~ After A Long Sleep Part 4 [ENDING] ~


after a long sleep 4

Title       :               After A Long Sleep Part 4 [ENDING]

Author  :               PrincessClouds/@helloputri228 (Putri Andina)

Genre   :               Fantasy, Romance, Comedy,

Rated    :               PG-15

Lenght  :               Chaptered

Main      :               Kim So Eun & Kim Jong Woon (Ye Sung)

Minor    :               Kim Ki Bum, Jessica Jung, Lee Sun Kyu, Kim Hyo Yeon, Amber Liu, Lee Eun Hyuk, Lee Dong Hae, Cho Kyu Hyun, Choi Si Won, Park Jung Soo, Kim Kangin, .

Warning:              Typo(s) – No Edit, OOC, Alur ngebut, deelel.

*

Bayangan itu terlihat jelas, datang begitu saja dan langsung menyingkirkan apapun yang berkeliaran di fikiran wanita muda yang sedang menikmati kopinya tersebut. Secara jelas juga sekitar kafe yang awalnya ramai berubah menjadi ruang kosong, menyisakan hanya dirinya dan langit yang hitam bersama malam yang mencekam. Tak lama, bayangan orang itu kembali jelas menunjukkan seorang laki-laki dengan rambut keemasan miliknya yang seperti berdiri di hadapannya.

“Apa khabar seluruh bangsa vampire. Aku adalah pemimpin kalian yang telah lama menghilang, Sang Ace yang telah lama kalian nantikan. Dengan intuisi ini aku sampaikan pada semua vampire bahwa sebuah perang besar akan kembali terjadi di antara kita. Bersama ini aku perintahkan kepada semuanya yang tak ingin perang ini pecah maka sebaiknya kalian tunduk pada pemimpin kalian, namun apabila para pemberontak tetap bersikukuh untuk melakukan perlawanan aku tak punya pilihan selain menghentikan kalian dengan cara apapun. Tetapkanlah pilihan kalian sebelum menyesal kemudian.”

Suara dan bayangan itu menghilang begitu saja, bersamaan dengan suasana sekitarnya yang kembali berubah menjadi kafe tempatnya duduk tadi. Vampire itu terlihat tak tenang, ketika ia mengalihkan pandangannya kepada seorang vampire yang tak dikenalnya yang kebetulan berada di sana ia juga melihat raut tegang yang sama di wajah itu. Sepertinya memang pemimpin mereka yang hilang telah bangkit kembali dan kini menyerukan peringatan kepada semua rakyatnya.

*After_A_Long_Sleep_Part_4*

So Eun terbangun begitu saja dengan suasana yang terasa tenang dan nyaman. Gadis itu melenguh, merenggangkan badannya sambil perlahan membuka matanya. Sebuah kamar bernuansa mewah tampak langsung menyambutnya.

“Huh?” Gadis itu terlihat agak kaget, ia tersentak langsung duduk melihat sekitarnya. Tak lama ia juga langsung menemukan Ye Sung yang berdiri di sudut ruangan dekat jendela.

“Kau sudah bangun?” Ye Sung menyapa tanpa menoleh padanya. Sementara itu So Eun masih memperhatikan sekitarnya dengan bingung dan penasaran. Dimana lagi ini kira-kira? Terakhir diingatnya rasanya semalam ia dan Ye Sung masih berada di pantai sebuah pulau tak berpenghuni, tapi kenapa pagi ini ia sudah di sebuah ruangan yang terlihat seperti kamar hotel mewah begini?

“Katanya ini adalah hotel dan bangunan tertinggi di dunia..” Ye Sung menggumam lagi menjawab pertanyaannya. Hal itu membuat So Eun segera melompat dan turun dari tempat tidur untuk ikut bergabung dengan Ye Sung memandangi pemandangan sekitar.

“Astaga jangan bilang kalau kita berada di Dubai.” Ucapnya masih sedikit sangsi dan tak yakin. Tapi sepertinya hal itu tak terbantahkan lagi ketika matanya menangkap pemandangan menakjubkan di bawah sana. Sebuah kota yang tersusun mewah dan dihiasi oleh bangunan-bangunan yang tinggi dan megah. “Astaga, sampai kapanpun aku tidak akan mempercayai hal ini..” gumamnya geleng-geleng kepala. Ye Sung melirik dan tersenyum kecil padanya.

“Semalam di kamar pertama yang kita datangi ternyata ada pasangan yang sedang kawin, aku terpaksa membuat mereka pingsan dan menghapus ingatan mereka sebelum pindah ke sini.”

“Apa?” So Eun menatap Ye Sung dengan pandangan sangat tidak percaya. “Itu sebabnya aku sering memperingatkanmu untuk tidak sembarangan. Bagaimana kalau ada yang sampai terkena serangan jantung? Aish, untung aku tak sadar semalam kalau tidak aku pasti sudah melihat yang aneh-aneh.”

“Aku tinggal hisap energinya.”

So Eun berdecak sebal, walau bagaimanapun Ye Sung ini tetap saja sering membuatnya kesal begini. Sementara mahluk ini terlihat tak peduli sedikitpun dengan hal seperti itu. Dia terus melakukannya lagi dan lagi.

“Oh iya, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu di sana. Kau makanlah dan aku harus pergi ke suatu tempat.”

“Kemana?” So Eun mengalihkan pandangannya dari aneka makanan yang telah ditata beberapa meter darinya dan menoleh pada Ye Sung.

“Korea. Aku ingin menemui saudara-saudaraku sebentar.”

“Huh? Kau akan pergi berperang? Lalu bagaimana denganku? Kau akan meninggalkanku disini?”

“Bukan berperang, aku hanya ingin membicarakan beberapa hal terkait perang dengan mereka. Lagipula mengenai dirimu masih belum kuputuskan. Kita bicarakan nanti.”

“Memutuskan apa?” Tanya So Eun tak mengerti. Ye Sung tak lantas menyahut, ia menghadap pada So Eun. Ditatapnya mata So Eun ketika satu tangannya terangkat menyentuh ringan bahu So Eun.

“Besok ketika perang aku membutuhkan kedua bagian mutiaraku. Ada dua jalan yang bisa kita ambil, yaitu aku mengambil kembali bagian yang ada padamu atau membiarkan mutiara itu bersamamu namun aku harus selalu ikut bersamaku.”

“Lalu?”

Ye Sung menghembuskan nafasnya sedikit berat. Melepaskan pegangannya dari bahu So Eun kembali menatap lurus melalui jendela. “Aku bimbang harus bagaimana. Aku setuju kalau cara yang teraman mungkin adalah dengan mengambil kembali bagian yang ada padamu lalu kau kusembunyikan untuk sementara waktu hingga perangnya mereda. Namun, sejujurnya aku merasa tidak akan tenang dengan cara seperti itu setelah apa yang terjadi dulu. Aku tak mau meninggalkanmu dan malah lengah, aku tidak tahu bagaimana kekuatan mereka setelah bertahun-tahun lamanya. Aku tak bisa memastikan, aku pikir aku tak bisa tenang selama ini karena aku akan merisaukan keselamatanmu.” Gumam Ye Sung pelan dan tertunduk.

“Ya sudah, kalau begitu bawa aku bersamamu.”

“Tapi masalahnya—“

“Pasti tak aman dan menakutkan, tapi kita tak punya cara. Lagipula sejujurnya aku juga tidak mau ditinggalkan sendiri dan harus was-was sendiri tentang bagaimana khabarmu disana. Aku ingin terlibat.” Ucap So Eun tanpa keraguan sama sekali. “Tapi itupun kalau kau tidak keberatan. Dengan membawaku berperang maka bebanmu ketika bertarung jadi bertambah dengan melindungiku.”

“Sejujurnya aku baik-baik saja dengan itu. Tapi kau bagaimana? Perang Vampire berarti saat dimana ada ribuan vampire yang berada di sekitarmu. Aku sudah melihat ketika kau baru dikelilingi oleh puluhan Vampire dan waktu itu kau sudah ketakutan. Bagaimana kalau—“ ucapan Ye Sung terhenti ketika giliran So Eun yang meraih bahunya. So Eun merapat padanya.

“Aku akan baik-baik saja. Yah, mungkin ngeri sedikit namun setelah itu aku yakin tidak apa-apa. Juga, walaupun mungkin tak terlalu membantu sebenarnya aku ini pintar karate. Jadi setidaknya aku bisa ‘sedikit’ melindungi diriku.” Ucap So Eun terlihat bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Ekspresi wajahnya saat ini kelihatan terlalu serius yang kini membuat Ye Sung tak bisa menahan senyumannya. Ye Sung kemudian menganggukkan kepalanya.

“Baiklah. Sejujurnya aku juga lebih suka begitu.” Ucap Ye Sung sambil mengusap pelan rambut So Eun. So Eun tampak terlonjak senang.

“Terima kasih. Kau tidak akan menyesal memilihku sebagai Partner, Ye Sung.” Ucapnya riang.

“Partner? Apa itu?” bingung Ye Sung tak mengerti. Kali ini So Eun berdecak kesal, melirik Ye Sung sambil menghela nafas panjang.

“Maksudku teman seperjuangan. Kau tidak akan menyesal memilihku.”

Ye Sung tampak menganggukkan kepalanya mengerti. Tak lama ia kembali menatap serius So Eun, meraih kembali satu bahu gadis itu agar menghadap dan menatap kepadanya.

“Ya sudah, makanlah dulu. Aku akan segera kembali.” Ucap Ye Sung serius. Berusaha membuat kontak mata sedalam mungkin dengan So Eun. So Eun sampai terdiam menyadarinya, merasakan sesuatu mulai lebih hidup di dalam dirinya.

“B-Bagaimana kalau ada pihak hotel yang masuk?” Tanya So Eun bingung, sementara matanya juga masih menatap iris Ye Sung tanpa jeda. Membiarkan Ye Sung menyelami miliknya lebih jauh.

“Aku akan segera datang dan membantumu. Lagipula aku juga benar-benar hanya sebentar, aku mungkin kembali sebelum kau selesai makan.”

“Baiklah.” So Eun menganggukkan kepalanya, untuk pertama kalinya mengalihkan perhatiannya dari Ye Sung. Ia takut kalau mutiara di dalam dirinya kembali menyala, walaupun Ye Sung terlihat biasa saja dengan gesture sederhana tapi hangat di antara mereka. “Kau benar-benar harus kembali sebelum aku selesai makan ya? Kalau tidak aku akan marah.” Ancamnya gugup, pura-pura serius.

“Ya.” Ye Sung lebih mendekat, memiringkan wajahnya sambil salah satu tangan terangkat menyentuh salah satu sisi wajah So Eun. Ia kembali menghubungkan kedua iris berbeda warna milik mereka dengan tatapan yang dalam dan bersungguh-sungguh. “Ini konyol sekali tapi setelah ingat semuanya sejujurnya aku jadi sedikit takut meninggalkanmu walau hanya dalam beberapa menit.” Ye Sung tersenyum kecil sambil mengelus pipi So Eun lembut dengan ujung ibu jarinya. So Eun terdiam, ia ikut terbawa suasana dan ia tak tahu harus mengatakan apa. Sikap dan perbuatan Ye Sung ini seakan tengah menguncinya.

“Y-Ye Sung kalau kau terus bersikap aneh begini nanti mutiaranya menyala dan beberapa vampire yang berada di sekitar sini datang..” ucapnya gugup. Ye Sung terkekeh mendengarnya.

“Ya sudah aku pergi, berhitunglah sampai seratus maka aku akan kembali lagi.” Ucap Ye Sung sambil melepaskan So Eun dan mulai mundur menjauh. Sementara itu So Eun hanya menatap ketika Ye Sung terus menjauh tanpa mengatakan apapun. Tapi ia dapat merasakan sejenis perasaan aneh seperti takut melepas Ye Sung pergi. Bodoh sekali, padahal vampire itu hanya pergi dalam beberapa menit saja.

“C-Cepat kembali..” So Eun akhirnya tak tahan untuk menyampaikan ucapannya itu. Ye Sung tampak tersenyum menyahutinya, sebelum pada akhirnya sosok itu menghilang tiba-tiba dari pandangannya. So Eun mengerjap menatap kosong ruang yang ditinggalkan Ye Sung.

“Tuanku, cepat kembali..” gumamnya lirih, mulai merasa kesepian.

“Dengan mengumumkan melalui intuisi seperti itu berarti dia telah benar-benar siap untuk menghadapi kita. Kita sepertinya harus benar-benar mempersiapkan diri.” Si Won bergumam pada saudara-saudaranya yang lain. Para Pangeran itu kini tampak sudah kembali berkumpul di ruangan utama istana vampire yang terletak jauh di tersembunyi dari kasat mata manusia. Mereka terlihat kembali menyusun rencana pemberontakan yang mereka lakukan.

“Begitulah. Bukankah akhirnya ini melegakan? Mengingat kita sudah menunggu terlalu lama.” Dong Hae menyahut dengan sedikit antusias.

“Tapi apakah kalian tidak khawatir pada kekuatannya? Walau bagaimanapun dia memiliki mutiara Ace.” Kali ini Eun Hyuk yang bersuara, membuat saudaranya yang lain serentak menoleh padanya.

“Benar. Tapi bukankah kita sudah menyiapkan ini semua dari lama. Selain menggabungkan kekuatan, kita telah membuat banyak persekutuan dengan bangsa vampire lainnya. Juga Seperti yang kalian tahu bahwa sebelum menghilang ia baru beberapa hari menjadi Ace jadi bangsa vampire tidak terlalu mengenalnya. Tidak ada yang akan berpihaknya kecuali kalau ada beberapa pengikut setia ayah dulu yang masih hidup.” Ujar Si Won dengan sangat yakin.

“Kudengar Lee Teuk sempat mendatanginya.” Gumam Kyu Hyun.

“Lalu kenapa? Seperti yang kita tahu Lee Teuk tak memiliki apapun selain mulut besarnya itu . Walaupun ada aku yakin ia hanya memiliki sedikit pengikut, sangat berbeda dengan kita.”

“Juga jangan lupakan kalau kita memiliki senjata rahasia..” Ki Bum yang sejak tadi diam ikut bersuara, mendatangkan tolehan dari saudaranya yang lain. Mereka tampak kembali menyeringai.

“Benar. Kita pasti benar-benar akan memenangkan pertempuran ini.” Ucap Dong Hae sambil menganggukkan kepalanya yakin.

“Lalu menurut kalian bagaimana dengan Kim So Eun?” Tanya Eun Hyuk kemudian.

“Melihat bagaimana sikapnya selama ini, aku yakin bahwa Ye Sung tidak akan lengah lagi terhadap gadis itu. Aku yakin dia akan membiarkan setengah mutiara itu tetap berada di dalam tubuh gadis itu dan akan membawanya kemana-mana. Ye Sung pasti tak mau mengambil resiko kalau kita akan mengincar kekasihnya lagi seperti dulu.” Jelas Kyu Hyun. Saudara-saudaranya yang lain tampak mengangguk setuju.

“Kalau begitu bagus, setidaknya juga konsentrasinya akan lebih terbagi sehingga akan lebih mudah mengalahkannya.”

“Kalian masih saja senang bermain licik, ya…” sebuah suara yang tidak terlalu diinginkan tiba-tiba terdengar, ketika dari sebuah sudut seseorang bergabung dengan kelimanya. Hal itu tentu saja membuat kaget mereka semua.

“Kau? Sejak kapan kau disana?”

“Sejak kalian kembali membawa-bawa nama kekasihku.” Ye Sung menyahut cuek sambil mendudukkan dirinya bak bos di salah satu sofa. Ia terlihat tak waspada sama sekali terhadap para saudaranya yang malah bersikap jaga-jaga.

“Untuk apa kau kemari?” Tanya Eun Hyuk setelah beberapa saat.

Ye Sung menyeringai, ia lalu mengalihkan pandangannya menatap wajah saudaranya itu satu persatu. “Apa ada larangan untukku datang kemari. Walau bagaimanapun aku adalah salah satu pemilik istana ini, sama dengan kalian. Bahkan aku lebih berhak berada di sini daripada kalian.”

“Jangan membuatku tertawa. Kau sendiri yang memutuskan untuk meninggalkan semua ini demi seorang manusia.”

Ye Sung mengalih cepat pada Ki Bum, terlihat sedikit tajam. Tapi Ki Bum terlihat tak gentar sama sekali dengan hal itu. “Setiap melihatmu aku benar-benar kesal, Ki Bum. Bahkan walau telah membunuhnya dulu sampai sekarang kau sama sekali tidak merasa bersalah. Sejujurnya pada kalian semua juga, kalian bahkan tidak merasa bersalah ketika membunuh saudara kalian sendiri.”

“Merasa bersalah? Apakah aku harus? Toh, selama ini kita memang membunuh manusia untuk bertahan hidup. Kau pun juga.”

“Huh, mau aku berbicara seperti apapun pada akhirnya kalian tidak akan memahaminya. Karena kalian tidak punya perasaan selain hawa nafsu.”

“Bukankah semua vampire seperti itu? Bukankah itu lebih baik daripada harus berakhir bersembunyi seperti yang kau lakukan dulu.” Kyu Hyun menyahut tak kalah dingin di tempatnya.

“Sekarangpun kau harus bersiap-siap, karena semua itu mungkin akan terjadi lagi. Lindungi mutiaramu, lindungi dirimu, dan lindungi kekasihmu karena kau tak akan pernah tahu apa yang akan kami lakukan untuk mendapatkan apa yang seharusnya kami dapatkan dari dulu.” Si Won ikut bersuara sambil berseringai kejam.

“Kalau misalnya aku kalah dan kalian mendapatkan mutiara itu, lalu apa yang terjadi selanjutnya? Apa kalian akan mungkin saling membunuh untuk memperebutkannya?”

Pertanyaan itu agaknya membuat kelimanya seperti tertohok. Para pangeran tampan itu tampak terdiam sambil mengalihkan wajahnya menatap satu sama lain. Keraguan terlihat di wajah itu yang membuat Ye Sung lebih menyeringai.

“Tentu saja. Tidak ada dari kalian yang akan mau mengalah ataupun merasa lebih lemah dari yang lainnya. Aku yakin, sampai hanya tinggal satu orang yang terkuat maka kalian tidak akan berhenti saling membunuh. Alangkah tragisnya itu.”

“Itu urusan kami. Yang pasti sekarang kami akan bersatu untuk merebutnya dari vampire tak becus sepertimu.” Kata Dong Hae menengahi kebingungan di antara mereka. Jawabannya lagi-lagi membuat Ye Sung tertawa.

“Baiklah, pada akhirnya kalian tetap tidak bisa diperingatkan, bukan?” Ye Sung bangkit kembali dari tempat duduknya dan melirik saudaranya itu kembali dengan tatapan tegas. “Aku datang untuk memastikan pada kalian bahwa perang akan dimulai. Pada saat itu, apapun caranya aku pasti akan memusnahkan para pemberontak dan karena aku adalah vampire yang memiliki perasaan… maka kalian juga harus bersiap dengan balas dendamku terhadap apa yang telah kalian lakukan pada kekasihku di masa lalu.”

“Kau juga tak seharusnya langsung merasa berbesar hati karena memiliki mutiara itu, Ye Sung. Kau juga harus tahu bahwa kami juga tidak akan bertempur tanpa persiapan.” Kata Ki Bum memperingatkan.

“Dan sebaiknya kau menjaga kekasihmu baik-baik karena aku tak ingin kau melarikan diri lagi hanya karena tak becus melindunginya.” Kyu Hyun menambahkan.

“Semua itu tak akan terjadi lagi. Karena aku tak akan jatuh ke lubang yang sama..” ucap Ye Sung untuk terakhir kalinya. Setelah mengucapkan perpisahan, sang Ace itu kembali menghilang darisana.

“Katanya akan kembali sebelum aku selesai menghitung sampai seratus. Mana? Sampai aku selesai makan dia tak juga kembali.” So Eun menggerutu, keluar dari kamar mandi setelah ia selesai membesihkan diri. Ia menatap seisi kamar dengan ekspresi lebih kesal karena menyadari bahwa yang ditunggunya belum juga kembali hingga saat ini. Gadis itu benar-benar merasa ditipu. “Lihat saja, nanti ketika aku pulang aku akan mengacuhkannya biar dia tahu rasa. Lihat saja.” Omelnya sambil melemparkan handuk di tangannya ke atas tempat tidur. Gadis itu kemudian bergeser kembali ke dekat jendela.

“Tapi tidak terjadi apapun padanya, bukan?” Gumam So Eun sambil menatap nyalang deretan gedung-gedung mewah di luar sana. Gadis itu menggigit pelan bibirnya cemas.

“Kau menunggu seseorang?” Bisikan itu berhembus di telinganya, membuat gadis itu tersentak kaget dan segera berbalik. Namun ia lebih dibuat kaget ketika sebuah lengan meraih punggungnya, dimana tak lama tubuhnya bertubrukan dengan tubuh lainnya ketika lengan tadi mendekapnya pelan.

“Y-Ye Sung?” Gumamnya pelan. Terlihat bingung dengan sikap tiba-tiba Ye Sung.

“Maaf, aku sedikit terlambat.”

Dekapan Ye Sung perlahan melonggar, membuat jarak di antara mereka kembali. So Eun kini telah meluruskan berdirinya kembali dan berhadapan dengan Ye Sung. So Eun menyadari senyuman lelah di wajah itu.

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu?” Tanya So Eun cemas. Ye Sung lagi-lagi hanya memberikan senyuman miris padanya.

“Banyak hal yang telah terjadi, bukan hanya sesuatu..”

Apa maksudnya itu? So Eun tak mengerti. Tapi melihat ekspresi Ye Sung sekarang sepertinya bertanya adalah hal yang mustahil. Lagipula kalau dijelaskanpun So Eun yakin ia tidak akan langsung mengerti dan hanya akan terus bertanya dan bertanya.

“So Eun, apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?”

“H-Huh? K-Kenapa kau menanyakan itu tiba-tiba?”

“Namanya kencan, bukan? Ketika seseorang mengajak kekasihnya ke suatu tempat? Aku ingin mengajakmu kencan?”

“K-Kekasih?” Wajah So Eun sedikit memerah karena ucapan itu. Namun ia juga tak ingin membantahnya, jauh di dalam hatinya. “H-Huh, kenapa tiba-tiba?”

Senyuman miris itu kembali terlihat di wajah Ye Sung, ketika meraih kedua tangan So Eun. Ia kemudian mengusap lembut jemari-jemari So Eun di dalam genggamannya.

“Aku hanya ingin membuatmu bahagia hari ini sebelum hari esok datang. Karena besok, aku mungkin akan membuatmu kelelahan dan ketakutan dengan perang yang akan terjadi. Jadi sebelum itu maka hari ini aku ingin membuatmu bersenang-senang dulu.”

So Eun menggigit bibir bawahnya, kini ia mulai mengerti apa yang sedang terjadi. Jadi perangnya besok, huh? Dan dia akan menjadi satu-satunya manusia yang bergabung.

“Kau takut?” Tanya Ye Sung yang membuatnya mengangkat wajahnya lagi menatap Ye Sung. Membiarkan kembali dirinya menyelami iris hitam kelas milik Ye Sung itu.

“T-Tentu saja. Tapi karena nanti kau akan selalu bersamaku maka aku yakin bahwa aku tidak akan kenapa-napa.” Ucapnya pelan. Dia lalu lebih menatap mata Ye Sung lagi. “Kalau kau bagaimana? Kau takut?”

“Tidak. Hanya saja, aku tetap menyayangkan kenapa ini semua harus terjadi. Sejujurnya aku ingin menghindarinya tapi… aku tak punya pilihan.” Jemari Ye Sung bergerak lagi di tangannya, tampak kembali mengusap dan menggenggamnya lembut. “Sudahlah, yang akan terjadi biarkanlah menunggu. Yang penting sekarang kita melakukan apa yang harus kita lakukan. Jadi bagaimana? Kau sudah memutuskan akan kemana?” Tanya Ye Sung kembali tersenyum menatap So Eun.

So Eun tak langsung menyahut, ia terdiam sambil menatap Ye Sung yang penasaran. Hingga akhirnya, ia mulai menyuarakan keputusannya. “Aku ingin belajar menunggangi kuda. Dulu kau pernah berjanji padaku tapi pada akhirnya kita tak jadi pergi karena kejadian itu.” Gumam So Eun, terlihat sedikit gugup dan tak yakin mengatakannya. Sementara Ye Sung mengangkat alis mendengarnya.

“Apa-apaan ini? Kau bahkan tak mengingat apapun tapi sekarang kau bersikap seperti Tuan Putri.”

“Aku bukannya berniat meniru, tapi memang itulah yang saat ini kuingin lakukan denganmu. Juga, kau duluan yang memperlakukanku seperti Putri-Lee Ga Eul kenapa kau sekarang malah mengejekku dan kembali bersikap menyebalkan.”

“Dua-duanya aku suka. Putri Lee Ga Eul yang lembut ataupun Kim So Eun yang cerewet. Aku tak keberatan kencan dengan siapapun karena aku tahu kalian adalah orang yang sama.”

“Kalau begitu jangan tanya lagi, karena aku memang sedang ingin menjadi Putri Lee Ga Eul dengan ingin belajar berkuda..” gerutu So Eun sambil masih mengalihkan wajahnya yang memerah dari Ye Sung.

“Tapi sikapmu sekarang sama sekali tidak seperti Tuan Putri.”

“Yah—“

“Iya, Tuan Putri. Kita akan pergi. Jangan marah.” Ye Sung terkekeh sambil lagi-lagi memeluk So Eun sebelum akhirnya membawanya menghilang dari tempat itu. Malam ini, ia akan membawa So Eun kemana saja dan menyenangkan hatinya. Ia akan membuatnya bahagia sebelum besok hari yang menakutkan itu datang.

Keduanya memutuskan kembali ke Korea keesokan harinya. Namun, sebuah hal yang mengagetkan langsung menyambut kedatangan mereka.

Sesampainya di Korea mereka menemukan bahwa perjalanan waktu sudah dimatikan, dimana hal itu membuat jutaan manusia tiba-tiba terdiam di tempatnya seperti patung. Kerusakan juga terlihat di sana sini, salah satunya apartemen So Eun yang kini sudah terlihat hancur sama sekali. Seluruh kaca dan dinding telah terbuka, membuat mereka dapat melihat kerusakan yang terjadi di setiap penjuru kota. Beberapa vampire tampak terbang dan berlalu lalang di luar sana.

“Apa mereka bercanda..” gumam So Eun shock dan tidak percaya dengan apa yang terlihat di depannya. Sementara itu Ye Sung tampak memeriksa sekitarnya.

“Jangan khawatir, kerusakan ini tidaklah nyata. Ketika waktu kembali dihidupkan maka semua akan kembali seperti semula.”

So Eun terdiam, tak dapat dikatakan apa ia harus lega dengan penjelasan itu atau tidak. Yang jelas saat ini semuanya terasa mencekam.

“Tapi semua yang kulihat adalah kerusakan tunggal. Aku tidak melihat semacam perang atau sebagainya.” Ujar So Eun masih diam-diam memperhatikan sekitar kota yang berantakan. Ia berusaha agar tidak ada vampire yang mencium keberadaan mereka. Setidaknya tidak dulu.

“Itulah yang saat ini juga kupikirkan. Melihat semua kerusakan disini sepertinya semua vampire membiarkan atau malah membantu saudara-saudaraku. Aku tidak melihat adanya sejenis perlawanan ataupun pemberontakan.”

“Lalu apakah itu artinya kita berdua harus menghadapi mereka semua?”

“Sulit dipastikan.”

Ye Sung meraih tangan So Eun, membawanya menghilang darisana menuju suatu tempat. Dalam sekejap mereka sudah sampai di salah satu sudut jalan tak jauh dari gedung apartemen So Eun tadi.

Beberapa vampire yang lewat mulai menyadari keberadaan mereka. Beberapa yang terbang tampak mulai mendekat, berkumpul bersama rombongan lainnya yang datang entah darimana.

“Sang Ace..” bisik mereka mendesis. Semua vampire kini memang telah kembali berwujud seperti sosok mereka yang sebenarnya. Tampilan yang menyeramkan dengan taring yang tajam dan kuku yang memanjang. Semua yang ada disana kini berkumpul, mengerubungi keduanya.

“Apa yang terjadi disini?” Tanya Ye Sung tetap terlihat tenang. Tangannya menggenggam erat jemari So Eun yang terasa bergetar dalam pegangannya. Gadis itu juga merapat padanya. “Dimana saudara-saudaraku?”

So Eun memberanikan diri untuk melihat wajah itu satu persatu. Dimana ia langsung menyesal menyadari betapa sungguh menyeramkannya sosok mereka semua. Ia kembali menundukkan wajahnya dan merapat pada Ye Sung.

“Tuan, apa yang harus kami lakukan? Kami juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi?” Tanya salah satu vampire yang berada di sekitarnya. Beberapa teriakan yang sama juga terdengar yang menyiratkan bahwa sepertinya mereka hanyalah vampire biasa. Bukanlah sekutu dari saudara-saudara Ye Sung.

“Seperti yang kukatakan sebelumnya, pada saat ini kembali terjadi perang perebutan mutiara Ace antara diriku dengan beberapa vampire lain yang tak lain adalah saudaraku. Ini adalah perang besar. Oleh sebab itu, semua vampire harus menentukan sikap tentang hal ini. Kalian boleh berpihak padaku atau pada saudara-saudaraku, apapun keputusan kalian nanti akan menentukan jalan hidup kalian selanjutnya.” Seru Ye Sung dengan lantangnya. Pengumumannya itu membuat beberapa vampire disana saling berbisik-bisik, walau dengan nalurinya Ye Sung dapat merasakan ada beberapa dari mereka yang sebenarnya tengah memata-matainya. Sepertinya ada beberapa orang disini yang merupakan sekutu para saudaranya.

“A-Apa anda benar-benar seorang Ace? Raja yang kami tunggu selama ini.”

“Bukankah kalian telah kutemui sendiri secara pribadi. Seperti yang kalian tahu hanya seorang Ace yang mampu melakukan hal seperti itu.”

“Jadi anda benar-benar telah kembali. Lalu, bagaimana dengan manusia ini?”

Ye Sung melirik So Eun yang sejak tadi tanpa sadar diacuhkannya. Gadis itu tampak masih was-was berada di antara vampire seperti ini. Ye Sung memperat pegangannya pada jemari So Eun.

“Dia adalah tanggung jawabku. Dia akan ambil bagian dalam perperangan ini.”

Para vampire itu kembali ribut setelah mendengar penjelasan itu. Sebagai vampire, tentu mereka dapat melihat bahwa mutiara Ace masih tersimpan terpisah di tubuh keduanya. Hal itu seperti menjadi kebimbangan tersendiri bagi mereka dalam memihak Ye Sung. Mereka mungkin takut kalah, karena bukan rahasia kalau pihak yang kalah dalam perang vampire biasanya akan dimusnahkan oleh pihak yang menang.

“Apa anda tidak mempunyai sekutu? Maksudnya, apa anda tidak punya pasukan pelindung lainnya?”

“Benar, dari yang kami dengar pihak sekutu dari saudara anda sangat banyak. Saya mendengar bahwa pemberontakan ini sudah direncanakan sejak ratusan tahun lalu ketika anda menghilang.”

“Kami ingin memihak anda, karena anda adalah sang Ace yang asli. Pemimpin kami. Tapi bagaimana kalau anda kalah bertarung?”

“Dia punya sekutu!” Sebuah suara tiba-tiba mengintrupsi, membuat semuanya menoleh menuju rombongan vampire lainnya yang datang. Lee Teuk tampak memimpin mereka semua.

“Itu Tuan-Lee Teuk..” bisik So Eun pada Ye Sung. Tampak senang melihat kedatangan Lee Teuk dengan ratusan vampire bersamanya.

“Kami adalah sekutunya.” Sambung Lee Teuk sambil bergabung dengan Ye Sung. Ia sempat memberikan hormat pada Ye Sung yang diikuti oleh ratusan pengikutnya. Sementara Ye Sung sendiri masih terdiam, sepertinya ia cukup tak menyangka dengan hal ini.

“Penasehat, bagaimana kau mengumpulkan mereka semua?” Tanya Ye Sung setelah beberapa saat. Lee Teuk tampak tersenyum padanya.

“Tepat setelah saya diusir dari istana dan mengetahui rencana saudara anda, Yang mulia. Ketika itu saya juga mulai mencari sekutu untuk membela anda mempertahankan hak anda. Walaupun saya harus melakukannya sembunyi-sembunyi karena takut diketahui. Jumlahnya pun tak seberapa dengan jumlah yang berhasil dikumpulkan oleh saudara anda.”

“Walau begitu terima kasih, Penasehat. Saya tidak tahu apa yang saya lakukan tanpa kehadiran anda.”

“Apapun untuk anda, Yang mulia.” Ucap Lee Teuk sambil tersenyum. Ia kemudian melirik So Eun yang masih terdiam di sisi Ye Sung. “Tapi apakah anda benar-benar akan menyertakan tuan putri ke dalam perang? Apakah anda yakin dengan keputusan anda?”

“Ini keputusan kami berdua. Lagipula belajar dari pengalamanku sebelumnya aku benar-benar tak bisa meninggalkannya sendiri.” Ucap Ye Sung yakin sambil melirik So Eun. So Eun tampak tersenyum padanya.

“Baiklah kalau memang itu keputusan anda, Yang mulia. Apapun itu saya akan mencoba melindungi anda serta mutiara yang berada dalam tubuh kalian berdua.”

Kesukacitaan itu tak berlangsung lama ketika langit mendung terlihat lebih menghitam. Angin yang awalnya bertiup tenang berganti sedikit menjadi badai bersama sinar matahari yang perlahan mulai bersembunyi di balik awan hitam. Si saat itulah ratusan atau mungkin ribuan vampire melayang ke udara dan mendekat.

“Mereka datang..” Gumam Lee Teuk menengadah menatap ke angkasa yang ternyata bukan gelap karena awan melainkan karena kedatangan tim sekutu. Jumlah mereka sangat banyak, mungkin sekitar tiga atau bahkan empat kali lipat dengan rombongan yang dibawa Lee Teuk. Selain itu juga terlihat dua mahluk sejenis goblin yang berada di barisan depan bersama kelima pangeran pemberontak.

“Mereka bahkan bersekutu dengan mahluk kegelapan lainnya. Kalau seperti ini bahkan aku tak kaget kalau mereka juga mempengaruhi para Dark Angel.” Gumam Lee Teuk. Sementara Ye Sung tak mengatakan apapun, hanya memperhatikan barisan yang mendekat. Sementara itu So Eun juga melakukan hal yang sama, walau raut ketegangan terlihat di wajahnya.

Para pangeran pemberontak akhirnya menapak ke tanah, keangkuhan terlihat di wajah mereka. Sementara rombongan di sekitar Ye Sung tampak mulai merapat padanya, walaupun ada beberapa dari vampire yang memilih berlari ke arah sekutu.

“Apa kami terlalu berlebihan? Kalian bahkan terlihat tak terlalu siap dengan perang ini.” Gumam Eun Hyuk sinis, terlihat merendahkan. Ye Sung dapat merasakan bagaimana para vampire yang berada di sekitarnya mulai gelisah.

“Dari awal kami bukan yang menginginkan perang ini. Kalian lah yang membuatnya sendiri.” Gumam Ye Sung tenang. Salah satu jemarinya tampak masih menggenggam tangan So Eun. “Tapi mengapa goblin, setahuku mereka hanya mahluk besar yang bodoh. Kalian seharusnya meminta permintaan para penyihir atau Dark Angel? Atau.. apa mereka menentang pemberontakan yang kalian lakukan? Dari awal seharusnya kalian tahu bahwa kalian harus patuh pada pemimpin kalian.”

“Apa maksudmu seorang pemimpin yang melarikan diri karena manusia? Bahkan hari ini karena kelemahanmu kau sampai melibatkannya dalam hal ini. Bagaimana para vampire akan tunduk dengan pemimpin sepertimu.” Kali Kyu Hyun meladeninya. Berhasil membuat beberapa vampire yang berpihak pada Ye Sung kembali saling berbisik resah. “Lagipula sebelumnya kami pikir akan lebih banyak lawan sehingga itu sebabnya kami meminta pertolongan para goblin ini kalau saja nanti kami kewalahan dengan pasukanmu. Tapi ternyata hanya segini?”

“Jangan takut. Mereka tidak akan datang dengan percuma. Setidaknya mereka bisa mati di tanganku.” Ucap Ye Sung sinis. “Haruskah kita mulai perangnya sekarang? Dari kemaren terlalu banyak drama disini padahal seharusnya ini cerita yang menegangkan..” gumam Ye Sung tak lama. Semua vampire tampak mulai bersiaga karena ucapannya tersebut. Semuanya sepertinya telah bersiap untuk berperang.

“SERANG!!!”

Tak perlu menunggu lama, perang itupun mulai pecah ketika kedua kubu mulai menyerang. Para vampire yang dipimpin oleh Lee Teuk mulai maju, sementara para pangeran dan goblin hanya tenang di posisinya ketika pasukannya mulai balas menyerang.

Ye Sung menarik So Eun sebelum ia bergabung dengan pasukannya. Sebuah pedang saat ini muncul begitu saja di tangannya ketika ia menyerahkannya pada So Eun. “So Eun, dengarkan aku. Bawa pedang ini bersamamu lalu bersembunyilah di samping bangunan itu. Untuk saat ini tempat itu mungkin masih aman karena aku akan menghalau mereka pergi. Tapi apabila ada yang datang maka gunakan ini sebagai pertahanan diri. Jangan pergi jauh-jauh dariku. Aku akan mendengarmu kapanpun kau berteriak.” Ucap Ye Sung sambil menyerahkan pedang itu ke tangan So Eun. So Eun langsung berteriak dan mengangguk.

“Jaga dirimu, Ye Sung..” bisik So Eun gelisah. Ye Sung mengangguk.

“Tenang saja, aku akan memenangkan ini. Percaya padaku.” Ucap Ye Sung mengacak pelan rambut So Eun. Ketika So Eun pergi ia sempat menarik gadis itu lagi dan mengecup bibirnya singkat. Setelah itu ia menganggukkan kepalanya dan melepas So Eun pergi ke arah bangunan yang di maksudnya tadi. Setelah memastikan So Eun sampai disana iapun bergabung dengan pasukannya yang mulai tumbang karena ketidakseimbangan jumlah sekutu.

Sementara itu sesuai dengan pesan Ye Sung, So Eun kini segera berlari ke balik bangunan yang dimaksud. Pedang tadi ia genggam dengan erat ketika kini ia berhasil mencapai tempat yang memang sepi dan tersembunyi itu. Ia melihat ke arah Ye Sung lagi, terlihat cukup lega karena Ye Sung memang mampu mengalahkan beberapa hampir hanya dengan sekali serangan. Dia adalah seorang Ace walau bagaimanapun.

“Hati-hati..” So Eun berbisik gelisah. Keringat dingin terasa membanjiri tangan dan pedang yang dipegangnya.

Syuut.

So Eun kaget ketika sebuah cahaya ungu melesat cepat ke samping wajahnya, hampir mengenainya. So Eun segera menoleh ke arah serangan dan langsung membesarkan mata ketika cahaya lainnya datang ke arahnya. Beruntung ia mempunyai reflek yang bagus sehingga cahaya itu berhasil kembali melesat. Membuat bolong tembok di belakangnya.

“J-Jessica?” Gumamnya kaget menyadari siapa yang menyerangnya yang berdiri sekitar sepuluh meter darinya. Jessica tampak tersenyum sinis padanya, sebelum beranjak dari tempat itu. So Eun merasakan bahwa mahluk itu memancingnya untuk mengikutinya.

So Eun masih ingat pesan Ye Sung tadi, namun saat ini ia juga merasa penasaran dengan Jessica. Dia ingin tahu lebih jauh apa yang diinginkan vampire wanita itu darinya. Kenapa ia sangat membencinya. Apa sebenarnya alasannya mendekati So Eun sebagai teman selama ini. Lagipula, Jessica mungkin tidak pergi jauh, mungkin dia masih berada di belakang bangunan ini. Maka hal yang akan So Eun lakukan adalah memastikannya. Kalau tidak ada maka ia akan kembali kesini dan menunggu Ye Sung.

So Eun akhirnya memutuskan untuk mengikuti arah pergi Jessica.

Benar, seperti dugaannya ternyata vampire wanita itu masih berada di belakang bangunan ini. Terlihat seperti menunggunya.

“Apa yang kau inginkan?” Tanya So Eun, menghentikan langkahnya agar tidak terlalu dekat pada Jessica. Pegangannya pada pedang terasa lebih erat.

“Bukankah seharusnya kau sudah tahu?”

“Dengan membunuhku maka kau juga membahayakan Pangeran. Kalau aku mati maka mutiara ini akan ikut mati bersamaku yang artinya akan membuat kekuatan sang Ace melemah. Dia bisa kalah dan terbunuh karena pertarungan.”

“Lalu?”

“Kalau mencintainya maka kau tak seharusnya membahayakannya!” So Eun kali ini berteriak, sedikit lepas kendali. Namun Jessica malah tertawa, terdengar melecehkan.

“Cinta? Apa itu nama sejenis makanan?”

So Eun menatap Jessica dengan ekspresi geram. Sekarang dia baru ingat kalau hanya beberapa vampire saja yang mempunyai hati, yang berarti hanya beberapa yang memiliki perasaan seperti cinta. Dari awal perasaan Jessica pada Ye Sung bukan cinta tapi mungkin semacam nafsu. Dimana hal itu membutakannya sehingga membuatnya ingin membunuh So Eun tanpa peduli dampaknya untuk Ye Sung. Yang penting So Eun pergi dari Ye Sung, hanya itu yang ada dipikirannya.

“Sebenarnya dari dulu aku ingin membunuhmu. Tapi sayangnya aku tak bisa karena kau dikelilingi oleh jutaan vampire yang menunggu pangeran. Tapi kini berbeda, semua orang sibuk dengan dirinya sendiri.”

“Kau bahkan tak peduli kalau dia terbunuh karena perbuatanmu, kan?”

“Mau bagaimana lagi, lagipula sudah ratusan tahun aku hidup tanpanya. Sekarang tidak ada bedanya lagi itu semua. Namun kalau dia bersama yang lain aku terganggu.” Jessica kembali memainkan jemari lentiknya, sebuah bola api ungu kembali terangkai dari ujung-ujung jarinya. So Eun menelan ludahnya, mulai ikut mempersiapkan dirinya. “Sekarang enyahlah.”

Syuut!

Entah karena dia memang beruntung, namun lagi-lagi So Eun dapat lolos dari serangan itu ketika pedang ditangannya berhasil menangkis serangan yang Jessica kirimkan. Jessica tampak geram, kali ini digunakannya kekuatannya dan langsung merabut pedang itu dari So Eun. So Eun mempertahankannya, walau tentu ia kalah. Pedang itu kini terlempar begitu saja dari pegangannya.

“Sekarang tak ada lagi penganggu..” desis Jessica kembali merangkai bola cahaya dari jemarinya. Mata merah vampire itu tampak lebih merah lagi, terlihat menyeramkan begitu melihat So Eun yang membeku di tempatnya, kebingungan akan bagaimana. Ia bahkan tak kuasa walau menggerakkan bibirnya memanggil Ye Sung. “SEKARANG MUSNAHLAH!!!”

Syuut!

So Eun melihat momennya ketika bola cahaya itu melayang tepat ke arahnya, menuju jantungnya. Namun sekejap ketika cahaya itu hampir mengenainya sebuah cahaya biru lainnya tiba-tiba datang dan menabrak cahaya ungu Jessica sehingga berubah arah.

Bantuan? So Eun bahkan belum siap untuk melihat ke arah datangnya bola cahaya itu ketika cahaya lainnya datang dan langsung menghantam tubuh Jessica. Vampire itu langsung terlempar ke sisi sebuah bangunan di belakangnya.

“Siapa itu!” Jessica berteriak sangat marah. Tak lama pemilik bola biru itu mulai menampakkan dirinya, dimana hal itu mengagetkan keduanya.

“A-Amber?” panggil So Eun tak yakin.

Amber masih sama, memasang wajah yang datar ketika ia menapakkan kakinya mendekati keduanya. Ia dalam sosok vampirenya, dengan mata semerah darah dan taring yang menggantung. Sebuah cahaya api biru tampak masih menari-nari di salah satu tangannya.

Jessica tampak geram. Ia bangun dari posisinya dan menghadap pada Amber. “Apa maumu? Kenapa kau campuri urusanku!” teriaknya geram.

“Yang kau lakukan dapat membunuh sang Ace.” Amber menjawab datar.

“Aku tak pernah tahu kalau kau adalah pemihak Pangeran.” Jessica menatap So Eun, dimana So Eun sendiri masih tak mengerti dengan apa yang terjadi. “Atau.. jangan bilang kau bersimpati pada manusia ini?” ucap Jessica kemudian. Namun segera ia kembali mendapat serangan, membuatnya terhempas kembali ke dinding di belakangnya. Jessica terlihat marah, berniat untuk membalas namun secepat kilat Amber melesat kembali kepadanya. Mencengkeram leher Jessica, mendorongnya keras ke dinding. Jessica terlihat kesakitan. “Leppas..” keluhnya, merasakan kulitnya nyaris terbakar karena tangan Amber yang terus mengeluarkan cahaya api untuk membakar kulitnya. Tekanannya juga sangat kuat.

Amber menekan leher itu sangat kuat, sementara itu wajahnya terus terlihat datar. Perlahan Jessica benar-benar seperti kehilangan tenaga. “Musnah..” Dengan begitu tubuh Jessica langsung melebur seperti pasir. Jatuh ke tanah dan menghilang terbawa angin. So Eun menutup mulutnya, masih tak yakin dengan apa yang dilihatnya.

Amber meniup telapak tangannya setelah melenyapkan Jessica, membiarkan abu tubuh Jessica hilang seluruhnya dari telapak tangannya. Amber lalu melirik So Eun sejenak, bertemu dengan So Eun yang masih tak mampu mengatakan apa-apa, sebelum berniat pergi tanpa mengatakan apapun.

“T-Tunggu..” panggil So Eun bergetar. Amber tampak menghentikan langkahnya walau tak berbalik. “M-Mengapa kau menolongku?” tanya So Eun lagi. Suaranya masih bergetar.

“Aku hanya menghindari kekacauan yang lebih parah karena pemberontakan ini. Kembalilah ke sisi sang Ace, mutiaranya harus ada di sekitarnya kalau tidak dia akan lemah.”

“T-Tapi kau tidak terlihat berpihak pada siapapun..” So Eun kembali memberanikan diri untuk bertanya. Kembali menahan Amber pergi. “A-Apa, a-apa, semua ini karena aku? A-Amber, apa kau adalah salah satu vampire yang memiliki perasaan?”

“Tidak. Tapi sejauh ini kulihat kau tidak berbahaya. Aku tak mengerti kenapa kau harus terlibat dengan semua ini.” Amber kembali berjalan ketika tak lama sayapnya mulai mengembang. “Lagipula kalau aku harus berpihak, maka aku akan berpihak pada pilihan Ryeo Wook.” Ucapnya sebelum kembali terbang. Melayang ke udara dan pergi.

So Eun masih terdiam, masih berusaha mencerna apa yang baru saja dikatakan Amber. Mencoba mengingat-ingat. “Ryeo Wook? Pangeran Ryeo Wook? Salah satu saudaranya Ye Sung?” bingungnya masih tak mengerti. Ia kemudian menatap arah pergi Amber tadi dimana ia kini hilang tak berjejak.

“Y-Ye Sung..” So Eun tiba-tiba tersadar dari lamunannya. Ia kemudian segera memungut pedanganya lagi dan berniat kembali ke arah dimana seharusnya ia menunggu Ye Sung. Namun tiba-tiba sebuah angina datang padanya, sedikit menyeretnya ketika ia merasakan dekapan. “Y-Ye Sung..” ujarnya begitu menyadari siapa itu.

Ye Sung menatapnya dengan ekspresi sedikit lelah. Helaan nafasnya terdengar kencang. “Kubilang jangan pergi kemana-mana. Kenapa kau tak mendengarkanku.” Gumamnya Ye Sung sedikit tersengal.

“M-Maaf, tadi aku.. apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja? Kau terluka? Bagaimana dengan pasukanmu?” bingung So Eun cemas.

“Aku baik-baik saja, namun semua pasukanku telah tewas. Aku juga sudah berhasil membunuh banyak pasukan mereka namun tetap saja tidak cukup.”

“Jadi?” So Eun tak mengerti, terlihat cemas. Tak lama ucapannnya terjawab ketika suasana mencekam yang sama kembali datang. Ketika dilhatnya, para pangeran beserta pasukan yang tersisa tampak kembali berada di belakang mereka. Terlihat mengejar mereka.

“Kita pergi.” Ye Sung memeluk So Eun ketika untuk pertama kalinya mahluk itu menggunakan sayapnya dan terbang. Dapat dirasakan kalau pasukan tadi mengikuti mereka.

“Tunggu, kenapa kita tak pergi saja? Mereka terlalu banyak..” ucap So Eun menatap Ye Sung. Jantungnya berdetak kencang, mutiara di dalam tubuhnya bersinar bersama mutiara di tubuh Ye Sung. Membuat kini Ye Sung kembali lebih hidup dan sehat.

“Tidak. Kita tak boleh pergi. Perang ini harus selesai hari ini. Aku akan menyelesaikannya hari ini.”

So Eun tak mengatakan apapun lagi, tahu bahwa ucapan Ye Sung tidak akan bisa dibantah. Namun ketika ia melihat kebelakang ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak merasa ngeri.

Setelah terbang beberapa menit, akhirnya Ye Sung memutuskan turun di sebuah padang yang luas. Rombongan saudaranya juga turun disana, bersama dengan puluhan vampire yang tersisa dari perang tadi dan dua goblin yang masih setia menemani di sisi pangeran.

“Sudahlah, berhentilah berlari. Kau bahkan telah melarikan diri untuk ratusan tahun lamanya.” Ucap Ki Bum dingin.

“Aku tidak akan lari. Tidak akan pernah. Karena saat ini, aku akan menyelesaikan semua pemberontakan ini.”ucap Ye Sung seperti mengumpulkan seluruh kekuatannya. Mutiara di dalam dirinya bersinar, begitupun di dalam diri So Eun ketika Ye Sung membawa tubuhnya menyentuh tanah. Mata sang Ace terpejam.

So Eun merasakan getaran yang hebat di dalam tubuhnya, begitupun dengan tubuh Ye Sung yang berada di depannya. Perlahan, tanah juga terasa bergetar seiring pergerakan tubuh keduanya. Dan semuanya, bergetar semakin kencang.

“Apa yang terjadi?” Tanya salah satu vampire yang berada disana, mulai merasakan perubahan alam mendadak ketika tanah terasa lebih bergetar lagi. Merasakan kekuatan dari sang Ace.

Semuanya berguncang semakin keras, begitupun dengan para pangeran yang ikut terusik di tempat mereka. Namun, senyuman yang licik masih terlihat di wajah mereka semua.

Ngiiiiiiiiiing~

Entah darimana datangnya, tiba-tiba sebuah dengungan yang panjang dan memekakkan telinga terdengar. Menyebar ke seluruh penjuru kota tersebut dengan frekuensi memekakkan telinga. Semua orang merasakan dampaknya, walau tiba-tiba seluruh suara yang berbunyi seperti menyapu kembali kekuatan Ye Sung yang tadi. Seperti mendiamkan getaran yang dibuat Ye Sung dengan paksa ketika perlahan suara itu makin terdengar mendekat, mendekat, hingga..

Duar!!

Ye Sung terlempar dari posisinya. Begitupun So Eun yang berada di belakangnya.Tubuh keduanya berguling menuruni padang rerumputan hingga akhirnya terhenti di tempat yang datar.

“So Eun!” Panggil Ye Sung secepatnya tersadar. Ia langsung memeriksa keadaan So Eun dimana gadis itu merintih kesakitan. “So Eun, kau bisa mendengarku?” tanyanya resah. So Eun menganggukkan kepalanya.

“H-Hum.. aku tak apa-apa.” Ye Sung membantu So Eun untuk duduk.

Suasana mencekam itu datang kembali, dimana kali ini bukannya karena ada ratusan vampire yang bertebangan di angkasa. Langit benar-benar kelam, awan benar-benar terlihat menghitam ketika sebuah bayangan hitam dengan sayap yang terkembang lebar menampakkan dirinya. Para pangeran dan para vampire tampak membungkukkan badan dengan hormat padanya.

“Dark Angel..” Ye Sung bergumam berbisik. Sementara So Eun langsung menatap padanya dengan khawatir. Sebenarnya siapa Dark Angel? Bahkan tadi walau Ye Sung pernah menyebutkannya namun ia tetap tak mengerti.

“Kami lupa memberitahukanmu, Ye Sung. Kalau salah satu sekutu kami akan datang terlambat hari ini.” Ucap Dong Hae dengan senyuman puas di wajahnya.

Ye Sung tak mampu mengatakan apapun, hanya menatap pada bayangan berwarna hitam itu. So Eun dapat melihat keresahan yang tak pernah terlihat sebelumnya di wajah vampire itu.

“Selamat datang kembali, Ace. Bagaimana rasanya bersembunyi selama ratusan tahun dan meninggalkan bangsamu begitu saja?” Malaikat kegelapan itu mulai bersuara. Suaranya terdengar dingin, penuh dengan ancaman.

“Kenapa anda harus terlibat dengan perang ini?” Tanya Ye Sung, ia terlihat benar-benar tak mengerti.

“Sebenarnya aku sama sekali tidak tertarik ketika saudara-saudaramu mengunjungiku. Tapi setelah kupikir-pikir, ucapan mereka ada benarnya. Sebagai penguasa kegelapan, aku bertugas untuk mengawasi setiap kehidupan mahluk hitam di dunia ini. Selama ini sebenarnya aku merasa terganggu karena salah satu dari bangsa mahluk kegelapan harus kehilangan pemimpinnya hanya karena perasaannya pada manusia. Itu sebabnya aku setuju untuk menggulingkan kekuasaanmu, karena kau tidak cukup meyakinkan dengan posisi ini.”

Ye Sung terdiam, tak menyahuti apapun. Sesuatu terlihat di wajahnya, sesuatu yang tak pernah So Eun lihat sebelumnya. So Eun pikir menjadi raja maka artinya Ye Sung adalah penguasa terkuat. Dia baru tahu kalau di atas langit masih ada langit.

“Tapi aku tetap tidak akan menghakimimu dengan begitu mudah. Aku akan memberikan kesempatan untukmu.” Malaikat kegelapan itu kembali memulai ucapannya. Senyuman licik terlihat di wajahnya. “Yaitu dengan kau harus bertarung denganku. Mari kita lihat seberapa kuat dirimu.”

So Eun menatap Ye Sung cemas. Dapat terbaca dengan jelas kecemasan di wajah Ye Sung saat ini.

“Tapi kekuatanku tidak sebanding denganmu.”

“Lalu kau menyerah?”

Ye Sung menatap So Eun, dimana So Eun hanya menatapnya dengan ekspresi bingung yang sama. So Eun tak tahu harus bagaimana.

“Tentu saja tidak. Tapi apa yang kudapatkan kalau aku berhasil ataupun kalah?”

“Kalau kalah tentu saja kau harus mati dan menyerahkan mutiara Ace itu kepada saudaramu. Tapi kalau kau bisa membuatku terkesan, aku tak akan menghalangi lagi kedudukanmu sebagai pemimpin para vampire. Aku tidak akan mencampuri kekuasaanmu lagi.” Malaikat kegelapan itu tampak kembali menyunggingkan senyuman liciknya. Apalagi melihat Ye Sung terus menatap So Eun ketika ia mempertimbangkan keputusannya. “Tapi tentu saja, kau harus mengambil mutiaramu itu kembali. Kau tak cukup besar kepala melawanku dengan kekuatan yang tidak maksimal, bukan? Lagipula kau tentu tak ingin manusia yang kau cintai ikut merasakan pertarungan ini secara fisik.”

“Ye Sung..” So Eun berbisik resah, entah kenapa mendengar semuanya dan melihat ekspresi Ye Sung saat ini ia merasakan firasat buruk. Namun ia juga tak tahu harus bagaimana.

Ye Sung menghela nafas yang berat lagi, terus menatap dalam So Eun dengan ekspresi serius di wajahmu. Namun tak lama, secara perlahan mahluk itu mulai tersenyum pada So Eun.“Sepertinya perang ini tidak akan semudah yang kubayangkan.” Ye Sung berbisik.

“Apa maksud semua ini? Kita lari saja, kita selesaikan perangnya nanti..” So Eun bahkan tak tahu sejak kapan ia mulai menangis. Ye Sung tersenyum, menggelengkan kepalanya.

“Sekarang tidak bisa. Mahluk ini bisa mengejar kita.” Bisik Ye Sung, diulurkannya tangannya pada So Eun. Diraihnya salah satu pipinya ketika ibu jari Ye Sung menghapus air mata So Eun. Ye Sung mendekat. “Maaf So Eun, tapi sepertinya mutiaranya harus kuambil kembali..” bisik Ye Sung sebelum benar-benar merapat. Di detik kemudian So Eun merasakan ketika bibir Ye Sung menyentuh bibirnya.

Sebuah rasa yang aneh tiba-tiba menjangkiti seluruh tubuh So Eun. Sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya ketika bersama Ye Sung ia seperti tak memijak tanah lagi. Tubuhnya bergetar hebat, sesuatu bercahaya dari tubuhnya hingga tahap membuatnya silau. Tubuhnya terus berguncang bersama isapan kuat Ye Sung di bibirnya. Hingga tak lama ada sesuatu yang terasa bergerak cepat, mengalir dari jantungnya melewati tenggorokannya lantas kemudian berpindah ke dalam mulut Ye Sung. Cahaya itu menghilang, bersama dengan tubuhnya yang tiba-tiba terasa begitu lelah.

Entah sejak kapan Lee Teuk tiba-tiba sudah berada disana dan berada di belakangnya. Menolong menahan bahu So Eun ketika Ye Sung masih mempertahankan bahunya tersebut. Perlahan ia masih dapat melihat senyuman sedih Ye Sung, ketika kesadarannya terasa menghilang.

“Percaya padaku, So Eun. Aku akan kembali padamu..” suara Ye Sung terasa tak nyata. Ketika tiba-tiba semuanya menjadi memuram dan gelap secara perlahan.

“So Eun?” Seseorang memanggil namanya, bersama dengan guncangan pelan di bahunya. Namun matanya masih enggan untuk terbuka. “So Eun, bangunlah.” Panggilan itu semakin keras dan guncangan di bahunya juga makin kuat. “So Eun!”

So Eun tersentak, membuka matanya dengan sedikit kaget. Hal itu membuatnya langsung disambut dengan cekikikan dua gadis di depannya.

“Hey, makannya jangan tidur di kelas.”

So Eun bangkit, melihat sekitarnya dengan cepat dan was-was. Namun ia hanya menemukan sebuah kelas yang kosong dengan hanya dirinya dengan Sunny dan Hyo Yeon di dalamnya. Ini ruang kelasnya.

“Hey, apa yang terjadi padamu? Apa kau masih belum bangun dari mimpimu?” Sunny memiringkan kepalanya bingung.

So Eun menatap mereka masih dengan kaget, seperti kebingungan. Namun tak lama ia teringat akan sesuatu. “Y-Ye Sung..” So Eun bergerak cepat dari tempat duduknya. Membuka jendela terdekat dan melihat sekitarnya. Tapi dia tak menemukan apapun.

“So Eun, ada apa denganmu? Kau mulai membuatku cemas.” Kata Hyo Yeon sambil memegang bahunya. Sementara itu So Eun tampak masih kebingungan dengan apa yang terjadi. Kenapa dia di sini? Bukankah tadi dia ikut berperang dengan Ye Sung? Tapi kenapa dia sekarang di sini? Juga, bagaimana khabar Ye Sung setelah ia pingsan? Apa ia berhasil mengalahkan Dark Angel itu? Atau apakah… atau… tidak.

“So Eun, berhentilah membuat kami cemas.” Sunny meraih pipinya. Terlihat benar-benar cemas ketika menyadari kini So Eun malah menangis tanpa sebab. “Ada apa denganmu? Apa kau mimpi buruk? Atau apa kau demam?”

“Apa yang sebenarnya terjadi?” So Eun menangis, benar-benar merasa depresi. “Kenapa tiba-tiba aku ada di sini? Apa yang terjadi? Bagaimana keadaannya?”

“So Eun, kau kenapa? Siapa yang kau maksud?”

So Eun ingin meneriakan sesuatu, ingin memberitahu mereka tentang sebuah kejadian maha dahsyat yang terjadi di kota ini tadi. Namun, ia menahannya, ia tahu bahwa mereka tak akan mengetahuinya. Sama seperti dirinya yang kembali jadi manusia setelah mutiara Ace itu diambil dari tubuhnya. Mereka sama sekali tak tahu apa-apa.

“Antar aku ke apartemen Jessica atau Amber..” ucap So Eun mulai meraih tasnya, dan berniat pergi. Namun kedua gadis itu malah saling bertatapan bingung.

“Jessica atau Amber? Siapa mereka?”

So Eun menahan dirinya untuk beranjak, melirik kaget kepada keduanya. “Jessica dan Amber, teman-teman kita yang lain.”

“Teman kita yang mana? Selama inikan kita hanya bertiga.” Hyo Yeon mengegrutkan dahinya, begitupun Sunny. Sementara itu So Eun terpana, benar-benar tidak tahu apa yang bisa ia katakan lagi.

“So Eun sebenarnya ada apa denganmu? Aku benar-benar khawatir..” Sunny mendekat padanya dan memeluknya. Sementara itu So Eun terdiam, kebingungan dengan apa yang berada di pikirannya saat ini. Dia tak tahu apapun lagi.

So Eun dengan cepat memasuki apartemennya, memeriksa sekitarnya hanya untuk menemukan sesuatu. Menemukan apapun, sesuatu untuk menjelaskan apa yang terjadi padanya sebenarnya.

Ye Sung itu nyata, bukan? Perperangan dan semua itu nyata, bukan? Dia tidak bermimpi, bukan? Dia tidak gila? Tapi kenapa, kenapa tidak ada yang bisa menjelaskan padanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Diperiksanya semuanya. Ruang tamu, tempat tidur, kamar mandi. Namun tetap saja ia tak mendapatkan bukti apapun. Hal ini sungguh membuatnya gila.

“Jelaskan padaku..” So Eun menangis kelelahan, terduduk di lantai ruang tengah. Ia meremas kuat rambutnya, merasakan sakit di kepalanya yang seakan mampu membuat kepalanya meledak. “Apa yang sebenarnya terjadi disini? Semua itu tidak mimpi, bukan? Ye Sung tidak mimpi, bukan? Jelaskan padaku. Siapa saja.” Isaknya benar-benar kebingungan. Ia kini seperti orang gila yang berbicara sendiri.

“Ye Sung? Kau bilang bisa mendengar setiap kali mendengar suaraku. Jelaskan padaku, Ye Sung. Jelaskan apa yang terjadi!!” So Eun berteriak lagi, kali ini berusaha memanggil Ye Sung. Namun tidak ada, dia tidak menemukan sahutan apa-apa. Hanya kesunyian yang terasa. “Ye Sung? Kenapa kau melakukan hal ini padaku? Aku yakin kau itu nyata, perasaanku nyata padamu. Tapi kenapa sekarang begini? Jelaskan padaku sebelum aku benar-benar menjadi gila.”

Kembali tidak ada sahutan. So Eun tertunduk, menangis tak tertahan karena merasa kebingungan. Dia benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Namun tiba-tiba matanya menangkap sesuatu. Sesuatu yang langsung membuatnya tersentak dan merangkak cepat menuju barang yang dilihatnya. So Eun meraihnya, tangannya bergetar ketika ia mengangkat benda itu hingga batas matanya.

“I-Ini..” gumamnya dengan suara bergetar. “Masker Ye Sung? B-Benar. Ini masker Ye Sung.”

So Eun terdiam, mengerjapkan matanya begitu kini ia mendapatkan sesuatu di dalam pikirannya. Sebuah senyuman bahagia perlahan muncul di wajahnya dengan ekspresi masih terharu. “Benar, bukan? Aku tak mungkin salah. Aku tidak gila, aku tidak bermimpi. Semua itu memang nyata. Ye Sung memang nyata..” ucapnya senang dipenuhi haru. Ia merapatkan benda itu ke dadanya. Merasa sangat lega karenanya.

Namun tak lama, senyumannya tiba-tiba menghilang kembali ketika pikiran lain mencapai otaknya. So Eun menatap benda itu lagi.

“Kalau begitu Ye Sung..” gumamnya pelan, ekspresinya kini berubah menjadi cemas. “Apa yang terjadi padanya?”

So Eun menunggu, ia benar-benar menunggu dalam hidupnya. Dia menunggu kalau Ye Sung akan kembali datang menemuinya. Menunggu hingga Ye Sung memenuhi janjinya.

Namun Ye Sung tidak datang.

Sekarang sudah setahun lamanya sejak kejadian itu. So Eun saat ini mulai disibukkan untuk mencari pekerjaan setelah lulus dari kuliahnya. Ia menjalani hidupnya dengan normal, walau ternyata dia masih tetap menunggu.

Sebenarnya ia cemas, ia takut bahwa mungkin semua ini berarti bahwa mungkin Ye Sung tidak selamat dari perang itu. Tapi secepatnya So Eun selalu berusaha membuang pemikiran itu dan mencoba yakin bahwa Ye Sung akan kembali. Ye Sung telah berjanji padanya, maka Ye Sung pasti akan menepatinya. Ia terus membisikkan itu walau dengan air mata urung turun menetesi pipinya.

Malam ini So Eun kembali sampai di apartemennya dengan tubuh yang sangat lelah. Menjadi seorang junior di sebuah perusahaan besar benar-benar menguras seluruh tenaganya. Hari ini hal yang ingin ia lakukan adalah segera berendam dengan air hangat lalu menghempaskan diri ke atas tempat tidurnya. Ia akan tidur lelap malam ini dengan mimpi Ye Sung akan berada di sampingnya.

So Eun menghidupkan lampu di kamarnya. Berjalan tertatih masuk ke dalam sambil meninggalkan high heelnya begitu saja di depan pintu. Tas yang disandangnya ia lemparkan ke atas tempat tidur. Secepat kilat ia langsung merenggut sedikit kasar blazer merah muda yang dipakainya lalu mulai melepas kancing kemeja garis-garis merah muda yang dikenakanya. Kini ia dapat merasakan sedikit kesejukan menyentuh kulit tubuhnya.

“Berantakan..” sesuatu berbisik di telinganya, bersama dengan sentuhan ringan di pundaknya yang sedikit terekspos karena kemeja yang baru saja hendak ia tanggalkan. So Eun membeku sesaat, lalu kemudian menoleh ke belakang dengan gerakan kaku seperti robot. “Hai..” Seseorang memiringkan wajah mengintip dari bahunya.

“Y-Ye..” So Eun bahkan tak mampu mengatakan apa-apa. Ia masih seperti tak percaya dengan apa yang ada di depannya saat ini. Air mata tiba-tiba saja membasahi pipinya.

“Shh, kenapa kau hobi sekali menangis. Kemana perginya gadis cerewet yang sering mengajakku bertengkar.” Ye Sung menjulurkan tangannya berniat menghapus air mata So Eun, namun So Eun menepisnya. Kini berganti malah tangan itu yang bergerak menyentuh wajah Ye Sung. Mencoba merasakan kulit itu untuk memastikan sesuatu.

“K-Kau nyata?” gumam So Eun bingung. Kembali lebih menangis.

“Apa aku terlihat seperti bayangan tembus pandang?”

“Berhenti bercanda..” So Eun masih menangis. Masih terus menyentuh wajah Ye Sung dengan tangannya yang bergetar. “I-Ini benar kau, bukan? A-Aku tidak bermimpi..”

Ye Sung tersenyum, menggenggam jemari So Eun di wajahnya. Ia kembali membawa keduanya dalam sebuah kontak mata. “Maafkan aku, karena membuatmu menunggu lama.”

Tangis So Eun kali ini pecah tak terkendali, kembali menangis seperti anak kecil sambil beberapa kali memukul pelan dada Ye Sung. Isakannya terdengar keras memenuhi ruangan. “Kemana saja kau selama ini? Aku hampir mati karena mencemaskanmu.” Isaknya terdengar makin kencang. Ketika kini Ye Sung membawanya lebih dekat dan memeluknya.

“Maaf.”

“Jadi kau berhasil mengalahkan Dark Angel?” Tanya So Eun tertarik, bergerak mendekat sambil menatap Ye Sung penasaran. Cahaya api unggun membiasi wajah putihnya.

“Bukan mengalahkannya. Tapi aku berhasil menciderainya. Yah, walaupun serangan itu hampir merenggut nyawaku.”

“Apa yang kau lakukan? Bagaimana?” So Eun bertanya dengan wajah terlalu penasaran sambil mendekat pada Ye Sung.

“Sebenarnya saat itu aku sudah hampir kalah. Namun, aku memutuskan untuk terus bertahan dan melawan. Di pikiranku waktu itu hanya dirimu, sehingga kupikir apapun yang terjadi aku tak bisa menyerah. Hingga akhirnya, di penghabisan tenagaku aku mengerahkan semuanya untuk menciptakan kekuatan yang besar. Lalu kemudian aku membidik tepat ke sayapnya, dengan begitu kukira dia bisa dilumpuhkan.”

So Eun mendengarkannya dengan seksama, terlihat benar-benar serius dan penasaran. “Woaah, itu sepertinya pertarungan yang hebat. Sayang aku tak melihatnya secara langsung.”

“Kau akan terus menangis kalau melihatnya secara langsung. Kau tidak akan tahan melihat keadaanku.”

“Apa kau terluka sangat parah?”

“Sangat. Aku menghabiskan waktu selama berbulan-bulan tak sadarkan diri. Setelah sadarpun, aku harus berusaha memulihkan kekuatanku kembali. Sehingga itu sebabnya aku tak bisa mengunjungimu.”

So Eun terdiam, tak tahu harus mengatakan apa. Selama ini ia sudah merasa tersiksa karena harus harap-harap cemas dengan keadaan Ye Sung. Ia tak tahu kalau ternyata Ye Sung beribu kali lebih menderita daripada dirinya.

“Hei, jangan menyalahkan dirimu. Ini bukan salahmu.” Ucap Ye Sung sambil tersenyum dan menggenggam tangan So Eun. So Eun mendengus, pura-pura kesal.

“Ternyata kau memang sudah benar-benar sembuh sekarang.” Ucapnya. Ye Sung tertawa.

“Tentu saja. Bahkan walau jarak kita jauh sebenarnya selama ini aku selalu memantau dirimu melalui apa yang kau pikirkan.”

“Apa?”

“Bahkan aku ingat ketika kau bilang kau rela untuk ‘kawin’ denganku kalau aku selamat dan kembali—“

“Yah!”

“Apa kau serius?” Ye Sung mengacuhkan protesan So Eun, lebih mendekat pada So Eun ketika ia memasang wajah menggoda. “Kau ingin melakukan hal itu denganku?”

So Eun terlihat gugup, menalan bulat-bulat ludahnya. Dari awal dia mengatakan itu karena rasa frustasinya akibat mencemaskan keadaan Ye Sung. Dia tak tahu kalau hari ini akan datang ketika Ye Sung mempertanyakannya.

Walau dalam hati, ia merasa seperti tak keberatan.

“Hhhumk..” Ye Sung tiba-tiba tertawa tertahan. Jelas sekali ia membaca apa yang So Eun pikirkan barusan. Wajah So Eun langsung memerah karenanya.

“Yah, kau ini..” So Eun bahkan tak tahu harus mengatakan apa karena saking malunya.

“Kita tidak bisa melakukannya..” ucap Ye Sung, kali ini terlihat lebih serius ketika senyuman miris terlihat di wajahnya.

“Huh?”

“Kawin. Kau dan aku tak bisa melakukannya.”

“K-Kenapa?”

“Karena kalau kita melakukan hal seperti itu, maka aku akan berubah ke wujudku yang asli. Wujud yang sering membuatmu takut. Kau tak akan bisa mengendalikanku, bahkan akupun tidak bisa mengendalikan diriku. Aku hanya akan melukaimu bahkan aku bisa membunuhmu.”

So Eun terdiam, raut kecewa kini terlihat di wajahnya. “Tapi kau sudah sering menciumku.”

“Benar. Tapi ketika aku melakukan itu semuanya murni karena perasaanku dan bukannya nafsu. Nafsulah yang membuat seorang vampire kembali ke wujud mereka yang sebenarnya.”

“Apa itu artinya… kita tidak akan bisa bersama?” So Eun kembali bertanya dengan ekspresi bingung. “Selamanya kita tidak bisa melakukan itu?”

“Seperti kataku, ini pertama kalinya seorang vampire jatuh cinta pada manusia. Semua itu karena memang keduanya tak bisa menyatu karena beberapa hal.” Ye Sung menatap So Eun serius, merasakan kekecewaan yang dirasakan So Eun saat ini. “Hey, kenapa kau harus memikirkan hal seperti itu? Bukankah hubungan kita selama ini memang baik-baik saja walau hanya dengan ciuman dan berpelukan?”

“Ye Sung, perasaan yang kita rasakan juga punya masa depan. Walaupun kita belum mau melakukannya, tapi kalau kita bersama maka kita akan menemukan waktunya ketika kita harus melakukannya. Seperti kataku, dua orang bersama bukan hanya karena ingin ‘kawin’ namun mereka menamainya dengan ‘menikah’. Itulah arah bagi dua orang yang saling mencintai. Untuk selalu bersama, dan memiliki sebuah keluarga.” So Eun lebih menatap Ye Sung. “Atau, memang dari awal kau tak berniat berpikir kesana?”

“Huh?Apa maksudmu?”

“Apa semua yang kau lakukan hanya ingin mengencaniku saja? Aah, aku baru ingat bahwa kau bahkan tidak akan pernah menua. Apa artinya kau hanya akan ingin dekat denganku ketika wajahku masih seperti tuan putri begini lalu kemudian—“

“Sssh, apa yang kau katakan.” Ye Sung menyela dengan serius. “Bagi vampire, pasangan itu Cuma satu. Kau sudah kuberitahu mengenai akhir hidup ayahku, bukan?”

“Lalu kalau begini, kita tidak akan pernah menyatu.”

Ye Sung hanya menatap So Eun dengan ekspresi bingung. Sejujurnya ia tak terlalu mengerti tentang semua ini dan sedalam apa kini So Eun berada di dalamnya. Ia mungkin memiliki perasaan, tapi ia tak terlalu peka.

“Tak bisa begini. Kau harus merubahku menjadi vampire juga.”

“Apa?” Ye Sung benar-benar melotot kaget.

“Seseorang harus mengalah di sini. Karena kau tak mungkin jadi manusia, maka mungkin akulah yang harus menjadi vampire. Aku sering melihatnya. Kalau seorang vampire menggigit seorang manusia dengan cara yang berbeda, maka manusia itu bisa ikut menjadi vampire.”

“Itu akan sakit, So Eun. Aku tak mau menggigitmu. Lagipula aku tak tahu apa cara itu akan berhasil atau malah membunuhmu.”

“Tapi kita tak punya cara lain.”

Ye Sung menghela nafas berat, menatap So Eun serius. Diraihnya wajah So Eun. “Aku mengerti, tapi untuk saat ini, bisakah kita menikmati apa yang kita punya dulu? Ketika nanti kita benar-benar sudah berubah pikiran. Atau ketika nanti kita sudah benar-benar ingin ‘kawin’. Maka kita akan melakukannya.”

“Bisakah kau sebut ‘menikah’ saja mulai dari sekarang? Juga, kita harus menunggu sampai kapan? Kau lihat, sekarang saja aku sudah setahun lebih tua darimu sejak kita bertemu setahun yang lalu? Bagaimana kalau aku malah jadi nenek-nenek sementara wajahmu tidak berubah sama sekali.”

“Kau pasti akan jadi nenek-nenek paling cantik yang pernah ada.”

“HEY—“

“Iya, aku mengerti. Aku tidak akan menunggumu jadi nenek-nenek dulu. Tapi sekarang ini, kita nikmati saja yang kita miliki. Nanti pada saatnya, maka kita akan melakukan seperti keinginanmu. Kau puas.”

“Ini bukan hanya demi kepuasanku, tahu. Kau juga.”

“Huh, iya..” Ye Sung terkekeh sambil mencubit hidung So Eun gemas.

“Tapi karena kau bilang tadi kau menang, berarti saat ini kau masih tetap jadi Ace, bukan? Kau bahkan masih memiliki kekuatanmu seperti berpindah tempat dan membaca pikiran.”

“Begitulah.”

“Lalu bagaimana dengan saudara-saudaramu? Kau menang dari Dark Angel maka itu artinya mereka yang kalah.”

“Mereka semua terus membangkang sampai akhir. Aku akhirnya tak punya pilihan selain melenyapkan mereka semua serta para pengikutnya.” Ye Sung tampak mendesah. So Eun menatap mahluk itu prihatin, diusapnya pelan bahu Ye Sung.

“Aku tidak melihat ada vampire lagi di sekitar kami sejak saat itu? Apa sekarang para vampire sudah hidup terpisah dengan manusia?”

“Untuk sementara, ketika aku tak sadar kerajaan dibawah kendali Penasehat Lee Teuk. Pada saat itu Lee Teuk hanya memastikan kehidupan manusia kembali seperti semula, lalu kemudian melarang para vampire yang tersisa untuk kembali bergabung di bumi. Tapi kini ketika aku sudah sadar maka semuanya kembali kubebaskan. Mulai besok mereka mungkin akan kembali berbaur dengan manusia, walau tentu saja mereka akan datang dengan kepribadian baru dimana manusia yang sekarang tidak akan mengingat kehidupan mereka sebelumnya walau mereka pernah bertemu dengan vampire ini sebelum terjadinya perang.” Ye Sung menjelaskan panjang lebar. Tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Dan, aku sudah memerintahkan mereka untuk lebih berhati-hati ketika mencari mangsa. Aku melarang mereka menghisap energi manusia yang baik hati. Namun lebih menganjurkan kepada mereka yang tidak baik seperti pelaku korusi yang kau benci waktu itu.”

“Tch, itu korupsi bukan korusi.” So Eun berdecak sambil geleng-geleng kepala. “Lalu bagaimana? Apa kau akan ikut mendapatkan identitas baru atau memang kau akan hidup seperti raja yang terkurung di istana?”

“Huh, dari awal aku tidak suka hidup seperti itu. Lagipula kini semuanya juga telah berubah. Aku rasa, aku akan menjalani kehidupanku sebagai raja dengan lebih bebas dengan menyamar jadi manusia.”

“Kau akan jadi manusia? Kau mau jadi apa?” So Eun terlihat antusias, bergeser kembali lebih dekat pada Ye Sung dengan wajah penasaran.

“Menurutmu sebaiknya jadi apa?”

“Hum, bagaimana kalau jadi seorang dokter saja? Aku selama ini selalu ingin punya kekasih dokter. Atau bagaimana kalau detektif kepolisian? Seorang direktur dari keluarga kaya? Atau… dosen?” So Eun benar-benar terlihat bersemangat. Sementara Ye Sung tampak hanya senyum-senyum mendengarnya.

“Bagaimana ya? Sepertinya aku tak yakin akan menyamar menjadi kekasihmu bila aku jadi manusia nanti.”

“Hey..” So Eun mengeram kesal. Sementara Ye Sung langsung tertawa, mencondongkan wajahnya kepada So Eun untuk menyentuhkan dahi mereka.

“Kau punya tempat yang ingin kau kunjungi untuk ciuman paling romantis dalam hidupmu?” bisik Ye Sung menggoda. Sementara wajah So Eun langsung memerah karena jarak antara keduanya ataupun ucapan Ye Sung. Rasanya saat ini sulit untuk membuat kontak mata dengan mahluk itu.

Namun tak lama So Eun berdehem, menguatkan dirinya ketika akhirnya ia mengangkat pandangannya untuk menatap mata Ye Sung. Sebuah senyuman tak biasa terlihat di wajahnya ketika kedua tangannya terangkat untuk melingkari leher Ye Sung. “Bagaimana kalau langsung di sini saja?”

“Kau sudah tak sabar..” bisik Ye Sung geli, menggerakkan kedua tangannya meraih kedua sisi wajah So Eun.

“Sepertinya begitu..”

Keduanya kembali terkekeh pelan, sebelum akhirnya sama-sama diam dan saling bertatapan dalam. Perlahan-lahan seperti sedikit berhati-hati, mereka akhirnya mengikis jarak antara keduanya ketika dua pasang bibir itu kembali menyatu. Mata keduanya terpejam ketika keduanya kembali berusaha untuk saling meraih, membawa orang yang dirindukannya itu untuk lebih dekat lagi. Lebih intim lagi.

After long TBC 2w

❤ To Be Continued❤

Wow, aku tak menyangka bisa membuat FF genre fantasy juga. Walaupun sebelumnya beberapa kali juga pernah bikin, namun kuakui FF ini yang paling complicated ketika aku harus membuat strategi perangnya lol. Seharusnya perangnya bisa lebih dahsyat ya, tapi ternyata hanya segitu imajinasiku saat ini. Lagian aku juga memikirkan romance dua mahluk beda spesies ini jadi makanya konfliknya dibuat seirit mungkin.

Dan, sebenarnya dari awal aku tidak memprediksi jalan ceritanya akan seperti ini. Awalnya aku memikirkan alurnya begini dan begini namun ternyata di tengah jalan aku menemukan solusi yang mungkin lebih baik dan merubahnya tiba-tiba. Contohnya bagian perang Ye Sung dengan Dark Angel dan So Eun harus hilang kesadaran dan bangun ketika perangnya sudah reda, sejujurnya alur itu baru terpikirkan ketika aku mencoba mengembangkan alur dasar yang kudapatkan. Aku bersyukur mendapatkan idenya di saat yang tepat kk.

Sekali lagi terima kasih untuk yang masih mau membaca FFku. Kini semuanya tidak lagi sama dengan waktu masih anget-angetnya dulu ketika blog ini dibentuk. Sejujurnya kini aku tidak terlalu janji bisa mengupdate blog secara rutin namun apabila inspirasi seperti ini kembali datang maka pasti aku akan mencoba bikin-bikin lagi.

Sekali lagi, Terima kasih karena telah membaca.

21 Comments Add yours

  1. miani caledupha mengatakan:

    Sikap keras kepla pra saudaranya akhirnya membuat yesung memusnahkan mereka. Demi ketentraman bangsa vampir Dan kehidupan manusia tentunya.

    Yesung-so eun mereka romantis

  2. devi mengatakan:

    Akhir’a yeppa memenangkan peperangan antar saudara’a & yeppa terpaksa memusnahkan saudara’a demi ketentraman bangsa vampir dan kehidupan manusia,,,,,

    Dan akhir’a yeppa menemui eonnie so eun setelah sembuh dr peperangan,,,,

    Sweeet bangeet yeppa ma eonnie so eun,,,,,

  3. Ayu Chokyulate mengatakan:

    aaaaaa~ ini kereeen banget, putri eonni selalu bisa bawa ff yg menyegarkan tapi tetep complicated…. sampe bingung mau komen apa, cerita nya bener-bener ga ketebak dan dibikin se detail ini, parahh sampe terhanyut kedalam cerita bikin imajinasi kemana-mana :v
    huhh yesung akhir nya bisa menang juga dari saudara-saudara nya, dan mempertahan kan tahta nya sebagai Ace… ending nya lucu banget, sso pengin ikut jadi vampir kaya yeye cuma gara gara takut ga bisa ‘kawin’ hahaha… i like it😀
    eonni mau nanya dong, kenapa karya-karya mu ga di tawarin ke penerbit aja biar bisa dijadiin novel? kan cerita nya bagus bagus.. ahhh pasti keren banget kalo bisa liat ff mu ada di toko buku langganan aku😀

  4. yhuliisoeun mengatakan:

    ahhhh akuu suka bnget endingnya .. ><.. waktu sso bngun dari tidurnya ,aku kira dianya cman bnar2 mimpii dan smuanya gak prnah trjadi… ehhh trnyata smua mmg nyata… smpat khawatir jg klau yeye kalah sama dark angel 😣 untungnglah menang… 😂 dan chemistry mreka jga dapat bangett… pokonya t.o.p … 👍👍di tunggu krya yg lain dan klnjutan ff lainnya…😉

  5. meon96 mengatakan:

    Huaaaaaaaaa,,, so sweet banget sih mereka berdua mahluk yang beda spesies😀.. Aku bingung mau komen apa saking terbawa suasana ff ini🙂.. Keren deh pokoknya. Eon, kalau part ending kok tulisan nya to be continued ya.. Wah kak putri masih memberi harapan sama reader ini.. Kayak nya bakal di buat spesial part nya😀

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Lol… aku salah tulis. Tapi malas buka pc dan ngedit… 😔

  6. Mama nikita widiyati mengatakan:

    Hahahhaa…aku selalu ketawa kalau baca ‘kawin’….ya dimaksud yesung menikah kan??kkkk sikap yesung yang seperti ini emang gokil..dewasa nya ada,semaunya ada,lucu nya ada,jahilnya ada.komplit dah……semoga sso sama ye bisa ‘kawin’

  7. Angel mengatakan:

    Daebak 👍👍👍

    Yesung memenangkan peperangan
    Krn sifat keras kepala mreka yesung akhirnya memusnahkan saudara”.y
    N seteleh sembuh yesung menemui so eun
    Ending.y bkin ketawa cz so eun minta d jdi.in vampire biar gk prnh pisah n bisa “kawin” ma yesung 😄

  8. Fee mengatakan:

    Suka bgt..
    Haduh mesti pisah sm ff ini. Dari part 1 smpe end ak nikmatin bgt bc ff ini. Gak kebayang kl yesung kawin sm so eun, bkln susah wat ngendaliin nafsunya.

    Ok,, ditunggu karya selanjutnya

  9. kimjongeun24 mengatakan:

    Hua keren2, ak suka endingny.

    Yesung & So Eun pasangan yg sgt lucu…kkk

  10. safriyanti mengatakan:

    Akhir,a yesung mnang jg,,,
    Ksian jg pngeran lain,a hrus dmsnahkan,,
    Tp dmi keamanan dmua,a hrus dlkukan,,,
    Aish sso ngebet bnget pngen nyium yesung,,,
    Mlah mkir mo cpt2 nkah lgi,,,
    Bner2 gk sbar,,,
    Hehehehe

  11. Kim Ra rA mengatakan:

    akhirnya perang besar antar saudara itu kembali terulang dan sekarang pastinya lebih dahsyat karna para pangeran sudah mempersiapkannya dengan sangat matang.
    huhu bikin deg degan waktu mereka udah memutuskan untuk berperang karna Sang Ace yang kalah jumlah walaupun ia begitu hebat tapi tetep aja bikin tegang. Apalagi waktu Sso harus terpisah dan jesica datang di saat Sso jauh dari yesung dan untunglah Amber datang di saat yang tepat. dan ternyata dia mempunya sesuatu sama pangeran ryewook
    dan ketegangan makin berasa waktu yesung harus melawan Dark Angel. untung aja Dark Angel hanya mengajukan syarat agar yesung membuatnya terkesan gak harus membuat dia tumbang haduuuh cuma buat melukai sayapnya aja yesung ampe babak belur gitu
    Beneran ikut tegang waktu Sso bangun dari tidurnya aku pikir itu cuma mimpi Sso dan yesung itu beneran cuma ada di mimipinya. tapi Jeng… jeng … yesung datang dengan ke usilannya lagi dan mereka juga udah menyusun rencana Masa depan.

    Makasih banyak putri buat ceritanya yang super Keren Seru bin Bagus ini. teruslah berkarnya SUKSES dan SEMANGAT sekali lagi TERIMA KASIH

  12. anna mengatakan:

    Syukurlh yesso bs ttp brsm,,kocak bgt klo pas yesung bc pkiran sso bkin sso srba slh n malu trus jdny,,mnkmati keadaan&kbhgian mrk skrg utk ms dpn mrk pst akn lbh seru

  13. yehaesso mengatakan:

    keren! gemes sama soeun, kenapa jadi ciut gitu didepan para vampire padahal awalnya udh sangat sangat yakin dg dirinya sampe ngeyakinin yesung jg.
    kegemesannya berlanjut pas pedangnya kelempar dri sso, ga da lg deh yg bisa jdi alat pertahanannya. soeun terlalu polos menurutku hihihii emosi sendiri nih liat tingkah sso mian unni mian angelku sso..

  14. shane mengatakan:

    aaaaaaaaaaaaaaaaa teriaaak2 ….kereeen euy (y) ampe terbawa arus aye ngebacanya .. Slalu iso ngajak pembaca terbawa suasana ma drama yg puput bikin :* aaaaaaaaaaaa aye sukaaaa bingit :*❤ ,, yesung dah mengintuisi par vampire tuk memilih sekutu jangan ampe salah memilih ..yeye memberi kebebasan tuk vampire lainnya .. Walopun sempet ragu t vampire tp ada yg mengikuti langkahnya ada juga yg memilih sukutu saudara2nya !! Btw ngakak klo yesung dah nyebut " kawin" ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=)) ..dia sempat ngebwa sso k kamar orang yg lgi " kawin ' ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥tp hpsnya memory t orng jd ga ingat klo ada yeye yg ngintip mereka "kawin" ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=)) nah lo untung kata sso dia ga sdr klo sadr mungkin iso beku d tempat hhhha lucu yEee •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħa😉
    Yesso makin akur setelahnya cieeee dg godaan godaan yeye ..ngebuat sso tersipu3 malu eeeee yg mimisan yg ngebaca hhhhi nunjuk aye hhihii , btw seru juga tuu pertempuran saudara ini tak pikir yeye knapa2 stelah ngambil separuh mutiaranya ace nya dr sso .. Oooo ternyata dia menang yak cos pake akal *eeeh hhhhi. Sempet berpikir beneran tu sso hanya ngimpi aje ketemu yeye cs hbs hyeyon ma sunny menunjang jg ketika sso nyari yesung bahkan jessica mereka blg ga ade org tsb hhhii tp dg keyakinannya mmng bener2 nyata ape yg di alaminya hhh

    Pertarungannya walopun singkat puput memaparkannya tp seru dah ntu .. Ketika rpnya pasukan yesung lebh sedikit dr pd pasukan sudara2nya ntu trus jg genting ketika sso d serang olrh jessi tp ternyata amber menyelamatkannya … Amber kek g mihak siapapun tp dia memihak pilihan pangeran ryewook .. Pilhannya ntu yesung kan yak .. ,puncaknya ketika senjata rahasia yg dimaksud hae cs ntu ternyata Dark angel .. Yeye juga merasa tak sebanding kekuatannya ma dark angel tp dia jg ga iso mundur cos ingin segera menuntaskan perang ntu saat ntu juge .. Was was sii tp yeye menang yeaaah hhhii , trus nasibnya saudara2nya ternyaata udeh tumbang d tangan yesung cos ga mau tunduk kpdanya stelah yeye berhasil meraih kemenangan ntu ..,d matiin dah jd dunia vampire aman hhhhi

    Nah stelah setahun yesung ga nongol d hadpan sso ,pas dia nongol mereka melepas rindu .. Bahkan sso ternyata minta "kawini" ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ Yesung mau nyamar jd manusia yee ,, yesung ma serius nya ade, jahil nya ia ,, trus lwak nya dpt ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ ,

    Lanjuuuut ~ kan di akhir bersambung ntu bukan tamat jd aye nunggu lanjutannya ¨Ħiii¨¨Ħiii¨¨Ħiii ƪ(˘⌣˘)ʃ•´¯`• ♥ .. Walopun puput salah tulis ye tp kan d situ bersambung :нĭ°°:pнĭ°°:pнĭ °° hhhhii *plakkk d pletak puput*

    Pokoke puas banged baca nya (y) mantab (y) genre apapun yg puput buat di makan abis (y) perfectooo❤

    banyak jempol gajah dah buat pupuuut (y) , ttp cmingit ee put , sukses terus buat puput di manapun brada amiiiin {}

    Besok malm aye mampir lg buat baca story yg satunya ..nyicil put biar besok ada bcaaan😉 #nyengnyong

    Mantab dah ahh (y) keep writing bravooo put :*

  15. Nenden PDJ mengatakan:

    Wow. Ini adalah ff yg menurut aku romantis tanpa menghilangkan kesan romance nya. Omg ini perjuangan berat buat yesso. Aku suka. Eh tapi ini ending atau tbc? D tittle nya ending tp d akhir crta to be continued.. Semoga tbc yah author🙂 fighting!

  16. yuliaseptiani mengatakan:

    kyaaaaa … ending ny keren keren keren bnget 👍 aq kira yesung kalah n gk bkalan ktemu lagi ama sso tp trnyta yesung menang n saudara2 ny pun musnah akibat k’egoisan n keserakahn mereka -_-
    ah iy itu tbc kn bukan end jd d tunggu part special ny 😉

  17. Vhi mengatakan:

    Yesung mah jagoan dan itu demi sso,,, sebell sma sodara” nya jahat bnget aplgi kibum yng dlu ngebunuh sso ,, untung yesung bisa ngalahin dark angel dan bsa kembali sma sso happy end seneng bnget penantian sso gak sia” ….

  18. nita mengatakan:

    akhirny penantian sso gk sia2. yah dan mereka bertemu meskipun blm bersatu, seperti kta yesung biar lah mereka menikmati waktu skrng ini, jngn dlu pikirn nanti.
    seperti biasa ff mu emng selalu keren, the best pokok nya.
    d tnggu project ff lain nya.

  19. tyand mengatakan:

    Akhirnya perangnya berakhir dan yesung mau menyamar jadi manusia seperti apa y
    Sepertinu jdi ceo ganteng keren itu eonn
    Hiihihi

  20. hestiani mengatakan:

    Mereka romantis kata2 bikin hati meleleh aja euy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s