~ After A Long Sleep Part 2 ~


After A Long Sleep 2Title       :               After A Long Sleep Part 2

Author  :               PrincessClouds/@helloputri228 (Putri Andina)

Genre   :               Fantasy, Romance, Comedy,

Rated    :               PG-15

Lenght  :               Chaptered

Main      :               Kim So Eun & Kim Jong Woon (Ye Sung)

Minor    :               Kim Ki Bum, Jessica Jung, Lee Sun Kyu, Kim Hyo Yeon, Amber Liu, Lee Eun Hyuk, Lee Dong Hae, Cho Kyu Hyun, Choi Si Won, Park Jung Soo, Kim Kangin, .

Warning:              Typo(s) – No Edit, OOC, Alur ngebut, deelel.

*

“So Eun, kemana sebenarnya kau sebelumnya?” Tanya Ye Sung padanya. Wajahnya terlihat benar-benar serius saat ini.

“Kalau kujelaskan memangnya kau mengerti?”

“Jangan bertele-tele jawab saja!” Ye Sung menarik tangannya dengan tidak sabar. “Sebenarnya kemana kau tadi? Kenapa.. kenapa ada aroma vampire di tubuhmu?”

“H-Huh? Apa? Vampire?” So Eun tampak kaget mendengar ucapan itu. Tapi tak lama wajahnya datar kembali. “Berarti itu aromamu, bodoh.”

“Tidak, itu sama sekali bukan aku. Setidaknya tidak sebanyak itu.”

“Apa?”

“So Eun, apa kau baru saja menghadiri pesta vampire? Karena tercium sangat banyak aroma vampire yang berbeda dari tubuhmu sekarang.”

“A-Apa?”

So Eun menatap Ye Sung tak percaya.

*After_A_Long_Sleep_Part_2*

So Eun menggigit bibir bawahnya resah ketika fikirannya terus saja memikirkan perbincangannya dengan Ye Sung sekitar satu jam yang lalu. Gadis itu kini tampak baru saja selesai membersihkan diri dan telah memakai piyama di tubuhnya ketika ia bersiap tidur. Namun, bukannya langsung tidur seperti kebiasaannya nyatanya ia menghabiskan cukup banyak waktu dengan duduk bermenung di atas tempat tidur – menimang dan memikirkan kembali setiap ucapan Ye Sung tadi.

So Eun penasaran, apa ia bisa mempercayai Ye Sung atau tidak. Baru sehari saja So Eun menghabiskan waktu dengan mahluk itu, ia menemukan kalau mahluk itu tidak bisa semudah itu dipercaya. Mahluk itu selain aneh, namun ia juga usil. Sehingga bukan hal yang tak mungkin kalau dia hanya mengatakan lelucon untuk mengerjai So Eun. Namun walau begitu, ia juga sadar kalau ekspresi Ye Sung sangat serius ketika mengatakan itu semua. Ekspresi tadi benar-benar terlihat tidak main-main sama sekali, sehingga bukan mustahil juga kalau ia mengatakan kebenarannya.

Sekarang, So Eun benar-benar menjadi penasaran dan cemas di saat bersamaan. Karena kalau memang Ye Sung tidak bercanda maka apakah selama ini ia telah bergaul dengan para vampire? Ia sudah berteman selama dua tahun lebih dengan teman-temannya itu. Lalu pertanyaannya lagi, siapakah yang merupakan seorang vampire dari ke empat teman dekatanya itu? Bukan mustahil kalau mereka semua juga vampire bukan? Kalau begitu apa yang mereka inginkan dengan menyamar menjadi manusia seperti itu? Apakah itu tak berbahaya untuknya kemudian? Huh, terlalu banyak pertanyaan namun semuanya tak terjawab sama sekali.

“Kalau kau begitu penasaran kenapa tak kau pastikan sendiri saja?” So Eun terkesiap ketika lagi-lagi mahluk itu muncul tiba-tiba tepat di depannya, membuat So Eun segera munder ke belakang. “Kau juga bisa langsung buktikan aku ini berbohong padamu atau tidak.”

So Eun semakin beringsut ke belakang, hanya untuk mengeluh ketika kepala tempat tidur membentur pinggangnya. So Eun lantas berdecak, mengeluh kesakitan sambil memeberikan tatapan mematikan pada mahluk itu. “Hey, sudah berapa kali aku melarangmu begitu? Berhentilah mengagetkanku!”

“Kau penasaran, bukan? Kau pasti ingin mengetahui semua jawaban pertanyaanmu itu, bukan?” Ye Sung hanya terus bertanya, seratus persen mengacuhkan peringatan So Eun barusan. “Kalau begitu langsung buktikan saja. Mau apalagi? Lagipula dengan begitu aku juga bisa memastikan sesuatu.”

“Memastikan apa?”

“Ada yang ingin kutanyakan pada para vampire yang masih hidup di jaman sekarang. Kalau benar salah satunya adalah temanmu mungkin aku bisa bertanya pada mereka.”

“Bertanya tentang apa?”

Bahkan belum satu detik ia bertanya, ketika tiba-tiba suasana sekitar kamarnya berubah mendadak. Saat ini mereka masih berada di tempat tidur, tapi jelas kalau tempat ini bukan tempat tidur dan kamarnya lagi. Lihat saja, bedcover dan suasana kamarnya langsung berubah menjadi tempat yang asing.

“Aa…” So Eun bahkan kembali merasa gagap walau ini bukan pertama kalinya ia melihat hal ajaib seperti ini. Ditatapnya lagi mahluk itu dengan mulut masih terbuka lebar. “A-Apa yang kau lakukan? Dimana kau membawaku ini?”

“Katanya kalian adalah teman, bagaimana kau tak tahu bentuk kamar temanmu sendiri?”

“Apa?”

So Eun menatap sekitar kamar itu sekali lagi, dimana kali ini ia berhasil menemukan pigura besar bergambar Hyo Yeon yang tergantung apik di salah satu sudut. So Eun bahkan belum sempat meredakan kekagetannya ketika rasa cemas juga menghampirinya. “B-Bagaimana kau bisa seenaknya begini? Bagaimana kalau tadi dia berada di sini? Dia bisa kaget dengan kehadiran tiba-tiba kita.” Teriak So Eun dengan nada berbisik pada sang vampire yang mulai bangun dari tempat tidur dan memperhatikan seisi kamar. So Eun langsung ikut bangun dan menyusulnya. “Tidak bisa begini. Ayo pulang saja, bukan begini caranya.”

“Kau sendiri yang bilang kalau kau itu penasaran. Lagipula kalau tak begini, bagaimana lagi caranya?” Ye Sung terlihat sedikit terganggu dan tak setuju dengan permintaan gadis itu ketika gadis itu bangkit dan menarik-narik lengan bajunya.

“Itu urusanku, biar aku yang fikirkan. Ayo pulang dulu. Aku tak ingin mengagetkan temanku!!” teriak So Eun menarik lengan jaket Ye Sung lebih kuat. Namun vampire itu terlihat tak bergeming dengan hal itu. “Ayo pulang…” ia bahkan merengek pada sang vampire.

“Kita sudah terlanjur di sini, kita lanjutkan saja. Lagipula aku juga punya urusanku sendiri.”

“Tapi—“

Ucapan So Eun tergantung begitu saja ketika ia mendengar suara pintu kamar mandi di sampingnya terbuka. Ketika ia menoleh dilihatnya Hyo Yeon baru keluar darisana dengan hanya sebuah handuk yang membalut tubuhnya. Mulut gadis itu tampak terbuka begitu melihat ada dua orang yang tiba-tiba saja sudah berada di kamarnya.

“S-Sso—“ Hyo Yeon baru saja bersuara ketika gadis itu tiba-tiba pingsan dan Ye Sung juga secepat angin menyambut tubuhnya. Sementara itu So Eun masih membeku di tempatnya, ia masih shock akibat kemunculan Hyo Yeon yang tiba-tiba.

“Dia bukan vampire.” Ye Sung bersuara lagi sambil masih menahan tubuh Hyo Yeon. Mata gelap mahluk itu mengamati Hyo Yeon dengan seksama.

“H-Huh?” So Eun kembali seperti tersadar, ia bergeser mendekati Ye Sung dan Hyo Yeon. Astaga, jaraknya pada keduanya sampai sekitar enam langkah. Dengan jarak segitu, bagaimana mungkin Ye Sung bisa berpindah dengan sekejap mata seperti tadi. Mahluk ini benar-benar sakti, ya? So Eun bahkan tak bisa percaya sampai saat ini.

“Kalau dia vampire, dia tak akan pingsan begini.”

“K-Kukira kau yang membuatnya pingsan?”

“Ya, tapi karenan sejak awal melihatnya aku sudah tahu kalau dia ini manusia biasa. Di kamar ini juga tidak ada aroma vampire sama sekali. Jadi kau tak perlu khawatir pada yang ini.”

So Eun entah kenapa tanpa sadar menggigit bibir bawahnya karena ucapan Ye Sung barusan. Entah kenapa kalimat terakhir Ye Sung terdengar berbeda dari sebelum-sebelumnya. So Eun merasakan kepedulian disana, sesuatu yang sejujurnya entah mengapa membuatnya merasa lega begitu saja.

“Tapi tidak sepertimu, gadis ini benar-benar tipeku. Darahnya segar dan warnanya menarik. Sayang dia bukan seorang perawan—“

“Yah, jangan sembarangan! Kau tak boleh meminum darah temanku!” Lamunan So Eun tadi berhasil dihancurkan Ye Sung dengan sekali ketukan. Dengan sigap didekatinya keduanya, berniat melindungi Hyo Yeon kalau saja Ye Sung berniat macam-macam. Ia bahkan membantu menutupi dada gadis itu yang hampir terbuka ketika handuknya sedikit turun akibat pegangan Ye Sung. “Aku tak akan membiarkanmu menyentuhnya!!” teriaknya tajam memperingatkan.

“Tch, aku juga hanya mengatakannya. Aku tak juga berniat begitu, tahu. Lagipula, aku juga sudah tak berencana meminum darah lagi setelah apa yang kualami hari ini. Kau ingat kain hitam yang kupakai untuk menutup mulutku tadi, bukan? Aku memakainya karena ada yang bilang mulutku menjadi bau karena minum darah.” Ye Sung tampak balas mendengus kesal padanya. Sementara So Eun mengerutkan dahinya bingug.

“Maksudmu masker tadi? Tapi kalau vampire tak lagi makan darah lalu sekarang mereka makan apa?”

“Aku juga belum tahu. Itu sebabnya aku ingin menanyakannya pada salah satu vampire dari teman-temanmu.” Ye Sung menyahut pelan yang entah sejak kapan mahluk itu telah membawa Hyo Yeon pindah ke atas tempat tidur. Dia bahkan telah membaringkan gadis itu ke atas tempat tidur dan menyelimutinya.

“Tapi ini tetap saja tidak aman, tahu. Hyo Yeon tadi sudah sempat melihatku. Besok dia pasti akan curiga..” keluh So Eun yang kali ini juga sudah kembali menyusul keduanya ke dekat tempat tidur. Gadis manis itu tampak merengut sambil menatap wajah damai Hyo Yeon, merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi besok karena kejadian ini. Sementara Ye Sung tampak tersenyum mendengarnya.

“Jangan khawatir. Dia sama sekali tak akan mengingatnya.”

“Apa? S-Sungguh?” So Eun menatap Ye Sung cepat, terlihat sangat berharap.

“Hum. Aku sudah menghapusnya dari ketika ia membuka pintu dan melihat kita.”

“Benarkah? Huh, syukurlah.” So Eun benar-benar tersenyum lega, ditatapnya mahluk itu dengan sangat senang dan bersyukur. Rasanya untuk yang satu ini ia ingin mengucapkan terima kasih pada mahluk itu.

“Sama-sama.” So Eun tersedak sambil langsung merubah fikirannya.

“Lupakan, aku tarik kembali!”

Dan kejadian itu terulang untuk kesekian kalinya, dimana suasana kamar Hyo Yeon dengan secepat kilat berganti suasana dengan sebuah sapuan. Kali ini mereka telah meninggalkan kamar Hyo Yeon dengan dekorasi baby blue-nya dan berganti dengan sebuah kamar dengan dekorasi merah maroon yang terlihat sangat kuat. Di salah satu sudut terlihat sebuah pigura sangat besar yang bergambar wajah Jessica.

“Kau..” So Eun langsung melayangkan tatapan mematikan pada Ye Sung. “SAMPAI KAPAN KAU TERUS SEMAUNYA BEGINI, HUH?!! WALAU KAU BISA MENGHAPUS INGATAN MEREKA SETELAHNYA TAPI TETAP SAJA INI TIDAK BENAR MENGAGETKAN MEREKA SEPERTI INI, TAHU!!!” teriaknya sangat kesal dan nyaris menendang mahluk menyebalkan itu. Ye Sung menguap cuek.

“Tch, sudahlah. Lagipula kan tidak akan ada masalah setelahnya, bukan. Kecuali kalau mereka memang golongan vamp—“ Ucapan Ye Sung terputus ketika ia mengalihkan pandangannya ke sisi kanannya. Dimana saat ini di sana seorang gadis tampak berdiri tenang sambil memberikan tatapan dingin pada keduanya. “—Vampire..” sambung Ye Sung balas menatap Jessica. Sementara So Eun tampak tak bisa melakukan apapun selain melotot dan lagi-lagi membuka lebar mulutnya.

Masih hening dalam beberapa saat, bahkan setelah So Eun sedikit sadar dengan apa yang terjadi. Gadis itu terlihat sedikit gemetaran ketika instingnya membawa dirinya sedikit lebih merapat pada Ye Sung. Bersembunyi di balik punggung sang vampire yang saat ini masih balas menatap datar kedua bola mata cokelat milik Jessica yang saat ini menatap keduanya dengan sorot mata yang dingin. Suasana terasa mencekam, setidaknya bagi So Eun.

“Seorang Vampire.” Ye Sung tiba-tiba memecah keheningan ketika ia bersuara lagi. Diberikannya senyuman tipisnya pada gadis, bukan, vampire wanita yang masih belum menunjukkan eskpresi yang lebih jelas itu. Wajah Ye Sung terlihat begitu antusias ketika ia kembali bersuara, “Tebakanku benar, bukan?”

“J-Jessica? J-Jadi kau adalah… v-vva-vvam-vvampire?” So Eun memberanikan diri bertanya dari belakang punggung Ye Sung., terlihat masih ketakutan dan terkejut.

“Huh, akhirnya. Aku tak percaya hari ini akan datang.” Jessica akhirnya juga mulai mengeluarkan suara. Gadis cantik dengan rambut blonde bergelombang itu tampak tersenyum sambil membagi pandangan pada keduanya secara bergantian. “Jadi sejarah telah kembali dimulai.”

“Sejarah? Sejarah apa?” Tanya Ye Sung bingung. So Eun juga tampak penasaran.

“Wah, walau sudah beratus tahun berlalu pangeran kita tetap terlihat berkilau. Bahkan dengan pakaian manusia abad sekarang yang menurutku terlihat aneh namun terlihat berbeda kalau kau yang memakainya.” Jessica tersenyum tipis, terkesan menggoda pada Ye Sung. Ye Sung tampak mengangkat alis mendengarnya, ia sepertinya menyukai pujian si vampire wanita.

“Tunggu, apa kau baru saja memanggilku pangeran? Kenapa?”

Jessica tampak memiringkan wajahnya, terlihat sedikit heran. “Tunggu. Apa ini? Apa kau tak ingat apapun?”

“Mengingat apa?”

“Wah, ini jadi kurang menarik. Padahal semua menunggumu selama ratusan tahun ini.” Jessica lebih melebarkan seringaiannya ketika ia menatap semakin pasti ke kedua mata Ye Sung. “Karena kau adalah sang Ace, sang vampire terpilih. Sang vampire yang memiliki kekuatan lebih dari vampire lainnya. Sang vampire yang bertugas untuk memimpin kehidupan para vampire di dunia ini.”

“H-Huh?” Tidak hanya Ye Sung, namun So Eun juga terlihat tercengang. Ekspresi tak percaya terlihat di kedua wajah itu. “M-Maksudnya itu aku? Benar-benar aku?” tanya Ye Sung sambil menunjuk dirinya dan masih berekspresi sangsi.

“Huh, walau abad telah berlalu kau ternyata masih tetap sepolos dirimu yang dulu. Manisnya. Itu sebabnya aku selalu menganggapmu spesial.” Jessica berjalan lebih mendekat pada Ye Sung, melarikan jemarinya yang lentik memainkan jaket yang dikenakan Ye Sung. “Ya, benar. Itu dirimu. Sang Vampire yang terpilih, sang Ace. Bukankah kau seharusnya sudah merasakannya? Tentang bagaimana kekuatanmu yang seakan tak terbatas. Kau dapat pergi kemana saja melintasi benua, lautan, atau bahkan rentang waktu dalam waktu sekejap mata. Vampire lain tak bisa sepertimu, karana rata-rata kami hanya bisa berteleportasi hingga sekitar beberapa kilometer saja. Tenaga dalammu juga tidak terkalahkan.”

Ye Sung melirik So Eun, seperti minta penjelasan yang tentu saja gadis itu bahkan lebih tak tahu apa-apa dibanding dirinya. Tapi kemudian Ye Sung mulai menyadari bahwa hingga saat ini ia tak terlalu mengingat masa lalunya. Ia tak ingat tentang bagaimana ia hidup dulunya, siapa saja yang pernah dikenalnya, atau bahkan sampai pada alasan kenapa ia bisa sampai terkurung di peti tua itu. Sejujurnya lagi bukannya ia tak pernah penasaran tentang semua itu, namun saat itu ia tak pernah berniat untuk mengingatnya saja. Baginya semua itu tidak juga ada gunanya – hingga saat ini tiba.

“J-Jadi… J-Jadi apa itu sebabnya mengapa banyak vampire di sekitarku? K-Karena kalian tahu bahwa dia akan muncul di sekitarku?” So Eun tiba-tiba bersuara, menyuarakan apa yang tiba-tiba terlintas di fikirannya. Ye Sung tampak ikut menoleh pada Jessica kembali, ia sepertinya juga penasaran dengan hal itu.

“Mungkin ya, mungkin tidak.” Mendengar pertanyaan itu Jessica malah langsung terkekeh, ia kembali melirik So Eun dengan tajam, terlihat seperti penuh kebencian. Hal itu membuat gadis itu lagi-lagi lebih bersembunyi di belakang punggung Ye Sung, mengintip dari bahu sang vampire. “Tapi lebih dari itu, bukankah kau seharusnya bertanya dulu mengapa dari miliaran manusia di bumi ini harus kau yang dia datangi? Dari awal, apa yang kau punya sehingga kau menjadi satu-satunya yang bisa membangkitkan tidur panjangnya?” ujar Jessica dengan tatapannya yang tajam dan dingin. Hal itu membuat Ye Sung dan So Eun lagi-lagi saling bertatapan tak mengerti. “Biar kuberi tahu. Semua itu karena apa yang diperebutkan ada pada kalian berdua. Benda itu hanya bisa direbut kalau kalian berdua bersama. Itu sebabnya, semua vampire menunggu dengan sabar di sekitarmu sejak hari kelahiranmu di dunia ini. Semua menunggu hingga Pangeran bangun dan datang padamu. Seperti sekarang ini.”

“A-Apa?” So Eun tampak begitu kaget dan tak percaya. “A-Apa alasannya? K-Kenapa? B-Benda apa yang kalian maksud? K-Kenapa benda itu ada padaku?”

“Oops, cukup disana. Aku tak akan berbaik hati lagi memberitahukan apapun. Aku bukan sumber informasi yang akan menjawabnya untukmu.” Jawab Jessica tak lama, terlihat menikmati ekspresi penasaran dan kebingungan dua orang di depannya. Vampir wanita itu menyeringai semakin lebar ketika dua taring yang selama ini tersembunyi tampak muncul di antara kedua bibirnya, begitupun dengan mata cokelatnya yang berubah semerah darah. “Tapi sebaiknya kalian mencaritahunya dengan cepat. Karena kalian tak punya cukup banyak waktu, terlambat sedikit saja vampire lain akan lebih dulu mencium kenyataan bahwa Pangeran telah bangkit kembali dan kalian telah bersama. Kalau hal itu terjadi, maka perang besar akan kembali dimulai.”

“Perang apa?” Ye Sung yang bertanya kini, ia masih tak mengerti.

“Tch, tch, pangeran, apa yang terjadi padamu sebenarnya? Apa peti itu juga sudah membuat ingatanmu ikut memudar secara perlahan? Kenapa kau tak mengingat apapun disaat keadaannya sudah sangat genting begini? Kau sepertinya mulai tertular penyakit manusia karena terlalu banyak bergaul dengan mereka.” Pandangan tajam Jessica itu kembali pada So Eun, terlihat sangat mengintimidasi, terlihat sangat penuh kebencian. Sesuatu yang membuat So Eun benar-benar penasaran dan tak mengerti.

“A-Apa, A-Apa selain dirimu ada lagi yang merupakan vampire dari kalian berempat?” So Eun kembali memberanikan diri untuk bertanya ketika ia teringat hal lainnya. Gadis itu tampak semakin merapat pada Ye Sung karena sungguh penampakkan asli Jessica membuatnya ngeri, apalagi sorot mata Jessica yang entah mengapa terlihat begitu membencinya. Terlihat seperti ingin mengulitinya hidup-hidup. “A-Aku sudah tahu kalau Hyo Yeon adalah manusia biasa, t-tapi b-bagaimana dengan Amber ataupun Sunkyu?”

“Oh, Itu bukan urusanku. Aku bukan seperti manusia sepertimu yang ingin mencampuri urusan orang lain. Silahkan kalian cari tahu sendiri jawabannya.” Jessica menyahut cepat dan berhasil membuat So Eun tersurut. Namun, karena dia sudah terlanjur bertanya dan ia masih penasaran oleh sebab itu ia kembali mencoba.

“L-Lalu.. L-Lalu apakah pertemanan kita selama ini hanyalah kepura-puraan? Kau mendekatiku hanya untuk benda yang kau sebutkan tadi?”

“Huh, aku berbeda. Sejujurnya aku tak tertarik dengan benda itu tapi kalau kau bertanya apa aku berpura-pura padamu maka tentu saja itu semua hanya sandiwara. Aku bukan seorang manusia bodoh sepertimu yang mempercayai persahabatan atau cinta. Huh, mengucapkannya saja aku menjadi jijik.”

“Lalu apa yang kau inginkan? Kenapa kau juga berada di sekitarku?”

“Kau benar-benar ingin tahu?” Jessica terlihat semakin menyeringai, diliriknya kembali Ye Sung yang sejak tadi mulai sibuk mencoba mengingat masa lalunya.“Dari awal, aku tak berada disini demi benda itu. Satu-satunya yang membuatku tertarik hanyalah sang Pangeran.” Ujung jemarinya yang lentik tampak kembali ia alihkan mempermainkan jaket hitam yang dikenakan Ye Sung, terlihat seperti menggoda apalagi ketika mata itu menatap kembali Ye Sung yang tampak balas menatapnya bingung. “Aku di sini hanya untuk melihatmu kembali, Pangeran.”

“B-Benarkah?” Ye Sung menelan ludah seperti orang bodoh menyikapi sikap agresif vampire wanita di depannya. Sepertinya ia sama sekali tak keberatan dengan sikap Jessica itu atau bisa dikatakan ia menyukainya.“Apa dulu kita cukup dekat?” tanyanya penasaran. Sementara itu So Eun tanpa sadar sedikit mendengus menyaksikan adegan di depannya itu.

Dasar Vampire hidung belang.

“Tentu saja, kau mungkin tak ingat tapi kita berdua sangat dekat. Bagaimana manusia sekarang menyebutnya? Seks? Tidur bersama? Yang jelas, kita ditahap hampir melakukannya.” Jessica lagi-lagi beralih pada So Eun yang terkesiap mendengar ucapan tanpa malu sang vampire, memberikan tatapan tajam dan penuh kebencian pada gadis itu. “Kalau saja dulu Pangeran tidak melakukan hal bodoh dan menyebabkan kekacauan ini.”

“Hal yang bodoh?”

Jessica tak lantas menjawab, ia hanya kembali menatap Ye Sung dan tersenyum tipis. Diturunkannya kembali tangannya tadi ketika ia lagi-lagi mempermainkan jaket hitam yang dikenakan Ye Sung. “Aku tak bisa menjelaskannya Pangeran. Anda harus mencari tahunya sendiri, seperti kataku tadi.” Kekehnya misterius sambil akhirnya melepaskan tangannya yang nakal dari Ye Sung. Dia mundur selangkah dari keduanya.

“Bagaimana caranya? Pada siapa lagi kami harus bertanya?”

“Pada siapa saja, tetapi bukan padaku. Karena sejujurnya, cerita itu sendiri sangat mengangguku.” Lagi, tatapan kebencian itu diberikan Jessica pada So Eun. Hal yang benar-benar membuat So Eun tak nyaman berada disana lebih lama, sehingga itu sebabnya ia mulai menarik-narik baju Ye Sung.

“Kita pergi saja..” bisiknya pada vampire itu. Ye Sung mengangguk.

“Baiklah, kami tak bisa memaksa kalau memang kau tak mau memberitahu. Tapi, kalau boleh, ada satu hal lain yang ingin kuketahui.” Ye Sung kembali bertanya pada Jessica.

“Apa itu?”

“Apa makanan vampire jaman sekarang? Kudengar kalau kalian tidak lagi meminum darah karena darah membuat kita tak kebal pada sinar matahari. Kalau kau tak keberatan, apa kau mau memberitahukanku hal ini?” Ye Sung bertanya dengan sangat serius pada vampire wanita di depannya yang tampak tersenyum ringan mendengar pertanyaan barusan.

“Energi manusia, itulah yang kami serap selama seratus tahun ini. Manusia menyebutnya meninggal karena serangan jantung.”

“H-Huh, baiklah. Terima kasih banyak atas bantuan anda, nona.” Ye Sung terlihat puas dengan jawaban itu. Ia tersenyum lebar.

“Apapun untuk anda, Pangeran.”

Tak lama setelahnya, Ye Sung dan So Eun hilang dalam hitungan kedipan mata dari tempat itu. Kini tinggalah Jessica yang masih terdiam di tempatnya sambil menyembunyikan kembali taring dan kuku-kuku panjangnya. Bola mata miliknya yang awalnya berwarna semerah darah kini tampak juga kembali sewarna cokelat, dimana mata cokelat itu masih menatap dingin dan kejam ruang hampa yang ditinggalkan keduanya.

“Lagi-lagi takdir, huh? Sial, aku selalu tertahan oleh yang satu itu. Karena kalau tidak dari dulu sudah kumusnahkan si jalang itu. Melihat dia bersama Pangeran secara langsung begini benar-benar membuatku marah.”

“Sudah, aku tak kuat lagi.” Itulah hal pertama yang So Eun katakan ketika dalam sekejap mata ia kembali sampai di kamar apartemennya. Gadis itu kini tampak duduk lemas di tepian tempat tidurnya, terlihat benar-benar lesu dan tak bergairah.

“Kau bilang masih ada dua lagi? Kita harusnya memastikannya sekaligus.” Ujar Ye Sung datar sambil menatap gadis di depannya. Tadi mereka baru saja sampai di tempat Sunkyu ketika So Eun tiba-tiba meminta pulang sesampainya mereka disana. Ekspresi gadis itu benar-benar lebih merengek dari sebelumnya sehingga itu sebabnya Ye Sung akhirnya memenuhinya.

“Tidak. Aku tak kuat begini. Aku tak mau mendengar kata-kata seperti tadi lagi. Aku benar-benar merasa dikhianati.”

“Tch, inilah mengapa manusia itu tidak bisa hidup abadi seperti vampire. Mereka terlalu memikirkan semuanya..”

“Ya, tentu saja mahluk sepertimu tak mengerti hal begini. Hidup kalian tentu saja tak ada masalah yang perlu difikirkan ketika kalian bisa melakukan semuanya hanya dengan mantra. Bagaimana mungkin kau membandingkan dengan kami.”

“Aish, aish, aku mengerti. Kau tak perlu berteriak. Lagipula itu bukan mantra, tahu. Aku bukan nenek sihir.”

“Huh, terserah kau. Aku benar-benar tak ingin berbicara lagi denganmu. Aku mau beristirahat.” So Eun merengut sambil berbaring di atas tempat tidurnya. Ia benar-benar lelah sehingga hal yang ia inginkan saat ini adalah untuk segera beristirahat. Dia ingin melupakan kejadian menyebalkan hari ini setidaknya untuk malam ini.

“Yah, yah, istirahatlah. Lagipula aku juga harus pergi ke suatu tempat untuk mencari buruan.”

“Buruan?” So Eun kaget, bangun lagi dan terduduk. “Apa maksudnya kau akan mencari seseorang untuk kau hisap energinya?”

“Begitulah.”

“Itu kejam, tahu. Sampai kapan kau dan mahluk sejenismu hidup seperti benalu begitu? Membunuh orang untuk terus hidup?”

“Mau bagaimana lagi? Salah mahluk sejenismu karena lemah sekali. Lagipula kufikir begini lebih bagus daripada menghisap darah seperti dulu. Setidaknya mereka tidak harus mati dengan ketakutan seperti waktu kami harus menggigit leher mereka.”

So Eun lagi-lagi reflek melindungi lehernya begitu mendengar ucapan Ye Sung. Gadis itu tampak berdecak sebal setelahnya. “Tapi setidaknya cobalah untuk memilih korbanmu sedikit lebih pintar. Bagaimana kalau kau membunuh orang baik yang kehadirannya membahagiakan semua orang? Hal itu akan lebih menyedihkan.”

“Benar juga.” Ye Sung mengangkat alisnya dan menganggukkan kepalanya. Ia kemudian melirik So Eun lagi. “Di dunia ini, orang seperti apa yang kau benci?”

“Huh? Apa maksudmu?”

“Jung Kyung Il? Apa dia?”

“Apa?”

“Kau pernah menyumpahinya mati, bukan? Katamu daripada terus hidup dengan korusi, komusi, atau korupsi laki-laki tua bangka seperti dia lebih baik mati saja.”

“Astaga, luar biasa.” So Eun menutup mulutnya sangat kaget dengan ucapan Ye Sung itu. Ia tahu bahwa Ye Sung bisa membaca fikiran, tapi ia tak tahu kalau Ye Sung bahkan bisa membaca apa yang diucapkannya sekitar setahun yang lalu. Mahluk ini benar-benar luar biasa. “T-Tapi, k-kau tak benar-benar berfikir membunuhnya, kan—“

“—Aku pergi.”

“T-Tunggu!!” So Eun tak bisa melanjutkan ucapannya ketika mahluk itu menghilang dari hadapannya. So Eun tampak celingukan menatap sekitar kamarnya. “H-Hey, jangan bilang kau benar-benar akan membunuhnya? Y-Yah, aku hanya asal bicara. Hey, Vampire jelek kalau begini aku kedengaran seperti seorang otak pembunuhan. Yah, kembali!!” seruanya pada ruang kosong di sekitarnya. Namun hal itu percuma karena sang vampire tak menampakkan dirinya lagi.

Keesokan harinya So Eun menjalani aktifitas hariannya seperti biasa. Seperti yang terlihat pagi hari ini dimana ia terlihat sudah berada di kampus. Ia berjalan dengan sebuah ponsel di tangannya.

“Jadi si bodoh ini benar-benar membunuh Jung Kyung Il. Dasar mahluk mengerikan, bagaimana mungkin mereka tak menyesal sama sekali setelah menghilangkan nyawa seseorang seperti ini?” So Eun mengomel kecil sambil membaca tulisan di layar ponselnya. Membaca sebuah khabar yang sangat menghebohkan di Negara mereka hari ini mengenai seorang koruptor yang ditemukan meninggal karena serangan jantung hari ini. “Juga dimana vampire aneh itu sekarang? Dari semalam dia bahkan tidak pernah pulang.”

So Eun berdecak, hal ini lagi-lagi mengingat pembicaraan yang didengarnya antara Ye Sung dan Jessica semalam. Sampai sekarang So Eun tetap saja tak mengerti tentang semua ini, terutama di bagian dimana ia juga terlibat dalam pertarungan para vampire itu. Kenapa begitu? Ada apa? Kenapa harus? Semua itu sama sekali tak terjawab dan benar-benar membuatnya penasaran setengah mati.

Di saat begini dia juga semakin yakin kalau Ye Sung benar-benar tak ada gunanya di sampingnya. Karena walaupun mahluk itu sangat sakti dan sering mencengangkannya tetap saja Ye Sung selalu saja tak bisa berbuat apa-apa ketika dibutuhkan. Mahluk itu bisanya cuma pamer dan membuat kerusakan. Tak berguna. Itu sebabnya So Eun nekat tetap beraktifitas seperti biasanya begini karena dia tahu ia harus mencari jawabannya sendiri. Apapun itu, dia harus mengetahui secara langsung jawaban dari semua pertanyaannya ini. Walaupun katanya nyawanya dalam bahaya, walaupun katanya banyak vampire di sekitarnya, So Eun lebih memilih mengetahui semua itu lebih pasti daripada sembunyi dan tak melakukan apapun. Lagipula semalam Jessica mengatakan kalau para vampire itu juga tidak akan melakukan apa-apa selagi dia tak bersama Ye Sung bukan? Jadi apa yang harus ia takutkan?

Aah, ya, juga mengenai Jessica. So Eun tak tahu apa yang akan dilakukannya kalau bertemu lagi dengan vampire itu hari ini. Yang jelas seharian ini ia berencana hanya terus menempeli Hyo Yeon yang telah dipastikan adalah seorang manusia. Selagi itu mungkin dia juga bisa memeriksa Amber dan Sun Kyu mengenai kebenaran identitas mereka – walau sejujurnya ia sendiri tak tahu bagaimana caranya.

“So Eun!” Seseorang memanggil namanya, membuat lamunannya terlebur. Ketika So Eun menoleh ia mendapati Hyo Yeon berlari ke arahnya bersama Amber dan Sun Kyu tampak mengikutinya dengan langkah santai. So Eun menggembungkan pipinya gugup – mulai mempersiapkan mentalnya. “So Eun, bagaimana tidurmu semalam? Wah, aku tak menyangka kau sehebat itu. Kau minum banyak sekali.” Celoteh Hyo Yeon sambil merangkulnya. So Eun tersenyum padanya.

“Tidurmu bagaimana? Apa kau mimpi buruk?” Tanya So Eun penasaran. Ia jaga-jaga kalau Hyo Yeon mengingat kejadian waktu dia dan Ye Sung mendatangi kamarnya semalam.

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja tidurku nyenyak. Walau kuyakin mimpiku tak ada apa-apanya dibandingkan dirimu. Wah, kau benar-benar keren. Sekali mabuk saja semua laki-laki menempelimu. Apa kau itu dewi Approdite? Sejak kapan kau membuat semua laki-laki di pesta perhatian padamu?”

So Eun mengerutkan dahinya tak mengerti. Sungguh, semalam ia kira ia minum terlalu banyak sampai dia tak mengingat apapun. Dia hanya terbangun ketika sudah berada di rumah dan duduk berhadapan dengan Ye Sung. Tapi, berbicara soal ucapan Hyo Yeon ini, apa artinya itu? Banyak laki-laki mendekatinya? Siapa? Apa mereka adalah manusia biasa atau justru adalah vampire yang kata Ye Sung meninggalkan aroma di tubuhnya?

“Hey, kau melamun lagi? Apa yang kau fikirkan?” Sun Kyu berseru padanya. So Eun tampak menoleh padanya dan Amber secara bergantian, secara sengaja ditariknya Hyo Yeon agar lebih dekat padanya.

“J-Jessica mana?”

“Entah. Sepertinya masih tidur setelah pesta semalam. Kau seperti tak tahu dia saja, diakan ratunya tidur.” Jawab Amber datar seperti biasanya.

Jadi Jessica tak datang? Kenapa? Apa karena memang dia tak ingin bertemu So Eun atau memang dia sudah tak peduli lagi? Kalau diingat-ingat vampire perempuan itu hanya berada di sekitarnya untuk memastikan Ye Sung sudah kembali atau belum. Karena dia sudah mendapatkan jawabannya sepertinya itulah mengapa ia tak perlu berpura-pura lagi pada So Eun. Baguslah, sejujurnya So Eun juga tak nyaman berada di dekatnya.

Tapi sekarang bagaimana dengan Amber dan Sun Kyu? Bagaimana cara memastikan mereka manusia atau bukan? Dilihat dari sikapnya, sebenarnya So Eun agak curiga dengan sikap dingin dan misterius Amber. Tapi walau begitu bisa juga Sun Kyu selama ini bersandiwara menjadi gadis yang centil untuk menutupi jati dirinya. Tidak menutup juga kalau mereka berdua adalah vampire, begitupun kalau fakta mungkin mereka adalah manusia seperti Hyo Yeon. Aaaah, ini menyebalkan. Tahu begini lebih baik dia mengikuti saran Ye Sung semalam untuk mengecek mereka satu persatu sehingga dia tak perlu was-was begini.

“Kau melamun lagi? Hey, sebenarnya ada apa denganmu? Apa semalam benar-benar tak terjadi apapun? Aku curiga kalau kau menyembunyikan sesuatu.” Sun Kyu menegurnya dengan tatapan mendelik. Hal itu membuat So Eun tersadar lagi.

“A-Ah, tidak apa-apa. Aku hanya penasaran saja tentang apa yang terjadi semalam karena aku tak mengingat apapun. Hyo Yeon, apa maksudmu kalau semua laki-laki mendekatiku?” Tanya So Eun sambil lebih mengapit Hyo Yeon. Hyo Yeon terlihat merasa janggal, namun dia tak menolak sama sekali ketika So Eun seperti mengamitnya.

“Ya, kau benar-benar seperti primadona. Semua laki-laki terlihat ingin menempel padamu. Bahkan taksiranku Eun Hyuk, menyebalkan.”

“Yang benar saja. Jangan karena aku tak ingat kau fikir kau bisa membohongiku.”

“Dia tidak bohong. Aku juga melihatnya.” Sela Sun Kyu.

“Lalu siapa saja yang kalian maksud menempeliku?”

“Kami tak terlalu mengingatnya, tapi semua orang terlihat seperti berusaha mencari perhatianmu. Benar-benar membuat iri saja.”

Huh, ini benar-benar membuat gila. Sebenarnya apa yang terjadi semalam? Siapa orang-orang yang mendekatinya itu? Kalau mereka vampire, berapa banyak mereka? Apa mau mereka? Apakah semalam mereka mendekat untuk melakukan hal yang berbahaya padanya atau tidak? Haaaah, dia tak bisa memecahkan semua ini.

“Tapi So Eun, ada apa denganmu hari ini? Daritadi kau terus menempeliku?” Tanya Hyo Yeon sambil menoleh heran pada So Eun. Amber dan Sun Kyu tampak ikut mengangguk setuju.

“A-Aa, apa katamu? Biasa saja.” So Eun tampak kaget, reflek menarik tangannya dari Hyo Yeon. “Ya sudahlah. Lebih baik ayo kita ke kelas saja.”

“Ada apa denganmu? Aneh sekali.”

Keempatnya berjalan menuju kelas mereka, namun baru beberapa langkah So Eun sedikit kaget ketika tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seseorang yang tiba-tiba datang dari arah kanan. So Eun sampai menjatuhkan ponsel yang berada di tangannya karena insiden itu.

“Ops, maaf.” Orang yang menabraknya tampak menatapnya sedikit kaget. Ia lalu membantu So Eun memungut ponselnya, memeriksanya sebentar sebelum memberikan kembali pada So Eun. “Sepertinya tak ada masalah. Maaf aku tak melihatmu.”

“Ah, tidak apa-apa. Aku juga salah.” So Eun memeriksa ponselnya sejenak, sebelum menoleh pada lawan bicaranya. Disaat itu So Eun seperti terpana menyadari betapa tampannya pemuda di depannya ini. Ia merasakan pipinya memanas karena laki-laki itu berhasil membuat jantungnya berdebar.

“Sepertinya kita ini jodoh.” Tiba-tiba orang ini bergumam, menunjukkan senyuman tipisnya pada So Eun. Tapi ucapannya barusan membuat So Eun melirik tak yakin padanya.

“Huh? M-Maksudnya?”

“Karena dari semalam, kita selalu bertemu dan bertabrakan tak sengaja begini. Apa kita ini magnet dari dua kutub yang berbeda? Kenapa rasanya kita seperti saling tarik menarik?”

Cekikikan Hyo Yeon dan Sun Kyu masih terdengar di belakangnya, dimana tak lama ia juga merasakan pipinya lebih memanas. Laki-laki ini, kalau tak salah, apakah barusan dia menggoda So Eun? Sepertinya begitu dilihat dari ekspresi yang diberikannya saat ini.

“Tunggu apa lagi, gaet dia Kim So Eun. Dia sangat keren.” Hyo Yeon berbisik di telinganya sementara Sun Kyu juga menyerukan kalimat yang sama. Sementara itu So Eun masih belum tahu akan mengatakan apapun. Ia bingung mau menjawab bagaimana juga bingung apa yang dimaksud laki-laki ini tentang semalam. Dia tak ingat apapun.

“Ah, kau pasti bingung karena kau tak mengingat apapun. Semalam kita bertemu di pesta klub seni. Kau mungkin tak ingat karena semalam kau mabuk.” Jelas pemuda itu tak lepas memberikan senyuman ramahnya. “Oh iya, aku adalah Kim Ki Bum. Aku mengambil jurusan kedokteran.” pemuda itu kembali bersuara, kali ini ia mengulurkan tangannya pada So Eun. Membuat lagi-lagi godaan dari teman-temannya terdengar bak bisikan setan dari belakang.

“Kau tunggu apa lagi? Ayo jabat tangannya dan perkenalkan dirimu.” Bisik Hyo Yeon sambil menyikut-nyikut pinggangnya.

Sementara itu So Eun masih belum bereaksi, ia masih tampak kebingungan ketika ia menatap bergantian wajah penuh senyuman Ki Bum dan tangan yang diulurkan padanya. Perlahan, walau masih kaku ia mulai membalas jabatan itu. “Oh, S-Salam kenal Kim Ki Bum. N-Namaku adalah Kim So—“

Sesuatu seperti badai tiba-tiba menyapu tempat itu. Sebuah angin yang tak tahu berasal darimana berhembus cukup kencang ketika tiba-tiba tangannya yang baru hendak ia ulurkan pada Ki Bum malah diraih oleh tangan ketiga. Ketika ia tersadar ia menemukan Ye Sung berdiri di sampingnya, memegang pergelangan tangannya tadi dengan tatapan dingin di wajahnya.

“Mengucapkan salam dan berbasa-basi hanyalah pekerjaan manusia, Kim Ki Bum. Dan kau bukanlah manusia.” Ye Sung menggumam datar. Ketika So Eun melirik Ki Bum ia menyadari bahwa Kibum balas memberikan tatapan yang sama padanya. Ada apa ini?

So Eun mulai memeriksa sekitarnya dimana suasana terasa sangat aneh. Senyap, sepi, dan tanpa kehidupan. Ia merasakan bagaimana waktu terasa mati begitu saja dimana banyak mahasiswa yang kebetulan berlalu lalang tampak membeku seperti patung, hanya menyisakan beberapa orang yang tampak berfokus ke arah dirinya dan Ye Sung. Kekagetannya tak habis disana karena ketika ia memeriksa teman-temannya ia lagi-lagi merasa terkejut. Menemukan Hyo Yeon dan Sun Kyu yang ikut membeku sementara Amber berdiri tegak sambil balas menatapnya dingin.

“A-Amber..” gumanya pelan, merasa benar-benar terkhianati.

“Lihat ini, siapa yang akhirnya bangun dari tidur panjangnya. Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang.” Ucapan dingin Ki Bum akhirnya membuat ia kembali pada keadaan, membuatnya melirik pada pemuda yang tadi sempat mempesonakannya itu kini menunjukkan wajah yang sebaliknya. Aura dingin sangat terasa seperti waktu ia mengetahui identitas Jessica.

“Maaf karena telah membuat kalian menunggu lama. Tapi bukankah ini agak keterlaluan? Kenapa hanya untuk menungguku kalian harus melakukan hal seperti ini? Sebanyak ini kalian mengerubungi dan menjadi benalu di hidupnya, bahkan sebagian dari kalian sampai berpura-pura jadi temannya begini.” Ye Sung kembali bergumam sambil ikut memperhatikan sekitar mereka, lalu kemudian ia kembali menatap Ki Bum di hadapannya. “Selama ini aku bertanya-tanya mengapa darah gadis ini terlihat pucat dan lebih sedikit dibanding manusia pada umumnya, tapi ternyata semua itu kehadiran kalian yang setiap hari telah menyerap energinya. Benar-benar tak terpuji.”

“Kami menyesali semua itu, tapi bukankah semua ini terjadi karena kau juga? Kau yang telah membawanya dalam hal ini.” Ki Bum meladeni tak kalah dingin, dibaginya pandangan kepada mereka yang juga saling melirik satu sama lain. Ki Bum dapat membaca kebingungan di antara keduanya sehingga membuatnya lebih menyeringai. “Tapi kali ini sepertinya kau sedikit terlambat. Gadis ini sepertinya terlebih dahulu jatuh cinta padaku? Apa itu menganggumu?”

“A-Aku tidak…” So Eun hendak membantah ucapan Ki Bum itu, namun di saat bersamaan ia teringat kalau memang tadi ia sempat terpesona padanya. Tentu saja hanya sempat, karena sekarang rasanya sudah tidak lagi setelah mengetahui kenyataan kalau dia bukanlah manusia seperti dugaannya sebelumnya. Tapi berbicara soal itu, apa maksud ucapannya kalau Ye Sung akan terganggu kalau So Eun menyukai Ki Bum? Kenapa ia harus terganggu?

Ye Sung meliriknya dimana So Eun juga balas meliriknya. Mahluk itu tampak tersenyum tipis padanya sekilas lalu beralih kembali pada Ki Bum. “Aku sama sekali tak terganggu. Mungkin kau akan senang dengan hal ini, tapi aku sama sekali tak mengingat masa laluku sebelum tertidur di peti.”

“Apa?” Ki Bum tampak sedikit terkejut, ekspresinya terlihat tak percaya.

“Tapi lebih dari semua itu, aku tahu beberapa hal. Pertama, Benda yang kau cari ada pada kami berdua sehingga tentu saja aku tak akan membiarkanmu mendekatinya. Kedua, aku tahu bahwa diriku adalah seorang Ace jadi aku tahu kalau aku lebih kuat dari kalian semua.” Sahut Ye Sung dengan gaya santai. Namun tak lama Ki Bum tampak tertawa mendengar penuturannya itu, begitupun para vampire di sekitar mereka.

“Tentu saja, tapi setelah menunggu seratus tahun lamanya kau fikir aku datang tanpa melakukan persiapan? Lihat sekitarmu, Ye Sung! Semua orang di sini berada di pihak yang sama, yaitu untuk melawanmu. Seberapa kuat pun dirimu aku tak yakin kau bisa menandingi kekuatan kami semua.”

Ucapan Ki Bum itu terdengar bak komando, ketika para vampire yang terus datang dan berkumpul itu mulai ikut mendekati Ye Sung dan So Eun. Mereka semua juga telah mulai menunjukkan wujud asli mereka dengan taring dan kuku yang panjang, serta wajah yang terlihat begitu marah dan menyeramkan. Hal itu tentu saja membuat So Eun lebih merasa tak nyaman dan ketakutan sehingga itu sebabnya ia semakin rapat pada Ye Sung. Menganggenggam kuat tangannya.

“Kita pergi saja..” bisik So Eun cemas. Namun melihat Ye Sung tak bereaksi ia lebih mendesaknya. “Kubilang kita pergi saja..”

Ye Sung tampak mendesah keberatan, namun begitu melihat wajah So Eun yang terlihat pucat ketakutan ia tahu bahwa ia harus menurutinya. Hal itulah yang akhirnya membuatnya kembali menatap Ki Bum –lagi-lagi masih dengan ekspresi tenang di wajahnya. “Sayang sekali, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Jadi, sampai jumpa lain waktu.”

Di detik kemudian, sekejap mata, Ye Sung dan So Eun menghilang dari tempat itu. Para vampire tadi tampak langsung riuh menyadari hal itu, terlihat sama-sama beralih pada Ki Bum selaku pimpinan mereka untuk menentukan sikap selanjutnya. Namun Ki Bum terlihat santai-santai saja ketika ia kembali pada wujud samarannya sebagai anak kuliahan biasa. Seringaian terlihat di wajahnya.

“Biarkan saja. Biar mereka mengingat semuanya dulu jadi perang sebenarnya bisa benar-benar dimulai. Kita sudah menunggu lama, kalau perang berlansung membosankan tanpa perlawanan begini tentu saja akan menjadi sangat membosankan. Jadi biarkan mereka dulu.”

“Cukup. Aku tak tahan lagi. Aku tak mau terlibat lagi!”

So Eun menyentakkan tangan Ye Sung sesampainya mereka di kamar apartemen miliknya setelah dari kampus. Ekspresi gadis itu terlihat sangat marah, wajahnya yang masih terlihat sedikit pucat kini mulai terlihat kemerahan karena rasa marah yang dirasakannya. Rasanya So Eun sudah tak tahan lagi. Ini benar-benar sudah tidak bisa dibiarkan lagi sehingga ia juga tak bisa menahan lagi rasa geramnya saat ini.

“Lakukanlah sesuatu! Demi tuhan aku tak mau harus terlibat lagi dalam urusanmu seperti tadi!”

Sementara itu Ye Sung, mahluk yang diajaknya bicara tampak hanya memberikan ekspresi datar seperti biasanya. Entah apa yang mahluk itu fikirkan namun ia tak mengatakan apapun sehingga jelas saja hal itu malah membuat So Eun semakin jengkel.

“Kau dengar apa yang aku katakan tidak? Kenapa kau diam saka?” Tanya So Eun benar-benar sangat kesal. Nada bicaranya naik lebih tinggi.

“Kau mau aku bilang apa? Kau juga tahu kalau aku juga tak mengingat apapun. Aku pun tak mengerti kenapa semua ini terjadi.”

“Lalu artinya kau bisa lepas tanggung jawab begitu saja? Walau bagaimanapun ini semua karena dirimu, tahu! Baru berapa lama kau di sini? Dua hari? Lalu kenapa kau sudah menghancurkan kehidupanku begini?” Teriak So Eun lagi yang benar-benar tak dapat ditahan lagi. Teriakannya kali ini tampak membuat ekspresi tenang Ye Sung sedikit berubah.

“Bukankah ini sedikit keterlaluan menyebut aku telah merusak hidupmu?”

“Lalu aku harus bilang apa lagi? Itulah faktanya. Sebelum kedatanganmu hidupku normal-normal saja. Hal yang perlu kufikirkan hanyalah tentang kuliah dan harga sewa apartemenku tanpa harus was-was begini kalau saja setiap malam akan ada mahluk yang mungkin mengincar leherku. Tapi lihat, sejak kau datang semuanya berubah begini. Aku juga harus melihat bagaimana teman-teman terbaikku berubah jadi mahluk mengerikan seperti dirimu. Apa namanya semua itu kalau bukan kerusakan?!”

“Bukan aku yang membuat mereka berubah menjadi vampire – mereka adalah vampire dari awal. Lagipula, bukankah untuk hal ini kau seharusnya berterima kasih padaku? Kalau bukan karena aku, kau mungkin benar-benar sudah dimangsa oleh mereka.”

“Lalu salah siapa itu semua?! Dari awal karena kaulah mereka mendatangiku.” So Eun kali ini berteriak lebih tinggi dari sebelumnya, berhasil membuat Ye Sung terdiam. So Eun mengatur nafasnya yang tersengal karena emosinya, ditatapnya Ye Sung yang kembali berwajah datar tanpa mengatakan apapun. “Maka sebaiknya mulai dari sekarang kita pisah saja. Kau pergilah dari hidupku.”

“Kau fikir semuanya semudah itu? Tanpa ada aku kau akan lebih bahaya.”

“LALU AKU HARUS BAGAIMANA SEKARANG?! AKU TAK MAU HIDUP SEPERTI INI!!” Teriak So Eun lagi lebih tinggi dari sebelumnya hingga suaranya jadi serak karenanya. Tak hanya itu, bahkan kali ini air mata menetes di kedua pipinya yang berhasil membuat Ye Sung terkejut. Sementara So Eun yang juga terlihat tak menyangka ketika ia menangis tanpa disadarinya segera memalingkan wajahnya dari Ye Sung, menghapus air matanya. “Aku mungkin bisa meminta tolong pada sesama manusia. Akan kuceritakan semuanya pada teman-temanku lalu mungkin aku bisa meminta tolong pada polisi, FBI, atau apalah. Yang penting aku tak mau lagi terlibat dengan semua ini.”

Seakan tekad itu telah bulat, So Eun segera beranjak dari tempatnya keluar dari ruang apartemennya. Ia tak tahu siapa yang harus dia temui, mungkin Hyo Yeon atau Sun Kyu dulu yang jelas ia membutuhkan sebuah tempat dimana ia bisa menceritakan semua ini. Sebuah tempat yang tentu saja bukan mahluk dari dunia lain yang tak mengerti perasaannya seperti Ye Sung.

Saat ini ia sudah berhasil keluar dari apartemen tanpa harus dikejutkan oleh Ye Sung yang tiba-tiba muncul di hadapannya seperti biasanya. Namun, baru beberapa langkah ia keluar tiba-tiba ia merasakan tangan yang dingin meraih tangannya lagi. Tentu saja, dia tahu siapa yang menyusulnya tanpa ia harus membalikkan badan seperti ini.

“Kau fikir semuanya semudah itu? Aku tak tahu apa itu polisi namun manusia bukanlah tandingan kami. Kau lihat tadi bukan? Kami bisa membuat waktu berhenti dan membuat manusia menjadi patung seperti tadi. Apa yang memangnya kau harapkan dengan melaporkan hal ini pada mereka? Kau hanya akan ditertawakan.”

Benar, sepertinya begitu. Tapi tetap saja, So Eun rasanya ingin lari kepada seseorang dan mengadu tentang keanehan ini. Dia tak menyukai ini, ia sangat-sangat membencinya. Rasanya daripada harus menjadi saksi pertempuran mahluk-mahluk ini mungkin menjadi patung seperti manusia lainnya akan lebih baik baginya. Setidaknya hidupnya akan normal seperti biasanya.

“Aaargh, sialan.” So Eun menepis kembali tangan Ye Sung yang menggenggam tangannya. Gadis itu lalu meraung keras sambil duduk begitu saja di lantai dan menangis seperti anak kecil. Ia bahkan tak lagi peduli kalau saja memang ada orang yang mendengarnya ketika ia terus menangis dengan keras. “Aku benci ini. Aku sangat membenci ini. Aku ingin kehidupan normalku kembali!!” raungnya tanpa jeda. Kakinya menendang-nendang tanpa memperdulikan apapun untuk melepaskan rasa kesal di hatinya.

Sementara itu Ye Sung yang lagi-lagi kaget dengan reaksi So Eun tampak kebingungan berdiri di depannya. Ia tak tahu harus bagaimana lagi mengajak manusia yang satu ini untuk bicara. “H-Hey, apa yang kau lakukan—“

“Tch, tch, ternyata walau sudah seratus tahun tak ada yang berubah pada dirimu, Pangeran. Kau selalu tak tahu bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan baik.” Seseorang entah darimana tiba-tiba saja muncul dari hadapan mereka. Ye Sung yang dapat langsung mendeteksi identitas mahluk di depannya tampak maju beberapa langkah, berdiri di depan So Eun.

“Apa maumu?” Ujarnya memperingatkan. So Eun yang tampak juga menyadari bahaya tampak menghentikan tangisnya, masih terduduk di lantai dengan wajah penasaran.

“B-Bukankah kau, tetangga sebelah?” Tanya gadis itu sedikit serak dan terisak. Laki-laki di depannya tampak tersenyum tipis.

“Benar sekali. Senang rasanya bisa menyapa tanpa harus bersandiwara.”

“Tak peduli siapapun dirimu, perasaanku sedang tak baik sekarang jadi sebaiknya kau pergi sebelum aku membunuhmu.” Sela Ye Sung tak lama. Tapi senyuman laki-laki itu malah semakin melebar mendengarnya.

“Huh, emosi anda juga masih buruk seperti ratusan tahun yang lalu. Tapi jangan khawatir Pangeran, saya bukan salah satu dari mereka yang ikut memburu Anda. Anda mungkin tak ingat tapi saya adalah salah satu pelayan kepercayaan keluarga Anda. Dan saya menjamin, kalau saya masih dapat dipercaya.”

“Bagaimana aku bisa memegang ucapanmu?”

“Kekuatan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan seorang Ace seperti Anda. Kalau saya berkhianat bukankah hal yang mudah bagi Anda untuk menyingkirkan saya?”

Ye Sung melirik So Eun, meminta pendapat. Tapi seperti biasanya, gadis itu tak mengatakan apapun karena ia sama tak mengertinya dengan Ye Sung. Hal itulah yang akhirnya membuat Ye Sung memutuskan sendiri.

“Baiklah, tapi pertama jelaskan dulu siapa dirimu dan hubunganmu denganku.” Kata Ye Sung, kembali melirik laki-laki di depannya.

“Seperti yang saya katakan tadi, saya adalah salah satu dari mereka yang mengabdi kepada anda dan Tuan-Ace sebelumnya yang tak lain adalah Ayah Anda. Saat ini nama saya adalah Park Jung Soo, namun nama saya yang sebenarnya adalah Lee Teuk. Empat ratus tahun yang lalu kedudukan saya adalah Penasehat kerajaan dan orang kepercayaan Ayah anda. Saya juga merupakan orang yang melihat pertumbuhan Anda dan para Pangeran lainnya—“

“Pengeran lainnya? Jadi selain aku ada Pangeran lainnya?”

“Ada tujuh orang Pangeran dan anda semua lahir di saat bersamaan. Anda, Pangeran-Eun Hyuk, Pangeran-Si Won, Pangeran-Dong Hae, Pangeran-Ryeo Wook, Pangeran-Ki Bum, dan yang terakhir adalah Pangeran-Kyu Hyun—“

“Maksudmu salah satu dari mereka adalah Kim Ki Bum yang membenciku?”

“Benar, Pangeran. Tapi sesungguhnya, hampir semua saudara Anda tidak berpihak kepada Anda. Itulah sebabnya mereka menentang ketika ayahanda anda memindahkan kedudukannya pada Anda. Sehingga itu sebabnya perang saudara yang besar itu akhirnya pecah.”

So Eun yang tampak mendengar semuanya tampak beralih melirik Ye Sung yang terlihat terdiam. So Eun dapat merasakan bahwa mahluk di depannya sedikit terguncang dengan fakta bahwa yang memusuhinya adalah saudaranya sendiri. Tapi berbicara tentang nama saudara Ye Sung yang disebutkan tadi, bukankah sebagian dari mereka adalah mereka dari klub-tari? Ya, So Eun ingat sekali bahwa itulah nama-nama mereka semua mengingat mereka sangat populer di kampusnya.

Sepertinya Ye Sung mendengar suara hati So Eun sehingga reflek mahluk itu melirik padanya lagi. So Eun yang awalnya masih marahan dengan mahluk itu tampak begitu kikuk, sehingga itu sebabnya ia memalingkan wajahnya dengan cepat.

“Tapi kalau boleh aku tahu, apa hubungan gadis ini dengan semua ini?” Tanya Ye Sung lagi pada Lee Teuk sambil So Eun yang masih duduk di lantai di bawah kakinya. “Kenapa dia harus terlibat dalam perperangan klan kita? Dan kenapa, saudara-saudaraku serta vampire lainnya berkumpul di sekitarnya hanya untuk menunggu kedatanganku?”

So Eun tampak mengangguk cepat, dengan sigap juga ia akhirnya berdiri kembali dari posisinya untuk mendengarkan penjelasan Lee Teuk. Ini adalah pertanyaan terbesar dalam kepalanya selama ini sehingga tentu saja ia tak akan melewatkannya.

“Kalau masalah itu saya tidak tahu pasti. Selama ini saya hanya mendengarkan cerita dari mulut ke mulut.” Jawab Lee Teuk. Ia tampak tersenyum melihat helaan nafas kecewa dari mereka yang berdiri di depannya sehingga ia melanjutkannya, “Tapi sebenarnya, Anda bisa mencari tahu sendiri, Pangeran. Dengan kekuatan Anda kita bisa kembali memeriksanya kembali.”

“Memeriksanya kembali? Dengan kekuatanku?”

“Anda bisa membawa kita semua kembali ke masa itu?”

“A-Apa? Bagaimana caranya?” Ye Sung tampak begitu kaget, begitu pun So Eun. Lee Teuk tampak lagi-lagi tersenyum melihat keduanya.

“Anda hanya perlu memikirkannya.”

“Memikirkan apa?”

“Memikirkan untuk kembali ke sana. Fikirkan saja maka keajaiban akan terjadi.”

Ye Sung tampak mengangkat alisnya ragu, sekali lagi diliriknya gadis di depannya yang kali ini tak lagi memalingkan wajah darinya namun juga terlihat penasaran. Hal itu membulatkan tekad Ye Sung ketika ia mulai menundukkan kepalanya. Ia terlihat mulai mengikuti saran yang diberikan Lee Teuk.

Hanya beberapa detik kemudian ketiga orang itu menghilang dari sana. Meninggalkan lorong apartemen yang sepi itu begitu saja dengan pintu apartemen So Eun yang perlahan tertutup dengan sendirinya.

Kini ketiganya berada di sebuah tempat yang bagi So Eun sendiri terasa asing. Tempat itu terlihat cukup ramai, beberapa orang tampak berlalu lalang di depan ketiganya yang saat ini terlihat seperti tembus pandang. Suasana dan cara berpakaian semua orang terlihat aneh dan kuno yang membuat So Eun mulai berfikir kalau mereka mungkin telah berhasil kembali ke jaman 400 tahun yang lalu.

“Ini dimana?” Tanya So Eun pada dua vampire di sampingnya yang juga sibuk memperhatikan tempat itu. Mendengar pertanyaan itu Lee Teuk tampak menoleh padanya.

“Saya tidak begitu yakin, tapi sepertinya ini adalah pasar rakyat di jaman Joseon. Tempat ini mungkin menjadi tempat dimana semuanya dimulai.”

“Aku tak ingat apapun..” Ye Sung bergumam pelan sambil terus melayangkan pandangannya ke segala penjuru, terlihat berusaha mengenali tempat itu. Namun dibaca dari ekspresinya terlihat vampire itu masih kebingungan dan tak mendapatkan apapun.

“H-Huh? B-Bukankah I-Itu..” So Eun tiba-tiba menyerukan sesuatu yang membuat kedua vampire melirik padanya. So Eun tampak mengangkat salah satu jarinya, menunjuk ke sebuah arah. Ye Sung dan Lee Teuk tampak ikut menoleh ke arah itu. Mata keduanya ikut melebar begitu menangkap hal yang menari perhatian disana.

Seseorang yang terlihat sedikit menonjol saat ini tampak berbaur dengan orang-orang yang berlalu lalang di sana. Seseorang yang tak lain adalah Ye Sung yang tengah menyamar itu tampak bergerak dengan bebas di sana. Penyamarannya sepertinya sangat berhasil sehingga tak qda satupun yang mencurigainya.

“Haaah, cuacanya sangat cerah. Suasana hatiku menjadi lebih baik..” ia berkata pada dirinya sendiri dengan cukup riang. Ia lalu melanjutkan petualangan singkatnya di pusat keramaian para manusia itu.

Sebenarnya hanya kegiatan pasar biasa yang terlihat di sepanjang jalannya; barang dagangannya yang terpajang, para penjual yang menawarkan dagangannya, hingga kejadian tawar menawar antara penjual dan pembeli. Namun bagi Ye Sung semua itu tampak mempunyai hiburan tersendiri baginya, Sehingga itu sebabnya ia terlihat begitu menikmatinya.

”Haaah, yang beginilah yang seharusnya hidup, setidaknya ada banyak hal yang bisa difikirkan dan dibicarakan. Bukan seperti bangsa vampire yang hanya memikirkan mangsa dan mangsa.” Gumamnya sambil tersenyum miris.Setelahnya Ye Sung berniat untuk melanjutkan jalannya, namun tiba-tiba seseorang datang ke arahnya. Menabrak tubuhnya.

“Aw..” Keluh pelaku penabrakannya. Tentu saja, siapapun manusia ini kekuatannya tak sebanding dengan sang vampire, sehingga itu sebabnya orang itu langsung terdorong ke tanah ketika Ye Sung masih berdiri dengan tegaknya. Ye Sung sendiri terlihat masih sedikit bingung dan kaget ketika ia hanya menatap seseorang di bawah kakinya itu.

 

“S-Sepertinya aku mengingat bagian ini.” Ye Sung tiba-tiba bergumam setelah melihat adegan itu. So Eun yang berdiri di sampingnya tampak melirik padanya.

 

“Tuan Putri!!” Sebuah teriakan terdengar ketika seseorang berlari ke arah mereka, sehinga membuat Ye Sung tersadar dari lamunan singkatnya. Orang yang baru datang itu tampak langsung ikut berlutut, memeriksa orang yang saat ini masih terduduk di tanah. “Anda tidak apa-apa, Tuan Putri—“

“Sudah berapa kali kukatakan untuk tidak memanggilku di saat seperti ini.” Ye Sung mendengar protesan pelan dari si pelaku penabrakan yang ternyata adalah seorang gadis itu. Ye Sung melirik lagi untuk melihat wajah seseorang yang dipanggil tuan putri itu namun ia tak bisa melihatnya karena gadis dengan pakaian sutera itu menutupi wajah dan kepalanya dengan sebuah penutup kepala.

“H-Hum, m-maafkan saya tuan putri. Sekarang ayo bangun.” Ucap wanita yang satunya. Dengan bantuannya kini akhirnya sang tuan putri dapat kembali berdiri. “Saya mewakili nona ini meminta maaf dengan segala kerendahan hati pada anda, tuan. Harap agar anda tidak menaruh dendam atas kejadian ini.” Ucap sang dayang sangat sopan. Ia membungkukkan tubuhnya dengan hormat pada Ye Sung.

“Aku tidak menaruh dendam, tapi bukankah orang yang menabrakku adalah nona ini. Kenapa bukan dia saja yang mengucapkan maaf secara langsung?”

Sang dayang tampak sedikit bingung, melirik sang putri untuk meminta pendapat. Namun gelengan yang didapatnya membuat sang dayang kembali melirik Ye Sung.”T-Tapi tuan, begini—“

“Kalau tidak dia yang minta maaf secara langsung, aku tidak akan memberikan maaf.”

“Tapi tuan—“

“M-Maafkan saya.” Gadis itu memotong ucapan dayangnya, ia bergumam masih dengan wajah yang disembunyikan dibalik pakaian putih yang menutup kepalanya. Hal itu tentu saja tak membuat Ye Sung puas.

“Kalau kau bicara dengan seseorang, bukankah kau seharusnya menatap matanya? Kalau begini tetap tidak sopan namanya.”

“Tolong jaga cara bicara anda, tuan. Asal anda tahu kalau beliau ini—“

“Baiklah, aku mengerti.” Lagi-lagi gadis itu memotong ucapan dayangnya ketika ia mulai mengangkat kepalanya. Pelan-pelan diturunkannya kain yang menutupi kepalanya, memperlihatkan wajahnya yang tersembunyi kepada Ye Sung.“M-Maafkan saya, tuan. Saya sama sekali tak sengaja ketika saya berlari ke arah anda. Saya harap dengan kerendahan hati anda mau memberikan maaf dan tidak menaruh dendam.”

 

“I-Itu. A-Apa itu adalah aku?” So Eun tiba-tiba bersuara. Ekspresinya terlihat sangat kaget begitu melihat sang putri menunjukkan kepalanya. “Itu adalah aku, bukan?” tanyanya melirik Lee Teuk dan Ye Sung bergantian. Ye Sung tak menyahut, terlihat ia juga sedang bertarung dengan dirinya sendiri untuk mengingat adegan di depannya. Sementara itu Lee Teuk tampak menganggukkan kepalanya.

“Lebih tepatnya, itu adalah kehidupan anda yang sebelumnya. Anda adalah wujud reinkarnasi dari wanita itu.”

“A-Apa?”

 

Ye Sung terlihat hanya diam, matanya mengerjap beberapa kali begitu menatap wajah yang sangat ingin dilihattnya tadi itu. Namun tak lama vampire itu tersenyum, mata kehitamannya mencoba mendalami mata kecokelatan itu sedalam-dalamnya. “Tidak apa-apa, mohon berhati-hati di lain hari.”

“Y-Ya, tuan. T-Terima kasih.” Entah apa yang difikirkan gadis itu selanjutnya, namun wajah gadis itu terlihat memerah. Ia pun kembali membungkukkan badannya pada Ye Sung. “Kalau begitu saya permisi dulu, tuan. Sampai jumpa.”

“Ya, kita pasti akan berjumpa lagi.”

Gadis itu mengangkat wajahnya, menatap Ye Sung lagi dengan bingung karena kata-katanya. Namun yang saat itu Ye Sung lakukan adalah kembali tersenyum padanya.

Malamnya, Ye Sung terlihat berjalan sedikit terburu-buru memasuki istana vampire tempatnya tinggal. Sosok Lee Teuk terlihat menampakkan diri pertama kali ketika ia menghampirinya.Berjalan bersamanya.

“Sebaiknya segera temui ayah anda, Pangeran. Raja telah menunggu anda sejak tadi.” Ucap Lee Teuk sambil menyamakan langkahnya dengan Ye Sung. Ye Sung yang cemas tampak melirik padanya.

“Apa keadaan ayah sekarat lagi?”

“Begitulah, tuan muda. Kali ini bahkan keadaan beliau lebih parah dari sebelum-sebelumnya.” Jawab Lee Teuk yang terang saja membuat Ye Sung lebih mempercepat langkahnya. Sementara itu tanpa mereka sadari beberapa pasang mata tampak memperhatikan mereka dari kejauhan.

 

“Itu adalah saudara-saudara anda.” Giliran Lee Teuk yang bersuara di tengah keseriusan mereka melihat kembali apa yang telah terjadi. Ye Sung tampak mengerutkan dahinya bingung, merasa tak mengenali siapapun dari mereka selain Kim Ki Bum.

“Ternyata benar, mereka adalah anggota populer dari klub-tari di kampusku!” Seru So Eun tak habis fikir. “Kenapa mereka melakukan ini? Aku tak mengerti.”

“Apa semuanya benar-benar membenciku? Kenapa?” Tanya Ye Sung, segera melirik Lee Teuk. Lee Teuk tampak tersenyum kecil ketika menyahutinya.

“Anda akan tahu beberapa saat lagi.”

 

“Jadi benar dialah yang terpilih? Huh, benar-benar tak dapat dipercaya.” Salah satu pangeran, Eun Hyuk, tampak bergumam pelan. Vampire itu tampak menyandarkan tubuhnya pada sebuah tiang ketika matanya menatap dingin ke arah Ye Sung yang akhirnya memasuki istana.

“Bukankah semua ini agak aneh ketika ayah akhirnya memilihnya sebagai penerus? Kita sama-sama anaknya, kita lahir di saat bersamaan, tapi kenapa akhirnya beliau memilih Ye Sung begitu saja?” sahut pangeran lainnya yang saat ini tengah duduk di salah satu kursi di ruangan tersebut. Pangeran yang ini bernama Pangeran-Si Won.

“Juga jangan lupakan kalau dia adalah seorang pemberontak. Dia sering kali kabur dari istana untuk bersenang-senang di luar sana. Kekuatan bertarungnya juga tidak lebih baik dari beberapa dari kita. Kalian ingat bukan? Aku selalu mengalahkannya setiap kita semua beradu kekuatan.” Ucap Ki Bum tak kalah dingin. Saudara-saudaranya tampak mengangguk setuju.

“Dia juga tak tahu apa-apa tentang kerajaan vampire. Selama ini yang bisa ia lakukan hanya bermain-main dan membuat kekacuan. Aku sama sekali tak menemukan alasan mengapa dia akhirnya terpilih dibandingkan kita semua.” Kali ini giliran Pangeran dengan rambut sewarna madu yang bersuara. Pangeran yang bernama Pangeran-Kyu Hyun tampak bergumam sambil menglus-elus bulu burung hantu peliharaannya. Suasana di ruangan itu terlihat tak begitu bersahabat ketika aroma kemarahan dari setiap mereka seperti menguap dan melebur di udara.

“Ye-Ye Sung.” Vampire yang disebut paling kuat itu terlihat begitu lemah ketika ia terbaring di atas ranjang yang bertitahkan emas. Raut kebahagiaan sedikit terlihat di wajahnya ketika sang Pangeran yang acap kali meninggalkan istana itu akhirnya menyempatkan pulang untuk menjeguknya. Lihatlah senyuman senang yang terukir di wajahnya yang lelah. “K-Kemarilah..” ujarnya menguatkan diri. Salah satu tangannya tampak terangkat untuk meminta sang putra mendekat.

“Ayahanda, bagaimana keadaanmu?” Tanya Ye Sung sambil menggenggam jemari ayahnya. Jemari itu terasa begitu lemah di genggamannya, begitu rentan, yang sangat berbeda dengan pribadi kuat sang ayah yang dia tahu.

Memang seingatnya, pertahanan ayahnya runtuh perlahan-lahan sejak beberapa kali purnama yang lalu setelah ibunda mereka tewas. Memanglah vampire harusnya hidup secara abadi namun untuk sebuah alasan ibu mereka terserang penyakit yang sampai sekarang tak diketahui apa penyebabnya. Hingga ketika akhirnya ia meninggal, secara perlahan sang Ace juga kehilangan semangat hidupnya sehingga itu sebabnya keadaannya terus memburuk seperti ini. Puncaknya adalah ketika ia harus terbaring tak berdaya di atas tempat tidur seperti ini yang perlahan menggerogoti tubuh perkasanya.

“Ye Sung, apa kau tahu mengapa aku memanggilmu untuk datang?” ayahnya bertanya kembali dengan nada yang bergetar, sama dengan tangannya di genggaman Ye Sung saat ini.”Karena ada yang ingin kutitipkan padamu.”

“Apa itu, ayahanda?”

“Kau tahu, kurasa aku sudah tak bisa melanjutkan hidupku lagi tanpa ada ibunda kalian yang mendampingiku..”

“Ayahanda—“

“Beliau adalah hidupku, belahan jiwaku, dialah yang telah mendampingiku selama ratusan tahun ini hingga akhirnya kami memiliki kalian. Tanpanya aku sungguh tak tahu bagaimana lagi aku bisa melanjutkan hidupku.”

“Jangan mengatakan hal seperti itu, ayahanda..” Ye Sung bergumam, untuk pertama kali ada air mata yang mengaliri pipinya. Menetesi tangan mereka yang masih bertautan.”Aku yakin ayahanda bisa melewati ini semua seperti sebelum-sebelumnya. Ayahanda adalah seorang Ace walau bagaimanapun.”

“Ye Sung, kau telah kupilih sebagai penerusku. Kau adalah sang Ace yang selanjutnya.”

“Ayahanda—“

“Aku telah mengatakan hal ini kepada saudara-suadaramu namun sepertinya mereka tidak menyukainya. Mereka mungkin berfikir ini bukanlah hal yang adil untuk memberikan kepercayaan ini padamu tapi saat ini aku akan menjelaskan alasannya kepadamu.” Nafas sang Ace terlihat semakin tersengal, namun ia terlihat berusaha menguatkan dirinya ketika tangannya menggenggam lebih erat jemari Ye Sung. Ia juga terlihat semakin lemas. “Karena dibanding saudara-saudaramu, kaulah yang memiliki hati dan perasaan.”

“Huh?” Mata Ye Sung tampak sedikit melebar, terlihat tak mengerti.

“Untuk kaum vampire, hampir semua dari mereka hanya memiliki nafsu untuk berburu dan berperang. Hal itu karena pada dasarnya kita adalah mahluk dari dunia hitam, kita diciptakan untuk menghancurkan dan membunuh para manusia yang tidak berdaya. Oleh sebab itu seorang vampire yang terpilih haruslah seorang vampire yang tidak hanya kuat namun mampu mengendalikan kekuatannya. Di antara kalian semua, kaulah orangnya. Karena sejak kecil tidak seperti saudara-saudaramu yang memangsa kelinci yang diberikan untuk melatih insting berburu kalian, karena rasa iba yang kau miliki kau memilih untuk melepaskannya untuk kembali hidup di alam bebas. Sejak itulah aku tahu siapa yang akan menggantikan kedudukanku suatu hari nanti.”

“Akupun akhirnya lemah begini, tak berdaya tanpa ibumu begini, karena aku memiliki hati dan perasaan sepertimu. Karena kalau kita adalah vampire biasa maka hal seperti rasa luka dan kehilangan seperti ini tak akan mengganggu sama sekali.” Kata-kata itu lolos dengan sedikit payah dari mulut sang raja yang bergetar. Namun saat ini, ia terlihat terus berusaha untuk menghimpun segala kekuatannya untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikannya pada Ye Sung.

“Tapi aku bukanlah vampire yang bertanggung jawab dan kuat, ayahanda. Ayahanda pun tahu bukan, aku sering pergi dari istana untuk mencari hiburanku sendiri di luar sana. Dengan hal itu, bagaimana mungkin aku bisa memimpin kaum vampire seperti yang selama ini ayahanda lakukan.”

“Kau bisa, sebenarnya kau juga kuat. Hanya saja seperti yang kukatakan tadi kau hanya tidak menyukai kekerasan. Aku sudah mengamatimu sejak kecil dan aku tahu kau akan mampu menggantikan posisiku sebagai seorang Ace.”

Ye Sung tidak mengatakan apapun lagi, ia akhirnya hanya menganggukkan kepalanya sambil menggenggam jemari ayahandanya yang terasa kian mengendur di genggamannya. “Kalau memang ayahanda berfikir begitu, baiklah. Aku akan melakukannya seperti harapan ayahanda.”

Sang raja tampak tersenyum lega, perlahan ia lalu melepas tangannya yang menggenggam jemari Ye Sung ketika ia meletakkannya di dadanya. Ia pun mulai komat-kamit membaca sesuatu dan memejamkan matanya.Sementara itu Ye Sung dan semua orang yang ada di ruangan itu hanya memperhatikan dengan sedikit penasaran.

Tak lama, tiba-tiba saja sebuah cahaya putih seperti bersinar dari dalam dada sang raja. Tubuh sang raja juga bergetar hebat, ketika ia semakin komat-kamit membaca sesuatu. Wajah beliau terlihat lebih pucat ketika keringat dingin membasahi wajahnya.

 

“A-Ayahanda..” Ye Sung di masa sekarang yang menonton kejadian itu seperti terbawa suasana ketika ia ikut berteriak, terdengar bersamaan dengan dirinya di masa lalu yang duduk dengan wajah cemas di sisi tempat tidur. Lee Teuk yang berada di sampingnya tampak menepuk pundak Ye Sung, berusaha menguatkannya seperti yang dirinya lakukan di masa lalu.

Sementara itu So Eun tak mengatakan apapun sambil menutup mulutnya. Matanya juga tampak berkaca-kaca.

 

“A-Ayahanda..” Ye Sung mengguncang bahu ayahnya cemas, mengacuhkan tepukan pelan dari Lee Teuk di bahunya ketika guncangan tubuh ayahnya terlihat lebih kencang. Sementara itu cahaya putih yang keluar dari dalam dada ayahnya terlihat lebih menyilaukan ketika tak lama sebuah mutiara putih yang bersinar keluar dari sana. Guncangan tubuh sang raja berhenti setelah itu.

“Y-Ye Sung..” Kini ayahnya terlihat lebih lemas dari sebelumnya ketika tangannya meraih satu tangan Ye Sung lagi, menyerahkan mutiara tadi ke genggaman Ye Sung. “J-Jagalah mutiara Ace i-ini. M-Mulai dari sekarang a-akan banyak yang datang k-kepadamu untuk merebutnya. T-Tetaplah k-kuat, k-karena m-mungkin k-karenanya k-kau a-akan m-mengalami k-kehilangan t-terbesar d-dalam h-hidupmu. J-J-Ja-Jaga d-dd-ddi-rri-mm-mmu-“

Bersamaan dengan ucapan terakhirnya, tangan sang raja jatuh dari tangan Ye Sung. Guncangan tubuhnya tadipun kini benar-benar memelan, lebih pelan, hingga akhirnya berhenti begitu saja. Ye Sung dan semua orang di ruangan itu tentu saja kaget melihatnya.

“A-Ayahanda, bangunlah ayahanda. Ayahanda!!”

Tempat itu kini dihiasi oleh nestapa, ketika Ye Sung yang berada di sisi sang raja masih berusaha untuk memanggil ayahandanya. Sementara orang-orang lainnya di dalam ruangan itu tampak jatuh dan bersujud ke tanah, memberikan penghormatan terakhir untuk pemimpin mereka baru saja pergi.

Sementara itu di kerajaan milik manusia, malam terlihat sepi seperti biasanya. Sekilas, di depan salah satu ruang kerajaan terlihat dua penjaga dengan tombak tajam mereka tengah berjaga-jaga. Sepertinya mereka ditugaskan untuk menjaga orang di dalamnya untuk tidak kemana-mana ataupun mencegah seseorang yang mungkin saja datang untuk memasuki ruangan tersebut.

Dari ruangan yang dimaksud, cahaya pelita tampak menyala terang. Membiaskan bayangan seseorang yang duduk tenang di dalamnya. Samar-samar suara gumaman pelan juga terdengar.

“Aku berjanji untuk tidak keluar dari istana tanpa seijin yang mulia lagi. Aku berjanji untuk tidak keluar dari istana tanpa seijin yang mulia lagi. A- Aku berjanji.. ssh.. u-untuk tidak keluar dari istana tanpa seijin yang mulia.. lagi.Aku…” gumaman itu keluar tanpa henti dari sepasang bibir merah muda nan tipis itu. Mengalir tersendat-sendat bersama beberapa bulir keringat yang juga mengaliri kulit wajah nan putih mulus itu. Wajah yang tidak terlalu asing, wajah yang sebelumnya kita lihat di pasar tradisional tadi.

Benar, ia adalah sang putri. Gadis cantik yang merupakan putri bungsu dari penguasahadi negeri tersebut. Bila putri kerajaan pada umumnya adalah seorang gadis yang lebih suka berdiam diri di dalam istana maka lain halnya dengan yang satu ini. Putri yang bernama Lee Ga Eul ini senang sekali mencari masalah dengan kerap mengendap-endap keluar istana. Kebiasannya inilah yang sering memberikan masalah untuknya seperti yang terjadi hari ini.

Kalau dihitung, sudah tiga jam lebih ia melakukan hal ini. Dikurung di kamarnya sendiri dengan dua orang penjaga yang berdiri di depan kamar hanya untuk memastikan bahwa ia menjalani hukumannya dengan bersungguh-sungguh. Tubuhnya mulai terasa lelah karena selalu duduk dengan posisi yang sama, apalagi dengan kakinya yang cukup perih akibat hukuman cambuk yang diterimanya sebelumnya. Suaranya pun sudah serak, mulai terasa akan habis karena menyerukan kalimat yang sama berkali-kali.

“Sssh.. A- Aku berjanji untuk tidak keluar dari istana tanpa seijin yang mulia lagi. Aku berjanji untuk tidak keluar dari istana tanpa seijin yang mulia lagi. Aku—“

Di tengah jalan, ia menghentikan gumamannya ketika tiba-tiba ia merasakan ada yang berdiri di depannya – dilihat dari cahaya lampu yang awalnya menerangi wajahnya tiba-tiba saja terhalang oleh sesuatu. Karena penasaran, gadis cantik itu perlahan membuka sepasang mata miliknya yang awalnya terpejam erat.

“Hhhh..” Sang putri terkesiap, reflek mundur ke belakang ketika tiba-tiba seseorang sudah berdiri di depannya. Orang yang terlihat asing tak asing itu tampak menyunggingkan senyumannya.

“Kita bertemu lagi, tuan putri.”

 

“Huh, sudah kuduga kalau mengagetkan orang dengan muncul tiba-tiba begitu adalah hobimu. Lihat, kau bahkan sudah melakukannya sejak ratusan tahun yang lalu, dasar.” So Eun mengomel tiba-tiba, mendelik pada Ye Sung dengan ekspresi pura-pura kesal di wajahnya. Sadar bahwa dirinya disindir, sang vampire yang memang cukup diam sejak melihat kembali kematian ayahnya tadi tampak balas melirik So Eun, tersenyum kecil penuh makna.

 

“A-Anda siapa?” Tanya Ga Eul terlihat sangat ketakutan. Suara dan tubuhnya tampak sama-sama bergetar ketika memberanikan diri menatap orang asing di depannya.

“Bagaimana mungkin anda melupakannya begitu saja? Kita baru saja bertemu siang ini.”

Wajah cantik itu tidak terlihat berfikir sama sekali, dimana sebenarnya Ye Sung tahu kalau sang putri mengingat wajah Ye Sung dengan sangat baik. Namunsepertinya bukan itu yang menjadi masalah di kepala sang putri saat ini sehingga itu sebabnya ia kembali bertanya, “M-Mengapa anda bisa kemari? B-Bagaimana caranya?” Ga Eul menoleh keluar, mulai bertanya-tanya apa penjaganya tadi masih di luar atau belum karena tidak mungkin rasanya orang ini lolos kalau memang mereka masih di sana.

“Tuan putri anda tak suka di sini, bukan? Bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat saja?”

Semuanya terlalu cepat, bahkan mungkin kurang dalam hitungan sekejap mata ketika tiba-tiba mereka sudah berada di sebuah padang rumput di atas sebuah bukit. Hal itu tentu saja lebih membuat sang putri ketakutan dan kebingungan, sehingga itu sebabnya ia lebih bergeser mundur ke belakang. Namun tak lama ia meringis karena gerakan itu malah membuat kakinya yang masih terluka tergores oleh helaian rumput di bawahnya. “A-Aah..”

“Biar saya lihat.”

“J-Jangan—“

Ia awalnya menolak dan berontak, ketika sosok asing ini tiba-tiba ikut berlutut dan memeriksa dirinya dengan menyingkap ujung rok yang dipakainya. Namun, seperti tadi, mahluk ini tak terhentikan. Sehingga itu sebabnya pada akhirnya sang putri membiarkan saja ketika perhatiannya pun juga teralihkan ke arah lain. Ke wajah orang asing tersebut.

“Anda memiliki kaki yang cantik, tapi kenapa banyak sekali luka memar begini.” Gumam Ye Sung sambil terkekeh, sementara itu Ga Eul hanya menatap wajah itu bingung dan bertanya-tanya.

“A-Anda s-sebenarnya siapa?”

Ye Sung mengangkat wajahnya sejenak, balas menatap Ga Eul yang terus menatap padanya. Kedua pasang mata itu bertemu dalam beberapa saat sebelum akhirnya terhenti ketika Ye Sung menundukkan wajahnya kembali menatap kaki sang putri.”Anda mungkin akan takut setelah mengetahuinya..” Ye Sung bergumam lagi. Kali ini, diusapnya kembali salah satu kaki sang putri itu dengan perlahan. Sang putri tampak terkejut begitu semua bekas memar di kakinya tiba-tiba menghilang begitu saja.

“H-Huh? B-Bagaimana?”

Ye Sung melakukan hal yang sama pada kaki yang satunya, setelah itu ia mengangkat wajahnya kembali menatap Ga Eul, mempertemukan kembali mata milik keduanya. “Saya datang dari kegelapan. Tercipta dari segala jenis ketakutan dan kegelisahan. Kalian, para manusia, menyebutnya sebagai mahluk yang bernama vampire.”

Sang putri tampak membesarkan matanya, terkejut. Tentu saja ia pernah mendengar legenda tentang adanya mahluk bernama vampire itu sebelum-sebelumnya. Namun selama ini semua itu hanya seperti mitos karena tidak terbukti kebenarannya – hingga ia melihatnya begini.

“Menyeramkan, bukan? Tapi apakah Anda percaya kalau saya mengatakan kalau saya tidak akan menyakiti Anda?” Tanya Ye Sung lagi. Sebuah senyuman miris terlihat di wajahnya saat ini.

Ga Eul tak lantas menyahut, ia hanya terdiam sambil terus menatap Ye Sung – seperti memeriksa dirinya secara seksama. Mata itu juga terus menatap kedua iris hitam pekat milik Ye Sung, terlihat seperti menyelaminya. “Saya percaya.” Kali ini sang vampire yang sedikit terkejut, tampak tak terlalu yakin dengan apa yang baru saja didengarnya. “Walau saya tidak mengenal Anda sama sekali, tapi entah mengapa saya mempercayainya. Anda tidak terlihat jahat.”

“Baguslah kalau begitu.” Ye Sung berujar pelan, tersenyum dengan lega.

 

“Sang putri memiliki hati yang mulia.” Ye Sung kembali bergumam rendah di tengah-tengah, mahluk itu lalu beralih melirik manusia di sampingnya yang saat ini juga mmenoleh penasaran ke arahnya. “Dia bisa langsung percaya dan menerima niat baikku dengan begitu cepatnya. Sangat berbeda dengan seseorang yang terus berusaha lari walau tahu itu sia-sia.” Sindirnya terkekeh. So Eun tampak merenggut mendengarnya.

“Tapi mungkin sama saja..” Ye Sung menggumamkan hal lainnya beberapa saat kemudian, kali ini ia menatap kembali ke arah kisah hidup lamanya sambil tersenyum tipis. “Kau juga menerimaku dengan cukup cepat. Walau awalnya kau berusaha kabur, namun setelah itu kau membiarkanku untuk tinggal di sekitarmu. Sebenarnya kau memperlakukanku dengan cukup baik.”

So Eun melirik Ye Sung lagi. Hatinya terasa menghangat begitu saja karena gumaman itu.

 

“Lihat, dari sini kita bisa ke segala penjuru kerajaan. Waaah, sangat indah.” Tanya Ga Eul setelah beberapa saat. Dengan bantuan Ye Sung, sang putri berdiri dari posisinya. Tampak merasa sangat senang merasakan rasa ringan di kakinya saat ini.”Waah, kaki saya benar-benar sembuh seutuhnya. Tuan, anda benar-benar sangat hebat.” Ujarnya senang. Ye Sung tampak ikut tersenyum, ikut berdiri dan bergerak ke samping Ga Eul.

“Ini adalah bukit di mana saya sering menghabiskan waktu ketika sendirian. Ketika melihat anda tadi, entah mengapa saya ingin sekali membawa anda kemari. Anda terlihat begitu terkekang sehingga itu sebabnya saya ingin anda merasakan kebebasan di tempat seperti ini.”

Ga Eul tampak tersenyum, melayangkan pandangannya sejauh matanya bisa memandang. Senyumannya terlihat semakin lebar karenanya. “Ya, saya menyukainya. Sangat menyukainya. Saya benar-benar merasa bebas di sini.” Ga Eul kali ini melayangkan pandangannya menuju bangunan paling luas di perkampungan itu. Tiba-tiba teringat sesuatu. “Tapi kalau ada yang menyadari kalau saya menghilang tiba-tiba pasti akan sangat gawat. Kekacauan besar akan terjadi.”

“Tuan putri tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Saya sudah pastikan bahwa tidak akan ada yang menyadari kepergian anda.” Ye Sung tersenyum lagi, melirik pada sang putri. Senyuman Ga Eul terlihat semakin senang mendengarnya.

“Benarkah? Terima kasih, tuan.”

Ga Eul terlihat semakin riang tanpa beban saat ini, kebahagiaan terlihat jelas di matanya. Sementara itu Ye Sung terus memandangnya, terlihat senyuman kecil di bibirnya melihat wajah bahagia sang putri. Namun tak lama, ketika ia teringat sesuatu, senyuman Ye Sung tampak mengendur lalu berganti dengan tatapan murung kemudian. Ia menundukkan kepalanya.

“Hari ini ayah saya meninggal dunia.”

Ga Eul tampak terkejut, ia lantas melirik Ye Sung lagi setelahnya. Ekspresi dan berduka tertulis di wajahnya.

“Tuan…”

“Tapi selain rasa kehilangan, kepergian beliau juga meninggalkan sebuah tanggung jawab yang besar untuk saya. Sejujurnya saya tak tahu apa yang harus saya lakukan selanjutnya untuk menjalankan tanggung jawab itu.”

Ga Eul terlihat ikut bersedih dan berduka, namun ia tak tahu akan mengatakan apa pada sosok di sampingnya itu hingga hal yang dilakukannya hanya diam. Mendengarkan setiap keluh kesah seseorang yang baru ia sadari belum ia ketahui namanya tersebut.

“Tapi karena tuan putri sekarang saya sudah merasa lebih baik. Terima kasih karena telah menemani saya hari ini, tuan putri.” Gumam Ye Sung tak lama. Kini wajahnya sudah kembali meringan, kembali tersenyum pada Ga Eul. Ga Eul tampak ikut tersenyum dan mengangguk.

“Baguslah kalau begitu. Tapi, bolehkah saya menanyakan sesuatu pada anda, tuan?” Ye Sung tampak menoleh lagi padanya, terlihat penasaran. “Kalau boleh tahu, siapa nama anda?” tanyanya kemudian. Ye Sung tampak tersenyum sambil menatap lebih dalam ke mata Ga Eul.

“Panggil saya Ye Sung, yang mulia.”

Kedua mahluk berbeda jenis itu tampak kembali saling tersenyum. Melewati malam yang indah itu dengan kebahagiaan dan rasa hangat di hati.

 

Wajah So Eun memerah tiba-tiba, entah mengapa ia mendadak merasa malu melihat apa yang leluhur-nya dan masa lalu Ye Sung lakukan di depannya saat ini. Diam-diam diliriknya Ye Sung, dimana secepatnya ia langsung memalingkan wajahnya lagi ketika tadi pandangannya dan Ye Sung bertemu. Berbeda dengan adegan yang saat ini mereka saksikan, kedua bagian di masa mendatang itu malah tak berani melirik satu sama lain.

Sementara Lee Teuk tampak senyum-senyum sendiri memandangi keduanya.

❤ To Be Continued❤

 

 

29 Comments Add yours

  1. miani caledupha mengatakan:

    Jdi so eun reingkarnasi dari tuan putri bernama ghaul. Seseorg yg hdup ratusan thun yg lalu. Di kehidupan dulu bersma yesung.

    Tapi msih misteri apa yg terjadi pada kisah uesung dan putri ghaul di jaman dulu ? Hingga kenapa yesung bsa berada di dlam peti selama beratus2 tahun ?

    Ok next partnya. ditunggu

  2. nerdhastobepopular mengatakan:

    I loooove this! Mbak Putri, karyanya makin ke sini makin bagus. (y) Keren. *thumbs up*
    Ide ceritanya, gaya penulisannya pokoknya aku sukaaa…! >_<
    Oh, iya. Ada bagian yang aneh tadi (just me I think), waktu Soeun keluar dari apartemennya,

    "Saat ini ia sudah berhasil keluar dari apartemen tanpa harus dikejutkan oleh Ye Sung yang tiba-tiba muncul di hadapannya seperti biasanya. Namun, baru beberapa langkah ia keluar tiba-tiba ia merasakan tangan yang dingin meraih tangannya lagi. Tentu saja, dia tahu siapa yang menyusulnya tanpa ia harus membalikkan badan seperti ini."

    Aneh aja, muncul di hadapan tapi setelahnya Soeun yakin kalo yang ada di belakangnya itu Yesung. Itu aja, sih komplainnya.

    Haha… Lucu tu bagian terakhir. Sadar juga akhirnya mereka kalo di zaman dulu mereka malah punya hubungan spesial. Jadi pada awkward. Haha… Konyol banget!

    *First comment setelah lama hiatus gak baca ff dan komen. Haha.. Jangan timpuk saya ya, Thor karena gak komen pas di part 1.

    Fighting! Part 3-nya sangat-sangat ditunggu..!

  3. yhuliisoeun mengatakan:

    berasa nnton drama… 😂😂 feelnya dpt bgt… akyu sukaa sama ceritanya.. wahh put hebat bgt dirimu.. brasa nyata baca ni ff wkkwkw…
    aigoo nggak nyangka jga trnyta yesung saudaraan ma donghae cs. dan gk nyngka jg trnyta mrrka itu vampir.. 😱 satu persatu rhasia.y sdh mulai trungkap.. tinggal nunggu bgaimna smpe yesung trkurung dan hilang ingatan… btw suka bnget liat yesung dan gaeul di khidupan dulu … brbnding trbalik dgn skarang.. suk a cek cok… 😂😂next partnya sangat di tunggu… ☺☺

  4. yhuliisoeun mengatakan:

    berasa nnton drama… 😂😂 feelnya dpt bgt… akyu sukaa sama ceritanya.. wahh put hebat bgt dirimu.. brasa nyata baca ni ff wkkwkw…
    aigoo nggak nyangka jga trnyta yesung saudaraan ma donghae cs. dan gk nyngka jg trnyta mrrka itu vampir.. 😱 satu persatu rhasia.y sdh mulai trungkap.. tinggal nunggu bgaimna smpe yesung trkurung dan hilang ingatan… btw suka bnget liat yesung dan gaeul di khidupan dulu … brbnding trbalik dgn skarang.. suk a cek cok… 😂😂next partnya sangat di tunggu… ☺☺😆

  5. Mama nikita widiyati mengatakan:

    Ooooo ternyata yesung dan so eun punya kisah masa lalu di kehidupan sebelumnya.mereka pasti menjadi sepasang kekasih.aigoo,vampirenya keren2 banget……next partnya ya!!!

  6. Mama nikita widiyati mengatakan:

    Kisah vampire dan manusia memang selalu menarik……Ooooo ternyata yesung dan so eun punya kisah masa lalu di kehidupan sebelumnya.mereka pasti menjadi sepasang kekasih.aigoo,vampirenya keren2 banget……next partnya ya!!!

  7. Fee mengatakan:

    Iya bener berasa kaya nonton drama. Hahhaa
    Part 1 agak males bc.y tp bgt bc part 2 langsung pengin cepet2 bc part 3.
    Mungkin mutiara.y ada di dlm tbuh so eun.asa lalu yesung jesica ky apa sih penasaran?
    Next thor

  8. nita mengatakan:

    bca ff ini brasa liat drama. krn bngt ff ny. sperti ny yesso pny hbngn yg spesial d msa lalu. skrng yg jdi pertnya’n bnda yg d incar sm vampire lain, mutiara itu kah, trs gmn cra ny sso jga bisa pny bnda itu??
    next part ny d tnggu.🙂
    keep writing.

  9. nita mengatakan:

    bca ff ini brasa liat drama. keren bngt ff ny. good job.
    sperti ny d masa lalu yesso pnya hbngn yg spesial, smpe d msa dpn aja vampire2 yg gk suka sm yeye jg ngincar sso. bnda yg d mksud sm vampire lain itu mutiara itu kah??
    d sni yg jdi vampire ny krn2 semuan. kkkk
    next part d tnggu y.🙂 keep writing

  10. yuliaseptiani mengatakan:

    Kyaaaaa daebaaakk 👍👍👍❤❤❤
    Trnyta sso hidup ny d kelilingi ama vampire n itu semua krna mengingnkn sso .
    D masa lalu sso n yesung dh brtemu n reinkarnasi ny lee gaeul yaitu sso yg sekarang lagi d incar oleh para vampire ..
    kyu hyun eunhyuk siwon donghae trnyta mereka vampire juga n sbg pangeran … aiiihhh pntesn aja yesung mencium adany bau pesta vampire ckckck
    Ni ff udah bneran kyak drama keren bnget .. d tunggu next ny 😉

  11. Kim Ra rA mengatakan:

    waah ternyata… semua tidak berjalan secara kebetulan. yesung pernah bertemu dengan leluhur Sso. dan untunglah ada my abang lee teuk yang ternyata adalah tetangga nya Sso dan yang pasti juga itu bukan sebuah kebetulan.

    hmmm para Vampir memang berkumpul disekeliling Sso demi menunggu kebangkitan sang pangeran terpilih. huhu jesica sepertinya suka bnget sama yesung samoe sampe dia segitunya banget liat Sso gak heran kalau Amber juga sala satu dari mereka secara dia paling cool. kasian iuga hye yeon yang dapet kejutan manis sehabis mandi hihi

    SERUUU SERUUU SERUUUUU semoga part 3 nya dapat segera menyusul . ini cerita ff vampir yang Ok banget. masih penasaran sama masa lalu mereka dan apa yang terjadi sama sang pangeran sampai sampai ia kehilangan ingatannya. dan apa yang di miliki kedua nya yang di perebutkan vampir lain kalau mereka bersama

  12. abdidesy mengatakan:

    udah lama ga baca FF .. klo pun pengen nyari yg cast sso – yesung :))

    aku suka critanya… imajinasi putri emang luar biasa… penulisannya juga makin lama makin bagus… knapa g nyoba debut jd penulis novel put?

    sukses ya…

  13. equr mengatakan:

    Yesung dan so eun ternyata punya cerita dimasa lalu.
    Lalu apa yg akan terjadi (perang klan vampire)
    Ditunggu next part putri

  14. lavender mengatakan:

    Keren bngt ceritanya,, alur nya sangat menarik dn bikin penasaran.sangat d tunggu kelanjutannya,, daebak

  15. rizki mengatakan:

    Bagus banget ceritanya, makin seru aja, dan nambah penasaran, ditunggu next chapternya

  16. yehaesso mengatakan:

    semuanya terjawab jelas dipart ini. ada cerita manis ternyata dimasa lalu hoho dan sekarang stlh tau malah saling kikuk begini. wah 7 pangeran, seneng banget jadi soeun dikelilingin para pria tampan 😃 tapi berbahaya hehe

  17. Ayu Chokyulate mengatakan:

    akhir nya keungkap juga masa lalu yesung dan vampire-vampire yg membenci nya…. ga nyangka jessica sama amber itu vampire, dikira cuma eunhyuk dkk doang vampire nya…. uhhhh makin serruuu nih apalagi pas tau mereka semua bersaudara sama yesung, apa yg bakalab terjadi selanjutnya sama Yesso????
    ditunggu putri eonni^^

  18. shaneyida mengatakan:

    sso d introgasi ma yesung stelah bau vampire menempel d body soeun ..sso jd binggung n was2 sendiri d buatnya hingga jd buah pikirannya yesung yg ngerti langsung ngajak sso membuktikannya pdhll sso tak mau cos dia bklan tambah memikirkannya klo th kebenarannya tp dg sekejap mata yesu lngsung main aja aje ..d awali k kmr hyeyon ..lega krna hyeyon manusia ,trus ketika k t4 sica malah ngebuat sso ketakutan hingga dia tak mau meriksa sunkyu ma amber , dr crita sica betapa besrnya kuasa ma kekuatan yesung hingga dia menyukai yesung tp stelah ngeliat soeun sica jd sinis mungkin kah yesung menyukai soeun dlunya or yesso sling menyukai makanya sica geram ngeliat sso hmmmm ,setelah itu sso tak brani lg mengunjugi teman brikutnya .. Ee yesung nurut ternayata ketikaa sso dah merengek hhhhi pdhll dia pensran jg pd akhirnya ,,, btw ingatan yesung luntur gr2 kelamaan bersemayam d dalam peti btw yesung terkurung d peti apa krna tak semangat cos ayahnya meninggal terlebih saudaranya memusuhinya and juga gaeul meninggal dulunya jdinya dia lemah trus tertidur lama ..mungkin itu alasannya kali yak ..ataw mungkin saudara2nya lah yg ngebuat yesung tertidur panjang

    Pas d kampus sso jd was3 stelahnya dia hanya mau dekat ma hyeyeon aje ..pantasan amber misterius ternyata dia juga seorang kelelawar hhhhhe ets vampire yak , ternyata kibum salah satu saudra yesung yg mau merebut kekuasan yeSung ngajak berantem ..dia mau ngebiarin yesung ingat dl ttg ms lalunya biar seru yak ,pdhall coba timpuk aja kepala yesung pake batu biar ingatannya kembali tp kga’ mempan yak cos kepala yesug kan jg batu seharusnya jedotin aje k pintu yak biar ingat ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ *plakk*

    Lucu eee ktika sso merenggek d lantai cos dia takut ma mslah yg d hadpi yesung terlbh dia terlibat jg ..pengen lri dr kenyataan hhhi lucu sso kek anak kecil yg kehilangan lolipop n yesung kek baby sittrnya pas ngerengek kkkke *plakk* rpnya letuuk pun dah nunggu2 kebangkitan yesung dr alam kuburnya *eoh hhhi*XD , dia pun mengiring agar yeye kembali k ms dahulu tuk mengingat memory yg hilang , mungkin lbh tepatnya memory yesung cuma 2kb jdinya kepenuhan trus rusak dah seharusnya yesung kudu beli memory yg 16Gb dah biar ga kepenuhan *eohh d kata memory hape * ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​😄

    Wah rupanya gitu lah kehidupan yesung d jaman dulu … Hanya dia d antara saudaranya yg memiliki hati n rs iba .. Dr situlah sang ayah memilihnya sbg penerusnya kelak tp dinilai miring dr saudara2nya dr segi kemampuan cos yesung terlihat lemah d mata mereka tak pantas jd penguasa sbb itu mereka mungkin brusaha menghancurkan or merebut kekuasaan dr yesung hmmm , sedgnkan sso itu reikarnasi dr gaeul yg memberi kehangatan dan kecerian buat yesung begitupun sebaliknya ..sama2 iso mengademkan suasana hati mereka ekhheeem hhhi, tp sso kudu hati2 dekat yesung cos iso2 dia masak dekat yesung terlihat pipinya memerah stelahnya kkkkke😄 cieee cieee leetuk senyam senyum ngeliat yesso ..emang mereka badut apa kkkk *plakk* ciee cieee soeun ma yesung ekheeem mungkin stelah ngeliat masa lalunya ntu mmereka jd canggung kkkke or jd akur senyam senyum juga sama kek waktu duluuuu😉 btw benda yg di incar para vampire itu mutiara yg d kasih ayah yesung itu kahh?? Trus apa hubungannya ma soeun hmmmm ataw benda itu iso d ambil klo soeun berdekatan ma yesung aja seperti yg sica or vampire lain katakan itu hmmmmm
    Lanjuuuut ~ banyak jempol gajah buat pupuuut (y) .. I love this story so so much <3<3 .. Aye t slalu histeris klo puput ngebuat story cos masuk bgt ma hati aye ngena bgt gitu looh sesuai selera bgt ga kek kk bc ff author lain kadang ngena d hati kakk kdg juga engga , nah klo punya puput slalu ngena ..konsisten , aaa pokoknya the best dh (y) , keep writing put (y) slalu sukses buat puput d manapun brada (y) btw kurangi tu put tidur larutnya biar terhindr dr sgla macam penyakit ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥😄 krna kk bcnya jam segini jd d akhiri dg Bonne nuit ({}) hhhhi

  19. Angel mengatakan:

    😀 daebaaaakkk 👍👍👍

    Bner bgt alur ff ni kyk drama jdi baper 😍

    Yesso pux kisah d masa lalu n sperti.y kisah.y manis bgt

    Penasaran ap yg d incar para vampire d diri yesso 🙇

    D tnggu part selnjut.y

    Ttep 💪putri

  20. Devi mengatakan:

    Wahhhhhh makin seruuu zh cerita’a,,,,,,,
    Ternyata yesung oppa punya kenangan indah ma eonnie so eun mskipun nama’a bukan kim so eun,,,,,
    Ternyata saudara’a yesung oppa banyak y and semua’a ngedeketin eonnie so eun,,tpi penasaran knp semua saudara’a yesung oppa pada ngedeketin eonnie so eun????
    D tunggu kelanjutan’a chingu,,,semangat,,

  21. doris mengatakan:

    sukkaaa pas bagian dimana soeun bilang kalau mengagetkan orang adalah hobi yesung dr dulu n sukaa pas yesung jawab walau bgaimanapun soeun tetap lgsg percaya saja dg yesung jd senyummmm sendiri dehhh….

  22. tri mengatakan:

    ceritanya sangat sulit ditebak….tapi bikin penasaran, aku suka dengan couple ini, ditunggu kelanjutannya ya

  23. anna mengatakan:

    Wuaaa mkin pnsrn lnjtny,,trbw suasana bcny sprt ikt yesso brpetualang,,kshn yesso dimusihin sdr2ny untg ada sso yg mnemaniny,,smg dgn brstuny yesso mkin memprkuat kbrsamaan mrk

  24. herlin_2606 mengatakan:

    seru nih ffnya.. ditunggu kelanjutannya🙂

  25. Soeun ah mengatakan:

    Wow cerita nya gak bisa ditebak yah eon jadi makin penasaran dgn part selanjutnya😀

  26. hesti mengatakan:

    Waw keren dah buat kakak ceritanya bikin orang penasaran 👍👍👍👍

  27. ellalibra mengatakan:

    Hahaha … Lucu jg liat mrk versi dulu,,,,, so sweet bgt…..next”

  28. tyand mengatakan:

    Wach benern keren ceritany
    Sulit ditebak, jdi dulu so eun dulu seorng putri dan apakah dulu soeun kekasih yesung

  29. kimjongeun24 mengatakan:

    Hua… Crtanya bener2 bikin penasaran. Keren2…

    Ak suka,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s