~ [Drabbles] A Song For You ~


A Song For You

~ [Drabbles] A Song For You ~

Title       :               A Song For You

Author  :               PrincessClouds/@helloputri228 (Putri Andina)

Length :                Drabbles

Genre   :               Romance – Teen – AU

Rated    :               PG-16

Main     :               Kim So Eun Cho Kyu Hyun –Kim Jong Woon – Lee Dong Hae – Lee Hyuk Jae

Minor  :

Warning:             Typo(s) – Not So Drabble at all – Mix Genre dengan penempatan yang acak.

*A_Song_For_You*

#1. Catching Feeling by. Justin Bieber – Kyu Hyun & So Eun

                “In my head we’re always together. I am good alone but with you I’m better.”

Malam ini adalah malam terakhir liburan mereka di pulau Jeju. Tadi awalnya keduanya berencana untuk menikmati pemandangan malau di pulau yang terkenal indah tersebut namun akhirnya memutuskan untuk membatalkannya. Kini yang keduanya lakukan adalah tinggal di kamar hotel So Eun sambil menikmati snack dan bir.

Canda tawa terdengar dari keduanya sembari keduanya asyik menikmati pemandangan malam yang menyejukkan. Sesekali terdengar ejekan dari kedua pihak yang mana dilanjutkan dengan berbagai jenis lelucon yang seringkali mereka lemparkan satu sama lain.

“Jadi Kyu, kau belum menjelaskan padaku alasanmu putus dengan kekasihmu yang sebelumnya. Siapa namanya… Tiffany?” Tanya So Eun ditengah percakapan. Ia dapat menyadari bagaimana air wajah Kyu Hyun berubah begitu mendengar pertanyaan itu, tapi pemuda itu saat ini tampak tetap menganggukkan kepalanya. “Kenapa? Bukankah dia itu cantik? Dia sepertinya juga sangat menyukaimu.”

“Dia terlalu cerewet. Dia sering mengaturku begini dan begitu. Akhirnya kuputuskan untuk meninggalkannya.”

“Aish, itu kurang bertanggung jawab namanya.” So Eun protes sambil cemberut. Sesekali terdengar cegukan dari dirinya yang telah sedikit mabuk. “Padahal awalnya kukira ketika kau bercerita dan memintaku liburan untuk membantumu menghibur diri aku kira kau dicampakkan tahu. Aku tak menyangka kalau itu adalah hal yang sebaliknya.”

“Dalam beberapa kasus, seseorang sering salah faham dalam konteks dicampakkan dan mencampakkan. Orang lain mungkin berpikir bahwa itu adalah bentuk ketidakbertanggungjawaban dari yang mencampakkan, tapi mereka juga tak tahu kalau dia juga tak punya pilihan. Seperti kasusku, semua karena aku sudah tidak tahan dengan semua keposesifannya sehingga itu sebabnya aku melakukan itu. Kalau dibilang aku juga menyayangkan hal seperti ini.”

“Huh, benarkah?” So Eun terkekeh yang terdengar seperti mengejek di telinga Kyu Hyun. Pemuda itu melirik gadis di depannya yang saat ini masih menyesap bir kaleng di tangannya sedikit demi sedikit. “Padahal kulihat Tiffany itu paket lengkap seperti wanita yang kau inginkan. Kau tahu? Cantik, populer, dan seksi.”

“Hampir. Kalau saja dia tidak suka mengatur mungkin baru bisa dibilang dia itu paket lengkap.”

“Paket?” Senyuman mengejek itu terlihat kembali di wajah So Eun, yang disadari betul oleh Kyu Hyun. “Kekasihmu bukan barang, kau tak seharusnya menyebutnya seperti itu.”

“Hey, kau duluan yang menyebutkannya begitu. Aku hanya mengikutimu.”

“Begitukah?” So Eun kembali tersenyum tipis begitu. Sementara Kyu Hyun hanya menghela nafas, meletakkan botol bir di tangannya dan berganti menarik kaleng di tangan So Eun. Dia sudah menyangka kalau gadis ini mulai kehilangan kesadarannya. “Apa kau pernah tidur dengannya?”

Kyu Hyun tak jadi meletakkan minumannya, berganti melirik So Eun dengan pandangan seperti tak percaya dengan apa yang didengarnya. Kyu Hyun lantas geleng-geleng kepala. Gadis ini, sudah tahu tidak kuat minum namun malah memaksakan diri. Kyu Hyun tak seharusnya mengajaknya minum tadi.

“Kenapa kau ingin tahu?” Laden Kyu Hyun berniat menggoda. So Eun mendesis, menatapnya kesal dengan matanya yang menyipit akibat merasa berat.

“Pasti sudah. Laki-laki sepertimu tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan.”

“Laki-laki seperti apa maksudnya?”

“Laki-laki..” So Eun menggantung ucapannya, melirik Kyu Hyun dengan gesture kecil menunjuk pemuda itu dari atas ke bawah lalu kembali lagi ke atas. “Seperti ini. Laki-laki yang hanya ingin kesenangan.”

“Kesenangan seperti apa?” Kyu Hyun masih saja meladeninya.

“Seperti kau tahu..” So Eun menghentikan ucapannya ketika baru menyadari ketika Kyu Hyun mendekat padanya. Wajah pemuda itu kini ada di depan wajahnya, berjarak sekitar tiga ruas jari saja. So Eun tak melanjutkan kata-katanya, hanya balas menatap Kyu Hyun yang kini menatapnya dari dekat.

Sementara Kyu Hyun yang awalnya hanya niat menggoda dan meladeni So Eun kini menyadari bahwa permainannya ini ikut membuatnya terpengaruh. Tapi Kyu Hyun tak berpikir untuk menghentikannya. “Aku penasaran So Eun, kira-kira dalam pikiranmu aku ini pria seperti apa? Ya, kau mungkin sahabatku yang tahu hampir segala hal tentangku. Tapi ketika kau menanyakan ini tiba-tiba aku jadi penasaran sebenarnya bagimu aku ini pria seperti apa? Apa semacam brengsek yang gemar melakukan kesenangan itu? Karena kalau iya, seharusnya kau tahu bahwa denganku di kamar hotel seperti ini bukanlah hal yang aman untuk kau lakukan.”

So Eun masih tak menyahut, masih balas menatap Kyu Hyun yang masih berada terlalu dekat dengan jarak yang seharusnya mereka miliki selama ini. Sementara itu Kyu Hyun hanya menunggu So Eun untuk bereaksi. “Memangnya, hal seperti apa yang mungkin kau lakukan padaku dalam keadaan seperti ini?”

Mata Kyu Hyun sedikit membesar, tidak menyangka akan mendapat respon seperti ini dari So Eun. Pada awalnya di dalam pikirannya yang akan sahabatnya Kim So Eun lakukan adalah menendang dan meneriakinya. Tapi kenapa gadis ini malah balas meladeni candaannya ini? Dan kenapa kini Kyu Hyun merasakan hal yang aneh pada dirinya.

“H-Hum, sepertinya kau terlalu mabuk—“ Kyu Hyun hendak mundur, tapi So Eun menarik jaketnya untuk tinggal di tempatnya. Kyu Hyun lagi-lagi terkejut.

“Apa memangnya?”

“S-So Eun, kau sepertinya terlalu mabuk..” Kyu Hyun kembali merasa gugup ketika kini So Eun malah memejamkan matanya. Kyu Hyun meneguk ludahnya dengan sedikit susah, tentu ia mengerti kode ini. Tapi bagaimana mungkin?

So Eun kini masih memejamkan matanya seperti menunggu, sementara Kyu Hyun juga masih menatapi So Eun seperti meragu. Saat ini, dalam hatinya Kyu Hyun mengakui bahwa selama ini ada sejenis magnet tertentu yang dirasakannya terhadap So Eun. Dia juga mengakui bahwa sahabatnya ini tak kalah cantik dengan gadis yang pernah dikencaninya. Seperti saat ini, Kyu Hyun tahu bahwa ia terpesona dengan jarak sedekat ini menatap wajah tanpa make-up itu.

Lelah menunggu, So Eun akhirnya berniat membuka kedua matanya. Namun ketika itu tak lama ia merasakan sentuhan ringan di kedua pipinya ketika ia merasakan gerakan Kyu Hyun mendekat. Kyu Hyun memberikan kecupan singkat yang bukan di bibir namun di dahinya.

“Berhentilah berulanh. Tidurlah.” Didengarnya Kyu Hyun berbisik sebelum tubuhnya dipeluk Kyuhyun dan kepalanya dibiarkan berbaring di bahu pemuda itu. Ia kemudian merasakan usapan lembut Kyu Hyun di rambutnya sebelum rasa kantuk yang dahsyat datang padanya. (Catching Feelings – 937 Words)

Kyu Hyun❤ So Eun

#2. Hold Each Other by. A Great Big World – Ye Sung & So Eun

                “Something happens when I hold her, she keeps my heart from getting older.”

Hujan terus turun dari langit dan hawa dingin menyeruak, membuat tubuh So Eun yang sudah basah menjadi menggigil kedinginan. Bibirnya membiru, dan tangannya mulai tak terlalu kuat untuk menahan tubuhnya sehingga itu sebabnya ia tak punya pilihan lain selain melarikan jemarinya itu memeluk pinggang itu erat. Ia juga tak bisa lagi menahan kepalanya agar tidak bersandar pada punggung itu.

Sebenarnya saat ini yang sakit bukan hanya tubuhnya, namun karena sekarang ini ada hal lain yang membuatnya merasa kian tak baik-baik saja. Hal itulah yang membuatnya kini menyandarkan tubuhnya sepenuhnya pada laki-laki yang memboncenginya ini yang tak lain adalah teman sekelasnya, Kang Ha Neul. So Eun merasa sangat lelah dan butuh pegangan saat ini ketika pikirannya terus mengingat apa yang dilihatnya hari ini.

Kim Ye Sung, kakak tirinya hari ini ia lihat mengantar pulang salah satu teman wanitanya. So Eun tidak tahu hubungan mereka apa namun So Eun harus mengakui kalau fakta itu membuatnya terganggu. Entah apa alasannya, ataukah karena memang ia tak suka Ye Sung dekat dengan orang lain selain dirinya atau alasan lainnya. Yang jelas alasan itu sungguh membuatnya merasa tak bersemangat seketika.

“Kita sampai.” Ucapan Ha Neul membuatnya tersadar dari lamunannya. Gadis itu tampak menuruni motor sport yang ditumpanginya itu.

“Terima kasih Ha Neul.”

Di tengah pembicaraan mereka tiba-tiba motor sport lainnya sampai di tempat itu. Kedua orang itu melirik ketika Ye Sung terlihat hendak memasuki rumah. Pemuda itu tampak melirik sekilas keduanya sebelum masuk ke dalam begitu saja. So Eun berdecak sebal karenanya.

“Ya sudah, sebaiknya kau segera beritirahat karena kau terlihat demam.” Kata Ha Neul setelah So Eun terdiam beberapa saat. So Eun tampak langsung menganggukkan kepalanya. Keduanya lantas berpisah ketika Ha Neul memacu motornya kembali dari tempat itu.

Ketika hendak memasuki rumah ia melihat Ye Sung yang masih berada di garasi. So Eun hanya meliriknya sekilas, tak tahu harus mengatakan apa pada kakak tirinya itu sementara Ye Sung kini terlihat sibuk mengeringkan rambutnya yang basah. Akhirnya pilihan terakhir So Eun adalah melewatinya begitu saja dan masuk ke dalam.

“Lain kali, kalau kau mau pulang dengan orang lain sebaiknya kau katakan padaku. Aku tak perlu harus bolak-balik kampus dengan percuma begini.” Ucapan dingin Ye Sung membuat langkah So Eun terhenti. Ia melirik pemuda itu ketika Ye Sung mulai turun dari kendaraannya.

“Kenapa aku harus? Padahal aku tak menuntut kakak untuk memberitahu padaku kalau kau mau pulang dengan siapapun.” So Eun menjawab tanpa menunggu sahutan dari Ye Sung. Sementara Ye Sung terlihat heran, tak puas dengan jawaban itu sehingga menyusul ke dalam.

“Kalian sudah pulang!” sambutan riang ibu mereka menyambut ketika keduanya melangkahkan kakinya ke dalam rumah. “Segera bertukar pakaian lalu bergabung ke bawah untuk makan bersama anak-anakku!” teriaknya pada keduanya yang sama sekali tak menghentikan langkah mereka untuk ke kamar. So Eun berada di depannya sementara Ye Sung beberapa meter di belakangnya.

Sehabis menaiki tangga Ye Sung mempercepat langkahnya, menyusul So Eun yang hendak masuk ke kamar. “Apa maksudmu tadi? Aku tak mengerti.” Ucap Ye Sung sambil meraih bahu So Eun tepat ketika So Eun hendak masuk ke kamarnya.

“Aku lelah, aku mau beristirahat.”

“Aku tak melarangmu tapi jelaskan apa maksudmu tadi?”

So Eun menatap Ye Sung sekilas, lalu mengalihkan perhatiannya lagi. Rasanya kini ia tak mampu menatap mata itu terlalu lama apalagi setelah kejadian ini. “Kakak tidak bisa mengatur hidupku. Aku ingin melakukan apa yang ingin kulakukan.”

“Tidak ada yang melarangmu. Aku hanya bertanya mengapa kau pulang dengan orang lain ketika biasanya akulah yang menjemput dan mengantarmu. Bukankah seharusnya disini aku berhak untuk bertanya alasannya?”

“Kenapa kau harus bertanya, padahal aku tak pernah bertanya kau mau pulang dengan siapa. Lagipula kita ini bukan saudara kandung.” So Eun juga tak tahu mengapa ia malah meledak dan mengatakan hal yang tidak perlu. Ia bahkan menyadari bagaimana Ye Sung kaget sekarang.

“So Eun?”

So Eun mendesah pelan, memegangi kepalanya yang terasa sakit serta perasaan aneh dalam dirinya dimana kini rasanya ia ingin menangis dan berteriak. Padahal dia juga tak tahu alasannya. “Maaf kak, kurasa aku hanya terlalu lelah jadi kita bicarakan nanti.” So Eun memasuki kamarnya namun ia tak menyangka kalau Ye Sung mengikutinya. Sepertinya pemuda itu juga ikut terpancing kini.

“Maaf? Aku tak butuh ucapan itu tapi aku hanya tak mengerti ada apa denganmu? Kenapa hari ini kau tiba-tiba melakukan hal ini? Apa salahku? Aku bahkan menjemputmu kesana dan hanya untuk menemukan kau sudah pulang dengan orang lain. Kenapa kau marah padaku dan sekarang kau mulai mengatakan hal yang sudah kita sepakati terlarang untuk kita ucapkan?” Ye Sung sedikit terpancing emosi. Sikapnya memang sedikit keras, sejujurnya So Eun tak kaget dia akan mendapat reaksi seperti ini.

“Aku tak sengaja mengucapkannya—“

“Baik, tapi apa alasanmu marah tiba-tiba begini dan mulai mengatakan hal yang tidak-tidak. Kenapa aku tak boleh bertanya dengan siapa kau pulang—“

“Sekarang bolehkah aku tahu dengan siapa kau pulang?” So Eun memotong, mulai merasa lebih gerah dari sebelumnya. Kedua mata itu bertatapan kembali, dilingkupi emosi. Keheningan terasa dalam beberapa saat karena… karena mereka mulai menyadari ada yang salah antara mereka berdua saat ini.

“Aku tak punya hubungan apapun dengan Kwon Yu Ri.” Ye Sung berbisik pelan sedikit frustasi.

“Akupun juga begitu. Dia hanya temanku.”

Ye Sung terdiam, benar-benar kaget dengan apa yang terjadi saat ini. Sesuatu seperti menamparnya, membuat mulai menyadari kalau dari awal ada yang salah dengan hubungan kakak-adik mereka ini. Ini lebih dalam dari yang selama ini mereka pikirkan. Sementara So Eun juga, ia bahkan baru benar-benar menyadari walau ia memikirkan ini lebih lama dari Ye Sung.

“Huh, yang benar saja..” Ye Sung tersenyum miris. Ye Sung melirik So Eun sejenak sebelum akhirnya melangkahkan kaki meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan So Eun yang memukul pelan kepalanya, merasa sangat bodoh. ( Hold Each Other – 936 Words)

Ye Sung❤ So Eun

#3. Can’t Feel My Face by. The Weeknd – Dong Hae & So Eun

“And I know she’ll be the death of me, at least we’ll both be numb.”

So Eun terbangun ketika matahari sudah bersinar cukup terik. Gadis itu sempat kebingungan, melirik sekitarnya dengan heran karena merasa bahwa ini bukan kamar yang biasa ditempatinya. Namun tak lama sesuatu terlintas di pikirannya yang nyaris membuatnya berteriak.

“Astaga.” Matanya melebar begitu mengingat kembali kejadian semalam. “Semalam aku dan Dong Hae.. apa yang kami lakukan?” Wajahnya terlihat panik, walaupune ekspresi itu tak berlangsung lama. Kini sebuah senyuman sudah terlihat di wajahnya. “Tapi aku tak menyesalinya sama sekali. Aku kan bukan kekasih orang lain lagi sekarang. Ini bukan perselingkuhan, si Choi menyebalkan itulah yang terlebih dahulu mengacaukan semuanya.”

Bicara soal semalam, dia baru ingat kalau Dong Hae tidak ada. Anak itu mungkin semalam tidur di luar karena So Eun tahu tahu sendiri betapa lurus-nya dia. Lihat saja pakaian semalam yang masih menempel utuh di tubuhnya saat ini. “Pantas kau tak pernah mendapatkan gadismu.” So Eun berdecak sambil geleng-geleng kepala dan beranjak menuju kamar mandi.

Sekitar setengah jam kemudian So Eun segera keluar dari kamar setelah membersihkan diri. Kali ini karena ia tak memiliki pakaian bersih tadi dengan seenaknya ia mencuri salah satu kemeja Dong Hae dari lemari. Kemeja itu kebesaran di tubuhnya yang bahkan menjuntai hingga beberapa meter di atas lututnya.

Aroma yang wangi langsung tercium ketika ia menapakkan kakinya di dapur apartemen milik Dong Hae. Akhirnya ia dapat menemukan laki-laki itu yang pagi ini terlihat berkutat membuat sarapan.

“Selamat pagi, Dong Hae”

“Selamat pa—“ Dong Hae menoleh ke belakang berniat membalas sapaan So Eun, namun ucapannya itu tercekat hingga tenggorokan ketika ia melihat So Eun saat ini. “—gi, So Eun.” Matanya jatuh mengamati kemejanya yang saat ini melekat tanpa ijin di tubuh So Eun. Dong Hae kemudian berdehem sambil kembali melanjutkan pekerjaannya dengan membelakangi So Eun.

Sementara itu So Eun tersenyum diam-diam, sebenarnya tadi ketika ia memutuskan mengenakan pakaian ini niat nakal itu memang juga terlintas di benaknya – dia ingin menggoda Dong Hae kkkk.

“Masakanmu wangi.”So Eun sengaja mendekati Dong Hae yang tengah memasak. Dong Hae meliriknya dengan sedikit canggung, walaupun pemuda itu tetap berusaha menyibukkan dirinya.

“Kau tahu? Semalam aku telah menghubungi keluargamu mengenai apa yang terjadi. Mereka sangat marah, aku yakin kau tetap harus menjelaskan pada mereka duduk permasalahannya karena aku tetaplah pihak luar dalam hal ini.” Ekor mata Dong Hae mengikuti So Eun yang kini sibuk menyicipi sirup Pancake yang dibuatnya. Lagi-lagi dia merasa kurang nyaman dengan gesture So Eun yang menjilati ujung jarinya. Haah, gadis ini selalu saja begini selama bertahun-tahun mereka mengenal. Apalagi setelah kejadian semalam, kini bagi Dong Hae suasana bahkan lebih canggung dari biasanya namun gadis ini terlihat tak peduli. Entah karena dia tak mengingat apa yang semalam terjadi.

“Aku akan bicarakan hal itu pada mereka nanti.” So Eun masih bermain cara polos dan pura-pura tidak tahu apapun.

“Si Won bagaimana?”

“Entah, apa semalam kau tidak memberitahukannya juga?”

Dong Hae mendesah mendengar pertanyaan itu. “Aku berpikir bahwa hal ini tidak semudah itu memberitahukannya. Tapi semalam sepertinya orang tuamu langsung membicarakan hal itu dengan pihak keluarga Si Won jadi mungkin ia sudah mengetahuinya.”

“Baguslah. Setidaknya aku tak perlu harus bertemu dengannya.”

“Kau tetap harus bertemu dan berbicara dengannya. Apapun hasilnya nanti kau dan Si Won harus merundingkannya.” Dong Hae kembali menjawab dengan serius, sementara kini So Eun menatapnya sedikit heran.

“Formal sekali. Setiap bicara denganmu aku selalu merasa sedang mendengar pidato kenegaraan.” Dong Hae tampak mendesah mendengar protesan So Eun itu tanpa mengatakan apapun. Sementara kini So Eun mulai tersenyum nakal kembali lebih mendekati pemuda itu. “Ah, tentu saja kecuali dengan apa yang terjadi semalam.”

Dong Hae tampak sedikit melebarkan matanya, sedikit tak menyangka bahwa So Eun akan bergeser ke topik itu. Dong Hae bahkan mengira kalau So Eun tak mengingatnya sama sekali.

“Kau pasti berharap kalau aku lupa. Tidak sama sekali, aku ingat semuaaanya.” So Eun mengedipkan mataya pada Dong Hae sementara pemuda itu hanya balas menatapnya, sebelum akhirnya tersenyum kecil dengan sikap So Eun.

“Baguslah. Setidaknya aku tak perlu harus mengulangnya lagi lain hari.” Ucapnya tenang dan terlihat lega. Ia kemudian kembali sibuk dengan masakannya.

So Eun mendesis, kadang ia benar-benar bosan dengan sikap kaku Dong Hae. Kenapa dia tidak bereaksi lebih wajar seperti pria pada umumnya yang akan melanjutkan pembicaraan mereka, atau kalau dia memang ingin bersikap awkward seperti tadi tentu permainannya akan lebih menyenangkan. Tapi tidak, laki-laki ini hanya menganggapnya angin lalu dan dengan mudah menyelesaikan pembicaraan. Bodoh.

“Kau tak bisa begitu. Kau seharusnya mengucapkannya berulang kali.” So Eun tak kehabisan cara, kali ini ia bergeser untuk duduk di atas counter tepat di samping Dong Hae. Nada suaranya dibuat lebih manja yang berhasil membuat Dong Hae mengerutkan dahinya heran. “Menyukaiku. Kau seharusnya mengucapkannya berulang kali.” Ulangnya sambil kini menarik-narik kancing kemeja bagian atas milik Dong Hae.

“Kau seperti ini lagi.” Dong Hae terkekeh sambil menggenggam tangan nakal itu. “Kau benar-benar wanita yang berbahaya. Kau bahkan belum resmi putus dengan pacarmu, ingat? Apakah layak kau menggoda pria lain seperti ini?”

“Kau jangan sok bersih. Kau duluan yang mengundang kekasih orang lain ke apartemenmu. Kalau terjadi sesuatu, kaulah yang harus bertanggung jawab.”

Dong Hae menyerah, ia akhirnya mendekat ke hadapan So Eun setelah mematikan kompor. Kedua orang itu saling tersenyum, ketika tangan Dong Hae beralih menyentuh pinggang So Eun serta tangan gadis itu yang melingkari lehernya. “Pembicaraan kita terdengar kotor seperti dua orang yang terlibat perselingkuhan.”

“Kita kan memang melakukannya.”

Kedua orang itu kembali tertawa sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil inisiatif untuk lebih intim. Dong Hae membelai salah satu sisi wajah So Eun ketika ia membawa wajahnya lebih mendekati gadis itu, berniat menempelkan bibir mereka untuk pertama kali. Sementara itu So Eun juga tidak mau terlalu lama menunggu, ia ikut menarik leher Dong Hae agar hal yang mereka inginkan bisa terjadi lebih cepat.

“Dong Hae kau tahu? So Eun membatalkan—“ Keduanya kaget ketika tiba-tiba seseorang datang ke dalam ruangan itu. Keduanya langsung melirik ke arah pintu dengan ekspresi kaget, sama halnya dengan ekspresi yang terlihat di wajah pendatang itu saat ini. “—APA-APAAN INI?!!” (Can’t Feel My Face – 984 Words)

Dong Hae❤ So Eun

#4. Gun For Hands by. Twenty One Pilots – Eun Hyuk & So Eun

                “That you all have guns, and you never put the safety on.”

Hyuk Jae selalu heran pada dokter yang merawatnya itu. Dia tak mengerti kenapa, namun ia merasa bahwa ada sesuatu yang berbeda dari dirinya. Sesuatu yang membuat Hyuk Jae selalu bertanya-tanya dan penasaran.

Dokter itu bernama Kim So Eun, dokter yang selama ini merawatnya dari penyakit kejiwaan yang dideritanya. Selama ini karena perawatan dari dokter So Eun ia bisa berangsur pulih dan membaik setelah lebih satu tahun dia terkurung di tempat ini. Hyuk Jae kini bahkan sudah merasa sehat seperti dulu, walaupun kata para medis disini belum karena beberapa kali Hyuk Jae masih sering menunjukkan prilaku yang kurang wajar. Tapi kata Dokter cantik ini, kalau ia bisa bertahan dan terus melakukan peningkatan bukan mustahil baginya untuk bisa beraktifitas seperti sediakala.

“Huh, selesai. Sekarang anda bisa beritirahat, Tuan-Lee.” Ucap wanita itu sambil tersenyum padanya setelah ia selesai menyuntikkan sejenis cairan ke dalam tubuh Hyuk Jae. Sejujurnya setiap melihat jarum suntik Hyuk Jae selalu merasa bersalah pada Dokter-Kim, ia ingat bahwa dulu ia sering menyerang So Eun karena halusinasi yang ia rasakan.

“Terima kasih, Dokter.”

“Apa ada keluhan lain?”

“Tidak.”

Kedua orang itu saling tersenyum. Hyuk Jae tidak tahu apa alasannya, namun ia selalu merasa tenang melihat senyuman So Eun. Walaupun sejujurnya sejak awal ia seperti melihat wajah licik Kim Hyu Na dari parasnya, namun sekarang ia sudah tidak pernah memikirkan itu lagi. Sekarang setiap kali menatap wajah itu ia merasa senang.

“Anda tahu, tuan-Lee? Kesehatan anda sudah sangat bagus. Dalam minggu ini mungkin pihak rumah sakit akan mengadakan tes untuk anda. Kalau anda berhasil melewatinya maka bukan mustahil kalau dalam waktu dekat anda bisa pulang.”

“Benarkah Dokter? Wah, saya senang mendengarnya. Saya berharap bisa melewatinya.”

“Saya pun begitu.”

Hyuk Jae tersenyum kembali menatap So Eun yang juga tersenyum padanya. Ia mungkin bodoh dalam hal ini namun ia menyadari perasaannya lain yang tumbuh di hatinya untuk wanita ini. Hanya saja ia tak berani untuk mengakuinya, waktunya tidak tepat dan selain itu ia masih trauma dengan cinta setelah apa yang dialaminya.

“Ya sudah, kalau begitu saya kembali ke ruangan dulu. Saya akan menemui anda lagi nanti.”

“Ya Dokter, sekali lagi terima kasih.”

Wanita itu tersenyum padanya sebelum meninggalkan tempat itu. Sementara kini Hyuk Jae tampak tersenyum senang mengingat apa yang dikatakan oleh So Eun tadi. Entah mengapa ia sangat yakin kalau dia sekarang sudah benar-benar pulih. Rasanya tidak sabar untuk pulang dan memulai kehidupan barunya.

Suara dering ponsel tiba-tiba saja terdengar ketika Hyuk Jae ingin tertidur. Hyuk Jae mengamati sekitarnya, tampak kaget karena ternyata ada ponsel yang tertinggal di sana. Milik Dokter-Kim.

Ponsel itu berdering kembali setelah Hyuk Jae berhasil meraihnya. Ia tak pernah berniat untuk mengintip, dalam pikirannya kini adalah memberikannya kembali pada sang Dokter, namun ketika ia melihat kontak nama yang memanggilnya itu ia merasa benar-benar kaget. Karena nama Kim Hyu Na tertulis disana.

Entah apa yang berada di dalam pikirannya, namun kini ia menerima panggilan itu. Ponsel itu lalu ia tempelkan di telinganya.

“Hey, kenapa kau lama sekali? Dimana kau sekarang? Aku hari ini keluar dair penjara dan berniat menemuimu, tapi kau tak ada di ruangan.” Hyuk Jae terpana, jantungnya berdetak kencang karen ia seperti mengenal suara ini. Suara ini terdengar seperti suara yang menghantuinya di setiap malam. “Kenapa kau diam saja? Ayolah kembali ke ruanganmu, aku lapar. Makanan di penjara tidak enak raanya.” Hyuk Jae masih diam, namun tangannya yang lain bergetar menahan kemarahan.

“Aish, kau ini sungguh—tunggu, sepertinya aku melihatmu. Tunggu disana.” Hubungan putus sepihak namun sesuatu berdengung di telinganya. Dengan cepat pemuda itu turun dari tempat tidur dan keluar kamar, setengah berlari menuju arah Dokter-So Eun pergi tadi.

Hyuk Jae terus berusaha mencari sambil masih memegang erat ponsel di tangannya hingga tak lama ia menemukan sosok yang dicarinya. Bersama dengan seseorang yang paling tak ingin ditemuinya lagi seumur hidupnya.

“Kakakku, kau tak tahu betapa aku sangat merindukanmu.”

Kakak? Hyuk Jae benar-benar terpaku, ia sama sekali tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini namun matanya tak bisa berbohong. Semuanya seperti berbalik membuktikan.

“Aish, kenapa kau diam saja dan menatapku begitu. Kau seharusnya senang menyambut kepulanganku. Kakak seperti apa kau ini.”

Senyuman itu, tatapan mata itu, suara itu. Iblish itu benar-benar kembali dan kini berada di hadapannya. Bahkan yang lebih mengerikan kini ia berhadapan dengan seseorang yang selama ini dianggapnya sebagai malaikat berwujud manusia.

“Kim Hyu Na, kau…”

Apa? Apa yang dikatakan oleh Dokter-So Eun? Kenapa kini suaranya memelan dan malah berganti dengan dengungan aneh yang berasal dari kepalanya. Kepalanya terasa mulai bernyut nyeri, bukan, rasanya mulai menajam dan sakit. Kepalanya terasa meledak.

“Pecundang pecundang pecundang pecundang hahaha pecundang pecundang pecundang pecundang haha..”

Suara Hyu Na yang selama ini menghantui kepalanya kembali terdengar yang kini bahkan ditambah dengan suara lainnya. Suara yang selama ini dianggapnya mampu menyejukkan hatinya dalam menyingkirkan bisikan iblish itu di telinganya.

“Pecundang pecundang pecundang pecundang pecundang pecundang pecun…”

“ARRRGH!!!” Hyuk Jae berteriak keras, melepaskan ponsel di tangannya begitu saja dan meremas kuat kepalanya yang terasa siap meledak. Teriakannya tentu saja mengagetkan beberapa orang yang ada di sana bahkan kedua orang yang sejak tadi perhatikan.

“Astaga itu—“

“Tuan-Lee!” So Eun segera berlari menuju Hyuk Jae tanpa mengacuhkan Hyu Na yang juga terkejut. Beberapa pihak medis juga mulai mendekati sang pasien yang merintih kesakitan di lantai koridor. Kedua tangannya memegang dan menjambak rambut kecokelatan miliknya. “Tuan-Lee – pecundang

Pecundang

Pecundang

Pecundang

Pecundang

“AAARGHHH PERGI DARIKU BRENGSEK!!!”

“Tuan— Pecundang

Pecundang

Pecundang

Pecundang

Pecundang

Pecun—

(Guns For Hands – 887 Words)

Eun Hyuk❤ So Eun

❤ END❤

Belakangan ini ditengah apa yang sekarang sedang aku kerjakan, aku sering merasa bosan dan ingin lari ke tulisan. Namun sayangnya karena lagi ga pingin buat yang panjang sehingga itu sebabnya memutuskan buat drabble yang kemaren, trus tadi tiba-tiba kepikiran untuk iseng bikin lanjutannya maka jadilah drabble sequel yang ini hehe.

Aku tahu tipikal reader tiap baca drabble yang selalu mikir FFnya jadi gantung, tapi sebenarnya ya begitulah drabble yang khusus membuat cerita tentang satu hingga dua situasi. Tapi karena sekarang masih masa di masa bosan, aku tidak menutup kemungkinan sih buat bikin sequel ketiga dari empat drabble ini. Tapi yah, aku gak terlalu janji.

Yang jelas, terima kasih untuk membaca. Aku menyadari bahwa drabble yang kemaren hanya mendapat 13 komentar sementara aku cek yang lihat mencapai 300 klik tapi ya sudahlah yang penting semuanya terhibur dengan cerita ini.

Oiya abaikan typo karena saya memang malas ngebaca dan ngedit ulang😄

 

 

31 Comments Add yours

  1. vidiadwi8607 mengatakan:

    Makasih kak malem2 bikin bacaan yang memuaskan .. hehe

  2. minmin mengatakan:

    aku juga lagi bosen & kangen sama kse jadi terhibur baca ff mu put 😃
    kirain kyu bakalan tergoda trus nyium sso kekeke dua sahabat yg aneh…
    yaela bilang aja saling cemburu gitu aja pada ribut, eh yesung ga jadi pergi ya? kasian mereka😦
    Aaaaa itu siapa yang ganggu? siwon ya? ga tau apa lagi ada orang mau mesra2an kekeke,,, fav ku yang ini🙂
    itu kembaran soeun napa harus kembali coba? kan bikin hyukjae jadi down lagi, nanti bisa2 hyuk benci lagi sama sso, aku klo disuruh bayangin kelanjutan drabble yg ini ga bisa 😄
    ditunggu next nya…

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Kkk… aku lupa ngasih tahu kalau yg YeSso itu flashback waktu mereka mulai menyadari perasaan mereka masing2. Aslinya emang udah sad ending buat cerita mereka

  3. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Nggak di Kyu… Ngggak di Hae…
    Semuanya saling menggoda..
    Kkkkkk~

    iaaa.. Uni dibagian Yesung kurang kata flashback… Hahahha.. Td sempet rada bingung juga *peace*

    kasihan Hyuk disini.. Huhuhu T.T

    klw gitu bolehlah ditunggu sequel ke 3 ma 4nyaaa…
    Hehehhe v.v

  4. yhuliisoeun mengatakan:

    awal liat tadi kirain drabble baru.. ehhh pas liat isinya trnyata sequel dari drabble kmarin… suka suka semuuaa … >< tapii klau umpama mau buat sequel.y aku pngennya yang kisah Yesso.. gak tau mnarik aja gitu,. kalau enggak si yang Haesso itu jga keren bnget klau di buat sequelnya.. 😂😂

  5. Mama nikita widiyati mengatakan:

    Ya ampuuuun…sequelnya keren banget!!paling penasaran sama yang kyu dan sso….kkkkk!!!!evil sptnya jatuh cinta….!!hhahahaha….yang hyuk sama sso sptnya tragis banget!!!donghae so eun ughhhh bikin iri….dan siapa tuh yg datang!!!yesung dan so eun???sptnya yg itu flashback hubungan mereka???semangat menulis!!!

  6. AngelFish mengatakan:

    Awwwww soeun nackal sekaliii 😄😝. Donghae jangan sok polos gitulaah, bukan donghae banget 😒😂. Selalu cinta sama couple ini. Kaak semoga haesso selalu berkeliaran di kepala kakak yaaaa 😘😘😍😍
    Fighting fightinggg fightingg

  7. Angel mengatakan:

    Suka suka suka

    Drable.y menarik semua
    Dilnjut.y eonnie 😊

    Penasaran ma kisah yesso

  8. fishydhi mengatakan:

    Cerita berlanjut,,,
    Jadi makin penasaran dengan drabblenya,,,

  9. Kim Ra rA mengatakan:

    Minggu ini aku merasa beruntung karna baca drabbles nya putri 2 x berturut turut. seneng banget pokok nya

    Haha 2 sahabat berbeda jenis ini memang bikin gereget kemarin kyu yang di bikin cegukan dengan transformasi So eun yang bahkan seperti nga baru di sadari kyu. sekarang giliran Sso yang di bikin keki sama sikap kyu tapi sebenernya mereka gantian sih di bikin kekinya aaaah pokok nya liburan mereka sepertinya akan sangat berkesan mungkin juga akan merubah status mereka nantinya

    heeei aku bayangin Sso boncengan sama haneul bukan motor sport loh yang nongol di kepalaku. “sepeda” itu yang muncul hihihi aneh yah
    hubungan mereka tetap aja rumit sulit buat mereka bersama bahkan menurutku mereka berada dalam satu atap pun sangat sulit. saling cemburu tapi gak bisa bilang sayang apa lagi huuuf’ yang ini alur nya pasti gak akan bisa di tebak.

    Donghae- ya……. hadeeeuh mereka berdua tuh emang paling bisa bikin hati nyeeeesss banget. dengan donghae bukqn hanya Sso yang bisa di bikin kikuk tapi Sso yang berhasil bikin abang ikan gupgup hihihi Sso pagi pagi dah bikin si ganteng salah tingkah gitu. benar benar Pagi Yang Maniiiiis saling menggoda dan ah pokoknya di kepalaku tuh yah mereka berdua udah kaya gula di campur madu maniiiiiiis banget. and What siapa itu kok timeing nya gak pas gitu setidaknya biarin HaeSso menyelesaikan apa yang memang harus mereka selesaikan ahaha aku dah ngaco nih. jangan bilang itu siwon wah tambah seru tuh jeng jeng kaya nya bakal ada yang perang nuklir

    Syukurlah hyukie dah berangsur membaik sekarang dia juga sudah seperti orang normal dari cara bicaranya sama si dokter cantik.hyul juga selalu merasa bersalah kalau dulu dia sering menyerang Sso. huuu kenapa cewe kejam itu datang di saat hyuk masih dalam masa pemulihan gimana kalau dia down lagi huaaaa mudah mudah hyuk gak balik lagi kaya satu tahun yang lalu. dan kenyataan kalau so dokter sama cewe itu saudaraan apa akan berdampak buruk. padahal hyuk sepertinya udah nyaman sama sso. setidaknya di masa masa ia sekarang sangat penting untyk membuatnya nyamn

    Kepanjangan yach ma’af terlalu asik koment soalnya asli ini tuh keren banget. semoga bisa dapet sequel 3 nya pokoknya ini tuh yah KEREN BANGET. makasih yah put buat cerita yang bagus ini di tunggu karyamu selanjutnya

  10. aina freedom mengatakan:

    krn q kyusso shipper ,jd pas bc bagian kyusso bisa ngena di hati deg deg deg gt rasanya ,sebenernya bikin penasaran bnget sama ceritanya ,tp mau dikata ..ceritanya cuma drabble .spt biasa keseluruhan cerita bagus ,seru dan menarik …sipppp

  11. aisyah kyubum elfangelssoeun mengatakan:

    Mudahan akan ada sekuelnya lagi ,,, kyu tumben waras hahahahah ,,, kalo yesso ini cerita sebelumnya yah ?!! Haesso penasaran siapa yg datang ,, hyuksso paling berat ,,,

  12. safriyanti mengatakan:

    Pling sweet to y psngan haesso tp kyusso sllu bkin gemas,,,,kyu gk sdar apa mlai suka ma sso,,,,
    Pkok,a suka smua sm drable,a,,,

  13. sukhwi mengatakan:

    Kyusso ~ Jinjja? sepertinya sso yang suka duluan kkk, pandai banget menyembunyikan rasa hati , Sso yah dia merasa bahagia walau cintanya rahasia~ aduh berharap ini dilanjut ke drable berikutnya kkk~
    HaeSso~ nahloh ketauan tuh sama siapa ya ? siwon mungkin ya..gawat dong, selingkuh di bales selingkuh mantep deh , ayo Hae jangan lepasin Sso lagi..;)
    Yesso~ hmm aga ribet ya kalo hati disuruh pura2 , tetap aja ga bisa berbohong walau sikap kadang menunjukan sebaliknya..aduh gimana nih nasib saudar tiri ini..
    HyukSso~ disini Eunhyuk masih dinistakan kkk, padahal udah mau sembuh, hadeuh..apa dia akan benci sama Sso? berurusan dengan orang yang ‘sakit’ itu kadang mengerikan loh..berharap sih sembuh..

  14. tri mengatakan:

    Suka baca drabble ini, Hubungan kyu dan sso masih gantung nich, walaupun sepertinya keduanya saling suka, Yesung dan sso kasihan harus terperangkap dalam hubungan keluarga, So cool banget nich dong hae padahal sso nya udah godain mulu, nah loh siapa yang datang. Paling sedih lihat kisahnya hyukjae nich…moga dia kembali seperti sedia kala.

  15. Dira cute mengatakan:

    Duh ga sabar ama drabble story yesung & so eun yg part 3. Pengen tahu knp kok bisa mereka jd kakak adik yg ortunya menikah bareng trus mereka punya perasaan cinta. Duluan ortunya atau mereka yg merajut cinta…hiks sedih. Ditunggu lanjutannya ya. Pengennya seh putri cepat balik moodnya ga bosen ngelanjutin drabblenya. Untuk karya putri mah awesome deh dr segi temanya. Suka banget

  16. pipip mengatakan:

    Waaaah asik trnyta ads sequel dri drabble kmren
    Pling suka dgn ceritanya donghae dgn soeun kyknua pas dgn krakternya
    Tpi aku lbih suka baca drabble kak hehe.dtnggu ff lainnya

  17. vhi mengatakan:

    Ttp donghae yng romantis… 😙 kyusso ada kemajuan cieee…. yng ngeness tuh yesso sama hyuksso 😢😰

  18. devi mengatakan:

    Keren bangeeet + bagusss sequel drabble’a,,,,,

    Ap gy yg part’a kyusso ma haesso bikin senyum2 gaje,,,,

  19. yehaesso mengatakan:

    dapet banget. selalu keren!
    paling suka sama haesso, donghae selalu dg karakter aslinya dan sso selalu jadi seorang yg manja kalo dipasangin dg hae.
    yesso! huaa porsi yg pas kaka beradik yg saling jatuh cinta.
    kyusso, kyaa evil udh mulai terpesona ya hiii
    hyuksso, ada apa dg eunhyuk dan masa lalunya ? wah masih banyak pertanyaan buat eunhyuk nih hee..

  20. anna mengatakan:

    Kyusso : ayaya kyu mkin ga bs mnutupi prsaany tp dia tdk mmnfaatkn keadaan&mncuri ksmptan&bgusny tdk brskp seenkny lbh mnghargai sso
    Yesso : knp ga kabur aja cb mrk brdua kn nyesek hrs tggl stu atap dgn hbgn yg tdk biasa
    Haesso : ciecie yg prsanny sdg brbunga bunga hayoo lho kthuan sp mrk ditgh keromantisan yg trcipta tp sprtny haesso mlah gak keberatan dgn hal itu,,
    Hyuksso : yaaaa eunhyuk kumat lgi dah smg aja hny guncangan sesaat knp hyuna hrs mncul disaat yg bnr2 tdk tepat bkin tmbh negatif thinking kn jdny,,

  21. Fee mengatakan:

    Good job thor,,
    Aduh selalu meleleh sm haesso.
    Iyah hrs dilanjut lg thor.
    Seru seru,,

  22. yulisarah25 mengatakan:

    Cerita yeseo ternyata cinta terlarang mereka gak sadar kalo saling suka ckck
    Ditunggu ff lainnya^^

  23. Angelsso mengatakan:

    suka suka dgn drabbleny 😊😊
    Haesso tetep yg paling romantis 😆😆 haha kyu kamu knapa???? wkwkwkwk pokokny aku suka smuany……😁😁 * maap postan yg sblum ini aku ndk koment* ditunggu sequel slanjutny 😊😊😊

  24. Rani Annisa mengatakan:

    wah drabble ini juga seru banget ceritanya 🙂
    semua ceritanya bener-bener keren banget dengan karakter dan cerita yang berbeda…

  25. yuliaseptiani mengatakan:

    Yeyeye … akhirny ada sequel ny lagi ^^ kyusso ma haesso dh mulai kmjauan ~kkkkk semoga hyuksso n yesso bisa bersama -_- d tunggu sequel ny lagi 😉

  26. nita mengatakan:

    pas bca bgian kyusso sm yesso gak terlalu ngeh klo ini sqeul dri drabble yg kmrn, tpi pas bca yg haesso bru ngeh jln crta ny, sm kyk yg kmrn. kkkk
    hemm sbnrny aq gemes sm hbngn kyusso yg msh blm jls, mdh2’n ada sequel ke3, amin…#ngarep. good job thor, keep writing🙂

  27. Shane mengatakan:

    Helloha puput cimuut hhiii
    senengnya aye ada yg bru d sini .. drabbles nya kakk suka (y) humm angguk2, aye puas kuk walopun d kt drabbles ntu suka gantung , klo ada lanjutannya syukur klo ga ade jg dpp ..cos inti storynya dah ngena d hati jd dah iso merasuk n ngebayanginnya … jd iso ikut berimajinasi reader nyo klo ngebca drabbles hhhe … klo puput yg bikin rsnya gimana gt ..d iringi ma lagu nya makin ngena makanya puas makan nya hhii , btw aye dah bc blom yak drabbles awal ni story keknya blomm hmmm , nanti tak ubek2 .. nyicil ye put .. hhe

    Catching feeling
    ni sahabt .. beneran ada sesuatu .. keknya sso ada hati ma kyu n sebaliknyá jg sso, sso mabok jd mancing mancing kyu yeee hhhiii .. kyu yg br puuts jd mengajak soeun ngobrol dg nyamannya ..tbsoeun kelimpungan mabok sso mancing eee kyu minta umpan terus hhhii , kek bersa sso nya yg br putus bukannya kyu hhhi #eeeh
    kyu kek nya laki2 yg beda ma yg sso byangkan .. mungkin aje kyu lki2 baik .. buktinya dia ga nerkam soeun malah mengasihi sso di ajak ngadem #eeeeh hhhi

    Hold each other
    Ni kisah kek nya miris ye hhhe yesso nya saudraan walopun tirian hmmm sulit untuk bersama .. cinta terlaarng jdnya yak ..nyok kawin lari aje hhhhii , gemes2 suka gt ay ngebcanya . Mereka terlihat sperti saudraan sungguhan tp tindaknnya kek sperti suami istri hhhi #eeeh
    Ciee cemburuan ni yee, sso cemburu ngeliat yeye ngantr cewek lain , kek nya begitupun yesong yg ada rs gimana ketika sso d antr henul meskipun dia kesel cos sso g ngsih thu dia klo pulng ma orng lain .. cos dia g capek ngejemput dg sia2 , hmmm
    Keknya mereka dh saling th perasaan msing2 cos dh ade ksepktan .. kesian jg ngeliat nasib ni psangan cos d siksa ma puput #eeh hhhi

    Can’t feel my face
    Ni haesso punya hub terlrang jg kkkkke😄 , hae pria yg baik ye buktinya sso masih lengkap hhhi , hae dh ngatain cinta ma sso tp ttp sopan eee sso nhya yg ngegoda jdilah hae tergoda #eeeh hhi
    Pas mau manja manjaan ee ada tamu tak d undang …. tukang bersih bersih kek nya yak ataw penagih hutang kali yg datang hhi😄
    Klo yg dtg ntu mr choi mending haesso sembunyi deh .. entr iso2 d tembak mati ma t polisi #eeeehh hhi

    Gun for hand
    Hyukie d rawat ma soeun , apakah sso thu klo hyuk ntu gila krna saudarinya hm kek nyo g thu ye, hyuk berangsur sembuh karna d rwat sso tp jdi kumat lagi stelah dia thu klo hyuna saudraan ma soeun .. nah looo ,ni dua saudra dh berhasil ngebuat hyuk kumat hhhii , ni malang nsib hyuk d tangan puput .. hhhe #eeehh

    Mantab dah (y) drabbls na ♡♡♡
    Ttp smngat n smoga slalu dpt inspirasi tk puput :*
    Lempr keringet dhangkko n adik2 nya buat puput #eeeh hhi

    Slalu sukses buat puput na aammmiin {}

  28. octa mengatakan:

    Astaga sso godain donghae gth hahaha
    Lanjut terus yah chingu

  29. Didi28 mengatakan:

    Jadi gemes sama Kyuhyun dan Donghae di cerita ini huhuhu. Satu bandel satu manis.

  30. sungyong mengatakan:

    Kyusso~ kayanya kyu udah ada rasa nih sama sso, tapi sepertinya sso dulu deh yang suka duluan sama kyu. cuman sso pandai banget nyimpen perasaannya sendiri.

    Haesso~ wah wah gak nyangka hubungan mereka bakal sejauh ini, aku yakin pasti itu si won! kalo iya bakalan menarik banget nihh

    Yesso~ jadi ini kehidupan yesso setelah orang tua mereka menikah, kok jadi saling bertengkar yah. aahh ribet dahh kalo kaya gini mah

    Hyuksso~ kim hyu na sebenarnya mau dia apa sih, sama hyuk dibuat gila kaya gini. kasihan banget dg hyuk pada hal keadaanyya berangsur membaik tapi karna kedatangan wanita itu semuanya kembali lagi huftt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s