, bukan hanya hidung mancung itu, atau juga bukan hanya bibir yang berwarna merah menyala itu.  Tapi ada sesuatu yang tidak lazim di wajah itu. Yaitu dengan adanya sepasang benda runcing putih yang menggantung di antara bagian bibirnya.

“A-Aa.. S-Si..” So Eun bahkan tak sanggup bersuara ketika ia berusaha mundur dari tempatnya tadi. Ia langsung berdiri, berniat melarikan diri, namun belum sampai ia menyentuhnya pintu tiba-tiba saja benda itu  tertutup dengan sebuah hempasan. So Eun langsung merasakan kepanikan besar. “B-Buka..”

“Aish, kenapa kau harus lari segala. Aku kan hanya bertanya.” So Eun membalikkan tubuhnya ketika mahluk tadi bersuara lagi, dimana kali ini ia tampak berjalan keluar dari peti sambil masih merenggangkan bagian tubuhnya. “Aku juga mau berterima kasih.”

Mata tajam itu melirik padanya lagi, membuat So Eun semakin mundur. Nalurinya terasa lebih terancam. “B-Biarkan aku pergi. J-Jangan menahanku..”

“Aku tak berniar menahanmu..” Sosok itu mengangkat kedua tangan sambil menunjukkan wajah datar. Tapi lak lama lagi-lagi seringaian itu tercetak di wajahnya.  “Kalau mau pergi, ya pergi saja..”

Bruk. Pintu yang disandarinya itu tiba-tiba terbuka sehingga membuat tubuh So Eun langsung terjerembab ke belakang. Suara tawa terdengar menggelegar setelahnya. Membuat So Eun tak tahu apa dia harus merasa takut saat ini ataupun kesal karena ulah mahluk aneh tersebut.

Apapun itu, So Eun memutuskan untuk menyelamatkan dirinya terlebih dahulu sehingga ketika sosok itu masih tertawa terpingkal-pingkal di tempatnya So Eun langsung berdiri dan berlari sekencangnya. Lorong panjang tadi kembali ditelusurinya.

“Kau fikir semudah itu melarikan diri dariku?” So Eun mengerem larinya ketika sosok itu muncul tiba-tiba di depannya. Wajahnya mulai terlihat bosan ketika mata itu menatap matanya lagi . “Juga, kenapa kau terus menyebutku aneh?”

Apa ini? Dia bisa membaca fikiran So Eun juga? Mahluk apa dia ini sebenarnya?

Terserahlah sekarang, ia sungguh-sungguh tak lebih ingin mengetahui hal itu saat ini daripada menyelamatkan dirinya. Sehingga itu sebabnya gadis itu berbalik lagi.

“Aish, apa kau sebodoh ini? Sampai kapan kau melakukan hal yang sia-sia ini?” Sosok itu kali ini muncul tepat di depan wajahnya ketika ia melakukannya. Membuat So Eun lagi-lagi mundur ke belakang.

“S-Sebenarnya apa maumu? Kenapa tak kau tinggalkan aku sendiri?”

“Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih.” Sosok itu kembali menyeringai sambil semakin mendekati So Eun yang telah tersudut. Sosok itu lalu meraih bahu So Eun dengan jemarinya yang berkuku panjang, menahan So Eun untuk bergerak ketika wajah itu mendekat. Mendekat sambil lagi-lagi menunjukkan taring runcing miliknya.

“AAAAAAARRGHH!!”

Kedua mata itu terbuka dengan gerakan tersentak, terjadi bersamaan dengan erangan kecil dari bibir tipis merah mudanya. Sejenak kedua iris itu terlihat nyalang, melirik penuh kebingungan sekitar tempatnya tidur saat ini.

“Jadi itu hanyalah mimpi. Syukurlah..” ia bergumam lega sambil memejamkan kedua matanya. Salah satu jemarinya tampak menyisir rambut kecokelatan miliknya yang terlihat acak-acakkan itu. “Itu adalah mimpi yang menyeramkan sekali.” ucapnya sambil memiringkan tubuhnya ke arah kanan.

“Selamat pagi.” Sebuah sapaan sampai ke telinganya bertepatan ketika ia membuka mata. Hal itu membuatnya sangat kaget sehingga tanpa sadar bergeser terlalu jauh ke belakang sehingga tak lama tubuhnya terhempas cukup kuat ke lantai.

“Aduh.”

Suara kekehan yang tak asing itu kembali terdengar di telinganya, membuat ia seperti lagi-lagi tertampar oleh realita. Didudukkannya tubuhnya kembali, menatap tak percaya pada sosok yang saat ini duduk di atas tempat tidurnya.

“Ya benar, ini aku. Kau tak salah.” Masih dengan sikap yang lekat diingatannya, sosok pucat dengan rambut berwarna silver itu melambaikan tangannya. Membuktikan lagi-lagi bahwa ia memang bukanlah manusia biasa dilihat dari kemampuannya dalam membaca fikiran orang lain.

“AAAAA-MMMPH.” So Eun yang seperti baru tersadar mencoba untuk langsung berteriak, namun tak lama suaranya meredam seperti ada yang membekapnya.

“Berisik. Tak bisakah kau menghentikan kebiasaan jelek itu?” Sosok itu lagi-lagi menyela dengan ekspresi bosan di wajahnya. Tak lama So Eun merasakan bekapan di mulutnya mengendur dan terlepas sama sekali.

“A-Apa… M-Mengapa… B-Bagaimana… S-Siapa…”

“Apa kita sedang tanya jawab sekarang? Wah, ini sepertinya menyenangkan.” Sosok itu bergeser sambil duduk menghadap So Eun. Tangannya bersidekap sambil menatap So Eun. “Tanyakan satu persatu..”

So Eun masih tak mampu berkata-kata, bagaimana caranya ia bisa melakukan itu dengan apa yang dihadapinya saat ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah yang tadi itu hanya mimpi dan ia sudah bangun? Tapi kenapa dia ada di sini? Atau, apakah ini bagian mimpi lainnya juga?

“Kau mau bertanya atau mau bermonolog sendiri..” sosok itu lagi-lagi menunjukkan wajah bosannya pada So Eun. “Bertanyalah langsung selagi aku masih baik. Biasanya aku tak semurah hati ini.”

“D-Dimana.. kita?” So Eun mengeluarkan pertanyaan pertama.

“Seperti yang kau lihat. Bukankah ini kamarmu?”

“Bagaimana caranya kau sampai disini?”

“Aku mengikutimu.”

“M-Mengapa?”

Sosok itu tak lantas menyahut. Ia lagi-lagi hanya memberikan seringaian kecil yang lagi-lagi membuat So Eun bergidik. “Karena kau telah membebaskanku dari peti.”

“H-Huh?”

“Tch, apa kau pura-pura lupa? Kau kan yang mengeluarkanku dari peti tua itu? Itu sebabnya aku bisa keluar seperti ini dan sebagai imbalannya mulai dari sekarang aku akan mengikutimu kemana-mana.”

So Eun tak mengatakan apapun sebagai reaksinya saat ini. Ia masih tak terlalu mengerti dengan semua ini. Ia bahkan masih bertanya-tanya apa ini nyata atau tidak. Tunggu, jadi kalau ini adalah nyata maka mahluk ini akan tinggal bersamanya mulai dari sekarang? Huh, yang benar saja!!

“Tch, jangan meremehkanku. Aku ini sakti tahu. Kau justru beruntung memilikiku di sekitarmu.”

Apa maksudnya sekarang? Beruntung apanya? Rasanya ini malah merepotkan.

“Kau meremehkanku.” Mahluk itu terlihat benar-benar tersinggung. Dengan satu tangannya ia menjentikkan jarinya, membuat tak lama sesuatu mendarat di pangkuan So Eun. “Aku bisa membuatmu kaya.”

So Eun belum mengatakan apapun, ia hanya menatap takjub beberapa batang emas di pangkuannya, namun tak lama ia mulai merasakan keanehan pada dirinya sendiri. Ia tampak membesarkan matanya begitu menyadari bahwa tubuhnya yang awalnya hanya dibalut sepasang tiba-tiba berubah menjadi gaun ala kerajaan seperti yang dipakainya semalam. Jangan lupakan perhiasana dan sepatu cantik yang menghiasi kakinya.

“Aku juga bisa membuatmu cantik.”

So Eun masih tergagap, masih menatap antara kaget dan takjub benda berkilauan di tangannya serta dandanannya sendiri saat ini. Tapi tidak, tidak, dia tidak bisa terbujuk dengan semua ini.

“Aku tak butuh semua ini.”

Setelah ucapan itu dengan secepat kilat semua yang ada padanya tadi berubah kembali menjadi seperti semula. So Eun lagi-lagi hanya menatap kebingungan, mulai bimbang apa dia menyesali ucapannya barusan atau tidak.

“Lihat, siapa yang akhirnya menyesal sendiri.”

“A-Apa? A-Aku tidak menyesal..”

“Benarkah?” mahluk itu lagi-lagi menyeringai. Tak lama kekuatan sihirnya kembali menyapu tubuh So Eun. “Cih, sombong. Padahal pakaian dalammu saja masih kau pakai walau robek begitu.”

So Eun benar-benar membesarkan matanya ketika kini malah piyamanya yang raib, membuat ia hampir telanjang di depan sosok itu. Secepat kilat So Eun kemudian menarik sesuatu untuk menutupi tubuhnya.“Yah, K-Kembalikan pakaianku!!” Tak butuh waktu lama piyama itu melekat di tubuhnya kembali.

Suara kekehan tanpa bersalah lagi-lagi keluar dari mahluk di depannya. Sementra So Eun tampak memegangi dadanya, berusaha menahan emosi di dalam hatinya akibat ulah mahluk di depannya yang berhasil membuatnya sakit kepala. “Kau ini.. apa kau sebenarnya?” tanyanya kemudian. Masih bergetar.

“Bisakah kau tanyakan SIAPA dulu? karena aku ingin suasana yang lebih dramatis untuk ending-nya?” Sosok itu malah seperti mempermainkannya.

“S-Siapa kau?”

“Aku.. Ye Sung.” Mahluk itu menyahut pelan dengan ekspresi dingin di wajahnya. Lalu tak lama ia mendekati So Eun, menatap sepasang mata kecokelatan So Eun dengan bola mata miliknya yang kini berganti semerah darah. Mahluk itu lalu mencondongkan wajahnya lebih dekat pada So Eun. “Dan aku adalah seorang vampire.” Lagi-lagi sepasang taring terlihat dari seringaiannya

V- Va- Vampire?” So Eun mengulang dengan terbata setelah sempat hening dalam beberapa saat. Pelan-pelan ditariknya wajahnya dari wajah Ye Sung, sang vampire, yang saat ini terlalu dekat dengannya. “V-Vampire?ulangnya masih tak percaya.

“Uhum..”

So Eun reflek memegangi lehernya dengan kedua tangan, terlihat seperti berusaha melindunginya ketika ia terus bergeser ke belakang menjauhi mahluk itu. “K-Kalau begitu… K-Kau s-suka minum darah, b-bukan?”

“Tentu saja. Hah, berfikir soal itu rasanya sudah lama sekali aku tak menikmatinya. Sudah berapa lama itu? Setahun? Dua tahun?” Ia melirik sebuah kertas yang tergantung apik di sudut ruangan. Dimana hal itu membuatnya tersentak kaget, langsung berdiri dari tempat tidur dan mendekati benda itu “A-Apa-apaan ini? Apa maksudnya kalau sekarang sudah 2015?”

Sementara So Eun tak membuang kesempatannya untuk melarikan diri dari mahluk yang terlihat lengah itu. Ia baru meraih gagang pintu, namun terhenti ketika Ye Sung berbalik dan meliriknya dengan tatapan minta penjelasan. “Apa sekarang benar-benar sudah 2015?”

“H-Hum.. Y-Ya. S-Seperti kau lihat. Sekarang sudah 2015, bahkan sudah di ujung tahun hehe..” ujarnya kembali memegang gagang pintu dengan diam-diam.

“Apa? Bagaimana mungkin? Rasanya aku baru tertidur disana dua jam yang lalu?” sosok itu tampak kebingungan sambil terus menatap kalendernya dengan tidak percaya. Sementara itu So Eun kembali melanjutkan aksi melarikan dirinya. “Kalau begitu, jadi artinya aku telah terkurung disana selama 400 tahun? Begitu?”

So Eun tak peduli, ia tampak sudah benar-benar siap keluar dari tempat itu. Digerakkannya gagang itu, langsung membukanya dan berniat keluar, namun ia hampir kena serangan jantung ketika bukannya ruang tamu miliknya namun ia malah dihadapkan dengan sebuah jurang dengan sebuah sungai beraliran deras di depannya. Hampir saja dia terjun bebas kalau saja tidak ada yang menarik bajunya kembali masuk  ke dalam.

“A-Apa-apaan ini?” Kakinya langsung lemas dan ia langsung terduduk bersandar pada pintu. Keringat dingin juga mengalir begitu saja mengingat ia baru saja hampir terbunuh beberapa saat yang lalu.

“Sudah kubilang kalau melarikan diri itu adalah hal yang percuma.” Lirih Ye Sung yang masih sibuk memegangi kalender di sudut ruangan sambil menghitung sesuatu dengan jarinya.

“K-Kau ini. S-Sebenarnya kemana kau membawaku? Kenapa rumahku sampai ada di pinggir jurang begini, huh?!” So Eun berteriak dengan nada melengking padanya.

“Apa yang kau katakan? Jelas-jelas ini rumah jelekmu.” Lagi-lagi mahluk itu menjawab tanpa peduli sedikitpun, terlihat masih asyik dengan kalender dan jari-jarinya.

“Jelas-jelas ini bukan di rumahku!” So Eun berteriak sambil mendorong pintu itu kembali terbuka. Namun matanya membesar seketika karena kini memang ruang tamunya lah yang ada disana. “A-Aaa… B-Bagaimana?”

Kebingungan. So Eun menutup dan membuka pintu itu lagi, dimana lagi-lagi dia dikejutkan karena kini mereka malah berada di sebuah perkebunan bunga lavender. Dicoba untuk menutup dan membukanya lagi, ia sampai di stadion Old Trafford Manchester United. Dicoba lagi, dimana kali ini ia langsung membantingnya cepat ketika ia malah mendapat teriakan dari laki-laki tua yang sedang jongkok di depan toilet.

“Baiklah, cukup dengan pertunjukan pintu ajaibnya.” Ye Sung yang pada akhirnya mulai menerima kenyataan tentang berapa lama ia telah terkurung selama ini akhirnya mulai kembali masuk kepembicaraan. Dia melenggang melewati So Eun yang kembali terduduk lemas di depan pintu.

“Mahluk apa kau ini sebenarnya? Kau bahkan memiliki pintu kemana saja seperti Doraemon..”

“Doraemon? Siapa dia? Dari klan vampire mana dia?  Ye Sung bertanya tanpa jeda ketika ia kembali duduk di atas tempat tidur So Eun dan menyilangkan kakinya. “Apa dia lebih sakti dariku? Mana yang lebih tampan, aku atau dia?”

So Eun merengut mendengarnya, apa orang ini tak tahu Doraemon? Oiya, katanya tadi dia sudah tertidur 400 tahun lamanya jadi tak mungkin ia tahu tentang hal-hal seperti Doraemon.

“Huh, jadi.. setelah Klan Vampire musnah dunia ini dikuasai oleh mahluk bernama Doraemon itu? Lancang, bawa aku padanya! Aku akan pastikan bahwa dia akan langsung pipis di celana dan tidak akan berani lagi mengatakan dirinya adalah yang paling kuat di dunia ini.” Seru mahluk itu terbakar sambil menegakkan tubuhnya lagi. Semangatnya terlihat berapi-api.

“Dia ada di belakangmu?”

“Huh? MANA?” Ye Sung berbalik dengan sigap dan siap menyerang. Namun tak ada apapun di belakangnya selain sebuah boneka berbentuk kucing biru yang terlihat bersandar di atas meja sudut ruangan. “Mana?” bingungnya.

“Itu bukan mahluk hidup aneh sepertimu, tahu. Dia hanya tokoh lucu buatan manusia.” So Eun menyela bosan sambil menunjukkan gambar Doraemon di kaos kaki yang digunakannya. Ye Sung tampak memiringkan wajahnya heran.

“Jadi manusia sekarang takut pada mahluk biru jelek itu?”

“Aish, sudah kubilang dia tak nyata sama sekali. Sudahlah, daripada ini ada banyak hal yang harus kita bicarakan saat ini!” So Eun berteriak sangat kesal. Dia bahkan sudah lupa rasa takutnya pada sosok itu akibat rasa kesal yang lebih besar dalam dirinya sekarang ini. “Mengenai pertolonganku itu, sama-sama, aku senang membantumu dan kau tak perlu harus berhutang budi untuk membayarnya. Kau tak perlu harus menempeliku segala karena sejujurnya aku akan lebih senang dengan itu.”

“Apa ini? Apa artinya kau masih meragukan kemampuanku?”

“Aku tidak meragukanmu! Aku hanya tidak ingin diikuti terus olehmu!” So Eun memegang lehernya lagi. Takut-takut kalau mahluk itu marah dan menyerangnya tiba-tiba. “Kau bisa saja membunuhku.”

Ye Sung mengerutkan dahinya, memiringkan wajahnya lagi menatap So Eun yang balas menatapnya tajam dengan kedua tangan yang masih seperti melindungi lehernya itu.”A-Apa yang kau lihat?

“Kau bukan tipeku.” Katanya tak lama. So Eun melebarkan mata kesal mendengarnya.

“Kau fikir kau itu tipeku? Kau juga bukan tipeku, tahu!!”

“Warna darahmu tak menarik, dan.. terlalu sedikit. Hey, apa kau itu pemalas memakan sayuran? Darahmu selain pucat juga hanya sebanyak sekitar setengah dari manusia pada umumnya. Apa kau tahu itu?”

So Eun kini reflek menutupi dadanya dengan kedua tangannya. Tak tahu karena memang ia merasa tak nyaman dengan sang vampire yang menganalisa tubuhnya atau justru karena jawaban barusan yang meleset dari perkiraan. Wajah gadis itu tampak memerah menahan malu.

“Jangan lakukan itu, dasar!” Teriaknya kesal.

“Kau duluan yang curiga padaku.”

So Eun menghela nafasnya, lagi-lagi berusaha meredam emosinya dan keinginannya untuk kabur dari mahluk aneh ini. “B-Benar kau tak tertarik dengan darahku? K-Kalau begitu b-baguslah, ternyata penyakit Anemia-ku ada gunanya karena setidaknya aku tidak perlu jaga-jaga darimu. Tapi tetap saja aku tetap tak mau ditempeli olehmu. Kenapa kau tak mencari orang lain saja yang darahnya lebih menarik dan banyak dariku saja, huh?”

“Bukan mereka yang membebaskanku tapi kau.”

“Aku bilang kau tak perlu merasa berhutang budi padaku. Aku tak membutuhkan itu semua, tahu..” So Eun mengacak rambutnya kesal. “Tapi, berbicara soal itu aku tetap tak mengerti. Bukankah itu semua hanya mimpi? Kenapa sekarang semuanya seperti nyata begini dan kau benar-benar nyata begini? Dari awal juga kenapa aku memimpikan hal itu?”

“Mana kutahu. Kau lupa aku juga baru bangun setelah kau bangunkan?” So Eun mendesah semakin kesal. Kalau begini apa sih gunanya mahluk ini? Dia bertindak ketika tidak diminta namun ketika dibutuhkan begini dia tak bisa berbuat apa-apa. Payah. “Aku mendengarmu..” ujar Ye Sung kesal.

So Eun lagi-lagi mendesah panjang. Memukul kepalanya.

Setelah berusaha memecahkan semua misteri yang ada, di suatu titik akhirnya So Eun memilih untuk menyerah. Itu sebabnya ketika sudah waktunya ia mulai membersihkan diri dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Ketika ia telah bersiap untuk pergi dilihatnya sang vampire yang tampak masih memelototi boneka Doraemon miliknya di atas tempat tidur.

“Aku mau pergi dulu dan kembali beberapa jam lagi. Baik-baiklah di rumah, jangan bikin ulah..” So Eun berseru malas tanpa menoleh sedikitpun. Tapi ketika membuka pintu ia tersentak begitu Ye Sung tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu. “YAH!! KUBILANG JANGAN LAKUKAN HAL-HAL ANEH BEGITU!” So Eun teriak histeris. Nyaris membanting pintu di tangannya ke wajah sang vampire.

“Kau mau kemana? Aku harus ikut.”

“Aku harus kuliah dan untuk yang satu ini kau tidak bisa ikut. Lagipula, bukankah kau itu vampire? Katanya kau tak boleh terkena sinar matahari, bukan?”

“Huh, jangan meremehkanku. Di masaku, selain vampire dengan wajah paling tampan aku juga adalah vampire yang terkuat..” Sejenak setelah ucapannya itu suasana sekitar mereka berubah menjadi sebuah gurun pasir yang luas dengan matahari yang terik. Namun tak lama, mereka kembali ke apartemen So Eun ketika Ye Sung tiba-tiba berteriak karena tangannya terbakar. “Aaarghh, kenapa aku tetap terbakar? Biasanya tak begitu?” bingungnya sambil meniup kembali lukanya tadi hingga pulih seperti semula.

“Tch, tentu saja karena jaman sudah sangat berubah selama 400 tahun ini, bodoh? Bumi tidak seperti dulu lagi, mungkin karena pengaruh pemanasan global.”

“Pemanasan gobal? Apa itu?”

“Sesuatu yang tak akan kau mengerti. Sudahlah, yang penting aku harus pergi. Tetaplah disini.” Ujar So Eun sambil melangkahkan kakinya melewati mahluk itu begitu saja. Dalam hati ia bersorak karena ternyata untuk sementara mahluk itu tak perlu menempel padanya.

“Tapi kau akan kembali, bukan?” So Eun tersentak ketika lagi-lagi Ye Sung sudah berada di hadapannya. “Kalau sampai malam kau belum juga kembali maka aku akan mencarimu. Jangan fikir itu adalah yang sulit bagiku karena aku bisa menemukanmu dalam satu detik.”

“Ya, aku mengerti. Tentu saja aku akan kembali. Ini rumahku. Tak mungkin gara-gara mahluk sepertimu aku harus angkat kaki darisini, yang benar saja.” So Eun mendorong sosok itu dari hadapannya ketika akhirnya ia mendapatkan gagang pintu. “Oiya, ingat… kau diam saja disini dan jangan membuat ulah apapun. Awas kau kalau macam-macam.” Ujarnya memperingatkan sebelum akhirnya benar-benar keluar dari ruangan itu dan pergi. Sementara Ye Sung hanya menatap pintu yang tertutup tersebut.

“Dunia benar-benar sudah berubah. Aish, kalau begini gawat. Aku harus temukan cara agar aku bisa kebal dengan matahari dan pemanasan kobar atau apalah itu..” Secepat kilat Ye Sung menghilang dari tempat itu.

Sesampainya di kampus So Eun segera berlari-lari dengan panik guna mencari sesuatu. Hingga ketika ia sampai di kafetaria dan menemukan teman-temannya, ia segera berlari ke arah sana. Dengan cepat mendudukkan tubuhnya di salah satu tempat itu.

“Teman-teman, kalian tidak tahu betapa aku merindukan kalian..” gadis itu merengek pada empat orang temannya yang duduk melingkar itu. Keempatnya langsung menatapnya heran.

“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba aneh begitu?” Salah satu temannya dengan rambut pendek pirang terkekeh lucu.

“Benar, seperti tidak bertemu lama saja..” celetuk temannya lainnya.

“Haaah, kalian tidak mengerti apa yang telah terjadi padaku. Aku bisa saja mati, kalian tahu..” So Eun mendesah sambil merebut seenaknya minuman dari salah satu temannya.

“Tch, kau ini selalu saja..” Temannya itu merebut minumannya kembali. “Memangnya apa yang terjadi, huh?”

“Jessica, Sunkyu, Hyoyeon, Amber taukah kalian kalau aku baru saja…” dia hendak mengatakannya, namun tiba-tiba saja ia menghentikannya. Mendatangkan tolehan heran dari teman-teman di depannya itu.

“Apa?” Tanya gadis tomboy berambut kecokelatan bingung.

“A-Aa.. tidak jadi. Tidak ada apa-apa.” So Eun menyahut lesu. Kalau difikir-fikir tak mungkin ia menceritakannya mendadak begini. So Eun yakin teman-temannya tidak akan memeprcayainya karena ini memang sangat terdengar bodoh. Lagipula, dia belum memastikan apakah dia aman mengatakan hal ini pada orang lain atau tidak. Setelah tragedy kemaren ketika ia membaca tulisan tanpa berfikir ia menjadi benar-benar kapok.

“Tch, kenapa dirimu sebenarnya, So Eun? Apa yang mau kau katakan tadi? Membuat penasaran saja.” Lee Sunkyu, gadis berambut pirang itu menyela bingung. So Eun lagi-lagi menggeleng lesu.

“Bukan apa-apa. Lupakan saja.”

“Apa kau sedang dalam masalah? Apa ayahmu tidak mengirimkan uang lagi sehingga sewa apartemenmu menunggak lagi?” Kali ini giliran gadis berambut kemerahan bergelombang yang bertanya. Gadis itu bernama Jessica Jung.

“Tidak, tidak. Aku tadi hanya berniat mengerjai kalian hehe..” So Eun akhirnya memasang jurus senyum kikuknya kepada teman-temannya itu. Mereka akhirnya mengangkat alis.

“Ya sudah, berarti kita melanjutkan pembicaraan tadi saja. So Eun kan sudah disini.” Gadis berambut pirang agak panjang itu akhirnya menyela tak lama. Membawa suasana yang kembali meringan setelah momen kecanggungan yang dibawa So Eun tadi.

“Pembicaraan apa?”

“So Eun, nanti sepulang kuliah bagaimana kalau kau ikut bersama kami. Kami rencananya akan menghadiri perayaan anniversary ke 13 dari Dance Club Kampus yang diadakan malam ini di sebuah klub malam.” Hyo Yeon bercerita dengan penuh semangat dan bergairah.

“Grup menari? Bukankah kami bukan anggotanya? Memang kami boleh bergabung?”

“Boleh, berterima kasihlah kalian padaku. Karena aku adalah salah satu anggota paling diperhitungkan di club sehingga itu sebabnya aku diijinkan untuk mengajak beberapa temanku.”

“Huh, apa itu artinya kalau ini adalah pesta untuk pasangan? Aku pasti akan mati bosan karena aku tak punya pasangan.”

“Tch, tentu saja itu juga kesempatan untuk mendapatkan pasangan, Kim So Eun. Siapa tahu kita bisa menggaet salah satu anggota dancer, iyakan?” Sunkyu menyela sambil cekikikan. So Eun menganggukkan kepalanya, lalu ia terdiam ketika mengingat sesuatu.

“Kalau begitu, artinya…”

“Ya, rombongan paling terkenal se-kampus ini juga akan berada disana. Pemuda-pemuda tampan yang pandai menari itu, pemuda-pemuda yang digilai oleh banyak gadis itu akan berada disana. Bukankah ini menarik?”

So Eun yang awalnya tak terlalu tertarik tampak mengembangkan senyumannya. Tak menunggu lama ia langsung menganggukkan kepalanya. “Aku ikut.”

Sementara itu di salah satu sudut yang gelap di kota mode Paris, sebuah bayangan hitam tampak melintas secara diam-diam. Suara lolongan anjing terdengar dari jauh, bergema dengan suara angin yang bertiup lebih kencang dari biasanya.

Di salah satu sudut yang jauh dari hiruk pikuk gemerlap kota fashion itu. Sebuah kejadian mengerikan tampak luput dari perhatian siapapun. Dimana terlihat seorang wanita terkapar tak berdaya di pangkuan seorang pria yang memeluknya. Mungkin bukan memeluk, karena yang dia lakukan hanyalah memegangi tubuh tinggi itu agar tidak bergerak ketika ia sibuk menghisap darah dari salah satu sisi lehernya.

“Aaaahh, ini sudah lama sekali.” Ye Sung mengangkat wajahnya yang telah dilumeri cairan merah itu sambil tertawa puas. Kali ini diliriknya gadis cantik yang telah tak bernyawa di pangkuannya. “Seperti biasa, darah perawan memang yang paling manis. Apalagi yang masih segar seperti ini.”

Ye Sung menatap dingin korbannya yang meninggal sambil membelalakkan mata dan membuka lebar mulutnya. Dia melarikan satu jemarinya melintasi wajah itu, membantu mata dan mulut itu agar menutup. “Dengan begini setidaknya kau tidak terlihat mengerikan.” Ia berkata lirih sambil meletakkan tubuh itu begitu saja di tanah yang kotor. Ia mengelap bibirnya, menengadah menatap bulan purnama yang menjadi saksi perbuatannya barusan. “Seharusnya aku sudah bisa keluar siang hari tanpa rasa takut, bukan?”

Suasana kembali berubah setelah ia mengatakannya dan lagi-lagi ia berada di sebuah padang gurun yang gersang. Namun kembali hanya bertahan secepat kilat, karena tak lama ia kembali ke tempat tadi.

“Aww.. masih belum berhasil. Apa perkiraanku salah? Apa perawan ini tak lahir di malam purnama, huh?” Ye Sung meringis sambil menyentuh pipinya yang sempat terbakar. Tak lama pipi itu kembali terlihat mulus seperti sebelumnya. “Haah, sudahlah. Aku coba lain kali saja. Sekarang, menunggu malam datang di Korea sebaiknya aku main-main dulu disini. Perawan berdarah pucat itu benar, sekarang jaman benar-benar sudah berubah yang artinya aku harus mulai beradaptasi lagi.”

Dan setelah ucapannya, Ye Sung menghilang tanpa jejak dari tempat itu.

“Hey, ini terlalu biasa. Kalau begini kau tidak akan mendapatkan laki-laki tampan, So Eun.” Sun Kyu berceloteh pada So Eun sambil membantunya memperbaiki make-up. Dibuatnya sedikit lebih tebal ketika ia menambahkan olesan blush on di pipi gadis itu. “Eyeliner dan lipstiknya juga..”

“Aish, kalian benar-benar kampungan.” Erang Amber yang sejak tadi hanya menonton mereka dari dekat pintu toilet. Diliriknya tanpa bersemangat ketiga temannya itu.

“Tch, kau tak akan mengerti hal ini, oppa. Jadi kau diam saja.” Sun Kyu menjulurkan lidah padanya yang dijawab dengusan oleh Amber.

“Tapi teman-teman, kita akan disini sampai jam berapa?” Tanya So Eun yang pasrah saja didandani Sun Kyu. Baru terfikir olehnya kalau saat ini dia tak tinggal sendirian dari di Apartemennya. Ia juga baru ingat tentang pembicaraannya dengan mahluk itutadi  dimana ia berjanji akan pulang cepat. Tapi lihat sekarang, nyatanya ia malah disini. Bagaimana kalau nanti mahluk itu mulai mencarinya? Pasti akan sangat heboh kalau ia sampai muncul tiba-tiba disini.

“Kenapa kau tiba-tiba memikirkan hal seperti itu? Menganggu saja. Lebih malam tentu saja lebih bagus. Kalau bisa sampai pagi.” Sahut Jessica menghentikan kegiatannya mengolesi lipstik dalam beberapa saat. Ia lalu menoleh pada teman-temannya tadi.

“Aku malah berharap kalau kita tidak pulang jadi kita bisa bermalam di hotel dengan seorang pemuda tampan.” Sun Kyu lagi-lagi menyela sambil cekikan. Hal itu membuat dua teman sepemikirannya langsung menoleh setuju dan bersemangat.

“Huh, bukankah kalian terdengar seperti wanita murahan sekarang.” Erang Amber untuk kesekian kalinya dengan wajah sangat bosan. Ketiga gadis itu langsung menoleh padanya.

“Diamlah, oppa!!”

Sementara So Eun tampak terdiam. Ia terlihat masih merisaukan sesuatu.

“Bukankah ini payah sekali?” Ye Sung mendesah tidak puas menatap bayangannya pada cermin di depannya. Mahluk yang mungkin sudah melintasi banyak Negara dalam sehari itu kini tampak berada di sebuah ruangan berukuran 2×2 meter. Dimana tubuhnya tak lagi memakai sebuah jubah kuno yang selalu dipakainya namun berganti dengan sebuah kaos hitam yang dibalut dengan sebuah jaket berwarna hitam. Jeans dengan warna senada juga terlihat membungkus kakinya. “Tidak terbuat dari sutera ataupun wol, tidak juga ada emas, berlian, perak, atau hiasan lainnya. Sama sekali tidak ada menariknya namun mengapa manusia di jaman sekarang memakai ini?” bingungnya sambil hadap kanan, hadap kiri, ia bahkan berputar untuk melihat penampilannya sendiri. “Mereka benar-benar yang terburuk dari yang terburuk.”

Akhirnya setelah lelah mematut dirinya dimana hasilnya ia tak juga merasa puas pada akhirnya ia keluar dari ruangan ganti itu. Ketika ia menggeser gorden untuk keluar, sebuah antrian panjang langsung menyambut di depannya. Dimana orang-orang itu menatapnya dengan tatapan yang sangat kesal karena telah membuat mereka menunggu cukup lama disana.

“Siapa suruh kalian datang terlambat sebelum aku? Jangan menatapku begitu.” Ye Sung balas mengomeli mereka ketika orang-orang itu meneriakinya. Ia lalu melenggang menuju pintu keluar.

“Tunggu, tuan!” Salah seorang dari penjaga toko tiba-tiba meneriakinya. Ye Sung menoleh padanya dengan datar.

“Apalagi?”

“M-Maaf tuan, tapi anda tidak bisa pergi begitu saja tanpa membayar.” Ujar wanita itu sangat gugup karena reaksi yang diberikan Ye Sung padanya. Sementara Ye Sung lagi-lagi terlihat kebingungan.

“Membayar?” Ye Sung tampak memeriksa sesuatu dari sakunya. Menyerahkannya ke tangan si penjaga toko.”Apa ini maksudnya?”

“A-Aaa..” wanita itu tergagap, bahkan ia tak sanggup mengatakan apa-apa ketika bukannya memberikan uang tapi Ye Sung malah memberikan sebongkah berlian seukuran bola tenis kepadanya. Ia bahkan tak mampu mengatakan apa-apa ketika Ye Sung kemudian meninggalkannya begitu saja. “T-Tttuu..” Ia langsung jatuh pingsan di detik kemudian.

“Memakai pakaian ini membuat tubuhku gatal..” Ye Sung masih berceloteh sambil masih memeriksa pakaian barunya yang tidak membuatnya nyaman itu. Ketika ia melewati seorang pria yang kebetulan memiliki pakaian yang berwarna senada dengannya Ye Sung tampak menghentikan langkahnya. Diliriknya pemuda itu dari atas ke bawah lalu membandingkan dengan dirinya. “Haruskah aku memakai sepatu seperti itu juga?”

Ketika ia sedang celingukan mencari toko sepatu tiba-tiba seseorang yang baru datang terlihat menoleh padanya. Pria bertubuh tinggi itu tampak menyeringai, ia lalu berjalan mendekati Ye Sung.

“Kau terlihat menonjol sekali.” Ye Sung tersentak begitu seseorang tiba-tiba bersuara di sampingnya. Ketika diliriknya ia menemukan seorang pria dengan ciri khas orang eropa yang menyeringai padanya. Bersandar pada sebuah tiang. “Kalau kau terus bersikap kampungan begitu orang-orang akan tahu siapa dirimu.”

“Woah, kau juga seorang vampire.” Ye Sung tampak tertawa tak percaya. Tampaknya ia cukup kaget dengan kehadiran mahluk yang bisa langsung dikenalinya tersebut. “Aku kira aku adalah vampire satu-satunya yang tersisa.”

“Apa kau bercanda? Kita ini mahluk abadi. Tanpa alasan yang jelas kita tak akan pernah mati.” Ujarnya datar. Ye Sung tampak kembali sedikit kaget mendengarnya.

“Huh, apa itu maksudnya… masih banyak vampire yang tersisa di dunia ini sekarang?”

“Hampir 9% dari populasi seluruh dunia. Setidaknya ada ratusan tersebar di semua Negara.”

“Apa?” Ye Sung terlihat sangat kaget. Ya, kalau difikir-fikir tentu saja para vampire yang selamat melewati musim demi musim masih bertahan hidup sampai saat ini. Mereka abadi. Tentu saja tak mustahil kalau banyak dari mereka yang masih bertahan hidup yang mungkin saat ini menyamarkan identitas mereka di antara para manusia.

“Sepertinya kau baru sampai di jaman ini? Kau pastilah terkurung dengan waktu yang cukup lama di suatu tempat.” Tebak vampire di depannya sambil kembali menyeringai. Ye Sung mengangkat alisnya.

“Begitulah.”

“Pantas saja. Kau sekarang benar-benar terlihat kampungan. Sedikit memalukan untuk kaum kita yang terhormat.”

“Apa katamm—“

“Cih, sekarang bukan jamannya lagi meminum darah tahu.” Mahluk di depannya mengayun-ayunkan satu tangannya di depan wajahnya seperti mengusir aroma yang datang dari tubuh Ye Sung. “Selain karena bau dan menjijikkan, minum darah tak lagi efisien. Pada siang hari kau tak bisa kemana-mana. Matahari bisa membakarmu.”

“H-Huh? J-Jadi maksudmu, vampire yang sekarang tidak lagi minum darah?” Ye Sung menghentikan niatnya untuk menyerang vampire di depannya itu karenanya. Kini ia berganti menatapnya bingung.

“Ya, sudah banyak hal yang berubah saat ini. Dunia tak lagi sama.”

“Lalu apa yang kalian makan saat ini?” Ye Sung bertanya cepat. Sementara itu laki-laki itu tak lantas menjawab. Ia memberikan seringaian semakin lebar pada Ye Sung.

“Kalau hal itu tentu kau yang cari sendiri. Aku bukan sumber informasi cuma-cumamu..”

“Apa—“

Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba sosok di depannya hilang dalam sekejap mata. Ye Sung tampak kebingungan, mendesah tak lama kemudian.

“Aish, kenapa dia tak memberi tahukan semuanya saja? Sekarang bagaimana lagi caranya aku menemukan vampire lain untuk menjawab pertanyaan ini.” Ye Sung mendesah sambil mengacak rambut sewarna perak miliknya. “Aaaah, menyebalkan sekali” Keluhnya lagi sebelum menghilang dari tempat itu.

Bersamaan dengan itu seorang pemuda yang kebetulan lewat disana tampak kebingungan karena masker di wajahnya menghilang tiba-tiba.

Suasana terlihat sangat heboh dan meriah. Semua orang terlihat bersuka ria dan berpesta pora di bawah kilatan lampu yang berwarna-warni. Music yang memekakkan juga menghentak, memberikan hal yang sesungguhnya tak sehat di telinga.

Di antara orang-orang itu, So Eun tampak ikut larut dengan suasana yang menyenangkan. Daritadi tawa tak pernah lepas dari wajah cantiknya ketika hal-hal yang lucu diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya. Sejenak ia seperti benar-benar melupakan masalah apapun yang terjadi di luar selain tempat ini.

“Sekarang giliran So Eun untuk minum.” Pemuda tampan berambut pirang itu tertawa sambil menyerahkan segelas penuh minuman pada So Eun. Teman-temannya yang lain tampak ikut menyemangati sambil mengoper minuman ke arah So Eun.

“Eun Hyuk benar. Sekarang giliranmu, So Eun.” Ujar pemuda bernama Cho Kyu Hyun di dekatnya. Saat ini gelas minuman tadi sudah berada di tangannya. Tampak bersiap untuk diberikan pada So Eun.

“H-Hum.. T-Tapi aku ini tak kuat minum. Bagaimana kalau aku mabuk?”

“Tch, semua orang minum agar mabuk, So Eun. Lagipula kalau kau nanti mabuk ada banyak orang yang bisa mengantarmu pulang disini.” Sahut Kyuhyun sambil masih memberikan minum itu padanya. Semua orang tampak menganggukkan kepala mereka setuju.

“Benar. Benar.”

“Huh, ayolah So Eun. Ayolah…” suara teriakan kembali mendukungnya untuk melakukannya. Hingga akhirnya So Eun tak punya cara selain melakukannya. Ketika satu gelas itu habis diteguknya suara tawa langsung terdengar bersamaan.

“Lagi.. lagi..” Kali ini giliran pemuda bernama Lee Dong Hae yang mengulurkan segelas penuh lainnya kepada So Eun. Kali ini giliran Hyo Yeon yang mengambilnya dan menyuguhkannya kepada So Eun.

“Aku sudah tak sanggup..”

“Tch, ayolah So Eun. Semua orang sudah hampir mabuk disini kecuali dirimu. Ayo minum lagi.” Ujar Hyo Yeon mulai lebih mendekatkan gelas itu bibir So Eun. Pada akhirnya So Eun tak punya pilihan lain selain membuka mulutnya dan meneguk lagi cairan itu hingga habis.

“Yeah, keren!!”

Semua orang tampak bersuka ria sambil meminum-minuman mereka sendiri. Sementara itu So Eun tampak mulai merasa pusing. Semuanya mulai berputar-putar di depan matanya kini.

“Lihat, sepertinya So Eun mulai mabuk..” suara Choi Si Won, pemuda terakhir yang bergabung ke meja mereka tampak terdengar di telinganya. Semua orang tampak lagi-lagi menoleh lagi pada So Eun dan tertawa.

“Bukankah dia kelihatan lebih imut ketika begini? Lihat pipinya yang memerah itu.” Kekeh Kyu Hyun. Semua orang tampak semakin tertawa mendengarnya. Memandang So Eun tanpa rasa bersalah.

Sementara itu So Eun malah semakin sulit membuka matanya. Kepalanya terasa benar-benar pusing, bahkan semuanya terasa berputar-putar dan berkunang. Hal itu belum ditambahkan dengan rasa mual yang mulai dirasakan di perutnya.

“A-Aku ke toilet dulu..” So Eun berdiri dari tempatnya. Sedikit sempoyongan berusaha untuk berdiri dan berjalan. Bahkan belum sempat ia berjalan lebih jauh ia tiba-tiba hampir terjatuh, beruntung Choi Si Won meraih lengannya.

“Hey, apa aku perlu mengantarmu, So Eun?”

“Tidak usah..” So Eun memberikan senyuman kecil padanya. “Aku bisa sendiri.” Dengan begitu ia mulai berjalan mencari toilet.

Semuanya serasa benar-benar berputar di depannya, So Eun benar-benar terasa pusing sehingga ia sangat kesulitan berjalan. Beberapa kali ia merasakan bahwa ia menabrak beberapa orang, namun So Eun masih terus berjalan menuju toilet yang seingatnya berada di arah ini.

“A-Aahh.. M-Maaf.” Lagi-lagi ia menabrak yang kali ini hampir membuatnya tersungkur. Namun hampir, karena beruntung orang yang ditangkapnya dengan sigap meraih pinggang gadis itu.  So Eun menengadah, menatap wajah yang bahkan buram di pandangannya itu. “M-Maafkan aku.”

“Tch, kau sepertinya minum terlalu banyak, cantik. Lihat, kau benar-benar terlihat kacau.” Orang di depannya terkekeh sambil terus menatapnya. So Eun ikut tersenyum kecil.

“H-Hum. Sekali lagi maafkan aku. Terima kasih juga karena telah membantuku.” So Eun kembali melanjutkan jalannya menuju kamar mandi. Sementara itu tanpa ia sadari orang yang baru saja menolongnya tampak terus saja memandangnya. Sebuah seringaian terlihat di wajahnya.

Kamar apartemen So Eun yang awalnya sunyi itu tiba-tiba berubah dalam sekejap ketika sosok Ye Sung muncul tiba-tiba. Mahluk itu terlihat sudah benar-benar beda dibanding terakhir kali ia terlihat disini pagi ini, karena tidak lagi menggunakan jubah dan sepatu yang terlihat kuno melainkan sebuah pakaian masa kini yang melekat di tubuhnya. Jangan lupakan beberapa aksesoris seperti cincin dan anting di tubuhnya serta sebuah masker berwarna hitam yang melekat menutupi hidung dan bibirnya.

“Dia belum juga datang? Padahal aku sudah berjalan-jalan mengunjungi banyak Negara hari ini.” Ye Sung mendesah tanpa melepaskan masker di wajahnya. Sementara itu pandangannya ia alihkan menuju pintu yang tertutup rapat di depannya. “Kira-kira dimana dia?”

Baru saja ia mengatakannya tiba-tiba seseorang terdengar datang. Tak lama pintu itu terbuka, menampakkan orang yang ditunggunya itu memasuki tempat itu. Terlihat sempoyongan dan kacau.

“Aaah, kepalaku sakit..” gadis itu mengeluh dan melewati Ye Sung begitu saja. So Eun kemudian menghempaskan tubuhnya tepat di samping Ye Sung, berbaring di lengan sofa dengan posisi membelakanginya. “Panas.”

Ye Sung hanya menatap datar So Eun yang seperti tidak menyadari atau lebih tepatnya melupakan kehadirannya. Vampire itu tak mengatakan apapun selain hanya memandangi So Eun yang kesulitan membuka kancing mantelnya. Mendatangkan erangan frustasi dari gadis itu.

“Tch, tch. Jaman dulu atau jaman sekarang tuak tetap sangat berbahaya akibatnya pada manusia. Aku heran kenapa mereka masih terus meminumnya..” Ye Sung berdecak, geleng-geleng kepala sambil menatap So Eun yang kini mulai hilang kesabaran dengan berusaha merobek mantel tersebut. Ye Sung yang bosan akhirnya menarik bahu So Eun untuk menghadap padanya. Jadilah kini mata tajamnya bertemu dengan mata sayu gadis itu. “Sadarlah.”

So Eun terlihat heran menyadari kehadiran Ye Sung di depannya. Ia memiringkan wajahnya, mengamati wajah Ye Sung lebih dekat. “H-Huh? Kau..” So Eun mengangkat salah satu jemarinya dengan perlahan, pelan-pelan beralih menuju masker di mulut Ye Sung. Sementara itu Ye Sung masih diam di tempatnya, hanya menatap So Eun dengan tatapan datar.

Pelan-pelan masker di wajah Ye Sung mulai terbuka, menampakkan bertahan hidung dan bibir merah Ye Sung. Hingga ketika masker itu berhasil disingkirkan dari wajah Ye Sung tia-tiba vampire itu langsung menghembuskan angin menyapu wajah So Eun. Membuat So Eun sedikit kaget dan menarik wajahnya.

“H-Hum..” So Eun mengeluh sambil mengucek matanya. Ketika ia membuka mata, ia tampak begitu kaget menemukan wajah datar Ye Sung tepat di depannya. Membuatnya lebih mundur sambil menutupi dadanya dengan kedua tangan.“A-Apa yang kau lakukan?”

“Aku yang harusnya mengatakan itu, tahu? Kau barusan memaksaku dan memaksaku untuk membuka baju.”

“A-Apa?” So Eun terlihat sedikit melotot. Namun tak lama ia langsung menyadari kalau ada yang berubah dengan mahluk ajaib di depannya ini. Tak lagi dengan pakaian anehnya tadi namun berganti berubah menjadi pakaian yang menurutnya lebih enak dilihat. Rambutnya yang awalnya sedikit panjang dan menggantung kaku tampak juga sudah dipotong pendek dan di tata dengan baik. Hal itu terlihat sepadan dengan garis mata miliknya yang hitam alami seperti terbalut eyeliner. “B-Bagaimana k-kau..” So Eun memandangi Ye Sung dari ujung kepala ke ujung kaki.

“Lain kali hindarilah minum tuak ataupun arak. Kau tak cocok dengan itu tahu, dasar perawan berdarah pucat.” Ujar Ye Sung sambil memasang kembali masker di bibirnya. Ucapannya membuat So Eun langsung berdecak kesal lagi mendengarnya.

“Perawan berdarah pucat apanya..” umpat So Eun sebal. Ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan berniat masuk ke dalam kamar. Namun ia terhenti ketika Ye Sung tiba-tiba menahan tangannya, menariknya untuk duduk kembali ke sofa. “Yah, apalagi?!” teriak So Eun habis kesabaran.

“Tunggu..” Wajah Ye Sung terlihat serius, ketika kali ini ia lebih mendekat ke arah So Eun. Bertingkah aneh sambil seperti mengendus-endus So Eun.

“Y-Yah… apa yang kau lakukan?!” teriak So Eun tak nyaman. Tapi Ye Sung masih menahannya dan melanjutkan apa yang dilakukannya. Terlihat tidak sadar sama sekali ketika wajah gadis di depannya memerah akibat apa yang dilakukannya ketika kini ia mengendusi leher gadis itu. “YAH!” So Eun mendorong wajah Ye Sung tanpa perasaan ketika bibir mahluk itu sempat menyentuh singkat lehernya. “Kau ini sedang apa?”

“So Eun, kemana sebenarnya kau sebelumnya?” Tanya Ye Sung padanya. Wajahnya terlihat benar-benar serius saat ini.

“Bukan urusanmu.”

“Jangan bertele-tele jawab saja!” Ye Sung sedikit membentaknya. “Sebenarnya kemana kau tadi? Kenapa.. kenapa ada aroma vampire di tubuhmu?”

“H-Huh? Apa? Vampire?” So Eun tampak kaget mendengar ucapan itu. Tapi tak lama wajahnya datar kembali. “Berarti itu aromamu, bodoh.”

“Tidak, itu sama sekali bukan aku. Setidaknya tidak sebanyak itu.”

“Apa?”

“So Eun, apa kau baru saja menghadiri sebuah pesta vampire? Kenapa tercium sangat banyak aroma vampire yang berbeda dari tubuhmu saat ini?”

“A-Apa?”

So Eun menatap Ye Sung tak percaya.

After A Long Sleep TBC

 

TBC

Sebenarnya memang sedang lagi gak mood menulis. Tapi karena kemaren gara-gara liat gambar2 foto shoot Yesung tiba-tiba jadi pingin banget buat FF dengan tema vampire. Sebenarnya ini juga Oneshot, tapi sepertinya alurnya (Seperti biasanya) menjadi lebih panjang dari perkiraan.

Oiya, FF ini sedikit banyaknya terinspirasi dari film Dark Shadow. Jadi sedikitnya ada beberapa bagian dari FF ini yang mirip dengan film itu.

Juga, untuk FF lainnya aku tak terlalu janji bisa membuatnya dalam waktu dekat ini. Tapi yang jelas aku akan mengusahakan terutama untuk The Chosen Mother karean status FF itu masih hutang request dari Kak Rahmi.

Ya udah deh, itu dulu. Aku berharap teman-teman menikmati cerita ini dulu untuk sekarang karena ini adalah cerita yang kukemas berbeda dari sebelumnya. Selain itu apa ada yang sadar kalau aku untuk pertama kalinya mulai serius membuat Cover FF, wkwk. Covernya masih terlihat amatir ya, karena ini jujur adalah untuk pertama kalinya aku mencobanya haha. Selama ini aku termasuk malas juga untuk belajar tapi karena greget banget sama fotoshot Yesung ini dan ingin nuansa FF dan covernya lebih real sehingga itu sebabnya belajar kilat dengan bantuan mbah gugel.

See  You Next Time, Everyone!! ^^

25 Comments Add yours

  1. yhuliisoeun mengatakan:

    ahhh aku suka aku suka.. feelnya dpat bnget put.. 😉yesung cocok jadi vampir.. apalgi dia somplak bnget di sini… 😝😝 jadi pnasaran jga sihh knpa yesung bisa mncul di alam nyata pdahl kan sso cmam mimpi.. hahah aku suka critanya.. ehhh vmpir yg satu yg ktemu yeye itu syapa, trus apa mksudny yesung dgb bnyak vampir ?? jadi sso ke tmpat psta yg isinya vampir semua?? ahhh jadi pnasaran.. next.y di tungggu banget.. ><

  2. anna mengatakan:

    Wuiih busyeet aroma vampire jgn2 soeun psta diclub n ktemu siwon dkk yg sbnrny adlh vampire jg tp bkn musuh&saingn yesung kn i hope,,smg aj yesso bs slg mlndungi,,

  3. aisyah kyubum elfangelssoeun mengatakan:

    Aaaah akhirnya putri comebeck juga nulisnya ,,, penasaran sso ketempat apa ?? Kok smpe ketemu yesung cwo yg dalam mimpinya ,,,di sini karakter yesung pas bnget ada lucunya ,,, di tunggu selalu update an ff mu put ,,,

  4. Angel mengatakan:

    Akhir.y putri rilis ff lgy 😍

    Suka ma alur cerita.y
    Feel.y jga dpt

    Sso dtg k pesta para vampire ??

    D tnggu sgera kelanjutan ff.y 😍

  5. Mama nikita widiyati mengatakan:

    Ihhhh ngebayangin yes sung minum darah perawan tadi rasanya menjijikkan…hueeekkkkk berasa dapet bgt feelnya.Jangan2 semua teman2 so eun vampire juga…haduuuhhh ceritanya makin seruuu!!!!

  6. lavender mengatakan:

    Menarik bangett ceritanya,,bikin penasaran,, dtunggu kelanjutannya,,

  7. Soeun ah mengatakan:

    Wah ada banyak vampir ternyata #keren

  8. devi mengatakan:

    Wahhhh seruuu bngeet ff’a,,,

    Penasaran club yg d dtangi oleh eonnie so eun ma teman2’a,,,,
    Kok yesung bisa berfikiran klo eonnie so eun datang ke tmpat para vampire,,,,,

  9. shaneyida mengatakan:

    Cover ff nya bagus put (y) dr covernya aja dh merasuk k jiwa😉 tingkatkan yak (y)

    mau curcol dikit sebelum berkomntr ttg ni ff hhhi ,apa karna kecapek’an or larut krna ngeliat yesung bobo dg hikmat hhhi jd aye ngikut tidur ..ngebaca ff ini bangun trus tidur eee terbangun baca lg kan trus ketiduran lg .sbenrnya karna terlarut ma ni story yak jdinya kk pengen ketemu vampire kece kek yesung ee malah ga ketemu di alam mimpinya hhhh hhi geli sendiri kk hhhi , #abaikan * lanjut k story ~

    Waaaaauw bener badai ni story.. Kk semangat 45 ngebacanya ,senyam senyum sendiri ..bahagia juga cos setelah lamanya pu2t ga ngerilis album *heoll* hhi akhirnya nongol dg story yg mengezutkan hhhhw .. Bikin gempar gitu looo , story vampire versi pu2t luarbiasa keren <3<3 trus feel nya trus penghayatan nya hhhe dapat banged (y) pertahankan ye ..walopun udeh jrng ngepost ff tp aura bintangnya sama hhhe tulisannya msh ttp bagus (y) ga berkurang (y) pertahankan put

    Awalnya aye pikir sso tersesat d kandang dhangkoo ee rpnya sso memng tersesat tp sesat nya rpnya d kandang kelelawar *heoh* hhhhii😄 , soeun kek d takdirkan menuju k sebuah peti dan tampa berpikir dia ngebaca2 tulisan gaje itu ..krna penasaran jdinya dia ga mikir yg macam2 , dan bangunlah pangeran vampire dr alam tidur nya , orang pertama yg d lihat yesung saat bangun itu sii soeun ..nah jadilah yeye menganggap soeun itu induk nya kekkekkke ..kek contoh ayam kan klo bru lahir yg pertama kali d lihatnya pasti d sangka induknya and baklan di ikutin or d tempelin kemana induknya pergi ..nah kek beginilah kurang lebh kelakuan yeye k soeun ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=))😄 #plakk* , jdinya soeun kga' d gigit ma yeye selain alasan krna sso berdarah pucat sso jg merupkan induk nya hhhhe😄 karna shock ngeliat yeye yg bertaring + berperawakan aneh hhe sso mencoba kabur tp kga' mulus pas mau membebaskan diri dia terjerambat and jatuh d ketawain pula oleh yesung hhha rpnya yeye mau bilng makasih rpnya yeye tahu sopan santun jg eee *eohh ,,plakkk* karna takut jdinya sso gelabakan ..
    pas kek mau d gigit ma yeye tiba2 soeun terbangun dr alam sdrnya stelah membuka mata lah anaknya menyapa dia ..soeun jd shock cos yeye jd mengikutinya krna telah membebaskannya ..jdilah sso terjungkal k lantai ..d ketwain lgi oleh yeye .. dialam mimpi soeun d ketawain d dunia nyata d ketwain juga eee aye yg ngebaca ni ff juga ngetwain soeun kekekkkkk😄 jdilah mereka berteman setlahnya😉

    Aye saranin bang jong kudu gigit author ni ff deh nunjuk puput hhhh biar aman dr sinar terik matahariii jd ga usah nanya ma vampire lain ..ayoo bang yeye gretooong siii puput nya hhhiii *

    Hampir aje sso mencritakn klo ada yeye d rumah nya tp dia udeh iso berpikir sbelum bertidak jd d ralat nya ,pdhll temannya jd ada yg curiga eee ,, Jessica ,sunny cs ngajak k party anniv kampus .. Soeun yg tdnya perawan ma alkohol jdinya ternoda hhhi mungkinkah eunyuk ,kyu ,hae trus won cs itu vampire ? Cos yeye mengendus banyak aroma vampire nempel d tubuh sso .. Nah lo awas sso entr pd mau menjdikanmu induk mereka jg ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮‎​​😄 , tru ada orng yg di tabrak sso saat dia mau k toilet .. Who is that ? Cos orng itu menyeringai ngeliat sso apakah dia thu soeun ntu berkaitan dg yeye ? Hmmmm

    Bang jong kek JIN yak bukan kek vampire hhha cos dia iso memberikan soeun apa aja ..emas banyak biar kaya ,trus jg bangjong kek dokter BedhPlastik ..cos dia iso mngebuat soeun jd cantix hhhhaa😄 , ee pas dia ngeliat dalaman soeun nah aye binGgung dia cocok jd profesi apalgi •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħa😄 ,pintu kmr sso tiba2 jd ajaib dia mape singgah ke oldtraffort MU , nape kga' nongol d kamr aye hhh boleh kaga' aye pinjam t pintu hhhi lucu sso blg kek doraemon and yeye respondnya jd membanding2kan dia ma doraemon hahaaa Btw lucu bgt pas yesung nanya gantengan ma dia ma doraemon hhha ..gantengan doraemon lah klo lgi tutup mata hhhii gantengan yeye klo lgi buka mata hhhi *heoool* tingkah konyol yeye bikin gemes ..jdi pengen cubit2 pantat nya yeye O,O kkke

    10000000000000 jempol vampire buat puput (y) ,, ni story badai bingit (y) smua ff puput slalu berkesan <3<3 suka suka suka <3<3 ,,<3<3Lanjuuuut ~ udeh kebelet pengen bc nextpartnaaa ;;) .. Ga pake tahun depan ee put kan lama nunggu 2016 setahun lg ee *eoh kkkkee pdhll ngitung hari aje ee dah pindh thun aje * , tetep smangat beraktifitas d manapun n kapanpun pu2t bergerak (y) all the best for uuuuuuu ({})

  10. Fee mengatakan:

    Banyak aroma vampir?? Apa jangan2 temen so eun vampire?

    Lah kl ngg minum darah trus apa dong makanan vampir skrg?
    Oiya ak sbener.y nunggu bgt lanjtn ff the chosen mother.y

  11. Irnawatyalwi mengatakan:

    Seperti biasax pasti crtax kren n g ngebosanin palg in lbh kefantasi jg nilaix lbh br+ palg yg jd so2k vampir adalh bang yesung jd pas lah, yesung oppakn orgx aneh n suka pke eyeliner jd co2k bngt dhe kraktr in ma dia, pokokx suka bngt dhe kmrn2 smpat g m0od bc ff yg tntux hrus sso maincast g tau knpa tpi stlh bc ff in g tat knpa lngsng smangt lg mgkn krn kartr n jaln crtax yg g ngebosanin n tntux g ketebak.

  12. yuliaseptiani mengatakan:

    untuk part awal keren bangeeettt 1000 jempol buat author ^^
    cerita yg brgenre fantasi amat sangt keren😉
    feel ny dapet banget apalgi yesung jadi vampire n sso yg ngbngunn yesung sampe2 yesung pun ngikutn trus sso😀
    konyol bnget waktu yesung yg nanya’n siapa doraemon n musuhn doraemon ~ckckck
    nah lho apakah teman2 ny sso bnyak yg vampire ??? n orang yg sso tabrak d toilet kyk ny dia juga vampire .. nexxxttt ny d tunggu segera😉

  13. Ayu Chokyulate mengatakan:

    Ada yaa vampire yg petakilan kaya yesung, biasa nya pan vampire cool kkkk~
    waduh itu siapa aja vampire nya? apa jangan2 kyu, siwon, donghae, eunhyuk lagi vampire nya…..
    putri eonni ditunggu kelanjutan semua ff nya, fighting😀

  14. tesya mengatakan:

    Kocak ya vampire kyk yesung, aku pling suka bagian dia ngomongin doraemon haha.
    Jd temen2 soeun itu vampire semua? Penasaran siapa yg bawa soeun ke kastil pasti masih ada hubungan sama temen2nya

    Enak ya klo jd yesung mau keluar negeri tinggal ngilang aja huhu

  15. miani caledupha mengatakan:

    Ff baru suka…
    Eh itu knpa yesung bsa mencium bau vampir di tubuh so eun.

    Jgan blang jka tman2 so eun adalah vampir

  16. yehaesso mengatakan:

    baca tittlenya kirain di ff ini yesung bakal jadi kaya leesoohyuk ternyta beda. sso datang ke pesta vampire berarti donghae dkk vampire ? wah penasaran

  17. nita mengatakan:

    yeah,, ada ff bru. yeye jadi vampire, trs sso yg bebasin yeye.
    nah loh yeye bilang bnyk aroma vampire. jngn2 kyu,hae,hyuk,won dkk vampire lgi.
    d tnggu next part ny🙂

  18. Lilare mengatakan:

    Aduuuhhh…jadi pesta yang dihadiri so eun??? Banyak vampire????
    Aduh penasaran ditunggu lanjutannya ^^

  19. hesti mengatakan:

    Waw ceritabaru bikin penasaran aja kelanjutannya disini yesung sombong amat ngeselin bikin keren2 next kak

  20. Tri mengatakan:

    Wih sso ketemu vampire ganteng….tapi jangan2 temen2 sso ada yg vampire, wah seru ditunggu cerita selanjutnya

  21. Kim Ra rA mengatakan:

    hmmmm masih jadi misteri waktu Sso yang tiba tiba bangun bukan berada di kamarnya malah do tempat yesung. hadeeeeuh pengen banget jadi pelayan tu Toko yang di bayar pake berlian….

    kira kira bang yeye bisa tahu rahasia agar di bisa kuat di siang hari gak yah tanpa A drink darah perwan tentunya. Sso beruntung punya Anemia jadi gak nepsong deh tuh vampir hihi
    siapa di antara cowok cowok kece badai itu yang Vampire yah???? hmmmmm kira kira bakal ada love gak nih??? ah~ put ceritanya SERU di lanjut segera yah…

  22. ellalibra mengatakan:

    Menarik crtanya ,,,Hallo eon q reader baru salam kenal ….

  23. tyand mengatakan:

    Jadi pesta tdi pestavampire
    Jgn” kyuhyun m laenny vampire jg y truz tdi yg ketemu yesung siapa y n apa yg bikin dy kebal dg matahari
    Jadi penasaran
    Ijin baca nex ny y

    Gomawo

  24. kimjongeun24 mengatakan:

    Hua.. Siapa sajakah vampire2 lainnya yg trsisa jd penasaran…😀

  25. aina freedom mengatakan:

    akhirnya setelah lama tdk bc ff putri ..skrng bs menikmati tulisan putri lagi …seperti biasa cerita yg putri suguhkan sungguh sangat menarik dan seru saat membacanya .keren bnget put . i like it .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s