~ [Drabbles] By Words ~


by-words.jpg.jpeg

Title       :               By Words

Author  :               PrincessClouds/ @yourgongju_

Length  :               Drabbles

Genre   :               Romance – Angst – Fluff – Teen Life – Fantasy – Drama.

Rated    :               PG-15

Main     :               Kim So Eun – Lee Dong Hae – Lee Hyuk Jae (Eun Hyuk) – Cho Kyu Hyun – Kim Jong Woon (Ye Sung) – Choi Si Won – Kim Ki Bum.

Minor   :               Victoria, Kang In, Hwang Eun Jung, Seo Joo Hyun (Seo Hyun), Kim Seol Hyun.

Warning:             Typo(s) – Not So Drabble At All – Mix Genres

Note      :               Terima kasih untuk beberapa pembaca di Group yang telah membantu menemukan ide untuk pembuatan FF ini.

*By_Words*

#1. Raining, Keywords: Costumers, Lies, Umbrella.
#2. Stars, Keywords: Wishes, Stargazing, Implicit.
#3. Unintended, Keywords: Capten, Prisoner, Ally.
#4. Fond, Keywords: Reunion, Show off, Attention.
#5. Flashlight, Keywords: Lost, Woods, Darkness.
#6. Crazy, Keywords: Anomaly, Misplaced, Poison.
#7. Sun, Keywords: Doll, Lifeless, Eternity.
#8. Sunset, Keywords: Sea, Mermaid, Memory.
#9. Admire, Keywords: Newcomer, Ego, Encounter.
#10. Mirror, Keywords: Royalty, Envy, Disguise.

 

#1. Raining – Dong Hae & So Eun [Prompter: Nenden PDJ]

Aku melihatmu hampir setiap hari. Kau adalah salah satu pelanggan di kafe kami yang sering menghabiskan waktu di sudut ruangan sambil bekerja. Kutebak kau bekerja di bidang Design Interior, hal itu terlihat dari layar laptop yang tak sengaja sering kuintip setiap kali mengantarkan Iced Americano ke mejamu. Beberapa kali kau datang dengan teman-temanmu, sehingga darisana aku tahu kau adalah penghuni baru apartement mewah yang terletak di seberang jalan dan kau bernama Lee Dong Hae.

Hampir setiap hari kau datang di waktu yang sama, sekitar jam tujuh malam saat dimana para pekerja kantoran bebas tugas setelah berjam-jam berkutat di tempat kerja. Kau biasanya pergi sebelum jam sepuluh malam, namun saat ini berbeda karena diluar hujan tengah melanda sehingga kau tertahan lebih lama. Kau bahkan masih berdiri di depan kafe begitu aku mengunci pintu kafe.

Kau menerawang menatap air yang menetes dari langit, mungkin kau berharap agar hujan segera reda sehingga kau bisa pulang. Sementara itu aku berdiri beberapa meter darimu karena aku juga enggan menembus hujan dan berlari menuju halte bis yang terletak cukup jauh. Selain itu jelas aku tak ingin meninggalkanmu sendiri disini, kau adalah orang yang kusukai walaupun aku tak pernah mengatakannya pada siapapun. Kesempatan untuk berada di tempat yang sama hanya berdua denganmu tak mungkin aku sia-siakan.

Matamu yang berwarna cokelat gelap melirikku, sebuah senyuman ramah terlihat di wajahmu begitu kau menemukan diriku yang gugup tertangkap basah tengah memperhatikanmu. “Hujannya sangat lebat, bukan?” sapaanmu terdengar rendah, namun aku mampu menangkapnya bersama debaran hebat yang kurasakan di jantungku.

Aku hanya mampu bergumam dan mengangguk, hal yang sangat kusesali karena membuat keheningan kembali terasa beberapa menit setelahnya. Aku ingin berbicara lebih banyak denganmu, aku ingin mengenalmu lebih jauh, namun aku juga tak mengerti mengapa otakku tak berkerja cukup baik bila berada di sekitarmu.

Entah berapa lama kita larut dalam keheningan menatap hujan, begitu sebuah mobil sedan berhenti di depan kafe. Dari dalam kulihat kakak perempuanku bergegas menghampiri dengan sebuah payung di tangannya. “So Eun, mengapa kau masih disini? Bukankah kau membawa payung?” Victoria bersuara dengan panik, dia bahkan tak sadar bahwa ucapannya membuat pipiku memerah akibat rasa malu yang kurasakan. Astaga, mengapa dia mengatakannya ketika kau masih bisa mendengarnya? Kini kau sudah mengetahui bahwa saat ini aku hanya ingin mencuri kesempatan untuk berdekatan denganmu dan aku merasa sangat malu. Aku tak yakin bisa bertemu denganmu lagi selanjutnya.

Namun setidaknya aku harus bersikap seperti seharusnya kini. Sehingga kini dengan kikuk aku mengeluarkan payung yang sengaja kusembunyikan tadi, kuberanikan diri mendekat padamu dengan niat memberikannya agar kau tidak pulang. Kau menatap payung itu sejenak lalu berganti melirikku, tak lama tiba-tiba kau menggelengkan kepalamu. Astaga, apa kau kini menganggapku aneh?

“Tidak usah.” Kau malah mengeluarkan sesuatu dari tas jinjing yang kau bawa. “Aku juga memilikinya.” Sebuah payung berwarna biru kini kau tunjukkan di wajahku begitu kau juga tersenyum kecil padaku.

Aku terpana, menyesali otakku yang lambat untuk mencerna apa maksud dari semua ini. Aku baru sadar begitu kau kembali bersuara. “Sampai jumpa besok.” Kau sempat berucap ketika kau membuka payung yang kau bawa dan meninggalkan tempat itu. Aku menatap kepergianmu sebelum akhirnya tersadar begitu Victoria menyikut perutku pelan.

“Kupikir dia juga menyukaimu.”

S-Sungguh? (Raining – 520 Words)

#2. Stars – Eun Hyuk & So Eun [Prompter: Nenden PDJ]

Dua tubuh itu berbaring di atas atap sebuah mobil sport mewah keluaran terbaru. Keduanya membiarkan angin malam berhembus hingga tulang begitu mereka terus berada di posisi itu sejak puluhan menit yang lalu sambil memandang langit yang dipenuhi bintang di atas sana.

“Ayo pulang. Kau bisa terkena masalah kalau sampai orang tuamu sadar bahwa kau tidak berada di kamar tengah malam begini.” Ucapan si pria mulai terdengar lesu, terlihat lelah mengulang ucapan yang sama sejak tadi.

“Mereka tidak akan menyadarinya.”

“Aish, mengapa tadi aku harus bertemu denganmu di depan kompleks?!”

Si gadis hanya menanggapi omelan itu dengan kekehan, ia melirik pemuda di sampingnya yang kini memejamkan matanya dengan wajah sedikit kesal. “Hanya malam ini, Eun Hyuk. Memangnya aku pernah mengajakmu melakukan ini sebelumnya?”

Pemuda itu membuka matanya, balas menatap gadis di depannya dengan tanpa gairah. “Memangnya apa yang ingin kau lakukan disini malam-malam begini?”

“Menanti bintang jatuh. Kudengar hari ini akan terjadi hujan meteor. Menurut buku yang kubaca bintang itu dapat mengabulkan permintaan apapun.” Gadis itu tersenyum sambil kembali menengadah menatap angkasa.

“Mereka telah membodohimu.”

“Tch, tenang. Lihat, hujan meteornya mulai terjadi!” Gadis bernama So Eun itu tiba-tiba berseru antusias begitu ia menunjuk angkasa lagi. Benar saja, beberapa saat kemudian terjadi hal yang Eun Hyuk akui adalah fenomena yang menakjubkan. Ia bahkan tanpa sadar terpaku melirik ke arah langit bersama So Eun yang larut merasa takjub. “Hey, buat permintaan!” gadis itu kembali berseru sambil memaksa menautkan tangan Eun Hyuk. Selanjutnya ia melakukan hal yang sama dan memejamkan matanya.

Eun Hyuk melirik So Eun dengan senyuman tipis sambil menggelengkan kepalanya. Tak lama kemudian gadis itu membuka matanya kembali dan melirik cepat tetangganya tersebut.

“Apa yang kau minta?” Tanya Eun Hyuk meledek.

“Aku tak bisa mengatakannya kalau tidak akan sia-sia.”

Eun Hyuk mengangkat bahu tak peduli. “Kau mau tahu apa yang kuminta? Aku malah yakin kalau aku mengatakannya maka akan terkabul.”

“Benarkah? Memangnya apa?”

“Yang kuminta adalah…” Eun Hyuk tiba-tiba menggeser tubuhnya miring, sehingga kini menghadap tubuh So Eun yang berbaring di sisinya. Ia berseringai begitu melirik bibir tipis So Eun, membuat gadis itu tersadar dan reflek menutup wajahnya.

“Kau mau apa?!”

Eun Hyuk terkekeh, memberikan sentilan ringan ke dahi So Eun sebelum turun dari tempat tersebut. “Sudah bukan? Sekarang ayo pulang.”

“Kau ini!” So Eun cemberut sambil memegangi dahinya. Gadis itu terus mengomel ketika turun dari atas mobil begitu Eun Hyuk menghidupkan mesin mobil dengan senyuman penuh arti di bibirnya. (Stars – 398 Words)

#3. Unintended – Si Won & So Eun [Prompter: Nenden PDJ]

Sosok dengan tubuh tinggi tegap itu terus mondar-mandir dengan wajah gelisah. Sesekali terdengar helaan nafasnya begitu ia melirik sosok lainnya yang kini duduk terikat di sebuah kursi yang terus memperhatikan setiap gerakannya.

“Dasar pasukan tolol, mengapa kalian tidak pernah becus bekerja?!” Ia kembali mengumpat, menghardik beberapa bawahannya yang berdiri di sudut ruangan dengan warna pucat di wajah mereka.

“Maaf Kapten, tapi tadi begitu kami menyusup ke dalam markas lawan wanita ini memergoki kami. Kami tak punya cara lain selain membekapnya dan membawanya serta kemari.” Salah satu dari mereka menjawab dengan suara bergetar.

“Kalian tidak tahu siapa dia? Dia ini adalah Lady Kim, selir kesayangan dari musuh besar kita. Sejak awal yang aku inginkan kalian masuk kesana dan mempelajari struktur persembunyian serta mencaritahu persediaan senjata mereka tanpa membuat kekacauan. Namun dengan begini maka mereka akan menyadari rencana kita dan mungkin akan berbalik menyerang kerajaan.”

Sebuah kekehan ringan memecah ketegangan. Suara itu tak lain keluar dari satu-satunya wanita di antara mereka. “Biar aku luruskan, aku tak pernah berniat menangkap basah siapapun sejak awal. Aku masuk ke dalam gudang itu untuk mencuri senjata untukku sendiri jadi aku tak tahu bahwa akan menemukan orang lain disana yang langsung membawaku kesini.”

Pria yang dipanggil Kapten itu menatapnya heran. “Kau berniat untuk mencuri senjata? Apa kau sejenis mata-mata atau sebagainya?”

“Bukan, aku hanya ingin keluar dari tempat itu. Hidup bersama pemberontak paling diincar kerajaan sama dengan menunggu waktu untuk mati. Siapa yang tahu kapan pasukan dengan Kapten tampan sepertimu akan menyerang dan memporak-porandakan tempat itu?” Ia memberikan tatapan tajam pada sang Kapten, sebuah seringaian terlihat di wajahnya yang menawan.

Si Won, pemimpin pasukan utusan kerajaan tersebut tampak menatap wanita itu dengan ragu, walaupun ia menyadari bahwa darahnya mendesir hebat mendengar godaan sang selir. Pria itu tiba-tiba mengambil sesuatu dari balik seragamnya, mengancungkannya pada wanita dengan gaun merah di hadapannya. “Jangan mencoba bermain trik padaku. Sebenarnya kau adalah mata-mata yang sengaja di kirim Kang In, bukan? Kau diutus untuk mempelajari gerak-gerik kami dan melaporkannya pada Kang In.”

Seringaian di bibir berwarna merah merekah itu semakin melebar mendengar ucapan tersebut. Tatapan mata yang tajam itu tak pernah jera memandang sang Kapten dengan tatapan menggoda walaupun sebuah senjata yang siap meledak diacungkan kearahnya. “Orang sepintar dirimu mungkin akan melakukannya, tapi apa kau pikir Kang In sepintar itu? Lagipula, apa yang hebat darinya sehingga aku harus mengorbankannya nyawaku untuknya? Seperti yang kau lihat, aku terlalu berharga untuk itu.”

Si Won mendesah panjang, menyimpan kembali senjatanya. Kalau dipikir mungkin yang diucapkan wanita ini adalah benar. Namun masalahnya apa yang harus ia lakukan padanya kini? Ia tak mungkin membunuh orang yang tidak bersalah sementara ia juga tak bisa melepasnya begitu saja setelah wanita ini mengetahui rencananya. Membawanya kembali ke markas Kang In dirasa juga tidak mungkin.

“Hal ini juga berlaku untukmu.” Suara rendah wanita itu kembali terdengar, menggetarkan tubuhnya tanpa alasan yang dapat dijelaskan. “Bukankah aku terlalu sayang untuk dibunuh tanpa alasan? Sebaliknya, aku bisa menjadi hiasan hidup di tempat tidurmu bila kau mau.”

Si Won kehabisan kata-kata. (Unintended – 496 Words)

#4. Fond – Kyu Hyun & So Eun [Prompter: Husna Murat]

So Eun merasa tak nyaman di tempat ini, hal ini sungguh diluar dugaannya karena ia telah menunggu hari ini sejak lama. Ini harusnya menyenangkan, namun yang terjadi kini malah sebaliknya.

“Begitu aku mengajaknya untuk bergabung dalam acara reuni bersama teman-temanku, kekasihku ini sangat antusias. Dia bahkan sengaja membelikan kado untuk kalian semua.” Begitulah ucapan salah satu teman lamanya. Ia menunjukkan setumpuk bingkisan yang sejak tadi dibawanya dibantu oleh pria yang kini menggenggam tangannya.

So Eun mendesah, melirik pria lain yang kini duduk di sampingnya. Pria yang tak lain adalah kekasihnya ini bahkan tidak menunjukkan wajah yang lebih ramah selain ekspresi bosan yang membuat orang lain di meja itu memandangnya dengan sedikit risih. Dia tidak menunjukkan kesan yang baik dan sopan sama sekali.

“Kalau kekasihku ini dia bukan orang biasa. Dia adalah seorang pewaris dari konglomerat di negara ini. Dia bahkan sering mengajakku ke luar negeri untuk berlibur.” Temannya yang lain menyela dengan wajah bangga. Dia mendapatkan kecupan singkat dari sang kekasih karena itu.

So Eun mendesah sambil melirik pria-nya. Kekasihnya juga bukan orang seperti itu. Dia hanyalah seorang developer aplikasi game pemula yang saat ini menjadi pekerja paruh waktu untuk bertahan hidup. Dia bukanlah orang yang bisa dibanggakan dalam hal materi.

“Ya, kekasihku mungkin tidak sekaya kekasihmu, tapi dia adalah pria sangat romantis. Hampir setiap pagi dia akan mengirimiku bunga, lalu pada malam hari dia akan memastikan untuk bernyanyi untukku supaya aku tertidur dengan nyenyak. Dia bahkan telah melamarku.” Temannya yang lain tak mau kalah membanggakan pasangan hidupnya. Ia mengangkat tangannya untuk mempertontonkan sebuah cincin yang melingkari jari manisnya, cincin yang sama terlihat di jari pasangannya.

Romantis, huh? Tidak, Kyu Hyun bukan pria seperti itu juga. Dia bahkan pernah melupakan hari jadi mereka yang sukses membuat So Eun menangis semalaman. Oh ya, namanya memang Kyu Hyun, lengkapnya Cho Kyu Hyun.

So Eun mendesah. Ia tahu bahwa kini seharusnya gilirannya untuk menceritakan hal membanggakan tentang pasangan hidupnya. Tapi apa yang bisa ia ceritakan tentang Kyu Hyun?

“Ceritakan tentang kalian, So Eun.” Salah satu temannya mulai bersuara, mewakilkan pertanyaan semua orang di meja itu.

“Hum..” Dia harus mengatakan sesuatu agar tidak mempermalukan dirinya di depan teman-temannya. Tapi apa?

“Pesanan siap.” Seorang pelayan tiba-tiba datang seakan menyelamatkannya. Pelayan dengan pakaian ketat dan seksi itu mendekat sambil membawa makanan di tangannya. Awalnya So Eun tak memperhatikannya karena tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, namun tak lama ia menyadari suasana aneh yang mendadak melingkupi meja itu.

Entah sadar atau tidak namun semua pria di meja itu kompak memperhatikan sang pelayan yang seksi. Mereka bahkan tak menyadari pasangan mereka yang menyadari hal tersebut dan mulai merasa risih.

“Apa yang kau lihat?” Seseorang mencubit pipinya, membuatnya tersadar kembali. Sepertinya tidak semua pria tergoda pada si pelayan, ada satu pria yang berbeda yang tak lain adalah prianya. So Eun menydari bahwa ketiga temannya kini berganti menatap pada keduanya dengan pandangan iri, sebelum kembali mengomeli kekasih mereka yang ditinggal sang pelayan dengan masalah baru.

So Eun tersenyum, kini ia menegakkan kepalanya lebih bangga dari sebelumnya. “Kekasihku memang bukanlah orang yang sopan, kaya, ataupun romantis. Tapi yang pasti dia hanya menyukaiku.” So Eun tersenyum sambil menatap Kyu Hyun. Pria itu balas tersenyum sambil mengacak pelan rambutnya.

Selanjutnya semua orang berdiri dari meja dan meninggalkan tempat itu dengan wajah yang kusut. Namun So Eun tinggal disana, bersandar di bahu Kyu Hyun sambil menikmati sisa hari ini. (Fond – 554 Words)

#5. Flashlight – Ye Sung & So Eun [Prompter: Nenden PDJ]

                “Seharusnya tadi aku menolak begitu mereka membuatku satu kelompok denganmu. Lihat, nyatanya kau hanya memberi kesialan padaku.” Di tengah kegelapan hutan belantara omelan itu terdengar bersama suara angin dan gesekan dedaunan. Pemilik suara yang bisa dipastikan adalah seorang pria itupun terlihat tersamarkan oleh malam.

“Memangnya aku mau satu kelompok denganmu? Kau yang membawa sial untukku!” kali ini adalah omelan balasan dari seorang perempuan. Suasananya masih sama, pemilik suara itu tidak terlihat, hanya saja suara gesekan sepatu seakan mengisyaratkan keduanya bukanlah sejenis hewan nocturnal yang hidup di hutan itu.

Pada akhirnya cahaya rembulan yang mengintip dari rimbunnya pepohonan memberikan sedikit gambaran tentang keduanya. Terlihatlah seorang pria yang berjalan meraba hutan di sekitarnya sambil menggendong seorang wanita di punggungnya.

“Juga, apa kau tak tahu kalau tubuhmu ini sangat berat? Kau sungguh merepotkan.”

“Kau yang memaksa ingin menggendongku walau aku telah menolak!”

“Aku terpaksa. Karena kalau aku membiarkanmu jalan dengan kaki pincang begitu yang ada kita semakin terjebak di sini. Semua itu salahmu dari awal, kenapa kau sampai mengikuti kelinci hutan itu sehingga kita terpisah dari rombongan? Lalu kenapa kau juga menjatuhkan ransel yang berisi persediaan makanan dan senter? Kita sekarang krisis karenamu, tahu—arh, yah kenapa kau menggigit kupingku?!”

“Berhenti mengomel. Aku tak ingin ada hewan buas yang mendengar.”

Pemuda itu mengalah, ia kini tak mengatakan apapun dan hanya terus berjalan. Dia tak tahu arahnya dan ia kesulitan untuk melihat ke depan karena minimnya cahaya sehingga kini ia hanya bisa meraba-raba. Dia bahkan berpikir bahwa hal ini malah akan membuat mereka tersesat semakin jauh.

“Hey Ye Sung, tidakkah kau merasa bahwa kita seperti menuru – arh!”

“AARRRHHH!!”

Hal lebih buruk terjadi begitu Ye Sung salah mengambil langkah. Akibatnya keduanya jatuh terguling ke bebas ke dalam jurang, menyapu rerumputan dan sesekali menabrak batang pohon yang mereka lewati. Setelah terguling sekitar 10 meter tubuh keduanya akhirnya sampai di tanah yang datar.

“Arh..” Terdengar ringisan Ye Sung, perlahan sinar bulan membiarkan pergerakan tubuhnya yang bergerak duduk berusaha memeriksa sekitarnya yang gelap. “So Eun?” panggilnya tak lama.

“Ye Sung!” Suara So Eun terdengar entah dari arah mana.

“So Eun?”

“Ye Sung kau dimana? Aku tak melihatmu!”

Dalam beberapa saat keheningan kembali terganti dengan gerakan meraba dan panggilan nama. Hingga akhirnya hal itu terhenti, begitu salah satu tangan So Eun menyentuh lengan Ye Sung. “Ye Sung!” tanpa aba-aba So Eun menerjang tubuh Ye Sung, membuat pria itu terdorong cukup keras ke tanah hingga membuat Ye Sung meringis.

“Pelan-pelan, bodoh.”

“Hiks, tadi kupikir kita akan mati. Lalu kupikir aku akan ditinggal sendiri disini dan aku tidak akan melihatmu lagi.” So Eun menjawab dengan tangisan.

“Aaah, aku juga berpikir begitu. Untunglah jurangnya tidak terlalu curam dan hanya dataran rumput disini. Tapi seluruh tubuhku sakit sekali, sepertinya sekarang kita tak bisa kemana-mana.”

“Hum.. kita akan beristirahat disini.”

Ye Sung tak menyahuti apa-apa dan hanya berusaha menahan rasa tak nyaman akibat berat tubuh So Eun di atasnya, namun ia menahannya. Lagipula menurutnya lebih baik begini karena sejujurnya tadi ia juga panik begitu kehilangan jejak So Eun di tengah kegelapan. Setidaknya saat ini memastikan keduanya masih bersama dan baik-baik saja hal itu sudah cukup baginya. (Flashlight – 512 Words)

#6. Crazy – Dong Hae & So Eun [Prompter: Phudtri Aiiu]

Dua orang itu tampak menahan nafas dan air mata, berusaha menegarkan diri begitu mereka duduk berhadapan tanpa sekat dengan orang yang mereka kasihi. Seseorang yang mereka kenal sangat ceria dan penuh kasih sayang, seseorang yang masih baik-baik saja beberapa minggu yang lalu namun kini terlihat menyedihkan di depan mereka. Terbaring di ranjang pesakitan rumah sakit jiwa dengan kedua tangan yang dibelenggu kuat oleh rantai.

“Selama beberapa hari ini keadaan Tuan Lee Dong Hae semakin parah, nyonya. Beliau sulit dikendalikan dan sebagai agresif, beliau bahkan berusaha menyerang dokter dan perawat beberapa kali.” Dokter Kim So Eun yang mendampingi mereka kembali bersuara, menjelaskan keadaan pria di depan mereka.

Lee Dong Hae, subjek pembicaraan mereka tampak kembali bereaksi keras mendengar ucapan sang Dokter. Ia terus meronta berusaha melepaskan dirinya dari kekangan, walaupun usahanya selalu sia-sia. “Bohong! Wanita ini bohong, ibu. Aku tidak gila. Dialah yang gila!” Dong Hae berteriak keras, berusaha meronta sekuat tenaga.

Kim So Eun tersenyum miris mendengarnya, namun ia tetap berusaha ramah terhadap kedua orang itu. “Dan karena saya adalah orang yang paling sering bertemu dengannya, sepertinya Tuan-Lee membenci saya.”

“TUTUP MULUTMU, WANITA JALANG! BERHENTI BERBOHONG!”

“Dong Hae!” Orang yang lainnya yang sejak tadi hanya diam ikut berbicara, berusaha melarang Dong Hae untuk menjelekkan sang Dokter. “Maafkan dia Dokter. Semua ini hanya terlalu membingungkan untuknya.”

“Eun Jung, kau harusnya percaya padaku. Aku baik-baik saja, jadi tolong bantu aku untuk keluar dari tempat ini jadi kita bisa melanjutkan pertunangan kita yang tertunda. Tolong Eun Jung…” Dong Hae kini memohon pada wanita itu. Eun Jung tampak tersenyum haru mendengar ucapan itu.

“Pasti, Dong Hae. Tapi sekarang kita tunggu kau membaik dulu.”

Ibu dan kekasihnya akhirnya pergi beberapa jam yang lalu. Kini Dong Hae kembali sendiri, terkurung di kamar berukuran 4×4 itu sambil mengenang kembali ucapan mereka tadi. Janji Eun Jung saat ini seperti dorongan baginya agar bisa keluar dari tempat itu secepatnya.

Ketika malam semakin menjelang tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Tubuh Dong Hae tersentak, ia melirik ke arah pintu sambil mulai memasang sikap jaga-jaga. Setahunya hanya satu orang yang akan mendatanginya jam segini.

“Selamat malam, Tuan-Lee.” Ternyata dugaannya yang benar. Saat ini wanita yang menjabat sebagai Dokternya itu menampakkan diri dari balik pintu, obat dan alat suntik berada di tangannya.

“Kenapa kau disini? PERGI!” Dong Hae merasakan kecemasan di hatinya meningkat. Dia benci benda-benda itu.

Namun wanita itu malah semakin masuk. Ia mendekati sebuah meja di sudut ruangan dan memasang sarung tangan karet yang biasa digunakannya, lalu kemudian memasukkan obat cair yang dibawanya ke dalam alat suntik. Ia kemudian mendekat. “Ini saatnya untuk obat rutin anda, Tuan.” Dokter itu tersenyum lembut.

Cantik. Dong Hae bahkan sangat mengakuinya. Namun tetap saja baginya wanita ini berbahaya dan menakutkan. Dialah yang membuatnya terkurung disini.

Wanita itu kian mendekat, walau bagaimanapun ia tahu betul bahwa dengan keadaannya Dong Hae tidak akan bisa menyerangnya seperti sebelumnya. Bahkan kini ia duduk di sisi ranjang. “Ini tak akan sakit.” Suara yang lembut dan berbisik, suara itu mampu membuat tubuhnya bergetar. Tak lama tubuh Dong Hae semakin menegang begitu merasakan jemari yang lembut itu dengan lancang menyentuh dadanya pelan. “Karena setelah itu aku akan memberimu hadiah.”

Dong Hae merasakan deru nafasnya mengencang, berusaha menahan desahannya karena sentuhan menggoda itu. “Seharusnya kaulah yang berada di tempat ini. Kaulah yang gila dengan mengurungku disini dan memberi obat yang membuatku tak bisa mengendalikan tubuh serta pikiranku.”

“Benarkah?” Ia kembali berbisik rendah, mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat pada Dong Hae. “Berarti itu salahmu kalau aku jadi gila begini.” ia mengecup pelan leher Dong Hae, menghisapnya pelan.

“H-Hentikan.” Dong Hae menggigit bibir bawahnya, namun tak lama tersentak begitu suntik tadi ditancapkan ke salah satu lengannya. Mengirimkan rasa panas dan terbakar seketika di seluruh tubuhnya. “Berhenti memberiku cairan sialan ini..” Erangnya. Ia selalu merasa menderita setiap Dokter ini melarutkan cairan itu ke dalam darahnya. Ada sesuatu yang salah pada zat itu yang membuatnya seketika ia merasakan jiwanya berubah menjadi bukan dirinya. Ada jiwa agresif yang tiba-tiba menguasainya setelah cairan itu disuntikkan, mengambil kesadaran dan kewarasannya.

Sang Dokter tersenyum tanpa rasa simpati melihat penderitaannya. Ia malah berseringai sambil kini meraih kepala Dong Hae dan sedikit menjambak rambut kecokelatan miliknya agar bertatapan dengannya. “Kau ingin menikah? Tch, tch, sayang sekali kau tidak akan bisa melakukannya. Setidaknya kalau bukan dengan diriku kau tidak akan pernah menikah seumur hidupmu.”

“K-Kau…” Tenaganya begitu terkuras, pikirannya kacau. “Kau benar-benar gila.”

“Hum… itu salahmu. Aku gila karenamu.” So Eun berbisik sambil kini membuka jas putih yang dikenakannya. Tak lama Dong Hae dapat merasakan jemari lentik itu mulai membuka satu persatu kancing baju pasien yang dikenakannya. (Crazy – 753 Words)

#7. Sun – Eun Hyuk & So Eun [Prompter: Puspa Rini K]

                Sejujurnya Eun Hyuk sendiri bingung mengapa ia memutuskan untuk memungut boneka itu dan membawanya pulang. Pertama, ia bukanlah tipe orang yang punya banyak waktu untuk sekedar menghentikan motornya di tengah hujan lebat seperti tadi walaupun seorang wanita cantik yang menghentikannya. Kedua, boneka bukanlah jenis benda yang seharusnya berada di apartemen seorang bujangan sepertinya. Tapi nyatanya hal itulah yang telah terjadi, dan melihat benda itu kini diletakkan di sudut kamarnya ia sepertinya mulai mempertanyakan kembali mengapa ia melakukannya.

Boneka itu sebenarnya tidak terlihat jauh berbeda dengan boneka berbentuk figure wanita dewasa yang rasa-rasanya beberapa kali pernah diiklankan di Televisi. Ia memiliki tubuh yang langsing terbalut oleh sebuah gaun putih yang malam itu telah basah kuyup karena kehujanan, sementara rambut yang berwarna kecokelatan membingkai wajahnya dengan sangat baik. Hanya saja begitu ia mendapati mata berwarna biru itu memberikan tatapan kosong padanya, entah mengapa ia tiba-tiba mendapat sejenis dorongan untuk tidak membiarkan ia tergeletak begitu saja seperti itu.

Malam itu Eun Hyuk bahkan tidak sempat untuk melirik benda itu selesai ia membersihkan diri. Pemuda itu langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah dan kedinginan.

Keesokan harinya tanpa ia sadari sebuah keajaiban terjadi. Ketika pagi-pagi sekali begitu benda yang terletak di dekat jendela itu terkena paparan sinar matahari, ia tiba-tiba bergerak. Tak lama ia berubah menjadi ukuran manusia normal begitu ia menginjakkan kakinya ke lantai yang dingin.

“S-Siapa kau?” itulah reaksi Eun Hyuk begitu pertama kali ia mendapati seorang wanita di kamarnya. Namun melihat dandanannya saat ini, ia tiba-tiba teringat penemuannya semalam yang membuatnya langsung memeriksa di tempat ia meletakannya terakhir kali namun ia tak menemukannya. Hal itu membuatnya kian terpana, ia bahkan tanpa sadar mencubit lengannya hanya untuk meringis menahan kesakitan. “A-Apa yang terjadi?”

“Tuan, saya adalah boneka yang semalam anda tolong. Setiap hari saya akan terbangun untuk mengabulkan satu permintaan anda. Silahkan sebutkan satu permintaan untuk hari ini.”

Eun Hyuk hanya mengerjap, masih tak yakin dengan apa yang didengarnya. Namun melihat ekspresi menunggu dari sosok misterius di depannya ia akhirnya memberanikan diri untuk mencoba. “Siapa… namamu?”

“Namaku Matahari.” Dengan jawaban singkat itu, ia langsung kembali ke bentuknya semula. Boneka itu kini terbaring di lantai seperti semalam Eun Hyuk menemukannya.

Eun Hyuk berniat untuk bangun lebih awal untuk melihat perubahan sosok yang mengaku bernama Matahari itu. Namun ia gagal, karena begitu ia terjaga mahluk itu telah setia menunggunya di sisi tempat tidur.

“Sebutkan permintaan Anda untuk hari ini.”

“Bernyanyi untukku.” Dan mahluk itu menyanyikan sebuah lagu opera sebelum kembali ke wujud semula.

Hal itu terus terjadi dalam beberapa hari. Setiap pagi, boneka itu akan langsung berubah wujud begitu matahari pertama menyinarinya secara langsung. Eun Hyuk pun mulai terbiasa dengannya, ia juga mulai lebih banyak mempelajari tentang mahluk itu dari pertanyaan singkat yang diajukannya setiap hari. Mahluk bernama Matahari itu adalah seorang putri penyihir di masa lalu, begitulah pengakuannya. Ia terancam akan dibakar oleh masyarakat sekitar yang merasa terancam dengan kehadiran keluarganya sehingga ibunya yang merupakan penyihir putih mengubahnya menjadi boneka dan membuangnya ke masa depan. Setidaknya itulah yang diingatnya sebelum akhirnya Eun Hyuk menemukannya di tengah jalan waktu itu. Pada hari selanjutnya ia sempat menanyakan alasan apa yang bisa mengubahnya menjadi manusia seutuhnya namun Matahari sendiri mengaku tidak mengetahuinya. Hingga hari itu sampai sekarang Eun Hyuk memendam rasa keingintahuannya itu dan hanya meminta mahluk itu untuk membuatkan sarapan untuknya di setiap pagi.

Namun suatu malam sesuatu terlintas di pikirannya. Ia pun berniat untuk menanyakannya begitu pagi ini senyuman ceria Matahari menyambut paginya.

“Sebutkan permintaan Anda untuk hari ini, Tuan.”

Eun Hyuk tersenyum, menyingkirkan selimut dan bangkit dari tempat tidurnya. Ia tersenyum begitu Matahari memiringkan wajahnya penasaran, menunggu Eun Hyuk untuk memintanya untuk melakukan sesuatu. “Aku mengatakannya nanti. Sekarang aku mau mandi dulu.”

Hari ini adalah akhir pekan sehingga ia tak perlu meninggalkan rumah. Sepanjang hari ia melakukan semua pekerjaan sendiri dengan Matahari yang terus mengikutinya sambil menanyakan keinginannya. Selama itu Eun Hyuk berusaha menahan diri agar tidak sampai salah mengatakan satu kalimat perintahpun agar usahanya tidak sia-sia.

“Tuan, silahkan ucapkan permintaan anda untuk hari ini.” Ucap sosok itu begitu ia mendudukkan diri di depan Eun Hyuk yang asyik menikmati sisa liburnya dengan menonton TV. Eun Hyuk meliriknya panjang, berusaha memikirkan ucapan apa yang akan ia keluarkan tanpa harus bertanya ataupun meminta sesuatu.

“Aku memutuskan untuk membiarkanmu hidup sebagai manusia lebih lama jadi aku tidak akan meminta apapun padamu untuk… selamanya?” Ia pun ragu dengan rencananya.

Matahari menggeleng. “Tidak, tuan. Anda tidak bisa melakukan itu karena apabila matahari terbenam ketika saya masih menjadi manusia maka saya akan musnah selama-lamanya.”

“H-Huh..” Eun Hyuk terkejut, sedikit panik sambil melirik keluar jendela dimana senja mulai datang dalam beberapa menit. Ia menelan ludah, tiba-tiba merasa sangat bodoh melakukan sesuatu tanpa bertanya. “M-Maaf, aku tidak tahu. Aku tak bermaksud lain.”

“Saya mengerti, tuan. Sekarang silahkan ucapkan permintaan anda untuk hari ini.”

Eun Hyuk menatap sosok itu dengan panjang, ia dapat merasakan kekecewaan karena keinginannya yang terancam tidak akan terlaksana. Seharusnya ada cara untuk membuat Matahari menjadi manusia seutuhnya, namun apa yang bisa ia lakukan?

“Cepatlah, tuan. Mataharinya akan terbenam.”

“Tinggallah di sisiku dengan sosok ini selamanya, Matahari.” Ucapan itu keluar begitu saja dari mulutnya, mengagetkan keduanya.

Hening dalam beberapa saat. Keduanya saling bertatapan, tampak bingung apa yang akan terjadi selanjutnya setelah permintaan yang tak biasa itu. Apalagi karena reaksi nyata tidak terlihat seperti biasanya begitu Eun Hyuk mengatakan permintaannya.

Ting. Jam di sudut ruangan berdenting sebanyak tujuh kali, menyentakkan keduanya dari lamunan. Eun Hyuk reflek menoleh ke arah jendela, menemukan cahaya jingga yang mulai berubah gelap.

“Mataharinya telah terbenam, tapi aku masih disini?” Matahari bingung sambil memeriksa dirinya. Eun Hyuk menoleh padanya, bergeser begitu sesuatu yang membuatnya cukup bersemangat terlintas di pikirannya.

“Apa mungkin… karena permintaanku?”

“Aku tidak tahu.” Matahari menjawab bingung sambil memandang tubuhnya. Ia tidak merasakan hal aneh apapun di tubuhnya. “A-Apa, aku tidak perlu lagi menjadi boneka?”

“Sepertinya begitu. Kau.. tidak menyukainya?” Eun Hyuk ingat bahwa ia tak pernah menanyakan pendapat Matahari sebelumnya. Bagaimana kalau ia lebih memilih menjadi boneka?

Namun tak lama, ia tersenyum. Ia kemudian menggelengkan kepalanya. “Tidak, saya menyukainya. Saya sangat bersedia tinggal bersama Tuan selamanya..” ucapan itu terdengar polos, bahkan walau pipi Eun Hyuk memanas mendengarnya namun mahluk itu menatapnya dengan berbinar.

“Ya, aku akan tinggal di sisimu selamanya, Matahari” (Sun – 1.034 Words)

#8. Sunset – Ki Bum & So Eun [Prompter: Puspa Rini K]

                Aku sangat menyukai ketika senja datang. Perasaan menyenangkan selalu muncul di hatiku begitu mengirim sang surya kembali ke peraduannya dan menghilang hingga di ujung lautan. Aku senang karena warna air lau di sekitarku untuk beberapa menit berubah menjadi jingga, menyerupai langit di atasnya. Intinya aku menyukai senja, terlebih setelah aku dipertemukan dengan pria itu.

Aku mengingat saat pertama aku melihatnya terdampar di tepi pantai. Awalnya kukira ia telah meninggal, namun aku lega begitu merasakan deru napasnya. Aku kemudian menarik tubuhnya menuju hamparan pasir yang lebih kering dan berusaha membuatnya terbangun. Untuk pertama kali aku mencoba ajaran yang pernah sang ratu katakan yaitu dengan mengehembuskan nafasku ke dalam mulutnya dan itu membuahkan hasil. Ia mulai terbangun, dan di saat itu aku kembali ke lautan dan bersembunyi.

Keesokan harinya aku kembali ke pantai itu untuk melihat keadaannya. Sang ratu berkata bahwa seseorang yang terdampar di pulau terpencil sangat sulit untuk bertahan namun pria ini ternyata cukup tangguh. Saat ini aku menemukan dirinya duduk di tepi pantai sambil memakan beberapa jenis buah yang ia dapatkan dari dataran di belakangnya. Ia terlihat sudah cukup kuat, walaupun ia masih cukup pucat karena kejadian waktu itu.

Setiap hari aku selalu datang untuk melihat keadaannya. Aku ingin memastikan kalau ia mampu bertahan di tempat itu atau mendapatkan makanan untuk hidup. Kadang ketika ia memancing dan tidak mendapatkan ikan aku berusaha membantu menghalau ikan ke sekitarnya untuk ditangkap. Aku tahu bahwa kalau sampai sang ratu mengetahui apa yang kulakukan ini ia pasti tidak akan menyukainya namun aku hanya ingin agar ia bisa bertahan.

Hingga di suatu senja tiba-tiba aku melihatnya berjalan mendekati lautan. Ekspresi tegar yang biasanya terlihat di wajahnya mulai terganti dengan raut putus asa dan itu membuatku mulai berfirasat buruk. Kekhawatiranku itu terbukti begitu ia mendadak melompat menuju ombak yang ganas dan ia tidak terlihat berusaha membantu tubuhnya agar tidak terbenam. Aku merasakan kepanikan dan ketakutan, sehingga hal itu mendorongku untuk berenang ke arahnya bahkan tanpa sempat berpikir.

Aku menemukan tubuhnya hampir menyentuh dasar laut yang masih dangkal. Kembali kutarik tubuhnya ke daratan dan membaringkannya di atas pasir yang kering. Aku hendak berniat membantunya kembali bernafas namun tiba-tiba ia membuka matanya sehingga mengagetkanku. Aku bahkan tak sempat menyembunyikan diri ketika ia meraih salah satu lenganku.

“Kau… siapa?” ia bertanya bersama gerak matanya yang menyusuri tubuhku. Ia berhenti begitu menemukan perbedaan antara kami, dia memiliki sepasang kaki sementara aku memiliki sirip seperti seekor ikan. Kedua bola mata itu melebar. “D-Duyung? K-Kau… seorang… seekor…”

Aku tak nyaman dengan pandangan yang ia berikan. Aku merasa seperti kau menganggap diriku sebagai sesuatu yang mengerikan. Aku ingin lari, namun kau masih memegang tanganku.

“Tunggu. Aku perlu memperjelas semua ini.” Ia memejamkan matanya dalam beberapa saat lalu membukanya kembali, ia mengulang kegiatan itu beberapa kali sambil memukul wajahnya sendiri. Setelah merasa cukup kau membuka matamu lagi dan kembali menatapku. “Apa aku sudah mati? Tapi ini terlihat nyata..” Kau memperhatikanku lagi. “Ini sangat aneh dan sulit untuk dipercaya.”

Aku tak tahu apa yang bisa aku lakukan kepadamu. Aku ingin melarikan diri tapi kau memegangku, aku ingin berbicara tapi kau tak akan memahami ucapanku. Ini membingungkan begitu kau terus memegangi tanganku dan terus menatapku dengan ekspresi kebingungan itu.

Tak lama tiba-tiba kau terjatuh, kau pingsan. Aku baru tahu penyebabnya begitu menyadari sang ratu telah berdiri di belakangku. Wajahnya terlihat marah.

“So Eun, bukankah sudah kukatakan padamu untuk tidak terlibat dengan manusia ini? Manusia tidak boleh melihat kita, apa yang berada di pikiranmu itu?”

“M-Maaf, maafkan aku ratu. A-Aku tadi hanya takut dia mengakhiri hidupnya sehingga itu sebabnya aku tidak punya pilihan lain—“

“Itu bukan urusanmu. Sejak awal kau tak seharusnya membantunya.”

Memang. Bahkan seingatku beberapa saat yang lalu pernah ada sebuah kapal yang karam tak jauh di sekitar sini. Ada sekitar beberapa korban yang sempat mencoba bertahan hidup di pulau terpencil ini namun mereka pada akhirnya tewas karena tidak ada bala bantuan yang datang dari kaum manusia. Walaupun kami ingin membantu namun kami tak bisa melakukan apa-apa. Kata ratu akan sangat bahaya kalau sampai manusia menyadari keberadaan kami.

“Sekarang dia telah menyadarinya maka kita tidak bisa membiarkannya.”

“A-Apa… ibu akan membunuhnya?” Memang sebenarnya aku adalah putri dari sang ratu.

“Kita mungkin tidak bisa menolong mereka karena takut diketahui, namun bukan berarti kita harus membunuh mereka walau manusia senang menangkap ikan ataupun merusak lautan.” Ucapan sang ratu membuatku lega. “Kita mungkin harus mengirimnya kembali menuju kawanannya. Yang artinya kita harus menghapus ingatannya tentangmu, So Eun.”

Aku lega karena ibu tidak akan membunuh manusia ini, namun aku juga merasa sedikit kecewa karena harus berpisah dengannya. Namun sepertinya itulah yang terbaik untuk saat ini.

Setelah kepergiannya aku menjadi lebih sering datang ke pantai itu ketika senja menjelang. Saat itu aku selalu mengenang waktu yang pernah kuhabiskan untuk mengawasinya sambil bertanya-tanya tentang apa yang ia lakukan saat ini di tempatnya tinggal. Kini saat yang kuhabiskan untuk melihat matahari terbenam terasa lebih sepi daripada sebelum aku bertemu dengannya. (Admire – 810 Words)

#9. Admire – Kyu Hyun & So Eun [Prompter: Nenden PDJ]

“Memangnya kalian anggap apa aku ini?!” Seruan kesal itu terdengar dari mulut seorang pria dengan tubuh tinggi yang saat ini baru saja memasuki tempat itu. Suaranya menggema ke setiap sudut ruangan, membuat semua orang yang awalnya sibuk bekerja melirik padanya walau tidak ada yang berani menegurnya. Siapa memangnya yang akan berani padanya di tempat itu?

“Ya, kami tahu siapa dirimu Kyu Hyun. Kau adalah model sekaligus aktor papan atas di perusahaan ini. Oleh sebab itu kami—“

“Menggunakan namaku untuk mendongkrak nama seorang rookie agar ia populer? Huh, kudengar dia adalah keponakan Direktur-Kim? Yang benar saja, memangnya aku ini batu pijakan?” nada suaranya makin tinggi, untuk sekilas menggambarkan pribadinya yang arrogan dan tanpa toleransi. “Aku tak akan melakukan pemotretan ini. Terlebih ketika harus melakukan couple-shot dengan konsep seksi yang hanya bertujuan untuk mempromosikan seorang anak baru yang datang dari antah-berantah!” begitulah ucapan finalnya begitu ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya keluar dari set pemotretan. Semua kru tampak saling bertatapan tanpa ada yang berani menyusul lagi. Mereka tahu siapa Cho Kyu Hyun, mereka tahu kalau memang dia sudah marah seperti ini maka mustahil membujuknya.

Kyu Hyun kembali ke ruang make-up sambil melepas kembali kancing busana konsep yang baru setengah jam lalu ia kenakan. Suara omelan terdengar dari mulutnya tentang bagaimana ia menyesali dirinya sendiri karena tidak membaca dengan lengkap jadwal yang diberikan oleh managernya pagi ini. Lagipula sudah dua tahun sejak terakhir kali ia melakukan couple-shot, sehingga itu sebabnya ia tidak terlalu mendengarkan ucapan sang manager setiap memberitahukan tentang kegiatan hariannya karena selebriti sekelas dirinya biasanya cukup untuk membuat sebuah majalah laku terjual dengan pose-solonya saja.

Ketika ia sampai di ruang make up tiba-tiba seseorang datang dari dalam dan menabrak tubuhnya cukup keras. Hal itu tentu saja membuatnya menjadi lebih kesal. “What the ff—“ Kyu Hyun mengangkat pandangannya, melirik penyebab kemarahannya namun ucapannya menggantung di udara. Pria itu tampak mengerjap begitu menatap gadis yang saat ini berdiri di hadapannya.

Dia adalah gadis yang baru pertama kali dilihatnya, namun untuk sebuah alasan ia merasa tertarik untuk mengamatinya lebih lama. Matanya menangkap gaun yang saat ini membungkus tubuh rampingnya, menyadari bahwa ia mengenali corak dan warnanya.

“M-Maaf, senior.”

Suara yang lembut dan sedikit bergetar masuk ke pendengarannya, membuatnya tersadar. Kyu Hyun berdehem dan membuang wajahnya sambil berusaha bersikap wajar namun matanya melirik kembali pada subjek di depannya. Gadis ini bentuk tubuh ideal, rambut yang ditata sedemikian rupa, mata cokelat yang dipertajam dengan eyerliner, serta gaun yang ternyata memiliki warna serasi dengan kemeja yang hampir Kyu Hyun tanggalkan di tubuhnya. Ia mendapatkan sesuatu.

“Kau orangnya?” Kyu Hyun bertanya dengan dingin, berusaha menunjukkan wajah stoic miliknya yang terkenal.

Gadis itu terlihat canggung, ia kini membungkukkan badannya di depan Kyu Hyun. “S-Sebelumnya mohon maaf atas kejadian tadi, senior. A-Aku adalah Kim So Eun. Aku senang dapat bekerja sama denganmu.” Kyu Hyun sedikit mengerutkan dahinya, ia merasa tertarik dengan sikap yang ditunjukkan padanya yang terlihat begitu kontras dengan kesan seksi yang dipancarkan oleh sang newcomer.

“Bukankah ini pemotretan pertamamu? Kau berani datang terlambat bahkan ketika kau bekerja dengan senormu yang terkenal seperti aku? Hidup menjadi keponakan Direktur sepertinya sangat menyenangkan, bukan begitu?” Kyu Hyun menjaga agar suasananya tetap menegangnya.

Wajahnya tampak memerah, ia terlihat begitu canggung. Kyu Hyun kini penasaran apakah itu hanya sejenis topeng atau memang ia hanya tipe anak manja yang mendapatkan segala keinginannya dengan keberuntungan yang ia miliki sejak lahir. Kyu Hyun meyakininya pendapatnya yang kedua.

“Apa yang akan kau lakukan? Mood-ku sudah buruk, dan sebenarnya dari awal aku tak ingin melakukan pemotretan ini denganmu. Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?” Kyu Hyun ingin tahu lebih jauh tentang gadis ini.

Kim So Eun tampak gugup, namun Kyu Hyun menangkap bahwa ia sedang berpikir keras. Tak lama ia memberanikan diri menatap Kyu Hyun. “A-Aku tidak bisa menjanjikan apapun, tapi aku akan menunjukkan bahwa aku akan berusaha bekerja keras. S-Sebenarnya aku tahu bahwa senior tidak nyaman dengan hal ini, sejujurnya dari awal aku juga tidak terlalu setuju dengan pemotretan ini—“

“Oh, kini kau mau mengatakan bahwa kau sebenarnya tak ingin bekerja sama denganku?”

“B-Bukan. Bukan begitu..” dia langsung menggelengkan kepalanya panik, sekilas terlihat lebih pucat. Kyu Hyun mengagumi bagaimana warna kulit wajahnya bisa berubah cepat menyeimbangi setiap ekspresinya. “B-Bukan itu maksudku, senior. A-Aku hanya tidak setuju dengan cara paman mempromosikanku. Aku ingin menolaknya tapi aku tak enak—“

“Kau banyak bicara.” Kyu Hyun geleng-geleng kepala sambil menatap angkuh sang junior. Kini sebuah senyuman tipis terlihat di wajahnya begitu ia menatap So Eun dengan lebih tegas. “Sakarang jawab saja dengan jelas. Dengan apa kau sekarang akan membujukku?”

“Aku akan mentraktir sunbae makan malam!” Dia tersudut oleh desakan Kyu Hyun sehingga ia mengatakan apa yang ada di pikirannya, tak lama wajahnya memerah karena ucapan yang keluar begitu saja dari mulutnya itu.

“Apa kau berpikir aku tak punya uang untuk membeli makanan?”

“B-Bukan begitu maksudku—“

Okay, aku akan melakukannya.” Kyu Hyun memotong ucapannya kali ini. Ia kembali menunjukkan seringaian. “Aku akan kembali setelah memperbaiki dandanan dan make-up ku.” Ia kini melewati So Eun yang masih tak yakin dengan apa yang terjadi. Hendak masuk ke dalam ruang make up, namun Kyu Hyun menghentikan langkahnya lagi kembali bersuara pada So Eun, “Tapi setelah pemotretan malam ini aku menunggu janjimu. Aku ingin makan malam di restoran mewah di dekat Sungai-Han, setuju?”

Kim So Eun menganggukkan kepalanya lega. “Baik, senior.” Ia kini tersenyum pada Kyu Hyun. Terlihat lega.

Sementara skspresi wajah Kyu Hyun berganti dengan senyuman lebar ketika ia memasuki kembali ruang make-up. Di dalam hatinya ia yakin akan menikmati pekerjaannya hari ini seperti ia menikmati kekagumannya memandang segala yang ada pada diri seorang Kim So Eun. Hidupnya sepertinya akan lebih menarik mulai dari sekarang. (Admire – 935 Words)

#10. Mirror – Ye Sung & So Eun [Prompter: Puspa Rini K]

                “Wahai cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di kerajaan Magicfield?” Wajah itu terlihat was-was begitu menatap pantulan dari media berbentuk lingkaran di tangannya, wajahnya balas memandang ke arahnya. Tak cahaya dari cermin itu mengeluarkan sebuah cahaya putih yang membuat dirinya menahan nafasnya.

“Wanita tercantik di kerajaan Magicfield adalah Putri Seol Hyun.”

“Haaah, yang benar saja!” Wajah itu langsung berubah geram, cermin tadi pun segera ia lemparkan sembarangan ke belakangnya, hampir saja membentur batu di bawahnya kalau tidak sebuah tangan dengan sigap menangkapnya.

“Ini belum tentu benar, Tuan Putri.” Ucap seseorang yang tak lain adalah seorang pemuda dengan pakaian ala pelayan kerajaan tersebut. Sementara gadis di depannya yang sedang duduk di salah satu batu besar di pinggir sungai tak lain adalah Tuan Putri yang dijaganya, Putri So Eun.

“Tentu saja itu tidak benar, aku ini adalah gadis tercantik di negeri ini. Aku juga tak mengerti mengapa benda bodoh itu sampai begitu buta seperti ini dan mengapa mereka mempercayainya. Pada akhirnya gadis yang diramal oleh cermin ini selalu akan menjadi putri yang akan disunting oleh pangeran dari luar kerajaan, kasus Seo Hyun misalnya.”

Wajahnya tampak mengeras, ia terlihat begitu kesal begitu mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu dketika ia harus menyaksikan pangeran yang datang ke kerajaan memilih saudara perempuannya dibanding dirinya. Dalam beberapa hari lamaran baru akan kembali datang, dan ia tak membayangkan harus melihat hal yang sama.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kalau aku tidak bertindak aku akan dipermalukan sebagai putri yang paling tidak menarik di kerajaan. Aku tak mau dicap sebagai perawan tua.”

Sang pengawal memutar bola matanya mendengar ucapan itu, “Tapi anda baru berusia 18 tahun, Yang Mulia. Kedua saudara kembar anda baru berusia 17 tahun—“

“Tapi tetap saja aku yang paling tua!” Dia menyela cepat dengan wajah tak sabar, membungkam sang pengawal setia. “Ini bukan masalah usia tapi masalah harga diri. Aku akan sangat direndahkan kalau Pangeran dari Wealthyfield itu sampai lebih memilih saudaraku daripada aku.”

Sang pelayan menganggukkan kepalanya. “Jadi Yang Mulia, selanjutkan apa yang akan Anda lakukan setelah mengetahui hal ini?”

Iris cokelat itu terlihat semakin gelap, perlahan terlihat seperti berapi-api. “Kita harus membuat Seol Hyun tidak bisa menghadiri pesta lamaran apapun caranya. Ye Sung, kau harus membantuku mengerti?”

Sang pelayan membungkuk hormat padanya, “Apapun demi anda, Yang Mulia.”

Hari-hari selanjutnya Putri So Eun berusaha untuk membuat Putri Seol Hyun agar tidak bisa menghadiri acara lamaran yang kian dekat. Dengan bantuan sang pelayan setia Ye Sung ia sering menggunakan bermacam taktik seperti membuat Seol Hyun terluka atau bahkan menaburkan obat flu ke makanannya, namun hal itu tak berhasil. Hal itu membuat sang putri geram.

“Haaah, kenapa selalu gagal.” Putri So Eun mengerang kesal di hari terakhir ia mencobanya. Hari ini dengan sengaja ia mengajak Putri Seol Hyun untuk berkuda dengan niat membuat kakinya terluka, namun tiba-tiba saja malah kuda miliknya yang tiba-tiba mengamuk dan berlari dengan membawa dirinya pergi keluar istana. Untunglah tidak ada hal buruk yang menimpa dirinya setelah Ye Sung menyelamatkannya dengan menunggangi kuda lain untuk menyusul.

“Hiks.. mengapa aku begitu malang?” Kini mereka kembali ke sungai itu, Putri So Eun kembali menaiki batu besar dimana ia sering menghabiskan waktu untuk menangisi nasibnya.

“Hal apapun bisa terjadi esok, Yang Mulia.” Ye Sung yang selalu mendampinginya berusaha menenangkannya.

“Ramalan itu pasti benar! Sang Pangeran pasti akan memilih Seol Hyun. Lalu setelahnya aku akan mendapat predikat Putri Raja yang paling jelek!”

Sementara itu Ye Sung tersenyum miris, ia melirik tanah di bawahnya begitu ia bergumam, “Anda seharusnya menikahi orang yang mencintai Anda, bukan hanya seseorang yang berpikir bahwa Anda itu cantik.”

Hari yang ditunggu telah datang. Putri So Eun sebenarnya tak ingin menghadiri acara hari ini, ia bahkan berpura-pura sakit agar tidak perlu datang, namun pada akhirnya kini ia menemukan dirinya duduk di salah satu singsana di hall istana setelah Ye Sung berhasil membujuknya. “Pokoknya kalau nanti aku menangis, kau harus menyelamatkanku dari tempat ini.” Begitulah ancaman sang Putri begitu dengan terpaksa ia duduk disana.

Akhirnya sang Pangeran serta utusan lainnya telah datang menghadap. Dari tempat duduknya kini sang Putri menatap agak datar pada sang Pangeran yang ternyata terlihat tidak terlalu tampan seperti yang diharapkannya. Bahkan kalau dibandingkan dengan Ye Sung, sang Pangeran itu tidak ada apa-apanya.

“Jadi Pangeran, siapakah yang akan Anda pinang di antara kedua putriku?” Sang raja mulai menanyakan bagian inti, yang kali ini membuat So Eun berdoa agar sang Pangeran tidak memilih dirinya. Ia jadi berubah pikiran untuk dipinang Pangeran ini karena sang Putri tidak menyukai wajahnya.

“Hum, sebenarnya saya hanyalah utusan kerajaan, Yang Mulia. Sebenarnya selama ini tanpa siapapun ketahui sang Pangeran telah tinggal di Kerajaan ini untuk memutuskan pilihannya sendiri..” ucapan pria itu sukses membuat semua orang dari kerajaan Magicfield terbelalak termasuk Putri So Eun. Semua orang saling melirik ke sekitar untuk mencari pangeran yang menyamar, hingga akhirnya seseorang tiba-tiba bergerak menuju tengah ruangan.

“T-Tidak mungkin..” suara sang putri tercekat.

                Ye Sung tampak memberikan senyumannya sebelum membungkukkan badannya kepada sang Raja yang terlihat juga terkejut. “Saya mohon maaf karena telah membohongi Anda beserta seluruh kerajaan Yang Mulia, sebenarnya saya adalah Pangeran Mahkota dari kerajaan Wealthyfield.” Ucapan Ye Sung sukses membuat mulut sang Putri ternganga, ia langsung merapatkannya begitu menyadari sang pengawal, bukan sang pangeran, meliriknya dengan sudut mata. Wajah sang Putri memerah, ia bahkan tak mampu menangkap setiap ucapan sang Raja yang menyampaikan bahwa ia tak keberatan dengan aksi sang Pangeran. “Jadi, siapa yang akan anda pilih, Pangeran?” Putri So Eun tersadar setelah pertanyaan itu.

Pangeran Ye Sung tersenyum, ia melayangkan pandangannya ke arah kedua sang Putri. Hal itu sukses membuat Putri So Eun menahan nafasnya. “Saya ingin menikahi…”

“Hey, berhenti menjauh begitu.” Pangeran Ye Sung terkekeh sambil mendekati Sang Putri yang terus mundur. Ia berusaha menyamakan langkahnya dengan calon istrinya menyusuri mansion.

“Jangan pikir hanya karena dipilih aku akan memaafkanmu dengan mudah… Yang Mulia.” Putri So Eun tak bisa mengucapkannya. “Sekarang katakan padaku mengapa Anda melakukannya?”

“Aku tak ingin membeli kucing dalam karung.”

Sang Putri menghentikan langkahnya, membuat Sang Pangeran melakukan hal yang sama. “Lalu mengapa Anda tetap memilihku? Anda tahu bahwa aku bukan wanita tercantik di negeri ini dan… aku ini seorang putri yang egois dan sedikit licik?”

Sang Pangeran menunjukkan senyuman lembut, berhasil membuat jantung Putri So Eun bergetar. “Oleh sebab itu aku melakukan semua ini, karena aku benar-benar ingin tahu semua sifat dari sang Putri. Aku mengenal banyak tentang anda, Yang Mulia. Bukan hanya sejak beberapa hari ini Anda mulai mencemaskan bukan menjadi wanita tercantik di negeri ini. Anda cantik dan sikap anda menarik.”

Apa maksudnya dengan sikap menarik?

“Lagipula apakah Anda masih mempercayai ramalan itu? Cermin itu diberikan oleh penyihir yang kita sendiri tahu dia sangatlah licik dan hanya senang menciptakan perasaan dengki antara manusia.” Entah sejak kapan sang Pangeran berhasil meraih tangannya, Pangeran Ye Sung hendak mengecup punggung tangan sang Putri namun ia menariknya. Wajah Sang Putri memerah begitu ia kembali berjalan mundur ke belakang. “Apa kita akan langsung ke kamar?” Sang Pangeran menggodanya, sambil kembali mengikuti sang Putri. Putri So Eun langsung menghentikan langkahnya canggung, membuat calon suaminya terkekeh.

Kedua orang itu saling bertatapan dan tersenyum, kini berusaha lebih dekat dari sebelumnya. Sang Pangeran baru hendak meraih kembali tangan sang Putri begitu sebuah suara membuat keduanya beralih menuju sebuah pintu kamar dimana mereka berdiri.

“Wahai cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri Magicfield?” Terdengar suara Putri Seol Hyun dari dalam. Tak lama suara hempasan kaca terdengar setelah sahutan; “Wanita tercantik di negeri Magicfield adalah Putri So Eun.”

Kedua pasangan baru itu saling bertatapan setelah mendengar itu. Sang Pangeran mengangkat bahunya sambil menatap sang Putri yang wajahnya kembali memerah, sebelum mendekat dan meraih tangan calon istrinya. Putri So Eun kali ini tak menghindar begitu Pangeran Ye Sung mengecup punggung tangannya. (Mirror – 1. 265 Words)

❤ THE END❤

Huuuh, akhirnya selesai. Sebelumnya aku mau berterima kasih kepada readers di group yang telah berpartisipasi memasukkan prompt ff-nya. Aku mohon maaf karena aku tak bisa memilih semuanya, bahkan seperti yang dilihat di atas prompt yang masuk banyak dikirim oleh orang yang sama karena mereka lah yang paling cepat memasukkan sehingga seperti ucapanku, aku memilih yang 10 tercepat. Tapi sebenarnya aku melewatkan satu prompt yaitu SUNRISE, hal tersebut karena prompter yang bersangkutan (Puspa) memasukkan tiga kata yang hampir sama yaitu: SUN, SUNSET, SUNRISE, untuk menghindari persamaan ide aku akhirnya memilih dua di antaranya saja dan mengganti SUNRISE dengan MIRROR yang juga dikirim oleh Puspa. Aku harap Puspa dan semuanya mengerti.

Oh ya aku juga menjelaskan kalau urutan pairing dibuat berbeda berdasarkan urutan drabbles yang terakhir (Music & Love) dan mengenai panjang setiap prompt ditentukan oleh ide yang muncul di kepalaku secara spontan. Aku tak ada niat membuat Prompt tertentu lebih panjang dari yang lainnya walau yang terlihat sekarang biasku Ye Sung paling panjang ceritanya, lol. Aku harap juga tidak ada yang menudingku soal ini hehe.

Okaay, itu dulu. See You next time!!

20 Comments Add yours

  1. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Okeyyyy..
    Bisa diterimaaa dgn baikkk Uni…..

    Gak nyangka punya Puspa kepilih +uyeaaaaa+

    seperti biasa smuanya dikemas dgn ok.. Ide critanya juga baru.. Jadi lebih freshhhh….

    Ditunnggguuuu karya lainnyaaaa…

  2. Nenden PDJ mengatakan:

    aaaaa alhamdulilah kata yg aku masukan banyak di jadikan crta ^^~ aduh jd bingung komennya gimana. habis semua drabbles nya cerita nya bagus bagus, bahasanya juga runtut. pairingnya meskipun ngikut drabbles sblmnya juga pas banget. gak bisa komen ff nya satu persatu soalnya bingung bagus bgt. semuanya oke suka ceritanya tapi paling favorite yang Raining Haesso, sama Mirror Yesso. ^^~ ditunggu next project nya putri ^^ semangat dan terima kasih ^^~

  3. aisyah kyubum elfangelssoeun mengatakan:

    Raining paling manis menurut qw ,, biasa haesso cemestry nya selalu kuat ,, trus kyusso yg pertma keren yg kedua tetep yah sifat kyu sombong kaya gitu ,, tpi ∂ķΰ suka ,, yesung Ƙε̲̣ŋ∂pª selalu jdi orang baik hehehe ,, siwon ga than sma godaan sso ,, hhahaha haesso yg ke2 peran sso beda lebih menantang dan menarik ,, hyuksso suka k’2 nya ,, tpi wktu baca permulaannya ,, seneng ada kibum jdi cast nya ,, tpi Ƙε̲̣ŋ∂pª harus sad ending ,,Ʈªþ¡ semuanya ∂ķΰ suka ,,, di tunggu ff sso selanjutnya ,,

  4. frozen mengatakan:

    ada lanjutannya gak???? sequel soalnya suka banget sama semua cerita ff nya
    soalnya masih banyk yang gantung….\

    peran so eun gak hanya protagonis ternyata bisa juga antagonis ya???
    seru juga ditungguin ya sequelnya

  5. AngelFish mengatakan:

    Yuhuuuuu udah lama ya kaak nggak ungkit ungkit haesso 😢 langka banget ff haesso sekarang, jadi untuk baca aja harus nunggu berabad abaad 😂 tapi untungnya kakakku ini masih bermurah hati bikin drabble haesso yaaa pengobat hati lah yaaa 😍😍 . Drabble yang rainy soeun pendiem banget kayaknya, masih lugu dan pemalu . Beda drastis sama yang di crazy . Itu soeun langsung berubah gila kali yaaa, plus sadis banget 😂😂 . Semangat kakakkuuu next haesso nyaa ditunggu yaaaaaaa 🙌❤❤💞💞💞

  6. Angel mengatakan:

    Yeee kta yg q tulis msuk d drable 😊

    Crita.y semua bagus”
    Aplgy d bag kyu yg gk sopan d acra pesta tp dy yg pling setia 😍

  7. Angelsso mengatakan:

    suka semua.y ♡
    >_<…ditynggu next ff.y…

  8. Kim Ra rA mengatakan:

    aku bacanya dari pagi sampe malem. soalnya waktunya juga nyolong nyolong hehehe
    hmmmm ceritanya selalu keren keren karakter soeun juga unik unik. baru Kali ini baca cerita Yang soeun nya jadi putri duyung juga boneka Yang bisa hidup, Ada juga karakter so run Yang jadi Dr do Rs jiwa Yang sebenarnya seharus nya dia Yang jadi pasien nya he he. Siwon juga ikutan hmmmmm ma’af man aku karma gak bisa koment Dan bahas satu satu ceritanya. Pokok nya sangat ….. sangat ……terhibur dengan semua ceritanya.

  9. hellolina97 mengatakan:

    Lama banget aku nggk baca ff soeun-donghae😦, akhirnya… ada lg ff haesso😀.
    Yg paling aku suka itu fond, jarang banget kan Kyuhyun itu tidak kaya dan sebagainya, ya walaupun bukan rahasia lagi kalo Kyuhyun nggk romantis =D
    Tp, semua ffnya menarik kokss😉

  10. minmin mengatakan:

    bagus semua~
    tapi entah kenapa yang paling nempel yang raining 😆
    suka klo baca drabbles, enak bacanya cepet walaupun kadang agak nangung tp ada sensasi tersendiri greget2 gimana gitu kekeke
    ditunggu drabbles atau ff atau oneshot selanjutnya 😃

  11. anna mengatakan:

    Drabbleny bkin baper,crtny seru smua mnikmati karakter soeun dgn brbagai skp antagonis&protagonis,,temanya jg oke2 good job putri ^^

  12. Luthfiangelsso mengatakan:

    Ahhh drabble nya manis2 semuaa suka ceritanya ringan tapi kerennnn

  13. ucha azhar mengatakan:

    Ceritanya menarik putri, benar2 tidak terduga
    Haesso yg sama2 memendam rasa

    Kyuhyun yg tidak pernah memalingkan wajahnya dari so eun

    Siwon yg terpesona pada seorang selir cantik namun berpikiran tajam

    Semua benar2 dikemas menjadi cerita yang mengesan kan
    Singkat tapi padat

  14. shane mengatakan:

    Raining Haesso : ikut malu malu kucing ngebca ni story , tak pikir tadi malu juga soeun ketika kakk nya dtg n bilang knapa tak pakai pauyung pdhll udeh d bawa hhha ketahuan klo lg cari2 kesemptan mau ngobrol ma hae hhha eee rupanya donghae pun begituu dia jg punya payung tp karna ada wanita imut d dekatnya jdi tak d kluarkan lah t payung hhhha ..jdi sama2 malu malu kucing ye hihiiiiii aye yg baca pun ikut malu2 gaje hhhha :* #lain kali klo mereka ketemu d judul yg sama yaitu raining baklan aye bawa kbur dl payung mereka kkkkkke ,walopun ga ada kontak fisik bagi keduanya tp kok romantis bgt yaak d lihat hihiiii toop dah put (y) !!

    Stars *hyuksso*: soeun ya kek iso meramal kapan bintang jatuh keluar hhhha , n hyukie calm bgt nanggepinnya ..meskipun begitu d turuti nya aje apa kemauan soeun .. hahaaaa cieee soeun ngersa klo hyuk mau nyium yaa ..aye pun jg ngerasa kek gituu hhha tau nya hyukie cm mau menyentil dahi soeun cos soeun aneh nan gemes d lihatnya kali yak hhhhha , ni kisah manis jugaa bikin gemess n sumringah :*. , unintended *

    wonSso* : hahaaa nah loo wonnie kegoda ga t mendengar godaan soeun yg mau menemani bubu malam2 nya hhii apalgi respond hatinya dah ada t tinggal d lanjut aje hhhhe ,soeun jd penggoda gt cocok yaa d buat oleh puput hhhi ngena bgt gt walopun dia ngoceh ga banyak tp rayuan nya sampaii tepat sasaran kapten siwon aje mendesir hatinya hhhi , muanis nyo klo d makan *eeoh * hhhi kangen lo yak ma pasangan , klo kt sso siapa yg ga suka ma kapten tampan k wonnie hhhi mimisan ni aye lama2 ngebayangin nya <3<3 like this ya <3<3

    Fond *kyusso* : hhhhhhhaa aduh romantis nyooo <3<3 disaat temen2 soeun membanggakan kekasih masing2 ,soeun berpikir apa yg hrs d banggkan dr seorang kyuhyun , klo temennya blg pacar mereka romantis ,kaya , dll soeun berpikir keras stelah di pikir malah sso makin tenggelam kek ga ada yg hrs d banggakan alias binggung mau ngomong apa .tak pikir jg kyu bklan mrah or gimna mendgr celotehan temen2 sso kkkkke .hingga ada cobaan yg dtg nunjuk pelayan seksoy itu hhhi nah d situ kekasih teman nya malah fokus tergoda ma cwek seksi kecuali pacr sso .. Bru lah sso sdr bahwa ni lah kelebihan kyuhyun .. Smua ucapan temen soeun td luntur ketika sso blg kekasihnya bukan orng kaya dll tp dia hanya menyukai nya " d situ temen sso jd drop hhha cos kekasih sso lah yg menang dlm perbincangan mulut ini hihiiiiii , pria idaman bgt dh t siii kyuu hhhha bikin yg bc mimisan ye hhhii <3<3. ,,

    flashlight *yesso* : kyaaaa manis nya .. di awali dg perang adu mulut bebek *eeh *trus damai d akhir cieeee bikin ngefly aje ni pasangan hihiiii , yesong kek ajuhma2 mulutnya berkicau ngomelin soeun hhha n terjadilah adu mulut bebek antara keduanyaa walopun adu mulut tp fisik nya akur cos yesung lg mengendong soeun kesan nya kek lg romantis2an pdhll lg perang kkkkkke hingga jatuhlah mereka k jurang dangkal ..makasih dh ma t jurang ntu jurang puput yg pasang biar yesung encok *eeh kkkke dan di akhiri dg kecemasan takut terjdi apa2 bagi kduanya ada kekwatiran d situ ya cieeeee tinggal d timbun dah t trus sirem pakei air pipis kkoming biar cpat tumbuh benih2 cinta nya <3<3hihiii cintrong ni klo dh ngeliat mereka kek gini jd ingat ff the kim hhhi <3<3
    Crazy *haesso* : hhha nakal dah t soeun..tak pikir hae yg Gila ee rpnya soeun yg gila gila krna terlalu mencintai hae hhha , hae keknya ga bakalan selamat klo tak menikah ma soeun hha klo biasa nya dokter iso nyembuhin pasien ini sebaliknya pasien yg iso menyembuhkan dokternya nantinya hhhhii ,aye pun ngikut gilaaa ngebayangin kegiatan panas haesso kkkkke <3<3. ,,
    hyuksso *sun* : cieeee matahari yg menemukan prianya eee hyukie yg menemukannya yakk.. Manis nyoo ku pikir soeun akan kembali k habitatnya kkke eee hyukie pinter mencari solusi agar slalu berdektan ma soeun djilah idenya terjamah kkkke meskipun sempet panik ketika sso blg dia akan musnah klo matahari tebrnenam sdgkan dia msh hidp taunya kga' ya..sso kegirangan n hyuk jd memerah ngebanyangin hidup slamnya breng sso hihii ,

    sunset
    *kisso* : unik nyaa soeun jd duyung .. Yg ngebantu manusia tp jd rutinitas nya ketika dia slalu mengawasi pria ntu dr jarak yg ckup dekt namun tak terlihat .. Oleh kibum tp stelah penyelamatan nya lg ..akhirnya sosok nya terlihat jelas drpandangan manusia .. Ku pikir kibum mau d jaddiin duyung juga hhhhaa xD rpnya d kembalikan ke habitatnya hhhhe , sso jd kesepian hanya sunset yg menemaninya .. Mungkin nanti giliran sso yg terdampar jd buat kibum tunggu ya kkkkke😄 meskipun ga ada line cinta nya ttp nuansa romance nya ada <3<3 ,,

    Kyusso *admire* : hahaa kyu kek termakan ucapan nya sendiri untung aje dia pintar n evil jd iso memulihkan keadaan malah makin berwarna jdinya yaaa kkkke awalnya kyu marah cos dia jd pendongrak buat popularitas newcomer nah sso ni kena getah nya cos kyu dh kesel dr pengalaman sbelumnya ma new comer tp stelah ketemu sso dunia jd berbeda kkkke yg td kesel jd sumringah malah dia menguasai soeun ,jd sso sbgi orng bru nurut ma kemauan kyu hhhi , bener3 dah kyu tanduk setan nya keluar klo lg meledak2 hhhha <3<3. ,

    Mirror yesso : hahaahaa tak pikir cm soeun aje yg melakukan ritual mirror. Ntu ternyata seol hyun pun begitu juga nanya ma mirror penyihir siapa yg paling cantix ciee soeun denger tu klo dia putri tercantik dr cermin nya seolhyun hhha jd pecah dah t ucapan sso yg blg dia ga cantik kkkke ..btw ada lagi ga put cermin penyihir ntu…. Kakk juga mau bertanya ma t cermin siapa cewek yg paling imut nan endut kkkkkeeeee , tak kira td soeun jd putri jahat beneran taunya dia galau tkut ga lakuu kkkkke sii yesung cocok bgt yak jd pelayaan hahaaaa dia dg suka rela nurutin kemauan soeun tp ttp gagal usaha sso malah yesong melihat soeun ntu unik jd dia suka hhha ..aye suka bgt ma ni story sosok yeye yg nyamar jd pelayan taunya dia seorang pangeran dr ngri tetangga hha tp cocok kan jd pelyan sii yak hahhaaa *d plototin puput * hhhha , lucu bgt pas hari H sso ngeliat yg d sangkanya pangeran tiba2 dia brubah pikiran tak mau di pilih ma t orng cos mukanya d bawah standar muka pelayan nya yaitu yesung hhhha aye ngakak hhha rpnya yesung lah pangeran sesungguhnya dg terima n tak terima sso pasrah d pinang pelayan ,pangeran , calon suami nya hhhi pake malu2 kucing sso nya cos dia malu krna yesung dh thu sifatnya n kelkuan nyekkkkke tp stelah dia mendegr seolhyun jg kek gt bru dah dia jd percaya diri memandang yesung hhhhii <3<3 , penutup storynya segar bgt ..puas yak (y)

    Pupuuut ,smua drabbles nya sangat memuaskan (y) ..yahoood meskipun lama sering nunggu updatannya story puput tp stelah kluar beww sangat memuaskan terbayar sudh ga sia2 slalu menunggu cos hasilnya perfectoooooooo as always (y) , banyak jempol gajah tak terhingga buat p2t (y) ,ttp berkarya, cmingit n sukses slalu d manapun brada ammmiiin ({})

  15. devi mengatakan:

    Drabble’a bagus2 semua bikin baper+senyum2 gk jlassss mskipun,ad gg sad ending,,,

    D tunggu chingu karya2 lainnya,,,,,

  16. safa nurnazilatul ummah mengatakan:

    Aing~ sukaaaaa semuuaaaaaaa!! Seperti biasanya ff eon putri ini bikin baper. Semalem gak bisa tidur gegara pengen baca drabbles ini tapi baterai limit giliran baca jadi greget banget sama drabbles yang dikit. Berharap semuanya bisa dijadiin ff atau ada sequelnya😄

  17. lilare mengatakan:

    Wuahhh daebak meski ada yang gantung tapi ff nya keren..
    Semoga ada drable lanjutannya..
    👍👍👍👍👍👍 buat authornya…

  18. tri mengatakan:

    Aq suka bgt dengan drabelnya salah satunya mirror, lucu…ketahuan aslinya sso oleh pangerannya

  19. Rani Annisa mengatakan:

    drabblenya bener-bener seru dan keren banget 😃
    semua ceritanya memiliki kesan yang sendiri-sendiri dan semuanya keren banget 😃

  20. fina mengatakan:

    👍✊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s