~[Oneshoot/ Request] Miss You~


Tittle: Miss You

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Friendship, Sad

Tipe: Oneshoot

Cast:  Lee Donghae, Kim So Eun, Kim Heechul

Annyeong, saya kembali dengan salah satu requestan nih. Kali ini, ngebawa requestan dari salah satu reader saya yaitu: “Elisoniac”. Elisoniac  minta tolong sama aku buat dibikinin FF dengan berdasarkan lagunya SM. Balad yg Miss You dengan pairing HaeSso, pairing kesayanganku hehe. Silahkan dibaca aja kali ya, jangan lupa komen dan ratenya ^^

“Hatiku tidak terlihat dapat menggapaimu, Tampaknya tidak dapat menggapaimu. Air mata terus bercucuran seperti orang gila. Aku pikir, aku tidak dapat melakukannya, Tidak dapat melakukannya. Aku tidak bisa melupakanmu, tidak bisa melupakanmu. bahkan jika aku merasa sekarat Aku tidak bisa melepaskan cintamu. aku hidup dengan cara ini (SM The Ballad – Miss You)

~All About Lee Donghae

“Hae-ah.. Bangunlah..”

Agh.. suara ini, dia selalu begini, menjadi suara pertama yg aku dengar ketika aku bangun serta menjadi suara terakhir  yg aku dengar sebelum terlelap dalam tidurku. Suaranya lembut dan halus, membuat aku bukannya ingin bangun, tapi ingin tidur lebih lama lagi. tidur lebih lama lagi dengan dendangan suaranya, atau kalau boleh ingin sambil memeluknya, kalau boleh…

“Donghae-ah, bangun…”

Dengar, dia merengek memanggilku membuat aku benar2 tidak ingin bangun. Ingin terus tidur dengan suaranya, jadi teruslah merengek, Soeun-ah. Agar aku bisa tidur lebih lama lagi..

“Donghae, kalau kau tidak bangun. Aku pergi!!”

Aish, dasar wanita, mereka selalu memakai ancaman sebagai senjatanya. Benar2 tidak mengerti sama sekali. Ya ya ya, aku tahu, baiklah…

“Donghae..”

“Iya Iya..” aku tersenyum sambil membuka mataku yg sedikit menyipit karena perihnya mataku akibat cahaya yg masuk. Aku mendapatkan bayangannya dalam mataku, gadisku yg sangat cantik dengan pakaian serba putihnya dan rambut panjang indahnya. Aneh, gadis ini benar2 terlalu mencintai warna putih. Dari dulu, aku pasti akan melihat warna ini ada disalah satu item yg dipakainya. Dia tampak tersenyum senang melihat aku sudah bangun dan membuka mataku.“Selamat pagi..” kataku sambil tersenyum padanya. Dia balas tersenyum padaku, senyuman yg  begitu manis.

“Selamat pagi, bangunlah. Bukankah Donghae harus bekerja..” dia tersenyum padaku lantas mulai melangkah ketika aku ingin meraihnya. Aku ingin mememeluknya, tapi dia selalu menghindar setiap kali aku ingin melakukannya. Dia tampak tersenyum mengejekku karena hal itu. “Bangunlah, aku tunggu diluar ya..” katanya sambil tersenyum lantas mulai melangkah keluar dari kamarku sambil tersenyum padaku. lantas menutup pintu.

Aku hanya bisa tersenyum oleh tingkahnya, aku mengacak-acak rambutku yg sudah begitu acak-acakkan. Lantas kemudian aku bergeser dari tempat tidurku untuk mengikuti kata2nya, bersiap-siap.

[]

“Hae-ah, ayo!!”

“Iya..”

Soeun tampak lebih ceria setelah kami keluar dari apartemenku. Dia melambai-lambaikan tangannya padaku dengan wajah yg begitu bahagia. Dia terlalu bersemangat setiap kali kami sudah mulai keluar dari apartemen dan berjalan menemui keramaian. Wajahnya akan lebih cerah ketika ia keluar dari kamar apartemenku.

Dia tampak berjalan dengan sangat senang beberapa langkah di depanku. Ia tampak mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru dengan senyuman yg begitu senang dan bahagia. Aku kemudian mempercepat langkahku untuk menyusulnya.

“Donghae, hari ini kita naik mobil atau jalan kaki?” dia bertanya sambil tersenyum manis padaku. Aku hanya balas tersenyum padanya.

“Kita harus naik mobil, karena aku harus menghadiri sebuah pertemuan..” sahutku padanya yg langsung membuat ia sedikit kecewa. Aku tersenyum melihat ekspresinya.

“Huh, padahal aku ingin kita berjalan kaki. Aku ingin berada diantara manusia lainnya berada ditempat keramaian bersama Donghae..” katanya sedikit cemberut. Aku kembali tersenyum mendengar ucapannya.

“Tapi kau tahu sendiri bukan? aku sangat sibuk?”

“Ya, Donghae memang selalu sibuk. Kemaren sibuk, hari ini sibuk, lusa sibuk, bahkan mungkin selamanya akan terus sibuk. Padahal, aku ingin satu hari saja dapat bersama Donghae..” katanya dengan wajahnya yg cemberut.

“Bukankah kita selalu bersama? Kau selalu ikut menemaniku kemanapun aku pergi, bahkan kekantor sekalipun..” sahutku sambil tersenyum padanya. Jujur saja, dia benar2 menggemaskan kalau sudah cemberut seperti ini. Aku mengalihkan perhatianku pada orang2 disekeliling kami yg tampak juga tersenyum melihat kearah kami. Ya, Soeun memang selalu membuat orang2 memperhatikan kami, dia terlalu cantik.

“Iya, tapi Donghae selalu sibuk bekerja. Nyatanya aku tetap kesepian..” katanya lagi. aku hanya tersenyum lagi mendengar ucapannya.

“Baiklah, kita lihat waktunya nanti ya. Aku akan berusaha mengatur waktuku agar kita dapat pergi bersama..”

“Benarkah?!” dia berbalik, menatap padaku dengan matanya yg berbinar. Aku mengangguk. “Kita akan menghabiskan seharian itu bersama? Benar begitu?” tanyanya senang.

“Ya..” sahutku sambil mengangguk.

“Hanya kita berdua tanpa rekan bisinis?”

“Huhum..”

“Kita bisa berjalan-jalan ketempat yg ramai?” tanyanya lagi.

“Iya, ketempat yg sangat ramai…” sahutku sambil tersenyum dan mengangguk padanya.

“Aaa, Donghae Gomawoyo!! Saranghae, Neomu Neomu Neomu Saranghaeyo!!” katanya begitu senang dihadapanku. Lantas membentuk simbol cinta dari kedua tangannya. Aku hanya tersenyum sambil melakukan hal yg sama yg membuat ia dia terlihat tambah riang. Aku hanya tersenyum sambil melihat kebahagiaannya, lantas menurunkan tanganku sadar semua orang melihat aneh kearah kami. Ahh, kenapa semua orang terus-terusan memperhatikan kami?!

[]

“Wah, benar2 banyak orang.. Kalau jalan kaki pasti akan menyenangkan..”

Lagi, aku hanya bisa tersenyum ketika dia mengomel dan mengomel sambil melirik keluar sana dari kaca mobil. Soeun memang benar2 terlalu menyukai keramaian. Ia selalu senang berada ditempat dimana orang berlalu lalang.

“Dimobil membosankan..” dia lagi2 mengomel sambil melipat kedua tangannya lantas mengalihkan perhatiannya kejalan depan. Aku mengerti, dia memang terlalu cepat bosan dalam segala hal. Ia ingin selalu berada ditengah keramaian, padahal aku ingin selalu hanya berdua dengannya disemua tempat dan semua kesempatan seperti saat ini.

“Aku hidupkan musik ya..” tanyaku menawarkan sambil menyetel musik dalam mobilku. Salah satu tanganku sibuk menyetel musik yg ia sukai. Ya, aku tahu segalanya tentang dia, aku tahu lagu2 apa yg paling ia sukai, walau aku sebenarnya tidak suka. Soeun terlalu menyukai lagu2 balad yg menurutku terlalu sedih, kadang kalau sudah mendengar lagu2 itu wajahnya yg ceria ini perlahan akan mulai kelihatan sedih. Bukankah, lagu2 seperti itu hanya akan merusak suasana ini?

“Aaa.. Davichi, Don’t say goodbye. Aku sangat menyukainya..” katanya senang setelah musik itu mengalun. Aku hanya tersenyum kecil mendengarnya.

“Oneulbam geu malmaneun marayo. Wae nal beorigo ganayo. Na maeumi apa, gaseumi apa. Nunmul cha arayo. Aji geun annyeong urin andwaeyo. Neon geu ibeuldeo yeoljima. Annyeongirago naege malhajima (Davichi – Don’t Say Goodbye)”

Ck, musik2 sedih memang selalu menganggu. Kenapa dia harus suka lagu yg terlalu sendu begini? Membuat suasananya benar2 menjadi diam. Aku mengalihkan pandanganku padanya yg tampak juga terlarut dalam buaian lagu hingga ia diam saat ini, padahal aku selalu suka ketika dia mulai merengek atau berceloteh, tapi lagu ini merubah segalanya. Ahh, wanita!!

Klik!!

“Ya, Donghae kenapa diganti!!” dia protes ketika aku mengganti lagunya menjadi lagu2 yg beat dan menyenangkan. Aku hanya tersenyum karena mendapatkan omelannya lagi.

“Aku sedang butuh semangat hari ini. jadi jangan mendengarkan lagu yg seperti itu..” sahutku sambil tersenyum padanya.

“Baiklah..” katanya faham sambil menganggukkan kepalanya. Aku tersenyum, puas, karena aku bisa kembali mengubah suasana yg tadi.

Srrt!!

Aku mengerem mendadak ketika tiba2 sebuah motor menyilang dan langsung mengambil alih jalan didepanku dengan tiba2. Aku kaget sekali, karena tadinya aku menoleh pada Soeun hingga aku benar2 menginjak rem mendadak akibat ulah ceroboh orang itu. Akibat rem mendadak itu, aku dan Soeun jadi tertolak kedepan.  aku mengangkat wajahku, segera beralih padanya yg tampak juga kaget.

“Soeun-ah, gwaenchana?” tanyaku cemas padanya. dia mengangkat wajahnya, lalu menatap padaku sambil menyentuh bagian dadanya untuk menenangkan jantungnya yg mungkin berdetag sekuat detag jantungku. Wajahnya yg terlihat juga kaget langsung menatap padaku.

“Tidak apa2, Donghae jangan cemas..” sahutnya sambil berusaha tersenyum padaku yg benar2 cemas tadinya.

“Benarkah?” tanyanya tidak yakin. Dia mengangguk lagi.

“Iya, ayo jalan lagi, mobil dibelakang sudah membunyikan klaksonnya berkali-kali..” katanya sambil mengalihkan perhatiannya kebelakang. Aku sekilas menatapnya yg berpaling kebelakang sana. Ya dia baik-baik saja, ahh, benar2 membuat jantungku berdetag saja. Aku benar2 cemas sekali, aku takut ia terluka walau satu goresan saja. Karena dulu aku sempat melakukannya, membuatnya harus  mengalami kesakitan karena kesalahanku. “Hae-ah, ayo jalan..” dia kembali berseru padaku. aku mulai terbangun dari kepanikanku.

“Eh, ya..” aku kemudian mulai menyentuh dan memegang kemudiku dan membawa mobil itu kembali berjalan dengan fikiranku yg masih berkecamuk ini. sekali lagi kualihkan pandanganku padanya, berharap memang tidak terjadi apa2. Syukurlah, dia memang baik2 saja.

[]

“Teman Donghae yg bernama Kim Heechul itu mana? Kenapa selalu saja terlambat kalau kalian mau rapat? Padahal Donghae sudah datang daripagi..”

Aku hanya tersenyum mendengar lagi2 ia mengomel dari sofa ruang kerjaku. Dia tampak sedikit bosan sambil menopang dagunya diatas meja. Aku hanya tersenyum melihatnya sambil melanjutkan pekerjaanku.

“Donghae selalu sibuk seperti itu, apa Donghae tidak lelah?” tanyanya dengan wajah polosnya sambil menatapku dengan puppy eyesnya. Aku hanya tersenyum lagi sambil melihatnya, dia benar2 terlihat lucu dimataku.

“Selama aku bisa melihatmu disekitarku, maka aku tidak akan pernah merasa lelah..” sahutku sambil tersenyum padanya.

“Apa Donghae tahu, kadangkala sangat membosankan kalau terus melewati hari tanpa kegiatan dan selalu mengikuti Donghae seperti ini..” katanya mengeluh.

“Kau bosan menemaniku?”

“Bukan, tentu saja bukan. hanya saja, kadangkala bosan sekali harus selalu ditempat ini. Aku ingin sekali kita ketempat yg ramai..” katanya lagi.

“Bukankah aku sudah berjanji akan melakukannya lain kali? Tapi tidak hari ini, karena aku sibuk..” kataku tanpa mengalihkan pandanganku dari laptop.

“Ya, aku tahu, tapi aku sangat tidak sabar untuk itu..” katanya lagi. Aku hanya tersenyum, lantas kembali sibuk dengan pekerjaanku.

“Huh?” Soeun mengangkat wajahnya tiba2 yg membuat aku mengalihkan perhatianku padanya.ia menatap padaku. “Kim Heechul sudah datang, aku sembunyi saja ya supaya dia tidak mengomeli kita..” katanya setelah itu, lantas dengan sedikit panik ia segera berlari kearah toilet dengan pelan karena takut menimbulkan suara. Aku hanya tersenyum lagi melihat ulahnya.

Klik!!

“Hey!!” Aku mengalihkan perhatianku ketika seseorang memasuki ruanganku. Kim Heechul, sahabat serta rekanku itu segera mendekat dan masuk.

“Ck, kau lama sekali hyung. aku benar2 bosan menunggumu..” kataku padanya. ia tersenyum sambil mengelus tengkuk belakangnya.

“Mian, aku terjebak macet..” katanya.

“Selalu saja macet..” sahutku sambil melipat kembali laptopku.

“Eh, aku kebelet nih. Aku ketoilet dulu ya..”

“Eh hyung!” dengan cepat aku menarik tangannya ketika dia hendak beranjak menuju toilet. Dia menatap bingung padaku. “jangan disini, toiletnya sedang bermasalah dan aku telah meminta didatangkan petugasnya. Lebih baik kita keruang meeting dan disana saja..” kataku mengusulkan sambil menarik bahunya kearah keluar ruanganku. Heechul hyung tampak sedikit bingung.

“Benarkah? Masa bisa mampet?” tanyanya bingung tapi tetap mengikutiku. Aku tidak menyahutinya, tapi terus membawanya keluar dari sana.

[]

“Inilah data perusahaan kami dan reset terbaru kami..”

Aku berdiri di depan rekan bisinisku sambil menunjukkan hasil presentasiku yg telah aku kerjakan sebelumnya. Aku menerangkan rencana bisinisku ini kepada para klien baruku. Hari ini kami rapat untuk memperluas jaringan perusahaan kami, perusahaan aku dan Heechul hyung.

“Berdasarkan presentasi ini bisa dilihat kalau kalau kita mengeluarkan produk ini. maka sangat besar peluang produk ini mampu menarik minat seluruh masyarakat luas dalam dan mungkin luar negri..”

Sejenak aku mengalihkan pandanganku keluar ruangan meeting  yg hanya ditutupi kaca. Disana, diluar sana, Soeun tampak tersenyum sambil melambaikan tangan padaku. ck, dia senang sekali menggodaku ketika saat2 serius begini.

“Hhhum!!”

Aku tersadar ketika Heechul hyung berdehem. Aku lantas mengalihkan perhatianku pada klienku yg bingung karena aku diam tiba2 sambil melihat kearah lain. Gara2 Soeun, aku jadi kehilangan konsentrasiku.

“Hum, ya… menurut tinjauan langsung kelapangan yg dilakukan oleh pihak kami. Saat ini, produk ini sangat langka berada dipasaran, sementara kebutuhan masyarakat atas produk ini terus meningkat jadi saya fikir, produk ini akan sukses dipasaran..”

Lagi, aku mengalihkan perhatianku keluar sana ketika Soeun kembali membuat ulah setelah aku mengacuhkannya. Ia tampak kembali membentuk simbol cinta dari kedua tangannya dan melompat-lompat untuk menarik perhatianku. Aku hanya bisa geleng2 kepala sambil tersenyum melihat ulahnya yg tidak pernah habis2 itu.

“Hhhum!!”

Ck, aku kembali tersadar ketika Heechul hyung kembali berdehem padaku. ia tampak menatapku dengan pandangan angkernya itu. aku menghela nafas, menatap Soeun yg cemberut, lantas kemudian kembali fokus pada rekan bisnisku yg tampak saling berbisik karena sikapku. Aku menghela nafas, harus fokus karena produk ini penting!!

“Hum, jadi, diharapkan…”

[]

“Tuan Lee Donghae, terima kasih atas semua waktu yg telah anda berikan. Senang bekerja sama dengan anda..”

Aku membalas jabatan rekan bisnisku itu sambil memberikan senyumanku. Akhirnya, semua berakhir sempurna.

“Sama-sama tuan Shin, kami juga senang dapat membina hubungan baik dengan anda..” sahutku. Lantas rekanku ini juga berjabat tangan dengan Heechul hyung dan staf lainnya. Sementara aku mengalihkan perhatianku kearah luar ruangan, sudah hilang, pergi kemana?!

Aku dengan cepat membenahi semua alat kerjaku yg masih berantakan diatas meja ketika Heechul hyung mengantar mereka kedekat pintu. Aku harus melakukan ini dengan cepat, Soeun pasti sedang merajuk sekarang. Kalau tidak dibujuk, bisa2 dia marah besar.

“Donghae!!”

Aku mengalihkan perhatianku pada Heechul hyung yg langsung mendekat setelah semuanya pergi. Dia tampak menatapku dengan serius dan mendekatiku, ahh, aku tahu arah pembicaraannya.

“Donghae, ada hal yg ingin aku sampaikan..”

“Ahh, hyung, nanti saja ya. Nanti aku akan menemuimu dan kita bicarakan hal ini. tapi nanti, aku harus menemui Soeun dulu. Aku pergi dulu ya hyung..”

Dengan cepat aku membawa tasku keluar dan mengalihkan arah pembicaraan Heechul hyung yg aku pastikan sekarang bingung karena sikapku.

[]

Aku keluar dari apartemen untuk mencari keberadaan Soeun yg menghilang tiba2. Ahh, kenapa wanita begitu mudah untuk merajuk? Kenapa mereka senang sekali melakukannya? Padahal, akukan juga punya waktu yg tidak bisa diganggu seperti tadi.

Aku terus berkeliling mencari sekitarku, untuk menemukan Soeun. tadi sudah aku mencari keruanganku begitupun tempat lainnya didalam, tapi dia tidak ada. Soeun pasti pergi keluar.

Aku menghentikan langkahku ketika akhirnya aku berhasil menemukannya. Soeun tampak duduk sendiri disebuah anak tangga dengan wajah yg terlihat kesal sambil menatap kedepannya. Aku tersenyum kecil, lantas perlahan mulai mendekatinya.

“Kenapa melamun sendiri?” aku bertanya sambil ikut duduk disampingnya. Dia sedikit kaget melihat kedatanganku, lantas kembali menatap kehadapannya dengan pandangan yg kosong.

“Aku hanya sedang melakukan hal menyenangkan yg lain yg bisa aku lakukan selain mendampingi  dan menganggu Donghae. Tapi nyatanya, aku tidak menemukannya..” katanya dengan polosnya yg membuat aku kembali tertawa kecil mendengarnya. “Selama ini, selalu bersama & menganggu Donghae benar2 adalah satu2nya  yg aku lakukan setiap harinya walau aku menyadari aku membuat Donghae sebal dan merasa terganggu. Tapi mau apa, aku benar2 tidak ingin melakukan hal yg lainnya lagi..” dia merengek mengatakannya membuat aku lagi2 tertawa. Aku sadar, ini keramaian dan semua bawahanku mengalihkan perhatian mereka padaku. tapi aku benar2 tidak peduli hal itu, karena Soeun.

“Tidak, aku tidak pernah sebal padamu..”

“Tapi tadi Donghae terlihat tidak mau menatapku..” katanya lagi yg membuat aku tersenyum. “Donghae berpaling dan mengacuhkanku begitu saja..” sambungnya.

“Bukan begitu, hanya saja, kadangkala aku juga harus mempunyai waktu untuk membicarakan hal yg penting dengan orang yg lainnya. Itu artinya sama sekali bukan karena sebal padamu..” jelasku padanya.

“Benarkah?” tanyanya masih merengek. Aku mengangguk.

“Ya, buktinya aku kembali mencarimu agar kau kembali menggangguku..” kataku sambil tersenyum padanya. ia tampak menoleh padaku dan berbinar. Aku awalnya berniat memeluknya, tapi lagi ia selalu lari kalau aku ingin menyentuhnya. Aku hanya tertawa kecil melihat ulahnya.

“Benarkah Donghae begitu?” katanya mengalihkan pembicaraan.

“Ya, tentu saja, aku bahkan telah memikirkan ini sejak tadi. Soeun-ah, hari ini aku telah mengatur jadwalku. Jadi aku sudah mempunyai waktu untuk bersamamu, jadi, bagaimana kalau kita jalan2 seperti kesepakatan kita sebelumnya..” usulku padanya yg langsung membuatnya senang.

“Benarkah?”

“Ya..”

“Aaa, Donghae terima kasih. Aku benar2 merasa senang, neomu neomu neomu neomu saranghaeyooo” katanya lagi sambil kembali  membentuk lambang cinta padaku. aku hanya tersenyum melihatnya lantas perlahan mulai melakukan hal yg sama.

“Nado Saranghaeyoo..” kataku sambil ikut membentuk lambang hati dengan kedua tanganku. Dia tampak semakin senang. Aku melakukannya sampai ia menurunkan kedua tangannya, tapi nyatanya ia terus melakukannya. Aku hanya tertawa kecil melihatnya sambil beralih kearah lain.

“Huh, tuan Shin..”

Aku dengan cepat menurunkan tanganku ketika menyadari rekan bisnisku yg tadinya aku sangka sudah pulang tampak baru saja keluar dari dalam gedung. Aku sedikit malu juga karena hal ini. tuan Shin hanya tersenyum, lantas kemudian meninggalkan tempat itu bersama rombongannya setelah memberi penghomatannya. Soeun tampak juga melirik mereka.

“Apa tidak apa2?” tanya Soeun sedikit cemas padaku. Akupun kembali tersenyum pada Soeun setelah mereka pergi.

“Sudahlah, jangan terlalu difikirkan. Lebih baik kita jalan2 ayo..” ajakku sambil ingin meraih tangannya untuk menariknya pergi. Tapi lagi2 ia malah menghindar dan malah mendahuluiku. Ia tertawa mengejekku setelah berhasil mengerjaiku.

“Yang kalah adalah pecundang, Wekk!!” ia melet sambil mengejekku. Aku lagi2 hanya tersenyum, lantas kemudian menyusulnya untuk memenuhi harapannya.

[]

“Donghae sibuk lagi ya?”

Soeun kembali bertanya padaku sambil kembali menopang dagunya dan tiduran dihadapanku yg sedang bekerja disandaran tempat tidurku. Aku tersenyum, menatapnya yg menurutku benar2 terlihat lucu dengan caranya tiduran dihadapanku. Kepalanya ia topang dengan kedua tangannya, sementara kakinya ia gerakkan secara teratur.

“Donghae-ah, kenapa Donghae selalu saja sibuk? Apa Donghae tidak lelah? Akan lebih baik kalau Donghae istirahat saja..” katanya dengan wajahnya yg serius.

“Selama ada Soeun, aku pasti tidak akan lelah..”

“Ahh..” dia tampak senang setelah ucapanku. Lantas lebih mendekatiku. “Aku tidak salah dengar bukan? akhirnya Donghae mau memanggilku begitu. Ayo katakan lagi..” katanya sangat senang setelah aku mengikuti caranya memanggil namaku. Aku tersenyum, sementara mataku masih aku arahkan kelayar laptopku. “Donghae..” dia merengek karena aku tidak menyahutinya.

“Aku sangat senang dengan kehadiran Soeun. aku harap, Soeun akan selalu menemaniku dan tidak pergi lagi..” kataku sambil mengalihkan perhatianku dan tersenyum padanya. ia tampak tersentuh dengan ucapanku.

“Aku tidak akan pergi lagi, asalkan Donghae tidak akan marah lagi ketika aku datang menganggu. Kalau Donghae marah lagi, maka aku akan pergi lagi..” katanya kemudian. aku tersenyum menatapnya.

“Aku tidak akan memarahi Soeun lagi, sampai kapanpun itu aku tidak akan memarahi Soeun. jadi, tetaplah disini denganku..” sahutku padanya. ia tampak begitu bahagia karena ucapanku, lantas kemudian kembali melakukan kebiasaannya, membentuk lambang cinta dengan kedua tangannya.

“Donghae-ah, neomu neomu neomu neomu saranghaeyooo!!” katanya padaku yg kali ini hanya aku balas dengan sebuah senyuman.

[]

“Donghae!!”

Aku mengalihkan perhatianku pada Soeun ketika ia yg sedang tidur-tiduran disampingku langsung duduk padaku dan menatapku. Aku yg tadinya juga tiduran segera ikut duduk karena reaksinya itu.

“Donghae!!”

“Ada apa?” aku heran melihat dia gemetaran begitu hebat dan benar2 ketakutan. Aku ingin mendekatinya, tapi Soeun sudah langsung bangkit dan berdiri disisi tempat tidur dengan panik dan masih terlihat ketakutan. “Soeun, ada apa?”

“Mereka datang? mereka ingin menyakitiku. Donghae, aku harus bagaimana? Aku takut?” katanya panik dan gemetaran.

“Apa? Siapa yg kau maksud ingin menyakitimu…”tanyaku tak mengerti.

“Tidak tahu, aku tidak bisa lagi berfikir. Kepalaku sakit, jantungku berdetag seperti akan meledak, darahku seperti membeku dan berhenti mengalir. Donghae, mereka ingin membunuhku, mereka ingin menyakitiku agar aku menjauh darimu. Donghae… Aku harus bagaimana?” tanyanya menangis dengan hebatnya sambil terlihat begitu sangat ketakutan.

“Soeun…”

“Mereka mendekat, dan semakin dekat. Donghae, mereka ingin membunuhku, aku takut. Aku harus pergi, ya, aku harus pergi. Donghae aku harus pergi..”

“Soeun!!”

Aku bangkit untuk mengejarnya, tapi entah kenapa tiba2 aku merasakan sesuatu memukul kepalaku hingga aku tersurut.

“Soeun..”

Aku berusaha menormalkan pandanganku setelah itu, tapi nyatanya Soeun sudah menghilang, mungkin sudah keluar. Tapi kenapa cepat sekali.

Tok Tok Tok!!

[]

“Masuklah, dan kalau ada usir semua roh2 yg ada disini!”

Aku begitu kaget ketika baru saja aku membuka pintu, Heechul hyung langsung masuk dan memerintahkan dua orang yg dibawanya untuk memasuki apartemenku. Aku hanya menatapi  mereka yg langsung memeriksa apartemenku.

“Hey, apa yg kalian lakukan? Hyung?!” aku yg masih heran hanya langsung bertanya pada Heechul melihat dua orang berpakaian serba hitam itu mengelilingi apartemenku.

“Kau tidak bisa seperti ini Donghae. Kau akan gila bila terus begini!” kata Heechul hyung penuh emosi.

“Gila?”

“Ya, senyum sendiri, berbicara sendiri, Soeun Soeun Soeun. donghae, berhentilah melakukan hal ini, dia sudah meninggal Donghae, SUDAH MENINGGAL! Sampai kapan kau terus hidup seperti ini?! Kau tahu, gara2 melihatmu bicara sendirian tuan Shin membatalkan proyek kita, dan kita rugi miliaran!!” kata Heechul hyung membentakku yg membuatku kaget.

“Dia belum mati!”

“DIA SUDAH MATI?!” dia membentakku lebih keras. “Kau jangan pura2 lupa dan menghindari semuanya. Dua bulan yg lalu, setelah kecelakaan itu, dia meninggal didepan matamu. Kau sendiri yg menyentuhnya dinafas terakhirnya, sekarang bagaimana kau bisa pura2 lupa dan terus membodohi dirimu dengan ini semua!!” kata Heechul hyung keras padaku.

“Hyung!!”

“Berhentilah membodohi dirimu Donghae, berhentilah membutakan akal dan fikiranmu. Hentikan semua yg hanya akan menghancurkanmu ini! berhentilah seperti ini!!” kata Heechul hyung penuh emosi padaku yg langsung terdiam karena ucapannya. “Ayo ahjussi, kalau memang ada arwah2 jahat yg ada disekitar sini bunuh saja!!” kata Heechul hyung tanpa mempedulikanku lagi. ia kini menyusul dua orang tak dikenal itu yg telah mengelilingi apartemenku.

Aku sedikit tersadar, mengalihkan perhatianku pada ketiganya yg sibuk mengelilingi apartemenku dengan sedikit ritual. Mereka, yg aku yakin adalah paranormal itu, mengitari apartemenku dengan seksama dan terapi yg sulit aku mengerti.

“Tidak tahu, aku tidak bisa lagi berfikir. Kepalaku sakit, jantungku berdetag seperti akan meledak, darahku seperti membeku dan berhenti mengalir. Donghae, mereka ingin membunuhku, mereka ingin menyakitiku agar aku menjauh darimu. Donghae… Aku harus bagaimana?”

Aku tersadar ketika aku ingat suara2 kesakitan Soeun yg tadi ia ucapkan sebelum ia menghilang. Aku mengalihkan perhatianku pada orang2 itu yg mengelilingi apartemenku dengan masih menggunakan ritual itu. aku menghampiri.

“Hentikan semua ini!! jangan melakukan hal ini!! aku minta kalian semua pergi saja dari tmpat ini!” aku berseru cepat sambil menarik tangan salah satu dari mereka untuk berhenti melakukan semua itu. Heechul hyung segera mengahampiriku lagi.

“Donghae, apa yg kau lakukan. Biarkan saja!!”

“TIDAK!” aku menyahut cepat. “Ini menyakiti Soeun, jadi jangan melakukan ini karena dia bisa kesakitan atau mungkin dia bisa pergi dan tak pernah kemari lagi!!” kataku pada Heechul hyung yg memegang tanganku.

“Memang itulah tujuannya, agar dia pergi darimu!!” seru Heechul hyung keras.

“Bagaimana mungkin aku membiarkan kalian menyakiti kekasihku dan membuatnya pergi dariku!!”

“astaga, Donghae sadarlah, berhentilah seperti ini! dia bukan kekasihmu, bukan sama sekali karena kau tahu sendiri kekasihmu telah meninggal tepat didepan matamu dua bulan yg lalu. Sadarlah Donghae, jangan bodohi dirimu dengan ini!!” seru Heechul hyung emosi.

“DIA MASIH HIDUP!!”

Plak!!!

Aku reflek menyentuh pipiku setelah aku merasakan tamparan yg keras dari tangan Heechul hyung dipipiku.

“Kau bodoh!! Kau benar2 lemah! Bagaimana mungkin kau membiarkan semua ini terjadi padamu. Kau ini laki2 bagaimana mungkin kau membiarkan dirimu terpuruk dan perlahan hancur dengan hal ini!!” bentak Heechul hyung begitu keras padaku. Aku hanya terdiam, masih sambil memegangi pipiku yg benar2 terasa perih. Tapi kau tahu? Bahkan hatiku jauh terasa lebih perih dari ini. aku benar2 merasa kesakitan ketika aku membuka jendela tentang kehidupan yg sebenarnya, kehidupan yg benar2 menyakitkan untukku. Perlahan, aku merasakan lebih perih lagi ketika air mataku yg asin membasahi bekas tamparan Heechul hyung, aku lantas membiarkan diriku jatuh begitu saja hingga terduduk dilantai. “Donghae..” Heechul hyung ikut bersimpuh untuk mensejajarkan dirinya denganku.

“Tapi sungguh hanya halusinasi itu yg mampu membuatku bisa melanjutkan hidupku. Aku tidak tahu, kalau setiap hari aku tidak mengkhayalkan seakan-akan dia ada disampingku apa aku bisa hidup atau tidak..” kataku penuh kesedihan sambil mengenang semua kebodohanku, ketika aku terbangun dari semua dunia khayalanku setelah tamparan keras Heechul hyung.

“Donghae..”

“Aku sudah mencoba melupakan bayangan tentang dia, tapi disaat itu aku sangat sulit untuk bernafas. Aku tidak bisa hidup tanpa merasakan dia disekitarku, hingga hari itu tiba2 dia datang lagi dalam hidupku. Hanya sejak saat itulah aku bisa melanjutkan hidupku lagi…” kataku tidak peduli lagi dengan pandangan orang lain mengenai ini. kalian tahu? Sangat sakit rasanya ketika kau terlalu mencintai seseorang yg telah meninggalkanmu untuk selamanya.

“Tapi kau tidak bisa hidup seperti ini, kau harus bangkit dan mulai melupakannya..”

“AKU TIDAK BISA!! Nyatanya aku tidak bisa. Setiap hari ia selalu ada disekitarku, walau aku tahu bahwa dia hanya sebuah bayangan atau mungkin halusinasi yg kubuat sendiri aku tidak bisa untuk tidak mengingatnya dan berhenti mengkhayalkan hal2 indah bersamanya. Aku yakin, dia itu benar ada, ini tidak khayalanku sepenuhnya. Dia memang berada disini untuk mendampingiku, aku bisa melihatnya!!” kataku cepat pada Heechul hyung. “Hari itu, ketika tangannya terlepas begitu saja daritanganku, aku sudah tidak dapat merasakan diriku lagi. rasanya, nyawaku juga ikut pergi dengannya yg telah terlelap untuk selamanya dihadapanku saat itu juga. Hingga suatu hari aku merasakan diriku lagi ketika suaranya membangunkanku disebuah pagi. Aku gila, ya aku gila karena membiarkan semua ini membuat aku semakin terpuruk. Aku tetap menutup mata dengan keadaan ini walaupun aku tahu aku sudah tidak bisa menyentuhnya lagi. tapi, hanya itu yg dapat aku lakukan agar aku bisa tetap hidup. Karena kalau tidak, aku mungkin sudah lama mengakhiri hidupku untuk menyusulnya…”

“Donghae…”

“Hyung..” aku menatap Heechul hyung yg ingin berbicara lagi dengan mataku yg begitu menyedihkan. “Kalau kau ingin aku bahagia dan terus hidup, tolong biarkan aku. biarkan aku untuk hidup dengan bayangannya, jangan pisahkan aku lagi dengannya. Karena aku benar2 tidak mau hidup lagi kalau aku sudah tidak bisa melihatnya..” kataku lagi pada Heechul hyung. Heechul hyung menatapku dalam, mungkin ia sedih melihatku begini. Tapi aku rasa sudah saatnya semua orang tahu bagaimana menyedihkannya aku yg sebenarnya setelah Soeun pergi dariku.

“Tidak bisa! Walau aku bukan hyungmu, kau tetap adalah adikku. Aku tidak bisa membiarkan kau hidup seperti ini. ini akan membuatmu terpuruk lebih dalam lagi, kau harus bangkit Donghae, kau harus sembuh. Kau harus melupakan semuanya ini karena masih banyak kebahagiaan lain yg bisa kau kejar tanpa Soeun…” ucapan Heechul hyung benar2 membuat hatiku terasa lebih sedih lagi. aku tahu, sebuah kelemahan kalau aku hidup begini, tapi aku benar2 tidak bisa melakukannya. Mencari kebahagiaan lain diluar sana tanpa Soeun, aku tidak bisa dan aku tidak ingin mengubur nama Soeun dan kenangan kami ini. aku tidak akan membiarkan kenangan ini dengan mudahnya terbuang walaupun tuhan mengirimkan seorang bidadaripun untukku.

Aku terdiam, menunduk, membiarkan logika serta naluriku bertarung dengan sendirinya didalam diriku. Lantas menatap Heechul hyung yg kembali bangkit membiarkan dua orang itu melakukan ritual mereka itu, aku tidak tahu ritual apa, tapi aku rasa ritual itu akan menghancurkan sisa kebahagiaanku. Tempat ini akan menjadi sepi, karena Soeun tidak mungkin lagi akan kemari karena mereka semua.

Apa yg harus aku lakukan? Sebenarnya aku membenarkan kalau memang tidak seharusnya aku begini, mengingat aku adalah seorang laki2. Tapi kau mungkin akan mengerti, ketika suatu saat kau menemukan seseorang yg begitu kau cintai. Seseorang yg telah kau tentukan sebagai teman hidupmu sampai kau tua nanti namun ditengah jalan karena kesalahanmu yg sepele kau membuatnya kehilangan nyawanya. Pada dasarnya, aku tahu, sudah saatnya aku bangun dari mimpiku yg terlalu panjang. Sudah saatnya aku melanjutkan hidupku tanpa harus membuat imajinasi seakan-akan dia masih ada disini. Tapi kau tidak mengerti, semuanya sebenarnya tidak hanya sebatas halusinasi. Dia, seseorang yg aku mimpikan setiap hari itu memang benar2 Soeun, walau aku tidak bisa menyentuhnya pada dasarnya aku yakin dia memang ada. walau mungkin tidak ada yg dapat melihatnya selain aku, tapi aku yakin itu dia. mungkin dia melarikan diri dari surga untuk menemani aku yg benar2 menyedihkan selepas kepergiannya, tapi percayalah dia selalu berada disekitarku untuk menemaniku.

“Hyung, hentikan hyung! Soeun benar2 akan kesakitan dan pergi dariku!!” aku kembali tersadar dan bangkit lantas kembali menghampiri mereka menyuruh mereka menghentikan ini semua. Heechul hyung berbalik kearahku, terlihat kecewa dan marah melihatku.

“Donghae..”

“Tidak peduli, kalau aku akan gila bila seperti ini. tidak peduli, kalau memang aku akan hancur oleh semua ini. Tapi aku benar2 tidak bisa melakukannya, pada nyatanya aku tidak bisa membiarkan dia menjauh lagi dariku. Tidak peduli, dia hantu arwah atau bayangan sekalipun. Tolong biarkan aku hidup dengan apa yg aku punya dari dirinya hyung!!”

“YA LEE DONGHAE!!”

Heechul hyung berteriak begitu lebih keras lagi setelah ucapanku itu. dia mungkin kesal padaku, marah atas kelemahanku tapi pada nyatanya sudah percuma membangunkanku. Karena pada nyatanya aku sudah tidak ingin bangun lagi dari mimpi ini. Aku sudah tak ingin mendengar lagi, bukankah kalian tahu kalau aku sudah terlanjur gila? Jadi biarkan orang gila ini hidup dengan ketidak warasannya.

“Kalian pergilah! Jangan pedulikan aku! sebaiknya kalian pergi saja!!” kataku pada mereka dengan sedikit hati2, aku sudah tidak ingin menatap mata manapun lagi. aku tahu, aku menydihkan, jadi aku tidak perlu melihat orang memandangku dengan kasihan.

“Donghae..”

“PERGILAH!! Atau kalian mau aku yg pergi?!” kataku dengan cepat memotong ucapan Heechul hyung. heechul hyung diam, sementara dua orang itu juga diam saling bertatapan. Aku kira, semua orang juga akan sama bila melihat keadaanku bahkan mungkin mereka hanya akan menertawakan aku karena kelemahanku ini. heechul hyung tampak menghela nafasnya berat.

“Mungkin, ini memang mengagetkanmu. Tapi aku tahu, kau adalah orang yg pintar dan kau punya banyak pengetahuan. Jadi, aku akan membiarkanmu untuk tinggal dan memikirkan ini semua. Aku ingin kau memikirkan semuanya malam ini, aku harap ketika besok kita bertemu lagi dan kau akan menyadari semua ini. aku akan meninggalkanmu, membiarkanmu untuk berfikir, tapi aku mohon jangan melakukan hal2 gila yg akan menyakitimu. Berfikirlah dengan sehat Lee Donghae, karena aku tahu kau masih bisa melakukannya..” kata Heechul hyung setelah beberapa saat. Aku terdiam, masih menundukkan kepalaku sambil berfikir. Perlahan, aku dengar langkah ketiga orang ini kembali bergerak untuk mendekati pintu keluar.

“Donghae!” aku mengangkat wajahku ketika Heechul hyung kembali memanggilku. Ia berfikir sejenak, lantas menatapku. “Kedua orang tuamu menitipkan kau padaku. tolong jaga dirimu dengan begitu baik. Jangan sampai mereka menyalahkan aku bila sesuatu terjadi pada dirimu, aku ingin kau berfikir lebih luas dan lebih bijak untuk hal ini..” kata Heechul hyung sambil menatapku. Lantas perlahan, Heechul hyung dan dua orang itu mulai menjauh dan meninggalkan apartemenku. Meninggalkan aku yg benar2 untuk kesekian kalianya merasa kesepian. Aku mengangkat wajahku, melihat sekelilingku…

“Soeun!!”

Pada nyatanya, aku membiarkan semua ini membuat aku menjadi orang paling tidak waras didunia.

[]

“Soeun… Soeun!!”

Aku masih saja seperti orang gila mengelilingi apartemenku dan mencari sesuatu yg mungkin hanya dalam bentuk bayanganku. Tapi, aku mengatakannya dengan kata mungkin, dengan kata lain Soeun yg selalu bersamaku dua bulan ini mungkin memang benar2 ada. walau aku masih belum terlalu meyakininya, tapi aku yakin semua itu bukan hanya halusinasiku belaka masih mungkin kalau Soeun selama ini memang kabur dari surga untuk menemaniku disini.

“Soeun…”

Aku menghentikan langkahku ketika aku sampai di balkon apartemenku. Menatap kosong sekitarku yg benar2 sepi. Aneh, ada ratusan orang yg juga tinggal disini, tapi bahkan aku merasa kalau aku adalah satu2nya orang yg menghuni dunia ini.

Pandanganku kosong melihat sekitarku yg benar2 terasa gelap. Aku kalut, benar2 kalut, setelah Soeun tidak menampakkan diri lagi gara2 orang2 itu. padahal tadi Soeun disini, tapi dia pergi begitu saja karena ia ketakutan. Sekarang bagaimana? Soeun mungkin tidak akan kembali lagi, Soeun tidak akan datang lagi. Aku akan kehilangan dia untuk kedua kalinya…

#Flashback..

“Donghae, bogoshipoyo!!”

Aku sedikit terpana ketika tiba2 ketika aku membuka pintu seseorang langsung memelukku. Aku terdiam sesaat, aku benar2 kaget dengan hal ini walaupun ini sudah sering terjadi. lantas setelah beberapa  saat aku mulai menyadari bahwa ini adalah sebuah tempat keramaian.

“Soeun..” aku melepaskan pelukannya itu karena benar2 aku tidak nyaman.

“Apa?” dia menatapku dengan muka polosnya itu. aku menghembuskan nafas, aku mengalihkan perhatianku kebelakang dimana para karyawan tiba2 seperti sibuk bekerja padahal aku tahu mereka tadi seperti menonton show ketika Soeun memelukku tiba2 ketika aku mau memasuki ruang kerjaku. Aku kemudian mengalihkan perhatianku lagi pada Soeun yg terus tersenyum padaku. akupun membawanya masuk dan menutup pintu.

“Soeun, apa yg kau lakukan disini?” tanyaku setelah berada didalam ruangan padanya.

“Tentu saja menemui Donghae. Hae-ah, aku membawakan makanan, kita makan bersama ya..” katanya sambil menunjukkan kotak bekal ditangannya sambil tersenyum padaku. aku menatap kotak bekal ditangannya sedikit datar.

“aku sudah makan dengan klien tadi diluar, jadi aku tidak lapar..” jawabku datar padanya yg langsung membuatnya sedikit cemberut. Tapi, tidak lama ia tampak kembali menatapku.

“Ya sudah, kalau begitu kita makan es krim saja ya? Lihat, aku juga membawa es krim. Donghae suka rasa coklat bukan? aku membawanya..” katanya sambil menunjukkan sesuatu ditangannya yg lain. Aku berdecak, menatapnya.

“Soeun, aku sedang sibuk, aku bahkan tidak punya waktu untuk sekedar memakan es krim. Sekarang kau pulang ya, aku akan menemuimu nanti..”

“Bohong..” dengan cepat dia memotong ucapanku. “Dari kemaren selalu bilang mau menemui dan menelfonku, tapi tidak pernah terjadi. pada akhirnya, aku juga yg harus menelfon Donghae. Disaat menelfonpun, Donghae harus terburu-buru karena sibuk..” katanya cepat.

“Habisnya, kita memang tidak punya banyak hal penting untuk dibicarakan. Bukankah kau datang setiap hari, jadi untuk apa menelfon lagi?”

“Aku datang memang setiap hari, tapi Donghae selalu mempunyai sedikit waktu untuk bersamaku. Dan jangan bilang kalau kita tidak punya hal penting  untuk dibicarakan, kita bahkan belum mempunyai satu hal pun yg kita bicarakan semenjak menjadi sepasang kekasih. Donghae terlalu sibuk, bahkan presiden pun tidak sesibuk itu..” katanya manyun. Aku menghela nafas, apa kalian pernah bicara dengan anak 4 tahun? Begitulah rasanya menghadapi gadis ini. dia benar2 cerewet seperti anak usia 4tahun, jadi walaupun kau seorang juru bicara sekalipun kau tidak akan menang melawannya. Apalagi ketika kau bertemu matanya yg benar2 terlihat seperti Puppy, kau bahkan tidak bisa membantah kata2nya lagi meskipun kau begitu kesal dan lelah seperti yg aku rasakan saat ini.

“Setelah makan es kau pulang ya, kau pasti lelah bukan? lagipula, aku benar2 harus bekerja dan Heechul hyung menunggu hasil kerjaku..” kataku yg langsung membuatnya senang. Dia mengangguk beberapa kali, yah dia sangat berbakat dalam hal menirukan seekor puppy, menggemaskan!

“Baik, ayo makan disana saja..” katanya sambil menarik tanganku untuk mendekati sofa. Aku meletakkan semua yg kubawa tadi dibangku samping kananku, lantas aku memperhatikan kegiatannya yg sibuk membuka kotak es krimnya. Yah, dia kesulitan lagi, pada nyatanya gadis yg entah kenapa begitu aku cintai ini tidak bisa melakukan apapun dengan benar, bahkan walau hanya membuka kotak es krim.

“Biar aku yg membukanya..” akupun akhirnya mengambil alih pekerjaannya itu.

“Donghae tadi kemana? Kenapa berkeringat?” aku sedikit kaget ketika ia mengelap keringat didahiku dengan sebuah sapu tangan. Pada akhirnya, aku tidak bisa memasang wajah serius angkerku bila sudah menghadapinya. Walau berapa kesalnya aku, ia akan selalu berhasil membuat aku tersenyum, seperti saat ini.

“Ini..” kataku sambil mengulurkan sekotak es krim yg telah berhasil aku buka. Dia tampak senang menerimanya.

“Makan bersama ya..” katanya sambil mengulurkan sebuah sendok es krim padaku. aku hanya tersenyum menerimanya.

“Kau disini sejak jam berapa?” tanyaku sambil memakan es krim yg dibawanya ini.

“Sejak pukul 12 lewat 10 menit. Jadi, hum, aku menunggu selama 2 jam 27 menit..” katanya sambil melirik arlojinya untuk sesaat. Aku hanya tersenyum kecil medengar jawabannya itu, lantas hanya memperhatikan kegiatan makan es krimnya, ini bahkan lebih membuatku kenyang daripada menghabiskan semua es krim ini. sadar aku perhatikan, ia menghentikan kegiatannya dan balas menatapku. “Kenapa? Apa es krimnya tidak enak?” tanyanya padaku. aku dengan cepat menggeleng.

“Hum, tidak, hanya karena aku begitu kenyang sehingga aku benar2 kehilangan nafsu memakan apapun..” jawabku.

“Memang kliennya wanita atau laki2? Kenapa bisa makan segitu lahap sampai segitu kenyang..” tanyanya sedikit menyelidik. Aku malah tersenyum mendengar ucapannya..

“Seorang wanita, seorang wanita yg sangat cantik..”

“Apa?!”

Aku sedikit kaget ketika niatku untuk menganggunya malah membuat ia melepaskan es krim ditangannya begitu saja hingga tumpah kebajuku. Tidak! Jangan sekarang, setelah ini ada rapat yg begitu penting.

“Ahh, maaf!!” dia juga kaget sambil meraih sapu tangannya yg tadi untuk membersihkannya.

“Soeun, apa yg kau lakukan? Setelah ini ada rapat penting. Aku bahkan tidak punya waktu untuk sekedar pulang mengganti baju!!” kataku kembali terbawa kesal padanya yg sibuk membersihkan bajuku.

“Aku tidak sengaja, sungguh..” katanya panik sambil masih berusaha membersihkannya. Dia mengangkat kotak es krim tadi yg isinya telah jatuh sebagian mengotori bajuku. “Aish, astaga..”

“Soeun!!”

Aku berseru semakin kesal ketika sebagian es krim dikotak itu malah jatuh dan tepat mengenai berkas-berkasku yg aku letakkan disamping kananku tadi. Dia tampak semakin panik.

“Aduh, kenapa begini?!” dia tampak semakin panik sambil berusaha meraih berkas itu dan mengelap bajuku.

“Sudah!” aku berseru sambil menjauhkan tangannya dari bajuku yg benar2 berantakan. Dia diam, menatapku dengan wajah yg begitu merasa bersalah. Aku mengatur nafasku yg benar2 sangat kesal sambil menatapnya. “ck, kau lihat Soeun, apa yg telah kau lakukan? Kau telah membuat aku dalam masalah yg besar?! Ck, apa kau tidak tahu betapa pentingnya hari ini?!” kataku benar2 marah padanya. dia terdiam, menundukkan wajahnya sangat ketakutan.

“Maaf, aku benar2 tidak sengaja..”

“Aku sudah katakan bukan, aku sibuk, aku tidak bisa diganggu. Sekarang lihat? Kau telah membuat kerusakan yg besar!” kataku benar2 sangat emosi mengingat masalah besar yg baru saja ia perbuat ini.

“D-Donghae…” ia merengek sambil kali ini akan menangis padaku. tapi ini benar2 tidak bisa dimaafkan dengan cepat, masalahnya, berkas dan pertemuan ini benar2 sangat penting.

“Sebaiknya kau pergi saja!!” dia mengangkat wajahnya ketika aku mengatakan itu. air matanya jatuh setelah aku mengusirnya. “Pergilah sebelum aku semakin marah!!”

“D-Donghae…”

“PERGILAH!!” dia tersentak ketika ucapanku semakin tinggi dan menjadi bentakan. Dia menatapku dengan matanya yg basah, aku mengalihkan pandanganku darinya. Lantas perlahan ia bangkit begitu saja dari hadapanku dan pergi begitu saja. Tapi aku benar2 tidak ingin peduli.

Aku terdiam, berdecak, melihat kekacauan ini, ini benar2 masalah besar. Aku lantas segera meraih berkas2 pentingku yg sudah begitu tidak berbentuk karena berlepotan es krim itu. aku berdecak, lantas melemparkan berkas itu begitu saja keatas meja. Aku mengacak-acak rambutku karena frustasi.

“TUAN!!” aku mengalihkan perhatianku ketika seorang karyawan berlari dengan begitu panik kearahku. ia tampak kesulitan mengatur nafasnya ia tampak menangis. “Tuan, nona Soeun tuan, nona Soeun jatuh kelantai dasar. Dia terpeleset karena tidak berhati-hati!!”

Jantungku langsung seperti berhenti mendengar ucapan itu. lantas aku segera berlari keluar ruangan.

[]

Aku segera berlari keluar ruangan, dan keramaian beberapa karyawan dipagar pembatas didekat tangga membuat jantungku berdetag dengan cepat. kedatanganku membuat pandangan mereka berubah dan menatapku tanpa mengatakan apapun.

Aku berjalan dengan pelan, aku belum siap membenarkan apa yg ada difikiranku saat ini. tapi ketika aku melihat polesan es krim yg memanjang dilantai didekat pagar itu bahkan badanku benar2 terasa lemas dan tak bisa berjalan lagi. tapi pada akhirnya aku tersadar lantas dengan cepat mencari lift untuk turun kelantai dasar, dari lantai delapan.

[]

“Soeun!!” aku tak mampu menahan air mataku didepan ratusan karyawanku yg berkumpul ketika aku berhasil menemukannya sudah berlumuran darah. Aku mengangkat kepalanya, menyentuh pipinya yg benar2 telah dilumuri darah. “Soeun, bangunlah, soeun..” aku menangis ketika aku melakukannya apalagi ketika dia tidak lagi bergerak. Oh tuhan, apa yg tadi aku lakukan? Tolong jangan biarkan aku kehilangannya hanya gara2 tumpahan es krim tadi.

“SIAPA SAJA, CEPAT PANGGIL  AMBULAN!!” aku berseru menyedihkan pada semua yg ada disana.

“Soeun, bangunlah, Soeun..” aku menangis sambil berusaha menggerakkan tubuhnya yg benar2 diam. “Soeun… aku mohon bangunlah. Jangan begini, bercandanya jangan begini..” kataku menyedihkan sambil menggerakkan lagi tubuhnya. Aku tidak peduli lagi ketika darahnya bercampur bersama cokelat yg tadi mengotori bajuku.

“Soeun… “ aku mengguncang tubuhnya, berharap dia bergerak. Tuhan, tolong jangan biarkan dia tertidur, dia harus bergerak dan membuka mata. Aku mohon.. “Soeun..”

“H-Hae-ah..” aku segera menatapnya ketika kudengar ia bersuara. Tuhan, matanya terbuka, MATANYA TERBUKA, ya tuhan tolong biarkan terus begini.

“Soeun… bertahanlah. Aku mohon, bertahan..” aku berusaha membersihkan darah2 kepalanya yg mengalir begitu saja menuju matanya. “Bertahanlah Soeun..” kataku menangis sambil melakukannya dan melihat mata sayunya.

“D-D-Dong.. H-Hae-ah…” aku menatapnya ketika ia kembali bersuara. Kalian tahu? Air matanya jatuh bersatu dengan aliran darahnya yg begitu kental Sebenarnya sangat sulit aku menghadapi ini semua. “J-J-Jangan M-Mmarah P-Ppaaddaku L-Llaggi Yya… T-Tolonggg M-Mmaaffkan… Aku..” suaranya yg payah membuat aku benar2 kesakitan dan menangis lebih hebat lagi.

“Aku tidak marah padamu, SUNGGUH AKU TIDAK MARAH. Tapi aku mohon, bertahanlah untukku. Tolong..” kataku sambil menatap matanya yg sayu itu. lantas aku menciumi pipinya yg benar2 dipenuhi darah, berharap dia bertahan. Tuhan, aku benar2 berharap dia bertahan!!

“D-Ddongghhae.. A-Akku H-Hharrus P-Pergii..”

“Soeun..” hanya itu yg dapat aku katakan ketika ia mengatakan hal itu. Dia berusaha tersenyum dengan susah payahnya, membuat air mataku jatuh lebih banyak lagi. “Maafkan aku, tolong jangan marah padaku dengan cara seperti ini. Tolong jangan tinggalkan aku..” kataku menangis padanya.

Dia masih berusaha tersenyum diantara nafasnya yg terlihat payah. Perlahan, ia mengangkat satu tangannya menuju pipiku. Aku menggenggam tangannya itu dipipiku.

“J-Jjaangan Mmenaanaangis… A-Aaku akan Ttetap mmenemani Dddonghhaee ddi kkehiddupankku yyang sselanjutnnya…” katanya padaku yg membuatku semakin kesakitan.

“Tolong jangan mengatakan ini, kau akan baik2 saja. Kau pasti akan baik2 saja..” kataku sambil tetap menggenggam tangannya. “Soeun, aku mohon bertahanlah untukku!!”

“Ddonghhaaee.. Ssaranghae…”

“Soeun..” aku menggenggam tangannya semakin erat ketika perasaanku memburuk dengan kata2nya. Aku berusaha mengenggam tangannya lebih erat, berharap dia bertahan. Tuhan, sekali lagi aku katakan, aku ingin dia bertahan, tolong jangan ambil dia, aku mohon..

“CEPATLAH PANGGIL AMBULAN!!” aku berseru panik pada sekitarku.

“Ddonghhaaee.. Ssaranghae…” dia kembali mengatakannya, membuat aku tidak tenang. Aku menatap matanya, yg mulai semakin sayu dan terus menjadi lebih sayu. Perlahan, dapat aku rasakan sentuhannya dipipiku mengendur, tangannya ingin jatuh.

“Soeun, bertahanlah, aku mohon!!” aku berseru lagi padanya, ketika matanya terus mengecil. Dia hanya menjawabku dengan senyumannya itu. “Soeun..” terus ku panggil namanya ketika tangannya terus jatuh.

Jantungku begitu sesak ketika tangannya benar2 jatuh digenggamanku bahkan matanya sudah tertutup sama sekali. Kembali aku sentuh pipinya untuk membangunkannya.

“Soeun-ah, jangan tidur aku mohon. Soeun, bertahan aku mohon. Ambulannya akan datang Soeun.. Tolong jangan tidur aku mohon..” kataku menangis lebih menyedihkan sambil menyetuh pipinya yg masih berlumuran darah itu. tapi nyatanya dia tidak lagi bereaksi, tubuhnya aku rasakan mulai terasa dingin, dan ketika aku sentuh bagian bawah hidungnya, aku tidak lagi merasakan udara disana.

“Tidak!  SOEUN!!” aku semakin larut dalam kesedihanku ketika aku mulai menyadari apa yg telah terjadi, lantas aku memeluknya, berusaha memberi kehangatan pada tubuhnya yg benar2 sudah dingin. Tapi pada nyatanya, semenjak itu Soeunku tidak pernah membuka matanya lagi…

#EndFlashback…

[]

Aku terduduk begitu saja ketika aku mencapai puncak gedung apartemenku namun Soeun tidak juga aku temukan. Aku menatap sekitarku yg benar2 telah menjadi sepi lagi.

“Soeun, aku tahu kau masih ada. ini bukan hanya bentuk halusinasiku yg terlalu merindukanmu. Aku mohon Soeun, jangan lagi meninggalkanku. Biarkan aku tetap bisa hidup bersamamu, walau hanya bayanganmu, tolong..” kataku sambil melihat sekitarku yg benar2 sepi. Aku berharap dia datang, aku berharap dia kembali lagi. walau semua orang harus menganggapku gila, aku rela asalkan dia masih berada disini menemaniku.

“Soeun… tolong kembali padaku. jangan meninggalkan aku, aku benar2 tidak bisa melakukan apapun tanpa dirimu..” kataku sambil terus berteriak ditempat sepi itu. aku semakin menunduk karena dia belum juga datang padaku, apa dia benar2 sudah pergi?!

“Soeun..”

Aku kembali memanggilnya yg entah mendengarku ataupun tidak. Aku gila, ya, mungkin sudah lama aku gila. Aku gila karena terlalu merindukannya, aku gila karena tidak bisa merelakannya. Aku gila karena ini semua. Aku menunduk disana sambil membiarkan aku menangis kembali..

“Hae-ah..”

Aku mengangkat wajah ketika aku mendengar suara yg begitu ku kenal. Aku dengan cepat mencari sekelilingku untuk menemukannya. Pandanganku berhenti disana, diudara tepat diatas pinggir gedung ini, dimana kulihat dia terbang diudara bersama kedua sayapnya. Cahaya putih menaungi dirinya.

“Jangan menangis, Donghae tidak boleh menangis lagi karena aku…” katanya sambil tersenyum padaku. aku menghapus air mataku, aku berdiri dan menatapnya yg terbang di atas gedung ini.

“Jangan pergi..” kataku padanya. lagi, senyumanya yg indah tergambar dari wajahnya.

“Tapi, aku sudah tidak bisa lagi keapartemen Donghae. Ruangan itu bisa membuat aku kesakitan. Dan, waktu bermainku telah habis, aku harus kembali ketempatku yg seharusnya..” sahutnya terasa damai.

“Lalu bagaimana denganku? bukankah kau berjanji akan menemani dan menggangguku selamanya? Tapi kenapa sekarang tetap ingin pergi?” tanyaku padanya yg ia jawab dengan senyuman. Perlahan, aku lihat dia terbang merendah dan lebih dekat padaku. aku ingin menyentuhnya, tapi aku tahu, bahkan aku tidak bisa menyentuhnya lagi.

“Kalau begitu, Donghae lah yg kali ini seharusnya menemani aku..” katanya sambil tersenyum. Aku menatapnya setelah kata2 itu. perlahan, aku lihat dia mengembangkan satu tangannya kepadaku. “Donghae, ikut lah denganku. Tinggalkan saja kehidupan Donghae yg ini, lalu bersatulah denganku dikehidupan kita yg selanjutnya..”

“Soeun..” Aku kaget ketika kali ini dia menciumku dan aku dapat merasakannya. Ciumannya hanya sebentar, benar2 hanya sekilas, lantas ia kembali terbang kearah pinggir gedung.

“Dunia tidak mengerti pada Donghae dan aku. jadi, lebih baik kita ketempat dimana kita akan dimengerti. Atau kalau tidak, lupakan aku, dan Donghae hidup dengan cara yg baru. Lupakan aku..”

“Tidak bisa dan aku tidak mau Soeun. Aku benar2 tidak bisa melupakanmu dan menggantikanmu dengan sosok manapun. Aku hanya mencintaimu…”

“Kalau begitu, ikutlah denganku..” aku hanya menatapi tangannya yg ia ulurkan padaku. dia kembali tersenyum padaku. “Donghae, datanglah padaku…” katanya lagi padaku.

Aku terdiam, sambil menatap matanya dan sesekali menatap tangannya. Aku Lantas, menatap wajah damainya yg selalu membuatku tenang. Dia tersenyum padaku, dan tangannya masih ia ulurkan padaku, memanggilku. Aku terdiam, menghela nafas, lantas tanpa aku sadari, langkahku mulai bergerak. Bergerak lurus kearahnya.

“Donghae jangan takut, aku akan menjaga Donghae..” lagi dia bersuara sambil mengulurkan tangannya padaku yg terus mendekatinya. “Donghae..” katanya ketika aku mendekat dan lagi2 tersenyum padaku. Aku berusaha meraih tangannya itu, tapi tiba2 aku kehilangan tempat berdiriku dan aku merasa aku jatuh!!

“Baiklah Donghae, setelah ini kita akan bersama selamanya, saranghae…” suara Soeun kembali kudengar sebelum aku merasakan aku membentur tanah dengan begitu keras.

[THE END]

Hehe, natapnya jangan kayak gitu dong. Ini endingnya sad yah? Aku gak tahu sih, dibilang sad tapikan mereka bersama pada akhirnya. Hehe, sebenarnya jujur sih, aku gak suka baca FF sad ending tapi kayaknya aku suka buat FF sad ending. Lagipula, satu2nya inspirasi yg aku dapat setelah baca translet lagu ini adalah begini. Jadi mian ya kalau reader kecewa, sama Elisoniac yg request juga.

Tapi semoga semua tetap puas yah, hehe dan gak kapok buat komentar dan rate *maunya*.

Gomawo_

 

49 Comments Add yours

  1. seli m (kaoru) mengatakan:

    eun, skian lama tdk update akhirnya update juga ^^

    huahhhh …
    bener-bener nangis nih baca yg ini T_T ..
    nangis pas bagian flashback-nya smpai ending ..
    ceritanya bner-bner menguras air mata #lebay# tpi bner ..

    ditunggu aja karya lainnya ya eun🙂

  2. andri susilowati mengatakan:

    ya ampun, ini ff bener2 gk ketebak *menurutku
    so eun ternyata uddah meninggal, pas bagian awal q
    udah ketawa2 sendiri eh pas bagian so eun ketakutan krn heechul dan dukun2 dateng lsg jd tegang…dibagian ending jadi nangis.
    ahaa keren author
    lanjut dg ff yang lainnya…haesso keren

  3. nanda dwi lestari mengatakan:

    huaaaaaa sedih author T.T
    sedih banget cerita nya. Sedih nya pas flashback uaaaa😥
    daebak ceritanya!

  4. gerundhaessolover mengatakan:

    awalnya ngira mereka pasangan yg sudah menikah, tpi trnyata d0nghae hanya ditemani oleh r0hnya s0eun.

    Sumpah critanya keren abiz. Gx keitung dech brp bulir air mta aq yg jatuh ngebacanya, apalg pas bgian flashbacknya. .
    Author putri emanx daebak banget.

  5. ira sparkyu imnida mengatakan:

    sedih deh eon,, cerita dan alurnya bagus banget

    tapi seru,bikin akunya nangis #lebe
    ahhh,,, daebakkkk deh

  6. Cinta kyuhyun saranghae soeun mengatakan:

    Sumpahhhhhh D.A.E.B.A.K !!!!!
    1000 Jempol *smbil acungkan jempol+ #pinjem jempol pra Angels dan Elfishy….

    Adegannya,ada yg kusuka….
    Soalnya ke inget sma lagu JYJ In Heaven……

    Sekali lg DAEBAK….

    Udah feeling,sso psti halusinasi,prtama awal bca,trnyata feeling bner….

    Pokoknya DAEBAK!!
    Di nntikan karya slanjutnya!!!

  7. Anna mengatakan:

    Wuaaaa hik hik,,sediiiihhh smpai bnrn nangis,,tak diduga tak disangka awal n endingny mnyanyat hati bgai romeo n juliet brsm slmny #hee lebay,,perfect pkokny very like it putri gomawo🙂

  8. Ningnong minozelfangelsforever mengatakan:

    Author dirimu membuatq menangis gr2 ffnya bgs
    #lebay
    thor blh req g pgn lgu suju it’s u tp pairingnya lee min ho n kim so eun.
    thx thor ffnya keren^^
    gomawo

  9. vita mengatakan:

    aahhh..nemu jg ff pairing so eun selain kim bum..sukaa
    so eunnya udh meninggal,,udh aneh siih dr awal baca..
    huhu author sukses bikin nangis niih..:(

  10. djkyussoloverz mengatakan:

    sumpaaaaaaaaaaaah chingu kau buat aku nangis lagi…**tanggung jawab***…
    huuuuuuuaaaaaaaah sangat romantice cinta sejati… kasian sso eonni… haeppa ceh kenapa marah2 gitu sama sso kasian sso nya wkkwkwkwkwkk….
    sebenarnya aku paling benci baca ff yang sad ending… tapi aku suka ceritanya pokoknya tissue ku habis ne.. gr gr baca ff ne aku jadi dikirain gila sm kyk hae oppa krna nangis gak jelas….
    pokoknya daebak..I LIKE IT sungguh mengharukan kasian banget mereka berdua kenapa kisah cintanya berakhir kyk gt ceh????
    okeh aku tggu karyamu yang lain chingu…. aku selalu menunggu postingan mu karna semua ff mu membuatku menghayal tingkat tinggi karna sangat daebak.. 10.000.000.000 jempol buat author..**pinjem jempol reader laen wkwkwkwkk***.. hwatiiiiiiiiiiing aku tggu ff yg lain….

  11. mayaulidhasso mengatakan:

    huhuhuuu ..
    hiks.. hiks.. hiks … 😥
    sedih author ceritanya …
    tpi, tetep aj daebakk ..
    pertama sehhh aku gk nyangka klo itu cuma imajinasi ny Haeppa, soal ny gk kepikiran bakalan kyk gtu. Tpi, klo udh author yg bwt pasti daebakkk ahhh …. 🙂

    ywdh gomawo ^^

  12. geill mengatakan:

    beneran nih ff bikin q nangissssssssss…………………………..uaaaaaaaa………….
    sedih banget emang ceritanya pas di flashbacknya………nih mata ampe berkaca2 baca ceritanya and gak nyangka ama endingnya…tragis…….uaaaaa…….
    btw keseluruhan ceritanya q suka…….top deh buat author………..best pokoknya……….
    next di tunggu ffnya yg lain…………semangat terus……………fighty………..fighty………..

  13. ticha_ mengatakan:

    huA_sAen9 jAhAt_Q ampe nAn9!Z bC’X
    *tAn9gun9 jwb d0nk#
    gA tegA amA mrkA b’2_
    pA l9 pAz tAu ak!bt Sso men!n9gAl_huA T.T *nan9!z d!pelukAn 0new#haha

    daebAk bnR dAh saen9Q ne_
    bnr” DAEBAK😀
    Q tgg ff lAen’x yA_
    Q akn trZ menAnty_haha

  14. Choi Kyucha mengatakan:

    Sebenernya udh baca tadi sore,, tapi baru sempet coment skrg …

    sumpah nii crta sedih bgt,, dari awal udh mikir pasti so eun cuma halusinasi..keliatan dari so eun yg selalu pke baju putih, selalu menghindar klo dipeluk, dan org2 suka senyum2 klo liat donghae ..
    kasiian bgt donghae dibilang gila,,sedih bgt chingu ..
    apalagi yg flashback kecelakaan itu,, emmm dramatis bgt… bayangin mereka berdua2an yg so eun sekarat dan donghae meluk dia dan diliatin seluruh karyawan bener2 menyayat hati ..

    daebak pokoknya,, ditunggu krya slnjtny😉

  15. Vita mengatakan:

    T.T sad ending~
    ak pikir pertama kali so eun tu masih hidup, dia tu istriny donghae… Tp trnyata~
    ngenes liat donghae harus ikut mati,,

  16. elisa mengatakan:

    maksi ya athur dah di bkinin ff a tentang kim so uen ma ledonghe..blum bca si tapi liat rate yang comen kek a bgus banget alnya aku bru siap ujian jdi bru bisa baca a entar malam maklum lektop di rmah lg ngambek…..kumawho..faigting author….

  17. Yova mengatakan:

    Omo ak benar2 nangis baca ff ini feelingnya dpt bgt ,, KERENNN bgt walupun sad ending….

  18. AngElf mengatakan:

    ya ampun aku bener nangis baca ff ini
    apalagi bagian flashback…
    gak nyangka ternyata soeun udah meninggal
    di tunggu ff lanjutanya

  19. nury elf mengatakan:

    ff yg sulit ditebak ,,
    dikira soeun itu istri donghae ternyata cuman halusinasi doang ..
    lgi-lgi author bisa bkin aku nangis, drmatis bnged dah ini cerita ..
    pokoknya bgus deh ..
    ditunggu karya lainnya yach ..

  20. Ina890826 mengatakan:

    huaaaaaa hayo putri tanggung jawab,, kk nangis ini,, hikz😦
    ternyata sso uda gak ada ya,, aaaaa hae hdp dg ilusi saking cinta.a,, uwaaa kisah yg romantis wlpn akhir.a hae nyusul sso,, uwaaaaa hidupkanlah mrk kembali thor,, kkkkk :p
    mau ff haesso lagiiiiiiiiii………. oneshoot boleh,, wakakakak😀

  21. Elisoniac mengatakan:

    gomawo chingu request q dikabulin… seneng dah tapi gag nyangka ceritanya sesedih ntu… nangis bombay dah…. tapi suwerrrr keren abisssss….

  22. intanbluesky mengatakan:

    ahhhhh sedih bangettttt! suka banget sama ff nyaaaa bikin lagi yaaaaaa ff yang kayak gini hehehehehehe

  23. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    Oke, ni ff sukses bikin nangis.. hwaaaaaaaaaa..
    keren.. sad’a kerasa.. apalagi pas baca donghae’a marah cuma gara2 es krim.. trus soeun’a.. soeun unnie’a… jatuh.

    Hwaaaahhh.. kerenn.

  24. fauziyah mengatakan:

    sedih banget bagaimana dengan heecul oppa kan kasian😥

  25. kim sohyun mengatakan:

    so saaaaaaaaaaadddddddd,…..hiks…hiks…

    tp klo dpikir2 lgi…soeun kok jhat y..ampe bkin donghae bunuh diri…:(

  26. ya ampun putriii…
    OSnya sedih banget, ampe nangis dikantor nih…
    untung ga ada yg liat… hehehe
    sehidup semati nih ceritanya…. kasian ya so eun matinya tragis banget…!!
    hae juga…

  27. sag1190 mengatakan:

    huwaaa hiks hiks sedih banget OSnya, gak nyangka ternyata so eun dah meninggal, dan yg nemenin donghae itu baayangannya, endingnya kena bget dech, donghae oppa bunuh diri, kerennnnn bget ^_^

  28. QueenA FZ mengatakan:

    hoah….donghae mati….. kirain donghae bakal ngjalanin hidup sendiri… hiks..hiks…
    ^^v

  29. cucancie mengatakan:

    Hiks..sedih endingnya….

  30. anastasia erna mengatakan:

    kenapa gini ff nya…
    hiks..hiks…sedih dong hae bunuh diri…

  31. tanti no kawai mengatakan:

    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).
    Bener2 di buat mewek baca OS Ĭηĭ …. (-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)

    Yah…. Pada akhirnya mereka pun bersatu_di alam laen….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__) bwt author…..

  32. kiki mengatakan:

    hoho. shock baca endingnya. ternyata hantu soeun menjerumuskan yah.. haduuh..
    thor, yg berikutnya bikin yg hepi ending di alam nyata aja.. hehehe

  33. luthfiangelsso mengatakan:

    pas baca di awal ga nyangka kalo sso usah meninggal
    trus pas bagian heechul beserta paranormal ke apartemen buat ngusir sso nd donghae nolak disitu sedih bgt feel’a jg dapet bgt hiks….T.T
    trus pas bagian flashback sampe ending sumpah sedih pokonya nangis deh baca ff ini nyesek bgt T.T
    cinta’a hae ke sso besar bgt yaa kerasa bgt deh…
    semoga inta mereka abadi !!

  34. vani mengatakan:

    jujur belasan kali nyoba gk baca tapi sllu ku baca page ini, sekedar untuk menyelami ktika lg mrasa sedih jg dan akhirnya trbawa suasana.

    ikut dlm alurnya, menyenangkannya ktka qt berada disisi org yg qt sayangi, mengharap diperhatikan dan dituruti keinginannya, menjemukan mlakukan rutinitas, brtanya sebenarnya seperti apa perasaannya, selalu ingin memberikan yang terbaik, menyedihkan jika yang qt lakukan nyatanya membuatnya mjd beban, menyakitkannya ketika di bentak, dan bahagia ketika benar-benar tau ia takut kehilangan kita……………. dan akhirnya tak mampu berucap ketika takdir berkata lain…

    seperti ini seperti kehidupan nyata, ditambah emang suka bgt main castnya,,,
    miss u emang genre nya sad, tapi setelah baca ini jika benar2 ingin berhikmah bs jd kekuatan memotivasinya luar biasa,
    kata seorang ustadz di jakarta saat ini, mencintai itu adalah pekerjaan luhur, bertujuan memproduksi kbaikan dan kebermanfaatan, smga ff ini brmanfaat positip

  35. dania mengatakan:

    aku sukaaaaaa,aku suka yang sad ending tapi yang kaya gini akhirnya mungkin sad untuk pembacanya tapi happy untuk tokohnya donghae sama so eun,semua jempol deh nih kasih kaka authorrr

  36. thata mengatakan:

    Ya tuhan bener bner cerita yg bikin sesak nafas.. Sedih bgdd sad ending..
    Kerenn ^^

  37. Kim Ra rA mengatakan:

    Walau mereka G’ bisa bersatu d dunia tapi mereka bersatu d alam kekal, ah ngomong apa sich G’ tahu nih kebawa suasana , ceritanya Gokil bikin nangis Bombay,,, Tragis But So Sweet

  38. Shumy yukiss mhu mengatakan:

    Baca ny benar2 bikin aq nangis ,,
    lain dr ff chigu yg lain ny yg bsa romatis2an ,,,,
    ff yg ne sedih ap lg pas donghae opp yg meminta soeun bertahan

  39. satsuki mengatakan:

    eon bikin yang happy ending yahhhhh.
    bener2 tragis

  40. luthfiangelsso mengatakan:

    udah baca ff ini berkali” tetep aja mewek daebak bgt dah buat putri !!

  41. senrumi mengatakan:

    Aq gak th hrs bilang pa pada satu sisi hae egois hny mentingin pekrjan saja tp serelah kehilangan sso dia br sadar

  42. miyanoshita mengatakan:

    donghae emang bner2 cinta ama sso, hmmm
    keren eon, n ga nyangka juga kalo sso sebenernya udah meninggal

  43. widyaLuvhIdol mengatakan:

    hua…sad ending

  44. Rani Annisarura mengatakan:

    awalnya romantis akhirnya menyediawalnya romantis akhirnya menyediawalnya romantis akhirnya menyediawalnya romantis akhirnya menyedihkan…..

    Kirain tadi itu so eun & donghae itu beneran tinggal bersama,, eh ternyata so eun udah jadi roh….

    Waktu flashbacknya itu sebel juga ke donghae yang selalu nyuekin so eun,, setelah ditinggal so eun dia jadi perhatian….

    Tapi akhir ceritanya donghae juga ikut sama so eun ya???

    Keren wala

  45. GG mengatakan:

    aku pikir soeunnya hidup ternyataa arwahhhh >< kasian banget DH😥 harus pisah gara2 ngalamin masalah kyk gt😥

    sad ending tp ada happy endingnya hahahahhah untung deh .. coba kalo happy ending pasti uda males2an di mau komen. soalnya emang paling anti sih😉

    hahaahahahhah good job putriiiii

  46. Endang widiyati mengatakan:

    Aduuuuuuhhhh……Mati juga!!!!!!Ah,yg ini malah lebih bikin nangis bombai…..Kenapa berakhir setragis ini….Huaaaaa….Huaaa

  47. Safitri mengatakan:

    gilak!!!!! ini ff yg sukses ngebuat air mata ngalir tanpa henti sampek ending nyesek parah ceritanyaaa sukak peran eunnie sama donghae disiniii~ ceritanya sweet parah tapi syg endingnya sad~ well intinya “kalau udah gada baru kerasa kalok hal itu berharga” pelajaran banget sukses buat authornyaaa🙂

  48. tina65 mengatakan:

    DiAwal bacanya senyum2. Tp pas flashback dan akhir FF ini sedih.

  49. Indah mengatakan:

    Ampe nangis bca ff ni… authornya kren bs mnghipnotis reader ampe baper gni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s